24.6 C
Bogor
Sunday, April 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1535

Akses Utama Warga di Dua Kampung Dibuka

0

Aspal Hotmix Membelah Bukit

Nanggung l Jurnal Inspirasi
Warga Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung sudah bisa menikmati jalan mulus. Pasalnya bukit yang membatasi dua desa antara Desa Sukaluyu dengan Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung kini dibelah dan dijadikan akses utama bagi warga yang dibermukim di wilayah itu.

Kepala Desa Sukaluyu Aos Hermawan menuturkan,  warga desa terutama warga dari Kampung Jeruk sebelumnya menempuh perjalanan jauh untuk bisa sampai ke kampung Cibentang yang berada di desa tetangga  yang jaraknya kurang lebih 6 kilometer dengan waktu tempuh kisaran hampir 1 jam perjalanan dengan melewati Desa Kalongliud.

“Nah, dengan anggaran yang sudah digelontorkan dari Dana Desa tahap pertama  tahun 2020, Gunung Taneh Beureum dibelah menjadi jalan desa yang jadi akses utama bagi warga Legok Jeruk menuju Desa Hambaro,” kata Aos kepada Jurnal Bogor, Selasa (7/7).

Aos menerangkan, pembukaan jalan desa Kampung Jeruk Cibentang dilakukan menjelang pilkades pada tahun 2013, namun mulai pengerjaannya tahun 2016 dengan menggunakan alat berat. “2019 disambung  pekerjaan Padat Karya Tunai (PKT) dengan perkerasan, yakni pemasangan bebatuan dan kemudian 2020 pertama kalinya  pembangunan pengaspalan hotmix,” jelasnya.

Awalnya, sambung Aos, akses antara Kampung Jeruk Cibentang itu jalan setapak pun tidak ada. Nmaun karena masyarakat sangat menginginkan jalan itu untuk segera dibangun akhirnya warga sekitar yang merupakan pemilik lahan berswadaya dengan menghibahkan tanahnya diperuntukan untuk pembangunan  jalan tersebut.” Warga menghibahkan, baik bangunan berupa pagar rumah berikut pepohonannya tanpa ada pembayaran sepeser pun,” terangnya.

Menurut Aos, keberadaan jalan itu sangat besar manfaatnya dan mempermudah akses pertanian terlebih bagi anak anak yang hendak berangkat ke sekolah.” Tentunya jalan itu mempermudah akses pendidikan bagi warga desa menuju sekolah MI Nurul Hidayah yang berlokasi di Kampung Sawah,” jelasnya.

Saat Jurnal Bogor menyambangi jalan tersebut, salah satu warga sekitar, mengaku senang setelah sekian lama desa ini berdiri akhirnya akses jalan di desanya bisa terwujud. “Kami ucapkan terima kasih atas perhatiannya pada pemerintah Desa Sukaluyu,” ucap warga.

** Arip Ekon

Pria tak Dikenal Lempar Cairan Busuk ke Caddy

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi
Kampung Sanding RT 11/05 Desa Bojong Nangka dikejutkan dengan kejadian penyiraman cairan berbau busuk dan berlendir yang dilakukan oleh seorang pria tak dikenal kepada 2 orang pegawai caddy yang sedang melintas di lokasi tersebut, Senin (7/7).

Kepala Desa Bojong Nangka H.Amir Arsyad menjelaskan bahwa dirinya mendapatkan kabar dari Babinmas perihal adanya kejadian penyiraman air berbau busuk kepada 2 orang wanita pekerja caddy.

“Kejadian berawal pada malam Senin kemarin saat 2 orang pekerja caddy yang kebetulan ngontrak di wilayah Desa Bojong Nangka, waktu itu R dan N yang kebetulan baru pulang kerja dan melintasi wilayah Sanding sekitar pukul 22.30 wib berpapasan dengan pria yang tidak dikenal dan spontan pria tersebut menyiramkan cairan berbau busuk dan berlendir yang mengenai baju dan wajah korban,” kata H.Amir.

