26.6 C
Bogor
Wednesday, March 4, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

MBG di Nanggung Diduga Terlalu Ngambil Untung, Wali Murid Kecewa

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor membuat wali murid kecewa. Kekecewaan wali murid yang merupakan keluarga penerima manfaat bukan tanpa alasan. Pasalnya, menu MBG yang dikirim ke SDN Parakanmuncang 02 pada Senin (2/3/2026), terdapat buah salak dengan kondisi busuk sehingga tidak bisa dikonsumsi.

Menurut sumber yang tidak bersedia disebut namanya membenarkan, buah salak yang dikirim ke sekolah itu busuk. Meski pengelola SPPG mengganti buah yang busuk itu, namun keadaan sekolah sudah sepi karena anak sekolah sudah pulang.

“Penggantian buah dari SPPG itu sore, namun sejumlah murid sudah pada pulang,” kata dia kepada Jurnal Bogor, Selasa (3/3/2026).

“MBG yang dikirim tadi juga, jeruknya ada yang busuk juga dan fotonya sempat kami kirim ke sekolah,” paparnya. “Makin gak jelas aja nih MBG,” keluhnya. “Pihak terkait atau bagian pengawasan MBG ini kemana saja,” tanya dia.

Melihat kondisi ini, sejumlah wali murid protes dan sempat datang ke sekolah. ” Waktu itu, pengelola SPPG melalui sekolah hanya meminta maaf. Tetapi kejadian ini terulang lagi, jeruk busuk aja masih dikirim, emang gak disortir dulu,” keluh dia lagi.

“Kami anggap pengelola SPPG terlalu besar ngambil keuntungannya, bayangkan MBG yang dikirim sewaktu libur selama enam hari sebelum Ramadhan. Paket MBG yang dikirim, susu full cream ultra ukuran satu liter merk frisian flag, roti tawar tanpa merk, kemasan buah, pisang dua, jeruk dua buah apel satu biji berikut kurma 4 biji.”

Menurutnya, dari menu MBG yang dikirim untuk enam hari paling habisnya maksimal sekitar Rp40 ribuan.

“Paling abisnya 40 ribuan, sebab setahu kami dari 15 ribu, 5 ribunya buat operasional pengelola MBG sedangkan 10 ribunya untuk penerima manfaat paket MBG selama enam hari. Gampang kan ngitungnya, maksudku ngambil keuntungan boleh saja tapi jangan keterlaluan,” bebernya.

Paket MBG serupa yang dikirim dari SPPG 02 Desa Parakanmuncang itu bukan ke SDN Parakanmuncang 02 saja. Seperti sekolah SDN Parakanmuncang 01, SDN Parakanmuncang 03, SDIT Al-Munawwar, TK Al-Mnawwar, PAUD Simpati, Putra Qusoy, Riyadussibyan dan PAUD Darul Ibtida.

“Kurang lebih 2.000 penerima manfaat MBG dikirim dari SPPG 02 Parakanmuncang kalau tidak salah nama kepala SPPG-nya pak Anang,” ujarnya.

Jurnal Bogor mengkonfirmasi gambar buah salak busuk ke aplikasi WhatsApp milik Anang yang disebut sebut sebagai kepala SPPG Parakanmuncang 02, namun tak merespons.

Sebelum disebutkan, setelah banyak keluhan terkait menu MBG di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor lantaran dinilai tak mencerminkan prinsip nilai gizi seimbang, pemerhati kebijakan publik, Fikri Muhammad meminta pihak pengelola MBG atau SPPG memberikan penjelasan dengan menggelar audensi.

** Arip Ekon

Perkuat SDM Bidang Kesehatan, Danone Indonesia dan IPB University Tandatangani Kerja Sama Program Praktik Kerja Profesi Gizi

0

Dramaga | Jurnal Bogor
Di tengah berbagai tantangan gizi dan kesehatan masyarakat, peran ahli gizi atau nutrisionis dituntut semakin adaptif. Tidak hanya harus memiliki fondasi ilmiah yang kuat, ahli gizi juga harus mampu mengomunikasikan sains secara efektif, serta berkontribusi dalam program edukasi berbasis bukti.

