30.1 C
Bogor
Saturday, June 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Tak Dapat Ambulans, Ibu Tunggal Rela Naik Angkutan Umum Demi Kesembuhan Anak

0

Cisarua | Jurnal Bogor – Keterbatasan fasilitas transportasi medis membuat seorang ibu tunggal asal Kampung Babakan RT 003/001, Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, terpaksa menggunakan angkutan umum untuk membawa anaknya menjalani pengobatan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Kondisi tersebut dialami Windari Kurniasih. Demi mendapatkan penanganan medis bagi buah hatinya, ia harus membawa sang anak menggunakan bus karena tidak kunjung memperoleh layanan ambulans.

Windari menuturkan, sejak dini hari anaknya mengalami demam tinggi disertai kejang-kejang sehingga membutuhkan penanganan medis secepatnya. Namun, karena obat yang dibutuhkan hanya tersedia di RSCM Jakarta, ia terpaksa menempuh perjalanan menggunakan angkutan umum.

Anaknya diketahui menderita sejumlah penyakit serius, di antaranya hidrosefalus akibat meningitis, cerebral palsy, spina bifida, serta gizi buruk. Kondisi tersebut mengharuskan sang anak menjalani pengobatan rutin di RSCM.

Menurut Windari, perjuangan membawa anaknya menggunakan angkutan umum bukanlah hal baru. Selama lima tahun terakhir, ia kerap menggunakan transportasi umum setiap kali menjalani kontrol maupun pengobatan di RSCM.

“Sebagai ibu tunggal, hal ini sangat berat buat saya. Namun yang terpenting adalah kesembuhan anak saya,” ujar Windari, Sabtu (27/6/2026).

Ia mengaku keterbatasan ekonomi menjadi tantangan terbesar selama mendampingi anaknya menjalani perawatan di Jakarta. Bahkan, tidak jarang dirinya harus menahan lapar agar uang yang dimiliki cukup untuk memenuhi kebutuhan pengobatan sang anak.

“Sering saya menahan rasa lapar ketika anak saya dirawat di RSCM. Saya hanya minum air putih karena uang yang saya pegang hanya cukup untuk kebutuhan pasien,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Di tengah segala keterbatasan, Windari mengaku hanya bisa terus berikhtiar demi memberikan kesempatan terbaik bagi anaknya untuk mendapatkan pengobatan.

“Dengan kondisi saat ini saya hanya bisa berikhtiar semampu saya. Yang terpenting anak saya tetap mendapatkan penanganan medis, meski hanya untuk mengurangi rasa sakit yang dideritanya. Menurut dokter, proses penyembuhannya masih membutuhkan waktu yang panjang,” ungkapnya.

Selama kurang lebih lima tahun mendampingi sang anak berobat, Windari mengaku tidak pernah kehilangan harapan. Sebagai seorang ibu, ia akan terus berusaha semampunya dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

“Saya hanya berikhtiar dan berusaha. Sisanya saya pasrahkan kepada Allah SWT,” tutupnya sambil meneteskan air mata. Yudi

Perkasa, PWI Kota Bogor Juara Mini Soccer Bupati Bogor Cup 2026

0

Bogor | Jurnal Bogor

Tim sepakbola Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor sukses keluar sebagai juara pertama dalam ajang turnamen Mini Soccer Bupati Bogor Cup 2026. Kompetisi antar pewarta ini digelar di Ayo Arena, Sentul pada Jumat, 26 Juni 2026, dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.

Turnamen bergengsi ini pun berlangsung meriah dengan partisipasi puluhan jurnalis yang tergabung dalam berbagai organisasi dan komunitas media di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.

Beberapa tim yang turut berlaga diantaranya Media Center Kota Bogor, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bogor Raya, PWI Kabupaten Bogor, PWI Kota Bogor, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor, Forum Jurnalis Bogor Barat (FJBB), dan Kelompok Kerja Wartawan (Pokwan) DPRD Kabupaten Bogor.

Sejak peluit pertama dibunyikan, tim PWI Kota Bogor yang mengusung jargon “Pangeran Biru” langsung tampil mendominasi.

Pada pertandingan pertama, ketajaman lini serang PWI Kota Bogor berhasil menyudahi perlawanan sengit dari tim PFI Bogor dengan skor telak 3-1. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan mereka melaju ke babak semi final.

