33.1 C
Bogor
Monday, May 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Dukung Pencak Silat, Latihan Digelar di Koramil Nanggung

0

Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Latihan pencak silat digelar di markas Koramil 2117 Nanggung, Kabupaten Bogor. ‎Komandan Koramil Nanggung Kapten CBA Syahril menyatakan, berlangsungnya latihan pencak silat di halaman koramil itu tentunya bukan tanpa sebab.

‎Upaya ini merupakan bentuk dukungan TNI AD terhadap olahraga pencak silat yang telah berjalan selama 7 bulan terakhir.

‎”‎Adanya latihan pencak silat tentu saja Koramil Nanggung sangat mendukung,” ujar Komandan Koramil Nanggung Kapten CBA Syahril kepada Jurnal Bogor, Sabtu (9/5/2026).

‎Dia berharap dengan adanya pencak silat di Nanggung, mereka memiliki sikap integritas dan siap turun di masyarakat.

‎”Karena usia dini mentalnya mudah terbangun, kedepan para peserta silat siap untuk mengikuti kejuaraan di berbagai ajang. ‎Tentu ini semua perlunya peran semua pihak terutama dukungan stakeholder lingkup Kecamatan Nanggung,” kataa dia.

‎Untuk memajukan pencak silat di Nanggung, lanjut Syahril, selain PT Antam yang selalu mensupport beragam kegiatan, perlu juga dukungan dari Forkompincam serta para tokoh masyarakat.

‎”‎Karena manfaat pencak silat bukan hanya latihan kebugaran fisik saja melainkan untuk mendisiplinkan diri dan mengantisipasi kenakalan remaja,” tukasnya.

** Arip Ekon

Melalui AMBS Bupati Respons Aksi Unjuk Rasa Warga 3 Desa

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Tuntutan warga warga melalui aksi unjukrasa di jembatan rawayan pada Sabtu, 9 Mei 2026 yang diikuti para tokoh masyarakat, Ketua RT dan RW, tokoh pemuda, ibu-ibu, hingga anak-anak mendapat respons dari Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Adanya aksi yang dilakukan warga dan didampingi oleh Aliasi Masyarakat Bogor Selatan ( AMBS), direspons oleh Bupati melalui Ketua AMBS, Muhsin yang menyampaikan bahwa lambatnya penanganan atau pembangunan jembatan tersebut adanya miskomunikasi antara pemerintah Desa Kopo dengan pihak Pemkab. Jembatan tersebut statusnya milik desa.

“Kami AMBS sudah berkomunikasi dengan Bupati Bapak Rudy Susmanto. Beliau merospons cepat terkait adanya unjuk rasa tersebut. Beliau mengemukakan, adanya miskomunikasi terkait status jembatan itu. Tetapi, dalam komunikasi lewat telepon itu, di tahun 2026 ini bupati akan membangun jembatan permanen. Kepada warga supaya bersabar, saya yakin bupati akan menepati janjinya di tahun 2026 ini, ” pungkas Muhsin.

Sebelumnya warga berdemo, “Kami berkumpul di sini menagih janji Bupati Bogor Pak Rudy Susmanto yang berjanji setahun lalu bahwa akan membangun jembatan secara permanen tahun 2026. Kami hanya meminta kejelasan, bulan berapa akan dibangun tahun 2026 ini,” ungkap Ketua RW 05 Kampung Cijulang Desa Kopo, Opay.

Ketua RT 02 Kampung Cijulang, Udu, menjelaskan mobilitas ribuan warga sangat terdampak akibat Jembatan Leuwi Ceot putus karena mayoritas warga banyak beraktivitas menuju Jalan Raya Puncak.

“Kami bukan menolak jembatan sementara yang sekarang, tapi saat ini hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Kondisi jembatan sementara ini sudah banyak yang rusak. Tali sling jembatan sering putus, banyak kayu alasnya juga patah. Warga juga yang memperbaikinya secara swadaya. Sudah puluhan pengendara motor yang kecelakaan akibat jembatan yang bergoyang dan licin,” jelasnya.

