Cisarua | Jurnal Bogor Sarana dan prasarana di SDN Citeko 03, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, masih memprihatinkan. Pengajuan perbaikan yang sudah berkali-kali diajukan pihak sekolah belum juga direspons Dinas Pendidikan. Akibatnya, proses belajar mengajar terganggu karena fasilitas pendukung rusak berat dan ruang kelas tidak mencukupi.
Kepala Sekolah Dewi Rexar Giri Kusumah, M.Pd. menegaskan kebutuhan mebel seperti kursi, meja, hingga toilet sudah sangat mendesak.
“Harapan kami, Disdik bisa cepat merespons karena ini menyangkut kenyamanan dan keselamatan anak-anak,” tegas Dewi.
Sekolah dengan 516 siswa ini terpaksa menjalankan pembelajaran dalam 3 shift yakni pagi, siang, dan sore. Salah satu ruangan kecil bahkan dijadikan kelas darurat sehingga siswa berdesak-desakan saat belajar.
“Kami perlu penambahan ruangan kelas, karena tenaga kerja dan tenaga kependidikan ada 17 orang. Tidak mungkin ruangan kecil menampung semua,” jelas Dewi.
Selain itu, buku-buku sekolah sudah setahun menumpuk di gudang tanpa diangkut pihak dinas. Pengajuan pembangunan mabeler sejak 2012 pun belum terealisasi.
“Kami berharap pemerintah segera menindaklanjuti, karena anak-anak butuh ruang belajar yang nyaman,” tambahnya.
Masyarakat, orang tua murid, dan pihak sekolah mendesak agar usulan sarpras masuk prioritas anggaran. Untuk penerimaan murid baru tahun ini, sekolah terpaksa membatasi jumlah siswa karena ruang kelas tidak memadai.
“SDN Citeko 03 adalah sekolah favorit karena letaknya strategis di pinggir jalan alternatif Puncak. Tapi kami terpaksa membatasi penerimaan agar tidak semakin padat,” pungkas Dewi.
Cisarua | Jurnal Bogor Santernya kabar Terkait menu Makan Gizi Gratis (MBG) mulai dari kurang bumbu hingga jumlah menu yang diterima oleh para siswa, direspons positif oleh para pengurus dapur MBG yang ada di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Perbaikan demi perbaikan terus dilakukan oleh pihak dapurnya hingga sekolah yang menerima MBG itu merasa gembira atas saran yang diungkapkannya ke pengelola MBG.
“Jika ada makanan MBG yang kurang tepat, kita pasti memberikan kabar kepada petugasnya secara baik-baik. Misalnya bumbunya kurang, kita kasih tahu ke petugas yang saban hari kesini. Dan alhamdulillah, berkat penyampaian yang baik dan sopan, menu MBG yang diterima oleh anak-anak didik kami sekarang baik-baik saja. Hidangan yang tersaji itu dimakan oleh anak-anak, ” ujar Kepsek SDN Citeko 03, Dewi Rexa.
Ia menambahkan, sejak digulirkannya MBG, anak-anak sekolah tidak lagi jajan sembarang selama berada di lingkungan sekolah. Kini mereka benar benar memanfaatkan kehadiran menu MBG.
“Sejak ada MBG secara bertahap anak-anak tidak lagi jajan sembarangan saat mereka berada di sekolah. Yang kita amati, hadirnya MBG cukup membantu,” imbuhnya.
Adanya perbaikan terhadap kualitas menu MBG ini dirasakan oleh para orang tua murid juga. Mereka meminta hal itu tetap dipertahankan oleh dapur-dapur MBG yang ada di wilayah Kecamatan Cisarua dan sekitarnya.
“Setiap hari saya suka menanyakan kepada anak terkait menu MBG-nya. Secara spontan anak menjawab, makanannya enak, ” pungkas Heni.
Cisarua | Jurnal Bogor Ditengah gencarnya penolakan warga terhadap pembangunan tower BTS di RT 01 RW 02 Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Camat Cisarua Heri Risnandar akhirnya angkat bicara. Dikatakannya, untuk memuluskan pendirian tower tersebut harus melakukan pengurusan izin dari awal terhadap warga yang berada di sekitar dan radius tempat berdirinya tower tersebut.
“Tower BTS di Citeko yang ditolak pembangunannya oleh sebagian warga itu belum memiliki perizinan. Meskipun demikian, fisik tower yang baru sebagian berdiri tidak serta merta harus dibongkar. Pihak tower harus melakukan pengurusan secara pasti terhadap perizinan dari warga sekitar. Masyarakat yang perlu bertandang tangan izin lingkungan tersebut, harus masyarskat yang berdekatan dengan fisik tower,” tegas camat.
