26.1 C
Bogor
Wednesday, January 14, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Serikat Tani Islam Indonesia Gelar Ngaji Pertanian

0

Bogor | Jurnal Bogor
Serikat Tani Islam Indonesia (STII) menggelar ngaji pertanian secara daring Sabtu (10/1/2026) mengangkat tema “Waste Management di Indonesia dan komparasinya dengan negara lain”.
Sebagai narasumber dalam Ngaji Pertanian STII yang dipandu Firyal Farhan, adalah M Rayhansyah Jasin, B.Soc.Sc, Mahasiswa S2 Hubungan Internasional pada Institut Barcelona d’Estudis Internacionals, Spanyol.
Ketua Umum PB STII periode 2024-2029, H Fathurrahman Mahfudz, BIRK, MM dalam pengantarnya mengatakan pentingnya waste management atau manajemen pengelolaan sampah.
“Karena penting membahas Waste Management, yakni bagaimana pengaturan sampah atau kotoran bisa termenej dengan baik agar tidak menjadi ‘sampah’ tapi bisa memberikan income atau solusi untuk menuju hijau kembali. Dari yang tadinya menjadi beban atau cost bisa menjadi revenue,” kata Fathurrahman Mahfudz dalam pengantar Ngaji Pertanian STII.
Dalam kesempatan tersebut Fathurrahman Mahfudz mengajak untuk membandingkan tata kelola waste management di Indonesia dengan dengan negara-negara yang lain.
Fathurrahman juga menegaskan, merujuk AD-ART, STII tak hanya menyejahterakan petani, tapi juga berupaya bagaimana terus mempertahankan ekosistem kelestarian alam ini terjaga.
“Waste management adalah bagaimana kita menjaga ekosistem di alam yang diamanahkan kepada kita,” kata Fathurrahman Mahfudz menutup pengantarnya.
Narasumber M Rayhansyah Jasin memaparkan pengamatannya terhadap manajemen pengelolaan sampah di Austria dan Spanyol, dua negara yang pernah menjadi tempat domisilinya.
“Masyarakat Austria secara kultur lebih condong seperti masyarakat Jerman, Swiss dan Eropa tengah yang masyarakatnya lebih teratur dan disiplin dalam pengelolaan sampahnya,” papar M Rayhansyah Jasin.
Masyarakat Austria menurut Rayhansyah, sudah terbiasa untuk memilah sampah dalam skala rumah tangga.
“Setiap sampah dibagi menjadi 4 macam, botol kaca dan botol kaleng, sampah plastik, sampah organik dan sampah lain-lain, biasanya sampah yang besar, misal barang-barang elektronik, tidak digabung,” terangnya.
Dijelaskan Rayhansyah, bahwa semua rumah tangga akan menyediakan 3 kantong sampah di rumahnya.n Herry Setiawan

Gerai Kopdes Merah Putih Pasirjaya Mulai Dibangun

0

Cigombong | Jurnal Bogor

Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor resmi dimulai. Pekerjaan diawali dengan pengukuran lahan, pembangunan fondasi, serta pemasangan besi cor sebagai struktur dasar bangunan.

Gerai koperasi tersebut dibangun di atas lahan aset desa seluas 20 x 30 meter atau sekitar 600 meter persegi. Bangunan ini nantinya akan difungsikan sebagai gudang, kantor sekretariat, gerai toko, serta dilengkapi area parkir. Pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu 90 hari kerja.

Proses pembangunan gerai KDMP akan terus dipantau oleh Babinsa bersama Agro Industri Nasional (Agrinas) yang berada di bawah naungan Danantara, guna memastikan pelaksanaan berjalan sesuai rencana.

Kepala Desa Pasirjaya, Suhanda Hendrawan, menjelaskan bahwa pembangunan dimulai pada Senin, 5 Januari 2026, dengan kegiatan pengukuran lahan oleh Babinsa dan tim Agrinas. Pembangunan fisik dilanjutkan keesokan harinya.

“Pada hari Senin tanggal 5 Januari dilakukan pengukuran, kemudian Selasa tanggal 6 Januari pembangunan langsung dimulai, mulai dari pemasangan pondasi hingga persiapan pembuatan tiang beton sebagai penguat bangunan. Lokasinya berada di Kampung Pasir Jawa, dan lahan ini merupakan aset desa,” ujar Suhanda saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/01/26).

