23 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1502

HADITS HARI INI

0

19 September 2020
01 Shafar 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَقْتَتِلَ فِئَتَانِ عَظِيمَتَانِ وَتَكُونُ بَيْنَهُمَا مَقْتَلَةٌ عَظِيمَةٌ وَدَعْوَاهُمَا وَاحِدَةٌ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi’, telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq, telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabbih berkata: Inilah yang diceritakan Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ia menyebut beberapa hadits diantaranya; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Kiamat tidak akan terjadi hingga dua kubu besar berperang, terjadi perang besar diantara keduanya dan seruan keduanya sama.

HR Muslim No. 5142.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Polsek Ciampea Ganti Pimpinan

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Kepemimpinan Polsek Ciampea kembali berganti oleh Kompol Andri Alam yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Narkoba Polresta Kota Cimahi. Program yang bakal dicanangkan yakni menekan angka kasus covid-19 di wilayah Ciampea dan Tenjolaya menurun.

“Alhamdulilah saya disini bisa bergabung dengan keluarga baru di wilayah Kecamatam Ciampea. Nantinya saya bakal bekerjasama dengan muspika menekan angka covid-19 menurun,” kata Andri Alam usai sertijab di Polres Bogor, Jumat (18/9/2020).

Mantan Kasat Narkoba di Polres Bogor dan Cimahi tersebut menambahkan, pihaknya akan mensiasati upayanya itu dengan pendataan awal jumlah kasus Corona di setiap desa.

“Setelah dilakukan pendataan baru kita akan melihat desa mana yang paling tinggi dan dengan peningkatan sosialisasi, serta menerapkan lokasi yang perlu untuk protokoler kesehatan,” tambahnya

Ia berharap jumlah angka kasus covid-19 bisa menurun, ini perlu kerjasama semua pihak. Karena, selain operasi yustisi, kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan.

“Saya harap semua pihak bisa kompak, dan Polsek Ciampea semakin dicintai masyarakat. Bahkan, kita akan petakan dulu kejadian yang menonjol dimana saja, dan perlu upaya dilakukan pencegahan lebih penting,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Bima Kaji Lagi Zona Merah Kelurahan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Walikota Bogor, Bima Arya menyatakan akan mengevaluasi dan meminta perangkat daerah terkait untuk mengkaji kembali status zonasi penyebaran Covid-19 di satu wilayah, terutama penentuan kelurahan dan RW zona merah. “Misalnya, di satu kelurahan ada satu orang yang kerjanya di Jakarta, KTP-nya disitu, positif dan dirawat di Jakarta, kontak eratnya aman, kemudian dinyatakan merah. Jadi jangan sampai seperti itu,” ujar Bima Arya, Kamis (17/9)

Menurut Bima, perubahan definisi zona merah sangatlah penting. Pasalnya, akan berkaitan dengan strategi dan konsep PSBMK yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Bima mencontohkan, wilayah dinyatakan zona merah jika ada orang yang sedang menjalani isolasi di wilayah tersebut atau minimal ada tiga orang yang sedang menjalani isolasi mendiri.

“Kita evaluasi sistem zonasi. Jadi kita rubah definisi kelurahan merah, jangan sampai ada satu OTG, diisolasi di luar dan dinyatakan zona merah, tidak seperti itu, karena akan menimbulkan efek yang berbeda. Tetapi akan lebih difokuskan ke skala mikro atau RW. Dinyatakan merah jika ada beberapa hal yang mendukung penetapan zona merah,” jelasnya.

Menurut dia, jika satu kelurahan ada beberapa RW zona merah, maka dinyatakan kelurahan tersebut sebagai zona merah. Kemudian, bagi wilayah yang masuk zona merah akan diterapkan kebijakan secara ketat.

Untuk evaluasi kelurahan atau RW zona merah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Bogor, Rahmat Hidayat menyatakan akan segera merumuskan instruksi Wali Kota Bogor.

