28.6 C
Bogor
Thursday, May 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

SMK Pesona Dywantara Lepas 617 Siswa Angkatan XI

0

Leuwisadengl Jurnal Bogor

‎‎Serah terima siswa di SMK Pesona Dywantara, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor kepada orang tua menjadi momen penutup masa pendidikan selama tiga tahun di sekolah tersebut, Kamis (7/5/2026). Sebanyak 617 siswa dan termasuk Angkatan XI.

‎‎
‎Kepala Sekolah SMK Pesona Dywantara Luvty Sofi Lestari mengungkapkan ‎selama masa pendidikan, anak-anak telah dititipkan kepada pihak sekolah untuk dididik, dibina, dan dibentuk karakternya.

“ Hari ini, tanggung jawab tersebut resmi dikembalikan kepada orang tua sebagai wujud akhir dari proses belajar mengajar,” jelasnya.

‎Pihak sekolah sengaja mengundang seluruh orang tua agar momen penting ini dapat diketahui dan disaksikan secara langsung.

‎‎Dengan adanya acara ini, diharapkan terjalin kejelasan bahwa para siswa kini siap melangkah ke jenjang berikutnya.

‎la berharap, ilmu yang telah didapatkan selama di tingkat SMK dapat menjadi bekal yang kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah.

‎” Lulusan sekarang merupakan alumni terbaik dari mulai prestasi akademik, Non akademik. meraih Juara LKS di tingkat Kabupaten, juara Paskibra , Futsal dan tidak ada siswa yang terlibat kenakalan siswa,” ujarnya

‎‎‎Dalam kesempatan itu, pihak sekolah secara resmi melepas sebanyak 617 siswa Angkatan XI dari lima program keahlian yang ada di sekolah SMK Pesona Dywantara
‎‎
‎“Angkatan ini menjadi angkatan terbaik karena selain banyak prestasi, mereka juga minim pelanggaran. Kalau pun ada hanya sebatas kenakalan di lingkungan sekolah dan tidak ada kasus mencolok ataupun viral di luar sekolah,” jelasnya.

‎Sebagai bentuk apresiasi kepada para lulusan terbaik tersebut, pihak yayasan memberikan program khusus berupa kuliah D3 gratis bagi alumni yang ingin melanjutkan pendidikan.

‎“Kami memiliki program D3, sehingga khusus alumni Angkatan XI yang berminat melanjutkan kuliah akan digratiskan di Akademi Sekretari Triguna Bogor,” ungkapnya.

‎Selain program kuliah gratis, Yayasan Pesona Dewantara juga memiliki program unggulan “Go Internasional” yang dipersiapkan untuk mendukung siswa bekerja ke luar negeri.

‎“Kami menyiapkan dana talang bagi siswa yang ingin bekerja ke luar negeri. Semua biaya selama magang akan dibiayai oleh yayasan Pesona Dewantara,” katanya.

‎Ia menegaskan, yayasan tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, tetapi juga berupaya menciptakan peluang usaha dan masa depan bagi para siswa. Asep S.Sayyev

‎“Kami ingin mendukung para siswa dalam hal apa pun demi kemajuan dan masa depan lulusan SMK Pesona Dewantara,” tukasnya.

** Arip Ekon

Bapanas dan Satgas Pangan Pastikan Stok Beras Aman

0

Dramaga l Jurnal Bogor ‎
Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Pangan didampingi Pimpinan Badan Urusan Logistik (Bulog) Jawa Barat dan Bulog Cabang Bogor turun langsung ke Pasar Dramaga dan pasar modern Yogya Dramaga untuk memastikan stok beras dan stabilitas harga, Kamis (7/5/2026).

‎‎Selain ke Pasar Dramaga dan Yogya Dramaga, tim Satgas gabungan pangan juga mengunjungi gudang Bulog Cabang Bogor untuk mengecek ketersediaan pangan beras dan minyak.

‎Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jabar, Nurman Susilo mengungkapkan pihaknya bersama pimpinan cabang Bulog Bogor mendampingi kunjungan kerja Satgas Pangan gabungan ke pasar tradisional seperti Pasar Dramaga, pasar modern Yogya Dramaga dan gudang Bulog Cabang Bogor.
‎‎
‎”Kami bersama tim Satgas Pangan melakukan pengecekan harga pangan di pasar tradisional pasar Dramaga menjelang perayaan hari raya Idul Adha, Secara umum harga pangan, beras, minyak dan beberapa komoditi strategis lainnya relatif stabil. hlHanya saja harga daging lagi naik sedikit, semoga setelah lebaran haji nanti harga daging kembali stabil,” ungkapnya.

