Bogor | Jurnal Bogor Arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan pusat Kota Bogor mengalami kepadatan pada Jumat (16/10/2026) malam, bertepatan dengan kedatangan sejumlah pejabat negara ke Istana Kepresidenan Bogor untuk menghadiri pertemuan yang diundang Presiden Prabowo Subianto.
Berdasarkan foto kondisi lalu lintas, antrean kendaraan roda dua dan roda empat terlihat memenuhi ruas jalan pada malam hari. Kepadatan juga terjadi di sekitar Istana Bogor, jalur Sistem Satu Arah (SSA), Kebun Raya Bogor, kawasan Alun-Alun Bogor dan Stasiun Bogor. Situasi ini memperlambat perjalanan masyarakat, terutama pada jam sibuk.
Kemacetan terjadi saat rombongan pejabat ke Istana Bogor
Sejumlah pejabat negara mulai memasuki kawasan Istana Bogor melalui Pintu 3 sekitar pukul 18.00 WIB. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, mengatakan kehadirannya memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto.
”Kita memenuhi undangan Pak Presiden pada malam ini. Ya, saya yakin pasti ada agenda penting,” kata Arif saat ditanya awak media mengenai agenda pertemuan tersebut.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai arahan yang akan disampaikan Presiden, Arif menjawab, “Nanti setelah acara selesai ya.” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa rincian agenda pertemuan belum dijelaskan kepada awak media saat kedatangan para pejabat.
Kedatangan rombongan pejabat yang berlangsung bersamaan dengan tingginya aktivitas kendaraan malam hari menjadi salah satu konteks yang perlu diperhatikan dalam kondisi lalu lintas di pusat Kota Bogor.
Kepadatan kendaraan berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat yang melintasi kawasan pusat kota. Pengendara diimbau untuk memantau informasi lalu lintas terbaru dari pihak berwenang, menjaga jarak aman, serta mengikuti arahan petugas apabila terdapat pengaturan arus kendaraan.
Bogor | Jurnal Bogor Gerai Roti’O yang berlokasi di Jl. Raya Tajur, RT 02/RW 04, Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, dipadati sejumlah pelamar kerja pada Jumat (16/10/2026).
Antrean terlihat hingga ke luar gerai. Para pelamar tampak menunggu giliran sambil membawa dokumen persyaratan, sementara sebagian lainnya berada di dalam gerai untuk mengisi formulir dan mengikuti proses administrasi.
Sejumlah pelamar di gerai Roti’O Tajur
Salah seorang pelamar mengaku telah beberapa kali mencoba melamar pekerjaan di Roti’O. “Melamar ke sini sampai tiga kali,” ujarnya ditemui di lokasi.
Meski telah beberapa kali mencoba, pelamar tersebut tetap kembali mengikuti proses rekrutmen. Hal itu menunjukkan adanya keinginan dan antusiasme untuk mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan tersebut.
Suasana di lokasi terlihat cukup ramai. Para pelamar datang secara bergantian dan mengikuti tahapan yang diarahkan oleh pihak manajemen.
Bogor | Jurnal Bogor Isu dugaan pemukulan yang melibatkan pegawai di lingkungan Kantor Koordinasi Pelaksanaan Gizi (KPPG) Bogor menjadi sorotan setelah peristiwa tersebut beredar di media sosial. Menanggapi kejadian itu, Haidir, S.Si., M.Si., selaku Kepala KPPG Kota Bogor, memberikan klarifikasi mengenai perselisihan yang terjadi pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Haidir menjelaskan bahwa insiden tersebut melibatkan dua orang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) asal Purwakarta. Perselisihan terjadi di halaman luar kantor KPPG Bogor ketika sejumlah pimpinan sedang berada di dalam ruangan untuk mengurus pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dugaan tindak kekerasan terjadi di KPPG Bogor
Menurut Haidir, pihaknya baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar teriakan dari arah halaman kantor. Ia bersama sejumlah pejabat KPPG lainnya kemudian bergegas keluar untuk melerai kedua pihak yang terlibat perselisihan.
