25.2 C
Bogor
Thursday, April 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1335

Puluhan Tahun Ngontrak, UPT Jalan Jembatan Inginkan Kantor Baru

0

Leuwiliang l Jurnal Inspirasi

Kantor Unit pelaksana teknis Infrastruktur jalan dan jembatan kelas A wilayah V menginginkan kantor baru. Pasalnya, sampai saat ini kantor UPT sudah empat kali pindah dan statusnya saat ini masih mengontrak ditempat orang lain.

Eko Sulistianto yang baru menjabat sebagai Kepala  UPT mengatakan, kalau untuk gedung baru UPT sedang diupayakan. “Sudah ada informasi dari dinas untuk adanya penyiapan lahan.  Hanya ada beberapa pengajuan yang dari kemarin sudah diajukan karena terkait lahan basah,” kata dia kepada wartawan, Senin (8/2).

Saat ini pihaknya tetap mencari lokasi lahan di pinggir jalan agar aksesnya mudah dijangkau. Karena posisi di pinggir jalan kabupaten atau pinggir jalan provinsi itu tidak menjadi masalah yang penting bisa menjangkau wilayah. “Ya kalau bisa sih di Kecamatan Leuwiliang atau Leuwisadeng seperti itu karena aksesnya lebih mudah dari timur maupun ke barat,” ucapnya.

Eko Sulistianto yang sebelumnya menjadi kepala UPT Jalan dan Jembatan di Wilayah II Ciawi ini menyebutkan, untuk lahan yang dimiliki UPT  itu belum ada dan sedang berupaya di mana titik yang pas untuk diajukan sebagai lokasi perkantoran UPT. “Untuk perencanaannya tergantung kesediaan lahannya. Mengenai perencanaan itu sudah ada, bentuknya seperti apa sudah ada. Hanya lahannya yang belum diperoleh,” tukasnya.

Penilik Jalan dan  jembatan wilayah Kecamatan Leuwiliang dari UPT, Dedi menerangkan, sebelum UPT pindah dan berkantor di wilayah Leuwiliang dan pernah beberapa kali ngontrak dan pindah kantor. “Dulu UPT berkantor di Kampung Peuteuy Kecamatan Leuwisadeng setelah itu pindah ke Galuga dan Kampung Pasirangin Kecamatan Cibungbulang,” jelasnya.

Dari situ, tahun 2014 UPT pindah lagi ke wilayah Kecamatan Leuwiliang dan diperkirakan sudah puluhan tahun UPT itu ngontrak dan belum punya kantor sendiri.

** Arip Ekon

Korsleting Listrik, Rumah Warga di Kebon Pedes Terbakar

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Satu rumah warga milik Enih yang terletak di kampung Kebon Pedes RT 03 RW 15 Desa Wargajaya, Kecamatan Cigudeg, terbakar si jago merah yang diduga akibat arus pendek korsleting listrik. Peristiwa kebakaran terjadi  Senin (8/2) pagi pukul 04.30. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Hal itu dikatakan Camat Cigudeg Pardi setelah  mendapat laporan dari Kepala Desa Wargayaya dan pihaknya langsung mendatangi lokasi bersama petugas. Menurut Pardi, insiden tersebut ditaksir ada kerugian material dan beberapa barang berharga lainnya,

“Mencapai 50 juta, berdasarkan keterangan pemilik rumah, ada berupa uang tunai dan perhiasan sebesar 20 juta serta kerugian bangunan, ” tuturnya.

Menurut Kasi Trantib Kecamatan Cigudeg Saiful Hupad, pihaknya telah menindak lanjuti laporan dari masyarakat dan menurunkan timnya ke lokasi kebakaran. “Menindaklanjuti laporan dari Pemerintah Desa Wargajaya, pada hari senin 09:20 terkait kebakaran yang diduga merupakan akibat konsleting listrik kejadian pada perkiraan jam 04.30 wib subuh bersama PSM dan PKM ke lokasi kejadian Cigudeg,” tandasnya.

** Arip Ekon

Begini Isi Pledoi Terdakwa Kasus RS Graha Medika

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Terdakwa kasus pemalsuan surat atas perizinan pembangunan Rumah Sakit Graha Medika Bogor, Rina Yuliana mengajukan nota pembelaan atau pledoi. Pledoi dibacakan penasehat hukum terdakwa, Nur Bhakti di Pengadilan Negeri Bogor, Senin (8/2).

