21.8 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1441

Lapas Gunung Sindur Bagi-bagi Vitamin dan Masker

0

Gunung Sindur | Jurnal Inspirasi

Dalam rangka memperingati Hari Dharma Karyadhika Tahun 2020, Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur menggelar kegiatan bakti sosial pembagian vitamin dan masker gratis bagi masyarakat, Selasa, (3/11).

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Tan Malaka menjelaskan, pembagian vitamin dan masker secara gratis ini menyasar para masyarakat yang sedang melintas area Komplek Rumah Dinas Kementerian Hukum dan HAM Gunung Sindur.

“Selain pembagian masker dan vitamin dilakukan juga sosialisasi 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak) kepada masyarakat dan warga binaan,” ucapnya

Lebih lanjut ia menuturkan, pembagian vitamin dan masker secara gratis bagi masyarakat ini juga merupakan salah satu bentuk kepedulian Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur kepada masyarakat, terutama dalam hal upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.

“Kegiatan yang dipimpin langsung Kepala Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur ini digelar di depan gerbang Komplek Rumah Dinas Kementerian Hukum dan HAM Gunung Sindur Bogor dengan tema ‘Kumham Peduli, Kumham Berbagi’,” tutupnya.

** Cepi Kurniawan

Petani Pandeglang Semangat Menanam Bibit Manggis

0

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Petani di Desa Sindang Laut, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang semangat menanam bibit manggis bantuan Kementerian Pertanian yang digulirkan melalui Dinas Pertanian Provinsi Banten. “Bibit segera kami tanam  mumpung masih ada hujan,“ ujar Upi, petani anggota Poktan Cipandan Jaya, salah satu kelompok tani penerima bantuan Selasa (3/11).

Bersama dua poktan lainnya yakni Sinar Bukit dan  Lebak Sari, mereka menerima tidak hanya bibit manggis, tetapi bantuan lain berupa pupuk organik. Bantuan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh petani yang  selama ini hanya memberikan pupuk kandang  jika tersedia di kandang.

“Bantuan pupuk kepada kami ini benar – benar sangat membantu kami petani manggis yang sangat membutuhkan pupuk.  Biasanya untuk tanaman manggis kami hanya memberikan pupuk kandang saja itupun hanya jika pupuk tersedia di kandang kerbau atau kambing di sekitar saja,“ ungkapnya.

Penanaman bibit bantuan tersebut dilakukan secara bersamaan di lahan seluas 50 ha dengan  luas masing – masing Poktan Cipandan jaya, 30 ha, Sinar Bukit  10 ha, dan Poktan Lebak Sari 10 ha. Petani berharap bantuan pupuk ini dapat membuat tanaman manggis tumbuh optimal serta dapat berproduksi dengan baik.

Upi pun berbagi tips menanam manggis yang biasa ia lakukan. Untuk tanaman manggis dengan umur kurang dari tiga  tahun, menurutnya terlebih dulu  harus dibawah naungan.  Iapun menuturkan tanaman manggis tumbuh optimal di lahan pegunungan berbukit dan  jarak  tanam kurang lebih lima  meter. “Kalau dibiarkan kena sinar matahari langsung daunnya layu karena terkena sinar matahari, kalau di tanah berpasir kurang bagus pertumbuhannya,“ jelasnya.

Mengenai kualitas, manggis ia mengaku belum mengerti standarnya. Ia hanya tahu manggis laku dijual di pasaran dengan harga baik.

Sementara Eli Safitri Penyuluh Kostratani Kecamatan Carita menuturkan, dalam membina petani manggis di Carita, pihaknya sudah membuat demplot tanaman manggis dengan menggunakan pupuk yang sama dengan yang diterima petani.  Penyuluh pun terus  mengedukasi mereka agar mengerti mengenai standar kualitas buah untuk pemasaran yang lebih baik.

Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan kekuatan yang luar biasa yang dimiliki pertanian Indonesia. Bukti kekuatan tersebut yakni banyaknya ekspor buah tropis ke mancanegara. Ekspor ini kata Mentan bahkan dilakukan hampis setiap hari. Mentan yakin masih banyak ruang – ruang terbuka bagi petani untuk meningkatkan ekspor. Karena negara – negara di Eropa, Amerika bahkan Asia banyak yang tidak memiliki buah tropis seperti yang dimiliki Indonesia.

Kepala badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menegaskan, SDM Pertanian memberikan kontribusi terbesar didalam mencapai tujuan pembangunan pertanian. Untuk itu BPPSDMP harus mampu mendorong dan menghasilkan generasi muda pertanian yang maju, mandiri dan modern. Hal itu didiwujudkan melalui tiga program aksi yang harus dilakukan yaitu Gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), penyuluhan pendidikan vokasi dan pelatihan mendukung petani pengusaha milenial, penyuluhan pendidikan vokasi dan pelatihan mendukung program utama Kementan. 

Melalui tiga pilar inilah BPPSDMP menggenjot SDM yang professional, mandiri, berdaya saing dan berjiwa wirausaha yang akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sehingga akan mampu menyediakan pangan bagi 267 jiwa, dan mampu meningkatkan ekspor.

** Regi/PPMKP

Meski Diprotes, Jokowi Teken Omnibus Law UU Cipta Kerja

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Ditengah protes publik yakni elemen buruh dan aliansi mahasiswa, Presiden Joko Widodo meneken Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Dengan demikian, UU Ciptaker resmi diundangkan menjadi UU Nomor 11 Tahun 2020.

Dokumen salinan UU Ciptaker tersebut sudah diunggah di situs resmi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Sekretariat Negara (JDIH Setneg). “Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja,” demikian yang tertulis pada salinan tersebut.

Berdasarkan salinan itu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly menandatangani beleid tersebut pada 2 November 2020 dengan nomor Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja memiliki total 1.187 halaman.

Namun demikian, belum ada pernyataan resmi dari Sekretariat Presiden terkait dengan informasi ini. Seperti diberitakan sebelumnya, sejak UU ini diparipurnakan di DPR pada 5 Oktober 2020, sejumlah elemen massa seperti mahasiswa, buruh, hingga pelajar menolak dengan menggelar demo di sejumlah kota.

https://e01a6bf8d262ce7345fb24c2351137e6.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html Kisruh UU Ciptaker pun ditambah dengan beredarnya beragam informasi mengenai UU tersebut. Seperti diketahui, ada sejumlah versi naskah final RUU Cipta Kerja yang beredar di masyarakat.

Pada 12 Oktober 2020 malam beredar naskah final setebal 812 halaman. Padahal sebelumnya sempat beredar di publik naskah RUU Ciptaker setebal 905 halaman dan juga lebih dari 1.000 halaman.

Naskah setelah 812 halaman itu kemudian menjadi yang diserahkan DPR kepada Istana. Kemudian naskah final kembali berubah menjadi 1.187 halaman karena telah disesuaikan Kemensetneg dengan format penulisan baku dalam catatan negara.

** ass

HADITS HARI INI

0

03 November 2020
17 Rabi’ul Awwal 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ ثَوْرِ بْنِ زَيْدٍ الدِّيلِيِّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الْغَيْثِ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَافِلُ الْيَتِيمِ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ أَنَا وَهُوَ كَهَاتَيْنِ فِي الْجَنَّةِ وَأَشَارَ مَالِكٌ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى

Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Isa, telah menceritakan kepada kami Malik dari Tsaur bin Zaid Ad Dili berkata: Aku mendengar Abu Al Ghaits menceritakan dari Abu Hurariah berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Orang yang menanggung anak yatim miliknya atau milik orang lain, aku dan dia seperti dua jari ini di Surga.

Malik mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah.

