24.1 C
Bogor
Tuesday, April 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1497

Pinjaman PEN 2 Triliun Lebih Masih Dikaji

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan dana pinjaman dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk daerah sebesar Rp10 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021.

Diketahui, pinjaman untuk daerah ini dimaksudkan untuk membantu daerah-daerah yang terdampak pandemi Covid-19 serta mendukung kelanjutan program PEN ke daerah terdampak. Salah satunya adalah Kota Bogor yang  mengajukan pinjaman sebesar Rp 2,05 triliun.

Diketahui, Kota Bogor mengajukan pinjaman tersebut untuk membangun Komplek Perkantoran Walikota di kawasan Danau Bogor Raya, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur dan revitalisasi area GOR Pajajaran.

Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa Pemkot Bogor masih melakukan kajian komprehensif untuk kebutuhan dan peruntukannya.

“Setelah selesai kajian tersebut maka kita konsultasikan dengan DPRD dan sinkronkan dengan arah Pemerintah Pusat dalam pembangunan infrastruktur PEN pasca pandemi Covid-19,” ujar Dedie kepada wartawan, Senin (21/9).

Menurut dia, kajian internal pemkot nantinya akan menjadi dasar agar dapat menjadi dasar memutuskan kebijakan teknis. “Jadi tim internal berasal dari Bappeda, BKPSDM, Dinas PUPR, Disperumkim dan BKAD,” katanya.

Dedie menargetkan bahwa kajian tersebut dapat rampung pada tahun ini. “Ya, kalau saya sih berharap dapat secepatnya selesai,” harapnya.

Sementara itu, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bogor, Edy Darmawansyah mengatakan, hingga kini rencana tersebut sama sekali belum dibahas di DPRD. “Sah-sah saja kalau ada rencana itu (pinjaman PEN). Tapi kan belum ada pembicaraan ke arah sana,” tegasnya.

Edy menyatakan, pemkot mestinya mengetahui bahwa DPRD memiliki kewajiban untuk mengetahui dan menyetujui penggunaan dan anggaran yang masuk ke kas daerah. Sehingga, wajib hukumnya pinjaman senilai Rp2,05 triliun itu harus masuk ke dalam APBD.

“Contoh kalau pemerintah bangun gedung pemerintah kan harus masuk APBD. Kecuali investasi. Bila tak masuk APBD ya nggak bisa dicairkan pinjaman itu,” katanya.

Iapun mengaku heran kepada pemkot lantaran belum ada pembahasan dengan dewan, tapi sudah mengajukan pinjaman. “Secara pribadi saya nggam setuju. Pertanyaannya apakah seurgent itu memindahkan pusat pemerintahan? Apakah ini masalah yang harus diselesaikan segera saat pandemi seperti saat ini,” ungkapnya.

Edy menegaskan bahwa proses menggolkan pinjaman tersebut masih panjang lantaran harus terlebih dahulu dibuatkan perda. “Ingat dewan itu punya fungsi budjeting,” tegasnya.

Terpisah, Staf Khusus Kementerian Keuangan, Yustinus Prastowo menjelaskan bahea anggaran PEN ke daerah senilai Rp 10 triliun di tahun 2021 masih belum final pembahasannya. Dengan demikian, ada kemungkinan anggaran tersebut bisa ditambah atau dikurangi.

“Untuk dana pinjaman ke daerah tahun 2021 belum bisa dijawab karena angkanya masih bergerak dan belum final pembahasannya dengan DPR,” kata Yustinus seperti dilansir Kontan.

Sebagai informasi per 13 September 2020 ada delapan daerah yang telah mengusulkan jumlah pinjaman yang diantaranya seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Probolinggo, Sulawesi Utara dan Kota Bogor.

