23 C
Bogor
Wednesday, April 1, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Polsek Ciomas Lakukan Pengecekan Lokasi Dugaan Peredaran Obat Ilegal, Hasil Nihil

0

Ciomas | Jurnal Bogor – Jajaran Polsek Ciomas kembali melakukan pengecekan terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran obat ilegal daftar G di kawasan Jalan Raya Taman Pagelaran, tepatnya di Warkop RRI, Desa Padasuka, Kecamatan Ciomas, Selasa (31/3/2026).

Pengecekan ini merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran obat-obatan terlarang seperti tramadol, eximer, dan jenis lainnya yang sebelumnya sempat beredar di lokasi tersebut.

Kapolsek Ciomas, Hendra Kurnia, melalui jajarannya menyampaikan bahwa pihak kepolisian terus menggencarkan pengawasan terhadap titik-titik yang dicurigai sebagai lokasi peredaran obat ilegal.

“Setelah pada pekan lalu lokasi ini sempat dipasangi garis polisi (police line), hari ini kami kembali melakukan pengecekan untuk memastikan situasi terkini di lapangan,” ujarnya.

Dari hasil pengecekan yang dilakukan, petugas tidak menemukan adanya aktivitas penjualan obat-obatan ilegal di lokasi tersebut.

Meski demikian, Polsek Ciomas menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna mencegah kembali munculnya aktivitas peredaran obat ilegal yang dapat meresahkan masyarakat.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk berperan aktif dengan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan terkait peredaran obat-obatan terlarang di lingkungan sekitar. Yudi

“Keliru Berdiri Berisiko Maut”. Kenangan Pahit Muhtar Efendi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon

0

Bogor | Jurnal Bogor

Gugurnya 3 prajurit TNI dalam tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, membuat mantan pasukan perdamaian PBB, Serma Purnawirawan Muhtar Efendi mengenang saat dirinya bertugas di 2010-2011.

“Manusiawi, ada rasa kehilangan. Tapi saya renungi mendalam, gugur atau pun cedera berhadapan dengan kaum paling durjana sedunia justru merupakan kemuliaan. Kemuliaan di mata bangsa, dunia, dan Allah yang Maha Kuasa,” kata Muhtar Efendi kepada Jurnal Bogor, Selasa (31/3/2026).

Muhtar mengatakan, penyerangan oleh Israel terhadap Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon ternyata sudah pernah terjadi sebelumnya, yakni pada tahun 2009.

“Keliru posisi berdiri bisa berisiko maut. Untung tembakan israhell bisa kami redam,” kata Muhtar Efendi.

Muhtar terpilih bergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB kala itu.. Muhtar bertugas di Batalyon Infanteri Lintas Udara 330/KOSTRAD. Muhtar berangkat ke Lebanon bersama Batalyon Mekanik Garuda E/UNIFIL dan ditempatkan di Basecamp Atsid Al Qusayr, Lebanon pada 2010-2011.

Muhtar termasuk prajurit pilihan yang yang lolos seleksi menjadi pasukan perdamaian PBB dengan pangkat Bintara CIMIC (Civil and Military in Cooperation).

“Nyaris tidak ada kosakata yang bisa merepresentasikan ketegangan tingkat tinggi selama penugasan di Lebanon. Lebih mencekam daripada suasana saat saya bertugas di Papua, Aceh, dan Timor Timur,” ungkap Muhtar.

Setelah mengakhiri masa pengabdiannya di TNI, di samping bekerja sebagai praktisi hukum yang menangani klien pada berbagai perkara, Muhtar kini juga aktif sebagai advokat publik. Salah satu kiprahnya adalah saat memenangkan praperadilan melawan Polda Jawa Barat. Kliennya, Pegi Setiawan, sempat ditersangkakan pasca ditahan dengan status DPO terkait kematian Eky dan Vina beberapa tahun lalu.

“Dulu prajurit memanggul senjata. Sekarang pun tetap prajurit, namun dengan kitab hukum sebagai amunisinya.”

