32.1 C
Bogor
Friday, April 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Pemuja Duit

0

Kapitalisme liberal sudah dibiarkan para pemegang mandat atas nama negara masuk tanpa tedeng aling ke seluruh denyut nadi kehidupan rakyat Indonesia. Bukti Kapitalisme Liberal adalah pandangan hidup untuk dan demi uang, duit, artos, acis, fulus, cuan. Inilah ideologi sejati Kapitalisme Liberal.

Duit adalah alat pembayaran atau alat tukar yang diciptakan oleh sistem tertentu, oleh pihak tertentu untuk pihak tertentu. Tujuan awalnya agar mudah dibawa ke mana saja.

Semua lini kehidupan dibawa ke arah harus dan pasti ada duitnya. Sekolah, kesehatan, pelayanan publik, daftar even, jualan, dapat kerja, makan dan minum, beribadah, mau pinter, buang air kecil dan besar, berhenti sebentar di halaman ruko minimarket. Semua pakai duit.

Dapat pekerjaan saja harus pakai duit apalagi jadi pejabat, semua harus pakai duit. “Ini nilainya 80 miliar,” kata salah satu pejabat sambil menunjuk “jengkol” lambang Garuda di dadanya.

Modal 80 miliar harus balik. Tapi wajibnya harus dapat untung besar. Caranya bersiasat dengan anggaran negara yang berasal dari seluruh lapisan rakyat. Pajak, setoran, mocel-mocel belanja negara. Sedikit atau banyak tetap harus dapat untung dari modal 80 miliar.

Di pemilu, rakyat disogok duit demi peroleh suara dukungan untuk dapat pekerjaan sebagai pejabat. Aji mumpung. Presiden butuh suara rakyat, rakyat perlu duit untuk bertahan hidup di negara pemuja duit. Wajar juga jika rakyat dapat pemimpin yang berniat merampok duit negara atau duit investor ketika sudah terpilih. Apapun narasi yang dibangun ujungnya duit. Proyek pembangunan, rotasi pejabat, penciptaan lembaga baru untuk diisi pejabat yang dapat duit. Rangkap jabatan tak peduli. Setoran jangan lupa kalau masih mau menjabat. Kurang setoran, aparat penegak setoran siap menangkap dengan aturan hukum pilihannya.

Kalau sudah semuanya berpikir dari duit untuk duit mulai dari level atas sampai paling bawah mikirin duit, artinya negara itu adalah pemuja duit. Kalau sudah jadi negara pemuja duit kita harus siap dengan risikonya.

Karena duit sejatinya adalah alat tukar, maka harga diri negara, bangsa, dan nilai-nilai kemanusiaan harus siap ditukar dengan duit. Pertukaran inilah yang menjadikan kita 80 tahun merdeka dari penjajahan Kolonial tetap menjadi bangsa dan kemanusiaan yang terjajah. Tetap jadi negara budak dari majikan negara-negara utara. Kita belum merdeka. Tabik!

Kota Bogor Siapkan Bonus Rp100 Juta Bagi Peraih Emas Porprov

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan bonus fantastis bagi atlet peraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV 2026 pada November 2026 mendatang.

Seperti diketahui, Kota Bogor akan menjadi tuan rumah bersama Kota Depok, dan Kota Bekasi. Sebanyak 95 cabang olahraga (cabor) akan dipertandingkan, sebanyak 28 di antaranya diselenggarakan di ‘Kota Hujan’

Kota Bogor sendiri mematok target sebanyak 100 medali emas pada Porprov XV. Guna merealisasikan target tersebut, bonus sebesar Rp100 juta disiapkan untuk peraih medali emas kategori perorangan. Sementara untuk berpasangan dan beregu, masing-masing Rp60 juta serta Rp33 juta per orang

Sedangkan untuk peraih perak Rp33 juta untuk kategori perorangan, Rp20 juta per orang bagi berpasangan, dan Rp13,5 juta per orang khusus beregu.

Peraih perak sendiri akan diguyur Rp13,5 juta pada perorangan, Rp10 juta per orang untuk kategori berpasangan, dan Rp7 juta per orang di nomor beregu.

Ketua KONI Kota Bogor, Dedi Sumarna mengatakan bahwa pemberian bonus tersebut telah diatur dalam standar biaya pada Peraturan Wali Kota Nomor 28 Tahun 2024 Tentang Pedoman Pemberian Penghargaan Bagi Atlet, Pelatih, dan Induk Cabang Olahraga Berprestasi.