‎‎Nurman menegaskan bahwa untuk stok beras di gudang Bulog Jawa Barat masih aman hingga tahun depan dan ada sekitar 780.000 ton. Tentunya Ini record positif sepanjang sejarah berdirinya Bulog,

‎“Meskipun stok beras aman tetapi Perum Bulog sampai saat ini masih terus membeli gabah dari para petani lokal di Jawa Barat,” ujarnya.

‎Nurman mengungkapkan hasil pemantauan tim Satgas pangan di pasar moderen Yogya Dramaga, untuk pasokan dan ketersediaan pangan atau komoditi strategis relatif stabil. Meskipun untuk beras ada beberapa kenaikan, namun sedikit tidak signifikan.

‎“Kami perum Bulog terus mensuplai beras SPHP ke pasar tradisional dan pasar moderen, tujuannya untuk supaya harga beras tetap stabil sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), Bulog menetapkan harga beras SPHP Rp 11.000/Kg, HET di Pasar maksimal Rp 12.500/Kg, dan beras medium HET Rp 13.500/Kg, jadi ada selisih Rp 1.000/Kg,” ungkapnya.
‎‎
‎Bulog mendapat arahan dari Bapanas dan KSP, diminta untuk menjaga stok beras SPHP baik di pasar tradisional maupun di pasar modern.

‎ “Kemudian kami juga diminta stok minyak yang ada di gudang agar di dorong ke pasar,” ujar dia.

‎Untuk distribusi beras di Bogor saat ini sudah relatif merata. namun di pasar tradisional masih ada toko – toko yang belum bekerja sama menjadi mitra Bulog, Ini menjadi pekerjaan rumah.

‎‎Tentunya ke depan toko – toko di pasar yang belum bekerjasama akan didatangi kembali untuk diajak kerjasama untuk menjual beras SPHP.

‎“Target kami toko – toko yang belum menjadi mitra akan kami rangkul dalam rangka pemerataan distribusi beras SPHP serta untuk menjaga stabilitas harga beras sesuai HET di pasar,” tukasnya.

** Arip Ekon

Kelola Wisata Dengan Tidak Merusak Lingkungan

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Putra daerah asli Cisarua, Kabupaten Bogor kini terus bangkit untuk peduli terhadap lingkungannya. Kawasan Puncak yang merupakan kawasan hulu dan juga sebagai kawasan wisata, memerlukan penanganan lingkungan secara apik. Meski mengembangkan dunia wisata, namun kelestariannya harus tetap dijaga.

Salah seorang tokoh Cisarua, Iman Sukarya bersama warga lainnya tengah merintis satu lokasi di daerah Cijulang, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua yang bisa dijadikan objek wisata yang diberi nama Situ Legok Cawane. Dikatakan Iman, situ itu baru beberapa bulan ditemukan berupa kubangan kolam berukuran kecil.

“Alangkah gembiranya kita menemukan situ ini. Tadinya berduka kolam kecil saja dengan penuhi rumput liar. Tetapi setelah dibersihkan, ternyata kolam tersebut besar layaknya situ, ” ujar Iman Sukarya.

Selain bisa dijadikan objek wisata Iman menambahkan, areal situ masih di penuhi pepohonan sehingga sangat cocok untuk habitat berbagai jenis burung dan biota air.

“Lingkungan situ ini masih utuh, kita akan selamatkan. Dengan kondisi seperti ini, cocok sekali untuk penangkaran Elang Jawa. Begitu juga untuk kehidupan di airnya, kita akan tanam berbagai jenis ikan. Mulai dari ikan nila, mas, gabus dan berbagai jenis biota air lainnya akan kita tanam di situ Legok Cawane ini, ” imbuh dia.

Dengan ditemukan situ tersebut, akan menambah daftar ojek wisata yang ada di kawasan Puncak.

** Dadang Supriatna

Waspada Peredaran Telur Busuk

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Di tengah serba mahalnya kebutuhan pokok yang sangat dirasakan masyarakat, kini ada peredaran telur yang tidak layak dikonsumsi di beberapa wilayah Puncak, Kabupaten Bogor. Banyak warga yang mengeluh adanya telur yang tidak layak untuk dimakan. Seperti yang dikatakan Euis, warga Cisarua, ia berkali-kali membuang telur ceploknya.

