24.6 C
Bogor
Monday, April 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1106

Perpustakaan PPMKP Raih Predikat Peringkat I Perpustakaan Terbaik Lingkup Kementan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Perpustakaan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Bogor meraih peringkat I Kategori Perpustakaan Terbaik lingkup Kementerian Pertanian tahun 2021. Penyerahan penghargaan disampaikan Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, baru – baru ini.

Yusral Tahir, Kepala PPMKP mengapresiasi tim perpustakaan yang dimasa pandemi masih dapat memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna sehingga dapat mengukir prestasi.

“Alhamdulillah, meskipun di tengah keterbatasan di masa pandemi ini, kami masih bisa memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna perpustakaan hingga dapat mengukir prestasi”, ungkap Yusral Tahir.

Kata Yusral, saat ini perpustakaan PPMKP Ciawi, Bogor telah terkoneksi dengan aplikasi Indonesia One Search (IOS) yakni pintu pencarian tunggal untuk semua koleksi publik dari perpustakaan, museum, dan arsip di seluruh Indonesia dan aplikasi Inlis lite dan repository.

“Aplikasi atau portal tersebut memudahkan pengguna perpustakaan dalam mencari buku – buku yang diperlukan,” tuturnya.

Selain itu, Perpustakaan PPMKP Ciawi juga telah bekerjasama dengan perpustakaan nasional RI, baik dalam bentuk bantuan buku maupun studi banding. Pengalokasian anggaran baik untuk sarana dan prasarana perpustakaan termasuk koleksi buku dan ruang baca yang nyaman, peningkatan kompetensi dan kemampuan para pustakawan.

“Sistem pencarian buku pun yang telah terkomputerisasi sehingga memudahkan pengguna dalam mencari buku yang diperlukan saat berada di perpustakaan.”

Hal tersebut kata Yusral merupakan ikhtiar agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna perpustakaan PPMKP yang sebagian besar adalah peserta pelatihan.

Ia yakin kedepan perpustakaan PPMKP Ciawi dapat memberikan inovasi pelayanan yang lebih baik. Pada moment HUT RI Ke 76, Kementerian Pertanian memberikan penghargaan kepada sejumlah insan pertanian termasuk pelaku utama dan usaha bidang pertanian yang dianggap teladan dan berprestasi serta juga mitra yang berjasa dalam membangun sektor pertanian.

Insan pertanian yang menerima penghargaan sebagai teladan dan berprestasi di bidangnya meliputi Petani, Penyuluh Pertanian ASN, Penyuluh Pertanian Swadaya, Widyaiswara, Dosen, P4S, PWMP, dan Kelompok Tani. Disamping itu ada juga Peneliti, Auditor dan Petugas POPT.

Selain mengapresiasi penghargaan yang diberikan kepada para teladan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yakin penghargaan ini dapat meningkatkan motivasi dan semakin memacu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian agar berkembang semakin baik lagi.

“Saya mengapresiasi pemberian penghargaan ini. Saya berharap tentu hal ini akan memacu semangat kita untuk berbuat yang lebih baik lagi untuk memajukan sektor pertanian ini. Juga memacu setiap para pelaku utama sebagai bagian dari SDM Pertanian untuk semakin bergerak lebih baik lagi meningkatkan produksi dan produktivitas,” ucap Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan penghargaan ini sebagai stimulus agar seluruh insan pertanian terpacu untuk meningkatkan kapasitas dirinya.

Dengan begitu, Dedi yakin sektor pertanian akan terus bergerak maju dan cita-cita pembangunan pertanian nasional yakni menyediakan pangan bagi seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekspor dapat tercapai segera.

** Nita/Regi/PPMKP

Rumah Belajar Mifasol: Wadah Edukasi yang Menginspirasi

0

Depok | Jurnal Inspirasi

Rumah Mifasol merupakan rumah belajar yang menaungi anak-anak marjinal dan melengkapi hak pendidikan setiap anak Indonesia untuk belajar secara merdeka. Latar belakang pemberian nama Rumah Belajar Mifasol ini memiliki arti yaitu Mi itu mimpi, Fa itu Fantang menyerah, Sol itu soal prestasi nomor satu.

