25.7 C
Bogor
Thursday, April 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1347

Warga Lakukan Migrasi Kartu KKS dari BNI ke Mandiri

0

Jonggol | Jurnal Inspirasi

Warga Desa Balekambang berbondong-bondong mendatangi Kantor Desa untuk melakukan registrasi migrasi Kartu KKS dari Bank BNI ke Bank Mandiri, Senin (1/2). TKSK Kecamatan Jonggol, Dudi menyampaikan, kegiatan hari ini merupakan kegiatan perdana pembagian kartu KKS kepada 376 KPM yang memerima BENT dan PKH, namun belum semua terealisasi karena terkendala nomor NIK dan sudah meninggal dan tidak memiliki ahli waris.

“Iya hari ini registrasi pembagian Kartu KKS migrasi dari Bank BNI ke Bank Mandiri, baik untuk penerima BPNT maupun PKH, namun belum rampung karena terkendala beberapa hal,” ata Dudi kepada Jurnal Bogor.

Senada, Kepala Desa Balekambang, Anap Setiawan mengatakan, untuk kegiatan berjalan dengan lancar dan selalu mematuhi protokol, dan pihaknya menghimbau kepada masyaakat untuk lebih ditingkatkan kesadarannya jika memang sudah merasa mampu dan masih bisa mandiri untuk melaporkan diri ke desa agar bantuan yang didapatkannya bisa dialihkan ke warga yang memang membutuhkan dan susah.

“Disini masih 60% tingkat kemiskinan di masyarakat yang kata gorilla menengah kebawah, oleh karena itu mereka pasti menanyakan jika ada bantuan yang turun tak jarang menyerang desa jika tidak kebagian,” kata Anap Setiawan.

Dia berharap agar masyarakat yang menerima bantuan bersyukur dan untuk yang belum tersentuh bantuan agar bersabar karena kebijakan bukan ada di kepala desa.

** Nay Nur’ain

Achmad Fathoni Tinjau Kondisi Kali Citongtut

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Mendapati aduan dari masyarakat perihal kondisi Kali Citongtut yang berada di Gunung Putri, membuat anggota komisi 3 dari fraksi PKS Achmad Fathoni turun langsung meninjau lokasi, Senin (1/02). Achmad Fathoni mengaku prihatin dengan kondisi kali yang tercemar hingga membuat air berwarna hitam pekat dan ikan yang ada didalamnya mati mengambang.

“Kondisi air kali hitam dan berbau serta membuat habitat yang hidup didalamnya mati mengambang,” kata Achmad Fathoni kepada Jurnal Bogor.

Keprihatinan dia melihat kondisi kali Citongtut langsung membuatnya menghubungi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor agar segera menindaklanjuti dan melakukan tindakan dengan tegas dan cepat. “Saya berharap ada penindakan dan pengusutan yang lebih tegas dan cepat, dan saat saya di lokasi saya hanya bisa mengelus dada melihat kondisinya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Operasi PPKM, Polsek dan Koramil Parung Bagikan Masker

0

Parung | Jurnal Inspirasi

Untuk terus memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di wilayah hukum Polsek Parung, petugas gabungan yang dipimpin Polsek Parung dan Koramil Parung terus melaksanakan Operasi Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan membagikan masker di Jalan Raya Parung dan Pasar Parung.

“Petugas gabungan yang terdiri dari anggota Polsek, Koramil, Pol PP dan Dishub serta anggoata Ormas FKPPI melakukan operasi PPKM,” kata Kapolsek Parung Kompol Fuji Astono, Senin (1/2/2021).

Kegiatan tersebut kata Kapolsek  melakukan sosialisasi PPKM Perpanjangan yang dilaksanakan tanggal  26 Januari – 08 Februari 2021 dan juga melakukan imbauan penerapan  5 M dan pembagian masker kepada masyarakat.

“Kita melaksanakan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat di sepanjang jalan raya Parung dan pasar untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M dan juga membagikan 200 masker,” kata Kapolsek.