** Dadang Supriatna

Warga 3 Desa Tagih Janji Bupati

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Warga Desa Kopo, Kecamatan Cisarua dan Desa Cipayung dan Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung menagih janji Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk segera membangun Jembatan Leuwi Ceot.

Setahun lalu, Maret 2025, Rudy Susmanto sempat berjanji di hadapan masyarakat akan memperbaiki Jembatan Leuwi Ceot secara permanen tahun 2026. Janjinya diucapkan saat ia meresmikan jembatan rawayan (jembatan sementara) akibat jembatan jembatan lama hancur dan putus tergerus banjir bandang.

Tuntutan warga ini dicurahkan warga dalam aksi unjukrasa di jembatan rawayan pada Sabtu, 9 Mei 2026. Aksi warga diikuti para tokoh masyarakat, Ketua RT dan RW, tokoh pemuda, ibu-ibu, hingga anak-anak.

“Kami berkumpul di sini menagih janji Bupati Bogor Pak Rudy Susmanto yang berjanji setahun lalu bahwa akan membangun jembatan secara permanen tahun 2026. Kami hanya meminta kejelasan, bulan berapa akan dibangun tahun 2026 ini,” ungkap Ketua RW 05 Kampung Cijulang Desa Kopo, Opay.

Ketua RT 02 Kampung Cijulang, Udu, menjelaskan mobilitas ribuan warga sangat terdampak akibat Jembatan Leuwi Ceot putus karena mayoritas warga banyak beraktivitas menuju Jalan Raya Puncak.

“Kami bukan menolak jembatan sementara yang sekarang, tapi saat ini hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Kondisi jembatan sementara ini sudah banyak yang rusak. Tali sling jembatan sering putus, banyak kayu alasnya juga patah. Warga juga yang memperbaikinya secara swadaya. Sudah puluhan pengendara motor yang kecelakaan akibat jembatan yang bergoyang dan licin,” jelasnya.

Aki warga tersebut mendapat dukungan dari Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS).

“Jembatan Leuwi Ceot ini sangat vital bagi masyarakat yang menghubungkan dua kecamatan terutama bagi anak sekolah, pedagang, dan kaum pekerja. Kami ikut mendesak kepada pemerintah agar segera membangun jembatan permanen karena jembatan rawayan ini umurnya sementara,” tegas Ketua AMBS, Muhsin.

Selain ke Pemkab Bogor dan Pemprov Jabar, AMBS juga mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane Kementerian PUPR untuk segera bertanggung jawab membangun Jembatan Leuwi Ceot secara permanen.

“Masa untuk pembangunan Bendung Ciawi saja yang ratusan miliar tapi tidak ada fungsinya bisa, ini sekadar jembatan yang sangat darurat yang dirasakan langsung manfaatnya untuk masyarakat kok lama,” timpal Sekjen AMBS, Ajet Basuni.

AMBS dan warga mengancam akan menggeruduk Kantor Bupati Bogor jika tuntutan warga tidak digubris dan mendapatkan kepastian akan pembangunan jembatan.

** Dadang Supriatna

Warga Cicopong Temukan Granat Nanas di Lahan Pertanian

0

Cigudeg l Jurnal Bogor
‎‎Warga Kampung Cicopong Kaler RT 02/03, Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, dikejutkan dengan penemuan granat nanas di lahan pertanian milik warga, Sabtu (9/5/2026).

‎Granat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang petani saat tengah membuka lahan untuk penanaman jagung. Awalnya, warga hanya menemukan satu benda mencurigakan yang diduga granat.

‎Kepala Desa Cigudeg, Andi Supriyadi, membenarkan adanya penemuan tersebut. ‎Ia mengatakan, setelah penemuan pertama, warga kembali menemukan dua granat lainnya di lokasi yang sama.

‎“Iya, tadi siang ada warga yang sedang berkebun menanam jagung, saat membuka lahan menemukan beberapa granat yang sudah usang. Kemungkinan peninggalan zaman Belanda atau Jepang saat pertempuran dulu,” ujar Andi yang akrab disapa Andi Bram.

