31 C
Bogor
Tuesday, May 26, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Mayora Group Plant Cimande Salurkan Hewan Qurban untuk Warga Cimande Hilir

0

Caringin | Jurnal Bogor – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1448 Hijriah, PT Tirta Fresindo Jaya (TFJ) Mayora Group Plant Cimande kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menyalurkan hewan qurban bagi warga Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Selasa (25/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, perusahaan menyalurkan satu ekor sapi dan lima ekor kambing untuk masyarakat di sejumlah wilayah Desa Cimande Hilir. Bantuan itu disambut antusias oleh warga dan pemerintah desa setempat sebagai bentuk nyata kepedulian sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitar.

Satu ekor sapi diberikan kepada warga RT 04 RW 02 Desa Cimande Hilir. Sementara lima ekor kambing disalurkan kepada warga RT 01 RW 03, RT 01 RW 04, Masjid RT 02 RW 03, RW 01, dan Kantor Desa Cimande Hilir.

Factory Manager PT TFJ Plant Cimande, Bambang Hermansyah mengatakan, penyaluran hewan qurban merupakan agenda rutin perusahaan setiap menjelang Idul Adha sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

“Melalui momentum Idul Adha ini kami ingin berbagi kebahagiaan bersama masyarakat. Penyaluran hewan qurban ini merupakan bagian dari program CSR perusahaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dengan warga sekitar,” ujar Bambang Hermansyah.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan baik antara perusahaan dan warga Desa Cimande Hilir.

Sementara itu, DH IRGA PT TFJ Plant Cimande, Herman Wijaya menambahkan, perusahaan terus berupaya menjalin komunikasi dan hubungan harmonis dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

“ Kami berharap bantuan hewan qurban ini bisa membantu masyarakat dalam merayakan Idul Adha dan menjadi berkah bagi semuanya. Kami juga berkomitmen untuk terus menjalankan program-program sosial lainnya demi mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar,” ungkap Herman Wijaya.

Di sisi lain, Kepala Desa Cimande Hilir, SP Yudistira mengapresiasi kepedulian PT TFJ Mayora Group Plant Cimande yang secara konsisten menyalurkan bantuan hewan qurban setiap tahun.

“Kami atas nama Pemerintah Desa Cimande Hilir mengucapkan terima kasih kepada PT TFJ Mayora Group Plant Cimande yang telah menyalurkan hewan qurban kepada masyarakat kami. Ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat dirasakan manfaatnya oleh warga,” kata SP Yudistira.

Penyaluran hewan qurban dilakukan secara simbolis dengan melibatkan pihak perusahaan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga penerima manfaat. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terlihat dalam kegiatan tersebut sebagai wujud sinergi antara perusahaan dan masyarakat. Yudi

IPB Jalin Kerja Sama dengan Yayasan Kampoong Ecopreneur untuk Program Pemberdayaan

0

Bogor | Jurnal Bogor – Yayasan Kampoong Ecopreneur (KE) resmi menandatangani nota kesepahaman dengan IPB University dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penerapan inovasi.

Penandatanganan dilakukan oleh pendiri yayasan, Jamil Azzaini, bersama Wakil Rektor IPB Bidang Konektivitas Global, Kerja Sama dan Alumni, Prof. Dr. Iskandar Z. Siregar.

Jamil mengatakan kerja sama tersebut memiliki makna emosional baginya sebagai alumni sekaligus mahasiswa Program Doktor Manajemen dan Bisnis IPB.

“Ini momen yang sangat mengharukan. Kampus ini yang menempa perjalanan hidup saya, mulai S-1 hingga kini,” ujarnya.

Melalui kerja sama ini, kawasan Kampoong Ecopreneur di Kecamatan Leuwisadeng akan dijadikan living lab bagi IPB University. Kawasan yang berdiri di atas lahan wakaf seluas 1,7 hektar itu dirancang memiliki tiga zona utama, yakni Kampoong Spiritual berbasis pesantren wirausaha (tahfizpreneur), Kampoong Hening untuk terapi berbasis alam (ekoterapi), serta Kampung Niaga yang mengembangkan bisnis berbasis wakaf.

Prof. Iskandar menyambut positif kolaborasi tersebut dan menilai konsep ecopreneur selaras dengan agenda strategis kampus.