Untuk teguran atau sanksi sosial pada kegiatan ini, menurut Kapolsek tidak dilakukan. Bahkan secara humanis mengimbau warga bahwa penyebaran Covid 19 di wilayah Parung masih tinggi. “Kita sifatnya imbauan menyadarkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga prokes agar terhindar dari Covid-19 dan juga mensosialisasikan soal vaksinasi kepada masyarakat,” pungkasnya.

**  Cepi Kurniawan

Dikeluhkan Warga, Cimory Bangun Dua Lokasi Baru di Cipayung

0

Megamendung | Jurnal Inspirasi

Wilayah Megamendung, Kabupaten Bogor, menjadi lokasi yang sangat diminati para pengusaha, baik hotel, resort dan lainnya. Itu terlihat dengan adanya dua titik pembangunan di Desa Cipayung Girang dan Cipayung Datar yang sedang dilakukan pengusaha Cimory.

Pengawas UPT Tata Bangunan Ciawi yang bertugas di Kecamatan Megamendung, Asep Supriadi membenarkan dua proyek pembangunan yang ada di dua desa itu, milik pengusaha Cimory. “Baik itu yang di Desa Cipayung Girang maupun Cipayung Datar, keduanya milik Cimory,” ujarnya kepada wartawan.

Terkait perizinan, Asep mengatakan, pihak pengusaha Cimory sudah memproses perizinan, mulai dari Izin Peruntukan Pengunaan Tanah (IPPT) dan izin lainnya untuk sampai ke Izin Mendirikan Bangunan (IMB). “Yang saya tahu resi bukti pembayaran retribusi sudah ada. Itu resi untuk IMB,” paparnya.

Namun, Asep tidak mau gegabah apabila dari pihak pengusaha belum memberikan salinan perizinannya. Sehingga, pihaknya akan menanyakan perizinan yang sudah ada tersebut. “Termasuk saya akan minta agar pemilik memperlihatkan bukti IMB kalau udah ada. Saya juga akan minta poto copy nya,” imbuhnya.

Sementara, adanya proyek perataan tanah proyek pembangunan Cimory di Desa Cipayung Girang, dikeluhkan warga terutama pengguna jalan saat melintas ke wilayah Puncak maupun sebaliknya.

 A. Kurniawan, pengguna jalan saat melintas dari arah Puncak Cisarua menuju Ciawi mengatakan, akibat keluar masuk kendaraan proyek perataan tanah ini, kondisi jalan menjadi licin. “Apalagi sehabis hujan gerimis, tanah yang kebawa kendaraan proyek menjadi licin saat dilintasi. Apalagi kendaraan roda dua,” jelasnya.

Menurutnya, kotornya jalan akibat lalu lalang kendaraan proyek, mencapai puluhan meter persisnya hingga lokasi Hotel Bahtera. Selain jalan, lanjut Kurniawan, tanah dari proyek juga mengotori semua bahu jalan untuk warga atau pejalan kaki. “Sampai bahu jalan juga penuh dengan tanah,” keluhnya.

** Dede Suhendar

Prihatin, Warga Ciampea Puluhan Tahun tak Tersentuh Listrik

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Sudah hampir 10 tahun keluarga Yoyoh (61) beserta satu anaknya harus menempati rumah kumuh  di Kampung Mawar Asri RT 01, RW 06 Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor  yang sudah rapuh tanpa aliran listrik. Bahkan, keduanya hanya mengandalkan pendapatan sang anak sebagai buruh serabutan.

“Untuk penerangan dibantu lampu semprong karena memang selama 10 tahun rumah saya tidak ada aliran listrik,” kata Yoyoh (61) kepada wartawan, Senin (1/2/2021).

Setiap malam lanjut Yoyoh ia hanya menggunakan lampu semprong untuk penerangan. “Kalau untuk nonton tv paling numpang ke rumah tetangga,” kata Yoyoh.

Ia mengaku memang sudah sejak lama tak ada listrik karena terkendala biaya. Bahkan, ia menjelaskan, sehari-hari hanya mengandalkan pendapatan anaknya sebagai buruh serabutan itupun tidak menentu untuk mencukupi kebutuhan rumah.