‎Menurutnya, dari total temuan tersebut, satu granat ditemukan dalam kondisi masih utuh meski sudah berkarat, sementara dua lainnya ditemukan dalam kondisi rusak atau pecah.

‎“Awalnya ditemukan satu, kemudian ditemukan dua lagi tapi sudah agak pecah. Kalau yang satu masih utuh walaupun berkarat karena lama tertimbun tanah,” jelasnya.

‎Ia menambahkan, warga yang menemukan granat tersebut, yang dikenal dengan sebutan Pak Opung, langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak desa.

‎Selanjutnya, pihak desa segera berkoordinasi dengan aparat setempat.

‎“Warga yang menemukan langsung melapor ke saya, kemudian saya menghubungi Babinsa desa, dan diteruskan ke Polsek,” ungkapnya.

‎Andi mengaku khawatir keberadaan granat tersebut dapat membahayakan keselamatan warga, meskipun kondisinya sudah lama tertimbun dan tampak usang.

‎“Saya khawatir walaupun sudah usang, tetap berpotensi membahayakan warga,” katanya.

‎Ia juga menyebutkan bahwa penemuan granat di wilayah tersebut baru pertama kali terjadi.

‎”Iya baru pertama kali terjadi, penemuan bahan peledak seperti ini,” tutupnya.

** Arip Ekon

Edukasi Lingkungan, KMJ Nobar Pesta Babi

0

Jasinga l Jurnal Bogor
‎‎Komunitas Mahasiswa Jasinga (KMJ) menggelar nonton bareng (nobar) pemutaran video dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Dale, Minggu (10/5/2026).

‎Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu gedung Di wilayah Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.

‎Tak hanya pemutaran film, acara juga dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang menjadi ruang bebas berekspresi bagi mahasiswa dan masyarakat yang hadir.

‎Ketua panitia yang juga penggagas KMJ, Hafizh Izzulhaq, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya edukasi berbasis literasi audio visual.

‎“KMJ ini bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan advokasi. Video dokumenter Pesta Babi ini kita lihat menjadi bagian dari pendidikan tentang lingkungan melalui literasi audio visual,” ujar Hafizh yang akrab disapa Zul.


‎Menurutnya, pemutaran film dokumenter tersebut diharapkan mampu membuka cakrawala berpikir mahasiswa, pemuda, serta aliansi masyarakat di Jasinga terhadap berbagai persoalan lingkungan dan agraria.

‎“Harapannya film ini bisa memantik cara berpikir kawan-kawan mahasiswa dan pemuda, sekaligus mendorong munculnya pertanyaan-pertanyaan kritis terkait isu agraria dan lingkungan, baik di tingkat lokal maupun lebih luas,” katanya.

‎Zul juga mengungkapkan antusiasme peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut cukup tinggi, baik dari kalangan mahasiswa, masyarakat, maupun aliansi di wilayah Jasinga.

‎“Alhamdulillah, masyarakat, mahasiswa, dan aliansi di Jasinga sangat antusias dengan kegiatan ini,” ungkapnya.

‎Lebih lanjut, ia berharap melalui dokumenter tersebut dapat menumbuhkan kesadaran bersama serta mendorong langkah nyata dalam merespons isu lingkungan, khususnya di wilayah Bogor Barat.

‎“Harapannya keresahan terhadap isu agraria dan lingkungan ini bisa menular, lalu terwujud dalam langkah konkret melalui gerakan bersama,” jelasnya.

‎Sebagai tindak lanjut, KMJ berencana menggagas gerakan penanaman ribuan pohon yang akan melibatkan para petani di wilayah Jasinga.

‎“Ke depan, kami akan memulai gerakan menanam ribuan pohon bersama petani di Jasinga sebagai bentuk aksi nyata menjaga lingkungan,” ungkapnya.

‎Perlu diketahui Film dokumenter Pesta Babi ini mengangkat kisah masyarakat adat Papua Selatan yang berupaya mempertahankan tanah ulayat mereka dari ekspansi agribisnis skala besar.

‎Dokumenter ini menyoroti perubahan besar di wilayah Papua Barat yang hutannya mulai dikonversi menjadi perkebunan tebu industri untuk proyek bioetanol.

