26.3 C
Bogor
Tuesday, September 15, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Dedie Rachim Ajak Warga Budayakan Berolahraga dan Dukung Atlet di Porprov XV

0

Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Tahun 2026 tingkat Kota Bogor diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat dengan antusias yang dipusatkan di Lapangan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (12/9/2026).

Sejak pagi, masyarakat telah berkumpul bersama Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, untuk mengikuti apel yang dilanjutkan dengan senam sehat, cek kesehatan gratis dan pemberian penghargaan.

Dalam sambutannya, Dedie Rachim mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus melakukan peningkatan berbagai fasilitas masyarakat. Pasalnya, olahraga merupakan investasi bagi bangsa.

“Melalui olahraga, kita membangun manusia Indonesia seutuhnya. Karena pembangunan bukan hanya pembangunan infrastruktur saja, tetapi yang lebih diutamakan adalah bagaimana kita membangun manusianya. Selanjutnya, masyarakat yang gemar berolahraga akan tumbuh menjadi masyarakat yang lebih bugar, produktif, memiliki kualitas hidup yang baik dengan pikiran yang positif,” ujarnya.

Haornas 2026 yang mengangkat tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar” ini harus diwujudkan menjadi gerakan bersama serta menjadi bagian penting dari pembangunan nasional.

Pada kesempatan itu, Dedie Rachim mengajak masyarakat untuk ikut menyemarakkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XV Jawa Barat Tahun 2026, karena Kota Bogor menjadi salah satu kota tuan rumah yang menargetkan 100 medali emas.

“Jangan lupa, bulan November 2026 ini kita akan menjadi tuan rumah Porprov ke-XV tahun 2026. Saya mengharapkan seluruh partisipasi dari masyarakat untuk hadir menyaksikan, mendukung, dan juga tentu memberikan support kepada atlet-atlet Kota Bogor,” ujarnya.

Di samping itu, Kota Bogor juga secara konsisten terus melaksanakan berbagai pemeriksaan kesehatan gratis dan mendorong serta mengedukasi warga untuk peduli terhadap kesehatan.

“Alhamdulillah, hari ini Kota Bogor masih menempati ranking pertama aktivitas penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis tertinggi di Jawa Barat. Dan bersamaan dengan itu, olahraga harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di tempat kerja, di kelurahan, di ruang publik, hingga lingkungan keluarga,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas S. Rasmana, dalam apel membacakan sejarah singkat Haornas 2026 yang diperingati setiap 9 September.

“Haornas diperingati setiap tahun sebagai momentum untuk membangun kesadaran dan budaya olahraga masyarakat. Maka, Haornas hari ini diselenggarakan. Jika dahulu Haornas lahir dari semangat mempertahankan eksistensi dan persatuan bangsa, maka tantangan hari ini berkembang, olahraga menjadi kebiasaan hidup masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap Haornas dapat dimaknai sebagai momentum untuk menggerakkan olahraga dari sekadar pertandingan menjadi kebutuhan, dari prestasi segelintir atlet menjadi kebugaran untuk seluruh masyarakat, serta gerak kaki saat ini menjadi budaya hidup aktif dan bugar bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Dedie Rachim memberikan penghargaan kepada tokoh olahraga sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam memajukan dunia olahraga dan melahirkan prestasi di Kota Bogor.

Penghargaan diberikan kepada Basuki sebagai tokoh olahraga yang berjasa dalam memajukan olahraga prestasi di Kota Bogor. Selanjutnya, Kusnandar sebagai tokoh olahraga yang berjasa dalam memajukan olahraga disabilitas di Kota Bogor.

Kemudian, Sugeng Riyadi sebagai tokoh olahraga yang berjasa dalam memajukan olahraga masyarakat di Kota Bogor.

Dedie Rachim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para tokoh yang telah berjuang bersama serta menjadi inspirasi untuk meningkatkan keolahragaan di Kota Bogor.