“Kalau bantuan listrik selama ini belum ada, meskipun sempat ada yang mengontrol tapi sampai sekarang tak kunjung ada realisasi,” cetusnya

Senada dikatakan sang anak, Ade Supriyatna mengaku, dirinya mengandalkan pendapatan sebagai tukang pijat keliling ke rumah warga. “Pendapatan sehari paling Rp 30 ribu itupun kalau ada panggilan pijat,” tuturnya.

Ia berharap, ada bantuan listrik dari pemerintah setempat. Karena, untuk setiap malamnya hanya dibantu lampu semprong. “Kalau mau nonton televisi numpang ke tetangga, karena selama saya tinggal disini tak ada listrik,” harapnya

Sementara itu, Pjs Benteng Iing Supriatna mengaku, pihak pemdes akan meninjau kondisi keluarga tersebut agar mendapat bantuan kembali khususnya untuk penerangan listrik. “Kalau untuk RTLH sudah pernah dapat bantuan, tapi kita akan ajukan kembali. Karena, rumahnya pun belum mempunyai listrik,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Tidak Khawatir Kekeringan, PDAM Buka Jaringan Baru Untuk Warga Ciderum

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Warga dua kampung di Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, tidak akan khawatir lagi terjadi kekeringan saat musim kemarau. Sebab, belum lama ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, melakukan pemasangan pipa untuk mensuplai air kepada warga yang ada di dua kampung tersebut.

Ketua RW 09, Kampung Ciderum, Dede S mengatakan, pemasangan pipa PDAM Tirta Kahuripan ini, sangat dinantikan dan diinginkan warga semenjak dulu. “Alhamdulillah sekarang terealisasi,” ungkapnya kepada wartawan.

Dede mengungkapkan, di wilayah RW 09 yang terdiri dari 4 Rukun Tetangga (RT), keberadaan penduduknya sudah padat. Bahkan jumlahnya Kepala Keluarga (KK) di RW 09 mencapai sekitar kurang lebih 500. “Kalau di hitung jiwa, jumlahnya sudah pasti ribuan,” jelasnya.

Selama ini, lanjutnya, warga selalu kesulitan mendapatkan air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, mulai dari masak, mandi dan lainnya saat musim kemarau.

Sehingga, kata Dede, warga terpaksa menggunakan air kali yang kondisi nya sudah mulai tercemar limbah, baik limbah sampah bekas rumah tangga maupun limbah cair yang berasal dari pabrik tahu dan penyulingan pala di Kampung Ciderum RW 01.

 “Mau bagaimana lagi, untuk mandi dan cuci serta kakus menggunakan air kali yang ada di perbatasan Kampung Ciletuh dan Ciderum,” papar Dede.

Adanya pemasangan pipa PDAM, sambung Dede, diharapkan bisa mengantisipasi terjadinya kekeringan ke rumah-rumah warga yang ada di Kampung Ciderum.

 “Mungkin dalam waktu dekat ini, warga akan mengajukan pemasangan pipa air ke rumahnya masing-masing. Kalau bisa, agar tidak terlalu memberatkan warga, biaya pemasangan sambungan baru ada kompensasi,” imbuhnya.

Sementara, petugas PDAM Tirta Kahuripan yang bertugas di Unit Ciawi, Sutisna menegaskan, apabila ada warga yang akan mendaftar untuk sambungan pipa PDAM, agar mengajukan persyaratan nya, mulai dari KTP, KK dan rekening listrik.  “Nanti kalau sudah selesai dilakukan pengetesan kualitas air, warga silahkan mendaftar,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Ini Respon Warganet Soal PPKM tak Efektif

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Warganet merespon pernyataan Presiden Joko Widodo soal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak efektif mengurangi kasus Covid-19. Jokowi melihat tidak ada ketegasan dalam implimentasi PPKM sehingga mobilitas masyarakat masih tinggi.

