30.5 C
Bogor
Thursday, June 18, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Gratia Tamansari Residence, Rumah View Gunung Salak Dibanderol Rp390 Juta

0

Bogor | Jurnal Bogor
Pasar hunian di Bogor kembali diramaikan dengan hadirnya tipe terbaru dari Perumahan Gratia Tamansari Residence. Pengembang meluncurkan tipe Garcinia 30/60, rumah satu lantai dengan konsep modern minimalis yang menawarkan pemandangan langsung ke Gunung Salak.

Rumah ini dibangun di atas lahan seluas 60 meter persegi dengan luas bangunan 30 meter persegi. Setiap unit memiliki dua kamar tidur dan satu kamar mandi, menyasar segmen keluarga muda dan pekerja komuter.

Marketing Perumahan Gratia Tamansari Residence Indra Dipura menyebutkan rumah tipe Garcinia 30/60 dirancang sebagai hunian eksklusif dalam satu cluster terbatas.

“Kami ingin menghadirkan rumah yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memberikan nilai estetika dan ketenangan bagi penghuni,” ujar  Indra Dipura ditemui di lokasi proyek Jalan E.Sumawijaya, Parakan, Tamansari, Kabupaten Bogor, Kamis (18/6/2026).

Dari sisi lokasi, perumahan ini dinilai strategis. Akses menuju Stasiun Bogor dapat ditempuh sekitar 15 menit, sementara ke gerbang Tol Bogor 20 menit perjalanan.

Gratia juga menawarkan skema pembayaran DP 0 persen serta pembebasan biaya-biaya hingga sertifikat hak milik. Harga promo dibanderol Rp390 juta untuk periode peluncuran.

Lingkungan perumahan mengusung konsep asri dan aman, dilengkapi fasilitas jalan paving block, taman depan rumah, dan pagar dengan tanaman pucuk merah yang menjadi ciri khas cluster.

Dengan harga yang relatif terjangkau dan lokasi yang terhubung ke Jakarta, tipe Garcinia 30/60 diperkirakan akan menjadi salah satu opsi hunian primadona bagi pencari rumah pertama di wilayah Bogor dan sekitarnya.

(Wawan Hermawanto)

Kota Bogor Selangkah Amankan Tiket Popda

0

Bogor | Jurnal Bogor

Tim sepak bola Kota Bogor semakin dekat mengamankan tiket menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Barat usai meraih kemenangan telak 5-0 atas Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada lanjutan POPWILDA Jawa Barat 2026 di Sport Jabar Arcamanik, Kamis (18/6/2026).

Sejak menit-menit awal pertandingan, anak asuh Kota Bogor langsung menekan pertahanan lawan. Permainan menyerang yang diperagakan membuahkan hasil dengan empat gol yang tercipta pada babak pertama, sekaligus menutup paruh pertama dengan keunggulan 4-0.

Memasuki babak kedua, intensitas permainan tetap terjaga. Kota Bogor kembali menambah satu gol untuk menyempurnakan kemenangan menjadi 5-0.

Penyerang Galen menjadi aktor utama kemenangan setelah memborong tiga gol atau mencatatkan hattrick. Sementara dua gol lainnya masing-masing dicetak Fairuz dan Nazril.

Kemenangan tersebut membuat langkah Kota Bogor menuju babak selanjutnya semakin terbuka. Mereka kini hanya membutuhkan hasil positif saat menghadapi Kabupaten Bogor pada laga terakhir fase grup yang akan berlangsung Jumat (19/6/2026). Hasil pertandingan itu akan menentukan posisi Kota Bogor sebagai juara grup sekaligus peluang lolos ke Popda Jawa Barat.

Manajer Tim Sepak Bola Kota Bogor, Manan Tampubolon, mengatakan kemenangan tersebut merupakan buah dari kedisiplinan para pemain dalam menerapkan strategi yang telah dipersiapkan tim pelatih.

“Kami bersyukur bisa meraih kemenangan penting dengan skor yang cukup meyakinkan. Anak-anak bermain disiplin, fokus, dan menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Namun perjuangan belum selesai karena masih ada satu pertandingan yang harus kami hadapi,” kata Manan.

Ia menegaskan, timnya tidak ingin cepat puas dengan hasil yang telah diraih. Menurutnya, fokus seluruh pemain kini tertuju pada laga terakhir yang menjadi penentu.

