24.6 C
Bogor
Monday, April 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1392

Warga Leuwibadak Diduga Terjatuh ke Sungai Cianten Belum Ditemukan

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Hendak ambil kayu bakar Udin, kakek berusia 70 tahun warga Kampung Leuwibadak RT 16, RW 05, Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang terjatuh dan tenggelam ke aliran sungai Cianten, Kamis siang (17/12/2020) pukul 11.15 WIB.

“Kalau kejadian pukul 11.00, awalnya saya dapat informasi ada warga tenggelam kemudian langsung lapor ke pihak desa dan Polsek setempat,” kata Ketua RT 16 Kampung Leuwibadak Dian kepada wartawan, Kamis (17/12).

Dian  juga mengaku, untuk korban memang sehari-hari mengambil pasir di sungai Cianten dan lokasi kejadian pun tidak jauh dari tempat usahanya. “Korban atas nama Udin umur 70 tahun, dan keseharian mengambil pasir, tapi awalnya dia terjatuh setelah mengambil kayu bakar,” ujarnya.

Sementara itu Bhabinkamtibmas Desa Cemplang, Cibungbulang Aiptu Tohir meminta warga untuk tidak berada di lokasi pencarian orang tenggelam di aliran sungai Cianten. Tohir mengatakan bahwa imbauan yang diberikan merupakan salah satu antisipasi sekaligus mencegah hal yang tidak diinginkan, contohnya seperti air bah yang sewaktu-waktu bisa datang.

“Jadi di sini sering terjadi air bah. Hulu sungai kalau hujan kan besar. Antisipasi selalu kita utamakan. Untuk itu kita selalu berikan imbauan agar warga tidak berada di tepi sungai,” ujarnya, Kamis (17/12).

Lebih lanjut, Tohir membeberkan bahwa ada beberapa tanda apabila air bah datang. “Jadi warga kita imbau untuk tidak berada di area sungai. Yang dikhawatirkan itu datangnya air bah secara cepat. Untuk air bah itu tanda-tandanya adalah adanya gemuruh dari hulu,” jelasnya.

Danramil 2121 Cibungbulang, Kapten Inf Selamet Riyadi yang ikut memimpin pencarian mengatakan untuk pencarian sesuai SOP pukul 17.00 WIB dihentikan dan dilanjut pada esok pagi demi keamanan para petugas. Pada juga malam hari juga akan terus dipantau di titik aliran sungai dangkal.

“Dari Pandawa, RAPI, BPBD, Damkar dan warga serta TNI, dan polisi juga ada tadi semua, sudah kita atur ada yang menyusur ke bawah, kemudian ada yang stand by  ternyata hingga pukul 17.00 WIB belum ditemukan. Jadi proses evakuasi pencarian sementara kita hentikan. Kemudian akan kita lanjutkan besok,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

PWI Kabupaten Bogor Akan Wujudkan Tanah Kavling Bagi Anggotanya

0

Megamendung | Jurnal Inspirasi

Rapat kerja (Raker) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor, membahas akan adanya pembentukan tim pencarian lahan kavling untuk dibagikan kepada seluruh pengurus maupun anggotanya. Wacana itu disampaikan oleh Anggota Dewan Penasehat PWI Kabupaten Bogor, H. Bustanul.

Menurutnya, dengan banyaknya potensi yang ada di wilayah Kabupaten Bogor dengan memiliki 40 kecamatan, PWI di kepengurusan H. Subagiyo mesti sejahtera dengan memperjuangkan sama-sama tanah kavling bagi anggota PWI Kabupaten Bogor yang belum memiliki rumah.

“Selain program kerja dan memperjuangkan pembangunan kantor Graha Pena bagi PWI Kabupaten Bogor di tahun 2021, diharapkan juga bisa adanya agenda pemberian tanah kavling untuk anggota-anggota PWI yang sampai saat ini belum memiliki rumah sendiri,” kata H. Bustanul dalam pemaparannya di Raker PWI Kabupaten Bogor yang dihelat di Hotel and Resort Megamendung Permai, Selasa (16/12).

