28.2 C
Bogor
Sunday, July 19, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Program Rutin Bupati Bogor dan Ketua TP PKK Dijalankan RSUD R. Moh. Noh Nur Melalui “Jumat Berkah”

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh Nur baru saja menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan sosial bertajuk “Jumat Berkah”. Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026 tersebut, dilakukan pembagian makanan kepada para penunggu pasien yang tengah mendampingi anggota keluarganya di ruang IGD maupun rawat inap.

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial yang mendalam serta perhatian nyata dari jajaran pimpinan Kabupaten Bogor kepada masyarakat yang sedang membutuhkan dukungan dan uluran tangan. 

Salah satu keluarga pasien mengungkapkan terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan: “Terimakasih banyak kepada Bapak Bupati Bogor dan rumah sakit atas makanannya.

Pihak manajemen RSUD R. Moh. Noh Nur menyambut baik inisiatif berbagi ini, yang dinilai sangat selaras dengan visi rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang humanis. Diharapkan, kegiatan Jumat Berkah ini dapat memberikan manfaat nyata serta menjadi penyemangat bagi para penunggu pasien dalam melalui masa perawatan keluarganya.

Sinergi antara pemerintah daerah dan institusi layanan kesehatan seperti ini menegaskan kembali komitmen RSUD R. Moh. Noh Nur untuk selalu hadir sebagai mitra masyarakat, tidak hanya dalam penyediaan layanan medis yang berkualitas, tetapi juga dalam aspek dukungan sosial yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Bogor.

(yev/cc)

RSUD R. Moh. Noh Nur Beri Pemahaman Hak Pasien dan Keluarga, serta Komunikasi Efektif Tahun 2026 Melalui Pelatihan Intensif

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh Nur kembali menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui suksesnya penyelenggaraan rangkaian In House Training (IHT) mengenai Hak Pasien dan Keluarga (HPK) serta Komunikasi Efektif (KE). Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 13 sampai 17 Juli 2026 ini diikuti oleh seluruh elemen civitas hospitalia, mulai dari jajaran direksi, tim manajemen, tenaga medis dan keperawatan, hingga staf non-medis.

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemahaman seluruh staf mengenai hak-hak pasien, mulai dari hak atas informasi, privasi, pelayanan kerohanian, hingga hak untuk memberikan persetujuan tindakan medis (informed consent). Selain aspek administratif dan hukum, program ini juga menekankan pentingnya komunikasi efektif antara tenaga kesehatan dengan pasien maupun keluarga, guna menjamin terciptanya lingkungan perawatan yang transparan, aman, dan penuh kasih.

Kegiatan yang telah terlaksana dengan sukses ini mendapatkan respon yang sangat positif dari para peserta. Banyak staf tenaga kesehatan dan manajemen yang menyatakan bahwa materi yang diberikan sangat menambah wawasan krusial dalam dunia kesehatan. Para peserta berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan ilmu yang didapatkan dengan baik dan benar dalam praktik pelayanan sehari-hari, demi memberikan perlindungan maksimal bagi pasien serta menjaga profesionalisme rumah sakit.

Sejalan dengan komitmen rumah sakit dalam menjaga keselamatan pasien, pelatihan ini juga melakukan refleksi mendalam terhadap pentingnya kepatuhan pada standar profesi dan prosedur operasional (SOP). Penekanan ini menjadi bagian dari upaya preventif rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang akuntabel, menghormati nilai-nilai serta keyakinan pasien, sekaligus melindungi hak-hak pasien dalam setiap proses pengambilan keputusan medis.

Manajemen RSUD R. Moh. Noh Nur menegaskan bahwa keberhasilan program pelatihan ini merupakan bukti nyata dedikasi seluruh karyawan dalam mendukung akreditasi rumah sakit. Dengan penguatan kompetensi ini, RSUD R. Moh. Noh Nur semakin optimis dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya berkualitas secara medis, tetapi juga unggul dalam aspek etika, komunikasi, dan perlindungan hak pasien, demi kepercayaan masyarakat Kabupaten Bogor dan sekitarnya.

(yev/cc)

Roadshow Sosialisasi Antikorupsi Perkuat Tata Kelola RSUD R. Moh. Noh Nur

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam upaya berkelanjutan untuk membangun budaya kerja yang transparan dan akuntabel, RSUD R. Moh. Noh Nur telah sukses melaksanakan kegiatan Roadshow Sosialisasi Antikorupsi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kabupaten Bogor. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026, bertempat di Aula Soekarno Hatta.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat struktural, staf manajemen, serta pegawai pelaksana non-pelayanan klinis. Seluruh peserta hadir dengan mengenakan atribut lengkap, termasuk Pin Zona Integritas, sebagai simbol komitmen nyata rumah sakit dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan profesionalisme.