Terkait fisik tower yang sebagian sudah dibangun, camat menambahkan, pihak pelaksana yang ditarget oleh waktu rata-rata mereka melaksanakan pembangunan sambil menunggu proses perizinan keluar.
“Para pengusaha tower untuk pelaksanaan pembangunannya ditarget dengan waktu. Dengan demikian, meskipun mereka belum mengantongi perizinan, mereka tetap melakukan aktivitas. Karena, pihak pengusaha sudah berani mengambil resiko terhadap pelanggaran yang harus ditanganinya berupa denda administratif, ” imbuhnya.
Sementara itu, isu berkas perizinan yang sudah dilayangkan oleh pihak tower kepada pemerintah kecamatan, dibantah oleh camat Heri Risnandar.
” Untuk pendirian tower di RT 01/02 yang kini distop aktivitasnya, pemerintah kecamatan belum mengeluarkan surat rekomendasi periizinannya. Karena, situasi di lingkungan warga hingga saat ini belum kondusif. Kita minta kepada pihak tower supaya menyelesaikan secara baik dengan warga sekitar, “pungkasnya.
Leuwisadeng | Jurnal Bogor Kesadaran warga yang masih rendah dalam membuang sampah di lahan kosong menimbulkan dampak serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Di Lingkungan RT 06/03, Desa Babakan Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, sebuah lahan kosong kini berubah menjadi tempat pembuangan sampah (TPS) liar. Kondisi ini mengganggu kenyamanan serta mengancam kesehatan warga sekitar.
Tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut menimbulkan bau tak sedap yang menyengat. Selain itu, sampah tersebut juga menjadi sarang lalat dan nyamuk dalam jumlah yang sangat banyak.
Sejumlah warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi lahan kosong mengeluhkan kondisi ini. Mereka yang enggan disebutkan namanya itu mengaku khawatir jika permasalahan ini dibiarkan terus-menerus.
“Bau tidak sedap sangat mengganggu. Setiap hari kami melihat banyak lalat dan nyamuk. Kami khawatir nanti akan timbul penyakit seperti demam berdarah atau diare,” ujar salah seorang warga, pada Kamis (23/426).
Para warga pun berharap pemerintah setempat segera mengambil langkah cepat. Mereka meminta agar disediakan tempat pembuangan sampah resmi atau solusi alternatif lain, sehingga warga tidak lagi membuang sampah sembarangan.
Sementara itu, Ketua RT 06, Hendra, saat ditemui awak media mengakui sudah berupaya mengingatkan warganya. Namun, imbauan tersebut sejauh ini belum membuahkan hasil maksimal.
“Saya sudah mengingatkan, baik melalui teguran langsung maupun melalui spanduk yang dipasang agar warga tidak membuang sampah sembarangan. Tapi kenyataannya masih saja ada yang nekat,” pungkas Hendra.
Leuwiliang | Jurnal Bogor RSUD Raden Moh Noh Nur Leuwiliang, Kabupaten Bogor terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi melalui pendekatan berbasis metode ilmiah yang terukur dan berkelanjutan.
Upaya ini diwujudkan melalui penerapan Quality Improvement (QI), sebuah gerakan perbaikan mutu layanan yang dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan berkesinambungan di seluruh unit pelayanan maternal dan neonatal, 15 April 2026.
Langkah ini diawali dari evaluasi internal yang jujur dan menyeluruh untuk mengidentifikasi titik-titik yang masih perlu diperbaiki dalam pelayanan. Berdasarkan hasil tersebut, tim mutu yang terdiri dari tenaga kesehatan lintas profesi menyusun dan mengimplementasikan berbagai program perbaikan dengan pendekatan berbasis data dan kebutuhan nyata di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, RSUD Raden Moh Noh Nur melakukan upaya peningkatan kualitas layanan (Quality Improvement) dengan mengadopsi metode PDSA (Plan, Do, Study, Act), yaitu siklus perbaikan berkelanjutan yang telah digunakan secara luas di berbagai institusi layanan kesehatan dunia.
Melalui metode ini, setiap program dirancang dengan target yang jelas, diuji dalam praktik, dievaluasi berdasarkan data, dan disempurnakan secara berulang untuk mencapai hasil optimal.
