27 C
Bogor
Tuesday, March 3, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Prihatin Kerap Makan Korban, Wartawan dan Warga Perbaiki Jalan Rusak

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Puluhan masyarakat menggelar aksi kemanusiaan dengan menambal sulam kondisi jalan berlubang di Jalan Raya Ace Tabrani wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Ketua Media Center Nanggung (MCN) Rahman Ependi menyatakan, kolaborasi antara wartawan dan masyarakat sekitar memperbaiki jalan tersebut lantaran selama satu bulan terakhir, banyaknya pengendara bermotor menjadi korban kecelakaan akibat kerusakan jalan berlubang kondisi cukup parah itu.

Atas dasar itu, kerjabakti ini  dilakukan karena kondisi jalan berlubang di kedalaman sekitar 12 centimeter itu kerap memakan korban.

“Kerap memakan korban di jalan berlubang itu, terutama pemotor,” kata Rahman kepada Jurnal Bogor, Senin (2/3/2026).

Kondisi ini seharusya Pemerintah Kabupaten Bogor hadir, namun aksi ini dilakukan karena cukup darurat dan tak bisa dibiarkan.

“Jalan berlubang itu, tak bisa dibiarkan karena sudah banyak korban. Bahkan kecelakaan pemotor hingga mengalami luka serius,” papar Rahman.

Pasalnya, perbaikan jalan antara masyarakat dengan Forum Komunikasi Bumi Putra (FKBP) Bogor Barat berikut pewarta karena tidak menutup kemungkinan korban akibat kerusakan jalan berlubang itu bisa terus berjatuhan.

“Ini bukan seremonial, inisiatif perbaiki jalan sebagai bentuk kemanusiaan karena cukup banyak pengendara  kecelakaan,” ujar perwakilan FKBP, Supriyadi.

Supriadi menegaskan, sampai kapan jalan itu dibiarkan rusak. Ini darurat karena di jalan itu  kerusakannya ketika hujan tidak mencerminkan status jalan Kabupaten Bogor karena di jalan itu terlihat kotor dipenuhi lumpur.

“Mau sampai kapan, jalan itu yang katanya jalan Kabupaten namun dibiarkan rusak. Galang dana di Jalan Ace Tabrani ini bukan untuk pesta, tapi untuk menutup luka. Jalan berlubang ini sudah jadi ancaman,” ujarnya di lokasi.

Ketua LSM Pergerakan Perubahan Untuk Keadilan (PPUK) DPC Kabupaten Bogor, Ilyas, menilai insiden berulang ini tidak bisa lagi disebut sekadar musibah.

“Kalau satu kali mungkin musibah. Tapi kalau berulang di titik yang sama sampai menyebabkan patah tulang, ini kelalaian,” ungkapnya.

PPUK mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan perbaikan darurat sekaligus penanganan permanen. Mereka juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur jalan di Kecamatan Nanggung.

Menanggapi desakan tersebut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan Kepala UPT Jalan dan Jembatan Cigudeg untuk menangani kerusakan. Namun ia mengakui, perbaikan belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.

“UPT Jalan dan Jembatan masih menunggu material untuk melakukan perbaikan,” kata Suryanto melalui pesan singkatnya.

Pernyataan itu menuai kritik dari warga. Mereka menilai alasan keterbatasan material tidak dapat dibenarkan mengingat kondisi darurat yang mengancam keselamatan jiwa. Warga berharap pemerintah segera bergerak tanpa harus menunggu insiden berikutnya.

** Arip Ekon

Fikri Muhamad: MBG Perlu Diawasi Pihak Kecamatan

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Permasalahan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bogor terus menjadi sorotan karena dinilai masih lemahnya pengawasan berakibat kurang layaknya menu MBG dan tidak sesuainya standar gizi seimbang.

Menurut pemerhati kebijakan publik, Fikri Muhamad, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115  tentang tatakelola program MBG tahun 2025 ada peranan pemerintah di tingkat kecamatan sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah daerah dalam hal ini Kabupaten Bogor.

“Di Perpres disebut, pelaksanaan MBG pada SPPG mulai dari  pengawasan, jaminan keamanan pangan wajib dilakukan oleh pihak kecamatan,” tegas Fikri kepada Jurnal Bogor, Senin (2/3/2026).

Memang kata dia, pemerintah kecamatan tentu bukan pelaksana utama, melainkan tugasnya BGN melalui Kepala SPPG dan mitra yayasan.