Menurutnya, PWI merupakan pejuang pena hingga menjadi bagian dalam 4 pilar kebangsaan yang bertugas sebagai pencari dan menyajikan informasi kepada masyarakat. Selain itu, profesi wartawan juga sebagai sosial kontrol bagi pemerintahan pusat, hingga ke daerah sudah sepatutnya memperoleh apresiasi setinggi-tingginya.

“Wujudkan konsep dan rencana ini, sudah semestinya pejuang pena di negeri mendapat kesejahteraan yang setimpal sesuai dengan tugasnya. Mari mulai di kepengurusan PWI dibawah komando H. Subagiyo,” tegasnya.

Bustanul yang juga merupakan pemilik koran mingguan Berantas itu memaparkan, untuk ditahun 2021 semoga apa yang disampaikannya dapat ditindak lanjuti untuk merealisasikan hal tersebut.

“Ini adalah harapan kita semua, melalui pengurusan PWI saat ini bisa melakukan pengkavlingan tanah teruntuk seluruh anggota PWI agar lebih sejahtera. Bila perlu dibentuk tim khusus seperti tim 9 yang telah dibentuk ketua PWI untuk mengawal rencana pembangunan Graha Pena bagi PWI Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Masih ditempat sama, ketua PWI Kabupaten Bogor, H. Subagiyo mengaku sangat senang dengan adanya masukan-masukan yang disampaikan oleh anggota hingga anggota Wanhat PWI Kabupaten Bogor terkait usulan adanya pengkavlingan tanah bagi seluruh pengurus dan anggota PWI yang sampai saat ini masih belum memiliki rumah sendiri.

“Insya Allah usulan-usulan dari semua pihak akan saya coba koordinasikan kepada pengurus PWI Kabupaten Bogor saat ini. Mudah-mudahan bisa terealisasi seluruh masukan yang disampaikan tadi, mari sama-sama untuk teman-teman kita berjuang bersama untuk mewujudkan soal kavling ini maupun lahan pemakaman bagi pejuang pena di Bumi Tegar Beriman ini,” tukasnya.

** Nay Nur’ain

Masih Nunggak, RSUD Ciawi Larang Rafael Kontrol

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Gara-gara masih ada selisih biaya atau tunggakan yang harus dibayarkan kepada pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, Rafael Aditya Aurellio (4), balita yang hanya tinggal bersama ibunya Dede Nuraeni, tidak bisa melakukan kontrol kesehatan paska dioperasi usus buntu.

Akibatnya, Rafael yang merupakan anak yatim, warga Kampung Sijok RT 03/06, Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi itu, mengalami infeksi ec post op appendic titis atau usus buntu, berdasarkan hasil diagnosa dari UPT Puskesmas Ciawi.

Dede Nuraeni, ibu kandung Rafael Aditya Aurellio mengaku sedih dengan kondisi anak semata wayangnya yang saat ini kondisi kesehatannya semakin memburuk akibat terkena infeksi. “Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi anak saya hanya dirawat di rumah saja,” akunya kepada wartawan.

Menurutnya, tidak bisa dilakukan kontrol ke RSUD Ciawi, karena pada saat dilakukan operasi usus buntu tanggal 7 Desember 2020 lalu, pihaknya menggunakan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Untuk anggaran yang dibantu pemerintah melalui Jamkesda, lanjut Dede, besarannya hanya Rp 7,5 juta. Sedangkan, biaya yang harus dibayar ke pihak rumah sakit sebesar Rp 15 juta.

 “Karena saya tidak punya uang untuk melunasi biaya operasi sebesar Rp 8 juta lebih plus obat dan perawatan, makanya tidak diperbolehkan kontrol,” ucapnya dengan raut wajah sedih.

Dede berharap agar ada kompensasi dari pihak RSUD Ciawi agar Rafael bisa diberikan perawatan intensif, kendati masih punya tunggakan biaya operasi yang sampai saat ini belum terbayar.  “Apalagi sekarang diketahui terkena infeksi dan butuh perawatan medis. Saya berharap RSUD Ciawi mau memberikan kebijakan,” harapnya.