“Terima kasih atas dedikasi dengan daya dan upaya yang diberikan dalam memajukan keolahragaan di Kota Bogor,” ucap Dedie Rachim.

Upaya itu, lanjut Dedie Rachim, juga sejalan dengan arah kebijakan Pemkot Bogor yang konsisten melakukan pembinaan serta berkomitmen meningkatkan sarana dan prasarana keolahragaan di Kota Bogor.

Tahun ini, Lapangan Yasmin akan segera diselesaikan sehingga pada akhir tahun nanti bisa digunakan. Untuk tahun 2027, Pemkot Bogor juga melalui penganggaran yang disetujui oleh DPRD Kota Bogor akan membangun gelanggang olahraga di Bogor Barat serta sarana olahraga di Bogor Timur.

“Jadi, nantinya masyarakat tidak saja bisa menikmati fasilitas di pusat kota, tetapi juga bisa tersebar di berbagai kecamatan di Kota Bogor,” ucapnya.

Tokoh Keolahragaan Disabilitas Kota Bogor, Kusnandar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan.

Ia telah aktif melakukan pembinaan sejak tahun 2005 dalam memajukan keolahragaan disabilitas Kota Bogor.

“Potensi keolahragaan disabilitas ini banyak. Sama seperti masyarakat pada umumnya, ada yang olahraga biasa sekadar beraktivitas, ada yang lanjut mengikuti olahraga prestasi dan sebagainya. Intinya, semua bisa jika ada kemauan dan usaha. Karena disabilitas juga memiliki hak yang sama seperti masyarakat lainnya,” kata Kusnandar.

Kajian Alam “Sejenak, Kita Pulang” Diserbu Peminat

0

Bogor | Jurnal Bogor – Acara kajian agama di alam yang digagas Kampoong Ecopreneur bertajuk “Sejenak, Kita Pulang, Intimate Camp & MHJA Online” mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Bahkan, karena jumlah peminat membludak, panitia terpaksa menerapkan daftar tunggu (waiting list) untuk pelaksanaan batch berikutnya.

“Karena peserta membludak, panitia terpaksa membuat waiting list untuk batch berikutnya,” kata Ketua Panitia “Sejenak, Kita Pulang, Intimate Camp”, Zulfikar Abdurrahman, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada 11-12 September 2026 tersebut diikuti 39 peserta karena keterbatasan lokasi. Para peserta datang dari berbagai daerah, di antaranya Jambi, Jember, Indramayu, dan sejumlah wilayah lainnya.

“Bahkan ada yang sudah mendaftar untuk kajian batch berikutnya. Mereka datang dari berbagai daerah, termasuk Jambi, Jember, dan Indramayu,” ujar Zulfikar.

Pendiri Yayasan Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini, mengatakan kajian di alam tersebut menjadi sebuah terobosan baru. Selama ini, kajian MHJA (Mengasah Hati Bersama Jamil Azzaini) lebih banyak digelar secara daring melalui Zoom dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 1.000 orang.

Kali ini, kajian dikemas secara hybrid, yakni secara daring dan luring. Peserta yang hadir langsung mengikuti konsep retret dan berkemah sejak Jumat malam hingga Sabtu siang di kawasan Kampoong Ecopreneur, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Selain kajian keagamaan, peserta mengikuti kegiatan journaling untuk melakukan refleksi dan muhasabah, serta sesi Quranic Healing sebagai bagian dari upaya menenangkan hati melalui Al-Qur’an.

“Jamaah ternyata sangat antusias menyambut kajian di alam ini,” ujar Jamil.

Sejumlah ustaz dan ustazah, di antaranya Jamil Azzaini, Sofie Beatrix, dan Ustaz Aris Ahmad Jaya, juga mendapat banyak pertanyaan dari peserta selama kegiatan berlangsung.

