31.5 C
Bogor
Sunday, April 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1115

Diduga Lalai, RSIA Annisa Digugat ke Pengadilan

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Annisa Citeureup, Kabupaten Bogor digugat pasiennya atas dugaan lalai dalam pelayanan medis. Dalam sidang pertama antara RSIA Annisa dengan pasien bernama Riki Maulana pada Kamis (19/8/2021) berjalan dengan baik.

Zulfian Rehalat, Kuasa Hukum Riki Maulana menjelaskan, agenda sidang pertama ini hanya legal standing para pihak yang berkaitan. “Tadi sudah dilakukan pemeriksaan oleh majelis, lalu dilanjutkan oleh mediasi. Juga sudah ditunjuk hakim mediasinya yaitu Bu Yulinda,” jelasnya.

Sesuai keputusan tadi, lanjut Zulfian, sidang mediasi akan dilaksanakan pada 6 September 2021. “Paling telat maksimal pukul setengah dua siang. Pada mediasi nanti semua pihak akan hadir untuk mengikuti mediasi,” tuturnya.

Menurut Zulfian, kliennya melakukan tuntutan karena pihak RSIA Annisa diduga melakukan perbuatan melanggar hukum dalam konteks medis. “Tinggal tunggu hasil mediasi kalau tidak menemui jalan tengah maka lanjut tindak perkara,” tukasnya.

Di lokasi yang sama, Riki Maulana menuturkan, ia menuntut atas dasar dugaan kelalaian. “Karena anak saya lahir hingga 2 hari dirawat belum juga buang air besar (BAB), lalu ada benjolan juga di bagian perutnya, dan ditambah sesak nafas juga. Usai 2 hari menjalankan perawatan benjolan tetap ada dan belum juga bab, dan yang membuat ironis adalah keluar kata dari seorang dokter spesialis anak, ironisnya kok bisa bilang ini hanya usus biasa, seolah-olah menyepelekan diagnosa,” tuturnya

Menurutnya, anaknya yang lahir pada tanggal 21 Agustus 2020 itu mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan sempat mendapat perawatan, bahkan suster yang menemani dokter itu pun sudah mengingatkan kepada dokter bahwa anaknya belum juga BAB.

“Yang konyolnya saya malah disuruh pulang. Lebih konyolnya lagi, ketika saya minta surat rujukan itu ditulislah anak saya sudah bab, suatu putusan yang konyol gitu loh menurut saya,” ujarnya.

Hingga tiba pemindahan anaknya dari RSIA Annisa ke RS lainnya, menurut Riki untuk mobil pasien pun, ia tidak mendapatkan fasilitas dari RSIA Annisa. “Mobil saya sewa, selang oksigen beli, oksigen pun diberi oleh salah satu RS lainnya,” gerutunya heran.

Bahkan, lanjut Riki, oleh dokter di RS lainnya ia mendapatkan pertanyaan dimana pihak RSIA Annisa yang seharusnya ini menjadi pertanggungjawaban RSIA Annisa. “Karena si anak lahir di RS Annisa, kata dokter itu saya harusnya didampingi oleh RSIA Annisa, itu kata dokter ya,” jelasnya.

Di lokasi berbeda, Bidang Hubungan Hasyarakat (Humas) RSIA Annisa, Heri menceritakan, kasus itu sudah lama sekali dan dikira tidak terjadi apa-apa. “Yang harus masyarakat ketahui kami pihak RSIA Annisa sudah melaksanakan yang terbaik, dan semaksimal mungkin,” katanya di Gedung RSIA Annisa.

Kami sebagai warga negara yang baik, jelas Heri, perihal tuntutan pasien pihaknya mengikuti prosesnya. “Tadi juga sudah diwakili oleh kuasa hukum, semoga hasilnya yang terbaik untuk semua pihak, makanya ayo kita kawal sama-sama,” ajaknya.

