29.3 C
Bogor
Sunday, July 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 130

Nanas Berhias RW 12 Wujud Nyata Semangat Warga Karanggan Menuju Zero Waste 2026

0

jurnalinspirasi.co.id – Suasana semarak terlihat di Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Nanas Berhias RW 12, Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor saat tim penilai Lomba Kampung Bersih tingkat Kabupaten Bogor 2025 berkunjung untuk melakukan penilaian, Kamis (06/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Kepala Desa Karanggan, Asdi, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh warga RW 12 yang telah menunjukkan kekompakan dan kepedulian tinggi terhadap kebersihan lingkungan.

“RW 12 ini menjadi contoh bagi wilayah lain. Warganya kompak dan terus berinovasi dalam menjaga lingkungan. Semangat seperti inilah yang ingin kami tularkan ke seluruh masyarakat Desa Karanggan,” ujar Asdi dalam sambutannya.

Kampung Ramah Lingkungan Nanas Berhias menjadi salah satu ikon kebanggaan warga karena berhasil menciptakan lingkungan bersih, hijau, indah, asri dan sejuk. Saat ini, RW 12 memiliki satu bank sampah induk dan dua bank sampah unit, serta didukung dengan 305 lubang biopori, 42 komunal, dan 79 komposter. Beragam inovasi tersebut menjadi bukti nyata keterlibatan aktif warga dalam mengelola sampah sejak dari rumah.

Sementara itu, Ketua KRL Nanas Berhias sekaligus Ketua RW 12, Sopi, mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat gotong royong warga yang terus tumbuh melalui kegiatan lingkungan.

“Awalnya kami hanya fokus menjaga kebersihan dan memilah sampah, tapi ternyata efek yang tak terduga. Kekompakan dan kerukunan antarwarga meningkat,” tutur Sopi.

Lebih lanjut, Sopi menegaskan bahwa target utama KRL Nanas Berhias ke depan adalah mewujudkan lingkungan zero waste atau bebas sampah pada tahun 2026.

“Kami terus menekankan pentingnya pengolahan sampah mandiri, terutama untuk sampah organik. Harapannya, pada akhir tahun ini, kami sudah bisa mencapai zero waste untuk seluruh jenis sampah,” ujarnya optimis.

Kunjungan tim penilai ini disambut meriah oleh aparatur desa, kader PKK, serta warga setempat. Selain menjadi ajang lomba, kegiatan ini juga mempererat hubungan antarwarga dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat yang sadar akan pentingnya kebersihan dan keberlanjutan hidup di lingkungannya.

(Safa Intan Ardani/mg)

Momentum HKN Ke-61, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang Edukasi Lansia Gizi Seimbang

0

jurnalinspirasi.co.id – RSUD R. Moh. Noh. Nur terus memperkuat upaya promotif dan preventif dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-61. Salah satu rangkaian kegiatan yang digelar yaitu Edukasi Gizi Seimbang pada Lansia dengan Hipertensi yang dipadukan dengan Senam Sehat dan Skrining Kesehatan bersama Komunitas Lansia SPIRIT SEJALAN.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 07/11/2025 di Lapangan Olahraga RSUD R. Moh. Noh. Nur (WR. Supratman). Melalui kegiatan ini, rumah sakit berupaya mendorong lansia untuk lebih sadar dalam mengelola pola makan, aktivitas fisik, dan pemantauan kesehatan agar risiko hipertensi serta penyakit tidak menular dapat ditekan sejak awal.

Senam Sehat bersama Komunitas Lansia SPIRIT SEJALAN

Edukasi disampaikan oleh Kepala Instalasi Gizi RSUD R. Moh. Noh Nur, Rini Suryanti, S.Gz., MKM yang menekankan penerapan pedoman G4 – G1 – L5 dari Kementerian Kesehatan RI sebagai acuan gizi seimbang yang mudah diterapkan lansia setiap hari. G4 berarti konsumsi Gula maksimal 4 sendok makan per hari, G1 yaitu Garam maksimal 1 sendok teh per hari, dan L5 yaitu Lemak maksimal 5 sendok makan per hari untuk mencegah penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.

