31.5 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1508

Dihakimi Warga, Penjambret Berusia Belasan Tahun Digelandang ke Kantor Desa

0

Ciseeng | Jurnal Inspirasi

Dua pelaku jambret yang usianya masih belasan tahun babak belur dihakimi massa setelah tertangkap basah saat melakukan aksinya. Keduanya di gelandang ke Kantor Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng. Keduanya akhinya diamankan oleh anggota Polsek Parung yang datang ke lokasi kejadian.

Kronologi penjambretan pada Sabtu (25/7) pukul 18.30 WIB, kedua pelaku melakukan aksinya terhadap korban yang sedang dimotor dengan lokasi kejadian ditempat sepi. Namun aksi gagal karena korban meminta bantuan ke warga yang melintas. Sementara ketika digelandang ke kantor desa, pelaku langsung dihakimi massa sampai babak belur dengan kondisi tanpa busana.

“Iya benar, ada dua pelaku yang berhasil kita amankan dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan beserta barang bukti satu  buah handphone dan ATM milik korban,” kata Kapolsek Parung Kompol Puji Astono kepada Jurnal Bogor kemarin.

Ia juga menjelaskan, bahwa pelaku sempat dihakimi massa ketika dibawa ke Balai Desa Babakan. Karena keduanya masih terhitung muda umurnya kurang lebih 19 tahunan. “Lokasi kejadian memang sepi dan pelaku menargetkan pengendara yang melintas, saya himbau kedepan harus lebih waspada ketika melintasi jalanan yang sepi,” jelasnya.

Sementara itu, korban jambret Anisa Rahmawati (19) menuturkan, dia bersama rekan pulang. Namun ketika di lokasi kejadian ada dua orang yang menyalip langsung mengambil handphone yang sedang dipegang.

“Awalnya saya tidak curiga karena kondisi jalan sepi tiba-tiba ada motor yang mengikuti di belakang, dikira mungkin takut juga karena jalan sepi, namun rupanya pelaku yang dibonceng langsung mengambil handphone saya,” ucapnya.

Bahkan, setelah kejadian, dirinya langsung meminta pertolongan ke pengendara yang kebetulan sedang melintas dari wilayah Rumpin. “Habis kejadian saya ketemu pengedara lain dari arah berlawanan dan memberitahu saya kena jambret, beruntung pelaku larinya ke arah Ciseeng langsung dikejar dan tertangkap di pertigaan Ciseeng arah Parung,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Penderita Penyakit Hedrosefalus Secepatnya Bakal Dibantu Dewan

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Penderita penyakit hedrosefalus Muhamad Altakih (7 bulan), bayi laki-laki asal Kampung Pasirgintung RT 01 RW 04, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, bakal dibantu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Nurodin.

Nurodin yang biasa panggil Jaro Peloy, merespon cepat setelah mendengar kabar dari media adanya salah satu warga yang menderita penyakit hedrosefalus.” Tolong segera kirim kartu keluarga si penderita penyakit tersebut. Lewat aplikasi WhatsApp aja kirim kartu keluarganya ke saya nanti kita bantu,” kata Jaro Peloy, saat dihubungi Jurnal Bogor, Minggu (26/7)

Jaro Peloy politisi PKB ini berjanji, meski penderita tersebut belum memiliki kartu BPJS, dia akan membantu pembuatan kartunya  untuk  penanganan kesembuhan M.Altikah. “Menjadi dasar utama adalah kartu keluarga dan segera kirim ke saya.  Kasihan itu harus cepat dibantu karena kami ada tim kader yang menangani hal itu,” janjinya.

Sedangkan, kata dia, kalau memang BPJS-nya belum ada, nanti akan dibuatkan sekalian,  karena  penanganan penyakit hedrosefalus itu harus dibawa ke rumah sakit Cipto Jakarta, dan harus menggunakan BPJS. “Tinggal kesiapan keluarganya aja berikut fasilitas kendaraannya nanti kita siapkan,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan Jurnal Bogor, kondisi M. Altakih  anak ketiga pasangan Cecep Sukaezi dan Siti Aisyah itu sangat memprihatinkan, penyakit sang buah hati diketahui sejak berumuran 2 bulan. Namun kondisi sekarang terlihat semakin parah, orang tua bayi belum bisa membawa anaknya berobat karena keterbatasan biaya.

