32.8 C
Bogor
Tuesday, August 18, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Mentan Amran: Kado Kemerdekaan, Swasembada Pangan hingga Ekspor Beras

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian (Kementan) mempersembahkan sejumlah capaian sektor pertanian sebagai kado untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu capaian terbesar adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target yang ditetapkan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa, mulai dari jajaran Kementan, TNI-Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, petani hingga berbagai kementerian dan lembaga terkait.

“Kado ulang tahun dari Kementerian Pertanian untuk Republik Indonesia adalah Indonesia sudah mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya, dari target empat tahun menjadi satu tahun” ujar Mentan Amran saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta, Senin (17/8/2026).

Berdasarkan proyeksi neraca pangan 2026, produksi beras diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, sementara kebutuhan nasional sebesar 31,10 juta ton. Dengan demikian terdapat surplus sekitar 3,67 juta ton. Berdasarkan data FAO, Indonesia diperkirakan menjadi produsen beras terbesar di ASEAN dengan produksi mencapai 38,6 juta ton dan menempati peringkat ke-4 dunia untuk 2026/2027.

Mentan Amran juga menambahkan saat ini stok cadangan beras hingga Agustus 2026 mencapai 5,25 juta ton.

Menurut Mentan Amran, capaian tersebut semakin lengkap dengan keberhasilan Indonesia kembali menargetkan ekspor beras ke Malaysia dengan pengiriman awal mencapai 1.000 ton dan peluang pasar yang dapat berkembang hingga 200.000 ton bahkan 1 juta ton.

“Ini adalah persembahan dari Bapak-Ibu semua. Bukan kerja saya, ini kerja kita semua,” katanya.

Selain swasembada dan ekspor beras, Mentan Amran menyebut peningkatan kesejahteraan petani menjadi capaian penting sektor pertanian. Ia mengatakan kesejahteraan petani saat ini berada pada level tertinggi dalam 34 tahun terakhir yaitu 127,84 pada bulan Juli 2026.

“Capaian yang menggembirakan adalah kesejahteraan petani tertinggi selama 34 tahun,” ujar Mentan Amran.

Kinerja sektor pertanian juga tercermin dari peningkatan ekspor yang mencapai sekitar Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun. Dengan demikian, sektor pertanian memberikan nilai tambah sekitar Rp200 triliun bagi perekonomian nasional.

Mentan Amran juga menyoroti kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen yang menurutnya menjadi salah satu kebijakan penting dalam mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Tidak pernah terjadi selama Republik Indonesia merdeka. Di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto, ini luar biasa, sektor pertanian mengalami kebangkitan,” katanya.

Ia menegaskan, berbagai capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, keberhasilan swasembada pangan merupakan bagian dari gagasan besar Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan secara bersama-sama.

“Kita mulai dari TNI, Polri, Kejaksaan, PPL, Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT, RW, kepala desa, camat, bupati, gubernur dan seluruh menteri terkait. Ini adalah gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia,” ujar Mentan Amran.

Meski mencatat sejumlah keberhasilan, Mentan Amran mengatakan pemerintah masih memiliki pekerjaan besar untuk mencapai swasembada pada seluruh komoditas strategis.

Dari 11 komoditas yang menjadi sasaran, kata dia, masih terdapat tiga komoditas yang perlu terus dikejar, yakni kedelai, daging dan susu.

“Kita akan mendorong, mengejar. Dari 11 komoditas, masih ada tiga yang harus kita kejar, yaitu daging sapi, susu dan kedelai. Kami yakin kalau kita kolaborasi dan kompak, pasti ini bisa kita capai,” katanya.

Mentan Amran optimistis target tersebut dapat diwujudkan dalam tiga hingga lima tahun ke depan melalui penguatan produksi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Di sisi tata kelola pemerintahan, Kementan juga mencatat capaian dengan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan tahun anggaran 2025.

“Dua hari yang lalu kita mendapatkan opini WTP dari BPK,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran menilai berbagai capaian tersebut semakin penting di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Konflik geopolitik, ancaman krisis pangan dan perubahan harga komoditas dunia menjadi tantangan yang harus diantisipasi Indonesia.

Namun, di tengah situasi tersebut, Indonesia justru mampu menjaga ketersediaan pangan nasional dan bahkan mulai mengekspor beras ke negara lain.

“Alhamdulillah, di saat krisis melanda belahan dunia, Indonesia surplus, bahkan ekspor beras ke negara lain,” katanya.

Selain pangan, sektor pertanian juga berperan dalam penguatan energi nasional melalui pemanfaatan produk sawit sebagai bahan baku biofuel. Menurut Mentan Amran, pemanfaatan CPO untuk biofuel turut mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar hingga sekitar 5 juta ton.

Mentan Amran menegaskan seluruh capaian tersebut harus menjadi momentum untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu fondasi kedaulatan bangsa.

