27.9 C
Bogor
Friday, April 3, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 106

Pemkab Bogor Siap Bangun Kembali Puskesmas Citeureup Pasca kebakaran Lewat Dukungan CSR

0

jurnalinspirasi.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, melakukan kunjungan ke Puskesmas Citeureup untuk meninjau langsung kondisi bangunan yang sempat mengalami kebakaran beberapa waktu lalu, Kamis (9/10/25).

Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengungkapkan, peninjauan hari ini didampingi oleh tim ahli bangunan gedung, Sekretaris Dinas Kesehatan, Plt. Puskesmas Citeureup dan jajaran, guna memastikan kelayakan struktur bangunan pascakebakaran.

Tujuannya, untuk menentukan langkah terbaik apakah gedung perlu dibongkar total atau masih memungkinkan dilakukan perbaikan sebagian.

“Saya datang bersama tim ahli bangunan gedung untuk memastikan kelayakan gedung, apakah harus dibongkar seluruhnya atau masih baik secara struktur. Kalau masih memungkinkan, tentu akan dilakukan perbaikan,” ujar Ajat Rochmat Jatnika.

Selain aspek teknis, Sekda juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor tengah menghitung kebutuhan biaya perbaikan yang akan dilakukan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak swasta yang berkomitmen membantu.

“Insya Allah ada pihak yang berminat membantu lewat CSR. Karena itu, kita hitung dulu kebutuhannya, lalu dilakukan penyesuaian arsitektur, struktur, serta aspek mechanical dan electrical-nya,” jelasnya.

Ajat menambahkan, saat ini tim Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) tengah melakukan kajian teknis. Diharapkan hasil kajian tersebut dapat segera rampung sehingga proses perbaikan bisa segera dimulai.


“Harapannya minggu depan sudah ada keputusan. Kalau sudah, kita bisa langsung melakukan perbaikan karena dananya dari CSR, bukan dari APBD,” tambahnya.

Sekda menegaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan Gedung Puskesmas Citeureup yang mengalami kerusakan dapat kembali berfungsi melayani masyarakat sesegera mungkin.

“Yang terpenting, gedung ini segera bisa beroperasi kembali untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Karena masyarakat tetap menunggu,” pungkas Ajat Rochmat Jatnika. (*)

Dukung Ketahanan Pangan, Kapolsek Nanggung Bersama Unsur Lainnya Tanam Jagung Hibrida

0

jurnalinspirasi.co.id – Manfaatkan lahan tidur seluas 3 hektare, Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna bersama Kelompok Tani Muda Taruna Desa Kalongliud, Koramil, Penyuluh Pertanian, Kasi Pendidikan dan Kesehatan Pemerintah Kecamatan Nanggung serta Apdesi menggelar penanaman jenis jagung hibrida.

Hadir juga manajer CSR PT Antam Tbk, UBPE Pongkor Arif Rahman Shaleh dalam  mendukung program ketahanan pangan dengan penanaman jenis jagung hibrida secara serentak di lahan milik PT Antam yang berlokasi di Kampung Parengpeng Desa Kalongliud.

Penanaman jagung serentak bersama kelompok tani dan semua unsur ini sebagai upaya dalam mendukung program ketahanan nasional.

“Ini merupakan bentuk dukungan Bapak Presiden dan Pak Kapolri agar program ketahanan pangan dengan ditanamnya jagung hibrida  dapat berjalan dengan baik,” ujar Kapolsek Nanggung, Kamis (9/10/2025).

Mendapat support, baik dari PT Antam, kepolisian, Koramil, penyuluh pertanian serta pihak kecamatan berikut  Kepala Desa Kalongliud, Kelompok Tani Muda Taruna  begitu semangat mendukung program pemerintah di sektor pertanian. Begitu juga Polsek Nanggung berkeinginan mensejahterakan  masyarakat petani.

“Setelah penaman, progresnya perawatan dengan pemberian pupuk yang kedua, karena sebelumnya di pemupukan pertama telah kita siapkan sebanyak 300 karung. Dari awal penanaman menggunakan pupuk kohe ayam peternak atau petelur,” jelasnya.