Rumah Mifasol ini didirikan atas dasar pemikiran para remaja yang peduli bahwa di lingkungan sekitar mereka masih banyaknya anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan yang layak karena keterbatasan biaya.

Kemudian dibentuk pada tahun 2018, di Lembah Abadi Jaya Mushollah Al-Bahar RT 09 RW 02 Kota Depok. Rumah Mifasol ini aktif kegiatan belajar mengajar setiap Sabtu dan Minggu pada pukul 10.00-12.00 WIB.

Pada masa pandemi ini kegiatan belajar mengajar di Rumah Mifasol meliputi kegiatan offline, online dan non akademik, dimana untuk kegiatannya sendiri mencangkup tiga program kelas yaitu mentoring, minat bakat, dan kelas.

Program mentoring berupa kegiatan seminar atau workshop yang diadakan oleh Rumah Mifasol kepada anak-anak dan juga orang tua, untuk program minat bakat berupa kegiatan yang bertujuan untuk menggali potensi peserta, seperti pentas seni, pentas tari, dan sebagainya.

Dan program kelas yang memang selalu diadakan setiap minggunya. Dalam kegiatan belajar mengajar ini terdapat para pemateri yang mengajarkan pelajaran-pelajaran yang hampir tidak jauh berbeda dengan yang diajarkan di sekolah, seperti IPA, Matematika, dan Bahasa Indonesia.

“Karena kan sebagian anak-anaknya ada yang bersekolah juga ya, tapi sebagian juga ada yang enggak sekolah. Jadi beberapa dari mereka sudah ada yang sedikit paham pelajaran yang diajarin sama kakak pemateri disini, karena materi di Mifasol juga nggak beda jauh sama materi pelajaran di sekolahnya gitu,” ujar Dania, pengurus Rumah Mifasol, Senin (30/8)

Hingga sekarang Rumah Mifasol telah memiliki kurang lebih 40 anak didik. Mereka semua selalu bersemangat dan antusias untuk mengikuti setiap kegiatan belajar mengajar.

Untuk pembiayaan operasional kegiatan mengajar di Rumah Mifasol ini memiliki donatur tetap, yang kerap membantu finansial dalam mendukung program pendidikan yang dijalankan oleh Rumah Mifasol.

Maka para pengurus pun berharap Rumah Belajar Mifasol dan anak-anak di dalamnya dapat berkembang secara bertahap agar apa yang disampaikan dapat diterima oleh anak didik dengan baik, serta menyamaratakan hak belajar bagi setiap anak dimanapun.

** Edfyra Amelia-mg/UP

Drainase Kuno Ditemukan di Nyi Raja Permas

0

Deteksi Panjang Saluran, Pemkot Gandeng IPB dan Unpak

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengungkap temuan terowongan kuno di bawah saluran air atau drainase di sekitaran Jalan Nyi Raja Permas, Kecamatan Bogor Tengah.

Menurutnya, berdasarkan hasil pengecekan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), diduga sebagai bangunan yang dibangun pada zaman kolonial Belanda. Untuk menindaklanjuti temuan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) menggandeng Universitas Pakuan (Unpak) dan IPB University.

“Setelah kita cek di dinas terkait, memang terlihat ada peta saluran bawah tanah yang dibangun pada zaman Belanda,” kata Bima Arya usai melakukan pengecekan saluran bawah tanah yang berada di Jalan Nyi Raja Permas, Pasar Anyar, Kota Bogor, Sabtu (28/8).

Bima Arya menegaskan, hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan fungsi saluran, apakah saluran air atau memiliki fungsi-fungsi lain.

Untuk lebih memastikannya, Bima mengaku telah berkomunikasi dengan Universitas Pakuan (Unpak) dan IPB University guna mendeteksi luas dan panjang saluran tersebut dengan menggunakan alat yang menunjang.

Selain ingin memastikan fungsi saluran, Bima Arya juga menginginkan agar dilakukan kajian agar dapat diketahui, apakah saluran bawah tanah tersebut memungkinkan untuk direvitalisasi dan digunakan kembali.