“Tahun ini kita akan membuat Sustainability Week, minggu tentang keberlanjutan, yang sangat erat kaitannya dengan ecopreneur,” kata Iskandar.

Ia menambahkan, IPB juga akan mengundang sejumlah mitra internasional dalam agenda tersebut.

Pembangunan kawasan Kampoong Ecopreneur telah dimulai sejak tahun lalu. Saat ini aula masjid sementara telah rampung, sementara pembangunan asrama santri masih berlangsung.

Selain itu, Yayasan Daarut Taufiq Peduli turut meneken kerja sama untuk menyalurkan pembiayaan sekitar Rp1 miliar bagi program pemberdayaan masyarakat.

“Lewat pemberdayaan ini, warga akan diajak menanam ubi untuk keperluan ekspor, sehingga masyarakat bisa menjadi orang yang kaya spiritual dan material,” ujar Jamil.

Tahun ini, Yayasan Kampoong Ecopreneur juga mulai menerima santri tahfizpreneur. Sebanyak 48 santri angkatan pertama dijadwalkan mulai menempati lokasi pada September mendatang.

Jamil menegaskan kawasan di Leuwisadeng tersebut dirancang sebagai proyek percontohan yang nantinya akan dikembangkan ke berbagai daerah.

“Insyaallah akan kita duplikasi di banyak tempat,” katanya. Yudi

,

,

Bersama Komunitas Sejalan, RSUD R.Moh.Noh Nur Edukasi Osteoartritis

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam memperingati Hari Jadi Bogor ke-544 dan Hari Lanjut Usia Nasional, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, Kabupaten Bogor menggelar kegiatan senam bersama dan edukasi kesehatan bertajuk “Mengenal Osteoartritis bagi Komunitas Spirit Sejalan” yang diikuti oleh puluhan peserta lanjut usia.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif rumah sakit dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan tulang dan sendi di usia lanjut. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, dr. Esther Melanni, M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mempererat hubungan antara fasilitas pelayanan kesehatan dengan masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas hidup lansia melalui pola hidup sehat, aktivitas fisik yang teratur, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Kegiatan diawali dengan pengecekan kesehatan CKG kepada peserta yang hadir. Dari total 45 peserta, sebanyak 41 orang menjalani pemeriksaan tekanan darah, 8 orang melakukan pemeriksaan kolesterol, 15 orang pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), serta 3 orang melakukan pemeriksaan asam urat. Setelah pemeriksaan kesehatan, peserta mengikuti senam bersama yang dilaksanakan di Lapangan WR Supratman dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Dalam sesi edukasi kesehatan, dr. Basuki Adam, Sp.OT., memberikan pemaparan mengenai osteoartritis serta berbagai gangguan tulang dan sendi yang umum dialami pada usia lanjut. Edukasi disampaikan secara interaktif agar peserta lebih mudah memahami cara menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot agar tetap aktif di usia lanjut.

Salah satu peserta bernama Ma Erat (62 tahun) menanyakan mengenai cara mengatasi rasa sakit pada tulang punggung belakang yang sering dialaminya. Menanggapi hal tersebut, dr. Basuki Adam, Sp.OT., menjelaskan bahwa keluhan tersebut dapat disebabkan oleh proses degeneratif tulang atau osteoporosis yang sering dikenal masyarakat sebagai pengapuran tulang.

Ia menjelaskan bahwa penanganan kondisi tersebut memerlukan istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi seimbang, pemenuhan kalsium dan vitamin D, serta olahraga ringan secara rutin untuk menjaga kekuatan tulang dan stabilitas tubuh. Selain itu, menjaga berat badan ideal dan menghindari aktivitas berat berlebihan juga dinilai penting untuk mencegah perburukan keluhan.

Salah satu peserta kegiatan, Ibu Wawat (63 tahun), menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya setelah mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah bisa mengikuti kegiatan ini dan luar biasa. Terima kasih kepada RSUD atas segala fasilitas yang diberikan, semoga sukses selalu,” ujar Ibu Wawat.

Sementara itu, Bapak Samijo (76 tahun) mengaku merasa senang dan terbantu dengan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada para lansia.

“Petugasnya baik dan pelayanannya juga nyaman. Saya jadi merasa lebih sehat setelah ikut kegiatan ini,” ujar Samijo.

Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian souvenir dari RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang. Suasana semakin meriah dengan pembagian doorprize kepada peserta, Seluruh rangkaian kegiatan turut didukung oleh Diabetasol sebagai sponsor dari awal hingga akhir kegiatan.

Melalui kegiatan ini, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang berharap edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia, dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit, penerapan pola hidup sehat, serta menjaga kualitas hidup agar tetap aktif, mandiri, dan produktif di usia lanjut.

(yev/cc)

Gerakan ASRI Perkuat Lingkungan Kerja dan Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

0

Serpong | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggelar pencanangan Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dipusatkan di Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan mendukung optimalisasi pemanfaatan lahan di seluruh unit pelaksana teknis (UPT) lingkup BPPSDMP.

Gerakan ASRI dilaksanakan secara serentak dan diikuti oleh seluruh UPT BPPSDMP melalui Zoom Meeting. Setiap unit kerja melaksanakan kegiatan ASRI di lingkungan masing-masing dan melaporkan pelaksanaannya secara langsung kepada Kepala BPPSDMP.

Gerakan ASRI merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto, dalam menciptakan lingkungan nasional yang bersih, sehat, dan indah melalui penanganan sampah terpadu, penataan ruang, serta penguatan budaya kebersihan di lingkungan perkantoran, fasilitas publik, dan permukiman.

Keberhasilan swasembada pangan nasional disebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia pertanian yang unggul, disiplin, produktif, serta didukung lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan, sebagaimana yang selama ini ditekankan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pencanangan Gerakan ASRI lingkup BPPSDMP yang ditandai dengan penekanan tombol sirene dan dilanjutkan dengan monitoring pelaksanaan kegiatan pertanaman AAS dan ASRI di UPT BPPSDMP, serta NGOBRAS (Ngobrol Santai) bersama penyuluh pertanian dengan tema Gerakan ASRI untuk Kehidupan Berkualitas dalam mendukung kinerja penyuluh pertanian guna mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

Kegiatan dilanjutkan dengan tanam perdana sayuran di lahan kampus PEPI sebagai bentuk optimalisasi pemanfaatan lahan produktif di lingkungan pendidikan vokasi pertanian.

Dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis bersama Badan Gizi Nasional, BPPSDMP juga melaksanakan groundbreaking Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan melibatkan UPT pendidikan lingkup BPPSDMP.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Badan PPSDMP Zuroqi Mubarok, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Tedy Dirhamsyah, serta Direktur Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia Harmanto bersama jajaran pusat dan UPT lingkup BPPSDMP.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti mengatakan, Gerakan ASRI menjadi langkah bersama dalam membangun budaya kerja yang sehat dan produktif di lingkungan BPPSDMP.

“Gerakan ASRI bukan hanya soal kebersihan lingkungan kerja, tetapi juga membangun karakter dan budaya kerja ASN pertanian agar lebih disiplin, sehat, produktif, serta mampu menjadi contoh di tengah masyarakat,” ujar Idha.

Menurutnya, lingkungan kerja yang aman, sehat, resik, dan indah akan mendukung peningkatan kualitas pelayanan, pendidikan vokasi, serta kinerja penyuluhan pertanian dalam mendukung target swasembada pangan berkelanjutan.

“Kami ingin seluruh UPT BPPSDMP memiliki semangat yang sama dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, produktif, dan mampu mendukung pengembangan SDM pertanian yang unggul,” tutupnya.

(Restu/BBPMKP)

PT PMC Gelar Penanaman Pohon Bersama Masyarakat Tamansari

0

Tamansari – PT Prima Mustika Candra (PMC) memulai program penghijauan di Kampung Calobak, Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, melalui kegiatan penanaman pohon bersama masyarakat dan sejumlah elemen pemuda, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT PMC yang bekerja sama dengan organisasi Sahabat Hutan Indonesia dalam gerakan penanaman satu juta pohon secara nasional.

Staf Aset Manajemen PT PMC, Ruben mengatakan, wilayah Tamansari dipilih sebagai lokasi pilot project pertama program penghijauan tersebut.

“PT PMC memberikan CSR kepada Sahabat Hutan Indonesia untuk program penanaman satu juta pohon di seluruh Indonesia. Untuk pilot project pertama dilaksanakan di wilayah Tamansari,” ujarnya di sela kegiatan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan penghijauan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari Pramuka SMAN 1 Tamansari, Karang Taruna, perangkat desa, aliansi ormas, tokoh agama hingga tokoh masyarakat setempat.

