27.6 C
Bogor
Monday, October 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

ITB Dewantara Gelar Studium Generale, Bahas Kepemimpinan di Era Transformasi Digital

0

Cibinong | Jurnal Bogor – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara menggelar Studium Generale dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Aula Grahatara ITB Dewantara.

Kegiatan mengangkat tema “Digital Transformation Leaders: Harmonisasi Bisnis, Manajemen dan Teknologi.”Rektor ITB Dewantara, Dr. Yasnimar Ilyas, M.Si., dalam sambutannya berpesan kepada 215 mahasiswa baru agar senantiasa menjaga semangat belajar, disiplin, dan bersungguh-sungguh dalam menempuh pendidikan.

Ia menegaskan bahwa kesuksesan masa depan harus dipersiapkan sejak dini melalui proses belajar dan pengembangan diri. Usai sambutan, Rektor memperkenalkan para dosen yang akan mendampingi mahasiswa selama perkuliahan.

Kegiatan dilanjutkan dengan Studium Generale menghadirkan Risa Bhinekawati, S.E., MBA, MIPP, ME, Ph.D., pendiri/partner Svara Research Indonesia, sebagai narasumber, dengan moderator Dr. Muhlis, S.Pt, MM. Sabtu( 10/10/2026)

Materi membahas pentingnya harmonisasi bisnis, manajemen, dan teknologi dalam menghadapi transformasi digital, serta mendorong mahasiswa menjadi generasi yang adaptif dan inovatif.

Dalam pemaparannya, Risa mengangkat pentingnya harmonisasi bisnis, manajemen, dan teknologi dalam menghadapi perubahan di era digital. Transformasi digital bukan sekadar penggunaan teknologi, melainkan juga perubahan cara berpikir, strategi pengelolaan organisasi, serta kemampuan sumber daya manusia dalam beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Mahasiswa juga perlu mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang mampu berpikir kritis, berinovasi, memahami peluang bisnis, serta memanfaatkan teknologi secara tepat untuk menciptakan nilai tambah. Kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, dan terus belajar menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.

Setelah sesi tersebut, rangkaian acara dilanjutkan dengan sosialisasi akademik oleh Wakil Rektor I Dr Zeze Zakaria Hamzah, SE, MM dan sosialisasi kemahasiswaan oleh Wakil Rektor III Dr. Muhlis, S.Pt, MM, serta pengenalan Sistem Informasi Akademik (SIAK) oleh Tenaga Akademik Galih Dwi Nugraha, MM.

Mahasiswa kemudian mengikuti sesi pengenalan organisasi dan unit kegiatan mahasiswa, meliputi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Lembaga Dakwah Kampus (LDK), kesenian, Youth Entrepreneurship Club (YEC), dan futsal.

Kegiatan juga diisi dengan permainan pos, tugas individu melalui media sosial, dan tugas kelompok untuk membangun kebersamaan, kreativitas, serta kerja sama antarmahasiswa, sebelum ditutup dengan pembagian hadiah.

Melalui kegiatan ini, ITB Dewantara berharap mahasiswa baru semakin siap menjalani kehidupan akademik, aktif berorganisasi, dan mampu mengembangkan kompetensi untuk menghadapi tantangan di era transformasi digital.

(Wawan Hermawanto)

Akses Pertanian di Sadengkolot Berkonsep Dayeuh Pajajaran

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor
‎‎Jalan lingkar Kampung Pagelaran Sukarakyat, Sindang Wangi yang merupakan akses pertanian di Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor berkonsep Dayeuh Pajajaran.‎

‎Status jalan pedesaan sepanjang 806 meter yang  telah dilebarkan hingga betonisasi sejak 2021 lalu itu, kini berubah dengan penataan berdirinya gapura bambu, saung siskamling, pagar bambu serta ornamen  tradisional  yang menonjolkan sejarah dan tradisi khas Sunda.‎

‎”‎Dipilihnya lokasi pembangunan Dayeuh Pajajaran, estetikanya selaras antara kearifan lokal  dengan lingkungan pertanian,” kata Kepala Desa Sadengkolot Mamat Rahmat, Jumat (9/20/2026).‎