“Semua diatur disana termasuk untuk bonus pelatih, yakni 75 persen dari bonus yang diterima atlet,” ujar Dedi kepada wartawan, Jumat (24/4).

Menurut Dedi, bonus tersebut diberikan langsung kepada atlet dan pelatih dengan cara ditransfer, tanpa adanya potongan pajak sama sekali.

“Insya Allah bonus Porprov 2026 diberikan tanpa adanya potongan pajak sama sekali. Langsung ditransfer tanpa adanya embel-embel potongan apapun,” tegas lelaki yang hobi berburu itu.

Lebih lanjut, kata Dedi, besaran bonus tersebut diharapkan dapat memacu atlet untuk membawa medali emas sebanyak-banyaknya, demi menembus target 100 medali emas.

“KONI Kota Bogor berharap, para atlet bisa berjuang secara spartan untuk meraih emas, dan bisa merealisasikan target. Syukur-syukur dapat melebihi 100 emas,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Juni, Target Groundbreaking PSEL Bogor Raya

0

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mematangkan pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Ikhtiar ini merupakan solusi jangka panjang penanganan sampah di Kota dan Kabupaten atau Bogor Raya.

Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya mulai di teken bersama oleh pemerintah daerah, baik Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor. Komitmen tersebut diperkuat dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Jakarta, Selasa (21/4) lalu.

Kerja sama tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Kota Bogor, dan pihak swasta PT Weiming Nusantara Bogor New Energy.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menjelaskan, groundbreaking PSEL ditargetkan akan berlangsung pada Juni 2026 mendatang. Pemkot Bogor pun telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan sejumlah pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek PSEL ini.

Danantara sendiri telah resmi menunjuk perusahaan asal Tiongkok, Zhejiang Weiming Environment Protection, sebagai investor sekaligus operator proyek strategis tersebut.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Setiawati menjelaskan, timbulan sampah yang akan diolah di PSEL Bogor Raya sebanyak 1.000-1.500 ton per hari. Olahan ini merupakan aglomerasi dari kota dan Kabupaten Bogor.

Berdasarkan data, 1 ton sampah yang diolah di PSEL bisa menghasilkan 300 kwjam listrik. Hasil energi listrik ini cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik 1 keluarga selama sebulan.

“Contohnya pengolahan sampah di Shanghai China mengelola 9.000 ton sampah yang menghasilkan lebih dari 1,5 miliar kwjam listrik setiap tahun,” papar Setiawati.

Proses pendistribusian aliran listrik akan dilakukan langsung oleh PLN. Pemerintah daerah disebutnya hanya berkewajiban untuk memenuhi pasokan sampah tiap harinya.

Setiawati bersyukur karena Kota Bogor berkesempatan untuk melaksanakan proyek PSEL di bacht pertama. Apalagi proyek ini memiliki dasar hukum yang kuat.

“Salah satunya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 tahun 2025. Di bacht pertama ini bukan hanya kita, tapi ada juga Yogyakarta, Bekasi dan Bali,” ujarnya.

Penandatanganan tersebut menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks. Selain itu, kerja sama ini juga menghadirkan solusi inovatif dengan mengubah sampah menjadi energi listrik yang ramah lingkungan.

Implementasi PSEL Bogor Raya diharapkan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan serta menekan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain itu, proyek berlokasi di TPA Galuga ini juga akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat berupa lingkungan yang lebih bersih, berkurangnya pencemaran, serta hadirnya sistem pengelolaan sampah yang lebih modern.

Tidak hanya dari sisi lingkungan, proyek ini juga berpotensi memberikan nilai tambah secara ekonomi, diantaranya melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan sektor energi bersih di daerah.

Oleh karena itu, kerja sama pengelolaan sampah menjadi energi listrik ini diharapkan mampu menghadirkan wajah baru sekaligus lompatan besar dalam arah pembangunan Kabupaten Bogor.

Selain Galuga, PSEL Kayumanis dirancang melalui skema aglomerasi. Lokasi ini disiapkan untuk melayani wilayah yang selama ini dinilai terlalu jauh jika harus membuang sampah ke Galuga, seperti Cibinong dan kawasan Puncak.
Pemkot Bogor juga telah menyiapkan aspek pendukung mulai dari lokasi hingga kecocokan dalam RTRW. Di Kayumanis, fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) turut direncanakan sebagai bagian dari sistem PSEL.

Teknologi pengolahan sampah ini bersifat modern dan mampu mengolah sampah secara efisien sekaligus menghasilkan energi.