Muhtar juga mengaku pernah bertugas di bawah pimpinan Prabowo Subianto, Muhtar masih ingat salah satu instruksi komandannya itu, “Kalian harus rajin latihan. Urusan lain-lain, dosanya saya yang tanggung!”

“Beliau memang dahsyat dalam mendoktrin pasukan!”tandas Muhtar.nHerry Setiawan

Konsisten Peduli Kemanusiaan, RSUD R. Moh Noh Nur Rutin Gelar Donor Darah

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, Kabupaten Bogor kembali melaksanakan kegiatan donor darah rutin yang bertempat di Gedung Bank Darah RSUD R. Moh. Noh Nur, Selasa (31/03/26). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan rumah sakit dalam menjaga ketersediaan stok darah sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian kemanusiaan.

Kegiatan donor darah ini terbuka bagi pegawai RSUD maupun masyarakat umum di wilayah sekitar. Sejak pagi hari, para peserta telah hadir dan mengikuti tahapan donor darah yang meliputi pendaftaran, pemeriksaan kesehatan (skrining), hingga proses pengambilan darah yang berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.

Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur, dr. Vitrie Winastri, S.H., MARS, turut hadir dan berpartisipasi langsung sebagai pendonor. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen rumah sakit dalam menjalankan aksi kemanusiaan secara berkelanjutan.

Dalam keterangannya menyampaikan bahwa donor darah rutin merupakan program strategis rumah sakit yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan medis, tetapi juga pada peningkatan kepedulian sosial.

“Kami ingin kegiatan donor darah ini menjadi budaya, baik di lingkungan RSUD maupun di masyarakat. Kebutuhan darah terus ada setiap hari, sehingga partisipasi aktif dari semua pihak sangat dibutuhkan. Melalui kegiatan rutin ini, kami berharap ketersediaan darah tetap terjaga dan kesadaran masyarakat untuk berbagi semakin meningkat,” ujarnya.

Salah satu pendonor, Nina Arfariana (46), dari PGRI Ciampea Endah, mengaku telah rutin mengikuti kegiatan donor darah dan kini telah memasuki donor ke-7 kalinya. Ia juga memanfaatkan aplikasi “Donorku” untuk memantau riwayat donor darahnya.

“Saya sudah tujuh kali donor. Selain membantu sesama, setelah donor badan terasa lebih enak dan lebih sehat. Tadi juga tensi saya 120/80, jadi semakin yakin untuk rutin donor,” ungkapnya.

Berdasarkan data kegiatan, jumlah calon donor yang hadir mencapai 101 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 81 orang berhasil mendonorkan darahnya, sementara 20 orang lainnya belum dapat mendonor karena tidak memenuhi persyaratan medis.

Rincian pendonor yang berhasil berdasarkan golongan darah yaitu golongan darah A sebanyak 28 orang, golongan B sebanyak 16 orang, golongan O sebanyak 30 orang, dan golongan AB sebanyak 7 orang. Seluruh proses donor menggunakan kantong darah tipe double dengan total 81 kantong darah yang berhasil dikumpulkan.

Sementara itu, beberapa faktor yang menyebabkan calon donor tidak dapat mendonorkan darah antara lain kadar hemoglobin di bawah atau di atas standar, tekanan darah yang tidak memenuhi kriteria, konsumsi obat-obatan, serta riwayat perjalanan dan kondisi kesehatan lainnya yang tidak sesuai dengan persyaratan donor.

Kegiatan ini juga didukung dengan sistem pendataan yang terintegrasi, termasuk penggunaan aplikasi seperti “Donorku” yang membantu pendonor dalam memantau riwayat dan jadwal donor darah secara lebih mudah.

Melalui konsistensi pelaksanaan kegiatan ini, RSUD R. Moh. Noh Nur menegaskan perannya sebagai institusi pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada upaya kuratif, tetapi juga aktif dalam kegiatan promotif, preventif, serta aksi sosial kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.