“Bukan pelaksana utama, akan tepi kecamatan itu sebagai fasilitator dan pengawas lapangan yang sangat krusial,” beber Fikri.

Dasar  Perpres itu, saat ini di kabupaten maupun kota telah banyak mengeluarkan Perbup/Perwali atau SK Bupati yang memperkuat peran Camat sebagai Ketua Satgas MBG.

“Ketika kualitas makanan MBG kurang baik  atau tak layak konsumsi, artinya lemahnya fungsi pengawasan yang dilakukan pihak kecamatan atau dari  pemda itu sendiri,” tandasnya.

Begitu juga petunjuk juklak dan juknis tahun anggaran 2026 disebutkan Koordinator SPPG Kecamatan selain bertugas singkroni data, juga bertugas melakukan pengawasan operasional SPPG di tingkat kecamatan. Sehingga ketika ada permasalan  terkait program MBG tersebut, Korcam Kecamatan harus ambil bagian ikut bertanggung karena bagian kontrol atau pengawasan selain kecamatan.

“Namun jangan sampai  Korcam merangkap jabatan menjadi kepala SPPG juga. Karena dengan begitu, akan menimbulkan potensi konflik kepentingan. Semisal, karena rangkap jabatan pekerjaan sendiri  masa dikontrolya sendiri juga, itu jelas ngawur,” kritiknya.

Sebelumnya diwartakan, belakangan ambradulnya program MBG di wilayah kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor mencuat seperti yang terjadi di 4 sekolah di SDN Bandasari, SDN Pasirsari, SDN Nanggung berikut SMPN 1 Nanggung termasuk di wilayah Desa Curugbitung dengan Desa Bantarkaret. Hingga menyusul di medsos memperlihatkan kekecewaan wali murid di SDN Pasir Peuteuy dalam penyajian menu MBG.

** Arip Ekon

Beramal di Hari Jumat, Elpa Salon Buat Program Cukur Rambut Gratis

0

Ciomas | Jurnal Bogor
Banyak cara untuk berbagi kebaikan dengan sesama terutama pada hari Jumat. Saat ini banyak warga yang membuat kegiatan sosial, termasuk pemilik Elpa Salon di Parakan-Ciomas dan Cikaret, Yayu Ucu Masitoh. Warga Desa Parakan ini memilih beramal di hari Jumat ini dengan membuat program cukur rambut gratis.

“Saya tergerak untuk membantu sesama, namun jalannya beda. Saya pilih untuk membuat cukur rambut gratis. Kita akan keliling masjid dan mushola di Bogor atau di sekitar lokasi Elpa Salon . Karena, ini juga sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW agar kita tampil rapi dan bersih,” ujarnya kepada Jurnalbogor ditemui di sela-sela acara potong rambut di Kecamatan Ciomas, Sabtu (28/2/2026).

Cukur rambut gratis yang biasa dia lakukan di Jumat berkah  ini biasanya dimulai pukul 08.00 WIB sampai 10.00 WIB. “

Untuk pertama ini kita buat di sekitar tempat usaha Elpa Salon di Jalan Parakan dan Cikaret Jalan H Abdullah dan di Jalan Kapten Yusup Cikarat, alhamdulillah banyak warga yang datang yang mau memotong rambut,” jelas Yayu Ucu Masitoh.

Dia menjelaskan, untuk penata rambutnya memang didatangkan dari tenaga profesional.

“Ini yang motong rambutnya itu memang orang ahli dan profesional. Jadi, bukan dipotong sembarangan. Bagi warga yang mau potong rambut. Untuk minggu depan, rencananya akan dilakukan di cabang Elpa Salon Cikaret yang beralamat di Jalan Kapten Yusup samping Perum Cikaret Hijau,” jelasnya.

Selain pria, sambung dia, untuk perempuan juga bisa gunting rambut gratis. “Tapi, nanti akan dibuat di salon. Karena, kalau perempuan tidak bisa di lapangan terbuka,” ujarnya.

Yayu mengaku memang sudah lama membuat kegiatan cukur rambut gratis ini. “Saya sudah 15 tahun untuk kegiatan ini,” jelas dia.

Dayat, salah seorang warga mengaku terbantu dengan kegiatan sosial ini. “Ya membantu sekali, karena untuk bayar potong rambut sekarang biasanya Rp 25 ribu. Alhamdulillah sekarang bisa gratis potong rambutnya,” tukasnya.