Dalam berkas pledoi bagian penutup, penasehat hukum menyampaikan tiga poin permohonan putusan kepada majelis hakim. Pertama, menyatakan seluruh tuntunan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak terbukti secara sah dan menyakinkan.

Kedua, membebaskan terdakwa dari seluruh tuntutan JPU atau setidak-tidaknya melepaskan terdakwa dari tuntutan hukum. Dan ketiga, memulihkan harkat dan martabat serta nama baik terdakwa seperti sedia kala.

Dalam persidangan itu, Rina Yuliana saat diberikan kesempatan menambahkan pledoi oleh majelis hakim, menyerahkan sepenuhnya nota pembelaan yang diajukan penasehat hukumnya. “Cukup atas penasehat hukum yang mulia,” ucapnya.

Sebelumnya, JPU menuntut pidana delapan tahun penjara terhadap terdakwa Rina Yuliana. Tuntutan itu dibacakan JPU dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, pada Selasa (26/2/2021).

Dalam dakwaan ke satu, Rina Yuliana dinilai melanggar Pasal 263 Ayat (2) Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 Jo. Pasal 65 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHP. Dan dakwaan kedua melanggar Pasal 374 Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 Jo. Pasal 65 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHP.

Selain Rina Yuliana, dalam kasus ini juga menyeret terdakwa Fikri Salim dalam berkas penuntutan terpisah yang dituntut delapan tahun penjara oleh JPU.

Dalam pengurusan perizinan rumah sakit tersebut, Fikri Salim bekerjasama Rina Yuliana dan Selamet Isnanto. Fikri Salim disebut telah membuat kuitansi-kuitansi serta bon-bon bukti pembayaran yang palsu guna mencairkan uang dengan cara menyuruh saksi Junaedi menuliskan nominal uang dan juga tanda tangan penerima uang yang dimuat dalam kuitansi.

JPU menyampaikan atas keterangan di muka persidangan bahwa Dr. Lucky Azizah selaku komisaris PT. Jakarta Medika mengalami kerugian sebesar Rp1,14 miliar terkait pengurusan perizinan rumah sakit tersebut. Rumah sakit juga belum beroperasi lantaran belum mengantongi izin operasional.

Selanjutnya, sidang dengan agenda tanggapan pledoi dari JPU akan digelar kembali di Pengadilan Negeri Bogor, pada Rabu (10/2) mendatang.

** Fredy Kristianto

Satgas Covid Bubarkan Acara Resepsi yang Gelar Jaipongan

0

Rumpin | Jurnal Inspirasi

Tim Gugus Tugas penanganan  Covid-19 Kecamatan Rumpin membubarkan kegiatan hajatan yang berlokasi di Kampung Parung Badak RT 03, RW 03 Desa Cidokom, Kecamatan Rumpin yang digelar pada Minggu (7/2/2021). Pembubaran ini mengacu aturan PPKM yang diterapkan Pemkab Bogor.

“Pembubaran ini karena pihak penyelenggara  mengadakan hiburan Jaipongan yang mengundang kerumunan massa ditengah pandemi Covid-19, kata Camat Rumpin Rusliandy, Senin (8/2)

Acara tersebut kata dia, dilarang sesuai aturan tim Satgas tingkat Kabupaten Bogor. “Kami melakukan pendekatan, dan pemilik acara membuat pernyataan dan jika dikemudian hari melanggar akan ditindak tegas dari aspek hukumnya,” cetusnya.

Camat Rusliandy menjelaskan, kegiatan hiburan dilarang berdasarkan Instruksi Bupati sejak 5 sampai 9 Februari yang tidak membolehkan acara resepsi selama dua pekan. Namun apabila ada undangan sudah menyebar bisa koordinasi dulu ke tim Satgas.

“Terhitung hari ini ada Peraturan Kemendagri Nomor 3 tahun 2021 tentang PPKM berbasis mikro sudah ada perpanjangan, jadi dimohon kepada masyarakat jangan dulu ada kegiatan yang mengundang kerumunan,” tegasnya.

Sementara itu Sekdes Cidokom Sahrudin mengatakan, pihak desa sebelumnya memang tidak memberikan izin adanya resepsi bahkan adanya hiburan. “Pihak desa sudah melarang bahkan tidak memberikan izin untuk adanya hiburan saat resepsi karena bisa mengumpulkan orang banyak,” kata Sekdes.

