27.4 C
Bogor
Wednesday, September 30, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Warga Tolak Peternakan Ayam Broiler di Jasinga, Satpol PP Pasang PPNS Line

0

Jasinga l Jurnal Bogor
‎‎Puluhan warga  dan LSM Gerakan Nasional Pajajaran (Genpar)  menggelar  aksi protes penolakan  keberadaan peternakan ayam pedaging atau broiler di Kampung Cikidung, Desa Koleang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Selasa (29/9/2026).‎

‎Sejumlah pengunjuk rasa menyatakan keberatannya berdirinya bangunan ternak ayam tersebut. Bahkan petugas Pol PP melakukan penyegelan lokasi peternakan dengan memasang PPNS Line.‎

‎Ketua Umum LSM Genpar, Sambas Alamsyah mengatakan, aksi penolakan ini dilakukan lantaran warga menemukan adanya ketidaksesuaian dengan dokumen perizinan yang dimiliki pemilik peternakan tersebut.‎

‎”Kami tidak sedang menuduh atau menghakimi pihak manapun. Kami mempertanyakan legalitasnya. Kalau semua dokumen benar dan sesuai, silakan dibuktikan secara terbuka,” ujar Sambas dalam aksi tersebut.‎

‎”Tetapi kalau terdapat ketidaksesuaian antara dokumen dengan kegiatan faktual di lapangan, pemerintah wajib melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan sesuai ketentuan,” sambungnya.‎

‎‎Menurut Sambas, salah satu hal yang dipertanyakan adalah adanya dokumen persetujuan atau izin lingkungan warga yang mencantumkan tanda tangan pejabat kepala desa sebelumnya.‎

‎Pihaknya mempertanyakan waktu penerbitan serta proses pembuatan dokumen tersebut karena dinilai perlu disesuaikan dengan periode jabatan pejabat yang tercantum.‎

‎Persoalan lain yang menjadi sorotan adalah dugaan ketidaksesuaian antara peruntukan sejumlah dokumen dengan kegiatan yang berlangsung di lapangan.‎

‎Sambas menyebutkan, dokumen seperti UKL-UPL, IPPT dan Persetujuan Standar Teknis Penanganan Dampak Lalu Lintas Bangkitan Rendah, mencantumkan kegiatan pengolahan dan pengawetan daging unggas.‎

‎Sedangkan kondisi faktual di lokasi saat ini merupakan kegiatan budidaya ayam pedaging atau broiler.‎

‎”Ini yang harus dijelaskan. Apakah izin pengolahan dan pengawetan daging unggas tersebut memang mencakup kegiatan budidaya ayam broiler? Kalau memang mencakup, tunjukkan dasar hukumnya. Kalau tidak, berarti harus ada pemeriksaan terhadap kesesuaian kegiatan dengan perizinannya,” tegas Sambas.‎

‎Di tempat yang sama, PPNS Satpol PP Kabupaten Bogor, R Agung Wijaya membenarkan bahwa pihaknya telah memasang garis PPNS di lokasi peternakan ayam broiler di Kampung Cikidung, Desa Koleang, Jasinga.‎

‎Penyegelan ini menyusul temuan terkait sejumlah dokumen perizinan yang tidak sesuai, termasuk belum adanya dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) pada bangunan peternakan tersebut.‎

‎”Setelah ini kami panggil yang bersangkutan (pemilik) untuk pemeriksaan lebih lanjut. Untuk saat ini kegiatan peternakan dihentikan sementara,” tutupnya. ‎

(Arip Ekon)

‎

‎

Petugas Gabungan Sidak Kawasan Ciurug, Aktivitas PETI Jadi Sasaran Pengawasan

0

Nanggung l Jurnal Bogor ‎
‎Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menjadi sasaran pengawasan setelah PT Aneka Tambang  Tbk, UBPE Pongkor dan petugas gabungan menggelar inspeksi mendadak (sidak), Selasa (29/9/2026).‎

‎Sidak terpadu di kawasan Ciurug, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor itu menyasar aktivitas PETI yang masih berada di sekitar wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Antam UBPE Pongkor.‎

‎Sidak dilakukan sebagai langkah pengawasan sekaligus penertiban terhadap aktivitas pertambangan yang tidak sesuai dengan ketentuan.‎

‎Dalam pelaksanaannya, Antam UBPE Pongkor melibatkan berbagai unsur terkait, mulai dari BKO Polda Jawa Barat, jajaran Polsek Nanggung yang dipimpin Kapolsek Nanggung AKP Ano Junaedi, S.H., M.H., perwakilan Koramil Nanggung, serta sejumlah stakeholder lainnya.‎

