24.1 C
Bogor
Sunday, April 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1539

The Blues Jaga Peluang Lolos ke Liga Champions

0

London | Jurnal Inspirasi
Peluang untuk bermain di Liga Champions musim depan masih dijaga Chelsea setelah berhasil mengalahkan Watford dengan skor 3-0 pada lanjutan Liga Premier Inggris. Pada laga itu, Willian menjadi aktor kemenangan buat The Blues yang kesulitan di Stamford Bridge. Hasilnya mereka berada di posisi empat terpaut 2 poin dari Manchester United.

The Blues mengalami kekalahan pertengahan pekan di West Ham dan lolos dari posisi Liga Champions ketika Manchester United menggebrak Bournemouth. Chelsea merespons di kemudian hari, Olivier Giroud menandai kembalinya ke starting line-up dengan gol pembuka sebelum Willian mencetak gol keenam dalam tujuh pertandingan terakhirnya dari titik penalti di akhir babak pertama.

Ross Barkley menambahkan gol ketiga di jeda waktu ketika tim asuhan Frank Lampard ini mengumpulkan 3 poin untuk menjaga peluang mereka di Liga Champions. Sementara Watford hanya satu poin dan satu tempat di atas zona degradasi dengan lima pertandingan lagi.

Pelatih Chelsea Frank Lampard mengatakan terkesan, dengan cara para pemainnya menanggapi kekalahan derby London 3-2 di West Ham pada pertengahan pekan. “Kami harus menerima tekanan itu. Sebelum West Ham kami bisa berada di urutan ketiga dan kami mengecewakan diri sendiri,” kata mantan bos Derby County ini.

“Hari ini ada sedikit tekanan untuk kembali ke urutan keempat dan kami berproduksi. Kami harus terbiasa dengan tekanan itu, apa pun kelihatannya, karena itu akan sulit sepanjang jalan,” jelasnya.

ASS|*

Anak Korban Penculikan Ada yang Masih Trauma

0

Depok | Jurnal Inspirasi
Delapan anak yang menjadi korban penculikan beberapa waktu lalu, seluruhnya dalam kondisi sehat. Hal tersebut dipastikan Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah. Meski diakuinya, ada beberapa anak mengalami trauma akibat kejadian itu. “Ada satu dua anak yang trauma dan masih takut untuk keluar rumah,” katanya dikutip Vivanews, Minggu (5/7).

Terkait hal itu, Azis menegaskan, pihaknya telah menyiapkan pendampingan khusus untuk para korban, utamanya soal pemulihan psikologis. “Sejauh ini kondisi anak-anak sehat, mereka dalam pengawasan orangtua dan kita sambangi untuk kita ketahui kondisi terakhir, dan alhamdulillah mereka semua sehat,” jelasnya.

Kemudian, soal perkembangan pengejaran terduga pelaku, polisi sudah menyebar sketsa wajah pria misterius itu di beberapa tempat umum. Di antaranya di terminal, angkutan kota dan media sosial maupun berita. “Ada yang menyampaikan pernah melihat pelaku, namun setelah dicek ternyata bukan. Kemudian kita juga sudah minta bantuan inavis untuk men-tracing orang yang mirip dengan sketsa tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut Azis mengatakan, sampai saat ini sudah ada 16 saksi yang telah menjalani pemeriksaan. “Soal ada tidaknya pelecehan nanti kita dalami,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Wadi Sabani menuturkan, peristiwa itu bermula ketika para korban sedang bermain di pasar sekira pukul 20.00 WIB, Sabtu 27 Juni 2020. “Jadi anak-anak ini tadinya lagi asyik main bentengan (permainan tradisional). Nah saat itulah pelaku datang,” katanya, Jumat (3/7).

ASS|*

Wujudkan Mimpi Capai Pintu Gerbang Lumbung Pangan

0

Malang | Jurnal Inspirasi
Di tengah pandemi Covid-19, produksi pangan untuk  memenuhi kebutuhan masyarakat harus tetap dipastikan aman. Sinergitas penyuluh dan petani menjadi hal yang penting untuk menjaga ketersediaan pangan. Untuk menyikapi hal tersebut dan sekaligus menjawab tantangan di masa New Normal, Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Malang, yang memiliki target LTT pada Juli 2020 seluas 121 Ha, terus memacu melakukan kegiatan penanaman padi.

