30.2 C
Bogor
Sunday, June 21, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Majelis Taklim Bekali Ibu-ibu Keterampilan Mengelola Emosi Saat Mood Berantakan

0

Bogor | Jurnal Bogor
Di tengah berbagai tuntutan peran sebagai istri, ibu, sekaligus pengelola rumah tangga, kesehatan emosi menjadi salah satu aspek penting yang sering terabaikan. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Majelis Taklim Al Madinatul Al Munawarrah, Greenland Foresthill Residence Semplak, Bogor menyelenggarakan kajian bertema Spiritual First Aid: pertolongan pertama saat mood berantakan, Minggu (21/06/2026).

Kajian ini diikuti kurang lebih 30 jamaah ibu-ibu dan berlangsung selama 120 menit dalam suasana hangat, reflektif, dan penuh makna menghadirkan Lili Marliyuana, Emotional Healing Therapist, yang sekaligus juga Direktur ABCo Therapy Center, yang mengajak peserta memahami pentingnya mengenali dan mengelola emosi sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Bidang Ibadah dan Dakwah Majelis Taklim, Santi Andriyanti mengatakan bahwa kajian ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental dan emosional para ibu yang sering kali lebih fokus merawat orang lain daripada memperhatikan kondisi dirinya sendiri.

“Seorang ibu adalah pusat ketenangan dalam keluarga. Namun sering kali para ibu menyimpan kelelahan, kekhawatiran, dan berbagai beban emosi tanpa memiliki ruang untuk mengelolanya. Melalui kajian ini kami berharap para jamaah mendapatkan bekal praktis untuk menjaga kesehatan hati dan emosinya sehingga dapat menjalankan peran dengan lebih tenang dan bahagia,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Lili menjelaskan bahwa mood yang tidak stabil bukan sekadar persoalan perasaan sesaat. Menurutnya, perubahan suasana hati sering kali merupakan akumulasi dari kelelahan fisik, tekanan psikologis, konflik relasi, hingga kurangnya waktu untuk memulihkan diri secara spiritual.

“Banyak orang mengira dirinya tiba-tiba marah atau sensitif. Padahal biasanya itu adalah puncak dari berbagai emosi yang sudah lama menumpuk. Yang terlihat mungkin kemarahannya, tetapi di baliknya bisa ada kesedihan, kekecewaan, rasa takut, atau perasaan tidak dihargai,” jelasnya.

Dalam sesi tersebut peserta diajak memahami konsep ‘gunung es emosi’, yaitu kondisi ketika emosi yang tampak di permukaan hanyalah sebagian kecil dari apa yang sebenarnya sedang dirasakan seseorang. Peserta juga diajak mengenali berbagai tanda kelelahan emosi, seperti mudah tersinggung, sulit fokus, overthinking, kehilangan semangat, gangguan tidur, hingga menurunnya kualitas ibadah.

Menurut Lili, banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan emosi ketika masalah sudah terasa berat. Padahal, sebagaimana tubuh membutuhkan pertolongan pertama saat terluka, emosi juga membutuhkan penanganan sejak dini.

“Spiritual First Aid adalah keterampilan sederhana untuk menolong diri sendiri ketika hati sedang tidak baik-baik saja. Kita belajar berhenti sejenak, menyadari apa yang dirasakan, menerima emosi yang hadir, lalu menyerahkan segala beban kepada Allah. Ini bukan tentang menghilangkan masalah, tetapi mengelola respons kita terhadap masalah tersebut,” katanya.

Selain mendapatkan pemahaman mengenai hubungan antara pikiran, emosi, tubuh, dan spiritualitas, para peserta juga diperkenalkan pada konsep Spiritual First Aid: pertolongan pertama saat mood berantakan melalui formula sederhana S.A.F.E. (Stop, Acknowledge, Feel & Free, serta Entrust to Allah).

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah praktik Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Melalui metode ini, peserta diajak melakukan teknik tapping yang dipadukan dengan doa, penerimaan diri, dan pendekatan spiritual untuk membantu menurunkan intensitas emosi negatif.

