32.9 C
Bogor
Thursday, May 14, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Pemuda di Pasir Jaya Tewas Dipatuk Ular

0

Bogor | Jurnal Bogor

Dua pemuda asal Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, meregang nyawa akibat dipatuk ular.

Seorang di antaranya orang dinyatakan meninggal dunia dan satu lainnya dalam kondisi kritis di Rumah Sakit (RS) Ummi setelah terkena gigitan ular berbisa di kawasan Landbow, RW 13, Pasir Jaya.

​Peristiwa memilukan ini bermula pada Selasa sore (12/5). Saat itu, tiga remaja sedang bermain di area Landbow, sebuah lokasi yang kerap dijadikan warga sebagai tempat olahraga lari pagi.

Di tengah aktivitas tersebut, mereka menemukan seekor ular dengan motif belang dan memutuskan untuk menangkapnya. Belakangan hewan melata tersebut diketahui adalah ular weling, yang berbisa tinggi.

​Saksi mata menyebutkan bahwa para pemuda tersebut tidak menyadari bahwa ular yang mereka tangkap adalah jenis ular berbisa mematikan.

Karena dianggap tidak berbahaya, ular tersebut bahkan sempat dibawa pulang ke rumah oleh mereka.

​”Mereka menganggap itu ular biasa, tidak tahu kalau itu ular belang yang sangat berbisa. Bahkan setelah digigit pun, mereka tidak langsung memberitahu orang tua karena mengira hal itu biasa saja,” ujar salah satu warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut.

​Efek racun baru mulai terasa pada Rabu pagi (13/5). Tubuh kedua korban mulai menunjukkan gejala keracunan hebat hingga harus dilarikan ke fasilitas medis.

Sayangnya, bagi salah satu korban bernama Umar, warga RT 01/RW 15 Kelurahan Pasir Jaya, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

​Sementara itu, rekan Umar yang bernama Hendra, warga RT 02/RW 15 Pasir Jaya, saat ini masih berjuang melewati masa kritis.

Hendra tengah menjalani perawatan intensif di ruang IGD RS Ummi Bogor.

​”Korban atas nama Hendra sekarang masih dirawat di RS Ummi dalam kondisi kritis. Racun ular sudah menyebar sejak pagi tadi,” tambah keterangan dari pihak lingkungan setempat.

​Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bogor Barat, untuk lebih waspada terhadap kemunculan satwa liar di area terbuka.

Para ahli sering mengingatkan agar warga tidak melakukan kontak langsung atau mencoba menangkap ular jika tidak memiliki keahlian khusus, terutama jenis ular belang (Welang/Weling) yang memiliki racun neurotoksin yang sangat kuat namun sering kali gigitannya tidak menimbulkan rasa sakit yang ekstrem di awal.

​Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban meninggal dunia telah disemayamkan oleh pihak keluarga, sementara tim medis masih terus memantau perkembangan kondisi korban kritis di RS Ummi.

** Fredy Kristianto

Bimba RK Planes Pagelaran Edukasi Keselamatan Lewat Fieldtrip ke Damkar Ciomas

0

Ciomas | Jurnal Bogor – Bimba RK Planes Pagelaran menggelar fieldtrip edukatif ke Kantor Pemadam Kebakaran Sektor Ciomas yang dipimpin Yulius Jabrail. Kegiatan ini diikuti 84 peserta didampingi orang tua serta enam guru pendamping sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas yang menyenangkan dan penuh edukasi.

Branch Manager Bimba RK Planes Cabang Taman Pagelaran, Synthia Nusrat mengatakan, kegiatan fieldtrip ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung kepada anak-anak mengenai pentingnya keselamatan serta mengenalkan profesi pemadam kebakaran.

“Anak-anak diajak melihat langsung fasilitas pemadam kebakaran dan berinteraksi dengan petugas yang setiap hari bertugas menjaga keselamatan masyarakat,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai alat pemadam kebakaran seperti APAR (Alat Pemadam Api Ringan), fire blanket atau selimut api, hidran, hingga selang air pemadam. Mereka juga mendapatkan edukasi tentang langkah-langkah menghadapi situasi darurat seperti kebakaran maupun kebocoran gas.