Sementara, saat ini dan sebelum dilakukan operasi, kader dari Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kecamatan Ciawi, terus memberikan batuan, baik berupa moril maupun materil. Bahkan, untuk mengurus persyaratan Jamkesda, kader IPSM yang melakukan pengurusan hingga mendapatkan bantuan Kesehatan tersebut.

 “Sayangnya dari sekian banyak anggota dewan di wilayah selatan Kabupaten Bogor, tidak ada satu pun yang membantu, termasuk dewan dari Partai Gerindra yang sudah diminta bantuannya,” tukas kader IPSM Kecamatan Ciawi, Indra.

** Dede Suhendar

Persiapan Pilkades, Kecamatan Cibungbulang Lipat Kertas Suara

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Kabupaten Bogor dalam waktu dekat, tepatnya pada 20 Desember 2020 akan melaksanakan Pilkades serentak. Ada 88 desa di 34 Kecamatan yang melaksanakan Pilkades.

Panitia tengah melakukan persiapan diantaranya pelipatan kertas suara. Seperti yang dilakukan Panitia Pilkades di Kecamatan Cibungbulang melakukan pelipatan kertas suara di aula Kantor Kecamatan Cibungbulang.

“Hari ini kami melakukan pelipatan suara yang berlangsung di aula Kecamatan Cibungbulang dengan menghadirkan semua perwakilan timses dari lima desa,” kata Camat Cibungbulang Yudi Nurjaman kepada wartawan, Kamis (17/12).

Lebih lanjut ia mengaku, mengenai adanya kerumunan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan suhu terlebih dahulu setiap petugas yang akan melipat kertas suara. “Selain memeriksa suhu badan petugas pelipatan suara pun dilakukan cuci tangan dan langsung diawasi anggota Polsek dan Koramil,” ucapnya

Camat mengatakan, pihaknya telah bekerjasama dengan puskemas bahkan telah melakukan rapid tes terhadap para petugas pelaksanaan Pilkades. Untuk saat ini dari informasi Puskesmas Cibungbulang dari lima desa yang melaksanakan Pilkades ada 49 orang yang reaktif.

“Dan kami pun meminta segera panitia yang reaktif untuk isolasi mandiri dan selanjutnya akan melakukan swab tes,” kata Camat.

Sementara itu, salah satu petugas KPPS Desa Girimulya Didin menuturkan pihaknya melakukan pelipatan kertas suara secara bersamaan dengan desa lain yang selanjutnya dibawa ke setiap TPS. “Untuk di Desa Girimulya ada sekitar 10 ribu kertas suara terbagi beberapa TPS, nantinya ketika sudah selesai langsung dibawa beserta kotak suara,”pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Diduga tak Berizin, Alfamart di Ciderum Diberikan Surat Teguran Ketiga

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Keberadaan Alfamart di Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, diduga tidak kantongi perizinan. Hal itu diketahui setelah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tata Bangunan II, melayangkan surat teguran ketiga ke perusahaan waralaba yang berada di Kampung Ciderum tersebut.

Arief Budiman, pengawas UPT Tata Bangunan II wilayah Caringin mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat teguran ketiga kepada perusahaan Alfamart. “Berdasarkan surat teguran nomor 503/572/UPT-II/CW/X/2020, tanggal 13 Oktober 2020, kami sudah layangkan ke pihak perusahaan,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, surat teguran itu diberikan, karena pihak perusahaan belum mengantongi izin, baik Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) maupun Izin Mendirikan Bangunan (IMB). “Sesuai dengan tugas kami, mulai dari surat teguran pertama, kedua sampai ketiga sudah dilaksanakan,” ujar Arief.

Untuk selanjutnya, segala kewenangan sudah diserahkan kepada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor. “Yang penting setelah surat teguran ketiga, sekarang menjadi kewenangan dinas,” jelas Arief.