‎Java Region, CSR & Sub Division Head PT Antam UBPE Pongkor, Agustinus Toko Susetio, turut hadir dalam kegiatan tersebut. ‎Tim gabungan kemudian melakukan pemeriksaan dan pemantauan di sejumlah titik yang menjadi sasaran operasi di kawasan Ciurug.‎

‎Sidak terpadu ini menjadi bagian dari sinergi antara pihak perusahaan, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan dalam menjaga kawasan pertambangan agar tetap aman dan tertib.‎

‎Pengawasan tersebut juga dilakukan sebagai upaya mencegah masuknya aktivitas pertambangan tanpa izin yang berpotensi mengganggu keamanan serta kelestarian kawasan.‎

‎Kapolsek Nanggung AKP Ano Junaedi, S.H., M.H., mengatakan pihak kepolisian siap memberikan dukungan pengamanan selama kegiatan berlangsung.‎

‎“Intinya, kami dari kepolisian tentunya siap melaksanakan backup pengamanan. Untuk arah dan tujuan secara teknis nanti akan disampaikan oleh Pak Korkam,” ujar AKP Ano Junaedi.‎

‎Menurutnya, kegiatan sidak tersebut dilaksanakan selama satu hari dengan tujuan memberikan efek kejut atau shock therapy bagi para Penambang Emas Tanpa Izin atau Gurandil  yang masih mencoba masuk dan melakukan aktivitas di wilayah IUP PT Antam UBPE Pongkor.‎

‎Ia berharap kegiatan pengawasan tersebut dapat menekan aktivitas pertambangan tanpa izin serta menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar kawasan pertambangan.‎

‎“Dengan adanya kegiatan operasi ini, kita berharap bisa meminimalisir kegiatan mereka (gurandil), sehingga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah pertambangan tetap terjaga,” ujarnya.‎

‎Java Region, CSR & Sub Division Head PT Antam UBPE Pongkor, Agustinus Toko Susetio mengatakan, pelaksanaan sidak terpadu ini menjadi salah satu langkah lanjutan dalam memperkuat pengawasan kawasan IUP PT Antam UBPE Pongkor.‎

‎Selain melakukan penertiban, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk upaya bersama untuk memberikan pemahaman bahwa aktivitas pertambangan tanpa izin merupakan persoalan yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan.‎

‎“Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga kawasan pertambangan Pongkor agar tetap aman, tertib, dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Pengawasan akan terus dilakukan melalui koordinasi antara perusahaan, aparat keamanan, serta stakeholder terkait,” tutupnya. ‎

(Arip Ekon)

Konflik Lahan Memanas, Sentul City Dilaporkan ke Polda Jabar

0

Bogor | Jurnal Bogor

Perseteruan antara pemilik lahan di kawasan Palm Boko, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, dengan PT Sentul City memasuki babak baru. Kuasa hukum pemilik lahan, Damai Hari Lubis (DHL), resmi melaporkan perusahaan tersebut ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat atas dugaan pemerasan, ancaman, serta penyerobotan dan perusakan lahan.

Laporan itu dilayangkan menyusul dugaan penyerobotan lahan milik Ozzy Sudiro di Blok 025 Kampung Cikeas, RT 02/RW 10, Desa Bojong Koneng, yang disebut dilakukan menggunakan alat berat atas perintah PT Sentul City sejak Kamis (17/9/2026).

Damai Hari Lubis mengatakan, langkah hukum ditempuh agar sengketa kepemilikan lahan diselesaikan melalui mekanisme hukum, bukan melalui tekanan atau negosiasi sepihak.

“Sebagai warga negara yang taat hukum, pelaporan polisi telah kami tempuh di Ditreskrimum Kepolisian Daerah Jawa Barat. Jadi, beradu bukti nanti di pengadilan, bukan di meja tim legal Sentul City,” kata DHL, Selasa (29/9/2026).

Pelaporan yang dilakukan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sentul (FORMAS) itu juga disertai permintaan agar aparat penegak hukum mengusut dugaan penyerobotan lahan dan ancaman yang disebut dialami masyarakat.

DHL menegaskan, laporan tersebut mencakup dugaan pemerasan yang disertai ancaman, serta penyerobotan dan perusakan lahan milik warga.
“Jadi, pelaporannya soal adanya upaya pemerasan disertai ancaman dan penyerobotan/perusakan lahan milik masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, kuasa pengelolaan lahan Palm Boko, Pepen Efendi, menyebut laporan dugaan pemerasan dan perusakan lahan yang dipercayakan kepadanya telah diterima Ditreskrimum Polda Jabar.