(yev/cc)

Kepala UPT PPOPM Masuki Purna Tugas dan Sampaikan Pesan Heroik Kepada Para Atlet

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Kebersamaan Sujana di lingkungan PPOPM Dispora Kabupaten Bogor akhirnya selesai seiring memasuki Fase Purna Tugas pertanggal 1 April 2026.

Sujana menahkodai UPT PPOPM Dispora Kabupaten Bogor selama 2,6 tahun dan banyak kenangan yang terukir selama berada di Wisma Atlet PPOPM.

” Hari ini merupakan momentum yang bersejarah bagi kami di Civitas PPOPM. Karena mulai 1 April 2026, Pak Sujana sudah masuk Purna Tugas. Kebersamaan dan pengabdian beliau selama ini bersama kami menjadi rangkaian sejarah yang positif dalam meningkatkan kembali marwah PPOPM,” ujar Kasubag UPT PPOPM, Hendrik Sulihadi disela sela acara pelepasan Purna Bakti Kepala UPT PPOPM Dispora, di Kampus Ksatria Arena Karadenan, Selasa, 31 Maret 2026.

Ia mengatakan, banyak terimakasih atas dedikasi, loyalitas serta totalitas yang ditunjukan Sujana selama memangku jabatan Kepala UPT PPOPM Dispora Kabupaten Bogor selama 2,6 tahun.

Pelepasan Purna Tugas Sujana selaku Kepala UPT PPOPM Dispora Kabupaten Bogor diihadiri semua atlet, pelatih dan para pengelola UPT PPOPM Dispora Kabupaten Bogor.

” Kami banyak belajar kepada beliau dalam menata dan menjalankan semua program yang dilakukan PPOPM selama ini,” tegas Hendrik

Sementara itu, Sujana mengaku sangat terharu dengan acara pelepasan Purna Bakti yang dilakukan para Civitas PPOPM.

“”Saya merasa terharu dan sedih dengan momen kali ini. Saya ucapkan banyak banyak terimakasih kepada semua Civitas yang sudah jadi bagian keluarga saya selama ini,” ucap Sujana dengan nada sedih.

Ia mengaku selama 2,6 tahun bersama Hendrik Sulihadi; para pelatih dan pengelola selalu menanamkan pondasi kekeluargaan .

” Saya cuma berpesan kepada para atlet untuk terus tunjukan disiplin tinggi, tunjukan prestasi dan harumkan nama daerah serta Merah Putih dalam kancah olahraga internasional.,” papar Sujana. (Sep)

Ahli: Kerugian BUMN Bukan Kerugian Negara dalam Kasus LNG Pertamina

0

Jakarta | Jurnal Bogor – Ahli hukum perseroan dari Universitas Indonesia, Dr. Rouli Valentina, menegaskan bahwa kerugian yang terjadi pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak dapat serta-merta dikategorikan sebagai kerugian negara.

Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya dihadirkan sebagai ahli oleh tim penasihat hukum terdakwa eks Direktur Gas Pertamina, Hari Karyuliarto, dalam sidang lanjutan dugaan korupsi pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).

Menurut Rouli, kerugian yang dialami BUMN merupakan risiko korporasi yang terpisah dari keuangan negara.

“Kerugian BUMN bukan merupakan kerugian keuangan negara. Negara dalam hal ini adalah pemegang saham,” ujarnya di persidangan.

Ia menjelaskan, prinsip tersebut juga diatur dalam Undang-Undang BUMN, termasuk ketentuan terbaru yang menegaskan bahwa keuangan perseroan berbeda dengan keuangan negara.

Perhitungan Kerugian Dipersoalkan
Dalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi menduga kebijakan impor LNG pada periode kepemimpinan Hari Karyuliarto bersama Yenni Andayani merugikan negara sebesar 113,84 juta dolar AS atau sekitar Rp1,77 triliun.

