Kota Bogor | Jurnal Bogor DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberi bantuan biaya pendidikan kepada 20 anak tidak mampu di Kota Bogor, yang bukan penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Kegiatan sosial ini berlangsung di Gedung DPD PSI Kota Bogor, Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat (20/2/2026).
Tim aksi sosial DPP PSI membagikan paket perlengkapan sekolah, tempat makan, serta bantuan uang tunai sebesar Rp500.000 untuk masing-masing anak. Bantuan diberikan kepada anak-anak dari keluarga dengan ekonomi rendah yang belum pernah menerima bantuan Program Indonesia Pintar yang bersumber dari APBN maupun APBD.
Ketua DPP PSI Melky J. Pangemanan mengatakan, program ini merupakan inisiatif Dewan Pimpinan Pusat di bawah arahan Ketua Umum Kaesang Pangarep. Anak-anak yang mendapat bantuan merujuk data dari DPD PSI Kota Bogor.
“Program ini diberikan kepada peserta didik yang kurang mampu agar dapat meringankan beban orang tua serta memberikan motivasi kepada anak-anak untuk terus semangat belajar,” ucap Melky.
Ia menceritakan, program bantuan sosial pendidikan tersebut telah dilaksanakan di lima titik dan terus berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PSI untuk terus hadir dan bekerja untuk rakyat, tidak hanya saat masa kampanye, tetapi juga dalam aktivitas kerja politik sehari-hari,”katanya.
Sementara itu, Sekretaris DPD PSI Kota Bogor, Albert Roffy Aries, menyampaikan apresiasinya terhadap program yang diinisiasi oleh Ketua Umum PSI. “Kami sangat menyambut baik program yang diberikan oleh Mas Kaesang Pangarep dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut demi membantu masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (Citra Lionita)
Makassar — Mengawali bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran menyalurkan bantuan pribadi sebanyak 100 ton beras bagi masyarakat kurang mampu di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Aksi sosial ini menjadi wujud kepedulian dan gotong royong untuk memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan berkecukupan.
Penyaluran 100 ton beras tersebut dilakukan bersama Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas). Beras dikemas dalam 20 ribu karung ukuran 5 kilogram dan didistribusikan langsung kepada warga yang membutuhkan di berbagai wilayah Makassar.
Mentan Amran yang juga merupakan Ketua Umum IKA Unhas menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata di bulan suci Ramadan sekaligus upaya memastikan tidak ada masyarakat yang mengalami kesulitan pangan.
“Silakan para alumni mencatat dan membagikan kepada tetangga atau keluarga yang benar-benar membutuhkan. Ramadan adalah momentum berbagi dan memperkuat kepedulian,” kata Mentan Amran saat Kick Off Bakti Sosial IKA Unhas di AAS Building, Makassar, Selasa (17/2/2026) lalu.
Sebanyak 200 alumni bergerak sebagai relawan untuk mendistribusikan bantuan berdasarkan pendataan lapangan. Penyaluran dilakukan secara langsung hingga malam hari agar bantuan segera diterima masyarakat.
Tidak hanya itu, Mentan Amran menyampaikan bahwa pemerintah, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, telah mengalokasikan sekitar Rp11 triliun untuk bantuan sosial (bansos) Ramadan. Anggaran tersebut digelontorkan guna memperkuat daya beli masyarakat, menjaga stabilitas pasokan, serta mengantisipasi gejolak harga pangan selama bulan suci.
“Pemerintah keluarkan kurang lebih Rp11 triliun bansos atas perintah Bapak Presiden. Rp11 triliun kita keluarkan bansos ini untuk Ramadan,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan solidaritas sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, momentum Ramadan harus menjadi penggerak kepedulian kolektif.
“Alangkah indahnya kalau kita berbagi. Jangan biarkan ada kelaparan saudara-saudara kita,” katanya.
Lebih jauh, Mentan Amran menyampaikan bahwa semangat berbagi akan terus ia jalankan, baik dalam kapasitas sebagai pejabat negara maupun secara pribadi melalui yayasan sosial yang dibangunnya.