Dia pun menyesalkan acara tersebut dan pihak desa melaporkan ke gugus tugas kecamatan. “Saya langsung lapor dan kemarin, Pak Camat, Kapolsek dan Koramil bersama Pol PP datang membubarkan hiburan itu kalau hajatannya gak dibubarkan, karena protokol kesehatan sudah dilaksanakan,” pungkasnya.

** Cevi

Filantra Salurkan 500 Kado Sembako untuk Veteran di Jabar

0

Cirebon | Jurnal Inspirasi

Sebanyak 500 kado sembako disalurkan Filantra untuk para veteran kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Jawa Barat. Kado sembako tersebut diberikan kepada veteran yang tinggal di Kabupaten Subang, Kabupaten Cirebon, Kota Bogor, dan Kota Sukabumi.

Kado yang diberikan yakni berupa paket sembako serta bantuan renovasi rumah. Penyerahan bantuan sembako diberikan langsung kepada veteran di salah satu markas cabang Legiun Veteran Republik Indonesia Kabupaten DT II Cirebon yang berada di Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

Para veteran pejuang kemerdekaan terlihat antusias saat menerima kado tersebut. Salah satu veteran yang menerima bantuan tersebut adalah Mbah Sukijan. “Terima kasih kepada Filantra yang sudah memberikan kami bantuan sembako ini, semoga bermanfaat bagi kami,” ujar Mbah Sukijan.

** Wan/Yev

Achmad Fathoni Prihatin Kantor Desa Klapanunggal Minim Aset

0

Klapanunggal | Jurnal Inspirasi

Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS, Achmad Fathoni ikut prihatin mendengar kabar perihal minimnya aset kantor Desa Klapanunggal pascaganti kepemimpinan dari mantan kades 2 periode Tini Prihartini kepada kepala desa terpilih Ade Endang Saprudin.

“Masa sih gak ada aset yang dimiliki dan dibeli oleh pemdes sebelumnya? Saya berharap ada tertib administrasi dan tertib dalam pendataan asset,” kata Achmad Fathoni, Senin (8/2).

Sebelumnya, selepas sertijab di aula Kecamatan Klapanunggal, Kades Ade Endang Saprudin menyambangi kantor desa untuk melihat kondisi kantor tersebut. Namun dia kaget karena selama 2 periode kades sebelumnya tidak meninggalkan aset di kantor desa. Barang yang ada hanya 1 unit komputer, beberapa unit meja, filling kabinet dan tumpukan arsip yang tidak terurus. Ruang kepala desa pun hanya ada bangku plastik dan 1 meja.

Achmad Fathoni pun berharap agar Camat Klapanunggal dan jajarannya bisa membantu menertibkan persoalan aset Desa Klapanunggal agar hal serupa tidak terjadi lagi. Sampai berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi yang diberikan, baik dari mantan Kepala Desa Tini Prihartini maupun kades terpilih Ade Endang Saprudin.

** Nay Nur’ain

Pelatihan Terpadu Lintas Sektor Kementan Antarkan Kopinang Boyolali Mengisi Pasar Eropa

0


Bogor | Jurnal Inspirasi

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas para pembuat kebijakan lingkup Dinas Pertanian Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Teknis Perdagangan Mendukung Gratieks. Digelar Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor pada akhir Januari 2021 secara virtual, pelatihan terpadu dan sinergi lintas sektor ini berhasil mengantarkan kopinang asal Ngemplak Boyolali Jawa Tengah mengisi pasar Eropa.

Kopinang ditampilkan peserta dari Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali sebagai komoditas unggulan yang akan dikembangkan. Kesempatan terbuka setelah salah satu diaspora Indonesia My Bali Coffee yang berkolaborasi dengan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Hamburg, KJRI Frankfurt, KBRI Berlin dan Kementerian Pertanian di tahun 2020, pada Februari ini kembali memperkenalkan kopi dengan cita rasa unik ini.

“ Upaya memperkenalkan ragam kopi nusantara menjadi salah satu upaya diplomasi ekonomi yang dilakukan oleh perwakilan RI. Berkaitan dengan potensi akses pasar untuk komoditas kopi yang dilakukan di bulan Februari ini, Konsul Jenderal RI di Hamburg, menyampaikan informasi yang menggembirakan. Bahwa salah satu diaspora Indonesia pemilik My Bali Coffee menyenangi cita rasa fruity yang dimiliki kopinang, “ ungkap Wahida Narasumber pada pelatihan tersebut, Minggu (07/02/2021).

