London | Jurnal Inspirasi Peluang untuk bermain di Liga Champions musim depan masih dijaga Chelsea setelah berhasil mengalahkan Watford dengan skor 3-0 pada lanjutan Liga Premier Inggris. Pada laga itu, Willian menjadi aktor kemenangan buat The Blues yang kesulitan di Stamford Bridge. Hasilnya mereka berada di posisi empat terpaut 2 poin dari Manchester United.
The Blues mengalami kekalahan pertengahan pekan di West Ham dan lolos dari posisi Liga Champions ketika Manchester United menggebrak Bournemouth. Chelsea merespons di kemudian hari, Olivier Giroud menandai kembalinya ke starting line-up dengan gol pembuka sebelum Willian mencetak gol keenam dalam tujuh pertandingan terakhirnya dari titik penalti di akhir babak pertama.
Ross Barkley menambahkan gol ketiga di jeda waktu ketika tim asuhan Frank Lampard ini mengumpulkan 3 poin untuk menjaga peluang mereka di Liga Champions. Sementara Watford hanya satu poin dan satu tempat di atas zona degradasi dengan lima pertandingan lagi.
Pelatih Chelsea Frank Lampard mengatakan terkesan, dengan cara para pemainnya menanggapi kekalahan derby London 3-2 di West Ham pada pertengahan pekan. “Kami harus menerima tekanan itu. Sebelum West Ham kami bisa berada di urutan ketiga dan kami mengecewakan diri sendiri,” kata mantan bos Derby County ini.
“Hari ini ada sedikit tekanan untuk kembali ke urutan keempat dan kami berproduksi. Kami harus terbiasa dengan tekanan itu, apa pun kelihatannya, karena itu akan sulit sepanjang jalan,” jelasnya.
Depok | Jurnal Inspirasi Delapan anak yang menjadi korban penculikan beberapa waktu lalu, seluruhnya dalam kondisi sehat. Hal tersebut dipastikan Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah. Meski diakuinya, ada beberapa anak mengalami trauma akibat kejadian itu. “Ada satu dua anak yang trauma dan masih takut untuk keluar rumah,” katanya dikutip Vivanews, Minggu (5/7).
Terkait hal itu, Azis menegaskan, pihaknya telah
menyiapkan pendampingan khusus untuk para korban, utamanya soal pemulihan
psikologis. “Sejauh ini kondisi anak-anak sehat, mereka dalam pengawasan
orangtua dan kita sambangi untuk kita ketahui kondisi terakhir, dan
alhamdulillah mereka semua sehat,” jelasnya.
Kemudian, soal perkembangan pengejaran terduga pelaku,
polisi sudah menyebar sketsa wajah pria misterius itu di beberapa tempat umum.
Di antaranya di terminal, angkutan kota dan media sosial maupun berita. “Ada
yang menyampaikan pernah melihat pelaku, namun setelah dicek ternyata bukan.
Kemudian kita juga sudah minta bantuan inavis untuk men-tracing orang yang mirip
dengan sketsa tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut Azis mengatakan, sampai saat ini sudah ada
16 saksi yang telah menjalani pemeriksaan. “Soal ada tidaknya pelecehan nanti
kita dalami,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Satuan Reskrim Polres
Metro Depok, Komisaris Polisi Wadi Sabani menuturkan, peristiwa itu bermula
ketika para korban sedang bermain di pasar sekira pukul 20.00 WIB, Sabtu 27
Juni 2020. “Jadi anak-anak ini tadinya lagi asyik main bentengan (permainan
tradisional). Nah saat itulah pelaku datang,” katanya, Jumat (3/7).
Malang | Jurnal Inspirasi Di tengah pandemi Covid-19, produksi pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat harus tetap dipastikan aman. Sinergitas penyuluh dan petani menjadi hal yang penting untuk menjaga ketersediaan pangan. Untuk menyikapi hal tersebut dan sekaligus menjawab tantangan di masa New Normal, Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Malang, yang memiliki target LTT pada Juli 2020 seluas 121 Ha, terus memacu melakukan kegiatan penanaman padi.