“Kalau tidak ada yang membackup, saya upayakan secara pribadi. Ada yayasan yang dibangun ini untuk saudara-saudara kita. Nanti kalau saya tidak Menteri lagi, kerja saya seperti ini. Inilah cita-cita kami yang tertinggi. Ingin berbagi sesuai kemampuan kami. Rezeki dikasih Allah,” pungkasnya.(Restu/BBPMKP)
Jakarta – Menteri Pertanian menggelar audiensi bersama tujuh organisasi mahasiswa dan kepemudaan, salah satunya Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), dalam rangka memperkuat kolaborasi percepatan swasembada dan ketahanan pangan nasional. Dalam pertemuan tersebut, Mentan Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung gerakan pemuda masjid melalui bantuan benih unggul dan alat mesin pertanian (alsintan).
Ketua Umum DPP BKPRMI, Nanang Mubarok, menyampaikan apresiasi atas capaian Kementerian Pertanian dalam mempercepat roadmap swasembada pangan nasional. Menurutnya, percepatan target dari empat tahun menjadi dua tahun, bahkan satu tahun, merupakan langkah luar biasa yang telah dibuktikan dengan capaian swasembada di beberapa komoditas per Januari 2026.
“Alhamdulillah, syukur kepada Allah pagi ini kami bisa beraudiensi bersama Bapak Menteri dan Bapak Wamen Pertanian. Kami mendapat gambaran yang sangat luar biasa dari roadmap swasembada pangan. Dari empat tahun menjadi dua tahun, menjadi satu tahun. Per Januari 2026 sudah swasembada di beberapa komoditas,” ujar Nanang di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
BKPRMI menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam gerakan ketahanan pangan dengan menggerakkan pemuda remaja masjid agar terjun langsung ke sektor pertanian dan peternakan. Salah satu potensi yang disampaikan adalah pemanfaatan lahan wakaf seluas 100 hektare di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dinilai cocok untuk budidaya jagung.
Menanggapi rencana pemanfaatan lahan wakaf seluas 100 hektare di NTB, Mentan Amran, mengarahkan agar lahan tersebut ditanami jagung unggulan dengan dukungan penuh dari pemerintah.
“Tanam jagung saja. Benihnya kami siapkan, hasilnya nanti diserap BULOG. Lahan 100 hektare itu juga kita bantu hand tractor,” tegasnya.
Selain NTB, pengembangan jagung unggulan juga diarahkan di Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Banten sebagai bagian dari penguatan produksi nasional berbasis komunitas. Dukungan pembelian hasil oleh BULOG menjadi jaminan pasar bagi petani muda masjid, sehingga produksi memiliki kepastian serapan.
BKPRMI juga menyampaikan komitmennya dalam Gerakan Bangun Ekonomi Masjid, dengan menjadikan pilar ketahanan pangan sebagai prioritas. Kolaborasi ini diharapkan menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi berbasis produksi.
Sinergi ini menjadi langkah konkret memperluas partisipasi generasi muda dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta membangun kemandirian produksi dari tingkat komunitas.(Restu/BBPMKP)
Makassar — Mengawali bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran menyalurkan bantuan pribadi sebanyak 100 ton beras bagi masyarakat kurang mampu di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Aksi sosial ini menjadi wujud kepedulian dan gotong royong untuk memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan berkecukupan.
Penyaluran 100 ton beras tersebut dilakukan bersama Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas). Beras dikemas dalam 20 ribu karung ukuran 5 kilogram dan didistribusikan langsung kepada warga yang membutuhkan di berbagai wilayah Makassar.
Mentan Amran yang juga merupakan Ketua Umum IKA Unhas menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata di bulan suci Ramadan sekaligus upaya memastikan tidak ada masyarakat yang mengalami kesulitan pangan.
“Silakan para alumni mencatat dan membagikan kepada tetangga atau keluarga yang benar-benar membutuhkan. Ramadan adalah momentum berbagi dan memperkuat kepedulian,” kata Mentan Amran saat Kick Off Bakti Sosial IKA Unhas di AAS Building, Makassar, Selasa (17/2/2026) lalu.
Sebanyak 200 alumni bergerak sebagai relawan untuk mendistribusikan bantuan berdasarkan pendataan lapangan. Penyaluran dilakukan secara langsung hingga malam hari agar bantuan segera diterima masyarakat.
