23 C
Bogor
Monday, April 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Sempat Go International, Sahate Liquid Butuh Intervensi Modal

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kelompok Tani Dewasa (KTD) Sahate yang berlokasi di RW 02, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, pernah mengharumkan nama Kota Bogor di level provinsi.

Hal itu lantaran KTD yang didirikan pada 2023 silam menjadi juara dalam lomba inovasi daerah. Bahkan, program-programnya dijadikan inovasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Selain mendapat juara satu saat lomba ketahanan pangan HUT Bhayangkara.

Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman mengatakan bahwa KTD Sahate juga sempat mendapat bantuan dana stimulan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kementerian Pertanian atas beragam inovasi yang dilakukan. Salah satunya adalah membuat sabun cuci piring bermerk Sahate Liquid dan mencetak bibit sayuran unggul.

“Sambu cuci piring itu sudah diuji laboratorium di Universitas Nusa Bangsa, dan hasilnya masuk dalam kualitas ungg Sempat meledak penjualannya, sampai diekspor ke Filipina,” ujar Hardi kepada wartawan, Minggu (26/4).

Namun, Hardi mengakui saat ini produksi sabun sedikit terkendala modal di tengah permintaan yang mencapai dua hingga tiga ribu botol per sekali produksi.

Meski demikian, prestasi KTD Sahaté telah membawa nama Kota Bogor ke tingkat Provinsi Jawa Barat dan membantu kota meraih juara ketahanan pangan pada HUT Bhayangkara di Senayan.

“Memang butuh intervensi modal dari pemerintah, kami pemerintah kelurahan akan berkoordinasi dengan OPD terkait agar KTD Sahate bisa mendapat bantuan modal. Biaya produksi sekitar Rp3 juta,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Yogya Cimanggu Akui Belum Kantongi SLF

0

Bogor | Jurnal Bogor

Regional Manajer Yogya Bogor, Endang Yudhi, memberikan klarifikasi terkait operasional gerai terbaru yang belum mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Ia mengakui terjadi disinformasi yang diterima pihak manajemen terkait aturan operasional toko di tengah proses pengurusan izin.

“Kami akui kemarin ada kekeliruan. Kami mendapatkan informasi bahwa SLF boleh diurus sambil operasional toko berjalan. Namun setelah bertemu bidang pengawasan DPUPR, ternyata itu keliru. Kami meminta maaf atas ketidaktahuan ini,” ujar Endang Yudhi saat memberikan keterangan, Sabtu (25/4).

Menurut dia, pihaknya tidak bermaksud mengabaikan regulasi. Berkaca pada pembangunan Bogor Junction dan Dramaga, pihak Yogya selalu memastikan SLF rampung sebelum buka.

Namun, untuk gerai kali ini, proses administrasi sebenarnya sudah berjalan sejak awal April melalui konsultan, tetapi terkendala pengumpulan berkas teknis seperti as-built drawing hingga dokumen lingkungan.

Menanggapi teguran dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor, Yudhi menegaskan komitmennya untuk patuh. Saat ini, permohonan SLF sudah terdaftar di sistem SIMBG dan sedang dalam tahap verifikasi berkas yang dijadwalkan hingga 29 April mendatang.

“Intinya ada itikad baik dari kami. Daftar di SIMBG sudah ada, mungkin butuh waktu beberapa minggu lagi sampai terbit,” tambahnya.

Mengenai kekhawatiran faktor keselamatan karena gedung sudah beroperasi, Yudhi menjamin bahwa sarana dan prasarana gedung dalam kondisi laik. Pihak internal telah melakukan uji kelayakan mandiri terhadap eskalator, lift, hingga sistem proteksi kebakaran (Damkar).

“Kami jamin semua sarana aman. Kami sudah melakukan uji kelayakan internal, seperti tekanan bar air untuk Damkar hingga keamanan eskalator. Terkait beberapa pengerjaan fisik yang belum sempurna, kami sedang percepat vendor agar standar keamanannya tetap terjaga,” kata dia.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, Karnain Asyhar meminta Pemkot Bogor tak tutup mata terhadap pelanggaran regulasi, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan publik.

Menurut dia, SLF adalah jaminan bola sebuah bangunan sudah memenuhi standar keselamatan sebelum diakses warga.

“Ada potensi risiko keselamatan pengunjung dan pekerja. Ini tidak boleh diabaikan dan harus jadi perhatian serius,” kata Karnain.

“Ketika sebuah pusat aktivitas masyarakat tetap beroperasi tanpa SLF, maka potensi risiko terhadap keselamatan pengunjung dan pekerja tidak bisa diabaikan. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujar dia.

