27.7 C
Bogor
Saturday, May 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

21 Pasangan di Cijeruk Terima Akta Nikah Melalui Program GAS Nikah

0

Cijeruk | Jurnal Bogor – Sebanyak 21 pasangan suami istri di Kecamatan Cijeruk akhirnya menerima kutipan akta nikah melalui program Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (GAS Nikah) yang digelar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cijeruk. Penyerahan dokumen tersebut merupakan bagian dari penyelesaian administrasi pernikahan melalui sidang isbat nikah bagi pasangan yang sebelumnya belum memiliki dokumen resmi pernikahan.

Kegiatan penyerahan kutipan akta nikah berlangsung di Kantor KUA Kecamatan Cijeruk dan dihadiri para pasangan peserta sidang isbat nikah, tokoh masyarakat, serta jajaran KUA Kecamatan Cijeruk.

Kepala KUA Kecamatan Cijeruk, Erland D. Ahmad mengatakan, program GAS Nikah merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencatatan pernikahan secara resmi sesuai aturan yang berlaku.

Menurutnya, masih terdapat masyarakat yang telah menikah secara agama namun belum tercatat secara administrasi negara. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap berbagai urusan administrasi kependudukan dan hak hukum keluarga.

“Melalui program Gerakan Sadar Pencatatan Nikah ini, kami membantu masyarakat agar memiliki legalitas pernikahan yang sah secara negara. Hari ini sebanyak 21 pasangan menerima kutipan akta nikah hasil proses sidang isbat nikah,” ujar Erland, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, sidang isbat nikah menjadi solusi bagi pasangan yang telah lama menikah namun belum memiliki buku nikah akibat berbagai faktor, mulai dari keterbatasan ekonomi, kurangnya pemahaman administrasi hingga pernikahan yang dilakukan pada masa lalu tanpa pencatatan resmi.

Dengan diterbitkannya kutipan akta nikah tersebut, lanjutnya, pasangan suami istri kini memiliki kepastian hukum dalam administrasi keluarga. Dokumen itu juga menjadi syarat penting dalam pengurusan administrasi lain seperti kartu keluarga, akta kelahiran anak, hingga berbagai layanan pemerintah lainnya.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa pencatatan nikah itu sangat penting. Selain memberikan kepastian hukum bagi pasangan suami istri, juga melindungi hak-hak anak dan keluarga,” jelasnya.

Erland menambahkan, program GAS Nikah juga menjadi bagian dari komitmen KUA Cijeruk dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam bidang administrasi keagamaan dan kependudukan.

Menurutnya, pihak KUA akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar setiap pernikahan yang dilaksanakan dapat langsung dicatat secara resmi sesuai ketentuan perundang-undangan.

Sementara itu, salah seorang peserta isbat nikah mengaku bersyukur akhirnya dapat menerima buku nikah setelah bertahun-tahun menikah tanpa dokumen resmi.

“Alhamdulillah sekarang sudah punya buku nikah resmi. Jadi lebih tenang untuk urusan administrasi keluarga dan sekolah anak,” ungkap salah seorang peserta.

Kegiatan penyerahan kutipan akta nikah berlangsung dengan lancar dan penuh haru. Banyak pasangan merasa lega karena akhirnya pernikahan mereka diakui secara sah oleh negara setelah melalui proses sidang isbat nikah.

Melalui program tersebut, KUA Kecamatan Cijeruk berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib administrasi pernikahan terus meningkat demi terciptanya keluarga yang tertib hukum dan administrasi. Yudi

HJB ke-544 dan Tahun Baru Islam di Cijeruk Bakal Meriah, Digelar Selama 12 Hari

0

CIJERUK – Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 dan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah tingkat Kecamatan Cijeruk bakal berlangsung meriah selama 12 hari penuh. Berbagai kegiatan budaya, religi, sosial hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat akan digelar mulai 3 Juni hingga 15 Juni 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara peringatan Hari Jadi Bogor, dilanjutkan pawai dongdang yang menampilkan kreativitas masyarakat desa, Festival Kaulinan Urang Lembur sebagai upaya melestarikan kaulinan tradisional Sunda, serta lomba memasak yang diikuti para kepala desa bersama Ketua Tim Penggerak PKK se-Kecamatan Cijeruk.