Dia menyebut, tahun 2016 Kota Bogor sudah memiliki masterplan drainase. Karenanya saluran bawah tanah yang ditemukan harus disesuaikan, mengingat lokasi penemuan termasuk dalam kawasan yang akan ditata pembangunan Alun-alun, Masjid Agung dan pengembangan Stasiun Bogor.

“Jadi otomatis drainasenya harus rapi. Saya ingin sedimentasinya digali dan dikeruk secara bertahap sampai sejauh mana dan apakah bisa difungsikan kembali sebagai saluran air, kita akan lihat fungsinya untuk apa,” ujar Bima Arya didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Chusnul Rozaqi dan Kepala Bappeda Kota Bogor, Rudy Mashudi.

Saluran bawah tanah yang memiliki kedalaman 2 – 3 meter dari permukaan tanah ini, ujar Bima Arya, tidak menutup kemungkinan terkoneksi dengan saluran lainnya, seperti yang di Istana Bogor dan yang lainnya.

Bangunan dari saluran yang langsung dicek ini kata dia, secara kasat mata struktur bangunan ini memiliki kemiripan dengan yang ada di Sukabumi, Klaten dan di Bekasi.

Sementara, berdasarkan informasi salah satu petugas Dinas PUPR yang mengeruk sedimentasi, pada titik yang lokasinya dekat dengan dipo Stasiun Bogor ini, saluran yang ditemukan memiliki seperti ruang yang mirip bak kontrol dengan lebar 2 meter, panjang 10 meter dan tinggi sekitar 1 meter.

** Fredy Kristianto

Baguna Tebar Ribuan Paket Makanan Bagi Warga Isoman

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Hal itu membuat semua pihak turun untuk bahu membahu saling membantu masyarakat yang terdampak corona, tak terkecuali Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Kota Bogor.

Kepala Baguna DPC PDI Perjuangan Kota Bogor Ence Setiawan mengatakan, pihaknya telah turun sejak sebulan terakhir membagikan box nasi setiap hari di seluruh kecamatan.

“Hari pertama kami bagikan 600 box nasi, dan sekarang sudah masuk hari ke 30. Setiap hari kami bagikan 150 box ke setiap warga yang terpapar covid-19, khususnya bagi yang menjalani isoasi mandiri (isoman),” katanya.

Menurut Ence, dalam membagikan bantuan itu, pasti tepat sasaran, karena ada tim pendataan dan tim pembagian.

“Ya, Sasarannya sesuai data yang telah masuk, jadi data itu merupakan hasil pendataan di setiap wilayah,” ungkapnya.

Ia menuturkan, dana yang digunakan untuk bantuan sosial itu, merupakan hasil iuran gotong royong dari Fraksi PDI-P DPRD Kota Bogor. Dan itu merupakan intruksi DPP DPD, melalui rapat perluasan.

Kata dia, pemberian bantuan itu akan terus digulirkan, hingga Pandemi covid-19 melandai. “Ya, kegiatan bantuan itu akan terus digulirkan sampai covid-19 ini melandai, tiap hari tim kami terus keliling ke rumah-rumah warga,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Diisukan Dampingi Dedie Rachim, Rusli: Pilkada Masih Lama

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bogor masih tiga tahun lagi. Kendati demikian, sejumlah nama digadang-gadang akan maju untuk memimpin ‘Kota Hujan’menjadi.

Teranyar, Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor, Rusli Prihatevy diisukan bakal maju mendampingi Dedie A. Rachim yang juga dikabarkan nyalon sebagai Wali Kota Bogor.

Menanggapi kabar itu, Rusli Prihatevy enggan berkomentar banyak. Kendati demikian, ia mengaku bahwa pihaknya lebih memilih konsen bagaimana menyelesaikan pandemi Covid-19 dengan cara menyelaraskan program pemerintah.

“Untuk Pilkada masih lama, yang jelas Golkar dan pemerintah masih bersama-sama sampai hari ini, bagaimana menyelesaikan apa yang menjadi tugas bagian dari pemulihan ekonomi dan kesehatan masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, baru-baru ini.

Menurut dia, Golkar saat ini tengah fokus menguatkan konsolidasi internal agar mesin partai terus ‘panas’ menyonsong Pileg dan Pilkada 2024.