Tak hanya itu, para peserta juga dikenalkan lebih jauh mengenai tugas pemadam kebakaran yang ternyata tidak hanya memadamkan api, tetapi juga membantu masyarakat dalam berbagai kondisi darurat, seperti menangkap ular hingga membantu evakuasi warga.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional anak-anak. Mereka belajar bekerja sama, berani bertanya, serta mengekspresikan rasa ingin tahu melalui interaksi langsung dengan petugas damkar.

Dengan suasana belajar yang interaktif, anak-anak tampak antusias mencoba berbagai peralatan pemadam kebakaran. Pengalaman tersebut membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami.

Kegiatan Fieldtrip

Selain anak-anak, para orang tua juga mendapatkan edukasi keselamatan, khususnya mengenai cara menghadapi kebocoran gas di rumah serta pentingnya segera menghubungi petugas pemadam kebakaran apabila membutuhkan bantuan.

Fieldtrip ini sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan kepada anak-anak agar selalu menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Sebagai penutup kegiatan, anak-anak bermain air menggunakan mobil pemadam kebakaran dengan penuh keceriaan. Mereka juga mendapatkan snack berbentuk mobil damkar yang menambah kesan unik dan menyenangkan dari kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak semakin memahami pentingnya keselamatan serta memiliki rasa hormat terhadap profesi pemadam kebakaran sebagai garda terdepan dalam membantu masyarakat. Yudi

Bilaz Coffee Tawarkan Kopi Asli Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Bisnis coffee shop di Kota Bogor terus berkembang pesat. Namun, tidak banyak pelaku usaha yang menawarkan kopi asli Bogor sebagai produk unggulan.

Berangkat dari semangat memperkenalkan kopi lokal, Bilaz Coffee Corner hadir di Jalan Curug Mekar Nomor 63, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Coffee shop dengan tagline “Let Coffee Connect Us” itu mengandalkan kopi asal Paseban Puncak, Kabupaten Bogor.

Manajer Bilaz Coffee Corner, Suparman, mengatakan pihaknya sengaja memilih kopi lokal Bogor karena memiliki cita rasa khas dan lebih pekat dibanding kopi dari daerah lain.

“Kami sempat mencoba kopi dari daerah lain, tapi rasanya kurang masuk. Kita ingin mengedukasi masyarakat bahwa kopi Bogor tidak kalah nikmat dan bisa bersaing,” ujar Suparman kepada wartawan, Rabu (13/5).

Selain memperkenalkan kopi lokal, Bilaz Coffee Corner juga ingin membantu meningkatkan perkembangan petani kopi di Bogor.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Bogor juga punya kopi berkualitas, sehingga warga harus bangga dengan produk daerah sendiri,” katanya.

Bilaz Coffee Corner menyediakan berbagai jenis minuman kopi, mulai dari kopi tubruk robusta seharga Rp16 ribu dan arabika Rp19 ribu. Selain itu, tersedia menu andalan “Kopi Sore” berupa kopi susu gula aren dengan rasa lebih pekat, dibanderol Rp16 ribu untuk ukuran medium dan Rp22 ribu ukuran large.

Tak hanya itu, coffee shop tersebut juga menawarkan menu cold brew premium yang dipadukan dengan soda dan sirup apel. Minuman itu dijual Rp36 ribu ukuran medium dan Rp46 ribu ukuran large.

Selain kopi, Bilaz Coffee Corner menyediakan berbagai makanan seperti rice bowl beef teriyaki, chicken katsu, bakso aci, roti bakar, donat, dan cireng.

Coffee shop ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas, mulai dari area reguler bernuansa industrial, VIP room dengan fasilitas karaoke keluarga dan kursi pijat, meeting room berkapasitas 30 orang dengan layar LED 75 inci, hingga area rooftop untuk kegiatan event dan nonton bareng.

Untuk menarik pengunjung, Bilaz Coffee Corner menyediakan fasilitas photobooth dengan tarif Rp30 ribu serta layanan sisha seharga Rp150 ribu per set.