Bagi RSUD R. Moh. Noh Nur, integritas bukan sekadar nilai, melainkan komitmen dasar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui sosialisasi ini, seluruh insan rumah sakit diharapkan semakin memahami pentingnya pencegahan korupsi serta terus berupaya mewujudkan tata kelola yang baik.

Komitmen ini selaras dengan upaya rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, transparan, dan akuntabel bagi seluruh masyarakat. Dengan implementasi nilai-nilai antikorupsi, RSUD R. Moh. Noh Nur terus memperkuat budaya kerja yang berintegritas tinggi serta berorientasi pada Pelayanan Prima yang BerAKHLAK.

(yev/cc)

Perkuat Standar Pelayanan dan Penuhi Syarat Akreditasi Nasional, RSUD R. Moh. Noh Nur Selenggarakan IHT

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh Nur telah sukses menyelenggarakan rangkaian program In House Training (IHT) yang berlangsung secara intensif mulai dari 29 Juni hingga 10 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan langkah nyata rumah sakit dalam memperkuat standar pelayanan dan memenuhi persyaratan akreditasi nasional, dengan dukungan penuh dan partisipasi aktif dari seluruh elemen civitas hospitalia, mulai dari jajaran direksi, tim manajemen, tenaga medis dan keperawatan, hingga staf non-medis.

Pelatihan yang berfokus pada Bantuan Hidup Dasar (BHD), Early Warning System (EWS), dan Manajemen Nyeri ini diikuti oleh 1.027 peserta yang terdiri dari berbagai lini, mulai dari tenaga medis, keperawatan, kebidanan, staf manajemen, hingga petugas kebersihan dan keamanan. Keberhasilan penyelenggaraan ini mencerminkan sinergi luar biasa dari seluruh civitas hospitalia dalam upaya meningkatkan budaya keselamatan pasien di lingkungan rumah sakit.

Kegiatan yang telah terlaksana dengan sukses ini mendapat sambutan yang sangat positif. Para peserta merasa bahwa pelatihan tersebut memberikan wawasan yang sangat penting dan krusial dalam menunjang tugas sehari-hari. Banyak staf yang menyampaikan bahwa materi yang didapatkan sangat bermanfaat, dan mereka menyatakan kesiapan penuh untuk mengimplementasikan ilmu tersebut dengan cara yang baik, benar, dan profesional dalam setiap tindakan pelayanan kepada masyarakat.

Berpedoman pada standar American Heart Association (AHA) 2025, materi pelatihan dirancang secara mendalam untuk membekali seluruh staf dengan keterampilan teknis penyelamatan nyawa yang akurat. Selain aspek teknis, kegiatan ini juga berhasil mematangkan koordinasi Code Blue System yang terbagi ke dalam tiga zona operasional di lingkungan rumah sakit, guna memastikan respons yang cepat, terukur, dan efektif dalam menangani situasi kritis.

Manajemen RSUD R. Moh. Noh Nur menegaskan bahwa kesuksesan program ini adalah bukti nyata komitmen rumah sakit dalam meningkatkan standar akreditasi melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia secara menyeluruh. Dengan pengetahuan yang telah diperbarui dan semangat implementasi yang tinggi dari seluruh karyawan, RSUD R. Moh. Noh Nur semakin siap memberikan perlindungan serta kenyamanan maksimal kepada setiap pasien. Sinergi seluruh keluarga besar RSUD R. Moh. Noh Nur kini menjadi fondasi utama rumah sakit dalam bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan yang unggul dan terpercaya bagi masyarakat Kabupaten Bogor dan sekitarnya.

(yev/cc)

RSUD Kota Bogor Mulai Bangkit, Libatkan Publik Tingkatkan Layanan

0

Bogor | Jurnal Bogor
RSUD Kota Bogor terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan membuka ruang partisipasi publik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Forum Komunikasi Publik (FKP) Sosialisasi Standar Pelayanan yang digelar di Ruang Tanah Sareal, Jumat (17/7/2026).

Dalam forum tersebut, manajemen RSUD memaparkan berbagai layanan dan fasilitas yang dimiliki rumah sakit, mulai dari kapasitas ruang perawatan, ketersediaan dokter spesialis dan subspesialis, hingga sarana serta peralatan kesehatan yang menunjang pelayanan kepada masyarakat.

Direktur Utama RSUD Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, mengatakan FKP menjadi wadah bagi rumah sakit untuk menerima berbagai masukan, kritik, maupun saran dari para pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya memperbaiki mutu pelayanan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mendengar berbagai masukan dari para tamu yang hadir. Kami berharap kritik dan saran yang diberikan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan RSUD Kota Bogor,” ujarnya.

Sri mengakui RSUD Kota Bogor saat ini tengah berupaya bangkit dari berbagai persoalan yang sempat dihadapi dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari keterbatasan ketersediaan obat hingga persoalan keuangan yang berdampak pada pelayanan.

Karena itu, ia menilai dukungan seluruh elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar proses pembenahan dapat berjalan maksimal.

“Kami ingin mengetahui apa saja yang masih menjadi kekurangan di RSUD Kota Bogor. Dengan masukan dan dukungan dari semua pihak, kami optimistis dapat terus berbenah dan menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Sri, penyelenggaraan Forum Komunikasi Publik juga merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang mendorong peningkatan pemahaman serta partisipasi masyarakat dalam penyusunan dan evaluasi standar pelayanan publik.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kecamatan Bogor Barat, Komandan Rayon Militer (Danramil) Bogor Barat, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bogor Barat, Lurah Menteng, Kepala Puskesmas Gang Kelor, Ketua GMKB Kota Bogor, Ketua One Kes, Ketua Program Studi Keperawatan Poltekkes Kemenkes Bandung Kampus Bogor, Direktur Akademi Keperawatan Wijaya Husada, serta sejumlah perwakilan media massa.

** Fredy Kristianto

Peringati HUT ke-25, Partai Demokrat Lakukan Aksi Tanam Sejuta Pohon

0

Caringin | Jurnal Bogor
Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bogor, merayakannya dengan ngabolang ke Kampung Cibeling Cikaracak, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jum’at (17/7/2026).

Kegiatan ekspedisi Bogor Biru#2 yang diikuti oleh ratusan  jajaran kepengurusan dan simpatisan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut, merupakan bagian dari program nasional Gerakan Langit Biru Indonesia Asri yang dilaksanakan serentak oleh jajaran Partai Demokrat di seluruh Indonesia sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan hidup.

Mengusung tema “Aman, Sehat, Resik, dan Indah”, aksi lingkungan kali ini difokuskan pada pembersihan aliran Sungai Cibeuling serta penanaman 1.000 bibit pohon yang terdiri dari tanaman buah dan pohon kayu industri. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di kawasan pegunungan Caringin yang dikenal sebagai daerah resapan air.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor yang juga Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, H. Dede Chandra Sasmita, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat dalam rangka peringatan seperempat abad partai berlambang mercy tersebut.

Menurutnya, perayaan HUT ke-25 Demokrat tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi sosial dan lingkungan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Momentum usia 25 tahun ini menjadi kesempatan bagi kami untuk terus hadir dan berkontribusi bagi masyarakat. Salah satunya melalui gerakan menjaga lingkungan agar tetap lestari dan bermanfaat bagi generasi mendatang,” ujar Dede Chandra Sasmita.

Ia menjelaskan, Kecamatan Caringin dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki peran penting sebagai kawasan pegunungan dan daerah tangkapan air yang perlu dijaga keberlangsungannya.

Setelah sebelumnya dilakukan kegiatan pengecatan mushola, bersih-bersih lingkungan dan pemeriksaan kesehatan gratis dilaksanakan di kawasan perkotaan Cibinong, kali ini Demokrat sengaja menyasar wilayah yang lebih jauh dari pusat pemerintahan untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan masyarakat hingga pelosok Kabupaten Bogor.

“Kabupaten Bogor memiliki wilayah yang sangat luas dengan ratusan desa dan kelurahan. Masih banyak daerah yang membutuhkan perhatian bersama, termasuk dalam hal pelestarian lingkungan. Karena itu program ini akan terus kami lanjutkan di sejumlah titik hingga akhir Agustus mendatang,” jelasnya.

(Asep Saprudin)

SDN Loji 3 Ajak Siswa Baru Pilah Sampah Lewat Kegiatan MPLS

0

Bogor | Jurnal Bogor
SDN Loji 3 Kota Bogor menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 dengan kegiatan yang berbeda. Tahun ini, sekolah mengajak siswa baru untuk belajar memilah sampah sebagai bagian dari upaya membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini.

Kegiatan MPLS berlangsung selama lima hari dan diikuti oleh seluruh siswa, tak terkecuali kelas 1. Selain materi pengenalan guru, kelas, dan tata tertib, sekolah memasukkan edukasi tentang jenis-jenis sampah dan cara penanganannya serta pengenalan Bank Sampah kepada seluruh siswa SDN Loji 3 Kota Bogor oleh pegiat lingkungan Kota Bogor Kang Darga Sulton dari Bank Sampah Barokah Bogor.

Para siswa diberikan penjelasan mengenai sampah organik dan anorganik. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan disertai praktik langsung. Siswa diajak memisahkan sampah ke tempat sampah yang sudah disediakan di setiap sudut sekolah.

Kepala Sekolah SDN Loji 3 Kota Bogor, Syarifah Yuniarti, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program penguatan dalam menanamkan kebiasaan baik kepada peserta didik.

“MPLS bukan hanya pengenalan sekolah. Kami ingin anak-anak sejak awal sudah paham pentingnya menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya. Kalau dibiasakan dari kecil, ini akan jadi karakter mereka,” ujarnya, Jumat (17/07/2026).

Selama kegiatan, siswa juga diajak membuat kerajinan sederhana dari botol plastik bekas. Selain itu, sekolah mengadakan kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah bersama guru dan panitia MPLS.

Pihak sekolah berharap pembiasaan memilah sampah yang dimulai saat MPLS dapat diterapkan juga di rumah. Dukungan orang tua dinilai penting agar perilaku peduli lingkungan terus terbentuk.

Dengan mengangkat tema lingkungan, SDN Loji 3 Kota Bogor mendukung program Sekolah Adiwiyata dan berkomitmen mencetak generasi yang sadar kebersihan serta kesehatan lingkungan.

(Wawan Hermawanto)

Cegah Pencemaran, Bank Sampah Barokah Dorong Warga Kumpulkan Minyak Jelantah

0

Bogor | Jurnal Bogor
Bank Sampah Barokah Bogor kembali menggulirkan program ekonomi sirkular bagi masyarakat. Melalui program tersebut, minyak jelantah yang selama ini menjadi limbah rumah tangga dan limbah usaha kuliner kini dapat ditukarkan dengan uang tunai disertai bonus cashback.

Berdasarkan informasi resmi yang dirilis pada Kamis (16/7/2026), Bank Sampah Barokah memberikan bonus cashback sebesar Rp200.000 bagi setiap penyetor yang berhasil mengumpulkan 100 Kg minyak jelantah. Selain bonus, minyak jelantah juga tetap dibayar tunai sesuai ketentuan yang berlaku.

Program ini berlangsung selama satu minggu, yakni mulai 16 hingga 22 Juli 2026. Masyarakat dapat menghubungi Bank Sampah Barokah melalui nomor WhatsApp 0888-0900-2226, termasuk untuk informasi lebih lanjut terkait mekanisme penimbangan, penjemputan, dan pembayaran.

Pengelola  Bank Sampah Barokah, Darga menyatakan, program ini untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengelola limbah, khususnya minyak jelantah.

Minyak jelantah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari tanah dan sumber air. Sementara itu, jika dikumpulkan, limbah tersebut memiliki nilai ekonomi karena dapat diolah menjadi biodiesel, sabun, dan produk turunan lainnya.

“Dengan adanya insentif tunai dan bonus, kami berharap semakin banyak warga, pelaku UMKM kuliner, RT/RW, hingga institusi pendidikan yang ikut serta mengumpulkan jelantah. Ini bagian dari upaya kita bersama menjaga lingkungan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Darga  .

Program ini terbuka untuk umum di wilayah Kota Bogor dan sekitarnya. Masyarakat cukup mengumpulkan minyak jelantah, kemudian menghubungi petugas Bank Sampah Barokah untuk proses selanjutnya. Pembayaran dilakukan secara tunai pada saat penyerahan.

Inisiatif ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bogor dalam mendorong pengurangan sampah dari sumbernya dan penguatan kelembagaan bank sampah sebagai mitra pengelolaan lingkungan.

Dengan adanya program ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pemilahan sampah meningkat, sekaligus tercipta nilai tambah ekonomi dari limbah yang sebelumnya tidak termanfaatkan.

(Wawan Hermawanto)

Sinyal Keras Bagi PETI , Antam Gelar Patroli Gabungan

0

‎Nanggung l Jurnal Bogor – ‎Kesekian kalinya perusahaan PT Antam tbk, UBPE Pongkor lingkup Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor melakukan patroli gabungan guna menertibkan aktivitas para Penambang Tanpa Izin ( PETI).

‎Patroli gabungan bersama Polri dan TNI aksi tegas pun digelar di jantung tambang emas Pongkor untuk menertibkan aktivitas PETI (Penambang Tanpa Izin) yang kian meresahkan. Rabu (15/07/2026),

‎Operasi ini menjadi sinyal keras bahwa negara tidak akan memberi ruang bagi penambangan ilegal di wilayah IUP PT Antam Pongkor.

‎Dalam sambutannya, Kapolsek Nanggung AKP Ano Junaedi menegaskan, patroli kali ini bukan sekadar simbol. “Hari ini kita bergerak dengan tindakan yang jelas, sasaran tegas, dan penegasan nyata,” paparnya

‎Dari pihak perusahaan, Agustinus Toko Susentio alias Koko menekankan bahwa operasi gabungan melibatkan Polri, TNI, Denpom, TNGHS, Satpol PP, Linmas, hingga aparat kecamatan. “Kami mengamankan keselamatan dan keamanan dari ancaman PETI yang melanggar aturan. Operasi ini diharapkan memberi efek nyata,” tegasnya.

‎Langkah ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku penambangan ilegal. Selain merusak lingkungan, aktivitas PETI juga mengancam keselamatan warga dan mengganggu stabilitas kawasan tambang.

‎Sebagai informasi tambahan Patroli gabungan. Dilokasi gunung Cibutak, Pasir Jawa, Cibendel (Muara Kapur). Sejumlah petugas di lokasi membawa sejumlah peralatan. Linggis, Cangkul, Palu, Garpu, untuk menindak tegas lokasi-lokasi sareng para penambang PETI.

Tak hanya itu sejumlah sampah pelastik, botol-botol bekas air minum, ribuan karung bekas yang diduga tempat lokasi para penampang PETI ditemukan cukup banyak di temukan di lokasi. Selain itu aliran sungai yang mengalir ke Sungai Cikaniki diduga kuat berasal dari hulu wilayah lokasi tersebut. Arip Ekon

Tren Baru! Bros Rajutan Kawat Warna-warni Jadi Favorit Anak Muda dan Ibu-ibu Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Dunia fashion lokal Bogor lagi diramaikan aksesoris baru. Bros rajutan kawat warna-warni kini jadi buruan anak muda dan ibu-ibu. Bentuknya kecil, harganya terjangkau, tapi efek “nampol” ke penampilan langsung kerasa.

Dari satu genggaman tangan, terlihat 10 bros dengan desain melingkar. Ada warna kuning, biru, hijau, pink, ungu, hitam dan silver. Bagian tengahnya pakai manik-manik motif “galaksi” yang bikin tiap bros punya karakter beda. Dijamin tidak ada yang kembar persis.

Awalnya banyak yang bikin buat koleksi pribadi. Lama-lama malah jadi usaha. Modalnya simpel: kawat, manik-manik, tang, dan peniti. Tapi hasilnya bisa dipakai buat mempercantik jilbab, kebaya, baju kerja hingga tas.

“Yang dicari orang sekarang tuh unik. Pabrikan semua sama. Kalau handmade kan feel-nya beda, ada ceritanya,” kata Rida Septi Mariasalah, pengrajin bros, Rabu (15/7/2026).

Harga jualnya pun bersahabat. Mulai Rp15.000 – Rp35.000 per pcs tergantung bahan dan kerumitan. Dengan modal di bawah Rp500 ribu, pengrajin sudah bisa memproduksi puluhan pcs dalam seminggu.

Banyak pilihan warna Tinggal pilih sesuai mood dan baju. Makanya ibu-ibu suka borong buat ganti-ganti. Bisa buat acara formal, kondangan, ngantor, sampai daily. Anak muda juga suka buat aksen di outfit OOTD.

Bahkan cocok jadi souvenir karena warnanya beragam dan bros ini mulai dipesan buat souvenir MPLS, arisan, wisuda dan pernikahan.

Sementara pemasaran paling kencang lewat WhatsApp, Instagram, dan TikTok. Foto produk di atas telapak tangan dengan background natural jadi jurus jitu biar feed makin estetik.

Produk kreatif seperti bros rajutan kawat dinilai mampu menggerakkan ekonomi rumah tangga dan melestarikan kerajinan tangan.

Bros ini contoh UMKM naik kelas. Desainnya kekinian, bahannya lokal, dan bisa menyerap tenaga kerja,

Di tengah gempuran produk import, bros rajutan kawat membuktikan karya tangan anak Bogor masih punya tempat. Kecil bentuknya, tapi besar dampaknya buat ekonomi kreatif.

Buat kamu yang mau tampil beda tanpa menguras kantong, bros warna-warni ini bisa jadi pilihan. Satu bros, seribu gaya.

(Wawan Hermawanto)