“Bapak, Ibu tetap boleh menikmati makanan yang disukai, tetapi porsinya harus dikontrol. Ketika G4, G1, dan L5 ini diterapkan konsisten setiap hari, kualitas hidup akan jauh lebih aman, tekanan darah lebih stabil, dan risiko komplikasi penyakit tidak menular dapat ditekan,” ujar Rini Suryanti dalam penyampaian edukasi.

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur dr. Vitrie Winastri, S.H., MARS bersama dr. Dadang Herdiana, Sp.PD selaku Ketua Tim Geriatri RSUD R. Moh. Noh Nur yang menyapa langsung para peserta. Kehadiran pimpinan rumah sakit dan Ketua Tim Geriatri tersebut menjadi bukti komitmen RSUD untuk selalu hadir mendampingi masyarakat, bukan hanya dalam pelayanan kuratif, namun juga dalam penguatan kesadaran Kesehatan.

Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur dr. Vitrie Winastri, S.H., MARS bersama dr. Dadang Herdiana, Sp.PD selaku Ketua Tim Geriatri RSUD R. Moh. Noh Nur yang menyapa langsung para peserta.

Selain mendapat edukasi, peserta juga mengikuti Senam Sehat serta menjalani skrining kesehatan berupa pemeriksaan tanda vital dan pemeriksaan gula darah sebagai deteksi dini risiko penyakit tidak menular yang sering muncul pada lansia.

Sebagai bentuk apresiasi pada kegiatan ini, beberapa peserta mendapatkan doorprize, salah satunya Ibu Juanah (66 tahun) dari Desa Wargajaya. “sudah 2 tahun saya aktif dikegiatan komunitas Spirit Sejalan, jarang absen kalua ada acara karena melalui acara yang ini kita bisa tambah pengetahuan, tambah teman yang seusia, cek Kesehatan gratis dan rutin dua kali setiap bulan di rumah sakit”ujarnya. Melalui kegiatan ini, RSUD R. Moh. Noh. Nur berharap lansia terus menjadi generasi sehat, aktif, dan tetap berdaya menjaga kualitas hidupnya.

(yev/rls)

Cegah BAB Sembarangan, Puluhan Jamban Tangki Septik Dibangun di 4 Kampung di Desa Sadengkolot

0

jurnalinspirasi.co.id – Progres pembangun jamban tangki septik tahap dua sebanyak 25 unit. Kali ini dibangun di  empat kampung di wilayah empat RW di Desa Sadengkolot, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor mengawali pembuatan lubang septic tank.

Pembangunan jamban  berbasis ramah lingkungan pada tahun sebelumnya  Pemerintah Desa Sadengkolot telah membangun 80  jamban tangki septik bagi 80 Kepala Keluarga (KK).

Tangki septik

Ketua RT 02 RW 02 Kampung Sukamaju  Elih Hayati menyebut, tahun 2025 ini 25 unit  jamban tangki septik itu dibangun di empat kampung, salah satunya di wilayahnya.

“Sebanyak 10 jamban yang dibangun di Sukamaju,  giliran warga kami mendapat bantuan berupa pembangunan jamban tangki septik. Karena masih banyak yang  BAB ke kali, kami sangat  bersyukur warga kami sebagai penerima bantuan jamban tersebut,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Jumat (7/11/2025).

Sebagai ketua RT,  dia sangat berterimakasih kepada Pemkab Bogor serta Pemerintah Desa, karena melalui jamban  tangki septik itu bisa meminimalisasi pencemaran kali.

“Tengki septik ini untuk mengurangi pencemaran kali, karena masyarakat yang telah memiliki jamban sudah tak lagi BAB sembarangan,” ujarnya.

Sementara jamban tengki septik dibangun di kampung  Sukamaju , Ciranji, Cimanggu serta di Kampung Sukarakyat di lingkungan RW 02, 03, dan RW 04. Program pembangunan jamban  ramah lingkungan  dari Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas PUPR ini dipastikan sebelum akhir tahun rampung dibangun.

Sebelumnya ketua pembangunan sanitasi jamban antiseptik Suhartono kepada Jurnal Bogor menyebutkan, penyediaan sanitasi jamban yang sehat tersebut untuk mencegah stunting yang  dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak.