“Belakangan ini kami sering mendapatkan telur yang tidak bisa dimakan. Diketahuinya telur itu tidak jadi dimakan setelah dilakukan pemecahan. Seperti disaat membuat telur dadar atau di ceplok, dari telur tersebut tercium aroma bau tidak sedap. Adanya hal itu, kami terpaksa membuangnya, ” ujar dia.

Hal serupa diungkapkan oleh Mirna warga Sukamanah, Kecamatan Megamendung. Saat itu ia merebus enam butir telur, dari keenam telaur itu terdapat satu butir yang kondisinya bau.

“Iya sekarang ini suka ada telur yang busuk nyatu dengan yang bagus. Kalau kita beli satu kilo, pasti ada saja satu atau dua yang bau busuk. Padahal, harga telur itu kini mahal, ” tuturnya.

Adanya hal ini, warga dibuatnya bingung untuk menentukan telur yang bagus dan yang jelek.

“Telur busuk itu ditemukan setelah kita masak. Saat mau dimakan, barulah tercium bau busuknya. Jadi susah sekali untuk membedakan telur yang kondisinya bagus atau jelek, ” pungkasnya.

** Dadang Supriatna

Pengelola Arung Jeram Pastikan Wisata Aman Berstandar

0

Caringin | Jurnal Bogor

Buntut viral tewasnya wisatawan yang terbawa arus deras di kawasan Taman Nasional Gunung Pangrango (TNGP), Curug Cisadane, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, pekan kemarin.

Rupanya berdampak lesu bagi para pengelola wisata arus deras atau rafting di wilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Pasalnya, tidak sedikit para calon pengunjung urung niat untuk berwisata adrenalin sungai Cisadane setelah melihat video tragedi Curug Cisadane

“Iya, kemarin saya juga ada pertanyaan dari tamu untuk booking tanggal 9 sama tanggal 31. Mereka lihat berita kaitan adanya insiden di Curug Cisadane. Saya pun jelaskan kalau itu bukan di area pengarungan kali Cisadane, namun lokasinya itu merupakan hulu Cisadane,” jelas H. Saprudin Jepri, Owner rafting Grand Titik Kumpul (Tikum), menyampaikan kepada Jurnal Bogor, Kamis (7/5/2026).

H.Jepri melanjutkan, lokasi kejadian yang heboh di media sosial itu berada di Kawasan Taman Nasional Gunung Pangrango (TNGP)’ Curug Cisadane. Jaraknya pun kata dia, amat jauh dengan lokasi rafting yang dikelolanya.

“Kalau kejadian kemarinkan di Ciwaluh, di Desa Wates Jaya. Dan itu kebetulan adanya di Curug. Ketika wisatawan sedang berkunjung ke situ, tiba-tiba hujan besar, air Curugnya besar, dan itu terkena terhadap tiga orang wisatawan, yang salah satunya meninggal dunia,” lanjutnya.

Untuk itu, kata dia, para pengunjung jangan khawatir untuk berwisata menggunakan jasa rafting Grand Titik Kumpul. Karena jasa wisata yang di kelolanya memiliki personil yang sudah mengantongi standar operasional dan berpengalaman. Hingga keselamatan pengunjung menjadi yang terkuat.

“Saya sudah coba jelaskan, bahwa kalau Kali Cisadani ini, untuk pengarungan, untuk tim arung jeram itu, kita punya SOP yang ketat,” kata H.Jepri yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat Bogor Selatan.

Mantan Kades Ciherang itu pun menambahkan, untuk para pengelola rafting di wilayah Caringin sendiri memiliki ikatan emosional melalui paguyuban. Sehingga komunikasi terkait aktivitas arung jeram dapat dikoordinasikan dengan baik, termasuk mempertimbangkan kondisi cuaca

” Kita punya paguyuban. Yang ketiga juga kita punya teamwork. Bahwa apabila Kali Cisadane meluap dan airnya naik gitu ya, pasang, maka seluruh operator yang ada di Caringin ini tidak melakukan pengarungan. Ini menjadi sesuatu yang paling penting untuk menjaga keselamatan para tamu,” tambahnya.

Oleh karena itu, untuk mengutamakan keselamatan, rafting memiliki pemberlakuan jam operasional yang memungkinkan adanya aktivitas pengarungan di sungai Cisadane.