Tidak hanya itu, Mentan Amran menyampaikan bahwa pemerintah, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, telah mengalokasikan sekitar Rp11 triliun untuk bantuan sosial (bansos) Ramadan. Anggaran tersebut digelontorkan guna memperkuat daya beli masyarakat, menjaga stabilitas pasokan, serta mengantisipasi gejolak harga pangan selama bulan suci.
“Pemerintah keluarkan kurang lebih Rp11 triliun bansos atas perintah Bapak Presiden. Rp11 triliun kita keluarkan bansos ini untuk Ramadan,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan solidaritas sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, momentum Ramadan harus menjadi penggerak kepedulian kolektif.
“Alangkah indahnya kalau kita berbagi. Jangan biarkan ada kelaparan saudara-saudara kita,” katanya.
Lebih jauh, Mentan Amran menyampaikan bahwa semangat berbagi akan terus ia jalankan, baik dalam kapasitas sebagai pejabat negara maupun secara pribadi melalui yayasan sosial yang dibangunnya.
“Kalau tidak ada yang membackup, saya upayakan secara pribadi. Ada yayasan yang dibangun ini untuk saudara-saudara kita. Nanti kalau saya tidak Menteri lagi, kerja saya seperti ini. Inilah cita-cita kami yang tertinggi. Ingin berbagi sesuai kemampuan kami. Rezeki dikasih Allah,” pungkasnya.(Restu /BBPMKP)
Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggandeng berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan untuk memperkuat program strategis Kementerian Pertanian (Kementan), mulai dari Brigade Pangan, cetak sawah, pengembangan komoditas perkebunan, hingga hilirisasi produk pertanian.
Kolaborasi tersebut ditegaskan dalam audiensi bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Pelajar Islam Indonesia (PII), Pandu Tani Indonesia (PATANI), Korps HMI Wati (KOHATI), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kantor Kementan, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Mentan Amran menegaskan bahwa pembangunan pertanian nasional membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda sebagai penggerak ekonomi rakyat. “Semua ikut bantu negara. Kita ingin ekonomi digerakkan oleh pemuda Indonesia. Tanpa kolaborasi, pertanian tidak akan maju,” katanya.
Ia memaparkan sejumlah program prioritas yang tengah dijalankan pemerintah, di antaranya pengembangan komoditas perkebunan rakyat seluas lebih dari 800 ribu hektare dengan anggaran Rp9,9 triliun untuk kakao, mete, kelapa, kopi, dan komoditas perkebunan lainnya, serta program cetak sawah seluas 225 ribu hektare dengan dukungan anggaran Rp8 triliun.
Mentan Amran menekankan bahwa seluruh program tersebut harus dijalankan secara bersih dan profesional. “Tidak ada fee, tidak ada calo. Ini gerakan ekonomi rakyat. Presiden ingin ekonomi berpihak kepada masyarakat. Koruptor harus digilas,” tegasnya.
Selain peningkatan produksi, Mentan Amran juga mendorong percepatan hilirisasi agar nilai tambah komoditas dinikmati di dalam negeri. Ia mencontohkan komoditas kelapa yang selama ini diekspor mentah dengan nilai sekitar Rp1.300 per kilogram, padahal jika diolah menjadi Virgin Coconut Oil (VCO), nilainya bisa mencapai Rp145.000 per kilogram.
“Kita tidak boleh lagi hanya ekspor bahan mentah. Kakao, mete, kelapa, semua harus dihilirisasi. Ini kesempatan emas untuk menguasai ekonomi kerakyatan,” ujar Mentan Amran.
Ia juga mengajak kader mahasiswa di daerah yang memiliki lahan pertanian untuk segera didata dan terhubung dengan program Kementan. “Kalau ada yang punya 0,5 hektare; 1 hektare; 2 hektare; segera daftarkan. Kita gandengan tangan. Ini perjuangan bersama,” katanya.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi selama ini belum sepenuhnya berdampak pada kesejahteraan rakyat kecil. Karena itu, sektor pertanian harus menjadi instrumen redistribusi kesejahteraan agar tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.
“Pertumbuhan harus menjadi milik rakyat. Jangan sampai porsi rakyat kecil dimakan konglomerasi. Ini harus kita perjuangkan,” ungkapnya.