“Tadi didiskusikan untuk kelurahan dinyatakan zona merah jika minimal 50 persen RW-nya merah. Untuk RW jika 50 persen RT-nya positif aktif maka RW-nya dimerahkan. Untuk kategori lamanya waktu, bagi OTG dinyatakan sembuh setelah 10 hari isolasi pasca swab test,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Denny Mundur, Siapa Sekda Bogor?

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Tiga besar calon Sekretaris Daerah Kota Bogor akhirnya diserahkan Tim Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama kepada Walikota Bogor Bima Arya, di Balai Kota Bogor, Kamis (17/9) malam.

Pengumuman tiga besar tersebut tertuang dalam surat pengumuman nomor : 017 PANSEL.JPT.Sekda-Bgr/2020 tentang Daftar Tiga Orang Peserta Seleksi dengan Nilai Terbaik pada Seleksi Terbuka Jabatan Tinggi Pratama Sekda Kota Bogor 2020. Ketiganya adalah Firdaus (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Hanafi dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Dr. Syarifah Sofiah

Sementara itu, salah satu calon sekda Denny Mulyadi yang saat ini menjabat sebagai Kepala BKAD Kota Bogor memilih mengundurkan diri pada detik-detik akhir. “Pak Denny menyampaikan surat secara resmi, ditandatangani dan bermaterai, menyatakan mengundurkan diri,” kata Ketua Pansel, Aba Subagja saat konferensi pers di Balaikota.

Menurut dia, pengunduran diri Denny lantaran ia tak mendapat dukungan dari keluarga. “Kami juga tidak bisa memaksakan seseorang untuk mengikuti seleksi ini. Di samping, walaupun aspek lain, mungkin penting kompetisi ini. Bila menyangkut persoalan pribadi, itu hak masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Bima Arya menghormati keputusan pengunduran diri Denny Mulyadi. “Itu keputusan beliau, kita hormati,” kata Bima.

Bima mengatakan, walaupun dari tiga nama, hanya akan dipilih satu orang sebagai sekda. Namun, dengan demikian pemkot mempunyai data base profil calon pemimpin masa depan yang berpotensi untuk menjadi sekda atau mungkin walikota ke depannya. “Terimaksih pada pansel. Karena pasti waktunya tidak mudah untuk diatur karena punya kesibukan. Tapi semua proses dilakukan secara maksimal,” tandasnya.

Sebagai informasi, ketiga nama tersebut nantinya akan mengikuti tes kesehatan pada Jumat (18/9) nanti di RSUD Kota Bogor.

** Fredy Kristianto

ADA Swalayan Ditutup Dulu

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Supermarket ADA Swalayan yang berlokasi di Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur ditutup sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan. Berdasarkan informasi yang beredar, swalayan itu ditutup lantaran salah satu karyawannya yang positif terjangkit Covid-19. Kabar tersebut tersebar melalui surat Ederan yang ditulis oleh pihak manajemen Swalayan ADA pada 17 September 2020.

“Sehubungan dengan adanya salah satu karyawan kami yang terindikasi virus Covid 19 dengan ini kami dari pihak manajemen melaporkan akan menutup sementara operasional toko kami dimulai hari Kamis 17 September 2020 sampai batas waktu yang belum ditentukan guna melakukan desinfektan dan strelisasi area Pasar Swalayan ADA Bogor,” demikian isi tulisan dalam surat tersebut.

Walikota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa Pemkot Bogor meminta agar ADA Swalayan ditutup sementara. Lantaran Dinas Kesehatan (Dinkes) akan melaksanakan swab test terhadap semua pegawai.

Menurut Bima, satu pegawai ADA Swalayan terpapar Covid-19 terpapar dari keluarga sendiri. “Makanya hati-hati ini. Keluarganya dari luar kota menginap. Ketika menginap itu ternyata demam. Setelah dicek, keluarga itu positif. Dan akhirnya yang bersangkutan memeriksakan diri dan positif,” ujar Bima kepada wartawan, Kamis (17/9).