Kegiatan tersebut diantaranya dilakukan di Kelurahan Bumiayu, tepatnya pada kelompok tani Makmurjaya, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, wilayah binaan dari penyuluh Manuel Dos Santos. Koordinator penyuluh Zuhaer Djauhari, S.Pt. optimis memasuki bulan Juli ini,  target yang dicanangkan akan dapat tercapai melihat pergerakan para PPL dan petani yang terus bergerak mendorong percepatan pelaksanaan kegiatan LTT, 7 Ha lahan sawah sudah ditanami dengan varietas Inpari 42.

Sementara menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Malang Ir. Diah Ayu Kusumadewi, MT menyatakan, Indonesia yang dikenal dengan negara agraris memiliki potensi yang cukup baik untuk berdaulatnya di bidang pangan, khususnya pada sektor pertanian. Sudah menjadi kewajiban kita menyuapi 267 juta rakyat Indonesia, meskipun disadari betul bahwa kontribusi kami hanya sedikit. Lebihlanjut Diah demikian sapaan akrabnya mengatakan, memang perlu adanya antisipasi alih fungsi lahan, terutama di lahan pertanian.

Disamping itu kita juga harus memastikan irigasi berjalan dg baik agar memberikan solusi terbaik untuk menanam padi, agar para petani kita tidak terkendala dalam mengelola areal persawahan. Dalam setiap kesempatan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mqenegaskan petani dan penyuluh sebagai garda terdepan di sektor pertanian menjadi harapan dan tulang punggung dalam ketersediaan pangan.

Dalam situasi saat ini, spirit keluarga besar Kementan dan semua pelaku pembangunan pertanian termotivasi bekerja maksimal mendampingi petani. Walau dalam kondisi pandemi covid-19, don’t stop, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah pangan. Setelah panen, segera lakukan percepatan tanam, tidak ada lahan yang menganggur dan dibiarkan selama satu bulan.

Secara terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi senantiasa mengingatkan bahwa pentingnya penyediaan pangan terutama di masa pandemi ini. Dalam menghadapi kondisi saat ini perlunya meningkatkan kualitas produksi. Selain kualitas, perlunya perluasan lahan untuk pertanian.

Perluasan lahan untuk tanaman padi, jagung dan lain-lain serta meningkatkan produksi lainnya untuk ketahanan pangan. Tidak hanya itu, kita perlu mendorong sebuah produksi makanan dalam diverifikasi makanan yang didukung dengan publikasi dari beberapa daerah.

Penanggung Jawab pendampingan untuk wilayah Kota Malang dan sekaligus sebagai Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si,  Mengatakan, ada beberapa program peningkatan ketersediaan pangan di era new normal yaitu meningkatkan kapasitas produksi yang meliputi percepatan tanam padi musim tanam II 2020. Kita harus ikut menyiapkan lumbung pangan termasuk dari kota Malang sampai awal Juli, 53 Ha lahan sawah yang sudah ditanami kembali.

T2S/WH

Hadits Hari Ini

0

05 Juli 2020
13 Dzul-Qa’dah 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ جَمِيعًا عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ ابْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ أَخْبَرَنِي الْعَلَاءُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ يَعْلَمُ الْمُؤْمِنُ مَا عِنْدَ اللَّهِ مِنْ الْعُقُوبَةِ مَا طَمِعَ بِجَنَّتِهِ أَحَدٌ وَلَوْ يَعْلَمُ الْكَافِرُ مَا عِنْدَ اللَّهِ مِنْ الرَّحْمَةِ مَا قَنَطَ مِنْ جَنَّتِهِ أَحَدٌ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah dan Ibnu Hujr semuanya dari Isma’il bin Ja’far. Ibnu Ayyub berkata; telah menceritakan kepada kami Isma’il, telah mengabarkan kepadaku Al Ala dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

Seandainya orang mukmin mengetahui siksa Allah Subhanahu wa Ta’ala, niscaya tidak ada seorang mukmin pun yang merasa bisa masuk Surga-Nya. Dan seandainya orang kafir itu mengetahui rahmat Allah, maka niscaya tidak ada seorang kafir pun yang berputus asa untuk mengharapkan Surga-Nya.

HR Muslim No. 4948.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Dana Covid-19 Belum Diterima Kemenkes?