Selama satu malam, para peserta menginap di dalam tenda sembari mengikuti rangkaian kajian, menulis refleksi, dan bermuhasabah. Suasana alam dimanfaatkan peserta untuk mengambil jeda dari rutinitas sehari-hari sekaligus menata kembali arah kehidupan.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para anggota komunitas MHJA untuk bertemu dan berinteraksi secara langsung.

Kajian perdana “Sejenak, Kita Pulang” dibuka pada Jumat malam oleh Ustaz Aris Ahmad Jaya. Dalam materinya, ia mengajak peserta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, orang tua, maupun sesama manusia sebagai bagian dari ikhtiar menjemput rezeki.

“Rezeki akan mendekat bila kita memperbaiki hubungan kita dengan Allah, hubungan kita dengan orang tua, dan hubungan kita dengan sesama,” kata Aris.

Ia juga mengingatkan peserta untuk memusatkan perhatian pada hal-hal yang dapat dikendalikan, termasuk cara merespons perlakuan orang lain.

Menurutnya, membalas keburukan dengan kebaikan menjadi salah satu cara menjaga kehidupan tetap positif.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi Quranic Journaling Healing bersama Ketua Yayasan Kampoong Ecopreneur, Sofie Beatrix.

Dalam sesi tersebut, Ustazah Sofie mengajak peserta memejamkan mata dan memikirkan persoalan berat yang sedang dihadapi. Peserta kemudian diarahkan membuka Al-Qur’an, menunjuk salah satu ayat secara acak, kemudian membaca dan merenungkannya.

Sofie mengajak peserta kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Sementara pada Sabtu pagi, Jamil Azzaini membawakan kajian bertajuk “The Art of Surrender, Sejenak Kita Pulang” yang diikuti peserta secara langsung maupun daring.

Jamil menjelaskan bahwa berserah diri berbeda dengan kehilangan harapan.

“Give up itu artinya berhenti karena kehilangan harapan,” katanya.

Menurut Jamil, berserah bukan berarti menyerah terhadap keadaan. Berserah berarti tetap berusaha mencari jalan terbaik tanpa memaksakan kehidupan berjalan sesuai dengan kehendak manusia.

Retret tersebut dirancang menjadi kegiatan berkelanjutan bagi komunitas MHJA. Kelebihan infak peserta nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional Tahfidz Ecopreneur.

Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya Kampoong Ecopreneur menghimpun donasi sebesar Rp45 miliar dalam kurun waktu dua tahun.

Antusiasme peserta juga terlihat dari kehadiran Aisyah, warga Bogor berusia 80 tahun. Ia mengaku senang dapat mengikuti retret tersebut.

“Karena di acara ini kita diajak untuk tak pernah berhenti belajar,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Asep Sutisna. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk sejenak keluar dari hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari.

“Bagus banget acaranya. Kita perlu berhenti sejenak dari semua hiruk pikuk aktivitas untuk kembali ke diri, ke sesama, dan ke Allah,” kata Tisna.

“Alhamdulillah saya beruntung ikut acara pertama ini, banyak insight yang didapat,” Sri Sukmawati, dosen yang datang dari Jember. Yudi

Dua Kali Diterjang Longsor, Pemdes Puraseda Bangun TPT

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor
‎‎Pemerintah Desa  (Pemdes) Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor gencar membangun Tembok Penahan Tanah (TPT).

‎‎Infrastruktur TPT dibangun lantaran  Kampung Tambakan RT 02 RW 03 di Desa Puraseda kerap terjadi longsor.‎

‎”Priotas bangunan TPT itu, untuk mencegah terjadinya longsor di Kampung Tambakan,” kata Kepala Desa Puraseda Asep Ruhiyat kepada Jurnal Bogor, Minggu (13/9/2026).‎

‎‎Program akselerasi  bantuan keuangan (bankeu) APBD Kabupaten Bogor salah satu prioritas pada pembangunan infrastruktur tembok penahan tebing pemukiman.‎