‎‎Program Dayeuh Pajajaran diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto melalui program Bantuan Keuangan (Bankeu/BKK) Akselerasi Pembangunan Perdesaan.‎

‎‎Infrastruktur jalan di Sadengkolot  yang mengintegrasikan  akses mobilitas pertanian dan ekonomi warga dengan penataan lingkungan konsep Dayeuh Pajajaran untuk menjaga kearifan lokal sebagai warisan budaya Sunda.‎

‎Menurutnya, program Dayeuh Pajajaran memperkuat estetika yang dipadukan rindangnya pepohonan hingga hamparan  perkebunan dan persawahan begitu kental suasana perdesaan khas Sunda.‎

‎‎Akses jalan yang berkonsep Dayeuh Pajajaran selain memperkuat estetika tentu jalan tersebut mempermudah mobilitas warga dalam pensdistribusian hasil pertanian.‎

‎”Tak hanya itu, jalan lingkar Pagelaran Sukarakyat- Sindang Wangi berfungsi sebagai penghubung mobilitas warga serta akses pendukung kegiatan pertanian,”pungkas Sekretaris Desa Sadengkolot Sudiman.

‎‎(Arip Ekon)

‎

‎

‎

Tanamkan Cinta Peternakan Sejak Dini, 160 Anak Semarakkan Lomba Mewarnai di Kontes APPSI Sapi Piala Presiden 2026

0

BOGOR — Suasana Stadion Pakansari, Bogor, tampak hangat dan penuh keceriaan pada Minggu (4/10/2026). Di tengah kemeriahan Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026, sebanyak 160 anak usia dini hingga sekolah dasar berkumpul antusias mengikuti kegiatan edukasi dan lomba mewarnai bertema dunia peternakan.

Kegiatan ini dirancang khusus sebagai sarana edukasi interaktif untuk mengenalkan ekosistem peternakan kepada generasi muda sejak dini. Panitia membagi perlombaan ke dalam tiga kategori utama, yakni Kategori A yang diikuti oleh siswa SD kelas 4, 5, dan 6; Kategori B untuk siswa SD kelas 1, 2, dan 3; serta Kategori C yang diperuntukkan bagi peserta tingkat PAUD hingga TK.

Tak sekadar menggoreskan warna di atas kertas, para peserta juga diajak mengenal lebih dekat berbagai jenis sapi unggulan, profesi peternak, hingga pentingnya konsumsi protein hewani bagi kesehatan dan pertumbuhan. Keceriaan anak-anak terpancar saat mereka mengekspresikan imajinasi tentang peternakan Indonesia yang hijau dan sejahtera melalui perpaduan warna yang apik.

Ketua Penyelenggara sekaligus Ketua APPSI DPD Jawa Barat menyampaikan bahwa edukasi sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun ketahanan pangan nasional. Melalui pendekatan yang menyenangkan seperti lomba mewarnai, anak-anak diharapkan tidak hanya mengenal sosok peternak sebagai pahlawan pangan, tetapi juga memiliki ketertarikan dan rasa bangga terhadap dunia peternakan Indonesia.
“Kami ingin menumbuhkan benih-benih kecintaan terhadap dunia peternakan pada anak-anak sejak kecil. Harapannya, semangat ini terus terbawa hingga mereka dewasa, sehingga lahir generasi penerus peternak yang modern, inovatif, dan siap membawa Indonesia mencapai swasembada daging di masa depan,” ujarnya Subhan Bila Adam di sela-sela kegiatan.

Antusiasme juga datang dari para orang tua yang mendampingi. Selain menjadi wadah kreativitas anak di akhir pekan, ajang ini dinilai memberikan pengalaman belajar terbuka yang berkesan karena berlangsung berdampingan langsung dengan perhelatan bergengsi Kontes Sapi Piala Presiden.

