27.2 C
Bogor
Tuesday, January 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Wakil Bupati Bogor Tinjau Longsor di SDN Pasir Jawa 01 Cigombong

0

Cigombong | Jurnal Bogor
Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pasir Jawa 01, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, yang mengalami bencana tanah longsor pada Jumat (23/1) lalu, mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi. Wakil Bupati meninjau lokasi longsor usai menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kantor Kecamatan Cigombong, Senin (26/01/26).

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati Bogor didampingi Camat Cigombong R.E. Irwan Somantri, Kepala Desa Pasir Jaya Suhandra Hendrawan, anggota DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi, serta Ketua PK KNPI Kecamatan Cigombong.

Ade Ruhandi yang akrab disapa Ade Jaro mengatakan, peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut laporan dari pihak kecamatan terkait adanya longsor di lingkungan sekolah.

“Setelah kegiatan Musrenbang, kami bersama Pak Camat langsung meninjau lokasi longsor karena adanya laporan dari Kecamatan Cigombong bahwa terdapat sekolah yang tebingannya mengalami longsor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, longsornya tebing sekolah berdampak pada bangunan sekolah, khususnya dinding yang mengalami retak-retak dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa. Kondisi tersebut akan segera dilaporkan kepada Bupati Bogor dan dinas terkait untuk ditindaklanjuti.

“Ke depan, apakah sekolah akan direlokasi atau dibangun Tembok Penahan Tanah (TPT), akan dilakukan kajian terlebih dahulu oleh tim. Namun yang pasti, penanganan akan dilakukan secepatnya karena pendidikan sangat penting. Kami upayakan tahun 2026 sudah bisa dilaksanakan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SDN Pasir Jawa 01, Hadliasyah, mengungkapkan bahwa longsor terjadi pada Jumat, 23 Januari, sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa tersebut langsung dilaporkan ke pihak Kecamatan Cigombong dan mendapat respons cepat.

“Setelah kami melapor, Pak Camat datang malam harinya dan meminta agar tiga ruang kelas dikosongkan karena membahayakan siswa. Sebanyak 40 siswa terpaksa diungsikan sementara karena ruang kelas sudah tidak layak digunakan,” jelasnya.

Ia berharap, dengan adanya kunjungan Wakil Bupati Bogor, proses penanganan dan pembangunan kembali sekolah dapat segera direalisasikan demi kelancaran kegiatan belajar mengajar.

“Alhamdulillah, setelah kedatangan Pak Wakil Bupati, kami berharap sekolah ini bisa segera dibangun kembali,” pungkasnya.

** Yudi

Infrastruktur di Desa Rusak Akibat Curah Hujan

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Pemerintah desa pada tahun 2025 melakukan berbagai kegiatan pembangunan mulai dari pengaspalan, betonisasi dan kegiatan pembangunan lainnya. Namun kini banyak yang mengalami kerusakan. Khususnya pengaspalan dan tembok penahanan tebing tidak kuat akibat tingginya curah hujan yang turun di wilayah Puncak.

Pantauan di beberapa lokasi, infrastruktur yang banyak mengalami kerusakan adalah ruas-ruas jalan, baik itu jalan milik Kabupaten Bogor maupun jalan milik desa. Kondisinya badan jalan menjadi berlubang dan sebagian aspalnya mengelupas. Tidak hanya itu, badan jalannya juga yang tadinya rata kini menjadi bergelombang.

“Curah hujannya cukup tinggi, banyak fisik hasil pembangunan tahun 2025 mengalami kerusakan. Mulai dari aspal jalannya yang mengelupas, hingga ke fisik jembatan yang hancur akibat air yang deras. Salah satu contoh fisik bangunan yang hancur akibat curah hujan yang tinggi yaitu jembatan Pasir Ipis di Desa Batulayang. Akibatnya Dua Desa Batulayang dan Tugu Utara kini terputus aksesnya. Jembatan itu di bangun oleh dana bantuan keuangan tahun lalu, ” ujar Yanto, pengawas dari UPT JJ Ciawi.

Adanya hal tersebut, di Musrenbang tingkat Kecamatan Cisarua, dipastikan bakal banyak yang mengalami perubahan.

“Kondisi seperti itu, adanya bencana alam, akan berdampak kepadaMmusrenbang di tingkat kecamatan. Terlebih, Cisarua merupakan wilayah yang cukup rawan terjadinya bencana alam, ” pungkas Yanto.

** Dadang Supriatna

Pra Musrenbang, Kecamatan Ciawi Siap Bangun Taman Hutan Kota

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Pemerintah Kecamatan Ciawi menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2027 di aula Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Senin (26/1/2026).

