29.1 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1505

2 Tahun Dibiarkan Rusak, Bendungan Cimanaracun Minta Diperbaiki

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Sejumlah warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Lestari Kompak Berseri meminta bendungan irigasi Cimanaracun yang  terletak di Kampung Nanggewer RT 03 RW 01, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung minta segera diperbaiki.

Pasalnya, bangunan bendungan irigasi untuk mengairi sawah di Blok Misnan seluas belasan hektar kini kurang berfungsi lantaran badan bangunan irigasi kedaannya sudah bocor.

“Bendungan irigasi ini dibangun tahun 2018 tapi sudah rusak  dan sudah dua tahun ini pemerintah  belum memperbaikinya,” kata Ketua Poktan Lestari Kompak Berseri, Momod Rusmana kepada Jurnal Bogor, Selasa (28/7).

Bendungan Cimanaracun, kata Momod, hanya tampilannya saja terlihat bagus, tetapi terdapat bagian bangunan bawah saluran airnya sangat berantakan. “Warga petani mulai resah karena  bangunan tersebut tak kunjung diperbaiki,” keluh Momod.

Menurutnya, bangunan bendungan irigasi menghabiskan ratusan juta, namun kualitasnya tidak sesuai dengan anggaran. “Pertama dibangun  bocornya tidak seberapa, tetapi kurun waktu 3 minggu sudah terlihat parah dan bocornya di beberapa titik hampir 50 meter sehingga air untuk ke pesawahan tersebut tidak maksimal,” kata dia.

Momod mengaku kewalahan karena dua sehari sekali ia memperbaiki lubang lubang air yang bocor. “Kami berharap pihak pemerintah untuk segera memperbaiki bendungan irigasi ini,” pintanya.

Sedangkan, Erwin Jamaludin, Ketua LPM Desa Batutulis menyebutkan kondisi bangunan bendungan irigasi  bocornya tidak sedikit. “Jadi kalau diperbiki tidak secara serius, hanya percuma saja,” jelasnya.

Menurut Erwin, terdapat bagian hamparan bawah sebelum dicor juga harus menggunakan wermes. Musababnya kalau pengerjaannya asal-asalan, binatang seperti kepiting akan mudah masuk dan mengoyak sejumlah saluran air.

UPT Insfastruktur Irigasi kelas A Wilayah V melalu juru pengairan wilayah Kecamatan  Nanggung  Dani, menyatakan keberadaan bangunan bendungan irigasi  sudah diusulkan ke UPT dan Kasubag TU untuk dilakukan perawatan.” Kebocoran bendungan Cimanaracun sebelumnya sudah ada laporan dari petani, maka itu perbaikan bendungan tersebut direncanakan  pada 2021,” tukasnya.

Tak hanya itu, termasuk pelaksanaan bangunan irigasi tersier yang mengairi ke Blok Landeuh. “Informasinya dimasukan di anggaran Alokasi Bantuan Tambahan (ABT) dan dilaksanakan 2021. Mudah mudahan bulan sekarang ini sudah terealisasi karena UPT Pengairan  sudah mengusulkan ke Dinas PUPR,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Pandemi Covid-19, Upacara HUT RI ke-75 Tingkat Kecamatan dan Desa Ditiadakan

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Jelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 pada 17 Agustus nanti di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah  Kabupaten Bogor telah menyampaikan edaran untuk meniadakan upacara HUT RI di tingkat kecamatan maupun desa.

Camat Nanggung, Ae Saepuloh mengatakan, berdasarkan surat edaran yang disebar ke setiap desa oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Bogor dengan Nomor 003. 2/81 Kesra tanggal 06 juli 2020, melalui Pemerintahan Kecamatan Nanggung,  untuk upacara peringatan HUT RI ke-75 tahun 2020 ditiadakan.

“Ditiadakan dulu, baik tingkat kecamatan maupun desa, hal itu tertulis dari pedoman Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2020,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/7).

Perihal pedoman tersebut, kata Ae,  para kepala desa dan seluruh organisasi perangkat daerah yang ada di wilayah Kecamatan Nanggung untuk memperhatikannya. Sedangkan logo peringatan HUT RI ke 75 dan logo Bangga Buatan Indonesia bisa diunduh di web Kementerian Sekretariat Negara yaitu www.setnag.go.id.