Kegiatan tersebut diantaranya dilakukan di Kelurahan
Bumiayu, tepatnya pada kelompok tani Makmurjaya, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan
Kedungkandang, wilayah binaan dari penyuluh Manuel Dos Santos. Koordinator
penyuluh Zuhaer Djauhari, S.Pt. optimis memasuki bulan Juli ini, target yang dicanangkan akan dapat tercapai
melihat pergerakan para PPL dan petani yang terus bergerak mendorong percepatan
pelaksanaan kegiatan LTT, 7 Ha lahan sawah sudah ditanami dengan varietas
Inpari 42.
Sementara menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan
Pertanian Kota Malang Ir. Diah Ayu Kusumadewi, MT menyatakan, Indonesia yang
dikenal dengan negara agraris memiliki potensi yang cukup baik untuk
berdaulatnya di bidang pangan, khususnya pada sektor pertanian. Sudah menjadi
kewajiban kita menyuapi 267 juta rakyat Indonesia, meskipun disadari betul
bahwa kontribusi kami hanya sedikit. Lebihlanjut Diah demikian sapaan akrabnya mengatakan,
memang perlu adanya antisipasi alih fungsi lahan, terutama di lahan pertanian.
Disamping itu kita juga harus memastikan irigasi berjalan
dg baik agar memberikan solusi terbaik untuk menanam padi, agar para petani
kita tidak terkendala dalam mengelola areal persawahan. Dalam setiap kesempatan
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mqenegaskan petani dan penyuluh
sebagai garda terdepan di sektor pertanian menjadi harapan dan tulang punggung
dalam ketersediaan pangan.
Dalam situasi saat ini, spirit keluarga besar Kementan
dan semua pelaku pembangunan pertanian termotivasi bekerja maksimal mendampingi
petani. Walau dalam kondisi pandemi covid-19, don’t stop, maju terus, pangan
harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah pangan. Setelah panen, segera
lakukan percepatan tanam, tidak ada lahan yang menganggur dan dibiarkan selama
satu bulan.
Secara terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan
Sumber Daya Manusia (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi senantiasa mengingatkan
bahwa pentingnya penyediaan pangan terutama di masa pandemi ini. Dalam
menghadapi kondisi saat ini perlunya meningkatkan kualitas produksi. Selain
kualitas, perlunya perluasan lahan untuk pertanian.
Perluasan lahan untuk tanaman padi, jagung dan lain-lain
serta meningkatkan produksi lainnya untuk ketahanan pangan. Tidak hanya itu,
kita perlu mendorong sebuah produksi makanan dalam diverifikasi makanan yang
didukung dengan publikasi dari beberapa daerah.
Penanggung Jawab pendampingan untuk wilayah Kota Malang
dan sekaligus sebagai Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Dr.
Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, Mengatakan,
ada beberapa program peningkatan ketersediaan pangan di era new normal yaitu
meningkatkan kapasitas produksi yang meliputi percepatan tanam padi musim tanam
II 2020. Kita harus ikut menyiapkan lumbung pangan termasuk dari kota Malang
sampai awal Juli, 53 Ha lahan sawah yang sudah ditanami kembali.
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah dan Ibnu Hujr semuanya dari Isma’il bin Ja’far. Ibnu Ayyub berkata; telah menceritakan kepada kami Isma’il, telah mengabarkan kepadaku Al Ala dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:
Seandainya orang mukmin mengetahui siksa Allah Subhanahu wa Ta’ala, niscaya tidak ada seorang mukmin pun yang merasa bisa masuk Surga-Nya. Dan seandainya orang kafir itu mengetahui rahmat Allah, maka niscaya tidak ada seorang kafir pun yang berputus asa untuk mengharapkan Surga-Nya.
Bogor | Jurnal Bogor Kementrian Kesehatan (Kemenkes) disebut jadi kambing hitam oleh mantan Kasum TNI Letjen (purn) Johannes Suryo Prabowo. Menurutnya, menilai Kemenkes menjadi kambing hitam terkait penyaluran dana kesehatan untuk Covid-19 karena dana itu nyatanya belum diterima Kemenkes.
“Ini sangat memprihatinkan, karena saat ini
tidak diketahui oleh publik, pasti Kementerian Kesehatan menjadi kambing hitam
terhadap wabah Covid-19. Padahal itu dana masih dihold nggak tahu yang ngehold
siapa,” tegas Suryo Prabowo di akun Twitter @JSuryoP1 dikutip dari Gelora,
Sabtu (4/7).