Tidak hanya itu, berbagai kegiatan hiburan dan pelayanan masyarakat juga akan digelar untuk memeriahkan HJB tahun ini. Pada 9 Juni mendatang, Kecamatan Cijeruk akan menggelar Kecamatan Expo yang menampilkan berbagai potensi desa, produk unggulan UMKM, pelayanan publik, serta kreativitas masyarakat dari seluruh desa di wilayah Kecamatan Cijeruk.

Sementara puncak kegiatan akan berlangsung pada 15 Juni 2026 bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah melalui kegiatan bertajuk “Cijeruk Bersholawat”. Acara tersebut akan diisi dengan santunan anak yatim, tausiyah agama, penampilan seni islami, sholawat bersama, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

Kegiatan peringatan HJB ini juga melibatkan berbagai pihak melalui kerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) serta sejumlah unsur lainnya. Dalam kegiatan tersebut akan digelar Gerakan Pangan Murah (GPM), Gebyar UMKM, bazar jajanan pasar tradisional, penampilan seni budaya, donor darah hingga pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Camat Cijeruk, Sobar Mansoer mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut sengaja digelar untuk memberikan ruang kebersamaan bagi masyarakat sekaligus mengangkat potensi budaya dan ekonomi lokal yang ada di Kecamatan Cijeruk.

Menurutnya, momentum Hari Jadi Bogor bukan hanya sekadar perayaan seremonial tahunan, namun menjadi ajang memperkuat silaturahmi dan sinergitas antara pemerintah, masyarakat, serta seluruh unsur lembaga yang ada di wilayah Kecamatan Cijeruk.

“Peringatan HJB tahun ini kami kemas lebih meriah dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Selain melestarikan budaya lokal, kegiatan ini juga menjadi sarana meningkatkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan para pelaku UMKM,” ujar Sobar, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, berbagai kegiatan yang digelar selama 12 hari tersebut juga bertujuan memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Selain hiburan dan kegiatan budaya, lanjutnya, panitia juga menghadirkan kegiatan sosial seperti donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis agar masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari pelaksanaan HJB.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin kompak, budaya daerah tetap lestari, dan roda perekonomian masyarakat khususnya UMKM bisa semakin berkembang,” katanya.

Sobar menambahkan, seluruh desa di Kecamatan Cijeruk turut dilibatkan dalam setiap rangkaian kegiatan, mulai dari pawai budaya, expo desa, bazar UMKM hingga kegiatan religi. Dengan demikian, peringatan HJB di Kecamatan Cijeruk diharapkan menjadi pesta rakyat yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Antusiasme masyarakat pun diperkirakan akan tinggi mengingat berbagai kegiatan yang digelar tidak hanya bersifat hiburan, namun juga edukatif, religius, dan sosial. Pemerintah Kecamatan Cijeruk berharap pelaksanaan HJB ke-544 ini berjalan lancar, aman, dan sukses serta mampu menjadi momentum mempererat persatuan masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya di wilayah Cijeruk. Yudi

Polsek Cijeruk Bagikan 250 Nasi Box dan Bingkisan dalam Program Jumat Berkah

0

Cijeruk | Jurnal Bogor – Kapolsek Cijeruk Kompol Uba Subroto bersama jajaran Bhayangkari menggelar kegiatan sosial bertajuk Jumat Berkah dengan membagikan ratusan nasi box dan bingkisan kepada masyarakat serta pengguna jalan di depan Mapolsek Cijeruk, Jumat (8/5/2026).

Sebanyak 250 nasi box dan bingkisan dibagikan langsung kepada pengendara roda dua, sopir angkutan umum, tukang ojek, pedagang kecil hingga warga sekitar yang melintas di Jalan Raya Cijeruk.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Cijeruk Kompol Uba Subroto didampingi Ketua Bhayangkari Ranting Cijeruk bersama anggota Bhayangkari dan personel Polsek Cijeruk. Suasana hangat dan penuh keakraban tampak saat anggota kepolisian dan Bhayangkari menyapa warga sambil menyerahkan paket makanan.

Kapolsek Cijeruk Kompol Uba Subroto mengatakan, kegiatan Jumat Berkah merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian dengan warga.

