31.8 C
Bogor
Friday, August 21, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Liburan Akhir Tahun Beda! Jamaah Bogor Bisa Umrah + Aqso 13 Hari Bareng Tanur Muthmainnah

0

Bogor | Jurnal Bogor
Bosan liburan akhir tahun itu-itu aja? PT Tanur Muthmainnah Tour punya alternatif yang lebih berkesan: paket Umrah Plus Aqso 13 Hari dengan keberangkatan pertengahan Desember 2026. Program ini khusus membuka kesempatan bagi jamaah dari Bogor dan wilayah Jabodetabek untuk beribadah ke Makkah, Madinah, sekaligus berziarah ke Masjid Al-Aqso di Yerusalem.

Paket Urban Package dibanderol Rp51,1 juta per pax kamar quad. Calon jamaah cukup membayar DP Rp15 juta untuk mengunci kursi. Pendaftaran ditutup 25 September 2026 karena kuota dan proses visa terbatas.

“Fasilitas sudah lengkap mulai dari tiket PP, hotel setaraf bintang 4/5, makan 3x sehari, tour leader, muthawif, hingga asuransi. Kami ingin warga Bogor bisa berangkat dengan tenang dan nyaman,” Ungkap Rina Octaviani, Manajer Bisnis Tim Bengkel Umroh dari Travel Tanur Mutmainnah, Kamis (20/08/2026).

Selama perjalanan jamaah akan menginap di Hotel Durrat Al Eiman Madinah, Elaf Diamond Makkah, Golden Tulip Amman, dan New Capitol Yerusalem dengan sistem combine flight.

PT Tanur Muthmainnah juga mengingatkan agar pembayaran hanya dilakukan lewat virtual account resmi aplikasi Tanur Warriors. Info & pendaftaran: 0878-7480-0049 atau http://www.tanurmuthmainnah.com.

(Wawan Hermawanto)

Jalan Sehat MIN 1 Bogor Semarak dengan Kostum Profesi yang Diinginkan Anak

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bogor, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-81 dengan menggelar jalan sehat, Kamis (20/8/2026).

‎‎Kegiatan jalan sehat ini berlangsung seru dan semarak. Sejumlah peserta dari murid MIN 1 Bogor ada yang mengenakan kostum kepahlawanan, kiayi, ustadzah. Bahkan ada juga hingga menarik perhatian masyarakat para peserta yang  mengenakan kostum  profesi seperti TNI, polisi, dokter dan guru.

‎‎Perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun 2026 di MIN 1 Bogor ini sangat berbeda dan tahun sebelumnya. Kostum yang dikenakan anak sesuai keinginan dan cita-cita mereka.

‎‎”Sesuai keinginannya,  jadi pihak sekolah tentu harus memberikan support serta dukungan pada anak sejak dini,” kata Kepala Sekolah MIN 1 Bogor Ating S.Pd.I  kepada Jurnal Bogor, Kamis (20/8/2026).

‎‎Namun yang terpenting kata dia, jiwa kepahlawanan  yang harus ditamankan agar anak tumbuh dan berkembang dengan memiliki jiwa nasionalisme dan cinta tanah air.

‎‎Sementara jalan sehat dengan beragam hadiah  doorprize seperti sepeda listrik maupun pun barang berharga lainnya  merupakan hasil partisipasi aktif antara wali murid dan pihak sekolah.

‎‎”Kenginan sejumlah anak dan wali murid begitu kuat  untuk memeriahkan Agustusan yang menjadi agenda rutin tahunan,” jelasnya.

‎‎Wali murid  menyumbangkan doorprize dan sejumah guru dan kepala sekolah berpartisipasi untuk bersama sama mensukseskan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tersebut.

‎‎”‎Suksesnya acara itu berkat partisipasi dan swadaya wali murid dan sekolah,” tandas Ating S.Pd.I.  

(Arip Ekon)

Bengkel di Bogor Ini Kasih Makan Gratis Buat Yang Service Motor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Buat warga Bogor yang bosen service motor di bengkel nunggu lama dan panas, ZEBUA MOTOR Batutulis  punya gebrakan baru. Bengkel ini resmi meluncurkan program “Service = Makan + Minum Gratis” mulai Kamis, 20 Agustus 2026.

