25.2 C
Bogor
Monday, April 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1108

Hidroponik, Hobi yang Positif Saat Pandemi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Hobi bercocok tanam saat pandemi banyak dilakukan masyarakat untuk menghilangkan rasa jenuh dan penat selama pandemi Covid-19 tak kunjung usai. Ditambah pembatasan kegiatan masyarakat dimana segala aktivitas sehari – hari dilakukan di rumah, baik itu pekerja, pelajar, mahasiswa maupun lainnya.

Hobi yang satu ini terbilang cocok untuk segala usia, karena tetap bisa dilakukan disela waktu kesibukan sehari – hari. Selain mengasyikan, hobi ini juga membawa kepuasan tersendiri bagi para pecintanya, dengan melakukan kegiatan aktivitas ini dapat menghiasi sekitaran rumah menjadi lebih terlihat segar dan asri.

“Manfaatnya ya kepuasan sendiri sih, bisa lihat tanaman tumbuh subur, menikmati hasilnya dan bisa ngisi waktu luang juga” ujar Adel, salah satu mahasiswi yang tengah menekuni hobi hidroponik saat dimintai keterangan Jurnal Bogor, Jum’at (27/8).

Hidroponik adalah teknik bercocok tanam dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman, atau dalam pengertian sehari – hari bercocok tanam tanpa tanah. Dari pengertian ini terlihat bahwa munculnya teknik bertanam secara hidroponik diawali oleh semakin tingginya perhatian manusia akan pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman.

Bercocok tanam dengan hidroponik bisa digunakan untuk mengakali masalah kekurangan lahan yang biasa dialami oleh masyarakat modern karena jumlah lahan yang semakin tahun semakin sempit, diharapkan hidroponik mampu menjadi manfaat untuk masa depan karena mampu diberdayakan dalam kondisi lahan sempit.

“Kayanya dimanapun bisa ya, di halaman rumah yang sempit juga bisa karena media tanamnya saya pakai paralon besar, fleksibel bisa juga di tempel ke dinding,” ujar Ibu Fenty, seorang ibu rumah tangga yang hobi hidroponik.

Bagi anda yang tertarik mencoba bercocok tanam hidroponik, baiknya mengetahui beberapa jenis tanaman yang cocok ditanam dengan teknik hidroponik, banyak jenis tanaman yang dapat ditanam dengan metode hidroponik dengan tanaman kecil hingga tanaman besar.

Namun untuk pemula disarankan untuk mencoba menanam beberapa jenis sayuran seperti brokoli, seledri, sawi hijau, bayam, cabai, dan tomat karena tergolong tanaman yang mudah untuk di tanam.

Selain itu untuk merawat tanaman hidroponik harus dilakukan dengan baik dan benar agar bisa mendapatkan tanaman yang sehat dan dapat tumbuh dengan baik.

“Susah – susah gampang sebenarnya ya, hanya perlu tekun, tempat hidroponik terkena sinar matahari, serta pemilihan bibit yang bagus, ini berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman,” ujar Adel lagi.

Sudah siap untuk mencoba bercocok tanam hidroponik?. Simak Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memulai diperlukan adalah yang pertama media tanam, ini bisa menggunakan spons, rockwoll, serbuk kayu, arang, serbuk kelapa atau sekam bakar.

Kedua adalah wadah penyimpan benih seperti net pot, gelas plastik, botol plastik atau wadah, lalu yang ketiga dibutuhkan sumbu, ini mencakup sumbu kompor, kain nilon dan flannel, yang terpenting benih yang akan ditanam.

** Yudha Rezky Diliantoro-mg/Up

Dukung Pemkab, Gabungan Ormas Turun ke Lokasi PSU

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Sebagai bentuk dukungan program Pemerintah Kabupaten Bogor dalam pembangunan Prasarna, Sarana dan Utilitas (PSU) yang akan digunakan untuk membangun gelanggang olahraga masyarakat (GOM) dan SMPN O4 Gunung Putri, gabungan lintas Organisasi Masyarakat (Ormas) Kecamatan Gunung Putri turun ke lokasi PSU yang terletak di Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri.

