25.6 C
Bogor
Sunday, February 1, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Setelah di Komplain Bau Tak Sedap, SPPG Sukajaya Langsung Bangun TPS

0

Sukajaya l Jurnal Bogor
Setelah dikomplain warga lantaran bau tak sedap akibat sampah hingga pihak kepolisian dari Mapolsek Cigudeg mendatangi lokasi tersebut, kepala SPPG Fahrurrozi mengaku, perihal sampah MBG di Sukajaya telah rutin diangkut oleh DLH dalam waktu seminggu dua kali.

“Satu minggu dua kali sampah MBG itu diangkut.” kata Fahrurrozi saat dihubungi Jurnal Bogor, Sabtu (31/1/2026)

Menangggapi adanya komplain warga, pihaknya merespons dan telah menemukan solusi dengan dibuatnya pembuangan sampah sementara.

“Solusinya sudah ada, kini tengah berperoses pembuatan TPS. Ya, hari ini tengah proses pembuatan penampungan sampah itu.” tandasnya.

Lebih jauh Fahrurrozi menyebut, tentu masih banyaknya warga di Sukajaya yang masih membuang sampah di sembarang tempat yang seharusnya menjadi sorotan.

Masih ada, kadang warga membuang sampah itu ke kali.

Tak sampai disitu, termasuk banyaknya tumpukan sampah di jalan Raya Kabupaten Bogor tepatnya di kebon kelapa Pasir Nangka menuju Cigudeg itupun harus disorot.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga di Desa Sukaraksa, Cigudeg, Kabupaten Bogor menggeruduk keberadaan dapur MBG. Pasalnya, kedatangan warga pun bukan tanpa sebab, mereka memprotes bau tak sedap diduga akibat sampah yang berasal dari aktivitas dapur MBG tersebut.

Informasi dihimpun hingga beredarnya video yang berdurasi 60 detik itu, limbah Dapur MBG di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukajaya hingga mencemari lingkungan di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg sekitar radius 200 meter.

Video itu beredar Jumat (31/1/2026) sekitar pukul 20:00 WIB malam memperlihatkan kekecewaannya dan memprotes dapur MBG itu.

Sebelumnya warga sudah menyampaikan keluhannya ke pengelola MBG terkait limbah yang menggangu warga tersebut.

” Karena belum juga ada tindakan sama juga bohong.” keluhnya di video itu.

“Kegiatan MBG buang sampahnya kemana limbahnya kemana, Jangan sampai program itu jalan tetapi merugikan masyarakat.”

Sampai berita ini ditayangkan, ketika dikonfirmasi perihal tersebut kepala SPPG Fahrurrozi tak merespons.

** Arip Ekon

Melalui Peringatan Isra Mi’raj, MTs Nurussa’adah Tamansari Perkuat Nilai Keislaman Siswa

0

Tamansari | Jurnal Bogor – MTs Nurussa’adah menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di halaman sekolah, Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Aktualisasi Nilai-nilai Kenabian dalam Tradisi Pendidikan yang Islami”.

Acara dihadiri Kepala Desa Sirnagalih Amat Suparta, Kepala MTs Nurussa’adah, jajaran dewan guru dan staf sekolah, para siswa-siswi, warga sekitar, serta penceramah Ustadz Jihad Maulana Yusuf.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Jihad Maulana Yusuf menyampaikan pentingnya adab dalam menuntut ilmu, khususnya sikap hormat kepada guru sebagai teladan dan perantara ilmu bagi para pelajar.

“Sebagai pelajar, sudah sepatutnya menghormati guru, karena melalui merekalah ilmu dan nilai-nilai kebaikan ditanamkan,” ujarnya.

Kepala MTs Nurussa’adah, Nazarudin Usman mengatakan bahwa peringatan Isra Mi’raj merupakan bagian dari program kokurikuler sekolah yang bertujuan memperkuat pembinaan karakter dan nilai keislaman peserta didik.

“Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan karakter serta penguatan nilai-nilai keislaman bagi siswa MTs Nurussa’adah,” kata Usman, Sabtu (31/01/26).