Suasana menjadi semakin khusyuk ketika peserta melakukan refleksi diri dan latihan melepaskan berbagai emosi yang selama ini dipendam. Beberapa peserta tampak terharu ketika menyadari bahwa selama ini mereka lebih sering mengabaikan kebutuhan emosinya sendiri.

Santi menilai kegiatan semacam ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, terutama di tengah berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks.

“Kami berharap kajian ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan emosi bukanlah bentuk kelemahan, melainkan bagian dari ikhtiar untuk menjadi pribadi yang lebih sehat, lebih sabar, dan lebih dekat kepada Allah. Ketika hati seorang ibu tenang, insya Allah ketenangan itu akan mengalir kepada seluruh anggota keluarganya,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis untuk mengenali, menerima, dan mengelola emosi secara sehat sehingga mampu menghadapi berbagai dinamika kehidupan dengan lebih tenang, bijak, dan penuh syukur.

“Mood yang sehat bukan berarti hidup tanpa masalah. Mood yang sehat adalah kemampuan untuk kembali tenang setelah diterpa berbagai ujian kehidupan,” pungkas Lili.

(Wawan Hermawanto)

Pegulat Kota Bogor Juara Kejurda Jabar 2026, PGSI Optimistis Bidik Emas Porprov

0

Bogor | Jurnal Bogor

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet gulat Kota Bogor. Pegulat andalan, Budi Ratmono, berhasil meraih gelar juara pertama pada nomor 52 kilogram gaya bebas (freestyle) dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Gulat Jawa Barat 2026 yang berlangsung di Bandung.

Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kota Bogor, Mulya Aryateja, mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, hasil ini menjadi bukti bahwa program pembinaan atlet gulat Kota Bogor berjalan ke arah yang positif.

“Alhamdulillah kami bersyukur atas prestasi yang diraih Budi Ratmono dengan menjadi juara di kelas 52 kilogram gaya bebas pada Kejurda Gulat Jawa Barat 2026. Ini merupakan hasil dari kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh tim yang selama ini mempersiapkan diri dengan maksimal,” ujar Mulya.

Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh atlet gulat Kota Bogor untuk terus meningkatkan kemampuan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 yang akan digelar pada November mendatang.

“Kami optimistis cabang olahraga gulat mampu memberikan hasil terbaik di Porprov nanti. Target kami tentu bisa mempersembahkan medali emas untuk Kota Bogor,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua KONI Kota Bogor, Dedi Sumarna. Menurutnya, raihan juara di Kejurda menjadi modal penting sekaligus indikator bahwa peluang gulat Kota Bogor bersaing di Porprov sangat terbuka.

“Selamat kepada Budi Ratmono dan keluarga besar PGSI Kota Bogor atas prestasi yang diraih. Ini menjadi kabar baik bagi dunia olahraga Kota Bogor dan menunjukkan pembinaan yang dilakukan sudah berada di jalur yang tepat,” ucap Dedi.

Dedi berharap momentum positif tersebut dapat terus dijaga hingga pelaksanaan Porprov Jawa Barat 2026. Ia optimistis para pegulat Kota Bogor mampu tampil maksimal dan menyumbangkan medali emas bagi kontingen Kota Bogor.

“Kami berharap prestasi ini menjadi pelecut semangat seluruh atlet. KONI Kota Bogor akan terus memberikan dukungan agar persiapan menuju Porprov berjalan optimal. Semoga pada November nanti cabang olahraga gulat mampu mempersembahkan medali emas untuk Kota Bogor,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

IKASI Kirim 18 Atlet ke Negeri Sembilan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kota Bogor mengirimkan 18 atlet untuk mengikuti Negeri Sembilan Open di Malaysia pada 25–30 Juni 2026. Kejuaraan tingkat Asia Tenggara tersebut dijadikan sebagai ajang try out sekaligus pematangan teknik dan mental atlet dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.

Ketua IKASI Kota Bogor, Subhan, mengatakan seluruh atlet yang diberangkatkan akan bertanding di tiga nomor senjata, yakni epee, foil, dan saber. Kontingen Kota Bogor terdiri dari atlet kategori kadet dan senior.