“Kami ingin menuntaskan fase grup dengan hasil terbaik. Target kami adalah menjadi juara grup dan memastikan tiket menuju Popda Jawa Barat. Karena itu, seluruh pemain harus tetap rendah hati dan menjaga konsistensi permainan,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Angkot Usia di Atas 20 Tahun Dilarang Mengaspal

0

Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang penertiban angkot tua di Kota Bogor akhirnya resmi ditandatangani, Senin (15/6/2026). Ini berarti angkutan kota (angkot) berusia 20 tahun lebih sudah tidak bisa mengaspal lagi di Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menandatangani Perwali Nomor 11 Tahun 2026 tentang Rasionalisasi, Peremajaan, dan Penghapusan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek. Namun, sebelum mengambil langkah ini, dirinya meminta masukkan berbagai pihak. Pasalnya, proses penyusunan Perwali ini berlangsung cukup lama. Pihaknya perlu melibatkan banyak pihak, pengusaha angkot, Organda Kota Bogor, DPRD Kota Bogor, perwakilan tokoh masyarakat Kota Bogor, ahli tata kota dan semua pihak lain yang berkompeten.

Tujuannya agar semua saran dan kritik penataan angkot bisa diakomodir. Sekaligus memberi ruang untuk para sopir dan pengusaha bersiap.

“Kami berikan waktu cukup lama, dari Perda diketuk palu di DPRD Kota Bogor, sampai Perwali. Jadi kami berikan kesempatan sekaligus melakukan dialog konstruktif,” jelasnya.

Dengan terbitnya Perwali ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor semakin mantap untuk tidak lagi mengizinkan angkot usia 20 tahun mengaspal.

“Secara teknis, secara resmi, mulai hari ini kita berlakukan langkah-langkah pembatasan yang lebih tegas,” kata Dedie.

Dedie menjelaskan ada beberapa skema penertiban yang dilakukan. Pertama yaitu pencabutan atribut atau identitas, penyitaan administrasi angkot.

“Kalau masih ada yang bandel, akan ada proses penindakan yang lebih keras lagi, misalnya dengan penyitaan kendaraan atau pengandangan,” terang Dedie.

Dedie berharap para sopir dan pengusaha angkot bisa memahami. Semua kebijakan ini sudah tertuang dalam Peraturan Daerah yang sifatnya mengikat. Apalagi aturan tersebut sudah pula disosialisasikan. Jadi tidak lagi ada alasan bagi para sopir angkot berusia 20 tahun lebih memaksa untuk tetap mengaspal.

“Saya yakin semua masyarakat sudah paham. Ini adalah langkah besar Kota Bogor agar lebih tertib dan modern lagi,” terang Dedie.

Dedie juga turut memperhatikan nasib sopir yang terkena dampak. Mereka diarahkan misalnya untuk bisa berpartisipasi dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kalau memang masih ada kesempatan, kita buka SPPG banyak. Saya mendengar juga mantan pengemudi juga banyak yang diterima bekerja di SPPG,” ujarnya.

Semua pihak mesti mengikuti perkembangan zaman. Kebutuhan masyarakat saat ini disebut Dedie sudah berbeda.

“Jadi, jangan lebih banyak supply daripada demand nya. Jangan lebih banyak kendaraannya dibanding kebutuhannya,” terang Dedie.

Setelah semua angkot tua ditertibkan, penataan akan terus berlanjut. Dedie berencana membuat sistem angkutan kota yang modern dan ramah lingkungan.

“Saat ini kita konsepsikan dengan memprioritaskan penghentian dulu. Setelah itu baru menyelaraskan dengan transportasi yang modern,” jelasnya.

Secara umum jumlah angkot yang masih mengaspal di Kota Bogor ada sebanyak 2.679 unit. Hampir setengahnya, melewati batas usia teknis. Jumlah angkot yang melebihi batas usia teknis 20 tahun 1.780 unit. Mereka tersebar dari keseluruhan trayek, yaitu 25 trayek angkot.
Sementara itu, tim penertiban angkot tua di Kota Bogor segera terbentuk. Sebanyak 1.700 armada akan menjadi target sasaran operasi mereka.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto menyebutkan saat ini ada 2.700 angkot yang resmi terdaftar. Sebagian diantaranya sudah di atas 20 tahun.

“Target operasi 1.700 yang akan kita tertibkan. Yang sudah masuk di usia teknis di atas 20 tahun. Sehingga tinggal 1.000 nanti kendaraan yang tersisa,” bebernya.

