Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Kecamatan Cileungsi mendatangi koperasi Palomak Artha Mas yang terletak di Ruko Metland Cileungsi, Rabu (1/9). Camat Cileungsi Adhi Nugraha mengatakan, pada saat sidak bersama Dinas Koperasi bidang Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) saat itu pihak Palomak Artha Mas tidak bisa menunjukkan dokumen yang diminta terkait dugaan adanya pelanggaran.
“Pemerintah Kecamatan Cileungsi dan Dinas Koperasi Kabupaten Bogor sudah mendatangi koperasi tersebut, pada saat itu pegawai koperasi Palomak Artha Mas tidak dapat menunjukkan terkait dokumen yang diminta terkait dugaan pelanggaran AD/ART dan akan dijadwalkan klarifikasi ulang oleh Dinas Koperasi,” jelas Adhi Nugraha kepada Jurnal Bogor, Jumat (3/9).
Sebelumnya, AJ (50) salah satu nasabah Koperasi Palomak Artha Mas mengeluhkan hitung-hitungan bunga yang tidak bisa dimengerti olehnya karena dirinya hanya meminjam uang sebesar 15 juta dan sudah dibayarkan selama 1 tahun, namun kini sisa hutangnya mencapai 100 juta lebih karena keterlambatan dirinya membayar angsuran itu.
“Saya bukan anggota Koperasi Palomak Artha Mas, tapi saya hanya nasabah yang meminjam uang pada koperasi tersebut karena kebetulan saat itu diajak oleh adik ipar saya, namun saya tidak menyangka jika karena keterlambatan pembayaran kini sisa hutang saya mencapai 100 juta lebih padahal saya sudah 1 tahun menyicil angsuran,” cetus AJ.
Masih kata dia, hal yang paling disayangkan bukti pembayaran selama 1 tahun tidak pernah diberikan pihak koperasi, saat diminta pun hanya diberikan sisa hutang tanpa diberi bukti angsuran atau rincian utangnya.
“Mohon keadilan untuk kami karena yang menjadi jaminannya adalah berkas-berkas dokumen kependudukan kami, seperti izasah , surat nikah, ATM dan buku tabungan, sampai KTP dan KK semuanya asli,” keluhnya.
Terpisah , Kapolsek Cileungsi Kompol Andri Alam Wijaya saat dihubungi Jurnal Bogor via telepon akan menurunkan tim untuk menyelidiki persoalan tersebut, “Kami coba melakukan penyelidikan mencari bukti apakah masuk kedalam ranah pidana atau perdata,” pungkasnya.
Sampai diturunkannya berita ini, belum ada penjelasan langsung dari pihak Koperasi Palomak Artha Mas bahka saat wartawan Jurnal Bogor menyambangi kantor koperasi tersebut, tidak ada pihak yang bersedia dikonfirmasi, Bahkan Kasir bernama Siska tidak menanggapi dan berbicara kurang sopan.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Asep Wahyuwijaya bersama anggota DPRD Kabupaten Bogor Aan Triana Almuharom meninjau pembangunan ruas jalan Cisangku – Kiara Sari – Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Menurut mereka, meskipun APBD Jabar tahun 2021 ini masih mengalami kontraksi bahkan defisit sekitar 5 trilun, membuat banyak kegiatan berpotensi tidak bisa direalisasikan.
Namun karena pembangunan ruas jalan Kiara Sari – Cigudeg ini sumber anggarannya berasal dari pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diajukan oleh Pemprov Jabar, maka kegiatan pembangunan atas ruas tersebut tetap dapat direalisasikan.
“Anggarannya insya Allah akan tetap ada. Pemborongnya pun tidak usah khawatir tidak dibayar,” ujar Asep Wahyuwijaya, Sabtu (4/9).
Sebagaimana diketahui, kata Asep, daerah Cigudeg dan Sukajaya pada awal 2020 lalu mengalami bencana alam banjir dan longsor yang cukup parah, sehingga menyebabkan banyak ruas jalan menjadi rusak dan terputus.