** Wawan Hermawanto

MTs Nurussa’adah Gelar Kegiatan Kokurikuler Ramadan, Tanamkan Nilai Panca Cinta

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, MTs Nurussa’adah menggelar berbagai kegiatan kokurikuler bertema “Ramadan Berilmu, Beribadah, dan Berakhlak Karimah”. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan nilai Panca Cinta, yakni cinta kepada Allah, cinta kepada sesama manusia, dan cinta kepada ilmu pengetahuan.

Kepala MTs Nurussa’adah, Nazarudin Usman, menjelaskan bahwa program kokurikuler Ramadan dilaksanakan setiap hari selama bulan Ramadan. Kegiatan rutin meliputi kuliah tujuh menit (kultum), salat dhuha, serta salat zuhur berjamaah.

“Setiap hari Senin dan Rabu, siswa berkumpul di lapangan untuk pemeriksaan buku kegiatan Ramadan oleh wali kelas. Sementara pada hari Selasa dan Kamis, seluruh dewan guru bersama siswa melaksanakan tadarus Al-Qur’an. Adapun hari Jumat diisi dengan kegiatan Senam Pagi Anak Indonesia,” ujar Nazarudin, Senin (2/3/2026).

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta didik diarahkan untuk memahami bahwa ibadah tidak hanya dimaknai secara ritual, tetapi juga sebagai sarana penanaman nilai cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta kepada sesama manusia melalui kepedulian dan kebersamaan, serta cinta kepada ilmu pengetahuan yang diwujudkan dalam aktivitas pembelajaran yang bermakna.

Dengan terlaksananya kegiatan kokurikuler secara kolaboratif ini, pihak sekolah berharap peserta didik mampu menginternalisasi nilai-nilai Panca Cinta dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar kokurikuler yang menyenangkan, bermakna, serta selaras dengan profil kelulusan madrasah. Yudi

Danau Lido Menyusut Drastis, dari 32 Hektare Kini Tinggal 12 Hektare

0

Cigombong | Jurnal Bogor – Kondisi Danau Lido di Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, kian memprihatinkan. Danau yang sebelumnya memiliki luas sekitar 32 hektare tersebut kini diperkirakan hanya tersisa kurang lebih 12 hektare akibat pendangkalan dan penyusutan yang terus berlangsung.

Penyusutan danau diduga dipicu oleh pembiaran serta aktivitas reklamasi di sekitar kawasan. Selain itu, maraknya keramba ikan dan berdirinya sejumlah restoran di sekeliling danau dinilai semakin memperparah kerusakan lingkungan, yang diduga terjadi akibat lemahnya pengawasan dan penegakan aturan dari pihak berwenang.

Tokoh masyarakat Kecamatan Cigombong, Indra Surkana, mempertanyakan langkah konkret pemerintah dalam menyikapi persoalan tersebut. Menurutnya, beberapa waktu lalu sempat dilakukan penyegelan dan penegakan hukum oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, namun hingga kini kelanjutan proses tersebut tidak jelas.

“Kami mempertanyakan keseriusan pemerintah. Dulu sempat ada penyegelan dan penindakan, tetapi sekarang seperti tidak ada kabarnya lagi. Jangan sampai masyarakat menilai ada pembiaran,” ujar Indra, Senin (2/3/2026).

Ia juga menyoroti peran Balai Besar Wilayah Sungai Citarum sebagai instansi yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah Jawa Barat. Lemahnya pengawasan terhadap keberadaan keramba dan bangunan usaha di sekitar danau disebut menjadi salah satu faktor percepatan kerusakan ekosistem.

“Banyaknya keramba dan restoran di sekitar danau seharusnya diawasi secara ketat. Jika tidak sesuai aturan, harus ada tindakan tegas. Jangan sampai fungsi danau sebagai daerah resapan air dan penyangga lingkungan hilang,” tegasnya.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh, menertibkan aktivitas yang melanggar ketentuan, serta menyusun langkah konkret untuk memulihkan kondisi Danau Lido agar tidak terus menyusut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak terkait mengenai rencana penanganan lanjutan terhadap pendangkalan dan penyusutan Danau Lido. Yudi

Ansor Tamansari Bagikan 200 Paket Takjil, Komitmen Berbagi Rutin Setiap Pekan

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tamansari bersama Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama se-Kecamatan Tamansari membagikan 200 paket takjil kepada masyarakat di depan Rest Area Cimanglid pada Ahad (1/3/2026). Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga dan para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Ketua PAC Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tamansari Fahmi Fadilah menegaskan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap pekan sepanjang Ramadhan.