Di partai semifinal yang berlangsung dengan durasi 15 menit per babak, langkah PWI Kota Bogor kian tak terbendung. Menghadapi tim tangguh Pokwan DPRD Kabupaten Bogor, “Pangeran Biru” menyudahi laga dengan kemenangan tipis namun krusial, 1-0.

Sementara itu, tensi tinggi sempat mewarnai laga semifinal lainnya yang mempertemukan IJTI Bogor Raya melawan Sentul City. Akibat adanya insiden di tengah lapangan, pertandingan antara kedua tim tersebut terpaksa dihentikan.

Merespons situasi itu, panitia penyelenggara langsung melakukan evaluasi dan mengambil keputusan akhir terkait status juara.

Berdasarkan hasil keputusan resmi panitia, PWI Kota Bogor ditetapkan sah sebagai juara pertama, disusul Pokwan DPRD Kabupaten Bogor yang menempati posisi juara kedua dalam turnamen Bupati Bogor Cup tahun ini.

Adapun penyerahan trofi Mini Soccer Bupati Bogor Cup 2026, diserahkan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi mengucapkan rasa syukur dan mengapresiasi atas kemenangan tim PWI Kota Bogor yang terlihat bermain dengan kompak dan tetap solid.

“Kemenangan ini bukan hanya milik PWI Kota Bogor, melainkan milik semua jurnalis se-Bogor Raya,” tegas Aldho sapaan karibnya.

Terpisah, Ketua Panitia Mini Soccer Bupati Bogor Cup 2026, Muhammad Imam mengatakan kegiatan ini digagas untuk membangun kebersamaan di antara para jurnalis yang sehari-hari bertugas melakukan peliputan di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.

“Kegiatan ini kami gagas untuk merekatkan kebersamaan jurnalis dari berbagai organisasi dan komunitas media di Kota maupun Kabupaten Bogor. Semangatnya adalah sinergi dan kekompakan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa turnamen yang mendapat dukungan Bupati Bogor Rudy Susmanto itu mengusung tema “Sinergi Jurnalis Sehat untuk Bogor Istimewa”.

“Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong gaya hidup sehat di kalangan pekerja media,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

BKAD Bantah Tudingan Jual Aset Pemkot Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor membantah tudingan yang menyebut Pemerintah Kota Bogor menjual atau membiarkan aset negara dikuasai pihak lain di kawasan Perumahan Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, tepatnya di RW 05, RT 02 dan RT 03.

Kepala BKAD Kota Bogor, Lia Kania Dewi, menegaskan lahan yang dipersoalkan masih menjadi aset yang dikuasai Pemerintah Kota Bogor. Menurutnya, riwayat aset tersebut bermula pada 1985 saat pengembang PT Jin’s Internasional Ltd menyerahkan tanah dan bangunan kepada warga. Penyerahan itu meliputi lahan seluas sekitar 600 meter persegi, 200 meter persegi, serta sekitar 170 meter persegi berikut bangunan setengah jadi.

Sebagai dasar administrasi, telah diterbitkan Surat Pelepasan Hak (SPH) prioritas yang ditandatangani Camat Bogor Barat sebagai dasar penyerahan bidang tanah dari warga Taman Cibalagung kepada Pemerintah Kota Bogor.

Selanjutnya, Pemkot Bogor mengajukan sertifikasi ke Kantor Pertanahan Kota Bogor. Dari proses tersebut terbit dua sertifikat hak pakai, masing-masing untuk lahan seluas sekitar 198 meter persegi yang digunakan sebagai masjid dan sekitar 600 meter persegi yang dimanfaatkan sebagai lapangan. Sementara bidang seluas sekitar 170 meter persegi yang digunakan sebagai ruang serbaguna masih menunggu tindak lanjut.

Lia mengungkapkan, hasil penelusuran melalui aplikasi Bhumi ATR/BPN menunjukkan adanya Sertifikat Hak Milik (SHM) seluas 162 meter persegi pada salah satu bidang tanah. Namun demikian, menurutnya hal tersebut tidak mengubah fakta bahwa penguasaan fisik lahan hingga kini masih berada di tangan Pemerintah Kota Bogor.

“Sampai saat ini lahan dimaksud masih dikuasai oleh Pemerintah Kota Bogor dan kami juga telah melakukan pengamanan fisik aset melalui pemasangan plang yang hingga sekarang masih terpasang dengan baik,” kata Lia, Jumat (26/6/2026).