Menurut Pepen, laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/1765/IX/2026/SPKT/Polda Jabar tertanggal 19 September 2026. Laporan itu juga disebut telah ditindaklanjuti dengan penerbitan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) bernomor 1375.

“Tanggal 30 September ini saya akan sertakan semua bukti-bukti berkaitan dengan perkara tersebut kepada jajaran Ditkrimum Polda Jabar,” ungkap Pepen.

Pemilik lahan, Ozzy Sudiro, mengatakan polemik yang mencuat ke publik membuat sejumlah warga lain yang mengaku mengalami persoalan serupa dengan PT Sentul City mulai menyampaikan pengalaman mereka.

Menurut Ozzy, warga tersebut menyatakan siap memperjuangkan hak atas lahan masing-masing. Ia juga menuding terdapat pola tekanan terhadap masyarakat yang dikaitkan dengan pembayaran atas lahan.

“Banyak yang kemudian menyampaikan fakta-fakta yang terjadi kepada kami. Jadi, pola mereka itu seperti memeras masyarakat. Kalau tidak membayar, ya buldoser yang turun,” papar Ozzy.

Ozzy juga menolak ajakan tim legal PT Sentul City untuk datang ke kantor perusahaan guna membahas persoalan tersebut.

Ia menilai pendekatan yang dilakukan perusahaan terhadap dirinya tidak mencerminkan hubungan yang setara antara pemilik lahan dan pihak perusahaan.

“Mereka pikir mereka siapa, datang tak diundang, main serobot dan merusak lahan milik orang lain, lalu seenaknya suruh kami datang menghadap,” ujarnya.

Ozzy turut melontarkan kritik terhadap pihak-pihak yang menurutnya terlibat dalam konflik tersebut. Ia menuding adanya upaya mengadu domba masyarakat dengan melibatkan sejumlah pihak, mulai dari tokoh masyarakat hingga aparat dan perangkat desa.

Sebelumnya, PT Sentul City melalui tim legal menyatakan terbuka untuk berdialog dan melakukan pencocokan data dengan pihak yang merasa keberatan atas aktivitas perusahaan di lokasi tersebut.

Perusahaan juga menyebut memiliki basis data aset serta dokumen yang berkaitan dengan kepemilikan dan riwayat penguasaan lahan sebagai dasar aktivitasnya.

Tim Legal PT Sentul City Tbk, Farhan, mengatakan perusahaan bersedia melakukan verifikasi bersama Ozzy Sudiro maupun kuasa hukumnya.

“Kami sangat terbuka kepada Saudara Ozzy maupun kuasa hukumnya untuk duduk bersama, berkomunikasi, dan berdiskusi secara konstruktif. Perusahaan memiliki basis data dan kelengkapan berkas atas dasar penyelesaian yang sah sejak lama,” ujar Farhan dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).

Menurut Farhan, pencocokan dokumen secara langsung diperlukan agar persoalan dapat ditelaah berdasarkan data dan fakta hukum yang dimiliki masing-masing pihak.

Ia juga mengimbau seluruh pihak mengedepankan iktikad baik dan menempuh proses klarifikasi melalui mekanisme yang terbuka.

” Tidak perlu ragu, tinggal datang saja kepada kami untuk saling kroscek data secara transparan,” kata Farhan.

Di tengah polemik tersebut, aktivitas alat berat di lokasi masih terpantau berlangsung. Sejumlah dump truk juga terlihat hilir mudik mengangkut tanah dari kawasan Cijayanti menuju lokasi.

Seorang warga setempat menyebut aktivitas pengangkutan tanah telah berlangsung sejak Minggu. Ia mengaku melihat puluhan truk mengangkut tanah dari kawasan Cijayanti.

“Pengangkutan tanah sejak hari Minggu, ada puluhan truk angkut tanah dari Cijayanti dibawa ke sini,” ujar warga tersebut.

** Fredy Kristianto

Batulayang, Mengubah Tempat Sampah Jadi Tempat Wisata

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Bale Iyuh dan Lembah Jami, di Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, kini bertransformasi menjadi destinasi wisata air sekaligus pusat kegiatan sosial masyarakat. Keunikan tempat ini bukan hanya pada pemandangan alamnya, melainkan sistem pengelolaan yang menggabungkan pelestarian lingkungan, partisipasi warga, dan penguatan ekonomi desa.

Pengelolaan kawasan ini menerapkan prinsip sistem multi tugas tanpa limbah (zero wasted). Setiap pengurus harian Bale Iyuh dan Lembah Jami memiliki peran aktif memungut sampah di aliran sungai serta mensterilkan seluruh area wisata. Langkah ini difokuskan untuk menjaga kelestarian ekosistem Sungai Ciliwung agar tidak dijadikan tempat pembuangan sampah sembarangan.