“Termasuk menyiapkan pupuk  urea atau TS berikut jenis pupuk lainnya. Proses perawatan usia jagung hingga bisa dipanen di usia tiga setengah atau empat bulan. Dari panen sampai jagung itu kering  kemudian bisa dikirim ke tempat Bulog,” pungakasnya.

(Arip Ekon)

Pascajebol pada 2021, Bendungan Cimaya Mulai Diperbaiki

0

jurnalinspirasi.co.id – Bendungan Cimaya tepatnya di Kampung Cimaya RT 03 RW 02 di Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor yang sempat jebol sejak 2021  kini tengah berlangsung pembangunan perbaikan.

Saluran air yang dihasilkan dari bendungan Cimaya berfungsi untuk mengairi ratusan hektare pesawahan di dua wilayah kecamatan yakni Leuwisadeng dan Leuwiliang.

Pertamakali dibangun bendungan Cimaya itu pada tahun 2018, hingga  saluran irigasi tersendat dan kurang berfungsi akibat jebol bendungan itu pada 2021.

Saluran irigasi yang dihasilkan dari bendungan Cimaya untuk pesawahan Blok Bantarjaya, Citeras Leuwisadeng. Termasuk untuk mengairi ke pesawahan Cibeber1 di Kecamatan Leuwiliang seluas  ratusan hektare.

UPT Infrastruktur Irigasi Wilayah lV Leuwiliang melalui juru pengairan Turmuzi menerangkan, bendungan Cimaya yang jebol itu kini tengah berlangsung pengerjaan.

“Sudah satu bulan  pengerjaan  dari Agustus namun baru pemasangan kisdam atau beronjong. Satu bulan pemasangan kisdam penghalang atau penyekat air. Jadi belum pada pengerjaan konstruksi fisik,” kata  Turmuzi kepada Jurnal Bogor, Rabu (8/10/2025).

Dia menjelaskan yang menjadi kendala pada September-Oktober ini seringnya turun hujan maka pembangunan bendungan Cimaya baru tahap pemasangan kisdam dan belum ke fisik. “Sering hujan jadi bangunan bendungan tersebut berpotensi bisa kembali jebol,” jelasnya.

Bendungan Cimaya yang dikerjakan oleh Penyedia jasa CV Gola Gracia dengan nilai kontrak Rp 317.768.000,00 dibawah konsultan pengawas PT Duta Bhuana  Jaya.

“Waktu pengerjaan masih cukup panjang, karena tenggat  waktu pengerjaan  bendungan Cimaya yang dilaksanakan penyedia jasa itu selama tiga bulan,” pungkasnya.

(Arip Ekon)

SDN Bubulak 1 Kembangkan Olahraga Tradisional Guna Menjaga Kearifan Lokal

0

Bogor – Dalam upaya melestarikan budaya dan kearifan lokal melalui olahraga tradisional, SDN Bubulak 1 kembali menunjukkan komitmennya dengan mengikuti Invitasi Olahraga Tradisional Tingkat Sekolah Dasar Kecamatan Bogor Barat Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada 7–8 Oktober 2025 di Tegaloceng, Bogor Barat, dan diikuti oleh puluhan sekolah dasar dari seluruh wilayah Kecamatan Bogor Barat.


Beragam cabang olahraga tradisional diperlombakan dalam kegiatan ini, di antaranya terompah, dagongan, sumpit, egrang, dan hadangan. Tujuan utama kegiatan ini bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga menjalin silaturahmi antar sekolah, menumbuhkan semangat sportivitas, serta mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda.
Kepala SDN Bubulak 1 dalam keterangannya,Syamsudin menyampaikan bahwa sekolahnya setiap tahun selalu berpartisipasi dalam kegiatan olahraga tradisional ini. Tahun sebelumnya, beberapa siswa bahkan berhasil melaju hingga tingkat provinsi, menunjukkan kualitas dan semangat yang luar biasa dari para peserta didik SDN Bubulak 1 kota Bogor Rabu ( 8/10/2025)