Saat ini, pendidikan pun menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan industri agar program pendidikan profesi dapat menghadirkan pengalaman praktik nyata, sehingga para lulusan memiliki kesiapan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan isu kesehatan masyarakat.

Sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan, Danone Indonesia menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University dalam penyelenggaraan Program Praktik Kerja Profesi (Internship) bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Nutrisionis, Selasa (3/3/2026).

Program ini bekerja sama dengan divisi Healthcare Nutrition (HN) Danone Indonesia, yang merupakan unit khusus yang berfokus pada ilmu gizi serta implementasi program edukasi kesehatan masyarakat berbasis bukti. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan pengalaman praktik industri bagi calon nutrisionis, sekaligus mendorong pendidikan profesi gizi yang lebih kolaboratif, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dekan Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, FRANZCOG, SpOG menyampaikan bahwa kolaborasi ini mencerminkan komitmen IPB dalam mengembangkan pendidikan profesi agar lebih responsif terhadap tantangan kesehatan saat ini dan kebutuhan masyarakat.

“Sebagai institusi pendidikan, kami memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmunya secara nyata dan berdampak. Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB memiliki peran strategis dalam memperkuat pendekatan di mana kesehatan manusia, lingkungan, dan sistem sosial saling berkaitan dan menjadi prioritas utama. IPB menjalin kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Danone Indonesia, untuk menghadirkan perspektif industri serta pengalaman pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif, khususnya terkait isu krusial seperti kesehatan dan gizi. Melalui program ini, mahasiswa dapat memahami bagaimana riset dan pendekatan berbasis bukti dijalankan secara profesional di industri kesehatan. Kami berharap para lulusan, nantinya dapat berperan di layanan primer, mampu menjembatani teori dan implementasi di masyarakat serta menghadirkan kontribusi yang terukur bagi kesehatan publik,” paparnya.

Program praktik kerja profesi ini akan melibatkan mahasiswa Pendidikan Profesi Nutrisionis sepanjang tahun 2026 yang dilaksanakan dalam beberapa gelombang. Selama program berlangsung, peserta tidak hanya melakukan observasi dan pendampingan profesional, tetapi juga terlibat aktif dalam penyusunan konten edukasi berbasis sains, pengembangan materi komunikasi seperti infografis, penyelenggaraan diskusi dan webinar, hingga layanan konsultasi gizi bagi karyawan dan masyarakat, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu dengan balita. Skema ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman praktik yang terstruktur dan aplikatif, sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa dalam mengimplementasikan program kesehatan berbasis bukti di lingkungan industri.

“Kolaborasi ini menegaskan komitmen Danone Indonesia dalam memperkuat pengembangan SDM kesehatan yang adaptif dan berorientasi pada praktik nyata. Tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks menuntut pendekatan yang kolaboratif dan berbasis bukti. Sebagai bagian dari komitmen global kami melalui Danone Impact Journey yang bertumpu pada pilar People, Health, dan Environment, kami percaya bahwa penguatan talenta kesehatan merupakan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan publik. Sebagai perusahaan yang berfondasi pada riset di bidang kesehatan dan nutrisi, kami juga meyakini bahwa pengembangan SDM kesehatan memerlukan sinergi erat antara dunia akademik dan industri. Kerja sama program praktik kerja ini membuka ruang pembelajaran aplikatif, di mana mahasiswa, khususnya program studi nutrisionis dapat terlibat langsung dalam riset, program screening kesehatan, serta inisiatif community development berbasis sains yang kami jalankan dari sisi industri. Kami berharap pengalaman ini tidak hanya memperkaya perspektif mahasiswa, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka menjadi nutrisionis yang kompeten secara teknis dan mampu menghadirkan solusi berbasis bukti yang relevan serta berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Medical Science Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Nutrisionis IPB University, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS menilai kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi strategis antara dunia akademik dan industri.

“Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kompetensi nutrisionis, khususnya dalam aspek health promotion. Ke depan, nutrisionis tidak hanya berperan di layanan kesehatan, tetapi juga perlu aktif mengedukasi masyarakat melalui berbagai pendekatan, termasuk pemanfaatan platform digital. Kami berharap pengalaman ini membekali mahasiswa untuk menjadi nutrisionis yang adaptif, komunikatif, serta mampu menyampaikan pesan gizi secara tepat dan bertanggung jawab kepada masyarakat,” ujarnya.

Penandatanganan kerja sama ini menjadi fondasi awal bagi kemitraan jangka panjang antara dunia akademik dan industri dalam memperkuat kapasitas nutrisionis Indonesia. Integrasi antara pembelajaran profesi dan pemahaman terhadap implementasi program edukasi kesehatan menjadi bagian dari upaya sistematis untuk membangun ekosistem edukasi dan layanan gizi yang lebih responsif terhadap tantangan kesehatan masyarakat.

Program praktik kerja profesi kolaborasi Danone Indonesia dan IPB ini diharapkan dapat menghadirkan lulusan nutrisionis yang adaptif dan mampu menerjemahkan ilmu gizi menjadi intervensi edukasi yang relevan, efektif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat.

**cc/rls

Prihatin Kerap Makan Korban, Wartawan dan Warga Perbaiki Jalan Rusak

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Puluhan masyarakat menggelar aksi kemanusiaan dengan menambal sulam kondisi jalan berlubang di Jalan Raya Ace Tabrani wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Ketua Media Center Nanggung (MCN) Rahman Ependi menyatakan, kolaborasi antara wartawan dan masyarakat sekitar memperbaiki jalan tersebut lantaran selama satu bulan terakhir, banyaknya pengendara bermotor menjadi korban kecelakaan akibat kerusakan jalan berlubang kondisi cukup parah itu.

Atas dasar itu, kerjabakti ini  dilakukan karena kondisi jalan berlubang di kedalaman sekitar 12 centimeter itu kerap memakan korban.

“Kerap memakan korban di jalan berlubang itu, terutama pemotor,” kata Rahman kepada Jurnal Bogor, Senin (2/3/2026).

Kondisi ini seharusya Pemerintah Kabupaten Bogor hadir, namun aksi ini dilakukan karena cukup darurat dan tak bisa dibiarkan.

“Jalan berlubang itu, tak bisa dibiarkan karena sudah banyak korban. Bahkan kecelakaan pemotor hingga mengalami luka serius,” papar Rahman.

Pasalnya, perbaikan jalan antara masyarakat dengan Forum Komunikasi Bumi Putra (FKBP) Bogor Barat berikut pewarta karena tidak menutup kemungkinan korban akibat kerusakan jalan berlubang itu bisa terus berjatuhan.

“Ini bukan seremonial, inisiatif perbaiki jalan sebagai bentuk kemanusiaan karena cukup banyak pengendara  kecelakaan,” ujar perwakilan FKBP, Supriyadi.

Supriadi menegaskan, sampai kapan jalan itu dibiarkan rusak. Ini darurat karena di jalan itu  kerusakannya ketika hujan tidak mencerminkan status jalan Kabupaten Bogor karena di jalan itu terlihat kotor dipenuhi lumpur.

“Mau sampai kapan, jalan itu yang katanya jalan Kabupaten namun dibiarkan rusak. Galang dana di Jalan Ace Tabrani ini bukan untuk pesta, tapi untuk menutup luka. Jalan berlubang ini sudah jadi ancaman,” ujarnya di lokasi.

Ketua LSM Pergerakan Perubahan Untuk Keadilan (PPUK) DPC Kabupaten Bogor, Ilyas, menilai insiden berulang ini tidak bisa lagi disebut sekadar musibah.

“Kalau satu kali mungkin musibah. Tapi kalau berulang di titik yang sama sampai menyebabkan patah tulang, ini kelalaian,” ungkapnya.

