27.2 C
Bogor
Friday, March 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

KORMI Kabupaten Bogor Angkat Bicara Soal Isu Taruhan Balap Lari Liar di Luar Kawasan Pakansari

0

Cibinong | Jurnal Bogor
KORMI Kabupaten Bogor angkat bicara terkait adanya isu tak sedap di media sosial belakangan ini di balik kegiatan lari liar di luar kawasan Pakansari, Cibinong tentang adanya taruhan pada balap lari tersebut.

Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rike Iskandar angkat bicara menanggapi informasi mengenai adanya indikasi ajang taruhan pada kegiatan balap lari di wilayah Kabupaten Bogor, memberikan pernyataan resmi pada siaran persnya sebagai berikut:

KORMI Kabupaten Bogor tetap mengantisipasi terhadap potensi perjudian pada ajang balap lari jalanan yang merupakan fenomena dan patut diwaspadai. Meskipun biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh segelintir oknum penonton, tindakan tersebut mencoreng nilai sportivitas olahraga.

“Kami mengantisipasi terhadap adanya potensi perjudian pada ajang balap lari jalanan dan patut diwaspadai. Meskipun biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh segelintir oknum penonton, tindakan ini bisa mencoreng nilai sportivitas olahraga,” katanya.

Sebagai langkah preventif Forkopimda Kab Bogor melalui KORMI Kabupaten Bogor telah memfasilitasi kegiatan balap lari ini secara resmi di dalam Gelora Pakansari. Tujuannya adalah untuk mengakomodasi minat anak muda sekaligus memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, kondusif, serta terpantau sepenuhnya sehingga dapat dipertanggungjawabkan dan jauh dari praktik negatif seperti taruhan.

Mengenai kejadian yang viral di media sosial tersebut KORMI menegaskan jika kejadian yang terjadi di luar kawasan Gelora Pakansari dan bukan merupakan bagian dari acara resmi yang digelar oleh Forkopimda Kabupaten Bogor melalui KORMI.

“Sangat disayangkan, semangat positif anak-anak muda dalam berolahraga harus tercederai oleh perilaku sebagian kecil penonton yang menjadikan ajang tersebut sebagai tempat bertaruh,” tegasnya.

Rike pun menghimbau kepada seluruh anak muda yang melakukan kegiatan balap lari di luar agenda resmi agar tetap menjaga ketertiban.

” Jangan sampai kegiatan yang sejatinya positif bagi kesehatan dan kebersamaan ini menjadi negatif karena melanggar aturan hukum maupun norma masyarakat,” ucapnya.

Melalui ajang balap lari liar ini Forkopimda Kab Bogor telah memberikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap fenomena balap lari di bulan Ramadan sebagai alternatif kegiatan positif bagi seluruh masyarakat.

“Kami meminta kepada seluruh pihak untuk menjaga kepercayaan tersebut dengan tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.

**Erwin

Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Air, Tirta Kahuripan Terapkan Siaga Lebaran

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Menyambut libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor memastikan pelayanan air bersih kepada pelanggan tetap berjalan optimal melalui sistem siaga penuh selama masa libur cuti bersama. Tentunya libur panjang tersebut akan berdampak terjadinya lonjakan kebutuhan air bersih dikarenakan adanya arus mudik sekaligus wisatawan menuju Kabupaten Bogor.

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Abdul Somad, menyampaikan bahwa kebutuhan air masyarakat pada periode libur Lebaran cenderung mengalami eskalasi seiring aktivitas ibadah sholat eid, mudik, berkumpulnya keluarga di rumah serta peningkatan jumlah kunjungan ke tempat wisata, resto hingga hotel. Karena itu perusahaan menerapkan pola pengamanan layanan berlapis, mulai dari produksi, distribusi hingga pelayanan pelanggan.