Menurut Heri, pada dasarnya tidak ada RS yang ingin mengecewakan, apalagi hingga terjadi hal-hal yang seperti ini. “Kalo itu kan kaitan urusannya medis, terus karena saat ini kasusnya sedang diproses, nanti mungkin di pengadilan akan dijelaskan, kita kawal aja sama-sama, kita simak aja sama-sama, mudah-mudahan ada jalan yang terbaik,” ucapnya.

Adapun perihal fasilitas dan surat rujukan, menurutnya, selama ini Pihak RSIA Annisa tidak pernah mempersulit. “Jika memang pasien tidak bisa kita tangani, karena kita RS tipe C, maka akan kita rujuk. Dan kita tidak mempersulit juga sesuai mekanisme. Terkait masalah surat rujukan dan fasilitas, nanti saya cross check seperti apa sebenarnya, karena ini kasus satu tahun yang lalu, kami kira tidak ada apa-apa. Tapi saya yakin pihak RS pasti menyediakan jika armada tersedia,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Stok Vaksin Menipis

0

Cibungbulang l Jurnal Inspirasi

Kepala Pukesmas Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Drg Doni Aria Candra  meminta dinas terkait untuk segera menambah stok vaksin yang belakangan ini telah menipis. Selain itu, pihaknya membutuhkan dorongan dan bantuan tenana medis dari rumah sakit swasta agar pelayanan kesehatan tidak ikut terhambat.

Drg. Doni Aria Candra menuturkan, sejauh ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) terkait stok vaksin di wilayahnya yang sudah menipis. “Kami  menunggu dari Dinkes saja, kalo Dinkes sudah ada stok vaksin ya kita tinggal disuntikan saja,” ujar Drg. Doni Aria Candra.

Karna vaksin yang menjadi bagaian kebutuhan tidak boleh disimpan lama-lama, menurut dia,  sekarang dosisnya hanya untuk tahapan kedua saja  dimana pada tahap pertama vaksinasi dilakukan bulan lalu. “Kami sudah koordinasi dengan dinas terkait dan meminta stok vaksin untuk segera dikirim. Mudah-mudahan hari ini sudah ada karena animio masyarakat akan kebutuhan vaksin setiap harinya  terus meningkat,” kata Kades

Bahkan karena minimnya vaksin, kata dia, sosialisasi terhadap masyarakat sebetulnya sudah dilakukan melalui pihak desa, kader, bidan desa. Antusias masyarakat tinggi, tapi memang untuk melokalisir jumlah massa yang akan mengikuti vaksinasi sebaiknya digelar di kecamatan.

Pelaksanaan vaksinasi dilaksanakan di kecamatan agar target yang diinginkan tercapai, sehingg pelayanan di Pukesmas tidak terhambat. “Mengingat kapasitas Pukesmas yang terbatas dan juga harus melakukan pelayanan untuk masyarakat, kalo kaya kemarin tercapai targetnya,” tegasnya.

Sementara itu, dalam hal ini pihaknya meminta agar tenaga kesehatan di rumah sakit swasta ikut dilibatkan dalam pelaksanaan vaksinasi. “Saya berharap agar vaksin seger datang sehingga bisa segera di suntikan dan yang kedua saya meminta bantuan tenaga medis dari rumah sakit swasta jadi kalo kita mau melakukan kegiatan vaksin pihak swasta dilibatkan,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Ratusan Karyawan PT Santa Monica Indonesia Divaksin Pertama

0

Caringin | Jurnal Bogor
Ratusan pegawai PT Santa Monica Indonesia di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, mengikuti vaksin pertama yang dilaksanakan petugas kesehatan (Nakes) Puskesmas Ciderum.

Kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan di Santa Monica Resort itu, dimulai dari pukul 08.30 sampai 13.00 WIB, pada Rabu (18/8).