Pada kesempatan tahun ini, SDN Bubulak 1 berhasil meraih prestasi membanggakan, yaitu:

  • Juara 1 Lomba Terompah Putri
  • Juara 3 Lomba Dagongan Putra.
    Capaian ini tentu tidak datang secara instan. Semua berkat kerja keras, kekompakan, dan kerja sama yang solid antara siswa, guru pembimbing, serta dukungan pihak sekolah. Latihan intensif telah dilakukan secara konsisten selama satu tahun terakhir sehingga mampu membuahkan hasil terbaik di ajang kali ini.
    “Alhamdulillah, berkat latihan yang rutin dan semangat anak-anak, kami bisa meraih hasil yang membanggakan. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat bagi teman-teman lainnya untuk terus mengembangkan olahraga tradisional di sekolah,” ujar Nena pembimbing SDN Bubulak 1.
  • Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi SDN Bubulak 1 untuk terus menghidupkan kembali permainan dan olahraga tradisional di tengah maraknya permainan digital. Dengan pelestarian semacam ini, diharapkan anak-anak tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya dan kebersamaan yang terkandung dalam olahraga tradisional.
    Prestasi yang diraih SDN Bubulak 1 tahun ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya lokal dapat berjalan seiring dengan pembinaan prestasi olahraga di tingkat sekolah dasar. Sekolah berharap kegiatan serupa terus digelar setiap tahun agar semangat menjaga kearifan lokal tetap hidup di kalangan generasi muda.( Wawan Hermawanto)

Ketua HMI UIKA: Pandangan Oegroseno Jadi Cermin Reformasi Polri yang Belum Tuntas

0

jurnalinspirasi.co.id – Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Muhammad Fauzan, menilai pandangan mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno dalam podcast Abraham Samad Speak Up sebagai kritik tajam terhadap reformasi Polri yang dinilai belum menyentuh aspek moral dan profesionalitas aparat.

Menurut Fauzan, pesan Oegroseno agar kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dan berlandaskan hukum perlu dijadikan bahan evaluasi menyeluruh oleh institusi Polri.

“Polisi hari ini perlu kembali pada hati nurani dan undang-undang. Aparat jangan jadi alat kekuasaan, tapi pelindung rakyat,” ujarnya, Rabu (8/10/2025).

Ia menegaskan, kepatuhan terhadap kode etik dan standar operasional prosedur (SOP) merupakan kunci untuk mencegah pelanggaran di lapangan. Fauzan juga menyoroti pernyataan Oegroseno soal lemahnya sistem komando dalam tubuh Polri yang dinilai menjadi akar persoalan reformasi yang belum selesai.

“Masalah Polri bukan sekadar di lapangan, tapi juga di atas meja. Reformasi belum selesai jika komando masih lemah,” tegasnya.

Fauzan menilai, reformasi kepolisian seharusnya dilakukan secara struktural dan kultural, bukan hanya bersifat wacana. Ia juga mendukung gagasan Oegroseno soal penggunaan bodycam bagi aparat sebagai langkah transparan dan modern.

“Bodycam penting untuk melindungi masyarakat dan aparat. Publik bisa tahu mana tindakan yang sesuai prosedur,” ujarnya.

Sebagai penutup, Fauzan menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal moralitas penegak hukum.

“Mahasiswa harus jadi pengingat moral negara. Polisi itu mitra rakyat, bukan lawannya,” katanya.

Pandangan Muhammad Fauzan memperkuat pesan bahwa reformasi Polri belum tuntas dan perlu diarahkan pada keadilan, transparansi, serta pendekatan humanis untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

(Fauzan Aziz/mg)

Cafe Sanubari, Ruang Hangat dari Hati di Lereng Puncak Cisarua

0

jurnalinspirasi.co.id – Di balik udara sejuk Puncak Cisarua, Bogor, ada satu tempat yang mulai ramai diperbincangkan para pencinta kuliner dan penikmat kopi. Namanya Cafe Sanubari, sebuah kafe yang bukan sekadar tempat nongkrong, tapi juga ruang hangat untuk melepas penat dan berbagi cerita.