“Untuk langkah antisipasi, perusahaan menyiapkan 297 petugas teknik dan non teknik standby 24 jam secara bergiliran dengan 11 armada tangki yang tersebar di sembilan wilayah pelayanan serta didukung peralatan operasional, bahan kimia, genset cadangan dan stok perpipaan untuk mempercepat penanganan gangguan,” ucap Abdul Somad dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).

Pola sistem siaga ini merupakan standar pelayanan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan saat libur Lebaran, yaitu memastikan pelayanan tetap berjalan tanpa membedakan hari biasa maupun hari raya meskipun adanya libur cuti bersama. Namun langkah antisipasi  sebaiknya turut dilakukan oleh pelanggan, apabila terjadi gangguan yang disebabkan oleh faktor alam maupun pencemaran air baku sungai yang memaksa instalasi pengolahan air menurunkan bahkan mematikan proses produksi air bersih.

Atas hal tersebut, untuk menjaga kenyamanan bersama selama libur panjang, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan mengajak pelanggan untuk menampung air secukupnya sebagai Cadangan, menggunakan air secara bijak selama periode libur Lebaran, mengamankan instalasi air rumah saat ditinggal mudik (menutup stop kran merah di meter air), menggunakan papan pencatat meter air apabila rumah dalam keadaan terkunci dan segera melapor apabila terjadi gangguan melalui kanal layanan resmi.

“Untuk diketahui oleh pelanggan, pelayanan loket pembayaran diseluruh kantor cabang akan menyesuaikan tanggal hari libur nasional dan cuti bersama yaitu tutup mulai hari Rabu tanggal 18 Maret 2026 dan buka kembali hari Rabu tanggal 25 Maret 2026, namun bagi pelanggan yang akan melakukan pembayaran tagihan air dapat melalui channel bank, PPOB maupun di aplikasi MyKahuripan sebelum batas waktu pembayaran di tanggal 25 Maret 2026.” tutupnya.

Sedangkan bagi pelanggan yang akan membayar tagihan penyambungan kembali selama libur nasional dan cuti bersama dapat membayar melalui transfer ke Bank Mandiri Cabang Cibinong atas nama Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor ke nomor rekening 1570000070681, dengan mengirimkan bukti transfer, no sambungan langganan, nama dan alamat ke admin masing-masing cabang melalui WA official.

Perumda Air Minum Tirta Kahuripan berkomitmen menjaga kontinuitas, kualitas dan kuantitas pelayanan air bersih selama Ramadhan dan Idul Fitri, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari raya dengan nyaman.

Dan dalam kesempatan ini juga, Direksi beserta seluruh pegawai Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

** Asep S.Sayyev

Glamping Nyaman di Kaki Gunung Salak, Cara Baru Menikmati Wisata Edukasi di Jbound

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Di tengah udara sejuk kawasan Tamansari, Kabupaten Bogor, sebuah konsep menginap bernuansa alam kini menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang ingin berlibur sekaligus belajar.

Di kawasan Jbound Geo Edu Park, pengelola menghadirkan fasilitas glamping sebagai pelengkap beragam program edukasi dan outbound yang selama ini menjadi ciri khas destinasi tersebut.

Berada di Kampung Sinarwangi, Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, glamping ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pengunjung yang ingin menikmati seluruh wahana tanpa harus berpindah lokasi.

“Glamping ini kami siapkan khusus untuk para pengunjung wahana Jbound, supaya mereka bisa bermalam dan lebih lama menikmati suasana di sini,” ujar Pengelola Jbound Geo Edu Park, Nasar Sarkis, Kamis (5/3/2026).

Berbeda dengan konsep berkemah biasa, glamping yang dihadirkan mengusung kenyamanan layaknya hotel, namun tetap menyatu dengan alam sekitar. Total tersedia tujuh unit glamping, masing-masing dilengkapi kamar mandi dengan water heater, televisi LED, fasilitas kopi, serta lemari pakaian.

Setiap unit dapat menampung empat orang, terdiri dari dua orang dewasa dan dua anak. Namun, kapasitas masih dapat ditambah hingga enam orang dengan penambahan extra bed.