Menurutnya, pembangunan gerai KDMP merupakan langkah strategis dalam memperkuat potensi ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan berbagai unit usaha koperasi.

“Jika nanti sudah selesai, gedung ini akan menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat. Usaha yang dijalankan meliputi sektor pertanian, perdagangan, hingga layanan apotek desa,” tambahnya.

Ke depan, gedung KDMP tersebut akan menjadi aset desa dan dikelola sebagai Koperasi Desa Merah Putih Pasirjaya. Masyarakat diharapkan dapat bergabung sebagai anggota koperasi dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk meningkatkan perekonomian warga.

“Sisa lahan akan kami manfaatkan untuk pembangunan alun-alun desa agar aktivitas koperasi semakin hidup, mulai dari jual beli, simpan pinjam, hingga pameran UMKM. Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” pungkasnya. Yudi

Koperasi Desa Merah Putih Cileungsi Sepakat Usaha Kuliner

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Koperasi Desa Merah Putih Desa Cileungsi Kecamatan Cileungsi akan fokus membuka usaha Kuliner Desa Mandiri (KDM) seperti berjualan kopi dan makanan ringan.
Usaha ini ditetapkan bersama dalam musyawarah pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Kantor Desa Cileungsi, Senin (12/1/2026) malam.
Kepala Desa Cileungsi, Burhanudin mengatakan peresmian KDM sebagai pusat kuliner desa diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sajian beragam menu makanan dan minuman dengan harga terjangkau, mulai dari nasi bakar, nasi kucing, lontong isi, stick cireng, cireng pastel, roti bakar, kentang goreng, sosis bakar, sate usus, sate ati ampela, sate telur puyuh, mie rebus dan mie goreng, serta berbagai pilihan minuman kopi dan minuman ringan lainnya.
“Kuliner Desa Mandiri ini bukan hanya tempat usaha, tetapi menjadi wadah pemberdayaan masyarakat, khususnya pelaku (UMKM) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Dengan harapan bisa berkembang, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujar Burhan saapan akrab Kades itu saat ditemui awak media kemarin.
Burhan menambahkan, dengan konsep sederhana namun kekinian, KDM diharapkan menjadi ruang berkumpul masyarakat, sekaligus pusat ekonomi kreatif desa yang mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan asli desa (Pades).
“Mudahan-mudahan apa yang kita laksanakan hari ini bisa bermanfaat untuk kemajuan desa kita bersama,” tandasnya.n Areinta

Solidarity Squad Restrukturisasi Anggota Wujudkan Organisasi yang Solid Jelang Muswil

0

Depok | Jurnal Bogor
Wujud nyata dalam mensukseskan gelaran Musyawarah Wilayah (Muswil) Pertama pada 24 Januari 2026 yang akan datang nanti, Jane Nadeak, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Solidarity Squad melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) pada semua jajaran terkait Organisasi melalui Restrukturisasi, mulai dari KSB DPD, Kepala Divisi dan 11 KSB DPC di seluruh kecamatan di wilayah Depok, pada hari selasa, 13 Januari 2026 di Godongijo.

Agenda rakor pada malam ini utamanya adalah  Restrukturisasi Pengurus Organisasi Solidarity Squad baik ditingkat DPD maupun DPC  yang dilaksanakan dengan demokratis sesuai dengan AD/ART Solidarity Squad Indonesia.

“Agenda kita malam ini terutama Rekstruturisasi pengurus Organisasi Solidarity Squad baik ditingkat DPD maupun DPC , Alhamdulillah lancar, tidak ada argumentasi yang berarti, dan kita laksanakan dengan demokratis sesuai dengan AD/ART Solidarity Squad Indonesia,” ujar Jane.

Ia menambahkan, jika kegiatan malam ini sekaligus merupakan bagian dari persiapan Musyawarah Wilayah (Muswil) yang sudah berjalan sembilan puluh persen tinggal sepuluh persen lagi, yaitu persiapan kroscek data dan juga persiapan detail atau juknis tentang titik kumpul dan dresscode atau seragam kita dan juga kita mau buat yang terbaik untuk Solidarity Squad agar pada Muswil nanti DPD Depok tampil prima dan paripurna serta malam ini kami mendengar aspirasi dari DPC – DPC yang hadir untuk kami rangkum dan tindak lanjuti kedepannya.