‎”‎Mengingat TPT itu urgent, karena sewaktu tebingan  longsor berdampak luas dan sempat terputusnya akses di jalan itu,” paparnya.‎

‎”Keberadaan TPT, untuk menjaga stabilitas tanah dan melindungi keselamatan warga dari ancaman longsor longsor,” ucapnya lagi.‎

‎‎‎Salah satu warga di Kampung Tambakan Dadang mengaku bersyukur Pemerintah Desa Puraseda membangun  TPT sehingga apa yang menjadi usulan warga pada 2025 lalu dapat diwujudkan.‎

‎”Tebingan setinggi 8 meter itu beberapa kali terjadi longsor. Bahkan badan jalan pun mulai terkikis.

‎Kondisi ini tentu  sangat  membahayakan terutama bagi pengguna jalan,” jelasnya.

(Arip Ekon)

Remaja 17 Tahun di Megamendung Hilang, Belum Pulang Sejak 28 Agustus

0

Megamendung | Jurnal Bogor – Seorang remaja perempuan bernama Anggun Febria (17), warga Kampung Coblong RT 03/01, Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, hingga kini belum pulang ke rumah sejak Jumat, 28 Agustus 2026.

Kedua orang tua Anggun telah berupaya mencari keberadaan putrinya ke berbagai tempat, termasuk menanyakan kepada teman-teman Anggun. Namun, hingga saat ini keberadaannya belum diketahui.

Hendi, orang tua Anggun, menceritakan, sebelum pergi dari rumah, Anggun sempat meminta uang jajan kepada ibunya.

“Pada Jumat, 28 Agustus sekitar pukul 10.00 WIB, Anggun meminta uang jajan kepada mamanya. Setelah itu pergi dan sampai sekarang belum pulang,” ujar Hendi, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Hendi, pihak keluarga kemudian berusaha mencari Anggun dengan mendatangi dan menghubungi sejumlah teman-temannya. Namun, tidak ada yang mengetahui keberadaan Anggun setelah meninggalkan rumah.

“Sudah dicari dan ditanyakan ke teman-temannya, tetapi tidak ada yang mengetahui keberadaannya,” katanya.

Pihak keluarga juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib untuk membantu proses pencarian dan mengetahui keberadaan Anggun.

Keluarga berharap Anggun dapat segera ditemukan dan kembali ke rumah dalam keadaan selamat. Bagi masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan Anggun Febria, diharapkan dapat menyampaikannya kepada pihak keluarga atau pihak berwajib. Yudi

Semarak Festival Tukar Tambah Mobil di Pasar Bersih Sentul

0

Sentul | Jurnal Bogor
Ditengah geliat kendaraan EV saat ini, Toyota terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggannya dengan menggelar Festival Tukar Tambah Mobil di Pasar Bersih Sentul, Jumat (11/9/2026).

Branch Manager Auto2000 Cibinong Berlian Darisky yang akrab dipanggil Kikie menjelaskan, event yang bertema Festival Tukar Tambah ini adalah implementasi kegiatan gabungan dari Toyota Value Chain di Area Bogor (ACC, TAFS, AAB, O|XMobbi) yang sudah direncanakan sejak awal Semester 2 tahun 2026 ini.

“Event ini merupakan kegiatan rutin dalam rangka meningkatkan awarness serta hadir lebih mudah dan lebih dekat kepada masyarakat Bogor,” ujarnya.

Ketika ditanyakan kenapa menggandeng Auto2000? rekan Kikie,  Heri Hermawan yang juga Branch Manager di Auto2000 Yasmin menjelaskan, “Auto2000 merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam rantai bisnis Astra, kami – Auto2000 selalu terlibat dalam event-event otomotif, tidak hanya berskala dunia dan nasional, namun juga di wilayah paling kecil (Regional Bogor) dan ini adalah wujud komitmen kami yang selaras dengan Grand Strategy Auto2000 (Best in Town)”.