“Kami ingin mempersiapkan diri bagaimana dalam posisi pemilu nanti di tahun 2024 kita dalam situasi yang memang betul-betul sudah siap infrastrukturnya, agar mampu meraih kemenangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Dedie A Rachim saat ditanya sosok Rusli Prihatevy yang diisukan maju sebagai Wakil Wali Kota Bogor, mendampingi dirinya pada Pilkada 2024. Eks Direktur di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya tersenyum.

Dedie yang kini menjabat Wakil Walikota Bogor berharap bisa mendapatkan dukungan dari semua kalangan khususnya partai politik.

“Dengan semua pimpinan partai saya berhubungan baik sampai saat ini. Mudah-mudahan semua Parpol berkenan mendukung,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Aset Penunggak Pajak Terancam Disita

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Aturan keras tentang penunggak pajak tengah dirancang oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Salah satunya mengatur sanksi penyitaan aset penunggak pajak yang tak beritikad baik melaksanakan kewajibannya.

Kepada wartawan, Kepala Bidang Penagihan Dan Pengendalian di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Anang Yusuf mengayakan bahwa usulan sanksi tersebut diusulkan lantaran penagihan pajak belum maksimal. Apalagi, selama penagihan tak ada penerapan sanksi bagi wajib pajak (WP).

“Sekarang hanya bisa diberi sanksi sosial seperti pemasangan plang  belum bayar pajak,” ujar Anang kepada wartawan, Minggu (29/8).

Anang mengatakan bahwa penyitaan aset yang dimaksud adalah barang berharga milik WP yakni kendaraan atau surat berharga lain yang nilainya sesuai dengan piutangnya. Namun,  kata Anang, aturan yang akan tercantum dalam Perwali itu masih dibahas oleh Bagian Hukum dan HAM Pemkot Bogor.

“Ya, kami baru usulkan, nanti akan ada pembahasan sebelum disahkan. Nanti juru sita khusus dari Bapenda bakal dilantik wali kota,” kata Anang.

Kata dia, regulasi itu mengadopsi UU Nomor 19 tahun 2000, perubahan atas UU Nomor 19 tahun 1997 tentang penagihan pajak dengan surat paksa.

** Fredy Kristianto

Serapan Anggaran SKPD tak Maksimal

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

DPRD Kota Bogor tengah melakukan pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Plafon dan Prioritas Anggaran Sementara Perubahan (KUPA-PPAS) Tahun Anggaran 2021. Pembahasan dilakukan oleh setiap komisi dengan mitra kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Bogor.

Komisi 1 DPRD Kota Bogor telah melakukan pembahasan dengan mitra kerja dan membuat beberapa catatan terkait APBD Perubahan 2021.

Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bogor, Anita Primasari Mongan mengungkapkan setidaknya ada tiga catatan untuk seluruh SKPD yang menjadi mitra komisi 1. Pertama, Anita meminta agar anggaran yang ada dan akan dirasionalisasi agar difokuskan kepada pengkinian dan singkronisasi data di Kota Bogor.

Sebab, menurutnya dari data yang akurat dan tersinkronisasi dapat melahirkan kebijakan yang tepat sasaran, sehingga mempermudah pelayanan kepada masyarakat. “Kedua, Untuk anggaran yang tidak terpakai akibat pandemi, ya tidak masalah. Bukan berarti harus digeser-geser ke program atau kegiatan yang tidak perlu ditambah atau tidak prioritas,” kata Anita.

Terakhir, Anita pun meminta agar SKPD semaksimal mungkin dalam hal serapan anggaran disisa waktu tahun berjalan ini. Sebab dari catatannya, masih ada SKPD yang serapan anggarannya masih dibawah 50 persen.

“Ini dia (serapan anggaran) masalahnya juga. Serapan anggaran normal sih ada yang sudah mencapai minimal 50 persen. Tapu banyak juga yang baru 27 persen, mungkin karena kondisi ya,” ungkap Anita.