Program ini langsung jadi perbincangan karena jarang ada bengkel yang sekalian ngasih makan buat pelanggannya. Konsepnya simple: motor kamu dirawat, kamu juga kenyang.

“Kami ingin pelanggan merasa seperti di rumah sendiri. Motor dirawat, perut juga kenyang,” ujar Andreas perwakilan ZEBUAMOTOR.

Ada 2 pilihan promo yang bisa dinikmati:

1. SERVICE FULL

Gratis 1 menu makan + 1 menu minum sesuai ketentuan yang berlaku.

2. SERVICE CVT / KARBURATOR

Gratis pilih salah satu: Teh Manis, Lemon Tea, atau Kopi Sachet

Selain itu, ZEBUAMOTOR juga bikin suasana bengkel senyaman mungkin. Ada tempat duduk, pilihan cemilan, dan area bersih buat nongkrong sambil nunggu motor beres.

“Service motor di sini nggak membosankan. Banyak pilihan minuman, cemilan, dan suasana yang nyaman buat menemani kamu selama motor dikerjakan,” tambah Andreas selaku  pihak manajemen Zebua Motor, Kamis (20/08/2026).

Meski fasilitas ditambah, harga service tetap dibilang ramah di kantong. Dengan tagline “Motor dirawat, Perut kenyang, Nongkrong nyaman, Pulang hati senang”, ZEBUAMOTOR pengen jadi lebih dari sekadar tempat service.

“Kami bukan cuma tempat service, tapi tempat bikin kamu betah,” tutupnya.

Untuk info detail promo dan syaratnya, bisa langsung datang ke ZEBUAMOTOR Batutulis.

 (Wawan Hermawanto)

MyKahuripan Hadir dengan Tampilan Baru, Siapkan Apresiasi untuk Pelanggan

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor terus memperkuat transformasi digital pelayanan pelanggan melalui pengembangan aplikasi MyKahuripan. Memasuki tahap pre-launching, MyKahuripan akan hadir dengan wajah baru yang lebih modern dan sejumlah penyempurnaan untuk memberikan pengalaman layanan yang lebih mudah dan nyaman bagi pelanggan.

Salah satu fitur baru yang dipersiapkan adalah sistem poin pelanggan. Poin yang dikumpulkan nantinya dapat ditukarkan dengan berbagai bentuk apresiasi baik dalam bentuk merchandise maupun potongan tagihan rekening air sesuai dengan mekanisme dan ketentuan program yang akan ditetapkan perusahaan.

Selain itu, sebelumnya MyKahuripan hanya tersedia untuk perangkat Android, kini MyKahuripan versi terbaru sedang dipersiapkan untuk hadir di App Store, sehingga dapat menjangkau lebih banyak pelanggan pengguna perangkat berbasis iOS.

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Abdul Somad mengatakan, pengembangan MyKahuripan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan pelayanan yang mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pelanggan.

“Kami ingin MyKahuripan tidak sekadar menjadi aplikasi layanan pelanggan, tetapi menjadi kanal digital yang memberikan kemudahan sekaligus manfaat bahkan apresiasi reward. Karena itu, pengembangan terbaru ini tidak hanya menyentuh tampilan aplikasi, tetapi juga mencakup perbaikan bug, peningkatan performa dan stabilitas sistem yang berdasarkan evaluasi serta masukan dari pelanggan,” ujar Abdul Somad.

Menurutnya, sistem poin menjadi salah satu inovasi untuk membangun interaksi yang lebih positif dengan pelanggan atas loyalitasnya selama ini.

Sistem poin ini adalah bentuk apresiasi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan atas loyalitas dan kepercayaan pelanggan yang terus setia menggunakan jasa layanan perusahaan. Ke depan, pengembangan aplikasi MyKahuripan akan terus dilakukan secara bertahap untuk memberikan pengalaman layanan digital yang semakin baik.

