30.4 C
Bogor
Thursday, April 16, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1086

Tak Lama Lagi, PUPR Akan Perbaiki Jalan Ambles di Nanggung

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Jalan Ace Tabrani tepatnya di Kampung Dukuhkawung RT 05 RW 02, Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor yang mengalami ambles sejak pertengahan Agustus lalu, tidak lama lagi akan dilakukan perbaikan oleh pihak UPT Jalan dan Jembatan wilayah Cigudeg.

UPT VI Jalan dan Jembatan  melalui pengamat wilayah Kecamatan Nanggung H.Idris mengatakan, jalan yang ambles itu bakal segera dilakukan perbaikan.

“Akan diperbaiki diantaranya berupa pemasangan beronjong pada bagian tebingan jalan,” ujar H Idris kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Setelah itu, kata H Idris,  jalan tersebut rencananya  akan diperbaiki dengan dipasangnya  box culvert dimana  Box culvert atau plat beton berfungsi sebagai pengganti bagian saluran  gorong-gorong.

Mengingat secara teknis berikut gambar bangunan jalan itu telah dibuat  seiring belum lama ini, Dinas PUPR  dan UPT Jalan  melakukan survei dan pengukuran guna merencanakan untuk perbaikan jalan yang ambles itu.

“Mudah mudahan tidak lama lagi jalan itu akan diperbaiki, musababnya  Dinas PUPR dan UPT sudah melakukan pengukuran,” papar Idris.

Masih kata Idris, bahwa kontruksi jalan tersebut akan dibuat sesuai kondisi jalan semula. Akibat amblesnya, keberadaan jalan itu mengalami pergeseran hingga mendekati tebingan yang jaraknya berdekatan dengan kali Cikaniki.

“Pada pekerjaannya  jalan yang ambles itu akan dibikin lurus kembali berikut peninggian sesuai kondisi jalan  semula,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, anggota DPRD Kabupaten Bogor Permadi Dalung meminta piahak terkait untuk segera melakukan perbaikan kondisi jalan yang ambles. Tak hanya itu, wakil rakyat dari PAN itu mempertanyakan kondisi jalan yang masih mengalami kerusakan diantaranya di wilayah Kecamatan Nanggung dan Sukajaya. “Dinas PUPR harus  peka dalam penangani permasalahan insfrastruktur yang sudah lama kondisinya rusak,” tukasnya.

**aripekon

Warning Bagi Disdik

0

Sejak 2004 SDN Otista Belum Direnovasi

Bogor | Jurnal Inspirasi

Ambruknya atap SDN Otista yang berada di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur pada Kamis (16/9) siang, mendapat sorotan dari DPRD Kota Bogor.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Ahmad Rifky Alaydrus dan Anna Mariam Fadhilah pun langsung mengecek lokasi untuk melihat kerusakan yang dialami.

Berdasarkan pantauan yang dilihat oleh Rifky dan Anna, diketahui ada dua ruang kelas yang atapnya ambruk.

Selain itu, ruang-ruang kelas lainnya juga sudah mengalami kerusakan yang cukup parah dibagian atapnya. Hal itu terlihat dengan adanya beberapa lubang dan retakan pada plafon kelas.

Melihat kondisi tersebut, Rifky mengaku sangat sedih, dimana masih ada sekolah yang mengalami kerusakan parah padahal lokasinya tidak jauh dari Istana Presiden.

“ini di Kota Bogor pusat kota ya (tidak jauh dari istana presiden), cukup prihatin memang dengan kondisi yang seperti ini. Mungkin sebelumnya tidak tersentuh dan kedepannya kami meminta kepada dinas pendidikan agar ini jadi perhatian yang lebih serius untuk menangani hal hal seperti ini,” kata Rifky, baru-baru ini.

Berdasarkan laporan yang ia terima dari kepala sekolah SDN Otista, diketahui bahwa bangunan sekolah tersebut belum pernah direnovasi sejak 2004 silam lamanya.

Sehingga diduga ambruknya atap dikarenakan sudah terlalu tua struktur bangunan dan memang harus mendapatkan perhatian lebih.