Menurutnya, daerah tersebut memang sepi dan perihal pemberitaan yang beredar bahwa ada penyiraman air sperma itu belum bisa dipastikan karena korban sendiri tidak menyebutkan itu cairan apa hanya baunya busuk dan berlendir yang disiramkan kepada korban dengan menggunakan wadah air mineral.

“Mendengar ada kejadian tersebut kami Pemerintah Desa Bojong Nangka langsung mendatangi kediaman korban bersama dengan Babinmas, Babinsa dan staf desa untuk memastikan cerita yang sebenarnya seperti apa, dan menurut korban R dan N sendiri memang tidak pernah bicara bahwa cairan yang dilemparkan oleh pria tak dikenal tersebut adalah cairan sperma,” kata H.Amir saat dimintai keterangan di ruang kerjanya.

Hal senada dikatakan Kanit Reskrim Polsek Gunung Putri Ipda Didin Komarudin S.H saat disambangi Jurnal Bogor mengatakan, belum bisa menyimpulkan cairan apa karena baru mau dibawa ke laboratorium untuk memastikannya.

“Mendengar pemberitaan tersebut anggota kami Babinmas langsung mendatangi korban R dan N untuk memastikan kejadian persisnya seperti apa?, namun untuk korban sendiri memang tidak membuat laporan ke Polsek Gunung Putri perihal penyiraman cairan yang dilakukan oleh pria tak dikenal tersebut,” kata Kanit.

“Jadi Babinmas hanya menanyakan apa korban ingin membuat laporan pada pihak kepolisian  atau tidak, dan korban pun hanya menceritakan kejadian tersebut kepada rekannya hingga tidak pernah menduga jika cerita tersebut bisa menjadi berita, yang korban sendiri tidak pernah menyebutkan  bahwa cairan tersebut adalah cairan sperma,” jelas Kanit Reskrim Gunung Putri.

Ia melanjutkan, kejadian ini merupakan kejadian yang kedua kalinya, menurut keterangan  korban bahwa 4 bulan lalu pernah terjadi kejadian yang sama, korbannya wanita juga namun belum bisa memastikan apakah pelakunya sama atau berbeda.

“Walaupun korban tidak membuat laporan polisi perihal kejadian yang menimpanya, pihak kepolisian Polsek Gunung Putri akan mencari pelaku penyiraman cairan berbau tersebut, untuk memastikan motifnya karena ini merupakan kejadian yang ke-2 kalinya, jika dibiarkan pelaku bisa saja melakukan hal serupa yang nantinya akan meresahkan masyarakat terutama kaum wanita,” katanya.

Ia menghimbau kepada masyarakat dan muda-mudi khususnya wanita untuk tidak melintasi tempat-tempat yang sepi apabila berjalan sendiri atau dengan sesama teman wanita. Upayakan ada pria yang mendampingi guna mengantisipasi kekerasan dan kejadian yang tidak diinginkan, dan apabila memang tidak dalam keadaan mendesak lebih baik tidak keluar rumah mengingat saat ini masih dalam situasi PSBB.

** Nay Nur’ain

Yon 14 Grup 1 Kopassus Serahkan Bansos di Kecamatan Ciampea

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi
Bantuan sosial (bansos) dari Batalyon 14 Grup 1 Kopassus diserahkan secara simbolis yang nanti akan didistribusikan kepada masyarakat yang terkena dampak Covid-19. Kegiatan ini pun dihadiri Muspika Kecamatan Ciampea yang digelar di aula Kantor Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Selasa (7/7).

Kegiatan bertajuk ‘Batalyon 14 Berbagi Bakti Sosial Peduli Dampak Covid – 19’ memberikan sembako sebanyak  3.000 paket berupa beras 10 kg, minyak 2 liter, mie instan 10 bungkus, sarden 9 kaleng, dan sambal 1 botol. Bantuan itu akan disalurkan  ketiga desa yaitu Desa Cibadak, Bojong Rangkas, dan Desa Ciampea.

Komandan Grup 1 Kopassus Kolonel Inf Ketut Mertha Gunarda mengatakan, kegiatan ini berkoordinasi dengan Kemensos RI untuk membantu masyarakat di sekitar yang berdekatan dengan wilayah latihan. “Kalau paket keseluruhan ada 5.000 paket, nanti akan kita buat di beberapa tempat pelaksanaan pendistribusiannya,”ujarnya kepada wartawan , kemarin.

