29.7 C
Bogor
Friday, April 3, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Ahli di Sidang LNG Pertamina Soroti Unsur Niat Jahat dan Audit Kontrak

0

Jakarta | Jurnal Bogor – Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan liquefied natural gas (LNG) dengan terdakwa mantan Direktur Gas PT Pertamina, Hari Karyuliarto, menghadirkan saksi a de charge dan ahli di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, pada Kamis (2/4/2026).

Majelis hakim yang diketuai Suwandi dengan anggota Ramauli Hotnaria Purba dan Hiashinta Fransiska Manalu menghadirkan tiga ahli, yakni mantan Wakil Ketua KPK periode 2003–2007 Amien Sunaryadi, pakar pengadaan barang/jasa Dr. Nandang Sutisna, serta ahli keuangan negara Dr. Eko Sembodo.

Amien menegaskan, penerapan pasal kerugian negara dalam perkara korupsi harus disertai pembuktian unsur mens rea atau niat jahat. Tanpa unsur tersebut, menurut dia, keputusan bisnis tidak tepat dikriminalisasi.

“Kalau menggunakan pasal merugikan keuangan negara, harus ada mens rea-nya. Jika tidak ditemukan, harus dilepas,” ujarnya di persidangan. Ia menambahkan, niat jahat dapat dilihat dari adanya aliran dana seperti suap, kickback, atau konflik kepentingan.

Ia juga mengingatkan penggunaan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi secara luas berpotensi menimbulkan ketakutan di kalangan direksi BUMN, sehingga menghambat pengambilan keputusan strategis.

Sementara itu, Nandang Sutisna menyatakan tanggung jawab kontrak pengadaan jangka panjang berada pada penandatangan kontrak terakhir, bukan penandatangan awal.

Dalam perkara ini, Hari menandatangani kontrak pada 2014. Namun kontrak tersebut diperbarui oleh direksi berikutnya pada 2015, sedangkan realisasi kedatangan LNG terjadi pada 2019.

“Yang bertanggung jawab adalah penandatangan kontrak terakhir,” tegasnya.

Ahli keuangan negara Eko Sembodo menyoroti aspek audit dalam kontrak jangka panjang (multi-year). Ia menegaskan auditor tidak seharusnya menyimpulkan kerugian sebelum kontrak berakhir.

Kontrak impor LNG tersebut diketahui berlangsung hingga 2039. Namun, kesimpulan kerugian negara dinilai prematur karena dibuat di tengah masa kontrak, terlebih saat kondisi bisnis terdampak pandemi.

“Seharusnya audit kontrak dilakukan setelah kontrak berakhir. Jika masih berjalan, yang dilakukan adalah evaluasi,” kata Eko.

Eko juga merujuk laporan keuangan Pertamina periode 2019–2023 yang menunjukkan kinerja positif dan tidak mencatat kerugian sebagaimana didakwakan.

Dalam dakwaannya, jaksa KPK menuding pengadaan LNG dari Corpus Christi Liquefaction LLC menyebabkan kerugian negara sekitar US$113 juta atau setara Rp1,9 triliun. Pembelian disebut dilakukan tanpa analisis keekonomian final serta tanpa kepastian pembeli, sehingga memicu kelebihan pasokan dan penjualan rugi.

Atas dasar itu, Hari Karyuliarto dan Yenni Andayani didakwa memperkaya pihak lain dan merugikan keuangan negara.

Namun, sejumlah saksi membantah tudingan tersebut. Mantan Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati, menyatakan kinerja perusahaan secara kumulatif pada 2019–2024 masih mencatat keuntungan, bahkan mencapai US$97 juta atau sekitar Rp1,6 triliun.

Selain itu, tudingan tidak adanya analisis keekonomian juga dibantah, karena proyek disebut melibatkan sejumlah konsultan internasional seperti McKinsey, FGE, Wood Mackenzie, serta konsultan perkapalan global.

Eko turut menilai terdapat kejanggalan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menjadi dasar dakwaan.

“Penandatangan LHP seharusnya anggota BPK atau minimal auditor utama setara eselon I. Namun dalam dokumen yang digunakan, penandatangan hanya pejabat eselon III,” ujarnya.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan berikutnya untuk menguji keterangan para ahli serta alat bukti dari kedua belah pihak. (*)

Kritik Dinilai tak Nyambung, STS: KPP Centeng atau Pelaksana Proyek?