Pada waktu yang sama Ferry, atau lebih akrab disapa Bang Ferry selaku Bendahara DPD menegaskan, jika kegiatan malam ini di godongijo lebih kepada tentang AD/ART, Restrukturisasi dan persiapan Muswil dimana pada malam ini DPD sudah mengumpulkan ketua-ketua DPC dan masing-masing Divisi yang mana data dari hasil rekstrukturisasi dan kegiatan malam ini akan segera diserahkan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Solidarity Squad termasuk jumlah perserta yang akan hadir di Muswil nanti.

“Iya kegiatan kita malam ini di Godongijo lebih kepada AD/ART dan persiapan Muswil, Alhamdulillah semua bisa hadir mulai dari DPD, Ketua-ketua DPC dan masing-masing Divisi, semua data dari hasil rekstrukturisasi dan termasuk jumlah perserta yang akan hadir di Muswil nanti akan segera diserahkan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Solidarity Squad, mengingat ini Muswil Pertama di Bekasi, kita semua sangat antusias, terutama ibu Jane,” tandasnya.

Dengan akan diselenggarakan agenda besar Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Solidarity Squad Jawa Barat nanti, DPD Solidarity Squad Depok berharap dapat menjadikan Solidarity Squad Jawa Barat lebih Solid, Unggul dan menjadi Semangat baru serta dapat dirasakan manfaat keberadaannya ditengah masyarakat luas sebagai organisasi sosial.

(Erwin)

Kapolsek Caringin Gelar Kenal Pamit, AKP Hendra Kurnia Beralih Tugas ke Ciomas

0

Caringin | Jurnal Bogor
Kepolisian Sektor (Polsek) Caringin menggelar kegiatan kenal pamit Kapolsek di Café Bawah Langit, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Selasa malam (13/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, AKP Hendra Kurnia yang sebelumnya menjabat Kapolsek Caringin resmi berpamitan kepada unsur Forkopimcam dan masyarakat seiring alih tugasnya sebagai Kapolsek Ciomas. Sementara itu, jabatan Kapolsek Caringin kini diemban oleh AKP Jajang.

Acara kenal pamit berlangsung khidmat dan penuh keakraban, dihadiri Camat Caringin Ramdan Firdaus beserta jajaran, Danramil Ciawi–Caringin Mayor Inf. Budi Rahmat, Ketua DPK APDESI Kecamatan Caringin H. Aldi Wiharsa bersama para kepala desa, Ketua MUI Kecamatan Caringin, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, AKP Hendra Kurnia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur Forkopimcam dan masyarakat Caringin atas dukungan serta kerja sama selama masa tugasnya. Ia menegaskan bahwa situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Caringin tidak terlepas dari soliditas dan sinergi lintas sektoral.

“Terima kasih kepada pemerintah kecamatan, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kepala desa, serta seluruh warga Caringin atas kebersamaan dan dukungan selama ini. Capaian yang diraih merupakan hasil kerja bersama,” ujar AKP Hendra Kurnia.

Ia berharap kepemimpinan Kapolsek yang baru dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. “Mudah-mudahan kolaborasi dan sinergitas yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Caringin yang baru, AKP Jajang, dalam sambutan perdananya menyatakan komitmen untuk melanjutkan program-program positif yang telah dirintis sebelumnya. Ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka, pendekatan humanis, serta penguatan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan Forkopimcam. Tanpa kebersamaan, tugas kepolisian tidak akan berjalan optimal. Mari kita perkuat sinergi demi terwujudnya Caringin yang aman, damai, dan kondusif,” tegas AKP Jajang.

Camat Caringin Ramdan Firdaus turut memberikan apresiasi atas dedikasi AKP Hendra Kurnia selama bertugas di Caringin. Menurutnya, koordinasi yang solid antara kecamatan dan Polsek telah memberikan dampak positif bagi stabilitas dan keamanan wilayah.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Caringin, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak AKP Hendra Kurnia atas pengabdian dan dedikasinya. Selamat bertugas di tempat yang baru sebagai Kapolsek Ciomas, dan selamat datang kepada Bapak AKP Jajang sebagai Kapolsek Caringin,” pungkasnya.