Kegiatan ini merupakan tahapan awal dalam proses perencanaan pembangunan daerah dengan mengusung tema “Pengembangan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru dalam Rangka Penurunan Ketimpangan Wilayah, Kemiskinan, dan Pengangguran.” Forum tersebut dihadiri unsur Forkopimcam Ciawi, para kepala desa, serta pemangku kepentingan di lingkup Kecamatan Ciawi.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Ciawi, Denny Kuswara, M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa Pra Musrenbang menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat dan menyelaraskannya dengan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Bogor.

“Pra Musrenbang ini menjadi wadah penting untuk menyatukan aspirasi masyarakat dengan kebijakan pembangunan daerah. Setiap usulan harus berbasis kebutuhan riil masyarakat dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan warga,” ujar Denny Kuswara.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan program strategis Bupati Bogor terkait pembangunan Taman Hutan Kota di setiap kecamatan se-Kabupaten Bogor. Untuk Kecamatan Ciawi, program tersebut dinilai berpeluang besar untuk direalisasikan karena ketersediaan lahan di Desa Bojongmurni, hasil dukungan dan pemberian dari Kepala Desa setempat.

“Insya Allah program Taman Hutan Kota di Kecamatan Ciawi dapat direalisasikan. Lahan sudah tersedia di Desa Bojongmurni, namun lokasinya berada di ujung wilayah kecamatan dan di lereng bukit, sehingga diperlukan perencanaan teknis yang matang agar aman dan berkelanjutan,” jelasnya.

** Dadang Supriatna

Pengendara Terganggu, RM Alam Sunda Gunakan Badan Jalan Untuk Parkir

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Adanya tamu yang makan di rumah makan Alam Sunda, di jalan Raya Puncak, Desa Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor membuat para pengendara yang melintas di kawasan tersebut merasa terganggu. Terlebih, jika satu arah sedang diberlakukan kawasan tersebut menjadi salah satu penyebabnya kemacetan.

Agus, warga Cisarua menceritakan hampir saja mengalami kecelakaan di saat melintas di depan RM Alam Sunda. Diterangkannya, siang itu ia mengendarai sepeda motornya sepulang dari Ciawi, tepat di depan RM Alam Sunda, sebuah Kijang Innova dan beberapa kendaraan lainnya parkir di badan jalan. Pengemudi Inova tersebut membuka pintu sopir, saat itu datang Agus yang melaju dari arah belakang yang reflek mengerem sepeda motornya hingga kecelakaan itu bisa dihindari.

“Sangat berbahaya tamu RM Alam Sunda parkir di badan jalan raya Puncak. Saya waktu itu nyaris menabrak pintu mobil kijang Innova yang dibuka oleh sopirnya. Untung, saat saya tidak lengah dan langsung ngerem secara mendadak, ” ujarnya.

Beberapa warga lainnya meminta supaya Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor tidak tinggal diam.

“Memang sering para tamu itu parkir di badan jalan. Ini terjadi akibat parkir di dalam penuh. Mau tidak mau pengunjung yang hendak makan tersebut parkir di pinggir badan jalan. Untuk hal ini, petugas Dishub Kabupaten Bogor supaya memberikan himbauan kepada pengurus RM Alam Sunda. Jalur itu merupakan jalur cepat yang sangat riskan terjadinya kecelakaan, ” pungkas Solehudin.

** Dadang Supriatna

Peninggalan Raja Purnawarman di Batutulis Masih Terjaga

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Keberadaan Situs Prasasti Jambu peninggalan purbakala sejarah Raja Purnawarman di Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor masih terjaga dan tertata rapi.

Batu andesit besar berusia lebih dari 1.500 tahun silam seolah menyimpan energi masa lalu yang masih terasa hingga kini. Terletak di ketinggian 485 mdpl, prasasti ini menjadi bukti kuat kejayaan Kerajaan Tarumanagara.

Juru Kunci Situs Prasasti Jambu Yatno mengatakan, situs ini pertama kali ditemukan oleh warga negara Belanda pada tahun 1854.

“Jonathan Rigg pada tahun 1854 dulu disini kebun jambu sampai ke Sadeng sana sejarahnya begitu prasasti Jambu Koliangkak,” ujarnya, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, meskipun tidak mendapatkan perhatian secara menyeluruh, akan tetapi dengan adanya juru kunci mendapatkan honor setidaknya perawatan situs bisa lebih optimal.

“Alhamdulillah diperhatikan, disini cuma inisiatif beli-beli bahan seperti sapu, pengki, kita sendiri disini, tapi terkait perhatian khusus jarang,” jelasnya.