Ormas yang turun ke lokasi PSU tersebut diantaranya, Pemuda Pancasila (PP), AMS, BPPKB Banten, dan Gibas. Selain mendukung program Pemkab Bogor, mereka meminta penyedia lahan PSU untuk memberikan akses jalan menuju PSU yang sampai saat ini belum juga ditentukan lokasi untuk akses masuk.

“Kita sangat mendukung program Pemkab Bogor untuk membangun SMPN dan GOM ini. Namun, pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun ini dan sudah ditentukan pemenangnya tersebut tidak memiliki akses masuk ke lokasi PSU,” kata Wakil Ketua Lintas Ormas Kecamatan Gunung Putri, Usman Jabir, Jum’at (27/8/21).

Jabir yang juga menjabat Ketua BPPKB Banten Kecamatan Gunung Putri itu menambahkan, aksi damai yang dilakukan tersebut hanya untuk kepentingan masyarakat Gunung Putri. Hal itu dilakukan lantaran kondisi lahan PSU tersebut tidak memiliki akses jalan masuk.

“Makannya kami turun ke lapangan meminta kepada pemilik lahan yang memberikan PSU ke Pemkab Bogor untuk memberikan akses jalan agar proyek pemerintah bisa berjalan lancar. Kalau gak ada jalannya gimana pembangunan bisa berjalan,” pungkasnya.

Dia berharap, dengan adanya aksi damai yang dilakukan di dekat lokasi PSU itu dapat mengetuk hati pemilik lahan PSU untuk segera memberikan akses jalan masuk, sehingga apa yang diimpikan masyarakat Kecamatan Gunung Putri untuk memiliki SMPN dan GOM itu bisa secepatnya terealisasikan tanpa hambatan.

“Kami memohon agar pemilik PSU atau Pemkab Bogor segera menyelesaikan persoalan akses masuk yang saat ini menjadi kendala agar pembangunan tidak terhambat,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Ni Nengah Widiasih Raih Medali di Paralimpiade

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kabar gembira, Ni Nengah Widiasih berhasil meraih medali pertama untuk Indonesia di ajang Paralimpiade Tokyo 2020.

Ni Nengah Widiasih yang merupakan atlet parapowerlifting (angkat berat) ini berhasil meraih medali perak pada kelas 41 kg putri dengan angkatan 98 kg, Kamis (26/8).

Sebelumnya, pada Paralimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Ni Nengah Widiasih turut meraih medali perunggu untuk Indonesia.

Adapun yang menduduki urutan pertama dengan meraih medali emas yaitu atlet Guo Lingling yang berasal dari China dengan Angkatan 105 kg. Dan untuk medali perunggu diraih oleh atlet Clara Fuentes asal Venezuela.

Presiden Joko Widodo turut membagikan kabar gembira ini pada jejaring media sosial resminya. Seperti yang dilansir dari laman akun twitter resminya,

“Kabar baik datang dari ajang Paralimpiade Tokyo 2020, siang ini. Atlet angkat berat Ni Nengah Widiasih meraih medali pertama untuk Indonesia, dengan merebut medali perak di kelas 41 kg putri. Selamat kepada Ni Nengah Widiasih,” pada Kamis (26/8).

Dengan begitu tentu hal ini menjadi sebuah kebanggan bagi Indonesia, karena ini merupakan medali pertama pada ajang Paralimpiade Tokyo 2020. Serta dengan membawa medali perak ini mencatatkan sebuah prestasi juga bagi dirinya.

** Edfyra Amelia-mg/UP

Banprov RSUD tak Maksimal

0

Jabar Hanya Kucurkan Rp20 M

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mengguyur RSUD Kota Bogor dengan anggaran bantuan provinsi (banprov) sebesar Rp20 miliar untuk pembangunan Blok 1 dan 4 rumah sakit pelat merah tersebut.

Namun, Direktur Utama RSUD, dr Ilham Chaidir menilai angka tersebut jauh dari cukup, sebab pihaknya melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengajukan anggaran sebesar Rp255 miliar.

“Jadi total anggaran Rp255 miliar yang diajukan. Itu bisa dibuat bangunan super modern. Tapi ternyata hanya di-ACC Rp20 miliar,” ujar Ilham kepada wartawan, Kamis (26/8).

