25.2 C
Bogor
Thursday, April 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1358

Anniversary Lockdown, China Paling Berhasil Tanggulangi Covid-19?

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kota Wuhan, China adalah lokasi pertama yang mendeteksi adanya Covid-19. Semakin meningkatnya jumlah korban terinfeksi Covid-19, membuat pemerintah Wuhan memberlakukan kebijakan lockdown yang di mana masyarakat tidak diperbolehkan keluar rumah demi mencegah penularan lebih luas.

Tepat satu tahun lalu lockdown di Wuhan China setelah meningkatnya jumlah masyarakat yang terinfeksi Covid-19. Sebagai lokasi pertama yang mendeteksi kasus Covid-19, tentu China khususnya Wuhan dianggap lebih berpengalaman dibandingkan kota di negara-negara lain. Lantas, berhasilkah China dalam menanggulangi Covid-19?

Kebijakan lockcdown di China terbilang keras dan tegas. Semua kegiatan masyarakat sangat dibatasi. Meski demikian, pemerintah China tetap melanjutkan kebijakan tersebut.

Jika melihat data resmi pihak medis, kasus positif dan kematian akibat Covid-19 di China relatif rendah. Dikutip dari BBC.com, hanya terdapat kurang dari 100.000 kasus positif. Jumlah kematian akibat Covid-19 di negara itu mencapai sekitar 4.800.

Setelah lockdown gelombang pertama, data kasus positif di China cenderung datar. Hal ini membuat banyak pihak menuding China tidak memasukkan data kasus positif tanpa gejala.

** Muhammad Farhan Faisal [MG/Unp-Jb]

HADITS HARI INI

0


24 Januari 2021
11 Jumadil Akhir 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ فَاطِمَةَ عَنْ أَسْمَاءَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَنْفِقِي وَلَا تُحْصِي فَيُحْصِيَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَلَا تُوعِي فَيُوعِيَ اللَّهُ عَلَيْكِ

Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Sa’id, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Numair, telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Urwah dari Fathimah dari Asma’ bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Berinfaqlah dan jangan kamu hitung-hitungan (pelit) karena nanti Allah akan berhitung kepadamu dan jangan kamu tutup rapat guci tempat menyimpan makananmu itu karena nanti Allah akan menutup rezekimu.

HR Bukhari No. 2402.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُ

KKB Papua Tembak 2 Prajurit TNI

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua kembali melakukan aksi teror, Jumat (22/1). Dua prajurit TNI dilaporkan gugur dalam baku tembak yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya.

“KKB di Papua kembali melakukan aksi teror dengan menembaki prajurit TNI dari Yonif R 400/BR yang mengakibatkan dua prajurit TNI gugur,” kata Kepala Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kapen Kogabwilhan) III Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa dalam keterangan tertulisnya dikutip, Sabtu (23/1).

Peristiwa penembakan dikatakan terjadi sekitar waktu subuh pukul 06:30 WIT. Dalam keterangan Suriastawa, baku tembak masih terjadi hingga pukul 12:00 WIT. “Benar terjadi kontak tembak dengan KKB dengan Satgas Pamtas di Kampung Titigi, mulai pukul 06.30 WIT. Sampai saat ini [pukul 12:00 WIT] masih terjadi kontak tembak,” tuturnya.

Prajurit TNI Pratu Roy Vebrianto ditembak usai melaksanakan shalat subuh di Pos Titigi Yonif Raider 400/BR di Kampung Titigi, Intan Jaya, Papua. Menurut Suriastawa, Pratu Roy ditembak dari jarak 200 meter usai melaksanakan ibadah salat subuh.

“Pratu Roy ditembak dari jarak 200 meter pada saat melaksanakan pembersihan usai melaksanakan ibadah salat subuh,” ucap dia.

Sementara itu, korban lainnya, Pratu Dedi dari Pos Hitadipa, menjadi korban penembakan saat melakukan pengejaran. “Korban juga ditembaki secara membabi buta dari arah ketinggian di hutan yang terletak antara Kampung Sugapa Lama dan Kampung Hitadipa,” kata Suriastawa.

Menjelang petang, Suriastawa melaporkan kedua korban tersebut akan dievakuasi ke Timika menggunakan Heli Caracal.

Jauh sebelum insiden penembakan ini, dua anggota Yonif 400/BR meninggal saat kontak senjata dengan KKB, yakni Pratu Firdaus pada 7 November 2020 lalu dan Prada Agus Kurniawan pada 11 Januari. Yonif 400 BR bermarkas di Semarang, Jawa Tengah, tergabung dalam satuan tugas pengamanan daerah rawan.