HR Muslim No. 5296

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pendemo: Usir Dubes Prancis

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Ribuan orang dari sejumlah kelompok Islam berunjuk rasa di luar kedutaan besar Prancis di Jakarta, Senin (02/11). Mereka marah dan protes terhadap pernyataan Presiden Prancis Emanuel Macron tentang Islam dan posisinya terkait penerbitan karikatur Nabi Muhammad SAW. Macron mengeluarkan statement yang bersifat Islamofobia sekaligus melindungi majalah Charlie Hebdo yang melakukan publikasi terhadap pelecehan Nabi Muhamad. “Usir Dubesnya, usir,” teriak massa aksi di sekitar lokasi, Senin (2/11).

Banyak dari mereka membawa poster karikatur yang menampilkan Macron sebagai setan, dengan wajah merah dan telinga runcing, disertai kata-kata ‘Macron adalah teroris yang sebenarnya’. Mereka meminta sang Presiden Prancis menarik pernyataannya tentang Muslim serta menyerukan boikot terhadap produk Prancis.

Pada aksi itu, beberapa tokoh dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 hadir di lokasi, di antaranya Syekh Abdul Jabar, Ustaz Haikal Hassan, dan tokoh-tokoh lainnya. “Izinkan saya membaca dalam bahasa Inggris agar sampai kepada kuping biadab itu. To Macron, the fucking president in the world,” teriak Ustaz Haikal disambut massa meneriakkan teroris.

“You because you destroy our community in the world. Do you know Donald Trump? He is a Christian but he never said bad about Muhammad SAW. But you Macron, but you Macron, you something bad about Muhammad SAW and now all of the world, all the people, prepare to destroy you,” seru Ustaz Haikal.

Seperti diketahui, Presiden Macron memicu protes besar di dunia muslim setelah Presiden Perancis itu berkomentar kalau negaranya tetap mempertahankan kebebasan berpendapat dengan mengizinkan kartun Nabi Muhammad dipublikasikan mingguan oleh Charlie Hebdo. Hal itu dilakukan Macron sebagai reaksi atas pembunuhan guru Samuel Paty baru-baru ini, setelah sang guru menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya. Macron menganggap Paty adalah martir yang mengusung kebebasan berpendapat, serta menyebut pelaku sebagai seorang radikal muslim

Namun menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), pernyataan Presiden Macron mengundang permusuhan dan perselisihan umat Islam. Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas, karikatur Nabi Muhammad merupakan hal sensitif bagi umat Islam. Tapi hal itu, klaimnya, tak dipahami pemerintah Prancis. “Dalam agama Islam, haram hukumnya mencela Tuhan orang lain. Kalau kamu mencela, mereka akan mencela Tuhanmu. Kalau Charlie Hebdo tidak menghiraukan nilai-nilai agama, itu kesalahan berat,” ujar Anwar Abbas.

Ketua Umum Tasawuf Tauhid dan Fikih (Tastafi) Yusran Abbas menginginkan,  pemerintah berkoordinasi dengan pemerintah Prancis untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Karena, menurutnya, umat muslim tidak menginginkan hal seperti itu terjadi. Selain itu, ia menambahkan, agar para presiden negara muslim mengecam tindakan Macron.

Protes juga berlangsung di kota lain termasuk Surabaya, Makssar, Medan dan Bandung yang sebelumnya juga dilakukan di Surakarta, Solo. Sedangkan di luar negeri, di ibu kota Bangladesh, protes pada Senin (02/11) melibatkan sekitar 50.000 orang. Sementara di Karachi, Pakistan, aksi protes ratusan orang pada Minggu (01/11) diwarnai dengan pembakaran patung Presiden Macron. Massa juga membentangkan spanduk yang berisi ajakan boikot pembelian dan pemakaian produk apapun buatan Prancis. Asep Saepudin Sayyev |*

Produk Danone Buatan Prancis

(Merek yang ada di Indonesia)

Aqua

Danone melekat dengan produk Aqua. Hal ini bermula pada 1998, terjadi aliansi strategis antara PT Tirta Investama dengan Danone melalui Danone Asia Holding Pte.Ltd. Pada 2001 Danone meningkatkan kepemilikan sahamnya, sehingga menjadi pemegang saham mayoritas di grup Aqua.