Dangrup 1 Kopassus juga menambahkan, saat pelaksanaan di lapangan nanti  tetap mengikuti protokol kesehatan dengan jaga jarak (physical distancing) dan cuci tangan. “Dihimbau juga nanti saat penyaluran di beberapa desa yang ada di Kecamatan Ciampea untuk tetap memperhatikan protokoler kesehatan Covid-19,” kata Dangrup 1 Kopassus.

Sementara itu, Camat Ciampea Chaerudin Felani mengapresiasi inisiatif dari Komandan Grup 1 kopassus, yang melaksanakan kegiatan bakti sosial untuk warga ketiga desa. “Mudah-mudahan akan bermanfaat dan akan dirasakan oleh masyarakat yang belum pernah menerima bansos lain, ” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Ciampea Suparman mengatakan, bantuan dari Kopassus sebanyak 1.853 paket untuk warga Desa Ciampea akan diberikan kepada warga yang belum sama sekali mendapatkan bantuan apapun dari Pemerintah Pusat, Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bogor dan Pemeritah Desa. “Saya berharap kepada Kopassus selalu menjaga sinergitas seperti ini, karena kita masih perlu. Dikala kita membuat kegiatan event olahraga atau bansos, jadi sudah sering sekali Kopassus ke Desa Ciampea,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Warga Pamijahan yang Nonton Rhoma Dirapid Test

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi
Ratusan warga pamijahan yang menghadiri konser Rhoma irama mengikuti rapid test yang dilakukan oleh tim Gugus Covid-19 Kabupaten Bogor. Hasilnya, semua warga non reaktif termasuk Abah Surya Atmaja dan istrinya yang telah melakukan rapid test di kediamannya kampung Cisalak, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Selasa (7/7).

“Abah Surya Atmaja sudah mengikuti rapid test pada pukul 09.16 dan ibu 11.16  WiB (kemarin-red) dan hasilnya negatif, bahkan dipastikan warga juga negatif dan ini patut kita syukuri imun warga Pamijahan masih kuat,” kata Hadi Pranoto, perwakilan keluarga Abah Surya kepada wartawan kemarin.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Bupati sebaiknya memberikan keputusan bahwa inti permasalahan hasilnya semua negatif. “Yang jelas tim gugus tugas harus memberikan pertanggungjawaban terkait kegiatan tasakuran adik kami dan ada perhatian khusus beliau ketika menetapkan zona merah dan memberlakukan PSBB harus diberikan bantuan sosial,” jelasnya

Sebenarnya ia menambahkan, sejak hari pertama pertama sudah menyarankan test swab, dan memberikan kepastian secara matang dan saat ini sudah dilakukan merupakan suatu keberkahan.

“Kalau mau melakukan swab kita sangat terbuka dan mempersilahkan dan saat ini hanya warga sekitar, untuk tamu undangan di luar Bogor mengecek di wilayah masing-masing,” tambahnya.

Sementara Abah Surya Atmadja mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor atas perhatiannya menggelar rapid test untuk masyarakat Pamijahan. “Atas nama keluarga dan masyarakat, saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor dan juga Bupati Bogor Ade Yasin yang telah peduli kepada masyarakat kami dengan menggelar rapit test. Sekali lagi saya minta maaf, ke depannnya hal seperti ini (konser musik-red) jangan ditiru lagi,” turur Surya Atmadja.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Mike Kaltarina mengatakan, rapid test ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Bogor. “Hari ini kita telah selesai melaksanakan kegiatan rapid test 303 warga dan hasilnya semua non reaktif, dan untuk Rhoma Irama dan artis lainnya itu melakukan Rapid secara mandiri,” tambahnya.

Kemudian untuk melindungi dari penularan Covid-19, Mike Amalia  mengajak semua pihak untuk tetap melakukan pola hidup sehat. “Saya mengajak semua pihak untuk menerapkan pola hidup sehat, pada diri sendiri, keluarga dan sekitar kita. Kedepan juga kita tetap dengan prinsip kita siap melawan Covid-19,” tegasnya.