“Ya lihat kondisi sih memang tidak layak, jadi bukan karena memang kelayakan bangunan sebelumnya sudah diperbaiki dan tidak memenuhi spek, tapi ini memang speknya sudah lama,” jelas Rifky.

Menurut Anna, ambruknya atap SDN Otista harus menjadi pelajaran bagi Dinas Pendidikan. Mengingat pembelajaran tatap muka (PTM) akan segera dimulai di Kota Bogor.

Ia meminta agar Disdik segera menyelesaikan revitalisasi sarpras sekolah-sekolah yang ada di Kota Bogor, agar saat PTM nanti tidak ada lagi kasus seperti ini.

“Jadi ini mungkin pelajaran juga ya bagi kita semua. Karena mungkin dua tahun tidak dihuni ya, yang namanya bangunan kosong sehingga cepat rusak dan ini jadi alarm ya buat kita di DPRD maupun di Dinas untuk mengecek juga bangunan bangunan sekolah yang lain. Karena khawatir terjadi hal yang serupa. Sehingga sebelum kejadian kita sudah antisipasi dan bisa kita anggarkan di tahun berikutnya,” ungkap Anna.

Lebih lanjut, politisi muda dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, menyatakan akan menyisir sekolah mana lagi yang perlu mendapatkan prioritas.

Karena menurutnya semua orang tua ingin mengantarkan anaknya ke sekolah dengan rasa aman karena bangunan yang layak.

“Insyallah kita semua nggak ingin kejadian ini terulang lagi, apalagi menyangkut anak anak di sekolaah gitu ya. Semua orangtua pasti ingin mengantarkan anaknya dengan kondisi yang aman di sekolah, jangan sampai terjadi bencana,” tutupnya.

Untuk sementara, perbaikan atap dua ruang kelas SDN Otista akan menggunakan anggaran dari biaya tidak terduga (BTT). Setelahnya akan dianggarkan melalui APBD untuk perbaikan di 2022.

Kepala Disdik Kota Bogor Hanafi, mengaku sudah mendapatkan laporan dari Kepala Sekolah bahwa ruang kelas tersebut tidak layak digunakan.

Maka dari itu, sambil menunggu perbaikan yang rencana akan dijalankan pada 2022, ia meminta agar kelas-kelas tersebut tidak digunakan terlebih dahulu dan dikosongkan.

“Di 2021 dari kepsek. Temen kita di bidang Sapras sudah keliling semua, sudah ada komunikasi. Ada yang secara lisan menyampaikan, ada yang tertulis. Kita juga menyampaikan ini untuk dikosongkan dulu karena kondisinya tidak memungkinkan. Dan kebetulan memang sedang kosong, tidak ada PTM, tapi yang namanya bencana tidak bisa dihindarkan,” jelas Hanafi.

Mantan Kepala Bappeda Kota Bogor ini juga mengaku sudah menginventarisir sekolah yang rusak dan diketahui ada tujuh sekolah yang dilaporkan memiliki kerusakan yang perlu segera ditangani.

“Variasi. Kita nggak bisa disampaikan, ada tingkat kerusakannya dikit, tapi bisa merembet ke kelas lain. Secara teknis. Kalau kerusakan kita harus menyampaikan secara teknis. Tapi intinya hampir cukup banyak sekolah yang kerusakan ringannya cukup banyak,” pungkasnya.

**fredykristianto

Marineroad Junior Segera Luncurkan Album Pertama

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Band bergenre ballad rock asal ‘Kota Hujan’, Marineroad Junior segera melaunching album pertamanya yang berisikan 10 lagu dalam waktu dekat ini.

Band yang digawangi Dani sebagai vocalis, Dian pada drum, Luken di bass, Reza di gitar dan Reza 2 pada melodi ini memiliki dua lagu hits, yakni Dunia Dalam Kepiluan serta Pembuluh Asaku.

Kepada wartawan, sang vocalis Dani mengatakan bahwa Marineroad Junior merupakan band reinkarnasi dari De Marineroad, yang kini para personilnya telah pensiun dari dunia musik.

“Jadi kami meneruskan apa yang dilakukan senior, dan membawakan lagu mereka yang diaransemen ulang,” ujar Dani, Minggu (19/9).