Saat ini, terdapat tiga fokus utama program Quality Improvement yang sedang berjalan. Pertama, penguatan alur penanganan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal, dengan melakukan pemetaan menyeluruh terhadap proses pelayanan mulai dari IGD PONEK hingga ruang bersalin, ruang critical neonatal, ruang ICU, maupun ruang bedah yang tersedia 24 jam, termasuk dukungan penunjang berupa bank darah, laboratorium, maupun sistem rujukan terintegrasi (SPGDT), guna memastikan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Kedua, implementasi Bundle of Care dan clinical pathway untuk kondisi berisiko tinggi, sehingga seluruh tenaga kesehatan menjalankan standar tindakan klinis yang sama, konsisten, dan berbasis evidensi. Ketiga, pelaksanaan Audit Maternal Perinatal secara rutin sebagai forum evaluasi bersama untuk membahas kasus secara terbuka dengan tujuan perbaikan sistem, bukan mencari kesalahan individu.
Selain penguatan sistem pelayanan, rumah sakit juga memberikan perhatian pada aspek edukasi pasien. Sebelum dipulangkan, setiap ibu dan keluarga mendapatkan edukasi terstruktur mengenai tanda bahaya pascapersalinan, perawatan bayi baru lahir, serta pentingnya kontrol lanjutan.
Bagi pasien yang dipulangkan dalam kondisi tertentu yang memerlukan pemantauan lanjutan, rumah sakit memastikan adanya pengawasan berkelanjutan dari tenaga kesehatan wilayah setempat hingga pasien kembali melakukan kontrol ke rumah sakit.
Koordinasi antara pihak rumah sakit dan tenaga kesehatan di wilayah pasien tinggal dilakukan melalui sistem komunikasi terintegrasi bernama SiKeina, sehingga perawatan dan pengawasan pasien dapat berjalan secara utuh dan berkesinambungan, baik selama di rumah sakit maupun saat pasien telah kembali ke lingkungan tempat tinggalnya.
Penguatan jejaring komunikasi dan koordinasi ini merupakan bagian dari upaya yang masih didukung oleh pendanaan dari program MOMENTUM Country and Global Leadership (MCGL), sebuah inisiatif global yang berfokus pada percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir melalui penguatan sistem kesehatan di tingkat lokal. Dukungan MCGL memungkinkan rumah sakit untuk terus mengembangkan kapasitas jejaring layanan antara fasilitas kesehatan rujukan dan tenaga kesehatan di komunitas, sebagai bagian dari ekosistem pelayanan maternal-neonatal yang terintegrasi dan responsif.
Seluruh inisiatif perbaikan yang dijalankan dilengkapi dengan indikator kinerja yang jelas, dievaluasi secara berkala, serta dilaporkan secara transparan kepada manajemen rumah sakit. Dengan demikian, setiap langkah perbaikan tidak hanya terukur, tetapi juga akuntabel dan berorientasi pada hasil nyata.
Sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Bogor Barat, RSUD Raden Moh Noh Nur melayani masyarakat dari berbagai kecamatan dengan harapan yang sama: keselamatan ibu dan bayi. Melalui implementasi Quality Improvement, rumah sakit menegaskan bahwa pelayanan yang diberikan tidak hanya mengedepankan empati, tetapi juga didukung oleh sistem yang kuat, tenaga kesehatan yang kompeten, dan komitmen berkelanjutan terhadap mutu pelayanan.
Mutu bukan sekadar target yang ingin dicapai, melainkan menjadi bagian dari cara kerja sehari-hari dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Cigombong- Koperasi Merah Putih Desa (KMPD) Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, memilih sektor migas (minyak goreng dan gas) guna pertumbuhan perekonomian melalui koperasi desa yang merupakan program guliran Pemerintah Pusat.
“Alhamdulillah, Sejak ada instruksi pembentukan KMPD kami langsung menindaklanjutinya dengan pembentukan kepengurusan yang sembilan itu. Kegiatan pun sudah lama bergerak dibidang minyak goreng dan gas yang 3 kilo gram,”jelas Kades Ciburayut, Dulloh, ketika ditemui diruang kerjanya, Selasa (21/4/2026).
Kades berkepala plontos itu melanjutkan, selama KMPD belum mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat, pihak koperasi pun menghimpun permodalan melalui anggotanya. Dengan begitu, hingga saat ini koperasi desa Ciburayut dapat menjaga eksistensinya.