Tak hanya menginap, pengunjung juga disuguhkan pengalaman kebersamaan yang menjadi ciri liburan keluarga. Di malam hari, tamu dapat menikmati api unggun dan barbeque, serta fasilitas pemandian air panas dan air dingin yang tersedia di kawasan wisata.

“Untuk harga, mulai dari Rp 800 ribu pada hari biasa dan Rp 1 juta untuk akhir pekan. Harga tersebut sudah termasuk sarapan untuk dua orang, api unggun, barbeque, serta akses pemandian air panas dan dingin,” jelas Nasar.

Kehadiran glamping ini diharapkan menjadi alternatif baru bagi wisatawan yang ingin merasakan staycation bernuansa alam, sekaligus memberikan pengalaman liburan yang lebih lengkap mulai dari aktivitas edukatif, petualangan outbound, hingga bermalam dengan suasana yang tenang dan nyaman di kawasan Jbound Geo Edu Park. Yudi

THR ASN Pemkot Bogor Capai Rp70 M

0

Bogor | Jurnal Bogor

Jelang Idul Fitri 1447 hijriah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan anggaran Rp70 miliat untuk Tunjangan Hari Raya (THR) untuk semua aparatur sipil negara (ASN) di ‘Kota Hujan’.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor, Lia Kania Dewi mengatakan bahwa anggaran THR ASN bersumber dari APBD 2026, dan jumlahnya mencalai Rp70 miliar.

“Anggaran THR yang ada di dalam APBD itu diperuntukan bagi semua dinas di lingkungan Pemkot Bogkr,” ujar Lia kepada wartawan, Kamis (5/3).

Menurut dia, anggaran sebesar Rp70 miliar itu diperuntukan bagi 11 ribu ASN, baik yang berstatus PNS, CPNS, hingga P3K.

Kendati demikian, sambung Lia, pihaknya masih menjnggu regulasi atau peraturan pemerintah (PP) mengenai mekanisme pencairan hingga besaran jumlah THR.

“Anggaran kan sudah disiapkan. Pencairan dan besarannya masih nunggu regulasi,” tandas mantan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Kota Bogor itu.** Fredy Kistianto

Safari Ramadan di Imigrasi Bogor, Tim Hadroh Lapas Cibinong Tampilkan Hasil Pembinaan Warga Binaan

0

Bogor | Jurnal Bogor – Program pembinaan kepribadian di Lembaga Pemasyarakaatan Kelas II A Cibinong kembali mendapat sorotan dalam kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Kantor Imigrasi Bogor, Rabu (4/3/2026).

Tim hadroh yang beranggotakan warga binaan dipercaya tampil di hadapan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kegiatan yang berlangsung dalam rangka Safari Ramadan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

Dalam kesempatan itu, para warga binaan menampilkan seni musik islami berupa tabuhan rebana dan lantunan shalawat yang mengajak para tamu undangan bershalawat bersama.

Penampilan tersebut menjadi bagian dari implementasi pembinaan mental dan spiritual di lingkungan pemasyarakatan. Selain aspek keterampilan, pembinaan juga diarahkan pada pembentukan karakter dan penguatan nilai keagamaan sebagai bekal sosial saat kembali ke masyarakat.

“Penampilan Tim Hadroh Lapas Cibinong ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bukti nyata bahwa pembinaan di lapas mampu membentuk karakter positif warga binaan. Kegiatan seni religi seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kedisiplinan, spiritualitas, dan rasa tanggung jawab, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat dengan bekal kepribadian yang lebih baik,” ujar Agus Andrianto.

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menjelaskan bahwa kegiatan seni religi seperti hadroh dan marawis merupakan bagian dari pola pembinaan kepribadian yang terstruktur di dalam lapas.