Melalui perpaduan antara kompetisi bergengsi dan edukasi generasi muda, ajang di Pakansari Bogor ini sukses membuktikan bahwa upaya menuju cita-cita swasembada daging nasional dapat dimulai dari langkah sederhana: menginspirasi dan menanamkan cita-cita di hati anak-anak Indonesia. (tjahyadi)

Update Tools Ikuti Zaman, Bengkel Motor Zebua Gandeng Tim Advance Remap Indonesia dengan RevMap Studio

0

Bogor | Jurnal Bogor
Persaingan bengkel motor di era injeksi tidak lagi soal kunci-kunci, tapi soal siapa yang paling update teknologi. Menyadari hal itu, Bengkel Motor Zebua melakukan gebrakan dengan meng-update total tools bengkelnya untuk mengikuti perkembangan zaman.

Owner Zebua Motor Andreas, Rabu (7/10/2026) menjelaskan, Zebua Motor tidak lagi bekerja secara manual, melainkan sudah menerapkan sistem kerja profesional berbasis teknologi menggandeng Tim Advance Remap Indonesia, sebuah tim Special Editing Remap yang beranggotakan para ahli berpengalaman yaitu Tom, Ahmad, Candra, Odenx, dan Daniel.

Tim ini hadir dengan senjata utama mereka, yakni software remap premium bernama RevMap Studio. Software ini dikenal sebagai salah satu software remap paling canggih dan akurat saat ini, yang mampu membaca, menganalisa, dan mengedit data di dalam ECU motor injeksi secara detail.

Menurut Tom, salah satu Tim Advance Remap, banyak bengkel yang masih tertinggal karena tidak mau berinvestasi pada tools. Padahal, hampir 90 persen motor baru saat ini sudah injeksi dan semua performanya dikunci di dalam ECU. Dengan RevMap Studio, semua batasan itu bisa dibuka secara aman dan terukur Ungkapnya.

Di Bengkel Motor Zebua, setiap pengerjaan remap dilakukan dengan SOP profesional. Prosedurnya dimulai dari diagnosa awal menggunakan scanner untuk mengetahui kesehatan mesin, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan data ECU asli, proses editing di RevMap Studio, dan terakhir proses penulisan ulang data yang telah dioptimalkan.

Fokus utamanya adalah membuat performa kendaraan roda dua menjadi lebih responsif. Hasil yang dirasakan konsumen antara lain tarikan awal yang lebih enteng dan spontan, menghilangkan gejala brebet akibat ganti knalpot racing, akselerasi lebih linear, dan RPM limiter yang bisa disesuaikan sehingga top speed meningkat.

Keunggulan lain dari RevMap Studio adalah kemampuannya menjaga keseimbangan antara performa dan keawetan mesin. Mapping bahan bakar dan timing pengapian dibuat presisi sesuai AFR ideal, sehingga motor tetap irit untuk harian namun tenaganya jauh lebih maksimal dibanding standar pabrik.

Pihak Zebua Motor menegaskan bahwa kehadiran Tim Advance Remap Indonesia adalah komitmen mereka untuk memberikan pelayanan terbaik. Mereka siap melayani remap untuk berbagai merek motor injeksi, dari matic harian seperti Beat, Vario, NMAX, Aerox, hingga motor sport.

Dengan kolaborasi ini, Bengkel Motor Zebua kini siap menjadi bengkel rujukan remap di wilayah Bogor. Bagi bikers yang ingin motornya naik kelas tanpa harus bore up, RevMap di Zebua Motor adalah solusinya.

(Wawan Hermawanto)

WALHI Jawa Barat Apresiasi EIGER Nature, Komitmen Pelestarian Lingkungan Dinilai Terus Dijalankan

0

Megamendung | Jurnal Bogor
WALHI Jawa Barat mengapresiasi keterbukaan dan komitmen EIGER Nature dalam menjalankan upaya pelestarian lingkungan. Apresiasi tersebut disampaikan setelah WALHI Jawa Barat kembali mengunjungi EIGER Nature untuk melihat secara langsung perkembangan dan tindak lanjut atas berbagai masukan, pandangan, dan kritik yang sebelumnya telah disampaikan.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pertemuan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi, pakar, dan media. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Prof. Dr. Tukirin Partomihardjo, M.Sc. (pakar botani dan konservasi tumbuhan), Prof. Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si. (pakar konservasi satwa liar), serta Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, M.Sc. (pakar pencemaran lingkungan serta pengelolaan sampah dan limbah). Mereka merupakan bagian dari tim pakar EIGER Nature. Dalam kesempatan tersebut, WALHI Jawa Barat berdialog dengan tim EIGER Nature sekaligus melihat berbagai upaya yang telah dilakukan di lapangan.