Susu SGM 

Danone punya kaitan dengan PT Sari Husada Generasi Mahardhika. Danone Group mengakuisisi Royal Numico pada tahun 2008, menjadikannya sebagai pemegang saham mayoritas di Sarihusada. 

Vit

PT Varia Industri Tirta merupakan produsen air minum dalam kemasan (AMDK) Vit, Vit merupakan bagian dari PT Tirta Investama yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Danone.

Mizone

Produk minuman isotinik ini bagian dari AQUA Grup merupakan pelopor Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia yang didirikan pada 1973 dan kemudian menjalin kemitraan strategis dengan Danone pada 1998.

Nutricia

Nutricia merupakan bagian dari Danone Group dengan kategori bisnis Specialized Nutrition di Indonesia. Produknya antara lain Lactamil, Nutrilon Royal. Bebelac, Nutrinidrink MF6, Neocate Advance

Buruh Ingatkan MK Jangan Main-main

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Massa berunjukrasa menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Mereka menggeruduk gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, Senin (2/11), dan mengingatkan agar MK sebagai garda terakhir harus bersikap adil dalam memutuskan perkara gugatan tolak UU Cipta Kerja. Mereka pun mengantarkan surat buruh menggugat ke MK.

“Kita ingatkan Pemerintah, DPR, seluruh rakyat Indonesia ketika buruh bergerak, kita bergerak sangat luar biasa dan damai. Tapi jangan main-main dengan buruh Indonesia,” ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea.

Lebih lanjut dia menuturkan, untuk mengawal jalannya sidang gugatan nanti pihaknya akan mengerahkan masaa aksi. Hal itu dilakukan agar perjuangan kaum buruh tidak dianggap enteng. “Kepada majelis hakim yang mulia seluruh jajaran MK jangan pernah menganggap main-main. Kita akan penuhi sudut MK di setiap sidang,” katanya.

Sementara sebelumnya Aliansi serikat buruh mengajukan permohonan uji materi atau judicial review terkait Undang-Undang (UU) Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi ( MK). Pengajuan tersebut berbarengan dengan digelarnya aksi unjuk pada Senin (2/11) yang terpusat di Istana Negara dan MK.

Para buruh yang melakukan aksi dan mengajukan permohonan uji materi antara lain dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) versi Andi Gani Nena (AGN), dan Gerakan Kesejahteraan Nasional (Gekanas).

 “Akan diserahkan gugatan uji materiil dan uji formil omnibus law UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi oleh KSPSI, AGN, dan KSPI,” kata Presiden KSPI Said Iqbal melalui keterangan tertulisnya.

Kemudian, pada 10 November 2020, akan ada aksi di depan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menuntut kenaikan upah minimum 2021. “Aksi 9 dan 10 juga membawa dua agenda yang kami sebutkan di atas, dan dilakukan serentak di 24 provinsi,” ucap dia. Adapun UU Cipta Kerja telah disahkan DPR dan pemerintah dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/10).

Ketua DPD KSPSI Jabar Roy Jintu mengatakan, “Kita warning kepada MK agar MK yang baru-baru ini dapat revisi UU MK jangan terbelenggu. MK benteng terakhir konstitusi kita, harus memihak kepada kebenaran. Kebenaran ada di kaum buruh,” kata Roy dari atas mobil komando di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (2/11).

Roy menyebut ada tiga upaya yang ditempuh buruh untuk membatalkan UU Ciptaker. Selain menggugat ke MK, buruh juga mendesak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membuat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) pembatalan atas beleid yang disepakati DPR lewat Rapat Paripurna pada 5 Oktober lalu.