Skema operasional kedua fasilitas akan dikelola secara kolaboratif bersama investor dan Pemerintah Kabupaten Bogor. Pertemuan dengan Bupati Bogor akan dilakukan untuk mematangkan pembagian peran dan wilayah layanan.

Saat ini, pemerintah pusat mempercepat pembangunan PSEL sebagai langkah menghadapi kedaruratan sampah nasional. Hingga kini, proyek PSEL dirancang di 33 lokasi pada 61 kabupaten/kota, diprioritaskan bagi daerah dengan timbunan sampah di atas 1.000 ton per hari.

Total kapasitas pengolahan dari seluruh proyek tersebut mencapai 14,4 juta ton per tahun, setara 22,5 persen timbunan sampah nasional. Sisanya akan ditangani melalui pendekatan lain seperti pengelolaan sampah kawasan, pasar, sekolah, industri, hingga permukiman.
Pemerintah menargetkan tahap awal PSEL beroperasi mulai 2027, sementara proyek lainnya ditarget rampung Mei 2028.

Dengan percepatan nasional ini, penanganan sampah di Bogor Raya diharapkan semakin efektif dan memberi dampak nyata bagi kualitas lingkungan.

Pastikan Soliditas Partai, DPP Perindo Sambangi Kantor DPD Perindo Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Indonesia melakukan kunjungan ke Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Persatuan Indonesia Kabupaten Bogor, Kamis (23/4/ 2026). Kunjungan tersebut untuk memperkuat konsolidasi dan memastikan soliditas struktur partai hingga ke tingkat daerah

Jajaran pengurus DPD Perindo Kabupaten Bogor beserta kader dan simpatisan menyambut dengan hangat kedatangan para pengurus DPP

Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan tampak mewarnai pertemuan yang menjadi momentum penting dalam meningkatkan koordinasi antara pusat dan daerah.

Sekjen DPP Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansah dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antarstruktur partai untuk menghadapi agenda politik ke depan.

Ia juga mengapresiasi kinerja DPD Kabupaten Bogor yang dinilai aktif dalam membangun jaringan dan memperkuat basis dukungan masyarakat.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa seluruh jajaran tetap solid, bergerak bersama, dan terus hadir di tengah masyarakat dengan program-program nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Perindo Kabupaten Bogor, Idrus Iskandar menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat struktur hingga ke tingkat ranting serta meningkatkan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi internal, evaluasi program kerja, serta penyampaian arahan strategis dari DPP guna menghadapi tantangan politik ke depan.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Waketum DPP Perindo, Tama S Langkun dan Jajaran Pengurus DPP Perindo.
Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan hubungan antara DPP dan DPD semakin erat, serta mampu mendorong kinerja organisasi yang lebih optimal dalam mewujudkan visi dan misi partai di tengah masyarakat. (Arie Surbakti)

Sekolah Ambruk, Siswa SDN Ciketug Belajar Beralas Terpal

0

Nanggung l Jurnal Bogor‎
‎Kondisi memprihatinkan dialami sejumlah siswa di SDN Ciketug, Desa Pangkaljaya, Nanggung, Kabupaten Bogor yang terpaksa harus belajar di luar ruangan dengan beralaskan terpal. ‎Keadaan ini setelah gedung SDN Ciketug rusak berat hingga ambruk.

‎‎Kepala Sekolah SDN Ciketug Mursid menyebutkan, siswanya terpaksa menggunakan fasilitas seadanya belajar di pelataran sekolah hingga mushala.

‎”Sudah 4 bulan ini, KBM di SDN Ciketug sangat darurat,” kata Mursid kepada Jurnal Bogor, Kamis (23/4/2026).

‎Ambruknya gedung SDN Ciketug yang terjadi sejak 22 Desember 2025. Namun, hingga kini belum juga dibangun.

Siswa SDN Ciketug belajar di halaman sekolah. Foto: Ekon


‎Pascasekolah itu ambruk, pihak sekolah menjadwalkan kegiatan belajar siswa menjadi dua sift pada pagi dan siang hari. Namun, tetap saja selama empat bulan ini datang ke sekolah pada pagi hari.

‎”Meski sudah diarahkan berkali-kali, tetap saja siswa datangnya pagi semua, kondisi ini keadaan sekolah menjadi sangat darurat,” jelasnya.

‎Infomasinya, SDN Ciketug akan dibangun pada Maret 2026, tetapi sampai saat ini setelah sekolah itu ambruk belum juga dibangun.
‎‎
‎Namun menurut Kasi Pendidikan dan Kesehatan Ujang Maulana, proses pembangunan gedung SDN Ciketug akan dimulai pada Mei mendatang.