Kunjungan tersebut juga dilakukan untuk mengonfirmasi secara langsung pemenuhan aspek perizinan dan dokumen lingkungan EIGER Nature. Berdasarkan peninjauan di lapangan, WALHI Jawa Barat menyampaikan bahwa perizinan dan dokumen lingkungan yang diperlukan telah dipenuhi. Hal ini sejalan dengan proses pengembangan EIGER Nature yang telah berlangsung sejak 2018, dengan berbagai dokumen utama yang telah diterbitkan, meliputi perizinan tata ruang, persetujuan lingkungan, site plan, dan perizinan bangunan.

“Selama ini kami melihat EIGER Nature sebagai salah satu perusahaan yang masih memiliki komitmen. Kami juga melihat bahwa EIGER sangat terbuka untuk menerima saran, masukan, termasuk kritik. Jarang sekali perusahaan yang bisa menempatkan dirinya seperti itu,” ujar Wahyudin Iwang, Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jawa Barat.

Menurut Iwang, keterbukaan tersebut menjadi alasan WALHI Jawa Barat terus memberikan masukan dan kritik kepada EIGER Nature. Kunjungan kali ini dilakukan untuk melihat secara langsung apakah berbagai masukan yang sebelumnya disampaikan telah ditindaklanjuti. “Kami datang ke sini untuk melihat secara langsung apakah masukan, saran, pandangan, dan kritik yang sebelumnya kami sampaikan telah dijalankan. Kami melihat langsung bahwa hal-hal tersebut telah ditindaklanjuti. Kami juga melihat keterlibatan para pakar dan akademisi yang mempresentasikan berbagai kegiatan yang berlangsung di sini. Saya mengapresiasi itu,” lanjutnya.

WALHI Jawa Barat juga menilai keterlibatan berbagai pihak dalam proses pengembangan EIGER Nature penting untuk membangun pertukaran informasi dan pengetahuan. “Bagi WALHI, informasi itu adalah pengetahuan. Informasi yang baik akan menjadi pengetahuan yang baik juga,” ujarnya.

Meski mengapresiasi perkembangan yang dilihat secara langsung, WALHI Jawa Barat menekankan bahwa komitmen terhadap lingkungan merupakan proses jangka panjang yang perlu terus dijalankan dan diperkuat.

“EIGER Nature ini masih berada di tahap awal dan akan berlangsung dalam jangka panjang. Kalau terus dilakukan dengan serius dan terus melibatkan tim pakar, akademisi, serta NGO, ini bisa menjadi pilot project atau menjadi pembelajaran bagi pengusaha lain yang menjalankan kegiatan berbasis alam,” kata Iwang.

Ia berharap EIGER Nature dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lain dalam mengembangkan kegiatan berbasis alam dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan. “Harapannya, EIGER Nature bisa menjadi contoh baik bagi pengusaha lain. Komitmen ini perlu terus dijalankan dan diperkuat, dengan tidak mengesampingkan aspek lingkungan,” imbuhnya.

Bagi EIGER Nature, keterlibatan berbagai pihak merupakan konsep Pentahelix yang merupakan bagian dari proses kolaboratif untuk terus mengevaluasi dan memperkuat pengelolaan kawasan.

“EIGER Nature dibangun melalui proses kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak. Kami ingin membuka ruang agar masukan dan kritik tidak hanya disampaikan, tetapi juga dapat dilihat kembali secara langsung di lapangan, apa yang sudah dilakukan, apa yang sudah baik untuk dipertahankan, dan apa yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan,” ujar Imanuel Wirajaya.

Direktur Utama EIGER Nature. Menurut Imanuel, keterlibatan berbagai pihak merupakan bagian dari perjalanan EIGER Nature untuk terus belajar dan memperkuat komitmennya terhadap alam, budaya, masyarakat, serta
keberlanjutan kawasan.

