28.5 C
Bogor
Saturday, July 4, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 121

INSTEP: Beranikah Rudy Kawinkan SPPG dan Kopdes Merah Putih?

0

jurnalinspirasi.co.id – Direktur Institut Studi Ekonomi dan Pembangunan (INSTEP) Yuyud Wahyudin menyarankan agar Bupati Bogor perintahkan pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) disinergikan agar dua program utama Presiden Prabowo Subianto bisa berjalan optimal di Kabupaten Bogor.

“Jika kepala dinas koperasi pusing cara menjalankan program Kopdes Merah Putih, kawinkan saja dengan program MBG melalui SPPG yang sudah berjalan. Saya yakin koperasi bisa berjalan memenuhi kebutuhan pokok SPPG setiap hari,” ujar Yuyud kepada Jurnal Bogor, Selasa (18/11/2025).

Yuyud menilai 2 program unggulan Presiden Prabowo ini bisa berjalan beriringan jika tidak ada ego sektoral dari kedua operator program. Apalagi Yuyud menilai pelaksanaan Kopdes Merah Putih di halaman rumah Presiden Prabowo masih sebatas pelatihan.

“Belum ada Kopdes Merah Putih yang sudah berjalan baik, yang ada pelatihan terus, kapan operasionalnya? Bahkan Kopdes Merah Putih di halaman rumah Presiden Prabowo saja sampai hari ini tidak berjalan optimal dan menyentuh ekonomi masyarakat setempat,” ujar Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor periode 2019-2024.

Yuyud bahkan menantang agar Bupati Bogor Rudy Susmanto berani mengambil terobosan kebijakan yang berpihak pada rakyat melalui program itu. Sebagai kepala daerah Rudy dinilai punya otoritas dan kewenangan memerintahkan operator SPPG dan Kopdes Merah Putih untuk berjalan beriringan simbiosis mutualisme.

“Seharusnya tidak ada kesulitan bagi Bupati Bogor untuk membuat regulasi yang mengawinkan bisnis SPPG dengan KDMP, untuk mendudukan posisi KDMP menjadi pemasok kebutuhan bahan baku SPPG. Dengan demikian KDMP sudah bisa menjalankan bisnisnya dengan mengutamakan resources yang berasal dari wilayah desa setempat. Tinggal berani atau tidak saja dari beliau,” tandas tokoh yang mendapat penghargaan tokoh teladan koperasi di Tatar Tegar Beriman.

(Herry Setiawan)

INI dan MPD Kabupaten Bogor Gelar Seminar Pembinaan dan Pengawasan Jabatan Notaris

0

Jurnal Bogor – Pengurus Daerah Ikatan Notaris Indonesia (INI) Kabupaten Bogor bersama Majelis Pengawas Daerah (MPD) Notaris Kabupaten Bogor menggelar seminar sehari bertema “Pembinaan dan Pengawasan Jabatan Notaris: PMPJ Fidusia, Permasalahan Umum Lainnya, serta Rekonstruksi Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas berdasarkan PKR dan Circular of Meeting.” Kegiatan berlangsung di Bigland Sentul Hotel, Selasa (18/11/25).

Acara ini diikuti para notaris dari berbagai wilayah Kabupaten Bogor sebagai upaya meningkatkan kompetensi, kehati-hatian, serta kepastian hukum dalam menjalankan jabatan notaris yang semakin kompleks di tengah dinamika kebutuhan layanan masyarakat.

Ketua Pengda INI Kabupaten Bogor, Cynthia Kania, menyampaikan, Perkembangan layanan hukum saat ini menuntut notaris untuk memperkuat kompetensi dan integritas. Notaris tidak hanya bertugas secara administratif tetapi memikul tanggung jawab besar dalam memastikan kepastian dan perlindungan hukum.

Menurutnya, tema seminar sangat relevan mengingat banyak permasalahan lapangan yang membutuhkan ketelitian ekstra. Ia berharap kegiatan ini memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas pelayanan para notaris di Kabupaten Bogor.