‎”Masuk pada pembangunan parsial bulan Mei 2026 nanti,” tukasnya.

** Arip Ekon

Warga Batutulis Kebut Pasang Paving Block

0



‎Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Selama lima hari terakhir warga di lingkungan RW 04 di Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor mengebut pemasangan paving block yang dilakukan secara swadaya untuk perbaikan area lapangan pemersatu Batutulis.

‎”Swadaya ini merupakan pemanfaatan bantuan material PT Antam,” ujar warga sekitar, Maelani Mauli kepada Jurnal Bogor, Kamis (23/4/2026)
‎‎
‎Tak hanya itu, Maelani menjelaskan, pemasangan paving block tersebut sebagai wujud gotong royong warga untuk memperbaiki infrastruktur lingkungan.

‎”Perbaikan insfratruktur lingkungan, seperti penerima manfaat MCK di area lapangan tidak becek lagi, apalagi disaat hujan,” kata dia.

‎Mulai dari anak – anak, remaja hingga kuam ibu bersukarela membawa material untuk dipasang di lapangan Pemersatu.

‎”Sudah terbiasa masyarakat melangsungkan gotong royong, apalagi untuk kepentingan umum inisiatif masyarakat begitu tinggi,” pungkas ketua RT setempat, Asep Suryana.

** Arip Ekon

SDN Citeko 3 Butuh Fasilitas dan Ruang Kelas

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Sarana dan prasarana di SDN Citeko 03, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, masih memprihatinkan. Pengajuan perbaikan yang sudah berkali-kali diajukan pihak sekolah belum juga direspons Dinas Pendidikan. Akibatnya, proses belajar mengajar terganggu karena fasilitas pendukung rusak berat dan ruang kelas tidak mencukupi.

Kepala Sekolah Dewi Rexar Giri Kusumah, M.Pd. menegaskan kebutuhan mebel seperti kursi, meja, hingga toilet sudah sangat mendesak.

“Harapan kami, Disdik bisa cepat merespons karena ini menyangkut kenyamanan dan keselamatan anak-anak,” tegas Dewi.

Sekolah dengan 516 siswa ini terpaksa menjalankan pembelajaran dalam 3 shift yakni pagi, siang, dan sore. Salah satu ruangan kecil bahkan dijadikan kelas darurat sehingga siswa berdesak-desakan saat belajar.

“Kami perlu penambahan ruangan kelas, karena tenaga kerja dan tenaga kependidikan ada 17 orang. Tidak mungkin ruangan kecil menampung semua,” jelas Dewi.

Selain itu, buku-buku sekolah sudah setahun menumpuk di gudang tanpa diangkut pihak dinas. Pengajuan pembangunan mabeler sejak 2012 pun belum terealisasi.

“Kami berharap pemerintah segera menindaklanjuti, karena anak-anak butuh ruang belajar yang nyaman,” tambahnya.

Masyarakat, orang tua murid, dan pihak sekolah mendesak agar usulan sarpras masuk prioritas anggaran. Untuk penerimaan murid baru tahun ini, sekolah terpaksa membatasi jumlah siswa karena ruang kelas tidak memadai.

“SDN Citeko 03 adalah sekolah favorit karena letaknya strategis di pinggir jalan alternatif Puncak. Tapi kami terpaksa membatasi penerimaan agar tidak semakin padat,” pungkas Dewi.

** Dadang Supriatna

Dapur MBG Respons Kritik dari Pihak Sekolah

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Santernya kabar Terkait menu Makan Gizi Gratis (MBG) mulai dari kurang bumbu hingga jumlah menu yang diterima oleh para siswa, direspons positif oleh para pengurus dapur MBG yang ada di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Perbaikan demi perbaikan terus dilakukan oleh pihak dapurnya hingga sekolah yang menerima MBG itu merasa gembira atas saran yang diungkapkannya ke pengelola MBG.

“Jika ada makanan MBG yang kurang tepat, kita pasti memberikan kabar kepada petugasnya secara baik-baik. Misalnya bumbunya kurang, kita kasih tahu ke petugas yang saban hari kesini. Dan alhamdulillah, berkat penyampaian yang baik dan sopan, menu MBG yang diterima oleh anak-anak didik kami sekarang baik-baik saja. Hidangan yang tersaji itu dimakan oleh anak-anak, ” ujar Kepsek SDN Citeko 03, Dewi Rexa.

Ia menambahkan, sejak digulirkannya MBG, anak-anak sekolah tidak lagi jajan sembarang selama berada di lingkungan sekolah. Kini mereka benar benar memanfaatkan kehadiran menu MBG.