Ribuan warganya pun banyak kehilangan tempat tinggal sehingga harus mengungsi ke hunian sementara (huntara) yang dibangun dalam kondisi darurat. Sebenarnya, kata dia, alokasi bantuan anggaran keuangan yang diberikan oleh Pemprov Jabar untuk penanganan dampak bencana ini cukup besar, selain diperuntukan untuk pembangunan ruas jalan Cigudeg – Kiarasari – Cisangku dengan bantuan anggaran sekitar 28 miliar.
Ada juga bantuan untuk ruas jalan Kiarabeha – Pasirmadang – Cileuksa sebesar 25 miliar dan pembangunan rumah khusus terdampak bencananya sendiri yakni sebesar 25 miliar yang akan disebar di Desa Sukaraksa dan Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg serta Desa Urug dan Desa Harkatjaya di Kecamatan Sukajaya.
“Hanya mengingat kondisi anggaran di Pemprov Jabar tahun ini mengalami defisit, sejujurnya saya cukup khawatir juga apabila pembangunan ruas jalan ke Cileuksa dan pembangunan rumah khusus warga yang terdampak bencana terkena efisiensi atau dicoret kegiatannya, karena sumber anggaran murni berasal dari APBD Jabar, bukan dari PEN,” papar Asep Wahyuwijaya, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jabar ini.
Asep Wahyuwijaya yang akrab disapa Kang AW berharap, anggaran untuk pembangunan ruas jalan ke Cileuksa dan pembangunan rumah khusus warga yg saat ini masih tinggal di huntara bisa pindah ke tempat yang jauh lebih layak, ungkap politisi berlambang bintang mercy asal dapil Kabupaten Bogor ini.
“Namun, semuanya tentu akan kembali berpulang ke Pemkab Bogor agar bisa melakukan negosiasi maksimal ke Pemprov Jabar agar kedua kegiatan itu bisa tetap direalisasikan dan tidak terkena efisiensi,” pungkas Kang AW.
Dalam rangka mendukung program pemerintah menanggulangi penyebaran Pandemi Covid-19 yang jumlahnya terus meningkat, JNE sampai saat ini sudah melaksanakan 18.800 vaksin dari target awal sebanyak 7500 vaksin yang diperuntukkan bagi karyawan di Jabodetabek, karyawan di beberapa kota lainnya dan masyarakat umum. Sentra Vaksin JNE resmi ditutup pada (28/8) oleh M. Feriadi Soeprapto selaku Presiden Direktur JNE dan Uus Kuswanto, S.Sos, M. AP, selaku Walikota Jakarta Barat di Auditorium GOR Grogol Jakarta Barat, Jl. Dr Nurdin IV Grogol Petamburan, Jakarta.
Vaksinasi gratis yang sudah berlangsung dari tanggal 8 Juli – 28 Agustus 2021 terselenggara atas kerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, RS Muhammadiyah, Asosiasi Dokter Hipertensi Indonesia (INAsh), CEO Forum dan Asperindo.
Pelaksanaan vaksinasi di Sentra Vaksin JNE Jakarta awalnya hanya menargertkan 7.500 vaksin untuk karyawan, keluarga, dan masyarakat, tetapi animo masyarakat yang begitu tinggi maka angka vaksin ini melebihi target, dengan total 9.741 yang telah divaksin sampai hari ini di Jabodetabek. Selain itu JNE melakukan vaksin bekerjasama dengan pihak terkait di beberapa kantor cabang JNE antara lain, di Bogor, Depok, Bandung, Cirebon, Kupang, Jambi, Padang, Jayapura, Solo dan Jogjakarta.