Menurut dia, berdasarkan konsultasi dengan tim pembuat Detail Engineering Design (DED) ana Rp20 miliar hanya dapat digunakan untuk membangun pondasi untuk 4 lantai.

Namun, kata Ilham, pihaknya mengaku akan terus mendorong jumlah banprov, agar minimal RSUD dapat membangun IGD dan poliklinik. “Ya, mudah-mudahan bisa ditambah Rp41 miliar hingga Rp45 miliar,” ungkapnya.

Tetapi, sambung Ilham, bila banprov tetap berada di angka Rp20 miliar, mau tidak mau pihaknya harus mencari alternatif pembiayaan. “Ya, bisa kita minta bantuan pemerintah pusat. Sebab, dengan angka Rp20 miliar untuk membangun dua blok. Tentunya pembangunannya mesti dicicil,” ucapnya.

Kata dia, RSUD harus memiliki gedung baru, terutama untuk poliklinik. Hal itu lantaran bangunan poliklinik yang ada sudah berusia 30 tahun, dan sudah bocor serta tak nyaman.

“Kemudian status kita yang akan menjadi rujukan regional dan menuju rumah sakit pendidikan, tentunya membuat RSUD mesti memiliki ruangan representatif karena Bogor adalah etalase Jabar,” katanya.

Selain itu, 40 persen pasien berasal dari luar wilayah. RSUD juga sudah mampu melakukan operasi sulit dan salah satu rumah sakit pusat yang menangani kanker.

“Jadi IGD harus diperbesar, ICU diperbanyak, ruang perkuliahan dan lain-lain di gedung 4 lantai itu,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri mengatakan, pihaknya akan mendorong dan mencarikan alternatif pembiayaan agar pembangunan dua blok RSUD dapat segera terealisasi.

“Kami akan kembali mencoba melobi Jabar dan sumber dana lainnya. Mudah-mudahan hasilnya maksimal,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Gus M ini juga meminta agar RSUD segera berkoordinasi dengan Dinkes dan stakeholder terkait untuk merumuskan permintaan bantuan anggaran lainnya.

“Tentu informasi dari pihak RSUD akan kami rumuskan di internal komisi. Untuk mencari jalan keluar terbaik,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Masuk ke Pemerintah, PAN Dapat Posisi Duta Besar

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Partai Amanat Nasional (PAN) memilih merapat ke gerbong pemerintahan yang dipimpin PDI Perjuangan. Wali Kota Bogor yang juga Ketua DPP PAN, Bima Arya pun angkat bicara.

Menurutnya, langkah tersebut sudah selaras dengan instruksi Ketua Umum, Ketua MPP dan Ketua Dewan Kehormatan, agar seluruh energi PAN difokuskan membantu usaha pemerintah dalam mengatasi Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

“Langkah terkait update covid dan pemulihan ekonomi, itulah yang sekarang jadi konsen PAN,” ujar Bima kepada wartawan, Kamis (26/8).

Bima mengatakan bahwa dengan bergabungnya PAN ke pemerintah, otomatis akan memperkuat politik di pemerintah. Pasalnya, terdapat salah satu kader terbaik PAN yang akan dilantik sebagai Duta Besar RI untuk Spanyol.

“Itu salah satu bentuk kebersamaan PAN dengan pemerintah. PAN masuk secara total mendukung kebijakan dan memperkuat di posisi-posisi tertentu, baik politik, sosial hingga ekonomi hingga 2024 nanti,” ungkapnya.

** Fredy Kristianto

Cara PKS Memaknai Nilai-nilai Kemerdekaan RI

0

Gelar Lomba Baca Teks Proklamasi Mirip Suara Bung Karno

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Peringatan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang bertepatan dengan masa pandemi Covid -19, memang tidak semeriah diwaktu normal atau sebelum pandemi. Banyak perlombaan khas 17 Agustusan pun ditiadakan atau digelar, lantaran dikhawatirkan menimbulkan kerumunan.