0

Bogor | Jurnal Bogor

Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso (STS), angkat bicara mengenai kritik yang dilontarkan Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya terhadap aksi inspeksi mendadak (sidak) Komisi IV di proyek milik Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor.

Sugeng mengaku heran dengan sikap kelompok aktivis tersebut yang justru mempersoalkan fungsi pengawasan legislatif.

Menurutnya, arah kritik yang disampaikan KPP Bogor Raya terkesan bias karena mencampuradukkan persoalan sidak proyek dengan isu BPJS hingga penahanan ijazah.

​Pria yang akrab disapa STS ini menegaskan bahwa setiap anggota DPRD memiliki kewenangan konstitusional dalam aspek pengawasan penggunaan anggaran oleh Satuan Kerja (Satker).
Hal ini, lanjutnya, merupakan perintah undang-undang yang harus dijalankan.

“Tugas dari seorang anggota DPRD adalah aspek pengawasan penggunaan anggaran oleh satuan kerja, dan ini adalah kewenangan yang diberikan undang-undang. Dalam pelaksanaan pengawasan tersebut bisa dilakukan dengan sidak, karena itu merupakan tugas dan tanggung jawab anggota dewan,” ujar Sugeng saat memberikan keterangan pers, Kamis (2/4).

Ia menjelaskan bahwa proyek fasilitas olahraga di Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran berada di bawah naungan Dispora dan dibiayai oleh APBD. Karena anggaran tersebut dibahas bersama antara Pemkot dan DPRD, maka legislatif bertanggung jawab memastikan penggunaannya tetap berada di jalur yang benar (on the track).

​Sugeng menilai para aktivis seharusnya berada di barisan yang sama dengan DPRD dalam mengawal pembangunan agar terhindar dari praktik penyimpangan atau korupsi.

Ia menyayangkan jika fungsi pengawasan ini justru dibenturkan dengan isu-isu yang tidak berkaitan secara langsung.

“Kalau sebagai aktivis seharusnya bersama-sama ikut mengawasi pembangunan proyek GOR Pajajaran tersebut, bukan malah membiaskan fungsi pengawasan ini dengan hal lainnya seperti BPJS hingga penahanan ijazah. Ini jangan dikaitkan, jadi tidak nyambung,” tegasnya.

Sugeng pun menantang para aktivis, termasuk KPP Bogor Raya, untuk konsisten mengkritisi penggunaan anggaran dalam proyek-proyek Pemerintah Kota Bogor.

Ia mempersilakan siapapun melaporkan temuan lapangan secara prosedural, baik itu kesalahan administratif maupun indikasi tindak pidana.

​Terkait hasil sidak Komisi IV di GOR Pajajaran, Komisi I berencana meminta konfirmasi mengenai temuan di lapangan. Sugeng menegaskan, jika kendala proyek hanya bersifat teknis seperti faktor cuaca, hal itu masih bisa dimaklumi.

Namun, jika ditemukan adanya pengurangan spesifikasi bahan yang berdampak pada rendahnya mutu bangunan, maka harus diproses secara hukum.

Di akhir pernyataannya, Sugeng memberikan teguran keras bagi pihak-pihak yang seolah menghalangi fungsi pengawasan lembaga negara.

“Jangan malah mengkritisi kinerja yang sah menurut hukum dan sah secara kewenangan dari DPRD. Saya justru bertanya dalam hal ini, apakah pihak KPP Bogor Raya merupakan centeng pihak pelaksana proyek atau pemenang lelang?,” katanya.

​Ia berharap masyarakat, termasuk LSM dan aktivis, tetap kritis terhadap jalannya pembangunan di Kota Bogor tanpa kehilangan esensi dari peran pengawasan itu sendiri.

Polemik Proyek Dispora, Kejari Kota Bogor ‘Turun Gunung’

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor memastikan tetap melakukan pemantauan ketat terhadap sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di wilayah Kota Bogor, termasuk proyek Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah kerusakan terjadi pada proyek Dispora. Di antaranya, terlepasnya kursi penonton pada GOR Indoor A hingga salah memasang besi pengait lintasan renang dan penggunaan keramik licin hingga tidak seragamnya warna keramik di Kolam Renang Mila Kencana.