” Waktu  usia masih didalam kandungan hingga lahir waktu itu kedaannya biasa saja, tidak ada gejala atau tanda- tanda kalau M.Altakih menderita penyakit hedrosefalus,” ujar Ibu Kandung M. Altakih  Aisyah, kepada Jurnal Bogor.

“Dari  umur 2 bulan M Altakih terbaring sakit karena menderita pembesaran di bagian kepala,” kata Aisyah dengan nada sedih. Untuk memastikan penyakit yang diderita sang anak, kata Aisyah, pernah mencoba membawa M.Altikah ke Puskesmas Nanggung, Namun belum bisa dirujuk ke rumah sakit lain lantaran ketiadaan kartu BPJS. ” Kartu BPJS sedang diurus dari bulan Maret,  tetapi hingga sekarang belum juga beres,”  keluhnya. 

Menurutnya, semenjak pandemi Covid-19 pada Maret sang suami yang berpropesi sebagai sopir angkot 02, Bubulak Sukasari pendapatan usahanya tak menentu. “Bukannya tidak mau membawa berobat anak ke rumah sakit, tahu sendiri kondisi sekarang ini pendapatan sebagai sopir angkot dalam sehari hanya mendapat 30 atau 50 ribu saja,” kata dia.

Informasinya, ucap Aisyah, untuk penyembuhan M.Altakih  harus dibawa ke rumah sakit di Jakarta. “Karena itu kami  berharap kepada pemerintah  untuk membantu biaya pengobatan penyakit anak saja,” ucapnya.

Sementara, Kepala Desa Batutulis Ade Supriatna melalui selulernya, menyatakan pihaknya sudah beberapakali membantu dan berkunjung kerumah warganya yang merupakan penderita penyakit hedrosefalus. ” Sudah beberapa kali kami datang termasuk mengantarkan bantuan dari bansos berupa paket sembako,” kata Ade.

Ade berujar, bahwa untuk menangani warganya yang terkena penyakit tersebut, kata Ade,  pihak RT maupun RW sudah berupaya membantu, tetapi masalah ini bukan hanya tanggung jawab desa saja melainkan  tanggung jawab bersama,” pungkas dia.

** Arip Ekon

Dianggap Meresahkan, HPBT Minta Galian C di Cileungsi Ditutup

0

Cileungsi | Jurnal Inspirasi

Aktivitas  tambang Galian C di Kampung Bojongkaso, Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi cukup meresahkan masyarakat. Pasalnya, aktivitas tersebut diduga tidak mengantongi izin. “HPBT (Himpunan Pengusaha Bogor Timur) sangat yakin sekali aktivitas tambang Galian C yang tidak jauh dari gedung SMPN Cileungsi  belum mengantongi izin. Kemudian sebelumnya, tidak jauh dari kegiatan  aktivitas galian sudah pernah ditutup oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI ,” kata  H Edi Rohman, Ketua HPBT saat ditemui belum lama ini di kediamannya.

Menyikapi permasalahan ini,  H Edi yang  juga merupakan penasihat dan pembina salah satu LSM  memaparkan bahwa ia telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan  dan  benar yang disampaikan oleh masyarakat bahwa kegiatan galian sudah meresahkan warga sekitar serta para pengguna jalan karena truk pengangkut, tanahnya berceceran di Jalan Raya Narogong, Cileungsi.

“ Pengusaha kegiatan galian tanah tidak lagi memperhatikan dampak lingkungan yang ada, dimana Jalan Raya Narogong yang juga sekaligus menjadi akses jalan masyarakat. Ironisnya aparat setempat  diam tidak mengambil tindakan padahal  telah merusak lingkungan sekitar,” ucap H Edi.

“HPBT minta Pemkab Bogor ķhususnya kepada  aparat setempat untuk menutup aktivitas kegiatan galian C di Kampung Bojongkaso Desa Cileungsi. Yang menjadi pertanyaan oleh HPBT siapa oknun yang mem-backup kegiatan tersebut sehingga  pengusaha bebas melakukan kegiatan galian C,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Ditipu Teman Sendiri, Pengusaha Muda Rugi Miliaran Rupiah

0

Pihak Berwajib Slow Respon, Korban Minta Keadilan dan Kejelasan

Bogor | Jurnal Inspirasi

Ditipu temannya sendiri, pengusaha muda asal Kota Depok, Ria Rusty Yulita mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Segala upaya selama kurang lebih dua tahun untuk menjerat pelaku di meja hijaukan belum juga tercapai.