Sementara guna memeriahkan dan menyemarakan peringatan HUT RI ke-75,  pada  1 hingga 31 Agustus agar seluruh desa, lembaga pemerintahan atau swasta, sekolah  serta masyarakat untuk memperindah dan menata lingkungan dengan memasang spanduk atau umbul-umbul bendera Merah Putih.

Oleh karena itu, kata Camat Nanggung, para kepada kepala desa dan masyarakat diminta untuk turut serta menyelenggarakan kegiatan yang bersifat kekhasan di daerahnya masing-masing. “Dengan berdasarkan masyarakat tetap mematuhi dan mengikuti protokol kesehatan,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Atlet Menembak Kota Bogor Buat Kejutan di Kapolri Cup

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sebanyak tiga atlet menembak Kota Bogor berhasil mengharumkan nama Kota Bogor dengan meraih podium pertama di kancah nasional dalam Kejuaraan Nasional Kapolri Cup di Lapangam Tembak Senayan, Jakarta, baru-baru ini.

Mereka adalah Fathur yang turun dalam nomor air riffle man senior serta junior, Ivana dan Audrey yang berlaga pada nomor air riffle woman senior juga junior.

Dengan hasil tersebut, Fathur otomatis tetap bercokol di peringkat satu Indonesia. Sedangkan Ivana ada di peringkat 4 Indonesia. “Sementara Audrey kuga masih memegang rekor nasional,” ujar Ketua Perbakin Kota Bogor, Benyamin Argoebie kepada wartawan, baru-baru ini.

Tak hanya itu, kejutan juga berhasil dibuat oleh Vera, seorang siswi SMAN 6 yang duduk di Kelas XI. “Ia berhasil meraih peringkat 10 besar nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata dia, pada turnamen tersebut, Dewi Laila yang saat ini sedang dalam proses perpindahan ke Kota Bogor juga mampu meraih skor yang baik.

Ia menambahkan bahwa Fathur, Dewi dan Audrey saat ini tergabung dalam tim Pelatnas untuk persiapan menuju Olympiade dan Olympic Youth.

Untuk diketahui, Kejurnas Kapolri Cup merupakan kejuaraan terbesar yang dilaksanakan secara offline dan online, yang diikuti oleh seluruh atlet di Indonesia

Fredy Kristianto |*

Kesulitan PJJ, PKBM Insan Mandiri Jadi Alternatif

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Banyaknya murid dari keluarga tidak mampu yang kesulitan mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat pandemi Covid-19 ini, membuat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menyiapkan sejumlah solusi. PKBM Insan Mandiri misalnya, bisa jadi alternatif mencegah anak putus sekolah.

Abdul Holik

“Kami memiliki sistem pendidikan yang fleksibel. Artinya bagi yang tidak punya kemampuan finansial dan waktu belajar, bisa belajar disini,” ujar Ketua PKBM Insan Mandiri, Abdul Holik disela-sela rapat dengan 24 Pokjar di PKBM Insan Mandiri, Tajur, Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa (28/7).

Lembaga pendidikan non formal ini bahkan memberlakukan nol rupiah bagi siswa miskin dan anak usia sekolah dengan harapan pendidikan bagi anak-anak itu tetap berlanjut. Meski PKBM Insan Mandiri dalam teknisnya menyasar anak-anak putus sekolah agar mengeyam pendidikan kembali dengan kategori Paket A (setara SD), Paket B (SMP) dan Paket C (SMA).

“Pendidikan di lembaga kami bisa jadi alternatif ditengah situasi sulit bagi masyarakat yang tidak mampu. Nanti juga ada semacam subsidi untuk fasilitas mereka belajar seperti Hp atau kuota internet, namun sifatnya masih tentatif melihat perkembangan,” tandasnya.

Saat pandemi Covid-19, PKBM Insan Mandiri juga terkena dampak dalam sistem pembelajaran yang mesti mengikuti aturan pemerintah. Sehingga pihaknya diakui Holik, menyiapkan sejumlah metode pembelajaran. “Kami juga menggunakan sistem daring atau online. Pertengahan Agustus nanti metode ini fix sedang kami matangkan,” jelasnya.