Suhartono menjelaskan, sanitasi jamban menjadi faktor penting seperti di Sadengkolot dari  60 RT, 10 RW dan 5 dusun ada sekitar 3.500 Kepala Keluarga dengan 13.000 jiwa dengan luas wilayah 481,3 hektare tentu Pemerintah Desa tidak bisa fokus pada salah satu program saja karena ploting anggaran harus sesuai kebutuhan masyarakat.

Masih minimnya  fasilitas umum seperti toilet maupun MCK, kata Suhartono, karena Pemerintah Desa belum bisa membangun fasilitas umum seperti MCK dengan jumlah banyak.

Dari 8 desa se- Kecamatan Leuwisadeng, Desa Sadengkolot dengan wilayah yang cukup luas dan jumlah  penduduk begitu padat maka program sanitasi jamban sangat bermanfaat terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Bergulirnya sanitasi jamban diawali tahun 2023 -2024 tercatat 80 Kepala Keluarga (KK) sebagai penerima manfaat pada  program pembangunan sanita jamban tersebut.

“Dari 80 KK,  masing masing  telah menerima bantuan jamban tangki septik. Progres  di tahun 2025 dari 50  sanitasi jamban, sementara  25 unit yang baru terealisasi tepatnya di kampung Ciranji RW 03,” tandasnya.

Sementara pendamping pembangunan sanitasi jamban pada DPUPR  Jul Iskandar menjelaskan, program sanitasi jamban di Sadengkolot telah tiga tahun berjalan.

“Program yang usulkan secara berkelanjutan dilakukan, maka setiap tahun  masyarakat  di Sadengkolot  kategori berpenghasilan rendah mendapatkan bantuan sanitasi jamban tersebut,” jelasnya.

(Arip Ekon)

BNN dan Polri Gerebek Kampung Ambon, Delapan Tersangka dan 558 Gram Sabu Diamankan

0

Jurnal Bogor – Komitmen Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memberantas peredaran gelap narkoba kembali dibuktikan melalui operasi gabungan bersama Polri di kawasan Kampung Ambon, Jakarta Barat, Kamis (6/11/25). Kawasan padat penduduk yang dikenal rawan transaksi narkoba itu kembali menjadi target penindakan setelah sebelumnya BNN menggelar operasi di Kampung Bahari.

Dalam operasi kali ini, sekitar 500 personel gabungan diterjunkan untuk menyisir gang-gang sempit, hunian padat, serta titik-titik yang dicurigai sebagai lokasi penyimpanan dan transaksi narkotika. Petugas melakukan penggeledahan pada sebuah lapak di pinggiran sungai serta tiga area kos-kosan yang diduga menjadi tempat persembunyian jaringan pengedar.

Dari hasil penyisiran, petugas mengamankan delapan orang tersangka berinisial AP, L, D, A, IK, MS, AS, dan RS. Selain itu, turut disita barang bukti berupa 558,05 gram sabu, satu klip ganja siap edar, alat hisap sabu (bong), telepon genggam, kartu ATM, dan buku tabungan yang diduga terkait aktivitas transaksi.

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) dan/atau Pasal 112 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) dan/atau Pasal 111 ayat (1) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun.

BNN menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak hanya menjadi tugas aparat, tetapi membutuhkan dukungan masyarakat. Warga diimbau segera melapor apabila mengetahui indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggalnya.

Sementara itu, bagi penyalahguna narkoba, BNN mengingatkan ketersediaan layanan rehabilitasi gratis berstandar nasional yang dapat diakses tanpa dipungut biaya. Langkah ini merupakan bentuk perhatian negara untuk menyelamatkan dan memulihkan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Yudi

Semakin Diakui, Kemenag Fasilitasi KPPTB Tempat Manasik

0

jurnalinspirasi.co.id – Komunitas Pengusaha Tour and Travel Kota Bogor (KPTTB) melakukan audiensi dengan Pusat Pelayanan Haji dan Umroh Terpadu Kementerian Agama Kota Bogor di Jalan Sumper Kaler, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis (6/11/2025).

