26.3 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1528

17 Ribu KK Ditetapkan Terima JPS

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akhirnya menetapkan jumlah penerima bantuan jaring pengaman sosial bagi warga terdampak Covid-19 gelombang kedua, yakni sebanyak 17 ribu kepala keluarga (KK).

Kepada wartawan, Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa data penerima bantuan gelombang kedua sudah rampung dan akan segera didistribusikan. “Jadi hanya tnggal dipindah bukukan saja anggarannya, pekan ini selesai,” ujar Dedie, Minggu (12/7).

Menurut dia, jumlah anggaran yang disiapkan yakni Rp8 miliar. “Jadi setiap kk akan mendapat Rp500 ribu, sama seperti sebelumnya,” katanya.

Ia menyatakan, batal ditambahnya jumlah penerima bantuan tahap kedua lantaran pernasalahan pada saat verifikasi dan evaluasi data, beberapa waktu lalu. Namun, rencananya pada tahap ketiga nanti jumlah kuota akan bertambah menjadi 23 ribu.

“Itu berasal dari data warga Kota Bogor yang layak menerima bantuan tapi belum terdaftar. Usulan itu ada dari RW, lurah, Sibadra dan jalur aplikasi lain. Jadi ada 15 sampai 20 ribu usulan,” ungkapnya.

Pemkot, sambung dia, bersama lembaga terkait balal menseleksi dan memverifikasi usulan tersebut untuk dikerucutkan menjadi 5 ribu. “Mereka akan masuk dalam penerima tahap tiga. Sedangkan untuk yang gelombang empat akan bersumber dari BTT, sehingga jumlahnua akan mencapai 28 ribu kk,” paparnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD, Endah Purwanti menyebut bila kinerja pemkot memverifikasi data penerima bantuan belum maksimal. Sebab, jangka waktu yang diambil oleh Pemkot Bogor selama kurang lebih sebulan dari penyaluran bantuan pertama, masih tidak bisa memaksimalkan kuota 23 ribu KK.

“Sudah diposkan anggaran kurang lebih Rp50 miliar. Mestinya bisa lebih maksimal. Pendistribusian bantuan sosial ini juga tergolong terlambat dari jadwal sebelumnya. Harusnya Juli sudah didistribusikan bantuannya,” jelasnya.

** Fredy Kristianto

Covid-19 Juga Ditemukan di Terminal Baranangsiang

0

7 Orang Positif, 3 Warga Bogor

Bogor | Jurnal Inspirasi
Titik penyebaran virus corona di Kota Bogor terus meluas dan menjangkau beberapa sektor. Kali ini, kasus terkonfirmasi positif ditemukan di Terminal Baranangsiang, berdasarkan hasil swab test pada 10 Juli lalu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno mengatakan bahwa dari 114 orang yang mengikuti swab test di terminal pada 10 Juli lalu, tujuh di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, hanya tiga orang yang ber-KTP Kota Bogor.

“Yang warga Kota Bogor ada tiga orang. Sisanya asal DKI Jakarta dan Kabupaten Bogor. Saat ini kami pun masih melakukan tracing (penelusuran). Karena informasi baru didapat pada Minggu (12/7) siang,” ujar dr. Sri kepada wartawan, Minggu (12/7).

Menurut dia, tiga orang yang positif Covid-19, ada yang berstatus sebagai karyawan pada salah satu PO bus, penumpang, sedangkan seorang lainnya belum jelas. “Yang satu orang lagi belum jelas. Apakah dia penumpang, atau sengaja ikut swab test di terminal. Karena tes itu kan terbuka. Untuk informasi jelas, tunggu dari tim lacak, mungkin dua hari ke depan sudah diketahui,” jelasnya.

Ia menyatakan bahwa pihaknya akan melihat apakah tiga warga Kota Bogor yang positif corona dapat diisolasi di rumah secara mandiri atau tidak. “Bila dilihat tidak memungkinkan untuk isolasi di rumah, mereka akan dirujuk ke Bogor Senior Hospital, Bogor Medical Center atau RSUD,” imbuhnya.

Sri menuturkan bahwa pihaknya menyerahkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk mengambil langkah terkait pencegahan penularan di terminal. “Untuk penanganan seperti apa kami serahkan ke Gugus Tugas,” tegasnya.