PPUK mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan perbaikan darurat sekaligus penanganan permanen. Mereka juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur jalan di Kecamatan Nanggung.

Menanggapi desakan tersebut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan Kepala UPT Jalan dan Jembatan Cigudeg untuk menangani kerusakan. Namun ia mengakui, perbaikan belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.

“UPT Jalan dan Jembatan masih menunggu material untuk melakukan perbaikan,” kata Suryanto melalui pesan singkatnya.

Pernyataan itu menuai kritik dari warga. Mereka menilai alasan keterbatasan material tidak dapat dibenarkan mengingat kondisi darurat yang mengancam keselamatan jiwa. Warga berharap pemerintah segera bergerak tanpa harus menunggu insiden berikutnya.

** Arip Ekon

Fikri Muhamad: MBG Perlu Diawasi Pihak Kecamatan

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Permasalahan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bogor terus menjadi sorotan karena dinilai masih lemahnya pengawasan berakibat kurang layaknya menu MBG dan tidak sesuainya standar gizi seimbang.

Menurut pemerhati kebijakan publik, Fikri Muhamad, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115  tentang tatakelola program MBG tahun 2025 ada peranan pemerintah di tingkat kecamatan sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah daerah dalam hal ini Kabupaten Bogor.

“Di Perpres disebut, pelaksanaan MBG pada SPPG mulai dari  pengawasan, jaminan keamanan pangan wajib dilakukan oleh pihak kecamatan,” tegas Fikri kepada Jurnal Bogor, Senin (2/3/2026).

Memang kata dia, pemerintah kecamatan tentu bukan pelaksana utama, melainkan tugasnya BGN melalui Kepala SPPG dan mitra yayasan.

“Bukan pelaksana utama, akan tepi kecamatan itu sebagai fasilitator dan pengawas lapangan yang sangat krusial,” beber Fikri.

Dasar  Perpres itu, saat ini di kabupaten maupun kota telah banyak mengeluarkan Perbup/Perwali atau SK Bupati yang memperkuat peran Camat sebagai Ketua Satgas MBG.

“Ketika kualitas makanan MBG kurang baik  atau tak layak konsumsi, artinya lemahnya fungsi pengawasan yang dilakukan pihak kecamatan atau dari  pemda itu sendiri,” tandasnya.

Begitu juga petunjuk juklak dan juknis tahun anggaran 2026 disebutkan Koordinator SPPG Kecamatan selain bertugas singkroni data, juga bertugas melakukan pengawasan operasional SPPG di tingkat kecamatan. Sehingga ketika ada permasalan  terkait program MBG tersebut, Korcam Kecamatan harus ambil bagian ikut bertanggung karena bagian kontrol atau pengawasan selain kecamatan.

“Namun jangan sampai  Korcam merangkap jabatan menjadi kepala SPPG juga. Karena dengan begitu, akan menimbulkan potensi konflik kepentingan. Semisal, karena rangkap jabatan pekerjaan sendiri  masa dikontrolya sendiri juga, itu jelas ngawur,” kritiknya.

Sebelumnya diwartakan, belakangan ambradulnya program MBG di wilayah kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor mencuat seperti yang terjadi di 4 sekolah di SDN Bandasari, SDN Pasirsari, SDN Nanggung berikut SMPN 1 Nanggung termasuk di wilayah Desa Curugbitung dengan Desa Bantarkaret. Hingga menyusul di medsos memperlihatkan kekecewaan wali murid di SDN Pasir Peuteuy dalam penyajian menu MBG.

** Arip Ekon

Beramal di Hari Jumat, Elpa Salon Buat Program Cukur Rambut Gratis

0

Ciomas | Jurnal Bogor
Banyak cara untuk berbagi kebaikan dengan sesama terutama pada hari Jumat. Saat ini banyak warga yang membuat kegiatan sosial, termasuk pemilik Elpa Salon di Parakan-Ciomas dan Cikaret, Yayu Ucu Masitoh. Warga Desa Parakan ini memilih beramal di hari Jumat ini dengan membuat program cukur rambut gratis.