** Cepi Kurniawan

Kasus Denny Siregar, Menkominfo Diminta Jangan Abuse of Power

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Direktur Ekskutif Oversight of Indonesia’s Democratic Policy, Satyo Purwanto menanggapi adanya respon cepat yang dilakukan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate. Justeru Menkominfo diharapkan berlaku objektif dan berlaku adil. Denny Siregar memposting sebuah foto anak kecil dengan tulisan “Adek2ku Calon Teroris Yang Abang Sayang”.

Menurutnya, ketika penguasa berlaku tidak adil, maka kehancuran tinggal menunggu waktu. “Sudah semestinya Kominfo berlaku obyektif dalam persoalan ini, dan Polri mesti bersikap professional, tidak tebang pilih karena yang bersangkutan kerap bikin gaduh dan pada akhirnya wibawa pemerintah akan dipertaruhkan,” ujarnya dikutip dari Gelora, Selasa (7/7).

Seharusnya, kata Satyo, pemerintah untuk segera menertibkan buzzer yang dapat merugikan pemerintahan Joko Widodo di tengah Pandemik Covid-19. Sebab, kehadiran mereka kontraproduktif dalam situasi penanganan krisis akibat pandemik Covid-19 dan juga cuma membuat instabilitas negara.

Selain itu, mantan Sekjen ProDEM ini mengingatkan kepada Menkominfo Johnny G Plate untuk tidak memanfaatkan jabatan untuk membela pihak tertentu. “Menteri Kominfo jangan abuse of power dan insubordinasi kewenangan, birokrasi bisa jadi disfungsi akibat  fragmentasi di birokrasi dan dapat mengancam profesionalitas dan netralitas birokrasi,” pungkas Satyo.

Menkominfo Johnny G Plate disebut meminta PT Telkomsel untuk bergerak melakukan investigasi terkait bocornya data pribadi. Hal itu disampaikan Johnny G Plate melalui siaran pers yang dipublikasikan di website Kominfo

“Kementerian Kominfo telah meminta kepada penyelenggara jaringan bergerak seluler terkait, untuk melakukan investigasi internal dan menelusuri apakah telah terjadi pencurian atau kebocoran data pelanggan telekomunikasi seluler. Diharapkan hasil investigasi ini dapat segera disampaikan,” ujarnya di Jakarta, Senin (6/7).

Namun demikian, siaran pers nomor 81/HM/KOMINFO/07/2020 itu belum diketahui apakah berkaitan dengan keluhan Denny Siregar atas di ungkapnya data pribadinya di media sosial atau tidak.

Meskipun begitu masih, dalam siaran pers tersebut, Johnny menegaskan bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 17 Ayat (3) dan Ayat (5) Peraturan Menteri Kominfo 12/2016, penyelenggara jaringan seluler wajib merahasiakan data dan/atau identitas pelanggan serta wajib memiliki sertifikasi paling rendah ISO 27001 untuk keamanan informasi dalam mengelola data pelanggan.

Bahkan, Johnny pun menegaskan bahwa setiap pelanggaran hukum atas data pribadi akan diproses secara hukum. “Kementerian Kominfo juga menegaskan kembali agar setiap orang tidak menyalahgunakan atau melakukan pelanggaran hukum terkait data pribadi milik orang lain. Segala pelanggaran akan diproses secara hukum,” jelasnya.

ASS|*

Kemenkeu Pangkas PNS, Lowongan PKN STAN Disetop

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana menerapkan kebijakan minus growth mulai tahun 2020 ini dengan tidak merekrut secara “sporadis” CPNS. Selain itu, rekrutmen CPNS umum dan lulusan PKN STAN pada tahun 2020-2024 juga dilakukan moratorium alias disetop sementara.

“Proyeksi kebutuhan SDM aparatur Kementerian Keuangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dihitung dan disusun secara hati-hati berdasarkan ketentuan yang berlaku, memperhatikan arah kebijakan nasional di bidang pengelolaan SDM aparatur dan kondisi existing SDM Kementerian Keuangan,” jelas Kemenkeu dalam Rencana Strategis Kemenkeu 2020-2024 dikutip dari CNBC, Selasa (7/7).