Namun, pihak terdakwa menilai perhitungan tersebut tidak tepat karena hanya dihitung hingga tahun 2020, sementara kontrak impor LNG bersifat jangka panjang hingga 2039. Bahkan, jika dihitung hingga saat ini, disebutkan perusahaan justru mencatat keuntungan sekitar Rp1,7 triliun.

Rouli juga mempertanyakan titik terjadinya kerugian, apakah pada saat pembelian atau justru pada saat penjualan LNG.

“Jika merujuk fakta persidangan, kerugian justru terjadi pada tahap penjualan, bukan saat pembelian,” katanya.

Ia menambahkan, apabila dalam laporan keuangan perusahaan tidak tercatat adanya kerugian, maka secara hukum sulit menyatakan adanya kerugian negara.

Tanggung Jawab Hukum Diperdebatkan
Pendapat serupa disampaikan ahli hukum pidana Prof. Agus Surono. Ia menilai, tanggung jawab hukum seharusnya berada pada pihak yang menjalankan transaksi.

“Jika penjualan terjadi pada 2019 ketika terdakwa sudah tidak menjabat, maka yang bertanggung jawab adalah pelaksana saat itu,” ujarnya.

Sementara itu, ahli hukum administrasi negara Dr. Dian Puji menyebut bahwa penentuan kerugian negara harus melibatkan aparat penegak hukum, auditor, serta pihak terkait.

Rouli juga menegaskan bahwa tindakan direksi dalam menandatangani kontrak merupakan tindakan korporasi, sehingga pertanggungjawaban hukum melekat pada perseroan, bukan individu secara pribadi.

Kuasa Hukum Soroti Overkriminalisasi
Anggota tim kuasa hukum terdakwa, Wa Ode Nur Zainab, menyatakan bahwa kegiatan impor LNG merupakan bagian dari aktivitas usaha perusahaan, sehingga tidak memerlukan persetujuan Dewan Komisaris maupun RUPS.

Ia juga menegaskan tidak ditemukan adanya unsur suap, kickback, maupun konflik kepentingan dalam penandatanganan kontrak.

“Klien kami hanya menandatangani kontrak atas nama perusahaan dan dengan persetujuan seluruh direksi. Ini adalah keputusan korporasi, bukan keputusan pribadi,” ujarnya.

Kuasa hukum lainnya, Humisar Sahal Panjaitan, menilai perkara ini sebagai bentuk overkriminalisasi karena tidak ada bukti keuntungan pribadi maupun praktik korupsi.

Tanggapan Terdakwa
Usai sidang, Hari Karyuliarto meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak membangun opini di luar persidangan.

Ia juga menyinggung kesaksian Basuki Tjahaja Purnama dalam sidang sebelumnya, yang dinilai memberikan keterangan berbelit terkait keuntungan LNG.

“Sebaiknya dihindari agar tidak memengaruhi proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya.

Di akhir, tim kuasa hukum berharap pemerintah, termasuk Komisi III DPR RI dan Presiden Prabowo Subianto, turut memberikan perhatian terhadap perkara tersebut.

Ratusan Siswa SD se-Kecamatan Tamansari Ikuti Ajang OSN hingga Pentas Seni PAI

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Ratusan siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Tamansari mengikuti berbagai ajang perlombaan tingkat kecamatan yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD) Kecamatan Tamansari, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan tersebut meliputi Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), serta pentas seni Pendidikan Agama Islam (PAI).

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Camat Tamansari, Yudi Hartono. Sebelumnya, para peserta telah melalui tahapan seleksi di tingkat sekolah masing-masing. Para pemenang di tingkat kecamatan ini selanjutnya akan mewakili Kecamatan Tamansari pada ajang serupa di tingkat Kabupaten Bogor.

Dalam sambutannya, Yudi Hartono menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi siswa maupun tenaga pendidik dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga menjadi motivasi bagi siswa dan para guru dalam mendidik serta mempersiapkan anak-anak agar lebih berprestasi,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan budaya literasi di lingkungan sekolah maupun di rumah sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kebiasaan positif bagi para siswa.