“Pagi diutamakan dengan siang ya. Nah ketika jam 4 ke atas. Kita sudah tidak lagi ada pengarungan. Karena situasi hujan sekarang ini terus-menerus. Dan kita sepakat semua. Pokoknya setelah jam 4 tidak ada pengarungan. Nah kalaupun misalnya di bawah jam 4. Ada hujan deras. Kemudian menimbulkan air meluap. Maka pengarungan distop gitu,” pungkasnya.n Herry Setiawan (AR)

Pengelola Wisata Diminta Koordinasi Muspika Cigombong

0

Cigombong | Jurnal Bogor

Kapolsek Cigombong, Kompol Uba Subrata dengan tegas meminta kepada para pengelola tempat wisata untuk berkoordinasi dengan Muspika. Hal itu disampaikan Kapolsek, pasca terjadinya tragedi tewasnya seorang wisatawan asal Jakarta di lokasi wisata Kawasan Taman Nasional Gunung Pangrango (TNGP), Curug Cisadane, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, pekan kemarin.

“Kami, Pak camat juga sampaikan kaitan wisata alam apalagi wisata air yang memiliki potensi bahaya. Agar tiap pengelola untuk berkoordinasi dengan Muspika,”tegas Kompol Uba Subrata, kepada Jurnal Bogor, di halaman Kantor Kecamatan Cigombong, Kamis (7/5/2026).

Mantan Kapolsek Cigudeg itu melanjutkan, untuk sementara lokasi wisata yang ada di Kawasan TNGP ditutup sementara pasca terjadinya musibah tersebut. Pihaknya juga menyampaikan bahwa, peristiwa itu harus menjadi pembelajaran bagi para pengelola wisata untuk mempertimbangkan cuaca.

“Karena cuaca di Bogor ini masih buruk, jadi pihak TNGP menutup sementara tempat wisata. Karena faktor alam tidak bisa di ajak kompromi jadi kita harus mengutamakan keselamatan,” imbuhnya.

Ketika disinggung adakah unsur kelalaian dari pihak pengelola wisata?, pihaknya pun menjelaskan bahwa, hal itu tengah di dalaminya. Pihak pengelola pun sudah di panggil untuk dimintai keterangan.

“Nah, kita sedang didalami dulu apakah ada unsur kelalaian atau tidak,” ujarnya.

Sementara itu, Sekcam Cigombong, Yedi Surachman menambahkan, pihak pengelola beserta unsur Muspika sudah duduk bareng di Kantor Kecamatan Cigombong, untuk mempertanyakan kronologis kejadian naas tersebut.

“Kan rilis kronolgisnya juga sudah ada alamat laman TNGP,” tandasnya.

Viral di Media Sosial (Medsos) seorang wisatawan tewas terbawa arus deras di area Ciwaluh, Curug Cisadane, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, pada Jum’at (6/5/2026).

Dikonfirmasi, Sekdes Watesjaya, Wawan, membenarkan adanya peristiwa naas yang menimpa wisatawan berjenis perempuan tersebut. Pihaknya mengaku tidak tahu persis atas musibah yang terjadi.

“Kalau infonya tiga orang wisatawan tengah menyebrang. Tiba-tiba datang air bah datang sehingga mereka terjebak di sebrang sungai. kemungkinan waktu itu cuaca LG buruk,” terang Wawan kepada Jurnal Bogor, Rabu (6/5/2026).

Wawan pun menjelaskan, pihaknya tidak mengetahui pengelola tempat wisata yang telah menelan korban tersebut. Sebab kata dia, pihak pengelola belum berkoordinasi dengan pihak desa setempat.

“Justru saya tahu ada tempat wisata itu setelah viral ada yang kena musibah. Untuk lokasinya itu jauh di daerah Ciwaluh,” terangnya.n Herry Setiawan (AR)

Pasca Tragedi Curug Cisadane, Kapolsek Minta Pengelola Wisata Berkoordinasi Muspika

0

Cigombong- Kapolsek Cigombong, Kompol Uba Subrata dengan tegas meminta kepada para pengelola tempat wisata untuk berkoordinasi dengan Muspika. Hal itu disampaikan Kapolsek, pasca terjadinya tragedi tewasnya seorang wisatawan asal Jakarta di lokasi wisata Kawasan Taman Nasional Gunung Pangrango (TNGP), Curug Cisadane, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, pekan kemarin.