Ketua KPTTB, Umar Toha mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung kebijakan pemerintah dalam mendirikan Kementerian Umroh dan Haji. Sebagai stakeholder, para pengusaha travel siap bersinergi dan mensupport pemerintah.

“Kami siap melakukan pendataan jemaah umroh dan haji. Sekaligus melakukan mitigasi terkait fenomena pengepul umroh mandiri,” ujar Umar kepada wartawan, Kamis (6/11).

Mantan Ditektur Operasional Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) ini menegaskan, KPPTB siap menjadi ‘mata’ dan ‘telinga’ pemerintah dalam menyikapi fenomena pengepul umroh mandiri.

“‘Mata’ dan ‘telinga’ pemerintah terbatas. Sementara kami adalah orang lapangan, tang lebih banyak melihat langsung,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, KPPTB juga berterima kasih kepada Pusat Pelayanan Haji dan Umroh Terpadu Kementerian Agama Kota Bogor yang memberikan fasilitas manasik kepada 29 anggota KPPTB.

Menurutnya, pemberian akses tersebut membuat legal standing perusahaan travel yang bernaung di bawah KPPTB sangat diakui oleh pemerintah.

“Alhamdulilah kami yang pertama difasilitasi untuk menggunakan gedung sebagai tempat manasik. Tempatnya sangat representatif tidak kalah dengan hotel. Ini sebuah kehormatan karena kita sangat diakui negara,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama, Indra Karmawan mengatakan bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan KPPTB untuk memberikan fasilitas manasik. Sehingga mereka tak perlu melaksanakan manasik di hotel.

“Sementara fasilitas ini hanya untuk anggota KPPTB. Sebab, di Kota Bogor ini banyak travel tetapi tidak lapor ke kami. Langkah tersebut sekaligus mitgasi, agar perusahaan travel tak liar dalam berusaha,” jelas Indra.

Selain itu, Indra meminta anggota KPPTB untuk melaporkan apabila ada temuan mengenai pengepul umroh mandiri, yang merugikan para pengusaha travel.

Lebih lanjut, Indra juga meminta masyarakat lebih waspada dalam menggunakan jasa travel umroh dan haji, mengingat maraknya penipuan yang terjadi.

“Masyarakat sebelum menggunakan jasa travel, baiknya koordinasi dan mengecek langsung ke kami soal legalitas dan izin travel. Atau bisa melakukan pengecekan mandiri di situs Kemenag atau aplikasi Pusaka dan Satu Haji yang dapat didownload di playstore,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Pemeliharaan Jembatan dan Pengecatan Jalan Cihideung–Maseng, DPUPR Bogor Tingkatkan Kenyamanan Pengguna Jalan

0

Jurnal Bogor – UPT Pelaksana Teknis Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah III, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor, melaksanakan pemeliharaan jembatan serta pengecatan marka jalan pada ruas Cihideung–Maseng, Kecamatan Cijeruk dan pemeliharaan jembatan pekerjaan pemeliharaan sayap jembatan Ciburayut Selaawi Kecamatan Cigombong.

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah berkelanjutan untuk menjaga kualitas infrastruktur agar tetap layak dan aman bagi pengguna jalan.

Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah III, Tuti Tirwaningsih, mengatakan pemeliharaan dilakukan secara bertahap sesuai skala kebutuhan di lapangan. Ia menegaskan bahwa ruas jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan berbagai wilayah dan menjadi jalur aktivitas ekonomi warga.

“Pemeliharaan ini merupakan upaya rutin kami untuk memastikan kondisi jembatan dan jalan tetap optimal. Mulai dari pengecatan marka, perbaikan minor, hingga penataan lingkungan sekitar, semuanya ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” ujar Tuti, Kamis (6/11/25).

Menurutnya, DPUPR Kabupaten Bogor terus mendorong pemeliharaan preventif guna mencegah kerusakan yang lebih besar di kemudian hari. Ia juga mengajak masyarakat berperan serta dalam menjaga fasilitas publik agar umur layanan infrastruktur dapat bertahan lebih lama.