Menurut dia, Marineroad Junior banyak terinfluence dari band luar negeri, diantaranya Bon Jovi. “Dulu ada unsur reggae, sekarang cenderung ke ballad rock. Lirik lagu kami bernuansa percintaan, religi, kehidupan sehari-hari dan kisah seorang pelaut, yang terinspirasi dari cerita eks pentolan De Marineroad, Pak Antonius Arung Angkasa,” katanya.

Dani menuturkan bahwa saat ini pihaknya tengah fokus menggarap single anyar dan video clip baru. Namun, ia enggan membeberkan lagu barunya tersebut. “Nanti saja, biar pada penasaran,” ucapnya sambil tertawa renyah.

Ia menambahkan, rencananya album perdana Marineroad Junior akan diproduseri oleh mantan pentolan De Marineroad, Antonius Arung Angkasa. “Kebetulan beliau punya studio rekaman. Mudah-mudahan semuanya lancar,” harapnya.

**fredykristianto

UMKM GM FKPPI Rayon Cigombong-Dijeruk Bergerak

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
Terus melebarkan sayap, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Generasi Muda Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri (GM FKPPI) Rayon Cigombong-Cijeruk gencar ikuti pameran produk lokal. Kali ini pameran dilaksanakan di salah satu pusat perbelanjaan wilayah Kecamatan Sukaraja.

Owner GM FKPPI Rayon Cigombong-Caringin, Bayu mengatakan, pihaknya menggerakan usaha kerakyatan secara kreatif berbasis kemandirian.

“Produksi kami itu berupa kerajinan tangan diantaranya keset, boneka dan kursi. Bahan bakunya itu berupa limbah kaos untuk pembuatan keset dan boneka. Sementara kursi kami pakai limbah ban luar,” ujar Bayu kepada Jurnal Bogor, Minggu (19/9).

Ketua Rayon GM FKPPI Rayon Cigombong-Caringin itu menerangkan, salah satu produk unggulan pihaknya telah sampai ke luar negeri alias ekspor.

“Kami sudah kirim contoh keset kepang itu untuk pasar di Korea. Tapi karena siruasi pandemi ini jadi agak terhambat untuk ekspor nya,” terangnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya tidak memiliki keinginan untuk ketergantungan terhadap pemerintah.

“Kami bukan menolak bantuan pemerintah tapi memang ingin menjalanlan dunia usaha dengan mandiri. Alhamdullilah, kami tetap berjalan meski belum pernah merasakan bantuan pemerintah,” katanya.

Lebih lanjut ia memaparkan, usaha pihaknya tersebut melibatkan sejumlah unsur dalam proses produksi.

“Pengrajin bukan hanya anggota GM FKPPI Rayon Cigombong-Cijeruk tapi juga warga dan yatim setempat. Saya ingin maju bersama berbasis militan,” paparnya.

**noverando.h

Kang AW: Revitalisasi Pasar Cisarua untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya melakukan peninjauan  langsung ke pembangunan Pasar Cisarua,  Kabupaten Bogor yang anggarannya bersumber dari pinjaman Pemprov Jabar ke PT SMI dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan diberikan ke Pemkab Bogor melalui mekanisme Bantuan Keuangan tahun anggaran 2021 sebesar Rp 25 miliar.

Menurut Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jabar itu bahwa kedatangannya untuk memastikan pembangunannya lancar dan tidak meleset tenggat waktu pembangunannya.

“Pada tahun 2019 lalu, Pasar Cisarua ini telah mendapatkan bantuan anggaran dari Pemprov Jabar sebesar 10 M. Jadi, dalam 2 tahun anggaran Pasar Cisarua ini telah mendapatkan bantuan sebesar 35 M. Ajuan anggaran yang persis sama dengan permohonan yang disampaikan oleh Disperindag Kabupaten  Bogor kepada Pemprov Jabar sejak tahun 2018,” kata  Asep Wahyuwijaya

Sambung pria yang akrab disapa Kang AW itu bahwa peninjauan ini sekaligus juga untuk memberikan informasi kepada Disperindag Kabupaten Bogor dan pemborongnya bahwa meskipun kondisi APBD Pemprov Jabar masih mengalami konstraksi atau defisit sekitar 5 T lebih, tetapi seluruh pembangunan yang anggarannya diberikan bantuan oleh Pemprov Jabar yang sumbernya dari PEN tidak akan terkena rasionalisasi.