‎Lewat visual lapangan dan wawancara warga, film tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat adat berusaha menjaga sungai, hutan, dan ruang hidup mereka di tengah masuknya investasi besar.

‎Selain isu lingkungan, Pesta Babi juga membahas dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang disebut berjalan beriringan dengan proyek pembangunan di Papua.

‎Film itu menampilkan narasi tentang aparat keamanan yang disebut ikut mengawal investasi agribisnis, sementara suara masyarakat adat dinilai sering diabaikan.

‎Judul Pesta Babi sendiri diambil dari tradisi budaya masyarakat Papua. Dalam film ini, istilah tersebut dimaknai sebagai simbol solidaritas dan bentuk perlawanan warga adat terhadap ketidakadilan yang mereka rasakan.

** Arip Ekon

Damkar Evakuasi Sarang Tawon Usai Tiga Warga Terkena Sengatan

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Sektor Ciawi Kabupaten Bogor mengevakuasi dua sarang tawon yang berada di dua bangunan kosong berbentuk pendopo di Kp. Cipayung RT 02/03 Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jumat malam (8/5/2026).

Evakuasi dilakukan setelah petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menerima laporan dari masyarakat terkait keberadaan sarang tawon yang berada di area permukiman warga dan telah menyebabkan tiga orang mengalami sengatan.

Tim Rescue terdiri dari Komandan Tim Rescue Halimi beranggotakan empat orang Ari As’ari, Hadi Dwima, Panji Pratama dan Rivan Reynaldi melakukan proses penanganan pada malam hari, karena pada waktu tersebut posisi tawon tengah berada dalam sarangnya sehingga dapat meminimalisir risiko serangan tawon.

“ Evakuasi sarang tawon, kami melakukannya dimalam hari, “ ucap Halimi.

Lebih jauh Halimi mengatakan jika evakuasi dilakukan pada siang hari tawon aktif berada diluar sarangnya. Hal tersebut menimbulkan resiko bagi petugas evakuasi.

“ Tawon sangat sensitif. Terganggu oleh angin, hewan atau ranting pohon maka akan menyerang manusia, “ ungkapnya.

Sebelum melakukan evakuasi terlebih dahulu petugas melakukan assessment area dan pengamanan lingkungan sekitar dengan menetapkan radius aman bagi masyarakat. Berdasarkan hasil identifikasi, sarang tawon berada pada bagian tiang plafon bangunan dengan estimasi diameter ±40 cm dan yang lebih besar dengan ukuran sekitar 50 cm.

Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati. Sarang pertama yang berukuran lebih kecil ditemukan dalam kondisi berlubang dan sebagian rusak, sehingga dinilai berisiko meningkatkan agresivitas koloni tawon apabila dilakukan evakuasi manual. Atas pertimbangan keselamatan, petugas melakukan penanganan dengan metode pembakaran terkontrol.

Sementara itu, sarang kedua meski berukuran lebih besar berhasil dievakuasi menggunakan metode menutupi lubang keluar lalu semprot serta pengangkatan manual dengan peralatan rescue.

Komandan Tim Rescue menyampaikan bahwa tindakan tersebut dilakukan sesuai kondisi lapangan.

“Salah satu sarang dalam kondisi sudah bolong dan rawan hancur karena sudah tipis dan cukup aktif. Demi keamanan petugas serta warga sekitar, dilakukan pembakaran terkontrol agar koloni tidak menyebar dan penanganan bisa lebih cepat serta aman,” ujar Halimi.

Tantangan yang paling sulit ialah yang sulit dijangkau serta memerlukan waktu yang lama. Karena itu petugas harus bekerja cepat, tepat, dan tetap mengutamakan keselamatan.

Dalam waktu kurang dari satu jam dua sarang tawon berukuran besar tersebut berhasil diturunkan, sarang kemudian diamankan agar tidak kembali membahayakan lingkungan sekitar.