Pengurus 24 Pokjar saat rapat di PKBM Insan Mandiri

Sementara dalam kiprahnya, PKBM Insan Mandiri kini memiliki 2.020 siswa yang tersebar di 24 Pokjar (Kelompok Belajar), 12 Pokjar Kota dan 12 Pokjar Kabupaten Bogor dengan komposisi murid sebanyak 60 persen berasal dari Kota Bogor dan sisanya, Kabupaten Bogor. Program yang dijalankan yaitu kesetaraan (Paket A, B dan C), kewirausahaan dan life skill, serta literasi taman bacaan.

** Asep Saepudin Sayyev

Zona Merah Kini Ada 53 Daerah

0

Corona Tembus 100 Ribu Lebih

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Sejumlah daerah di Indonesia masuk zona risiko tinggi atau Zona Merah virus Corona (Covid-19) setelah kasus positif Covid-19 melonjak drastis yang telah menembus angka 100.000 lebih kasus. Satuan Tugas Covid-19 berdasarkan analisis mingguan mengungkap Zona Merah di Indonesia saat ini berjumlah 53 titik yang tersebar di kabupaten dan kota.

Angka itu meningkat signifikan dari pekan lalu yang tercatat hanya sebanyak 35 titik di kabupaten dan kota. Menurut Wiku, persentase kenaikan Zona Merah kabupaten/kota sebesar 10,31 persen

“Lebih detail tentang perubahan zonasi, kalau kita lihat jumlah kabupaten/ kota berkembang dari minggu lalu ke minggu ini dari 35 menjadi 53,” ujar Juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip dari CNN, Selasa (28/7).

Penentuan zona pada sebuah daerah berdasarkan pada indikator kesehatan masyarakat seperti indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan indikator pelayanan kesehatan.

Setidaknya ada empat kategori zona wilayah terkait Covid-19. Zona Hijau yang berarti daerah tanpa corona, Zona Kuning artinya penyebaran Covid-19 rendah, Zona Oranye menandakan daerah dengan risiko sedang, dan Zona Merah berarti wilayah dengan risiko penyebaran corona tinggi.

Wiku yang juga Ketua Tim Pakar Satgas Covid-19 mengatakan saat ini terdapat 14 kabupaten kota yang terus bertahan di Zona Merah selama tiga minggu berturut-turut. “Kami mohon agar masyarakat bersama pemerintah daerah untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan,” pesan Wiku.

Wilayah Zona Merah berpotensi bertambah. Pakar Keamanan Kesehatan Global dan Pandemi Universitas Griffith Dicky Budiman telah mengingatkan pemerintah soal bahaya keamanan semu di Zona Hijau Covid-19.

Zona Hijau adalah daerah tanpa kasus corona. Dicky menyampaikan daerah-daerah Zona Hijau itu belum tentu aman. Sebab bisa jadi ada kasus-kasus yang tak terdeteksi karena jumlah tes yang digelar tak optimal. “Saya memberi saran yang sangat aktif pada daerah-daerah minim testing yang merasa aman karena kasusnya kecil. Padahal testing-nya kecil, terutama tes antigen PCR. Ini yang aman semu, berbahaya,” kata Dicky dalam webinar Synergy & Innovation for Global Health Security & Pandemic, Sabtu (25/7).

Hingga Jumat (24/7), Indonesia baru memeriksa 1.335.889 spesimen dari 777.100 orang terkait Covid-19. Jumlah itu setara 0,29 persen dari total penduduk Indonesia sekitar 271 juta. WHO memberi standar rasio uji spesimen corona adalah 1 orang per 1.000 penduduk per pekan. Di Indonesia, menurut laporan WHO Indonesia, hanya DKI Jakarta yang memenuhi rasio tersebut.

Selain jumlah tes yang minim, Dicky juga menyoroti kemampuan Indonesia menelusuri jejak (tracing) pasien Covid-19. Dicky menilai kemampuan tracing di Indonesia belum merata. “Mohon maaf ini evaluasi pada level daerah yang memaknai tracing, belum semua tenaga kesehatan paham. Apalagi sekarang banyak yang isolasi di rumah. Fungsi ini terus terang kita belum berjalan di Indonesia,” ucap Dicky.

Lonjakan jumlah Zona Merah ini sering sejalan dengan terus bertambahnya kasus positif di Indonesia. Hingga Senin (27/7) lalu,  kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 100.303 kasus berdasarkan situs kemkes.go.id. Dari jumlah tersebut, sebanyak 58.173 orang dinyatakan sembuh, dan 4.838 orang meninggal dunia.