“Anggaran yang diperlukan sesuai dengan nilai kontraknya akan tetap dibayarkan oleh Pemrov Jabar. Karenanya, pembangunannya harus benar-benar maksimal baik dari sisi teknis maupun dari sisi waktunya,” tambah Kang AW.

Lebih lanjut dikatakannya sebagaimana yang dilihat di sepanjang perjalanan jalur Puncak menuju Pasar Cisarua ini, pergerakan orang dan kendaraan yang kembali tersendat menandakan bahwa pergerakan ekonomi di kawasan wisata ini sudah mulai kembali menggeliat. Keberadaan pasar yang baik, bersih dan representatif sebagai infrastruktur ekonomi pokok dan tulang punggung (backbone) pergerakan perekonomian rakyat tentunya memiliki peran yang amat signifikan dalam upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi.

“Jadi, spirit itu yang saya kira ada di Pemkab Bogor kenapa mengajukan permohonan bantuan keuangan ke Pemprov Jabar untuk merevitalisasi Pasar Cisarua ini, spirit ini pula yang memotivasi saya dan Pemprov Jabar untuk mendorong dan merealisasikan bantuan anggaran ke pasar ini, saya kira spirit ini pula yang mestinya ada dibenak kita semua,” katanya.

Kang AW menegaskan pikiran soal urgensi dibangunnya pasar ini harus sama dan satu frekuensi. Karena itu, diharapkan pemborong pun tidak asal-asalan dalam membangunnya. “Lalu ke depan PD Pasar Tohaga pun harus benar-benar dalam merawat dan mengelolanya mengingat dampaknya amat besar dalam menunjang perekonomian warga di kawasan wisata ini,” pungkas Kang AW yang juga politisi Partai Demokrat dari Dapil Bogor ini.

**cepikurniawan

Entis: Pengadaan Batik Bukan dari APBD, Keinginan Guru dan Disetujui KKKS SD

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Pengadaan seragam batik untuk guru sekolah di Kabupaten Bogor diselidiki Polres Bogor. Pasalnya disebut-sebut diduga ada penyimpangan menggunakan Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD). Kini beredar surat pernyataan persetujuan pembuatan seragam batik yang ditandatangani oleh para Kelompok Kerja Kepala Sekolah SD (KKKS SD).

Mantan Kepala Dinas Pendidikan yang kini Kadisdagin Entis Sutisna pun angkat bicara memberikan penjelasan perihal pengadaan batik tersebut. Dia menjelaskan kronologi awalnya memang ada kemauan dari para guru yang meminta dibuatkan batik agar seragam.

“Jadi mereka menghadap, kita punya ide seperti ini jadi silakan motifnya warnanya seperti ini, buat sendiri. Dan saya hanya menyetujui sebagai pimpinan,” kata Entis

Ia menegaskan, kalau pengadaan baju batik tersebut bukan dari sumber APBD, melainkan uang masing-masing guru dan membuatnya di garmen di Ciomas. “Itupun disepakati semua guru, dan itu hampir 20 ribu tapi yang baru pesan 8 ribu lebih. Kalau ditotalkan sekitar 1,9 miliar hasil potongan uang kesejahteraan pegawai,” tegasnya.

Entis mengganggap ada miskomunikasi perihal pengadaan anggaran dan tidak ada uang negara. Karena ini hasil kesepakatan para guru. “Tidak ada kerugian negara, karena ini uang pribadi guru. Dan batik sudah selesai dibuat, bahkan dipakai setiap hari Kamis dengan warna hijau,” cetusnya

Selain itu, dirinya pun siap jika dipanggil lagi sebagai saksi di kepolisian sebagai bahan penyelidikan mereka. “Nanti kita sampaikan ke pihak kepolisian pernyataan bahwa mereka punya inisiatif dan menyuruh memotong anggaran,” ungkapnya

Sementara Kepala Sekolah SD Leuwliang Irma Cahyani membenarkan adanya usulan atas keinginan seragam batik ini dan dibenarkan oleh KKKS SD, melalui permohonannya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor agar dapat membuat seragam batik sebagai pakaian khas Dinas Pendidikan.