Hal ini dilakukan guna memastikan setiap pekerjaan yang menggunakan anggaran negara memiliki kualitas yang baik dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Bogor yang baru, Harius Prangganata, mengatakan bahwa pihaknya tidak tinggal diam terhadap informasi maupun isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait pelaksanaan proyek fisik.

Meski saat ini belum ada laporan resmi yang masuk, pihak Intelijen Kejari terus mengumpulkan data dan mempelajari aturan main dari setiap pekerjaan tersebut.

“Informasi banyak kami terima, tapi kami tidak akan ‘ujug-ujug’ (tiba-tiba) membawa itu ke ranah hukum tanpa cerita yang jelas. Kami mengumpulkan data, mempelajari aturan, mulai dari nilai pekerjaan hingga kesesuaian di lapangan,” ujar Harius kepada wartawan, Kamis (2/4)

Harius menekankan bahwa salah satu poin krusial yang dipelajari kejaksaan adalah sinkronisasi antara perencanaan awal dengan hasil akhir di lapangan.

Kejari, kata dia, ingin memastikan apakah sarana prasarana yang dibangun, seperti fasilitas olahraga, benar-benar bisa dimanfaatkan secara maksimal atau justru terbengkalai.

Harius menyebutkan bahwa timnya perlu memastikan apakah barang atau bangunan tersebut berguna bagi publik.

Ia menegaskan kejaksaan akan menelusuri bagaimana perencanaan awal hingga tahap pemanfaatan saat ini, untuk menjamin anggaran negara tidak terbuang sia-sia.

“Kami tidak akan sampaikan semua informasi yang didapat ke publik saat ini, namun kami pelajari masing-masing pihak. Ini menyangkut kepentingan masyarakat. Anggaran negara yang digunakan jangan sampai sia-sia, keberlangsungan pekerjaannya harus jangka panjang, tidak hanya untuk sekarang,” tegasnya.

Menanggapi isu miring yang sempat berkembang, termasuk adanya sorotan dari DPRD Kota Bogor terkait kekurangan fisik pada proyek GOR Indoor, Harius menjelaskan bahwa kejaksaan tetap memonitor perkembangan tersebut.

Ia berpendapat bahwa setiap pihak, termasuk anggota dewan, memiliki hak untuk memberikan penilaian berdasarkan fungsi pengawasan.
​Namun, untuk menyimpulkan sebuah pekerjaan benar atau salah, kejaksaan memerlukan keterangan langsung dari pihak yang bertanggung jawab secara teknis, dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun penyedia jasa.

“Kalau dari jawaban ‘kanan-kiri’ itu masih belum pasti. Kami baru bisa menyimpulkan kegiatan itu salah atau benar setelah ada penjelasan dari pihak yang bertanggung jawab atau penyedianya. Jika hanya berpendapat, semua orang bisa berpendapat,” jelas Harius.

Lebih lanjut, Harius mengingatkan bahwa setelah proses serah terima pekerjaan dilakukan, maka tanggung jawab beralih pada pemeliharaan. Hal ini penting agar fasilitas publik tetap dalam kondisi prima meski masa pembangunan sudah selesai.

“Jika sudah ada serah terima, berarti sudah dianggarkan pula untuk memeliharanya nanti. Kami akan terus pantau dan monitor terus kegiatan itu,” katanya.

Harius berkomitmen bahwa di bawah kepemimpinannya di bidang Intelijen, Kejari Kota Bogor akan bersikap objektif dalam melihat setiap persoalan, sehingga masyarakat mendapatkan kepastian terkait kebenaran informasi yang berkembang di lapangan.

Bupati Rudy Susmanto Awali Gerakan Tes Urine di Lingkungan Pemkab Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor  – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memerangi penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui langkah nyata berupa pelaksanaan tes urine secara acak di lingkungan kantor pemerintahan.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba harus dimulai dari internal pemerintahan sebagai bentuk keteladanan kepada masyarakat.

“Ketika kita ingin memerangi narkotika dan obat-obatan terlarang, maka kita harus memberikan contoh terlebih dahulu. Untuk itu, kami meminta agar mulai hari ini dilakukan pemeriksaan tes urine secara acak di kantor-kantor pemerintah,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa pelaksanaan tes urine dimulai dari dirinya sebagai bentuk transparansi dan keseriusan.