“Alhamdulillah pada Jumat ini kami bersama Bhayangkari kembali melaksanakan kegiatan Jumat Berkah dengan membagikan 250 nasi box dan bingkisan kepada masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa membantu dan menjadi ladang ibadah bagi kita semua,” ujar Kompol Uba Subroto.

Menurutnya, kegiatan sosial tersebut rutin dilakukan sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

“Polri harus hadir dan dekat dengan masyarakat. Tidak hanya saat ada persoalan hukum atau gangguan kamtibmas saja, tetapi juga hadir dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan meningkatkan kepedulian sosial antarwarga demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Cijeruk.

Sementara itu, warga yang menerima nasi box dan bingkisan mengaku senang dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan jajaran Polsek Cijeruk bersama Bhayangkari tersebut.

Salah seorang pengendara motor, Ade (42), mengaku kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat kecil di tengah kondisi ekonomi yang masih cukup berat.

“Alhamdulillah senang sekali dapat nasi box. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi yang lainnya,” katanya.

Hal senada disampaikan seorang sopir angkot yang melintas di depan Mapolsek Cijeruk. Ia menilai kegiatan Jumat Berkah menunjukkan kepedulian aparat kepolisian terhadap masyarakat kecil.

Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga berharap kegiatan sosial seperti Jumat Berkah dapat terus dilakukan secara rutin guna mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat. Yudi

ASPPHAMI Hadiri APMA Conference 2026 Manila

0

Bogor | Jurnal Bogor

Awal bulan Mei 2026, Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) mengirimkan lebih dari 25 anggota dari seluruh Indonesia untuk menghadiri ASIAN Pest Management Association (APMA) Conference 2026. Acara ini diadakan di Manila dan bertujuan untuk memperluas wawasan serta memperkuat jaringan antar pengusaha di Asia.

Ketua Umum ASPPHAMI, Zulkirman, menjelaskan bahwa kehadiran delegasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pengetahuan anggota dalam menghadapi tantangan dan peluang di pasar jasa pengendalian hama yang terus berkembang.

“Dengan semakin majunya ekonomi Indonesia, pasar jasa urban pest pun akan mengikuti. Kami melihat kenaikan kelas menengah ke atas di negara kita yang terus meningkat setiap tahun. Oleh karena itu, kami sebagai asosiasi perlu mempersiapkan kompetensi anggota untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berubah,” ungkap Zulkirman melalui keteramgan tertulisnya, Jumat (8/5).

Dalam konferensi tersebut, ASPPHAMI mengirimkan empat pembicara yang berpartisipasi dalam berbagai sesi dengan topik yang beragam, menunjukkan komitmen asosiasi untuk berkontribusi dalam pengembangan industri pengendalian hama di Asia.

Mengusung tema “Gelorakan Semangat Indonesia di Kancah Asia,” seluruh peserta merasakan kebanggaan dapat berpartisipasi dan menambah wawasan di forum internasional ini. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di industri pengendalian hama serta menciptakan kolaborasi yang lebih erat antara negara-negara ASIA.

** Fredy Kristianto

Kota Bogor Siap Sambut Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda

0

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) resmi menetapkan peringatan Hari Tatar Sunda melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026 dan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 003.05/Kep.159-Adpim/2026.

Pada tahun 2026, peringatan Milangkala Tatar Sunda diisi dengan rangkaian panjang kegiatan budaya bertajuk Kirab Budaya Tatar Sunda “Napak Tilas Padjadjaran”. Kota Bogor menjadi salah satu daerah yang akan dilintasi kirab.

Sebelum tiba di kota hujan, rangkaian kirab telah dilaksanakan di beberapa daerah, di antaranya Tasikmalaya, Garut, dan Cianjur. Kota Bogor dijadwalkan menerima rombongan kirab pada Jumat (8/5) malam.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Kirab Budaya Bogor dalam rangka Milangkala Tatar Sunda.

Kirab Budaya Bogor akan dimulai dari Museum Pajajaran Bogor menuju Simpang Batutulis, dilanjutkan ke arah Jalan NV. Sidik sampai Simpang Ahoy.