“Kami juga terbuka terhadap laporan dari masyarakat. Jika ada kerusakan atau kondisi yang perlu segera ditangani, silakan informasikan melalui kanal resmi. Partisipasi masyarakat sangat membantu dalam percepatan penanganan di lapangan,” tambahnya.

Dengan adanya kegiatan pemeliharaan ini, diharapkan kelancaran arus transportasi di wilayah Kecamatan Cijeruk dapat terus terjaga, serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Yudi

Pabrik Petrokimia Terbesar ASEAN Resmi Beroperasi

0



jurnalinspirasi.co.id – Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Kamis, 6 November.

Nilai investasi pabrik kimia PT LCI tersebut sebesar US$4 miliar atau setara dengan Rp 66,5 triliun.

Investasi tersebut merupakan investasi Petrokimia pertama di Indonesia dan terbesar. Investasi tersebut sudah terealisasi 100 persen.

PT LCI berencana memproduksi 1 juta ton ethylene, 520.000 ton propylene, dan 250.000 ton polypropylene per tahun.

Dilansir dari laman voi.id, Kamis (6/11), CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut, Danantara akan mengkaji tawaran Lotte Chemical untuk ikut berinvestasi dengan menawarkan 35 persen saham.

Seperti diketahui, PT Lotte Chemical Indonesia adalah perusahaan petrokimia yang berfokus pada produksi bahan kimia dengan visi menjadi pemimpin industri melalui teknologi canggih dan berkelanjutan.

Didirikan di Indonesia dan beroperasi dengan fasilitas di Cilegon, Banten, perusahaan ini menghasilkan produk seperti olefin, aromatik, dan polimer untuk berbagai industri. LCI merupakan bagian dari grup perusahaan kimia raksasa, Lotte Chemical Corporation, yang berpusat di Korea Selatan.ded

Vicky Prasetyo Terharu Ditunjuk Jadi Ketua Soliderity Squad

0

jurnalinspirasi.co.id – Momen haru dirasakan Vicky Prasetyo artis sekaligus politisi saat dirinya ditunjuk oleh rekan-rekan sesama artis dan anggota lainnya sebagai Ketua DPP Solidarity Squad pada 17 April 2025 lalu di Jakarta.

Vicky mengatakan jika semua ini atas kepercayaan dan dukungan dari rekan-rekan artis dan semua anggota serta influencer yang telah bergabung dalam organisasi sosial ini.

“Alhamdulilah, segala puji syukur saya ucapkan kepada Allah atas semua anugrahnya dan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan artis, influencer dan semua yang telah mempercayai kepada saya untuk menjadi ketua umum,” ucap Vicky Prasetyo, Selasa (4/11/2025).

Vicky menambahkan walau usia organisasi sosial ini masih terbilang baru, namun saya acungi jempol anggotanya sudah tersebar di 34 provinsi dan yakin jika organisasi ini akan membawa kebaikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Memang masih baru tapi anggotanya sudah tersebar di 34 provinsi dan semuanya ada berkat kesamaan visi solideritas dengan rasa kepedulian sesama tanpa adanya perbedaan dan yakin membawa kebaikan bagi masyarakat.” ucap Vicky

Patut diketahui, Solidarity Squad adalah sebuah gerakan kolektif yang berfokus pada solidaritas, kebaikan, dan perubahan sosial melalui aksi-aksi kepedulian, seperti kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan serta bertujuan untuk menjadi wadah untuk semua individu yang ingin berkembang bersama.

Lewat organisasi ini diharapkan bisa menjadi jembatan komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemerintahan terutama dalam menuntaskan kemiskinan sesuai dengan program Presiden Prabowo.

“Saya selaku ketua segera membentuk tim kerja dengan para anggota guna merumuskan program-program terkait kebutuhan masyarakat fokus dibidang sosial, lingkungan hidup, seni dan budaya,”tandasnya.