“Saya tergerak untuk membantu sesama, namun jalannya beda. Saya pilih untuk membuat cukur rambut gratis. Kita akan keliling masjid dan mushola di Bogor atau di sekitar lokasi Elpa Salon . Karena, ini juga sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW agar kita tampil rapi dan bersih,” ujarnya kepada Jurnalbogor ditemui di sela-sela acara potong rambut di Kecamatan Ciomas, Sabtu (28/2/2026).

Cukur rambut gratis yang biasa dia lakukan di Jumat berkah  ini biasanya dimulai pukul 08.00 WIB sampai 10.00 WIB. “

Untuk pertama ini kita buat di sekitar tempat usaha Elpa Salon di Jalan Parakan dan Cikaret Jalan H Abdullah dan di Jalan Kapten Yusup Cikarat, alhamdulillah banyak warga yang datang yang mau memotong rambut,” jelas Yayu Ucu Masitoh.

Dia menjelaskan, untuk penata rambutnya memang didatangkan dari tenaga profesional.

“Ini yang motong rambutnya itu memang orang ahli dan profesional. Jadi, bukan dipotong sembarangan. Bagi warga yang mau potong rambut. Untuk minggu depan, rencananya akan dilakukan di cabang Elpa Salon Cikaret yang beralamat di Jalan Kapten Yusup samping Perum Cikaret Hijau,” jelasnya.

Selain pria, sambung dia, untuk perempuan juga bisa gunting rambut gratis. “Tapi, nanti akan dibuat di salon. Karena, kalau perempuan tidak bisa di lapangan terbuka,” ujarnya.

Yayu mengaku memang sudah lama membuat kegiatan cukur rambut gratis ini. “Saya sudah 15 tahun untuk kegiatan ini,” jelas dia.

Dayat, salah seorang warga mengaku terbantu dengan kegiatan sosial ini. “Ya membantu sekali, karena untuk bayar potong rambut sekarang biasanya Rp 25 ribu. Alhamdulillah sekarang bisa gratis potong rambutnya,” tukasnya.

** Wawan Hermawanto

MTs Nurussa’adah Gelar Kegiatan Kokurikuler Ramadan, Tanamkan Nilai Panca Cinta

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, MTs Nurussa’adah menggelar berbagai kegiatan kokurikuler bertema “Ramadan Berilmu, Beribadah, dan Berakhlak Karimah”. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan nilai Panca Cinta, yakni cinta kepada Allah, cinta kepada sesama manusia, dan cinta kepada ilmu pengetahuan.

Kepala MTs Nurussa’adah, Nazarudin Usman, menjelaskan bahwa program kokurikuler Ramadan dilaksanakan setiap hari selama bulan Ramadan. Kegiatan rutin meliputi kuliah tujuh menit (kultum), salat dhuha, serta salat zuhur berjamaah.

“Setiap hari Senin dan Rabu, siswa berkumpul di lapangan untuk pemeriksaan buku kegiatan Ramadan oleh wali kelas. Sementara pada hari Selasa dan Kamis, seluruh dewan guru bersama siswa melaksanakan tadarus Al-Qur’an. Adapun hari Jumat diisi dengan kegiatan Senam Pagi Anak Indonesia,” ujar Nazarudin, Senin (2/3/2026).

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta didik diarahkan untuk memahami bahwa ibadah tidak hanya dimaknai secara ritual, tetapi juga sebagai sarana penanaman nilai cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta kepada sesama manusia melalui kepedulian dan kebersamaan, serta cinta kepada ilmu pengetahuan yang diwujudkan dalam aktivitas pembelajaran yang bermakna.

Dengan terlaksananya kegiatan kokurikuler secara kolaboratif ini, pihak sekolah berharap peserta didik mampu menginternalisasi nilai-nilai Panca Cinta dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar kokurikuler yang menyenangkan, bermakna, serta selaras dengan profil kelulusan madrasah. Yudi

Danau Lido Menyusut Drastis, dari 32 Hektare Kini Tinggal 12 Hektare

0

Cigombong | Jurnal Bogor – Kondisi Danau Lido di Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, kian memprihatinkan. Danau yang sebelumnya memiliki luas sekitar 32 hektare tersebut kini diperkirakan hanya tersisa kurang lebih 12 hektare akibat pendangkalan dan penyusutan yang terus berlangsung.