Sejak pandemi merebak di Maret 2020 sampai saat ini, JNE sudah mengalokasikan lebih dari Rp 13 miliar untuk penanggulangan penyebaran Covid-19 dan lainnya. Dengan menjalankan program CSR untuk membantu penanggulangan bersama pemerintah dan swasta. Beberapa kolaborasi tersebut, antara lain: pendistribusian 10 ribu masker ke 25 rumah sakit rujukan pasien corona di berbagai kota di Indonesia, pengiriman lebih dari 25 juta perlengkapan APD ke seluruh rumah sakit. Serta pendistribusikan ratusan ton bantuan Covid lainnya ke lebih 1.200 Faskes dan 1135 lembaga dan perorangan di seluruh Indonesia.
M. Feriadi Soeprapto, Presiden Direktur JNE, menyampaikan, “Bahwa berbagai langkah yang dilakukan untuk mengatasi Covid-19 selain tetap mematuhi protokol kesehatan, yaitu dengan vaksinasi Covid-19 yang bertujuan agar wabah ini segera berakhir, sehingga kondisi menjadi stabil dan normal seperti sebelumnya. Kita optimis dengan bergotong royong, bekerjasama, dan berkolaborasi bersama pemerintah mau pun berbagai pihak lainnya, maka pandemi virus corona ini dapat teratasi”, jelasnya.
Samsul Djamaludin, selaku VP of Quality Assurance & Facility Management JNE, menambahkan,”Kegiatan vaksinasi ini kami selenggarakan untuk memastikan seluruh karyawan JNE, khususnya para petugas garda terdepan seperti: kurir, sales counter officer, customer service, dan bagian lainnya yang banyak berhubungan dengan pelanggan, dapat terlindungi dari virus Covid-19. Hal ini pastinya akan meningkatkan kenyamanan para pelanggan dalam menggunakan layanan JNE. Dan program vaksinasi ini akan dilakukan secara bertahap di seluruh cabang JNE.”
Uus Kuswanto, S.Sos, M. AP, selaku Walikota Jakarta Barat, mengatakan,”Kegiatan vaksinasi ini terselenggara hasil kerjasama yang baik, bertujuan untuk untuk mendukung percepatan program pemerintah dalam mencapai kekebalan komunal atau herd imunnity. Selain itu tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi sudah sangat tinggi shingga dengan pelaksanaan vaksin ini seluruh masyarakat dapat memiliki tubuh yang sehat sehingga dapat beraktifitas secara normal dan perkekonomian dapat pulih dan tumbuh kembali”, ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Trisya Suherman selaku Ketua Yayasan Global CEO Indonesia menyampaikan, “Bahwa kolaborasi gotong-royong berbagai pihak terutama JNE dalam kegiatan vaksinasi ini, memiliki tujuan agar dapat membantu seluruh masyarakat lebih sehat dan terhindar dari penyebaran virus Covid-19 yang masih menerpa masyarakt dan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Dalam rangka membantu penanganan Covid-19 dan UMKM lokal yang terkena dampak, JNE memberikan donasi antara lain untuk,: Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Jawa Barat, Pemkot Surabaya, dan Pemprov Jawa Tengah. Membantu pembangunan Rumah Sakit Hasyim Asy’ari Jombang. Selain itu, di Juni 2021 bantuan kepada Pemprov DKI Jakarta sebanyak 225 unit tempat tidur fasilitas isolasi dan pasien Covid-19 di Rumah Susun (Rusun) Nagrak, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Pengiriman gratis ribuan tabung oksigen ke Rumah Sakit Darurat Covid di seluruh Indonesia pun JNE lakukan.
Feriadi menambahkan, dengan kerjasama strategis ini JNE akan terus mewujudkan semangat “Connecting Happiness” yaitu mengantarkan kebahagiaan hingga ke pelosok negeri dengan berbagi, menyayangi dan menyantuni sesama. “Program kegiatan dan kolaborasi yang kami inisiasi dapat terus mendukung berbagai kegiatan positif. Langkah nyata ini untuk membantu meringankan beban pemerintah serta dapat memajukan perekonomian nasional di masa Pandemi Covid -19 yang belum berakhir”, pungkasnya.