“Saya ingin dimulai dari ruangan ini, dimulai dari saya sebagai Bupati Bogor. Kita harus menunjukkan kepada publik bahwa kita benar-benar serius dan tidak hanya sebatas imbauan,” tegasnya.

Selain itu, Bupati Bogor menekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan tes urine agar tidak terjadi praktik kecurangan, serta memastikan hasil pemeriksaan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan, baik melalui langkah pencegahan maupun penindakan yang tegas.

“Jika ada yang terindikasi dan melapor, kita arahkan untuk rehabilitasi. Namun jika tidak terbuka dan terbukti melalui pemeriksaan, maka akan dikenakan sanksi tegas. Ini adalah wujud keseriusan kita dalam menjaga Kabupaten Bogor dari ancaman narkoba,” terangnya. 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga generasi muda sebagai penerus bangsa dari ancaman narkotika, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah daerah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNN Kabupaten Bogor, Kombes Pol. Anggun Cahyono, S.I.K menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam upaya pencegahan narkoba.

Ia mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menjadi salah satu perangkat daerah pertama yang telah dilakukan tes urine secara menyeluruh, dengan hasil yang menunjukkan tidak adanya temuan penyalahgunaan.

“Alhamdulillah hasilnya tidak ada temuan. Namun demikian, kewaspadaan tetap harus dijaga karena tidak semua penyalahgunaan dapat langsung terdeteksi,” ujarnya.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa berdasarkan data survei nasional yang dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), angka prevalensi penyalahgunaan narkoba secara nasional berada di kisaran 2,11 persen. Jika dikonversikan dengan jumlah penduduk Kabupaten Bogor, diperkirakan terdapat lebih dari 100 ribu jiwa yang berpotensi terindikasi.

“Ini menjadi tantangan besar bagi kita bersama, karena jumlah penanganan kasus yang ada saat ini masih jauh dari estimasi tersebut,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa peningkatan angka prevalensi setiap tahun bukan semata menunjukkan kegagalan, melainkan juga mencerminkan keterbukaan dan peningkatan upaya pengungkapan kasus di lapangan.

Dalam upaya pencegahan, BNN Kabupaten Bogor terus mendorong berbagai program, seperti edukasi ke sekolah, pembinaan masyarakat, serta pengembangan Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba). Selain itu, layanan rehabilitasi rawat jalan dan penerbitan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) juga terus diperkuat.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bogor, BNN, aparat penegak hukum, serta masyarakat, diharapkan upaya pemberantasan narkotika dapat berjalan lebih efektif demi melindungi generasi masa depan bangsa.(*/ded)

The Jungle Kembali Hadirkan Promo KTP, Ada Juga Wahana Baru Film Kisah Para Nabi

0

Kota Bogor | Jurnal Bogor – Wahana rekreasi air yang berlokasi di kawasan Bogor Nirwana Residence, The Jungle Waterpark yang dinobatkan sebagai daya tarik wisata terbaik tingkat Kota Bogor dan peraih Top Brand. Bulan April ini The Jungle kembali menghadirkan Promo Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi warga provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

General Manager The Jungle Waterpark Bogor, Zakky Afifi mengatakan promo ini berlaku mulai tanggal 1 – 30 April 2026 untuk pembelian langsung di loket. “Caranya cukup tunjukkan KTP di loket saat kedatangan, pengunjung bisa mendapat harga khusus Rp 65.000,-per orang pada hari Senin – Jumat dari harga normal Rp. 85.000,- per orang, sedangkan pada hari Sabtu – Minggu atau Libur Nasional harga tiket Rp. 80.000,- per orang dari harga normal Rp. 100.000,- per orang. 1 KTP berlaku untuk 4 orang,” jelas Zakky, Kamis (2/3/2026).

Ada pula promo Liburan Seru ber-8 dengan harga Rp 500.000,- untuk 8 orang pada hari Senin-Jumat, dan Rp 600.000,- pada hari Sabtu-Minggu dan libur nasional. Selain itu, ada pula paket Liburan Seru ber-10 dengan harga Rp 550.000,- untuk 10 orang pada hari Senin-Jumat, dan Rp 650.000,- pada hari Sabtu-Minggu dan libur nasional. Pembelian via website www.thejungleadventure.com.