Dalam forum tersebut, sejumlah organisasi mahasiswa menyampaikan progres dan komitmen dukungan terhadap program Kementan. Salah satunya oleh Ketua Umum KAMMI, Jundi, menyampaikan bahwa kadernya telah menjalankan Brigade Pangan di Kalimantan Barat dan berhasil meningkatkan produktivitas panen hingga 5 ton per hektare. Selain itu, kelompok peternak ayam petelur binaan kader KAMMI juga mulai berjalan dan memasok telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami apresiasi, luar biasa di bawah kepemimpinan Mentan Amran, kita mencapai swasembada pangan dalam kurun waktu satu tahun, capaian luar biasa. Tentunya ini hal yang sangat baik dan kami seluruh kader di seluruh Indonesia menyatakan siap perang dengan mafia dan koruptor yang menghalangi upaya swasembada pangan,” ucap Jundi.
Sementara itu, HMI, KOHATI, PII, GMNI, Patani, dan DPP BKPRMI, menyatakan dukungan penuh untuk berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian. Antara lain mengawal Brigade Pangan, cetak sawah, pengembangan komoditas perkebunan, dan program pemerintah lainnya untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Dengan dukungan mahasiswa dan organisasi kepemudaan dari berbagai daerah, Mentan Amran optimistis gerakan pertanian berbasis rakyat akan semakin kuat dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda menjadi kunci untuk mewujudkan swasembada berkelanjutan, memperluas hilirisasi, serta memastikan nilai tambah pertanian dinikmati petani dan masyarakat luas.(Restu /BBPMKP)
Ciawi | Jurnal Bogor Memasuki hari pertama Ramadan, Kementerian Pertanian memastikan produksi dan pasokan pangan nasional tetap terjaga. Momentum Ramadan yang identik dengan peningkatan kebutuhan pangan menjadi perhatian serius pemerintah, sehingga sistem produksi dan distribusi terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan petani.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) menyelenggarakan Bertani On Cloud (BOC) Volume 342 bertema “MBG Butuh Aksi, P4S Siap Beraksi”, Kamis (19/02/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh insan pertanian dari berbagai daerah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa stabilitas produksi menjadi kunci menjaga ketenangan masyarakat selama Ramadan.
“Produksi harus terjaga, distribusi harus lancar. Dengan sistem yang terorganisir, ketersediaan pangan aman dan masyarakat tenang menjalankan ibadah,” tegasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pemenuhan pangan bergizi tidak hanya berkaitan dengan konsumsi masyarakat, tetapi merupakan satu kesatuan sistem hulu–hilir yang dimulai dari produksi di tingkat petani hingga distribusi ke konsumen.
Menurutnya, penguatan kelembagaan petani melalui Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung keberlanjutan pasokan, termasuk dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam sesi tersebut dipaparkan praktik baik dari P4S Agro Jaya Kabupaten Magelang yang telah membangun pola tanam terjadwal berbasis zonasi di 12 kecamatan. Melalui koordinasi lintas kelompok tani dan kemitraan dengan koperasi, jaringan 2.000–3.000 petani mampu menjaga stabilitas produksi hortikultura dan umbi sepanjang musim.
Sistem tersebut kini mendukung pasokan bagi 50 dapur MBG di Kabupaten Magelang. Distribusi dilakukan secara terjadwal dan berbasis kebutuhan, sehingga rantai pasok menjadi lebih tertata, efisien, serta mampu menjaga mutu dan keamanan pangan.
Model ini menunjukkan bahwa kelembagaan petani tidak hanya berperan dalam meningkatkan produksi, tetapi juga dalam memastikan keberlanjutan suplai sesuai kebutuhan program prioritas pemerintah. Pola tanam yang disusun terencana, proses grading dan pengemasan yang terstandar, serta koordinasi distribusi yang terintegrasi menjadi faktor penentu dalam menjaga konsistensi pasokan.
Dalam kesempatan membuka acara, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Tedy Dirhamsyah menekankan bahwa kebutuhan pangan, baik untuk konsumsi masyarakat maupun program prioritas pemerintah, berlangsung secara rutin dan memerlukan perencanaan produksi yang terukur.