Ia menambahkan, lahan tersebut hingga kini tetap dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat sebagai posyandu dan ruang serbaguna.

Senada, Kepala Bidang Aset BKAD Kota Bogor, Agih Pribadi Kusuma, memastikan informasi yang menyebut BKAD menjual aset daerah tidak benar. Menurutnya, tidak mungkin BKAD memberikan izin kepada pihak mana pun untuk mensertifikatkan ataupun menguasai aset milik pemerintah.

“Tidak mungkin BKAD menjual atau mengizinkan seseorang mensertifikatkan maupun menguasai aset negara. Informasi yang menyebut BKAD menjual aset itu tidak benar,” tegas Agih.

Ia menjelaskan, aset yang dipersoalkan terdiri atas sarana olahraga seluas sekitar 600 meter persegi, gedung serbaguna sekitar 200 meter persegi, dan masjid sekitar 170 meter persegi. Seluruh fasilitas umum tersebut diserahkan warga kepada Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) pada 2024 untuk dicatat sebagai aset daerah.

Saat proses sertifikasi berlangsung, kata Agih, Pemkot baru mengetahui salah satu bidang tanah telah memiliki SHM yang diterbitkan pada tahun 2000.

“Dari proses sertifikasi itu, yang berhasil disertifikatkan hanya dua aset, yakni sarana olahraga dan masjid. Sementara saat akan memproses bidang lainnya, kami mendapat informasi dari BPN bahwa sudah ada SHM yang terbit pada tahun 2000,” ujarnya.

Agih menegaskan BKAD tidak mengetahui proses penerbitan SHM tersebut karena berada di luar kewenangan pemerintah daerah.

“Kami tidak tahu-menahu mengenai proses terbitnya SHM tersebut,” katanya.

BKAD memastikan akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan langkah-langkah lanjutan dalam upaya mengamankan aset milik Pemerintah Kota Bogor.

“Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam rangka menyiapkan langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor,” pungkas Agih.

** Fredy Kristianto

Pawai Ta’ruf Gebyar 10 Muharam Warnai Lebaran Yatim Piatu di Cigombong

0

Cigombong | Jurnal Bogor
Pawai ta’aruf mewarnai Gebyar 10 Muharam 1448 Hijriyah di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor yang terpusat di titik lokasi kumpul depan gerbang MNC Lido, Kamis (25/6/2026) pada pukul 07:00 WIB.

Secara antusias ribuan peserta pawai yang berasal dari berbagai lapisan dan elemen masyarakat diantaranya, pemerintah desa, MUI, MWC NU, KUA, Pondok Pesantren, Ansor, Banser, Muslimat, BKMT, RT, RW, DKM masjid Al Aziim, PKK, PGRI dan siswa-siswi mulai dari tingkat SD sampai SMA melakukan long march ke kantor Kecamatan Cigombong.

Tampak juga iring-iringan mobil odong-odong yang mengangkut anak yatim melaju lambat ditengah kerumunan para peserta pawai ta’ruf. Disisi lain awak angkutan umum trayek Sukasari-Cicurug pun dengan sabar melaju pelan sehingga antrean kendaraan sempat mewarnai Jalan Raya Ciawi-Sukabumi.

“Kita maklum lagian ini kan cuma sebentar dan perayaan 10 Muharam. Jadi enggak masalah. Justru kita jadi gimana gitu melihat ibu-ibu dan bapak yang mengenakan baju muslim gitu, adem,” kata seorang sopir angkutan umum saat dihampiri Jurnal Bogor, Kamis (25/6/2026).

Camat Cigombong R.E Irwan Somantri, menerangkan bahwa pawai ta’ruf dan santunan anak yatim menjadi rangkaian kegiatan dalam Gebyar 10 Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan itu menjadi agenda rutinitas tahunan yang diselenggarakan di Kecamatan Cigombong dan sudah berlangsung selama tiga tahun.

Pihaknya pun menyampaikan terima kasih kepada semua elemen masyarakat yang turut mendukung kegiatan tersebut,  mulai dari pemerintah desa, MUI, MWC NU, pondok pesantren, BKMT, Fatayat, sekolah dan juga organisasi Islam seperti Banser dan Ansor. Termasuk untuk pengamanan peserta pawai yang melibatkan Polsek Cigombong, Koramil 0621/12 Cigombong , Satpol PP dibantu Linmas.