Salah satunya selain memberikan kesempatan memiliki Toyota dengan mudah juga banyak benefit lainnya yang bisa Customer dapatkan. Salah satunya adalah program SMARTCASH – Kredit 1 tahun tanpa bunga (Bunga 0%) dan gratis Asuransi 1 tahun untuk model Zenix HV, Yaris Cross HV, Veloz HV. Juga promo Gratis Asuransi hingga 2 tahun utk model-model unggulan lainnya.

Annisa, salah satu Account Executive dari cabang Auto2000 Yasmin bahkan telah mengantong 2 pemesanan Veloz HV dan Avanza di hari pertama event tersebut. Dalam kegiatan hari pertama sudah terkumpul 21 SPK sejak dimulai pukul 09.00 hingga pukul 16.00.

Tampak juga kehadiran Area Business Head wilayah DKI 2 – Herry Liu, yang secara langsung melihat keberlangsungan festival dan antusias kehadiran pelanggan serta memberikan arahan kepada tim yang bertugas agar pelayanan yang baik menjadi fokus bagi tamu-tamu yang hadir.

Festival Tukar Tambah ini akan berlangsung 3 hari saja pada Jumat hingga Minggu (11 – 13 September 2026) dan open booth pukul 08.00-16.00 WIB. Selain program terbaik, showing display, opsi Kredit yang khusus, tukar tambah kendaraan lama, test drive, customer juga berkesempatan memenangkan hadiah hadiah special seperti sepeda, TV, air fryer, voucher belanja dan lain-lain.

Pengunjung festival juga mendapatkan gratis menu special dari Bertu Cafe yakni aneka kopi dan nonkopi dan cemilan enak ala Bertu Cafe pastinya. So, warga Bogor dan sekitarnya yang mau sekalian mampir ke Pasar Bersih Sentul, juga bisa mampir ke Festival Tukar Tambah Mobil.

(Wawan Hermawanto)

Rudy Susmanto Gandeng Kementerian LH Selesaikan Masalah Kebakaran TPA Galuga

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor mengikuti apel gabungan bersama Pemerintah Kota Bogor di area Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kamis (10/9/2026) sore. 

Apel tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi dan sinergi penanganan kebakaran bersama Kementerian Lingkungan Hidup.

Bupati Bogor menyampaikan bahwa penanganan di area pengelolaan sampah yang berada di wilayah Kabupaten Bogor telah tuntas. 

Katanya, jajaran Pemkab Bogor bersama Pemkot Bogor bergerak bersama untuk membantu penanganan di area pengelolaan sampah wilayah Kota Bogor yang masih membutuhkan proses pemadaman dan pendinginan.

“Penanganan di area pengelolaan sampah wilayah Kabupaten Bogor sudah tuntas. Sekarang kita bersama-sama dengan Pemerintah Kota Bogor, dengan dukungan dan koordinasi Kementerian Lingkungan Hidup, fokus menangani titik-titik yang masih mengeluarkan asap,” ujar Rudy.

Rudy Susmanto menegaskan, penanganan kebakaran di kawasan TPA Galuga membutuhkan kolaborasi lintas wilayah dan lintas sektor. Karena itu, Pemkab Bogor siap memperkuat dukungan kepada Pemkot Bogor bersama Kementerian Lingkungan Hidup hingga seluruh titik api dan asap dapat dikendalikan.

“Ini bukan persoalan Kabupaten atau Kota Bogor. Ini persoalan kita bersama. Kita bahu-membahu, bergerak bersama, karena yang kita utamakan adalah bagaimana api segera padam dan kondisi di kawasan TPA Galuga kembali aman,” tegasnya.

Melalui apel gabungan ini, seluruh unsur penanganan kembali menyatukan langkah dan memastikan personel serta sarana yang tersedia dapat dikerahkan secara optimal. Rudy juga meminta seluruh jajaran tetap bekerja dengan mengutamakan keselamatan dan terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang masih membutuhkan pendinginan.