Berlokasi di Desa Batulatang, Cisarua, kafe ini berdiri pada Mei 2024. “Kami mulai dengan soft opening di bulan Ramadan, dan grand opening-nya bertepatan di bulan Mei,” ujar Amirul, pengelola Cafe Sanubari, Rabu (8/10/25).

Nama Sanubari dipilih bukan tanpa alasan. Menurut Irul, nama itu melambangkan sesuatu yang berasal dari hati terdalam. “Kami ingin membangun kafe ini dari hati, dengan cinta, agar setiap pengunjung yang datang bisa merasakan suasana yang hangat dan tulus,” katanya.

Mengusung konsep anak muda dan Gen Z, Cafe Sanubari tampil dengan desain yang modern namun tetap ramah untuk keluarga. Suasana outdoor yang sejuk berpadu dengan interior minimalis, menjadikannya tempat ideal untuk bersantai, bekerja, atau sekadar menikmati waktu bersama teman dan pasangan.

Untuk urusan rasa, Sanubari punya sederet menu yang menggoda. Menu andalannya antara lain Signature Mie Kuno Sanubari, Rice Bowl, Nasi Goreng Kampung, dan Nasi Goreng Teri Cabe Hijau. Sementara menu penutup yang paling banyak diburu adalah Pisang Wijen Gula Aren, ditemani minuman khas seperti Es Kopi Sanubari dan Es Kopi Gula Aren yang menjadi favorit para pengunjung.

“Mayoritas pengunjung datang dari Bogor dan luar kota. Banyak juga wisatawan yang sekalian mampir saat liburan ke Puncak,” tutur Irul.

Cafe Sanubari buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB, dan saat akhir pekan buka sedikit lebih siang, pukul 09.00 hingga 22.00 WIB. Dengan kapasitas hingga 300 orang, kafe ini sering menjadi pilihan untuk gathering kecil, acara komunitas, atau sekadar menikmati senja di ketinggian Puncak.

Bagi Anda yang mencari tempat nongkrong dengan suasana tenang, pemandangan asri, dan rasa yang tulus dari “sanubari”, kafe ini layak jadi destinasi berikutnya di perjalanan Anda ke Puncak.

(Yudi)

Bupati Bogor Tinjau Klinik Utama Parung, Pastikan Pelayanan Kesehatan Berjalan Optimal

0

jurnalinspirasi.co.id – Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau langsung pelayanan dan fasilitas di Klinik Utama Rawat Jalan Parung, Selasa (7/10).

Untukmemastikan seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Bogor benar-benar mampu memberikan pelayanan yang mudah diakses, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan bahwa, kunjungan ini menjadi wujud nyata perhatian dan komitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Derajat kesehatan adalah hak setiap manusia. Pemerintah daerah harus hadir memastikan pelayanan kesehatan dapat dirasakan dengan baik oleh semua warga, tanpa terkecuali,” ungkap Bupati Rudy Susmanto dalam rilis resminya, dikutip Rabu (8/10).

Ia menambahkan, pelayanan kesehatan yang prima dan fasilitas yang memadai merupakan fondasi penting dalam upaya mewujudkan Kabupaten Bogor yang sehat, maju, dan sejahtera.

Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan, memastikan setiap tenaga medis memiliki dukungan sarana dan prasarana yang optimal, serta menjamin kenyamanan pasien dalam memperoleh layanan.

Melalui peninjauan ini, Pemkab Bogor terus berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga merata ke seluruh wilayah Kabupaten Bogor. (*)

RSUD Kota Bogor Butuh Intervensi APBD, Dewan dan Pemkot Janji tak Tinggal Diam

0

jurnalinspirasi.co.id – Kondisi RSUD Kota Bogor terus menjadi sorotan publik dengan berbagai persoalan yang menderanya. pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun diharapkan mengambil langkah konkret dengan melakukan intervensi anggaran demi menyelamatkan masyarakat eksistensi rumah sakit pelat merah itu.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Ence Setiawan menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung kebutuhan anggaran yang diperlukan oleh RSUD agar tetap eksis dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Namun, kata dia, pengajuan proposal anggaran yang dilayangkan oleh RSUD harus proporsional sesuai dengan kebutuhan yang selama ini menjadi prioritas.