Menurutnya, keikutsertaan dalam Negeri Sembilan Open merupakan bagian dari program persiapan menuju Porprov Jawa Barat 2026. Dari 18 atlet yang diberangkatkan, sedikitnya 14 atlet diproyeksikan akan memperkuat Kota Bogor pada ajang multievent tingkat Jawa Barat tersebut.

“Kejuaraan ini kami jadikan sebagai try out untuk persiapan Porprov Jawa Barat 2026. Dari 18 atlet yang berangkat, sedikitnya 14 atlet merupakan bagian dari proyeksi tim Porprov,” ujar Subhan.

Ia menyebut sejumlah atlet yang dipastikan tampil di Negeri Sembilan Open sekaligus menjadi andalan Kota Bogor di Porprov nanti, yakni Adi, Anggi, Alfal, dan Atar di sektor putra, serta Rara, Najwa, Felisa, dan Zena di sektor putri.

“Nama-nama itu memang kami siapkan untuk tampil di Porprov. Sementara atlet lainnya juga kami harapkan bisa memberikan kejutan dan menunjukkan perkembangan selama mengikuti kejuaraan ini,” katanya.

Subhan menjelaskan, Negeri Sembilan Open menjadi kesempatan bagi para atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus mengasah mental bertanding menghadapi atlet-atlet dari negara Asia Tenggara yang memiliki kualitas kompetitif.

“Selain meningkatkan kemampuan teknik, kami ingin melihat mental bertanding atlet saat menghadapi persaingan di level internasional. Persaingan anggar di Asia Tenggara cukup ketat, sehingga ini menjadi pengalaman yang sangat berharga sebelum Porprov,” jelasnya.

IKASI Kota Bogor pun memasang target meraih tiga medali emas pada kejuaraan tersebut. Target itu diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk tampil maksimal.

“Kami menargetkan tiga medali emas. Semoga seluruh atlet bisa memberikan hasil terbaik dan menjadikan kejuaraan ini sebagai modal penting menghadapi Porprov Jawa Barat 2026,” ungkapnya.

Subhan juga mengajak masyarakat Kota Bogor untuk memberikan doa dan dukungan kepada para atlet yang akan membawa nama daerah di kancah internasional.

“Kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat Kota Bogor agar para atlet diberi kesehatan, kelancaran, dan mampu mengharumkan nama Kota Bogor. Semoga hasil dari Negeri Sembilan Open menjadi bekal positif untuk meraih prestasi di Porprov Jawa Barat 2026,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Tim Pencak Silat Kota Bogor Kembali Raih Juara Umum POPWILDA Jabar Tahun 2026

0

Bandung | Jurnal Bogor

Kota Bogor kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (POPWILDA) Jawa Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung. Tim Pencak Silat Kota Bogor berhasil meraih gelar Juara Umum dengan mengoleksi total 17 medali, terdiri atas 5 medali emas, 6 medali perak, dan 6 medali perunggu.
Keberhasilan kontingen POPWILDA Kota Bogor tahun 2026 ini tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor. Dukungan anggaran yang diberikan meliputi fasilitas akomodasi, penginapan, perlengkapan pertandingan (apparel), hingga uang saku bagi atlet dan pelatih. Dukungan tersebut menjadi energi tambahan yang mendorong seluruh kontingen untuk bertanding secara maksimal demi mewujudkan target meraih gelar juara umum.
Motivasi yang diberikan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor, Drs. Anas Rasmana, MM, menjelang pertandingan turut menjadi penyemangat bagi para atlet. Pesan dan dukungan yang disampaikan mampu membakar semangat juang para atlet untuk tampil gigih dan memberikan hasil terbaik bagi Kota Bogor.