Penyusutan danau diduga dipicu oleh pembiaran serta aktivitas reklamasi di sekitar kawasan. Selain itu, maraknya keramba ikan dan berdirinya sejumlah restoran di sekeliling danau dinilai semakin memperparah kerusakan lingkungan, yang diduga terjadi akibat lemahnya pengawasan dan penegakan aturan dari pihak berwenang.

Tokoh masyarakat Kecamatan Cigombong, Indra Surkana, mempertanyakan langkah konkret pemerintah dalam menyikapi persoalan tersebut. Menurutnya, beberapa waktu lalu sempat dilakukan penyegelan dan penegakan hukum oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, namun hingga kini kelanjutan proses tersebut tidak jelas.

“Kami mempertanyakan keseriusan pemerintah. Dulu sempat ada penyegelan dan penindakan, tetapi sekarang seperti tidak ada kabarnya lagi. Jangan sampai masyarakat menilai ada pembiaran,” ujar Indra, Senin (2/3/2026).

Ia juga menyoroti peran Balai Besar Wilayah Sungai Citarum sebagai instansi yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah Jawa Barat. Lemahnya pengawasan terhadap keberadaan keramba dan bangunan usaha di sekitar danau disebut menjadi salah satu faktor percepatan kerusakan ekosistem.

“Banyaknya keramba dan restoran di sekitar danau seharusnya diawasi secara ketat. Jika tidak sesuai aturan, harus ada tindakan tegas. Jangan sampai fungsi danau sebagai daerah resapan air dan penyangga lingkungan hilang,” tegasnya.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh, menertibkan aktivitas yang melanggar ketentuan, serta menyusun langkah konkret untuk memulihkan kondisi Danau Lido agar tidak terus menyusut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak terkait mengenai rencana penanganan lanjutan terhadap pendangkalan dan penyusutan Danau Lido. Yudi

Ansor Tamansari Bagikan 200 Paket Takjil, Komitmen Berbagi Rutin Setiap Pekan

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tamansari bersama Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama se-Kecamatan Tamansari membagikan 200 paket takjil kepada masyarakat di depan Rest Area Cimanglid pada Ahad (1/3/2026). Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga dan para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Ketua PAC Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tamansari Fahmi Fadilah menegaskan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap pekan sepanjang Ramadhan.

“Insya Allah, kegiatan berbagi takjil ini akan terus dilaksanakan secara rutin setiap minggu selama bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas berbagi makanan, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahim antarbanom dan memperkuat gerakan keumatan di tingkat kecamatan.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang berbagi takjil untuk berbuka puasa, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan dan sinergitas Banom NU di Kecamatan Tamansari,” jelasnya.

Fahmi menambahkan bahwa berbagi takjil merupakan wujud nyata kepedulian sosial dan semangat kebersamaan dalam mengisi bulan suci Ramadhan.

“Berbagi takjil bukan sekadar memberikan makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga berbagi kebahagiaan, kepedulian, dan harapan. Ramadhan mengajarkan kita bahwa sekecil apa pun kebaikan, jika dilakukan dengan ikhlas dan bersama-sama, akan menghadirkan manfaat yang besar serta mempererat tali silaturahim,” imbuhnya.

Seluruh paket takjil merupakan hasil gotong royong dari masing-masing Banom NU serta dukungan para donatur dalam bentuk dana maupun makanan berbuka.