Menurut Atase pertanian di Brussel yang baru menyelesaikan tugasnya ini informasi dari Jerman tersebut secara tidak langsung memberikan bukti betapa cita rasa kopi khas Indonesia yang unik dapat diterima di pasar tujuan ekspor utama kopi Indonesia yakni Eropa.

Ia berharap informasi ini dapat menjadi faktor pengungkit bagi stakeholder terkait di Kabupaten Boyolali untuk serius mengembangkan varietas kopi Nangka ini. Wahida mengajak para pelaku dan pemerintah untuk bersinergi memacu potensi pertanian menembus pasar dunia.

Kopinang adalah kopi dengan cita rasa fruity yang tajam mengarah ke nangka. Ini adalah kopi liberika yang mempunyai kandungan kafein lebih rendah dibandingkan dengan jenis robusta dan arabika, sehingga aman dikonsumsi oleh semua usia.

Sebelumnya Kopinang lolos cupping di Perancis. Turut bergabung membuka pelatihan, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan kehadiran para pemangku kebijakan adalah untuk senantiasa berupaya, berikhtiar sekuat tenaga mencapai tujuan pembangunan pertanian, khususnya menggenjot ekspor.Kata Dedi tiga kunci keberhasilan ekspor adalah produktivitas, memenuhi kualitas atau kriteria yang diinginkan negara tujuan, dan kontinuitas produk.

Mengenai Gratieks, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut bahwa program ini sebagai gerakan pemersatu kekuatan seluruh pemegang kepentingan pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir. Dalam berbagai kesempatan Mentan menyampaikan gerakan tersebut merupakan gerakan bersama untuk mengoptimalkan potensi pertanian Indonesia dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri serta memenuhi pasar internasional.

Terkait pelatihan ini Kepala PPMKP Yusral Tahir menyampaikan secara serius, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian akan melatih petani dengan komoditas unggulan, pengurus kelompok tani, dan penyuluh dalam pelatihan terpadu yang berkelanjutan. Ia menyebut hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap program Gratieks.

“Pelatihan terpadu ini memiliki target outcome yang terukur, dan akan dilakukan secara berkesinambungan termasuk di dalamnya pelatihan dan bimbingan teknis di lapangan,” ucap Yusral Tahir.

** Osi WR/Regi- PPMKP

Bogor Masuk Daerah yang Mesti Terapkan PPKM Mikro

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Kota dan Kabupaten Bogor termasuk daerah di Jawa Barat yang mesti menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro pada 9-22 Februari. Pemerintah telah merilis sejumlah kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Pulau Bali yang masuk daftar wilayah PPKM Mikro tersebut.

Pembatasan kali ini mengalami sejumlah perubahan aturan. Pemerintah saat ini berfokus pengendalian di wilayah terkecil, mulai dari kelurahan hingga RT/RW.

“Pengaturan pemberlakuan pembatasan meliputi seluruh desa dan kelurahan pada kabupaten/kota yang telah ditetapkan sebagai prioritas wilayah pembatasan sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu,” bunyi poin kesebelas Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 03 Tahun 2021, dikutip Senin (8/2).

Di DKI Jakarta, PPKM Mikro berlaku di seluruh kabupaten/kota. Pembatasan itu juga diterapkan di sejumlah wilayah Jawa Barat yang berbatasan dengan DKI Jakarta.

Daftar wilayah PPKM Mikro di Jawa Barat meliputi Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Cimahi, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Bandung Raya.

Sementara di Jawa Tengah, PPKM Mikro berlaku di Semarang Raya, Banyumas Raya, dan Kota Surakarta. Sementara di Jawa Timur, pembatasan berlaku di Surabaya Raya, Madiun Raya, dan Malang Raya.

Daerah Istimewa Yogyakarta menerapkan PPKM Mikro di Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Kulon Progo.

Lalu Bali menerapkan PPKM Mikro di Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Tabanan, dan Kota Denpasar.

Pada daerah yang masuk daftar wilayah PPKM Mikro, pemerintah kembali mengizinkan perkantoran diisi 50 persen karyawan, restoran diisi 50 persen pengunjung, rumah ibadah 50 persen jemaah.