“Kami, Pak camat juga sampaikan kaitan wisata alam apalagi wisata air yang memiliki potensi bahaya. Agar tiap pengelola untuk berkoordinasi dengan Muspika,”tegas Kompol Uba Subrata, kepada Jurnal Bogor, di halaman Kantor Kecamatan Cigombong, Kamis (7/5/2026).

Mantan Kapolsek Cigudeg itu melanjutkan, untuk sementara lokasi wisata yang ada di Kawasan TNGP ditutup sementara pasca terjadinya musibah tersebut. Pihaknya juga menyampaikan bahwa, peristiwa itu harus menjadi pembelajaran bagi para pengelola wisata untuk mempertimbangkan cuaca.

“Karena cuaca di Bogor ini masih buruk, jadi pihak TNGP menutup sementara tempat wisata. Karena faktor alam tidak bisa di ajak kompromi jadi kita harus mengutamakan keselamatan,”imbuhnya.

Ketika disinggung adakah unsur kelalaian dari pihak pengelola wisata?, pihaknya pun menjelaskan bahwa, hal itu tengah di dalaminya. Pihak pengelola pun sudah di panggil untuk dimintai keterangan.

“Nah, kita sedang di dalami dulu apakah ada unsur kelalaian atau tidak. “jawabnya.

Sementara itu, Sekcam Cigombong, Yedi Surachman menambahkan, pihak pengelola beserta unsur Muspika sudah duduk bareng di Kantor Kecamatan Cigombong, untuk mempertanyakan kronologis kejadian naas tersebut.

“Kan rilis kronolgisnya juga sudah ada alamat laman TNGP,”singkatnya.

Viral di Media Sosial (Medsos) seorang wisatawan tewas terbawa arus deras di area Ciwaluh, Curug Cisadane, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, pada Jum’at (6/5/2026).

Di konfirmasi, Sekdes Watesjaya, Wawan, membenarkan adanya peristiwa naas yang menimpa wisatawan berjenis perempuan tersebut. Pihaknya mengaku tidak tahu persis atas musibah yang terjadi.

“Kalau infonya tiga orang wisatawan tengah menyebrang. Tiba-tiba datang air bah datang sehingga mereka terjebak di sebrang sungai. kemungkinan waktu itu cuaca LG buruk,”terang Wawan kepada Jurnal Bogor, Rabu (6/5/2026).

Wawan pun menjelaskan, pihaknya tidak mengetahui pengelola tempat wisata yang telah menelan korban tersebut. Sebab kata dia, pihak pengelola belum berkoordinasi dengan pihak desa setempat.

“Justru saya tahu ada tempat wisata itu setelah viral ada yang kena musibah. Untuk lokasinya itu jauh di daerah Ciwaluh,”terangnya.n Herry Setiawan (AR)

KMPD Cimande Hilir Terus Berburu Lahan

Caringin | Jurnal Bogor

Hampir semua desa di Kabupaten Bogor, terkendala ketersediaan lahan untuk pembangunan gerai koperasi desa. Seperti Koperasi Merah Putih Desa (KMPD) Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, yang masih mencari solusi lahan.

“Kami memiliki tanah aset desa, namun lokasinya jauh dari akses jalan sehingga tidak memungkinkan untuk dibangun. Ada pun alternatif yang tengah diupayakan adalah lahan milik PU,” kata Mulyadi, Sekdes Cimande Hilir, kepada Jurnal Bogor, Selasa (5/5/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Damuy, area lahan itu sangat memungkinkan untuk mendirikan gedung koperasi desa. Selain strategis, lokasi lahan milik PU itu mudah terjangkau lantaran akses jalannya amat memungkinkan.

“Kami akan berupaya berkirim surat permohonan untuk pembangunan gerai koperasi merah putih. Mudah-mudahan responnya sesuai yang diharapkan,” ujar Damuy.

Koperasi merah putih yang merupakan program nasional, kata dia, menjadi agenda prioritas desa untuk melaksanakan kebijakan pemerintah pusat tersebut. Meskipun masih terkendala pembangunan gerai, namun untuk kepengurusannya sudah terbentuk.

“Alhamdulillah, untuk kepengurusan koperasi sendiri sudah terbentuk dan sudah memiliki anggota. Kaitan kegiatannya kami masih bermusyawarah kira-kira produk apa saja yang akan dijadikan giat usaha,” ujar Damuy yang diamini Ketua KMPD, Hendi Suratman.