** Yudi

Pascademo, Bupati Bogor dan Pengusaha Quarry Bahas Jalan Khusus dan Pembukaan Kembali Operasi

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Pascaunjuk rasa warga tiga kecamatan yang berlangsung ricuh di Cigudeg, Senin (12/1/2026), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor langsung mengambil langkah operasional. Pada Selasa (13/1/2026), Bupati Bogor Rudy Susmanto mengundang perwakilan masyarakat dan para pemilik usaha quarry (tambang) ke Pendopo Kabupaten untuk membahas langkah konkret menanggapi tuntutan mereka.

Pertemuan yang difasilitasi Bupati Rudy dan Wakil Bupati Ade Ruhendi ini fokus pada dua agenda utama: pembangunan jalan khusus tambang dan upaya membuka kembali operasional tambang di wilayah Parungpanjang, Cigudeg, dan Rumpin (PPCR).

Berikut adalah poin-poin kesepakatan dan rencana aksi yang dihasilkan dari pertemuan tersebut:

  1. Peta Waktu Pembangunan Jalan Khusus Tambang
    Pemkab Bogor mengonfirmasi alokasi dana sebesar Rp100 miliar dalam APBD 2026 khusus untuk pembebasan lahan jalan tambang. Rencana pembangunannya akan direalisasikan dengan tahapan sebagai berikut:

· Januari 2026: Finalisasi penentuan trase (jalur) jalan.
· Tahun 2026: Proses pembebasan lahan. Para pengusaha quarry berkomitmen membantu melalui hibah lahan jika trase jalan melewati aset mereka, atau penyertaan dana bagi yang tidak dilewati.
· Paralel 2026: Setelah pembebasan lahan, akan dilakukan land clearing (pembersihan lahan) bekerja sama dengan TNI dan bantuan para pengusaha.
· Target 2026: Trase jalan tambang dapat difungsikan untuk angkutan truk tambang berkapasitas 20-30 ton.
· Tahun 2027: Pengerasan jalan (betonisasi).

  1. Solusi Sementara untuk Angkutan Tambang
    Sambil menunggu jalan khusus selesai, diusulkan solusi sementara:

· Truk tambang sumbu 2 dan 3 dapat melintas via jalur Cigudeg-Rumpin, setelah perbaikan Jembatan Leuwiranji selesai pada 31 Januari 2026.
· Angkutan sumbu 1 dapat tetap menggunakan jalur Parungpanjang.

  1. Upaya Percepatan Pembukaan Kembali Operasi
    Bupati Rudy Susmanto akan memimpin langsung delegasi yang terdiri dari perwakilan pengusaha quarry dan masyarakat untuk bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam minggu depan. Dalam pertemuan itu, akan dijelaskan komitmen dan kontribusi positif para pengusaha dalam pembangunan jalan tambang serta peta jalan yang telah disusun.

· Harapannya, penjelasan ini dapat meyakinkan Gubernur untuk mencabut Surat Edaran (SE) pemberhentian sementara operasi quarry, sehingga aktivitas pertambangan berizin dapat segera beroperasi kembali, terutama dalam menyambut Ramadan dan Idul Fitri.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari dialog dengan massa demonstran sehari sebelumnya. Aksi unjuk rasa dipicu penutupan aktivitas pertambangan sejak September 2025, yang menyebabkan ribuan kepala keluarga (KK) kehilangan mata pencaharian. Warga juga menuntut realisasi janji bantuan sosial (bansos) kompensasi yang dijanjikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Terkait bansos, Bupati telah berkomitmen untuk mempercepat pencairannya paling lambat Kamis (22/1/2026).

Rahman Efendi

Revitalisasi Stadion Pajajaran Telan Anggaran Rp31 M

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali melanjutkan revitalisasi Stadion Pajajaran tahap dua pada tahun ini, dengan menggelontorkan anggaran sebesar Rp31 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp1,2 miliar bagi manajemen konstruksi.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Kota Bogor, Lia Kania Dewi mengatakan bahwa proyek revitalisasi Stadion Pajajaran merupakan paket pekerjaan yang menjadi prioritas untuk dilelangkan.

“Revitalisasi stadion sudah masuk proses lelang, dan paket pekerjaan itu menjadi yang pertama ditenderkan,” ujar Lia kepada wartawan, Senin (12/1/2026).