“Kami percaya, menjaga alam adalah perjalanan bersama. Dari keterbukaan, kritik, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi, kita dapat menciptakan pengalaman di alam yang bermakna bagi manusia sekaligus membawa kebaikan bagi alam dan generasi mendatang,” tutupnya.

(Dadang Supriatna)

Batulayang Bangun Pos Pantau Pembuang Sampah

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Persoalan sampah yang tak kunjung berhenti di Kampung Keramat (Kareo) akhirnya mendapat perhatian serius. Dalam beberapa minggu ke depan, warga bersama pemangku wilayah, RT, tokoh masyarakat, serta para pemuda mulai membangun pos pantau sampah di sekitar jembatan yang kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah liar oleh oknum luar kampung, Selasa (6/10/2026).

Langkah ini dilakukan karena lokasi tersebut jauh dari pantauan warga, sehingga rawan dijadikan tempat pembuangan sembarangan. Pos pantau nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengawasan kebersihan, tetapi juga akan dikembangkan menjadi area wisata air sederhana yang bisa dinikmati masyarakat.

Kepala Desa Batulayang, H. Iwan Setiawan, saat melaksanakan kegiatan Hari Sungai Sedunia, menyampaikan bahwa pembangunan pos pantau merupakan bentuk nyata kepedulian warga terhadap lingkungan sekaligus upaya kreatif menghidupkan potensi desa.

“Kami bersama warga bersepakat membangun pos pantau agar sampah tidak lagi menumpuk di sekitar jembatan. Selain menjaga kebersihan, pos ini akan difungsikan sebagai destinasi wisata air sederhana, sehingga masyarakat bisa menikmati lingkungan yang lebih sehat dan indah,” ujar H. Iwan Setiawan.

Di lokasi pembangunan pos pantau, Salim, akrab disapa Kang Chakil yang sebelumnya menyulap lokasi pembuangan sampah menjadi destinasi wisata air Bale Iyuh, turut memberikan dukungan. “Pengalaman Bale Iyuh membuktikan bahwa tempat yang dulunya identik dengan sampah bisa berubah menjadi ruang wisata dan sosial. Harapan saya, pos pantau ini bisa mengikuti jejak Bale Iyuh, menjadi pusat kebersamaan sekaligus menjaga sungai tetap bersih,” ungkap Salim.

Ia menambahkan, dukungan penuh dari tokoh masyarakat, RT/RW, serta pemuda kampung menjadi modal penting agar program ini berjalan berkelanjutan. “Harapan kami, pos pantau ini bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan warga dalam menjaga lingkungan,” imbuhnya.

Dengan adanya pos pantau, warga Kampung Keramat optimis masalah sampah bisa ditekan sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan wisata berbasis lingkungan.

(Dadang Supriatna)

KPU Kabupaten Bogor dan ITB Dewantara Perkuat Sinergi Literasi Demokrasi bagi Pemilih Pemula

0

Cibinong | Jurnal Bogor – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor melakukan audiensi dengan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara, Senin, 5 Oktober 2026.

Pertemuan yang berlangsung di Kampus ITB Dewantara tersebut membahas rencana kolaborasi dalam pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan pemilihan umum daerah dan pemilihan, sekaligus penguatan literasi demokrasi bagi pemilih pemula di tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan perguruan tinggi.

Audiensi tersebut dihadiri Ketua KPU Kabupaten Bogor Muhammad Adi Kurnia, S.Hut., bersama jajaran KPU Kabupaten Bogor. Rombongan diterima langsung oleh Rektor ITB Dewantara Dr. Yasnimar Ilyas, didampingi Wakil Rektor III Dr. Muhlis, S.Pt., M.M., dan Wakil Rektor I Dr. Zeze Zakaria Hamzah, S.E., M.M.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara lembaga penyelenggara pemilu dengan institusi pendidikan dalam memberikan pemahaman mengenai demokrasi, kepemiluan, serta pentingnya partisipasi generasi muda dalam proses demokrasi.