Sementara itu, Kepala Desa Sirnagalih sekaligus ketua Komite MTs Nurussa’adah Amat Suparta, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan keagamaan yang digelar pihak sekolah. Menurutnya, peringatan Isra Mi’raj memiliki peran penting dalam membentuk akhlak generasi muda serta mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat.

“Kami dari pemerintah desa mendukung penuh kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah, karena berdampak positif bagi pembentukan akhlak dan kepribadian islami anak-anak,” pungkasnya. Yudi

Yayasan Elok Sempurna Bermanfaat (YES B-Man) Selenggarakan Perkemahan Gabungan SMK PGRI Kemang & SMK Yasindo Parung

0

Kemang |JurnalBogor

Sinergi dan semangat kepramukaan terpancar jelas dalam kegiatan Perkemahan Gabungan yang dilaksanakan oleh SMK PGRI Kemang dan SMK Yasindo Parung. Bertempat di tengah asrinya Wisata Alam Candali, kegiatan ini berlangsung khidmat selama dua hari satu malam, mulai tanggal 28 hingga 29 Januari 2026.

Mengusung tema “Pembentukan Karakter Peserta Didik”, kegiatan ini dirancang untuk menempa kemandirian, kedisiplinan, dan jiwa korsa para siswa. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan sangat baik dan penuh antusiasme. Tidak hanya seru dengan berbagai permainan ketangkasan, momen api unggun dan renungan malam memberikan kesan mendalam serta makna filosofis bagi seluruh peserta.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta didik mampu mengimplementasikan nilai-nilai Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari, menjadi pribadi yang tangguh, serta memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan masa depan.

🚀 JADILAH BAGIAN DARI KELUARGA BESAR KAMI!

Ingin merasakan serunya belajar sekaligus membangun karakter lewat kegiatan-kegiatan keren seperti ini? Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 telah dibuka!
Dapatkan pendidikan berkualitas yang tidak hanya fokus pada hardskill, tapi juga pembentukan karakter dan kreativitas. Jangan sampai ketinggalan untuk bergabung bersama SMK PGRI Kemang atau SMK Yasindo Parung.

Info Lengkap & Pendaftaran:
Cek profil kami, kuota terbatas!
📸 Instagram: @smkpgri.kemang_official
📸 Instagram: @smkyasindoparung

Mari bertumbuh, berkarya, dan berkarakter bersama kami!

(Wawan Hermawanto)

S’cawan Kota Depok Hadirkan Kulineran Dengan Menu Bervariasi di Suasana Estetik

0

Depok | Jurnal Bogor
Menengok kuliner di Taman Secawan 2 di Kota Depok, serasa sedang berada di Italy, spot kuliner yang berada di Jalan Jambu 5, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok, yang mulai beroperasi sejak 4 Februari 2025 lalu, terus menunjukan eksistensinya.

Di Foodcourt Taman Secawan 2 pengunjung bisa menikmati Kuliner dengan beragam jenis makanan, mulai dari Nasi Kebuli, Pempek, Dimsum, Gohyong, Ayam Bakar, Bakwan Malang, Nasi Jeruk, Mie Ayam dan ada juga Wahana permainan anak, disini para pengujung bisa menikmati kuliner dengan suasana yang santai ekslusif ditepi sungai diringi musik dan bisa bernyanyi dengan lagu kesukaannya masing-masing

Saat memasuki area Taman Secawan 2 pengunjung disambut dengan musik dan aroma sedap dari berbagai masakan menggugah selera dan membuat nafsu makan meningkat. Seluruh tenan berada dalam barisan panjang berhadap-hadapan, yang membantu pengunjung agar mudah berkeliling dan memilih jajanan.