Selain itu, perhatian dan dukungan langsung dari Sekretaris Dispora Kota Bogor selaku Ketua Kontingen yang hadir di arena pertandingan memberikan dorongan moral yang sangat berarti bagi para atlet. Kehadiran pimpinan kontingen di tengah-tengah perjuangan atlet membuat semangat bertanding semakin meningkat hingga akhirnya mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (Kabid PPO) BPK. Hotlan Jhon Meiti, ST, Dispora Kota Bogor beserta seluruh tim, yang selama persiapan hingga pelaksanaan kejuaraan terus memberikan motivasi serta membantu seluruh proses administrasi kontingen dengan baik. Kesiapan administrasi yang tertata rapi menjadi salah satu faktor pendukung suksesnya keikutsertaan Kota Bogor dalam ajang POPWILDA Jawa Barat 2026.
Tim Pencak Silat Kota Bogor sendiri berada di bawah asuhan Head Coach Solihin, yang dikenal sebagai salah satu legenda pencak silat Jawa Barat. Dalam menjalankan program pembinaan dan pendampingan atlet, Kang Solihin didukung oleh tim pelatih berpengalaman yang terdiri dari Kang Zaini, Kang Suparman Mamparaya, Rahmat Cahaya Kancana, dan Ibu Ade Triwahyuni.

Peraih mendali emas Nazmi Orlin Mulyana & Bulan Syarifanie Firmansyah

Salah satu atlet yang menjadi sorotan pada kejuaraan kali ini adalah Nazmi Orlin Mulyana. Atlet muda berbakat tersebut kembali menyumbangkan medali emas bagi Kota Bogor. Raihan ini menjadi medali emas keduanya secara beruntun di ajang POPWILDA setelah sebelumnya berhasil meraih medali emas pada POPWILDA Tahun 2024 yang berlangsung di Kota Depok.
Prestasi Nazmi semakin lengkap karena dirinya juga berhasil meraih gelar Juara Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pelajar Jawa Barat Tahun 2024 dan Tahun 2026. Konsistensi prestasi tersebut menjadikan Nazmi sebagai salah satu atlet pencak silat pelajar terbaik yang dimiliki Kota Bogor saat ini.

Head Coach Kang Solihin menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas perjuangan seluruh atlet dan tim pelatih yang telah bekerja keras selama masa persiapan hingga pelaksanaan pertandingan.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, mulai dari atlet, pelatih, orang tua, pengurus, hingga dukungan Pemerintah Kota Bogor melalui Dispora. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan membawa nama Kota Bogor semakin harum di tingkat Jawa Barat maupun nasional,” ujarnya.
Dengan torehan total 17 medali dan gelar Juara Umum cabang olahraga pencak silat, Kota Bogor kembali membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan utama pencak silat pelajar di Jawa Barat. Prestasi ini menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bogor sekaligus bukti nyata keberhasilan pembinaan olahraga pelajar yang dilakukan secara berkesinambungan.
Perolehan Medali Pencak Silat Kota Bogor pada POPWILDA Jabar 2026:
Medali Emas : 5
Medali Perak : 6
Medali Perunggu : 6
Total Medali : 17

Subhan: SE DTSEN Persulit Warga Miskin

0

Bogor | Jurnal Bogor

Desakan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengkaji ulang Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4.2.16-Dinsos Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), semakin kencang.

Anggota DPRD Kota Bogor asal Partai Demokrat, Subhan menilai, penerapan surat edaran tersebut justru berpotensi mempersulit masyarakat kurang mampu untuk memperoleh hak atas bantuan sosial (bansos).

Subhan menilai Pemkot Bogor keliru dalam mengimplementasikan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta Keputusan Menteri Sosial Nomor 79 Tahun 2025.

Menurutnya, ketentuan mengenai DTSEN tidak mengikat pemerintah daerah secara mutlak dalam penyaluran bantuan sosial. Terlebih, hingga kini masih ditemukan ketidaksesuaian antara data dengan kondisi masyarakat di lapangan.

“Untuk pemerintah daerah tidak terikat dengan DTSEN desil. Masih banyak ketidaksesuaian antara data dengan kondisi riil masyarakat. Karena itu, Pemkot jangan salah kaprah dalam mengimplementasikan Inpres Nomor 4 Tahun 2025 dan Kepmensos Nomor 79 Tahun 2025,” ujar Subhan.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Bogor telah memiliki dasar hukum berupa Peraturan Wali Kota Nomor 101 Tahun 2022 tentang tata cara penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, serta monitoring dan evaluasi hibah dan bantuan sosial. Menurutnya, surat edaran tidak boleh bertentangan ataupun mengesampingkan ketentuan yang telah diatur dalam Perwali tersebut.