Suparman mengatakan, Bilaz Coffee Corner menyasar kalangan anak muda dengan konsep tempat nongkrong santai dan tidak formal.

“Kita menyediakan tempat nongkrong anak muda yang lebih santai dan nyaman,” ucapnya.

Bilaz Coffee Corner buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 22.00 WIB. Selama masa soft opening, pengunjung juga bisa menikmati promo diskon 30 persen selama satu bulan.

** Fredy Kristianto

Karyawan RSUD RH Satibi Goes to Yogyakarta Seizin Sekda dan Bupati

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD RH Satibi, dr. Agus Fauzi, M.Kes angkat bicara mengenai Program Capacity Building atau plesiran ratusan pegawai ke Yogyakarta. Ia memastikan pelaksanaan kegiatan tersebut sudah mendapat izin dari Sekretaris Daerah (Sekda) Ajat Rochmat Jatnika dan Bupati Bogor Rudy Susmanto.

“Waktu itu kami sudah melaporkan ke Pak Sekda dan Pak Bupati. Bapak izin. Jadi kalau tidak diizinkan, kita juga enggak berangkat kan?,” kata Agus saat dihubungi Jurnal Bogor melalui sambungan WhatsApp, Selasa (12/5/2026) malam..

Wadir RSUD RH Satibi menceritakan, saat memberikan izin kegiatan “Goes to Yogyakarta” itu, Bupati berpesan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal.

“Yang penting dok, tidak mengganggu pelayanan. Alhamdulillah Pak, karena kita bagi tiga gelombang. Jadi pelayanan tetap normal karena masih ada gelombang lainnya,” kata Agus menjelaskan.

Adapun terkait program efisiensi yang dicanangkan Bupati Bogor, Wadir RSUD RH Satibi mengatakan bahwa kegiatan plesiran ke Yogyakarta tidak menggunakan anggaran APBD. Sumber pembiayaan tamasya ratusan pegawai ke Yogya itu bersumber dari BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) RSUD RH Satibi.

“Jadi tidak ada sepeser pun menggunakan anggaran APBD. Kita menggunakan anggaran sendiri dari rumah sakit,” ujar dia.
Agus menambahkan, Program Capacity Building bagi seluruh pegawai RSUD RH Satibi ini sudah berjalan selama 3 tahun. Program tersebut sudah terencana bagi seluruh karyawan rumah sakit yang dulu bernama RSUD Cileungsi.

Tujuan program, lanjut dia, yaitu peningkatan kapasitas seluruh SDM RSUD ( dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, tenaga kesehatan lain, Satpam, OB. Kemudian penguatan sinergitas dan harmonisasi antar jajaran dan meningkatkan etos budaya kerjasama seluruh karyawan.

“Harapannya: agar dpt meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSUD RH Satibi Cileungsi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto mendukung program plesiran karyawan RSUD RH Satibi yang diperkirakan menelan biaya miliaran rupiah itu. “Sebenarnya Capacity building itu kebutuhan sdm, yang penting tidak menganggu pelayanan,” katanya.

Seperti diberitakan Jurnal Bogor pada Selasa (5/52026), sebanyak 900 pegawai RSUD RH Satibi di Cileungsi berangkat plesiran wisata ke Yogyakarta pada Senin (4/5/2026). Keberangkatan para pekerja itu akan dibagi dalam 3 kelompok secara bertahap. n-Arie Surbakti

Kelompok Swadaya Masyarakat. Dibekali Teknis Pemeliharaan Drainase Vertikal Untuk Kendalikan Banjir

0

Cibinong | Jurnal Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Bogor terus memperkuat upaya penanganan genangan air dan pengendalian banjir lokal melalui peningkatan kapasitas masyarakat. Lewat Pelatihan Bimbingan Teknis Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dalam Operasi dan Pemeliharaan Drainase Vertikal Tahun Anggaran 2026, selama 3 hari pada (11-13 Mei 2026)

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam memastikan infrastruktur drainase tidak hanya dibangun, tetapi juga berfungsi optimal dan berkelanjutan melalui peran aktif masyarakat.