Sebelumnya, pada saat pelaksanaan pembangunan Alfamart, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Caringin, pernah mendatangi ke lokasi perusahaan waralaba itu. Namun tidak tahu kenapa, meski diketahui belum mengantongi perizinan, tapi malah dilakukan pembiaran tanpa diberikan tindakan tegas.

 “Benar, Satpol PP pernah datang saat pembangunan baru beberapa persen,” papar Baharudin, warga Kampung Ciderum RW 09.

Sementara, dari pengakuan sejumlah warga terutama yang memiliki tempat usaha warung kelontongan, pihak perusahaan tidak pernah datang dan meminta izin.  “Tahu-tahu sudah berdiri saja Alfamart. Padahal saya dan warga yang lain belum pernah memberikan izin,” aku Udin, warga RT 03/09.

Harusnya, sambung Udin, semua warga terutama yang memiliki tempat usaha warung, diminta persetujuan oleh pihak perusahaan maupun pengurus. Karena, lokasi Alfamart berada di perbatasan antara RW 01 dengan RW 09.

 “Yang kena dampaknya kami warga RW 09, bukan warga RW 01. Saya berharap agar pemerintah turun dan melakukan kajian lagi, jangan sampai merugikan pedagang kecil,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Kostratani Sukaresmi Terapkan Konsep Sebar Culik Hindari Ketinggalan Tanam

0

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang Banten terapkan konsep sebar culik , trik jitu agar tidak ketinggalan tanam setelah panen musim tanam (MT) III 2020.

Sunara, SP., M.Si., Koordinator Penyuluh menyampaikan konsep sebar culik yaitu percepatan tebar benih  sebelum padi dipanen. Menurutnya jika konsep ini tidak diterapkan maka dipastikan panen akan mundur dan akan mengalami keterlambatan.

“ Untuk  mengantisipasi supaya tidak ketinggalan saya punya konsep sebar culik sebelum padi di panen, 20 hari sebelumnya benih sudah disebar.  Jadi begitu padi di panen benih sudah siap tanam, “ ujarnya, Selasa (17/12).

Kata Dia dengan konsep ini juga sebagai antisipasi hama dan penyakit. Kemudian waktu panenpun akan sama dengan MT I petani diluar lahan Gerakan Percepatan Olah dan Tanam (GPOT).  â€œ Sudah pasti kalau  tidak begitu pasti panen nya mundur atau telat. Dengan konsep ini  hama dan penyakit bisa di antisipasi.  Tidak ketinggalan panen  dan panen akan sama dengan MT I yang petani di luar GPOT,“ ungkapnya.

MT III luas panen lahan GPOT keseluruhan di kecamatan Sukaresmi 112 hektar terpusat di desa Pasirkadu. Meski sempat terendam banjir  hal tersebut tidak berpengaruh pada hasil panen. Padi masih bisa diselamatkan dan dipanen pada waktunya dengan produktivitas 8,2 ton/ha dan total produksi mencapai 540 ton GKP.

“Kurang lebih 45 hektar sempat terendam banjir selama dua hari. 15 ha di poktan Tani Makmur, 20 ha di poktan Tanjung Sari dan poktan Tani Berkah 10 ha, “ terangnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian menuturkan saat ini Kementerian Pertanian sedang melakukan transformasi pertanian dari tradisional ke modern.

Karena dengan pertanian tradisional yang produktivitasnya masih rendah tak memungkinkan untuk memberi makan penduduk yang semakin banyak bahkan di Desember (2020 – red) penduduk Indonesia sudah lebih dari 270 juta jiwa. Oleh karena itu transformasi ke produktivitas tinggi mutlak diperlukan, yakni dengan pertanian modern.

Dalam sebuah acara yang dihadiri penyuluh pertanian se Banten beum lama ini Dedi juga menyatakan bahwa Banten sebagai salah satu sentra produksi beras nasional, jangan hanya memikirkan Banten saja, tetapi harus juga turut memikirkan kebutuhan pangan provinsi lain yang memang tidak memungkinkan untuk menghasilkan beras.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) tidak mau main-main dalam menggenjot produktivitas pertanian. Mentan targetkan produktivitas padi minimal 7 ton per hektare (ha).

