Caringin | Jurnal Bogor
Buntut viral tewasnya wisatawan yang terbawa arus deras di kawasan Taman Nasional Gunung Pangrango (TNGP), Curug Cisadane, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, pekan kemarin.
Rupanya berdampak lesu bagi para pengelola wisata arus deras atau rafting di wilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Pasalnya, tidak sedikit para calon pengunjung urung niat untuk berwisata adrenalin sungai Cisadane setelah melihat video tragedi Curug Cisadane
“Iya, kemarin saya juga ada pertanyaan dari tamu untuk booking tanggal 9 sama tanggal 31. Mereka lihat berita kaitan adanya insiden di Curug Cisadane. Saya pun jelaskan kalau itu bukan di area pengarungan kali Cisadane, namun lokasinya itu merupakan hulu Cisadane,” jelas H. Saprudin Jepri, Owner rafting Grand Titik Kumpul (Tikum), menyampaikan kepada Jurnal Bogor, Kamis (7/5/2026).
H.Jepri melanjutkan, lokasi kejadian yang heboh di media sosial itu berada di Kawasan Taman Nasional Gunung Pangrango (TNGP)’ Curug Cisadane. Jaraknya pun kata dia, amat jauh dengan lokasi rafting yang dikelolanya.
“Kalau kejadian kemarinkan di Ciwaluh, di Desa Wates Jaya. Dan itu kebetulan adanya di Curug. Ketika wisatawan sedang berkunjung ke situ, tiba-tiba hujan besar, air Curugnya besar, dan itu terkena terhadap tiga orang wisatawan, yang salah satunya meninggal dunia,” lanjutnya.
Untuk itu, kata dia, para pengunjung jangan khawatir untuk berwisata menggunakan jasa rafting Grand Titik Kumpul. Karena jasa wisata yang di kelolanya memiliki personil yang sudah mengantongi standar operasional dan berpengalaman. Hingga keselamatan pengunjung menjadi yang terkuat.
“Saya sudah coba jelaskan, bahwa kalau Kali Cisadani ini, untuk pengarungan, untuk tim arung jeram itu, kita punya SOP yang ketat,” kata H.Jepri yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat Bogor Selatan.
Mantan Kades Ciherang itu pun menambahkan, untuk para pengelola rafting di wilayah Caringin sendiri memiliki ikatan emosional melalui paguyuban. Sehingga komunikasi terkait aktivitas arung jeram dapat dikoordinasikan dengan baik, termasuk mempertimbangkan kondisi cuaca
” Kita punya paguyuban. Yang ketiga juga kita punya teamwork. Bahwa apabila Kali Cisadane meluap dan airnya naik gitu ya, pasang, maka seluruh operator yang ada di Caringin ini tidak melakukan pengarungan. Ini menjadi sesuatu yang paling penting untuk menjaga keselamatan para tamu,” tambahnya.
Oleh karena itu, untuk mengutamakan keselamatan, rafting memiliki pemberlakuan jam operasional yang memungkinkan adanya aktivitas pengarungan di sungai Cisadane.
“Pagi diutamakan dengan siang ya. Nah ketika jam 4 ke atas. Kita sudah tidak lagi ada pengarungan. Karena situasi hujan sekarang ini terus-menerus. Dan kita sepakat semua. Pokoknya setelah jam 4 tidak ada pengarungan. Nah kalaupun misalnya di bawah jam 4. Ada hujan deras. Kemudian menimbulkan air meluap. Maka pengarungan distop gitu,” pungkasnya.n Herry Setiawan (AR)