Jumlah kasus konfirmasi positif tersebut bertambah dibandingkan sehari sebelumnya. Seperti diketahui,  Minggu (26/7), jumlah kasus positif mencapai 98.778 kasus. Sebanyak 56.655 orang dinyatakan sembuh dan 4.781 orang meninggal dunia.

Daftar 53 Zona Merah

Sumatera Utara
Kota Tebing Tinggi
Deli Serdang
Serdang Bedagai
Kota Medan
Karo

Sumatera Selatan
Kota Palembang

Sulawesi Utara
Kota Tomohon
Kota Manado
Kota Bitung

Sulawesi Tenggara
Buton

Sulawesi Selatan
Kota Palopo

Papua
Kota Jayapura

Nusa Tenggara Barat
Kota Mataram
Sumbawa

Kalimantan Timur
Kota Balikpapan

Kalimantan Tengah
Barito Timur
Murung Raya
Barito Selatan
Kota Palangkaraya
Kota Banjarbaru

Kalimantan Selatan
Tanah Laut
Hulu Sungai Selatan
Banjar
Barito Kuala
Hulu Sungai Utara
Tabalong
Kota Banjarmasin

Jawa Timur
Jombang
Gresik
Kota Malang
Kota Mojokerto
Kota Batu
Mojokerto
Kota Surabaya
Kota Pasuruan
Sidoarjo

Jawa Tengah
Kudus
Kota Surakarta
Kota Semarang
Grobogan
Kendal
Rembang
Demak
Jepara

Gorontalo
Kota Gorontalo
Bone Bolango
Boalemo

DKI Jakarta
Jakarta Selatan
Jakarta Pusat
Jakarta Barat
Jakarta Timur
Jakarta Utara

Bali
Kota Denpasar

Konsep Pembelajaran Jarak Jauh Dipertanyakan

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Banyaknya keluhan belajar secara online, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) mempertanyakan konsep Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim di tengah pandemi ini. Selain melarang kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah yang berada di daerah terdampak Covid-19, Mendikbud dinilai tak pernah sekalipun menjelaskan metode PJJ itu yang mana setiap daerah memiliki karakteristik dan kesulitan yang berbeda.

Pelaksana Harian (Plh) Ketua Fraksi PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay melihat ada kegelisahan orang tua siswa terkait pelaksanaan PJJ saat pandemi. Di satu sisi, mereka ingin agar anaknya segera bisa kembali belajar di sekolah sebagaimana biasanya di sisi lain, kurva penyebaran Covid-19 terus meningkat bahkan, sudah mencapai lebih 100 ribu orang. Tetapi, Kemendikbud tidak punya desain PJJ karena pola pengajaran diserahkan ke masing-masing sekolah. 

“Kalau baca dari kebijakan yang ada, Nadiem itu hanya membuat aturan saja. Misalnya, sekolah hanya boleh buka di zona hijau. Kalau belajar fisik, harus begini begitu. Di luar itu, harus belajar dari rumah,” ujar Saleh dikutip dari Sindonews, Selasa (28/7).

“Nah, kalau belajar dari rumah, bagaimana metodenya? Apa sistem yang dipakai untuk menghubungkan guru dan siswa? Apakah hanya menonton video atau live? Semua itu kelihatannya didasarkan atas prakarsa sekolah secara mandiri. Setiap sekolah berbeda antara satu dengan yang lain. Dan ini telah berlangsung kurang lebih lima bulan,” imbuhnya.

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhamamdiyah itu menuturkan dirinya pun belum pernah mendengar program PJJ yang disusun oleh Nadiem Makarim di masa pandemi ini. Begitu juga dengan fasilitas PJJ yang tidak disediakan sama sekali.

Bahkan, mungkin tidak dipikirkan sama sekali sehingga faktanya, ada banyak anak yang tidak bisa belajar karena ketiadaan fasilitas dan tidak bisa mengakses pelajaran online.

“Padahal, anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu besar. Menurut UU, 20 persen dari total APBN adalah untuk pendidikan. Maka jangan heran, anggaran kegiatan program organisasi penggerak (POP) saja mencapai Rp595 miliar. Di tengah pandemi seperti ini, uang sebanyak itu sangat berarti untuk membantu masyarakat. Sayang sekali tidak dimanfaatkan secara bijaksana,” sesalnya.