Iapun menekankan agar setiap wilayah mempertahankan pertanian di wilayahnya agar cukup pangannya.. Karena rakyat tidak boleh bersoal dengan pangan.

** Regi/PPMKP

Gilang Dorong Percepatan Bantuan Rumah Warga yang Nyaris Roboh

0

Bogor | Jurnal Bogor

Gilang Gugum Gumilar Anggota DPRD Komisi 4 Kota Bogor menyambangi rumah milik Sugandi (32) warga Kampung Situ Bereum RT02/RW01 Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor yang diketahui tembok bagian sampingnya retak parah dan nyaris roboh.

“Ini nanti saya akan usulkan untuk bantuannya melalui BSTT (Bantuan Sosial Tak Terduga),” ucap Gilang kepada media, yang didampini Ketua LPM Bojongkerta, Rabu (16/12/2020) sore.

Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), rumah Sugandi yang retak parah di bagian kamar depan disebabkan akibat hujan deras yang terjadi pada Minggu, 6 Desember 2020 beberapa waktu lalu.

“Informasi kejadiannya terjadi saat turun hujan beberapa waktu lalu. Karena deras dan terus mengguyur, akhirnya tanah yang berada di samping rumahya terkikis dan tidak kuat sehingga terjadi longsoran. Tiang penyangga rumah yang didepannya pun kondisinya sudah terlihat miring, dan ini harus segera didorong untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi,” kata Gilang.

Dengan demikian, kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Gilang berharap agar bantuan sosial tak terduga itu bisa segera direalisasikan.

Sementara, pemilik rumah, Sugandi, hanya bisa berharap agar bantuan untuk perbaikan rumahnya segera direalisasikan oleh pemerintah.

“Iya mudah-mudahan segera ada bantuan. Sebelumnya saya sudah melaporkan kejadian ini kepada pengurus setempat melalui grup WA, dan pada saat kejadian itu juga Pak Lurah langsung meninjau ke lokasi. Saat itu baru hanya terpal saja bantuan yang diberikan pihak kelurahan untuk menutupi longsoran tanah tersebut, dan belum ada tindak lanjut lagi,” pungkasnya.

Handy Mehonk

Fasilitator Filantra Sharing Koordinasi dengan Kader Posyandu dan Pemkesos Lebak Gede

0

Cilegon | Jurnal Inspirasi

Sharing koordinasi dilakukan fasilitator Filantra dengan kades Posyandu dan Pemerintah Kecamatan Lebak Gede. Dalam keterangannya, Kamis (17/12), upaya ini dilakukan agar gizi balita diperhatikan oleh para orang tua, karena gizi balita mempengaruhi perkembangan balita itu sendiri, baik perkembangan fisik maupun perkembangan mental seorang balita kelak ketika mereka tumbuh dewasa.

Untuk itu para kader posyandu Annisa saat ini dalam memberikan pelayanan kepada balita dan masyarakat melaksanakan dengan Posling (Posyandu Keliling) ke rumah-rumah.

Selain itu fasilitator Filantra melaksanakan sharing  pertumbuhan usaha yang dilaksanakan para kader dimasa pandemi ini dengan lanjutan Program Warung Balita Sehati melalui peningkatan sinergitas dengan Pemerintah Kelurahan melalui Kasi Pemkesos Faisal. S.sos.

Sejalan dengan itu PT Pertamina (Persero) Depot LPG Tanjung Sekong bersinergi dengan Filantra dalam program Warung Balita Sehati. Selain membina kader dan masyarakat dengan menciptakan olahan produk makanan sehat  usaha WBS,  namun juga pemberian vitamin dan PMT untuk Balita yang tingkat kesehatan gizinya masih kurang.

Untuk itu fasilitator Filantra melaksanakan pendampingan sharing koordinasi dengan Ketua Kader Posyandu Annisa Rosmawati di RW 03 Desa Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon yang dilaksanakan kunjungan pendampingan di posyandu.