Tidak ada tiket masuk resmi yang dipungut di Bale Iyuh maupun Lembah Jami. Namun, setiap pengunjung yang berbelanja di warung usaha mikro kecil menengah (UMKM) warga atau menyewa saung istirahat, secara otomatis turut berkontribusi dalam amal jariah untuk pemeliharaan kawasan dan kepentingan bersama.

Bertepatan dengan peringatan Hari Sungai Sedunia, Pemerintah Desa Batulayang bersama seluruh elemen masyarakat menggelar aksi bersih sungai dan pungut sampah di sepanjang aliran Sungai Ciliwung yang melintasi Lembah Jami dan Bale Iyuh.

Saat ditemui langsung di lokasi kegiatan, Kepala Desa Batulayang, H. Iwan Setiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata tanggung jawab bersama terhadap lingkungan sekaligus upaya memperkokoh potensi wisata desa.

“Hari ini kita berkumpul di sini, bukan hanya untuk memungut sampah sekali lalu pergi. Kita tanam kesadaran bahwa Sungai Ciliwung ini adalah milik kita, sumber kehidupan kita. Jika kita jaga sungainya, sungai yang akan menjaga kita. Aksi ini sekaligus memperkuat fondasi destinasi wisata air desa yang ramah lingkungan, yang dikelola oleh warga, untuk kesejahteraan warga sendiri. Saya sangat mengapresiasi semangat pengurus, tokoh agama, RT/RW, dan seluruh warga yang turun langsung. Mari kita pertahankan kebersamaan ini agar Batulayang tetap asri, bersih, dan berkembang,” ujar H. Iwan di tengah kegiatan.

Salah satu pengurus Bale Iyuh, Udin sekaligus sebagai ketua RT 01 RW 02 menyampaikan harapan yang melandasi semangat pengelolaan kawasan ini.

“Alam bersih terjaga, amal jariah berjalan, ekonomi hidup, dan kebersamaan warga semakin kuat. Itulah cita-cita Bale Iyuh dan Lembah Jami yang perlahan mendapat dukungan dari tokoh agama, para ketua RT/RW, hingga pemerintah desa. Semakin banyak yang bergandengan tangan, semakin ringan beban menjaga lingkungan ini,” ungkap Udin.

Dengan semangat sosial untuk sosial, Bale Iyuh dan Lembah Jami kini menjadi contoh nyata bagaimana sebuah destinasi wisata tidak hanya mendatangkan keuntungan materi semata, melainkan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.

Ke depannya, pengurus dan pemerintah desa berkomitmen terus menjaga kebersihan kawasan serta memperluas partisipasi warga agar manfaat kehadiran wisata alam ini dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Batulayang.

(Dadang Supriatna)

BBC Seri-2, Atlet Binaraga Adu Prestasi

0

Bogor | Jurnal Bogor – Waroeng Atmosfer kembali menggelar Bogor Body Contest (BBC) Seri-2 di Taman Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (27/9/2026).

Ajang kompetisi kebugaran dan binaraga tersebut diikuti sebanyak 67 peserta yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Bogor, Depok, Sukabumi, Jakarta, Citereup, Tangerang, Cikarang, Cirebon, Brebes, Bandung hingga Cianjur.

Ketua Panitia Bogor Body Contest Seri-2, Agus Supriyatna, mengatakan, pada gelaran kali ini terdapat dua kategori yang dipertandingkan, yakni Beginer dan Super Beginer.

“Untuk kategori Beginer diikuti 20 peserta, sedangkan Super Beginer sebanyak 47 peserta. Tahun depan kami berencana menggelar event yang lebih besar lagi,” ujar Agus.

Ia berharap Bogor Body Contest dapat menjadi wadah bagi para penggemar olahraga kebugaran untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus memotivasi masyarakat agar semakin tertarik menjalani pola hidup sehat.

Sementara itu, Franky Oi, peserta asal Kabupaten Bogor yang berhasil meraih juara pertama kategori Beginer, mengaku bangga dapat mengikuti Bogor Body Contest Seri-2.

“Saya sangat bangga dengan adanya kontes yang diselenggarakan BBC Seri-2 ini. Semoga ke depannya acara seperti ini bisa terus diagendakan,” katanya.

Bogor Body Contes Seri-2 sukses digelar
Foto : Yudi

Hal senada disampaikan Galang Bagas, peserta asal Badung yang berhasil meraih juara pertama kategori Super Beginer. Ia mengatakan, prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras dan dukungan keluarga.