Total pegawai Kemenkeu per 1 Januari 2020 adalah sejumlah 82.451 orang. Berdasarkan unit eselon I, pegawai Kemenkeu terbanyak berada di Direktorat Jenderal Pajak, yaitu sejumlah 46.468 orang atau 56,35% (lima puluh enam koma tiga lima persen) dan terbanyak kedua adalah pegawai di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sejumlah 16.909 orang atau 20,5%.

“Proporsi dalam generasi adalah sebanyak 25% generasi Z, 40% generasi Y, 29% generasi X, dan 6% generasi Baby Boomer.”

Diproyeksikan pada tahun 2024 mendatang, dengan mempertimbangkan proyeksi pegawai pensiun, berhenti, dipekerjakan, dan diperbantukan, jumlah pegawai generasi milenial (generasi Y dan Z) Kemenkeu akan mencapai 69% dari total pegawai di tahun tersebut.

“Berdasarkan perhitungan, diperoleh proyeksi kebutuhan SDM Kementerian Keuangan tahun 2020-2024 dengan asumsi minus growth sebesar -1,2%  s.d. -2,2% per tahun dan proyeksi jumlah pegawai Kemenkeu pada 31 Desember 2024 sejumlah 75.263 orang.”

“Dengan rata-rata penurunan jumlah pegawai per tahun yang diharapkan adalah sebesar minimal 800 s.d. 1.800 orang,” tulis Kemenkeu lagi.

ASS|*

Proyeksi kebutuhan SDM aparatur Kementerian Keuangan tahun 2020-2024

a. Arahan Menteri Keuangan untuk menerapkan kebijakan minus-growth mulai tahun 2020;
b. Pelaksanaan moratorium rekrutmen CPNS umum dan lulusan PKN STAN pada tahun 2020-2024;
c. Proyeksi pegawai keluar dihitung melalui prediksi pegawai yang memasuki batas usia pensiun (BUP) dan pegawai keluar non pensiun sampai dengan lima tahun ke depan. Jumlah prediksi pegawai BUP berdasarkan pada data per Januari 2020;
d. Pemenuhan pegawai baru tahun 2020 berasal dari rekrutmen umum tahun 2019;
e. Kecukupan anggaran dan sarana prasarana pendukung lainnya.

BI dan OJK Bakal Kena Perombakan

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Jajaran kepemimpinan pada Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan dievaluasi Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pasalnya, anggota dewan mencium persoalan kepemimpinan bank sentral dan wasit industri jasa keuangan itu di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto mengungkapkan pertimbangan evaluasi tersebut juga sejalan dengan keputusan DPR yang telah memasukkan Revisi Undang-Undang Bank Indonesia ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) UU Prioritas 2020. Bila perlu, penggantian kepemimpinan dapat dilakukan apabila tidak ada perbaikan kinerja secara signifikan dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Ada masalah leadership (kepemimpinan), leadership yang mungkin kami perlu kaji ulang, tidak apa-apalah sudah. Kalau perlu kami kocok ulang kalau memang masih seperti ini, karena banyak sangat terdampak dengan situasi saat ini, mereka seharusnya kerja extraordinary di masa seperti ini,” ujar Dito dikutip dari CNN, Selasa (7/7).

Dito mengungkapkan evaluasi kinerja BI dan OJK harus segera dilakukan, terlebih tidak ada kepastian kapan tekanan ekonomi dari pandemi Covid-19 ini akan usai. Menurut Dito, kedua lembaga regulator sistem keuangan itu dinilai terlalu lamban dalam memitigasi tekanan ekonomi akibat Covid-19.

Hal itu juga termasuk dalam alotnya kesepakatan untuk berbagi beban (burden sharing) dengan pemerintah. “Setiap hari muter-muter, seharusnya yang diutamakan kepentingan rakyat, dan pandemi ini bisa saja terjadi hingga tahun depan, maka itu penanganannya harus cepat. Saya sudah bilang ke mereka (BI dan OJK) harus segera,” ujar dia.

Bahkan, anggota dari Fraksi Golkar ini mengatakan tak menutup kemungkinan UU OJK juga akan direvisi dan masuk dalam Prolegnas tahun ini.

