29.7 C
Bogor
Friday, April 3, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 101

Dibawah Komando Rudy Susmanto, Pemkab Bogor Raih Penghargaan dari BKN RI

0

jurnalinspirasi.co.id – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dinilai berhasil meningkatkan kualitas pelaksanaan manajemen dan pelayanan ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Atas keberhasilan tersebut, Pemkab Bogor melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) meraih penghargaan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Keberhasilan ini menandai di bawah kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Pemkab Bogor berkomitmen melakukan kepatuhan dan kualitas pelaksanaan manajemen ASN dan kecepatan pelayanan kepegawaian, khususnya dalam proses administrasi pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun anggaran 2024.

Penghargaan tersebut diantaranya Indeks Indeks Implementasi Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) terbaik Peringkat III se-Jawa Barat. Hal ini terkait tingkat kepatuhan dan kualitas pelaksanaan manajemen ASN di seluruh instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah. Penghargaan diserahkan pada Kamis (9/10) di Gedung Technopark, Kota Cimahi pada acara Rakor Kepegawaian se-Jabar dan Banten.

Berikutnya penghargaan Instansi di Wilayah Kerja Kantor Regional III BKN yang Melakukan Percepatan Pengangkatan CASN Formasi tahun 2024. Penghargaan langsung diserahkan Kepala BKN RI, Prof. Zudan Arif Fakrulloh kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto usai melantik pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun anggaran 2024, di Lapangan Tegar Beriman, Kamis (17/4).

Untuk diketahui, Bupati Bogor, Rudy Susmanto melantik sebanyak 3.344 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan 352 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lapangan Tegar Beriman, pada bulan April 2025. Hal ini mendapat apresiasi dari Kepala BKN yang saat itu hadir memberikan sambutan.

Pada saat itu, Kepala BKN RI, Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan, Kabupaten Bogor termasuk daerah yang tercepat di Indonesia dalam percepatan pengangkatan CPNS dan PPPK tahun 2024. (*)

Pemeriksaan Gigi dan DDTK, Upaya Deteksi Dini Kesehatan Anak di TK Aisyiyah 01 Leuwiliang

0

jurnalinspirasi.co.id – Dalam rangka menjaga kesehatan serta memantau tumbuh kembang anak sejak dini, TK Aisyiyah 01 Leuwiliang bekerja sama dengan Puskesmas Leuwiliang mengadakan kegiatan pemeriksaan gigi dan DDTK (Deteksi Dini Tumbuh Kembang), Selasa (14/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik TK  Aisyiyah 01 Leuwiliang dan dilaksanakan oleh dokter gigi dan tenaga kesehatan Puskesmas Leuwiliang  meliputi pengecekan kondisi kesehatan gigi, mulut, telinga, hidung, kuku, dan tenggorokan, dan pemeriksaan tumbuh kembang BB,TB, Lingkar kepala dan lingkar lengan anak-anak.

Juhairiyah S.Pd salah satu guru TK Aisyiyah 01 Leuwiliang menyampaikan kegiatan ini adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta didik serta mendeteksi sejak dini apabila terdapat gangguan pada tumbuh kembang mereka.

“Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memantau kebersihan pribadi anak-anak sehingga menjadi perhatian bagi orang tua agar lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan putra-putrinya di rumah,” ujarnya.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini karena dianggap sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan peserta didik. Dengan adanya pemeriksaan rutin seperti ini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh sehat, kuat, dan terhindar dari berbagai masalah kesehatan yang dapat menghambat proses belajar mereka.

Untuk mendukung tumbuh kembang peserta didik sekolah juga memfasilitasi dengan adanya pemberian makanan tambahan yang diberikan setiap dua minggu sekali dengan menu yang bervariasi (sayur SOP, bubur kacang hijau, telur rebus, susu dan lain-lain).

(Teti/mg)

Pramuka Kota Bogor Pertahankan Tradisi Juara, Raih Prestasi Tingkat Jabar 2025

0

Gerakan Pramuka Kota Bogor dibawah kepemimpinan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) yang saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) telah menorehkan berbagai prestasi gemilang.