“Drainase vertikal memiliki peran penting dalam meningkatkan daya resap tanah dan mengurangi risiko genangan. Namun keberhasilannya sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat, khususnya KSM, dalam pengelolaan dan pemeliharaannya,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, para anggota KSM dibekali pengetahuan teknis terkait operasi dan pemeliharaan drainase vertikal, sehingga mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga fungsi infrastruktur lingkungan di wilayahnya masing-masing.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mewujudkan kawasan permukiman yang sehat, aman, dan berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan perubahan lingkungan seperti peningkatan limpasan air hujan dan berkurangnya daya resap tanah.

Ia menegaskan bahwa keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Kegiatan Bimtek ini dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap penguatan infrastruktur berbasis masyarakat.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan KSM dapat semakin profesional, sigap, dan berdaya dalam menjaga sistem drainase lingkungan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat luas.

Disdik Kabupaten Bogor Gelar Porseni dan Penguatan Karakter Peserta Didik PAUD

0

Caringin | Jurnal Bogor – Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor bidang Pauddikmas seksi PDPK menggelar kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) serta pembangunan karakter peserta didik PAUD yang diikuti sekitar 200 anak didik PAUD. Kegiatan tersebut berlangsung di Grand Pesona Caringin, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan jiwa sportivitas dan kejujuran sejak usia dini, sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk membangun rasa percaya diri dan mengembangkan kreativitas. Selain itu, kegiatan juga menjadi sarana menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, dan toleransi antar peserta didik serta mempererat hubungan antar satuan pendidikan PAUD.

Kepala Bidang PAUD Dikmas Kabupaten Bogor, Siswanto, mengatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter anak, termasuk dalam menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sebagai bagian dari pendidikan antikorupsi sejak dini.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan panduan pendidikan antikorupsi yang dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yakni melalui pembiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) menjadi langkah nyata dalam membangun generasi berkarakter sejak PAUD. Melalui kegiatan seperti Lomba Senam 7 KAIH yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Bidang PAUD, anak-anak dibiasakan hidup sehat, disiplin, percaya diri, bekerja sama, serta memiliki sikap jujur dan bertanggung jawab,” ujar Siswanto.

Ia menambahkan, pendidikan karakter dan budaya antikorupsi perlu ditanamkan sejak usia dini sebagai dasar membentuk generasi Indonesia yang hebat dan berintegritas. Yudi

Phytochemindo Targetkan Kemandirian Ekstrak Bahan Alam

0

Bogor | Jurnal Bogor

PT Phytochemindo Reksa meresmikan Pabrik Klapanunggal di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian ekstrak bahan baku alam nasional. Peresmian tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri ekstrak bahan alam Indonesia yang berbasis riset dan berdaya saing global.

Peresmian dilakukan Direktur Utama Patrick Kalona bersama Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI, serta perwakilan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perindustrian.

Pabrik Klapanunggal berdiri di atas lahan seluas 23.235 meter persegi yang mencakup fasilitas produksi, laboratorium riset, dan gudang terintegrasi. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi fondasi operasional perusahaan untuk 20 tahun ke depan dengan standar produksi guna menjamin kualitas, keamanan, dan konsistensi produk.

Direktur Utama PT Phytochemindo Reksa, Patrick Kalona, mengatakan pembangunan pabrik tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam membangun kemandirian ekstrak bahan baku alam nasional berbasis riset.

“Peresmian Pabrik Klapanunggal bukan hanya tentang pembangunan fasilitas produksi, tetapi merupakan wujud komitmen kami dalam membangun kemandirian ekstrak bahan baku alam nasional berbasis riset,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (12/5).

Ia menambahkan, herbal Indonesia memiliki potensi besar menjadi solusi kesehatan global apabila dikembangkan dengan pendekatan ilmiah yang kuat dan berkelanjutan.

Pabrik tersebut dibangun dari fondasi riset yang telah dimulai sejak 1978 dan telah mengantongi sertifikasi Cara Pembuatan Obat Bahan Alam yang Baik (CPOBAB) tertinggi dari BPOM. Kehadiran fasilitas itu diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku farmasi, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan.