Selain penanaman pohon, PT PMC juga mengungkapkan rencana penataan kawasan hijau di sekitar aliran Sungai Cileobak dengan konsep penghijauan berbasis bambu.

“Nanti ke depan ada rencana penataan kawasan di sekitar sungai dengan konsep penghijauan berbasis bambu,” katanya.

Menurut pihak perusahaan, program penghijauan akan dilakukan secara berkelanjutan dan diperluas ke sejumlah wilayah lain di sekitar Tamansari, seperti Sukaluyu dan Sukajaya.

“Minggu depan atau dua minggu lagi kemungkinan akan dilaksanakan di Sukaluyu, kemudian dilanjutkan ke Sukajaya,” ujarnya.

PT PMC juga menyiapkan sejumlah program sosial lain bagi masyarakat, di antaranya layanan kesehatan, sunatan massal, kegiatan keagamaan hingga dukungan sarana olahraga warga.

“CSR kami tidak terbatas hanya penanaman pohon. Ke depan ada kegiatan kesehatan, sunatan massal, kegiatan keagamaan hingga dukungan sarana olahraga masyarakat,” katanya.

Selain itu, perusahaan berencana menjalankan program pembinaan pertanian bagi masyarakat penggarap melalui pola kerja sama pemanfaatan lahan sementara di area milik perusahaan.

“Nanti akan ada program pembinaan bagi petani penggarap melalui kerja sama pemanfaatan lahan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Sahabat Hutan Indonesia, Ikman Periatna menyambut baik kolaborasi penghijauan bersama PT PMC di wilayah Tamansari.

“Kegiatan ini menjadi langkah awal gerakan penghijauan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Kami berharap program penanaman pohon ini bisa memberi dampak nyata bagi lingkungan dan menjadi contoh kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, gerakan penghijauan harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menjaga keseimbangan lingkungan dan mengurangi risiko kerusakan alam di masa mendatang.

“Kami berharap pohon yang ditanam hari ini tidak hanya seremoni, tetapi benar-benar dirawat dan dijaga bersama,” katanya.

Kepala Desa Tamansari, Sunandar mengapresiasi kegiatan penanaman pohon yang dilakukan PT PMC dan berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Hari ini diketahui bersama sedang dilaksanakan kegiatan penanaman pohon oleh PT PMC. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, program penghijauan tersebut sejalan dengan arahan pemerintah mengenai pentingnya pelestarian lingkungan hidup dan pencegahan bencana.

“Ini bukan sekadar pendapat pribadi, tetapi memang sudah menjadi konsep alam bahwa penghijauan dan revegetasi dapat membantu menekan risiko kebanjiran,” kata Sunandar.

Ia berharap kegiatan penghijauan tersebut tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi benar-benar dijaga dan dirawat sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Semoga keberadaan perusahaan di Tamansari dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui program lingkungan, sosial, maupun pemberdayaan ekonomi warga,” harapnya. Yudi

Urban Farming Kian Diminati, Kementan Dorong Peluang Usaha Tabulampot dari Pekarangan Rumah

0

Bogor | Jurnal Bogor
Minat masyarakat terhadap urban farming atau pertanian perkotaan terus meningkat seiring kebutuhan pangan sehat dan produktivitas di lahan terbatas. Menjawab tren tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui program Bertani on Cloud (BOC) Vol.352 mengangkat tema “Panen Buah dan Peluang Usaha Tabulampot di Era Urban Farming” yang digelar secara daring dan disiarkan langsung dari Ciawi oleh Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP), Kamis (21/5/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat untuk memahami bahwa keterbatasan lahan di perkotaan bukan menjadi penghalang dalam bertani. Melalui budidaya tanaman buah dalam pot atau tabulampot, masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk menjawab kebutuhan masyarakat urban melalui konsep pertanian modern yang fleksibel dan produktif.

Menurutnya, pertanian tidak lagi identik dengan lahan luas di pedesaan, tetapi juga dapat tumbuh di lingkungan rumah tangga sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan keluarga dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa akses pembelajaran pertanian perlu terus diperluas agar semakin mudah dijangkau masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital melalui kegiatan seperti Bertani on Cloud menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pembelajaran pertanian yang praktis, aplikatif, dan dapat diikuti peserta dari berbagai daerah.