Tujuan dari kegiatan ini adalah penguatan sinergitas antara para kader, sekaligus penerima manfaat Selain itu kegiatan ini dapat memberikan peningkatan usaha yang didukung oleh Kasi Pemkesos yang siap membina Usaha Program WBS Kader posyandu.

** Wan

Kak Seto Kaget, Ada 12 Anak dan Bayi Dalam Rombongan Habib Rizieq

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Insiden berdarah yang menimpa pengawal rombongan Imam Besar FPI, Habib Rizieq, di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) telah menyita perhatian publik, termasuk dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI). Namun yang ditegaskan Ketua LPAI, Seto Mulyadi alias Kak Seto adalah saat insiden tersebut terdapat 12 anak-anak dan bayi dalam rombongan Habib Rizieq.

“Kami dari LPAI memang sempat terkejut mendengar berita ini. Di mana dalam suasana yang penuh keriuhan itu di jalan tol KM 50 ternyata ada anak-anak dan bayi, kalau tidak salah ada 12 anak dan bayi,” ujar Kak Seto saat mengunjungi cucu-cucu Habib Rizieq di Petamburan, Jakpus seperti dilihat dari Front TV, Selasa (15/12).  

Kak Seto mengatakan, anak-anak bahkan bayi dalam insiden tersebut perlu diperhatikan kondisinya. Sebab bukan tidak mungkin mereka merasa trauma, meski saat ini kondisinya terlihat biasa-biasa saja. 

“Artinya kan sering terjadi pengalaman traumatik yang tertunda, saat itu mungkin terlihat biasa, tapi beberapa saat kemudian baru muncul,” ucapnya. 

Untuk itu, Kak Seto menyatakan pihaknya terus memantau kondisi anak-anak tersebut, khususnya menghindari adanya trauma. “Anak-anak perlu diberi perlindungan khusus. Sehingga dalam hal ini kita lihat bagaimana kondisi anak-anak yang ikut bersama rombongan tadi. Mungkin beberapa kali kami akan memantau,” ucapnya.  

Sementara itu menantu Habib Rizieq yang menemani Kak Seto, Habib Hanif Al-Athos, menyatakan saat insiden tersebut memang terdapat anak-anak. Untuk itu, ia berterima kasih terhadap Kak Seto yang memberi perhatian khusus. “Terima kasih banyak Kak Seto atas perhatiannya. Kejadian di titik KM 50 itu memang rombongan sudah terpisah. Memang terlibat proses kejar-kejaran itu, dari Sentul sampai keluar tol Karawang Timur dan seterusnya memang di rombongan itu ada anak-anak,” ucapnya.  

Ia berharap insiden tersebut tidak terulang lagi. Sebab dikhawatirkan bisa berdampak buruk bagi anak-anak. “Jangan sampai terjadi lagi, bisa membahayakan kita,” tutupnya.

** ass

Peru Hentikan Uji Vaksin

0

Relawan Alami Gangguan Saraf

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Peru untuk sementara menangguhkan uji klinis vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh raksasa obat China Sinopharm, setelah Peru mendeteksi masalah neurologis di salah satu sukarelawan uji coba. Institut Kesehatan Nasional mengatakan bahwa mereka menghentikan uji coba vaksin Corona setelah seorang relawan mengalami kesulitan menggerakkan lengan mereka.

“Beberapa hari yang lalu peringatan sudah kami berikan kepada otoritas regulasi, yaitu bahwa salah satu peserta uji coba menunjukkan gejala neurologis yang mirip dengan kondisi yang disebut sindrom Guillain-Barre,” kata kepala peneliti German Malaga.

Sindrom Guillain-Barre adalah kelainan langka dan tidak menular yang memengaruhi pergerakan lengan dan kaki. Peru mengumumkan keadaan darurat kesehatan sementara di lima wilayah pada Juni tahun lalu menyusul adanya beberapa kasus tersebut.