Sementara itu, Ketua K3SD Kecamatan Tamansari, Adang Rohendi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk menggali potensi serta bakat siswa di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi siswa untuk berkompetisi secara sehat sekaligus mengembangkan kemampuan mereka. Harapannya, para juara dapat berprestasi di tingkat kabupaten hingga provinsi Jawa Barat,” ungkapnya.

Ketua Panitia O2SN tingkat SD-MI Kecamatan Tamansari, Jaenal Abidin menambahkan, kegiatan O2SN bertujuan sebagai wadah aktualisasi pengembangan prestasi murid secara menyeluruh, baik akademik maupun non-akademik.

“Hari ini pembukaan O2SN yang secara langsung dibuka oleh Camat Tamansari bersama unsur Forkopimcam. Alhamdulillah berjalan lancar. Untuk yang dilombakan hari ini di antaranya Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) dan literasi numerasi atau calistung,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa dari sekolah negeri maupun swasta menampilkan kemampuan terbaik mereka untuk meraih juara dan berkesempatan mewakili Kecamatan Tamansari ke tingkat Kabupaten Bogor.

Diketahui, terdapat 33 Sekolah Dasar se-Kecamatan Tamansari yang mengikuti kegiatan ini. Rangkaian lomba dilaksanakan pada 31 Maret hingga 1, 2, dan 4 April 2026. Sebelumnya, lomba OSN juga telah digelar pada 24 Februari 2026. Yudi

Otak Reptil

0

Pernyataan Presiden Prabowo yang menyamakan bahwa kelapa sawit dan pohon-pohon di hutan adalah pohon yang sama. “Gak usah takut, apanya itu katanya.. menbahayakan.. apa itu.. deforestation? Namanya kelapa sawit ya pohon! Ada daunnya kan?”

Menyamakan pepohonan di hutan dengan kelapa sawit sebagai pohon monokultur mendapat banyak kritik. Presiden dianggap mendukung perubahan lahan hutan tropis di Indonesia menjadi lahan kelapa sawit dengan satu tujuan yaitu mencari keuntungan ekonomis semata. Besarnya tuntutan pasar akan kelapa sawit sebagai bahan pendukung makanan dan kosmetik serta produk bahan bakar minyak nabati.

Di atas adalah tulisan C Bayu Risanto, Ph.D dalam tulisannya yang dinuat di majalah Basis edisi nomor 03-04, Tahun ke 75, 2026 dengan judul Hutan Bukan Sekedar Kumpulan Pohon. Bayu Risanto menamai dirinya sebagai Vatican Observatory. Tulisan ini mengutip sejumlah hasil riset biologi sejak tahun 1980 hingga 2024.

Lebih dalam, C Bayu Risanto bahkan dengan berani menyatakan bahwa pernyataan Presiden Prabowo terkait hutan dan kelapa sawit itu sebagai pandangan antroposentris an sich. “Pohon di hutan menghasilkan aerosols. Oksigen itu penting untuk hidup manusia, maka pengetahuan bahwa pohon menghasilkan oksigen itu penting. Tidak heran, hanya itu yang melekat dalam otak kita, termasuk otak reptil Presiden Prabowo. Padahal tumbuhan juga menghasilkan aerosol organik nan kecil yang bisa terbawa angin ke mana-mana.”

Mengejutkannya, Bupati Bogor Rudy Susmanto kemudian mengamplifikasi kembali pernyataan Presiden Prabowo yang menuai kritik itu dalam postingan media sosialnya. Dengan judul Topeng Kritik dan Manipulasi Iman: Melawan Narasi Kebencian di Balik Stabilitas Negeri.

Rudy dalam postingan 16 poster halaman itu pada intinya ingin menyatakan bahwa kebijakan yang dikeluarkan Presiden Prabowo sudah benar dan menganggap kritik pada presiden adalah kerikil kecil dalam menjalankan kebijakan pro rakyat kecil di tengah situasi ekonomi politik dunia yang diwarnai perang di sejumlah negara.