Sekretaris Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bogor, M. Nurnawaly Amin mengatakan, pada pembukaan Musda XV Kwartir Daerah Jawa Barat yang diselenggarakan di Aula Barat Gedung Sate Bandung pada tanggal 29 September lalu, Kwarcab Kota Bogor meraih tiga prestasi yang membanggakan di Tingkat Jawa Barat yang diberikan kepada Dedie A. Rachim dalam menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan Gerakan Pramuka di Kota Bogor.

Penghargaan pertama berupa Piagam Penghargaan dari Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat yang diberikan kepada Wali Kota Bogor selaku Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kota Bogor.

Piagam tersebut merupakan bentuk apresiasi atas perhatian dan dukungan besar yang telah diberikan Dedie Rachim terhadap Gerakan Pramuka di Kota Bogor. Wali Kota Bogor menjadi satu dari tujuh kepala daerah lainnya yang mendapatkan penghargaan yang sama.

Prestasi kedua adalah Kwarcab Kota Bogor mendapat penghargaan sebagai Kwarcab Tergiat II tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2025. Untuk kwarcab tergiat I diraih oleh kwarcab Kabupaten Bogor dan Kwarcab tergiat III diraih oleh Kwarcab Kabupaten Majalengka.

Prestasi ketiga adalah Dewan Kerja Cabang mendapat penghargaan sebagai DKC Tergiat I tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2025, sebelumnya di tahun 2020 DKC Kota Bogor mendapat penghargaan sebagai DKC tergiat III tingkat Jawa Barat. Prestasi DKC Kota Bogor menjadi istimewa karena dapat diraih dalam kurun waktu 20 tahun terakhir sekaligus menjadi kado istimewa bagi Kak Dedie A.Rachim di akhir masa baktinya.

Dengan berbagai prestasi yang telah diraih, pada tahun 2025, tepatnya pada peringatan Hari Pramuka ke-64, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka menganugerahi Kak Dedie Rachim sebagai Ketua Kwarcab Kota Bogor penghargaan Lencana Melati.

“Penghargaan tinggi bagi insan Pramuka yang telah berjasa dalam membina dan mengembangkan Gerakan Pramuka di Indonesia,” katanya.

Semua prestasi ini menunjukkan komitmen dan dukungan yang kuat dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam penyelenggaran pembinaan dan pengembangan Gerakan Pramuka di Kota Bogor khususnya dan di Jawa Barat secara umum.

“Ini menjadi tantangan bagi Kwarcab Kota Bogor kedepannya untuk selalu bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjadikan energi positif ini sebagai bagian kontribusi Gerakan Pramuka dalam membangun Kota Bogor,” ujar Kak Waly sapaannya.

Untuk Kwarcab tergiat kata Dedie A. Rachim menambahkan, selama kurun waktu 15 tahun (3 periode kwarcab), Kwarcab Kota Bogor berhasil mempertahankan prestasi selalu berada dalam posisi 3 besar Kwarcab tergiat di Jawa Barat, bahkan pada tahun 2023 di ajang penilaian Kwarcab juara, Kwarcab Kota Bogor berhasil meraih predikat sebagai Kwarcab Juara 1 tingkat Jawa Barat untuk kategori A.

Sementara itu, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Budi Waseso sapaannya menyampaikan bahwa hal yang paling penting adalah bagaimana pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder mendukung kepramukaan di seluruh Indonesia.

“Dengan sinergi yang kuat, kita dapat mempersiapkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045,” tegasnya.

Gerakan Menabung Pada Usia Dini Bagi Siswa SD Negeri Loji 3 Kota Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Bank Kota Bogor terus mendorong kebiasaan menabung sejak dini lewat program Tabungan Pelajar yang menyasar siswa sekolah dasar  khususnya SDN Loji 3 dengan program Edukasi Finansial Sederhana Bagi Siswa Agar memahami Nilai Uang ,Menabung dan Berhemat serta slogannya adalah Cerdas Mengelola uang, Tangguh Menghadapi masa depan Ungkap Syarifah Yuniarti kepsek SDN Loji 3 Kota Bogor Rabu(15/10/2025)

Program ini menawarkan kemudahan dan keuntungan bagi siswa dan orang tua. Tabungan bisa disetor harian dengan nominal kecil, mulai dari Rp500 hingga Rp1.000.