Penutupan, kata Bima, akan dilakukan hingga hasil swab test keluar, dan hari ini pihaknya akan meninjau lapangan untuk memastikan swalayan tersebut tutup. “Ya minimal tiga hari ditutup. Yang kontak erat dengan yang positif dan ada gejala bakal di swab,” tegasnya.

Menurut dia, dalam tiga hari ADA Swalayan akan disterilkan menggunakan disinfektan. “Semua tempat yang ada orang positif pasti ditutup dan disemprot disinfektan,” tegasnya.

Kata dia, di Kota Bogor saat ini rata-rata terdapat 20 kasus baru, dan klaster terbanyak adalah keluarga. “Makanya saat ini kota fokus ke PSBMK,” ungkapnya.

Disinggung mengenai Supermarket Giant. Bima mengaku sedang berkoordinasi untuk menelusuri kontak erat dari pasien positif Covid-19 yang telah meninggal dunia pada Senin (14/9). “Kami berharap besok (hari ini) sudah ada titik terang. Dari situ kita akan lakukan pengawasan ketat sekaligus tes swab apabila diperlukan karena sekarang aturannya kontak erat itu kalau tidak ada gejala cukup dikarantina, tidak usah di swab,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Tenaga Kesehatan Terpapar Covid-19, Puskesmas Cigudeg Dihentikan Sementara

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 wilayah Kecamatan Cigudeg, Pardi menyebutkan bahwa operasional tempat pelayanan kesehatan berupa puskesmas dihentikan sementara. Penghentian dilakukan setelah satu tenaga kesehatan di puskesmas tersebut terpapar Covid-19.

Pardi yang merupakan Camat Cigudeg  mengatakan  bahwa  tenaga kesehatan tersebut bertugas sebagai bidan di Puskesmas Cigudeg. “Benar adanya terhitung  hari ini, Jumat (18/9) pelayanan puskesmas dihentikan sementara, karena ada seorang bidan yang bertugas di Puskesmas Cigudeg terpapar Covid-19,” kata Pardi saat dihubungi Jurnal Bogor.

Hasil Swab pada Rabu (16/9), terang Pardi, petunjuk  Dinas Kesehatan Kabupaten mengharuskan pelayanan operasional Puskesmas Cigudeg dihentikan sementara. ” Karena terkonfirmasi salah satu bidan terpapar Covid- 19,” tandasnya.

Lanjut Pardi, seorang yang terpapar tersebut bertugas di Puskesmas Cigudeg, namun  domisilinya di wilayah Kecamatan Jasinga. Saat ini, kata Pardi, pihaknya lagi mengumpulkan informasi lanjutan yang kemudian bisa disampaikan kembali.” Bagi warga yang hendak berobat, disarankan untuk datang ke puskesmas lainnya yang terdekat karena sementara puskesmas itu belum bisa melayani.

** Arip Ekon

BPPSDMP-BBPP Batu Juleha Beranak Pinak di Jawa Timur

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Arah Kebijakan Presiden Joko Widodo untuk tahun 2020  adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi prasyarat utama menuju Indonesia maju. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) akan fokus menggenjot pengembangan SDM pada bidang pertanian.

Untuk mewujudkan rencana strategis tersebut, Kepala BPPSDMP Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa membangun jejaring kerja harus ditingkatkan pada setiap program pengembangan SDM. Networking harus tersinergi tidak hanya di internal BPPSDMP saja, tetapi juga dengan jajaran eselon 1 lain di lingkungan Kementan dan para stokeholder lainnya.

Lanjut Dedi, Kementan akan mempercepat peningkatan kompetensi SDM dengan orientasi menghasilkan tenaga kerja pertanian yang bersertifikasi (certified job seeker) dan tenaga kerja yang mempu menciptakan pekerjaan (job creator).