Revitalisasi Stadion Pajajaran, kata Lia, masuk dalam 10 proyek strategis yang termaktub dalam Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 100/Kep.401-PBJ/2025.

Selain revitalisasi stadion, sambung Lia, Pemkot Bogor jiga akan membangun Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Bogor Barat tahap satu dengan anggaran Rp6,18 miliar yang berada di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

“Sedangkan untuk Jalan R3 juga dilanjut demgan nilai Rp20 miliar dan pedestrian Cifor Rp2,3 miliar,” ungkap dia.

Menurut Lia, selain membangun sarana prasarana publik. Pemkot Bogor juga berupaya menginplementasikan “Bogor Cerdas” dengan mendirikan ruang kelas baru (RKB) di SMPN 13, SDN Cilendek 1, SDN Rancamaya 2.

“Bukan hanya kepada penataan wajag. Tapi juga memberikan sarana prasarana memadai dalam hal pendidikan,” ucap Lia.

Sedangkan dari sisi transportasi, kata Lia, pemerintah kembali melanjutkanrevitalisasi Terminal Bubulak tahap dua senilai Rp6,33 miliar.

“Gedung Kemuning Gading juga akan direvitalissi dengan anggaran Rp9,3 miliar,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Lia berharap, agar dinas terkait segera mempersiapkan dokumen agar pelelangan dapat segera diproses.

“Kami berharap bulan ini, semua paket pekerjaan dapat dilelangkan,” tandas dia.

** Fredy Kristianto

MBG Belum Merata, Disdik Diminta Lobi BGN

0

Bogor | Jurnal Bogor

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Tri Kisowo Jumino meminta Dinas Pendidikan (Disdik) agar menjalin berkoordinasi komunikasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) demi mensukseskan program strategis nasional (PSN) makan bergizi gratis (MBG).

“Saya melihat belum semua sekolah menjadi penerima manfaat MBG. Padahal, ini adalah PSN. Kemungkinan belum sampai 60 persen siswa yang merasakan MBG,” ujar Tri kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).

Sehingga, sambung dia, diperlukan adanya upaya dari Disdik untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan BGN agar program MBG ini dapat merata,” ucap politisi PKB itu.

“Disdik harus bisa urung rembuk dengan BGN, dan memberi masukan kepada BGN, agar MBG lebih merata,” ucapnya.

Ia menyebut bahwa MBG bukan hanya sekedar upaya pemerintah untuk mencukupi kebutuhan gizi. Namun, di dalamya terdapat budaya kebersamaan dan fungsi sosial.

“MBG ini bukan hanya sekedar makan, tali ada dungsi kebersamaan dan sosial. Dimana murid bisa makan bersama dengan guru,” katanya.

Legislator daerah pemilihan (dapil) Bogor Barat ini juga mengaku kerap menerima keluhan dari warga dan guru, yang sekolah ataupun muridnya belum meeasakan MBG.

“Kalau untuk di Bogor Barat, daerah Pasir Jaya, Curug Induk, dan Menteng, belum semua sekolah mendapatkan jatah MBG. Ini yang perlu diperhatikan. Apalagi daerah itu adanya di kota, bukan di pinggiran,” ucapnya.

Tri juga mengusulkan, agar ada sekolah di Kota Bogor yang memiliki dapur MBG seperti yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat.

“Kalau itu bisa diterapkan, saya rasa program MBG bisa berjalan lebih maksimal,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan (Adbang) Sekretariat Daerah Kota Bogor, Irfan Zacky mengatakan bahwa hingga pekan pertama Januari 2026, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bogor ada 69 titik.

Kata dia, untuk penetapan titik dan jalur distribusi MBG sepenuhnya ditetapkan langsung oleh BGN. Namun, sambung dia, saat ini ada rencana untuk melakukan perapihan SPPG dan jalur pendistribusian.

“Ada perapihan agar jarak distribusi MBG dari SPPG ke sekolah penerima tak terlalu jauh, agar kualitas makanan tetap terjaga. Tapi itu masih dalam proses,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Rumah Warga Kampung Cihanjawar Terancam Longsor

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Deretan rumah milik warga yang berdiri di tebingan tepi jalan alternatif Cikopo Selatan, tepatnya di Kampung Cihanjawar, Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor kondisinya cukup mengkhawatirkan.