“Kerja keras akhirnya membuahkan hasil yang maksimal. Saya juga tidak lupa berterima kasih atas dukungan dan motivasi dari istri serta keluarga, sehingga akhirnya bisa meraih juara pertama di kelas Super Beginer,” ungkapnya.

Dalam kompetisi tersebut, panitia juga menyiapkan hadiah uang tunai bagi para peserta yang berhasil meraih juara. Untuk kategori Beginer, hadiah berada di kisaran Rp1,5 juta hingga Rp3 juta, sedangkan kategori Super Beginer mendapatkan hadiah Rp1 juta hingga Rp2,5 juta. Panitia juga memberikan hadiah bagi peserta yang masuk dalam sepuluh terbaik.

Gelaran Bogor Body Contest Seri-2 mengusung semangat “Strong Body, Strong Mind, Strong Together”, sebagai pesan bahwa kekuatan fisik, mental, dan kebersamaan menjadi bagian penting dalam membangun budaya olahraga dan hidup sehat.

Panitia berharap gelaran berikutnya dapat dikemas lebih besar dan menjangkau lebih banyak peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Yudi

Sengketa SPPG Savira, Pepen Firdaus Siap Gugat Balik

0

Bogor | Jurnal Bogor

Perselisihan pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Savira Rangga Mekar, Kota Bogor, memasuki babak baru setelah bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Bogor.

Pihak Pepen Firdaus melalui kuasa hukumnya menyatakan siap menghadapi gugatan sekaligus menyiapkan sejumlah langkah hukum terhadap penggugat, Kawitan Budi Santoso.

Sidang perdana perkara yang berkaitan dengan pemutusan kerja sama pengelolaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut telah digelar pada Rabu (23/9/2026).

Kuasa hukum Pepen Firdaus, Dr. Agus Wurianto, mengatakan pihaknya memiliki pandangan berbeda mengenai akar persoalan sengketa tersebut. Menurut dia, konflik tidak sekadar menyangkut pemutusan kontrak, tetapi juga berkaitan dengan modal usaha, kepemilikan aset, administrasi, hingga mekanisme pengelolaan dapur.

Agus menegaskan, seluruh modal dan kebutuhan operasional SPPG Savira Rangga Mekar berasal dari investor, Evi Sinta. Sementara itu, Budi Santoso disebut berperan sebagai koordinator operasional.

“Seluruh peralatan, biaya, dan SDM, 100 persen milik investor, Ibu Evi Sinta. Saudara Budi sepeser pun tidak mengeluarkan modal kerja. Posisi dia murni pekerja atau koordinator yang diberikan SK,” ujar Agus kepada wartawan, Jumat (25/9/2026).

Ia menjelaskan, terdapat empat dapur SPPG yang pengelolaannya didukung investor yang sama, termasuk SPPG Savira Rangga Mekar. Dalam struktur tersebut, Budi disebut bertanggung jawab menjalankan fungsi operasional dan administrasi.
Namun, seiring berjalannya waktu, investor melakukan evaluasi terhadap pengelolaan dapur.

Dari evaluasi tersebut, Agus mengklaim ditemukan sejumlah persoalan terkait pengawasan, administrasi, laporan pertanggungjawaban, hingga pengelolaan rekening transaksi.

Menurutnya, pihak investor kemudian meminta Budi menyampaikan laporan pertanggungjawaban dan memberikan sejumlah peringatan sebelum akhirnya mencabut mandat pengelolaannya.

“Ini ibarat kasus nominee yang hendak dicaplok. Dalam kacamata hukum, ada indikasi penggelapan. Kami sudah berulang kali menyampaikan peringatan tertulis dan meminta laporan pertanggungjawaban, namun tidak pernah dipenuhi hingga akhirnya mandatnya kami cabut,” katanya.

Agus menegaskan, dugaan tersebut merupakan bagian dari dalil hukum pihaknya yang masih harus dibuktikan melalui proses hukum.

Ia juga meluruskan posisi Pepen Firdaus dalam sengketa tersebut. Menurut Agus, PF menjalankan perannya secara pribadi dan profesional untuk mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi.
Ia membantah konflik pengelolaan SPPG tersebut berkaitan dengan jabatan maupun afiliasi politik Pepen Firdaus.

“Sangat tidak adil jika masalah perjanjian perdata ini ditarik ke ranah politik atau menyerang kehormatan personal dalam jabatan. Perjanjian tersebut murni hubungan kerja sama pengelolaan,” ujarnya.

Untuk memperjelas kedudukan hukum pihak-pihak yang berkaitan dengan pengelolaan SPPG, Agus menyebut timnya akan mengajukan diri sebagai Tergugat Intervensi dalam perkara yang diajukan Budi.