“Kementerian Pertanian bekerja tanpa tanggal merah, semuanya tanggal hitam. Itu demi Merah Putih, demi kehormatan bangsa,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh jajaran Kementan untuk mempertahankan semangat kerja dan kolaborasi. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia.

“Indonesia negara besar, potensinya luar biasa. Bahkan diprediksi pada 2045 atau 2050 Indonesia menjadi kekuatan nomor lima dunia, bahkan bisa nomor tiga dunia. Ini yang harus kita rebut ke depan,” pungkasnya.

(Restu/BBPMKP)

Kelurahan Bubulak Semarakkan HUT RI ke-81, Diiringi Semangat Kemerdekaaan Upacara Digelar di Lapangan Jungkis

0

Bogor | Jurnal Bogor
Kelurahan Bubulak, Bogor Barat, Kota Bogor melaksanakan Upacara Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81, Senin (17/8/2026).

Upacara yang berlangsung di Lapangan Jungkis berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat, menggabungkan suasana kebangsaan dengan kreativitas warga setempat.

Upacara tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara unsur kelembagaan masyarakat, satuan pendidikan, serta warga Kelurahan Bubulak.

Keterlibatan berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan semangat bersama yang tumbuh dari seluruh lapisan masyarakat.

Keterlibatan berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan semangat bersama yang tumbuh dari seluruh lapisan masyarakat.

Lurah Anjar mengatakan, semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kebersamaan, gotong royong, kepedulian dan kontribusi nyata untuk kemajuan Kelurahan Bubulak

Kolaborasi antara kelurahan, lembaga kemasyarakatan, sekolah, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun Kelurahan Bubulak yang tangguh, dengan semangat kebersamaan dan pelayanan yang terus ditingkatkan.

“Saya berharap masyarakat untuk terus menjaga persatuan, menghargai perjuangan para pahlawan, serta mengisi kemerdekaan dengan karya, pengabdian dan gotong royong demi mewujudkan lingkungan yang semakin maju, aman, nyaman dan harmonis”, ujar Anjar.

n.tom

Warga Bantarkaret Keluhkan Debit Air Pamsimas Menyusut

0

Nanggung l Jurnal Bogor ‎‎
‎Ratusan warga yang menjadi konsumen Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat)  di Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor mengeluhkan akibat debit air yang menyusut.  Keluhan warga bukan tanpa sebab, lantaran  konsumen atau pengguna air itu  per setiap bulannya harus membayar ke pengelola Pamsimas akan tetapi masyarakat masih kesulitan akan sumber air bersih sejak 4 bulan terakhir.‎

‎ Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Desa Bantarkaret Makmur membenarkan, progam Sanitasi Pamsimas yang berada di wilayahya desanya dikeluhkan warga konsumen akibat debit air yang mulai mengecil.‎ ‎Tak sedikit warga yang datang ke desa, mengeluhkan saluran air dari Pamsimas itu.‎

‎Meski pengguna air Pamsimas setiap bulannya bayar, namun debit  air yang disalurkan ke masing- masing rumahnya itu tetap saja kecil.‎

“Kondisi ini karena masyarakat merasa kesulitan karena krisis air bersih. Buat mandi juga susah, karena masyarakat kesulatan mendapatkan air bersih,” kata Makmur kepada Jurnal Bogor, Senin (17/8/2026).‎

‎Makmur atau biasa dipanggil Chemeonk berpendapat, seharusnya masyarakat tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih, sebab, pengelolaan Pamsimas yang sumber airnya dari perbukitan Berantas itu keadaannya masih normal dan masih mencukupi untuk dialirkan.‎

‎”Masih mencukupi, asal penyaluran air itu tidak keluar dari Desa Bantarkaret. ‎Difokuskan, karena warga Desa Bantarkaret masih banyak yang membutuhkan pasokan sumber air bersih,” paparnya.‎

‎Masyarakat setiap bulan kena iuran dan harus membayar, dia berharap pengelola Pamsimas untuk mengevaluasi dan melakukan perbaikan agar saluran air yang diterima masyarakat berjalan maksimal.‎

‎Sementara, Dede Piter yang merupakan mantan Sekretaris Desa Bantarkaret dimana  pembangunan  Pamsimas 2020 lalu itu mengaku, tidak begitu mengetahui perihal program sanitasi air bersih yang kini banyak dikeluhkan masyarakat.‎

‎”Waktu itu  tahu, cuman hanya sebatas  perencanaan awal, setelah itu sampai Pamsimas itu dibangun  kami sudah tidak mengikuti lagi karena  sudah risen dan ‎tidak bekerja lagi di desa lagi,” tandasnya.‎

‎Adapun masyarakat mengeluhkan  saluran air Pamsimas mengecil, menurutnya, pengelola Pamsimas harus memperbaikinya.‎

‎”Jangan jadi alasan dengan kemarau panjang ini, sebabnya debit air dari sumber Berantas itu keadaanya masih normal dan masih cukup untuk dialirkan. ‎Buktinya saluran air yang dimanfaatkan untuk kolam ikan Kawaci itu jelas sumbernya dari Berantas. ‎Saluran air untuk kolam ikan termasuk stem mobil, itu  masyarakat menggunakan air sisa dari sumber Berantas sepanjang 3 kiloan,” pungkasnya.‎

‎Sementara, pengelola Pamsimas Ahyani saat dikonfirmasi perihal tersebut tak merespons.