Kemenkeu merinci, di tahun 2020 DKI Jakarta telah mengajukan pinjaman sebesar Rp 3,26 triliun dan di tahun 2021 sebesar Rp 9,42 triliun. Total usulan pinjamannya mencapai Rp 12,69 triliun. Kedua, Provinsi Jawa Barat yang telah mengajukan pinjaman sekitar Rp 1,81 triliun di tahun 2020 dan Rp 2,09 triliun untuk di tahun 2021. Sehingga total usulan pinjaman mencapai Rp 3,91 triliun.

Ketiga, Provinsi Banten telah mengajukan pinjaman sekitar Rp 856,27 miliar di tahun 2020 dan Rp 4,13 triliun untuk tahun 2021. Sehingga total pinjaman yang diajukan sekitar Rp 4,99 triliun. Keempat, Provinsi Gorontalo mengajukan pinjaman sebesar Rp 1,54 triliun untuk tahun 2020 dan 2021.

Kelima, Provinsi Sulawesi Selatan yang mengajukan pinjaman PEN sebesar Rp 1,95 triliun untuk tahun 2020 dan Rp 1 triliun di tahun 2021. Total usulan pinjaman mencapai Rp 2,95 triliun.

Kemudian yang keenam adalah Provinsi Sulawesi Utara yang mengajukan pinjaman sekitar Rp 988,66 miliar tahun 2020 dan Rp 37,34 miliar di tahun 2021. Sehingga total pinjamannya mencapai Rp 1,02 triliun. Ketujuh, Kota Bogor yang juga mengajukan pinjaman PEN sebesar Rp 2,05 triliun. Sedangkan yang kedelapan adalah Kota Probolinggo dengan total usulan pinjaman PEN sebesar Rp 138,58 miliar.

** Fredy Kristianto

Pemdes Tegal Waru Salurkan BPNT Lagi

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Tegal Waru pada Senin pagi (21/9) kembali menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT yang bersumber dari BPNT Mandiri Perluasan dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) 340 untuk warga yang terdampak Covid-19. “Ada 340 KPM untuk BPNT Mandiri dengan menerapkan protokol kesehatan kita sudah salurkan untuk BNI sudah waktu minggu kemarin,” kata Kades Tegal Waru Nunung Nuriyah, Senin (21/9).

Untuk bantuan BPNT di Desa Tegal Waru masing-masing KPM menerima 4 jenis item bantuan. “Beras 11Kg, kacang 1/2 kg, jeruk 1 kg dan telur 20 butir, untuk BNI karena telurnya habis kita ganti ayam 1 ekor,” kata Nunung.

Nunung berharap bantuan yang disalurkan bermanfaat tentunya dan untuk warga yang mendapatkan bantuan agar selalu bersyukur karena bantuan ini rutin disalurkan setiap satu bulan sekali. “Masih banyak warga yang tidak mendapatkan bantuan sama sekali dan kiranya yang mendapat bantuan rutin mau sedikit berbagi kepada tetangga atau saudaranya yang tidak mendapat bantuan,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

BPP Kaduhejo, Pandeglang Berdayakan Petani Perluas Pertanaman Talas Beneng

0

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang Banten berdayakan petani untuk menanam talas beneng. Ucu Subakti Penyuluh BPP Kecamatan Kaduhejo mengatakan pada tahun 2021 mendatang talas beneng menjadi prioritas utama program unggulan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten khususnya kecamatan Kaduhejo untuk dikembangkan dan dibudidayakan.

Pengembangan budidaya ini disambut antusias petani dikecamatan Kaduhejo, salah satunya oleh Kelompok Tani (Poktan ) Campaka Sakti  di Desa Saninten. “Poktan Campaka Sakti desa Saninten kecamatan Kaduhejo baru 7-8 bulan berjalan menanam talas beneng dan sudah mencapai 10 Ha lebih,“ ujar Ucu Subakti, Senin (21/9).

Diakui Ucu petani bergairah menanam talas beneng,  karena tanaman itu memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Semua yang dihasilkan talas beneng ada nilai ekonominya, mulai daun, pelepah sampai umbinya, termasuk kadar oksalatnya sangat di butuhkan oleh farmasi.