Dalam audiensi tersebut, KPU Kabupaten Bogor menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan sosialisasi penyelenggaraan pemilihan umum daerah dan pemilihan di lingkungan ITB Dewantara. Sasaran utama kegiatan adalah pemilih pemula dan pemilih muda, khususnya pelajar tingkat SMA serta mahasiswa perguruan tinggi.

Ketua KPU Kabupaten Bogor Muhammad Adi Kurnia, S.Hut., menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda.

“Perguruan tinggi merupakan salah satu ruang strategis untuk memberikan pendidikan dan literasi demokrasi kepada pemilih pemula. Melalui sinergi dengan ITB Dewantara, kami berharap pemahaman generasi muda mengenai pemilu, demokrasi, serta pentingnya partisipasi dalam proses politik dapat semakin baik,” ujarnya, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, edukasi kepemiluan tidak hanya berkaitan dengan bagaimana seseorang menggunakan hak pilih, tetapi juga bagaimana generasi muda memahami proses demokrasi secara utuh dan menjadi bagian aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain agenda sosialisasi, pertemuan tersebut juga membahas rencana penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman sebagai bentuk kemitraan strategis antara KPU Kabupaten Bogor dan ITB Dewantara.

Kerja sama tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi payung bagi berbagai kegiatan kolaboratif, khususnya dalam bidang pendidikan dan literasi demokrasi, kepemiluan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kapasitas generasi muda di Kabupaten Bogor.

Kedua lembaga sepakat bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga penyelenggara pemilu dapat memberikan dampak positif dalam memperluas jangkauan edukasi demokrasi sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya kelompok pemilih pemula.

Dalam audiensi tersebut, KPU Kabupaten Bogor juga menyampaikan penawaran kegiatan Pusat Literasi dan Edukasi Demokrasi (PRESTASI) Batch 2 Tahun 2026.

Program PRESTASI diharapkan dapat menjadi salah satu wadah pembelajaran demokrasi bagi generasi muda melalui kegiatan literasi, edukasi, dan pengenalan terhadap proses penyelenggaraan pemilu.

Kehadiran program tersebut dinilai sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam memberikan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga membangun karakter, kesadaran sosial, dan tanggung jawab sebagai warga negara.

Rektor ITB Dewantara Dr. Yasnimar Ilyas menyambut baik gagasan kerja sama yang disampaikan KPU Kabupaten Bogor. Ia menilai kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat pendidikan demokrasi di lingkungan kampus.

“ITB Dewantara menyambut baik gagasan dan rencana kerja sama yang disampaikan KPU Kabupaten Bogor. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga membangun kesadaran sosial, kebangsaan, dan demokrasi bagi mahasiswa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan arah kehidupan demokrasi di masa mendatang. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan akses terhadap informasi dan edukasi kepemiluan yang tepat, objektif, dan mudah dipahami.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat berkembang menjadi kemitraan yang berkelanjutan melalui berbagai program edukasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan literasi demokrasi,” tambah Dr. Yasnimar.

Melalui rencana sosialisasi pemilu, program PRESTASI Batch 2 Tahun 2026, serta penyusunan MoU kemitraan strategis, KPU Kabupaten Bogor dan ITB Dewantara diharapkan dapat bersama-sama memperkuat literasi demokrasi dan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya partisipasi dalam kehidupan demokrasi.

(Wawan Hermawanto)

Deteksi Kesehatan Warga, Pemdes Gadog Lakukan Pengobatan Gratis

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Pemerintahan Desa Gadog kini terus rutin melaksanakan pengobatan gratis kepada masyarakatnya. Yang terpantau pada Senin (5/10/2026), kantor desa yang berada di tepi jalan Cikopo Selatan dipenuhi oleh kunjungan masyarakatnya. Sedikitnya 300 warga memanfaatkan momen untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis.

Dikatakan Kepala Desa Gadog, Dedi Junaedi, program pengobatan gratis kepada warganya dilakukan selama 3 bulan sekali. Ini diperlukan supaya kesehatan masyarakat terdeteksi secara dini.