(yev/cc)

Eiger Nature Libatkan Pakar IPB untuk Jaga Ekosistem TNGP

0

Megamendung | Jurnal Bogor – Kehadiran Eiger Nature di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, mendapat perhatian terkait upaya menjaga kelestarian ekosistem di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP).
Destinasi yang diproyeksikan menjadi salah satu ikon pariwisata Kabupaten Bogor tersebut berkomitmen mengembangkan konsep ekowisata dengan melibatkan sejumlah tenaga ahli untuk menangani aspek lingkungan, mulai dari perlindungan satwa hingga pengelolaan sampah.

Salah satu pakar yang dilibatkan merupakan dosen ahli ekologi dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Pada Kamis (20/8/2026), Een menjelaskan bahwa keberadaan Eiger Nature diharapkan tidak mengganggu habitat satwa maupun keseimbangan ekosistem di kawasan TNGP.

“Saya dilibatkan di Eiger Nature untuk menangani ekologi yang ada di sini. Mulai dari penanganan dan perlindungan satwa yang berada di TNGP agar jangan sampai terganggu,” ujar Een, Kamis (20/8/2026).

Selain perlindungan satwa, aspek konservasi air juga menjadi perhatian. Menurutnya, Eiger Nature telah menyiapkan sekitar 120 sumur resapan serta kolam penampungan air hujan sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan pengelolaan air di kawasan tersebut.

Sementara itu, Prof. Arif yang dilibatkan sebagai ahli pengelolaan sampah mengatakan, keberadaan destinasi wisata tentu berpotensi menghasilkan sampah. Karena itu, sistem pengelolaan sampah harus disiapkan sejak awal.

“Cukup sederhana untuk menghitung sampah yang dihasilkan dari suatu lokasi atau tempat wisata. Untuk penanganan sampah dari para pengunjung di Eiger Nature, kita akan membangun pengolahan sampah. Sampah dari sini tidak akan dibuang keluar, tetapi akan kita olah untuk dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhannya,” katanya.

Direktur EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, mengatakan EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan panjang EIGER dalam belajar dari alam, budaya, dan masyarakat.

“Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen kami untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat,” ujar Imanuel.

Di sisi lain, menjelang rencana pembukaan pada akhir September 2026, Eiger Nature juga terus melakukan persiapan operasional, termasuk perekrutan tenaga kerja. Salah satu manajemen Eiger Nature, Faris Irianto, mengatakan sekitar 1.200 tenaga kerja dipersiapkan untuk mendukung operasional. Perekrutan tersebut diupayakan melibatkan sebanyak mungkin masyarakat lokal.

“Sekitar 500 pekerja ditambah 300 orang dari warga sekitar mereka bekerja di sini. Total sekitar 1.200 orang pekerja akan siap saat operasional nanti,” pungkas Faris.

Keterlibatan masyarakat lokal tersebut diharapkan tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga menjadi bagian dari konsep ekowisata Eiger Nature yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat sekitar. Dadang Supriatna

Kebon Pedes Dorong Kemandirian Warga

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi, ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, hingga penanganan kesehatan.

Wilayah yang dikenal warga dengan sebutan Bondes tersebut memiliki luas sekitar 104 hingga 108 hektare. Meski berada di kawasan perkotaan yang cukup padat, Kebon Pedes masih memiliki beragam potensi ekonomi lokal yang terus dikembangkan.

Mulai dari peternakan sapi perah penghasil susu segar, industri kreatif kerajinan sandal hotel yang pemasarannya telah menjangkau luar Pulau Jawa, hingga usaha katering makanan tradisional, pie rumahan, kafe dan warung kopi.

Lurah Kebon Pedes, Lulut Wiyono, mengatakan keberagaman potensi tersebut menjadi kekuatan masyarakat yang terus didorong agar memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kemandirian wilayah.

Hal itu disampaikan Lulut saat memaparkan sejumlah potensi unggulan Kebon Pedes kepada awak media, Kamis (20/8/2026).

Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Bersahaja di RT 04 RW 07. Kelompok tersebut menjadi salah satu penggerak kegiatan ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

“Hari ini kami sengaja mengenalkan potensi wilayah, salah satunya KWT Bersahaja di RT 04 RW 07. Ini diinisiasi oleh ibu-ibu lansia yang luar biasa dan konsisten menjadi penggiat lingkungan. Mereka mengelola pengolahan sampah menjadi pupuk hingga memanfaatkan lahan tidur milik warga untuk pembibitan dan penanaman yang sudah berjalan selama dua tahun,” ujar Lulut.