Dengan terpilihnya Vicky Prasetyo sebagai Ketua diharapkan mampu membawa energi yang lebih positif untuk organisasi kedapannya. (Win)

Mantra Kaya Purbaya “Dia Sudah Kaya, Mari Kita Kaya Bersama”

0

Oleh: Herry Keating
(Wartawan Jurnal Bogor)

jurnalinspirasi.co.id – Awal November 2025, panggung politik ekonomi nasional kembali diguncangkan pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di depan Anggota Komite IV DPD RI yang membidangi APBN, pajak, perimbangan keuangan pusat dan daerah, lembaga keuangan mikro, kecil dan menengah termasuk memberikan pertimbangan hasil pemeriksaan BPK RI.

“Mari kita kaya bersama, itu tujuan kita. Kalau kaya sendiri, dia sudah kaya, dia sudah kaya. Tapi kan sebagian besar masyarakat kita nggak begitu. Itu bukan keberhasilan kita kalau kita cuma bikin kaya sebagian orang. Jadi tujuan kita adalah memaksimalkan uang yang kita ada, policy yang kita ada, kekuatan ekonomi dan politik yang kita ada, untuk memakmurkan masyarakat kita,” kata Purbaya seolah jadi mantra di hadapan Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung dan Anggota Komite IV DPD RI, Senin 3 November 2025.

Pernyataan ini seolah memukul para politikus mandiri (main sendiri) yang kini menghuni DPD RI. Tanpa partai hanya berbasis konstituen namun memiliki kekayaan fantastis. Itu terlihat dari para senator DPD yang menyampaikan aspirasi saat berdialog dengan Purbaya. Tamsil Linrung dikenal sebagai politikus PAN di Pemilu 2004, lalu pindah ke PKS hingga bercerai pada 2019 lalu menjadi politikus mandiri.

Mantra menjadi kaya ala Purbaya juga seakan memukul para pejabat yang tanpa malu ingin memperkaya diri sendiri untuk berbagai tujuan. Padahal pejabat tak perlu menjadi kaya sudah dicontohkan para pendiri Republik Indonesia. Kisah Mohammad Hatta yang tak mampu membeli sepatu Bally hingga akhirnya hanya menyimpan poster sepatu Bally di balik dompetnya. KH Agus Salim yang juga tak mampu membayar listrik rumahnya dan tak mau mengganggu tokoh bangsa lainnya untuk meminta bantuan. Masih banyak contoh pendiri negara yang memilih hidup sederhana daripada mengejar kekayaan selain dua tokoh di atas.

Berbanding terbalik dengan pejabat saat ini yang justru berlomba-lomba menumpuk kekayaan. Mantan Kepala Badiklat Mahkamah Agung Dr. Zarof Ricar, SH, S.Sos, M.Hum yang ditangkap Kejagung dan ditemukan uang hampir Rp 920 miliar dan 51kg emas yang disimpan di rumahnya. Satu contoh pejabat yang memperkaya diri sendiri.

Mantra menjadi kaya ala Purbaya ini memang masih sebatas mantra. Dalam KBBI mantra dijelaskan sebagai susunan kata puitis berima yang memiliki kekuatan mistis dan gaib. Lho kok gaib? Karena baru sebatas pernyataan belum jadi kenyataan meskipun secara psikologis mantra-mantra Purbaya sering dilontarkan di publik dalam berbagai kesempatan.

Bahkan karena mantra Purbaya dalam Sarasehan Ekonomi di hadapan Presiden Prabowo dan semua pejabat perekonomian dihadiri para pegiat ekonomi pada 8 April 2025 mampu menghipnotis presiden hingga akhirnya diangkat menjadi menteri keuangan menggantikan Sri Mulyani. Hanya Purbaya yang memberi data dan pemaparan optimistik menghadapi geliat ekonomi Tanah Air di tengah goncangan ekonomi dunia.

Dengan mantra Purbaya yang optimistik menghadapi ekonomi dunia berhasil menghipnotis Presiden Prabowo. Sajian datanya bahkan diambil sejak 1980an, krisis moneter 1997 dan 1998 hingga siklus 10 tahunan yang terjadi di 2008 dan berujung saat pandemi 2020-2021.

Mantra Purbaya dengan kekuatan magis data ekonomi percaya diri bahwa ekonomi Indonesia tidak perlu bergantung pada suntikan modal asing atau investor. Ekonomi Indonesia sendiri sudah mampu bergerak sendiri dan akan mampu menarik investasi lebih besar jika pengelolaan ekonomi dalam negeri sudah lebih baik.