Selain itu, The Jungle kembali menghadirkan promo bagi mereka yang berulang tahun di bulan April. Gratis bagi yang berulang tahun dengan syarat membawa minimal dua orang pendamping. Menunjukkan fotokopi identitas seperti KTP, SIM, Akta Lahir, atau KK di loket tiket. Harga untuk pendamping Rp 65.000,-per orang pada hari Senin – Jumat dan pada hari Sabtu – Minggu atau Libur Nasional harga tiket Rp 80.000,- per orang, tambah Zakky.

The Jungle Waterpark Bogor juga menyiapkan wahana baru yaitu cinema pemutaran Film Kisah para Nabi dan Rosul. Film ini menambah warna baru liburan keluarga serta memperkaya wawasan keimanan dengan manyaksikan kisah teladan para Nabi. Tidak hanya keseruan bermain air liburan kali ini akan lebih bermakna dengan mendapat pelajaran berharga tentang perjuangan dan kebaikan para Nabi & Rasul dari film tersebut. “Pemutaran film berdurasi sekitar kurang lebih 10 menit ini akan mengajak pengunjung melihat gambaran kisah perjalanan dan perjuangan para Nabi dan Rasul. Harga tiketnya hanya Rp. 15.000,- per orang. Dengan adanya wahana ini liburan semakin berkesan dan sekaligus menjadi pengalaman edukatif untuk dinikmati bersama keluarga,” jelas Zakky Afifi, General Manager The Jungle.

Untuk pengunjung yang ingin paket lainnya ada Promo Bundling yaitu paket masuk The Jungle yang terdiri dari 2 tiket masuk + 1 loker, 2 tiket flying fox dan 2 tiket kolam air hangat. Paket ini benar-benar hemat yaitu dengan harga Rp. 170.000,- pada Senin-Jumat dan untuk Sabtu – Minggu dan Hari Libur Nasional dengan harga Rp. 200.000,-,” Dengan membeli promo Bundling, sudah termasuk Gratis Nonton Film Kisah 25 Nabi & Rasul untuk 2 orang, kata Zakky.

“Jika ingin membeli tiket dengan harga lebih hemat, pengunjung juga dapat membeli secara daring melalui situs web www.thejungleadventure.com,”

Menyambut long weekend, tanggal 3-5 April 2026, The Jungle juga memberikan promo spesial Liburan Seru Long Weekend Beli 3 Gratis 1. Pengunjung cukup membeli 3 tiket dengan harga normal weekend Rp 100.000,-/orang, langsung akan mendapatkan 1 tiket tambahan gratis. Khusus hari Jumat pada tanggal 10, 17 dan 24 April ada promo Jurasik (Jumat Murah Asyik) dengan harga paket tiket Rp.100.000,- untuk tiga orang pembelian via online di website The Jungle.

The Jungle merupakan taman rekreasi air yang memiliki banyak wahana diantaranya kolam bernuansa pantai (jungle beach), kolam ombak (wave pool), menara seluncur (tower slide), kolam anak (kiddy pool), kolam santai (leisure pool), kolam air hangat (whirpool), seluncur balap (racer slide), fountain futsal, kolam arus (lazy river). Kolam air hangat The Jungle kini hadir dengan suhu yang lebih hangat yaitu kisaran 33-37 ⁰C, yang pastinya memiliki banyak manfaat seperti melancarkan peredaran darah, relaksasi otot dan sendi, serta mengurangi stress dan kecemasan.

Berbagai fasilitas juga tersedia, termasuk cabana (gazebo), pelampung, loker, ruang ganti dan toilet, sarana ibadah, P3K, ATM, serta foodcourt. Foodcourt The Jungle banyak menyajikan makanan dan minuman yang beragam. Jam operasionalnya adalah dari pukul 09.00 hingga 17.00 wib. Yudi

Tempa Mental Penyuluh Muda, Kementan Gembleng CPNS Lewat Api Semangat Bela Negara di Ciawi

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian dengan menanamkan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada calon penyuluh. Melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP), kegiatan Api Semangat Bela Negara (ASBN) digelar sebagai bagian penting dari Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang II Tahun 2026, Rabu (01/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di BBPMKP Ciawi ini, diikuti oleh CPNS penyuluh pertanian dari berbagai daerah. Mereka dipersiapkan tidak hanya dari sisi kompetensi teknis, tetapi juga karakter, integritas, dan semangat pengabdian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan.