Ia mengatakan, bahwa saat ini dirinya telah dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) untuk mengurus situs tersebut.

“Alhamdulillah digaji 1 juta per bulan baru honor maksudnya, sudah masuk PPPK,” katanya.

Ia juga menuturkan bahwa cagar budaya tersebut sudah dipelihara oleh dua generasi.

“Baru kedua ini, kayaknya generasi kedua, sebenernya kan sekarang gak ada pensiun-pensiun sekarang gak ada PNS, PPPK semua,” bebernya.

Selain menjadi tempat destinasi wisata sejarah, situs peninghalan Raja Purawarman ini kerap dijadikan tempat pembelajaraan oleh siswa dan mahasiswa.

“Alhamdulillah rame belajar, piknik aja kayak begitu kebanyakan disini belajar, kebanyakan anak sekolah disini,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Guru PPPK Kabupaten Bogor Belum Terima Gaji

0

Bogor l Jurnal Bogor
Sejumlah guru sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Bogor menjadi perbincangan di media sosial.

Para guru yang diangkat pada November 2025 menuntut Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor segera mencairkan gaji yang hingga kini belum juga mereka terima.

Keluhan tersebut banyak yang datang dari guru-guru yang bertugas di wilayah Bogor Barat. Mereka mengaku kecewa karena hak berupa gaji paruh waktu belum juga dibayarkan, meskipun telah resmi dilantik dan menerima surat keputusan (SK) pengangkatan.

Aspirasi para guru sempat mendapat tanggapan melalui kolom komentar akun resmi Instagram Dinas Pendidikan Kabupaten_Bogor.

Dalam tanggapannya, Disdik Kabupaten Bogor menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pembayaran gaji.

“Perihal pembayaran gaji rekan-rekan ASN paruh waktu, kami memohon maaf atas keterlambatan pembayaran. Saat ini kami sedang melakukan verifikasi rekening, di mana pembayaran akan dilakukan melalui sistem transfer ke rekening masing-masing. Insya Allah minggu depan sudah tersalurkan,” tulis akun tersebut.

Namun, hingga lebih dari sepekan setelah pernyataan itu disampaikan, janji pencairan gaji belum juga terealisasi. Kondisi tersebut membuat kekecewaan para guru semakin memuncak.

Salah seorang guru PPPK paruh waktu yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pihak Disdik kembali menjanjikan pencairan gaji pada pekan ini. Namun hingga pertengahan pekan, belum ada kejelasan.

“Kami butuh kepastian, jangan cuma janji,” ujarnya kepada wartawan, Senin (26/1/2026).

Ia mengungkapkan, keterlambatan pembayaran gaji berdampak langsung pada kondisi ekonomi para guru. Bahkan, sebagian dari mereka mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Untuk beli bensin saja sudah berat. Beras di rumah sudah habis. Karena terakhir para guru menerima bayaran itu di Desember 2025 awal, itu pun dengan gaji yang sesuai honor yang masih jauh dari kata layak. Jadi masih ada yang digaji 500 ribuan,” tuturnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak guru memasuki Januari 2026 tanpa pegangan ekonomi yang memadai.

“Benar-benar banyak guru yang sekarang sudah tidak punya pegangan sama sekali,” katanya.

Lebih jauh, ia menyebut ada guru yang terpaksa menjual aset pribadi, seperti emas, demi bertahan hidup.

Para guru juga membandingkan kondisi mereka dengan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang gajinya dinilai lebih cepat cair.

“Kami sudah dilantik dan menerima SK, kami hanya menuntut hak. Kami menyayangkan kurangnya keterbukaan informasi dari Dinas Pendidikan. Kami bukan tidak sabar, tapi setidaknya informasinya harus jelas dan jujur,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lanjutan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor terkait kepastian jadwal pencairan gaji guru PPPK paruh waktu tersebut.

** Arip Ekon

Kajama Disegel Tiga Kali, Pengrusakan Segel Terancam Pidana

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali melakukan pemasangan garis PPNS dan penyegelan terhadap tiga bangunan diduga tak berizin milik PT Karya Jaya Mandiri Megah Prakoso (Kajama), di Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin (26/1/2026).

Meski telah diatur dalam Pasal 406 jo pasal 526 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan sanksi pidana terhadap pengrusakan Segel, pasukan penegak Perda Kabupaten Bogor belum lakukan langkah tersebut walaupun telah terjadi dugaan pengrusakan sebanyak dua kali.