“Kami di Pengda INI dan MPD berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pembinaan bagi peningkatan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kemudian, Ketua Pengurus Wilayah Jawa Barat Ikatan Notaris Indonesia Dhody A.R. Widjajaatmadja, menyoroti sejumlah fenomena hukum penting yang kian sering dihadapi notaris. Ia menekankan bahwa dinamika hukum terkait saham, perlindungan pemegang saham, serta pemimpin perseroan kini semakin kompleks dan membutuhkan kajian mendalam agar notaris dapat menjalankan tugasnya secara tepat dan berhati-hati.

Dodyak mengingatkan bahwa fenomena circular resolution atau keputusan di luar rapat kian sering menimbulkan persoalan hukum, terutama ketika dokumen ditandatangani di bawah tangan tanpa kejelasan keaslian atau persetujuan para pihak.

“Kita menghadapi situasi ketika seseorang walk out dari rapat dan menolak hasil keputusan, padahal ia tercatat hadir. UU No. 27 Tahun 2022 pun belum sepenuhnya menjawab praktik di lapangan terkait kriminalisasi tanpa izin dari pihak yang memiliki keputusan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam pemindahan saham serta proses pendaftaran fidusia yang harus benar-benar memastikan kepastian hukum.

“Fenomena-fenomena inilah yang perlu kita cermati bersama. Kehati-hatian adalah kunci dalam menjalankan jabatan notaris. Masalah fidusia pun sangat krusial untuk memastikan pendaftaran yang sah dan perlindungan hukum yang memadai,” tambahnya.

Dody juga mengajak memperkuat semangat K3 yakni Komunikasi, Koordinasi, dan Kolaborasi antar-institusi serta sesama notaris.

“Mari kita terus bersinergi, saling memperkuat, dan mengedepankan kolaborasi demi menjaga integritas dan marwah profesi notaris,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, INI Kabupaten Bogor berharap kualitas, kehati-hatian, dan keselarasan praktik notaris dapat terus meningkat dalam menjawab kebutuhan hukum masyarakat.

Perkuat Pengawasan Karantina, Barantin Gandeng Bea Cukai dan BSSN

0

jurnalinspirasi.co.id – Meningkatnya arus perdagangan global membuat pengawasan perkarantinaan semakin komplek. Kendati demikian, Badan Karantina Indonesia (Barantin) siap menjadk garda terdepan dalam perlindungan sumber daya alam hayati Indonesia.

Kepala Barantin, Sahat M Panggabean mengatakan bahwa pengawasan karantina merulakan sistem pertahanan keberlanjutan ekologi dan ketahanan pangan bangsa. Atas dasar itu, dibutuhkan dukungan lintas sektor.

“Indonesia sangat luas, sehingga pengawasan karantina membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Barantin terus membangun ekosistem pengawasan yang terintegrasi, adaptif, berbasis risiko, dan memanfaatkan teknologi sebagai tulang punggung peningkatan kualitas layanan,” ucap Sahat usai penandatanganan MoU di Hotel Bigland, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (18/11/2025).

Barantin, kata dia, membangun kerjasama strategis antara Barantin bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Ketiga lembaga sepakat memperkuat integrasi data, penegakan hukum, dan pertahanan siber guna memastikan setiap komoditas yang melintasi perbatasan Indonesia aman dari hama penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan, sekaligus memenuhi standar keamanan pangan dan pakan,” ujarnya.

Menurut Sahat, kerjasama ini merupakan bagian dari strategi besar Barantin untuk membangun ekosistem pengawasan yang lebih solid.

“Perlindungan sumber daya alam hayati adalah kebutuhan dan kewajiban seluruh elemen bangsa,” tegas Sahat.

Ia menegaskan, sinergitas antara Barantin, Bea Cukai, dan BSSN, Indonesia meneguhkan diri untuk lebih siap menghadapi ancaman biologis, tantangan perdagangan global, dan dinamika ruang siber yang terus berkembang.

Kata dia, upaya ini pada akhirnya bukan hanya menjaga batas negeri, tetapi juga menjaga masa depan ketahanan pangan dan reputasi Indonesia di mata dunia.

Kerjasama antara Barantin dan Bea Cukai bukanlah hal baru. Namun perjanjian yang diteguhkan hari ini memperluas dan memperdalam lingkup kolaborasi, terutama dalam aspek pelayanan dan penegakan hukum untuk komoditas impor-ekspor yang wajib periksa karantina.