Aris Firmansyah, Operasional Manajer Santa Monica Resort mengatakan, semua karyawan PT Santa Monica Indonesia yang membawahi diantaranya, Kopi Daong, Santa Monica Resort, Tjapoeng Camp dan stabel harus mengikuti vaksin.

“Ini vaksin pertama untuk seluruh karyawan PT Santa Monica Indonesia,” ungkapnya kepada wartawan.

Untuk jumlah karyawan yang divaksin, kata Aris, jumlahnya sebanyak 150 orang. Adapun saat akan dilakukan vaksin, terlebih dulu semua karyawan dicek kesehatannya.

“Alhamdulillah semua karyawan lolos cek kesehatan dan boleh divaksin petugas Nakes,” ujarnya.

Ia berharap, setelah dilakukan vaksin pertama, seluruh karyawan PT Santa Monica Indonesia sehat dan kenal terhadap Covid-19. Dengan begitu, baik karyawan maupun pengunjung tidak perlu cemas lagi akan terpapar Virus Corona.

“Saya harapkan baik karyawan Kopi Daong, Santa Monica Resort, Tjapoeng Camp maupun Stabel terbebas dari Covid-19,” jelas Aris yang juga sebagai koordinator kegiatan vaksin karyawan PT Santa Monica Indonesia.

Sementara, Sekretaris Desa (Sekdes) Pancawati, Hasan Asnawi mengungkapkan, kegiatan vaksin ini bukan hanya diikuti seluruh karyawan PT Santa Monica Indonesia, tetapi ada sebagian warga Pancawati yang juga ikut divaksin.

“Karyawan PT Santa Monica Indonesia 150 orang dan warga 50 orang. Jadi jumlah keseluruhan yang divaksin sebanyak 200 orang,” imbuhnya.

** Dede Suhendar

Bikin Inovasi Baru, Pengrajin Bambu Bertahan Ditengah Pandemi Covid

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Ditengah pandemi Covid-19 yang masih melanda tanah air hingga berdampak terhadap perekonomian yang terbilang sulit, namun tampaknya hal itu tidak menyurutkan semangat Micky Mulyadi, warga Kota Bogor di Jalan Tambakang No. A9, RT 04, RW 09, Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor untuk terus berkreativitas lewat inovasi  karyanya yang anyar.

Micky Mulyadi   merupakan seorang pengrajin ukiran dari pohon bambu yang masa pandemi saat ini  terus bertahan. Micky sendiri sudah 7 tahun bergelut dikerajinan tangan, bahkan banyak  karyanya yang terbuat dari bambu beraneka miniatur bernilai ekonomi yang ia pasarkan tidak hanya di berbagai wilayah di tanah air namun mancanegara juga.

“Sudah bermacam-macam miniatur yang sudah dibuat mulai dari tembler sampai tempat minum yang saat ini di export ke beberapa negara salah satunya Jerman, Amerika, Australia, dan di berapa daerah seperti Lombok, Bali, Jogjakarta, NTB, Irianjaya, Jakarta hingga Bandung dan hasil karyanya pun ternyata sangat diminati banyak orang hingga banyak orang memesan untuk order,” kata Micky Mulyadi.

Micky mengatakan, usahanya itu berawal hobi pribadinya yang dikerjakan di rumah. Karena pesanan mulai banyak, biar lebih fokus dalam bekerja dia membuka saung sebagai tempat bekerja sekaligus sebagai galeri untuk memajang hasil karya

“Ya dari hobi inilah hingga menjadi sebuah karya yang sangat bernilai ekonomi, bahkan dikenal hingga ke berbagai daerah dan ke mancanegara, tapi omset saat ini sangat menurun semenjak virus corona tapi tetap dilikmati aja karena berkarya bisa terus mengali potensi lebih menambah inspirasi baru, ” tambah Micky.