Selain itu, buruh juga mendesak DPR RI melakukan legislative review. Mereka menyebut akan mengepung Kompleks Parlemen, Jakarta, untuk menuntut hal tersebut. “Kita akan meminta DPR pada tanggal 9 saat mereka kembali masuk rapat paripurna setelah mereka reses,” ujar Roy.

Sejak pukul 10.00 WIB, ribuan buruh telah memadati Jakarta Pusat, Senin (2/11). Polisi mengadang massa dengan kawat berduri di depan Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Massa pun hanya bisa berdemonstrasi di kawasan Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda.

** ass

Hindari Jalan Ahmad Yani, Pemuda, Pajajaran dan Jalan Djuanda

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Walikota Bogor, Bima Arya meminta agar warga untuk menghindari kawasan yang rawan pohon tumbang. Di antaranya Jalan Ahmad Yani, Jalan Pemuda, Jalan Pajajaran, dan Jalan Ir. H Djuanda.

“Itu adalah titik-titik rawan pohon tumbang. Jadi warga diimbau untuk tak melintasi kawasan itu saat cuaca ekstrem,” ujar Bima Arya kepada wartawan, Senin (2/11).

Menurut Bima, Pemkot Bogor terus melalukan pengawasan pohon mana yang perlu ditebang. Mengenai korban luka akibat pohon tumbang, Bima berjanji akan memberikan santunan kepada para korban. “Ada santunan, ada asuransi. Aturan dari kita begitu,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PPP, Akhmad Saeful Bakhri (ASB) mempertanyakan kinerja Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) mengenai pengawasan terhadap pohon yang diberi tanda kartu kuning atau merah. “Kalau memang sudah kuning ataupun merah, dan sudah membahayakan lebih baik ditebang saja. Apalagi saat ini Indonesia tengah diterjang badai La Nina,” ucapnya.

Ia menegaskan, pemerintah melalui dinas terkait perlu melakukan langkah-langkah mitigasi dengan cara melakukan pencegahan dari hulu ke hilir. “Bukan hanya soal pohon tumbang, tetapi soal banjir. Sebab, curah hujan saat ini begitu tinggi,” ungkapnya.

Kata dia, pemerintah daerah dan masyarakat harus rajin memantau situs BMKG agar dapat mengambil langkah antisipasi cepat. Namun yang terpenting, sambung ASB, Pemkot Bogor melalui OPD terkait harus menindak tegas oknum-oknum yang memaku pohon dan memasanginya dengan spanduk-spanduk.

“Sebab itu dapat mengakibatkan kambium dalam tubuhnya menjadi rusak, akibatnya pohon menjadi cepat rusak karena rentan terhadap penyakit. Kekuatan kayu pun akan berkurang sebab mudah terinfeksi penyakit seperti jamur dan bakteri karena banyaknya pintu bagi hama dan penyakit pada kulit pohon. Itu yang menjadi faktor pohon bisa tumbang,” tutur ASB.

** Fredy Kristianto

Pohon Tumbang Lukai 4 Orang dan Rusak 1 Mobil

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Bencana pohon tumbang kembali menghantui Kota Bogor. Senin (2/11) sebanyak 4 titik di Kota Bogor yang mengalami pohon tumbang. Titik pertama terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor, tepatnya dekat kantor BPJS. Titik kedua, terjadi di Jalan Ir. H. Djuanda, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor samping rumah makan cepat saji Mcdonalds.

Ketiga terjadi di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor samping Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bogor. Sedangkan titik terakhir terjadi di Kampung Tajur, RT 03 RW 06, Kelurahan Pakuan, Bogor Selatan Kota Bogor.

Akibat dari peristiwa itu, sebanyak empat orang mengalami luka-luka dan satu unit mobil Daihatsu Terios hitam bernomor polisi F 1372 EC rusak dihantam batang pohon. Dua orang dari empat orang tertimpa pohon beringin di Jalan Ir. H. Djuanda saat sedang melintas mengendarai sepeda motor.