Karnain mendesak agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor segera menyikapi hal itu.

“Jadi penegakan regulasi itu memberikan kepastian hukum. Investor yang taat aturan tentu akan merasa dirugikan jika ada pelaku usaha lain yang mengabaikan ketentuan,” tegas politisi PKS itu.

Karnain menegaskan bahwa kemudahan investasi tidak boleh mengorbankan standar keamanan bangunan.

“Harus ada penataan perizinan yang transparan dan penindakan yang adil harus menjadi prinsip utama,” tamdasnya.

** Fredy Kristianto

Kelurahan Bubulak Launching Program ASANTI

0

Bubulak | Jurnal Bogor
Kelurahan Bubulak, terus berupaya menurunkan angka stunting di wilayahnya. Lewat ASANTI (Atasi Stunting Makan Telur dan Ikan). Kelurahan Bubulak optimis dapat memberikan perubahan nyata bagi kesehatan warganya.

Acara Launching pada Jumat (24/4/2026) tersebut dihadiri oleh Sekcam Bogor Barat Citra Widya Lestari, Ketua DPPKB Marse Hendra Saputra, Manajeman PT Nutrisius Malik Gunawan, Dirut Tazkia Iwan dan pewakilan Puskesmas Gina.

Lurah Bubulak Anjar Apriana mengungkapkan, secara keseluruhan tahun 2026 saat ini terdapat 38 anak yang terindikasi stunting di wilayahnya. Sementara itu ada 3 poin penting dalam program tersebut yakni pertama pemberian makanan tambahan berupa telur, ikan, susu, sayuran dan vitamin. Kedua, edukasi dan sosialisasi, serta ketiga pendampingan.

Marse mengatakan Pemerintah Kota Bogor sangat mengapresiasi atas inovasi kewilayahan khususnya di walayah Bubulak yang membuat program ASANTI.

“Mudah mudahan langkah kecil ini dengan memberikan makan telur dan ikan stunting di Bubulak ini bisa teratasi, dan berharap program ini bisa berjalan secara continue”, ujar Marse.

Lurah Bubulak Anjar Apriana memberikan paket nutrisi dari program ASANTI. Foto: Dok.Kelurahan Bubulak

Dengan dukungan dari PT Nutrisius Persada dan Tazkia, program ini akan terus berlanjut karena ASANTI ini dilaunching selama enam bulan kedepan dan dilaksanakan satu bulan satu kali di hari Jumat pada pekan ketiga.

“Nanti kita bisa melihat di akhir bulan September apakah terjadi penurunan atau tidak setelah kita melaksanakan intervensi melalui inovasi ASANTI ini,” ujar Anjar Apriana.

Dengan semangat kolaborasi antara warga, pemerintah kelurahan, dan dukungan kota, diharapkan angka stunting di Kelurahan Bubulak dapat terus ditekan demi menciptakan generasi Bogor yang sehat dan berkualitas.

n Tomi

Dukung Kreativitas Anak, Himpaudi Gelar Porseni

0

Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), baru-baru ini. Beragam kreasi anak ditampilkan baik lomba olahraga senam Indonesia hebat maupun kreativitas anak lainnya.

‎Acara tersebut dihadiri Forkompincam, jajaran PT Antam, Himpaudi Kabupaten Bogor serta ratusan wali murid PAUD se- Kecamatan Nanggung.

‎Gebyar Porseni yang merupakan acara rutin tahunan itu berlangsung di GOR Perumahan Tegal Lega Permai Parengpeng PT Antam Pongkor diikuti sejumlah dari peserta anak -anak PAUD se- Kecamatan Nanggung.

‎Ketua pelaksana kegiatan Porseni PAUD Ida Royani mengatakan, Gebyar Porseni PAUD merupakan uopaya membangun berkembangnya potensi anak.

‎‎Tak hanya itu, acara tersebut bertujuan membangun kreativitas dan menyalurkan bakat anak.

‎”Salah satunya dapat menumbuhkan rasa percaya diri ketika tampil di depan publik,” kata Ida Rohani kepada Jurnal Bogor, Minggu (26/4/2026).

‎‎Dengan begitu, diharapkan anak- anak dapat tumbuh keberanian serta menanamkan nilai karakter sejak dini.

‎‎Partisipasi masyarakat maupun wali murid dalam mendukung jalannya acara cukup antusias. Kegiatan tersebut juga untuk mempererat silaturahmi antara lembaga PAUD dan sesama wali murid PAUD.