Ketua Pelaksana kegiatan Muhammad Tubagus Fikri Maulana Syarief, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I PAC Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tamansari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif bersama Banom NU di bawah naungan MWC NU Kecamatan Tamansari sebagai bentuk penguatan solidaritas dan kepedulian sosial di bulan penuh rahmat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk penguatan solidaritas dan kepedulian sosial di bulan penuh rahmat,” pungkasnya. Yudi

Santunan Anak Yatim jadi Momen RSUD R Moh Noh Nur Rayakan HUT BLUD

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun BLUD, RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang, Kabupaten Bogor menggelar kegiatan santunan kepada 100 anak yatim yang berlangsung penuh khidmat dan kehangatan di Masjid Hj. Fatimah RSUD R Moh Noh Nur pukul 13.00 WIB hingga selesai, Jumat (27/02/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Utama RSUD R Moh Noh Nur, dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S., beserta jajaran manajemen hospitalia dan para undangan.

Dalam tausiahnya, Ustadz Dr. Arizqi Ihsan Pratama, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momen silaturahmi yang baik. “Semoga membawa keberkahan untuk kita semua.”

Direktur Utama dr. Vitrie Winastri menyampaikan kegiatan ini alhamdulillah dapat terlaksana dengan baik. “Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian kami kepada anak yatim.”

Sementara itu, salah satu keluarga anak yatim menyampaikan ucapan terima kasih. “Alhamdulillah, terima kasih kepada RSUD R Moh Noh Nur.”

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian HUT BLUD yang menegaskan komitmen RSUD R Moh Noh Nur untuk terus hadir dan berbagi kepada masyarakat.

(say/cc)

Komunitas Pengusaha Perempuan Kota Depok Berbagi 200 Paket Takjil di Teras Sedekah

0

Depok | Jurnal Bogor
Komunitas Pengusaha Perempuan Kota Depok (KPPD) menggelar aksi sosial berbagi takjil kepada para pengguna jalan di Teras Sedekah di Jalan Gelatik XI no. 116, Depok Jaya Pancoran Mas, Kota Depok, dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa tersebut disambut antusias oleh para pengguna jalan baik pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas serta warga sekitar. Sebanyak 200 paket takjil dibagikan langsung oleh Komunitas Pengusaha Perempuan Kota Depok

Henny selaku Humas di KPPD, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil merupakan langkah awal kegiatan berbagi sebagai bentuk kepedulian sekaligus ungkapan rasa syukur keluarga besar KPPD kepada masyarakat sekitar.

Ia menambahkan, aksi sosial tersebut tidak hanya dilakukan pada momentum Ramadan, namun juga rutin digelar melalui kegiatan Jumat Berkah bagi warga di lingkungan sekitar.

“Hari ini kami membagikan 200 paket takjil kepada para warga dan pengguna Jalan Gelatik XI no. 116, Depok Jaya Pancoran Mas, Kota Depok. Ini adalah wujud kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah. Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan sesama, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba,” Henny, Minggu (1/3/2026).

Menurut Henny, kegiatan tersebut tidak sekadar berbagi makanan berbuka puasa, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara pengurus di KPPD dengan masyarakat. Ia berharap kegiatan sederhana ini dapat memberikan manfaat nyata serta membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Hal serupa disampaikan juga oleh Evi Pratiwi sebagai bendahara 2, Evi menegaskan, pembagian takjil merupakan inisiatif bersama antar anggota sebagai wujud kebersamaan, empati, dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar.

Ramadan bulan penuh berkah. Kami hadir bukan hanya dalam pemenuhan gizi program pemerintah saja, melainkan juga melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat

“Ramadan bulan penuh berkah. Kami ingin hadir bukan hanya dalam pelayanan pemenuhan gizi melalui program pemerintah saja, melainkan juga melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat dan memberikan kebahagiaan bagi para pengguna jalan yang sedang dalam perjalanan menjelang berbuka puasa,” pungkasnya.

Melalui kegiatan berbagi ini, Komunitas Pengusaha Perempuan Kota Depok berkomitmen dalam menanamkan nilai kepedulian sosial serta memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat. Momentum Ramadan 1447 Hijriah diharapkan dapat terus menumbuhkan semangat berbagi dan gotong royong di tengah masyarakat.

** Erwin