Micky juga mengatakan bahwa saat ini mulai meningkat jumlah pesanan karya seni bambunya tersebut. “Ya sekarang ini tidak hanya aneka miniatur kapal yang bisa dibuat, pesanan lain pun mampu saya buat seperti, miniatur rumah, gedung, gantungan kunci, suvenir, alat musik, sedotan, hingga lukisan 3D dari bambu,” ujar Micky.

Lebih lanjut Micky mengatakan, potensi bambu ini sangat banyak manfaat yang bisa dikembangkan.  “Masyarakat ataupun para penggiat bambu bisa terus berkarya hingga dapat bermanfaat untuk perekonomian yang baik, dan berharap semoga pandemi covid-19 berlalu sehingga roda perekonomian berjalan normal,” pungkasnya. 

** Cepi Kurniawan

Pembangunan Tertunda 2 Tahun, Samisade Jadi Solusi

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Dana bantuan keuangan insfraktuktur Satu Miliar Satu Desa (Samisade) tahun 2021 di Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor difokuskan untuk pembangunan TPT, drainase plat beton, pagar pengaman jalan dan pengaspalan (hotmix ) di Jalan Desa Pasireurih Sibentang.

Kepala Desa Hambaro H. Firdaus mengatakan, masyarakat responsif karena di tengah pandemi ini ada program Samisade dengan tenaga kerja diharuskan dari warga sekitar. “Alhamdulillah di tengah pandemi ini adanya Samisade tentu sangat membantu sekali, terutama membantu perekonomian masyarakat Desa Hambaro,” ujar H. Firdaus kepada Jurnal Bogor, Kamis (19/8).

Ratusan warga setiap harinya bekerja memanfaatkan anggaran Samisade dengan cara melakukan padat karya tunai (PKT) dengan sistem swakelola. “Ratusan warga mendapat upah dari pekerjaan melalui program Samisade. Untuk pemerataan dilakuan dengan cara rolling,” imbuhnya.

Kehadiran program Samisade dijelaskan Kades, tentu saja sangat mendukung perekonomian masyarakat, Musabnya sejak tahun 2020 tak sedikit bangunan insfrastruktur yang tertunda akibat wabah Covid- 19.

Anggaran dana desa yang seharusnya nida menjawab kebutuhan masyarakat, namun  lagi lagi semenjak adanya Covid -19 maka dana desa pun dialihkan untuk BLT bagi warga yang terdampak Covid- 19. “Dua tahun dimasa pandemi ini banyak warga yang menganggur, namun program Samisade salah satu solusi untuk membantu roda perekonomian masyatakat,” jelasnya.

** Arip Ekon

Positif Covid, Belasan Santri Yayasan Insan Dievakuasi ke Wisma Kemendagri

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Sebanyak 17 santri dan santriwati  Yayasan Insan Indonesia yang berlokasi di  GG. Masjid RT 04, RW 06   Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor dievakuasi ke Wisma Kemendagri di Jalan Raya Kemang pada Rabu (18/8/2021).

Belasan santri yang dievakuasi oleh Gugus Tugas Kecamatan Kemang menggunakan mobil ambulance itu karena terkonfirmasi positif Covid-19. “Ya benar sekitar belasan santri Pondok Pesantren Yayasan insan Indonesia telah dievakuasi oleh nakes Puskesmas Jampang dikawal Pol PP, Babinsa dan Babinmas,” kata Camat Kemang Edi Suwito saat dikonfirmasi.

Edi Suwito pun telah berkoordinasi dengan Puskesmas Jampang untuk melakukan tracking. Selain itu juga meminta kepala Pemerintah Desa selaku Gugus Tugas di tingkat desa untuk melakukan penyemprotan.

“Saya pun berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan untuk ikut melaksanakan vaksinasi agar pandemi segera bisa terkendalikan di wilayah Kecamatan Kemang,”pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Perselisihan Habib Bahar dan Ryan Jombang Berakhir Damai

0

Gunung Sindur | Jurnal Inspirasi

Adanya perselisihan paham hingga terjadi pertengkaran antara Habib Bahar Bin Smith dengan  Very Idham Heryansyah alias Ryan Jombang di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Gunung Sindur, Kabupaten Bogor pada Senin (16/8/2021) mendapatkan respon dari pengacara Habib Bahar, M Ichwan Tuangkota.