“Dari mana modalnya?. Tentunya modal koperasi ini dihimpun dari iuran tiap anggotanya sebesar Rp 50.000 setiap Minggu. Dalam pengelolaan dana, pihak koperasi pun melakukan sistem keterbukaan dalam penggunaan anggaran tersebut,”terangnya.
Agar permodalan tumbuh berkembang, kata dia, Pemdes Ciburayut pun selalu memberi arahan kepada koperasi agar terus merekrut anggota, termasuk aparatur desa mau pun perangkat desa. Bahkan terdata sebanyak 200 pelaku usaha diwilayah itu telah siap jadi anggota koperasi.
“Selain RT RW kami pun merangkul dan mengajak warung-warung untuk masuk koperasi. Karena semakin bertambah anggota, otomatis bertambah juga permodalan. Sebab Untuk saat ini kami pun belum terpikirkan untuk mengajukan pinjaman modal ke Bank Himbara,”tegasnya.
Kades Dulloh berharap, dengan adanya kegiatan koperasi desa di sektor migas tidak mengganggu masyarakat pelaku usaha. Dengan menjadi anggota koperasi para pedagang warung mampu menciptakan keselarasan tanpa ada persaingan harga yang kurang sehat.
“Intinya kami berupaya memaksimalkan agar program pemerintah pusat sukses membangun perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat, terutama warga desa kami,”pungkasnya
Cigombong- Terdapat 21 dapur Makan Gratis Bergizi (MBG) di Wilayah Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor, baik Yang sudah berjalan mau pun tengah dalam proses pembangunan. Maka tak heran jika pengelola dapur itu berkeliling keluar masuk lingkungan sekolah untuk menawarkan kerjasama.
Seperti diutarakan Hj. Mayda Trasmawati Penanggung Jawab MBG di SMK Nuansa Cigombong, mengungkapkan bahwa, meskipun disekolahnya telah di suplay oleh dapur MBG namun masih ada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Sering pihak SPPG datang kesini menawarkan kerjasama. Mungkin di sini Keluarga Penerima Manfaat (KPM) banyak yaitu berjumlah 991 orang berikut dengan guru. Namun karena kita sudah ada yang kirim MBG, jadinya ditolak,”ungkap Hj. Mayda.
Perempuan berkerudung putih itu melanjutkan, dapur MBG yang sekarang menyalurkan menu bergizi ke SMK Nuansa cukup komunikatif. Sehingga komunikasi pun berlangsung dengan baik.
“Jadi kalau kami ada keluhan dari siswa, semisal ingin ganti menu, kami pun menyampaikan ke pihak dapur. Dan selama ini dapur pun selalu merespon dengan baik. Contohnya seperti kemarin ketika para siswa ingin ayam geprek, pihak dapur langsung mengganti menu yang sesuai selera para murid””terangnya.
Dengan begitu, kata dia, para KPM pun dapat menikmati hidangan menu MBG sesuai yang diinginkan. Sehingga program pemerintah pusat dalam peningkatan Gizi itu pun serasa mengena.
“Alhamdulillah, selama ini tidak ada keluhan. Mereka pun seolah terbantu dengan adanya program MBG kiriman ini. Ya, intinya pihak dapur harus mau diberikan masukan kaitan sajian menunya yang harus variatif agar penerima ,”katanya.
Untuk pendistribusian MBG, Hj. Mayda juga menjelaskan, pihak sekolah telah memiliki devisi pembagian untuk para siswa pelajar berseragam putih abu tersebut.
“Kami disini ada petugasnya karena sudah ada pos anggaran yang dialokasikan oleh pihak sekolah. Selain itu kami meminta pihak dapur untuk menyediakan keranjang sampah. Sehingga limbah-limbah MBG dapat ditangani secara rapih,”tukasnya.
Sementara itu, Kepsek SMK Nuansa, Reslanit P Soeblay mengaku amat mengapresiasi program MBG yang digulirkan di era Presiden Prabowo Subianto.
Jakarta | Jurnal Bogor Lampung resmi menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) Tahun 2027. Penetapan tersebut diputuskan dalam rapat pleno bersama pengurus PWI Pusat dan PWI Lampung di Gedung Dewan Pers Lantai 4, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir atau Cak Munir mengungkapkan pelaksanaan HPN dan Porwanas di Lampung digelar serempak pada pekan kedua April 2027.
“HPN dan Porwanas tahun depan di Lampung akan dilaksanakan pada waktu yang sama, yakni pada pekan kedua April 2027,” katanya saat memimpin rapat pleno di kantor PWI Pusat.