Salah satu akun yang berkomentar tentang PPKM adalah @AngeloIrgi. Dia menilai PPKM tidak berbeda dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar yang sebelumnya telah diterapkan oleh pemerintah. Saat PSBB, dia mengatakan juga banyak orang berkeliaran di jalan.

Psbb sama ppkm apa bedanya , org ttp rame dijalan .eh iya yg membedalan cuma minimarket tutup jam 8 udah,” ujar @AngeloIrgi, Senin (1/2).

Adapun @xovidiot mengaku heran pemerintah yang masih memberlakukan PPKM. Dia menilai kebijakan itu akan kembali menyengsarakan rakyat. “Bincang-bincang tentang PPKM. Udah tau ga efektif malah pengen di terusin. Mau nyiksa rakyat jelata?,” ujar @xovidiot.

Sementara itu, akun @Penipujujur065 mengatakan masyarakat kecil yang tinggal di pelosok tidak mengenal istilah PPKM. Masalah perut, kata dia juga mempengaruhi masyarakat terus beraktifitas di tengah pandemi.

Sebagai masyarakat kecil umumnya yang tnggal di pelosok pelosok tak tahu apa itu istilah PPKM yang ada masyarakat semakin bebas mobolitas semakin tinggi karena perut. Tak peduli dan cenderung mengabaikan prokes,” kicau @Penipujujur065.

Di sisi lain, @egiadrianta menyatakan PSBB atau PPKM akan menjadi hal yang sia-sia jika tidak ada ketegasan dari Kepolisian atau Satpol PP di lapangan dalam menindak. Dua pihak yang perlu ditindak adalah orang yang tidak menggunakan masker dan berkerumun.

Selama tdk ada ketegasan dari para Aparat baik itu kepolisian /pun Satpol PP di lapangan dlm menindak org2 yg tdk memakai masker dan yg masih berkerumun, PSBB/ PPKM yg berjilid2 pun akan menjadi hal yg sia2,” ujar @egiadrianta.

** ass/cnn

HADITS HARI INI

0


01 Februari 2021
19 Jumadil Akhir 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ لِيَقْتَطِعَ بِهَا مَالًا لَقِيَ اللَّهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid dari Al A’masy dari Abu Wa’il dari Ibnu Mas’ud radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Siapa yang bersumpah yang dengan sumpahnya itu dia bermaksud mengambil harta orang lain, maka ketika dia berjumpa Allah dan Allah akan murka kepadanya.

HR Bukhari No. 2477.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Covid Indonesia Tertinggi di Asia

0

Presiden Jokowi Akui Kebijakan PPKM tak Efektif

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Indonesia kini menjadi negara dengan kasus aktif Covid-19 tertinggi di Asia melampaui jumlah kasus di India yang sebelumnya tertinggi. Kondisi ini karena kasus Corona di Tanah Air yang masih terus meningkat. Secara kumulatif, sejak awal pandemi sampai dengan Minggu (31/1), jumlah kasus positif di Indonesia mencapai 1.078.314 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 873.221 dinyatakan sembuh, dan 29.998 meninggal dunia.

Presiden Joko Widodo pun akhirnya mengakui kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali untuk menekan penyebaran Covid-19 tidak efektif.

“Saya ingin menyampaikan mengenai yang berkaitan dengan PPKM, tanggal 11-25 Januari, kita harus ngomong apa adanya, ini tidak efektif,” kata Jokowi dalam video rapat terbatas yang diunggah akun Sekretariat Presiden di Youtube, Minggu (31/1).

Berdasarkan data Worldometer, Minggu (31/1), kasus aktif di Indonesia berjumlah 175.095 setelah bertambah 12.001 kasus baru. Jumlah ini menjadi yang terbanyak di Asia dan ke-15 di dunia. Sedangkan total kasus Covid-19 keseluruhan di Indonesia mencapai 1.078.314.