Menurut M Ichwan Tuangkota saat mendatangi Lapas Kelas II A Gunung Sindur Pada Rabu malam (18/8/2021) mengatakan, pihaknya datang ke Lapas Gunung Sindur selain untuk mengetahui kondisi Habib Bahar, juga untuk memastikan kronologi sebenarnya yang menyebabkan insiden antara kliennya dengan Ryan Jombang.

Namun setelah bertemu dengan Kalapas, kata Ichwan Tuangkota, permasalahan telah selesai antara Habib Bahar dengan Ryan Jombang. “Ada permasalahan kesalahpahaman yang terjadi di dalam lapas, namun kini antara Habib Bahar Bin Smith dan Ryan Jombang sudah berdamai,” katanya.

Terkait adanya statemen pengacara Ryan Jombang di beberapa media, M Ichwan Tuangkota selaku Kuasa Hukum Habib Bahar Bin Smith belum mengetahui motifnya. “Belum tahu motifnya, tapi nanti saya akan berkoordinasi dengan pengacara Ryan Jombang, yang jelas kalau antara Habib Bahar dan Ryan Jombang sudah ada kesepakatan damai yang disaksikan pihak lapas,” katanya.

Lebih lanjut disinggung kesalahpahaman dipicu karena utang piutang, kuasa hokum Habib Bahar itu tidak menjelaskan secara lengkap, yang pasti kata dirinya kedua belah pihak sudah bermusyawarah. “Kalau soal itu saya tidak berkomentar banyak intinya mereka ada kesalahpahaman dan sekarang sudah berdamai,” katanya.

Tuankota juga memastikan adanya insiden tersebut, pemberian remisi HUT ke-76 RI pada 17 Agustus kepada Habib Bahar tidak akan memengaruhi keputusan remisi jelang masa bebas. “Tidak ada masalah untuk remisi saat ini juga habib masih di dalam lapas kondisinya sehat,” ujarnya.

Sementara itu menurut Kepala Lapas Kelas II A Gunung Sindur Mujiarto, insiden yang terjadi antara Habib Bahar Bin Smith dengan Ryan Jombang dipicu permasalahan pribadi saja yang memang bisa terjadi terhadap siapapun dan di manapun, termasuk di dalam Lapas.

“Di mana menyatukan  orang-orang yang mempunyai latar belakang dan kepribadian berbeda bukanlah hal yang mudah. untuk itulah pembinaan diberikan kepada narapidana, termasuk mereka berdua,” ungkap Mujiarto, Rabu (18/8).

Namun demikian, pihaknya memastikan akan terus memberikan pembinaan bagi mereka. “Salah satu tujuannya adalah agar mereka menyadari perbuatannya dan tetap aktif mengikuti pembinaan agar dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang  baik. Yang jelas perselisihan sudah selesai dan mereka pun kembali mengikuti aturan-aturan dan program pembinaan yang diberikan pihak lapas,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Kejar Target Vaksinasi, Tim Gabungan Satgas Covid-19 Melakukan Penyekatan di Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Tim gabungan yang terdiri dari POL PP, DISHUB, TNI, dan POLRI melakukan penyekatan guna memeriksa masyarakat yang belum melakukan vaksinasi untuk diarahkan melakukan vaksinasi di simpang Tugu Kujang, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/8).

Sentral vaksinasi Mall Botani Square menjadi salah satu yang diarahkan untuk melakukan kegiatan vaksinasi dan dilakukan penyekatan terhadap masyarakat yang belum melakukan vaksinasi diarahkan langsung oleh tim gabungan untuk melakukan vaksinasi di Mall Botani Square Kota Bogor.