(‎Arip Ekon)

‎Pembentangan Merah Putih Raksasa di Situ Gintung

0

Tangerang Selatan | Jurnal Bogor
Forum Potensi Tangerang Selatan bersama organisasi, instansi, lembaga, komunitas, relawan, dan masyarakat menggelar aksi bersih-bersih serta pembentangan Bendera Merah Putih raksasa di Situ Gintung, Tangerang Selatan, dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia, 16–17 Agustus 2026.

‎Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan aksi gotong royong membersihkan kawasan Situ Gintung. Sejumlah elemen masyarakat terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

‎Puncak kegiatan berlangsung di perairan Situ Gintung dengan pembentangan Bendera Merah Putih raksasa. Pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur yang bekerja bersama dalam pengaturan teknis dan pengamanan di kawasan perairan.

‎Pembentangan Sang Merah Putih berlangsung khidmat dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza. Momen tersebut menjadi bagian utama peringatan kemerdekaan sekaligus simbol persatuan dan gotong royong berbagai elemen masyarakat.

‎Ketua Forum Potensi Tangerang Selatan, Dudi Iskandar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan yang diwujudkan melalui kegiatan sosial dan lingkungan.

‎“Kemerdekaan adalah warisan sekaligus amanah yang harus kita jaga bersama. Melalui kegiatan bersih-bersih Situ Gintung dan pembentangan Bendera Merah Putih raksasa ini, kami ingin menunjukkan bahwa semangat nasionalisme dapat diwujudkan melalui gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan persatuan seluruh elemen masyarakat,” ujar Dudi Iskandar.

‎Dudi menilai keterlibatan berbagai organisasi, instansi, lembaga, komunitas, dan relawan menunjukkan adanya semangat kolaborasi masyarakat Tangerang Selatan dalam memperingati Hari Kemerdekaan.

‎Ketua Pelaksana, M. Tangguh Perdana Adzzuhri, mengatakan pembentangan bendera di perairan membutuhkan koordinasi dan kesiapan teknis dari seluruh pihak yang terlibat.

‎“Pembentangan Bendera Merah Putih raksasa di perairan Situ Gintung bukan sekadar menghadirkan sebuah momentum visual, tetapi merupakan simbol kebersamaan. Banyak pihak terlibat dan mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing,” ujar M. Tangguh Perdana Adzzuhri.

‎Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat persaudaraan sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.

‎Selain memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga Situ Gintung sebagai kawasan perairan dan ruang publik yang memiliki nilai lingkungan serta sosial.

‎Forum Potensi Tangerang Selatan berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus menjaga semangat persatuan dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

(Wawan Hermawanto)

Apel Hari Pramuka ke-65 di SMP IT BBS Berlangsung Khidmat

0

Bogor | Jurnal Bogor – SMP IT BBS memperingati Hari Pramuka ke-65 melalui kegiatan apel pagi yang berlangsung khidmat di lingkungan sekolah, Sabtu (16/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa kelas 7 hingga kelas 9, dewan guru, serta staf SMP IT BBS. Dalam pelaksanaannya, petugas apel berasal dari Tim Pasus (Pasukan Khusus Pramuka) yang merupakan bagian dari kegiatan kepramukaan di lingkungan sekolah.
Wakasek Kesiswaan SMP IT BBS, Chaerul Tingkar, mengatakan kegiatan peringatan Hari Pramuka tersebut menjadi salah satu agenda Gugus Depan Pangkalan SMP IT BBS.

“Alhamdulillah kegiatan berlangsung sangat khidmat dan bermakna. Kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan Gugus Depan Pangkalan SMP IT BBS,” ujar Chaerul.

Menurutnya, peringatan Hari Pramuka tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, serta jiwa kepemimpinan kepada para siswa.