Setelah itu, kami langsung bergegas keluar kantor dan ternyata ada dua SPPI dari Purwakarta yang sedang berselisih, ujar Haidir, S.Si., M.Si., selaku Kepala KPPG Kota Bogor, saat memberikan keterangan kepada awak media.
Penyebab Perselisihan Masih Didalami Haidir mengungkapkan bahwa kedua orang yang terlibat dalam insiden tersebut sama-sama merupakan SPPI. Salah satunya diketahui menjabat sebagai kepala dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sedangkan satu orang lainnya tidak sedang memegang atau mengelola dapur.
Keduanya diketahui datang ke kantor KPPG Bogor untuk mengurus keperluan dinas yang berkaitan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Meski demikian, pihak KPPG Bogor masih mendalami penyebab perselisihan tersebut. Haidir mengatakan bahwa hingga saat memberikan keterangan, pihaknya belum dapat memastikan apakah konflik itu bermula dari persoalan pribadi sebelum keduanya datang ke kantor atau terjadi akibat kesalahpahaman di lokasi.
Kami belum mendapatkan kejelasan apakah perselisihan itu merupakan persoalan pribadi yang terjadi sebelum mereka datang ke kantor ataukah kesalahpahaman setelah mereka berada di kantor, jelas Haidir.
KPPG Bogor Koordinasi dengan Pimpinan di Jakarta Menanggapi insiden yang menjadi perhatian publik tersebut, Haidir menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah awal dengan memberikan teguran keras kepada kedua SPPI yang terlibat. Selain itu, KPPG Bogor juga telah berkoordinasi dengan pimpinan di Jakarta untuk memperoleh arahan terkait tindak lanjut dan kemungkinan pemberian sanksi kepada pihak yang terlibat.
Kantor KPPG Bogor
Sebagai Kepala KPPG Kota Bogor, Haidir menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan di lingkungan kerja maupun dalam pelaksanaan tugas. “Kami dari KPPG Bogor ingin menegaskan bahwa KPPG Bogor tidak menoleransi segala bentuk kekerasan, sekecil apa pun. Semua kesalahan tentu ada konsekuensinya,” tegas Haidir, S.Si., M.Si.
Kedua Pihak Disebut Telah Berdamai Pasca-kejadian tersebut, Haidir menyampaikan bahwa kedua SPPI telah berdamai dan kembali ke Purwakarta.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan serta masyarakat Indonesia atas kegaduhan yang timbul akibat peristiwa tersebut. Menurut Haidir, kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi bagi KPPG Bogor untuk meningkatkan pengawasan dan memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis menjaga sikap profesional.
KPPG Bogor juga menyatakan akan melakukan pengawasan terhadap seluruh dapur SPPG, termasuk yang berada di wilayah Purwakarta, guna memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik.
Hingga kini, penyebab pasti perselisihan tersebut masih dalam pendalaman, sementara tindak lanjut terkait sanksi terhadap pihak yang terlibat menunggu arahan dari pimpinan terkait.
Cisarua | Jurnal Bogor Sesuai target di tahun 2026 ini, pekerjaaan yang ditangani TNI, Korem Kabupaten Bogor mulai dilaksanakan. Dengan menggunakan satu unit alat berat, pembukaan dimulai dari wilayah Desa Citeko. Jalan sepanjang kurang lebih 5 kilometer dengan lebar 6 meter tersebut menggunakan lahan PTPN Regional 1 dan lahan TNGP, ini akan menjadi satu satunya jalan alternatif yang dinilai cukup ideal.
Kepala DPU JJ Wilayah Ciawi, Heru Haerudin mengatakan, secara teknis dibukanya jalan tersebut untuk mengurai kemacetan di jalan Puncak.
“Untuk pembukaan jalan yang dimulai Citeko, Kecamatan Cisarua dan tembus ke Cihanjawar, Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, secara teknis kita yang melakukan penanganannya. Badan jalan yang memiliki lebar 6 meter dan panjang 5000 meter, itu phisik jalan yang cukup ideal untuk dilintasi kendaraan roda empat dari dua arah, ” tuturnya.