Sebelum mengalami kerugian, pengusaha yang akrab disapa Rusty itu mengaku pernah diajak kerjasama dalam hal investasi modal usaha untuk mencetak barang pembuatan inboxs, outher boks dan jahit sepatu di PT Sepatu Mas Idaman (Semasi) oleh temannya yang berinisial RA.

Karena percaya lantaran RA merupakan teman dari SMA, wanita berdarah Indo-Belanda itu pun mengucurkan modal awal sebesar Rp 80 juta di tahun 2017 lalu. “Awalnya dia mengaku memiliki kewenangan mengatur proyek dan vendor. Selain itu dia pun sebagai sekretaris di PT Semasi, lalu ngajak saya untuk kerjasama penanaman modal. Ya karena sudah kenal lama lebih dari 18 tahun dan orang tua kami pun saling kenal, bahkan beberapa kali kita nginep bareng, ya saya percaya saja,” tutur Rusty kepada media, Jumat (24/7).

Setelah dikucurkan, RA yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian kembali meminta modal kepada korban sebesar Rp 500 juta. “Di awal keuntungan itu memang lancar dan saya terima. Kadang dibayar cash kadang juga ditransfer. Nah, pada Agustus 2018, dia minta saya untuk menambah investasi sebesar Rp 500 juta. Tapi pada saat itu saya hanya tambah modal sebesar Rp 400 juta dan itu pun investasinya barengan sama teman, saya ngajak teman,” katanya.

Sementara itu, seiring berjalannya waktu, modal yang sudah masuk hingga lebih dari Rp 600 juta, pihak korban sudah tidak lagi mendapatkan keuntungan seperti yang sudah dijanjikan RA di setiap bulannya. Bahkan, modal yang diinvestasikan pihak korban juga tidak dikembalikan oleh RA sepeser pun.

“Ternyata keuntungan dari modal yang masuk di Oktober 2018, yang dibayarkan November tidak sesuai, kemudian di Desember 2018 tidak dibayar dan kesininya makin kacau. Desember 2018 saya berencana tarik semua modal kalau memang investasi ini tidak berjalan. Tapi dia jawab, semua macet gara-gara akhir tahun dan berjanji keuntungan semua akan dibayarkan pada akhir Desember 2018 tapi itu tidak dilakukan,” tuturnya.

Saat pembayaran mulai macet, Rusty melanjutkan, dirinya mulai mencari RA dengan berbagai cara, mulai dari mengirim pesan WA, telepon hingga mendatangi rumah kediaman orang tuanya bahkan ke tempat kerja lamanya di PT Semasi.

“Saat itu dia mulai susah untuk dihubungi, ngilang-ngilang gitu. di WA gak dibalas, ditelepon ga diangkat, disamperin ke rumah orangtuanya gak ada yang tau, sampe saya datangin rumahnya yang di Sentul dan saya malah diusir sama satpam. Pernah sekali dia balas WA, katanya udah deh gak usah dateng-dateng ke rumah gue, kalau mau, laporin polisi aja, gitu kata dia,” ungkap Rusty.

Dalam upaya penipuan yang sudah merugikan pihak korban, korban akhirnya mendatangi kantor polisi untuk membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Bogor Kota.

“Ya jadi pada Kamis 10 Januari 2019 saya membuat laporan ke polisi untuk melaporkan RA atas tindakan penipuan atau penggelapan uang,” ungkapnya.

Upaya Korban

Kasus penipuan penanaman modal usaha untuk mencetak barang pembuatan inboxs, outher boks, jahit sepatu di PT Sepatu Mas Idaman (Semasi) sudah dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Bogor Kota oleh pihak korban, Ria Rusty Yulita.

Laporan yang dikuatkan atas dasar penguatan dari para ahli hukum seperti Saksi Ahli Auditor Rochman Marota, SE,Ak.,MM.,CA.,CPA.,CACP dan Saksi Ahli Pidana, Bintatar Sinaga S.H.,M.H. yang menyatakan bahwa pelaku yang berinisial RA dilaporkan atas tindakan penipuan atau penggelapan uang yang merugikan pihak korban hingga miliaran rupiah dan sudah bisa dikatakan sebagai tersangka.