ASS|*

Rapid Test Digugat ke Ombudsman

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Syarat rapid test dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bagi penumpang yang akan bepergian menggunakan transportasi publik di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) digugat ke Ombudsman RI. Sebelumnya aturan syarat rapid test tersebut juga dilayangkan ke Mahkamah Agung.

“Kami mengadukan Gugus Tugas ke Ombudsman terkait aturan perubahan kewajiban rapid test bagi penumpang transportasi umum seperti diatur dalam SE Nomor 9 Gugus Tugas,” ujar pelapor, Muhammad Sholeh melalui keterangan tertulis dikutip dari CNN, Selasa (7/7).

Syarat rapid test ini tertuang dalam Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 9 Tahun 2020 bagi penumpang yang akan bepergian menggunakan pesawat, kereta api, maupun kapal laut. Diketahui, ketentuan dalam Surat Edaran tersebut mengubah masa berlaku rapid test yang semula tiga hari menjadi 14 hari.

Ketentuan ini berlaku pula untuk masa berlaku tes PCR yang semula tujuh hari menjadi 14 hari. Sholeh tak mempermasalahkan masa berlaku tes tersebut. Namun menurutnya kewajiban rapid test itu menyusahkan penumpang yang akan bepergian. “Meski sudah diubah dari tiga hari menjadi 14 hari tetap menyusahkan penumpang. Kami menuntut dihapus kewajiban rapid test, bukan diubah masa berlakunya,” katanya.

Sholeh menilai, Gugus Tugas tak berwenang mengatur syarat penumpang. Menurutnya, ketentuan tentang penumpang yang akan bepergian di tengah pandemi menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan. “Kebijakan rapid test berbiaya mahal ini sangat merugikan calon penumpang. Sebab tidak semua penumpang orang kaya,” ucap Sholeh.

Ia juga mengkritik pihak maskapai penerbangan yang saat ini mengadakan rapid test dengan biaya murah. Sholeh khawatir rapid test itu sekadar menjadi kepentingan bisnis alih-alih kesehatan.

“Ini sangat berbahaya sebab maskapai bukan rumah sakit, bukan lab kesehatan, sehingga tidak berwenang menggelar rapid test,” tuturnya.

Laporan ini disampaikan Sholeh pada Senin (6/7) sore secara daring. Ia meminta Ombudsman segera menginvestigasi syarat wajib rapid test bagi penumpang agar dihapus. Sholeh sebelumnya telah menggugat kewajiban rapid test ke Mahkamah Agung (MA) dengan berpedoman pada SE Gugus Tugas Nomor 7 Tahun 2020. Dalam Surat Edaran tersebut masih mengatur masa berlaku hasil rapid test negatif tiga hari dan tes PCR tujuh hari.

Tak lama muncul Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2020 yang mengubah masa berlaku hasil rapid test dan tes PCR menjadi 14 hari.

ASS|*

Duel Sarat Gengsi

0

AC Milan versus Juventus

Milan | Jurnal Inspirasi
AC Milan akan menjamu Juventus pada giornata ke-31 Serie A di Stadion San Siro, Rabu (8/7) dini hari WIB. Milan sebelumnya telah menunjukkan performa luar biasa pada laga pekan ke-30 Serie A Italia. Rossoneri menumbangkan Lazio tiga gol tanpa balas. Padahal Lazio lebih diunggulkan mengingat performa anak-anak asuh Simone Inzaghi dan posisinya sebagai penantang Juventus dalam perebutan Scudetto musim ini.

Setelah beristirahat dalam waktu singkat, Milan kembali mendapat lawan berat. Kali ini adalah si Nyonya Tua, Juventus. Pelatih tuan rumah Stefano Pioli meminta anak asuhnya tampil sebaik mungkin, lebih dari sakadar performa luar biasa di markas Lazio. Ia meminta para pemainnya meningkatkan motivasi menghadapi sang juara bertahan. Sehingga awak Il Diavolo Rosso mampu mengekspresikan diri dengan tepat di lapangan. 