Peserta Porseni Himpaudi Kecamatan Nanggung. Foto: Tangkapan layar dok.Himpaudi


‎‎Menurutnya, beragam kreativitas anak ditampilkan dimana di usia keemasan dimasa anak sedang lucu-lucunya dengan tampil hadapan publik, tentu ini menjadi suatu kebanggaan bagi orang tua.

‎‎Porseni sekaligus memperingati Hari Kartini, Himpaudi mengapresiasi para guru PAUD yang mayoritas adalah kaum perempuan.

‎Bentuk apresiasi, acara Porseni PAUD maupun Karnaval Kartini hadir pula Himpaudi Kabupaten Bogor.

‎”Momen Porseni semoga dapat tumbuh bibit unggul dalam mencetak menuju Indonesia emas.
‎Serta anak -anak dapat tampil secara sportif dan menanamkan nilai-nilai kejujuran,” tukasnya.

** Arip Ekon






Warga Cirimekar Jadi Pahlawan Kemanusiaan Lewat Donor Darah Rutin

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Warga Kelurahan Cirimekar, Cibinong, Kabupaten Bogor kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan menggelar kegiatan donor darah rutin di Perumahan Permata Palem RW 07, tepatnya di Posyandu Palem. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, dengan jumlah pendonor mencapai hingga 50 orang di setiap pelaksanaannya.

Menariknya, peserta donor tidak hanya berasal dari warga setempat, tetapi juga dari luar wilayah RW 07 bahkan luar Kelurahan Cirimekar. Hal ini mencerminkan tingginya semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat terhadap sesama.

Kegiatan donor darah ini digelar secara rutin untuk memberikan kemudahan bagi warga, khususnya mereka yang memiliki kesibukan bekerja dari Senin hingga Sabtu, namun tetap ingin berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan. Dalam pelaksanaannya, RW 07 Kelurahan Cirimekar bekerja sama dengan PMI Kabupaten Bogor.

Lurah Cirimekar, Fildzah Amzari, turut hadir dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan sosial yang tumbuh di tengah masyarakat.

(Leonita)

Bentuk Karakter Islami, SMP IT BBS Gelar Mabit “Berhias dengan Adab, Bersinar dengan Akhlak”

0

Kota Bogor | Jurnal Bogor – Dalam upaya menumbuhkan dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa, SMP IT Bina Bangsa Sejahtera (BBS) sukses menyelenggarakan kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat dan Sabtu, 24-25 April 2026 ini mengusung tema “Berhias dengan Adab, Bersinar dengan Akhlak.”

Rangkaian acara dimulai pada Jumat pagi dengan pelaksanaan Shalat Dhuha berjamaah dan pembacaan Al-Ma’tsurat. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Yayasan Bina Bangsa Sejahtera, Prof. Dr. Ir. H. Asep Saefuddin, M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya integrasi antara kecerdasan intelektual dan kemuliaan akhlak bagi generasi muda.

Antusiasme siswa semakin meningkat saat memasuki sesi materi pertama yang dipandu oleh motivator nasional, Ustadz Aris Ahmad Jaya. Beliau memberikan motivasi mengenai pentingnya membangun kepercayaan diri yang berlandaskan pada adab Islami.

Di tengah kegiatan, Mabit kali ini juga mengintegrasikan program unggulan sekolah, yakni Gartawira. Dalam sesi ini, seluruh siswa diajak melakukan praktik menulis huruf Hijaiyah secara massal. Tujuannya bukan sekadar menulis, melainkan melatih ketelitian dan teknik penulisan Arab yang baik dan benar sebagai wujud kecintaan terhadap literasi Al-Qur’an.

Sore harinya, setelah menunaikan Shalat Ashar, kegiatan dilanjutkan dengan mengaji rutin menggunakan Metode Cahayaku, sebuah metode khas sekolah untuk mempercepat kemampuan membaca Al-Qur’an siswa.

Momen haru terjadi selepas Shalat Maghrib. Para siswa berkumpul untuk mendengarkan pesan suara (voice note) kiriman orang tua mereka. Isak tangis haru menyelimuti ruangan saat anak-anak mendengar doa dan harapan tulus dari ayah dan ibu mereka. Suasana reflektif ini berlanjut setelah Shalat Isya, di mana siswa diminta menulis surat untuk diri mereka sendiri dan orang tua tentang cita-cita mereka di masa depan.

Dok : SMPIT BBS

Setelah beristirahat pada pukul 20.30 WIB, siswa kembali bangun pada pukul 03.00 WIB untuk melaksanakan Shalat Tahajud, murojaah surat-surat pendek, dan Shalat Subuh berjamaah.