Menurut Rusty sapaan akrabnya, pelaku RA yang merupakan teman SMA korban, dilaporkan pihak korban karena tidak mengembalikan modal serta keuntungan korban sejak Desember 2018 lalu.

“Saya sudah membuat laporan pada Kamis, 10 Januari 2019. Dalam laporannya pelaku dilaporkan atas tindakan penipuan atau penggelapan dan melanggar pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP,” ujar pengusaha muda asal Kota Depok itu.

Setelah dilaporkan, lanjut wanita berdarah Indo-Belanda, beberapa bulan kemudian, pihak kepolisian kembali mengeluarkan surat pemberitahuan penetapan tersangka yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor pada 21 September 2019.

Berdasarkan laporan penyidik, lanjutnya, didapati bahwa sejak 2017 bisnis tersebut tidak pernah ada alias bodong dan hal ini pun dibenarkan Direktur PT Semasi saat dikonfirmasi dihadapan penyidik beberapa waktu lalu saat dilakukan pemanggilan.

“Dalam surat pemberitahuan penetapan tersangka itu ada beberapa rujukan yang seperti Pasal 109 Ayat (1) KUHAP, UU No.02 Tahun 2020 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Laporan Polisi Nomor: LP/213/VII/2019/JBR/Polresta Bogor Kota, Tanggal 3 Juli 2019 Atas Nama Ria Rusty Yulita, Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sp. Sidik/ 119.a/VII/ RES .1.11/2019 /Sat Reskrim, Tanggal 24 Juli 2019,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Rusty, rujukan yang ada didalamnya seperti Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sp. Sidik/ 199b/IX/RES .1.11/2019/ Sat Reskrim, Tanggal 05 September 2019, Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan Nomor: SPDP/97 /VII/RES. 1.11/ 2019/Sat Reskrim, Tanggal 08 Juli 2019 tentang tindak pidana Penipuan dan atau Penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP dan Surat Ketetapan Nomor: Sp Tag/97.a/IX/ RES.1.11/2019/Sat Reskrim, Tanggal 21 September 2019, tentang penetapan tersangka a.n RA.

Berdasarkan rujukan yang ditulis, kata Rusty, dalam surat itu diberitahukan bahwa penyidik Sat Reskrim Unit 1 JATANRAS telah menetapkan seseorang sebagai tersangka dalam perkara diduga tindak pidana Penipuan dan atau Penggelapan.

“Itu kan sudah jelaskan ya bahwa pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, tapi hingga saat ini tersangka masih belum ditangkap dan masih bebas berkeliaran, pamer-pamer, dan sebagainya. Disini saya hanya butuh keadilan saja bukan apa-apa. Untuk itu, saya berharap kepada pihak kepolisian dan kejaksaan agar segera melanjutkan proses penipuan yang sudah jelas ini, jangan seperti sekarang, polisi sudah menetapkan tersangka tapi kejaksaan sudah 2 kali mengembalikan berkas dengan alasan perdata, aneh juga ya kenapa untuk kasus pidana yang sederhana bias-bisanya polisi dan jaksa tidak sepakat, itu saja,” harapnya.

Guna menguatkan kasus penipuan murni ini bukan sebagai kasus perdata, salahsatu temannya pun yang bernama Jinny (35) menjadi korban penipuan sebesar 30 juta rupiah dan dalam BAP dijelaskan sebagai saksi korban.

Sementara Rusty menambahkan, dia menanyakan kembali perkembangan kasus ke Polresta. “Sejak dilaporin ke polisi tersangka gak ada itikad baik minta maaf, bahkan waktu itu pernah melakukan somasi sama saya, bahkan bilang ke temenyemen katanya gak mungkin bisa dipenjara. Ini gw bikin jadi perdata. Bakal susah.. gitu katanya,” kata Rusty menirukan ucapan pelaku.

“Makanya dia santai-santai aja mungkin. Saya simple aja, jangan sampai hukum di negara kita membiarkan orang yang melakukan pidana penipuan berlindung di perdata. Coba bayangkan sederhananya, saya pinjem duit 500 juta, janji ada pekerjaannya, ternyata fiktif, alih-alih dengan alasan perdata, hanya sanggup balikin 5 juta per bulan.. enak dong dia udah dapat pinjaman gratis, malah saya yang minjemin jadi korban dikejar-kejar utang, bayangin kalo jadi saya gimana susahnya” tutupnya.