Uang yang terkumpul selama sepekan akan dijemput langsung oleh petugas bank setiap hari Senin.

Tidak ada potongan, tidak ada biaya administrasi. Bahkan Rp1.000 pun kami terima. Ini bagian dari membiasakan anak menabung sejak dini,” ujar Pak Kus.

Dengan sistem jemput bola, siswa dan orang tua tidak perlu datang ke kantor cabang.

Buku tabungan dapat disimpan lalu digunakan atau dicairkan kapan pun dibutuhkan.

Program ini tidak hanya memperkuat literasi keuangan, tetapi juga selaras dengan pembiasaan positif lainnya di sekolah, seperti dalam kecakapan pramuka TKK menabung. TKK (Tanda Kecakapan Khusus) Pramuka Menabung adalah sebuah penghargaan yang diberikan kepada anggota Pramuka yang telah berhasil menunjukkan kemampuan dalam menabung dan mengelola uang.

Di SDN Loji 3, program ini disambut positif oleh para guru dan orang tua. Menurut Syarifah Yuniarti , Kepala  SDN Loji 3, anak-anak bisa menyisihkan uang jajan anak untuk ditabung, dan biasanya diambil saat anak lulus atau butuh biaya sekolah,” jelasnya. (Wawan Hermawanto)

MTs. Nurussa’adah Cetak Prestasi di Kadisdik Cup, Siap Hadapi Zona Kabupaten

0

Jurnal Inpirasi – Tim bola voli MTs. Nurussa’adah Tamansari berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara II pada ajang Kadisdik Cup yang digelar di SMPN 1 Ciawi, Senin (13/10). Berkat capaian tersebut, MTs. Nurussa’adah akan mewakili zona selatan untuk bertanding di tingkat Kabupaten Bogor.

Kepala MTs. Nurussa’adah, Nazarudin Usman, S.Ag mengatakan keberhasilan ini menjadi bukti semangat dan kerja keras para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler bola voli.

“Kami mengikuti turnamen voli Kadisdik Cup zona selatan dengan persiapan yang terbatas, namun semangat anak-anak luar biasa. Dibina oleh pelatih Samsudin dan didukung seluruh siswa, mereka mampu menunjukkan potensi besar di bidang voli,” ujar Usman, Kamis (18/10/25).

Menurutnya, meski fasilitas latihan di sekolah masih terbatas, hal itu tidak mengurangi tekad para siswa untuk berprestasi. Dalam turnamen tersebut, MTs. Nurussa’adah berhasil menyingkirkan lawan-lawan tangguh seperti SMPN 2 Ciawi, SMPN Cisarua, dan SMPN Tamansari.

“Alhamdulillah, MTs. Nurussa’adah menjadi salah satu perwakilan dari zona selatan yang akan bertanding di tingkat kabupaten. Ini bukti bahwa madrasah di bawah Kementerian Agama juga mampu bersaing dengan sekolah negeri,” tambahnya.

Selain cabang olahraga voli, MTs. Nurussa’adah juga aktif mengikuti berbagai kegiatan dan lomba lainnya. Pada Agustus lalu, sekolah ini meraih juara pertama lomba gerak jalan tingkat kecamatan dalam rangka peringatan HUT ke-80 RI, serta juara ketiga lomba LKBB Paskibra di SMPN 15 Kota Bogor.

“Selama ini prestasi siswa terlihat di bidang Paskibra, Pramuka, dan voli. Kami akan terus mendukung agar mereka terus mengharumkan nama sekolah,” tutur Usman.

Sementara itu, pelatih voli MTs. Nurussa’adah, Samsudin, mengaku bangga dengan perjuangan para pemain yang mampu bersaing di tengah keterbatasan.

“Kami hanya punya waktu empat bulan untuk latihan dan harus berbagi fasilitas dengan sekolah lain di kecamatan. Tapi anak-anak tetap semangat dan kompak,” kata Samsudin.