Dalam sesi materi, narasumber Heri Ashari membagikan pengalaman seputar budidaya tabulampot, mulai dari teknik pemilihan bibit, media tanam, perawatan, pemupukan, hingga strategi pengembangan usaha berbasis tanaman buah dalam pot.

Menurutnya, selain menjadi solusi bercocok tanam di lahan terbatas, tabulampot juga memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Tingginya minat masyarakat terhadap tanaman produktif dan estetika pekarangan menjadi peluang pasar yang terus berkembang.

Sementara itu, Kepala BBPMKP Sukim Supandi menyampaikan bahwa program Bertani on Cloud merupakan salah satu inovasi pembelajaran yang dikembangkan untuk memperluas akses pengetahuan dan keterampilan pertanian bagi masyarakat.

Ia menambahkan bahwa model pelatihan saat ini harus semakin adaptif, mudah diakses, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk generasi muda yang mulai tertarik pada pertanian modern dan urban farming.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Pertanian berharap semakin banyak masyarakat terdorong memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang mendukung peningkatan ekonomi keluarga. ( Restu /BBPMKP)

Generasi Gadget dan Ancaman Mata Minus

0

Di era digital seperti pada masa kini, gadget sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Bagi anak-anak belajar, bermain, hingga menonton kini banyak dilakukan melalui layer ponsel, tablet maupun komputer. di balik kemudahan dan kemajuan teknologi tersebut, muncul kekhawatiran baru terhadap kesehatan mata anak. Salah satu yang paling sering ditemukan adalah meningkatnya kasus Myopia atau mata minus.

Apa Itu Mata Minus?

Mata minus atau myopia adalah kondisi ketika seseorang kesulitan melihat objek jauh (rabun jauh). Pada anak, kondisi ini biasanya muncul saat usia sekolah dan dapat bertambah seiring pertumbuhan. Rabun jauh terjadi karena bola mata terlalu panjang atau kornea terlalu melengkung sehingga bayangan benda jatuh di depan retina, bukan tepat di retina.

Kenapa Kasus Mata Minus Meningkat?

Salah satu faktor terbesar adalah perubahan gaya hidup anak-anak jaman sekarang. Anak-anak banyak menghabiskan waktu:

  • menatap layar gadget,
  • membaca dari jarak dekat terlalu lama,
  • bermain di dalam rumah,
  • dan kurang aktivitas luar ruangan.

Mata yang terus bekerja fokus pada jarak dekat dalam waktu lama diduga berperan dalam perkembangan myopia. Selain itu, kurangnya paparan cahaya alami saat bermain di luar ruangan juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko mata minus pada anak. Faktor keturunan yaitu anak dengan orang tua minus memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa.

Tanda-Tanda Anak Mulai Mengalami Mata Minus

Kenali tanda-tanda anak mulai menngalami mata minus dan orang tua perlu memperhatikan beberapa kebiasaan berikut:

  • sering menyipitkan mata,
  • duduk terlalu dekat dengan TV,
  • mendekatkan buku atau gadget terlalu dekat ke wajah
  • sulit melihat tulisan di papan,
  • prestasi belajar menurun karena sulit melihat.

Cara Membantu Mencegah Mata Minus Bertambah

Pada dasarnya gadget bukan satu-satunya penyebab, tetapi penggunaan berlebihan tanpa jeda dapat meningkatkan kelelahan mata dan memperburuk kebiasaan melihat dekat. Yang perlu diperhatikan adalah:

  • durasi penggunaan,
  • jarak melihat,
  • pencahayaan,
  • dan kurangnya aktivitas luar ruangan.

Karena itu, anak tetap boleh menggunakan gadget, tetapi harus dibatasi dan diimbangi aktivitas lain. Berikut Adalah beberapa langkah sederhana dapat membantu menjaga kesehatan mata anak:

  • batasi screen time
  • ajak anak bermain di luar ruangan, setidaknya 2 jam dalam sehari
  • gunakan pencahayaan yang baik saat belajar,
  • Batasi jarak saat melihat gadget setidaknya +- 60 cm
  • lakukan pemeriksaan mata rutin ke dokter mata
  • Aturan sederhana yang sering dianjurkan adalah aturan 20-20-20: setiap 20 menit melihat dekat, alihkan pandangan ke objek sejauh sekitar 20 kaki selama 20 detik.