“Insya Allah, kegiatan berbagi takjil ini akan terus dilaksanakan secara rutin setiap minggu selama bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas berbagi makanan, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahim antarbanom dan memperkuat gerakan keumatan di tingkat kecamatan.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang berbagi takjil untuk berbuka puasa, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan dan sinergitas Banom NU di Kecamatan Tamansari,” jelasnya.

Fahmi menambahkan bahwa berbagi takjil merupakan wujud nyata kepedulian sosial dan semangat kebersamaan dalam mengisi bulan suci Ramadhan.

“Berbagi takjil bukan sekadar memberikan makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga berbagi kebahagiaan, kepedulian, dan harapan. Ramadhan mengajarkan kita bahwa sekecil apa pun kebaikan, jika dilakukan dengan ikhlas dan bersama-sama, akan menghadirkan manfaat yang besar serta mempererat tali silaturahim,” imbuhnya.

Seluruh paket takjil merupakan hasil gotong royong dari masing-masing Banom NU serta dukungan para donatur dalam bentuk dana maupun makanan berbuka.

Ketua Pelaksana kegiatan Muhammad Tubagus Fikri Maulana Syarief, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I PAC Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tamansari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif bersama Banom NU di bawah naungan MWC NU Kecamatan Tamansari sebagai bentuk penguatan solidaritas dan kepedulian sosial di bulan penuh rahmat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk penguatan solidaritas dan kepedulian sosial di bulan penuh rahmat,” pungkasnya. Yudi

Santunan Anak Yatim jadi Momen RSUD R Moh Noh Nur Rayakan HUT BLUD

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun BLUD, RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang, Kabupaten Bogor menggelar kegiatan santunan kepada 100 anak yatim yang berlangsung penuh khidmat dan kehangatan di Masjid Hj. Fatimah RSUD R Moh Noh Nur pukul 13.00 WIB hingga selesai, Jumat (27/02/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Utama RSUD R Moh Noh Nur, dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S., beserta jajaran manajemen hospitalia dan para undangan.

Dalam tausiahnya, Ustadz Dr. Arizqi Ihsan Pratama, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momen silaturahmi yang baik. “Semoga membawa keberkahan untuk kita semua.”

Direktur Utama dr. Vitrie Winastri menyampaikan kegiatan ini alhamdulillah dapat terlaksana dengan baik. “Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian kami kepada anak yatim.”

Sementara itu, salah satu keluarga anak yatim menyampaikan ucapan terima kasih. “Alhamdulillah, terima kasih kepada RSUD R Moh Noh Nur.”

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian HUT BLUD yang menegaskan komitmen RSUD R Moh Noh Nur untuk terus hadir dan berbagi kepada masyarakat.

(say/cc)

Komunitas Pengusaha Perempuan Kota Depok Berbagi 200 Paket Takjil di Teras Sedekah

0

Depok | Jurnal Bogor
Komunitas Pengusaha Perempuan Kota Depok (KPPD) menggelar aksi sosial berbagi takjil kepada para pengguna jalan di Teras Sedekah di Jalan Gelatik XI no. 116, Depok Jaya Pancoran Mas, Kota Depok, dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa tersebut disambut antusias oleh para pengguna jalan baik pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas serta warga sekitar. Sebanyak 200 paket takjil dibagikan langsung oleh Komunitas Pengusaha Perempuan Kota Depok

Henny selaku Humas di KPPD, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil merupakan langkah awal kegiatan berbagi sebagai bentuk kepedulian sekaligus ungkapan rasa syukur keluarga besar KPPD kepada masyarakat sekitar.

Ia menambahkan, aksi sosial tersebut tidak hanya dilakukan pada momentum Ramadan, namun juga rutin digelar melalui kegiatan Jumat Berkah bagi warga di lingkungan sekitar.

“Hari ini kami membagikan 200 paket takjil kepada para warga dan pengguna Jalan Gelatik XI no. 116, Depok Jaya Pancoran Mas, Kota Depok. Ini adalah wujud kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah. Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan sesama, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba,” Henny, Minggu (1/3/2026).