** Handy Mehonk

Mayora Ciherang Bangun Drainase Warga

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Setelah beberapa pekan lalu melaksanakan kegiatan bedah rumah milik warga, PT Tirta Fresindo Jaya (TFJ) Mayora Group Plant Ciherang kembali menunjukan kepeduliaannya terhadap lingkungan warga sekitar pabrik. Kali ini, kegiatan dilakukan dengan membangun saluran air (drainase) di lingkungan warga RT 002/002, Kampung Selaawi, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Sabtu(25/7).

DH IRGA PT TFJ Ciherang, Herman Wijaya mengatakan, pembangunan drainase sepanjang 60 meter tersebut merupakan hasil pengajuan warga melalui para tokoh setempat. “Ini merupakan hasil pengajuan warga melalui ketua RT dan para tokoh warga yang alhamdulillah bisa kami realisasikan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pembangunan drainase merupakan satu dari sekian banyaknya program Corporate Social Responsibility (CSR) yang sudah dilaksanakan selama empat tahun terakhir. “Dari tahun ke tahun respon atau antusias warga cukup bagus terhadap kegiatan yang sudah kami laksanakan. Dan saat ini ada beberapa kegiatan yang sudah dilakukan secara berkala,” ungkapnya.

Menurut dia, penerapan program di lakukan melalui beberapa jenis kegiatan, mulai dari penanaman pohon, pengobatan gratis, serta berbagai program lainnya, termasuk perbaikan rumah dan mushola warga.

“Untuk sementara, yang masuk agenda kegiatan adalah lingkungan warga terdekat dengan pabrik. Namun kita tetap berupaya agar manfaat CSR perusahaan bisa dirasakan seluruh lapisan warga Ciherang Pondok,” tandasnya.

H. Pohang, tokoh warga setempat berharap pembangunan drainase di wilayahnya dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar. “Karena selama ini, jika hujan turun seringkali terjadi luapan air akibat parit yang tersumbat. Mudah-mudahan setelah selesai dibangun, saluran air bisa kembali lancar. Terima kasih Mayora Ciherang,” ucapnya.

Ia pun berharap, perhatian serupa juga bisa ditunjukan perusahaan lainnya yang tersebar di wilayah Ciherang Pondok. “Tentunya kami berharap, perusahaan lain juga bisa berkontribusi positif bagi lingkungan atau warga sekitar. Karena sementara ini hanya beberapa diantaranya saja yang mau peduli terhadap kondisi di lingkungan kami,” tandasnya.

** Deni

Topang Ketahanan Pangan, Petani di Situ Ilir Dibuatkan Irigasi Tersier

0

Cibungbulang  | Jurnal Inspirasi

Guna menopang ketahanan pangan dan agar aliran air irigasi bisa mengairi ladang dan sawah petani di Kampung Jawa RT 02, RW 03, Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane melakukan pembangunan irigasi tersier (pengairan langsung ke ladang pertanian) dengan panjang 338 meter dengan tinggi 50 cm dan lebar 30 cm.

“Nantinya setelah selesai dibangun irigasi tersier ini akan mengaliri semua pesawahan milik para petani seluas 40 hektare. Karena selama ini para petani kesulitan air untuk mengairi ladang dan sawah mereka, ” kata Ketua Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) Simega Tani  Desa Situ Ilir, Sopian Sahuri saat dikonfirmasi, Sabtu (25/7).

Proyek pembangunan irigasi tersier itu merupakan bantuan dari Kementerian PUPR Pusat Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane dengan anggaran Rp 195 juta. Nantinya aliran air dari Daerah Irigasi Cigamea (DIE) bisa dimanfaatkan oleh para petani. Bahkan agar hasil pertanian para petani yang selama ini kurang baik hasil taninya, kedepannya akan lebih maksimal dan ketahanan pangan setiap daerah yang dicanangkan pemerintah bisa terwujud.

“Sebelumnya petani di sana kesulitan air sehingga para petani banyak beralih menanam palawija. Para petani mengaku kalau memang irigasi tersier sudah selesai dibangun akan kembali menanam padi, ” kata Sopian.