“Momentum Lebaran anak yatim ini untuk menyemangati diri sendiri agar selalu menyisihkan harta, pikiran dan kemampuan untuk membantu anak yatim. Selagi jasad masih bernyawa, kita usahakan kebaikan bagi anak yatim agar kelak menjadi hamba yang dimuliakan Allah di dunia dan akhirat. Dengan sendirinya, kita sebagai penyantun anak yatim juga diberikan kebaikan oleh Allah SWT,” kata Camat.

Ditambahkannya, sudah sepatutnya umat Islam menjadikan tanggal tersebut sebagai peringatan Idul Yatama atau lebarannya anak yatim. Memberikan kepedulian pada anak yatim yang memang harus dibantu oleh umat Islam lainnya yang lebih mampu.

“Senang sekali kita hari ini bisa memberikan santunan kepada anak yatim. Jajaran Forkopimcam, para alim ulama, tokoh masyarakat, mengucapkan terima kasih dan atas nama Pemerintah Kecamatan Cigombong mengucapkan selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah kepada seluruh masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, ketua MUI kecamatan Cigombong didampingi ketua MWC NU  mengapresiasi pemerintah kecamatan Cigombong memperingatii 10 Muharram begitu luar biasa terutama perhatiannya kepada anak anak yatim. 

“ini bukti bahwa Pemerintah Kecamatan Cigombong selalu ada untuk anak-anak yatim dan menghargai nilai-nilai Islam,” pungkasnya.

** Asep Saprudin

10 Muharram, TFJ Ciherang Berbagi Kebahagiaan Dengan Ratusan Yatim Piatu

0

Caringin | Jurnal Bogor
Peringatan 10 Muharram atau Hari Asyura menjadi momentum penting bagi umat muslim untuk berbagi dengan anak yatim. Pada tahun ini, PT Tirta Fresindo Jaya (TFJ) Plant Ciherang melalui penerapan Program Corporate Social Responsibility (CSR) kembali menyantuni ratusan anak yatim piatu di wilayah RW 02, Desa Ciherangpondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. 

Factory Manager TFJ Ciherang 2 Iwan Irawan mengatakan, kegiatan santunan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap 10 Muharram. Pada tahun ini santunan diberikan kepada ratusan yatim piatu yang terdiri dari 94 yatim, 42 piatu, serta 125 janda. 

“Alhamdulillah, tahun ini kami bisa kembali berbagi dengan anak-anak yatim piatu serta para janda yang tersebar di wilayah RW 02. Tentunya kebahagiaan mereka juga menjadi kebahagiaan bagi kami,” kata Iwan Irawan, Kamis (25/6/2026). 

DH IRGA PT TFJ Plant Ciherang 2, Adit Fauzi Azhari menambahkan, selain uang tunai para anak yatim tersebut juga mendapatkan bingkisan produk dari perusahaan. Dan hal itu, lanjut dia, sebagai bukti bahwa TFJ Ciherang begitu peduli terhadap yatim piatu. 

“Kami cinta yatim piatu, sebagaimana rasul menyuruh kita mencintai dan mengasihi anak yatim. Dan sebagai buktinya, kami selalu hadir setiap 10 Muharram untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka,” tambahnya.

ia juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tahunan tersebut, terutama tokoh ulama serta unsur lainnya yang terlibat dalam kepanitiaan. 

Di tempat yang sama, Ujang Zaenudin atau UG, salah satu tokoh warga di wilayah RW 02 mengapresiasi pihak TFJ Ciherang kerap memberikan perhatian terhadap lingkungan sekitar serta konsisten menjalankan berbagai program CSR, salah satunya dalam bidang keagamaan. 

“Alhamdulillah, mereka (yatim piatu) hari ini terlihat begitu bahagia. Dan tentunya kami pun turut berbahagia, karena memang mereka layak kita muliakan. Semoga hari ini menjadi hari penuh keberkahan bagi kita semua. Terima kasih TFJ, sudah turut berbagi kebahagiaan dengan anak-anak kami,” ungkapnya.