“Kita akan terus bergerak sampai benar-benar aman. Mohon doa dan dukungan masyarakat, semoga malam hingga subuh nanti seluruh proses pemadaman dan pendinginan berjalan lancar dan penanganan TPA Galuga segera kita tuntaskan bersama,” pungkas Rudy.(*DR)

Ratusan Pelajar SMPN 3 Citeureup Antusias Ikuti Sosialisasi Senam Bogor Bugar oleh Dispora

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor terus mendorong budaya hidup sehat dan aktif di kalangan pelajar melalui Sosialisasi Senam Bogor Bugar (SBB).

Kegiatan tersebut digelar di SMP Negeri 3 Citeureup, Kabupaten Bogor, Jumat (11/9/2026), dengan menghadirkan instruktur dari Asosiasi Senam Kebugaran Indonesia (ASKI) Kabupaten Bogor.

Suasana kegiatan berlangsung meriah. Para pelajar tampak antusias mengikuti setiap gerakan yang diperagakan instruktur. Dengan iringan musik yang energik, siswa mengikuti Senam Bogor Bugar dengan penuh semangat dan keceriaan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor, Asnan AP, mengatakan sosialisasi Senam Bogor Bugar di lingkungan sekolah merupakan salah satu upaya membangun kebiasaan berolahraga sejak usia pelajar.

Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan pola hidup sehat sekaligus membangun kebugaran generasi muda di Kabupaten Bogor.

“Senam Bogor Bugar ini kami dorong agar semakin dikenal dan menjadi bagian dari aktivitas olahraga masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah. Kami ingin anak-anak sejak usia pelajar terbiasa bergerak, berolahraga, dan menjaga kebugaran tubuh,” ujar Asnan AP.

Ia berharap Senam Bogor Bugar tidak hanya dilaksanakan saat kegiatan sosialisasi, tetapi dapat terus diperkenalkan dan dilakukan secara rutin di sekolah-sekolah.

“Harapannya tentu Senam Bogor Bugar bisa terus berkembang. Selain menyehatkan, kegiatan seperti ini juga menyenangkan dan dapat membangun semangat kebersamaan di antara para pelajar,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim (Katim) Substansi Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga Dispora Kabupaten Bogor, Hidayat, mengatakan SMP Negeri 3 Citeureup menjadi salah satu lokasi pelaksanaan sosialisasi untuk memperkenalkan gerakan Senam Bogor Bugar secara langsung kepada para siswa.

Menurut Hidayat, respons para pelajar cukup positif. Hal tersebut terlihat dari semangat siswa saat mengikuti gerakan yang dipandu instruktur ASKI Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias. Mereka mengikuti gerakan dengan semangat dan terlihat menikmati kegiatan. Ini yang kami harapkan, olahraga tidak hanya memberikan manfaat bagi kebugaran, tetapi juga menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi pelajar,” kata Hidayat.

Hidayat menambahkan, melalui sosialisasi tersebut pihaknya berharap semangat berolahraga semakin tumbuh di lingkungan pendidikan. Pelajar juga diharapkan memahami pentingnya menjaga kebugaran sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Melalui Senam Bogor Bugar, Dispora Kabupaten Bogor berupaya memperluas budaya olahraga hingga lingkungan sekolah sekaligus mengajak generasi muda untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. (*)

Dugaan Mafia Tanah dan PTSL 2019, Polisi Geledah Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Subdit Harta dan Benda (Harda) Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya (PMJ) lakukan penggeledahan tiga lokasi di Kabupaten Bogor atas dugaan kasus pertanahan, Cibinong, Rabu (09/09/2026).

Penggeledahan dilakukan dalam penyidikan perkara dugaan mafia tanah terkait program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2019 di Kecamatan Bojonggede.

Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP D.K. Zendrato mengatakan, ketiga lokasi tersebut meliputi Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I serta dua lokasi lainnya yang masing-masing berada di Cibinong dan Bojonggede.

“Penggeledahan di tiga lokasi ini berkaitan dengan penyidikan perkara dugaan mafia tanah terkait PTSL tahun 2019 di Kecamatan Bojonggede,” kata Zendrato dalam keterangan resmi Humas Polda Metro Jaya.

Ia menambahkan, pihaknya lakukan pendalaman alat bukti atas dugaan perkara mafia tanah dan PTSL beberapa tahun lalu tersebut.

“Dalam penggeledahan, penyidik mengumpulkan sejumlah dokumen, perangkat elektronik, printer, serta mesin ketik,” ujarnya.

Sementara itu, pelayanan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I dilakukan hanya setengah hari seiring dilakukannya penggeledahan yang dilakukan Polda Metro Jaya dengan pengawalan beberapa anggota Brimob bersenjata laras panjang. n Noverando H

Caption; Anggota Subdit Harta dan Benda (Harda) Ditreskrimum Polda Metro Jaya membawa container box berisikan sejumlah berkas, di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor 1, Cibinong, Rabu (09/09/2026).

EIGER Nature Lanjutkan Perjalanan Ekowisata dengan Memperkuat Komitmen Pemulihan Lingkungan di Kawasan Puncak

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Menjelang pembukaannya untuk publik, EIGER Nature yang melanjutkan transformasi dari EIGER Adventure Land dengan memperkuat visi dan komitmen
yang telah dibangun sejak awal untuk menghadirkan destinasi ekowisata yang mengintegrasikan alam, petualangan, budaya, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu tahapan penting dalam perjalanan tersebut adalah diterbitkannya Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 2889 tahun 2025 tentang Pencabutan Sanksi pada 22 November 2025. Pencabutan sanksi tersebut merupakan keputusan resmi pemerintah dan menjadi bagian dari proses panjang penataan serta pengembangan kawasan.

Untuk melanjutkan Komitmen Pemulihan Lingkungan PT Eigerindo MPI (EMPI) telah melakukan upaya administratif terhadap keputusan penyegelan
kepada Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, disertai dengan melaksanakan arahan hasil verifikasi lapangan dan akhirnya terbit SK Pencabutan Sanksi Administratif. Proses tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan diterbitkannya SK DELH Nomor 600.4.5 /46/Kpts-KL/ TL-DLH/2025 tanggal 2 Desember 2025, sebagai bagian dari komitmen PT EMPI untuk mematuhi peraturan serta arahan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Dalam pencabutan sanksi tersebut, pemerintah juga mempertimbangkan komitmen dan upaya PT EMPI untuk mengikuti arahan pemerintah pusat dan daerah dalam memulihkan lahan kritis melalui pendekatan ekowisata, serta dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan terhadap masyarakat lokal. Sebagai informasi, sebelum PT EMPI masuk dan memulai kegiatan, lahan milik PTPN tersebut merupakan lahan kritis dan digarap secara ilegal.

Pada Zona Pemanfaatan TNGGP seluas 253,66 hektare, pemanfaatan kawasan dilakukan berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan NomorSK.305/Menlhk /Setjen/KSA.3/4/2019 tanggal 24 April 2019 tentang IUPSWA pada Zona Pemanfaatan TNGGP. Sebelum IUPSWA diterbitkan, telah dilakukan kajian menyeluruh
mengenai daya dukung dan daya tampung kawasan, serta penyusunan rencana pemanfaatan dengan mempertimbangkan fungsi ekologis dan habitat asli di lokasi.

EIGER Nature berkomitmen untuk menjaga dan melindungi kawasan konservasi. Oleh karena
itu, hingga saat ini Koefisien Dasar Bangunan (KDB) di dalam kawasan TNGGP hanya 0,15%. Padahal, berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan pemegang izin IUPSWA boleh membangun maksimal 10% dari luas izin yang diberikan.