Penyidik Satpol PP Kabupaten Bogor, Erwin mengatakan, pihaknya lakukan penyegelan terhadap tiga bangunan yang diduga belum mengantongi ijin mendirikan membangunkan.

“Penyegelan objek di Kajama ini bukan pertama kali kami lakukan, sekarang kami segel dan pasang PPNS. Kalau ada pencopotan lagi, kami akan jerat dengan tindak pidana ringan,” ujar Erwin kepada Wartawan, usia memasang garis PPNS dan penyegelan PT Kajama.

Ia menerangkan, bahwa pihaknya mendapati adanya pelanggaran terhadap ketiga bangunan yang telah dipasang kembali garis PPNS dan segel itu.

“Kalau bangunan utama yakni kantor itu sudah berizin, tetapi untuk dua bangunan yang merupakan perluasan perusahaan itu beserta parkiran motor itu belum memiliki ijin,” terangnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, pihak pelanggar tidak diperbolehkan melakukan kegiatan terhadap bangunan -bangunan yang telah dipasang garis PPNS dan segel tersebut.

“Iya, tidak boleh ada aktivitas terlebih dahulu sampai administrasi atau ijinnya dipenuhi. Kalau pun segel dan garis PPNS itu dicabut harus berdasarkan berita acara yang dibuat oleh kami,” tandasnya.

Sebelumnya, pasukan penegak Perda telah melakukan pemasangan segel dan garis PPNS terhadap tiga bangunan yang sama milik Kajama, namun dilakukan pencopotan oleh oknum.

Dari informasi yang didapat, PT Kajama tidak akan dapat melakukan proses ijin dikarenakan legalitas lahan sebagai dasar pengurusan ijin yang belum bersertifikat miliknya. n Noverando H

Di WEF Davos, Presiden Prabowo Umumkan Indonesia sebagai Kekuatan Baru Pangan Dunia

0

Davos | Jurnal Bogor
Presiden Prabowo Subianto umumkan posisi Indonesia sebagai kekuatan baru pangan dunia dalam pidato kunci pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026, Kamis (22/1), di Davos, Swiss. Di hadapan para pemimpin global, Presiden Prabowo menegaskan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras dengan produksi nasional tertinggi sepanjang sejarah, menandai penguatan ketahanan pangan nasional.

“Kami juga telah mencapai swasembada beras. Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, produksi beras kami adalah yang tertinggi dalam sejarah Indonesia. Target swasembada yang saya tetapkan empat tahun, berhasil dicapai hanya dalam satu tahun,” ujar Presiden Prabowo.

Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025, produksi beras nasional periode Januari–Desember 2025 diproyeksikan mencapai 34,71 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menegaskan penguatan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional di tengah dinamika global.

Kinerja produksi tersebut berdampak langsung pada penguatan stok beras nasional. Sepanjang 2025, stok beras Bulog mencapai 3,25 juta ton dan bahkan sempat menyentuh 4,2 juta ton pada Juni 2025, tertinggi sepanjang sejarah.

Sejalan dengan hal tersebut, produksi jagung nasional periode Januari–Desember 2025 mencapai 16,11 juta ton, meningkat 0,97 juta ton atau 6,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan surplus sebesar 0,46 juta ton, Indonesia tercatat tidak melakukan impor jagung pakan, mencerminkan penguatan kemandirian pangan dan pakan nasional.

Dari sisi makro, sektor pertanian juga mencatatkan kinerja historis. Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian pada Triwulan I-2025 tumbuh 10,52 persen, tertinggi sepanjang sejarah. Sementara kontribusi sektor pertanian terhadap PDB nasional pada Triwulan III-2025 mencapai 14,35 persen, menjadi yang tertinggi kedua setelah industri pengolahan.

Keberhasilan sektor pertanian turut tercermin pada peningkatan kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2025 mencapai 125,35, tertinggi sepanjang sejarah. Sementara rata-rata NTP tahun 2025 berada di angka 123,26, tertinggi dalam 33 tahun terakhir, menandakan daya beli dan posisi tawar petani yang semakin menguat.

Presidlen Prabowo turut menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan reformasi regulasi untuk menghapus aturan yang menghambat keadilan dan menciptakan inefisiensi.

“Kami telah menghapus ratusan regulasi yang tidak masuk akal, regulasi yang menghambat keadilan, yang menciptakan budaya korupsi. Ratusan regulasi telah kami hapus hanya dalam satu tahun,” ujar Presiden.