“Sejak ada MBG secara bertahap anak-anak tidak lagi jajan sembarangan saat mereka berada di sekolah. Yang kita amati, hadirnya MBG cukup membantu,” imbuhnya.

Adanya perbaikan terhadap kualitas menu MBG ini dirasakan oleh para orang tua murid juga. Mereka meminta hal itu tetap dipertahankan oleh dapur-dapur MBG yang ada di wilayah Kecamatan Cisarua dan sekitarnya.

“Setiap hari saya suka menanyakan kepada anak terkait menu MBG-nya. Secara spontan anak menjawab, makanannya enak, ” pungkas Heni.

** Dadang Supriatna

Masalah Pendirian Tower BTS, Camat Angkat Bicara

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Ditengah gencarnya penolakan warga terhadap pembangunan tower BTS di RT 01 RW 02 Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Camat Cisarua Heri Risnandar akhirnya angkat bicara. Dikatakannya, untuk memuluskan pendirian tower tersebut harus melakukan pengurusan izin dari awal terhadap warga yang berada di sekitar dan radius tempat berdirinya tower tersebut.

“Tower BTS di Citeko yang ditolak pembangunannya oleh sebagian warga itu belum memiliki perizinan. Meskipun demikian, fisik tower yang baru sebagian berdiri tidak serta merta harus dibongkar. Pihak tower harus melakukan pengurusan secara pasti terhadap perizinan dari warga sekitar. Masyarakat yang perlu bertandang tangan izin lingkungan tersebut, harus masyarskat yang berdekatan dengan fisik tower,” tegas camat.

Terkait fisik tower yang sebagian sudah dibangun, camat menambahkan, pihak pelaksana yang ditarget oleh waktu rata-rata mereka melaksanakan pembangunan sambil menunggu proses perizinan keluar.

“Para pengusaha tower untuk pelaksanaan pembangunannya ditarget dengan waktu. Dengan demikian, meskipun mereka belum mengantongi perizinan, mereka tetap melakukan aktivitas. Karena, pihak pengusaha sudah berani mengambil resiko terhadap pelanggaran yang harus ditanganinya berupa denda administratif, ” imbuhnya.

Sementara itu, isu berkas perizinan yang sudah dilayangkan oleh pihak tower kepada pemerintah kecamatan, dibantah oleh camat Heri Risnandar.

” Untuk pendirian tower di RT 01/02 yang kini distop aktivitasnya, pemerintah kecamatan belum mengeluarkan surat rekomendasi periizinannya. Karena, situasi di lingkungan warga hingga saat ini belum kondusif. Kita minta kepada pihak tower supaya menyelesaikan secara baik dengan warga sekitar, “pungkasnya.

** Dadang Supriatna

Warga Babakan Sadeng Keluhkan Bau Tak Sedap dan Ribuan Lalat Akibat TPS Liar di Lahan Kosong

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor
Kesadaran warga yang masih rendah dalam membuang sampah di lahan kosong menimbulkan dampak serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Di Lingkungan RT 06/03, Desa Babakan Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, sebuah lahan kosong kini berubah menjadi tempat pembuangan sampah (TPS) liar. Kondisi ini mengganggu kenyamanan serta mengancam kesehatan warga sekitar.

Tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut menimbulkan bau tak sedap yang menyengat. Selain itu, sampah tersebut juga menjadi sarang lalat dan nyamuk dalam jumlah yang sangat banyak.

Sejumlah warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi lahan kosong mengeluhkan kondisi ini. Mereka yang enggan disebutkan namanya itu mengaku khawatir jika permasalahan ini dibiarkan terus-menerus.

“Bau tidak sedap sangat mengganggu. Setiap hari kami melihat banyak lalat dan nyamuk. Kami khawatir nanti akan timbul penyakit seperti demam berdarah atau diare,” ujar salah seorang warga, pada Kamis (23/426).

Para warga pun berharap pemerintah setempat segera mengambil langkah cepat. Mereka meminta agar disediakan tempat pembuangan sampah resmi atau solusi alternatif lain, sehingga warga tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Sementara itu, Ketua RT 06, Hendra, saat ditemui awak media mengakui sudah berupaya mengingatkan warganya. Namun, imbauan tersebut sejauh ini belum membuahkan hasil maksimal.

“Saya sudah mengingatkan, baik melalui teguran langsung maupun melalui spanduk yang dipasang agar warga tidak membuang sampah sembarangan. Tapi kenyataannya masih saja ada yang nekat,” pungkas Hendra.

(Rahman Efendi)