Pada postingan halaman 8 sampai 13, Rudy menjelaskan kelapa sawit ada benteng utama keunggulan Indonesia dalam krisis energi dunia. “Kita perlu melihat sisi lain dari industri sawit yang selama ini dipandang negatif. Selain membantu ketahanan energi nasional, sawit adalah komoditas yang sangat kompetitif di pasar dunia, hingga memicu kampanye hitam dari kompetitor global.”

Meskipun beda konteks dalam membaca kelapa sawit, antara sains – aktivis lingkungan dan pemimpin pemerintahan, kita musti menempatkan pemikiran tersebut dalam konteksnya.

Bayu Risandi menggiring pembaca perlu mengetahui bahwa hutan adalah ekosistem yang saling berkaitan. Pohon di hutan berkomunikasi dengan hewan. Bagaimana kelelawar hinggap di kantung semar dengan cara yang sangat elegan dan mulia lalu saling memberi manfaat (simbiosis mutualisme).

Sementara Rudy menelurkan gagasannya dalam motif politik adanya kekuatan asing yang terus menggerogoti kekuasaan Presiden Prabowo dengan topeng agama, berita menyudutkan dan postingan media sosial. Hanya contoh kelapa sawit saja yang diambil sebagai bagian dari benteng ketahanan energi nasional meskipun kita belum merasakannya.

Buat kita warga sipil biasa tanpa jabatan, kekuasaan dan harta melimpah, hanya menganggap jangan-jangan otak kita saja yang justru menjadi otak reptil dengan berbagai kecurigaan dan prejudice tendensius pada orang dengan jabatan tertentu. Tabik!

Polsek Kemang Kolaborasi Sinergi Lintas Sektoral Lewat Halal Bihalal

0

Kemang | Jurnal Bogor

Kepolisian Sektor Kemang gelar Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah di Mapolsek Kemang, Jalan Raya Parung, Kabupaten Bogor. Acara yang penuh kehangatan dan kebersamaan tersebut mengundang berbagai elemen masyarakat serta lembaga pemerintahan setempat

Kegiatan yang diadakan pada Sabtu pekan lalu itu menjadi ajang mempererat silaturahmi lintas sektoral di wilayah Kecamatan Kemang. Hadir jajaran Forkopimcam, di antaranya Camat Kemang Imam Mahmudi, Danramil Kemang Kapten Iwan, Ketua MUI Kecamatan Kemang H. M. Zein, para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.

Tak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca Lebaran, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial berupa santunan kepada anak yatim. Puluhan anak yatim tampak hadir dan merasakan kebahagiaan, terlebih saat mereka diajak makan bersama dengan para tamu undangan.

Momentum tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kebersamaan antara aparat dan masyarakat tidak hanya terjalin dalam urusan keamanan, tetapi juga dalam kepedulian sosial.

Camat Kemang, Imam Mahmudi, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang digelar Polsek Kemang. Ia menilai sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat merupakan pondasi penting dalam menjaga stabilitas wilayah.Dukungan serupa juga datang dari para kepala desa di Kecamatan Kemang.

Ketua Paguyuban Kepala Desa Wilayah Utara (Pakuwu), Entang Suana, menegaskan pentingnya komunikasi dan kerja sama antara aparat keamanan dengan pemerintah desa. “Aparatur keamanan baik TNI maupun Polri tentu harus dapat berkomunikasi, bersinergi, dan berkolaborasi dengan para kepala desa agar kondisi kamtibmas kondusif,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergitas tersebut selama ini telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata di tingkat desa, seperti penguatan sistem keamanan lingkungan (siskamling) hingga penyelenggaraan lomba pos ronda.