**Asep Saprudin

Kacang Edamami jadi Andalan Petani Puncak

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Kacang Edamami atau warga menyebutnya Kacang Damami, kini menjadi salah satu andalan para petani di wilayah Cisarua dan Megamendung. Jenis kacang yang sekeluarga dengan kacang Kedelai ini cukup cocok ditanam di dataran tinggi. Suhu yang dingin membuat tumbuhan tersebut kenal terhadap serangan hama. Para petani tidak perlu mengeluarkan biaya berlebihan untuk merawat tanaman selama 3 bulan.

“Musim kemarau merupakan waktunya musim panen Edamami dan kedelai. Harganya cukup stabil 8 sampai 10 ribu kita jual ke konsumen. Untuk Edamami ini biasanya warga menyantapnya secara direbus dan dimakan secara rame rame. Bahkan pada acara hajatan atau acara di perkantoran, rebus kacang ini selalu dihidangkan. Untuk itu, kita tidak pernah berhenti menanam Edamami, ” ujar Yadi, salah seorang petani.

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Megamendung, khususnya di Desa Sukamanah, Edamami merupakan komoditi yang dijual ke luar negeri. Negeri Malaysia merupakan negara tujuan yang konsisten membeli jenis kacang ini. Terjadinya penjualan Edamami ke negeri Jiran ini, adanya hubungan baik pemerintah desa dengan orang Malaysia yang pernah berkunjung ke desa tersebut.

“Sudah terjalin hubungan  ekonomi antara petani Desa Sukamanah dengan orang Malaysia. Yakni para petani Edamami disini selalu konsisten menyuplai komoditi yang dibutuhkan disana. Dengan demikian para petani di desa kita, selain mereka menanam sayur sayuran, Edamami juga tidak dilupakan untuk ditanam,” ujar Ade, Sekretaris Desa Sukamanah beberapa waktu lalu.

** Dadang Supriatna

Tanur Muthmainnah Tour Buka Program “Urban Umrah New Season 1448 H” Keberangkatan Agustus 2026

0

Depok | Jurnal Bogor
PT Tanur Muthmainnah Tour resmi membuka pendaftaran paket “Urban Umrah New Season 1448 H” untuk keberangkatan dari Jakarta.

Program ini mengusung misi “Now Everyone Can Umrah & Hajj” agar ibadah ke Tanah Suci lebih mudah diakses seluruh lapisan masyarakat. Keberangkatan perdana dijadwalkan pada 2, 7, 9, 14, 20, dan 28 Agustus 2026 dengan durasi 9 hari.

Paket Urban Package ditawarkan mulai Rp33,8 juta untuk kamar quad. Jamaah akan diterbangkan menggunakan Oman Air  menuju Jeddah. Selama di Tanah Suci, jamaah menginap di Madinah hotel setaraf Triple One dan di Makkah hotel setaraf Maysan Al Maqom/Elap Al Rayyan.

Fasilitas sudah termasuk tiket PP, visa umrah, asuransi, tour leader dan mutawwif, hotel, makan 3x sehari, bus AC, handling internasional, serta bagasi 23kg plus koper kabin 7kg.

“Kami ingin jamaah berangkat dengan tenang sejak awal musim. Karena itu data manifest kami minta 45 hari sebelum berangkat dan pelunasan 30 hari sebelum keberangkatan. Semua pembayaran wajib melalui sistem resmi PT Tanur Muthmainnah Tour untuk melindungi jamaah dari penipuan. Harga sewaktu-waktu dapat menyesuaikan kurs dolar dan riyal sesuai regulasi,” ujar Rina Octaviani biasa disapa Teh Inong, Bisnis Manager Team Bengkel Umroh Travel Tanur Muthmainnah Tour yang Beralamat di Jalan Raya Pengasinan No.35, RT 7/RW 4, Pengasinan, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat dengan telepon di nomor 087874800049.

(Wawan Hermawanto)

Material Bekas Jadi Pilihan Masyarakat Untuk Pembangunan

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Mahalnya harga material untuk pembangunan, mulai dari besi, baja ringan, dan berbagai jenis bahan material lainnya, menjadikan warga mencari alternatif lain untuk tetap mendapatkan kebutuhan material untuk aktivitas pembangunannya. Toko material bekas kini menjadi satu satunya jalan untuk membeli berbagai kebutuhan tersebut.