“Jadi saya harap bisa maksimal lah di sisa waktu ini. Sesuaikan dengan situasinya. Jangan dipaksakan dan akhirnya kemana-mana anggarannya,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Ajak Pemkot Cari Alternatif Pembiayaan

0

Gus M Minta RSUD Buat Perencanaan Terukur

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Penprov Jabar) hanya menggelontorkan bantuan keuangan sebesar Rp20 miliar untuk pembangunan Blok 1 dan 4 RSUD Kota Bogor. Realisasi tersebut dinilai sangat kurang dari ajuan anggaran yang mencapai Rp255 miliar.

Diketahui, RSUD melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengajukan bantuan provinsi (banprov) lantaran ingin meningkatkan layanan rumah sakit pelat merah demi menuju RS Rujukan Regional dan rumah sakit pendidikan.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri mengatakan bahwa pihaknya mendukung upaya RSUD untuk meningkatkan layanan melalui pembangunan dua blok tersebut. Namun, semua harus jelas dan terukur serta harus secara detail yang dijabarkan dalam RAB.

“Pembangunan itu langkah yang bagus, karena kita semua tahu m APBD Kota Bogor terbatas. Bantuan sebesar Rp20 miliar sudah cukup bagus di saat pandemi ini,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (29/8).

Kendati demikian, sambung pria yang akrab disapa Gus M ini, jumlah tersebut dinilai sangat kurang untuk merealisasikan pembangunan. Atas dasar itu, ia mengajak Pemkot Bogor untuk duduk bersama mencari solusi bagaimana mencari bantuan sumber pembiayaan lain.

“Kita harus mendukung langkah manajemen RSUD, karena akan menjadi rumah sakit rujukan dan rumah sakit pendidikan. Tentunya, harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai,” kata Gus M.

Gus M meminta agar manajemen RSUD ‘mengutak-atik’ terlebih dahulu angka yang digelontorkan Pemprov Jabar untuk membuat perencanaan terukur dengan anggaran tersebut.

“Harus dipastikan, anggaran itu mampu mengcover bagian mana saja dalam tahapan pembangunan dan sampai mana nantinya,” jelas pria yang hobi menunggang kuda ini.

Selain itu, kata Gus M, yang harus diperhatikan adalah bagaimana planning keberlanjutan konstruksi RSUD kedepan agar tidak terjadi mangkrak dalam proses pembangunannya. “Sebab, ini terkait dengan layanan dasar masyarakat,” tegas dia.

Sebelumnya, Direktur Utama RSUD, dr Ilham Chaidir menilai angka tersebut jauh dari cukup, sebab pihaknya melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengajukan anggaran sebesar Rp255 miliar.

“Jadi total anggaran Rp255 miliar yang diajukan. Itu bisa dibuat bangunan super modern. Tapi ternyata hanya di-ACC Rp20 miliar,” ujar Ilham.

Menurutnya, berdasarkan konsultasi dengan tim pembuat Detail Engineering Design (DED) ana Rp20 miliar hanya dapat digunakan untuk membangun pondasi untuk 4 lantai.

Namun, kata Ilham, pihaknya mengaku akan terus mendorong jumlah banprov, agar minimal RSUD dapat membangun IGD dan poliklinik. “Ya, mudah-mudahan bisa ditambah Rp41 miliar hingga Rp45 miliar,” ungkapnya.

Tetapi, sambung Ilham, bila banprov tetap berada di angka Rp20 miliar, mau tidak mau pihaknya harus mencari alternatif pembiayaan. “Ya, bisa kita minta bantuan pemerintah pusat. Sebab, dengan angka Rp20 miliar untuk membangun dua blok. Tentunya pembangunannya mesti dicicil,” ucapnya.

Kata dia, RSUD harus memiliki gedung baru, terutama untuk poliklinik. Hal itu lantaran bangunan poliklinik yang ada sudah berusia 30 tahun, dan sudah bocor serta tak nyaman.

“Kemudian status kita yang akan menjadi rujukan regional dan menuju rumah sakit pendidikan, tentunya membuat RSUD mesti memiliki ruangan representatif karena Bogor adalah etalase Jabar,” katanya.

Selain itu, 40 persen pasien berasal dari luar wilayah. RSUD juga sudah mampu melakukan operasi sulit dan salah satu rumah sakit pusat yang menangani kanker.