Kemudian contraflow ke Jalan Siliwangi hingga Lawang Suryakencana dengan total lintasan sekitar 3,2 kilometer. Rekayasa lalu lintas akan dimulai sejak pukul 14.00 – 22.00 WIB.

Acara ini akan semakin semarak dengan partisipasi kesenian dari 27 kota dan kabupaten se-Jawa Barat, 14 kampung adat di Jawa Barat, 885 seniman budaya, serta penampilan istimewa dari 20 penari Bali sebagai simbol persaudaraan budaya Nusantara.

Untuk susunan peserta Kirab Budaya Bogor akan diawali Janur buah 9, penari Bali dan Sunda, payung, kuda pengawal, kuda tunggang gubernur, kereta Kijagarasa (mahkota binokasih), Puragabhaya Keraton Sumedang.

Kemudian, Kereta Nyi Mas Melati, Kereta Ki Jaga Sunda, kuda tunggang wakil gubernur, kuda tunggang wali kota, kuda tunggang VIP, dan iring-iringan 27 kesenian kabupaten/kota.

Mahkota Binokasih tiba di Kota Bogor pada Kamis, (7/5/2026), yang disambut langsung Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Firdaus.

Saat ini, Mahkota Binokasih disimpan sementara di eks Gedung Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah (Bakorwil) di Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, sebelum dilakukan kirab budaya.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim sebelumnya mengajak seluruh jajaran Pemkot Bogor untuk bersama-sama menyukseskan rangkaian acara, termasuk melalui kegiatan bebersih di kawasan Bumi Ageung Batutulis sebagai salah satu lokasi utama prosesi budaya.

“Sebelum kegiatan, kita akan melaksanakan bebersih di Bumi Ageung. Kegiatan besar ini harus didukung bersama-sama. Aparatur wilayah dan seluruh elemen harus mendukung agar seluruh rangkaian kegiatan dapat dilaksanakan sebaik-baiknya,” ujar Dedie Rachim di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Senin (4/5).

Dedie Rachim berharap pelaksanaan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Kota Bogor ini menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya Sunda sekaligus mempererat kebersamaan antar daerah dalam menjaga warisan budaya leluhur.

Atas nama Pemerintah Kota Bogor, ia mengajak seluruh warga untuk hadir, menyaksikan, dan bersama-sama menjaga kelancaran Kirab Budaya Bogor sebagai wujud kecintaan kita terhadap budaya Sunda dan kekayaan budaya Indonesia.

Pemkot Bogor juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas adanya pengalihan arus lalu lintas pada pukul 18.00 – 22.00 WIB di Simpang Jalan Suryakencana dan Simpang Lawanggintung dikarenakan ada Kegiatan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda.

“Bagi yang akan melintas jalur tersebut silahkan perhatikan waktu pelaksanaan dan gunakan jalur alternatif. Diharapkan masyarakat dapat menyesuaikan waktu perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bersama,” katanya.

Mobdin Eks Ketua DPRD Bogor Dipindahtangankan

0

Bogor | Jurnal Bogor
Kabar tak sedap kembali mencuat di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Bogor. Mobil dinas (mobdin) jenis SUV eks Ketua DPRD raib. Kasus ini beririsan dengan oknum aparatur sipil negara (ASN) berinisial OMI.

Mobdin Nissan X-trail 2018 warna hitam berplat nomor F 1516 B diduga sudah dipindahtangankan oleh oknum ASN tersebut. Informasi yang didapat, barang milik negaral tersebut kini berada di Palembang, Sumatera Selatan.

Diketahui, mobil tersebut adalah kendaraan eks Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto yang dibeli pada 2018 silam, yang kini digunakan oleh OMI, yang sudah tidak masuk kerja selama hampir sebulan.

Berdasarkan penelusuran di lapangan mobdin tersebut tidak terlihat di pelataran parkir Gedung DPRD Kota Bogor sejak akhir April 2026 lalu.

Mobil dinas tersebut digunakan oleh OMI berdasarkan surat pemegang barang dinas bernomor 0001.2.3.2/349 yang ditandatngani oleh OMI selaku pemegang barang dan Kepala Sekretariat DPRD Boris Derurasman pada 2 Februari 2026, dengan register kode barang 1.3.2.02.01.003

Dikonfirmasi perihal tersebut, Analis Kebijakan pada Sekretariat DPRD Kota Bogor, Budi Waluyo membenarkan jika mobil Nissan X Trail 2.0 CVT warna hitam digunakan oleh OMI.