Kasus aktif di Indonesia lebih tinggi dibandingkan India yang saat ini memiliki 169.654 kasus. Total kasus 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan Indonesia yakni tepatnya 10.747.091 kasus. Negara dengan kasus aktif tertinggi lainnya di Asia adalah Iran dengan 150.949 kasus dari 1.411.731 kasus keseluruhan. Selanjutnya, Libanon memiliki 117.410 kasus aktif dengan total kasus 298.913. Negara kelima di Asia dengan kasus aktif terbanyak adalah Turki yang saat ini memiliki 89.627 kasus aktif.

Kasus positif Covid-19 di Indonesia terus meningkat sejak Januari 2021. Angka peningkatan kasus baru dalam setiap hari kerap menembus angka 10 ribu, bahkan mencapai lebih dari 14 ribu kasus. Satgas Covid-19 menyampaikan bahwa persebaran virus terus meningkat selama 12 pekan terakhir alias tiga bulan berturut-turut.

Sementara pemerintah telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang telah dimulai sejak awal Januari lalu untuk menekan laju penyebaran. Penerapan PPKM kemudian diperpanjang mulai 25 Januari hingga 8 Februari mendatang.

Sementara ketidakefektifan PPKM menurut Jokowi terlihat dari mobilitas masyarakat yang masih tinggi, sehingga di beberapa provinsi kasus positif Covid-19 tetap naik. Jokowi mengatakan, esensi dari PPKM saat ini ialah mengurangi atau bahkan mencegah mobilitas masyarakat untuk menekan laju penularan Covid-19. Namun, dalam implementasinya, kebijakan tersebut tidak tegas. Menurutnya, ketegasan dan konsistensi dari penerapan kebijakan tersebut sangat dibutuhkan untuk memperoleh hasil yang diinginkan.

“Esensi dari PPKM ini kan membatasi mobilitas, tetapi yang saya lihat di implementasinya ini kita tidak tegas dan tidak konsisten,” imbuhnya.

Jokowi juga menunjukan bahwa PPKM berdampak pada penurunan ekonomi. Ia mengatakan, masalah penurunan ekonomi tidak perlu dikhawatirkan, selama PPKM mampu menekan kasus positif Covid.

“Ada PPKM ekonomi turun. Sebetulnya enggak apa-apa asal Covid-nya turun, tapi ini enggak. Menurut saya, coba dilihat lagi, tolong betul-betul dikalkulasi, dihitung, supaya kita dapat sebuah formula,” ujar Jokowi.

“Formula yang memang standarnya emang enggak ada. Negara lain enggak ada. Yang benar yang mana enggak ada, yang lockdown juga eksponensial,” kata dia menambahkan.

 Dalam kesempatan itu, Jokowi menginstruksikan agar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hingga Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk terlibat lebih sering untuk memberi contoh kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan kepada masyarakat.

“Yang ingin saya dengar adalah implementasi lapangannya seperti apa. Mungkin nanti Kementerian Agama melibatkan tokoh-tokoh agamanya seperti apa, TNI seperti apa, di Polri seperti apa dan Pak Menko nanti yang mungkin bisa men-drive agar ini betul-betul lapangannya terjadi,” ujarnya.

Mantan Wali Kota Solo itu juga meminta jajaran terkait untuk turut melibatkan sebanyak-banyaknya pakar dan epidemiolog. Keterlibatan dan kerja sama para pakar bersama pemerintah nantinya diharapkan akan menghasilkan desain kebijakan yang lebih baik dan komprehensif.

Kebijakan PPKM telah berlangsung dua jilid. PPKM jilid pertama dilangsungkan pada 11 hingga 25 Januari 2021. Sementara, jilid kedua dilaksanakan mulai 26 Januari hingga 8 Februari.

Dalam pelaksanaan PPKM jilid II, pemerintah justru mengendorkan sejumlah aturan, salah satunya yakni pemerintah mengizinkan pusat perbelanjaan atau mal hingga restoran beroperasi sampai pukul 20.00 WIB. Padahal, pada PPKM jilid pertama, baik mall dan restoran hanya diizinkan beroperasi sampai pukul 19.00 WIB.

Kasus positif Covid-19 justru melambung alih-alih berkurang selama PPKM yang berlangsung dua jilid itu. Tercatat, dari PPKM jilid pertama hingga PPKM jilid II yang baru berlangsung enam hari, kasus positif Covid di Indonesia bertambah 228.502 kasus.