Sujatmiko menegaskan penertiban dilakukan dalam waktu dekat ini. Pihaknya tengah mempersiapkan Surat Keputusan (SK) tim penertiban tersebut.

“SK ini bukan di lingkup Dinas Perhubungan, tetapi tingkat Kota Bogor. Sudah naik ke atas menjadi agenda Kota Bogor,” jelas Sujatmiko.

Tim penertiban diisi oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim sebagai pelindung. Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin dan Sekretaris Daerah sebagai pengarah.

“Penanggung jawab kita (Dishub). Disitu nanti ada juga unit-unit, ada sosialisasi, administrasi dan tim teknis pelaksanaan penertiban,” ujar Sujatmiko.

Sujatmiko menjelaskan, tahap awal penertiban dilakukan melalui tindakan administratif. Angkot yang melanggar akan dicatat dan diselaraskan dengan data. Di lapangan, petugas atau tim juga akan mencopot seluruh atribut identitas kendaraan yang sudah melewati usia teknis.

“Trayeknya di copot, kemudian nanti kita pilok kiri, kanan, depan, belakang dengan tanda silang. Akan diberi tanda bahwa kendaraan itu sudah di atas 20 tahun,” terangnya.

Tak hanya itu, buku uji kendaraan dan dokumen trayek juga akan disita sehingga kendaraan tersebut tidak lagi memiliki izin operasional sebagai angkutan umum.

“Buku uji kita sita, buku trayek kita sita. Jadi dilarang beroperasi,” tegasnya.

Meski demikian, pemerintah belum langsung melakukan penyitaan kendaraan. Langkah tersebut baru akan dilakukan apabila pemilik angkot tetap membandel dan nekat beroperasi.

Ia menambahkan, kendaraan yang sudah ditertibkan masih dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain. Namun statusnya tidak lagi sebagai angkutan umum.

“Bisa dipakai untuk yang lain, tapi sudah menjadi bukan angkutan umum. Sosialisasi akan kami lakukan sampai akhir bulan ini,” katanya.

Apel Pagi, RSUD R.Moh.Noh Nur Serahkan Penghargaan Satyalancana Karya Satya dan Juara Voli

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang melaksanakan kegiatan apel pagi rutin yang diikuti oleh jajaran manajemen, tenaga kesehatan, serta seluruh pegawai. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat sebagai bagian dari upaya memperkuat disiplin, koordinasi, serta semangat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat pada Senin (15/06/2026).

Apel pagi ini menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen seluruh pegawai dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Selain itu, kegiatan juga menjadi sarana penyampaian informasi serta evaluasi pelaksanaan tugas di lingkungan rumah sakit.

Usai apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah mengabdi secara terus-menerus dengan penuh dedikasi. Pada kesempatan ini, penghargaan diberikan kepada:

Masa pengabdian 30 tahun: 1 orang
Masa pengabdian 20 tahun: 2 orang
Masa pengabdian 10 tahun: 11 orang


Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas loyalitas dan kontribusi para ASN dalam mendukung pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan.

Selain itu, juga diserahkan penghargaan kepada tim bola voli putra RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang yang berhasil meraih Juara 3 dalam turnamen yang diselenggarakan oleh panitia Kecamatan Leuwiliang dalam rangkaian HJB (Hari Jadi Bogor yang ke-544 berlokasi di Lapangan Voli BTN Leuwiliang.

Turnamen tersebut telah dilaksanakan pada Sabtu (13/06/2026), mulai pukul 08.00 sampai selesai, dan penghargaan diserahkan dalam apel pagi sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.

Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan semangat kebersamaan dan kinerja pegawai.

“Penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga dorongan agar seluruh pegawai terus meningkatkan disiplin, profesionalisme, dan semangat berprestasi, baik dalam pelayanan maupun kegiatan lainnya,” ujarnya.

Kegiatan apel pagi, penyerahan Satyalancana Karya Satya, serta pemberian penghargaan olahraga berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh rasa syukur. Momentum ini menjadi pengingat bahwa pengabdian, kerja sama, dan prestasi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

(yev/cc)

Mentan Penuhi Aspirasi Petani Papua, Tambah Cetak Sawah dan Benih Komoditas Unggulan

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memenuhi berbagai aspirasi yang disampaikan ratusan petani Papua bersama kepala daerah dalam Rapat Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua 2026 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Kamis (11/6/2026).