Ia menambahkan sambil menunggu umbi siap panen daun talas bisa di panen setiap bulannya. “Pada usia talas beneng empat bulan, daun sudah bisa dipanen dengan dua helai daun per pohon, dan begitu seterusnya setiap bulan sampai beneng siap di panen,“ imbuh Ucu.

Poktan Campaka Sakti  juga menjadi salah satu pemasok utama daun talas beneng kering ke pengepul di Desa Cilaja untuk di ekspor. Ada potensi 100 hektar lahan di desa Saninten untuk terus mengembangkan tanaman yang sudah diakui menjadi khas Kabupaten Pandeglang tersebut.

Mengenai ketersediaan bibit, dijelaskan Ucu poktan  sudah bisa memperbanyak bibit sendiri dan sudah mempersiapkan untuk terus menambah luas tanam. Kata Ucu, budidaya talas beneng jadi solusi peningkatan perekonomian warga Desa Saninten Kecamatan Kaduhejo Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi menyampaikan upaya untuk mengembangkan dan mengangkat nilai ekonomi komoditas lokal adalah  dengan melibatkan para penyuluh pertanian melalui Program Kostratani. Hal ini merupakan inti dari Kostratani yakni pemberdayaan usaha tani dari tingkat kecamatan. Komoditas tidak hanya terbatas padi, kalau (talas) beneng yang lebih profit dan sesuai potensi wilayah, kenapa tidak dikembangkan lebih lanjut.

Sementara itu Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan peran Kostratani sangat dibutuhkan khususnya untuk membantu petani meningkatkan produktivitas. Kementan mengarahkan Kabupaten Pandeglang Banten untuk menjadi sentra keripik talas beneng sehingga bisa memberikan peluang bagi terciptanya wirausaha baru melalui program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani).

Regi/PPMKP

Bantuan 1 Miliar dari Bupati Dinanti Kades

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Ketua Paguyuban Kepala Desa, Kecamatan Dramaga menanti bantuan Bupati 1 miliar untuk infrastruktur. Musababnya, saat ini Dana Desa diperuntukkan untuk penanganan dan bantuan Covid-19. “Tentu dengan bantuan 1 miliar sangat dibutuhkan karena program sebelum ada pandemi tertunda seperti pembangunan PAUD, Bumdes, sampai  jalan lingkungan terhambat,” kata Ketua Paguyuban Kades Yayat Supriatna, Senin (21/9).

Yayat Supriatna

Yayat juga mengaku, kalau bantuan satu miliar bisa cepat direalisasi mungkin bisa terbantu infrastruktur yang tertunda akibat Covid-19. “Di Kecamatan Dramaga belum ada yang dapat kayanya bantuan satu miliar itu  yang merupakan janji bupati saat kampanye,” kata Yayat.

Sementara itu,  Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Nurodin meminta pemerintah desa bisa  bersabar mengenai bantuan 1 miliar. Karena, janji politik Bupati sudah sangat bagus menginginkan desa untuk didorong lebih maju. “Memang ketika Bupati bisa merealisasikan bantuan 1 miliar minimal pembangunan infrastruktur perdesaan akan lebih cepat tertangani dan pemberdayaan masyarakat pedesaan melalui padat karya akan sangat terasa manfaatnya,” tuturnya.

Mantan Kepala Desa Kiarasai tersebut melihat semua itu akan kembali kepada kemampuan keuangan daerah serta regulasi yang tentunya harus menjadi acuan dan tanggungjawab bersama untuk merealisasikan rencana tersebut. “Menurut saya karena jumlah desa di Kabupaten Bogor yang banyak mungkin bantuan infrastruktur per desa 1 miliar bisa direalisasikan secara berkala selama sisa periode jabatan Bupati,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Termohon Mangkir, Sidang Perdana Kasus Penipuan Berkedok Investasi Ditunda

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sidang perdana pra peradilan kasus penipuan dan penggelapan berkedok investasi bisnis, yang digelar di ruang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Bogor, ditunda dengan alasan pihak termohon tidak hadir dalam persidangan. Sidang selanjutnya kemudian diagendakan digelar 7 Oktober 2020 nanti.