Sementara itu Kepala Desa Situ Ilir Subhan berterimakasih kepada P3A Simega Tani yang sudah membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air yang selama ini dikeluhkan para petani karena sulitnya air. “Karena di wilayah sini kebetulan banyak sektor pertanian jadi kalau aliran air irigasi tidak ada mereka kesulitan untuk bercocok tanam atau mengairi sawah mereka, ” ujarnya.

Subhan pun meminta setelah dibangun, masyarakat harus tetap merawat irigasi agar aliran air irigasi tetap bisa mengairi ladang pertanian mereka. “Tentu harus dijaga secara bersama sama agar irigasi tersier yang sudah dibuat ini bisa terjaga dan bisa mengairi ladang pertanian dan sawah, ” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Guru SD Datangi Rumah Siswa di Cibungbulang

0

Cibungbulang  | Jurnal Inspirasi

Banyaknya permintan orang tua wali murid yang kesulitan dalam pembelajaran menggunakan daring atau online terhadap putra putrinya, sejumlah guru di SD Negeri 01 Cemplang, Kecamatan Cibungbulang datang dari rumah ke rumah untuk memberikan pelajaran. Masalahnya karena tidak semua orangtua murid memiliki alat komunikasi.

“Dari alasan tersebutlah maka kami guru mencari alternatif dan merespon keinginan wali murid agar tercapainya tujuan cita – cita pendidikan maka kami terjun dari rumah ke rumah,” kata salah seorang  Guru SDN 01, Cemplang Cibungbulang Dede kepada Jurnal Bogor, baru -baru ini.

Dede mengatakan, dunia pendidikan  terkena imbas semenjak virus covid-19 ini menyebar ke Indonesia, khususnya Bogor sehingga proses pembelajaran pun terganggu. Apalagi ada aturan tidak diperkenankan kegiatan belajar di ruang kelas akan tetapi diganti dengan proses belajar online yang sekarahg ini yang menjadi kendala sejumlah siswa dan guru.

“Jika kita tidak pandai berinovasi maka proses pembelajaran pun akan terhenti maka dari itu kita guru harus pandai-pandai mengunakan strategi belajar baik kita menggunakan stategi menghapal, strategi elaborasi, strategi pengaturan, strategi afektif atau strategi metakogninif dari beberapa starategi yang cocok dalam situasi saat pandemi ini. Guru harus mampu memberikan trasper ilmunya demi tercapainya pembelajaran yang kita harapakan saat ini,” katanya.

Dede lebih lanjut mengatakan, dalam mengajarkan suatu pokok bahasan harus tercapai dengan tepat sesuai dengan tujuan instruksional kognitip afektif dan psikomotorik. “Karena ini lah tugas guru yang berat tapi tugas ini akan terasa ringan jika kedua pelah pihak, orang tua wali murid berperan aktif ikut membimbing di rumahnya,” kata dia.

“Tujuan kita akan ringan jangan sampai menjadi kendala dalam belajar. Kita harus tetap berupaya  akan tetapi tetap kita ikuti aturan pemerintah walau belajar tidak di perkenankan di sekolah tidak salahnya kita lakukan yang termudah yaitu dengan belajar di rumah,” kata Dede.

Dede berharap dengan proses belajar dari rumah ke rumah ini sedikit meringankan beban orang tua wali murid dari kegelisahan dan keresahan. “Walau pun belajar di rumah kita pun tetap harus bisa menjaga kesehatan sesuai  ajuran pemerintah,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

M. Altakih, Penderita Hedrosefalus Butuhkan Bantuan

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Muhamad Altakih (7 bulan), bayi laki-laki asal Kampung Pasirgintung RT 01 RW 04, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menderita penyakit hidrosefalus atau penumpukan cairan di rongga otak sejak lahir. Namun kondisi sekarang terlihat semakin parah, orang tua bayi belum bisa membawa anaknya berobat karena keterbatasan biaya.

Anak ketiga pasangan Cecep Sukaezi dan Siti Aisyah itu sangat memprihatinkan. Penyakit sang buah hati diketahui sejak berumuran 2 bulan.” Waktu  usia masih didalam kandungan hingga lahir waktu itu kedaannya biasa saja, tidak ada gejala atau tanda- tanda kalau M.Altakih menderita penyakit hedrosefalus,” ujar Ibu Kandung M. Altakih  Aisyah, kepada Jurnal Bogor, Minggu (26/7).