ASBN menjadi tahapan krusial dalam Latsar CPNS karena berfokus pada internalisasi nilai-nilai dasar ASN, seperti integritas, profesionalisme, loyalitas, serta orientasi pelayanan publik. Melalui kegiatan ini, peserta ditempa untuk memiliki ketangguhan mental dan kesiapan menghadapi dinamika tugas di lapangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penyuluh pertanian memegang peran strategis dalam mendorong keberhasilan program pertanian nasional.

“Penyuluh harus memiliki integritas, kompetensi, dan semangat pengabdian yang tinggi. Mereka adalah penggerak di lapangan yang memastikan program berjalan dan memberikan dampak nyata bagi petani,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menilai bahwa ASBN menjadi momentum penting dalam membentuk karakter ASN yang tangguh dan berorientasi pelayanan.

“Melalui proses ini, peserta diharapkan mampu menginternalisasikan nilai integritas dan profesionalisme, sehingga siap menjalankan peran sebagai pendamping petani yang andal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, menekankan bahwa penguatan karakter menjadi fondasi utama dalam mencetak penyuluh muda berkualitas.

“Kami ingin memastikan para CPNS penyuluh tidak hanya memahami tugasnya, tetapi juga memiliki nilai dasar ASN yang kuat. Ini penting agar mereka siap terjun ke lapangan dan memberikan kontribusi nyata,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui pembekalan ASBN, para peserta diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian yang adaptif, responsif, dan berdaya saing di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks.

Dengan pelaksanaan kegiatan ini, Kementerian Pertanian optimistis dapat melahirkan generasi penyuluh muda yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter kuat, sehingga mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

(Restu/BBPMKP)

PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025

0

Jurnal Bogor | Jakarta – PT PLN (Persero) mencatat lonjakan penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga 4,14 kali lipat selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 H.

Secara rinci, frekuensi pengisian daya pada periode 12–31 Maret 2026 mencapai 303.234 transaksi, meningkat dari 73.161 transaksi pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, konsumsi listrik tercatat sebesar 7,16 juta kilowatt hour (kWh), meningkat dari 1,75 juta kWh pada 2025.

“Lonjakan penggunaan SPKLU selama RAFI menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik. Hal ini tidak lepas dari kesiapan infrastruktur dan layanan yang kami hadirkan secara optimal selama periode mudik,” ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, Kamis, 2 April.

Ia menambahkan, PLN bersama mitra telah menghadirkan 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik di seluruh Indonesia, dengan rata-rata jarak antar SPKLU sekitar 22 kilometer. Khusus di jalur mudik utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, PLN menyediakan 1.681 unit SPKLU di 994 titik, meningkat sekitar 70 persen dibandingkan Idulfitri tahun sebelumnya.

Untuk mengantisipasi kebutuhan darurat, PLN juga menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di titik-titik strategis, terutama di area exit tol, yang didukung oleh ribuan personel siaga.

Selain penambahan infrastruktur, PLN juga meningkatkan kualitas layanan melalui modernisasi teknologi pengisian daya. Beberapa SPKLU dengan tingkat penggunaan tinggi telah ditingkatkan dari standard charging menjadi fast charging hingga ultra fast charging sehingga proses pengisian menjadi lebih cepat.

Penguatan layanan ini turut didukung oleh pengembangan ekosistem digital melalui fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS) pada aplikasi PLN Mobile yang memudahkan pengguna dalam mengakses layanan SPKLU secara terintegrasi.

PLN juga menghadirkan fitur Trip Planner untuk membantu pengguna merencanakan perjalanan dengan informasi lokasi SPKLU dan ketersediaan konektor, serta fitur AntreEV yang memungkinkan pemantauan antrean secara real time.

Selain itu, PLN menghadirkan kemudahan transaksi melalui sistem pembayaran elektronik EV-TAP yang tersedia di sejumlah SPKLU di jalur mudik Trans Jawa sehingga proses pengisian daya menjadi lebih cepat, praktis, dan tanpa hambatan.