“Kami harus melakukan segalanya dengan benar karena kami melawan tim yang telah memenangkan segalanya dalam beberapa tahun terakhir,” kata Pioli dikutip dari RMOL, Selasa (7/7). 

Sejatinya Milan dalam tren positif jelang laga ini. Saat Serie A kembali berlanjut, Rossoneri belum pernah merasakan kekalahan. Dalam empat pertandingan terakhir, Zlatan Ibrahimovic dan rekan-rekan meraih satu hasil imbang, dan tiga kemenangan. Selain Lazio, AS Roma menjadi tim besar lainnya, yang ditumbangkan Milan. 

“Kami menunjukkan performa di level tinggi. Kami menang atas dua tim yang berada di depan kami di klasemen sementara. Tapi melawan Juventus, kami harus menaikkan level lebih tinggi lagi,” tutur Pioli. Ia ingin skuat Merah-Hitam tampil hebat. Sebab tim tamu sedang bagus-bagusnya. Juventus berstatus capolista. Dalam empat pertandingan terakhir, si Nyonya Tua meraih 100 persen kemenangan. 

ASS|*

Daerah Ada yang tak Ingin Kerjasama Lagi dengan Bulog

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Perum Bulog menyatakan tidak akan mempermasalahkan pemutusan hubungan kerjasama dengan pemerintah daerah atau instansi manapun jika memang terdapat ketidakcocokan dalam praktek pelaksanaan penyaluran program bantuan sosial. Hal itu dikatakan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, namun ia meminta agar para pihak terkait tidak melakukan upaya mendiskreditkan Bulog sebagai penyalur beras.

“Bulog memahami pemerintah daerah memiliki otoritas dalam melakukan penunjukkan distributor pelaksana Program Penyaluran Bansos. Namun, Bulog sudah menetapkan kebijakan untuk memberikan kualitas beras terbaik meskipun untuk Program Bansos”, kata Budi Waseso dikutip dari RMOL, Selasa (7/7).

Diketahui, terdapat masalah pada penyaluran beras bansos di Kabupaten Bogor. Di mana, beras Bulog disebut berkualitas jelek. Buwas pun mengatakan, dari pemeriksaan dan laporan yang diterima manajemen Bulog, penyaluran program beras Bansos di Kabupaten Bogor untuk tahap I sudah terlaksana dengan menyalurkan beras kualitas terbaik sebanyak 6.000 ton.

“Kami mensinyalir adanya upaya untuk mengganti posisi Bulog sebagai distributor beras Bansos untuk tahap II di Kabupaten Bogor namun kami tidak mempermasalahkan hal itu. Tetapi sekali lagi jangan menjelek-jelekkan Bulog, kami tidak akan tinggal diam jika ada unsur yang tidak sehat dan akan menggunakan jalur hukum,” kata Budi.

Sebelumnya, Bulog membantah pemberitaan yang menyatakan bahwa beras Bulog untuk program Bansos di Kabupaten Bogor dinilai berkualitas jelek. Ia memastikan bahwa untuk Program Bansos sudah menggunakan beras kualitas baik sesuai kerjasama yang disepakati dengan Pemerintah Kabupaten Bogor yaitu penyediaan beras medium untuk Bansos di Kabupaten Bogor.

Sementara itu, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh mengatakan, pihaknya terus melakukan monitoring dan evaluasi untuk menjamin agar kualitas beras Bansos yang disalurkan ke masyarakat adalah kualitas terbaik.

“Kami juga membentuk tim monitoring dan evaluasi  yang bertugas untuk koordinasi dengan Tim Pemkab Bogor (Bupati Bogor, Dinas Sosial, Dinas Perdagangan, DPRD Bogor) dan memastikan agar proses penyaluran Bansos berjalan lancar dan tepat waktu sesuai dengan standar kualitas beras yang diamanatkan kepada Perum Bulog,” kata Tri.

Ia pun menegaskan bahwa upaya mendiskreditkan kualitas maupun kemasan Bulog yang tidak didasarkan bukti-bukti yang kuat akan diselesaikan melalui jalur hukum sesuai ketentuan. Hal itu harus dipahami masyarakat dan para pihak mengenai perbedaan beras kualitas medium dan premium sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan RI.

ASS|*