0

Bogor | Jurnal Bogor
Kementrian Kesehatan (Kemenkes) disebut jadi kambing hitam oleh mantan Kasum TNI Letjen (purn) Johannes Suryo Prabowo. Menurutnya, menilai Kemenkes menjadi kambing hitam terkait penyaluran dana kesehatan untuk Covid-19 karena dana itu nyatanya belum diterima Kemenkes.

“Ini sangat memprihatinkan, karena saat ini tidak diketahui oleh publik, pasti Kementerian Kesehatan menjadi kambing hitam terhadap wabah Covid-19. Padahal itu dana masih dihold nggak tahu yang ngehold siapa,” tegas Suryo Prabowo di akun Twitter @JSuryoP1 dikutip dari Gelora, Sabtu (4/7).

Suryo Prabowo juga memposting tulisan di media online bertajuk “Wah Ternyata, Kemenkes Belum Terima Anggaran Covid-19”. Disebutkan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga kini belum menerima anggaran kesehatan Rp87,55 triliun terkait penanganan pandemi Covid-19. Hal ini belum diketahui oleh masyarakat, sehingga Kemenkes lah yang justru menjadi kambing hitam setelah diperingatkan oleh Presiden Jokowi. “Ironisnya lagi, publik tidak mengetahui hal tersebut,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan menjadi sorotan karena serapan anggaran yang minim. Dari anggaran yang dialokasikan untuk sektor kesehatan dalam penanganan Covid-19 yaitu Rp87,55 triliun, yang terealisasi hanya 1,56% saja.

Karenanya, Kemenkes dinilai lelet atau lamban, cenderung lalai. Presiden Jokowi meminta agar dana itu segera disalurkan dan birokrasinya disederhanakan agar lebih cepat.

Menanggapi hal itu, Sekjen Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Yosef Sampurna Nggarang atau Yos Nggarang turut prihatin atas kejadian itu. Ia mempertanyakan keberadaan anggaran untuk Kemenkes itu dimana. “Perpu sudah. Marah sudah. Dikambinghitamkan, Sudah. Yang belum anggaran. Anggarannya dimana? Apa perlu Perpu lagi? Atau harus bagaimana lagi? CC Abang Dok @berlianidris.

Wah Ternyata, Kemenkes Belum Terima Anggaran Covid-19, Padahal Sudah Dikambinghitamkan,” katanya di Twitternya @yosnggarang, Jumat(3/7). Praktisi medis dr Berlian Idris di akun @berlianidris kemudian merespon cuitan @yosnggarang: “Itulah Bang. Pening kita dibuatnya.”

ASS|*

Taktis Laporkan Sekjen dan Fraksi PDIP

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Polemik Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) juga panas di luar Gedung DPR RI. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto dan anggota Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka dilaporkan ke polisi. Bersama tim pengacara Tim Advokasi Anti Komunis (Taktis), keduanya dilaporkan oleh Rijal Kobar ke Polda Metro Jaya. 

Politisi PDIP itu diadukan dengan dugaan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara sebagaimana diatur dalam Pasal 107 b dan 107 d UU 27/1999. Rijal Kobar bersama tim pengacaranya sempat beradu argumen dengan Polisi mengenai laporan mereka. 

“Para penyidik Kepolisian di SPKT menolak LP kami dengan berbagai alasan. Alasan pertama, mereka akan buat tim untuk membuat LP model A apabila petugas kepolisian menemukan tindak pidana,” kata tim pengacara Taktis, Aziz Yanuar dalam keterangan tertulisnya dikutip dari Gelora, Sabtu (4/7).

Setelah berargumen, pada pukul 14.00 WIB, laporan mereka hanya masuk sebagai pengaduan masyarakat. “Sekitar jam 24.00 kembali kami berargumen. Kali ini alasannya masih RUU salah satu objeknya dan belum disahkan. Kami bantah, bahwa jika sudah jadi UU akan konyol jika kami buat laporan ke polisi. Namun polisi tetap bersikeras hanya mau menerima bentuk dumas,” sesalnya.

Pada pukul 01.30 WIB (2/7), pihaknya kemudian menerima dengan pasrah bahwa laporan mereka dilakukan sebagai aduan masyarakat. “Artinya, dalam hal ini kami menduga ideologi komunis dan ancaman terhadap pihak yang ingin mengubah Pancasila menjadi komunis masih dianggap sepele oleh pemerintah dan penegak hukum,” tandasnya.