Tete (60) warga Cisarua, sejak terjadinya kenaikan berbagai keperluan pembangunan, mulai dari besi hingga kayu, ia lebih memilih belanja di toko material bekas. Menurut dia, barang-barang yang tersedia di toko material bekas pada umumnya masih layak untuk dipergunakan kembali. Bahkan yang lebih penting baginya, harga di toko material bekas jauh lebih murah.

“Pembuatan rumah kami nyaris terhenti karena terkendala biaya. Tetapi, setelah mendapatkan pengalaman dari beberapa teman, solusinya adalah belanja ke toko material bekas. Dan setelah kami lakukan benar adanya. Harga kebutuhan pembangunan jauh lebih murah. Yang penting kita harus pandai-pandai memilih kualitas dan kondisi barangnya, ” jelasnya.

Sementara itu, dikatakan Ruswan pemilik toko material bekas, sejak terjadinya kenaikan harga, tokonya selalu ramai oleh konsumen. Tetapi, meskipun banyak konsumen yang datang ke tokonya, ia cukup kesulitan untuk mendapatkan barang dagangannya.

“Barang barang material bekas tidak bisa ditentukan. Karena kita juga mencari dari para penjual lainnya. Dan belakangan ini warga selalu mencari barang bekas yang masih layak pakai. Seperti, asbes bekas, genting, keramik dan berbagai kebutuhan lainnya, ” pungkas Ruswan.

** Dadang Supriatna

Satpol PP Kabupaten Bogor Tertibkan 17 Bangunan Tanpa Izin di Jalan Sabililah Citeureup

0

Citeureup | Jurnal Bogor
Satpol PP Kabupaten Bogor bersama Satpol PP Unit Kecamatan Citeureup dan Dishub Kabupaten Bogor menggelar penertiban bangunan tanpa izin dan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Sabililah, Citeureup, Kamis (25/06/2026.)

Penertiban ini merujuk pada Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat, serta Perlindungan Masyarakat.

Sebelum aksi dilakukan, para pemilik bangunan sudah lebih dulu menerima Surat Pemberitahuan Penertiban. Mereka juga diimbau untuk membongkar bangunannya secara mandiri.

Kabid Tibum, Rama saat ditemui di lokasi menjelaskan, dari total 17 bangunan yang ditertibkan, 6 bangunan sudah dibongkar sendiri oleh pemilik. Sementara 11 bangunan lainnya dibongkar secara manual oleh petugas gabungan Satpol PP.

“Alhamdulillah semua kegiatan hari ini berjalan aman, lancar, dan kondusif,” ujar Rama.

Pemkab Bogor menegaskan penertiban Rumija akan terus dilakukan agar fungsi jalan kembali optimal dan tidak mengganggu ketertiban umum.

(Ar/Wan)

Pembangunan 2 Jembatan Jadi Prioritas

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pemerintah Kota Bogor melalui Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, mulai merealisasikan proyek infrastruktur strategis pada tahun anggaran 2026. Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dan revitalisasi kantor kelurahan jadi prioritas. Pembangunan itu guna mendongkrak mobilitas serta menjamin keselamatan warga di wilayah terluas se-Kecamatan Bogor Tengah tersebut.

Seperti diungkapkan Lurah Paledang, Ali Firdaus Abdul Kadir, dalam pertemuan bersama warga dan awak media di Posyandu Lebak Sari, RT 004 RW 003, Kelurahan Paledang, Kamis (25/6/2026). Ia memaparkan bahwa pembangunan ini merupakan buah dari perjuangan panjang warga yang didukung oleh berbagai elemen, termasuk media massa.

Proyek prioritas pertama adalah pembangunan JPO di wilayah Lebak Sari yang telah resmi mengantongi kontrak kerja sejak 25 Mei 2026. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 2,7 miliar ini ditargetkan rampung dalam 180 hari kalender.

“Alhamdulillah, perjuangan warga Lebak Sari selama ini membuahkan hasil. Proses pengerjaan sudah berjalan (on the way), diawali dengan pembongkaran dan pemasangan besi untuk pondasi penahan tanah menggunakan karung-karung di titik rawan longsor,” ujar Ali Firdaus.

Jembatan penyeberangan ini dirancang dengan spesifikasi panjang Jembatan 45,6 meter, lebar jembatan 1,8 meter. Namun demikian, kendala dalam pembagunan tentu ada, mengingat kontur tanah wilayah Paledang yang berbukit dan padat, Ali mengakui adanya tantangan logistik yang cukup tinggi di lapangan.