Langkah tersebut dinilai perlu agar pihaknya dapat menyampaikan dokumen dan bukti secara langsung di hadapan majelis hakim.
Siapkan Gugatan Wanprestasi dan PMH
Selain menghadapi gugatan yang telah berjalan, pihak Pepen Firdaus juga menyiapkan langkah hukum terhadap Budi Santoso.

Agus mengatakan, pihaknya telah mendaftarkan gugatan wanprestasi dengan jadwal sidang perdana pada 7 Oktober 2026.

“Selain gugatan wanprestasi, kami juga sedang menyusun gugatan perbuatan melawan hukum, termasuk terkait kerugian materiil dan imateriil,” katanya.

Tak hanya melalui jalur perdata, pihaknya mengaku tengah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum terkait dugaan tindak pidana yang mereka kaitkan dengan sengketa tersebut.
Agus menyebut komunikasi telah dilakukan dengan kepolisian dan kejaksaan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa dugaan tersebut masih harus melalui mekanisme hukum dan pembuktian sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelum sengketa bergulir ke pengadilan, kedua pihak disebut sempat menempuh upaya penyelesaian secara kekeluargaan.
Agus mengatakan, pertemuan mediasi berlangsung pada 14 Agustus 2026. Dalam pertemuan itu, menurut dia, kedua pihak sempat mencapai kesepakatan yang memungkinkan Budi kembali bekerja di SPPG Savira Rangga Mekar.
Namun, Agus mengklaim Budi kemudian tidak menjalankan kesepakatan tersebut dan mengubah isi kesepakatan yang telah dibuat.

Pihaknya juga mengaku telah menyiapkan sejumlah dokumen untuk mendukung dalil hukum dalam persidangan, mulai dari perjanjian kerja sama, dokumen pencabutan mandat, bukti pembayaran, hingga dokumen terkait pengelolaan SPPG.

Agus turut menyinggung adanya dokumen pinjaman senilai Rp85 juta yang disebut berkaitan dengan Budi. Namun, ia menegaskan persoalan pinjaman tersebut harus dipisahkan dari modal pengelolaan dapur SPPG.

“Jadi bedakan pada saat pinjam uang itu dengan proses dapur. Peralatan itu tidak pernah dipakai,” katanya.

** Fredy Kristianto

ITB Dewantara Wisuda 121 Sarjana dan Cetak 18 Entrepreneur Baru

0

Bogor | Jurnal Bogor — Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara kembali mencetak lulusan baru. Sebanyak 121 mahasiswa Program Studi S1 Manajemen resmi menyandang gelar sarjana dalam Wisuda Sarjana Manajemen ke-XX Tahun Akademik 2025/2026 di IPB International Convention Center (IICC) Bogor, Sabtu (26/9/2026).

Yang menarik, 18 dari 121 wisudawan telah menjadi entrepreneur dan menjalankan berbagai usaha, mulai dari kuliner, kedai kopi, perdagangan, bisnis pakaian, penjualan ikan segar hingga bisnis online.

Capaian ini menunjukkan bahwa lulusan ITB Dewantara tidak hanya dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga didorong untuk berani membangun usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Kami bangga karena dari lulusan ITB Dewantara terdapat entrepreneur-entrepreneur baru. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berpikir untuk mencari pekerjaan, tetapi juga mulai berani menciptakan pekerjaan dan membuka peluang bagi orang lain,” kata Rektor ITB Dewantara, Dr. Yasnimar Ilyas, Sabtu (26/9/2026).

Ada cerita menarik lainnya dalam wisuda kali ini. Sebanyak 23 pegawai BPMPP Ciawi berhasil meraih gelar sarjana melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Program RPL memberikan kesempatan bagi masyarakat dan pekerja yang telah memiliki pengalaman serta pembelajaran sebelumnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan mengakui kompetensi yang telah dimiliki sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala BPMPP Ciawi, Sukim Supandai, S.Sos., MM, mengapresiasi kerja sama dengan ITB Dewantara yang telah memberikan kesempatan kepada para pegawainya untuk meningkatkan pendidikan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada ITB Dewantara yang telah memberikan kesempatan kepada pegawai kami untuk melanjutkan pendidikan. Hari ini 23 pegawai kami telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan mendapatkan gelar sarjana,” ujar Sukim.

Menurutnya, pendidikan yang ditempuh diharapkan tidak berhenti pada pencapaian gelar, tetapi juga meningkatkan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia.