“Kerja sama yang kita bangun hari ini merupakan bukti nyata dari sinergi dan komitmen bersama dalam menjaga wilayah perbatasan negara,” tegas Dirjen Bea dan Cukai Letnan Jendral TNI (purn) Djaka Budhi Utama.

Djaka menekankan bahwa ancaman terhadap perbatasan bukan hanya barang ilegal, tetapi juga hama dan penyakit yang terbawa dalam komoditas pertanian, peternakan, maupun perikanan.

Apabila tidak diawasi dengan ketat, sambungnya, ancaman tersebut dapat berujung pada kerugian ekonomi, gangguan kesehatan masyarakat, dan melemahnya ketahanan pangan.

Melalui integrasi data dan pendekatan pengawasan berbasis risiko, kedua lembaga berupaya memotong celah penyelundupan, meningkatkan akurasi pemeriksaan, dan mempercepat layanan logistik bagi pelaku usaha. Dengan kata lain, pengawasan tetap ketat, tetapi proses bisnis tetap efisien.

“Kami ingin menjaga keamanan negara, memastikan setiap barang yang masuk dan keluar memenuhi ketentuan, serta menutup rapat seluruh celah pelanggaran. Kolaborasi lintas lembaga seperti ini menjadi fondasi bagi perdagangan yang tertib dan aman,” ucapnya.

Di era digital, ancaman terhadap keamanan hayati tidak selalu datang melalui pintu atau kontainer.

Ada ancaman lain yang bergerak tanpa bentuk: konten manipulatif, dokumen palsu, dan informasi menyesatkan di ruang siber.

Perjanjian kerja sama kedua lembaga menitikberatkan pada pemanfaatan sistem deteksi konten untuk mendukung pengawasan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BSSN, Mayjen TNI Bonda Widiawan menegaskan, BSSN akan mendampingi Barantin dalam penanganan penipuan digital, pemalsuan dokumen, hingga hoaks yang dapat mengganggu layanan maupun keamanan hayati nasional.

“Kerjasama ini menjadi penting, karena semakin banyak layanan karantina yang terhubung dengan sistem digital, mulai dari izin, dokumen pengiriman, hingga data monitoring lapangan,” ungkapnya.

Ia menyebut bahwa celah keamanan siber berarti celah bagi masuknya ancaman biologis melalui data palsu atau manipulasi layanan. Sinergi ketiga lembaga tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen.

“Setiap komitmen yang tertera di atas kertas akan diterjemahkan dalam integrasi sistem, penguatan kapasitas SDM, hingga operasi lapangan yang lebih terkoordinasi,” imbuhnya.

** Fredy Kristianto

Perumda Tirta Pakuan Gelar Rapat Pimpinan Bahas Penguatan Pelayanan Publik

0

jurnalinspirasi.co.id – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menggelar Rapat Pimpinan sebagai forum koordinasi lintas sektor untuk membahas berbagai isu strategis terkait peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat utama ini dihadiri jajaran pimpinan Perumda Tirta Pakuan serta perwakilan sejumlah instansi. Dalam forum tersebut, pimpinan memaparkan perkembangan kinerja perusahaan, mulai dari peningkatan jumlah pelanggan, kenaikan laba, peningkatan dividen yang disetorkan, penurunan tingkat kebocoran air, hingga perluasan jaringan layanan.

Dedie A. Rachim

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim yang turut memberikan arahan menyampaikan apresiasinya atas capaian positif tersebut.

“Dari laporan kinerja yang disampaikan, terlihat jelas adanya peningkatan positif di berbagai indikator utama. Jumlah pelanggan terus bertambah, laba perusahaan meningkat, dividen yang disetorkan juga naik, sementara tingkat kebocoran air berhasil ditekan. Selain itu, cakupan jaringan layanan semakin luas. Melalui forum ini, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Perumda Tirta Pakuan atas kinerja yang sangat baik dan progresif,” ujar Dedie A Rachim, Wali Kota Bogor.

Melalui sinergi lintas sektor ini, Perumda Tirta Pakuan menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan seluruh OPD guna menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Kota Bogor.

Dengan penguatan koordinasi dan peningkatan kinerja tersebut, Perumda Tirta Pakuan berharap kualitas layanan air bersih bagi warga Kota Bogor semakin optimal dan berkelanjutan.