Menurut Henny, kegiatan tersebut tidak sekadar berbagi makanan berbuka puasa, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara pengurus di KPPD dengan masyarakat. Ia berharap kegiatan sederhana ini dapat memberikan manfaat nyata serta membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Hal serupa disampaikan juga oleh Evi Pratiwi sebagai bendahara 2, Evi menegaskan, pembagian takjil merupakan inisiatif bersama antar anggota sebagai wujud kebersamaan, empati, dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar.

Ramadan bulan penuh berkah. Kami hadir bukan hanya dalam pemenuhan gizi program pemerintah saja, melainkan juga melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat

“Ramadan bulan penuh berkah. Kami ingin hadir bukan hanya dalam pelayanan pemenuhan gizi melalui program pemerintah saja, melainkan juga melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat dan memberikan kebahagiaan bagi para pengguna jalan yang sedang dalam perjalanan menjelang berbuka puasa,” pungkasnya.

Melalui kegiatan berbagi ini, Komunitas Pengusaha Perempuan Kota Depok berkomitmen dalam menanamkan nilai kepedulian sosial serta memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat. Momentum Ramadan 1447 Hijriah diharapkan dapat terus menumbuhkan semangat berbagi dan gotong royong di tengah masyarakat.

** Erwin

ANTAM Perkuat Komitmen ESG Melalui Dukungan Pengembangan Carbon Project Pertanian

0

Bogor | Jurnal Bogor
PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mempertegas komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui dukungan pada kegiatan Road to Seminar Nasional 2026 bertajuk “Pengembangan Carbon Project di Sektor Pertanian” yang diselenggarakan oleh Himpunan Alumni Tanah IPB (HATI). Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Sabtu (28/2).

Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi ANTAM bersama Jejak.in serta HATI sebagai penggagas forum akademik. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi lintas sektor—mempertemukan akademisi, perencana pembangunan nasional, lembaga riset, pelaku pasar karbon global, dan pengembang proyek—untuk merumuskan arah pengembangan carbon project pertanian yang kredibel, berintegritas, dan berdampak nyata bagi petani.

Sebagai perusahaan pertambangan yang terus memperkuat agenda dekarbonisasi dan keberlanjutan operasional, ANTAM memandang carbon project pertanian sebagai bagian dari pendekatan strategis perusahaan dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.

Agustinus Toko Susetio, Java Region ER & CSR Subdivision Head PT ANTAM Tbk, menegaskan bahwa dukungan ANTAM terhadap forum ini sejalan dengan roadmap ESG perusahaan yang menempatkan keberlanjutan sebagai inti strategi bisnis.

Menurutnya, ANTAM melalui berbagai program CSR telah secara konsisten mendorong penguatan ketahanan pangan sekaligus mitigasi perubahan iklim di wilayah operasional. Salah satunya melalui Program Garitan di Desa Kalong Liud, Kecamatan Nanggung, Bogor, yang mengembangkan praktik pertanian ramah lingkungan, pemanfaatan limbah organik, serta penguatan kapasitas kelompok tani sebagai bagian dari pendekatan pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat.

Kegiatan dibuka oleh Puji Mudiana, S.P., M.A., Direktur Pengembangan Karier, Kewirausahaan, dan Hubungan Alumni IPB University, mewakili Rektor IPB University, serta dihadiri oleh Dr. Ir. R.A. Dyah Tjahyandari Suryaningtyas, M.App.Sc., Kepala Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB University, yang menegaskan pentingnya fondasi ilmiah dalam pengembangan carbon project pertanian.

Hadir sebagai keynote speaker dan narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu: Dr. Prayudi Syamsuri, S.P., M.Si., Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Konektivitas pada Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Himpunan Alumni IPB; Jarot Indarto, S.P., M.T., M.Sc., Ph.D., Direktur Pangan dan Pertanian Kementerian PPN/Bappenas; Dr. Ratih Damayanti, S.Hut., M.Si., Direktur Kebijakan Lingkungan Hidup, Kemaritiman, Sumber Daya Alam, dan Ketenaganukliran BRIN; Erlinda Ekaputri, Country Director Wildlife Works Indonesia; M. Nizar Zulkarnaen, Group Lead Forestry and Nature-Based Solutions dan Partner PT Hatfield Indonesia; Prof. Dr. Suria Darma Tarigan, Guru Besar Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB University; Prof. Dr. A. Faroby Falatehan, S.P., M.E., Dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University; serta Imam Basuki, Senior Wetland Specialist.

Diskusi dipandu oleh Haris Iskandar, Chief of Climate Solutions and Services Jejak.in, yang memoderatori pembahasan mengenai tantangan implementasi carbon project pertanian, mulai dari aspek additionality, permanence, biaya MRV, hingga kebutuhan agregasi kelembagaan petani agar proyek menjadi layak secara ekonomi dan berdaya saing global.

Para pembicara menegaskan bahwa carbon project pertanian memiliki posisi strategis dalam menjembatani target penurunan emisi nasional dan agenda ketahanan pangan. Namun implementasinya harus memenuhi prinsip additionality, permanence, sistem MRV yang kredibel, serta mekanisme pembagian manfaat yang adil agar berkelanjutan secara sosial dan ekonomi.

Melalui kolaborasi multipihak ini, ANTAM menegaskan bahwa komitmen keberlanjutan perusahaan tidak terbatas pada operasional pertambangan, tetapi juga pada penguatan ekonomi lokal dan kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan rendah karbon Indonesia.

** Arip Ekon

Korcam SPPG: Menu MBG Tanggung Jawab Kepala SPPG

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Nanggung (Korcam) Anang menanggapi paket menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dituding penerimaan manfaat lantaran tak layak konsumsi atau tak sesuai paket MBG untuk dua hari Jumat (27/2/2026) – Sabtu (28/2/2026) yang dikirim ke sekolah SDN Pasir Peuteuy di Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Dia menyatakan, menu MBG tersebut menjadi tanggung jawab Kepala SPPG.

“Tentunya Kepala SPPG sebagai pelaksana operasional harian dan itu salah satu tanggung jawab mengenai manajerial tim serta kelangsungan terkait pengawasan anggaran pemenuhan program MBG. Terkait menu MBG layak atau tidak, seperti yang beredar di Kecamatan Nanggung tentu tak lepas dari kontrol yang berkaitan karena kepala SPPG yang menjalankan,” kata Korcam SPPG Anang kepada Jurnal Bogor, Minggu (1/3/2026).

Anang juga menjelaskan, termasuk terkait monitoring ataupun pengawasan terhadap operasional MBG tentunya dari kepala SPPG itu masing-masing karena kepala SPPG tetap mengarahkan dan tak lepas dari kontrolnya setiap hari.

“Jadi, sejauh ini kurang layak atau tidak menu MBG dari segi kualitas karena yang merancang menu itu khususnya ahli gizi. Kapasitas yang merancang menu itu adalah ahli gizi dan dia bisa mempertanggungjawabkan menu itu,” jelasnya.

Ketika ditanya beredar luas di medsos paket dua harian Jumat dan Sabtu yang dituding pengelolaannya tak sesuai, Anang tak mau menjelaskan.

“Kalau saya yang menanggapi? Kan yang melaksanakan dapur SPPG-nya di Parakanmuncang. Untuk pengawasan dari setiap dapur SPPG mungkin kalau awal itu hanya sedikit. Pengawasan sedikit, pasti adanya kesalahan-kesalahan teknis ataupun pengerjaan,” kata dia.

Sebelumnya beredar di medsos, seorang wali murid memperlihatkan menu MBG yang diterimanya. “Ini pisang, kukus kentang, kue, susu milku kemasan botol, terus apalagi ini hampas kelapa atau apa? karena lagi puasa jadi belum bisa dicicipi. MBG ini buat dua hari, coba di hitung paling berapa duit, pisang satu semua serba satu, ini teh buat dua harian?.”

“Kalau buat dua harian, berarti pisang susu termasuk menu lainnya dimakannya setengah atau sepotong gitu?. MBG buat dua harian, seperti susu diminumnya seharinya setengah gitu, ini yang dinamakan makanan bergizi?. Semoga video ini lewat beranda kalian yang bekerja di Dapur SPPG Parakanmuncang 003 terimakasih.”

Setelah banyak keluhan terkait menu MBG yang disajikan di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor lantaran dinilai tak mencerminkan prinsip nilai gizi seimbang, pemerhati kebijakan publik, Fikri Muhammad meminta pihak pengelola MBG atau SPPG menggelar audensi.

** Arip Ekon