Petugas mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan sarang tawon berukuran besar di sekitar rumah demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

(Regi/Wawan H)

38 ASN Kementan Diuji! Begini Cara Cetak SDM Pengadaan Profesional

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) menggelar Uji Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) Level 1 Batch I Tahun 2026 di Laboratorium Komputer BBPMKP Ciawi, Bogor, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan ini menjadi tahapan akhir dari rangkaian Pelatihan dan Sertifikasi PBJP Level 1 yang telah berlangsung sejak 20 April 2026 melalui metode blended learning. Sebanyak 38 peserta dari berbagai unit kerja lingkup Kementerian Pertanian mengikuti uji kompetensi tersebut sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah.

Sebelumnya, peserta telah menjalani pembelajaran mandiri berbasis e-learning pada 20 April hingga 4 Mei 2026, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran klasikal pada 6–7 Mei 2026 di BBPMKP Ciawi.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Biro Umum dan Pengadaan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, BBPMKP, dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengadaan barang/jasa pemerintah harus dilakukan oleh aparatur yang kompeten dan memahami regulasi secara menyeluruh.

Menurutnya, sertifikasi PBJP menjadi langkah strategis untuk memastikan pejabat pengadaan mampu bekerja secara profesional, tepat, transparan, dan akuntabel dalam mendukung program pembangunan pertanian.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa kompetensi pengadaan menjadi kemampuan penting bagi ASN, khususnya yang terlibat dalam pengelolaan program dan anggaran pemerintah.

Ia berharap pelatihan dan uji kompetensi ini mampu meningkatkan kesiapan aparatur dalam menjalankan tugas pengadaan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum BBPMKP Ridwan Santosa yang mewakili Kepala BBPMKP mengatakan bahwa penguatan kompetensi PBJP merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, profesional, dan akuntabel.

“Aparatur yang memahami proses pengadaan dengan baik akan mampu mendukung pelaksanaan program pembangunan pertanian agar berjalan tepat sasaran dan sesuai aturan,” ujarnya.

Rangkaian Pelatihan dan Uji Kompetensi PBJP Level 1 Batch I Tahun 2026 secara resmi ditutup oleh Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Barang dan Jasa Biro Umum dan Pengadaan Setjen Kementerian Pertanian, Simon Simanjuntak.

Dalam penutupannya, Simon menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat melahirkan SDM pengadaan yang profesional, memahami regulasi, serta mampu menjalankan proses pengadaan secara transparan dan bertanggung jawab.

Melalui penguatan kompetensi aparatur di bidang pengadaan, Kementerian Pertanian optimistis tata kelola pemerintahan akan semakin efektif dan mendukung keberhasilan program pembangunan pertanian nasional.

(Restu/BBPMKP)

21 Pasangan di Cijeruk Terima Akta Nikah Melalui Program GAS Nikah

0

Cijeruk | Jurnal Bogor – Sebanyak 21 pasangan suami istri di Kecamatan Cijeruk akhirnya menerima kutipan akta nikah melalui program Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (GAS Nikah) yang digelar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cijeruk. Penyerahan dokumen tersebut merupakan bagian dari penyelesaian administrasi pernikahan melalui sidang isbat nikah bagi pasangan yang sebelumnya belum memiliki dokumen resmi pernikahan.

Kegiatan penyerahan kutipan akta nikah berlangsung di Kantor KUA Kecamatan Cijeruk dan dihadiri para pasangan peserta sidang isbat nikah, tokoh masyarakat, serta jajaran KUA Kecamatan Cijeruk.

Kepala KUA Kecamatan Cijeruk, Erland D. Ahmad mengatakan, program GAS Nikah merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencatatan pernikahan secara resmi sesuai aturan yang berlaku.

Menurutnya, masih terdapat masyarakat yang telah menikah secara agama namun belum tercatat secara administrasi negara. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap berbagai urusan administrasi kependudukan dan hak hukum keluarga.

“Melalui program Gerakan Sadar Pencatatan Nikah ini, kami membantu masyarakat agar memiliki legalitas pernikahan yang sah secara negara. Hari ini sebanyak 21 pasangan menerima kutipan akta nikah hasil proses sidang isbat nikah,” ujar Erland, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, sidang isbat nikah menjadi solusi bagi pasangan yang telah lama menikah namun belum memiliki buku nikah akibat berbagai faktor, mulai dari keterbatasan ekonomi, kurangnya pemahaman administrasi hingga pernikahan yang dilakukan pada masa lalu tanpa pencatatan resmi.