“Kami siap dukung full anggaran. Pimpinan DPRD juga sudah sepakat membantu RSUD. Asalkan pengajuan anggarannya tepat sasaran,” ujar Ence kepada wartawan, Selasa (7/10/2025).

Tetapi, sambung Ence, keinginan DPRD tentunya harus disambut oleh wali kota dengan bergerak cepat menuntaskan masalah finansial RSUD.

“Wali Kota harus gerak cepat jangan dibiarkan masalah ini berlarut-larut yang dapat berimbas terhadap pelayanan kesehatan masyarakat,” katanya.

Atas dasar itu, kata dia, Komisi IV bersama Komisi I dan II akan segera bertemu dengan Wali Kota Dedie A Rachman untuk membahas langkah-langkah penyelamatan RSUD.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi menegaskan bahwa Pemkot Bogor tidak berpangku tangan mengenai nasib RSUD. Sebab, saat ini pihaknya tengah melakukan pembahasan bersama RSUD terkait kebutuhan rencana penganggaran.

“Kami akan kaji berapa kebutuhan RSUD. Setelah itu bakal dikaji oleh tim yang terdiri dari dewan pengawas dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD),” kata lelaki yang akrab disapa Denboy itu.

Menurut dia, pengkajian dilakukan meliputi data keuangan hingga jumlah utang, serta bagaimana cara pemulihannya dan mana yang harus diintervensi APBD.

“Setelah itu baru diproses. Apalagi saat ini penganggaran APBD 2026 baru masuk dalam KUA PPAS,” katanya.

Denboy menyatakan bahwa RSUD saat ini sudah mengajukan proposal anggaran sebesar Rp45 miliar. Namun yang terinput baru Rp15 miliar.

“Tapi kan harus diuji mana saja yang mesti diintervensi. Misalnya rencana anggaran belanja berapa, pendapatan berapa dan belanja berapa. Mengingat status RSUD itu Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) yang punya otonom sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata dia, efisiensi berupa harus berdasarkan harmonisasi tenaga sesuai kebutuhan organisasi.

“Mesti dihitung lagi beban kerja dan lain-lainnya. Pemkot tidak akan melepas RSUD begitu saja dalam kondisi seperti saat ini,” ucap mantan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) itu.

Denboy juga menyarankan agar kedepannya RSUD bisa memaksimalkan CSR dari perusahaan lain untuk menutupi kekurangan klaim dari BPJS.

“Misalnya dalam menangani pasien tertentu klaim BPJS hanya Rp15 juta, sedangkan kebutuhannya Rp100 juta. Itu mestinya bisa dibantu dari CSR,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Tiga Calon Berebut Kursi LPM Gunung Batu, Hadi Suprapto Jadi Calon Kuat

0

jurnalinspirasi.co.id – Panitia Pemilihan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat, resmi menutup masa pendaftaran bakal calon Ketua LPM periode 2025–2030 pada Senin (7/10) pukul 18.00 WIB.

Diketahui, ada tiga calon mendaftar menjadi Ketua LPM Gunung Batu yang inovatif dan inspiratif. Yakni, Hadi Suparto, Abdul Muid, dan Dadang Miftah.

Tahapan ini merupakan bagian dari proses demokrasi tingkat kelurahan yang diatur berdasarkan ketentuan Pemerintah Kota Bogor untuk memperkuat peran serta masyarakat dalam pembangunan berbasis partisipasi dan kolaborasi warga.

Ketua Panitia Pemilihan Halomon Damanik mengatakan bahwa masing-masing bakal calon telah memenuhi persyaratan umum dan khusus, termasuk kewajiban membayar biaya administrasi partisipasi sebesar Rp500 ribu yang diperuntukkan bagi kelancaran pelaksanaan kegiatan pemilihan.