“Seharusnya Pemkot mengkaji ulang terbitnya surat edaran itu. Jangan sampai surat edaran justru mengangkangi Perwali yang masih berlaku sebagai dasar pelaksanaan bantuan sosial di daerah,” katanya.

Subhan juga mengingatkan bahwa Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam rapat bersama DPR RI telah menegaskan bahwa penggunaan DTSEN tidak bersifat mengikat bagi pemerintah daerah.

Selain itu, ia menegaskan Inpres maupun Keputusan Menteri Sosial tidak berlaku surut. Oleh sebab itu, menurutnya, regulasi yang telah berlaku di daerah tetap harus menjadi acuan dalam penyaluran bantuan sosial.

“Inpres dan Kepmensos itu tidak berlaku surut. Yang berlaku surut hanya untuk perkara tertentu seperti pelanggaran HAM berat dan tindak pidana korupsi. Selama Perwali masih berlaku, maka itu yang harus dijadikan pedoman,” tegasnya.

Subhan menilai penerapan SE Nomor 100.3.4.2.16-Dinsos Tahun 2025 secara kaku justru berpotensi menghilangkan hak masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.

“Akibat adanya surat edaran ini, masyarakat kecil semakin dipersulit untuk mendapatkan hak bantuan sosial. Pemkot harus segera mengevaluasi dan mengkaji ulang kebijakan tersebut agar penyaluran bansos benar-benar berpihak kepada warga yang membutuhkan,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Lintas Relawan Pondok Aren Gelar Pertemuan Kolaborasi

0

Tangerang Selatan | Jurnal Bogor
Dalam upaya memperkuat sistem keselamatan dan keamanan lingkungan, sejumlah organisasi kerelawanan di Kecamatan Pondok Aren menggelar pertemuan kolaborasi silaturahmi pada Sabtu (20/6/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB di Pos Relawan Pemadam Kebakaran Jl. Pd. Pucung Indah 2 No.3 Blok A1, Pondok Pucung, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan dihadiri jajaran Relawan Damkar Kecamatan Pondok Aren, pengurus Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Tangsel, serta tim medis dari Ambulance Ercom.

Pertemuan strategis ini fokus membahas rencana kolaborasi aksi nyata dalam penanggulangan bencana serta menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah lingkungan Pondok Aren.

Dengan menggabungkan keahlian di bidang pemadaman, penyelamatan, dan respons medis darurat, kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat penanganan situasi kritis di masyarakat.

Ketua Relawan Damkar Kecamatan Pondok Aren, Riko, menyampaikan harapan besarnya agar momentum ini menjadi titik balik kuatnya sinergi antar-relawan di tingkat akar rumput.

“Semoga dari pertemuan ini menjadi awal dari kolaborasi kekompakan jajaran kerelawanan di zona pemerintahan 11 kelurahan di Kecamatan Pondok Aren,” ujar Riko di sela-sela kegiatan.

Melalui integrasi kekuatan dari 11 kelurahan yang ada di Pondok Aren, para relawan berkomitmen untuk saling mendukung, berbagi informasi cepat, dan melakukan edukasi tanggap bencana secara masif kepada warga.

Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan Pondok Aren yang lebih aman, kondusif, dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

(Wawan Hermawanto)

ITB Dewantara Gelar Seminar Umum Bahas Peran Manajemen dalam Pengembangan Bisnis Digital

0

Bogor | Jurnal Bogor
Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara menyelenggarakan Seminar Umum bertema “Peran Manajemen dalam Mengembangkan Bisnis Digital di Era Modern” pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Gedung Aula Grahatara, Yayasan Dewantara.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB ini menghadirkan Prof. Dr. Henry Eryanto, MM., Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai pembicara utama.

Seminar yang terbuka bagi mahasiswa dan umum tersebut dihadiri oleh para dosen ITB Dewantara serta lebih dari 150 mahasiswa dari Program Studi Manajemen, Program Studi Bisnis Digital, dan Program Studi Sistem Teknologi Informasi.