ASS|*

Gubernur Puas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresiasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor yang diketuai oleh Bupati Bogor Ade Yasin lantaran dianggap berhasil menekan angka penularan Covid-19. “Saya berterima kasih kepada seluruh jajaran Gugus Tugas Kabupaten Bogor, ini adalah hasil kerja keras kita semua elemen yang terlibat mulai dari tingkat RT RW, lurah, kepala desa, camat, relawan, dan jajaran TNI-Polri. Khususnya saya juga berterima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang berjuang melawan Covid-19,” kata Ade Yasin dikutip dari RMOL, Sabtu (4/7).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) didampingi Bupati Bogor Ade Yasin (tengah) melihat produksi pembuatan masker medis di PT Multi One Plus, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Kabupaten Bogor sukses meraih empat dari enam kategori penilaian apresiasi kinerja, yakni kategori pencegahan, deteksi, operasi lapangan dan penegakan aturan, serta tata kelola kelembagaan. Menurutnya, khusus pada kategori tata kelola dan kelembagaan Kabupaten Bogor berhasil menempati posisi pertama, disusul Kota Banding dan Kota Bekasi. “Dalam kategori ini, Kabupaten Bogor berhasil menginput semua variabel dan sesuai evidence, serta unggul dalam variabel jumlah keterlibatan relawan,” ujar Ade Yasin.

Sementara, pada kategori operasi lapangan dan penegakan aturan, Kabupaten menempati posisi dua, kalah dari Kota Bandung yang menempati posisi pertama, dan unggul dari Kota Tasikmalaya yang hanya di peringkat ketiga.

Seperti diketahui, angka rata-rata penularan (Rt) Covid-19 di Kabupaten Bogor berhasil mengalami penurunan dari 1,8 menjadi 0,66. Pasalnya, dua hari terakhir pada 2 dan 3 Juli 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor mencatat nihil kasus penularan.

Di samping itu, hingga hari Sabtu (4/6) siang, Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat jumlah positif terinfeksi virus Corona Covid-19 di Kabupaten Bogor sebanyak 377 pasien. “Total ada 377 kasus positif Covid-19, 113 orang di antaranya sudah sembuh, dan 18 orang meninggal dunia,” tutur Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu.

Kemudian, Pemkab Bogor juga mencatat ada sebanyak 1.704 orang dalam pemantauan (ODP), 1.460 orang di antaranya sudah selesai dipantau, dan 2.041 pasien dalam pengawasan (PDP), 1.479 di antaranya sudah selesai diawasi.

ASS|*

Atlet Tenis Meja Kota Bogor Mulai TC

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI)  Kota Bogor terus berbenah. Terlebih di Kota Bogor sudah memasuki pra-new normal, usai tiga bulan pandemic covid19 pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). ‘’Kami langsung cepat merespon kebijakan Pemkot Bogor yang membolehkan kegiatan olahraga dengan tetap mematuhi protocol kesehatan,’’ kata Ketua Pengcab PTMSI Kota Bogor, Dwi Putra Simatupang.

Menurut dia, saat ini PTMSI Kota Bogor mulai melakukan training center (TC) di lapangan milik Persatuan Tenis Meja (PTM) Pinang69  Sektor VI Taman Yasmin Kota Bogor. Training center ini berlangsung tiga kali dalam seminggu untuk memantapkan kemampuan atlet. Terlebih selama tiga bulan, para atlet ini berlatih di rumahnya masing-masing dengan pemantauan pelatih kepala Tenis Meja Kota Bogor, Kiki Hermawan. ‘’Target kami di Porda 2022 nanti, tiga emas, kami sangat serius mengejar target ini dari sekarang,’’ jelasnya.

Sementara itu pelatih Tenis Meja Kota Bogor, Kiki Hermawan  mengatakan training center ini merupakan persiapan untuk kejuaraan daerah (Kejurda) pada Bulan Oktober dan Kepri internasional open pada Desember di Riau. ‘’Kami lebih awal mempersiapkan diri, memang tujuan utama kami adalah Porda Jabar. Tapi kami ingin mematangkan para pemain dengan kejuaraan-kejuaraan di tingkat local, nasional maupun internasional,’’ kata Kiki.

Persiapan ini penting mengingat mental dan pengalaman bertanding para atlet ini harus bagus, makanya program kepelatihannya adalah memperbanyak atlet bertanding. Berdasarkan pengalamannya selama melatih atlet, semakin banyak atlet bertanding maka atlet tersebut biasanya mentalnya bagus, terlebih permaiannya.