“Dari  umur 2 bulan M Altakih terbaring sakit karena menderita pembesaran di bagian kepala,” kata Aisyah dengan nada sedih. Untuk memastikan penyakit yang diderita sang anak, kata Aisyah, pernah mencoba membawa M.Altikah ke Puskesmas Nanggung, Namun belum bisa dirujuk ke rumah sakit lain lantaran ketiadaan kartu BPJS. ” Kartu BPJS sedang diurus dari bulan Maret,  tetapi hingga sekarang belum juga beres,”  keluhnya. 

Menurutnya, semenjak pandemi Covid-19 pada Maret sang suami yang berpropesi sebagai sopir angkot 02, Bubulak Sukasari pendapatan usahanya tak menentu. “Bukannya tidak mau membawa berobat anak ke rumah sakit, tahu sendiri kondisi sekarang ini pendapatan sebagai sopir angkot dalam sehari hanya mendapat 30 atau 50 ribu saja,” kata dia.

Informasinya, ucap Aisyah, untuk penyembuhan M.Altakih  harus dibawa ke rumah sakit di Jakarta. “Karena itu kami  berharap kepada pemerintah  untuk membantu biaya pengobatan penyakit anak saja,” ucapnya.

Sementara, Kepala Desa Batutulis Ade Supriatna melalui selulernya, menyatakan pihaknya sudah beberapakali membantu dan berkunjung kerumah warganya yang merupakan penderita penyakit hedrosefalus. ” Sudah beberapa kali kami datang termasuk mengantarkan bantuan dari bansos berupa paket sembako,” kata Ade.

Ade berujar, bahwa untuk menangani warganya yang terkena penyakit tersebut, kata Ade,  pihak RT maupun RW sudah berupaya membantu, tetapi masalah ini bukan hanya tanggung jawab desa saja melainkan  tanggung jawab bersama,” pungkas dia.

** Arip Ekon

Pasien Covid-19 Dekati 100.000

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Semakin hari, kasus terinfeksi virus Corona (Covid-19) di Indonesia semakin bertambah banyak. Pemerintah baik pusat dan daerah terus mengimbau agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dan lebih peduli terhadap kesehatan dengan menjaga jaga jarak untuk meminimalisir penyebaran virus asal Wuhan China ini.

Apalagi per 25 Juli 2020 kasus positif kembali bertambah 1.868. Dengan penambahan tersebut, total kasus positif virus Corona di Indonesia 97.286. Data penambahan kasus positif virus Corona di Indonesia yang hampir mencapai 100.000 kasus ini dipublikasikan di situs www.covid19.go.id dikutip dari CNBC Minggu (26/7).

Sedangkan, pasien sembuh pada 25 Juli 2020 ini bertambah 1.409 orang, sehingga total menjadi 55.354. Sementara itu, data pasien meninggal per hari ini ada 49 orang, sehingga total menjadi 4.714. Bahkan, khusus di Jakarta, kasus positif bertambah 393 kemarin menjadi total 18.623 kasus. Jumlah dirawat menjadi 1.410, sembuh ada 11.715 orang, meninggal dunia 769, dan isolasi mandiri 4.729 orang.

Penambahan kasus ini bertambah dari Jumat yakni 285, sementara penambahan harian tertinggi terjadi pada 21 Juli lalu mencapai 441 orang dalam sehari. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku telah meningkatkan tes kepada warga Jakarta sebanyak empat kali lipat dari standar WHO. Hasilnya, menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jakarta belum aman dari virus corona (Covid-19).

Anies menjelaskan, WHO telah menetapkan standar dengan 1.000 orang dari 1 juta penduduk untuk dites setiap minggunya. Menurut Anies Jakarta di bawah kepemimpinannya sudah melakukan hal itu. “Bahkan setelah masa PSBB transisi ini kita telah melampaui jumlah standar tes oleh WHO,” jelas Anies melalui channel YouTube Pemprov DKI Jakarta.

Dalam satu minggu terakhir, menurut Anies pihaknya mengklaim telah melakukan tes kepada 39.268 orang baru. Secara ekuivalen, setara dengan 3.688 orang per 1 juta penduduk dalam satu minggu. Sementara standar WHO adalah 1.000 per 1 juta penduduk dalam seminggu. “Alhamdulillah Jakarta sekarang telah melewati standar jumlah tes ini bahkan sudah melewati hampir 4 kali lipat standar WHO,” tuturnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani mengatakan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap melakukan protokol 3M Lawan Covid, yaitu: Memakai masker dengan benar; Menjaga jarak aman 1-2 meter; dan Mencuci tangan sesering mungkin.