** ass/cnn

Ini Politisi PDIP yang Jadi Komisaris BUMN

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak struktur di sejumlah perusahaan pelat merah. Erick ‘melengserkan’ sejumlah nama-nama komisaris maupun direksi yang saat itu merupakan pilihan utama pendahulunya di pucuk pimpinan perusahaah negara, Rini Soemarno.

Satu tahun lebih menjabat sebagai menteri, terungkap fakta ada sejumlah nama pilihan Erick di BUMN merupakan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai yang menaungi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ada sejumlah nama partai berlambang banteng yang mengisi kursi dewan komisaris di perusahaan pelat merah tersebut. Ada nama Ahok hingga Budiman Sujatmiko.

Basuki Tjahaja Purnama
Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok didapuk menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) pada 25 November 2019. Ahok dianggap mampu membenahi persoalan yang ada di tubuh BUMN minyak tersebut.

Dwi Ria Latifa
Dwi Ria Latifa, anggota DPR periode 2014-2019 dipilih Erick untuk menempati posisi Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk pada 18 Februari 2020.

Zuhairi Misrawi
Pada November 2020, Erick Thohir kembali menunjuk kader banteng untuk duduk di kursi komisaris BUMN. Dia adalah Zuhairi Misrawi, anggota tim kampanye Presiden Jokowi yang didapuk menjadi Komisaris Independen PT Yodya Karya (Persero).

Budiman Sudjatmiko
Terbaru, Erick Thohir menunjuk Budiman Sudjatmiko sebagai Komisaris Independen PTPN V. Pendiri Partai Rakyat Demokrasi (PRD) itu bergabung dengan PDIP pada era reformasi dan anggota DPR dua periode berturut-turut medio 2009-2019.

** ass/cnbc

Pam Swakarsa Mau Dihidupkan Lagi, Publik Ingatkan Tragedi 98

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pihak kepolisian berencana menghidupkan lagi Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (Pam Swakarsa). Dikutip dari CNN, Sabtu (23/1), rencana ini disampaikan Kapolri terpilih Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang disampaikan saat uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri bersama Komisi III DPR RI, Rabu (20/1).

Listyo mengatakan pengaktifan kembali Pam Swakarsa itu mengacu pada Undang-undang Nomor 2 tahun 2002 tentang tugas Polri. Di antaranya Polri diwajibkan melakukan koordinasi, pengawasan, dan pembinaan teknis. “PAM Swakarsa harus lebih diperanaktifkan dalam mewujudkan pemeliharaan kamtibmas. Jadi, kita hidupkan kembali,” kata Listyo.

Sebelum Listyo menyatakan akan menghidupkan kembali Pam Swakarsa, Kapolri Jenderal Idham Azis telah meneken peraturan mengenai Pam Swakarsa dalam Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2020.

Dalam aturan itu masyarakat sipil akan dilibatkan dalam Pam Swakarsa yang akan tergabung dalam Satuan Pengamanan (Satpam) dan Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling). Rencana Listyo menuai protes dari kalangan sipil. Salah satu kritik disampaikan Maria Katarina Sumarsih, ibu mendiang BR Norma Irmawan yang menjadi korban Tragedi Semanggi I pada 13 November 1998.

Begitu mendengar kata Pam Swakarsa, ingatannya melayang pada tragedi yang menewaskan putranya. Saat itu Pam Swakarsa ikut dikerahkan untuk berhadap-hadapan dengan mahasiswa yang sedang mengawal agenda reformasi.

“Kata Pamswakarsa mengingatkan Tragedi Semanggi I -13 Nov 98. Pemerintah tidak hanya mengerahkan TNI/Polri tapi juga mengerahkan Pamswskarsa yang dipersenjatai bambu runcing untuk menghadapi mahasiswa yang berdemonstrasi untuk mengawal pelaksanaan reformasi,” tulis Sumarsih di akun Twitter @Sumarsih11, Jumat (22/1).

Jauh sebelum Listyo terpilih sebagai Kapolri, Pam Swakarsa memang pernah hadir di Indonesia pada 1998. Sumarsih menyebut Pam swakarsa adalah bentukan Jenderal TNI Wiranto yang kala itu menjabat sebagai Panglima ABRI. Mereka dikerahkan untuk menghalau demonstrasi mahasiswa dan para aktivis yang menolak Sidang Istimewa (SI) MPR pada 1998.

Masyarakat sipil yang tergabung dalam Pam Swakarsa kala itu dipersenjatai dan diduga mendapat dukungan dari kalangan militer. Sumarsih mengatakan konflik horizontal antarmasyarakat pun tak terelakkan. “Saat itu masyarakat dipersenjatai bambu runcing,” ujar Sumarsih.

Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) menemukan dan mengumpulkan senjata-senjata yang dipakai oleh Pam Swakarsa. Sebagaimana laporan Tempo, senjata yang dikumpulkan terdiri dari 172 bambu runcing, sebuah pedang samurai, satu batang besi bengkok, empat ikat kepala, dan selembar saputangan.

Senjata-senjata di atas digunakan Pam Swakarsa dalam operasi menghalau para demonstran dan pihak-pihak yang ingin menggagalkan SI 1998. Operasi tersebut banyak menimbulkan bentrok dan kekerasan dengan masyarakat sipil yang tidak tergabung dalam Pam swakarsa, terutama para demonstran.

Operasi yang dilakukan oleh Pam Swakarsa berujung pada Tragedi Semanggi. Mereka tidak hanya mengamankan demonstran di Gedung DPR/MPR, tetapi juga mengamankan sejumlah lokasi yang dianggap berpotensi untuk menggelar demonstrasi.

Terkait dugaan keterlibatan Wiranto dalam pembentukan Pam Swakarsa juga pernah disinggung mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen.

Kivlan mengatakan Pam Swakarsa adalah bentukan Wiranto yang saat itu menjabat Panglima ABRI. Pada Agustus 2019 lalu, Kivlan bahkan melayangkan gugatan kepada Wiranto hampir Rp1 triliun terkait pembentukan Pam Swakarsa.

Pengacara Kivlan, Tonin Tachta Singarimbun menyebut kliennya merasa dibohongi dan dirugikan oleh Wiranto dengan pembentukan kelompok tersebut.

Tonin pun juga pernah menjelaskan kronologi pembentukan Pam Swakarsa. Pada 4 November 1998, Wiranto memberikan instruksi kepada Kivlan untuk menggalang masyarakat guna membentuk PAM Swakarsa dalam mengamankan pelaksanaan Sidang Istimewa MPR tanggal 15-16 November 1998 di Gedung MPR.

Kivlan pun menerima imbalan Rp400 juta dari Wiranto melalui Setiawan Djodi. Usai menerima uang itu dia mengumpulkan setidaknya 30 ribu orang dari berbagai daerah baik dalam dan luar Jakarta untuk mengikuti PAM Swakarsa tersebut selama delapan hari.

Penggalangan dan kegiatan PAM Swakarsa itu sah berdasarkan Rencana Mabes ABRI/ Departemen Pertahanan dan Keamanan yang dibuat oleh Wiranto selaku Panglima ABRI/Menteri Pertahanan dan Keamanan saat itu.

Kendati demikian, Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani mengatakan Pam Swakarsa yang akan diberlakukan Komjen Listyo berbeda dengan dengan tahun 1998.

“PAM Swakarsa yang dimaksud Kapolri Sigit berbeda dengan Pam Swakarsa 1998,” kata Jaleswari dalam keterangan tertulis, Kamis (21/1). Meski diklaim berbeda, pembentukan kembali Pam Swakarsa oleh Polri tetap membangkitkan kekhawatiran di kalangan kelompok sipil.

“Ini (Pam Swakarsa) akan membahayakan bagi masyarakat nantinya karena akan menimbulkan konflik horizontal seperti dulu,” kata Sumarsih.

** ass/cnn

Vaksin Bisa Cegah Gejala Covid, Tapi tak 100 Persen Melindungi

0

Bogor | Jurnal Inspirsi

Vaksin Covid-19 diketahui menjadi alat untuk menurunkan risiko keterpaparan virus, namun juga berfungsi untuk mengurangi gejala yang muncul saat terpapar. Ahli vaksinasi dan imunologi, Profesor Iris Rengganis menjelaskan, vaksin bekerja secara berbeda-beda pada setiap orang. Pada dasarnya, tak ada satu pun vaksin yang memberikan perlindungan sempurna.

“Vaksin tidak ada yang 100 persen perlindungannya. Tetapi jika sudah vaksinasi, lalu terkena, penyakitnya tidak seberat jika tidak vaksinasi,” kata Iris dikutip dari CNN, Sabtu (23/1).

Hal ini terjadi karena saat mendapatkan suntikan vaksin corona, tubuh membentuk antibodi untuk melawan virus yang masuk. Saat terpapar virus, tubuh telah mengenali dan dapat melawannya dengan antibodi yang sudah terbentuk. Sehingga gejala yang muncul tidak akan separah jika belum melakukan vaksinasi, saat tubuh sama sekali belum membentuk antibodi.

Vaksin corona sendiri, sebut Iris, baru akan bekerja efektif memberikan perlindungan setelah seseorang mendapatkan dua dosis dengan jeda 14 hari.

Setelah dosis kedua diberikan, antibodi pun tidak langsung terbentuk. “Tunggu dua minggu baru [antibodi] terbentuk,” kata Iris yang merupakan Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia.