“Ya, memang setingkat Kepala Bagian mendapat fasilitas mobil dinas, dan itu menjadi tanggungjawab pribadi karena sudah diserahkan untuk dijaga dan dirawat,” ujar Budi kepada wartawan, Kamis (7/5).

Budi juga tidak menampik bila keberadaan mobdin eks Ketua DPRD Kota Bogor itu berada di Palembang Sumatera Selatan. Bahkan, ia mengaku telah menghubungi orang yang kini memegang mobdin tersebut, namun tak kunjung direspon.

“Sudah berkali whatsapp dan telpon, tapi tidak direspon. Yang megang mobdin itu sekarang adalah perempuan,” ucapnya.

Budi menyatakan bahwa berdasarkan pengakuan yang bersangkutan mobdin tersebut dititip di kerabatnya yang ada di Palembang.

Menurut Budi, apabila barang tersebut sampai hilang, tentunya menjadi tanggungjawab pemegang mobdin.

“Nanti ada Tuntutan Perbendaharaan Ganti Rugi dari Inspektorat,” jelas dia.

Sementara itu, Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor, Evandhy Dhani mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan mentracking keberadaan mobdin tersebut. Hal itu lantaran sudah menjadi tanggungjawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menggunakan barang milik daerah.

“Kita tidak lakukan tracking karena itu sudah menjadi kewenangan OPD terkait,” ucap pria yang akrab disapa Evan tersebut.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi mengatakan bahwa pihaknya baru mendengar informasi perihal dugaan tersebut. Atas dasar itu, ia akan segera berkoordinasi dengan Kuasa Pemegang Barang.

“Saya baru tahu. Nanti konfirmasi dulu perihal itu ke kuasa pemegang barang,” tandasnya.

Sekadar informasi, berdasarkan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara di pasal 49 ayat (5) menyebut bahwa barang milik negara/daerah dilarang digadaikan atau dijadikan jaminan untuk mendapatkan pinjaman.

Sedangkan di UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 307 ayat (4) menyatakan bila Barang Milik Daerah (BMD) tidak dapat dijadikan tanggungan atau digadaikan.

Kemudian pada Permendagri Nomkr 19 Tahun 2016 Pasal 4 ayat (1) menyebut soal larangan serupa, termasuk larangan menyerahkan BMD sebagai pembauaran atas tagihan kepada pemerintah daerah.n Fredy Kristianto

SMK Pesona Dywantara Lepas 617 Siswa Angkatan XI

0

Leuwisadengl Jurnal Bogor

‎‎Serah terima siswa di SMK Pesona Dywantara, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor kepada orang tua menjadi momen penutup masa pendidikan selama tiga tahun di sekolah tersebut, Kamis (7/5/2026). Sebanyak 617 siswa dan termasuk Angkatan XI.

‎‎
‎Kepala Sekolah SMK Pesona Dywantara Luvty Sofi Lestari mengungkapkan ‎selama masa pendidikan, anak-anak telah dititipkan kepada pihak sekolah untuk dididik, dibina, dan dibentuk karakternya.

“ Hari ini, tanggung jawab tersebut resmi dikembalikan kepada orang tua sebagai wujud akhir dari proses belajar mengajar,” jelasnya.

‎Pihak sekolah sengaja mengundang seluruh orang tua agar momen penting ini dapat diketahui dan disaksikan secara langsung.

‎‎Dengan adanya acara ini, diharapkan terjalin kejelasan bahwa para siswa kini siap melangkah ke jenjang berikutnya.

‎la berharap, ilmu yang telah didapatkan selama di tingkat SMK dapat menjadi bekal yang kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah.