Lebih lanjut, kata dia, saat ini pihaknya masih memiliki 2 ribu alat swab test, yang rencananya akan dipakai di pedestrian SSA dan pusat perbelanjaan modern. “Untuk mall, nanti kami koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag),” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa adanya temuan positif corona di Terminal Baranangsiang, mengindikasikan bila potensi penyebaran Covid-19 dari transportasi publik masih menjadi ancaman, apabila tidak dikendalikan dengan serius.

“Urusan transportasi publik seperti ini merupakan tanggungjawab bersama dari beberapa pemangku kepentingan,” katanya.

Sebab, kata Dedie, sejak awal pandemi pemerintah daerah sudah memberi perhatian bila sistem algomerasi perhubungan baik kereta, bus dan angkutan umum untuk mengurangi tingkat risiko.

Saat disinggung mengenai kemungkinan penutupan terminal. Dedie menyatakan bahwa terminal merupakam sub sistem algomerasi, sehingga jika satu ditutup, semua harus ditutup. “Jadi bukan itu solusinya,” imbuhnya.

Atas dasar itu, kata dia, pihaknya meminta Kementerian Perhubungan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “New Normal bisa dilakukan, asal ada komitmen kuat, agar semuanya bisa sehat,” ungkapnya.

Dedie menambahkan, untuk menekan penyebaran Covid-19, pemerintah akan melaksanakan audit K3 pada semua tempat usaha yang kini sudah beroperasi. “Ada (rencana audit K3). Sekarang sedang kami siapkan,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Karyawan Positif, Yogya Junction Ditutup

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Penyebaran Covid-19 di Kota Bogor masih mengkhawatirkan. Pasalnya, belum reda klaster Mitra 10, kini seorang karyawan supermarket di Yogya Junction terkonfirmasi positif virus corona. Hal itu diketahui usai swab test di RSUD Kota Hujan pada 10 Juli lalu.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Dedie A. Rachim membenarkan hal tersebut. Iapun menegaskan, bila Tim Surveilance Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Tim Deteksi Wilayah akan segera melakukan pemetaan.

“Karena belum bisa dikategorikan sebagai klaster, makanya harus dilakukan pemetaan terlebih dahulu,” ujar Dedie kepada wartawan, Minggu (12/7).

Menurut dia, pihaknya akan melakukan tracing terhadap pengunjung yang datang ke supermarket tersebut dalam 14 hari terakhir, termasuk mereka yang kontak erat dengan yang terkonfirmasi positif di lingkungan kerja, keluarga dan lingkaran pergaulan lain.

“Ya, kurang lebih upaya akan sama seperti saat kejadian di Mitra 10. Tapi kita akan lihat dulu seperti apa kejadiannya,” ucapnya.

Dedie menegaskan bahwa seorang karyawan tersebut berstatus sebagai SPG salah satu produk, dan merupakan warga Kota Bogor. “Jadi mereka yang kontak erat otomatis jadi ODP yang terdaftar, nantinya akan dilakukan swab test, ungkapnya.

Kata dia, pihaknya akan terus melakukan monitoring bersama Tim Pemantau Dinas Komunkasi, Informasi, Statistika dan Persandian (Diskominfostandi). “Selama pemberlakuan PSBB Yogya tetap buka. Tapi terbatas hanya untuk bahan pokok kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Dedie, pihaknya akan melaksanakan penanganan terhadap Yogya sesuai dengan SOP, dan mengedepankan unsur kehati-hatian agar tidak menimbulkan kepanikan. “Mudah-mudahan tidak ada tanda-tanda klaster baru,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustian Syah mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan penutupan sementara terhadap Yogya Junction pada Senin (13/7). “Kami sudah kirim surat pemberitahuan pada Minggu (12/7) malam. Besok (hari ini, red) akan ditutup sesuai instruksi Pak Walikota,” ucapnya.

Agus menegaskan bahwa pada Senin (13/7), Dinkes akan melaksanakan swab test terhadap seluruh karyawan Yogya Junction, yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah. “Semua karyawan di swab test. Penutupan akan dilakukan hingga hasil swab keluar,” imbuhnya.

Kata dia, apabila nantinya tidak ada penambahan kasus positif lagi, artinya karyawan tersebut tidak tertular di dalam supermarket. “Kalau tertular di luar, Yogya bisa kembali dibuka, dan bukan menjadi klaster baru,” tegasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 DPRD, Akhmad Saeful Bakhri (ASB) mengatakan bahwa Pemkot Bogor harus segera melaksanakan audit K3 terhadap pusat perbelanjaan, hotel, cafe dan restoran, yang saat ini sudah kembali beroperasi.