Namun demikian, semangat untuk meneladani nilai-nilai kemerdekaan terus digaungkan, seperti yang dilakukan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Barat, yang menggelar lomba virtual baca teks proklamasi mirip suara Bung Karno serta ekperasi dengan peserta kaum milenial atau generasi muda.

“Lomba yang pertama kali digelar ini, Alhamdulillah berlangsung sukses, hebatnya lagi peserta dari Kabupaten Bogor, atas nama Reva Prima Farhan, berhasil meraih juara kedua katagori kemiripan suara dan Yesaya Yulius Saputra Muda, untuk katagori penjiwaan dan ekpresi,” kata Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor, Dedi Aroza, saat memberikan apresiasi atau kadeudeuh dan plakat kepada kedua pemenang di kantor DPD PKS, Kamis (26/8).

Dedi mengaku, bangga dan terharu, di tengah era modernisasi dan digitalisasi, jiwa nasionalisme dan patriotism kaum milenial masih kuat, sebagai salah satu buktinya, lomba pembacaan teks proklamasi yang diadakan DPW PKS Jawa Barat, pesertanya cukup banyak.

“Dari lomba ini, kami berharap generasi muda mampu mengapresiasi jiwa kejuangan dan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 dan kerelaan berkorban para pahlawan yang berjuan merebut kemerdekaan,”ujarnya.

Yesaya mengaku, senang mengikuti lomba tersebut yang diadakan PKS Jawa Barat. Informasi lomba sambung pemuda yang tinggal di Desa Kranggan, Kecamatan Gunungputeri itu didapat dari sosial media kemudian ikut mencoba berpartisipasi. Hasilnya menjadi juara dua kategori ekspresi dan penjiwaan.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan PKS yang memberikan anak muda kesempatan untuk berkiprah melalui partai ini. Saya bangga dengan PKS, semoga PKS menjadi jaya dan maju terus,” katanya.

Ketua Bidang Kepemudaan DPD PKS Kabupaten Bogor, Suprapto, mengatakan selain hadiah dari panitia sebesar Rp 1 juta yang bersangkutan juga mendapatkan jas PKS dan siap bergabung dengan PKS.

“Sudah mengirimkan KTP dan pas foto, AInsya Allah dalam waktu dekat kartu anggota sudah terbit. Dan tentu saja, banyak potensi pemuda yang bisa disalurkan melalui PKS. Contohnya lomba baca teks Proklamasi mirip Soekarno,” tandasnya.

Suprapto meyakin, ada banyak pemuda seperti Yesaya yang ingin menyalurkan kegemarannya melalui PKS. Kesempatan yang baik bagi pemuda membuktikan dirinya dalam aktivitas yang bermanfaat sekaligus memupuk karakter kepemimpinan.

“Jadikan kesempatan masa muda dengan menempa diri dan beraktualisasi melalui PKS. Sudah banyak pemuda yang merasakan manfaatnya bergabung dengan PKS,”ujarnya menutupi.

** Mochamad Yusuf

BBWS Ciliwung – Cisadane Minta PT. Parisindo Bongkar Bangunan Turap

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Mendapati aduan masyarakat dan pemerintah setempat, Kepala Badan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung -Cisadane (BBWSCC) melayangkan surat teguran kepada kepada PT Parisindo Pratama yang berada di desa Gunung Putri kecamatan Gunung Putri untuk menghentikan aktivitas pembangunan turap yang masuk dalam wilayah badan sepadan sungai serta belum mengantongi izin.

Pada Jurnal Bogor, Bambang Heri Mulyono kepala BBWSCC melayangkan 4 poin teguran kepada PT Parisindo berdasarkan hasil survei tim nya pada tanggal 19 Agustus 2021 sudah kami perintahkan kepada PT Parisindo Pratama untuk membongkar Talud yang dibangun dan kami minta untuk segera mengurus izin kepada kementerian PUPR.

“Rencana kami mau turun bersamaan dengan tim dari ATR-BPN, namun karena tim ATR-BPN masih sibuk sehingga kami mendahului untuk survei kelokasi” Jelas Bambang.