Mantra kaya Purbaya saat ini memang baru sebatas mantra kekayaan. Namun dengan analisa dan data ekonomi yang sudah dikerjakan puluhan tahun telah berhasil menarik optimisme publik Tanah Air. Meskipun belum menunjukan pencapaian target signifikan pertumbuhan ekonomi yang mampu menyerap jutaan tenaga kerja dan membuat kaya rakyat Indonesia.

Namun mantra Purbaya telah berhasil menunjukan indikasi pergerakan ekonomi selama 2 bulan terakhir sejak menjabat menteri keuangan awal September 2025. Fresh money yang selama ini mengendap di Bank Indonesia sudah dipindahkan ke bank-bank Himbara dengan nilai bervariasi dengan total kucuran uang sebesar Rp 200 triliun. Tujuannya meningkatkan likuiditas sistem perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Buktinya Bank BRI sudah mampu menyalurkan penempatan dana pemerintah sebesar Rp55 triliun. Kucuran kredit oleh Bank BRI disalurkan untuk kredit pertanian, perdagangan, UMKM dan pembiayaan program pemerintah dengan total pembiayaan Rp1.416,6 triliun dengan pertumbuhan 6,0% YoY di akhir Triwulan II 2025. Dengan total kredit melalui KUR UMKM mencapai Rp1.137,84 triliun atau setara 80,32% dari total portofolio pembiayaan BRI.

Bahkan mantra Purbaya juga sudah mulai menggeliatkan ekonomi pemerintah daerah yang ternyata ada yang sengaja menyimpan uang di bank dalam bentuk deposito dengan nilai triliunan. Mantra Purbaya ini yang kemudian mengungkap ada APBD Pemprov Jabar yang disimpan dalam bentuk giro di perbankan dan Pemprov DKI terbukti menyimpan uang senilai Rp14 triliun dalam bentuk deposito. Ada juga Gubernur Kalsel yang mengaku menyimpan APBD dalam bentuk deposito di perbankan.

Mantra Purbaya bermaksud agar dana di perbankan segera dikucurkan ke tengah masyarakat dalam bentuk pembangunan fisik dan non fisik sebagai pemantik pertumbuhan ekonomi.

Betul bahwa APBN/APBD hanya pemantik yang nilainya 10 persen dari geliat perekonomian. Namun dengan 10 persen ini diyakini secara ekonomi mampu menggerakkan efek bola salju yang membesar dan menggelembungkan ekonomi makro. Jika pemda tidak mampu menggunakan anggaran untuk menjalankan program pemerintah, Purbaya kembali mengeluarkan mantra.

“Kalau nggak dipakai, akan saya tarik dananya untuk saya alokasikan ke sektor produktif lain,” kata Purbaya.

Lantas bagaimana dengan pengelolaan anggaran di pemerintah daerah? Di Kabupaten Bogor misalnya, ada kebijakan tidak mengeluarkan uang muka dalam pelaksanaan program dan proyek pembangunan pemerintah. Sasusnya bertujuan agar proyek pemerintah dijalankan oleh kontraktor yang punya modal. Tapi apakah kebijakan ini sudah sejalan dengan mantra Purbaya? Apalagi sasus terakhir, pekerjaan sudah lebih dari 50 persen dan tagihan progres susah cair, entah oleh birokrasi atau karena memang kinerja pejabatnya kurang gercep dalam menyerap anggaran.

Meskipun begitu, mantra Purbaya ini harus juga menyentuh ke level tata kelola anggaran di daerah. Dengan memastikan penyerapan anggaran tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. Pengelolaan keuangan daerah jelas menjadi backbone pertumbuhan ekonomi nasional. Ritual Purbaya dalam membongkar adanya penyimpanan anggaran di perbankan pasti sudah memicu kesadaran kepala daerah untuk menggunakan anggarannya sebagai pemantik mengayakan atau memakmurkan rakyat di daerah.