(anwar)

Cetak PBJP Kompeten, UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan

0

jurnalinspirasi.co.id – Dalam upaya memperkuat kapasitas aparatur di bidang pengadaan barang/jasa, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) Level 1 Batch III bagi ASN lingkup Kementan.

Pelatihan ini berlangsung sejak 27 Oktober–13 November 2025 secara blended di BBPMKP dan diikuti peserta dari berbagai unit kerja Kementan.

Penyelenggaraan pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Kementan dalam menghadirkan aparatur yang profesional, berintegritas, dan mampu menjalankan proses pengadaan secara akuntabel sesuai regulasi yang berlaku.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM aparatur merupakan fondasi utama tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif.

“ASN Kementan harus memahami tata kelola pengadaan dengan baik. Profesionalisme dalam PBJ adalah kunci efisiensi anggaran dan keberhasilan program pertanian di lapangan,” tegas Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya peningkatan kapasitas ASN dalam mendukung modernisasi birokrasi di bidang pertanian.

“Pelatihan PBJP merupakan instrumen penting untuk memastikan setiap aparatur mampu bekerja sesuai prinsip transparansi, efektivitas, dan akuntabilitas. Kompetensi ini harus terus diperkuat agar program Kementan berjalan tepat sasaran,” ujar Santi.

Pelatihan ditutup secara resmi, Kamis (13/11/2025) di BBPMKP Ciawi oleh Kepala Biro Umum dan Pengadaan Kementan Risman Mangidi, yang menekankan bahwa pengadaan barang/jasa adalah ruang strategis yang menuntut kemampuan teknis sekaligus integritas tinggi.

“ASN yang kompeten di bidang PBJ adalah ujung tombak tata kelola anggaran yang kredibel. Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan dan standar profesional dalam setiap proses pengadaan,” ungkap Risman.

Sementara itu, Kepala BBPMKP Sukim Supandi, selaku penyelenggara, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan kompetensi ASN secara nyata.

“BBPMKP memastikan seluruh proses pelatihan berjalan komprehensif, mulai dari pembelajaran hingga sertifikasi. Harapannya, setiap peserta dapat mengimplementasikan praktik PBJ yang efektif dan sesuai ketentuan,” jelas Sukim.

Pelatihan PBJP Level 1 ini mengombinasikan materi peningkatan pengetahuan, keterampilan teknis, serta pemahaman etika pengadaan sehingga ASN mampu melaksanakan proses PBJ secara profesional, efisien, dan sesuai regulasi.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, ASN Kementan diharapkan memiliki kompetensi yang semakin solid dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan, efisien, dan berintegritas, sebagai kontribusi nyata dalam memperkuat pelayanan publik dan mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional.

(Restu/BBPMKP)

SALAK ECO TRAIL RUN 2025: Merangkul Para Penggiat Olahraga Alam Bebas untuk Peduli Pelestarian Alam dalam Semangat “Ego to Eco”

0

Bogor I Jurnalbogor ., Salak Eco Trail Run 5 sukses diselenggarakan pada akhir pekan lalu, 16 November 2025, di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, dengan Kabut Pinus – Sukamantri sebagai lokasi venue utama. Event tahun ini menghadirkan tiga kategori lomba: 6K, 12K, dan 21K, serta berhasil menarik 469 pelari trail, penggemar lintas alam, dan pecinta ekowisata dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Peserta internasional tercatat berasal dari Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Prancis, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Filipina, Singapura, dan Vietnam, menambah energi global dalam perayaan olahraga alam bebas ini.
Acara ini tidak sekadar kompetisi lari. Dengan tema “Ego to Eco”, Salak Eco Trail Run 5 menjadi upaya kolaboratif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi alam, keberlanjutan lingkungan, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kekayaan alam Indonesia—khususnya habitat Elang Jawa yang tersisa.

Rute tahun ini dirancang untuk menampilkan keindahan lanskap Gunung Salak. Para pelari melewati berbagai medan menantang, mulai dari jalur hutan hujan tropis yang lebat, air terjun dan sungai, hingga punggungan gunung yang merupakan habitat Elang Jawa. Setiap peserta merasakan pengalaman berlari yang unik di tengah keasrian hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan perkebunan masyarakat lokal, sekaligus memahami pentingnya menjaga ekosistem.