“jadi kita mobile sentral vaksin mana yang kurang orang tim Satgas Covid-19 akan laporan dan kami tim gabungan langsung melakukan penyekatan dan pemeriksaan masyarakat yang belum vaksin untuk melakukan vaksinasi” ujar Agustiansyah, Kepala Satpol PP Kota Bogor saat dimintai keterangan Jurnal Bogor, Kamis (19/8).

Diketahui ada beberapa sentra vaksin di Kota Bogor seperti di Puri Begawan, Mobile Kecamatan Bogor Timur, Kantor Kelurahan Katulampa, Mall Botani Square, Mall BTM, Mall Jambu Dua, SMAN 7 Bogor, SMKN 2 Bogor, Kantor Kelurahan Genteng, Mall Boxies, TK Kinderfield, Jungle Waterpark, SMAN 6 Bogor, Sekolah IT-At – Taufiq, SMA IT Ummul Quro, MAN 1 Bogor, SMP 14 Bogor, SMK Ibnu Sina, Puskesmas dan Fsyankes di Kota Bogor.

Upaya Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor dalam upaya mendorong target percapatan masyarakat melakukan vaksinasi di Kota Bogor dengan target 100 persen dapat rampung di akhir September 2021 dengan membentuk Tim Satgas Vaksinasi dan menyediakan tiga unit Bus Vaksin dimana Bus Wisata Uncal untuk sementara waktu digunakan untuk antar jemput pengunjung vaksin dan diantarkan menuju sentra vaksin di Kota Bogor.

“Vaksinasi di gelar untuk umum ya, mulai dari pukul 08.00 sampai pukul 16.00” tambahnya.

Untuk para masayarakat khususnya Kota Bogor yang ingin melakukan vaksinasi bisa datang langsung menuju sentra vaksinasi yang tersedia 18 titik sentra vaksin di Kota Bogor, selain itu masyarakat juga bisa menggunakan Bus Vaksinasi yang di sediakan di setiap halte sehingga warga Kota Bogor tidak perlu menunggu angkutan umum.

** Yudha Rezky Diliantoro-mg/UP

Disdukcapil Kabupaten Bogor Proses Transgender

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Demi memenuhi hak sebagai warga negara Indonesia, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor memproses administrasi kependudukan belasan transgender, Rabu (18/8). Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil, Ani Nurhaeni mengatakan, perekaman transgender ini diperuntukkan bagi mereka, tetapi tetap merujuk kepada Standar Operasional Procedure (SOP) yang ada.

“Untuk keterangan pada kolom jenis kelamin yang ada di KTP, nanti tetap pada dasarnya mereka seorang laki-laki ya,” kata Ani kepada Wartawan, kemarin.

Ani menambahkan, para transgender tersebut wajib menempuh sejumlah proses prosedur jikalau ingin keterangan jenis kelamin sesuai permintaannya. “Apabila keinginan mereka bagi kaum transgender yang ingin merubah jenis kelaminnya di KTP el dan di Kartu Keluarga (KK) mesti dilampirkan keterangan dari dokter maupun pengadilan negeri Cibinong. Kalau itu sudah ditempuh dan sah, baru bisa ganti jenis kelaminnya yang tertera di KTP,” katanya.

Ani menerangkan, bagi transgender yang berada diluar daerah tapi belum memiliki identitas apapun, bisa dilakukan perekaman di Disdukcapil Kabupaten Bogor namun harus membawa surat pengantar dari RT dan RW hingga Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.

“Bisa saja bagi mereka (transgender, red) yang bukan asli orang Kabupaten Bogor tapi tempat tinggalnya di wilayah ini bisa kamu lakukan perekaman. Tapi harus sesuai SOP juga, yakni membawa surat keterangan dari RT dan RW serta Pemdes di tempat mereka tinggali dan nantinya kami akan proses,” terangnya.