“Untuk menghadapi tingkat kabupaten, kami akan meningkatkan intensitas latihan agar bisa meraih hasil terbaik,” imbuhnya.

Turnamen Kadisdik Cup tingkat kabupaten rencananya akan digelar pada November mendatang, mempertemukan perwakilan dari berbagai zona di Kabupaten Bogor seperti zona timur, utara, dan selatan. Yudi

Menjelajahi Cita Rasa kuliner  Sunda di Bumi Aki Heritage Puncak Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id –  Bukan hanya tentang udara sejuk dan hamparan kebun teh yang menenangkan. Di antara kabut tipis dan pemandangan hijau, ada sebuah surga kuliner yang siap memanjakan lidah, di mana tradisi bertemu dengan sentuhan modern. Inilah pengalaman yang ditawarkan oleh Bumi Aki Heritage Puncak, dengan sang maestro di dapurnya, Executive Chef “Kabayan” Zainal Abidin.

Bagi para penikmat kuliner, Chef “Kabayan” Zainal Abidin bukan sekadar juru masak. Ia adalah seorang pencerita rasa yang karismatik. Melalui setiap hidangan yang disajikannya, ia mengajak kita menelusuri kekayaan sajian Sunda dengan cara yang unik dan tak terlupakan.

Sang Chef dengan Jargon Khas yang Melekat di Hati

Apa yang membuat Chef Kabayan begitu istimewa? Selain keahliannya meracik bumbu, ia memiliki gaya presentasi yang khas: santai, penuh humor ala bapak-bapak, dan selalu diiringi jargon andalannya. Saat ia memperlihatkan hidangan mahakaryanya, Anda akan mendengar seruan semangat, “Ini Dia!”, yang seketika membangkitkan selera.

Dan setelah Anda mencicipi masakannya, hanya ada satu ungkapan yang akan disetujui semua orang, sesuai dengan jargon pamungkasnya: “Raos Pokokna Mah!” (Enak Pokoknya!). Persona yang hangat dan jargon yang ikonik inilah yang menjadikan Chef Kabayan Top of Mind bagi siapa pun yang mencari pengalaman bersantap otentik di Puncak.

Parade Kelezatan Andalan Bumi Aki Heritage

Chef Kabayan baru-baru ini memamerkan deretan menu andalan yang menjadi primadona di Bumi Aki Heritage. Setiap hidangan disajikan dengan visual yang menggugah selera, membuktikan bahwa masakan Sunda bisa tampil modern tanpa kehilangan cita rasa aslinya. Dapat diperiksa di TikTok @bumiakiheritage.puncak, Chef Kabayan, memberikan guyon dad jokes, dibarengi dengan memasak yang unik.

Berikut adalah beberapa mahakarya yang wajib Anda coba ungkap Cheff Zainal ( Kabayan) kamis (16/10), Diantaranya menu :

● Ikan Pindang Gunung Nila Merah dari Pangandaran: Ini bukan sekadar sup ikan biasa. Kuah kuningnya yang segar, berpadu dengan aroma rempah yang kuat dan daging ikan nila merah lembut yang didatangkan langsung dari Pangandaran, menciptakan harmoni rasa yang sempurna. Pedas, asam, dan gurih dalam satu seruputan!

● Ayam Bakar: Sebuah hidangan klasik yang dieksekusi dengan sempurna. Bumbu rahasianya meresap hingga ke serat daging terdalam, sementara proses pembakaran yang pas menghasilkan aroma smoky yang khas dan kulit yang sedikit renyah.

● Sate Maranggi: Potongan daging sapi yang empuk dimarinasi dengan bumbu kaya rempah, lalu dibakar di atas bara api. Disajikan dengan sambal tomat segar, sate ini menawarkan ledakan rasa manis, gurih, dan pedas yang membuat ketagihan.

● Kambing Bakar Puncak: Bagi para pencinta daging kambing, menu ini adalah juaranya. Daging kambing muda yang diolah dengan cermat sehingga tidak berbau prengus, lalu dibakar perlahan hingga empuk dan juicy.