Menurutnya, KWT Bersahaja memanfaatkan lahan warga melalui pola kolaborasi. Sebanyak 11 titik lahan dimanfaatkan dengan skema pinjam-pakai tanpa biaya selama kurang lebih dua tahun.

Lahan tersebut kemudian dikelola oleh anggota KWT dan dipadukan dengan fasilitas umum yang tersedia. Selain membuat lingkungan lebih hijau, hasil panen juga dapat memberikan nilai tambah bagi keluarga.

Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi berbagai program penilaian kebersihan lingkungan, termasuk Bogor Bersih.

Saat ini, Kebon Pedes memiliki tiga kelompok wanita tani, yakni KWT Bersahaja, KWT Mekar Sari, dan KWT Wijaya Kusuma.

KWT Wijaya Kusuma bahkan telah menjadi salah satu kelompok percontohan yang pernah mendapat kunjungan langsung dari Presiden dan Menteri. Pengalaman tersebut kemudian menjadi contoh yang dikembangkan di wilayah sekitar untuk mendukung program pemberdayaan dan ketahanan pangan.

Penguatan lingkungan juga dilakukan melalui pengelolaan sampah. Kelurahan Kebon Pedes memiliki Bank Sampah serta unit pengolahan sampah mandiri yang menjadi bagian dari upaya mengurangi sampah dari sumbernya.

Edukasi pemilahan sampah terus dilakukan kepada masyarakat melalui sosialisasi rutin setiap Sabtu, pengajian malam Sabtu, serta pertemuan RW pada Minggu.

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya mempersiapkan masyarakat menghadapi kebijakan pengelolaan sampah Pemerintah Kota Bogor, termasuk rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PESEL) di Kelurahan Kayumanis.

Selain lingkungan, persoalan kesehatan juga menjadi perhatian. Kelurahan Kebon Pedes menjalankan inovasi “Bonteng” atau Bondes Leungit Keun Sesanti untuk mempercepat penanganan stunting.

Dari total 1.717 balita yang tercatat di wilayah Kebon Pedes, saat ini terdapat 20 kasus stunting yang masih mendapatkan pendampingan hingga tuntas.

Upaya pemberdayaan masyarakat juga diperkuat melalui kegiatan gotong royong yang digelar setiap pekan secara bergilir di sejumlah wilayah.

Kegiatan bersih-bersih tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pengurus RT dan RW, Karang Taruna, LPM, Bojer, KNPI, lembaga masyarakat hingga Ormas GRIB.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui skema sinergi “Korpri Bersih” yang diterapkan secara berjenjang mulai dari pemerintah pusat hingga tingkat kelurahan.

Lulut mengatakan keberhasilan berbagai program di Kebon Pedes sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat.

Dengan mengembangkan potensi UMKM, memperkuat ketahanan pangan melalui KWT, meningkatkan pengelolaan sampah, serta mempercepat penanganan stunting, Kebon Pedes terus diarahkan menjadi wilayah perkotaan yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga bersih, sehat dan mandiri.

“Semua potensi ini tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar program yang ada bisa terus berkembang dan manfaatnya dirasakan langsung oleh warga,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Perkuat Deteksi Dini Melalui SIPEKA

0

Bogor | Jurnal Bogor

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bogor memperkuat upaya menjaga stabilitas politik, keamanan, dan ketenteraman masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni menghadirkan SIPEKA (Sistem Pemetaan Kerawanan), sebuah aplikasi internal yang dirancang untuk mendeteksi dan memetakan potensi kerawanan sosial, konflik politik, hingga berbagai ancaman terhadap kewaspadaan dini di wilayah Kota Bogor.

Program tersebut dipaparkan Bakesbangpol Kota Bogor dalam kegiatan pada Kamis (20/8/2026), yang juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pelayanan publik dan komunikasi bersama insan pers.

Kepala Bakesbangpol Kota Bogor, Hidayatulloh, mengatakan SIPEKA dibuat untuk mengintegrasikan berbagai informasi dari lapangan sehingga dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengambil langkah secara cepat dan tepat.