Sementara itu, Kepala BBPMKP Sukim Supandi menegaskan bahwa Program MBG merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari agenda besar pembangunan pertanian dan pembangunan sumber daya manusia nasional.
“Pemenuhan pangan bergizi tidak hanya dipandang sebagai isu konsumsi, tetapi sebagai satu sistem hulu–hilir yang dimulai dari produksi, pengolahan, hingga distribusi yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan. Karena itu, keberhasilan program ini menuntut keterlibatan aktif pelaku utama dan pelaku usaha pertanian di lapangan,” ujarnya.
Melalui BOC Vol. 342, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk memperkuat peran kelembagaan petani dalam mendukung program MBG. Dengan sinergi dan semangat gotong royong, pertanian diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menyediakan pangan bergizi berbasis potensi lokal, sebagai kontribusi nyata dalam membangun Indonesia yang sehat dan berdaya saing.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan motivasi bagi insan pertanian, khususnya para tunas muda pertanian, untuk terus memajukan pertanian menuju Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia.
Megamendung | Jurnal Bogor Dua kecamatan di Kabupaten Bogor yakni Cisarua dan Megamendung, sejak dikeluarkannya instruksi Bupati Rudy Susmanto untuk menata dan menertibkan kawasan Puncak, hingga kini muspika di dua kecamatan itu terus gencar melaksanakan instruksi tersebut.
Dengan mengedepankan anggota trantib di masing masing kecamatan, mereka secara tegas terus melakukan pembongkaran terhadap kios-kios milik pedagang kaki lima yang berdiri di atas tanah negara atau diatas tanah milik jalan.
Di Kecamatan Megamendung, di Desa Pasirangin, puluhan kios yang berdiri melanggar aturan, mulai dari mendirikan bangunan di atas tanah Pemprov Jabar, hingga pembongkaran kios PKL yang diduga sebagai tempat transaksi obat tramadol.
“Ini instruksi langsung dari bupati, penertiban untuk penataan kawasan Puncak. Sejumlah kios PKL di Pasirangin yang berdiri diatas tanah milik Pemprov Jabar sudah dibongkar petugas Polisi Pamongpraja. Kawasan Megamendung merupakan daerah pariwisata yang harus tertata rapi dan tertib, ” tandas Camat Megamendung, Ridwan, S.Sos.
Sementara itu di Kecamatan Cisarua, jajaran trantibnya fokus terhadap pengawasan di beberapa titik yang rawan berdirinya kios-kios PKL. Beberapa hari lalu, petugas Satpol PP Kecamatan imenindak beberapa kios yang baru berdiri di tepi jalan Gapura, Kelurahan Cisarua.
Langkah tegas yang dilakukan petugas ini, untuk pencegahan kawasan itu dipenuhi oleh kios-kios PKL yang beberapa bulan lalu sudah dibersihkan oleh petugas.
“Kita apresiasi langkah tegas yang dilakukan Pol PP Kecamatan Cisarua. Istilah nongol babat kini dibuktikan di lokasi jalan Gapura. Di lokasi itu semalam ada pendirian kios-kios PKL. Tetapi di pagi harinya langsung disikat oleh anggota trantib Kecamatan dengan membongkar kembali rangka kios yang terbuat dari bambu itu. Selama pembongkaran dilaksanakan, tidak ada perlawanan dari para pemiliknya, ” tutur Sopian, warga setempat.
Sementara itu, diungkapkan Kepala Pasar Cisarua Aria Maulana, kawasan jalur Gapura merupakan kawasan yang benar-benar dipantau. Daerah itu harus bersih dari kios PKL.
“Setelah dilakukan pembongkaran, aparat harus terus melakukan pengawasan. Karena, jalan Gapura merupakan akses untuk masuk dan keluar pasar. Selain itu juga, tempat yang dipakai untuk berdirinya kiis kios PKL merupakan saluran air dan tanah milik badan jalan, ” pungkasnya.
Megamendung | Jurnal Bogor Sudah satu pekan lamanya, Polres Bogor melakukan pemasangan kamera untuk menilang para pelanggar lalulintas yang melintasi jalan raya Puncak. Pemasangan kamera tersebut tepatnya di Cibogo, Desa Cipayung Datar.