● Ikan Gurame: Salah satu menu yang dicari-cari, di Bumi Aki Heritage Puncak, Ikan Gurame sangat nikmat.

Popularitas Bumi Aki Heritage Puncak dan Chef Kabayan membuatnya menjadi salah satu destinasi kuliner teramai di kawasan Puncak. Restoran Sunda khas ini sangat digemari oleh berbagai kalangan. Untuk memastikan Anda mendapatkan tempat dan merasakan langsung pengalaman kuliner yang luar biasa ini, sangat disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu.

Di Bumi Aki haritege Resto Jalan Raya Puncak – Gadog No.259, Ciloto, Kec. Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Jadi, jika Anda merencanakan perjalanan ke Puncak, jangan hanya menyiapkan jaket tebal. Siapkan juga perut Anda untuk sebuah petualangan rasa yang tak terlupakan bersama Chef Kabayan. Dijamin, Anda akan pulang dengan perut kenyang, hati senang, dan seruan yang sama: “Raos Pokokna Mah!” ( Wawan Hermawanto)

Pemkab Bogor Dorong Kemandirian Pangan Melalui Inovasi “Ngupahan” dan Kolaborasi Lintas Sektor di Hari Pangan Sedunia ke-45

0

jurnalinspirasi.co.id — Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-45 Tahun 2025 dengan tema “Bersama Kuatkan Pangan Lokal, Wujudkan Masa Depan Kabupaten Bogor Istimewa & Gemilang”, bertempat di Taman Pemuda Jalan Segar III, Komplek Perkantoran Pemkab Bogor, pada Kamis (16/10/25).

Mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bogor, Andri Hadian menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Setiap tanggal 16 Oktober diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia, yang merupakan bentuk komitmen global untuk mengatasi tantangan ketahanan pangan dan gizi. Tahun ini, FAO mengusung tema ‘Hand in Hand for Better Food and a Better Future’, yang menyerukan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan sistem pangan yang berkelanjutan dan inklusif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat pangan lokal sebagai fondasi masa depan yang berkelanjutan. Momentum Hari Pangan Sedunia ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga ketersediaan pangan, meningkatkan konsumsi pangan bergizi dan beragam, serta memperkuat kemandirian pangan daerah.

“Dengan ketersediaan pangan yang cukup, kita dapat melahirkan generasi yang sehat dan cerdas. Karena kita selalu mengatakan: Jaga pangan, jaga masa depan,” ujarnya.

Kemudian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh pihak dalam mendukung peringatan HPS. Ia menegaskan bahwa momentum Hari Pangan Sedunia menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan memperkuat pangan lokal. Setiap individu memiliki hak atas pangan yang bergizi, terjangkau, dan aman,” ujar Teuku Mulya. (*)

Pemkab Bogor Siap Antisipasi Penyebaran Chikungunya Melalui Deteksi Dini dan PSN

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor terus melakukan langkah antisipatif dalam mencegah penyebaran penyakit Chikungunya yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti, vektor yang sama dengan penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty menjelaskan bahwa saat ini Dinas Kesehatan telah menyiapkan rapid test chikungunya untuk memastikan kasus yang muncul di masyarakat.

“Kalau memang hasil rapid positif, kami akan segera melakukan fogging fokus di wilayah tersebut. Namun sebelumnya, masyarakat perlu melakukan PSN atau Pemberantasan Sarang Nyamuk terlebih dahulu,” ujar Kadinkes. Dilansir dari rilis resmi Pemkab Bogor, Kamis (16/10).

Menurutnya, rapid test chikungunya dilakukan secara selektif untuk warga yang menunjukkan gejala mengarah ke chikungunya, seperti demam disertai nyeri sendi dan otot. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kecenderungan chikungunya, Dinas Kesehatan akan menindaklanjuti dengan pemeriksaan lingkungan melalui Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk memastikan ada atau tidaknya jentik nyamuk Aedes aegypti.

“Fogging bukan langkah pertama, karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Sementara telur dan jentiknya harus diberantas lewat PSN. Kalau fogging dulu, seminggu kemudian nyamuk akan muncul lagi,” jelasnya.