Diduga akibat korsleting listrik, sebuah pondok pesantren di Desa Keratajaya, Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor, Minggu pagi (5/9/2021) ludes tebakar. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Camat Rumpin Ade Zulfahmi mengatakan, atas kejadian itu pihaknya akan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bogor untuk melakukan asesmen kebakaran ponpes tersebut.
“Kita sudah laporkan kebakaran ini ke BPBD dan Dinsos Kabupaten Bogor untuk segera dilakukan asesmen agar segera mendapatkan bantuan,” kata Ade Zulfahmi saat meninjau ke lokasi kejadian.
Sementara itu menurut Kepala Desa Kertajaya, Rudy Jaya, akibat kebakaran tersebut diperkirakan kerugian material mencapai Rp 300 juta.
“Selain ada puluhan kitab suci Al Quran yang terbakar dan kitab pelajaran yang terbakar ada juga baju santri dan kain sarung yang habis terbakar,” katanya.
Hingga saat ini para santri diungsikan ke rumah guru ngaji dan masjid. “Untuk bangunan tidak ada yang tersisa api saat itu langsung dipadamkan warga agar tidak merambat ke rumah warga lainnya,” pungkas kades.
Boim Ketua Terpilih: Jaga Selalu Silaturahmi, Kekompakan dan Tetap Solid
Bogor | Jurnal Inspirasi Dilandasi dengan asas kekeluargaan dan kebersamaan, para pemilik kendaraan roda empat jenis Honda Jazz GD3 (IDSI/VTEC) wilayah Bogor Raya yang tergabung dalam satu wadah komunitas yakni “HONDA JAZZ GD3 BOGOR”, menggelar kegiatan pemilihan ketua dan wakil ketua serta pembentukan struktur organisasinya, yang berlangsung di Amaris Hotel di Jalan Padjajaran Kota Bogor, Sabtu (4/9/2021) malam.
Abdul Rohim yang akrab disapa Boim selaku Ketua Honda Jazz GD3 Bogor terpilih mengatakan, kegiatan pemilihan ini sengaja dilakukan pasalnya pada struktur organisasi kepengurusan sebelumnya terdapat beberapa faktor kendala sehingga tidak berjalan baik. Untuk itu, hasil kesepakatan bersama anggota lainnya maka dilakukan kembali pemilihan ketua dan wakil ketua yang baru.
“Ya, sudah sempat ada kepengurusan pada struktural sebelumnya, namun ngga berjalan dengan baik karena ada beberapa factor yang harus segera dilakukan pemilihan kembali, kita juga ngga bisa tinggal diam karena komunitas ini dibentuk untuk kebersamaan dan ajang silaturahmi,” tuturnya yang didampingi wakil ketua terpilih Naza Muhammad, kepada Jurnal Bogor disela usai pemilihan.
Boim berharap dengan terbentuknya kembali structural kepengurusan “HONDA JAZZ GD3 BOGOR” yang baru ini dapat lebih menumbuhkan rasa kepedulian dan silaturahmi yang tinggi guna terwujudnya komunitas yang solid dan kompak. Dan terpenting tidak ada saling bersinggungan antar sesama anggota lainnya.
“Harapan saya dan pengurus lainnya semoga komunitas ini bisa berjalan beriringan, terus jaga kekompakan, tidak saling bersinggungan dan tentunya harus berani terbuka apabila ada yang perlu dikemukakan, semua ini dilakukan insha Allah “HONDA JAZZ GD3 BOGOR” terus berkembang dan solid,” tukasnya.
Sementara itu, Boim menambahkan “Salam satu aspal”, kalimat ini yang biasa digunakan para komunitas kendaraan bermotor di seantero Indonesia. Guna menjadikan wadah untuk ajang silaturahmi, khusus para pemilik kendaraan roda empat jenis Honda Jazz GD3 (IDSI/VTEC) khususnya wilayah area Bogor Raya Kota dan Kabupaten jangan mau ketinggalan untuk bergabung dengan “HONDA JAZZ GD3 BOGOR”.