“Kami merasa terhormat bisa menghadirkan kegiatan ini, karena melalui penampilan hadroh, warga binaan tidak hanya mengasah kemampuan seni, tetapi juga memperkuat nilai keagamaan serta menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Safari Ramadan 1447 H tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial dan santunan kepada anak yatim, serta ditutup dengan buka puasa bersama.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan humanis dalam sistem pemasyarakatan yang menekankan proses reintegrasi sosial berbasis pembinaan karakter. n-Edwin Suwandana

Pemkab Bogor Perkuat SDM Sektor Pendidikan

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus berupaya memperkuat karakter Sumber Daya Manusia (SDM) di dunia pendidikan, terutama pada tenaga kependidikan beserta peserta didik.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, saat menghadiri kegiatan Pesantren Ekologi Takzim (Tadabur Alam, Kepedulian, Zikir, Ikhsan, dan Mulia) yang diselenggarakan SMAN 2 Cibinong dengan melibatkan sebanyak 1.500 peserta di Masjid Raya Nurul Wathon, Pakansari, Cibinong, pada Selasa (3/3) malam hari.

Ajat menegaskan, komitmen pihaknya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia berkarakter sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan di kalangan generasi muda.

“Melalui pesantren ekologi ini, pelajar didorong membangun kedisiplinan, akhlak, serta kesadaran terhadap isu strategis daerah seperti pengelolaan sampah dan gerakan penanaman pohon,” ujar Ajat kepada Wartawan, kemarin.

Ia menambahkan, bahwa komitmen tersebut sesuai dengan arah kebijakan Bupati Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus mengintegrasikan penguatan pendidikan karakter dengan program pelestarian lingkungan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

“Karena kami ingin memastikan dengan cara ini, dapat melahirkan generasi unggul yang siap berkontribusi bagi masa depan Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Ajat juga berharap melalui upaya dalam memperkuat pembangunan sdm berkarakter itu dapat menumbuhkan kepedulian lingkungan di kalangan generasi muda.

“Kabupaten Bogor dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia berkarakter sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan di kalangan generasi muda,” tutupnya. n Noverando H

Lurah Cibinong Dorong Penguatan UMKM dan Penghijauan Wilayah

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Lurah Cibinong, Ricky Mudzakir, memaparkan berbagai potensi dan program prioritas yang tengah dijalankan di wilayahnya. Dari sektor ekonomi hingga lingkungan, Kelurahan Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor terus berbenah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dari sisi ekonomi, Cibinong memiliki potensi besar dengan keberadaan sejumlah pabrik, pusat perdagangan seperti ITC, serta fasilitas riset milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Selain itu, pertumbuhan kafe dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut menjadi penopang perekonomian lokal.

“UMKM di wilayah kami cukup banyak, terutama di bidang makanan dan minuman. Ada bolu, cilok, berbagai macam kue, hingga frozen food. Hampir semua jenis usaha kuliner ada di Cibinong,” ujar Ricky, Rabu (4/3/26).

Di sektor lingkungan, pihak kelurahan juga fokus pada pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta inventarisasi fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum) untuk pengembangan ke depan.

Upaya penghijauan dilakukan sejalan dengan arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang mendorong gerakan penghijauan di berbagai wilayah.

Berbagai kegiatan penanaman pohon telah dilaksanakan bekerja sama dengan dinas terkait dan PMI, termasuk program hutan kota. Sekitar 200 pohon telah ditanam di kawasan Setu Bekang sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih asri dan sehat.

“Kami terus berupaya menghijaukan wilayah. Salah satunya melalui penanaman hutan kota di Setu Bekang,” jelasnya.

Selain itu, Ricky juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, terutama karena Cibinong dihuni banyak pendatang.

Ia berharap sistem keamanan lingkungan (siskamling) di tingkat RT dan RW dapat kembali diaktifkan, serta jejaring komunikasi antarwarga diperkuat.

Hal tersebut dinilai penting mengingat adanya potensi banjir di beberapa titik. Banjir yang sempat terjadi di RW 12 telah ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, namun kewaspadaan tetap ditingkatkan untuk mengantisipasi kemungkinan terulangnya kejadian serupa.