Kehadiran kamera pemantau ini, mendapat respons negatif dari sejumlah masyarakat, khususnya warga setempat yang berdekatan dengan tempat berdirinya kamera pemantau ini.
“Iya sungguh meresahkan adanya penasangan kamera pemantau lalulintas ini. Karena, katanya kamera tersebut merupakan sebagai fasilitas untuk menindak terhadap pelanggaran lalulintas. Baik itu ke pengguna sepeda motor maupun mobil. Dan kita sebagai warga yang tidak jauh dari tempat berdirinya kamera itu, dibuatnya was-was. Karena, warga yang berdekatan dengan kamera rutinitas lalulintasnya paling banyak. Tidak menutup kemungkinan, bakal banyak pengendara sepeda motor dari warga sekitar yang terkena tilang elektronik ini, ” tutur Badru, warga Cibogo.
Sementara itu, dikatakan warga lainnya Sutarman, ada sisi positifnya jalur Puncak dipasang kamera pemantau, baik itu kamera pemantau arus lalulintas maupun kamera untuk tilang elektronik. Menurutnya, jalur Puncak merupakan jalur yang cukup penting yang lalulintasnya cukup tinggi.
“Dipasangnya kamera disana, kita ambil sisi baiknya. Mudah-mudahan para pengendara khususnya pengguna sepeda motor menjadi tertib disaat berkendaranya. Karena jika tidak mengikuti aturan lalulintas, mulai dari menggunakan helm hingga kepada kondisi kendaraan, secara otomatis jika melintasi kamera itu mereka akan terkena tilang elektronik. Dengan demikian, kita tidak boleh lengah walaupun hanya jarak dekat untuk mengendarai sepeda motor, tetap harus mengikuti aturan lalulintas, ” ujarnya.
Dilain pihak, yang dilakukan sebagian besar pengendara sepeda motor, bagi mereka yang sudah tahu keberadaan kamera tilang di jalan Raya Puncak, mereka lebih memilih jalan alternatif untuk pergi dan pulang Ciawi ke Cisarua.
“Inikan bulan puasa, rutinitas lalulintas di sore hari cukup ramai oleh warga yang ngabuburit. Jadi kita lebih memilih menggunakan jalan Cokopo Selatan sepulang dari Ciawi menuju Cisarua, ” pungkas Jahat.
Cisaru | Jurnal Bogor Tembok penahan selokan di Kampung Bina Taruna RT 01/RW 02, Dusun 2, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor jebol akibat hujan deras, Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan banjir yang merusak tiga rumah warga dan berdampak pada sembilan kepala keluarga (KK).
Air meluap secara tiba-tiba setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih 30 menit. Derasnya aliran air tak mampu ditampung saluran drainase hingga akhirnya tembok penahan selokan ambruk dan memicu banjir.
Sekretaris Desa Tugu Selatan, Yadi Mulyadi, yang berada di lokasi kejadian mengatakan pihaknya tengah melakukan pendataan warga terdampak sesuai arahan kepala desa.
“Saat ini sedang kita verifikasi jumlah KK yang terdampak sesuai arahan dari kepala desa. Untuk sementara ada 9 KK terdampak, 3 rumah rusak berat, dan 1 kendaraan bermotor tertimbun,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 01 Kampung Bina Taruna, Yandi Suwardi, menyebutkan kejadian tersebut bukan yang pertama kali terjadi di wilayahnya. Ia menegaskan, derasnya air dari arah saluran yang terhubung ke kawasan Rest Area Gunung Mas menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi.
“Ini sudah yang kesekian kalinya kejadian. Saya tidak mau menyalahkan sumber air datangnya dari mana, memang selokan ini dari arah Rest Area Gunung Mas. Saya sudah buat tiga sodetan, tetap saja belum bisa menampung derasnya air,” katanya.
Menurutnya, hujan deras yang turun sekitar pukul 15.30 WIB membuat air meluap dengan cepat.
“Tiba-tiba terdengar suara gebrak, tembok hancur dan air langsung meluap. Tiga rumah rusak berat, satu motor tertimbun reruntuhan dan belum bisa diangkat. Langkah selanjutnya saya akan berkoordinasi dengan Pemdes Tugu Selatan,” imbuhnya.