“Sudah berulang kali, DPRD selalu menekankan agar audit K3 dilakukan. Bila tidak, kami khawatir, klaster lain akan bermunculan. Tapi kan sampai sekarang tak didengar,” ucapnya.

Politisi PPP ini menyatakan bahwa apabila audit K3 merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), maka Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) harus segera berkoordinasi dengan Jabar.

“Masalah audit K3 ini jangan dianggap remeh. Ada pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati. Pemerintah harus serius, karena ini menyangkut keselamatan warga,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Lama Alami Kerusakan, Jalan Sadeng Pasar Cisaranten Akhirnya Dibangun

0

Nanggung | Jurnal Inspirasi
Warga Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung mendapat kabar baik bahwa Jalan Sadeng Pasar Cisaranten yang merupakan jalur penghubung antara Kecamatan Nanggung dengan Leuwisadeng yang sudah belasan tahun dalam kondisi rusak berat, tidak lama lama lagi pihak Dinas PUPR Kabupaten Bogor melalui UPT Jalan dan Jembatan  wilayah V Leuwiliang bakal membangun jalan tersebut.

Kepala UPT Jalan Jembatan wilayah V Leuwililiang Nur Azizah mengatakan, untuk perencanaan pembangunan Jalan Sadeng Pasar Cisaranten dalam waktu dekat ini akan segera dibangun karena proses lelangnya  awal Juli sudah beres kemudian dilanjut progres pembangunan. ” Pokoknya 2020 ini mulai proyek pembangunan sudah mulai,” kata Nur Azizah kepada Jurnal Bogor, baru-baru ini.

Menurutnya, untuk pembangunan jalan itu seharusnya sudah mulai, namun karena waktunya mepet akibat wabah Covid-19, pelaksanaannya jadi tersendat.

Sementara, Kepala Desa Sukaluyu, Aos Hermawan menyambut baik  rencana pembangunan Jalan Sadeng Pasar Cisaranten setelah petugas dari UPT Jalan dan Jembatan Leuwiliang melakukan survey ke lokasi jalan yang akan dibangun.

Aos menerangkan, bahwa status jalan milik Kabupaten Bogor itu pernah dibangun pada 2008 dan pengerjaannya hanya  aspal lapen.  Sedangkan dari tahun 2012 hingga sekarang kondisi jalan itu sudah hancur kembali.

“Kondisi jalan itu, sudah12 tahun mengalami kerusakan. Musababnya dari  pertama kami menjabat kepala desa satu tahun setengah kondisi jalan itu sudah rusak. Sekarang saja kami sudah 3 priode menjabat sebagai kades dan kondisi sekarang rusaknya semakin parah,” paparnya.

Aos menuturkan, ketika embangunan jalan itu dilaksanakan, dia harap pengerjaannya diawali di Kampung Sawah hingga Pasir Wangun dan harus  mengedapankan kualitas.

Sebelumya telah diberitakan Jurnal Bogor, warga setempat Mamad mengemukakan, dengan segala pertimbangan masyarakat sering kali melakukan gotong royong menutup jalan yang berlubang di jalan tersebut.” Saking banyaknya jalanan yang berlubang akhirnya pemotor sudah tidak bisa menghindarinya dan warga pun sangat menantikan jalan untuk segera dibangun,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Babakan Madang Deklarasi Tolak RUU HIP

0

Babakan Madang | Jurnal Inspirasi
Warga Babakan Madang mendeklarasikan penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang dilaksanakan di MUI Kecamatan Babakan Madang, Pasir Maung, Minggu (12/7). Deklarasi dihadiri oleh Ketua MUI, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, 17 perwakilan Ormas dan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kecamatan Babakan Madang.

Dalam acara tersebut 17 Ormas dan LSM yang bernaung dalam forum Ormas yang dipimpin H. Iwan mendukung penuh sikap MUI Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, yang dengan tegas menolak dan menuntut dicabut prolegnas RUU HIP.

Mereka menyatak penolakan dan menuntut dicabut, bukannya hanya menunda terkait UU HIP, karena Pancasila sudah final dan tidak bisa diganggu gugat.

H. Iwan selaku ketua forum Ormas menyatakan, “kami elemen masyarakat merasa terpanggil untuk menjaga keutuhan Pancasila dari oknum – oknum yang berusaha mengubahnya”. Lanjutnya, Pancasila sudah final dan tidak bisa diperas – peras menjadi Trisila maupun Ekasila. “Jadi, sikap kami tegas menolak dan mencabut UU HIP, “ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama H. Sugih selaku tokoh masyarakat menuturkan, masyarakat wajib menjaga Pancasila karena ada dugaan diotak – atik oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan maksud dan tujuan tertentu. “Masyarakat adalah benteng terakhir untuk menjaga Pancasila,” kata dia.