Kami mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya kepada para sponsor, mitra, dan relawan yang telah berperan penting dalam menyukseskan acara ini. Terima kasih kepada:
Superindo, Amidis, Savoria Hydroplus, PT. Laris Manis, Frame Sport, Kuntum Farmfield, Tribun, PT. GAIA, Sintas, PT. Rimba Makmur Utama, Trijee, Greenforest, Leuweung Geledegan Ecolodge, Padjajaran Suite, Panorama Pinus, Ibest Physiotherapy, Sensodyne, Tenwas, Sunpride, Cadbury, Cimory, Arei, Yavabar, Monsky, Bear Brand, Buavita, Bango, Mulya Raya, Comnet, 5 Days, FotoYu, Samdhana, IBA Pro Timing System, Tahura Trail Run, dan JHET Store, atas dukungan luar biasa yang diberikan.
Kami juga menyampaikan terima kasih kepada mitra lembaga: Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, PT. HRL – Kabut Pinus, Kelompok Tani Ketan Mas, Pemerintah Desa Sukaharja, Desa Tajur Halang, Desa Tanjung Sari, Desa Cipelang, Desa Sukamantri, serta Pemerintah Kecamatan Cijeruk dan Kecamatan Tamansari, atas dukungan penuh dalam kelancaran penyelenggaraan acara.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap konservasi, Salak Eco Trail Run menerapkan berbagai langkah ramah lingkungan, termasuk pengurangan sampah, pedoman minim-dampak bagi peserta, hingga kegiatan pembersihan jalur setelah acara. Kami bertekad menjadikan Salak Eco Trail Run sebagai model acara berkelanjutan di Indonesia, yang tidak hanya memperkenalkan pesona alam, tetapi juga menginspirasi kesadaran konservasi.
Asep Mulyana, selaku Event Director SETR 2025, menyampaikan:
“Menjaga kelestarian alam, termasuk habitat satwa seperti Elang Jawa, adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap keindahan dan kesegaran alam ini tetap dapat dinikmati hingga generasi mendatang.”
Para peserta juga memberikan berbagai kesan positif terhadap penyelenggaraan acara, mulai dari proses lomba yang tertib, suasana alam yang asri, keramahan panitia, hingga respons cepat dari tim medis. Mereka mengapresiasi pengalaman berlari di kawasan konservasi yang menawarkan lintasan menantang khas trail run namun tetap terjaga kondisi alaminya.
Antusiasme masyarakat sekitar pun sangat baik. Selain turut terlibat sebagai marshal di beberapa titik, warga setempat menyambut para pelari dengan penuh kegembiraan, menambah kehangatan dan energi positif selama acara berlangsung.

Salah satu peserta, Arief Wismoyono, menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan pembatasan jumlah peserta : “Panitia sudah sangat baik dengan membatasi peserta hanya 500 orang untuk menghindari gangguan langsung terhadap alam dan menjaga kondisi lintasan tetap lestari.”
Kami bangga menyaksikan antusiasme luar biasa dari para pelari dan komunitas, baik di lokasi maupun melalui media sosial. Untuk cerita, foto, dan momen menarik lainnya, silakan ikuti perjalanan kami di Instagram @salakecotrailrun.(wawanhermawanto)

Komisi III Desak Proyek Bermasalah Diaudit

0

jurnalinspirasi.co.id – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Benninu Argoebie menegaskan bahwa pihaknya mendesak agar dilakukannya audit terhadap sejumlah proyek yang tidak menerapkan K3. Seperti revitalisasi Mila Kencana, GOR Indoor B, Indoor A, dan trotoar di Jalan Ahmad Yani serta Jalan Tirto Adhi.

“Kami sangat kecewa. DPRD membahas anggaran sampai pagi, dan ninggalin keluarga agar masyarakat Kota Bogor dapat menikmati infrastruktur yang baik. Tapi justru kontraktor seperti main-main, nggak mengedepankan safety,” ujar Benninu kepada wartawan, Senin (17/11/2025).

Atas dasar itu, kata dia, selain mendorong dilakukannya audit terhadap seluruh proyek. Komisi III mendorong agar Polresta Bogor Kota dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor turun gunung karena proyek itu berkaitan dengan masyarakat.