Warga Perumahan Pondok Widyatama Indah RW 10, Kelurahan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Minggu (05/09) kembali menggelar pekan produk Usaha Mikto Kecil dan Menengah (UMKM). Pada gelaran yang ke-8 ini, ada sekitar 11 dari 24 pelaku UMKM yang berpartipasi dengan menyajikan produk beraneka jenis.
“Alhamdulillah, tahun 2021 ini, pekan produk UMKM di perumahan kami ini bisa terselenggara dengan lancar, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan, walaupun wilayah kami ini sudah masuk zona hijau atau zero Covid-19,” kata Ketua Yayasan Berkat Usaha Masyarakat Pancasila (Bersampan) Muklas Amkl, dalam keterangannya tertulisnya kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Sebagai informasi, UMKM yang menggelar bazaar yang diinisiasi Yayasan Berkat Usaha Masyarakat Pancasila ini bernaung di bawah bendera UMKM Wijaya Kusama, usaha dan kegiatan UMKM ini bisa tetap eksis menjalankan usahanya setelah dibantu modal oleh Yayasan Bersampan.
“Setiap UMKM yang bernaung di Wijaya Kusuma ini mendapatkan bantuan modal dari yayasan sebesar Rp 2 juta. Bantuan modal itu sifatnya pinjaman bisa dikembalikan dengan cara dicicil selama 20 bulan, tapi tanpa bunga,” ujar Muklas.
Pernyataan Muklas diamini, para pelaku UMKM, mereka mengaku bersyukur di tengah kesulitan mendapatkan modal usaha, Yayasan Bersampan hadir memberikan solusi dengan memberikan pinjaman modal tanpa bunga.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD dan Fraksi PKS Agus Salim, Lc mengapresiasi peran Yayasan Bersampan dalam membina UMKM. “Di masa pemulihan ekonomi akibat adanya pandemi, UMKM ditargetkan menjadi motor penggerak kembangkitan ekonomi daerah bahkan nasional,” katanya.
Agus, menyatakan kesiapannya menyambungkan pelaku UMKM binaan Yayasan Bersampan dengan dinas teknis di lingkup Pemerintahan Kabupaten Bogor. “Di APBD cukup banyak program untuk membantu pelaku UMKM, insya allah saya akan berjuang untuk memasukan pelaku UMKM binaan Yayasan Bersampan agar nyambung dengan sejumlah dinas teknis,” tegasnya.
Agus, berharap, di masa pemulihan ekonomi, semua UMKM di Kabupaten Bogor bisa naik kelas dengan jangkauan pasar yang lebih luas. “Sekarang ini kan eranya digitalisasi. Ini harus dimanfaatkan UMKM, agar produknya bisa lebih luas lagi dipasarkan, caranya dengan mengikuti program UMKM go digital,” katanya menutupi.
Bogor | Jurnal Inspirasi Terus bergerak guna terciptanya vaksinasi Covid-19 yang merata di Kota Bogor khususnya. Hal ini tengah dilakukan oleh Dewan Pimpinan Cabang Parta Kebangkitan Bangsa (DPC-PKB) Kota Bogor dengan agenda kegiatan bertemakan “Vaksin Bangkit Indonesia DPC PKB Kota Bogor”.
Anggota DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz mengatakan, kegiatan Vaksinasi ini guna mencapai dan mewujudkan Herd community untuk memutus mata rantai dan menekan penyebaran virus Covid-19. Selain itu juga untuk membantu dan tentunya meringankan tugas pemerintah pusat maupun daerah dalam menggencarkan program vaksinasi.
“Kegiatan Vaksin ini dalam rangka ihktiar untuk mencapai Herd community sehingga penyebaran Covid-19 bisa di tekan,dan membantu tugas pemerintah dalam menggencarkan program vaksinasi dengan melibatkan stakeholder terutama Partai Politik dalam hal ini PKB berperan aktif sehingga pada akhirnya aktifitas kegiatan masyarakat bisa kembali berjalan normal,” ugkap Eem kepada media.