Sebagai tindaklanjut dari kebijakan Kementerian Pertanian dan arahan Kepala Badan PPSDMP, pertemuan Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, dengan Bahrul Magfiroh yang dimotori Tri Darmawan selaku pimpinan Halal centre membuahkan hasil kesepakatan pelatihan dan dapat menggandeng Bank Indonesia dalam membantu pendanaan untuk melakukan kegiatan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha).

Kegiatan pelatihan Juleha dalam pelaksanaannya dilakukan mulai tanggal 17 sd 18 September dan dilanjutkan tanggal 21 sd 25 September 2020. Telah dibuka secara resmi di Hotel Atria  Jl. Letjend S. Parman No.87 – 89, Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang, Kamis (17/09).

Diawali dengan sambutan dari Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu yang diwakili Kepala Bidang Pelatihan Tata Sukmara, menyampaikan bahwa pelatihan Juru Sembelih Halal kali ini adalah hasil perjalanan yang panjang dengan Pondok Pesantren Bahrul Magfiroh yang akhirnya dapat menggandeng Bank Indonesia untuk ikut mendanai terlaksananya kegiatan pelatihan Juleha dengan dua methode yaitu online dan konvensional.

Harapannya adalah melalui pelatihan kali ini maka dapat meningkatkan keahlian dan kompetensi dari para juru sembelih/ modin yang ada diwilayah Malang Raya. Tujuan kegiatan Pelatihan Juleha adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kompetensi, kemampuan dan standarisasi dalam pelaksanaan penyembelihan ternak baik sebelum maupun sesudah penyembelihan. Sehingga daging yang beredar di masyarakat aman, sehat, utuh dan halal (Asuh) serta layak dikonsumsi.

Sejalan dengan masih mewabahnya copid 19, Tata dalam akhir sambutnya mengingatkan kepada peserta pelatihan Juleha dengan pantun. Rumah tua dekat bangker. Dihuni pengelana. Jangan lupa pake masker. Supaya tidak kena corona. Suara seruling diperbatasan. Sapi merumput di kebun. Sering sering cuci tangan. Jangan lupa pakai sabun. Burung murai. Burung merak. Kalau ditempat ramai. Harus tetap jaga jarak.

Sesi selanjutnya arahan dan sekaligus pembukaan dilakukan oleh Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Malang, Aska Subhan Aminuridho. Dalam sambutannya Aska, demikian sapaan akrabnya mengatakan pelatihan Juleha pada dasarnya adalah sebagai respon dari Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. bahwa Pemerintah provinsi Jawa Timur harus menyiapkan program Juleha atau juru penyembelihan halal. Program ini untuk membuktikan kesiapan Jawa Timur dalam menyambut potensi ekspor daging sapi asal Indonesia.

“Jika nantinya Kementan sudah menyatakan bahwa kita siap ekspor, maka Jawa Timur telah siap untuk dijadikan wilayah pengolahan daging sapi beserta turunannya di mana pun di Jawa Timur,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan keinginan dari Gubernur Jawa Timur itu adalah, Juleha ini bertujuan untuk membangun rumah potong hewan (RPH) modern yang bersandar nasional Indonesia (SNI). Harapannya, program ini dapat diaplikasikan di seluruh RPH-RPH yang ada di Jawa Timur bahkan hingga ke wilayah Madura yang memiliki jumlah populasi sapi tinggi. Dengan demikian, seluruh produk yang keluar dari RPH memiliki kepastian akan status halalnya dan siap dikonsumsi seluruh masyarakat.

T2S/Wan

Motto Tubaba Ciptakan Kemesraan Penyuluh dan Petani

0

Tulang Bawang Barat | Jurnal Inspirasi

Dalam pembangunan pertanian, motto Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung “Ragem Sai Mangi Wawai” yang artinya “Kebersamaan Menuju Keberhasilan” diharapkan dapat diwujudkan dengan hubungan mesra antara penyuluh pertanian dan petani dalam program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani).