“Salah satu program mensejahterkan masyarakat adalah melalui pengobatan gratis. Dan ini dilaksanakan tiga bulan sekali. Mereka bisa mendapatkan pelayanan dan obat gratis di acara ini, ” ujar kades Dedi Junaedi.

Ia menambahkan, melalui rutinnya dilaksanakan pengobatan di kantor desa itu, perkembangan kesehatan masyarakat akan terus terpantau.

“Untuk penanganan kesehatan masyarakat ini, kita melibatkan para kader Posyandu dan Puskesmas Megamendung. Setiap Kader Posyandu secara aktif berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk penanganan kesehatan masyarakat Gadog. Dengan demikian, hadirnya program ini sangat disambut baik oleh masyarakat, ” pungkas kades.

(Dadang Supriatna)

Program Bankeu Harus Tepat Guna, Desa Sukamahi Beton dan Aspal Jalan Kampung Hingga Buat Dayeuh Pajajaran

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Geliat pembangunan di tingkat desa kini mulai terlihat seiring dengan dikucurkannya dana bantuan keuangan ke desa desa secara bertahap. Yang terpantau di Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung pemdes tersebut kini tengah menerapkan 60 persen anggaran untuk beberapa kegiatan pembangunan di desanya.

Dikatakan Kepala Desa Sukamahi Budi Mamat SE, dana bankeu di tahap pertama ini dialokasikan untuk betonisasi di Kampung Belendung RW 05, sepanjang 430 meter, pengaspalan di Kampung Bojong Kaso RW 04 sepanjang 500 meter dan pembuatan Dayeuh Pajajaran di Kampung Bojong Kaso RW 04.

“Dikucurkannya dana bankeu ini sangat diharapkan oleh masyarakat. Karena, setelah DD mendapat pemotongan yang sangat drastis, satu satunya harapan masyarakat untuk meneruskan pembangunan di wilayahnya adalah dari program bankeu. Dan untuk bankeu tahap pertama ini adalah pengaspalan jalan, betonisasi jalan dan pembuatan Dayeuh Pajajaran ” ujar kades.

Sementara itu ditambahkan dia, program bankeu benar benar harus tepat guna dan transparan didalam pengalokasiannya. “Keterbukaan terhadap penerapan anggaran itu sangat penting. Yakni dengan pemasangan papan kegiatan yang berada di setiap lokasi kegiatan. Karena program ini merupakan untuk kesejahteraan masyarakat, jadi program itu harus dilaksanakan sebaik baiknya, ” imbuh Kades.

Terkait bergulirnya program itu, cukup dirasakan manfaatnya oleh masyarakat untuk peningkatan ekonomi melalui pembangunan infrastruktur.

“Dengan mulusnya jalan jalan di tingkat desa, itu sangat membantu untuk roda perkonkmian masyarakat. Adanya hal ini, kita ucapkan Terima kasih kepada bupati Rudy Susmanti dan wakil bupati Ade Jaro, ” pungkas kades.

(Dadang Supriatna)

Syair GAN Acappella Cara Seorang Hamba Bertauhid Kepada Allah jadi Ruang Perdebatan

0

Bogor | Jurnal Bogor
Setelah meluncurkan debut pertama di tahun 2025 yang berjudul “Qiyamul Lail” dilanjutkan dengan debut selanjutnya yang berjudul “Belahan Kalbu”, “Sambut Ramadhan” dan “Terbaik Dariku (Ibu)” feat Alma,  kini sebuah syair karya terbaru dari GAN Acappella (Grateful Awakened Nasheed) yang berjudul “Hamba Terbaik”, menjadi perhatian setelah pendengar menemukan kemiripan tema dengan ungkapan yang populer dinisbatkan kepada Rabi’ah Al-‘Adawiyah, tokoh sufi yang dikenal luas dengan gagasan tentang kecintaan kepada Allah.

Namun jika dicermati lebih dalam, kontroversinya ternyata bukan sekadar soal kemiripan syair. Ada perbedaan sudut pandang yang lebih mendasar tentang bagaimana seorang hamba memandang ibadah kepada Allah.