Rangkaian Mabit ditutup pada Sabtu pagi dengan senam sehat bersama. Kepala SMP IT Bina Bangsa Sejahtera, Bapak Syabar Suwardiman, S.Sos., M.Kom., secara resmi menutup kegiatan ini. Dalam pesannya, beliau mengatakan bahwa tanpa sadar kita sedang melaksanakan kegiatan digital detox. Selain itu, beliau berharap agar kebiasaan baik selama Mabit dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tanpa sadar kita telah melakukan kegiatan digital detox, yang mana kita mampu mengurangi penggunakan gawai, mengurangi scrolling media sosial, dan lebih banyak kegiatan positif seperti mengaji, solat wajib dan sunnah, olahraga pagi dan lainnya. Semoga semua kegiatan positif ini dapat diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari”, tutupnya. Yudi

Pengadaan Damkar Ditunggu Warga

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Rencana pengadaan armada pemadam kebakaran (damkar) di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor kini terus menjadi perhatian warga. Hal ini dimulai adanya pendataan terhadap sejumlah bangunan milik warga yang berdiri diatas tanah milik Pemprov Jabar.

Dilakukannya pendataan bangunan yang dilakukan oleh Camat Cisarua, Heri Risnandar bersama Kepala Desa Tugu Utara dan Tugu Selatan beberapa waktu lalu, akan menjadikan lahan seluas 2000 meter persegi itu dipakai untuk armada damkar.

“Rencana pengadaan armada damkar di Cisarua itu sejak lama. Yakni, di masa camat Cisarua oleh Bayu Rahmawanto, beliau sempat mengangkat hal ini. Tetapi sejak itu tidak ada kabar kelanjutannya. Dan kali ini kita kembali mendengar adanya upaya pengadaan armada damkar oleh Camat Heri Risnandar. Mudah-mudahan hal ini bisa diwujudkan, ” ujar Saiful, salah satu tokoh Cisarua.

Ia menambahkan, wilayah Cisarua sudah layak untuk memiliki armada damkar.

“Di wilayah Cisarua beberapa tahun silam pernah terjadi kebakaran hebat. Yaitu di Desa Batulayang. Dalam peristiwa itu dua anak meninggal dunia. Kondisi di waktu kebakaran, lalulintas di jalan raya sedang mengalami kemacetan akibat libur panjang. Dan armada damkar yang meluncur dari Ciawi terhalang oleh tumpukan kendaraan yang macet. Supaya itu tidak terulang, kita selaku masyarakat Cisarua cukup gembira akan adanya damkar di sini, ” imbuh dia.

Selain untuk pengadaan damkar, warga juga mengharapkan adanya Kantor Polsek di wilayah Kecamatan Cisarua. Hal ini karena Kantor Polsek Cisarua berdiri di atas tanah milik warga dan berada di wilayah Kecamatan Megamendung.

“Kantor Polsek Cisarua yang sekarang itu berada di wilayah Kecamatan Megamendung. Begitu juga untuk status tanahnya adalah milik warga asal Jakarta. Untuk ini alangkah baiknya, Kantor Polsek itu dipindah ke wilayah Kecamatan Cisarua, ” pungkas Saeful.

** Dadang Supriatna

Lubang Maut di Jalan Cidokom

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Kerusakan badan jalan alternatif Cikopo Selatan, tepatnya di Kampung Cidokom, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor kini semakin parah. Badan jalan sepanjang 100 meteran itu aspalnya mengelupas. Kondisi ini diperparah oleh bertebaran yang lubang sedalam 20 sampai 30 centimeter. Dengan kondisi tersebut, mengakibatkan banyak pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan akibat terjebak lubang jalan yang tertutup genangan air.

Dikatakan warga setempat Muhidin, beberapa hari lalu terjadi kecelakaan sepeda motor di lokasi itu, pengendara yang diboncengnya mengalami luka-luka hingga dilarikan ke RSUD DR. K.H. Idham Chalid Ciawi.

“Kejadiannya saat hujan, lelaki pengendara sepeda motor yang membonceng anak kecil itu jatuh tersungkur akibat terjebak oleh lubang yang tertutup air hujan. Keduanya dibawa ke RS Ciawi oleh saudaranya. Disini sering terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak, ” tuturnya.

Menurut warga lainnya, mereka sering mengeluhkan kerusakan jalan. Mulai ke pemerintah desa, bupati hingga ke gubernur Jabar. Tetapi keluhan mereka belum mendapatkan respons.

“Kita sering melaporkan kondisi jalan disini, paling kalaupun ada tanggapan hanya diperbaiki dengan cara ditambal aspalnya. Dan itu tidak kuat, dua minggu setelah ditambal oleh petugas PU, jalan kembali rusak, ” imbuh Saepuloh.