Suryo Prabowo juga memposting tulisan di media
online bertajuk “Wah Ternyata, Kemenkes Belum Terima Anggaran Covid-19”. Disebutkan
bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga kini belum menerima anggaran
kesehatan Rp87,55 triliun terkait penanganan pandemi Covid-19. Hal ini belum
diketahui oleh masyarakat, sehingga Kemenkes lah yang justru menjadi kambing
hitam setelah diperingatkan oleh Presiden Jokowi. “Ironisnya lagi, publik tidak
mengetahui hal tersebut,” ujarnya.
Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan
menjadi sorotan karena serapan anggaran yang minim. Dari anggaran yang
dialokasikan untuk sektor kesehatan dalam penanganan Covid-19 yaitu Rp87,55
triliun, yang terealisasi hanya 1,56% saja.
Karenanya, Kemenkes dinilai lelet atau lamban,
cenderung lalai. Presiden Jokowi meminta agar dana itu segera disalurkan dan
birokrasinya disederhanakan agar lebih cepat.
Menanggapi hal itu, Sekjen Pergerakan
Kedaulatan Rakyat (PKR) Yosef Sampurna Nggarang atau Yos Nggarang turut
prihatin atas kejadian itu. Ia mempertanyakan keberadaan anggaran untuk
Kemenkes itu dimana. “Perpu sudah. Marah sudah. Dikambinghitamkan, Sudah. Yang
belum anggaran. Anggarannya dimana? Apa perlu Perpu lagi? Atau harus bagaimana
lagi? CC Abang Dok @berlianidris.
Wah Ternyata, Kemenkes Belum Terima Anggaran
Covid-19, Padahal Sudah Dikambinghitamkan,” katanya di Twitternya @yosnggarang,
Jumat(3/7). Praktisi medis dr Berlian Idris di akun @berlianidris kemudian
merespon cuitan @yosnggarang: “Itulah Bang. Pening kita dibuatnya.”
Bogor | Jurnal Inspirasi Polemik Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) juga panas di luar Gedung DPR RI. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto dan anggota Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka dilaporkan ke polisi. Bersama tim pengacara Tim Advokasi Anti Komunis (Taktis), keduanya dilaporkan oleh Rijal Kobar ke Polda Metro Jaya.
Politisi PDIP itu diadukan dengan dugaan
tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara sebagaimana diatur dalam Pasal
107 b dan 107 d UU 27/1999. Rijal Kobar bersama tim pengacaranya sempat beradu
argumen dengan Polisi mengenai laporan mereka.
“Para penyidik Kepolisian di SPKT menolak
LP kami dengan berbagai alasan. Alasan pertama, mereka akan buat tim untuk
membuat LP model A apabila petugas kepolisian menemukan tindak pidana,”
kata tim pengacara Taktis, Aziz Yanuar dalam keterangan tertulisnya dikutip
dari Gelora, Sabtu (4/7).
Setelah berargumen, pada pukul 14.00 WIB,
laporan mereka hanya masuk sebagai pengaduan masyarakat. “Sekitar jam
24.00 kembali kami berargumen. Kali ini alasannya masih RUU salah satu objeknya
dan belum disahkan. Kami bantah, bahwa jika sudah jadi UU akan konyol jika kami
buat laporan ke polisi. Namun polisi tetap bersikeras hanya mau menerima bentuk
dumas,” sesalnya.
Pada pukul 01.30 WIB (2/7), pihaknya kemudian
menerima dengan pasrah bahwa laporan mereka dilakukan sebagai aduan masyarakat.
“Artinya, dalam hal ini kami menduga ideologi komunis dan ancaman terhadap
pihak yang ingin mengubah Pancasila menjadi komunis masih dianggap sepele oleh
pemerintah dan penegak hukum,” tandasnya.