Menurutnya, selama ini informasi mengenai kondisi kewaspadaan dini di masyarakat masih kerap disampaikan melalui pesan pribadi atau percakapan di aplikasi pesan instan. Pola tersebut dinilai memiliki kelemahan karena informasi tidak selalu terdokumentasi dan terkelola secara sistematis.

“SIPEKA ini dirancang agar informasi sekecil apa pun terkait dinamika Ipoleksosbudhankam (Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, Keamanan, dan Agama) dapat terintegrasi. Kita ingin data lapangan menjadi dasar pengambilan keputusan pimpinan, bukan lagi sekadar asumsi,” ujar Hidayatulloh.

Ia mencontohkan, apabila ditemukan potensi kerawanan sosial di tingkat kelurahan, seperti maraknya praktik pinjaman ilegal atau bank emok, informasi tersebut dapat masuk dalam sistem SIPEKA.

Data tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar bagi perangkat daerah terkait untuk mengambil langkah penanganan. Salah satunya melalui Dinas Tenaga Kerja yang dapat memberikan pelatihan maupun peningkatan kapasitas ekonomi kepada masyarakat agar memiliki alternatif sumber penghasilan.

Hidayatulloh mengatakan Kota Bogor merupakan wilayah yang heterogen dan dinamis dengan keberagaman suku, ras, serta enam agama yang diakui pemerintah.

Berdasarkan data Bakesbangpol Kota Bogor, sedikitnya terdapat 286 organisasi kemasyarakatan (ormas) yang aktif dan terdaftar. Ormas tersebut bergerak di berbagai bidang, mulai dari keagamaan, kepemudaan, sosial, hingga adat dan budaya.

Untuk menjaga keharmonisan di tengah keberagaman tersebut, Bakesbangpol juga mengoptimalkan peran 136 penyuluh wawasan kebangsaan yang tersebar di 68 kelurahan di Kota Bogor.

“Di tengah berbagai keterbatasan, kita tetap harus hadir dan mewarnai masyarakat. Kehadiran 136 penyuluh wawasan kebangsaan di 68 kelurahan bertujuan memberikan pengayaan nilai Pancasila, mencegah penyebaran hoaks, serta meminimalisir potensi gesekan sosial sejak dini,” tegasnya.

Selain memperkuat sistem deteksi dini dan edukasi kebangsaan, Bakesbangpol juga mendorong peningkatan sinergi dengan media massa sebagai bagian dari pelayanan publik.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Herman Indrabudi atau yang akrab disapa Kang Aldho, menyambut baik langkah tersebut. Terlebih, Sekretariat PWI Kota Bogor dan Bakesbangpol berada di lokasi yang berdekatan sehingga dinilai dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.

Ia mendorong agar pelayanan publik terpadu yang sebelumnya telah dilaksanakan dapat digelar secara rutin.

“Kemarin kita sudah coba mengadakan kegiatan pelayanan publik bersama. Ke depan, kami berharap pelayanan publik terpadu ini bisa dilaksanakan secara rutin, misalnya sebulan sekali. Tidak hanya layanan kependudukan dan perizinan, tetapi juga menggandeng BPN untuk pertanahan serta Imigrasi untuk pembuatan paspor di hari libur, agar masyarakat yang sibuk bekerja tetap bisa mengaksesnya,” kata Kang Aldho.

Menurutnya, keterlibatan berbagai instansi dalam pelayanan terpadu akan memberikan kemudahan bagi masyarakat karena sejumlah kebutuhan administrasi dapat diakses dalam satu kegiatan.

Di sisi lain, Kang Aldho mengapresiasi langkah Bakesbangpol yang membuka ruang komunikasi langsung antara pejabat pemerintah dengan wartawan.

Menurut dia, komunikasi langsung dengan pelaku kebijakan di tingkat perangkat daerah maupun kelurahan penting untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat akurat dan berimbang.