Adapun 4 poin surat teguran yang disampaikan oleh BBWSCC kepada PT Parisindo Pratama antara lain:

1.Berdasarkan hasil tinjauan lapangan oleh Tim Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung – Cisadane pada tanggal 27 Juli 2021, saat ini telah berlangsung kegiatan pembangunan berupa pemasangan tembok penahan tebing berupa kontruksi beton dilokasi yang masuk dalam badan dan sepadan Sungai Cileungsi di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri

2.Kegiatan saudara tersebut belum memiliki Izin Penggunaan Sumber Daya Air dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

3.Kegiatan pada poin (1) diatas bertentangan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2019 Tentang Sumber Daya Air pasal 40 ayat 3 yang isinya bahwa setiap orang dan kelompok masyarakat atau prakarsa sendiri dapat melaksanakan kegiatan kontruksi Prasaranan Sumber Daya Air dan pelaksanaan non kontruksi untuk kepentingan sendiri berdasarkan izin dari pemerintah pusat dan /atau Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya.

4.Berdasarkan poin-poin tersebut diatas, maka kami minta kegiatan pembangunan di Sungai Cileungsi tersebut untuk segera dihentikan dan dikembalikan lagi seperti semula.Dan saudara dilarang melakukan kegiatan kontruksi apapun sebelum diterbitkannya izin dari Kemen PUPR.

** Nay Nur’ain

Rintangan Mahasiswa dan Dosen Saat Pembelajaran Jarak Jauh

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Mahasiswa dan dosen saat melakukan kegiatan belajar mengajar di masa pandemi memiliki beberapa kekurangan dan kelebihan yang dirasakan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring yang telah diselenggarakan lebih dari satu tahun saat covid-19 masuk ke Indonesia.

Saat ini banyak dari masyarakat melakukan kegiatannya dengan secara daring, baik itu pekerja, pelajar, maupun mahasiswa. Hal itu dilakukan untuk mencegahnya penularan covid-19 semakin banyak di lingkungan kantor serta sekolah maupun perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Setelah lebih dari satu tahun berlalu banyak mahasiswa yang jenuh dan kurangnya pemahaman serta pengalaman terkait materi perkuliahan karena keterbatasan yang diharuskan bagi mahasiswa/i melakukan perkuliahan secara daring.

Seluruh mahasiswa/i perguruan tinggi negeri ataupun swasta saat ini melakukan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), awalnya dosen dan mahasiswa kesulitan karena belum terbiasa denga perkuliahan yang dilakukan dengan media online tersebut, namun seiring berjalannya waktu karena pandemi belum juga usai, mahasiswa/i dan dosen menjadi terbiasa dengan suka duka yang mereka alami saat pembelajaran jarak jauh dilakukan.

Beberapa mahasiswa mengakui sejumlah kekurangan dan kelebihan yang mereka rasakan saat melakukan kegiatan pembelajaran secara daring sehingga membuat mahasiswa lebih sulit untuk memahami materi yang disampaikan oleh dosen.

“Iya benar kalau offline dosen mengajarnya enak dapat dengan mudah dipahami, tapi kalau online terasa sulit dosennya terlalu cepat kalau bahas materi, terus kadang juga putus – putus dari koneksi internetnya jadi kalau lagi ngajar suka putus – putus pembicaraannya,” ujar Naomi, salah satu mahasiswi perguruan tinggi swasta saat dimintai keterangan Jurnal Bogor, Kamis, (26/8)

Perkuliahan secara daring juga membuat mahasiswa/i menjadi menurun kualitas pembelajaran dari sebelumnya, saat perkuliahan dilakukan secara offline mahasiswa/i lebih kritis dan lebih aktif di dalam maupun luar kelas yang sangat disayangkan dengan perkuliahan secara daring membuat kegiatan mahasiswa/i menjadi terbatas dalam mendapatkan pengalaman didalam maupun di luar kampus.

“Kalau dari saya sih menurun, selama daring ini ga ngerti apa – apa udah ujian akhir semester lagi aja, tapi kalau dari nilai sih meningkat. saat offline saya aktif di beberapa kegiatan kemahasiswaan, tapi semenjak pandemi dan dilakukan perkuliahan secara online saya sudah tidak aktif lagi,” tambahnya.