Dengan diterbitkannya kutipan akta nikah tersebut, lanjutnya, pasangan suami istri kini memiliki kepastian hukum dalam administrasi keluarga. Dokumen itu juga menjadi syarat penting dalam pengurusan administrasi lain seperti kartu keluarga, akta kelahiran anak, hingga berbagai layanan pemerintah lainnya.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa pencatatan nikah itu sangat penting. Selain memberikan kepastian hukum bagi pasangan suami istri, juga melindungi hak-hak anak dan keluarga,” jelasnya.

Erland menambahkan, program GAS Nikah juga menjadi bagian dari komitmen KUA Cijeruk dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam bidang administrasi keagamaan dan kependudukan.

Menurutnya, pihak KUA akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar setiap pernikahan yang dilaksanakan dapat langsung dicatat secara resmi sesuai ketentuan perundang-undangan.

Sementara itu, salah seorang peserta isbat nikah mengaku bersyukur akhirnya dapat menerima buku nikah setelah bertahun-tahun menikah tanpa dokumen resmi.

“Alhamdulillah sekarang sudah punya buku nikah resmi. Jadi lebih tenang untuk urusan administrasi keluarga dan sekolah anak,” ungkap salah seorang peserta.

Kegiatan penyerahan kutipan akta nikah berlangsung dengan lancar dan penuh haru. Banyak pasangan merasa lega karena akhirnya pernikahan mereka diakui secara sah oleh negara setelah melalui proses sidang isbat nikah.

Melalui program tersebut, KUA Kecamatan Cijeruk berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib administrasi pernikahan terus meningkat demi terciptanya keluarga yang tertib hukum dan administrasi. Yudi

HJB ke-544 dan Tahun Baru Islam di Cijeruk Bakal Meriah, Digelar Selama 12 Hari

0

CIJERUK – Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 dan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah tingkat Kecamatan Cijeruk bakal berlangsung meriah selama 12 hari penuh. Berbagai kegiatan budaya, religi, sosial hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat akan digelar mulai 3 Juni hingga 15 Juni 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara peringatan Hari Jadi Bogor, dilanjutkan pawai dongdang yang menampilkan kreativitas masyarakat desa, Festival Kaulinan Urang Lembur sebagai upaya melestarikan kaulinan tradisional Sunda, serta lomba memasak yang diikuti para kepala desa bersama Ketua Tim Penggerak PKK se-Kecamatan Cijeruk.

Tidak hanya itu, berbagai kegiatan hiburan dan pelayanan masyarakat juga akan digelar untuk memeriahkan HJB tahun ini. Pada 9 Juni mendatang, Kecamatan Cijeruk akan menggelar Kecamatan Expo yang menampilkan berbagai potensi desa, produk unggulan UMKM, pelayanan publik, serta kreativitas masyarakat dari seluruh desa di wilayah Kecamatan Cijeruk.

Sementara puncak kegiatan akan berlangsung pada 15 Juni 2026 bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah melalui kegiatan bertajuk “Cijeruk Bersholawat”. Acara tersebut akan diisi dengan santunan anak yatim, tausiyah agama, penampilan seni islami, sholawat bersama, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

Kegiatan peringatan HJB ini juga melibatkan berbagai pihak melalui kerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) serta sejumlah unsur lainnya. Dalam kegiatan tersebut akan digelar Gerakan Pangan Murah (GPM), Gebyar UMKM, bazar jajanan pasar tradisional, penampilan seni budaya, donor darah hingga pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Camat Cijeruk, Sobar Mansoer mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut sengaja digelar untuk memberikan ruang kebersamaan bagi masyarakat sekaligus mengangkat potensi budaya dan ekonomi lokal yang ada di Kecamatan Cijeruk.

Menurutnya, momentum Hari Jadi Bogor bukan hanya sekadar perayaan seremonial tahunan, namun menjadi ajang memperkuat silaturahmi dan sinergitas antara pemerintah, masyarakat, serta seluruh unsur lembaga yang ada di wilayah Kecamatan Cijeruk.