Menanggapi keluhan masyarakat dan para pengguna jalan, Yanto petugas dari UPT DPU Infrastruktur Jalan dan Jembatan Ciawi menerangkan, di tahun 2026 Ini ruas jalan itu akan dilakukan perbaikan melalui pihak ketiga.

“Kita sering menerima laporan terkait kerusakan jalan di Cidokom itu. Dan untuk penanganannya di tahun 2026 ruas jalan disana akan perbaiki melalui betonisasi oleh pihak ketiga. Mudah-mudahan pelaksanaannya tidak mengalami perubahan, ” pungkas Yanto.

** Dadang Supriatna

Tanam Ketimun Lebih Menguntungkan

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Di tengah serba mahalnya kebutuhan untuk pertanian, mulai dari harga plastik untuk membuat green house, hingga ke pupuk dan obat pembasmi hama, sebagian para petani banyak yang banting setir mengganti komoditi yang ditanannya. Hal ini dilakukannya, untuk menghindari kerugian dan membeli kebutuhan pertanian yang mahal.

Seperti yang dilakukan Hendra, petani Cisarua ini kini memilih untuk menanam ketimun. Menurutnya, jenis sayuran tersebut perawatannya mudah dan cepat untuk nenghasilkan uang dengan waktu tanam hanya 40 hari. Selain waktu yang relatif singkat, pupuk yang dibutuhkannya juga cukup sederhana.

“Bukannya kami tidak mau menanam jenis sayuran yang nilai jualnya mahal. Tetapi kondisi sekarang ini harga kebutuhan pertanian pada naik. Untuk menghemat biaya dan waktu, kami lebih memilih menanam ketimun. Hasilnya, lumayan bagus. Cepat panen dan perawatannya mudah. Begitu juga dengan pupuknya. Untuk tanam ketimun hanya memakai urea, TSP dan pupuk kandang, ” tutur Hendra.

Guna menghindari permainan harga hasil pertaniannya, Hendra lebih memilih menjual langsung hasil taninya ke para pedagang di Pasar Cisarua.

“Kami tidak menjual ke tengkulak, kita langsung saja bawa ke pasar Cisarua. Alhamdulillah dengan cara ini, harga hasil pertanian kita terjaga dengan baik, ” imbuhnya.

Sementara itu, pantauan di desa-desa yang masih terdapat lahan pertanian, sejak harga plastik green house mahal, mereka kini tidak lagi memakai cara tersebut. Bertani di alam terbuka kembali mereka lakukan.

** Dadang Supriatna

UPTD Ciawi Data Tujuh Simpang Jalur Puncak, Fokus Urai Kemacetan Pasir Muncang

0

Ciawi | Jurnal Bogor – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tata Ruang Bangunan Kelas A Wilayah II Ciawi bersama dinas terkait di Kabupaten Bogor terus melakukan pendataan di tujuh titik persimpangan ruas Jalur Puncak guna mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi.

Kepala UPTD Tata Ruang Bangunan Kelas A Wilayah II Ciawi, Agung Tarmedi, mengatakan pendataan tersebut telah berlangsung selama tiga bulan terakhir. Dari hasil lapangan yang dihimpun, sebagian sudah dilimpahkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk ditindaklanjuti.

“Pendataan itu berlangsung selama tiga bulan. Hasil lapangan yang dihimpun sebagian sudah dilimpahkan ke Satpol PP untuk ditindaklanjuti,” ujar Agung, Minggu (26/4/2026).

Menurutnya, langkah awal difokuskan pada penanganan di persimpangan Pasir Muncang dan kawasan Taman Safari yang dinilai menjadi titik krusial kemacetan dan hingga kini belum optimal dalam penanganannya.

“Kami sesuai tupoksi melakukan pendataan, inventarisasi, serta memberikan teguran pertama, kedua hingga ketiga. Selanjutnya menjadi kewenangan Satpol PP,” ungkapnya.

Selain itu, UPTD Penataan Bangunan Kelas A Wilayah II Ciawi juga melakukan inventarisasi sepanjang ruas Jalan Raya Puncak, khususnya terhadap bangunan yang diduga melanggar garis sempadan jalan.

“Ya, khususnya yang diduga melanggar garis sempadan,” bebernya.

Ia menegaskan, penataan kawasan ini dinilai sangat penting karena Pasir Muncang menjadi salah satu titik kemacetan yang sudah berlangsung lama dan sulit diurai.

“Karena itu, sesuai arahan Bupati, optimalisasi fungsi, pelebaran jalan, hingga penataan kawasan menjadi fokus utama,” tandasnya. Yudi