KKKS SD pun menyepakati terkait pembayaran atas pesanan seragam batik khas Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor tersebut menggunakan dana Kesejahteraan Pegawai (KESPEG). “Pembayarannya dengan cara dibayarkan melalui bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor,” kata Irma kepada wartawan.

Ditempat terpisah  Kadisdik Kabupaten Bogor Djuanda Dimansyah membenarkan kasus ini sedang diselidiki Polres Bogor. “Ini pejabat sebelumnya, yang jelas kita ikuti saja penyelidikan kepolisian karena saya pun baru menjabat sebagai Kadisdik,” tutupnya.

**cepikurniawan

Percepat Warga Divaksin, Polsek Parung Buka Gerai Vaksinasi

0

Parung | Jurnal Inspirasi

Polsek Parung, Resort Bogor menggelar gerai vaksinasi massal yang digelar di halaman kantor Polsek Parung, Sabtu (18/9/2021). Kapolsek Parung Kompol Puji Astono mengatakan kegiatan  Ini merupakan percepatan vaksinasi di wilayah Parung yang dilaksanakan Polres Bogor dan Polsek Parung yang bekerjasama dengan komunitas Indonesia Pasti Bisa.

“Jadi kami cukup bahagia dengan pelaksanaan gerai  vaksinasi hari ini, karena masyarakat cukup antusias jumlah vaksinasi di luar target, yang semulanya 300 ini kata nakes sudah hampir 400 orang lebih,” kata Kapolsek Parung, Kompol Puji Astono, kepada wartawan.

Kompol  Puji Astono mengatakan untuk percepatan vaksinasi massal yang digelar di halaman Kantor Polsek Parung ini tahap pertama dengan dosis vaksin Sinovac dan akan digelar selama sepuluh hari kedepan.

“Kami juga dalam pelaksanaan vaksinasi di polsek ini untuk nakes itu dari sebuah klinik swasta, kenapa demikian agar tidak menggangu pelaksanaan vaksinasi yang ada di puskesmas dan kecamatan,” katanya.

Kapolsek berharap meskipun sudah divaksinasi diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan tidak berkerumun, memakai masker dan menjaga jarak. “Dan warga yang belum divaksin segera divaksin untuk meningkatkan herd immunity,” katanya.

Sementara  menurut  salah seorang warga Cogreg, Parung, Sepy (36), sudah merasakan sedikit lega, awalnya  saat hendak disuntik vaksin  merasa tegang dan takut. “Awalnya takut, tapi teryata pas sudah disuntik tidak beras ini tahap pertama sudah lega kalau sudah divaksin,” katanya.

Dan ia juga mengucapkan terimakasih  kepada  Polsek Parung yang  sudah melaksanakan  kegiatan vaksinasi untuk masyarakat.

** cepikurniawan

Dorong Kemandirian Pangan Warga, Pemdes Nanggung Kembangkan Hidroponik

0

Nanggung | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor  guna meningkatkan ekonomi warga khususnya di sektor pertanian, menggalakan kemandirian pangan dengan mengembangkan tanaman hidroponik.

Kepala Desa Nanggung Ahmad Sodik menyampaikan, upaya kedepannya pihaknya akan melakukan pengembangan tanaman hidroponik guna meningkatkan sektor pertanian yang berencana menggandeng tim ahli di bidang pertanian baik dari dinas terkait maupun dari beberapa perguruan tinggi.

Menurutnya, inovasi pertanian hidroponik menjadi salah satu solusi supaya masyarakat tetap bisa menanam di lahan yang sempit dengan kebutuhan air yang sedikit. “Kita juga akan melakukan sosial maping dengan melakukan presisi akurasi data tentang pemetaan potensi pertanian,” ungkap Ahmad Sodik kepada wartawan, kemarin.

Ia juga mengatakan, bahwa pihaknya dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gerbang Emas telah membuat green house di beberapa titik untuk holtikulture. “Kita kembangkan itu hidroponik sehingga ke depan kita melakukan pengembangan sektor pertanian meskipun di wilayah yang minim sumber air,” ucapnya.

Ia juga menyebut, untuk petani tanaman hidroponik untuk saat ini memang didominasi oleh kaum milenial.