Kehadiran peserta yang memadati aula menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap perkembangan bisnis digital dan pentingnya ilmu manajemen dalam menghadapi era transformasi digital.

Dalam sambutannya, Dr. Zeze Zakaria Hamzah, Wakil Rektor ITB Dewantara menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Henry Eryanto yang telah berkenan berbagi ilmu dan pengalaman kepada civitas akademika ITB Dewantara. Kami juga mengapresiasi para mahasiswa dan dosen yang hadir. Seminar seperti ini menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia bisnis dan teknologi yang terus berkembang,” ungkapnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Henry Eryanto, MM. menegaskan bahwa keberhasilan bisnis digital tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kemampuan manajemen dalam mengelola strategi, sumber daya manusia, proses bisnis, serta pengambilan keputusan berbasis data.

Menurutnya, ilmu manajemen tetap menjadi fondasi utama dalam pengembangan bisnis digital. Fungsi-fungsi manajemen seperti Planning, Organizing, Actuating (Leading), dan Controlling (POAC) harus diterapkan secara tepat agar transformasi digital mampu menghasilkan nilai tambah dan keunggulan kompetitif bagi organisasi.

“Teknologi adalah enabler, tetapi keberhasilan bisnis digital sangat ditentukan oleh bagaimana manajemen mampu merancang strategi, membangun organisasi yang adaptif, memimpin perubahan, dan mengendalikan kinerja melalui data,” jelas Prof. Henry.

Seminar berlangsung interaktif dengan tiga sesi tanya jawab yang mendapat respons luar biasa dari peserta.

 Berbagai pertanyaan kritis disampaikan mahasiswa terkait strategi digital, kepemimpinan, inovasi, hingga penerapan manajemen dalam bisnis berbasis teknologi.

Salah satu pertanyaan menarik disampaikan oleh Yana, mahasiswa ITB Dewantara, yang menanyakan tentang pentingnya penerapan konsep POAC dalam aplikasi bisnis di era digital.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Henry menjelaskan bahwa meskipun teknologi terus berkembang, prinsip-prinsip dasar manajemen tetap relevan dan menjadi pedoman utama dalam menjalankan bisnis modern.

Menurutnya, planning diperlukan untuk menentukan arah dan strategi digital, organizing untuk mengelola sumber daya dan teknologi secara efektif, Leading untuk mendorong inovasi dan kolaborasi, serta controlling untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai target melalui pengukuran berbasis data.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta diskusi yang berkembang selama seminar berlangsung. Kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai pentingnya integrasi antara ilmu manajemen dan teknologi digital dalam menciptakan bisnis yang berkelanjutan dan kompetitif.

Melalui penyelenggaraan kuliah tamu yang menghadirkan profesor dan akademisi terkemuka, ITB Dewantara terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkaya pengalaman akademik mahasiswa. Seminar ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan, dunia kerja, maupun mengembangkan usaha di era digital yang semakin dinamis.

(Wawan Hermawanto)