Melalui kegiatan kepramukaan, SMP IT BBS terus mendorong peserta didik agar memiliki karakter yang kuat serta mampu menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Peringatan Hari Pramuka ke-65 ini pun diharapkan dapat semakin meningkatkan semangat para siswa dalam mengikuti kegiatan kepramukaan sekaligus memperkuat kebersamaan seluruh keluarga besar SMP IT BBS. Yudi

Keamanan Digital, Trinovi: Benteng Pertamanya Adalah Kesadaran Masyarakat

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Anggota Komisi I DPR RI, Trinovi Khairani Sitorus, B.A., menegaskan kesadaran masyarakat menjadi benteng pertama dalam menghadapi ancaman keamanan digital yang semakin kompleks. Ancaman tersebut mulai dari kebocoran data pribadi, penipuan daring, hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Hal itu disampaikan Trinovi saat menjadi keynote speech dalam kegiatan Sosialisasi Merajut Nusantara bertajuk “Aman Bermedia Digital: Waspada Kebocoran Data di Era Digital”, Selasa (30/6/2026). Kegiatan tersebut digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti ratusan peserta dari Sumatera Utara.

Menurut Trinovi, data saat ini telah menjadi aset yang sangat berharga. Hampir setiap aktivitas masyarakat di ruang digital meninggalkan jejak, baik saat menggunakan aplikasi belanja daring, mobile banking, layanan kesehatan maupun media sosial.

Jejak digital tersebut, kata dia, dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab apabila tidak dikelola dan dilindungi dengan baik.

“Data adalah aset yang sangat berharga,” ujar Trinovi yang berasal dari Fraksi Partai Golongan Karya dan bertugas di Komisi I yang membidangi Pertahanan, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika, dan Intelijen

Ia mengatakan, ancaman kebocoran data dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pola yang semakin beragam. Data pribadi yang jatuh ke tangan pelaku kejahatan dapat digunakan untuk mengambil alih akun, menguras rekening, hingga mengajukan pinjaman online tanpa sepengetahuan pemilik data.

Ancaman tersebut semakin kompleks seiring perkembangan teknologi AI. Di satu sisi, AI memberikan manfaat bagi berbagai sektor, seperti pendidikan, pelayanan publik dan kesehatan. Namun, di sisi lain, teknologi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan digital.

Salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah deepfake, yakni teknologi yang memungkinkan pembuatan atau manipulasi video dan informasi sehingga tampak seolah-olah berasal dari orang yang sebenarnya.

Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap berbagai jebakan digital, seperti tautan, file PDF, undangan digital maupun QR code yang dapat digunakan untuk mencuri data pribadi.

Bagi Trinovi, persoalan keamanan digital tidak cukup diselesaikan hanya melalui teknologi dan regulasi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan literasi digital harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur digital.

“Benteng pertama sesungguhnya adalah kesadaran masyarakat,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat menerapkan sejumlah kebiasaan sederhana untuk menjaga keamanan digital, di antaranya menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun, mengaktifkan autentikasi dua langkah, serta tidak memberikan kode OTP kepada siapa pun.

Masyarakat juga diminta memeriksa alamat situs sebelum memasukkan data pribadi dan tidak sembarangan mengunggah dokumen identitas, seperti KTP maupun paspor, ke media sosial.

Menurut Trinovi, kebocoran data tidak selalu disebabkan oleh peretasan sistem. Kelalaian dalam membagikan terlalu banyak informasi pribadi juga dapat membuka peluang terjadinya penyalahgunaan data.

Karena itu, ia mengajak peserta menjadi agen literasi digital dengan menyebarkan pengetahuan mengenai keamanan data kepada keluarga, tetangga, rekan kerja dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Pesan tersebut diperkuat Ketua BPN Generasi Emas Indonesia (Gesid), Yohan Fitriadi, yang membahas pentingnya keamanan dalam bermedia sosial serta perlindungan data pribadi.

Yohan menyoroti semakin besarnya aktivitas masyarakat Indonesia di ruang digital. Berdasarkan data yang dipaparkannya, jumlah penduduk Indonesia yang terkoneksi internet pada 2026 mencapai sekitar 235,26 juta jiwa dengan tingkat penetrasi internet sebesar 81,72 persen. Sementara itu, pengguna media sosial di Indonesia pada Oktober 2025 disebut mencapai sekitar 191 juta pengguna atau 66,3 persen dari total populasi.

Besarnya jumlah pengguna tersebut menunjukkan ruang digital telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Namun, semakin tinggi aktivitas digital juga berarti semakin banyak data yang dihasilkan, disimpan dan dibagikan.

Yohan menekankan pentingnya prinsip “STOP, THINK, CONNECT” dalam bermedia digital. Masyarakat diminta berhenti sejenak sebelum mengklik atau membagikan sesuatu, berpikir kritis terhadap informasi yang diterima, kemudian melanjutkan aktivitas setelah memastikan informasi maupun tautan tersebut aman.

“Data pribadi dapat menjadi sasaran berbagai bentuk kejahatan, mulai dari phishing, akun palsu atau impersonation, social engineering, aplikasi maupun tautan berbahaya hingga kebocoran yang berasal dari pihak ketiga,” ujar Yohan.