“ Penyuluh aktif turun ke lapangan, mengidentifikasi potensi lokal sehingga komoditas yang ada di petani bisa terus ditingkatkan. Kemudian komoditas tersebut bisa menembus pasar nasional bahkan ekspor. Hubungan yang mesra antara penyuluh dan petani itulah yang diharapkan, “ ucap Yusral Tahir Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Bogor.

Harapan tersebut diungkapkan Yusral Tahir dalam pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Pelaporan Program Utama Kementan Bagi BPP Kostratani  di BPP Tumijajar, Kabupaten Tubaba, Kamis (17/9).

Dihadapan penyuluh dari sembilan kecamatan di Tubaba, Ia menekankan penyuluh terus meningkatkan kapasitasnya, untuk bisa  berkomunikasi dengan pasar sehingga ketika petani panen harganya menguntungkan. Serta berkomunikasi dengan petani dan berkoordinasi dengan dinas untuk mengatur pola tanam dan melihat peluang. 

“Mendampingi petani mengatur pola tanam komoditas itu penting, agar ketika panen tidak bersamaan dengan petani lain diwilayah lain. Jika komoditas yang ditanam semua sama pada saat bersamaan  akan membuat pasar penuh dan tidak dapat lagi menerima. Ini yang mengakibatkan harga jatuh.” tuturnya,

Yusral berharap Pola tanam komoditas ini berlaku untuk semua komoditas. Lebih jauh Yusral Tahir menyatakan program   Kostratani yang digagas Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) adalah untuk revitalisasi peran BPP di kecamatan sebagai locust pembangunan pertanian. BPP melalui Kostratani didukung Agriculture War Room (AWR) ditingkatkan perannya sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring kemitraan.

“ Mentan SYL, memiliki program Kostratani dengan menempatkan penyuluh sebagai pasukan inti pembangunan pertanian yang bermarkas di BPP. Dalam bimtek ini akan dijelaskan aturan main bagaimana BPP ini menjadi markas dari para petani kita dalam pengembangan pertaniannya,” ujar Yusral.

Fungsi – fungsi BPP dalam Kostratani, harus dijadikan arah oleh penyuluh dalam pengembangan BPP. Sehingga ke depan takkan adalagi persoalan petani merugi karena serangan hama, atau mengalami kerugian saat panen karena harga jatuh maupun persoalan lainnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Tubaba, Syamsul Qomar mengatakan Bimtek Aplikasi Pelaporan Program Utama Kementan Bagi BPP Kostratani  penting  dikuasai oleh penyuluh di Tubaba. “Dari Bimtek ini, para penyuluh diharapkan dapat memahami materi yang disampaikan langsung praktik, “ ujarnya.

Tindak lanjut dari kegiatan bimtek ini lanjut Syamsul Qomar, pihaknya akan segera melakukan pertemuan lanjutan guna memonitoring dan melakukan evaluasi untuk memantapkan hasil dari bimtek ini. Dalam program Kostratani Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan BPP harus menjadi center of excellence.

Regi/PPMKP

Mudahkan Pembuatan Akta Kelahiran, Pemdes Cisarua Jemput Bola Gandeng Disdukcapil

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Pemerintahan Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menggandeng Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) melakukan jemput bola dalam pembuatan akta kelahiran anak dan Kartu Identitas Anak (KIA).

Kepala Desa Cisarua, H Ipid Idris mengatakan, selama ini ada masalah perihal dengan kependudukan ini sehingga Pemdes mengkomunikasikan dengan Disdukcapil agar bisa dilakukan di kantor desa. “Tadinya mau dilakukan perekaman juga, karena instruksi dari  Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor  tidak membolehkan berkerumun dengan jumlah massa yang banyak, perekaman dibatalkan lantaran PSBB diperpanjang. Sekarang ini adalah pembuatan akta kelahiran dan KIA,  ini memang program kita pemerintah desa,” ujar Kades, Kamis (17/09).