Jangan Menunggu Anak Mengeluh

Pemeriksaan mata penting dilakukan meskipun anak tidak mengeluh. Deteksi dini membantu mencegah gangguan belajar dan memantau perkembangan minus sejak awal.

Mata minus memang semakin sering terjadi pada anak modern, tetapi kebiasaan yang sehat dan pemeriksaan rutin dapat membantu menjaga kualitas penglihatan mereka.

dr. Diniar Syabillania

Sumber Referensi

Dewan Pengawas PPJ Sayangkan Sikap Kuasa Hukum PT Zon Mekar Abadi

0

Bogor | Jurnal Bogor

Dewan Pengawas PPJ Kota Bogor Soroti Sikap Kuasa Hukum PT Zon Mekar Abadi Saat Rapat Addendum Pasar Devries

BOGOR – Dewan Pengawas Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor angkat bicara terkait memanasnya rapat pembahasan addendum kerja sama pengelolaan area Pasar Devries bersama PT Zon Mekar Abadi pada Kamis (21/5).

Anggota Dewan Pengawas Perumda PPJ Kota Bogor, Ian Mulyana Jaya Sumpena menjelaskan, rapat tersebut digelar sebagai tindak lanjut atas usulan addendum Perjanjian Kerja Sama Nomor 644/PKS.90-PPJ/2025 antara Perumda PPJ dan PT Zon Mekar Abadi tertanggal 20 Juni 2025.

Menurut Ian, addendum yang diajukan memuat sejumlah perubahan substansial, mulai dari penambahan area pengelolaan di lantai bawah Pasar Devries, perubahan ruang lingkup kerja sama, penyesuaian nilai kontribusi, hingga perubahan masa pengelolaan dan rencana renovasi area komersial baru.

“Karena perubahan yang diajukan cukup substansial dan menyangkut pengelolaan aset serta nilai kerja sama, maka Dewan Pengawas memandang perlu dilakukan pembahasan langsung bersama para principal dari masing-masing pihak,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Jumat (22/5).

Ia menegaskan, Dewan Pengawas tidak pernah melarang kehadiran kuasa hukum PT Zon Mekar Abadi dalam forum tersebut. Namun, pihaknya tetap meminta agar direksi atau principal perusahaan hadir langsung dalam pembahasan.

“Kami mempersilakan kuasa hukum mendampingi. Tetapi karena substansi addendum menyangkut keputusan penting dan strategis, maka kehadiran principal diperlukan agar pembahasan berjalan jelas dan keputusan bisa diambil secara tepat,” katanya.

Ian memaparkan, Dewan Pengawas telah mengirimkan surat undangan resmi kepada Direksi dan Manajemen PT Zon Mekar Abadi melalui surat Nomor 005/DP/036-PPJ tertanggal 19 Mei 2026 untuk menghadiri rapat di Kantor Pusat Perumda PPJ Kota Bogor.

Namun saat rapat berlangsung, situasi disebut memanas setelah kuasa hukum PT Zon Mekar Abadi, Herly Hermawan SH, menyampaikan protes dengan nada tinggi dan mempertanyakan kehadiran direksi Perumda PPJ.

“Pada saat forum dimulai, yang bersangkutan berdiri, menunjuk-nunjuk peserta rapat, menggebrak meja, dan menyampaikan pernyataan dengan nada emosional di forum resmi kelembagaan,” ungkap Ian.

Akibat situasi tersebut, rapat pembahasan addendum akhirnya tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dewan Pengawas menilai sikap tersebut tidak mencerminkan etika komunikasi profesional dalam forum resmi.

Meski demikian, Ian menegaskan Dewan Pengawas tidak memiliki persoalan dengan PT Zon Mekar Abadi maupun Direktur PT Zon Mekar Abadi, Tjung Sin Kwee. Keberatan Dewan Pengawas lebih ditujukan terhadap sikap personal kuasa hukum perusahaan dalam forum tersebut.

“Kami tetap mengedepankan penyelesaian secara baik, profesional, dan proporsional demi menjaga hubungan kelembagaan dan keberlangsungan kerja sama,” tegasnya.

Dewan Pengawas PPJ Kota Bogor juga membuka kemungkinan mengambil langkah sesuai ketentuan hukum dan etika profesi advokat apabila tidak ada itikad baik untuk menyampaikan permohonan maaf secara tertulis maupun langsung kepada Dewan Pengawas.