Sementara itu dikatakan Camat Megamendung Ridwan, S. Sos, dimana dirinya merupakan pencetus untuk pembukaan jalan tersebut mengatakan, selain untuk menangani kemacetan di jalan raya Puncak, dibukanya jalan Citeko Cihanjawar merupakan suatu langkah untuk meningkatkan perekonomian masyrakat sekitar dan menumbuhkan sektor dunia pariwisata yang ada di Megamendung juga di Kecamatan Cisarua.
“Kawasan pariwisata harus memiliki infrastruktur yang memadai. Seperti, untuk kelancaran lalu lintas diperlukan kondisi jalan yang nyaman. Apalagi, jalan alternatif Cikopo Selatan ini, merupakan jalan alternatif yang cukup tinggi dilintasi oleh kendaraan wisatawan. Dengan demikian, dibukanya jalan Cihanjawar Citeko, itu akan sangat berdampak positif bagi perekonomian warga dan tempat tempat wisata yang ada di wilayah Puncak,” pungkas camat.
Ciseeng | Jurnal Bogor Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) mengaku tidak diperbolehkan berjualan di sekitar lokasi kegiatan manasik haji anak PAUD sederajat dari Kecamatan Ciseeng yang berlangsung di kawasan Dompet Dhuafa, Jampang, Ciseeng, Kabupaten Bogor, Kamis (15/10/2026).
Salah seorang pedagang mengatakan, pihak Dompet Dhuafa tidak memberikan izin kepada pedagang untuk berjualan selama kegiatan manasik haji berlangsung pada pekan ini. Kondisi tersebut berbeda dengan kegiatan pada pekan sebelumnya.
“Kalau minggu ini tidak diperbolehkan jualan. Katanya, dari pihak Dompet Dhuafa tidak mengizinkan,” ujar salah seorang pedagang.
Pedagang tersebut juga menyampaikan bahwa pada Kamis sebelumnya, 8 Oktober 2026, dirinya masih diperbolehkan berjualan di lokasi tersebut.
“Kalau minggu lalu, Kamis tanggal 8 Oktober, masih boleh jualan. Tapi sekarang tidak boleh,” ungkapnya.
Pedagang Mengaku Tidak Mendapatkan Izin Berjualan Menurut keterangan pedagang, larangan berjualan tersebut hanya terjadi pada kegiatan manasik haji yang digelar pada pekan ini. Sementara itu, pada kegiatan sebelumnya, pedagang masih dapat berjualan di sekitar lokasi.
Kondisi tersebut membuat pedagang tidak dapat berjualan seperti biasanya selama kegiatan berlangsung. Para pedagang berharap adanya kejelasan mengenai aturan berjualan di sekitar lokasi, khususnya ketika terdapat kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah banyak.
Hingga berita ini dibuat, alasan pasti pihak Dompet Dhuafa tidak memberikan izin kepada pedagang untuk berjualan pada kegiatan manasik haji tersebut masih belum diketahui. (Arif Rizky Effendi/mg-uika)
Bogor | Jurnal Bogor Sebuah truk bermuatan tepung dengan berat sekitar 10 ton mengalami kendala saat melintasi tanjakan di kawasan flyover Jalan R.E. Martadinata, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Kamis (15/10/2026) pukul 16.30 WIB. Truk tersebut diduga tidak kuat menanjak akibat kendala pada komponen kopling sehingga kendaraan akhirnya mundur.
Kanit Lantas Bogor Tengah, Iptu Martono, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika truk bermuatan tepung dengan bobot kurang lebih 10 ton melintasi tanjakan di kawasan tersebut.
Menurut Iptu Martono, kendaraan diduga mengalami masalah pada kampas kopling yang kemungkinan sudah menipis. Kondisi tersebut diperkirakan membuat truk kesulitan menanjak ketika membawa muatan berat.
“Awal kejadian, mobil truk tersebut bermuatan tepung kurang lebih 10 ton. Kemungkinan kampas koplingnya sudah tipis, sehingga saat menanjak kendaraan tidak kuat naik karena beban terlalu berat,” jelas Iptu Martono.
Ia menambahkan, akibat kondisi tersebut, truk akhirnya tidak mampu melanjutkan perjalanan menanjak dan bergerak mundur. “Akibatnya, mobil truk tersebut tidak kuat naik dan mundur,” ujarnya.