Kuasa hukum korban penipuan dan penggelapan berkedok investasi bisnis yang menimpa pengusaha Ria Rusty Yulita, Eka Ardianto dari kantor hukum Eka Ardianto dan rekan mengatakan, sesuai agenda sidang perdana, namun tidak dihadiri pihak termohon, sehingga sidang ditunda. Pihak termohon tidak datang dan tidak ada kabar, jadi majelis hakim akan menghadirkan kembali sidang dengan memanggil sejumlah pihak pada 7 Oktober. “Kami berharap pihak termohon akan hadir pada sidang selanjutnya,” ujarnya.

Sidang perdana dengan agenda majelis hakim membacakan permohonan pra peradilan. Kasus ini merupakan kasus pidana, sehingga melalui pra peradilan ini, semuanya akan terungkap. “Kami ingin apa yang sudah diajukan pemohon bisa segera ditanggapi karena dari sudut pandangan kami bahwa perkara di SP3 ini patut dipertanyakan. Kami yakin kasus ini perkara pidana, tetapi dalam SP3 dinyatakan tidak cukup bukti,” jelasnya.

Lanjut Eka, substansi pra peradilan itu adalah terbitnya SP3 terkait perkara dihentikan. Padahal saksi saksi sudah dihadirkan bahkan saksi ahli juga, tapi kasusnya malah di SP3. Jadi sebenarnya tindak pidana dalam kasus itu ada, tetapi malah di SP3 dengan alasan tidak ada unsur kerugian. “Kami berharap di sidang mendatang, pihak termohon hadir agar kasus ini bisa segera selesai,” harapnya.

Senada, Adi Atmata mengungkapkan, inti dari pra peradilan adanya SP3 terkait kasus pidana yang sudah menetapkan satu orang tersangka. Pada tingkat penyelidikan pasti digelar perkara dan proses gelar perkara itu sudah berjalan dan ditentukan tersangka dari pihak terlapor. Dalam gelar perkara, ketika sudah ditetapkan tersangka, tapi proses selanjutnya di SP3, maka ada proses yang harus didalami terkait penghentian kasus itu.

“Kita ingin menguji SP3 itu seperti apa prosesnya. Kalau dari awal tidak cukup bukti, tentu ketika gelar perkara tidak lantas naik ke penyidikan. Jadi di sidang inilah kita pertanyakan soal SP3 itu,” tegasnya.

** Handy Mehonk

Musrenbang Cibanteng Dipenuhi Usulan Warga

0

Ciampea l Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Cibanteng Kecamatan Ciampea, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun anggaran 2021 di aula desa, Senin (21/9). Musrenbang 2021 untuk menjaring aspirasi itu paling banyak didominasi usulan infrastruktur, penanganan Covid-19, dan pengembangan UMKM

Musrenbang tingkat desa itu dihadiri RT/ RW dan BPD yang dibatasi dengan menerapkan protokol kesehatan. “Berbagai usulan yakni penanganan Covid-19, seperti pengandaan alat dan bahan untuk pembuatan cairan disinfektan, pengadaan rapid dan swab massal dan penyuluhan penyakit menular.” ujar Kepala Desa Cibanteng, Warso, Senin (21/9).

Untuk infrastrukturnya yakni pembangunan jalan setapak, TPT, dan pemasangan PJU. Sedangkan bidang  pemberdayaan yakni pelatihan budidaya ikan air tawar dan pelatihan pengembangan UMKM. “Di tengah Covid-19, pemerintah bakal memberikan bantuan kepada para pelaku UMKM. Ketika batuan dari pemerintah cair, dikhawatirkan  mereka tidak mengerti cara mengembangkan usahanya. Maka itu, pemdes mengusulkan adanya pelatihan UMKM,” ungkapnya.