Rektor ITB Dewantara, Dr. Yasnimar Ilyas, mengingatkan para wisudawan bahwa gelar sarjana merupakan awal untuk mengimplementasikan ilmu di tengah masyarakat.

“Hari ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi merupakan awal dari perjalanan baru. Ilmu, pengalaman dan nilai-nilai yang diperoleh selama kuliah harus dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata, baik di dunia kerja, dunia usaha maupun dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ujarnya.

Wisuda September 2026 juga menjadi wisuda kedua ITB Dewantara sepanjang tahun ini, setelah sebelumnya digelar pada Februari 2026.

Tak hanya berlangsung khidmat, prosesi wisuda juga dikemas dengan nuansa budaya dan kebersamaan.

Mahasiswa ITB Dewantara menampilkan tari daerah khas Nias dan tari Jaipong khas Jawa Barat yang mendapat perhatian para tamu undangan.

Suasana semakin meriah ketika seluruh wisudawan memainkan angklung bersama, menciptakan momen kebersamaan sekaligus menghibur para undangan yang hadir.

Sementara itu, salah satu wisudawan, Murdi, mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan hingga tahap wisuda.

“Saya sangat bersyukur dan bahagia akhirnya bisa sampai pada tahap wisuda. Perjalanan selama kuliah tentu memiliki banyak tantangan, tetapi dukungan dari keluarga, dosen dan teman-teman membuat saya mampu menyelesaikan pendidikan ini,” ungkap Murdi.

Wisuda ini juga meluluskan 9 mahasiswa beasiswa KIP dari Pemerintah dan belasan beasiswa dari Yayasan Dewantara.

Melalui wisuda ini, ITB Dewantara kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada gelar akademik, tetapi juga mendorong kompetensi, kewirausahaan, kemandirian dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

(Wawan Hermawanto)

Jumat Berkah dari Bapak dan Ibu Bupati Bogor, RSUD R.Moh.Noh Nur Bagikan Makanan ke Penunggu Pasien

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang kembali menerima kunjungan dan perhatian khusus melalui kegiatan “Jum’at Berkah” dari Bapak Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dan Ibu Bupati Bogor, Eva Marthiana, yang hadir di RSUD R. Moh. Noh Nur pada Jumat, 25 September 2026 . Kegiatan ini diisi dengan pembagian makanan kepada para penunggu pasien.

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial dan perhatian kepada masyarakat yang sedang mendampingi anggota keluarganya menjalani perawatan di rumah sakit . Kehadiran dan bantuan yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat serta menjadi penyemangat bagi para penunggu pasien .

“Diharapkan kegiatan berbagi ini dapat memberikan manfaat serta menjadi penyemangat bagi para penunggu pasien.”

Testimoni dan Kesan Keluarga Pasien
Penyaluran bantuan makanan melalui program Jum’at Berkah ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh para pasien dan keluarga pendamping di lingkungan RSUD R. Moh. Noh Nur. Berikut adalah beberapa testimoni dan tanggapan dari keluarga pasien:

1. Cacang Hasanudin
“Terimakasih nasi boxnya, Alhamdulillah berkah”

2. Muhamad Alfatih Iskandar
“Makasih nasi boxnya, berkah selalu”

3. Izyan Nataprawira Jumala
“Alhamdulillah enak isi nasi boxnya, semoga lancar dan berkah”


Wujud Kepedulian Nyata bagi Keluarga Pasien
Kehadiran dan perhatian langsung dari jajaran pimpinan tertinggi Kabupaten Bogor ini semakin mempererat hubungan harmonis antara pemerintah daerah, manajemen rumah sakit, dan masyarakat luas dalam memberikan pelayanan yang berorientasi pada kepedulian sosial.

(yev/cc)

Pekebun Sawit Banten Diperkuat Kemampuan Kelola Keuangan dan Usaha

0

Serang | Jurnal Bogor – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian memperkuat kapasitas pekebun sawit melalui Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan sebagai bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP).

Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan Angkatan I tersebut berlangsung pada 17–22 September 2026 di Kota Serang, Provinsi Banten, dan diikuti 30 peserta yang terdiri atas 27 laki-laki dan tiga perempuan.

Pelatihan dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekebun dalam mengelola usaha perkebunan secara lebih tertib, profesional, dan berkelanjutan. Penguatan kemampuan manajerial dan administrasi keuangan dinilai penting agar pekebun tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga dapat mengelola hasil usaha secara efektif.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengembangan sektor perkebunan perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pekebun yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai akan lebih siap mengelola usaha secara produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mendorong penguatan kompetensi pekebun melalui program pengembangan SDM perkebunan. Kemampuan manajerial, termasuk dalam administrasi dan pengelolaan keuangan, menjadi salah satu bekal penting dalam membangun usaha perkebunan yang lebih terencana.