AHY Pastikan Renovasi MTsN Kota Bogor Segera Rampung

0

Bogor | Jurnal Bogor

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres rehabilitasi dan renovasi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Kota Bogor, Jumat (19/6/2026). Proyek yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) tersebut kini telah mencapai progres sekitar 95 persen dan ditargetkan segera rampung.
“Tadi saya mendapatkan penjelasan bahwa progres rehabilitasi dan renovasi madrasah tsanawiyah ini sekitar 95 persen. Jadi, sebentar lagi tuntas,” ujar AHY saat meninjau lokasi.
AHY mengatakan, MTs Negeri Kota Bogor merupakan salah satu dari 127 madrasah tsanawiyah di Jawa Barat yang mendapat program rehabilitasi dan renovasi dari pemerintah. Secara nasional, program serupa menyasar 1.397 madrasah dengan total anggaran mencapai sekitar Rp4 triliun.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan. Program ini juga merupakan respons pemerintah pascainsiden robohnya bangunan pondok pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur, pada September 2025 yang mengakibatkan korban jiwa.
“Kita berharap bangunan fasilitas pendidikan, bukan hanya yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, tetapi juga yang berada di bawah Kementerian Agama, baik untuk pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar maupun pendidikan menengah, dapat semakin layak, aman, dan nyaman,” katanya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan rehabilitasi dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama tahun 2025, pemerintah merenovasi 548 madrasah dengan anggaran sekitar Rp1,3 triliun. Selanjutnya, tahap kedua melalui skema single year contract mencakup 13 madrasah di Kalimantan Barat dengan anggaran sekitar Rp60 miliar.
Sementara itu, tahap kedua melalui skema multi year contract 2025–2026 meliputi 836 madrasah dengan nilai anggaran sekitar Rp2,35 triliun. Hingga saat ini, progres pengerjaannya secara nasional telah mencapai sekitar 62 persen.
AHY menegaskan, pembangunan infrastruktur pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
“Kita ingin anak-anak kita, generasi penerus bangsa, mendapatkan pendidikan yang berkualitas dengan didukung fasilitas yang aman, kokoh, dan nyaman. Dengan begitu proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal, baik bagi peserta didik maupun para guru,” ujarnya.
Selain meninjau hasil renovasi bangunan, AHY juga mengapresiasi lingkungan MTs Negeri Kota Bogor yang dinilai tertata rapi, hijau, dan terus dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, termasuk sarana olahraga.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, integritas, keterampilan, serta kesehatan peserta didik.
“Tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, keterampilan, dan tubuh yang sehat. Itulah fondasi utama untuk mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia yang semakin maju,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Braga Bandung Bangkit Lagi: 14 Destinasi Wajib Dikunjungi di Kawasan Kolonial

0

Bandung | Jurnal Bogor
Kawasan Braga kembali jadi primadona wisata Bandung. Jalan bersejarah bergaya kolonial ini sekarang dipenuhi kafe estetik, galeri seni, dan spot kuliner yang bikin suasana hidup dari pagi sampai malam. Semua bisa dijelajah jalan kaki, jadi cocok buat wisata singkat tapi berkesan.

Berikut 14 destinasi populer di sekitar Braga yang lagi ramai diburu wisatawan:

1. Pasar Braga
Titik awal favorit pecinta kuliner. Menawarkan batagor, siomay, camilan tradisional, sampai jajanan modern. Suasana merakyat berpadu dengan atmosfer seni dan sejarah Braga. Lokasi: Dekat Jl. Braga, Bandung.

2. Kopi Toko Djawa
Kafe legendaris dengan interior klasik yang masih asli. Tempat nongkrong favorit sambil menikmati kopi dan nuansa tempo dulu.

3. Gedung Merdeka
Bangunan bersejarah bekas tempat Konferensi Asia-Afrika 1955. Sekarang jadi museum dan spot foto ikonik di ujung Jl. Braga.

4. Braga City Walk
Mall outdoor yang menyatu dengan kawasan Braga. Banyak toko fashion lokal, restoran, dan area nongkrong dengan view jalan Braga.

5. Toko Buku Palasari
Surga buat pecinta buku bekas dan langka. Letaknya nggak jauh dari Braga, cocok buat yang suka berburu buku unik.

6. Rumah Mode
Pusat factory outlet Bandung. Banyak brand lokal dengan harga miring, cocok buat belanja oleh-oleh.

7. Alun-alun Bandung 
Lapangan ikonik dengan rumput sintetis dan Masjid Agung di tengahnya. Cuma 10 menit jalan kaki dari Braga, ramai terutama malam hari.

8. Jalan Asia-Afrika
Jalan bersejarah sejajar dengan Braga. Penuh museum, restoran tua, dan toko suvenir.

9. Museum Pos Indonesia
Museum unik dengan koleksi perangko dan sejarah pos di Indonesia. Bangunannya sendiri bergaya art deco yang cantik.

10. Braga Permai
Restoran legendaris sejak 1923. Menawarkan menu Eropa dan Indonesia dengan suasana klasik yang nggak berubah sejak dulu.