“Saya berharap para pejabat dan pemimpin yang memiliki kebijakan untuk bisa mendengar aspirasi masyarakat agar negara selalu dalam kondisi yang kondusif dan tidak terjadi perpecahan dikemudian hari, ” pungkasnya.

Hasil Kesepakatan Bersama MUI dan seluruh Ormas dan OKP se-Kecamatan Babakan Madang:

1. Pancasila sebagai titik temu (kalimatun sawa) yang disepakati sebagai dasar Negara adalah hasil dari satu kesatuan yang dimulai sejak pidato Soekarno pada 1 Juni 1945, rumusan Piagam Jakarta 22 Juni 1945 yang dihasilkan oleh Tim Sembilan, dan rumusan final yang disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945.

2. Rumusan Final Pancasila merupakan legacy terbesar yang diwariskan para pendiri bangsa yang terdiri dari banyak golongan. Karena itu menonjolkan kesejarahan Pancasila 1 Juni dengan mengabaikan kesejarahan 22 Juni dan 18 Agustus berpotensi merusak persatuan, membenturkan agama dengan negara, dan menguak kembali konflik idiologis yang akan menguras energi bangsa.

3. Pancasila sebagai perjanjian agung (Mitsaqon Gholidzon)  tersusun dari lima sila yang memuat nilai – nilai luhur yang saling menjiwai, dimana sila ketuhanan menjiwai kemanusian, persatuan, kerakyatan dan keadilan sosial.

4.Hasil kesepakatan MUI Kecamatan dan seluruh Ormas se-Kecamatan Babakan Madang menyatakan sikap dan pandangan sebagai berikut:

a. Pancasila merupakan konsensus kebangsaan yang bersifat final tidak membutuhkan penafsiran lebih luas atau lebih sempit dari penjabaran yang sudah dituangkan dalam pembukaan UUD 1945 beserta situasi batin yang menyertai rumusan finalnya pada 18 Agustus 1945.
b. RUU HIP dapat merusak kembali konflik idiologi yang bisa mengarah kepada krisis politik.
c. Diminta proses legislasi RUU HIP dibatalkan.
d.Menolak Kebangkitan Paham Komunis (PKI) di Indonesia.

** Nay Nur’ain

JBB Kunjungi Warga Baduy

0

Lebak | Jurnal Inspirasi
Para awak media yang tergabung Jurnalis Bogor Barat (JBB) mengunjungi warga Baduy selama dua hari. Dengan konvoi sepeda motor, rombongan JBB mendatangi pemukiman warga Kampung Baduy Luar di Kampung Kanekes, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinisi Banten.

Dari Kampung Kanekes untuk menuju Kampung Baduy Dalam, menempuh perjalanan 12 kilometer dengan jalan kaki. Rasa lelah, melewati jalan setapak yang terjal dan menurun bakal hilang. Sebab, di sepanjang perjalan, tidak sedikit  warga Baduy Luar yang menjajankan kerajinan khasnya. Diantarnya gelas bambu dengan corak Baduy, tas tali hingga cendera mata seperti cincin dan gelang.

Tak hanya itu, di setiap perjalanan juga, pengunjung disuguhkan pemandangan alam yang alami dengan rumah adat panggung. Puluhan Leuit  dan jembatan bambu sepanjang 50 meter yang membelah sungai Kanekes.

Disela malam, pengunjung juga bisa melihat penampilan kesenian khas Baduy yakni Karinding. Semua alat yang dimainkan dari bahan bambu. Biasanya, warga Baduy Luar bermain kesenian Karinding di malam hari, sambil menghilangkan rasa cape setelah seharian bekerja di ladang.

Wartawan MGS TV,  Mande Jajar mengaku tujuan ke Baduy bareng awak media yang tergabung dalam JBB, tak lain ingin mengenal lebih dekat keseharian warga Baduy, selain seni tradisonala dan keindahan alam yang kini masih alami.

“Banyak hikmah yang bisa dipetik, kita berharap wilayah Kabupaten Bogor seperti warga Baduy bisa mencintai alam. Termasuk, mempertahankan nilai – nilai budaya,” katanya.