Bogor | Jurnal Inspirasi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamilmengapresiasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor yang diketuai oleh Bupati Bogor Ade Yasin lantaran dianggap berhasil menekan angka penularan Covid-19. “Saya berterima kasih kepada seluruh jajaran Gugus Tugas Kabupaten Bogor, ini adalah hasil kerja keras kita semua elemen yang terlibat mulai dari tingkat RT RW, lurah, kepala desa, camat, relawan, dan jajaran TNI-Polri. Khususnya saya juga berterima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang berjuang melawan Covid-19,” kata Ade Yasin dikutip dari RMOL, Sabtu (4/7).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) didampingi Bupati Bogor Ade Yasin (tengah) melihat produksi pembuatan masker medis di PT Multi One Plus, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Kabupaten Bogor sukses meraih empat dari enam kategori
penilaian apresiasi kinerja, yakni kategori pencegahan, deteksi, operasi
lapangan dan penegakan aturan, serta tata kelola kelembagaan. Menurutnya,
khusus pada kategori tata kelola dan kelembagaan Kabupaten Bogor berhasil
menempati posisi pertama, disusul Kota Banding dan Kota Bekasi. “Dalam
kategori ini, Kabupaten Bogor berhasil menginput semua variabel dan sesuai
evidence, serta unggul dalam variabel jumlah keterlibatan relawan,” ujar
Ade Yasin.
Sementara, pada kategori operasi lapangan dan penegakan
aturan, Kabupaten menempati posisi dua, kalah dari Kota Bandung yang menempati
posisi pertama, dan unggul dari Kota Tasikmalaya yang hanya di peringkat
ketiga.
Seperti diketahui, angka rata-rata penularan (Rt)
Covid-19 di Kabupaten Bogor berhasil mengalami penurunan dari 1,8 menjadi 0,66.
Pasalnya, dua hari terakhir pada 2 dan 3 Juli 2020, Gugus Tugas Percepatan
Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor mencatat nihil kasus penularan.
Di samping itu, hingga hari Sabtu (4/6) siang, Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat jumlah positif terinfeksi virus CoronaCovid-19 di Kabupaten Bogor sebanyak 377 pasien. “Total ada 377 kasus positif Covid-19, 113 orang di antaranya sudah sembuh, dan 18 orang meninggal dunia,” tutur Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu.
Kemudian, Pemkab Bogor juga mencatat ada sebanyak 1.704
orang dalam pemantauan (ODP), 1.460 orang di antaranya sudah selesai dipantau,
dan 2.041 pasien dalam pengawasan (PDP), 1.479 di antaranya sudah selesai
diawasi.
Bogor | Jurnal Inspirasi Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Bogor terus berbenah. Terlebih di Kota Bogor sudah memasuki pra-new normal, usai tiga bulan pandemic covid19 pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). ‘’Kami langsung cepat merespon kebijakan Pemkot Bogor yang membolehkan kegiatan olahraga dengan tetap mematuhi protocol kesehatan,’’ kata Ketua Pengcab PTMSI Kota Bogor, Dwi Putra Simatupang.
Menurut dia, saat ini PTMSI Kota Bogor mulai melakukan
training center (TC) di lapangan milik Persatuan Tenis Meja (PTM) Pinang69 Sektor VI Taman Yasmin Kota Bogor. Training
center ini berlangsung tiga kali dalam seminggu untuk memantapkan kemampuan atlet.
Terlebih selama tiga bulan, para atlet ini berlatih di rumahnya masing-masing
dengan pemantauan pelatih kepala Tenis Meja Kota Bogor, Kiki Hermawan. ‘’Target
kami di Porda 2022 nanti, tiga emas, kami sangat serius mengejar target ini
dari sekarang,’’ jelasnya.
Sementara itu pelatih Tenis Meja Kota Bogor, Kiki
Hermawan mengatakan training center ini
merupakan persiapan untuk kejuaraan daerah (Kejurda) pada Bulan Oktober dan
Kepri internasional open pada Desember di Riau. ‘’Kami lebih awal mempersiapkan
diri, memang tujuan utama kami adalah Porda Jabar. Tapi kami ingin mematangkan
para pemain dengan kejuaraan-kejuaraan di tingkat local, nasional maupun
internasional,’’ kata Kiki.
Persiapan ini penting mengingat mental dan pengalaman
bertanding para atlet ini harus bagus, makanya program kepelatihannya adalah
memperbanyak atlet bertanding. Berdasarkan pengalamannya selama melatih atlet,
semakin banyak atlet bertanding maka atlet tersebut biasanya mentalnya bagus,
terlebih permaiannya.