Karena itu, Anggota Komisi IX DPR ini menyayangkan bahwa kegiatan PJJ yang diatur sekolah tidak difasilitasi oleh Kemendikbud. Bahkan, terkesan Kemendikbud menganggap bahwa semua siswa dan orang tuanya memiliki akses untuk belajar online.

Tidak pernah juga terdengar bahwa Kemendikbud memikirkan agar paket data internet tidak memberatkan ekonomi para siswa. Atau paling tidak, seperti di negara tetangga, paket data tersebut disubsidi.  “Di saat-saat seperti ini, semestinya Nadiem menunjukkan kepeloporannya. Apalagi backgroundnya adalah bisnis online. Walau beda jauh, tetapi sedikit ada kemiripan dengan belajar daring. Setidaknya, mirip karena menggunakan akses internet,” tukas Wakil Ketua MKD DPR itu.

ASS |*

DPMPPA Hapus Program Sekolah Ibu

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pelaksanaan kegiatan Sekolah Ibu pada 68 kelurahan se-Kota Bogor ditiadakan. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Anak (DPMPPA) pun memilih mencoret anggaran sebesar Rp3,7 miliar. Hal itu akibat kegiatan tersebut tak bisa dijalankan lantaran adanya pandemi Covid-19.

Kepala DPMPPA, Iceu Pujiati mengatakan, Sekolah Ibu merupakan salah satu program prioritas Walikota Bima Arya yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Namun, adanya pandemi Covid-19 membuat kegiatan itu tak bisa dilaksanakan. Sedangkan disisi lain, Pemkot Bogor harus melakukan refocusing anggaran.

“Sekarang ada refocusing untuk kelima kalinya. Jadi anggaran Sekolah Ibu dinolkan. Kan nggak mungkin lagi pandemi seperti ini mengumpulkan banyak orang,” ungkap Iceu kepada wartawan, Senin (27/7/2020).

Menurut Iceu, kendati kegiatan Sekolah Ibu ditiadakan. Namun, pada 2021 mendatang, bakal dianggarkan kembali. “Pelaksanaan Sekolah Ibu tahun ini baru masuk rekruitmen tutor atau pengajar pada Maret lalu,” katanya.

Iceu menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp3,7 miliar akan dipergunakan untuk 4.000 peserta pada dua angkatan di 68 kelurahan. “Sebab target peserta Sekolah Ibu harus mencapai 20 ribu peserta hingga 2024 mendatang,” tegasnya.

Kata dia, akibat pandemi Covid-19 anggaran keseluruhan DPMPPA pada 2020 hanya tersisa Rp6 miliar dari total anggaran sebesar Rp18 miliar. “Sekarang anggaran yang ada hanya cukup untuk gaji dan tunjangan saja. Ya, untuk belanja yang sifatnya mengikat. Sudah nggak ada dana lagi, semua dialihkan untuk penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Iceu menegaskan bahwa sejak 2019 tidak ada kenaikan anggaran Sekolah Ibu. “Saya tegaskan lagi bahwa anggaran Sekolah Ibu sejak 2019 tetap di angka Rp3,7 miliar. Jadi nggak ada peningkatan,” tandasnya.

Fredy Kristianto

Geng Motor Bogor Berulah Lagi, Serang Warga Sambil Menjarah

0

Bgor | Jurnal Inspirasi

Geng motor di Kota Bogor kembali berulah. Pasalnya, berdasarkan infoermasi yang dihimpun pada Minggu (26/7/2020) malam, sedikitnya terdapat 50 orang geng motor melakukan aksi pemalakan dan penyerangan terhadap orang yang tengah nongkrong di pinggir jalan Bogor Nirwana Residence.

Bahkan, gerombolan geng motor itu nekat menjarah helm dari korbannya serta sebuah bengkel di kawasan Bogor Selatan.

Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Indrat Riyani Setiyani membenarkan adanya peristiwa tersebut. Bahkan, polisi telah menangkap 11 orang pelaku. “Betul ada yang kita amankan mas dan kasusnya sekarang ditangani Polresta,” ujarnya kepada wartawan saat dihubungi melalui pesan singkat Whatsapp, Senin (27/7/2020) malam.

Kompol Indrat mengatakan bahwa dari total 11 pelaku yang ditangkap, seorang diantaranya diamankan di Polsek Bogor Selatan lantaran berusia dewasa. Sementara sisanya dibawa ke Polresta Bogor Kota. “Dari hasil pengembangan ada sekitar 10 orang yang langsung dibawa ke Polresta,” ucapnya.