Ia juga mengingatkan bahwa jejak digital tidak hanya berupa data identitas. Komentar, unggahan, riwayat pencarian, transaksi online, foto dan video yang dibagikan juga menjadi bagian dari rekam aktivitas digital seseorang.

Karena itu, pengelolaan jejak digital harus dilakukan secara bijak. Informasi yang telah tersebar di internet tidak selalu mudah dihapus dan dapat dimanfaatkan pihak lain untuk berbagai kepentingan.

Yohan memberikan sejumlah langkah preventif kepada masyarakat, antara lain memperkuat kata sandi, mengaktifkan autentikasi dua faktor, mewaspadai phishing dan penipuan, memperbarui perangkat serta aplikasi, menghindari penggunaan Wi-Fi publik secara sembarangan, dan lebih selektif dalam mengelola data pribadi.

Sementara itu, Dewan Pengawas BAKTI Komdigi, Arfa Gunawan, S.H., M.H., M.A., menilai persoalan kebocoran data telah berkembang menjadi isu strategis yang tidak hanya berdampak terhadap individu, tetapi juga dapat memengaruhi kepercayaan publik hingga keamanan negara.

Arfa menjelaskan, data pribadi memiliki nilai ekonomi sekaligus strategis. Informasi seperti nama, NIK, alamat, nomor telepon dan email merupakan bagian dari data pribadi. Sementara data kesehatan, biometrik, kondisi fisik dan informasi keuangan memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi.

Karena itu, perlindungan data pribadi berkaitan dengan hak privasi, martabat manusia, keamanan ekonomi, keamanan keluarga hingga hak konstitusional warga negara.

Dalam paparannya, Arfa menjelaskan sejumlah bentuk kebocoran data, antara lain peretasan, malware, kebocoran basis data, phishing dan rekayasa sosial, aplikasi atau tautan berbahaya, serta penyalahgunaan akses oleh pihak internal.

Ancaman tersebut semakin serius karena pelaku kejahatan siber tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga memanfaatkan kelemahan psikologis manusia.

Melalui social engineering, pelaku dapat memanipulasi korban agar secara sukarela memberikan informasi atau melakukan tindakan tertentu. Modus tersebut dapat berupa smishing, vishing, phishing hingga impersonation.

Perkembangan AI juga melahirkan ancaman baru melalui deepfake yang dapat digunakan untuk memanipulasi identitas maupun informasi.

“Perlindungan data pribadi harus menjadi bagian integral dari kebijakan keamanan nasional sekaligus menjadi instrumen penting dalam mendukung transformasi digital Indonesia,” ujar Arfa.

Ia menekankan pentingnya “Cakap Bermedia Digital” yang mencakup empat kompetensi utama, yakni kecakapan digital, budaya digital, etika digital dan keamanan digital.

Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya mampu menggunakan perangkat dan platform digital. Masyarakat juga harus mampu berpikir kritis, memahami etika, menghormati privasi orang lain serta menjaga keamanan identitas dan data pribadi.

Rangkaian paparan dalam kegiatan Sosialisasi Merajut Nusantara tersebut memperlihatkan satu pesan utama bahwa transformasi digital harus diiringi dengan peningkatan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam melindungi data pribadi.

Trinovi menempatkan masyarakat sebagai benteng pertama keamanan digital. Yohan menekankan pentingnya kebiasaan STOP, THINK, CONNECT, sementara Arfa mengingatkan bahwa kebocoran data telah menjadi persoalan yang berdampak luas, mulai dari individu hingga negara.

Ketiganya menegaskan keamanan digital bukan hanya tanggung jawab pemerintah, lembaga maupun perusahaan penyedia layanan digital. Setiap pengguna memiliki peran dalam menjaga ruang digital tetap aman.

Melalui kegiatan Sosialisasi Merajut Nusantara, penguatan literasi digital diharapkan mendorong masyarakat semakin sadar bahwa menjaga data pribadi bukan tindakan yang dilakukan setelah menjadi korban, melainkan kebiasaan yang harus dibangun sejak awal.

(yev-cc)

Pesta Merdeka Ala Auto2000 Yasmin, Cek Kendaraan dan Uji Emisi Gratis!

0

Bogor | Jurnal Bogor
Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tahun 2026 dirayakan Auto2000 Yasmin dengan menggelar Pesta Merdeka di Villa Bogor Indah 3, Kedunghalang, Bogor Utara, Kota Bogor, Sabtu (15/8/2026). Branch Manager Auto2000 Yasmin Heri Hermawan menjelaskan kehadirannya di perumahan tersebut untuk membangun kedekatan.

“Kami terus berupaya sedekat mungkin hadir di tengah masyarakat Bogor, dengan misi memberikan pelayanan terbaik yang penuh benefit di moment perayaan HUT RI ke 81 tahun ini,” ujarnya.