Farid, salah seorang satpam Bank Mega yang ada di lokasi kejadian mengatakan, peristiwa pohon tumbang terjadi sekitar 12.28 WIB. “Angin kencang banget. Padahal nggak ada hujan,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut dia, kedua korban pohon tumbang itu langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan. “Sepertinya luka memar dibawa pakai angkot tadi ke RSUD Kota Bogor,” ucapnya.

Sementara itu, dua orang lainnya tertimpa pohon di Jalan Ahmad Yani tepatnya di depan kantor BPJS Kesehatan.  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Priyatna Samsah mengatakan bahwa satu dari dua orang yang menjadi korban pohon tumbang di Jalan Ahmad Yani merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Tertimpa pohon kenari. Untuk yang ASN mengalami luka lecet dk kepala, lutur serta kaki kanan. Sedangkan korban lainnya mengalami patah tulang tangan kiri, korban langsung dibawa ke RS. Salak Bogor untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.

Ia menuturkan, kejadian sedang terjadi saat hujan deras sekira pukul 08.00 WIB. “Upaya yang dilakukan Assessment dan Penanganan Darurat oleh TRC – PB BPBD. unsur yang terlibat, Dinas Pertamanan Kota Bogor, Pihak Kecamatan Tanah Sareal, Pihak Kelurahan Tanah Sareal, Babinkamtibmas, Polsek Tanah Sareal, Dishub Kota Bogor, Park Ranger. Kondisi saat ini penanganan pohon tumbang selesai dilaksanakan,” paparnya.

Terpisah, Nugraha (26), pemilik mobil Terios mengatakan, saat kejadian ia sedang makan siang. “Saya lagi makan siang. Pas keluar lagi mobil saya sudah ketimpa pohon,” katanya.

Iapun meminta pemerintah lebih memperhatikan pohon yang rawan tumbang, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. “Karena seperti diketahui Kota Bogor ini merupakan Kota Hujan jadi lebih diperhatikan lagi,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang PJU, Pertamanan dan Dekorasi Kota pada Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor Feby Darmawan mengaku, tengah mengupayakan bantuan terhadap para korban. Namun untuk di Jalan Ir. H. Djuanda pihaknya tidak bisa membantu karena terjadi di lahan pribadi. “Kami imbau warga jangan berteduh di bawah pohon, apalagi saat cuaca hujan,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Kelompok Tani di Banten Terima Bantuan Bibit Manggis dan Pupuk Organik

0

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Sebanyak tiga kelompok tani (Poktan) di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten menerima bantuan bibit manggis dan pupuk organik. Wahyu Widayanti, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang menuturkan, pengembangan kawasan budidaya manggis Propinsi Banten tahun 2020 dipusatkan di Desa Sindang Laut, Kecamatan Carita seluas 50 hektar.

“Pemerintah terus melakukan program kegiatan pengembangan budidaya manggis. Untuk  propinsi Banten, tahun 2020 ini seluas 50 ha sumber dipusatkan di desa Sindang Laut kecamatan Carita, “ tutur Wahyu di Pandeglang, Senin (2/11).

Bantuan yang bersumber dari  APBN TP TA. 2020 melalui program kegiatan pengembangan kawasan budidaya manggis diserahterimakan Dinas Pertanian Provinsi Banten melalui Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang ke poktan Cipandan Jaya, Poktan Sinar Bukit dan Poktan Lebak Sari semuanya berlokasi di Desa Sindang Laut, pada Oktober lalu. 

“Bentuk bantuan yang diberikan berupa 100 batang bibit manggis per ha, pupuk organik serbuk/ green star 20 pack per ha, pupuk semi organik/ NPK cair 10 botol per ha, dan pupuk organik granular  2 ton per ha,“ terangnya.