Dari beberapa tenan yang ada disini, ada satu tenan yang menyajikan menu khas, yaitu, Nasi Kebuli Ala D’poer Vie, tersedia dengan 2 pilihan, Nasi Kebuli Kambing dan Ayam, menu yang kaya akan bumbu rempahnya ini cukup membuat selera makan meningkat dengan lauk ayam atau kambingnya yang empuk sangat lezat saat disantap

Evie Pratiwi sang pemilik mengatakan jika dirinya sudah menjalani usaha ini beberapa tahun silam, gagasannya membuat Nasi Kebuli ini karena pada awalnya berdiri sekitar tahun 2015 belum ada yang menjajakan hidangan ini di Depok, sehingga diwujudkannya Nasi Kebuli Ala D’poer Vie ini hingga saat ini berjalan hampir 11 tahun

“Ide ini timbul karena dulu belum ada yang berjualan Nasi Kebuli disini dan banyaknya permintaan yang datang sama aku, jadi sudahlah aku coba wujudkan, hingga saat ini tidak terasa sudah 11 tahun berjalan, walaupun mungkin saat ini Nasi Kebuli di Depok sudah menjamur ya.” ucapnya

Evi pun menambahkan, jika keberadaanya di Foodcourt Taman Secawan 2 ini tidak hanya ada Nasi Kebuli saja, ada juga Pempek, Dimsum Mentai, Kebab, Gohyong dan Minuman Lemon Sereh yang menjadi favorit dan best seller dari setiap pengunjung yang datang kesini maupun melalui pemesanan secara Online di 0852-4727-1005

“Iya di Secawan 2 ini bukan hanya Nasi Kebuli aja, ada juga Pempek, Dimsum Mentai, Kebab, Gohyong dan Minuman Lemon Sereh semuanya best seller dari setiap pengunjung yang datang kesini maupun melalui pemesanan secara Online.” ujarnya

Sebagai salah satu pelaku UMKM di Kota Depok dan Ketua UMKM Pancoranmas sangat mengapresiasi pada keberadaan spot kuliner seperti Secawan 2 ini yang dikelola oleh Kelurahan Depok Jaya dan warga sekitar sehingga menjadikan tempat ini layaknya tempat pertemuan antara pembeli dan penjual makanan, dimana pelaku usaha merasa terwadahi dan mendapatkan tempat untuk berjualan yang bersih dan nyaman

“Jadi selain makanannya enak-enak di Secawan 2, tempatnya pun bersih dan nyaman, ini semua berkat pengelolaan yang baik dari Kelurahan Depok Jaya dan warga sekitar, jadi buat semua orang yang suka kulineran kesini aja, nikmati dan datang langsung aja dijamin puas dan berkesan kulineran di Secawan 2,” pungkasnya.

(Erwin)

Dipicu Cemari Lingkungan, Warga Desa Sukaraksa Geruduk Dapur MBG

0

Cigudeg I Jurnal Bogor
Sejumlah warga di Desa Sukaraksa, Cigudeg, Kabupaten Bogor menggeruduk keberadaan dapur MBG. Pasalnya, kedatangan warga pun bukan tanpa sebab, mereka memprotes bau tak sedap diduga akibat sampah yang berasal dari aktivitas dapur MBG tersebut.

Informasi dihimpun hingga beredarnya video yang berdurasi 60 detik itu, limbah Dapur MBG di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukajaya hingga mencemari lingkungan di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg sekitar radius 200 meter.

Video itu beredar Jumat (31/1/2026) sekitar pukul 20:00 WIB malam memperlihatkan kekecewaannya dan memprotes dapur MBG itu.

Sebelumnya warga sudah menyampaikan keluhannya ke pengelola MBG terkait limbah yang menggangu warga tersebut.

” Karena belum juga ada tindakan sama juga bohong.” keluhnya di video itu.

“Kegiatan MBG buang sampahnya kemana limbahnya kemana, Jangan sampai program itu jalan tetapi merugikan masyarakat.”

Sampai berita ini ditayangkan, ketika dikonfirmasi perihal tersebut kepala SPPG Fahrurrozi tak merespons.

** Arip Ekon

Yayasan Sejiwa Hadirkan ‘Ruang Aman Sejiwa ” di Kota Bogor

0

Bogor | Jurnalbogor
Selama tiga tahun menjalankan program penanganan kasus kekerasan pada anak berbasis masyarakat di Kota Bogor, akhirnya Yayasan Sejiwa (Semai Jiwa Amini) membuka Sekretariat Ruang Aman Sejiwa di Jalan Aria Surialaga Cibalagung, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, tepatnya berada di area sekolah pendidikan Yayasan Al-Mustarih Bogor.