Menurutnya, upaya menjaga keamanan menjadi semakin penting mengingat Kecamatan Kemang merupakan wilayah penyangga Ibu Kota Jakarta yang memiliki dinamika masyarakat cukup tinggi.

Melalui kegiatan Halal Bihalal ini, diharapkan hubungan baik antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjaga dan ditingkatkan. Kebersamaan yang terbangun menjadi modal utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis. (A Usman Tobias)

Pabrik Helm di Rumpin Bogor Terbakar, Satu Titik Api Masih Dalam Penanganan

0

Rumpin | Jurnal Bogor
Kebakaran melanda sebuah pabrik helm di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor, pada Senin (30/3/2026). Hingga saat ini, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan sisa api yang belum sepenuhnya padam.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengungkapkan bahwa masih terdapat satu titik api yang menjadi fokus penanganan, yakni di area penyimpanan bahan mudah terbakar seperti cat dan thinner.

“Masih ada satu titik, tempat penyimpanan cat dan thinner,” ujarnya.

Dalam upaya pemadaman, sedikitnya delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Proses ini melibatkan sekitar 40 personel gabungan dari Damkar Sektor Leuwiliang, Parung Panjang, Parung, serta bantuan dari Damkar Kabupaten Tangerang.

“Total 8 unit dengan anggota sekitar 40 orang,” tambahnya.

Selain petugas, warga sekitar juga turut membantu proses pemadaman dengan peralatan seadanya. Mereka menggunakan ember dan mengambil air dari kolam ikan di sekitar lokasi pabrik untuk membantu menjinakkan api.

Hingga kini, petugas masih berupaya memastikan api benar-benar padam guna mencegah terjadinya kebakaran susulan.

**Leonita

Indibiz Jabar Gelar JOIN Insight “Promosi Melalui Suara”, Dorong UMKM Optimalkan Voice Over untuk Tambah Cuan

0

Bogor | Jurnal Bogor
Program edukasi bisnis JOIN Insight Indibiz Jawa Barat kembali digelar melalui seminar bertema “Promosi Melalui Suara!” yang berlangsung pada Minggu (1/3) di Indibiz Experience Center (INDEX) Priangan Barat, Bogor. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara tim Digital Marketing Operation (DMO) Indibiz Jawa Barat dan DMO Witel Priangan Barat dalam memberikan literasi pemasaran digital kepada pelaku usaha dan mahasiswa.

Seminar ini menghadirkan Gilang Pramudita sebagai narasumber yang membagikan wawasan mengenai strategi memanfaatkan voice over sebagai media promosi di platform digital dan media sosial.

Dalam pemaparannya, Gilang menjelaskan bahwa perkembangan konten digital saat ini membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk mempromosikan produk melalui kekuatan suara. Voice over dinilai mampu meningkatkan daya tarik konten, memperkuat storytelling brand, serta menjadi peluang monetisasi baru bagi individu yang memiliki kemampuan komunikasi vokal.

“Promosi tidak selalu harus melalui visual yang kompleks. Dengan suara yang tepat dan storytelling yang kuat, pelaku usaha dapat membangun identitas brand sekaligus membuka peluang penghasilan tambahan dari voice over,” jelasnya dalam sesi materi.

Selain membahas teknik dasar voice over, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai strategi pemasaran di media sosial, pembangunan personal branding, serta pemanfaatan konten audio untuk memperluas jangkauan promosi bisnis. Peserta turut diajak memahami bagaimana peluang ekonomi kreatif berbasis suara dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan tambahan di era digital.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari kalangan pelaku UMKM serta mahasiswa kewirausahaan dari Universitas Terbuka, yang antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab seputar peluang bisnis di bidang voice over dan pemasaran digital.

Melalui program JOIN Insight ini, Indibiz berharap dapat terus menjadi ruang berbagi inspirasi dan pengetahuan bagi para pelaku usaha dalam mengembangkan strategi bisnis yang adaptif di era digital, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem kewirausahaan yang semakin kreatif dan berdaya saing.

(yev/cc)