Aspirasi yang disampaikan oleh anggota DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz kepada DPC PKB Kota Bogor ini menargetkan sebanyak 1.000 orang, diantaranya untuk warga masyarakat dan para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah sekitar. Kegiatan berlangsung di Kantor Sekretariat DPC PKB Kota Bogor Jl Panaragan Kota Bogor, Sabtu (4/9/2021).
“Ya ini merupakan salahsatu aspirasi saya, dan khusunya di Kota Bogor vaksinasi ini dilaksanakan oleh DPC PKB Kota Bogor,” sambungnya.
Ketua DPC PKB Kota Bogor Dewi Fatimah menuturkan, “Saya sangat berterima kasih kepada anggota DPR RI yang sudah hadir meluangkan waktunya dan berharap semoga kedepan diberikan lagi tambahan kuota yang lebih banyak, sehingga target pencapaian vaksinasi yang diharapkan dapat terpenuhi dan tercapai,” tuturnya.
Sementara itu, Dr. Hj. Nihayatul M, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI FPKB menyampaikan dalam sambutannya, sangat mengapresiasi kegiatan vaksinasi covid-19 yang diaspirasi oleh Anggota DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz dan diselenggarakan oleh DPC PKB Kota Bogor.
Menurutnya vaksinasi ini sangat penting dan harus dilakukan, karena kata dia di seluruh Indonesia baru mencapai 18% saja dari ratusan juta jumlah penduduk yang berada di Nusantara ini. Mengapa alasannya warga diminta harus divaksin, karena vaksinasi ini sangat berarti bagi tubuh.
“Pengalaman ini saya sampaikan, vaksinasi itu sungguh sangat dibutuhkan untuk tubuh kita dimasa pandemi ini, jadi jangan berfikir vaksin membahayakan, karena ketika tubuh kita sudah mendapatkan vaksin akan jauh lebih lebih ringan gejalanya bagi yang belum divaksin, jadi jangan takut untuk divaksin, dan tetap jaga prokes gunakan masker ikuti anjuran pemerintah,” tukasnya.
Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Bogor sudah menurun dari level 4 ke level 3 dan arus lalu lintas terpantau ramai lancar di tengah pusat Kota Bogor, tepatnya di Jalan keluar Tol Baranang siang dan pada ruas Jalan Otto Iskandardinata.
Kota Bogor memperketat masuknya kendaraan dengan sistem ganjil genap untuk mengurangi mobilitas masyarakat terutama di kawasan Puncak agar kendaraan dari Jakarta tidak terjadi penumpukan kendaraan di Kota Bogor.
Sistem ini tampak efektif, arus lalu lintas di jalan keluar Tol Bogor terpantau ramai lancar dan Jalan Otto Iskandardinata yang sering menjadi pusat kemacetan terpantau lancar pada akhir pekan ini, Sabtu (4/9).
Ganjil genap yang diterapkan di Kota Bogor mampu mengurangi peningkatan volume kendaraan, terlihat arus lalu lintas pada Sabtu sore volume kendaraan baik roda dua maupun roda empat tidak memadati kawasan Kota Bogor.
Seperi diketahui, pada akhir pekan Kota Bogor selalu menjadi pusat sasaran wisatawan dari berbagai daerah terutama dari wilayah Jakarta. Sseperti pada sebelumnya kawasan Puncak Bogor dipadati oleh para wisatawan sehingga membuat volume kendaraan pada Jalan Raya Puncak Bogor menumpuk dan terjadi kemacetan.
Namun pada hari ini tepat di hari kedua pemberlakuan ganjil genap di kawasan Puncak tidak berimbas pada arus lalu lintas di Kota Bogor.