Auto2000 Yasmin menggelar event Pesta Merdeka yang diadakan bersama warga Villa Bogor Indah 3 setelah PIC Event berkoordinasi dengan Ketua RT dan juga tokoh masyarakat untuk mengakomodir support local event HUT RI ke 81 di wilayah tersebut.

Auto2000 Yasmin memberikan layanan gratis untuk cek 5 item penting pada kendaraan (ban, rem, mesin, AC, dan fungsi fitur). Selain itu juga dilaksanakan uji emisi bagi setiap kendaraan yang hadir di event tersebut. Tidak hanya itu, warga juga berkesempatan untuk mencoba berkendara dengan test drive Veloz Hybrid yang merupakan Car of the Year 2026.

Supervisor Auto2000 Yasmin Danie menjelaskan, event ini merupakan implementasi dari salah satu poin budaya Auto2000 yang disebut Focus on Customer, dimana Auto2000 Yasmin hadir lebih dekat, berkomunikasi lebih erat serta menjadi manfaat bagi masyarakat.

Sementara event Pesta Merdeka disambut antusias warga VBI 3, dimana animo yang mendaftarkan kendaraannya untuk dicek, uji emisi dan konsultasi cukup tinggi. Bahkan ada juga yang langsung service ringan (ganti oli, filter oli dll). Bahkan sejak pukul 08.00 WIB pagi, sudah ada beberapa warga yang menunggu di lokasi event.

Malik, wiraniaga Auto2000 Yasmin mengaku senang bisa berada di lokasi Pesta Merdeka Auto200 Yasmin. Pihak Auto2000 Yasmin sendiri menyatakan even ini tidak hanya dilakukan saat sekarang, namun juga lada kesempatan lain dengan lokasi yang berbeda untuk menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Auto2000 Yasmin yang merupakan cabang terlengkap di Bogor memberikan banyak sekali kemudahan dan benefit bagi masyarakat Bogor yang mewujudkan impiannya memiliki unit Toyota terbaru. Ketatnya kompetisi otomotif saat ini tidak serta merta membuat tim Auto2000 Yasmin menjadi pasif, namun sebaliknya, Auto2000 Yasmin terus berfokus pada pelayanan terbaik, mendeliver value serta memposisikan diri sebagai partner terpercaya di Bogor.

(Wawan Hermawanto)

Warga Adukan Dugaan Maladministrasi Pembebasan Lahan R3 ke Dewan

0

Bogor | Jurnal Bogor

DPRD Kota Bogor mulai mengambil langkah untuk menjembatani polemik pembebasan lahan proyek Jalan Regional Ring Road (R3) di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, yang hingga kini masih menyisakan persoalan di tengah masyarakat.

Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor, H. Zenal Abidin, bersama Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, Eka Wardhana, menerima audiensi warga terdampak proyek R3 yang didampingi kuasa hukum, Dwi Arsywendo di Gedung DPRD Kota Bogor, Jumat (14/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang muncul dalam proses pembebasan lahan. DPRD pun berkomitmen untuk mengawal penyelesaian persoalan tersebut agar tidak merugikan masyarakat.

Zenal Abidin mengatakan, dalam waktu dekat Komisi I dan Komisi III DPRD Kota Bogor akan menggelar rapat bersama sejumlah pihak terkait, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Bagian Administrasi Pembangunan (Adbang), Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), pihak kecamatan, kelurahan, serta warga terdampak.

Menurutnya, rapat tersebut diperlukan untuk mengurai berbagai persoalan yang diduga terjadi dalam proses pembebasan lahan R3.

“Kami akan mempertemukan semua pihak agar persoalan ini bisa dibahas secara terbuka dan ditemukan solusi yang terbaik,” kata Zenal.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil audiensi, terdapat sejumlah dugaan ketidaksesuaian prosedur dalam proses pembebasan lahan. Salah satunya terkait dugaan kesalahan pembayaran ganti rugi.

Selain itu, warga juga mempertanyakan transparansi mengenai nilai konsinyasi tanah per meter persegi yang digunakan saat proses pembebasan lahan berlangsung.

Tak hanya itu, muncul pula dugaan adanya informasi yang tidak utuh terkait mekanisme konsinyasi, sehingga sebagian warga mengaku tidak mengetahui bahwa tanah mereka telah masuk dalam proses tersebut.

“Kami ingin seluruh proses ini dibuka secara transparan. Jangan sampai ada warga yang merasa dirugikan karena kurangnya informasi atau adanya kesalahan prosedur,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra itu menegaskan, DPRD tidak ingin persoalan pembebasan lahan justru menghambat pembangunan infrastruktur yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat luas.