Ruang Aman Sejiwa itu pun secara resmi dibuka oleh Ketua Yayasan Sejiwa, Retno Wahyuni dan Ketua Koordinator Sejiwa Bogor, Aldilah Rahman, Ketua KPAID Kota Bogor Dede Siti Amanah, serta Ketua Yayasan Al-Mustarih, Dian Pintaningdyah, pada Jumat 30 Januari 2026.

Ketua Yayasan Sejiwa, Retno Wahyuni menuturkan, bahwa yayasan ini didirikan oleh Diena Haryana di Jakarta pada 2004. Kemudian, yayasan ini berfokus pada keamanan, perlindungan anak, dan pendidikan karakter, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Dan pendiri yayasan merupakan orang yang aktif mengedukasi masyarakat terkait perundungan atau bullying.

“Lahirnya Yayasan Sejiwa ini karena didasari rasa kekhawatiran dan prihatin terhadap perkembangan anak, dimana kala itu sudah terjadi kasus kekerasan pada anak, seperti kasus bullying,” kata Retno di sela kegiatan.

Berdasarkan data, lanjut Retno, bahwa kasus bullying setiap tahunnya selalu bertambah. Menurutnya, salah satu penyebab meningkatnya kasus tersebut karena lemahnya pengawasan orang tua terhadap anak-anaknya saat menggunakan teknologi digital seperti HP.

Sehingga, kasus tersebut sering terjadi di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumahnya masing-masing, dan hal inilah yang membuat Yayasan Sejiwa terus konsisten dalam memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya bullying.

“Untuk pusat kita ada di Jakarta, kemudian kita juga membuka ruang aman Sejiwa ini di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Kota Bogor ini yang bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Al-Mustarih,” ujar Retno.

Sementara, Koordinator Yayasan Sejiwa untuk wilayah Bogor, Aldilah Rahman menambahkan, bahwa di launchingnya ruang aman Sejiwa ini merupakan bentuk komitmen sejiwa yang kurang lebih sudah 3 tahun melaksanakan program pendampingan terhadap kasus kekerasan pada anak yang berbasis masyarakat.

“Ruang aman sejiwa ini merupakan wadah atau sarana masyarakat yang membutuhkan informasi maupun yang ingin melakukan pendampingan perihal tentang kekerasan pada anak atau keluarga. Dan alhamdulillah hari ini kita sudah melaunching ruang aman sejiwa yang berkolaborasi dengan Yayasan Pendidikan Al-Mustarih,” kata Aldilah Rahman.

Tenaga Pendidik yang kini mengajar di SDN Bubulak 1 Kota Bogor itu pun mengungkapkan, bahwa dalam penanganan maupun pencegahan terhadap kekerasan pada anak ini tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus berkolaborasi dengan semua elemen, dari mulai pemerintahan, KPAI, TNI-Polri, tokoh masyarakat, sekolah, bahkan kolaborasi dengan masyarakat untuk sama-sama memberikan pelayanan dan edukasi terkait pencegahan dalam menangani kasus tersebut.

“Jadi kami hadir untuk memberikan edukasi dan juga solusi kepada masyarakat, terlebih para orang tua tentang bagaimana cara menangani anak-anaknya ketika mendapat perlakuan kekerasan. Termasuk kita juga mensosialisasikan kepada para orang tua dan sekolah agar kekerasan pada anak tidak terjadi,” ungkap Aldi.

Di tempat yang sama, Ketua KPAID Kota Bogor Dede Siti Amanah mengatakan, bahwa pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi aksi nyata yang sudah dilakukan oleh teman-teman yayasan sejiwa ini. Dia juga mengaku sudah mengenal cukup lama dengan para pengurus Sejiwa.

“Ini satu hal yang sangat luar biasa. Bagi KPAID sendiri ketika kiprah ini nyata dibuktikan dengan adanya ruang aman sejiwa di Bogor tentunya sangat membantu seluruh pihak, baik pemerintahan maupun KPAID. Jadi harapan kami menunggu kiprah sejiwa ini, dan tentunya bisa berkolaborasi bersama-sama dalam menangani kasus kekerasan pada anak, khususnya di Kota Bogor,” ungkapnya.