Selain itu, calon harus mengantungi minimal enam rekomendasi dari unsur pemilih yang terdiri dari 14 RW, 1 perwakilan PKK, dan 1 perwakilan Karang Taruna.

“Berdasarkan data yang dihimpun panitia, ketiga bakal calon mengklaim dukungan adalah Hadi Suparto 11 rekomendasi, Abdul Muid sebanyak rekomendasi, dan Dadang Miftah lima rekomendasi,” katanya.

Selanjutnya, kata dia, panitia akan melanjutkan tahapan seleksi administrasi dan penetapan hasil penjaringan pada 9 Oktober 2025, dilanjutkan dengan musyawarah dan pemilihan Ketua LPM pada 19 Oktober 2025.

“Seluruh proses diharapkan berjalan secara transparan, partisipatif, dan demokratis, mencerminkan semangat masyarakat Kelurahan Gunung Batu yang maju dan berdaya,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Sukses Hadi Suprapto mengatakan, apabila melihat persyaratan Hadi akan menjadi salah satu calon dengan peta dukungan paling kuat menjelang tahap penetapan.

“Hadi Suparto memperkenalkan slogan visi dan misi “LPM Inovatif & Inspiratif”, denganarah gerak, “Bersama Warga Gunung Batu Bogor, Bangkit Bersama, Tumbuh Berdaya dan Membangun Karya, Kolaborasi, Inovasi, dan Aksi Nyata untuk Masyarakat. Menggerakkan Potensi, Mewujudkan Kemandirian, Dari Warga, Oleh Warga, Untuk Kemajuan Bersama. Sinergi Masyarakat, Ciptakan Inovasi Berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menyebut bahwa slogan ini merefleksikan harapan agar LPM ke depan menjadi wadah pemberdayaan yang bukan hanya administratif, tetapi juga inovatif, kolaboratif, dan produktif, dengan semangat gotong royong serta kemandirian warga Gunung Batu.

** Fredy Kristianto

Tahun 2026, Pemerintah Bakal Wajibkan BBM Dicampur Etanol 10 Persen

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah bakal menerapkan mandatory atau kewajiban etanol 10 persen (E10) untuk seluruh produk bensin atau bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri.

E10 adalah campuran bensin dan etanol 10 persen. Namun, kewajiban ini dikecualikan untuk solar karena ada program tersendiri buat jenis bahan bakar ini, yakni Bioetanol (B50) pada tahun depan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan mandatory E10 ini sudah dibahas dengan Presiden Prabowo Subianto dan sudah disepakati untuk menerapkannya.

“Ke depan kita akan mendorong untuk ada E10. Kemarin malam sudah kami rapat dengan Bapak Presiden. Bapak Presiden sudah menyetujui untuk direncanakan mandatory 10 persen etanol,” ujar Bahlil dikutip CNN, Rabu (8/10/2025).

Bahlil menyebutkan mandatory etanol 10 persen ini tujuannya untuk mengurangi impor minyak dalam negeri dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah. Salah satunya, dari tanaman tebu untuk dijadikan etanol.

Sebab, berdasarkan porsinya, penggunaan BBM untuk konsumsi saat ini sebesar 60 persen masih berasal dari impor. Oleh sebab itu, demi kemandirian energi dalam negeri, pemerintah harus menggunakan sumber daya yang dimiliki.

Selain untuk mengurangi impor, imbuh Bahlil, mandatory E10 juga bertujuan untuk mendukung komitmen energi bersih yang ramah lingkungan atau Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

“Dengan demikian, kita akan campur bensin kita dengan etanol. Tujuannya apa, agar tidak kita impor banyak dan juga untuk membuat minyak yang bersih, yang ramah lingkungan,” katanya.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan saat ini pihaknya sudah memiliki produk BBM yang mengandung 5 persen etanol, yakni Pertamax Green 95. Oleh sebab itu, Pertamina sangat siap menjalankan mandatory etanol 10 persen, seperti yang diarahkan oleh Presiden Prabowo dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. “Kita sudah dengan B40 dan nanti dengan tahun depan Pak Menteri sampaikan E10,” ucap Simon. (Ded).