Pada pemusatan latihan ini atletnya fokus memperdalam ketangkasan. Dia berharap sudah ada hasil yang terlihat mulai dari skill dan kemampuan sebelum bertanding di Kejurda nanti. Meski mulai pra era normal para atlet tetap mematuhi protocol kesehatan yakni  memakasi masker menuju lokasi TC dan cuci tangan baik sebelum maupun setelah latihan. ‘’Selama latihan para atlet membuka masker  dan tetap jaga jarak karena di dalam ruangan TC kurang dari delapan orang,’’ pungkas Kiki.

Atlet Tenis Meja Kota Bogor

Atlet Putra :

1.            Lucki Octora
2.            M Akbar
3.            Bayu
4.            Dika
5.            Ibnu

Atlit Putri :

1.            Alda Rahayu
2.            Amanda
3.            Sofii
4.            Dina Sari
5.            Yanti

ASS|*

Pancasila Sudah Final

0

Bogor | Jurnal Bogor
Sikap bersama mengenai Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) disampaikan Organisasi Islam Muhammadiyah beserta enam organisasi keagamaan lainnya menyampaikan. Gabungan ormas keagamaan tersebut sepakat menyatakan bahwa Pancasila adalah dasar negara dan sumber segala sumber hukum negara Republik Indonesia yang sudah final. 

Pernyataan sikap bersama tersebut disampaikan oleh Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Jumat, 3 Juli 2020. Adapun enam organisasi keagamaan tersebut yaitu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Komisi HAK Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Parisada Hindu Dharma lndonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha lndonesia (Permabudhi), dan Majelis Tinggi Agama Khonghucu lndonesia (Matakin).

“Secara konstitusional kedudukan dan fungsi Pancasila sudah sangat kuat sehingga tidak memerlukan aturan lain yang berpotensi mereduksi dan memperlemah Pancasila,” kata Abdul Mu’ti mewakili gabungan tokoh agama tersebut dikutip dari Vivanews, Sabtu (4/7).

Dalam pernyataan sikap itu, rumusan Pancasila sebagai dasar negara adalah sebagaimana termaktub dalam alinea keempat Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Sehingga rumusan-rumusan lain yang disampaikan oleh individu atau dokumen lain yang berbeda dengan Pembukaan UUD 1945, adalah bagian dari sejarah bangsa yang tidak seharusnya diperdebatkan lagi pada masa kini. Sebab, berpotensi menghidupkan kembali perdebatan ideologis yang kontra produktif. 

“Yang lebih diperlukan adalah internalisasi dan pengamalan Pancasila dalam diri dan kepribadian bangsa Indonesia serta implementasi dalam perundang-undangan, kebijakan, dan penyelenggaraan negara,” ujarnya.

Para gabungan tokoh agama tersebut juga sepakat meminta DPR untuk lebih melihat aspirasi yang ada di masyarakat. DPR diminta tidak egois, tidak mendahulukan kepentingan partai politik di atas kepentingan bangsa dan negara. “Pemerintah menyatakan menunda pembahasan RUU HIP oleh karena itu DPR hendaknya menunjukkan sikap dan karakter negarawan dengan lebih memahami arus aspirasi masyarakat, dan lebih mementingkan bangsa dan negara di atas kepentingan partai politik dan golongan,” ujarnya. 

Terlebih saat ini, bangsa Indonesia sedang menghadapi wabah pandemi Covid-19, serta berbagai dampak yang ditimbulkan terutama sosial dan ekonomi. Sudah semestinya saat ini seluruh elemen bangsa fokus penanganan covid-19 bukan justru membuat gaduh dengan hal lain yang tidak mendesak.

“Semua pihak hendaknya saling memperkuat persatuan dan bekerjasama untuk mengatasi wabah pandemi Covid-19 dan dampak yang ditimbulkannya serta menjaga situasi kehidupan bangsa yang kondusif, aman, dan damai,” ujarnya.

Dalam konferensi pers ini, hadir tokoh dari PB Hadhatul Ulama, Helmy Faisal Zaini, tokoh dari Komisi Hak Konferensi Wali Gereje Indonesia, Romo Agustinus Heri Wibowo; tokoh Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Pdt Jacky Manuputi; tokoh Parisada Hindu Dharma Indonesia, KS Arsana; tokoh dari Persatuan Umat Buddha Indonesia, Pandita Citra Surya; dan tokoh dari Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia atau Matakin, Xs Budi S Tanuwibowo.