‎” Lulusan sekarang merupakan alumni terbaik dari mulai prestasi akademik, Non akademik. meraih Juara LKS di tingkat Kabupaten, juara Paskibra , Futsal dan tidak ada siswa yang terlibat kenakalan siswa,” ujarnya

‎‎‎Dalam kesempatan itu, pihak sekolah secara resmi melepas sebanyak 617 siswa Angkatan XI dari lima program keahlian yang ada di sekolah SMK Pesona Dywantara
‎‎
‎“Angkatan ini menjadi angkatan terbaik karena selain banyak prestasi, mereka juga minim pelanggaran. Kalau pun ada hanya sebatas kenakalan di lingkungan sekolah dan tidak ada kasus mencolok ataupun viral di luar sekolah,” jelasnya.

‎Sebagai bentuk apresiasi kepada para lulusan terbaik tersebut, pihak yayasan memberikan program khusus berupa kuliah D3 gratis bagi alumni yang ingin melanjutkan pendidikan.

‎“Kami memiliki program D3, sehingga khusus alumni Angkatan XI yang berminat melanjutkan kuliah akan digratiskan di Akademi Sekretari Triguna Bogor,” ungkapnya.

‎Selain program kuliah gratis, Yayasan Pesona Dewantara juga memiliki program unggulan “Go Internasional” yang dipersiapkan untuk mendukung siswa bekerja ke luar negeri.

‎“Kami menyiapkan dana talang bagi siswa yang ingin bekerja ke luar negeri. Semua biaya selama magang akan dibiayai oleh yayasan Pesona Dewantara,” katanya.

‎Ia menegaskan, yayasan tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, tetapi juga berupaya menciptakan peluang usaha dan masa depan bagi para siswa. Asep S.Sayyev

‎“Kami ingin mendukung para siswa dalam hal apa pun demi kemajuan dan masa depan lulusan SMK Pesona Dewantara,” tukasnya.

** Arip Ekon

Bapanas dan Satgas Pangan Pastikan Stok Beras Aman

0

Dramaga l Jurnal Bogor ‎
Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Pangan didampingi Pimpinan Badan Urusan Logistik (Bulog) Jawa Barat dan Bulog Cabang Bogor turun langsung ke Pasar Dramaga dan pasar modern Yogya Dramaga untuk memastikan stok beras dan stabilitas harga, Kamis (7/5/2026).

‎‎Selain ke Pasar Dramaga dan Yogya Dramaga, tim Satgas gabungan pangan juga mengunjungi gudang Bulog Cabang Bogor untuk mengecek ketersediaan pangan beras dan minyak.

‎Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jabar, Nurman Susilo mengungkapkan pihaknya bersama pimpinan cabang Bulog Bogor mendampingi kunjungan kerja Satgas Pangan gabungan ke pasar tradisional seperti Pasar Dramaga, pasar modern Yogya Dramaga dan gudang Bulog Cabang Bogor.
‎‎
‎”Kami bersama tim Satgas Pangan melakukan pengecekan harga pangan di pasar tradisional pasar Dramaga menjelang perayaan hari raya Idul Adha, Secara umum harga pangan, beras, minyak dan beberapa komoditi strategis lainnya relatif stabil. hlHanya saja harga daging lagi naik sedikit, semoga setelah lebaran haji nanti harga daging kembali stabil,” ungkapnya.

‎‎Nurman menegaskan bahwa untuk stok beras di gudang Bulog Jawa Barat masih aman hingga tahun depan dan ada sekitar 780.000 ton. Tentunya Ini record positif sepanjang sejarah berdirinya Bulog,

‎“Meskipun stok beras aman tetapi Perum Bulog sampai saat ini masih terus membeli gabah dari para petani lokal di Jawa Barat,” ujarnya.

‎Nurman mengungkapkan hasil pemantauan tim Satgas pangan di pasar moderen Yogya Dramaga, untuk pasokan dan ketersediaan pangan atau komoditi strategis relatif stabil. Meskipun untuk beras ada beberapa kenaikan, namun sedikit tidak signifikan.

‎“Kami perum Bulog terus mensuplai beras SPHP ke pasar tradisional dan pasar moderen, tujuannya untuk supaya harga beras tetap stabil sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), Bulog menetapkan harga beras SPHP Rp 11.000/Kg, HET di Pasar maksimal Rp 12.500/Kg, dan beras medium HET Rp 13.500/Kg, jadi ada selisih Rp 1.000/Kg,” ungkapnya.
‎‎
‎Bulog mendapat arahan dari Bapanas dan KSP, diminta untuk menjaga stok beras SPHP baik di pasar tradisional maupun di pasar modern.