“Jadi IGD harus diperbesar, ICU diperbanyak, ruang perkuliahan dan lain-lain di gedung 4 lantai itu,” jelasnya.

** Fredy Kristianto

Pengawas SD Kecamatan Ciawi Benarkan K3S Lakukan Pungli Sertifikasi Guru

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) mencuat. Atas dugaan ini, pengawas SD di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, tak membantahnya dan membenarkan adanya pungli terhadap guru yang mendapatkan sertifikasi.

 “Kalau K3S benar meminta sebesar Rp.100 ribu ke para guru usai pencairan sertifikasi,” ujar Pengawas SD Kecamatan Ciawi, Mustofa, Minggu (29/8).

Menurutnya, setiap kali sertifikasi turun, sebanyak 120 guru yang ada di Kecamatan Ciawi, memberikan uang Rp100 ribu langsung melalui bendahara K3S.  “Jadi uangnya langsung ke bendahara,” ujar Mustofa.

Mustofa menjelaskan, dirinya tidak mengetahui peruntukan uang yang dihasilkan dari pemberian guru setelah menerima sertifikasi oleh K3S.  “Dan saya tidak mau tahu. Itu kewenangan K3S,” tegasnya.

Namun, Mustofa membantah jika pengawas SD Kecamatan Ciawi ikut melakukan pungutan terhadap guru yang mendapatkan sertifikasi.  “Demi Allah saya tidak pernah meminta apalagi memungut uang sertifikasi guru. Saya juga dapat dan Alhamdulillah. Nilainya mencapai 12 juta per tiga bulan,” akunya.

Pengawas yang akan memasuki masa pensiun tahun 2023 mendatang itu menjelaskan, sertifikasi guru itu nilainya tidak sama, tergantung golongan guru tersebut.

Ditambahkan Mustofa, terkait peruntukan uang sertifikasi guru, itu mutlak sudah menjadi hak guru. Tetapi, ada sekitar 20 persen dari uang sertifikasi untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM).

 “Itu pun kalau guru nya mau, misalkan untuk menambah ilmu, guru yang dapat sertifikasi membeli laptop atau buku dan tidak ada paksaan,” imbuhnya.

Sementara, K3S Kecamatan Ciawi hingga saat ini belum memberikan keterangan terkait pungli sertifikasi guru.

** Dede Suhendar

RW 06 Raih Juara Kades Cup

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Tim sepakbola RW 06 keluar sebagai juara Kades Cup (Kepala Desa Leuwinutug) 2021 di lapangan Bogorindo, Minggu (29/8). RW 06 yang juara Grup B di partai puncak unggul tipis 1-0 kontra RW 03 yang juara Grup A.

Kemenangan RW 06 diraih pada menit-menit awal, dimana tekanan RW 06 membuat pemain lawan handsball di kotal penalti. Muhammad Alfaridho yang jadi algojo sukses menjalan tugasnya hingga membawa timnya unggul 1-0.

Laga ketat yang diperlihatkan di final tak menciptakan gol lagi dibabak pertama dan kedua sehingga anak-anak asuh Joni Hinadida menjadi kampiun Kades Cup. “Anak-anak sudah menunjukan permainan terbaik dan hasilnya Alhamdulillah juara,” ujar Joni Hinadida yang sebelum kompetisi menjajaki ujicoba dengan Citra Pratama Gunung Putri.

Manajer RW 06 Ilyas yang juga tokoh masyarakat Desa Leuwinutug mengaku puas meski timnya meraih kemenangan tipis. RW 06 sendiri termasuk tim unggulan yang dijagokan juara dan telah melakukan persiapan satu bulan lebih. Dimana pada laga sebelumnya juga meraih kemenangan yang sama 1-0 lawan RW 01 dan RW 04.

“Hasil ini memuaskan dan anak-anak mampu menjalankan instruksi pelatih,” jelas Ilyas.

Sementara kemenangan RW 06 dengan Ketua RW 06 Ujang Maulana yang jadi juara kian lengkap setelah menyabet dua gelar berikutnya yakni pemain terbaik yang diraih Desta Maulana dan topskor Muhammad Alfaridho.

**asepssayyev