ASS|*

Sosok Santun dan Santai

0

Adalah   Abdul  Hayyi,  seorang  lelaki betawi asli yang lahir dan besar di Jakarta. Dilahirkan dalam  keadaan  tidak bisa  melihat, namun  tidak  mengurangi, bahkan  tidak lantas hilang semangat dalam  menjalani kehidupan.

Berbeda   dengan teman-temannya, beliau tetap semangat dalam belajar,  terutama belajar  tentang AI Qur’an. Sejak usia sekolah  tingkat menengah pertama, Abdul Hayyi sudah  merasakan kecintaan terhadap Qur’an,  yang  kemudian memotivasinya dalam belajar   dan  mulai   menghafal  Qur’an   menggunakan  AI  Qur’an   braile  untuk  kaum tunanetra.

Kemampuannya  membaca  serta   menghafal  Qur’an,  tutur  kata   yang   lembut  dan pembawaan yang terkadang jenaka, kemudian mengantarkan beliau menjadi seorang pengajar AI Qur’an  di  sebuah pesantren thafidzh, yang  kini  menjadi kesehariannya, sehingga  akrab   dengan  panggilan  Ustadz   Hayyi.   Bahkan   pernah  juga   menjadi undangan sebaga  pengisi di acara Wisuda  Akbar  Hafidzh PPPA Daarul Qur’an  bersama dengan  Ustadz  Yusuf Mansur di Gelora  Bung  Karno.

Ustadz   Hayyi   adalah   satu  pelopor  penghafal Qur’an   kaum  tunanetra dan  dengan profesinya  sebagai    pengajar  Qur’an,   beliau   menjadi  tulang  punggung  keluarga menghidupi 1 orang  istri dan 3 anaknya.  Masya Allaah.

Qadarullah, lima  bulan  terakhir keadaan berubah. Semenjak terjadi pandemi Covid-19 dan  kegiatan pendidikan  dihentikan, kegiatan di  pesantren tempat  Ustadz Hayyi engajar   pun   dihentikan  sementara  hingga   ada   keputusan  lebih    lanjut    dari pemerintah. Sekarang beliau  tak  lagi  aktif  mengajar seperti biasanya. Ustadz Hayyi masih  sesekali  mengajar dan  membantu setoran hafalan  para  santri  melalui aplikasi online meeting,  namun kehidupan harus  terus  berjalan, beliau  harus  berjuang lebih untuk  menghidupi keluarganya.

Maka beberapa bulan  kebelakang ini, Ustadz Hayyi menghidupi keluarganya dengan bekerja berjualan kerupuk, berkeliling jalan kaki di lingkugan sekitar  tempat tinggalnya. Apa   saja    dah    sekarang   mah,    yang penting ga nyusahin orang lain, halal dan hoyyib, Allah   ridho, sudah   dah  nikmat anget”,  ucap    Ustadz    Hayyi    dengan santun   dan   santai,   saat   PPPA   Daarul Qur’an   bersilaturahim di kediamannya pada hari Rabu, 1 juli 2020 lalu.

Masya   Allaah,   begitu  mulianya  beliau hingga    dengan    keadaannya    masih semangat menghidupi keluarga dan  tak mau menyusahkan orang lain. Alhamdulillah,  pada   kesempatan yang   sama,  PPPA  Daarul   Qur’an  melaksanakan rogram ‘Bantuan Modal  Usaha’. Bersama  dengan perwakilan dari  KKIM ( Kelompok Kajian Islam Muslimah) AI Muttaqin Bogor, menyerahkan   bantuan   kepada   Ustadz Hayyi.

“Dengan harapan, beliau   tidak perlu lagi berjualan keliling, karena   dengan kondisi beliau rasanya  agak  berbahaya jika  harus berjualan  keliling  berjalan  kaki,” ungkap Kacab PPPA Daarul Qur’an Bogor, Mohammad Thoriq.

Dengan   keadaanya  sebagai  tunanetra, stadz    Hayyi    tak    pernah  merasa    kesulitan  dan    kehilangan semangat  untuk engamalkan dan  mengajarakan AI  Qur’an. “Aihamdulillah… bersyukur  aja,  karena uma dengan bersyukur nanti Allah tambahin nikmat. Kita jalanin selama di jalan Allah, Insya Allaah gak bakal ada yang susah,” pungkas Ustadz Hayyi.

PPPA Daarul Qur’an|**