Cak Munir mengatakan perayaan HPN tahun depan tidak dilaksanakan pada 9 Februari 2027 karena mengingat berbarengan dengan bulan suci Ramadan 1448 H.
“Untuk peringatannya (HPN 2027) tetap ada, tapi hanya potong tumpeng bersama seluruh PWI provinsi setelah salat tarawih. Kemudian perayaannya di pekan kedua April 2027 bersamaan dengan Porwanas,” ungkapnya.
Cak Munir menambahkan bahwa pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027 akan dituangkan dalam surat keputusan untuk selanjutnya diserahkan ke PWI Lampung.
Sementara itu, Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah membenarkan bahwa pelaksanaan HPN dan Porwanas digelar pada pekan kedua April 2027 di Lampung.
“Alhamdulillah, PWI Pusat sudah resmi mengeluarkan surat keputusan tentang penetapan Lampung menjadi tuan rumah HPN dan Porwanas 2027,” katanya usai menerima SK PWI Pusat Nomor: 077-PLP/PP-PWI/IV/2026 tentang penetapan Lampung sebagai tuan rumah HPN dan Porwanas 2027.
Wira menambahkan bahwa SK PWI Pusat akan diserahkan kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam waktu dekat ini.
“Selanjutnya, SK PWI Pusat ini akan kami laporkan dan serahkan kepada Bapak Gubernur Lampung,” ujarnya. (Arie Surbakti)
Cibungbulang | Jurnal Bogor Sebanyak 1.471 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Cibatok I, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, menerima Bantuan Pangan dari pemerintah, Selasa (22/4/2026). Penyaluran yang berlangsung di Kantor Desa Cibatok I tersebut diwarnai kebahagiaan dan rasa syukur dari para penerima.
Meskipun antrean warga sempat membludak di depan kantor desa, proses penyaluran berjalan lancar dan tertib berkat kerja sigap dari aparatur desa, terutama dari Limas yang mampu mengatur kerumunan dengan baik.
Kepala Desa Cibatok I, H. Cecep Khaerudin yang akrab disapa H. Are, mengungkapkan rasa syukurnya kepada pemerintah. Menurutnya, bantuan ini sangat berarti di tengah kondisi masyarakat yang membutuhkan tambahan kebutuhan pokok.
“Alhamdulillah, untuk saat ini jumlah yang mendapatkan bantuan pangan bertambah. Saya sebagai Kepala Desa merasa sangat bersyukur karena masyarakat kami terbantu kebutuhan sehari-hari,” ujar H. Are.
Kepala Desa juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya. Setiap KPM menerima bantuan berupa dua karung beras dan 4 liter minyak goreng.
Cigudeg | Jurnal Bogor Ketua Pengurus Kecamatan (PK) KNPI Cigudeg, Wawan Darmawan, turun langsung menindaklanjuti hasil asesmen terhadap korban banjir di sejumlah desa di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Rabu (22/4/2026).
Aksi kemanusiaan tersebut diwujudkan dengan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Bantuan diberikan berdasarkan data kebutuhan yang telah dikumpulkan di lapangan.
“Kemarin kami menggalang donasi untuk korban banjir, dan Alhamdulillah hari ini telah kami distribusikan kepada masyarakat yang terkena musibah banjir,” ujar Wawan dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan berupa paket sembako untuk memenuhi kebutuhan pokok warga. Selain itu, pihaknya juga memberikan perlengkapan sekolah bagi anak-anak terdampak, seperti tas ransel, alat tulis, dan pensil warna.
Menurut Wawan, langkah ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.
“Kami salurkan bantuan sembako kepada masyarakat korban banjir serta memberikan beberapa alat sekolah, seperti tas ransel, alat tulis, dan pensil warna. Saya berharap semoga ini bisa membantu meringankan beban masyarakat,” katanya.
Wawan juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam penggalangan donasi. Ia berharap kebaikan para donatur mendapat balasan yang setimpal.
“Saya ucapkan terima kasih kepada rekan dan sahabat yang telah membantu serta berdonasi untuk masyarakat di wilayah saya. Semoga bisa dibalas dengan pahala serta rezeki yang berlimpah,” ujarnya.
Secara khusus, ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak perusahaan yang turut memberikan dukungan dalam kegiatan sosial tersebut.
“Saya juga mewakili PK KNPI Cigudeg mengucapkan rasa terima kasih atas bantuan dari PT Antam Pongkor,” kata dia.