11. Kafe dan Galeri Seni Sepanjang Braga
Hampir tiap gedung tua di Braga sekarang jadi kafe atau galeri. Beberapa terkenal karena desain interior unik dan spot foto estetik.

12. Street Art Braga
Mural dan seni jalanan menghiasi gang-gang kecil di sekitar Braga. Bikin jalan-jalan jadi lebih hidup dan cocok buat konten.

13. Vredeburg Coffee & Eatery
Tempat nongkrong dengan view langsung ke Jl. Braga. Menu kopi dan makanan Barat-nya jadi favorit anak muda.

14. Pasar Baru Bandung
Pusat tekstil dan fashion murah, 15 menit jalan kaki dari Braga. Banyak yang mampir setelah puas jalan-jalan di Braga.

Braga berhasil jaga identitas kolonialnya tapi tetap relevan buat anak muda. Fasad bangunan tua dipertahankan, tapi isinya sekarang jadi ruang kreatif. Kombinasi aroma kopi, arsitektur klasik, dan seni jalanan bikin pengalaman di sini terasa autentik dan nggak membosankan.

Kawasan ini juga mudah diakses dari Stasiun Bandung dan Alun-alun, jadi sering jadi rute wajib wisatawan yang baru datang ke Bandung.

(Wawan Hermawanto)

Serela Riau by Kagum Hotels Perkuat Posisi sebagai Akomodasi Strategis di Kawasan Riau Street Bandung

0

Bandung | Jurnal Bogor
Serela Riau by Kagum Hotels terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pilihan akomodasi strategis di kawasan Riau Street, Bandung. Hotel yang dikelola oleh Kagum Hotels ini menawarkan fasilitas dan lokasi yang mendukung kebutuhan wisatawan maupun pelaku bisnis yang berkunjung ke Kota Bandung.

Berlokasi di distrik perbelanjaan Bandung, Serela Riau by Kagum Hotels memiliki 83 kamar yang dilengkapi dengan fasilitas brankas dan pelayanan oleh staf profesional. Hotel ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi tamu selama menginap.

Dari sisi lokasi, Serela Riau by Kagum Hotels berada 1 kilometer dari pusat Kota Bandung dan 1,9 kilometer dari Taman Balai Kota Bandung. Akses transportasi umum juga tersedia dengan mudah, dengan halte bus Masjid Istiqomah berjarak 250 meter dan Stasiun Kereta Api Bandung yang dapat ditempuh dalam 25 menit berjalan kaki. Untuk akses ke Bandara Husein Sastranegara, hotel berjarak sekitar 15 menit perjalanan darat.

Fasilitas pendukung yang tersedia meliputi restoran dan bar lounge di dalam hotel. Tamu juga dapat menjangkau berbagai pilihan kuliner di sekitar hotel, termasuk Hummingbird Eatery yang berjarak sekitar 6 menit berjalan kaki dan menyajikan hidangan Eropa.

Dengan posisinya yang berada di kawasan Riau Street yang dikenal sebagai pusat fashion, kuliner, dan aktivitas bisnis di Bandung, Serela Riau by Kagum Hotels menjadi pilihan yang relevan bagi tamu yang mengutamakan kemudahan akses ke pusat kota, area perkantoran, dan pusat perbelanjaan.

Cluster General Manager Serela Riau by Kagum Hotels Tri Joko Susanto menyampaikan bahwa fokus utama hotel adalah memberikan pengalaman menginap yang nyaman dan aman bagi setiap tamu.

“Serela Riau by Kagum Hotels berkomitmen untuk menjadi rumah kedua bagi tamu yang datang ke Bandung. Dengan lokasi yang strategis dan layanan profesional dari tim kami, kami berharap dapat mendukung kebutuhan akomodasi baik untuk wisata maupun bisnis,” ujarnya, Sabtu(20/06/2026)

Serela Riau by Kagum Hotels merupakan bagian dari jaringan Kagum Hotels yang berfokus pada penyediaan akomodasi dengan standar pelayanan profesional di lokasi-lokasi strategis di Indonesia.

(Wawan Hermawanto)