“Kami akan terus memperkuat infrastruktur dan layanan kendaraan listrik agar masyarakat semakin nyaman beralih ke energi bersih,” tutup Darmawan. (Ded)

17 Juta Orang Lakukan Perjalanan Wisata saat Lebaran

0

JurnalBogor | Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengutarakan momentum mudik dan libur Lebaran 2026 mendorong lonjakan signifikan pergerakan masyarakat sekaligus memperkuat peran sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi nasional.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengungkapkan total pergerakan penumpang nasional berdasarkan data Kementerian Perhubungan mencapai sekitar 147,55 juta orang, meningkat 2,53 persen dibandingkan proyeksi awal. 

“Sekitar 12 persen atau setara dengan sekitar 17,27 juta orang memanfaatkan momentum Lebaran tahun ini untuk melakukan perjalanan ke lokasi wisata. Meningkat dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 6,3 persen,” ujar Wamenpar Ni Luh dalam keterangannya yang dikutip, Kamis (2/4/2026).

Ni Luh menambahkan, angka tersebut adalah estimasi; data riil tentu akan menunggu dari BPS, karena kami berkolaborasi dengan BPS untuk penghitungan jumlah wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara.

Daya tarik wisata yang paling diminati wisatawan selama periode Lebaran lalu tercatat di antaranya yaitu Malioboro di Yogyakarta dengan total 468.004 wisatawan yang berkunjung, Ancol dikunjungi sebanyak 343.623 wisatawan, kemudian diikuti dengan daya tarik wisata Ragunan, Kota Lama Semarang, Masjid Al Jabar Bandung, Pantai Pangandaran, Monas, Masjid Agung Demak, Telaga Sarangan Magetan, serta Taman Safari Indonesia Bogor. 

Sementara untuk rata-rata pengeluaran wisatawan baik untuk pengeluaran per keluarga maupun per orang, jika dibandingkan dengan tahun lalu berdasarkan data pendekatan pengeluaran masyarakat dari Kementerian Perhubungan, mengalami sedikit penurunan. Tercatat dari sekitar Rp4,95 juta menjadi Rp3,78 juta per keluarga, serta dari Rp1,2 juta menjadi Rp1,15 juta per orang. 

“Dengan meningkatnya jumlah pelaku perjalanan wisata, total pengeluaran pada sektor pariwisata mengalami kenaikan dari sekitar Rp11,04 triliun pada 2025 menjadi Rp19,86 triliun pada 2026. Hal ini menunjukkan ada pergeseran dari konsumsi berbasis rumah tangga menjadi konsumsi berbasis pengalaman, khususnya pada sektor pariwisata,” ujar Wamenpar. 

Kementerian Pariwisata secara khusus juga melakukan pemantauan jumlah kunjungan wisatawan ke 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR). 

Realisasi pergerakan penumpang ke-10 DPP periode Lebaran 2026 sebesar 6,66 juta pergerakan, mengalami peningkatan sebesar 13,74 persen dibandingkan periode Lebaran 2025 (5,86 juta pergerakan). Sedangkan 3 DPR juga mengalami peningkatan pergerakan penumpang pada Lebaran 2026 sebesar 6,1 juta pergerakan, meningkat 24,63 persen dibandingkan periode Lebaran 2025 sebesar 4,9 juta pergerakan. 

“Peningkatan terbesar terjadi di DPP Raja Ampat sebesar 19,9 persen dan Kepulauan Riau sebesar 125,5 persen untuk DPR,” kata Ni Luh Puspa. (DR)

Harga BBM Belum Naik, Pertamina Tanggung Selisihnya

0

Jurnal Bogor | Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan Pertamina menanggung selisih harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi untuk sementara, selama harga BBM nonsubsidi tidak mengalami penyesuaian di tengah lonjakan harga minyak dunia. “Sementara sepertinya Pertamina. Sementara, ya,” ujar Purbaya, dikutip neraca.co.id, Kamis (2/3/26) .

Purbaya menyampaikan Pertamina mampu menanggung selisih tersebut, sebab pemerintah telah membayar kompensasi kepada Pertamina dengan lancar. Kompensasi adalah dana yang dibayarkan pemerintah kepada badan usaha (seperti Pertamina atau PLN) untuk menutupi selisih antara harga jual eceran yang ditetapkan pemerintah dengan harga keekonomian (harga pasar) bahan bakar minyak (BBM) dan tarif tenaga listrik.