Tak bidang pemberdayaan, sambung Warso, ada juga usulan peningkatan gedung SDN. Ada tiga SDN yang mengusulkan agar sekolahnya dibangun dua lantai. Sebab, dengan jumlah siswa yang banyak tidak bisa menampung semua siswa dan harus belajar dengan cara bergantian.

“Setiap usulan kita rangkum dan dicatat. Nantinya dipilah mana yang bisa dibiayai oleh desa, mana yang lewat anggran kabupaten. Intinya, kita berharap dengan adanya Musrenbang semua aspirasi masyarakat bisa tercover,” tandasnya.

** Arip Ekon

Forum Komunikasi Pemuda P4GN Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Puluhan warga Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor mengikuti kegiatan penyuluhan bahaya narkoba yang diadakan  Forum Komunikasi Pemuda Penyuluhan Pencegahan, Penanggulangan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kabupaten Bogor di aula kantor desa setempat, Senin (21/9).

Ketua Forum Komunikasi Pemuda P4GN Kabupaten Bogor, Kosasih mengatakan, pelaksanaan penyuluhan ini merupakan kegiatan hari ke-6 yang dalam sehari pelaksanaannya digelar di 4 titik. “Sejak September lalu kita telah melaksanakan kegiatan P4GN, setiap harinya ada 4 titik yang kita kunjungi. Dimana, satu timnya melaksanakan penyuluhan di dua titik,” katanya kepada wartawan.

Ia menerangkan, untuk tahun ini program P4GN akan dilaksanakan di 47 titik tersebar se-Kabupaten Bogor. Mulai dari wilayah Bogor Barat, Bogor Selatan maupun Bogor Timur. “Sasarannya yakni unsur masyarakat dan pemuda yang ada di lingkungan desa serta kecamatan. Untuk materinya mengenai pengetahuan tentang apa itu narkoba termasuk jenis-jenisnya,” ungkap Kosasih.

Pemberian penyuluhan kepada masyarakat  akan bahaya narkoba, sambungya, sangat penting dilakukan. Hal ini, dimaksudkan agar masyarakat mengetahuinya dan tidak merasa kecolongan. “Sangat penting penyuluhan ini kita berikan, mengingat masih banyak warga terutama ibu-ibu tidak tahu apa dan seperti apa narkoba itu. Sebagai contoh, salah satunya morfin sepintas kalau dilihat bentuknya seperti mecin atau penyedap Sasa. Nah, para ibu itu tidak tahu. Makanya kita kasih gambarannya bahwa ini lho bentuk morfin itu seperti ini,” tuturnya.

Dijelaskannya, kegiatan P4GN sebagai salah satu edukasi bagi masyarakat agar benar-benar mengetahui jenis – jenis narkoba, narkotika dan psikotropika. Disamping memberikan sosialisasi dari sisi sosial, kesehatan dan agama. “Begitu pula dari sisi hukumnya juga  disampaikan, walaupun tidak sepenuhnya karena kewenangan hukum ini ada pada BNN dan kepolisian. Intinya kita hanya menyampaikan penyuluhan saja,” imbuhnya.

Narkoba sendiri, kata Kosasih, sangat bahaya sekali jika dikonsumsi oleh masyarakat. Pasalnya, selain akan merugikan diri sendiri, juga akan berdampak pada orang tua, keluarga serta orang – orang terdekatnya. “Orang kalau telah mengkonsumsi narkoba yang jadi korbannya adalah pasti orang tua, kemudian jika sudah terjerat harta bendanya pun akan habis. Jadi bukan faktor sosial saja yang berdampak pada dirinya. Namun orang tuanya dan ekonomi juga akan mempengaruhinya,” tegas Kosasih.