** ass

Hanya Soal “Trust”

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Langkah pemerintah soal dana wakaf mendapat respon di masyarakat. Banyak yang mempertanyakannya karena yang terjadi di Indonesia, dana sosial saja bisa dikorupsi. Menteri Keuangan Sri Mulyani pun menjelaskan bahwa wakaf ini bisa digunakan untuk berbagai program sosial.

Salah satu tokoh publik yang mengkritik pemerintah adalah Rizal Ramli melalui akun @RamliRizal, dia mengunggah salah satu pemberitaan di akun twitternya. Dalam twitnya, dia menulis “Islam-Phobia digencarkan, tapi ketika kesulitan keuangan, merayu dan memanfaatkan dana umat wakaf dan dana haji. Kontradiktif amat sih.” Tidak hanya Rizal Ramli, masih ada beberapa netizen lain yang mengkritik dana wakaf ini.

Sri Mulyani pun menanggapinya lewat akun instagramnya @smindrawati dia mengunggah beberapa link berita yang menegaskan uang wakaf ini tidak masuk ke kas negara sama sekali. Dia juga menayangkan cuplikan salah satu ayat Al-Quran, yakni QS. Al-Hujurat Ayat 6. “Wahai orang-orang yang beriman! Jika seorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan) yang akhirnya kamu menyesali perbuatan itu,” dikutip dari akun instagram @smindrawati, dikutip Minggu (31/1).

Sementara itu, dia menyebut wakaf dana tunai yang telah terkumpul dan dititipkan di perbankan nasional jumlahnya mencapai Rp 328 miliar per 20 Desember 2020. “Adapun dana proyek Project Based wakaf pada periode tersebut mencapai Rp 597 miliar,” kata Sri Mulyani, dalam peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Peresmian Brand Ekonomi Syariah oleh Presiden RI, Senin lalu (25/1) lalu.

Menkeu menjelaskan pemerintah terus meningkatkan instrumen pembiayaan berbasis syariah, termasuk lewat wakaf tunai. “Kami terus tingkatkan instrumen pembiayaan berbasis syariah makin meningkat dan dinikmati masyarakat baik Indonesia maupun dunia, tahu ini kami terus meningkatkan surat berharga syariah nasional (SBSN) dihubungkan dengan proyek. Tahun ini, ada lebih dari Rp 27 triliun proyek-proyek yang didanai melalui SBSN,” jelasnya.

Sri Mulyani mengatakan, di Indonesia, wakaf telah berkembang dengan sangat baik tapi umumnya masih berupa properti tanah dan bangunan untuk kepentingan umat seperti masjid, madrasah, pesantren, dan pemakaman.

Dalam beberapa tahun terakhir, para stakeholder kemudian berusaha mengembangkan wakaf uang untuk dikelola secara produktif, amanah, dan profesional sehingga dapat memperkuat Islamic social safety net alias jaring pengaman sosial berbasis syariah bagi masyarakat.

“Contoh di tahun lalu Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan para nazir wakaf uang memobilisasi wakaf uang dan investasikan kepada kas wakaf link sukuk atau CWLS (Cash Waqf Linked Sukuk), sebuah instrumen baru diterbitkan pemerintah, Kemenkeu, di mana imbal hasil dari kas wakaf link sukuk digunakan untuk biaya berbagai program sosial.”

Saat ini, kata Menkeu, sudah terkumpul lebih dari Rp 54 miliar dalam bentuk kas wakaf link sukuk.

“Gerakan nasional wakaf uang diharapkan menguatkan dan mengembangkan lebih jauh berbagai inisiatif yang sudah berjalan untuk menjaga momentum gerakan kas wakaf uang, KEKS [Kawasan Ekonomi Syariah Khusus], BWI dan lembaga terkait untuk melaksanakan berbagai program edukasi dan sosialisasi wakaf uang untuk tingkatkan literasi dan kesadaran masyarakat dalam berwakaf.”

** ass