Fusia Meidiawaty menegaskan, PSN dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat melalui gerakan 3M Plus, yaitu Menguras, Menutup, dan Mengubur tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta Plus menggunakan lotion antinyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.

“Perindukan nyamuk Aedes aegypti biasanya ada di air yang bersih dan bening seperti di talang air, dispenser, atau wadah bekas di kebun. Karena itu, PSN harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di dalam rumah tapi juga di lingkungan sekitar,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kadinkes menyebut bahwa tren kasus chikungunya di Kabupaten Bogor hingga pertengahan Oktober 2025 masih dalam kondisi terkendali dan belum menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun demikian, Dinas Kesehatan tetap siaga menghadapi masa pancaroba, karena pada periode ini risiko perkembangbiakan nyamuk biasanya meningkat.

“Kami sudah menyiapkan surat edaran kepada seluruh puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit akibat vektor menjelang musim hujan. Dari puskesmas nanti akan diteruskan ke kecamatan dan desa agar masyarakat melakukan gerakan kebersihan lingkungan,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyepelekan gejala demam dan nyeri sendi, serta segera melapor ke puskesmas atau bidan desa terdekat agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Chikungunya umumnya sembuh sendiri dalam waktu dua minggu, tergantung daya tahan tubuh. Tapi kalau gejalanya berat, seperti nyeri sendi hebat atau tidak bisa berjalan, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” pungkasnya.

Melalui upaya deteksi dini, PSN, dan koordinasi lintas sektor, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor berkomitmen menjaga masyarakat tetap sehat dan aman dari ancaman penyakit chikungunya maupun DBD. (*) DR

GP Ansor Tamansari: Media Harus Berimbang dan Empatik dalam Menyoroti Pesantren

0

Jurnal Inspirasi – Program televisi “Xpose Uncensored” di Trans 7 menuai kritik dari kalangan pesantren. Tayangan yang menampilkan potret kehidupan pesantren itu dinilai menyajikan gambaran yang tidak utuh dan sarat bias.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Tamansari, Fahmi Fadilah, menilai program tersebut justru menggiring opini publik dengan menampilkan pesantren sebagai lingkungan yang mistis, tertutup, dan feodal. Padahal, menurutnya, pesantren merupakan ruang tempat nalar, moral, dan spiritualitas berpadu membentuk karakter luhur bangsa.

“Kritik yang diucapkan tanpa memahami nilai-nilai dasar pesantren hanyalah bentuk lain dari kesombongan intelektual. Media boleh saja merekam dengan kameranya, tapi kejernihan dalam melihat kebenaran tidak bisa dibeli di pasar modernitas,” ujar Fahmi dalam keterangan tertulis, Kamis (16/10/25).

Fahmi juga menilai, cara pandang media dalam menyoroti hubungan antara kiai dan santri telah disalahartikan. Tayangan itu menggambarkan kiai sebagai figur dominan dan santri sebagai pihak yang tertindas. Padahal, relasi keduanya, kata Fahmi, berlandaskan pada adab, pengabdian, dan pendidikan jiwa, bukan pada struktur sosial yang menindas.

“Kharisma seorang kiai lahir bukan dari kekuasaan, tapi dari legitimasi moral dan spiritual yang tumbuh secara alami. Menilai pesantren lewat kacamata politik modern adalah bentuk penyempitan makna,” tambahnya.

PAC GP Ansor Tamansari menilai ada tiga penyebab utama mengapa kritik dalam tayangan tersebut tidak tersampaikan dengan baik, yakni ketimpangan pengetahuan (epistemic gap), kelemahan metodologis (methodological failure), dan ketimpangan ruang bicara (voice imbalance).

Menurut Fahmi, media modern cenderung melihat pesantren dari luar tanpa memahami nilai-nilai internalnya. Selain itu, santri dan kiai juga tidak diberi ruang yang cukup untuk menjelaskan makna di balik tradisi yang hidup di lingkungan pesantren.