Produk unggulan PT Phytochemindo Reksa, seperti ekstrak kunyit dan ekstrak temulawak, telah diekspor sejak 1992 ke lebih dari 16 negara. Perusahaan kini memiliki lebih dari 300 produk berbasis bahan alam.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI, Mohamad Kashuri, mengatakan pemerintah terus mendorong penguatan industri farmasi berbasis riset dan inovasi.

“Peresmian Pabrik Klapanunggal ini mencerminkan kemajuan signifikan industri obat bahan alam di Indonesia. Kami melihat komitmen kuat dari PT Phytochemindo Reksa dalam menerapkan standar CPOBAB secara konsisten,” katanya.

Selain memperkuat kapasitas produksi, perusahaan juga mengembangkan inovasi melalui kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, perusahaan juga meluncurkan buku biografi pendiri perusahaan, Wim Kalona, berjudul Meracik Resep Kehidupan Tegas.

Peluncuran buku tersebut dilakukan dalam rangka memperingati 110 tahun kelahiran pendiri perusahaan sekaligus menjadi refleksi perjalanan panjang perusahaan dalam mengembangkan industri ekstrak bahan alam berbasis inovasi.n Fredy Kristianto

Atlet Nyaman, Prestasi Aman

0

Oleh: Asep Saepudin Sayyev

Jurnal Bogor – KONI Kabupaten Bogor memberikan angin segar terhadap atlet berprestasi. Selama ini sebagian orang tua atlet kerap dibuat kesulitan ketika anaknya ingin bersekolah di sekolah negeri di jenjang SMP dan SMA.

Upaya KONI ini semata-mata untuk membuat atlet nyaman tidak memikirkan sekolah, dan timbal baliknya, sang atlet harus memberikan prestasi.

Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan atau yang akrab disapa Atep sadar betul bahwa ketika atlet nyaman, prestasi pun aman.

KONI memang harus membuat kerjasama dengan pihak sekolah dan dinas agar atlet bisa fokus terhadap upaya meraih prestasi di cabang olahraga masing-masing, khususnya di jenjang SMA yang kewenangannya ada di Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Jangan sampai orang tua antipati terhadap sekolah karena sulitnya memasukan anak bersekolah. Sebagian besar orang tua atlet mengeluhkan hal ini. Prestasi anak pun dianggap sia-sia, padahal agar anak bisa berprestasi itu memerlukan perjuangan ekstra. Butuh waktu dan biaya yang tak sedikit.

Kontradiktif ini memang harus disudahi. Kabupaten Bogor memiliki banyak sumber daya untuk mencetak atlet berprestasi dan tinggal ‘goodwill’ dari pemegang kebijakan saja. Modelnya mau seperti apa agar putra-putri daerah bisa berprestasi membawa Kabupaten Bogor di berbagai event olahraga, baik lokal, nasional, regional maupun internasional.

Penataan atau pembenahan sistem olahraga mutlak diperlukan jika ingin Kabupaten Bogor menjadi kiblat olahraga, khususnya di Jabar.

**

Porprov Bisa Dongkrak Sektor Ekonomi dan Pariwisata

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua Umum IMI Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom mengatakan Kabupaten Bogor siap menggelar event Porprov Jabar 2026 untuk cabor Balap Motor.

Ada dua nomor Balap Motor Porprov Jabar 2026 yang akan digelar di Kabupaten Bogor yakni Road Race ( Sirkuit Karing Sentul) dan Grasstrack ( Sirkuit Motocross Pakansari)

” Kabupaten Bogor sudah ditetapkan sebagai tuan rumah cabor Balap Motor Porprov Jabar 2026. Dua venue yang ada di Kabupaten Bogor sangat layak menggelar pertandingan Balap Motor Porprov Jabar 2026,” ujar Aan Triana Al Muharom, Selasa (12/6/2026).

Aan menambahkan, dengan menjadi tuan rumah Porprov Jabar 2026 walaupun hanya beberapa cabor namun hal itu akan punya dampak positif bagi ekonomi masyarakat Kabupaten Bogor.