Dia mengaku mengajukan surat ke Disdukcapil dengan permohonan untuk dilakukan pembuatan akta kelahiran  di kantor desa karena masyarakat  kalau harus mengurus surat tersebut ke Disdukcapil di Cibinong jaraknya cukup jauh. Dalam kegiatan tersebut Desa Cisarua mendapat kuota sebanyak 300 akta kelahiran dan untuk KIA tidak dibatasi. “Selama ada dibikinkan langsung. Alhamdullilah semua berjalan lancar dan tidak ada kendala,” imbuhnya.

“Alhamdulillah tadi Pak Kadis Disdukcapil datang kesini kita juga komunikasi dan meminta untuk program ini adalah bukan hanya satu kali saja. Diharapkan di setiap desa se- Kecamatan Nanggung bisa melaksanakan hal serupa, paling tidak satu tahun sekali. Diminta seluruhnya  untuk bersabar  bahwa program ini akan terus berkelanjutan.  Kami terus mengajukan permohonan ke Disdukcapil agar kebutuhan masyarakat kepemilikan akta kelahiran bisa ter-cover,” pungkasnya. 

** Arip Ekon

Rumah tak Layak Huni Diperbaiki

0

n Warga di Desa Sukaluyu Bersedia Perbaikan Rutilahu Ditambah Swadaya

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan program rehabilitasi sosial Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi masyarakat kategori miskin yang berpenghasilan rendah. Namun program ini tidak meng-cover seluruh perbaikan dan warga atau Keluarga Penerima manfaat (KPM) mesti bersedia menambah kekurangan dengan swadaya.

Para KPM di Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung misalnya, telah melangsungkan pembangunan Rutilahu dengan rata- rata kondisi rumah mereka keadaannya rusak berat dan tak layak huni. “Sebanyak 10 orang yang mendapatkan bantuan Rutilahu, sebelumnya dikumpulkan terlebih dahulu, agar  program berjalan dengan baik tentu harus ada swadaya juga dari KPM,” kata Sekdes Sukaluyu Iip Maulana, kepada wartawan, Kamis (17/9).

Menurutnya, selama kegiatan pembangunan Rutilahu berlangsung yang  terpenting adalah musyawarah bahwa program bedah rumah diharuskan ada swadaya agar bisa berjalan dengan baik. “Alhamdulillah kesiapan warga untuk berswadaya  sampai hari cukup baik, dan mereka memahami hal ini,” imbuhnya.

Mereka menyadari, kalau seluruhnya mengandalkan anggaran Rutilahu tidak akan cukup. Pasalnya, sebagian besar kondisi rumah KPM, rusak berat ditambah rumah mereka keadaannya juga lumayan besar. “Maka itu, untuk melangsungkan program Rutilahu mereka jauh-jauh hari telah mengumpulkan bahan material semampunya,” jelas Iip.

Sementara Mamad, pelaksana pembangunan  menjelaskan,  program Rutilahu di Sukaluyu,   setelah di lakukan monitoring pembangunan oleh pihak Kecamatan Nangung sebanyak 10 unit rumah sudah rampung mencapai 90 persen. “Pengerjaannya hampir selesai bahkan ada juga yang sudah ditempati,” kata dia.

Program Rutilahu dinilai penting karena rumah merupakan kebutuhan dasar bagi semua orang terutama bagi bagi masyarakat miskin. ” Jumlah penerima bantuan ini masih sangat terbatas, kami berharap jumlah ini menjadi referensi sehingga Pemkab Bogor bisa menambah  jumlah kuota bantuan Rutilahu lagi,” harapnya.

Salah satu penerima manfaat, Ajum, warga Kampung Duku RT 01 RW 02 juga mengungkapkan hal yang sama. Dia mengaku gembira rumahnya kini layak huni. “Saya bersyukur dapat bantuan, meski uang Rutilahu tak semuanya bisa menuntaskan kalau sampai rumah menjadi bagus banget, namun dengan adanya Rutilahu sudah lega tak khawatir dengan kondisi rumah yang sewaktu-waktu bisa ambruk. Sekarang tenang,” ungkapnya.  

** Arip Ekon