Diduga Akibat Kendala Teknis dan Beban Muatan Kondisi kendaraan dan berat muatan menjadi dua hal yang perlu diperhatikan ketika kendaraan berat melintasi jalur menanjak.
Kendaraan yang mengalami gangguan pada sistem kopling berpotensi kehilangan kemampuan untuk bergerak maju secara optimal, terutama ketika membawa beban besar. Meski demikian, dugaan mengenai kondisi kampas kopling tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis terhadap kendaraan.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi pengemudi kendaraan angkutan barang untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan sebelum melakukan perjalanan, termasuk memeriksa sistem kopling, rem, dan komponen penting lainnya.
Siti Fatimah Harahap terpilih menjadi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, melalui pemilihan keterwakilan perempuan yang dilaksanakan pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Dalam pemilihan tersebut, tercatat sebanyak 137 pemilih berpartisipasi. Siti Fatimah Harahap memperoleh 28 suara dalam proses pemilihan yang menjadi bagian dari upaya mewujudkan keterwakilan perempuan dalam lembaga permusyawaratan desa.
Terpilihnya Siti Fatimah diharapkan dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk turut menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya kaum perempuan di Desa Cemplang.
Keberadaan keterwakilan perempuan dalam BPD memiliki arti penting dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan desa. Melalui lembaga tersebut, aspirasi warga diharapkan dapat disampaikan dan dibahas dalam forum pemerintahan desa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebagai anggota BPD, Siti Fatimah Harahap diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan musyawarah, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pemerintah desa.
Selain menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, BPD juga memiliki fungsi membahas peraturan desa bersama kepala desa serta melakukan pengawasan terhadap kinerja kepala desa sesuai peraturan perundang-undangan.
Pemilihan yang berlangsung pada 15 Oktober 2026 ini menjadi bagian dari proses penentuan keterwakilan perempuan dalam BPD Desa Cemplang. Ke depan, masyarakat berharap keterwakilan tersebut dapat berkontribusi dalam mendorong pembangunan desa yang partisipatif, transparan, dan memperhatikan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
Dengan terpilihnya Siti Fatimah Harahap, harapan terhadap peningkatan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan di tingkat desa diharapkan semakin terbuka. n-Rahmat Efendi
Bogor | Jurnal Bogor Foodcourt Blok F Trade Center Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor, menawarkan pengalaman kuliner yang unik dengan pemandangan aktivitas kereta api di sekitarnya. Perpaduan antara wisata kuliner dan panorama kereta api menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati hidangan dengan suasana berbeda.
Pada Kamis (15/10/2026), Foodcourt Blok F Pasar Kebon Kembang menyuguhkan beragam pilihan kuliner yang dapat dinikmati pengunjung sembari menyaksikan aktivitas kereta api di sekitar Stasiun Bogor.
Foodcourt Blok F Trade Center Pasar Kebon Kembang
Pemandangan tersebut memberikan pengalaman tersendiri yang membedakan tempat ini dari destinasi kuliner lainnya.
Berlokasi strategis di pusat Kota Bogor, foodcourt ini menjadi pilihan bagi masyarakat untuk menikmati hidangan sekaligus beristirahat. Beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, tempat ini menyediakan beragam pilihan makanan dengan harga yang relatif terjangkau.
Area yang cukup luas juga memberikan keleluasaan bagi pengunjung untuk bersantai, berkumpul bersama teman atau keluarga, serta melepas penat di tengah kesibukan perkotaan.
Irfan, salah seorang pengunjung, menilai bahwa suasana yang ramah dan penataan area yang baik menjadi faktor pendukung kenyamanan saat bersantap. Menurutnya, perpaduan suasana tersebut dengan pemandangan kereta api menciptakan pengalaman kuliner yang menarik.
Ia juga menilai bahwa harga makanan yang relatif terjangkau membuat Foodcourt Blok F Pasar Kebon Kembang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat. Oleh karena itu, ia merekomendasikan tempat ini sebagai salah satu alternatif wisata kuliner di pusat Kota Bogor.
Selain menawarkan beragam pilihan makanan dan pemandangan yang unik, lokasi foodcourt ini juga memiliki akses menuju masjid di kawasan Alun-Alun Kota Bogor. Keberadaan fasilitas tersebut memberikan kemudahan bagi pengunjung yang ingin beribadah di sela-sela kegiatan kuliner.