“Kami terus memantau potensi banjir. Penanganan di RW 12 sudah dilakukan pemkab, tetapi tetap harus waspada,” tegasnya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Kelurahan Cibinong optimistis dapat terus berkembang sebagai wilayah yang produktif, hijau, dan aman bagi seluruh warganya.(Citra Leonita)

Menu MBG di Nanggung Dinilai Asal-asalan

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Wali murid di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kembali mengeluhkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai asal-asalan. Kali ini keluhan datang dari Ida, salah satu wali murid di SD Yayasan Cendikia Muslim lantaran menu MBG yang diterimanya yakni buah sawo yang masih mentah.

“Buah sawo di MBG itu masih mentah, kenapa dikirim saja,” kata Ida kepada Jurnal Bogor, Rabu (4/3/2026).

Ida yang merupakan wali murid TK Kupu- kupu di yayasan yang sama yakni Cendikia Muslim menyebut, sejauh ini program MBG tersebut belum ada perbaikan lebih baik.

“Tak hanya mentah terdapat di MBG itu buah sawonya ada juga yang busuk,” jelasnya.

Kondisi serupa menu MBG dikeluhkan yang diterima di sekolah MIN 1 Bogor Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Menurut Azis, salah satu tenaga pengajar di sekolah itu, durasi pengiriman makanan yang berasal dari dapur di Desa Sadeng seharusnya dilakukan pada sore hari.

“Untuk menjaga kualitas makanan agar tetap fresh seharusnya pengirimannya jangan kepagian, karena Ramadhan, MBG ini untuk berbuka puasa. Apalagi makanan yang dikirim hari ini, setahu kami gampang lembab, karena serba digoreng,” kata Azis.

Dia tak habis pikir. Seharusnya kata dia dikaji dulu, berapa lama waktu makanan itu. “Ini kan buat buka puasa, kemungkinan paket MBG dimasaknya saat sahur kemudian dikirim ke setiap sekolah itu pagi sekitar pukul 8. Ada kekhawatiran aja, jangan sampai program yang begitu mulia dengan menggunakan anggaran yang cukup fantastis menjadi sesuatu yang mubazir,” tukasnya.

“Dari menu yang diterima murid, terus kalau diitung itung paling abisnya berapa duit menu MBG itu,” paparnya.

Ketika dikonfirmasi perihal tersebut, Kepala SPPG di Desa Sadeng Ikbal tak merespons.

Sebelumnya diberitakan, program MBG di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor membuat wali murid kecewa. Kekecewaan wali murid yang merupakan keluarga penerima manfaat bukan tanpa alasan. Pasalnya, menu MBG yang dikirim ke SDN Parakanmuncang 02 pada Senin (2/3/2026), terdapat buah salak dengan kondisi busuk sehingga tidak bisa dikonsumsi. Arip Ekon

Sat Res PPA dan PPO Polres Bogor Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Perempuan Disabilitas di Citeureup

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Polres Bogor melalui Sat Res PPA dan PPO berhasil mengungkap kasus kekerasan seksual terhadap seorang perempuan penyandang disabilitas intelektual di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Tersangka telah diamankan dan kini menjalani proses hukum.
Kasus tersebut dilaporkan melalui LP Nomor LP/B/2439/XII/2024/SPKT/RES BGR/POLDA JABAR. Sejak laporan diterima, penyidik melakukan pendalaman secara bertahap dan komprehensif dengan mengedepankan perlindungan serta pendampingan khusus bagi korban.

Peristiwa diketahui terjadi pada Sabtu, 14 Desember 2024, sekitar pukul 01.30 WIB di Kampung Kebon Kopi, Desa Puspanegara, Citeureup. Korban berusia 42 tahun dan memiliki disabilitas intelektual, sementara tersangka berinisial A (25) merupakan buruh harian lepas dan bertetangga dengan korban.

Setelah alat bukti dinilai cukup, tersangka ditangkap pada Senin, 2 Maret 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, dan telah ditahan di Rutan Polres Bogor. Penyidik turut mengamankan visum et repertum (VER) sebagai bagian dari alat bukti.