Salah satu warga, Aef Saepudin, mengaku sempat curiga saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Ia pun berinisiatif mengecek pintu air di depan rumahnya.
“Tadi saya lagi di depan, terus hujan deras saya pulang ke rumah. Saya sudah agak curiga kalau hujan deras begini takut banjir. Pas saya buka pintu air, air sudah meluap. Setelah itu terdengar gebrak di depan saya, tembok jebol. Saya langsung lari untuk evakuasi warga,” tuturnya.
Sementara itu, memasuki hari pertama bulan puasa rasa was-was kembali menghantui warga disana. Selama 24 jam hujan terus turun dengan jeda berhenti 5 sampai 10 menit.
EIGER Adventure Land berpartisipasi dalam IPB Career Days 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Alumni Sekolah Vokasi (HA SV) melalui Alumni Career Center (ACC) pada 4-5 Februari 2026 di Graha Widya Wisuda (GWW) IPB University.
Melalui partisipasi ini, EIGER Adventure Land membuka ruang interaksi bagi mahasiswa, alumni dan talenta muda untuk menjajaki peluang karier bermakna di industri ekowisata, dengan menyediakan lebih dari 150 posisi dalam periode rekrutmen.
Partisipasi ini mendapat antusiasme tinggi. Selama dua hari pelaksanaan, booth EIGER Adventure Land dikunjungi hampir 1.000 orang. Dari rangkaian interaksi tersebut, perusahaan menerima lebih dari 300 lamaran secara langsung, berkontribusi terhadap total sekitar 6.000 pelamar yang masuk melalui portal online selama periode rekrutmen berlangsung.
Melalui sesi job dating, sharing session, aktivitas interaktif, serta instalasi wishing tree, peserta diajak mengenal lebih dekat visi dan misi perusahaan dalam menghadirkan pengalaman petualangan bermakna sekaligus menciptakan dampak berkelanjutan melalui aktivitas berbasis alam.
Bagi EIGER Adventure Land, pengembangan talenta tidak hanya berfokus pada kompetensi profesional, tetapi juga pada karakter, integritas, serta keselarasan nilai sebagai fondasi budaya organisasi yang kuat dan bertanggung jawab.
“Membangun organisasi tidak hanya tentang kemampuan, tetapi juga karakter. Setiap individu yang bergabung bersama EIGER Adventure Land merepresentasikan nilai yang kami junjung dan berkontribusi dalam menghadirkan pengalaman bermakna bagi masyarakat serta lingkungan,” ujar Imanuel Wirajaya, Direktur Utama EIGER Adventure Land.
Pada kesempatan yang sama, Dekan SV IPB University, Dr. Aceng Hidayat, menyoroti bahwa salah satu tantangan pendidikan vokasi saat ini adalah masih adanya kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
“Selain kemampuan teknis, mahasiswa perlu memiliki komunikasi, etika, dan akhlak yang baik. Karakter inilah yang menjadi pembeda dan sangat dibutuhkan di dunia kerja,” jelasnya.
Direktur ACC SV IPB University, Zakky Ahmad Wahyudi, menambahkan bahwa IPB Career Days dirancang tidak hanya sebagai ajang rekrutmen, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran karier dan penguatan jejaring profesional.
“Kegiatan ini menjadi fasilitator yang menghubungkan kesiapan talenta IPB dengan kebutuhan industri. Kami berharap mahasiswa dan alumni dapat memanfaatkan momentum ini untuk memahami kebutuhan dunia kerja serta membangun karier berkelanjutan,” ujarnya.
EIGER Adventure Land menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta serta Alumni Career Center (ACC) dan Himpunan Alumni Sekolah Vokasi (HA SV) atas kolaborasi yang menghadirkan ruang untuk bertemu, belajar, dan mengeksplorasi peluang baru.
Bagi EIGER Adventure Land, karier merupakan perjalanan bermakna. Melalui pengembangan talenta yang selaras dengan nilai perusahaan, generasi muda diajak membangun langkah dengan tujuan, memperluas dampak positif, serta mengambil peran dalam membentuk masa depan ekowisata berkelanjutan di Indonesia.
Informasi lebih lanjut mengenai peluang karier di EIGER Adventure Land dapat diakses melalui career.eigeradventureland.com.