Bagi para pengendara roda dua maupun roda empat baik itu di kawasan Puncak dan di Kota Bogor yang plat nomor kendaraannya tidak sesuai tanggal akan diputar balikan di beberapa titik pos penyekatan, selain itu ganjil genap di Kota Bogor juga diperketat khawatir terjadi lonjakan penumpukan kendaraan buangan dari arah puncak menuju Kota Bogor.
Netflix segera menayangkan serial Korea terbaru yang berjudul Squid Game pada 17 September mendatang.
Serial thriller garapan Sutradara Hwang Dong-hyuk ini bercerita tentang para peserta yang mengikuti permainan dengan nyawa sebagai taruhannya. Dalam permainan tersebut para peserta diminta untuk tetap bertahan hidup demi memenangkan 45,6 miliar won.
Mendekati tanggal penayangan Squid Game, Netflix merilis trailer perdananya pada Kamis (2/9) yang menggambarkan beberapa adegan permainan serta kericuhan para peserta untuk mendapatkan hadiah uang yang telah dijanjikan.
Serial ini mendapatkan rating 19+ yang ditujukan untuk orang dewasa, karena dalam serialnya yang menampilkan beberapa adegan kekerasan dan bertaruh nyawa yang mana tidak diperuntukan bagi anak-anak.
Squid Game itu sendiri merupakan permainan tradisional yang populer pada tahun 1970 dan 1980-an di Korea.
Dalam trailernya tersebut dijelaskan bahwa para peserta yang diberi peringatan terlebih dahulu, “Jika kalian tak ingin berpartisipasi, beri tahu kami sekarang”.
Terlihat para peserta yang tetap bertahan hidup demi memenangkan hadiah hingga tidak memikirkan nyawa peserta lain.
Banyaknya jumlah serta tingginya antusias para penonton menjelang rilisnya Squid Game ini. Maka jangan lewatkan serial thriller yang satu ini hanya di Netflix.
Badan Kesehatan dan Penanggulangan Bencana Pemuda Pancasila Jabar (BKPB Jabar) bersama Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila Jabar (B2P3 Jabar) melaksanakan putusan pleno di Hotel Grand Preanger pada 24 Agustus 2021 untuk membuat program peduli sosial dimasa pandemi Covid-19 dalam kerangka “Menyongsong HUT Pemuda Pancasila dan Hari Sumpah Pemuda 2021”, Oktober mendatang.
Stenly Ngelo sebagai Ketua B2P3 langsung menerima simbolis bantuan masker medis dari BKPB Jabar yang diwakili oleh Wakil Sekertaris II Kang Robby Ruswanda.
B2P3 Jabar akan membagikan masker ini bersamaan dengan program Organisasi Pekerja Garmen Indonesia (OPGI) yang juga akan membagikan APD khusus untuk nakes di Puskesmas dan juga Petugas Pemakaman jenasah korban Covid-19.
“Kami akan bergerak dengan apa yang kami miliki dengan segala kemampuan kami hingga nanti puncaknya di bulan Oktober,” tegas Stenly Ngelo yang juga merupakan Ketua Umum DPP OPGI.
Hadir dalam kesempatan yang sama, Bambang Suryanto Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Sukajadi. Bambang juga akan menyemarakan agenda ini di teritorialnya dan didukung oleh Ketua BKPB Jabar karena PAC Sukajadi telah memiliki anggota yang telah mendapatkan pelatihan Community Emergency Response Team (CERT) yang pernah dibuat oleh BPB MPW PP JBR bersama Medicuss Foundation dan juga anggota PAC Sukajadi sudah terlatih menjadi relawan Adaptasi Kebiasaan Baru oleh Bidang Koordinasi Relawan Satgas Penanganan Covid-19 Nasional.
“Kami dari BKPB Jabar akan terus membuat kegiatan serupa yang melibatkan Badan/Lembaga juga MPC di Jawa Barat, dan hal ini merupakan program pertama BKPB yang kami gulirkan semenjak berubah nama dari Badan Penanggulangan Bencana MPW Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Barat, “ujar Rezal Walyan mengakhiri wawancara.