Pada pemusatan latihan ini atletnya fokus memperdalam
ketangkasan. Dia berharap sudah ada hasil yang terlihat mulai dari skill dan
kemampuan sebelum bertanding di Kejurda nanti. Meski mulai pra era normal para
atlet tetap mematuhi protocol kesehatan yakni
memakasi masker menuju lokasi TC dan cuci tangan baik sebelum maupun
setelah latihan. ‘’Selama latihan para atlet membuka masker dan tetap jaga jarak karena di dalam ruangan
TC kurang dari delapan orang,’’ pungkas Kiki.
Atlet Tenis Meja Kota Bogor
Atlet Putra :
1. Lucki Octora 2. M Akbar 3. Bayu 4. Dika 5. Ibnu
Atlit Putri :
1. Alda Rahayu 2. Amanda 3. Sofii 4. Dina Sari 5. Yanti
Bogor | Jurnal Bogor Sikap bersama mengenai Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) disampaikan Organisasi Islam Muhammadiyah beserta enam organisasi keagamaan lainnya menyampaikan. Gabungan ormas keagamaan tersebut sepakat menyatakan bahwa Pancasila adalah dasar negara dan sumber segala sumber hukum negara Republik Indonesia yang sudah final.
Pernyataan sikap bersama tersebut disampaikan oleh Sekjen
PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Jumat, 3 Juli 2020. Adapun enam organisasi
keagamaan tersebut yaitu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Persekutuan
Gereja-gereja Indonesia (PGI), Komisi HAK Konferensi Wali Gereja Indonesia
(KWI), Parisada Hindu Dharma lndonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha lndonesia
(Permabudhi), dan Majelis Tinggi Agama Khonghucu lndonesia (Matakin).
“Secara konstitusional kedudukan dan fungsi
Pancasila sudah sangat kuat sehingga tidak memerlukan aturan lain yang
berpotensi mereduksi dan memperlemah Pancasila,” kata Abdul Mu’ti mewakili
gabungan tokoh agama tersebut dikutip dari Vivanews, Sabtu (4/7).
Dalam pernyataan sikap itu, rumusan Pancasila sebagai dasar negara adalah sebagaimana termaktub dalam alinea keempat Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Sehingga rumusan-rumusan lain yang disampaikan oleh individu atau dokumen lain yang berbeda dengan Pembukaan UUD 1945, adalah bagian dari sejarah bangsa yang tidak seharusnya diperdebatkan lagi pada masa kini. Sebab, berpotensi menghidupkan kembali perdebatan ideologis yang kontra produktif.
“Yang lebih diperlukan adalah internalisasi dan pengamalan Pancasila dalam diri dan kepribadian bangsa Indonesia serta implementasi dalam perundang-undangan, kebijakan, dan penyelenggaraan negara,” ujarnya.
Para gabungan tokoh agama tersebut juga sepakat meminta
DPR untuk lebih melihat aspirasi yang ada di masyarakat. DPR diminta tidak
egois, tidak mendahulukan kepentingan partai politik di atas kepentingan bangsa
dan negara. “Pemerintah menyatakan menunda pembahasan RUU HIP oleh karena
itu DPR hendaknya menunjukkan sikap dan karakter negarawan dengan lebih
memahami arus aspirasi masyarakat, dan lebih mementingkan bangsa dan negara di
atas kepentingan partai politik dan golongan,” ujarnya.
Terlebih saat ini, bangsa Indonesia sedang menghadapi
wabah pandemi Covid-19, serta berbagai dampak yang ditimbulkan terutama sosial
dan ekonomi. Sudah semestinya saat ini seluruh elemen bangsa fokus penanganan
covid-19 bukan justru membuat gaduh dengan hal lain yang tidak mendesak.
“Semua pihak hendaknya saling memperkuat persatuan
dan bekerjasama untuk mengatasi wabah pandemi Covid-19 dan dampak yang
ditimbulkannya serta menjaga situasi kehidupan bangsa yang kondusif, aman, dan
damai,” ujarnya.