Ia menjelaskan, penyerangan yang terjadi di kawasan BNR bermula, ketika korban bersama teman-temannya sedang mengedit video. Namun, tiba-tiba datang 50 orang yang berboncengan menggunakan 20 sepeda motor, dan langsung menyerang korban.

“Kemudian rekan korban langsung berlari. Ada juga yang diambil HPnya. Untuk korban luka ada satu orang. Tapi untuk jelasnya bisa langsung ke Polresta,” katanya.

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi perihal itu. Paur Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Desty tidak menjawab pesan singkat yang dilayangkan wartawan.

Fredy Kristianto

Sepatu Emas Vardy Terasa Hambar

0

Leicester | Jurnal Inspirasi

Pemain Leicester City, Jamie Vardy, menyabet sepatu emas Liga Inggris setelah memborong 23 gol musim ini. Sayang, semua golnya tak cukup mengantar The Foxes lolos ke Liga Champions.

Vardy berhak memperoleh sepatu emas setelah menjadi pemian terbanyak yang mencetak gol di Liga Inggris. Penyerang 33 tahun itu mengungguli nama-nama seperti Pierre-Emerick Aubameyang (Arsenal, 22 gol), Danny Ings (Southampton, 22 gol), dan Raheem Sterling (Manchester City, 20 gol).

Namun, keberhasilan Vardy tak sejalan dengan prestasi kolektif di Leicester. Klub yang diasuh Brendan Rodger dipastikan gagal tampil di Liga Champions musim depan setelah mereka dikalahkan Manchester United di pekan terakhir Liga Inggris. 

“Saya tentu senang memperoleh sepatu emas ini. Tapi ini semua tentang nasib tim,” kata Vardy dikutip dari Sindonews dari laman Daily Mail, Selasa (28/7).

Setelah dikalahkan Manchester United di pekan terakhir Liga Inggris, Leicester City finis di posisi kelima berbekal 62 poin. Sebaliknya, kemenangan membawa United naik ke posisi tiga klasemen Liga Inggris dengan koleksi 66 poin. 

Soal sepatu emas, musim lalu gelar tersebut dimenangkan oleh tiga pemain sekaligus. Aubameyang dan dua penyerang Liverpool, Sadio Mane dan Mohamed Salah, membawa pulang trofi tersebut setelah masing-masing menyelesaikan musim dengan koleksi 22 gol di liga.

ASS |*

Hadits Hari Ini

0

28 Juli 2020
07 Dzul-Hijjah 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لِأَهْوَنِ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا لَوْ كَانَتْ لَكَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا أَكُنْتَ مُفْتَدِيًا بِهَا فَيَقُولُ نَعَمْ فَيَقُولُ قَدْ أَرَدْتُ مِنْكَ أَهْوَنَ مِنْ هَذَا وَأَنْتَ فِي صُلْبِ آدَمَ أَنْ لَا تُشْرِكَ أَحْسِبُهُ قَالَ وَلَا أُدْخِلَكَ النَّارَ فَأَبَيْتَ إِلَّا الشِّرْكَ حَدَّثَنَاه مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي عِمْرَانَ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يُحَدِّثُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ إِلَّا قَوْلَهُ وَلَا أُدْخِلَكَ النَّارَ فَإِنَّهُ لَمْ يَذْكُرْهُ

Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Mu’adz Al Ambari, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Imran Al Jauni dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Allah Tabaraka wa Ta’ala bertanya kepada penduduk Neraka yang siksanya paling ringan: “Andaikan kau memiliki dunia seisinya, apa kau akan menebusnya ?.” Orang itu menjawab: “Ya.” Allah berfirman: “Aku telah menginginkan yang lebih ringan dari (siksaan) ini saat kau masih berada ditulang rusuk Adam agar kau tidak menyekutukan Aku.

Saya (Anas) mengira Beliau bersabda:
Dan Aku tidak memasukkanmu ke Neraka, tapi kau enggan dan tetap menyekutukan Aku.

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far, telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Imran berkata; Aku mendengar Anas bin Malik menceritakan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sepertinya, hanya saja ia tidak menyebut:
“Dan Aku tidak memasukkanmu ke Neraka”.

HR Muslim No. 5018.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