 Kemudian seluruh sekolah menerapkan belajar di rumah bagi para siswa. Sementara pusat perbelanjaan boleh buka hingga 21.00 waktu setempat. Aturan PPKM Mikro lebih longgar dari PPKM pada 11 Januari hingga 8 Februari.

** ass/cnn

Banjir di Karawang, 2 Ribu Orang Mengungsi

0

Karawang | Jurnal Inspirasi

Banjir melanda Kabupaten Karawang. Pada Senin (8/2/2021) pagi, banjir sudah merendam 17 desa di 13 kecamatan. Sedikitnya 2.000 orang terpaksa mengungsi karena ketinggian air mencapai 1,5 meter.

“Wilayah banjir terus bertambah, sekarang sudah merendam 17 desa di 13 kecamatan. Kami masih menunggu laporan terakhir karena ada sejumlah desa dilaporkan sudah mulai tergenang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Karawang, Yasin Nasrudin.

Menurut Yasin, banjir sudah merendam sebanyak 3010 rumah dan 15.039 jiwa dari 3.521 Kepala keluarga terdampak banjir. Tim SAR masih melakukan evakuasi hingga Senin pagi ini. “Pengungsi sudah mencapai 2000 jiwa dan mungkin bakal bertambah karena sekarang juga masih dalam pendataan petugas kami,” katanya.


Yasin mengatakan ketinggian air di sejumlah wilayah banjir bervariasi. Namun paling parah terjadi di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe, Desa Dauwan Tengah, Desa Dawuan Barat Kecamatan Cikampek. Ketinggian air di tiga wilayah itu mencapai 1,5 meter.

“Di wilayah banjir paling parah kami menerjunkan banyak petugas dan relawan. Paling penting saat ini melakukan evakuasi. Meski peralatan kita terbatas,” katanya.

** ass/sindonews

Unjuk Kerja Nyata, BPPSDMP dan Penyuluh Percepat Regenerasi Petani Milenial

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH. MH menegaskan bawa hidupnya pertanian (peternakan) adalah hidupnya bangsa dan generasi milenial. Start up bidang pertanian untuk mempercepat peran generasi muda dalam mengembangkan dan memajukan sector pertanian agar lebih produktif dan berpeluang ekspor. “Perlu petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembangunan pertanian/peternakan,” ujar Mentan Syahrul.

Pertanian merupakan garda terdepan dalam pencegahan Covid-19 dengan menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan sabun serta berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh, produksi bahan pangan pada masa pademi Covid-19 tetap terus berjalan, tegas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Pertanian Prof. Dr. Ir. Dedy Nurshamsy, M.Agr.

Tosiah

Taufik Kurahman adalah seorang pemuda yang berasal dari Desa Puyung, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. Dia lulusan SMK dari Ponorogo yang menekuni peternakan kambing perah sejak tahun 2019. Pemuda yang lahir tanggal 22 Februari 1998 ini melihat potensi dan sumberdaya yang ada di desa tersebut memutuskan untuk jadi peternak karena didukung oleh ketersediaan hijauan pakan ternak yang melimpah sepanjang tahun.

Pada awal memulai usaha kambing perah dengan memelihara sebanyak 15 ekor dan kandang senilai 25 juta, dan pada saat sekarang kambing berjumlah 25 ekor dan pupuk kandang selama 2 tahun serta pupuk kandang 3 ton dengan total omzet sebesar 100 juta dari usaha kambing perah.

Dalam meningkatkan SDM di bidang budidaya kambing perah, Taufik Kurahman aktif sebagai anggota kelompok tani Bumi Mulya yang beranggotakan 22 orang dan aktif mengikuti penyuluhan dalam bidang perternakan kambing perah meliputi menyusun pakan yang tepat, belajar manajemen kesehatan hewan termasuk manajemen reproduksi oleh penyuluh pendamping ibu Tosiah, SST dan petugas teknis Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek.

Produksi susu kambing perah yang dibudidayakan antara 1-2 liter/ekor/hari dan dijual dengan harga rata – rata per liter 12.000, sedang bibit (calon induk/calon pejantan) sebagian dijual dan sebagian dipelihara untuk pengembangan,  sedang kotaran ternaknya diolah menjadi pupuk organik atau kompos dan dijual dengan harga 1000 / kg.

** Tosiah, SST
[Penyuluh Pertanian Kab. Trenggalek]