“Sinergi seperti ini sangat positif. Teman-teman media mendapatkan fakta dan data langsung dari sumber utama, sehingga pemberitaan yang sampai ke masyarakat benar-benar berimbang, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

EIGER Nature Usung Konsep Ekowisata Berkelanjutan

0

Bogor | Jural Bogor

EIGER memperkenalkan EIGER Nature sebagai wajah baru pengembangan destinasi ekowisata di Bogor, Jawa Barat. Destinasi yang sebelumnya bernama EIGER Adventure Land ini dijadwalkan mulai dibuka untuk publik pada September 2026.

Perubahan nama tersebut bukan sekadar pergantian identitas. EIGER Nature membawa komitmen baru untuk menghadirkan destinasi yang tidak hanya menawarkan pengalaman berpetualang di alam, tetapi juga memberikan edukasi, manfaat sosial, serta dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Direktur EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, mengatakan EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan panjang EIGER yang tumbuh dari kecintaan terhadap alam dan petualangan.

“EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan panjang EIGER untuk terus belajar dari alam, budaya, dan manusia. Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen kami untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat,” ujar Imanuel.

Dalam pengembangannya, EIGER Nature mengusung pendekatan 3E Ekowisata, yakni Ekologi, Etnologi, dan Ekonomi. Konsep tersebut kemudian dikembangkan menjadi kerangka 7E, yang mencakup Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment.

Kerangka tersebut menjadi landasan dalam merancang kawasan, program, hingga pengalaman pengunjung agar aktivitas pariwisata dapat berjalan berdampingan dengan konservasi alam, pelestarian budaya, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat.

“Bagi kami, ekowisata bukan sekadar membawa orang ke alam. Ekowisata harus mampu membangun hubungan yang lebih baik antara manusia, alam, budaya, dan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan,” katanya.

Tanam 120 Ribu Pohon

Komitmen terhadap keberlanjutan juga dilakukan sejak tahap pengembangan kawasan. EIGER Nature mencatat telah melakukan penghijauan melalui penanaman lebih dari 120.000 pohon serta sekitar 8 juta semak dan tanaman penutup tanah.

Selain penghijauan, upaya lain mencakup pemulihan lahan, pendataan keanekaragaman hayati, pengelolaan air dan hidrologi, serta pengembangan sistem pengelolaan sampah.

Dari sisi sosial dan ekonomi, pengembangan EIGER Nature telah melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja, termasuk sekitar 300 orang dari masyarakat sekitar.

Saat beroperasi, destinasi ini diproyeksikan dapat membuka lebih dari 1.200 lapangan pekerjaan.

EIGER Nature juga mengalokasikan 5 persen dari laba bersih untuk mendukung program pelestarian alam, pelestarian budaya, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program tersebut mencakup berbagai inisiatif konservasi, pengelolaan limbah, hingga program 1 Ticket 1 Tree.

Hadirkan Beragam Aktivitas Alam

EIGER Nature dirancang sebagai destinasi yang menggabungkan alam, petualangan, budaya, konservasi, dan hospitality.

Sejumlah aktivitas yang disiapkan antara lain Suspension Bridge, Tree House & Net Adventure, Cultural Walk, Playscape, Nature Walk, Forest Adventure, hingga pengalaman menginap di Forest Camp yang terdiri dari Camping Ground, Glamping, dan Cabin.

Untuk menunjang pengalaman pengunjung, EIGER Nature juga memanfaatkan teknologi melalui konsep paperless dan integrated experience. Sistem tersebut mencakup integrasi aplikasi, wristband, sistem akses, informasi, hingga transaksi digital menggunakan EIGER Coins.

Meski demikian, teknologi ditempatkan sebagai pendukung agar pengunjung dapat menikmati kawasan dengan lebih mudah tanpa menghilangkan interaksi langsung dengan alam.

“Pada akhirnya, kami ingin orang tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru. Itulah perjalanan yang ingin kami bangun bersama EIGER Nature,” kata Imanuel.

EIGER Nature dijadwalkan membuka akses untuk publik pada September 2026. Destinasi ini diharapkan menjadi bagian dari pengembangan ekowisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menciptakan dampak positif bagi lingkungan secara berkelanjutan.