Begitupun yang dirasakan oleh dosen saat mengajar mahasiswa/i sangat merasakan sekali perbedaan kegiatan belajar mengajar secara offline maupun online. Saat perkuliahan dilakukan secara online dosen kesulitan untuk mengawasi proses belajar mahasiswa/i karena keterbatasan yang dilakukan melalui media online saat tidak bertatap muka dosen kesulitan mengetahui mahasiswa/i memahami materi atau tidak sehingga berkurangnya interaksi antara dosen dan mahasiswa/i karena pertemuan yang dilakukan secara daring.

“Level interaksinya ya, kalau daring kurang sekali, dosen juga merasa janggal mengajar seperti berbicara dengan diri sendiri sehingga energi tatap muka dengan mahasiswa menjadi sangat berpengaruh dari sisi dosen, mahasiswa yang saya tanya juga cukup berat menjalani kuliah daring karena lebih sulit memahami maksud dan isi kuliah dari dosen” ujar Alfito, dosen perguruan tinggi swasta.

Berbicara kekurangan serta kelebihan yang dirasakan mahasiswa/i dan dosen memiliki kesamaan kekurangan lebih kepada permasalahan teknis seperti sinyal yang tidak menentu, aplikasi yang terkadang error, serta permasalahan internal saat materi yang disampaikan oleh dosen tidak mudah untuk dipahami oleh mahasiswa/i.

Namun dibalik itu ada kelebihan perkulihan secara daring seperti waktu yang lebih singkat dan fleksibel karena bisa melakukan perkuliahan dimana saja tanpa terbatas jarak dan waktu serta saat ujian dilakukan dengan metode open book membuat mahasiswa lebih mudah mengerjakan dengan mencari jawaban yang ada pada buku ataupun internet dengan durasi waktu ujian yang tidak terlalu singkat.

Meskipun teknologi saat ini sudah canggih dan dapat lebih mudah untuk mendapatkan informasi ataupun pengetahuan, yang sangat dikhawatirkan saat ini mahasiswa/i akan ketergantungan teknologi dan mendapatkan pengetahuan yang berasal dari sumber tidak terpercaya, serta permasalahan serius lainnya dengan tidak terkontrolnya mahasiswa saat pembelajaran daring membuat mahasiswa/i akan melakukan plagiasi.

** Yudha Rezky Diliantoro-mg/UP

Samisade di Desa Pabangbon Selamatkan Warga yang Lahiran Harus Ditandu

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Pabangbon bersama Ketua Tim Verifikasi Samisade dan sejumlah tokoh masyarakat melaunching Program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) di Kampung Pabangbon dan Gunung Menir, Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwliang, Kabupaten Bogor.

Pembangunan jalan dan jembatan di RT 02 RW 03 itu dilakukan lantaran kampung tersebut masih terisolasi. Kondisi kontur jalan yang terjal pun terkadang menjadi kendala masyarakat untuk hal yang urgen.

“Alhamdulillah dengan adanya anggaran 1 miliar di Desa Pabangbon, dilakukan pengaspalan  dengan volume panjang 1,180 meter, lebar 2,5 meter dan pembangunan jembatan panjang 10 meter dengan lebar 4 meter  sangat membantu masyarakat disini yang menghubungkan 4 RW,” kata Kades Pabangbon Endang Rohaedi kepada wartawan, Kamis (26/8/2021).

Kades Endang  menceritakan dengan dibangunnya jalan tersebut ratusan masyarakat yang berada di Kampung Pabangbon dan Gunung menir  tidak lagi kesulitan untuk berobat dan melahirkan hingga akses anak-anak di sana untuk bersekolah di SDN Harapan Jaya Gunung Menir.

“Pasalnya ketika ada yang ingin melahirkan atau pun sakit karena tidak masuknya kendaraan roda 4 itu harus ditandu, bahkan anak anak di sana yang ingin bersekolah harus berjalan sejauh 2 kilometer,” kata Kades Pabangbon.

Dia berharap program Samisade ini terus bergulir, mengingat di Desa Pabangbon masih banyak infrastruktur, baik itu jalan lingkungan maupun jalan desa yang belum tersentuh pembangunan. “Tentu jika program Samisade ini terus bergulir  pembangunan infrastruktur di Desa Pabangbon terus bisa dilaksanakan,”katanya.