Ketua Yayasan Al-Mustarih, Dian Pintaningdyah menyampaikan hal yang sama. Dimana dirinya sangat menyambut keberadaan Ruang Aman Sejiwa yang berada dilingkungan Al-Mustarih. Menurut Dian, dengan adanya keberadaan ruang aman sejiwa ini merupakan hal positif, karena Al-Mustarih dan Sejiwa bisa membantu masyarakat di sekitar Bogor Raya.

“Artinya, Al-Mustarih tidak hanya peduli pendidikan atau pelindung kepada anak untuk warga Al-Mustarih saja, tetapi lingkupnya lebih luas yaitu Bogor Raya. Dan ini juga sesuai dengan apa yang kami harapkan karena dapat mendukung terkait perlindungan kepada anak,” kata Dian.

Kemudian, lanjut Dian, ternyata ruang aman sejiwa ini tidak hanya tentang pelindung anak saja, tetapi menangan permasalahan perempuan seperti terjadi kasus kekerasan dalam rumah tangga dan ruang aman sejiwa bisa memberikan solusi dalam menangani permasalahan tersebut.

** Wawan Hermawanto

Mapolsek Cigudeg Kembali Gelar Jumat Berkah, Ratusan Paket Makanan Dibagikan

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Halaman Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Cigudeg, Polres Bogor, kembali dipadati warga dalam kegiatan sosial Jumat Berkah, Jumat (30/1/26).

Warga yang datang berasal dari lingkungan sekitar, kalangan pelajar, hingga para pengendara yang melintas di depan Mapolsek Cigudeg. Mereka antusias mengikuti kegiatan berbagi yang dikemas dengan tema “Berbagi Itu Indah”.

Kapolsek Cigudeg, AKP Budi Sehabudin, mengatakan bahwa kegiatan Jumat Berkah rutin dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Polri sekaligus upaya mendekatkan diri dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, kami ingin lebih dekat dengan masyarakat. Sebagai pelayan masyarakat, tentu polisi harus bisa hadir dan dirasakan langsung manfaatnya,” ujar AKP Budi Sehabudin.

Pada kegiatan tersebut, pembagian paket makanan dilakukan di dua titik wilayah hukum, yakni Polsek Cigudeg dan Polsek Sukajaya. Sebanyak 200 dus nasi kotak serta 200 cup bubur kacang hijau dibagikan kepada warga.

Selain berbagi makanan, jajaran kepolisian juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para sopir dan pengendara sepeda motor, agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.

“Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT,” pungkasnya. Arip Ekon

Pemdes Sukaluyu Targetkan Empat Titik Sumur Air Bersih untuk Warga

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Pemerintah Desa (Pemdes) Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, menargetkan pembangunan empat titik sumur air bersih untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat yang selama ini masih mengalami keterbatasan.

Kepala Desa Sukaluyu, Rosidin, mengatakan program pembuatan sumur tersebut merupakan upaya pemerintah desa untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.

“Di Sukaluyu air memang agak sulit, kasihan warga. Untuk itu kami membuat sumur yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Rosidin, Jumat (30/01/26).

Sementara itu, Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Tamansari, Dede Fauzi, menyampaikan bahwa pembangunan sumur air bersih tersebut bersumber dari anggaran Dana Desa.

“Di Kecamatan Tamansari hanya ada dua desa yang melaksanakan pembangunan sumur, yaitu Desa Sukaluyu dan Desa Tamansari. Untuk Desa Sukaluyu ada empat titik, sedangkan Desa Tamansari hanya satu titik sumur,” kata Dede Fauzi.

Program pembangunan sumur air bersih ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga Desa Sukaluyu. Yudi

Roadshow Harlah 100 Tahun NU, PCNU Kota Bogor Jalin Silaturahmi Kebangsaan dengan Dandim 0606

0

Bogor | Jurnal Bogor
Menjelang peringatan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-100, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor menggelar rangkaian Roadshow Harlah Satu Abad NU melalui silaturahmi kebangsaan dan dialog strategis bersama Komandan Distrik Militer (Dandim) 0606 Kota Bogor, Kolonel Kav Gan Gan Rusgandara, S.Hub.Int, Kamis kemarin.