“Tenaga ahli K3 nggak ada di lapangan. Pekerja tak pakai perlengkapan K3. Padahal, belum lama ini ada kejadian pekerja meninggal akibat tertimpa longsoran di proyek SDN Gang Aut,” kata dia.

Menurut pria yang akrab disapa Benn itu, dinas terkait juga harus bertanggungjawab dengan adanya temuan sidak Komisi III. Iapun mendorong agar Wali Kota Dedie A Rachim segera melakukan evaluasi.

Kedepan, kata Benn, sebelum proyek dikerjakan harus ada pengecekan HSE induksi. Yakni, pengecekan dan pemberitahuan dari aparat berwenang mengenai K3.

“Jadi dari HSE induksi akan terlihat mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak,” tegas politisi NasDem itu.

Benn juga menegaskan, agar Pemkot Bogor memasukan sanksi denda per hari di dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) terhadap sebuah proyek apabila para pekerja tak menggunakan K3.

“Kalau mengerjakan proyek di BUMN tidak pakai K3 didenda 50 USD ler hari. Kalau BUMN menerapkan artinya ada aturan yang kuat, mestinya itu diadopsi Pemkot Bogor,” tegas dia.

Sementara itu, PPK proyek revitalisasi Mila Kencana, Sultodi Mahbub mengaku sudah menginstruksikan kontraktor untuk menerapkan K3.

“Kita sudah ingatkan sekarang kembali ke kontraktor dan pekerja. Kadang pas ada kami dipakai perlengkapan K3. Kalau kami nggak ada dilepas. Nanti kami akan ingatkan lagi,” ucapnya.

Saat ditanya soal apakah akan diterapkan sanksi kepada kontraktor. Sultodi hanya mengatakan bahwa pihaknya bakal lakukan evaluasi.

“Ya, kita akan evaluasi. Sanksi paling kami beri kepada pekerja,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Yuyud, Eks DPRD Usul RPATA Solusi Kurangi Silpa Negatif

0

jurnalinspirasi.co.id – Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor periode 2014-2019 Yuyud Wahyudin mengusulkan agar Pemkab Bogor menerapkan mekanisme pembayaran yang sudah dilakukan oleh kementerian dan lembaga yang dibiayai APBN. Hal itu dapat mengurangi potensi silpa negatif di akhir tahun anggaran.

“Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) adalah solusi konstruktif yang dapat diadopsi oleh pemerintah daerah untuk dapat mengurangi potensi silpa negatif pengelolaan anggaran di pemda,” ujar Yuyud yang kini mengampu sebagai direktur lembaga kajian Institut Studi Ekonomi Pembangunan (INSTEP) kepada Jurnal Bogor, Senin (17/11/2025).

Yuyud menjelaskan RPATA telah digunakan oleh kementerian dan lembaga yang dibiayai APBN dan telah menjadi solusi konkrit dalam mengatasi pembiayaan pelaksanan pekerjaan baik infrastruktur maupun pengadaan barang dan jasa. RPATA sudah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 109 tahun 2023.

“Saat ini K/L yang didanai APBN sudah mengadopsi mekanisme pembayaran dengan RPATA. Sebelumnya mekanisme ini dikenal dengan Bank Garansi, nah sekarang sudah ada RPATA,” ujar Direktur INSTEP.

Oleh karena itu, Yuyud memberi saran agar Pemkab Bogor dapat menggunakan mekanisme RPATA jika berhadapan dengan keterlambatan pelaksanaan proyek karena administrasi atau kendala seperti kelangkaan bahan material alam yang berpotensi mengakibatkan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan yang tertuang dalam kontrak pekerjaan.

“Fenomena kelangkaan bahan material alam sebagai dampak penutupan sementara tambang di 3 kecamatan di Bogor memang berpotensi mengakibatkan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan sesuai jadwal dalam kontrak. Namun pembiayaannya bisa diatasi jika Pemkab Bogor mau menggunakan mekanisme RPATA atau jika memakai nomenklatur daerah memakai nama RPATADA,” tegas Yuyud.

Kini tinggal kemauan politik dan keinginan baik dari Pemkab Bogor yang dipimpin Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk bisa mengadopsi solusi administratif anggaran yang dapat berdampak pada penilaian kinerja keuangan daerah.