Sindrom ini pada 1970-an juga menghambat kampanye vaksinasi untuk melawan virus flu babi yang sangat berbahaya di Amerika. Pasalnya, 450 dari mereka yang divaksinasi mengembangkan sindrom yang juga dapat menyebabkan kelumpuhan itu. Uji klinis Peru untuk vaksin Sinopharm akan selesai minggu ini, setelah menguji sekitar 12.000 orang.

Jika berhasil, pemerintah Peru diharapkan membeli hingga 20 juta dosis vaksin Sinopharm untuk penyuntikan dua pertiga dari populasinya. Namun hasil itu diperkirakan belum akan diketahui hingga pertengahan 2021. Sebanyak 60.000 orang di seluruh dunia telah menggunakan vaksin virus corona Sinopharm, termasuk para relawan di Argentina, Rusia, dan Arab Saudi.

Peru memiliki salah satu tingkat kematian per kapita tertinggi di dunia akibat Covid-19. Hingga Jumat (11/12) virus ini telah menyebabkan 36.499 kematian dan 979.111 kasus. Pandemi telah memukul keras ekonomi negara Amerika Selatan itu. Pada kuartal kedua lalu, Produk Domestik Bruto negara ini anjlok lebih dari 30 persen.

Sementara badan regulator obat-obatan Brasil, Anvisa, menuding otoritas kesehatan Cina tidak transparan terkait pengesahan vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang dinami CoronaVac. Menurut mereka, asal usul vaksin tersebut tidak jelas yang membuatnya ragu akan efektivitas vaksin tersebut.

“Vaksin Sinovac telah mendapat pengesahan dari Cina untuk penggunaan darurat sejak Juni lalu. Alasan Cina mengesahkan penggunaan tersebut tidak transparan dan tidak ada infomasi soal kriteria apa saja yang digunakan Cina untuk memutuskannya,” ujar pernyataan Anvisa.

Tudingan tersebut tak ayal membuat berbagai pihak khawatir akan kelanjutan pengesahan vaksin Covid-19 dari Sinovac. Sebab, beberapa negara bagian Brasil sudah memperkirakan vaksin itulah yang paling siap didistribusikan dalam waktu dekat. Sao Paulo, misalnya, sudah bersiap siap dengan rencana distribusi vaksin digelar di bulan Januari.

Beberapa pihak menduga tudingan Anvisa tersebut adalah titipan Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Sebab, selama ini, Jair Bolsonaro konsisten menunjukkan ketidaksukaannya terhadap Cina walaupun vaksin di Brasil bergantung pada mereka juga. Hal itu diperkuat dengan temuan bahwa Anvisa berisi para loyalis Bolsonaro.

Di sisi lain, Brasil juga tidak sepenuhnya salah. Walaupun puluhan ribu warga Cina sudah menerima vaksin Covid-19 Sinovac sejak Juni, data-data uji klinis ataupun mekanisme pengesahannya belum pernah dibuka ke publik. Hal itu kontras pengesahan vaksin Covid-19 Pfizer yang relatif bisa dipantau perkembangannya dan melibatkan unsur eksternal.

Komisi Kesehatan Nasional Cina belum merespon permintaan konfirmasi soal tudingan Brasil. Sementara Sinovac, mereka membalas dengan tautan berita yang menyatakan bahwa vaksin Covid-19 mereka dikembangkan berdasarkan aturan yang berlaku di Cina dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Vaksin tersebut menunjukkan keamanan yang sangat bagus pada uji klinis tahap 1 dan 2,” klaim pihak Sinovac. Untuk uji klinis tahap tiga, hal itu digelar di Sao Paulo.

Gubernur Sao Paulo, Joao Doria, menjanjikan bahwa data-data vaksin Covid-19 Sinovac akan siap pada 23 Desember nanti. Begitu siap, data tersebut akan dipublikasikan untuk mempermudah analisisnya.

Selain vaksin dari Sinovac, Brasil juga memesan vaksin COVID-19 dari Pfizer. Target Brasil relatif sama untuk vaksin garapan Pfizer yaitu siap didistribusikan dan digunakan pada Januari 2021 nanti. 

** ass