Oleh karena itu, Iris merekomendasikan setiap orang untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan meski telah mendapatkan vaksinasi. “Karena itu protokol kesehatan tetap harus dijalankan selama pandemi,” ucap Iris.

**ass/cnn

Peduli Bencana, Pemdes Leuwinutug Distribusikan Bantuan

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Pemdes Leuwinutug melalui kegiatan Bersatu Peduli Bencana ikut serta  menyalurkan sejumlah bantuan kepada korban bencana alam. Bantuan berupa paket sembako dan keperluan lainya, didistribusikan untuk pengungsi korban banjir bandang dan longsor di kawasan Puncak Bogor, tepatnya di Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jumat (22/01).

Kepala Desa Leuwinutug Deden Saepul Hamdi menuturkan, bantuan berupa sembako dan keperluan lainnya salah satu bentuk kepedulian masyarakat Desa Leuwinutug guna meringankan beban saudara kita yang terdampak bencana alam dan berharap agar masyarakat yang berdampak bisa kembali beraktivitas seperti semula.

“Mengingat sedang dalam kondisi pandemi pasti beban itu jadi makin bertambah, maka dari itu kami Pemdes Leuwinutug berinisiasi untuk membuka donasi bagi para korban bencana alam. Semoga donasi yang kami kumpulkan untuk korban banjir bandang di Gunung Mas bisa sedikit membantu meringankan beban mereka disana,” tutur Kang Denz, sapaan akrab Kades Leuwinutug.

Lebih lanjut, kang Denz memberikan apresiasi kepada semua pihak termasuk lintas lembaga Desa Leuwinutug yang kompak bersama-sama dalam kegiatan Leuwinutug peduli banjir Puncak. “Memang tidak seberapa donasi yang kami berikan tapi melihat apresiasi masyarakat yang peduli terhadap kesulitan yang dialami saudara-saudara kita yang terkena musibah sudah membuat saya bangga, karena rasa gotong-royong dan peduli sesama itu tumbuh dengan sendirinya. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan peduli bencana,” katanya.

Senada, Sekretaris Desa Leuwinutug Yayan Herdiansyah menjelaskan, kegiatan penggalangan dana sebagai bentuk partisipasi sosial dalam membantu meringankan kondisi korban bencana alam yang terjadi di Gunung Mas.

“Ini suatu bentuk atau wujud kepedulian kami bagi saudara-saudara kami yg sedang tertimpa bencana, semoga mereka diberikan keikhlasan dan ketabahan dalam menjalaninya, dan bagi para donatur yang sudah menyisikan rezekinya untuk ikut membantu semoga diberikan kelancaran dalam usahanya dan dimudahkan rezekinya agar tetap bisa membantu sesame,” pungkas Yayan.

** Nay Nur’ain

HADITS HARI INI

0


23 Januari 2021
10 Jumadil Akhir 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا ابْنُ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَائِدُ فِي هِبَتِهِ كَالْكَلْبِ يَقِيءُ ثُمَّ يَعُودُ فِي قَيْئِهِ

Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Wuhaib, telah menceritakan kepada kami Ibnu Thawus dari bapaknya dari Ibnu Abbas radliallahu ‘anhuma berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Orang yang meminta kembali apa yang telah dihibahkannya bagaikan anjing yang muntah, lalu menelan kembali apa yang dimuntahkannya ke dalam mulutnya.

HR Bukhari No. 2400.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Data Terbaru Banjir Bandang di Puncak

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

** Arip Ekon

Curah Hujan Ekstrem di Bogor, Begini Kondisi di Bendungan Katulampa

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sejak Desember 2020 hingga Januari ini, Bogor kerap dilanda curah hujan yang cukup esktrem. Hujan yang terus menerus dari pagi hari hingga menjelang malam membuat kekhawatiran akan terjadinya luapan volume air, khususnya di Bendungan Katulampa Bogor.

Berdasarkan data aliran air di Bendung Katulampa Bogor, Jumat (22/1), ketinggian permukaan air Ciliwung 50 sentimeter atau dalam siaga 4.

Namun demikian, Kepala Pengawas Bendung Katulampa Andi Sudirman menegaskan, agar masyarakat yang berada di bantaran sungai harus tetap waspada karena ketinggian air bisa saja naik mengingat saat ini curah hujan ekstrem masih terjadi.

Kewaspadaan juga perlu ditingkatan masyarakat yang bermukim di sekitar aliran Sungai Ciliwung sebab terjadinya banjir bisa memungkinkan jika hujan ekstrem ini terus menerus terjadi di Kota Bogor.

** Nidya [MG/Unp-Jb]