Area yang dikelola EIGER Nature di kawasan PTPN untuk kegiatan ekowisata adalah 73,23 hektare, berada dalam porsi pemanfaatan yang diperbolehkan untuk kegiatan wisata, dengan KDB tercatat hanya 3,64%. Lebih dari 90% lahan milik PTPN tersebut kembali hijau penuh dengan pohon,perdu, dan semak.

“EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan panjang EIGER untuk terus belajar dari alam, budaya, dan manusia. Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen kami untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung,
alam, budaya, dan masyarakat. Kami ingin mereka yang berkunjung tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang membawa pengalaman, pemahaman, ldan makna yang baru,” ujar Imanuel Wirajaya,
Direktur Utama EIGER Nature.

(Dadang Supriatna)

PPK Ormawa HIMASKA Highlight Produk Sandal Wedges dan Flat UMKM Lokal melalui Branding dan Pemasaran Digital

0

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HIMASKA Universitas Pakuan melalui program WIRALOKA terus mendorong pengembangan potensi kewirausahaan masyarakat di Desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Salah satu program yang dijalankan adalah pendampingan UMKM sandal melalui pengembangan branding dan pemasaran digital.

UMKM sandal yang didampingi memiliki berbagai produk yang menarik, khususnya sandal wedges dan flat. Kedua jenis produk tersebut menjadi salah satu potensi utama yang terus dikembangkan untuk meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk di tengah persaingan pasar.

Sandal wedges hadir dengan desain yang memberikan kesan lebih elegan dan stylish, sehingga dapat menjadi pilihan untuk berbagai aktivitas maupun kesempatan. Sementara itu, sandal flat menawarkan kenyamanan dan kesederhanaan dalam desain yang tetap menarik untuk digunakan sehari-hari. Perpaduan antara kenyamanan dan tampilan produk menjadi salah satu nilai yang ingin ditonjolkan dalam pengembangan UMKM sandal ini.

Untuk mendukung pengembangan produk, tim PPK Ormawa HIMASKA melakukan kegiatan dokumentasi dan photoshoot produk. Produk sandal wedges dan flat kemudian dikemas melalui visual yang lebih menarik untuk digunakan sebagai materi promosi di media sosial dan marketplace.

Selain itu, pendampingan juga dilakukan melalui pemanfaatan platform digital sebagai sarana pemasaran. Media sosial dan marketplace diharapkan dapat membantu produk UMKM sandal menjangkau konsumen yang lebih luas serta memperkenalkan produk lokal kepada pasar digital.

Hudan Nur Mutaqin selaku anggota pelaksana Program UMKM Sandal menyampaikan bahwa produk lokal memiliki potensi yang besar apabila didukung dengan strategi pemasaran dan branding yang tepat.

“Produk sandal wedges dan flat ini sebenarnya memiliki potensi yang sangat baik. Melalui pengembangan visual produk dan pemasaran digital, kami ingin membantu memperkenalkan produk UMKM agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen dan memiliki daya saing yang lebih baik.” Ungkapnya

Melalui program pendampingan ini, PPK Ormawa HIMASKA tidak hanya berfokus pada pemasaran produk, tetapi juga berupaya membantu UMKM dalam membangun identitas dan memperkuat keberadaan produk di era digital. Produk sandal wedges dan flat diharapkan dapat menjadi salah satu produk lokal yang terus berkembang serta memiliki peluang pasar yang lebih luas.

Program UMKM Sandal menjadi bagian dari upaya PPK Ormawa HIMASKA melalui WIRALOKA dalam mendukung pengembangan kewirausahaan masyarakat. Dengan kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku UMKM, produk lokal diharapkan dapat terus berkembang, meningkatkan nilai ekonomi, serta menjadi bagian dari pertumbuhan usaha masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan.