Nanggung l Jurnal Bogor
Puluhan masyarakat menggelar aksi kemanusiaan dengan menambal sulam kondisi jalan berlubang di Jalan Raya Ace Tabrani wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Ketua Media Center Nanggung (MCN) Rahman Ependi menyatakan, kolaborasi antara wartawan dan masyarakat sekitar memperbaiki jalan tersebut lantaran selama satu bulan terakhir, banyaknya pengendara bermotor menjadi korban kecelakaan akibat kerusakan jalan berlubang kondisi cukup parah itu.
Atas dasar itu, kerjabakti ini dilakukan karena kondisi jalan berlubang di kedalaman sekitar 12 centimeter itu kerap memakan korban.
“Kerap memakan korban di jalan berlubang itu, terutama pemotor,” kata Rahman kepada Jurnal Bogor, Senin (2/3/2026).
Kondisi ini seharusya Pemerintah Kabupaten Bogor hadir, namun aksi ini dilakukan karena cukup darurat dan tak bisa dibiarkan.
“Jalan berlubang itu, tak bisa dibiarkan karena sudah banyak korban. Bahkan kecelakaan pemotor hingga mengalami luka serius,” papar Rahman.
Pasalnya, perbaikan jalan antara masyarakat dengan Forum Komunikasi Bumi Putra (FKBP) Bogor Barat berikut pewarta karena tidak menutup kemungkinan korban akibat kerusakan jalan berlubang itu bisa terus berjatuhan.
“Ini bukan seremonial, inisiatif perbaiki jalan sebagai bentuk kemanusiaan karena cukup banyak pengendara kecelakaan,” ujar perwakilan FKBP, Supriyadi.
Supriadi menegaskan, sampai kapan jalan itu dibiarkan rusak. Ini darurat karena di jalan itu kerusakannya ketika hujan tidak mencerminkan status jalan Kabupaten Bogor karena di jalan itu terlihat kotor dipenuhi lumpur.
“Mau sampai kapan, jalan itu yang katanya jalan Kabupaten namun dibiarkan rusak. Galang dana di Jalan Ace Tabrani ini bukan untuk pesta, tapi untuk menutup luka. Jalan berlubang ini sudah jadi ancaman,” ujarnya di lokasi.
Ketua LSM Pergerakan Perubahan Untuk Keadilan (PPUK) DPC Kabupaten Bogor, Ilyas, menilai insiden berulang ini tidak bisa lagi disebut sekadar musibah.
“Kalau satu kali mungkin musibah. Tapi kalau berulang di titik yang sama sampai menyebabkan patah tulang, ini kelalaian,” ungkapnya.
PPUK mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan perbaikan darurat sekaligus penanganan permanen. Mereka juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur jalan di Kecamatan Nanggung.
Menanggapi desakan tersebut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan Kepala UPT Jalan dan Jembatan Cigudeg untuk menangani kerusakan. Namun ia mengakui, perbaikan belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.
“UPT Jalan dan Jembatan masih menunggu material untuk melakukan perbaikan,” kata Suryanto melalui pesan singkatnya.
Pernyataan itu menuai kritik dari warga. Mereka menilai alasan keterbatasan material tidak dapat dibenarkan mengingat kondisi darurat yang mengancam keselamatan jiwa. Warga berharap pemerintah segera bergerak tanpa harus menunggu insiden berikutnya.
** Arip Ekon