Mande juga mengatakan terkait isu warga Baduy ingin lepas dari peta destinasi wisata Indonesia hasil dari informasi yang didapat dari warga sana itu merupakan hal yang tidak benar. Namun ada beberapa oknum dari suku Baduy yang ingin Baduy lepas .

“Namun setelah kami berbicara dan mencari  informasi itu hanya oknum saja, sebagian warga Baduy sebenarnya tidak menyepakati itu dihapus,”pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Habib Bahar Dipindah Lagi ke Gunung Sindur

0

Gunung Sindur | Jurnal Inspirasi
Habib Bahar Bin Smith  dipindah dari Nusakambangan, Jawa Tengah ke Lapas Kelas IIA Gunung Sindur. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIA Gunungsindur Eri Taruna membenarkan pemindahan kembali Habib Bahar.

“Iya benar yang bersangkutan sudah pindah kembali sejak hari Kamis (9/7) pagi ke lapas khusus kelas IIA Gunungsindur dan sementara menghuni blok A selama tujuh hari kerja,” jelasnya saat dikonfirmasi, kemarin.

Eri menjelaskan, alasan Dirjen Kemenkum HAM memindahkan kembali karena setelah assessment dari pusat untuk dikembalikan ke Bogor. “Beliau berada di ruangan biasa, baru kita mutasikan ke ruangan lain, hanya sekarang masih sendiri menunggu masa peninjauan dulu,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, nantinya kedepan Habib Bahar tak ada penjagaan ketat, sama seperti tahanan yang lain dan tak ada yang dikhususkan. “Penjagaan biasa, karena lapas kita hanya buat kasus umum dan narkoba, dan bakal diperlakukan seperti napi lain,” tuturnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Habib Bahar Bin Smith, M Ihcwan Tuankotta membenarkan bahwa kliennya sudah pindah kembali ke lapas khusus kelas IIA Gunungsindur. “Sudah pindah dengan alasan yang tertuang di suratnya yakni dalam rangka pembinaan lanjutan saja,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Habib Bahar Smith kembali dijemput oleh kepolisian dan pihak lapas karena dinilai tidak mematuhi PSBB di wilayah Kabupaten Bogor. Bahkan, Dirjen Kemenkum HAM mencabut asimilasi tersebut, padahal sebelumnya sudah bebas bersyarat.

** Cepi Kurniawan

Beda Perlakuan, Pembobol Data Denny dan Ulin Yusron

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Polisi menyatakan telah menangkap pembobol data pribadi Denny Siregar yang berinisial FPH. Tersangka diketahui merupakan karyawan outsourcing GraPari Telkomsel di Surabaya. “Tersangka adalah karyawan outsourcing daripada GraPARI Rungkut Surabaya jadi karena dia outsourcing dan bertugas sebagai customer service dia mempunyai akses terbatas atas data pribadi pelanggan,” kata Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Kombes Reinhard Hutagaol dikutip dari Gelora, Minggu (12/7).

FPH ditangkap pada Kamis (9/7) lalu. Dia diketahui membobol data pribadi Denny Siregar lalu mengirim ke akun Twitter @opposite6890. Kepada polisi, tersangka FPH mengaku melakukan pembobolan data karena pernah di-bully pendukung Denny.

“Motifnya itu yang bersangkutan tidak menyukai DS karena pernah di-bully akun medsos pendukung DS, ini yang kita dapat dari tersangka,” kata Kombes Reinhard Hutagaol.

Diketahui, pembobolan data Denny Siregar merupakan buntut dari unggahannya di media sosial yang memasang foto santri asal Tasikmalaya dengan kalimat “calon teroris”. Unggahan tersebut memicu kemarahan sehingga warga melakukan aksi demo dan melakukan pelaporan menuntut Denny Siregar ditangkap.

Kasus serupa pernah melibatkan simpatisan Jokowi-Ma’ruf, Ulin Yusron. Saat itu, Ulin sempat menyebarkan identitas lengkap pria bernama Cep Yanto dan Dheva Suprayoga yang diduga mengancam akan memenggal kepala Jokowi saat demo di Bawaslu. Tindakan Ulin ini sempat menjadi sorotan karena sebenarnya, penyebaran data pribadi tanpa izin.

“Saya kira enggak boleh ya, itu UU Adminduk bisa dikejar dan bisa dituntut itu,” kata Mendagri Tjahjo Kumolo, Senin (13/5) kala itu. “Bisa laporkan ke polisi, yang berhak (menindak) itu adalah polisi,” lanjut dia.