Namun, di sisi lain, pemerintah juga harus memastikan hak-hak masyarakat terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Prinsipnya, pembangunan harus tetap berjalan. Namun, hak masyarakat juga harus dilindungi. Karena itu, kami akan berupaya mencari jalan keluar yang tidak merugikan warga,” katanyaa.

Sementara itu, salah seorang warga terdampak, Suhendi, berharap pemerintah segera membenahi berbagai persoalan administrasi yang terjadi dalam proses pembebasan lahan.
Ia mencontohkan adanya kesalahan penulisan identitas dalam dokumen pembebasan lahan. Menurutnya, nama yang tercantum dalam dokumen tidak sesuai dengan identitas yang sebenarnya.

“Nama saya seharusnya Suhendi, bukan Hendi. Hal-hal seperti ini harus diperbaiki agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ungkap dia.

Selain itu, Suhendi juga menyoroti ketidakjelasan batas lahan yang terdampak proyek. Pasalnya, di rumahnya terdapat tiga tanda atau patok berbeda yang dibuat pada dinding bangunan.

Kondisi tersebut membuatnya kebingungan untuk menentukan batas lahan yang sebenarnya akan digunakan untuk proyek R3.

“Di rumah saya ada tiga patok atau coretan di dinding. Saya tidak tahu mana yang benar. Ini yang perlu dijelaskan kepada kami,” katanya.

Suhendi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat menghambat pembangunan proyek R3. Namun, ia ingin seluruh proses pembebasan lahan dilakukan secara jelas dan sesuai prosedur.

Ia juga berharap pemerintah dapat memberikan kepastian agar warga tidak menjadi pihak yang dirugikan.

“Bukan berarti kami menolak atau ingin menghambat pembangunan. Saya juga tidak ingin ada masalah di kemudian hari. Yang kami inginkan hanya kejelasan agar kami tidak dirugikan dalam proses pembebasan lahan ini,” tuturnya.

** Fredy Kristianto

ASN Pemkot Bogor yang Diduga Hanyut di Cipaku Belum Ditemukan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Tim gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bogor, Bayu Zulkarnaen (36), yang diduga terjatuh dan terbawa arus Sungai Cisadane di kawasan perbatasan Kelurahan Cipaku dan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan.

Memasuki hari kedua pencarian pada Jumat (14/8/2026), korban masih belum ditemukan. Sejumlah personel dari BPBD Kota Bogor, tim SAR gabungan, dan kepolisian terus menyisir aliran Sungai Cisadane untuk mencari keberadaan korban.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, membenarkan bahwa korban merupakan warga Pamoyanan yang bekerja sebagai ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.

“Korban merupakan warga Pamoyanan dan ASN yang bertugas di Disarpus Kota Bogor. Beliau adalah pegawai Pemkot Bogor,” kata Dimas saat dikonfirmasi, Jumat pagi.

Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Kamis (13/8/2026) malam, menjelang waktu salat Isya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun petugas, sebelum kejadian korban diketahui melintas menggunakan sepeda motor di jembatan penghubung Cipaku-Pamoyanan. Jalur tersebut merupakan rute yang biasa dilalui korban dalam aktivitas sehari-hari.

Namun, hingga kini belum ada saksi mata yang menyaksikan secara langsung detik-detik korban diduga terjatuh ke sungai.

Petunjuk awal justru diperoleh setelah warga menemukan sepeda motor milik korban berada di ujung jembatan dalam kondisi mesin masih menyala.

“Motor ditemukan masih dalam keadaan menyala di atas jembatan,” ujarnya.

Temuan tersebut membuat petugas menduga korban terjatuh ke aliran Sungai Cisadane yang berada tepat di bawah jembatan.

Dugaan itu semakin menguat setelah petugas menemukan helm dan tas yang diduga milik korban di permukaan sungai. Kedua barang tersebut ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi yang diperkirakan menjadi titik jatuh korban.

“Dugaan sementara, korban terjatuh ke aliran sungai di bawah jembatan. Hal itu diperkuat dengan ditemukannya helm dan tas di permukaan air dengan radius sekitar 100 meter dari dugaan titik jatuh,” jelas Dimas.

Meski demikian, penyebab pasti korban terjatuh hingga kini masih belum dapat dipastikan.

Ketiadaan saksi mata membuat petugas belum bisa menyimpulkan apakah kejadian tersebut disebabkan oleh kecelakaan tunggal, hilangnya keseimbangan, atau faktor lainnya.

“Kalau penyebabnya seperti apa, kami belum mengetahui. Yang pasti, sepeda motornya ditemukan berada di atas jembatan,” katanya.

Terkait kondisi jembatan, Dimas menilai kemiringan konstruksi telah dirancang berdasarkan perhitungan teknis. Namun, ia mengakui masih ada sejumlah faktor di lapangan yang belum dapat dipastikan.