“Solusi sudah ada, ya tinggal political will dan good will dari bupati Bogor serta jajarannya, mau diadopsi atau tidak. Atau mau begini terus kondisi serapan anggaran pemkab yang sudah kita ketahui bersama,” tandas Yuyud.

(Herry Setiawan)

HIMA FKS UMB Raya Gelar Pengembangan Dasar Kepemimpinan Bagi Mahasiswa Baru

0

jurnalinspirasi.co.id – Himpunan Mahasiswa Fakultas Kesehatan dan Sains Universitas Muhammadiyah Bogor Raya kembali menggelar kegiatan Pengembangan Dasar Kepemimpinan (PENDAKI) 2025, sebuah agenda tahunan yang melibatkan seluruh Himpunan Mahasiswa Program Studi di lingkungan fakultas, yakni Giznity (Gizi), Cosinbara (Ilmu Komputer), Himabi (Kebidanan), dan Himasatria (Aktuaria) pada 13-15 November 2025 yang berlokasi di SMK Muhammadiyah 09 Nanggung.

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar mengenai kepemimpinan dan keorganisasian kepada para mahasiswa baru. Selain itu, pengembangan Dasar kepemimpinan (PENDAKI ) menjadi syarat wajib bagi mahasiswa yang ingin bergabung dalam organisasi mahasiswa, khususnya Himpunan Mahasiswa (HIMA) tiap program studi.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Kesehatan dan Sains, Rudi Haryono S.S., M.Pd. serta turut dihadiri oleh Ketua Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) dan perwakilan berbagai organisasi mahasiswa serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

“Harapan kami, para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang mereka peroleh baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam lingkungan organisasi. Melalui kegiatan ini, kami ingin mencetak pemimpin muda yang berkarakter, kolaboratif, dan visioner, khususnya di bidang kesehatan dan sains, sesuai dengan tema tahun ini,” ujar Lia, salah satu panitia.

(teti/mg)

Poktan Tunas Mandiri Diwisuda Jadi Pelaku Usaha Kolektif Berbasis Iptek

0

jurnalinspirasi.co.id – Setelah berhasil sebagai petani katuk, kelompok tani (poktan) asal Kecamatan Nanggung yang tergabung dalam Forum Komunikasi Petani Terkonsolidasi (FKPT) Tunas Mandiri kini di wisuda.

Momen bersejarah ini, mereka   di wisuda  di Fakultas Peternakan IPB University Bogor setelah mengikuti pembelajaran program korporasi usaha rakyat (proKUR) ke-9. Petani tersebut kini resmi menyandang status pelaku usaha kolektif berbasis iptek.

Poktan Tunas Mandiri

Pembina FKPT Prof.Dr. Ir Muladno MSA mengatakan, wisuda bagi kelompok tani karena telah mengikuti tahapan metode pembelajaran sebagai petani profesional.

Sayuran hijauan  katuk komoditas pertama yang dikembangkan dan dipilih sebagai objek pembelajaran dalam Akademi Korporasi Usaha Rakyat (AKKUR) Kecamatan Nanggung.

“Karena hijauan katuk memiliki jalur hilirisasi yang jelas serta kepastian pangsa pasar,” tandasnya.

Memahami skema kemitraan hingga manajemen usaha yang berbasis kolektif dalam rangkaian proKUR. Transformasi ini menandakan bahwa mereka tidak hanya sebagai petani penggarap tetapi sebagai pengusaha rakyat yang mengelola sistem produksi bersama secara profesional.

Ketua FKPT Didih Rudiatna mengaku bangga dengan keyakinan masa depan sebagai petani. “Tentu kami mendukung penuh gerakan ini, karena untuk memperkuat petani melalui skema kolektif. Dulu kami bekerja dan bergerak masing-masing. Namun, hadirnya forum tani ini kini kami bergerak bersama menjadi satu,” ujarnya.

“Karena AKKUR dan FKPT cara bekerja secara terstruktur mulai bidang pengelolaan tanah hingga pascapanen,” paparnya.

Selain akademisi yang hadir, FKPT  mendapat  apresiasi dari Prof Dr. Ir. Idat Galih Permana M.Sc. Agr IPU. “Kami harap model ini dapat sukses dan terus berkembang diwilayah lain,” harapnya.

(Arip Ekon)