** Fredy Kristianto

Perkara Aset Daerah, Kejari Kabupaten Bogor Tunggu BPKP dan Saksi Ahli

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor menunggu Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) perwakilan Jawa Barat (Jabar)dalam perhitungan kerugian negara atas dugaan penyelewengan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bogor Andri Zulfikar mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan lembaga berwenang terhadap penghitungan kerugian negara.

“Untuk kasus dugaan penyelewengan aset daerah itu, sekarang kami sedang menunggu hasil perhitungan kerugian negara oleh BPKP di Bandung,” ujar Andri kepada Jurnal Bogor, Kamis (21/05/2026).

Jaksa terbaik se-Indonesia tahun 2025 itu menambahkan, penambahan saksi spesialis juga dilakukan untuk melengkapi proses hukum atas perkara tersebut.

“Sementara untuk saksi-saksi yang berkaitan langsung terhadap perkara sudah cukup. Tetapi ada beberapa ahli yang memang akan lakukan pemeriksaan karena hasil dari diskusi dengan BPK, kami diminta untuk menambahkan ahli yaitu salah satunya ahli keuangan negara,” kata Andri.

Mantan Kasi Pidsus Kejari Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan yang pernah menangkap oknum Ketua DPRD beserta wakilnya di Kabupaten Bantaeng itu menerangkan, keterangan saksi ahli itu memperkuat kerangka perkara dalam proses hukum atas dugaan penyelewengan aset milik Pemkab Bogor tersebut.

“Ahli keuangan negara itu untuk menyatakan apakah hal-hal yang kami lakukan ditahap penyidikan untuk perkara ini, itu masuk atau tidak ruang lingkup keuangan negara? Kami menggunakan ahli keuangan negara dari Universitas Hassanudin Makassar yaitu Prof Arif namanya,” terangnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, pihaknya akan segera menyelesaikan perkara yang baru ditangani pada Tahun 2026 sekarang.

“Kami meminta dukungan seluruh masyarakat dan akan menuntaskan kasus ini sesuai dengan prosedur penanganan perkara. Maka dari itu, semua pihak bersabar,” tandasnya. n Noverando H

Perkuat Budaya Kerja BerAKHLAK, Kementan Siapkan ASN Adaptif dan Profesional

0

Ciawi | Jurnal Bogor – Kementerian Pertanian terus memperkuat budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) melalui sosialisasi budaya kerja, kode etik, dan disiplin pegawai yang digelar di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP), Ciawi, Bogor, Senin (18/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ASN yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

Sosialisasi yang diselenggarakan oleh Biro Organisasi dan SDM Aparatur Kementerian Pertanian tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman ASN terhadap penerapan nilai dasar ASN BerAKHLAK, kode etik, kode perilaku, serta disiplin pegawai dalam mendukung birokrasi yang adaptif dan akuntabel.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penguatan budaya kerja ASN merupakan fondasi penting dalam mendukung transformasi birokrasi dan percepatan pembangunan sektor pertanian nasional.

Menurutnya, ASN Kementerian Pertanian dituntut bekerja secara profesional, disiplin, dan menjunjung tinggi integritas agar mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif serta memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa penguatan budaya kerja perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk menciptakan SDM pertanian yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi perubahan.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai BerAKHLAK tidak hanya menjadi pedoman administratif, tetapi harus diterapkan dalam setiap pelaksanaan tugas, termasuk menjaga etika kerja, disiplin, dan komitmen pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman terkait tantangan birokrasi ke depan, implementasi budaya kerja ASN, penerapan kode etik, hingga penguatan disiplin pegawai sesuai regulasi yang berlaku.

Sementara itu, Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, menjelaskan bahwa lembaga pelatihan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan nilai dasar ASN, termasuk melalui penyelenggaraan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS di lingkungan Kementerian Pertanian.

Menurutnya, pembentukan ASN yang profesional tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga integritas, etika, dan semangat pengabdian dalam melayani masyarakat.

“Penguatan budaya kerja dan disiplin menjadi bagian penting dalam mencetak generasi ASN pertanian yang siap bekerja profesional, adaptif, dan berorientasi pelayanan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Pertanian berharap implementasi budaya kerja ASN dapat berjalan secara konsisten sehingga mendorong terciptanya birokrasi yang profesional, akuntabel, dan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

(Restu /BBPMKP)