Ia menegaskan, pesantren hingga kini masih menjadi benteng terakhir moralitas dan nilai kebangsaan, di tengah runtuhnya berbagai lembaga sosial akibat arus pasar dan kepentingan politik. Karena itu, ia meminta media untuk lebih berimbang dan empatik dalam menyoroti isu-isu keagamaan.

“Kami menolak segala bentuk pandangan yang menjadikan pesantren sekadar objek tontonan dan eksploitasi media. Kritik boleh, tapi harus disampaikan dengan santun dan berlandaskan pengetahuan,” tegasnya.

PAC GP Ansor Tamansari juga membuka ruang dialog bagi pihak media untuk berdiskusi dan memahami tradisi pesantren secara lebih mendalam. Fahmi menutup dengan pesan reflektif:

“Siapa pun yang mencoba menggambarkan pesantren tanpa memahami cahaya ilmunya, sesungguhnya hanya sedang memantulkan bayangan dirinya sendiri.”. Yudi

Jalan Cibeureum-Pasir Peuteuy Rusak Parah

0

jurnalinspirasi.co.id – Akses jalan yang berstatus kabupaten yang menghubungkan Desa Curugbitung dengan Desa Nanggung, Kabupaten Bogor kondisi rusak parah dan belum juga ada perbaikan.

Jalan sepanjang lebih dari lima kilometer itu menjadi jalur vital bagi warga, namun sudah lama belum tersentuh perbaikan berarti.

Kerusakan paling parah terjadi di ruas Cibeureum-Pasir Peuteuy di wilayah Desa Curugbitung, dengan panjang sekitar tiga kilometer.

Jalan berlubang, aspal mengelupas, hingga sebagian berubah menjadi kubangan ketika hujan turun.

Sekretaris Desa Curugbitung, Yustiawan, mengaku kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lama.

“Jalan Cibeureum ini rusaknya sudah lama, panjangnya sekitar tiga kiloan. Banyak kampung yang terdampak seperti Kampung Baru, Cibeureum, dan warga Kampung Banar di Desa Nanggung yang juga lewat sini,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (15/10/2025)

Menurut Yustiawan, pihak desa sebenarnya sudah berulang kali mengusulkan perbaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Bahkan, akses tersebut telah masuk dalam prioritas pembangunan tahun 2026. Namun, ia khawatir rencana itu kembali tertunda.

“Informasinya hanya dapat kuota dua kilo di tahun 2026, tapi kita khawatir bisa cancel lagi karena sering ada perubahan pembangunan,” katanya.

“Padahal ini bukan hanya jalan ekonomi, tapi jalur penghubung antar desa,” tambahnya.

Sementara dari sisi Pemerintah Desa Nanggung, kondisi serupa juga dikeluhkan. Kepala Desa Nanggung, Ahmad Sodik, mengatakan jalan yang menghubungkan Kampung Kebon Awi hingga Pasir Peuteuy memiliki panjang sekitar 5,5 kilometer, dan sebagian besar rusak berat.

“Tahun ini rencananya ada pengerjaan sepanjang 220 meter, tapi belum dimulai karena menunggu proyek di ruas Panjaungan-Batutulis selesai,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk tahun 2026 pihaknya bersama UPT Jalan dan Jembatan, tokoh masyarakat, dan camat telah mendorong penambahan pembangunan sekitar 2,2 kilometer.

“Kalau 2026 bisa terlaksana dan 2027 lanjut 3 kilometer lagi, berarti tuntas semua. Karena ini akses pendidikan dan ekonomi warga dua desa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah Cigudeg, Bobby Wahyudi, membenarkan bahwa sebagian besar ruas jalan tersebut mengalami kerusakan berat.

“Dari total panjang 5.640 meter, hampir 4.000 meter mengalami kerusakan parah,” kata Bobby saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (14/10/2025).

Ia menjelaskan, untuk tahun 2025 baru akan dilakukan penanganan sepanjang 220 meter, sedangkan rekonstruksi lanjutan sepanjang 2 kilo meter lebih telah diusulkan untuk tahun 2026.

“Itu sudah masuk rencana kegiatan, tinggal menunggu proses,” pungkasnya.

(Arip Ekon)