Undang-undang yang dimaksud, yakni Berdasarkan Pasal 95A UU Administrasi Kependudukan (Adminduk) menjelaskan, ‘Setiap orang yang tanpa hak menyebarluaskan Data Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 ayat (3) dan Data Pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86 ayat (1a) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah)’.

Polisi lalu menangkap pengancam Jokowi. Tapi, pelakunya berbeda dengan identitas yang diunggah oleh Ulin. Pelaku yang ditangkap bernama HS. Ulin lalu meralat ucapannya dan meminta maaf. Permintaan maaf itu diunggah kembali lewat akun instagramnya.

“Mohon maaf kepada nama2 yang disebut dan keliru. Ini murni kesalahan menerima informasi dan mengolahnya. Terima kasih yang sudah meramaikan percakapan soal penggal sehingga telah menutupi demo,” demikian kata Ulil.

ASS|*

Bogor Belum Izinkan Tatap Muka

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor belum mengizinkan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah memasuki tahun ajaran baru 2020/2021 yang akan dimulai pada Senin (13/7).  Pasalnya, Kota Bogor belum masuk kategori wilayah zona hijau.

“Kota Bogor ini belum memasuki wilayah zona hijau. Maka, pembelajaran harus dilakukan dengan metode pembelajaran jarak jauh (daring),” kata Kepala Disdik Kota Bogor Fahrudin dikutip dari Sindonews, Minggu (12/7).

Sementara ini, siswa belajar di rumah, guru mengajar dari rumah atau guru mengajar dari sekolah sesuai kebutuhan masing-masing.  Menurutnya, pembelajaran jarak jauh tentunya tidak mengutamakan pada pencapaian target secara keseluruhan yang ditetapkan dalam kurikulum, namun lebih mengutamakan pada pendidikan keterampilan hidup atau life skill pada pembentukan karakter, tanggung jawab, penambahan pengetahuan, pembentukan akhlak yang baik melalui pembiasaan baik yang dilakukan di rumah.

“Pendidikan atau proses pembelajaran jarak jauh itu harus dilakukan dengan menyenangkan, tidak membebani siswa dan orang tua,” ujar Fahmi, sapaan akrab Fahrudin.

Untuk itu, perlu ada kerja sama yang baik, sinergi antara sekolah, guru, siswa dan orang tua sehingga hambatan-hambatan yang terjadi pada proses pembelajaran daring bisa diselesaikan atau didiskusikan secara bersama-sama. 

ASS|*

Siapa Terbaik di London Utara

0

Tottenham vs Arsenal

London | Jurnal Inspirasi
Tottenham Hotspur akan menghadapi Arsenal dalam laga bertajuk derbi London Utara yang berlangsung di pekan ke-35 Liga Inggris 2019/2020. Uniknya, kedua tim hanya terpaut satu poin di klasemen. Pertandingan akan berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium, London, Minggu (12/7) malam ini pukul 22.30 WIB. 

Dikutip Sindonews, Arsenal sedikit lebih baik di posisi ke delapan berbekal 50 poin. Sedangkan Tottenham Hotspur berada satu tingkat di bawah Meriam London dengan koleksi 49 poin.

Tottenham kemungkinan tidak diperkuat Dele Alli yang sedang mengalami masalah hamstring ringan. Pemain reguler lain seperti Japhet Tanganga dan Eric Dier juga belum bisa diturunkan pada laga nanti.

Sementara itu, Arsenal tak akan diperkuat sejumlah nama seperti Eddie Nketiah, Matteo Guendouzi dan Mesut Ozil. Karena alasan berbeda, nama-nama seperti Bernd Leno, Calum Chambers, Pablo Mari dan Gabriel Martinelli juga tidak akan memperkuat Arsenal.

Pertandingan ini kemungkinan bakal menjadi panggung unjuk gigi bagi dua penyerang terbaik Liga Inggris sejauh musim ini. Mereka adalah Pierre-Emerick Aubameyang (Arsenal) dan Harry Kane (Tottenham) yang terlibat perburuan sepatu emas musim ini. 

 
Prakiraan Susunan Pemain

Tottenham Hotspur: Lloris; Aurier, Alderweireld, Vertonghen, Davies; Sissoko, Winks, Lo Celso; Lucas, Kane, Son
Arsenal: Martinez; Mustafi, Luiz, Kolasinac; Bellerin, Xhaka, Ceballos, Tierney; Saka, Lacazette, Aubameyang

ASS|*