Kolaborasi BPDP dan BBPMKP menjadi bagian dari upaya memperluas akses peningkatan kompetensi bagi pekebun di berbagai daerah. Melalui pelatihan yang terstruktur, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga dibekali kemampuan dalam mengelola aspek administrasi, produksi, dan keuangan usaha.

Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, mengatakan bahwa peningkatan kompetensi pekebun perlu mencakup kemampuan mengelola usaha secara menyeluruh.

“Pekebun diharapkan mampu mengelola keuangan hasil usahanya secara tertib, sehingga pendapatan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha perkebunan,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pembukuan dan administrasi keuangan, pengelolaan kredit dan simpan pinjam, penyusunan proposal usaha, serta penerapan prinsip manajemen keuangan dalam kegiatan usaha. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan transaksi, perencanaan keuangan, hingga pengelolaan pendapatan dan pengeluaran usaha.

Selain aspek keuangan, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengelolaan dan administrasi produksi, mekanisme serta tata kelola kegiatan usaha, dan materi pendukung lainnya. Pembelajaran diarahkan untuk membangun pemahaman yang utuh mengenai pengelolaan usaha perkebunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, administrasi, hingga evaluasi usaha.

Melalui pelatihan ini, pekebun diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kegiatan usaha di lapangan. Penguatan kompetensi tersebut diharapkan dapat mendorong pengelolaan usaha perkebunan yang lebih tertib, efisien, profesional, dan berorientasi pada pengembangan usaha serta peningkatan kesejahteraan pekebun.

(Restu/BBPMKP)

BPDP dan UPT Pelatihan Kementan Perkuat Kelembagaan Pekebun Sawit Sumatera Barat

0

Padang | Jurnal Bogor – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP).

Penguatan kapasitas tersebut dilakukan melalui Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun Angkatan I bagi pekebun dari Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan berlangsung pada 17–22 September 2026 di Kota Padang.

Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan yang terdiri atas 20 laki-laki dan 10 perempuan. Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran pekebun mengenai pentingnya kebersamaan dalam kelompok, kemampuan mengaktifkan kelompok, membangun kemitraan dalam mengelola usaha, serta mengembangkan jejaring kerja sama.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengembangan sektor perkebunan membutuhkan dukungan SDM yang kompeten dan kelembagaan pekebun yang kuat. Peningkatan kapasitas SDM menjadi bagian penting dalam mendorong pengelolaan usaha perkebunan yang produktif dan berkelanjutan.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mendorong penguatan kompetensi pekebun melalui program pengembangan SDM perkebunan. Kolaborasi dengan BPDP menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pekebun sekaligus memperkuat kelembagaan di tingkat kelompok.

Tahun 2026 menjadi tahun kelima BPDP mempercayakan peningkatan kompetensi dan kapabilitas SDM perkebunan kepada BBPMKP. Sinergi tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan program pengembangan SDM perkebunan di berbagai daerah, termasuk Provinsi Sumatera Barat.

Sementara itu, Kepala BBPMKP Sukim Supandi mengatakan pelatihan penumbuhan kebersamaan pekebun dirancang untuk membangun kesadaran peserta mengenai pentingnya bekerja bersama dalam kelompok sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan jejaring dan kemitraan usaha.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mampu menerapkan hasil pembelajaran dalam kelompok maupun kelembagaan pekebun.

Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun memiliki sejumlah tujuan, di antaranya meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kebersamaan dalam kelompok, meningkatkan kemampuan mengaktifkan kelompok, membangun kesadaran mengenai pentingnya kemitraan dalam mengelola usaha, serta meningkatkan kemampuan membangun jejaring kerja sama.

Materi pelatihan disusun berdasarkan kurikulum Penumbuhan Kebersamaan Pekebun yang meliputi peningkatan kesadaran kelompok, kemitraan usaha pekebun, pengelolaan kelompok, membangun jejaring, dinamika kelompok, penguatan penumbuhan kebersamaan pekebun, serta overview dan integrasi.

Selama proses pembelajaran, peserta mendapatkan pendampingan dari praktisi dan fasilitator yang berasal dari Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat, serta BBPMKP.

Melalui kolaborasi BPDP dan BBPMKP, peningkatan kapasitas SDM diharapkan dapat memperkuat kebersamaan dan kelembagaan pekebun, meningkatkan kemampuan membangun kemitraan dan jejaring kerja sama, serta mendukung pengelolaan usaha perkebunan kelapa sawit yang semakin baik.

(Restu/BBPMKP)