“Selain itu, juga tetap menjaga protokol PSBB transisi dengan menjaga kapasitas ruangan 50 % dan pastikan keluar rumah dalam kondisi sehat. Jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tetap melakukan pengawasan ketaatan di berbagai tatanan, seperti mall, objek wisata, dan pasar,” katanya, dalam siaran pers.

“Covid-19 masih ada di sekitar kita, maka kita perlu terus waspada dengan saling mengingatkan kepada keluarga dan orang-orang di sekitar kita untuk tetap melakukan protokol 3M lawan Covid,” imbaunya.

Pemprov DKI Jakarta juga masih membuka kesempatan untuk masyarakat berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan karena terdampak pandemi Codvi-19 dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar atau KSBB.

“Masyarakat dapat memberikan bantuan berupa bahan pangan pokok, makanan siap saji, hingga uang tunai. Informasi lengkap seputar KSBB dapat melalui situs https://corona.jakarta.go.id/kolaborasi.”

ASS |*

Langkah Mandi yang Tepat Menurut Ahli

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Meski sederhana, namun mandi rupanya menjadi salah satu ‘garda terdepan’ perawatan kulit. Ada beberapa cara dan langkah mandi tepat yang direkomendasikan para ahli. Perawatan kulit, bagaimana pun, dimulai dari kamar mandi. Mandi merupakan aktivitas membersihkan seluruh tubuh, utamanya kulit. Berikut beberapa langkah saat mandi menurut para ahli, dikutip dari CNN, Minggu (26/7) dari laman Well and Good.

 1. Periksa suhu air

Sebagai langkah pertama, periksa suhu air untuk mandi.

Perlu diingat, mandi dengan aliran air panas bukan ide terbaik untuk menjaga kesehatan kulit. “Air panas dapat merusak kulit karena dapat melucuti kulit dari lipid dan protein esensial dan membuat kulit lebih mudah meradang,” ujar ahli dermatologi Mona Gohara. Alih-alih menggunakan air panas, gunakan air hangat untuk mandi.

2. Mencuci wajah

Langkah kedua adalah mencuci wajah yang dinilai tepat dilakukan sebelum mandi membersihkan tubuh. Gohara menyarankan untuk mencuci wajah dengan menggunakan sabun pembersih yang lembut.

3. Mencuci rambut

Pastikan untuk menjadikan cuci rambut sebagai hal kedua yang dilakukan di kamar mandi setelah mencuci wajah. Gohara menyarankan untuk menggunakan produk-produk bebas sulfat yang dapat menjaga kesehatan kulit kepala dan rambut. Produk sampo bebas sulfat juga dapat ‘menyabuni’ tubuh sebelum Anda membersihkannya dengan sabun mandi. Sampo akan menetes ke tubuh saat Anda membilasnya. Cara ini menambahkan elemen pembersih tambahan untuk kulit Anda.

4. Bersihkan tubuh

Percaya atau tidak, Anda sebenarnya tidak perlu menyabuni tubuh dari kepala hingga ujung kaki. Gohara mengatakan, Anda hanya perlu menggosok bagian-bagian tubuh yang cenderung mengeluarkan bau seperti lubang area genitalia. Saat menggosok tubuh, Gohara menyarankan penggunaan shower puff yang dapat membantu pengelupasan kulit secara lembut saat mandi.

5. Mengeringkan kulit dengan benar

Rutinitas mandi tak hanya berhenti pada tubuh yang telah dibilas kembali dengan air. Penting juga untuk mengeringkan kulit dengan cara yang tepat. Gohara menyarankan untuk mengeringkan kulit dengan menggunakan atau jubah handuk daripada handuk konvensional. Kimono towel dapat menyerap sisa air tanpa harus menggosokkan handuk pada kulit.

6. Oleskan losion

Untuk memaksimalkan kelembapan, gunakan losion sebelum Anda meninggalkan kamar mandi. Cara ini membuat kelembapan sekitar kamar mandi dapat membantu mengunci kelembapan kulit.

ASS |*