Tersangka dijerat Pasal 473 ayat (2) huruf d dan/atau Pasal 415 huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Polres Bogor menegaskan komitmennya menangani setiap laporan secara profesional dan tuntas demi memberikan keadilan bagi korban serta menjaga kepercayaan masyarakat.

Berkomitmen Dalam Pelayanan, RSUD R Moh Noh Nur Respons Cepat Penanganan Pasien Telantar

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang, Kabupaten Bogor menunjukkan komitmen dalam pelayanan kemanusiaan melalui penanganan seorang pasien laki-laki berinisial Mr. X yang ditemukan di Desa Parung Panjang, Kecamatan Parung Panjang, dalam kondisi tidak sadar pada Jumat, 12 Februari 2026.

Sehari sebelumnya, Kamis, 11 Februari 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, pasien ditemukan di pinggir jalan oleh pemerintah setempat bersama PSM. Pasien kemudian dibawa ke Puskesmas Parung Panjang untuk mendapatkan penanganan awal sebelum dirujuk ke RSUD R Moh Noh Nur. Pasien tiba sekitar pukul 17.38 WIB dan langsung menjalani pemeriksaan serta perawatan menyeluruh oleh tim medis.

Dalam proses identifikasi, tidak ditemukan dokumen kependudukan maupun identitas resmi sehingga pasien dinyatakan sebagai Mr. X. Berdasarkan catatan medis, pasien mengalami lemas, pusing, sulit diajak komunikasi, dan tampak kebingungan. Penanganan dilakukan secara intensif hingga kondisi pasien dinyatakan stabil oleh Dokter Penanggung Jawab Pelayanan setelah menjalani perawatan selama tujuh hari.

Untuk memastikan data kependudukan pasien, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bogor turut melakukan pengecekan langsung ke ruang rawat inap. Namun, hasil penelusuran menunjukkan bahwa identitas pasien tidak ditemukan dalam data kependudukan, sehingga statusnya tetap dinyatakan sebagai Mr. X dan penanganan dilanjutkan melalui mekanisme sosial.

Proses pendampingan sejak awal turut dilakukan oleh Humas RSUD R Moh Noh Nur bersama Kader IPSM Leuwiliang, Ibu Ratna Ningsih. “Yang terpenting beliau segera mendapatkan pertolongan medis dan tidak dibiarkan tanpa penanganan,” ujar Ratna Ningsih.

Setelah kondisi pasien memungkinkan, RSUD R Moh Noh Nur berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bogor untuk tindak lanjut penanganan melalui UPT Balai Kesejahteraan Sosial (BKS). Rumah sakit juga memfasilitasi proses pengiriman pasien ke UPT BKS sebagai bagian dari kesinambungan layanan.

Ibu Fitri selaku Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Bogor, dalam pernyataannya pada Selasa, 3 Maret 2026, menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan penanganan yang dilakukan.

Ia menjelaskan bahwa setelah identitas kependudukan pasien tidak ditemukan meski telah dilakukan pengecekan, pasien ditetapkan sebagai Mr. X, dirawat hingga pulih, kemudian dirujuk ke Dinas Sosial melalui UPT BKS.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada RSUD R Moh Noh Nur yang telah merawat dan memfasilitasi proses rujukan klien ini. Kami berharap kolaborasi dalam penanganan warga terlantar di Kabupaten Bogor dapat terus diperkuat,” ujarnya.

Seluruh rangkaian proses, mulai dari penemuan, perawatan di rumah sakit, pengecekan data kependudukan, hingga serah terima kepada Dinas Sosial, dilengkapi dengan laporan resmi sebagai bentuk pertanggungjawaban pelayanan kepada publik.

RSUD R Moh Noh Nur menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan melalui kolaborasi aktif bersama IPSM, Dinas Sosial, dan Dukcapil Kabupaten Bogor.

(yev/cc)