Dalam konferensi pers ini, hadir tokoh dari PB Hadhatul
Ulama, Helmy Faisal Zaini, tokoh dari Komisi Hak Konferensi Wali Gereje
Indonesia, Romo Agustinus Heri Wibowo; tokoh Persekutuan Gereja-gereja
Indonesia, Pdt Jacky Manuputi; tokoh Parisada Hindu Dharma Indonesia, KS
Arsana; tokoh dari Persatuan Umat Buddha Indonesia, Pandita Citra Surya; dan
tokoh dari Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia atau Matakin, Xs Budi S
Tanuwibowo.
Adalah Abdul Hayyi, seorang lelaki betawi asli yang lahir dan besar di Jakarta. Dilahirkan dalam keadaan tidak bisa melihat, namun tidak mengurangi, bahkan tidak lantas hilang semangat dalam menjalani kehidupan.
Berbeda dengan teman-temannya, beliau tetap semangat dalam belajar, terutama belajar tentang AI Qur’an. Sejak usia sekolah tingkat menengah pertama, Abdul Hayyi sudah merasakan kecintaan terhadap Qur’an, yang kemudian memotivasinya dalam belajar dan mulai menghafal Qur’an menggunakan AI Qur’an braile untuk kaum tunanetra.
Kemampuannya membaca serta menghafal Qur’an, tutur kata yang lembut dan pembawaan yang terkadang jenaka, kemudian mengantarkan beliau menjadi seorang pengajar AI Qur’an di sebuah pesantren thafidzh, yang kini menjadi kesehariannya, sehingga akrab dengan panggilan Ustadz Hayyi. Bahkan pernah juga menjadi undangan sebaga pengisi di acara Wisuda Akbar Hafidzh PPPA Daarul Qur’an bersama dengan Ustadz Yusuf Mansur di Gelora Bung Karno.
Ustadz Hayyi adalah satu pelopor penghafal Qur’an kaum tunanetra dan dengan profesinya sebagai pengajar Qur’an, beliau menjadi tulang punggung keluarga menghidupi 1 orang istri dan 3 anaknya. Masya Allaah.
Qadarullah, lima bulan terakhir keadaan berubah. Semenjak terjadi pandemi Covid-19 dan kegiatan pendidikan dihentikan, kegiatan di pesantren tempat Ustadz Hayyi engajar pun dihentikan sementara hingga ada keputusan lebih lanjut dari pemerintah. Sekarang beliau tak lagi aktif mengajar seperti biasanya. Ustadz Hayyi masih sesekali mengajar dan membantu setoran hafalan para santri melalui aplikasi online meeting, namun kehidupan harus terus berjalan, beliau harus berjuang lebih untuk menghidupi keluarganya.
Maka beberapa bulan kebelakang ini, Ustadz Hayyi menghidupi keluarganya dengan bekerja berjualan kerupuk, berkeliling jalan kaki di lingkugan sekitar tempat tinggalnya. Apa saja dah sekarang mah, yang penting ga nyusahin orang lain, halal dan hoyyib, Allah ridho, sudah dah nikmat anget”, ucap Ustadz Hayyi dengan santun dan santai, saat PPPA Daarul Qur’an bersilaturahim di kediamannya pada hari Rabu, 1 juli 2020 lalu.
Masya Allaah, begitu mulianya beliau hingga dengan keadaannya masih semangat menghidupi keluarga dan tak mau menyusahkan orang lain. Alhamdulillah, pada kesempatan yang sama, PPPA Daarul Qur’an melaksanakan rogram ‘Bantuan Modal Usaha’. Bersama dengan perwakilan dari KKIM ( Kelompok Kajian Islam Muslimah) AI Muttaqin Bogor, menyerahkan bantuan kepada Ustadz Hayyi.
“Dengan harapan, beliau tidak perlu lagi berjualan keliling, karena dengan kondisi beliau rasanya agak berbahaya jika harus berjualan keliling berjalan kaki,” ungkap Kacab PPPA Daarul Qur’an Bogor, Mohammad Thoriq.
Dengan keadaanya sebagai tunanetra, stadz Hayyi tak pernah
merasa
kesulitan dan kehilangan semangat untuk engamalkan dan mengajarakan AI Qur’an. “Aihamdulillah… bersyukur aja, karena
uma dengan bersyukur nanti Allah tambahin nikmat. Kita jalanin selama di jalan Allah,
Insya Allaah gak bakal ada yang susah,” pungkas Ustadz Hayyi.