Syair GAN berbunyi:

“Bila ketekunan ibadahku harap surga,

Mohon izinkan aku cium wanginya.

Juga bila sujudku karena takut neraka,

Hindarkan tubuh ini dari siksanya.”

Kemudian syair tersebut berlanjut:

“Kini ibadahku berharap ridho-Mu,

Kumohon dapat ‘tuk melihat wajah-Mu,

Hati ini rindu bila didekat-Mu, Allah Ya Rabbi…”

Sekilas, tema tersebut mengingatkan pada ungkapan Rabi’ah Al-‘Adawiyah yang populer:

“Jika aku menyembah-Mu karena takut neraka-Mu,

maka masukkanlah aku ke dalamnya.

Jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga-Mu,

maka haramkanlah ia bagiku.

Tetapi jika aku menyembah-Mu karena cinta kepada-Mu,

maka janganlah Engkau haramkan aku dari melihat wajah-Mu.”

Namun justru di sinilah perbedaannya mulai terlihat.

GAN TIDAK MEMILIH ANTARA SURGA, NERAKA, DAN CINTA

GAN tidak mengatakan bahwa berharap surga adalah sesuatu yang harus ditinggalkan.

GAN tidak mengatakan bahwa takut neraka adalah tingkatan ibadah yang harus ditinggalkan demi cinta.

Dengan kata lain, syair GAN acappella tidak menempatkan surga, neraka, dan cinta kepada Allah sebagai pilihan yang saling meniadakan. Ketiganya berada dalam satu penghambaan kepada Allah.

Dalam perspektif tauhid Ahlus Sunnah, seorang mukmin tidak hanya berdiri di atas satu rasa namun secara utuh rasa memiliki:

Khauf — takut terhadap azab Allah

Raja’ — berharap rahmat, ampunan, dan surga Allah

Mahabbah — mencintai Allah

Ketiganya tidak terpisah dan saling melengkapi.

Al-Qur’an menggambarkan orang-orang beriman:

يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا

“Mereka berdoa kepada Rabb mereka dengan rasa takut dan penuh harap.”

(QS. As-Sajdah: 16)

Di sisi lain Allah juga berfirman:

وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ

“Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah.”

(QS. Al-Baqarah: 165)

Pesan yang ingin disampaikan GAN acappella melalui syair tersebut adalah seorang hamba dapat takut kepada neraka, berharap surga, mencintai Allah, mengharap ridha-Nya, dan merindukan perjumpaan dengan-Nya. Semua itu tidak harus dipertentangkan, karena yang dituju tetap satu yaitu ALLAH.

───

Lalu, Apakah GAN Sedang Mengkritik Rabi’ah?

GAN tidak sedang menghakimi Rabi’ah Al-‘Adawiyah. Terlebih lagi, ungkapan yang sangat populer tersebut merupakan perkataan yang dinisbatkan kepada Rabi’ah dan perlu dibedakan antara kemasyhuran sebuah kutipan dengan kepastian sumber sejarahnya. Yang dilakukan GAN adalah menghadirkan sebuah perspektif tauhid melalui karya nasheed kontemporer.

Jika ungkapan yang dinisbatkan kepada Rabi’ah menonjolkan mahabbah, GAN memilih menghadirkan hubungan yang lebih menyeluruh antara khauf + raja’ + mahabbah. Bukan memilih salah satunya.

───

Dari Kontroversi Menjadi Renungan

Pada akhirnya, perdebatan ini bukan hanya tentang Rabi’ah Al-‘Adawiyah dan bukan pula hanya tentang GAN, tetapi tentang kita sendiri.

Mengapa kita beribadah kepada Allah?

Karena takut?

Karena berharap?

Karena cinta?

atau ada yang lainnya?

Jika syair GAN membuat orang kembali bertanya tentang alasan dirinya beribadah kepada Allah, maka kontroversi itu bukan sesuatu yang harus dihindari. Justru itulah awal sebuah perenungan.

───

GAN Acappella

(Grateful Awakened Nasheed)

IG: ganacappella.official

Tiktok: ganacappella

Youtube: ganacappella