Sejalan dengan arah reformasi tersebut, pemerintah melakukan penyederhanaan tata kelola pupuk bersubsidi melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025, yang menyederhanakan 145 regulasi dan memangkas rantai birokrasi panjang yang selama ini menghambat petani.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa upaya memperkuat pangan nasional merupakan bagian dari visi besar Indonesia untuk keluar dari kemiskinan dan kelaparan.

“Indonesia memiliki visi yang jelas untuk menyediakan kualitas hidup yang baik bagi warganya, hidup bebas dari kemiskinan dan kelaparan,” ujar Presiden.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menyampaikan optimisme bahwa Indonesia akan mencapai swasembada komoditas pangan strategis lainnya, termasuk jagung, gula, dan protein.

“Saya yakin bahwa produk pangan lainnya: jagung, gula, dan protein,” tegas Presiden Prabowo

Capaian swasembada beras dan penguatan produksi pangan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang semakin mandiri secara pangan, sekaligus memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan krisis pangan global dan perubahan iklim.

** Wawan Hermawanto

Tiga Rumah Hangus Dilahap Api di Leuwiliang, Diduga Bermula dari Korsleting

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Tiga unit rumah hangus terbakar akibat kebakaran yang melanda Kampung Cisarua, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, pada Minggu (25/1/2026) malam. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Berdasarkan keterangan Kepala Desa Purasari, Agus Soleh Lukman, laporan kebakaran pertama kali diterima sekitar pukul 19.30 WIB. Api diduga berasal dari korsleting listrik dan membesar dalam waktu setengah jam kemudian.

“Korban jiwa nihil. Untuk kerugian materil masih dalam proses pendataan,” jelas Agus saat dikonfirmasi.

Ketiga rumah yang menjadi korban kebakaran merupakan milik warga bernama Sarja, Mimin, dan Oyong. Pasca kejadian, keluarga mereka telah diungsikan ke rumah saudara terdekat.

Penanganan darurat segera dilakukan oleh pemerintah desa bersama berbagai unsur. Laporan disampaikan ke Kecamatan Leuwiliang, BPBD, Damkar, dan DPKPP. Koordinasi dan evakuasi juga dilakukan dengan melibatkan Danramil, Babinsa, Binwil Pol PP, Bhabinkamtibmas, petugas Damkar, serta warga setempat.

“Kami sudah melaporkan ke instansi terkait. Saya selaku kepala desa turut berbelasungkawa dan akan berupaya semaksimal mungkin membantu para korban pulih,” tutup Agus.

** Rahman Efendi

Pelaku Curanmor di Sukajaya Diamankan dari Amukan Massa

0

Sukajaya | Jurnal Bogor
Sebuah aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terjadi di area parkir Alfamart, Kampung Kiray Cucuk, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor pada Sabtu (24/1/2026) malam. Satu pelaku berhasil diamankan berkat kewaspadaan korban dan peran aktif warga.

Korban, M. Abdul Rozak, yang merupakan asisten kepala toko Alfamart, melaporkan kehilangan sepeda motor Honda Beat Street silver (2022) dengan nomor polisi F-3925-FHM. Kejadian berlangsung sekitar pukul 21.45 WIB saat korban sedang melakukan penutupan toko (closing).

“Alarm motor berbunyi, saya langsung keluar dan motor sudah hilang dari tempat parkir,” ujar Rozak.

Bersama seorang saksi, Rozak langsung mengejar menggunakan motor lain. Sekitar satu kilometer dari lokasi, mereka melihat motornya dikendarai orang tak dikenal. Korban dan saksi lantas berteriak meminta bantuan warga.

Mendapat tekanan, pelaku meninggalkan motor dan berlari ke arah perkebunan kelapa sawit. Warga setempat membantu mengejar hingga satu pelaku berinisial EG berhasil diamankan. Satu pelaku lainnya, berinisial MR, masih dalam pengejaran petugas.

Kapolsek Cigudeg, AKP Budi Sehabudin, mengkonfirmasi insiden tersebut. Ia menyebut tim Reskrim segera turun ke lokasi dan mengamankan pelaku EG dari amukan massa.

“Peran aktif masyarakat sangat membantu aparat kepolisian dalam mengungkap tindak kriminal. Namun kami menekankan agar terduga pelaku tetap diserahkan kepada pihak berwenang agar proses hukum berjalan sesuai aturan dan tidak terjadi tindakan main hakim sendiri,” tegas AKP Budi pada Minggu (25/1/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan membiasakan penggunaan kunci ganda saat memarkirkan kendaraan untuk meminimalisir risiko kejahatan.

Peristiwa ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara masyarakat dan polisi dalam mempercepat penanganan tindak pidana serta menjaga keamanan lingkungan.

** Rahman Efendi