Ia mengungkapkan, jika pelayanan fasilitas bagi kaum transgender ini juga tidak hanya membuat KTP El atau pun perekaman saja, akan tetapi juga dokumen kependudukan lainnya, seperti akte kelahiran.

“Jadi semua jenis administrasi kependudukan berikan, jadi tidak hanya KTP el saja yang kami layani. Dan jumlah transgender yang saat ini kami layani berjumlah 15 orang,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ani memaparkan, untuk program fasilitas yang diberikan kepada mereka itu, merupakan instruksi langsung dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk memberikan hak yang sama bagi kaum transgender untuk memiliki dokumen kependudukan yang sah.

“Ini program dari pusat, jad kami mengikuti semua sesuai dari pemerintah pusat untuk memberikan hak yang sama bagi transgender,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan transgender, Slamet mengaku senang dengan adanya program perekaman bagi kaumnya itu. Tak dipungkiri, untuk kaum transgender selama ini masih banyak dari rekan-rekannya yang belum memiliki dokumen negara itu.

 “Alhamdulillah saya sangat senang karena kini memiliki KTP el dan KK sendiri, terima kasih Disdukcapil Kabupaten Bogor,” kata Slamet.

** Noverando H

BOR di ‘Bumi Tegar Beriman’ Turun

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Bed occupancy rate (BOR) ruang rawat inap dan ICU pasien Covid-19 di rumah sakit yang ada di Bumi Tegar Beriman terus menunjukan angka positif yakni berada pada 32 persen dan 55 persen. Ketua Satgas Pemanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin mengatakan, penurunan kasus positif Covid-19 terus terjadi di wilayah Bumi Tegar Beriman.

“BOR ruang rawat inap dan ICU pasien Covid 19 terus menurun akibat landainya angka kasus Covid-19 ini. Saat ini, BOR ruang rawat inap di angka 32 persen, sementara BOR ruang ICU di angka 55 persen,” ujar Ade Yasin kepada Wartawan, Rabu (18/8).

Perempuan yang juga menjabat sebagai Buati Bogor itu menambahkan, per hari ini jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 ada 194 jiwa, lalu pasien Covid-19 yang sudah sembuh sebanyak 289 orang.

“Alhamdulillah, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh lebih banyak dibanding yang baru terpapar wabah tersebut, lalu pasien Covid-19 yang dalam perawatan rumah sakit maupun sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman) juga tidak ada yang meninggal dunia,” tambahnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor itu mengungkapkan, dengan turunnya angka penyebaran wabah dan pasien Covid-19 berdampak pada pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

“Selain karena turun atau landainya penyebaran wabah dan pasien Covid-19, dilonggarkannya sejumlah aturan PPKM level 4 di Kabupaten Bogor juga dikarenakan adanya kebijakan dari pemerintah pusat pada Senin kemarin,” katanya..

Ketua DPW PPP Jabae itu menjelaskan, hingga berlakunya perpanjangan aturan PPKM level 4 pada 23/08/2021 mendatang, jajarannya memperlonggar sejumlah aturan makan ditempat atau dine in.

“Untuk aturan makan di warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 20.00 WIB dengan maksimal pengunjung yang makan di tempat sebanyak 3 orang dengan waktu makan maksimal 30 menit. Sedangkan untuk restoran atau kafe diizinkan kapasitas maksimal 25 persen satu meja maksimal dua orang dengan waktu makan maksimal 30 menit,” jelasnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, untuk kegiatan di pusat perbelanjaan atau mal diizinkan buka dengan ketentuan beroperasi 50 persen dari pada pukul 10.00-22.00 WIB  dengan wajib melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.

“Pengelola mal atau tenant wajib menggunakan aplikasi peduli lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai mal, lalu penduduk dengan usia di bawah 12 tahun masih dilarang masuk mal maupun bioskop, tempat bermain anak-anak dan tempat hiburan yang ada di mal,” tandasnya.

** Noverando H