Sebagai informasi  Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu kabupaten sentra manggis di Provinsi Banten. Data BPS tahun  2019 menunjukan kisaran jumlah populasi tanaman manggis 65.644 pohon produktif dan produktivitas antara 150 – 200 kilogram per pohon.

Populasi tanaman manggis tersebar di lebih dari tujuh kecamatan sentra seperti kecamatan Bojong, Carita, Cisata, Jiput, Cimanggu, Cikedal, Menes, Picung dan Cigeulis. Manggis  sudah lama dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan. Permintaan pasar luar negeri cukup tinggi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menekankan pentingnya upaya mempertahankan dan meningkatkan mutu serta kualitas komoditas pertanian yang dihasilkan. Hal ini merupakan bagian dari program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (GraTiEks) komoditas pertanian yang dicanangkannya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi memastikan bahwa BPPSDMP akan mengoptimalkan peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) di seluruh Indonesia mendukung GratiEks.

Menurut Dedi Nursyamsi, salah satu upaya BPPSDMP mendukung kebijakan Mentan adalah mengembangkan 2,5 juta petani milenial di seluruh Indonesia. Mereka tergolong unggul, dengan rata-rata berusia di bawah 40 tahun dan menjadi  tumpuan masa depan pertanian Indonesia.

** Regi/PPMKP

Dinsos: Program BST tak Bisa Dialihkan

0

Ciampea l Jurnal Inspirasi

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor, Dian Mulyadiansyah memberikan penjelasan menanggapi persoalan yang berkembang di masyarakat perihal Bantuan Sosual Tunai (BST) yang dipertanyakan warga. Sebelumnya diberitakan, penerima BST, Timah, janda tua warga asal Kampung Cibuntu Tengah RT 03 RW 05, Desa Cicadas hanya mendapatkan dua tahap sebesar 900 ribu.

“Program BST itu tahap pertama memang amat sangat terbatas jumlahnya dan ada penambahan kuota kurang lebih di Kabupaten Bogor itu 50 ribu, pertanyaannya apakah yang bersangkutan (Timah,red) termasuk diperluasan apa yang  ikut serta dalam BST dalam tahap pertama. Penerima BST tersebut itu tidak bisa  diambil sembarang orang, sebab   itu ada surat panggilan pengambilan  masing-masing penerima yang udah ada di PT Pos,” kata Dian kepada Jurnal Bogor, Senin (2/11).

Dengan demikian, program BST itu tidak bisa dialihkan. Seandainya, kata Dian, program BST tersebut itu adanya pengalihan ke penerima manfaat lainnya itu, ada mekanismenya. “ Kecuali penerima bantuan sebelumnya itu ikhlas ridho, itupun  harus dilakukan musyawarah di desa serta dibuatkan berita acara pengalihannya,” jelasnya.

Sebelumnya, keluarga dari  penerima BST,  Rudy Albert mewakili  Timah mempertanyakan BST. “Untuk tahap satu  tidak menerimanya pada bulan Mei, Juni, Juli sebesar 1.800  ribu,” kata Rudy.

Dia mempertanyakan transparansi bantuan BST dari Banpres. “Keluarga kami  mendapatkan bantuan hanya dua tahap saja, 600 dan 300  sedangkan tahap satunya tidak mendapatkan,” cetus Rudy.

Lanjut Rudy menambahkan, yang bersangkutan mendapatkan BST itu atas dasar ahli waris dari almarhum sang suami, Amat.” Karena suaminya meninggal pada  Februari 2020, sehingga bantuan tersebut jatuh ke istrinya,” terang Rudy.

“Kami mempertanyakan perihal  bantuan yang diterima saudara kami selama ini yang hanya dua tahap. Apakah dari pertama ada bantuan Banpres dan datanya tercantum atau tidak sebagai penerima bantuan dari awal, ini perlunya keterbukaan dari pemerintah secara jelas. Selain itu, kami minta penjelasan, data si penerima BST itu datanya dari  Kemensos langsung atat dari mana?,” tandas Rudy.

**Arip Ekon