Deretan rumah yang berdiri diatas tebingan setinggi sekitar 10 meteran itu tanahnya terus mengalami longsor. Yang terpantau, di musim hujan kali ini tebingan yang diatasnya berdiri rumah terjadi longsor yang mengakibatkan pondasi bangunan mulai terlihat.

Menurut keterangan warga sekitar, longsor tebingan kali ini bukanlah yang pertama kalinya. Melainkan, terjadinya longsor sudah ke sekian kalinya.

“Tanah tebingan yang diatasnya berdiri sejumlah rumah milik warga itu hampir di setiap musim hujan sedikit demi sedikit terjadi longsor. Seperti di musim hujan yang sedang berlangsung saat ini, longsor skala kecil kembali terjadi, ” ujar Asep, warga sekitar.

Sementara itu dikatakan Fajar, Staf Desa Sukagalih, kondisi tanah memang cukup rawan. Tanah tebingan yang tidak dilindungi oleh jenis pepohonan keras membuat tanah tidak memiliki tahanan.

“Kita terus mengamati kondisi lokasi tersebut. Dan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, atau khawatir terjadi longsor yang skalanya besar, kita sudah memberikan himbauan kepada sejumlah pemilik rumah di sana. Terlebih hingga saat ini musim hujan belum ada tanda-tanda untuk berhenti, ” tandasnya.

Bukan hanya tanah tebingan pemukiman warga saja yang kondisi tanahnya terancam longsor. Melainkan, badan jalannya juga kini mulai amblas. Badan jalan sepanjang 200 meter tidak jauh dari tebingan tersebut terjadi penurunan beberapa sentimeter.

“Kita setiap hari melintasi jalan ini. Di lokasi bekas longsoran beberapa tahun lalu, badan jalannya mulai ada penurunan. Bagi instansi terkait supaya melakukan pengawasan di jalur tersebut, ” pungkas Deden yang juga warga sekitar.

** Dadang Supriatna

Pengerjaan RTLH Bantuan Anggota DPRD Hampir Rampung

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Sebanyak 50 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang bersumber dari dana aspirasi anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Golkar H. Ismail SH, pengerjaannya kini mencapai 90 persen. Ke-50 rumah tersebut tersebar di beberapa desa yang ada di Kecamatan Megamendung.

Dalam pengerjaan RTLH dilakukan oleh para pemilik rumah bersama ahli bangunan dan untuk pengawasannya ditangani oleh masing-masing pemerintahan desa.

Kepala Desa Sukamahi Mamat Budi SE, menjelaskan segala bentuk keuangan untuk pengerjaan RTLH, pemberian bantuan mengucurkan dananya langsung ke rekening toko bangunan yang dipercayanya.

“Adanya bantuan RTLH dari aspirasi H. Ismail anggota DPRD dari dapil 3 ini sangat membantu bagi warga. Terlebih, bantuan tersebut untuk memperbaiki rumah yang tadinya jelek kini menjadi bagus atau menjadi rumah yang layak huni. Dan diproses pengerjaannya, pemerintahan desa ditugaskan untuk mengawasi dan mendata segala kebutuhan material yang diperlukan oleh penerima bantuan. Untuk keuangannya, pemberi bantuan langsung berhubungan dengan pihak material yang ditunjuk, ” tuturnya.

Ditempat terpisah, di Desa Sukagalih, dimana desa tersebut mendapat 10 unit rumah yang diperbaiki oleh program RTLH aspirasi, Kaur Pembangunan Desa Fajar menyebutkan, di musim hujan saat ini, pengerjaanya benar-benar diperhatikan. Hal ini dilakukannya supaya rumah itu cepat terselesaikan pengerjaannya.

“Sudah hampir selesai semuanya, selama proses pengerjaan semua berjalan lancar,” ungkapnya.

Sementara H. Ismail menyebutkan, pihak dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan ke desa- desa yang warganya menerima bantuan aspirasi untuk RTLH tersebut.

“Semoga bantuan berupa perbaikan rumah itu bermanfaat bagi mereka. Dan insya Allah dalam waktu dekat kami akan silaturahmi ke desa-desa, ” pungkasnya.

** Dadang Supriatna