Keunikan suasana, lokasi yang strategis, serta beragam pilihan makanan menjadikan Foodcourt Blok F Pasar Kebon Kembang memiliki potensi untuk menarik lebih banyak pengunjung, baik dari kalangan masyarakat setempat maupun wisatawan yang datang ke Kota Bogor.
Dengan daya tarik tersebut, Foodcourt Blok F Pasar Kebon Kembang dapat menjadi salah satu alternatif destinasi kuliner bagi masyarakat yang ingin menikmati hidangan sekaligus merasakan suasana khas pusat Kota Bogor dengan pemandangan kereta api.
Ciawi | Jurnal Bogor Kecelakaan mobil jenis Isuzu Elf yang terjun ke sungai di kawasan Ciawi, Kabupaten Bogor, pada Rabu (14/10/2026), menjadi pengingat akan pentingnya memastikan kondisi kendaraan sebelum digunakan. Insiden tersebut diduga dipicu gangguan pada sistem pengereman saat kendaraan melintas di jalan menurun.
Dikutip dari detikNews, kecelakaan terjadi di kawasan Simpang Bendungan, Jalan Raya Ciawi-Gadog menuju Puncak. Kendaraan Elf berwarna merah dengan nomor polisi D-7564-AQ itu dilaporkan melaju dari arah Jalan Pertanian sebelum mengalami kecelakaan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Arif Rahman, menjelaskan bahwa kendaraan diduga mengalami kegagalan fungsi rem ketika berada di lokasi kejadian. Kendaraan tersebut sempat menabrak sebuah mobil Honda BR-V, kemudian menghantam bagian jembatan sebelum akhirnya jatuh ke sungai. Peristiwa itu terjadi ketika kendaraan melintasi jalan yang lurus dan menurun.
Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi Elf berinisial S meninggal dunia setelah mengalami luka berat. Menurut keterangan kepolisian, kendaraan itu tidak membawa penumpang saat kejadian. Polisi juga masih mendalami asal dan tujuan perjalanan kendaraan tersebut.
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan sistem pengereman, terutama pada kendaraan yang melintasi jalan menurun. Kondisi kendaraan perlu dipastikan layak jalan untuk mengurangi risiko kecelakaan. Meski demikian, penyebab pasti insiden ini tetap mengacu pada hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi kendaraan dan situasi jalan sebelum melakukan perjalanan. Pemeriksaan rem, ban, serta komponen penting lainnya menjadi salah satu langkah pencegahan agar perjalanan berlangsung lebih aman.
Bogor | Jurnal Bogor Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (DPUPR) Kota Bogor melakukan pemeliharaan drainase di Jalan Kolonel Enjo, Kedung Badak, Tanah Sareal, Kota Bogor pada Rabu (14/10/2026).
Peningkatan sistem drainase dilakukan pada 12 Oktober 2026 dan pengajuan peningkatan sistem drainase ini sudah diajukan dari tahun 2025 yang baru terealisasikan pada 2026.
Peningkatan sistem drainase ni untuk melancarkan arus air pada musim hujan, serta mencegah terjadinya di area sekitar.
Sistem drainase ini ditingkatkan guna membantu aktivitas warga dan lalu lintas, warga dan Pemerintah Kota Bogor bekerja sama untuk pemeliharaan sistem drainase tersebut.
Peningkatan sistem drainase ini diakui warga sangat bermanfaat untuk menjaga area sekitar dari air yang melimpah dan banjir di daerah tersebut.
“Pengerjaan sistem drainase ini sudah berjalan dari hari Senin 12 Oktober 2026, pengerjaan drainase ini dari pukul 08.00-16.00 WIB,” kata Ketua RT 03 Kedung Badak, Tanah Sareal, Madruji.
Selain Itu, dia menjelaskan dan meminta maaf apabila perjalanan lalu lintas terganggu oleh pengerjaan drainase di area sekitar.
“Dihimbau untuk para pengendara yang berlalu lintas di area tersebut agar tetap berhati-hati saat melintas, dan disarankan menggunakan jalan alternatif agar terhindar dari kemacetan,” harap Madruji.