Dalam hal ini, pemerintah membayar kompensasi kepada Pertamina untuk menutupi selisih harga jual Pertalite yang merupakan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP). “Sekarang pembayaran dari pemerintah kan lancar, yang kompensasi kan sekarang kami bayar tiap bulan 70 persen terus-terusan. Jadi, keuangan Pertamina juga amat baik,” ucap Purbaya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi tidak mengalami kenaikan. Melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (31/3), Prasetyo mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan koordinasi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Pertamina, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto

Pemerintah juga memastikan BBM nasional dalam kondisi aman dan tersedia, sehingga masyarakat diminta tidak panik ataupun resah terhadap isu kenaikan harga. Sementara itu, harga minyak dunia jenis Brent dan West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran 100 dolar AS per barel, lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel.

Rudi Susmanto Ajak Masyarakat Perangi Narkoba

0

Jurnal Bogor | Cibnong – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah Kabupaten Bogor. Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

“Yang terpenting adalah satu, kita tuntaskan bersama-sama. Kabupaten Bogor harus bersih dari narkotika dan obat-obatan terlarang,” ujar Rudy Susmanto, pada Rabu (1/4).

Rudy meminta masyarakat yang mengetahui adanya praktik penjualan obat-obatan terlarang, termasuk obat daftar G, untuk segera melaporkannya kepada pemerintah daerah. Laporan tersebut dapat disampaikan melalui kanal pengaduan seperti DM Lapor Pak Bupati maupun saluran komunikasi resmi pemerintah daerah lainnya.

Ia menjelaskan, informasi dari masyarakat sangat penting untuk membantu pemerintah dan aparat penegak hukum dalam melakukan penindakan. Masyarakat diminta menyampaikan informasi secara rinci, mulai dari nama toko, lokasi penjualan, hingga pemilik atau tempat penyimpanan barang.

“Segera kirim alamat tokonya, nama pemiliknya, lokasi tokonya, bahkan kalau mengetahui tempat penyimpanannya di mana. Informasi tersebut akan sangat membantu saat kita turun bersama-sama melakukan penindakan,” jelasnya.

Menurut Rudy, Kabupaten Bogor memiliki kekuatan kolaborasi yang solid dalam memberantas narkoba. Mulai dari jajaran kepolisian, Badan Narkotika Nasional, hingga perangkat daerah seperti Satpol PP dan Dinas Kesehatan siap bekerja bersama dalam melakukan pengawasan dan penindakan.

“Di Kabupaten Bogor kita punya Kapolres dan jajaran yang hebat, di Jawa Barat ada Kapolda dan jajarannya, ada juga Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bogor. Dari pemerintah daerah ada Satpol PP dan Dinas Kesehatan. Dengan kolaborasi ini kita harus pastikan narkoba di Kabupaten Bogor bisa kita tuntaskan,” tegasnya.

Rudy menambahkan, langkah pemberantasan narkoba tersebut juga merupakan bagian dari upaya melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

“Kita harus lindungi generasi muda kita, khususnya yang ada di Kabupaten Bogor,” katanya.

Di sisi lain, Rudy juga menanggapi isu yang sempat beredar di media sosial terkait pencatutan namanya sebagai pembina salah satu media. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

“Saya pastikan tidak pernah ada permintaan secara resmi maupun tidak resmi kepada saya untuk menjadi pembina media tersebut. Saya juga tidak pernah menjadi pembina di media manapun,” ujarnya.

Ia menilai, jika seorang kepala daerah menjadi pembina media yang menerima biaya publikasi dari pemerintah daerah, hal tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan bahkan bisa mengarah pada persoalan hukum.

Meski demikian, Rudy menilai ramainya pembahasan isu tersebut di masyarakat justru membuka ruang informasi yang lebih luas bagi pemerintah daerah dalam mengungkap praktik peredaran obat-obatan terlarang di wilayah Kabupaten Bogor.

“Semakin ramai justru semakin baik, karena informasi yang masuk semakin banyak dan semakin lengkap. Itu bisa membantu kita menindak dan memberantas bersama-sama,” pungkasnya. [*]