Tak hanya itu, kata Aan, kunjungan wisata juga akan ikut terdongkrak dengan adanya event Porprov Jabar 2026.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan mengaku sangat setuju dan mendukung perhelatan cabor balap motor Porprov Jabar digelar di Kabupaten Bogor.

” KONI sangat bangga dan mendukung penuh Kabupaten Bogor akan jadi tuan rumah Porprov Jabar 2027 untuk cabor Balap Motor,” ucap Atep panggilan akrab Ketua KONI Kabupaten Bogor.

Tak hanya itu, sambung Atep, dengan digelarnya cabor balap motor Porprov Jabar 2026 di Kabupaten Bogor tentunya ini akan punya dampak positif pada sektor ekonomi dan pariwisata.

Atep juga sangat optimis tim balap motor Kabupaten Bogor bisa mendulang 4 medali emas sesuai yang ditargetkan.

(Sep)

40 Ribu Siswa SD Ikuti Seleksi Ortrad Tingkat Kecamatan

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Invitasi Ortrad jenjang Sekolah Dasar ( SD) tingkat Kabupaten Bogor menyedot animo yang sangat besar dari para pelajar sekolah dasar yang ada di Kabupaten Bogor.

Hajatan Invitasi Ortrad jenjang SD tingkat Kabupaten Bogor itu akan dilakukan pada tanggal 23 – 24 Juni 2026 di Gelora Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.

” Setidaknya, ada 40 ribu siswa SD dari 40 Kecamatan se Kabupaten Bogor yang ambil bagian dalam seleksi tingkat Kecamatan masing masing,” ujar Ketua Kelompok Kerja Guru Olahraga ( KKGO) Kabupaten Bogor, Dadang S.Pd, Selasa (12/6/2026).

Dadang mengatakan, semua KKGO tingkat Kecamatan belum lama ini sudah menggelar seleksi para atletnya yang akan ambil bagian dalam Invitasi Ortrad jenjang SD tingkat Kabupaten Bogor.

Menurutnya, antusias para siswa SD untuk ikut Invitasi Ortrad tingkat Kabupaten Bogor sangat tinggi. Hal ini dengan banyaknya para siswa yang ikut seleksi tingkat Kecamatan.

Dadang menambahkan, ajang Invitasi Ortrad jenjang SD se Kabupaten Bogor merupakan salah satu kolaborasi yang harmoni antara Dispora dan Disdik Kabupaten Bogor yang diwakili oleh KKGO Kabupaten Bogor

Nantinya, kata Dadang, KKGO Kabupaten Bogor akan bertindak sebagai panitia pelaksana atau menjadi wasit dan juri dalam event Invitasi Ortrad jenjang SD tingkat Kabupaten Bogor.

Sementara itu, Ketua Tim Substansi Olahraga Rekreasi, Tradisional dan Layanan Khusus, Dispora Kabupaten Bogor, Dedi Supriadi mengatakan, pihaknya terus memantapkan tahapan persiapan Invitasi Ortrad jenjang SD tingkat Kabupaten Bogor.

Dedi menegaskan, pada awal minggu ini pihaknya sudah menggelar rapat dengan KKGO Kabupaten Bogor membahas teknis persiapan Invitasi Ortrad jenjang SD tingkat Kabupaten Bogor.

” Ada lima jenor (Jenis Olahraga) yakni Dagongan, Egrang, Hadang, Sumpitan dan Tarompah panjang yang akan dipertandingkan dalam invitasi ortrad tingkat Kabupaten Bogor,” ujar Dedi Supriadi.

Ia melanjutkan, para juara tingkat Kabupaten Bogor ini nantinya akan menjadi wakil Kabupaten Bogor dalam invitasi ortrad tingkat Jawa Barat yang akan digelar sekitar Oktober atau November 2026 di Kabupaten Bogor.

” Target kami di Dispora adalah Back 2 Back dalam Invitasi Ortrad tingkat Jawa Barat nanti,” pungkasnya.

(Sep)