Sementara itu, Hendi Suratman menambahkan, untuk permodalan kegiatan koperasi desa bersumber dari iuran para anggota.

“Ya, sementara kita mengandalkan iuran dari anggota saja. Untuk kegiatan usahanya sedang kami rumuskan kiranya produk unggulan apa saja yang nanti dijalankan,”tukasnya menambahkan.nHerry Setiawan (AR)

KMPD Citapen Niat Rangkul Dapur MBG

Ciawi | Jurnal Bogor

Keberadaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di tiap desa menjadi potensi ekonomi yang dapat menunjang perputaran ekonomi. Hal itu pun menjadi kepekaan Koperasi Merah Putih Desa (KMPD) Citapen, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, untuk menjalin mitra kerjasama dengan pengelola dapur.

“Ya, koperasi desa ke depan akan bekerjasama dengan dapur MBG. Kami pun telah berkomunikasi dengan pengelola dapur, mereka pun menyambut dengan baik. Kebetulan disini ada dua dapur, satu sedang berjalan dan satu lagi dalam proses pembangunan,” jelas Soemantri Kosih, Sekdes Citapen, ketika disambangi Jurnal Bogor, Senin (4/5/2026) di ruang kerjanya.

Sekdes yang memiliki nama beken Bering itu melanjutkan, jika koperasi desa (Kopdes) yang sudah terbentuk kepengurusan dengan jumlah anggota sementara 70 orang. Akan dikolaborasikan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang memiliki sektor usaha dibidang peternakan, pertanian dan lainya.

“Jadi nantinya koperasi bisa menampung produk-produk masyarakat, seperti hasil bumi dan lainya. Bahkan produk BumDes seperti ayam telur, pertanian sayur, ini kan dapat menopang keberadaan koperasi,”lanjut Bering.

Dia pun menjelaskankan, untuk permodalan KMPD Citapen sendiri untuk saat ini bersumber dari iuran para anggota yang terdiri dari lapisan masyarakat. Untuk gerainya, Bering, mengatakan, sudah tersedia lahan milik desa yang sudah sia di bangilun.

“Alhamdulillah, lokasi lahan untuk pembangunan gerai koperasi desa kita sudah ada, persisnya dekat lapangan Citapen. Tinggal nanti kita bangun setelah pos anggarannya tersedia. Walau bagai mana pun ini program pemerintah yang harus kita laksanakan dengan sukses,” tegasnya.n Herry Setiawan (AR).

UPT Bangunan Ciawi Usut Izin Dapur MBG

Ciawi | Jurnal Bogor

PT Penataan Bangunan II Ciawi akan melayangkan surat teguran kepada pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di Wilayah Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Surat yang bakal dikirim pekan depan itu guna mempertanyakan kelengkapan perizinan peruntukan pembangunan.

“Jika tidak berhalangan kami akan berkirim surat kepada dapur-dapur MBG di wilayah Kecamatan Cigombong untuk pemberitahuan kaitan perizinan yang harus sesuai dengan peruntukannya,”jelas Lukman, pengawas lapang di UPT Penataan Bangunan II Ciawi untuk wilayah Cigombong, kepada Jurnal Bogor, Senin (4/5/2026).

Lukman melanjutkan, Ia akan mendata keberadaan lokasi-lokasi dapur yang ada di Kecamatan Cigombong. Pihaknya pun terlebih dahulu berkordinasi dengan pemerintah kecamatan setempat.

“Nanti kami komunikasi dengan pihak kecamatan untuk kaitan data dapur,”lanjut Lukman yang baru saja bertugas mengawasi bangunan di Cigombong.

Selain dapur, Lukman pun akan menginventaris bangunan-bangunan vila yang berdiri diatas lahan Kawasan Gunung Salak. Langkah itu dilakukakanya supaya bangunan tak berizin agar segera melengkapi perizinan sesuai peraturan berlaku.

“Yang pasti fokus dulu ke dapur MBG. Lagian kan saya disini baru. Kalau surat kerjang per April,”tukas Lukman yang awalnya berdinas di bagian administrasi Dinas Penataan Bangunan Kabupaten Bogor.

Ada pun sebelumnya, Camat Cigombong, menjelaskan bahwa, terdapat 21 dapur MBG yang sudah berjalan. Kemungkinan jumlah itu bisa bertambah jika mendapati adanya pembangunan dapur di wilayah tersebut.n Herry Setiawabln (AR)