Sementara Sekretaris Camat Leuwiliang, Iwan yang juga Ketua Tim Verifikasi mengatakan di Kecamatan Leuwiliang ada 11 desa sudah mendapatkan Samisade dari Bupati Bogor Ade Yasin. “11 desa di Kecamatan Leuwiliang itu sudah semuanya dapat bantuan Samisade termasuk Desa Pabangbon ini,” kata Iwan.

Dia berharap pemerintah desa  benar -benar dalam melaksankan proyek Samisade ini dan melibatkan warga setempat dalam pengerjaannya. “Harapannya  pemdes dan masyarakat setempat saling bekerjasama dan berharap tidak ada hambatan,” katanya.

Apalagi sambungnya program Samisade ini untuk pengawasannya tidak hanya oleh Pemerintah Kecamatan, namun oleh kejaksaan, kepolisian, bupati hingga lawan politik pun pasti akan ikut mengawasi. “Jadi harus benar-benar dalam pengerjaannya karena banyak yang mengawasinya,” tegasnya.

Diketahui Samisade ini tidak hanya untuk pembangunan jalan, namun pembangunan jembatan dan tower jaringan seluler untuk warga yang terisolasi.

** Cepi Kurniawan

Achmad Fathoni Dukung Karyawan Adukan PT Trinitan Metals and Minerals ke Disnaker

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Mendapati aduan dari masyarakat perihal kesewenang – wenangan perusahaan dalam memutuskan hubungan kerja, anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni angkat bicara. Dia mengatakan sangat mendukung dan setuju dengan langkah yang akan diambil oleh para pekerja yang di PHK oleh PT. Trinitans Metals and Minerals (TMM) di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor untuk mendapatkan hak yang seharusnya didapatkan karena sudah mengabdi kepada perusahaan tersebut.

“Saya sangat setuju dan mendukung penuh dengan langkah teman-teman pekerja yang tidak dipenuhi haknya oleh pihak perusahaan untuk mengadu kepada Disnaker,” kata Fathoni, biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Kamis (26/8).

Masih kata dia, dirinya sangat sedih mendengar pemberitaan dan masih adanya perusahaan yang seolah memanfaatkan kondisi di masa pandemi ini untuk memutuskan pekerja secara sepihak tanpa mengikuti aturan yang seharusnya.

“Mestinya perusahaan PT TMM ikuti aturan tidak bertindak semaunya sendiri, saya sedih jika mendengar hal seperti ini, saya akan usahakan untuk meluangkan waktu datang ke perusahaan tersebut, apakah benar adanya merugi hingga harus mengorbankan hak karyawan,” katanya.

Dirinya meminta agar Disnaker bisa menindak perusahaan yang melenceng dari aturan agar tidak lagi bertindak sewenang-wenang apalagi sampai menahan hak karyawan yang seharusnya dipenuhi.

Sebelumnya, Sigit Nugraha korban PHK PT TMM mengatakan, dirinya dan rekan – rekan lain yang kurang lebih 20 orang hanya menuntut haknya untuk mendapatkan pesangon yang seharusnya dikelurkan PT TMM sebesar 2 PMTK jika mengikuti aturan yang seharusnya.

“Kami mencoba mengerti maka dari itu kami meminta 1 PMTK kepada perusahaan dan kami beri kesempatan 3 kali pembayaran, itu pun masih tidak dipenuhi,” jelas Sigit.

Menurut Sigit, pada pertemuan pertama perusahaan mengatakan hanya akan membayarkan 0,5 PMTK itupun dicicil selama 12 bulan. Dia keberatan, sudah tidak menerima dengan jumlah yang seharusnya dan jangka waktu pembayaran pun terbilang sangat lama.

“Ini kan pertemuan ke-2 jika hasil keputusan masih masa untuk apa ada pertemuan lagi, kami kan berharap adanya pertemuan ke-2 mendapatkan keputusan terbaru bukan sama dengan kemarin, jika memang tidak ada solusi kami akan mengadukan pada dinas terkait,” pungkas Sigit.

** Nay Nur’ain