Karena itu, salah satu alasan tujuan pentingnya dilaksanakan penyuluhan bahaya narkoba  kepada masyarakat, minimalnya dapat membentengi bagi diri sendiri, anak – anak dan keluarganya. “Kita berharap melalui pengetahuan yang didapat hari ini oleh mereka, nantinya bisa menyampaikan kembali kepada keluarganya masing-masing. Sebab dengan begitu mereka telah membantu pemerintah dalam upaya peredaran narkoba.

** Deny

Tak Bermasker, Satgas Covid Ganjar dengan Push Up

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Pengendara yang melintas di Jalan Raya Cigudeg dan warga yang berkerumun di tempat keramaian Pasar Cigudeg, termasuk di area Bank BRI menjadi sasaran Satgas Covid Cigudeg untuk terus melakukan Operasi Yustisi dalam penegakan disiplin. Puluhan warga kedapatan tidak menggunakan masker dan diganjar hukuman push up hingga menyanyikan lagu nasional.

“Ada puluhan orang yang terjaring hari ini. Kepada mereka kita berikan sanksi sosial seperti push up, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menyebutkan butir Pancasila,” kata Kanit Patroli Polsek Cigudeg IPDA Suyadi kepada wartawan, Senin (20/9).

“Tadi kita operasi sejak pukul 08.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB. Dari operasi yang kita lakukan tadi memang cukup banyak warga yang kita dapatkan tidak menggunakan masker, tapi rata-rata yang melanggar itu kaum milenial,” imbuhnya.

Yadi menyebut, razia masker digelar sebagai upaya pendisiplinan warga dalam menjalani protokol kesehatan di tempat umum. Kegiatan yang dilakukan oleh Muspika Kecamatan Cigudeg ini merupakan pendisiplinan warga dalam menerapkan protokol akan terus dilakukan sebagai upaya untuk menekan angka penyebaran Covid – 19.

“Saat ini kita bersama Koramil dan Pol PP di wilayah Kecamatan Cigudeg rutin melakukan Operasi Yustisi untuk penanganan Covid-19, dalam rangka untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” terangnya.

Terpisah Kasi Pol PP Kecamatan Cigudeg Saepul Hupad menambahkan, pihaknya melakukan Operasi Yustisi ini guna menjalankan intruksi Bupati Bogor untuk menekan angka penyebaran dan memutus mata rantai penularan Covid – 19 di wilayah Kecamatan Cigudeg. 

“Jadi memang tidak hanya memberikan sanksi saja, kita juga membagi-bagikan masker bagi warga yang kedapataan tidak memakai masker. Kita tidak bekerja sendiri, ada kawan dari TNI dan Polri, serta Sat Pol PP. Kita juga sterilkan dengan menghimbau untuk memakai masker di area objek vital Bank BRI dan Pasar Cigudeg karena memang disini area pelayanan warga dan tempat transaksi,” tukasnya.

** Arip Ekon

Puluhan Keluarga Was-was

0

n Hampir 9 Bulan Terjadi Pergeseran Tanah di Kampung Cepaktangkil

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Puluhan warga di Kampung Cepaktangkil yang tersebar di RT 01,02 dan RT 04, lingkungan RW 05, Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung dihantui rasa was-was setelah wilayah tersebut dilanda bencana pergerakan tanah terjadi beberapa bulan lalu.

Sekretaris Desa Sukaluyu Iip Maulana menyatakan, musibah pergerakan tanah di Kampung Cepaktangkil terjadi sudah hampir sembilan bulan. Namun hingga sekarang belum ada petugas yang berkompeten menangani masalah ini. “Kejadian ini sebelumnya sudah kami laporkan ke Pemkab Bogor, tetapi sampai sekarang belum juga disuvei,” kata Iip kepada Jurnal Bogor, Senin (21/9).

Wilayah itu, kata Iip terdapat sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya retak-retak akibat bencana alam pergeseran tanah. “Selain RT 0 1,02 dan RT 04 terancam termasuk warga di RT 03 juga mengaku was-was, lantaran tanah di bagian atas tertarik hingga kebawah,” terang Iip.