“Medan di Paledang ini cukup sulit, material tidak bisa langsung masuk ke lokasi pengerjaan karena kondisi lingkungan yang padat. Namun, kami memaksimalkan pemberdayaan tenaga kerja lokal, di mana saat ini ada sekitar 14 warga setempat yang ikut dilibatkan dalam proyek,” tambahnya.

Ali juga menjelaskan, guna memfasilitasi pembangunan ini, sebagian lahan di bawah dan di belakang bangunan Posyandu Lebak Sari telah dibeli oleh pemerintah agar penataan infrastruktur tersebut menjadi lebih rapi dan aman bagi pengguna jalan.

Selain JPO Lebak Sari, proyek prioritas  adalah pembangunan jembatan penghubung yang menghubungkan wilayah Paledang dengan Pasir Jaya senilai 2,7 Miliar, serta pembangunan kantor kelurahan senilai Rp 1,7 miliar ini telah berjalan selama lima minggu dan menunjukkan progres yang positif.

Sama seperti JPO Lebak Sari, jembatan penghubung ini ditargetkan selesai dalam 180 hari kalender, atau sekitar akhir November 2026. “Progresnya saat ini bahkan berjalan lebih cepat. Kami berharap pada akhir November nanti jembatan ini sudah bisa dimanfaatkan penuh dengan keberkahan oleh warga Paledang maupun warga Pasir Jaya pada khususnya,” jelas Ali.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bogor juga melakukan penataan di titik strategis perkotaan dengan membongkar JPO Paledang lama (dekat Stasiun Bogor) yang sudah lama ditutup karena dinilai membahayakan. Pembongkaran elemen struktural ini menggunakan alokasi anggaran APBD 2026 sebesar Rp 2,6 miliar dan dijadwalkan dimulai dalam waktu sepekan ke depan.

Sebagai gantinya, pemerintah menyediakan fasilitas pelican crossing (lampu penyeberangan pejalan kaki) demi menjamin keselamatan masyarakat yang menyeberang. “Kami mengimbau kepada seluruh warga, khususnya di wilayah RW 01 dan sekitarnya, agar lebih berhati-hati saat melintas selama proses pembongkaran JPO lama ini berlangsung,” imbau Lurah.

Kelurahan Paledang memiliki karakteristik yang unik dan kompleks. Dengan luas wilayah mencapai 176 hektare, kelurahan ini menjadi yang terluas di Kecamatan Bogor Tengah dengan populasi sekitar 11.000 hingga 12.500 jiwa yang tersebar di 13 RW dan 58 RT.

Sekitar 30 hingga 40 persen wilayahnya merupakan pusat ekonomi, perbankan, wisata belanja, hingga kawasan Istana Bogor dan Balai Kirti. Namun, area pemukiman warga seperti di Jalan Paledang, Bojong Neros, Lebak Sari, dan Pohon Manggis memiliki kontur perbukitan dan sempadan sungai yang rawan longsor.

Selain masalah jembatan, Ali Firdaus tidak menampik adanya keluhan klasik warga mengenai akses jalan lingkungan yang sempit. Kondisi ini sering kali menyulitkan ruang gerak masyarakat, terutama saat terjadi keadaan darurat.

“Akses jalan lingkungan yang sempit memang menjadi PR besar bagi kami. Ketika ada warga yang sakit atau meninggal dunia, proses evakuasi atau mobilisasi ambulan menjadi sangat sulit. Ini aspirasi yang sudah tertahan bahkan lebih dari 20 tahun,” ungkap Ali.

Sebagai langkah konkret pasca-penuntasan dua proyek jembatan di tahun 2026 ini, pihak kelurahan telah menyusun proyeksi lanjutan untuk tahun anggaran berikutnya.

“Insya Allah, di tahun 2027 fokus kami akan diarahkan pada perbaikan akses jalan gedoran berikut dengan pembenahan sistem drainase lingkungan. Kami ingin memastikan kenyamanan dan keselamatan warga benar-benar terfasilitasi,” pungkasnya.

Ali menegaskan, sinergi antara pihak eksekutif, legislatif, kelurahan, lembaga masyarakat seperti LPM, hingga peran media sangat krusial untuk mengawal pembangunan dan meredam polemik di wilayah demi kemajuan bersama di Kelurahan Paledang.

** Fredy Kristianto