Saat ini harus disadari kenyataan kepala daerah dalam menggunakan anggaran masih belum memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi, efisiensi, efektivitas, keadilan, berkeadilan dan disiplin anggaran. Prinsip pengelolaan anggaran ini yang musti terus ditekan dilaksanakan Purbaya di tingkat daerah. Problem sumbatan birokrasi dalam penyerapan anggaran. Tumpukan aturan yang menyulitkan pelaku UMKM mendapat kemudahan dan netralitas aturan. Ini juga musti jadi perhatian Purbaya bersama jajarannya.

Mantra Purbaya baru akan terasa 6 bulan ke depan. Apalagi target pertumbuhan ekonomi Presiden Prabowo 8%. Optimisme Purbaya mampu mencapai target itu di 2028. Meskipun bisa jadi lebih cepat dari prediksinya secara ekonomi berdasar survei dan sensus BPS. Target pertumbuhan juga akan nampak di akhir tahun 2025 apakah mantra-mantra Purbaya yang diiringi dengan ritual kebijakan moneter dan fiskal akan sesuai dengan roadmap yang sudah tersaji dalam kitab primbon begawan ekonomi dunia. Kita akan saksikan dan rasakan bersama dampaknya pada kantong dan isi rekening bank yang saat ini masih kembang kempis. Apakah mantra-mantra Purbaya untuk kaya bersama seluruh lapisan masyarakat Indonesia secara proporsional akan terbukti? Tetaplah bekerja, berkarya dan berharap. Harapan yang akan membawa kemajuan dan optimisme kehidupan lebih baik seperti mantra Purbaya.

(**)

Warga dan Pengusaha Apresiasi Camat Megamendung

0

jurnalinspirasi.co.id – Langkah Pemkab Bogor yang sedang mengembalikan kawasan Puncak, Cisarua dan Megamendung dari kerusakan dengan melakukan penanaman pohon di lahan-lahan kritis, dan di sepanjang aliran sungai Ciliwung juga Cisadane, mendapat respons positif dan dukungan dari kalangan pengusaha pariwisata.

Pemerintah Kecamatan Megamendung yang terus merespons terhadap instruksi dari Bupati Bogor Rudy Susmanto di setiap upaya kegiatan yang berbasis lingkungan tidak bertepuk sebelah tangan. Para pelaku usaha pariwisata mengatakan mereka akan mendukung terhadap program tersebut.

Sikap para pengusaha tersebut, merujuk kepada langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang sudah memberikan kebijakan dan berpihak kepada masyarakat para pekerja pariwisata yang kini bisa bernapas lega. Penindakan KLH dengan menyegel sejumlah tempat wisata, pada Selasa (4/11), segel-segel itu sudah bisa dicabut setelah sebelumnya dilakukan pencabutan sanksi administrasi kepada sejumlah pelaku KSO.

“Segel milik KLH sudah dicabut, ini merupakan komitmen KLH pada tanggal 28 Oktober lalu. Para pengusaha akan melaksanakan berbagai bentuk kegiatan untuk penyelamatan lingkungan berupa penanaman pohon. Keputusan KLH ini dengan sangat jelas menyelamatkan para pekerja pariwisata dari PHK massal.  Dengan demikian, para pekerja pariwisata yang tempatnya sempat ditindak KLH, kini mereka bernapas lega. Mereka bisa beraktivitas dengan tenang, ” tutur Jatnika, pengurus salah satu tempat wisata yang kini sudah dicabut segelnya.

Selain mereka akan melaksanakan program KLH dan instruksi dari Pemkab Bogor, para pengusaha juga cukup mengapresiasi terhadap langkah-langkah yang sudah dilaksanakan Pemerintah Kecamatan Megamendung hingga didapatkan keputusan KLH yang berpihak kepada nasib para pekerja juga pengusaha.

“Langkah Pemerintah Kecamatan Megamendung selama terjadi gonjang ganjing antara KLH dan pengusaha, juga nasib para pekerja itu sangat kami hargai. Camat Megamendung, Pak Ridwan  sudah melakukan tugasnya secara profesional, hingga mampu mengondusifkan wilayah dengan tidak melanggar norma-norma hukum hingga didapatkan suatu hasil yang berpihak kepada masyarakat, ” pungkas Jatnika.

(Dadang Supriatna)