‎ “Kemudian kami juga diminta stok minyak yang ada di gudang agar di dorong ke pasar,” ujar dia.

‎Untuk distribusi beras di Bogor saat ini sudah relatif merata. namun di pasar tradisional masih ada toko – toko yang belum bekerja sama menjadi mitra Bulog, Ini menjadi pekerjaan rumah.

‎‎Tentunya ke depan toko – toko di pasar yang belum bekerjasama akan didatangi kembali untuk diajak kerjasama untuk menjual beras SPHP.

‎“Target kami toko – toko yang belum menjadi mitra akan kami rangkul dalam rangka pemerataan distribusi beras SPHP serta untuk menjaga stabilitas harga beras sesuai HET di pasar,” tukasnya.

** Arip Ekon

Kelola Wisata Dengan Tidak Merusak Lingkungan

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Putra daerah asli Cisarua, Kabupaten Bogor kini terus bangkit untuk peduli terhadap lingkungannya. Kawasan Puncak yang merupakan kawasan hulu dan juga sebagai kawasan wisata, memerlukan penanganan lingkungan secara apik. Meski mengembangkan dunia wisata, namun kelestariannya harus tetap dijaga.

Salah seorang tokoh Cisarua, Iman Sukarya bersama warga lainnya tengah merintis satu lokasi di daerah Cijulang, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua yang bisa dijadikan objek wisata yang diberi nama Situ Legok Cawane. Dikatakan Iman, situ itu baru beberapa bulan ditemukan berupa kubangan kolam berukuran kecil.

“Alangkah gembiranya kita menemukan situ ini. Tadinya berduka kolam kecil saja dengan penuhi rumput liar. Tetapi setelah dibersihkan, ternyata kolam tersebut besar layaknya situ, ” ujar Iman Sukarya.

Selain bisa dijadikan objek wisata Iman menambahkan, areal situ masih di penuhi pepohonan sehingga sangat cocok untuk habitat berbagai jenis burung dan biota air.

“Lingkungan situ ini masih utuh, kita akan selamatkan. Dengan kondisi seperti ini, cocok sekali untuk penangkaran Elang Jawa. Begitu juga untuk kehidupan di airnya, kita akan tanam berbagai jenis ikan. Mulai dari ikan nila, mas, gabus dan berbagai jenis biota air lainnya akan kita tanam di situ Legok Cawane ini, ” imbuh dia.

Dengan ditemukan situ tersebut, akan menambah daftar ojek wisata yang ada di kawasan Puncak.

** Dadang Supriatna

Waspada Peredaran Telur Busuk

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Di tengah serba mahalnya kebutuhan pokok yang sangat dirasakan masyarakat, kini ada peredaran telur yang tidak layak dikonsumsi di beberapa wilayah Puncak, Kabupaten Bogor. Banyak warga yang mengeluh adanya telur yang tidak layak untuk dimakan. Seperti yang dikatakan Euis, warga Cisarua, ia berkali-kali membuang telur ceploknya.

“Belakangan ini kami sering mendapatkan telur yang tidak bisa dimakan. Diketahuinya telur itu tidak jadi dimakan setelah dilakukan pemecahan. Seperti disaat membuat telur dadar atau di ceplok, dari telur tersebut tercium aroma bau tidak sedap. Adanya hal itu, kami terpaksa membuangnya, ” ujar dia.

Hal serupa diungkapkan oleh Mirna warga Sukamanah, Kecamatan Megamendung. Saat itu ia merebus enam butir telur, dari keenam telaur itu terdapat satu butir yang kondisinya bau.

“Iya sekarang ini suka ada telur yang busuk nyatu dengan yang bagus. Kalau kita beli satu kilo, pasti ada saja satu atau dua yang bau busuk. Padahal, harga telur itu kini mahal, ” tuturnya.

Adanya hal ini, warga dibuatnya bingung untuk menentukan telur yang bagus dan yang jelek.

“Telur busuk itu ditemukan setelah kita masak. Saat mau dimakan, barulah tercium bau busuknya. Jadi susah sekali untuk membedakan telur yang kondisinya bagus atau jelek, ” pungkasnya.

** Dadang Supriatna