** Fredy Kristianto

Kurangi Pencemaran Lingkungan, Layanan Penerimaan Limbah Elektronik Dibuka di Ciomas

0

Ciomas | Jurnal Bogor
Upaya pengurangan volume sampah dan pencemaran lingkungan terus dilakukan. Salah satunya melalui pengelolaan limbah elektronik atau e-waste. Di wilayah Ciomas, Kabupaten Bogor, kini tersedia layanan yang menerima berbagai jenis limbah elektronik dari masyarakat.

Sejumlah barang elektronik bekas dengan kondisi rusak atau mati dapat disalurkan ke tempat tersebut. Jenis barang yang diterima meliputi telepon seluler android, komputer, playStation 2, papan sirkuit atau PCB dari berbagai perangkat elektronik, baterai telepon seluler, LCD, tembaga, kuningan, dan jenis limbah elektronik lainnya.

Selain menerima barang eceran dari masyarakat, layanan ini juga menyediakan skema lelang atau pembelian borongan untuk aset kantor dan instansi yang sudah tidak terpakai.

Pengelola lapak barang bekas, Septrianu menyampaikan bahwa tujuan utama pembukaan layanan ini adalah untuk memfasilitasi masyarakat agar tidak membuang limbah elektronik secara sembarangan.

“Limbah elektronik mengandung zat berbahaya yang dapat mencemari tanah dan air apabila tidak dikelola dengan benar. Dengan adanya layanan ini, kami berharap masyarakat lebih sadar untuk menyalurkan barang bekas elektronik ke tempat yang tepat,” ujarnya Septrianu ditemui di tempat usahanya di Jalan Raya Kreteg Ciomas, Kabupaten Bogor RT 01 RW 03, Selasa (19/8/2026).

Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah, termasuk sampah elektronik. Pengelolaan yang baik terhadap e-waste juga sejalan dengan program ekonomi sirkular dan pengurangan beban Tempat Pembuangan Akhir atau TPA.

Masyarakat yang ingin menjual barang-barang bekasnya bisa menghubungi WhatsApp 0895 3854 26655.

Diharapkan dengan adanya usaha serupa di berbagai wilayah, penanganan sampah elektronik di Kabupaten Bogor dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat ganda, baik bagi lingkungan maupun perekonomian masyarakat.

(Wawan Hermawanto)

‎Semarak HUT RI ke-81 di Kecamatan Cigudeg Momentum Jaga Semangat Persatuan

0

‎Cigudeg | Jurnal Bogor
Serangkaian kegiatan positif  dalam menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke- 81 2026, Pemerintah Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor seperti turnamen Catur, senam massal, gerak jalan hingga upacara pengibaran bendera merah putih dengan keterlibatan pasukan pengibar bendera yang merupakan  hasil selektif tingkat pelajar SMA/SMK lingkup Kecamatan Cigudeg.‎

Camat Cigudeg Ade Zul Fahmi

‎Gerak jalan dan senam massal menjadi ajang kebugaran jasmani sekaligus  mempererat hubungan antarwarga  dan unsur ASN di lingkungan Kecamatan Cigudeg.‎

‎‎Camat Cigudeg Ade Zul Fahmi mengatakan, memperingati kemerdekaan ini tidak semata-mata seremoni dengan semaraknya bermacam kegiatan. Dari itu, sejarah kemerdekaan 17 Agustus 1945 jadikan momentum sebagai pengingat, utamanya  semangat  persatuan  merupakan wujud tonggak perjuangan dalam  pembangunan bangsa Indonesia.‎‎

‎Untuk itu, mengisi  kemerdekaan tentu harus dimaknai dengan khidmat serta hal-hal positif dalam memberikan karya terbaik bagi Indonesia.‎

‎”‎Melalui kegiatan positif di HUT Kemerdekaan RI sebagai bentuk rasa syukur atas perjuangan para pahlawan,” ujar Camat Cigudeg Ade Zul Fahmi, Rabu (19/8/2026).‎

‎Perjalanan panjang sejarah bangsa ini, lanjut Ade Zul Fahmi, harus menghargai jasa pahlawan,  setiap anak bangsa harus mensyukurinya dalam memberikan sebuah karya melalui kegiatan-kegiatan positif.‎

‎‎Bentuk rasa syukur dengan mengisi kemerdekaan melalui hal-hal positif dan memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia,” pungkasnya.

(Arip Ekon)