Silaturahmi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Bogor, H. Edi Nurochman, didampingi Heri Firdaus serta jajaran pengurus PCNU Kota Bogor lainnya. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, meskipun Kota Bogor tengah diguyur gerimis. Suasana cair terbangun melalui canda ringan yang mengiringi dialog kebangsaan antara kedua belah pihak.

Dalam pertemuan tersebut, H. Edi Nurochman menyampaikan sejumlah agenda strategis PCNU Kota Bogor, khususnya terkait penguatan moderasi beragama, upaya pencegahan radikalisme, serta penguatan program-program kebangsaan yang menjadi komitmen NU dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketua PCNU Kota Bogor juga menyampaikan harapan agar TNI, khususnya Kodim 0606 Kota Bogor, dapat terus berperan aktif dan bersinergi dalam mendukung berbagai program PCNU Kota Bogor yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan, baik dalam bidang sosial, keagamaan, maupun kebangsaan.

Sementara itu, Cak Roni, selaku Ketua Panitia Harlah 100 Tahun NU Kota Bogor, secara khusus menyampaikan undangan kepada Dandim 0606 Kota Bogor untuk dapat hadir dan berpartisipasi dalam karnaval dan pawai budaya Harlah Satu Abad NU yang akan dipusatkan di Balai Kota Bogor. Kegiatan tersebut direncanakan berkeliling Kebun Raya Bogor, dengan menampilkan beragam atraksi budaya, partisipasi UMKM, serta orasi kebangsaan sebagai refleksi semangat persatuan dan kebhinekaan.

Roadshow dan silaturahmi kebangsaan ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Harlah Satu Abad NU PCNU Kota Bogor, sekaligus menegaskan komitmen NU untuk terus membangun kolaborasi dengan seluruh elemen bangsa, termasuk TNI, dalam menjaga perdamaian, toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan.

**say/cc

Berbahaya, Jalur Roda Dua Batutulis Retak

0

Bogor | Jurnal Bogor

Jalur khusus roda dua Jalan Shaleh Danasasmita, Kelurahan Batutulis kembali mengalami keretakan, pasca cuaca ekstrem yang melanda Kota Bogor, belakangan ini.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, terutama mereka yang melintasi jalur tersebut setiap hari.

Berdasarkan pantauan di lokasi, retakan memanjang terlihat membelah permukaan aspal di sisi jalan.

Handy M, salah seorang warga Kelurahan Pamoyanan yang kerap melintasi jalur tersebut, menyampaikan keresahannya.

Menurutnya, keretakan tersebut sangat membahayakan, terutama saat kondisi gelap atau hujan lebat yang menutupi pandangan pengendara.

“Kami sebagai pengguna jalan merasa sangat khawatir dengan kondisi retakan ini. Kalau tidak segera diperbaiki, risikonya sangat besar bagi keselamatan pemotor. Kami mendesak Dinas PUPR Kota Bogor untuk segera melakukan tindakan nyata sebelum terjadi kecelakaan,” ujar Handy kepada wartawan, Jumat (30/1).

Senada dengan Handy, sejumlah warga berharap, pemerintah tidak hanya melakukan penambalan sementara, melainkan pengecekan struktur jalan secara menyeluruh.

Hal ini penting untuk memastikan apakah retakan tersebut disebabkan oleh faktor beban kendaraan atau adanya penurunan stabilitas tanah di area tersebut.

Diketahui, jalur khusus roda dua di kawasan Batutulis, tepatnya di Jalan Saleh Danasasmita, Kecamatan Bogor Selatan, resmi dibuka kembali per 26 Agustus 2025 lalu.

Jalan sementara sepanjang 250 meter ini beroperasi dua arah khusus motor untuk mengatasi dampak longsor sebelumnya, dengan lebar jalan terbatas sekitar 2,5 meter.

** Fredy Kristianto