“Peringatan HJB tahun ini kami kemas lebih meriah dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Selain melestarikan budaya lokal, kegiatan ini juga menjadi sarana meningkatkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan para pelaku UMKM,” ujar Sobar, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, berbagai kegiatan yang digelar selama 12 hari tersebut juga bertujuan memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Selain hiburan dan kegiatan budaya, lanjutnya, panitia juga menghadirkan kegiatan sosial seperti donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis agar masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari pelaksanaan HJB.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin kompak, budaya daerah tetap lestari, dan roda perekonomian masyarakat khususnya UMKM bisa semakin berkembang,” katanya.

Sobar menambahkan, seluruh desa di Kecamatan Cijeruk turut dilibatkan dalam setiap rangkaian kegiatan, mulai dari pawai budaya, expo desa, bazar UMKM hingga kegiatan religi. Dengan demikian, peringatan HJB di Kecamatan Cijeruk diharapkan menjadi pesta rakyat yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Antusiasme masyarakat pun diperkirakan akan tinggi mengingat berbagai kegiatan yang digelar tidak hanya bersifat hiburan, namun juga edukatif, religius, dan sosial. Pemerintah Kecamatan Cijeruk berharap pelaksanaan HJB ke-544 ini berjalan lancar, aman, dan sukses serta mampu menjadi momentum mempererat persatuan masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya di wilayah Cijeruk. Yudi

Polsek Cijeruk Bagikan 250 Nasi Box dan Bingkisan dalam Program Jumat Berkah

0

Cijeruk | Jurnal Bogor – Kapolsek Cijeruk Kompol Uba Subroto bersama jajaran Bhayangkari menggelar kegiatan sosial bertajuk Jumat Berkah dengan membagikan ratusan nasi box dan bingkisan kepada masyarakat serta pengguna jalan di depan Mapolsek Cijeruk, Jumat (8/5/2026).

Sebanyak 250 nasi box dan bingkisan dibagikan langsung kepada pengendara roda dua, sopir angkutan umum, tukang ojek, pedagang kecil hingga warga sekitar yang melintas di Jalan Raya Cijeruk.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Cijeruk Kompol Uba Subroto didampingi Ketua Bhayangkari Ranting Cijeruk bersama anggota Bhayangkari dan personel Polsek Cijeruk. Suasana hangat dan penuh keakraban tampak saat anggota kepolisian dan Bhayangkari menyapa warga sambil menyerahkan paket makanan.

Kapolsek Cijeruk Kompol Uba Subroto mengatakan, kegiatan Jumat Berkah merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian dengan warga.

“Alhamdulillah pada Jumat ini kami bersama Bhayangkari kembali melaksanakan kegiatan Jumat Berkah dengan membagikan 250 nasi box dan bingkisan kepada masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa membantu dan menjadi ladang ibadah bagi kita semua,” ujar Kompol Uba Subroto.

Menurutnya, kegiatan sosial tersebut rutin dilakukan sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

“Polri harus hadir dan dekat dengan masyarakat. Tidak hanya saat ada persoalan hukum atau gangguan kamtibmas saja, tetapi juga hadir dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan meningkatkan kepedulian sosial antarwarga demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Cijeruk.

Sementara itu, warga yang menerima nasi box dan bingkisan mengaku senang dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan jajaran Polsek Cijeruk bersama Bhayangkari tersebut.

Salah seorang pengendara motor, Ade (42), mengaku kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat kecil di tengah kondisi ekonomi yang masih cukup berat.

“Alhamdulillah senang sekali dapat nasi box. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi yang lainnya,” katanya.

Hal senada disampaikan seorang sopir angkot yang melintas di depan Mapolsek Cijeruk. Ia menilai kegiatan Jumat Berkah menunjukkan kepedulian aparat kepolisian terhadap masyarakat kecil.

Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga berharap kegiatan sosial seperti Jumat Berkah dapat terus dilakukan secara rutin guna mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat. Yudi