“Kalau dibilang curam, kemiringannya tentu sudah melalui perhitungan. Namun, kondisi lain di lapangan juga tidak bisa diprediksi,” ungkapnya.

Sejak laporan diterima, tim gabungan langsung bergerak melakukan pencarian dengan menyisir sejumlah titik di sepanjang aliran Sungai Cisadane yang diperkirakan menjadi jalur korban terbawa arus.

Operasi pencarian kembali dilanjutkan pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIB dan memasuki hari kedua.

“Tim gabungan masih melakukan pencarian. Hari ini memasuki hari kedua,” tuturnya.

** Fredy Kristianto

SDN Ciheuleut 2 Bogor Gelar Parenting Session “Connect Sebelum Correct”

0

Bogor | Jurnal Bogor
Sebanyak 50 orang tua siswa SDN Ciheuleut 2, Bogor Timur, Kota Bogor mengikuti Exclusive Parenting Session bertema “Connect Sebelum Correct: Raih Hatinya, Bimbing Langkahnya” di aula sekolah, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan selama 90 menit ini untuk memperkuat kedekatan emosional orang tua dengan anak serta meningkatkan kemampuan regulasi emosi dalam pengasuhan.

Mengangkat persoalan keseharian keluarga, sesi ini menekankan bahwa pendidikan anak tidak hanya terkait nilai akademik dan prestasi. Anak juga sedang belajar mengenal diri, mengelola emosi, bertanggung jawab, membangun relasi sosial, dan menghadapi kegagalan.

Narasumber Emotional Healing Therapist Bunda Lili Marliyuana menyampaikan, perilaku anak perlu dipahami terlebih dahulu sebelum dikoreksi. 

“Anak bukan hanya sedang belajar menjadi pintar. Anak sedang belajar menjadi manusia. Karena itu, sebelum kita sibuk memperbaiki perilaku anak, kita perlu memahami apa yang terjadi di balik perilakunya dan bagaimana kondisi emosi kita saat merespons anak,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).

Bunda Lili menegaskan, kemampuan orang tua mengelola emosi adalah bagian penting dari pola asuh. Saat menghadapi anak yang membantah, sulit diarahkan, atau mengulang kesalahan, respons orang tua sering muncul secara spontan.

Padahal anak belajar mengelola emosi bukan hanya dari nasihat, tetapi juga dari contoh nyata yang dilihat setiap hari. 

“Regulasi emosi adalah bagian penting dari parenting. Kita ingin anak belajar sabar, maka anak juga perlu melihat bagaimana orang tuanya mengelola kemarahan. Kita ingin anak berani meminta maaf, maka orang tua juga perlu memberi contoh,” katanya.

Ia menambahkan, orang tua tidak dituntut untuk tidak pernah marah. Yang penting adalah adanya “jeda” sebelum bereaksi agar dapat memilih respons yang lebih bijak. 

“Orang tua tetap boleh kecewa, tetap boleh marah, dan tetap boleh memberi batasan. Tetapi emosi tidak boleh mengambil alih cara kita mendidik,” ujarnya.

Melalui tema “Connect Sebelum Correct”, orang tua diajak membangun kedekatan emosional terlebih dahulu sebelum memberikan arahan atau koreksi. Pesan kuncinya: “Raih hatinya, bimbing langkahnya.”

“Connect bukan berarti membiarkan anak melakukan apa saja. Anak tetap butuh aturan dan batasan. Tetapi ketika anak merasa terhubung, didengar, dan diterima, orang tua memiliki ruang yang lebih baik untuk membimbing perilakunya,” jelas Bunda Lili.

Dalam sesi tersebut orang tua juga dibekali 5 langkah sederhana: hadir 10 menit setiap hari, mendengarkan sebelum menasihati, memuji usaha bukan hanya hasil, memberi tanggung jawab sederhana, serta menjadi teladan. Peserta juga diajak melakukan refleksi “Jeda Sebelum Bereaksi”.

Kepala SDN Ciheuleut 2 Bogor Nurjanah, S.Pd.SD., mengatakan kegiatan ini merupakan upaya memperkuat sinergi sekolah dan orang tua. 

“Pendidikan anak tidak hanya tanggung jawab sekolah. Anak lebih banyak waktu di rumah, sehingga apa yang dibangun di sekolah perlu didukung di rumah,” ujarnya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini orang tua memahami bahwa mendampingi anak bukan hanya soal mengejar nilai, tetapi juga membantu anak tumbuh secara emosional, sosial, dan bertanggung jawab.

Kegiatan ditutup dengan pesan bahwa anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna, melainkan orang tua yang hadir, mau belajar, mendengarkan, memberi batasan, dan menjadi teladan. 

“Perubahan besar dalam keluarga bisa dimulai dari satu respons kecil yang berbeda,” tutup Bunda Lili.

(Wawan Hermawanto)