Iip menerangkan, kejadian pergerakan tanah di wilayahnya hampir berbarengan terjadi pada awal tahun Januari 2020 lalu. “Sebetulnya pergeseran tanah di wilayah Kampung Cepaktangkil seringkali terjadi tetapi sekali sampai saat ini pihak terkait belum ada yang datang ke lokasi,” kata dia.

“Belum  ada survei padahal sebelumnya sudah disampaikan ke pihak terkait hal ini Kabupaten Bogor, minta dipastikan tanah yang ditempati masyarakat aman apa tidak. Akibat keretakan tanah tersebut, berdampak pada bangunan rumah retak retak termasuk pada bagian kamar mandi berikut kamar tidur tidak bisa dipngsikan, karena keretakannya cukup besar,” ucap Iip.

Termasuk rumah pak RW Saleh juga terkena dampak pergeseran tanah, dan meminta untuk segera ada tindakan dari pihak yang berkompeten. Sejak hujan pertama melanda wilayahnya, kondisi tanah di kampung tersebut langsung banyak yang retak. “Apalagi, saat ini mulai seringnya turun hujan tidak menutup kemungkinan berpotensi  bencana alam pergereseran tanah kembali terjadi,” ujarnya.

Meski keadaannya mengkhawatirkan, papar Iip, tidak ada pilihan lain, sejumlah warga masih menempati rumahnya masing- masing. ” Kami hanya khawatir maka itu, Pemkab Bogor diminta untuk segera cek lokasi dan dipastikan aman tidaknya keadaan kontur tanah tersebut,” pintanya.

** Arip Ekon

3.000 Pilkades di Seluruh Indonesia Ditunda

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada serentak 2020 bakal tetap dilaksanakan, namun Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dipastikan ditunda. Hal ini dikatakan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyikapi kritikan dan dorongan agar Pemerintah menunda pesta demokrasi Tanah Air karena pandemi Covid-19.

Tito mengatakan, akan diterbitkan Perppu untuk mengatur jalannya Pilkada serentak di masa Pandemi. Namun untuk Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades, Tito tegas memutuskan untuk menunda jalannya Pilkades. Sebanyak 3.000 agenda Pilkades di seluruh Indonesia dibatalkan untuk mengantisipasi adanya penularan Covid-19 saat proses Pilkades.

“Ini Pilkades kita tunda, itu ada tiga ribu Pilkades semuanya sudah kita tunda. Kenapa, karena kita tidak bisa kontrol. Karena itu kan yang melaksanakannya adalah panitianya ini kan Bupati menurut undang undang. Tapi dengan kewenangan saya sebagai Mendagri saya perintahkan dengan surat edaran, saya minta tunda sampai dengan Pilkada selesai kita lihat Bagaimana pilkada dan Pilkades itu ada 3.000 lebih,” kata Tito, dalam diskusi webinar nasional seri 2 KSDI bertema Strategi Menurunkan Covid-19, Menaikkan Ekonomi, Minggu (20/9).

Tito mengatakan, untuk Pilkada, penyelenggaraannya adalah KPU di tingkat daerah sehingga prosesnya dapat lebih terkontrol. Manajemen KPU sampai di tingkat daerah juga dinilai akan mampu menyelenggarakan Pilkada di tengah Pamdemi.

Sedangkan untuk Pilkades, panitia pemilihannya akan di atur oleh pemerintah Kabupaten. Untuk itu, jika tidak memiliki manajemen yang baik akan sangat berbahaya dan menimbulkan kekhawatiran penularan COVID-19 semakin meluas.

“Jadi kita sudah mencegah, kemudian karena kalau Pilkada mungkin lebih bisa kita kontrol tapi kalau Pilkades penyelenggaraannya kan tiap-tiap Kabupaten masing-masing. Kalau di manajemen yang baik akan bagus tapi kalau yang nggak baik (manajemennya) rawan sekali, jadi sudah kita tunda,” ujarnya.

**asepss