Saat ini hasil panen memang baru sebatas dikonsumsi sendiri. Meski demikian, hasil panen tanaman hidroponik tetap mengurangi pengeluaran keluarga karena mereka tidak perlu lagi membeli sayuran untuk dikonsumsi.

“Untuk tanaman Hidroponik kita lebih memanfaatkan green house, selain untuk melakukan penghijauan juga untuk meningkatkan ketahanan pangan dan juga menambah ekonomi warga,” pungkasnya.

**cepikurniawan

Hotel Grand Savero Bogor Hadirkan Skyroof Garden

0

Private Event Sambil Menikmati Suasana Kota Bogor


Bogor | Jurnal Inpirasi

Kota Bogor adalah salah satu pilihan daerah yang banyak dikunjungi orang-orang sebagai tujuan untuk berlibur. Banyak hotel, kafe dan restoran yang menyajikan makanan dan nuansa yang berbeda-beda.

Buat kamu yang bingung mau staycation dimana, Hotel Grand Savero Bogor menyuguhkan nuansa baru yang berbeda dari biasanya. Selain lokasi nya yang mudah dijangkau karena berada di pusat kota, kini Hotel Grand Savero Bogor juga telah merenovasi area rooftop yang terletak dilantai paling atas.

Mengusung konsep klasik modern dengan sentuhan semi garden, Skyroof Garden menjadi nama yang paling cocok untuk tempat ini. Kamu bisa nikmatin acara sambil menikmati view pemandangan gunung dan Kota Bogor. Suasana nya yang sejuk bakal bikin kamu betah deh!

Soal makanan, Skyroof Garden menyajikan berbagai pilihan menu mulai dari menu barat hingga menu nusantara. Banyak makanan dan minuman lezat yang bisa kamu pesan disini.

Buat kamu yang lagi cari tempat untuk acara pernikahan, meeting, BBQ, Romantic Dinner, dan acara lainnya, bisa langsung aja hubungi Hotel Grand Savero Bogor di nomor 0852 2386 7488 atau 0878 9778 8543.

handymehonk | **

Kebakaran di Gang Basyir Cikaret Hanguskan Satu Rumah

0

Camat Bogor Selatan dan Seklur Cikaret Gerak Cepat 

Bogor | Jurnal Inspirasi

Satu rumah hangus dilalap Si Jago Merah milik Ramdhani Jajuli di Gang Basyir RT01/05 Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor pada pukul 11.30 WIB, Minggu (19/9/2021).

Kobaran api dapat dijinakan satu jam setelah enam unit Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor diterjunkan ke lokasi kejadian. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran yang menghanguskan satu rumah tersebut, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Dikatakan Sugandi Sekretaris Lurah (Seklur) Kelurahan Cikaret  yang berada dilokasi kejadian, kebakaran diduga akibat dari salahsatu anggota keluarga korban berinisial TBR (43) mengalami gangguan kejiwaan. Dugaan sementara, pelaku dengan sengaja membakar barang-barang pribadinya didalam kamar sehingga api menjalar dan membakar barang seisi rumah tersebut.

“Iya, terjadi kebakaran milik salah seorang warga bernama Ramdhani Jajuli di Gang Basyir RT01/05 pada pukul 11.30 WIB. Kebakaran ini terjadi diduga akibat seorang dari keluarga korban mengalami gangguan jiwa, dengan membakar barang miliknya didalam kamar sehingga api membesar membakar habis seisi rumah,” tuturnya.

Lanjut Sugandi, satu kelurga yang menjadi korban kebakaran tersebut langsung dievakuasi ke lokasi  yang lebih aman dan segera akan disewakan rumah selama kurang lebih tiga bulan kedepan. Selain itu bantuan juga datang dari Dinas Sosial Kota Bogor berupa paket  sembako dan kebutuhan lainnya.

Sementara itu, Camat Bogor Selatan Hidayatulloh menambahkan,”Kedepan pihaknya segera mencarikan solusi pasca kejadian kebakaran tersebut. Dengan memerintahkan lurah dan aparat wilayah untuk mengevakuasi korban dan warga sekitar ketempat aman atau hunian sementara, sembari mengusulkan bantuan terhadap rumah korban,” tambahnya.

 **handymehonk