Berbagai usulan yang disampaikan, mulai dari tambahan cetak sawah hingga pengembangan komoditas unggulan seperti kelapa, pala, kakao, dan kopi, langsung mendapat respons dan dukungan dari pemerintah sebagai bagian dari upaya mempercepat swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Forum yang dihadiri ratusan petani, penyuluh, tokoh masyarakat, gubernur, dan bupati dari berbagai wilayah Papua tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi pembangunan pertanian secara langsung kepada pemerintah pusat. Sejumlah kebutuhan yang selama ini menjadi harapan masyarakat mendapat persetujuan langsung dari Mentan Amran, mulai dari perluasan areal tanam hingga pengembangan komoditas perkebunan unggulan daerah.

Mentan Amran menegaskan bahwa Papua memiliki peran strategis dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional. Karena itu, pemerintah berkomitmen memberikan dukungan penuh agar sektor pertanian Papua berkembang lebih cepat dan mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

“Kami ingin Papua mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Mau padi, sagu, ubi maupun komoditas lainnya, semuanya tersedia dan berkembang di Papua sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat,” ujar Mentan Amran.

Menurutnya, pembangunan pertanian di Papua tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga bertujuan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

Salah satu aspirasi yang mendapat respons langsung berasal dari Kabupaten Sarmi. Pemerintah daerah setempat mengusulkan tambahan pengembangan kelapa untuk mendukung potensi perkebunan rakyat yang terus berkembang. Menanggapi usulan tersebut, Mentan Amran langsung menyetujui tambahan pengembangan kelapa seluas 250 hektare.

Dukungan serupa juga diberikan kepada Kabupaten Fakfak yang dikenal sebagai salah satu sentra pala nasional. Untuk memperkuat posisi Fakfak sebagai daerah penghasil pala, Mentan Amran menyetujui tambahan pengembangan pala seluas 500 hektare. Selain itu, Kementerian Pertanian juga memberikan tambahan pengembangan kelapa seluas 100 hektare guna mendukung kebutuhan masyarakat pesisir dan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Mentan Amran mengatakan bahwa pemerintah akan terus mendorong pengembangan komoditas unggulan yang telah menjadi kekuatan ekonomi masyarakat Papua. Menurutnya, setiap daerah memiliki keunggulan yang harus diperkuat agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani.

“Kita ingin potensi yang dimiliki Papua berkembang maksimal. Karena itu, komoditas unggulan yang sudah menjadi kekuatan daerah harus terus diperkuat agar memberikan nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.

Selain pengembangan komoditas perkebunan, pemerintah juga terus memperluas program cetak sawah sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional. Hingga saat ini, total pengembangan cetak sawah di Papua telah mencapai sekitar 80 ribu hektare dalam dua tahun terakhir dan menjadi salah satu program terbesar pembangunan pertanian di kawasan timur Indonesia.

Untuk mendukung percepatan pembangunan pertanian di Papua, Kementerian Pertanian telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 triliun selama periode 2025-2026. Dukungan tersebut mencakup program cetak sawah, pengembangan komoditas unggulan, bantuan alat dan mesin pertanian, pembangunan irigasi, penyediaan benih, serta berbagai sarana produksi lainnya.

Mentan Amran menegaskan bahwa pembangunan pertanian di Papua akan tetap mengedepankan potensi dan kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama turun-temurun. Karena itu, selain padi, pemerintah juga terus memperkuat pengembangan sagu, ubi jalar, singkong, kopi, kakao, pala, dan kelapa sebagai komoditas unggulan Papua.

“Kearifan lokal tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan pertanian Papua. Kita ingin seluruh potensi yang dimiliki Papua berkembang secara optimal sehingga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus membuka ruang dialog dengan petani, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah agar setiap program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Hampir seluruh usulan prioritas yang disampaikan hari ini kami respons dan tindak lanjuti. Jika pelaksanaannya berjalan baik dan memberikan hasil yang nyata, tentu dukungannya akan terus ditingkatkan. Yang terpenting, kita bergerak bersama membangun Papua yang maju, mandiri, dan berdaulat pangan,” tutup Mentan Amran.

(Restu/BBPMKP)

Ibu Mahasiswa Papua yang Kritik Mentan Amran Dapat Bantuan

0

Kendari | Jurnal Bogor
Perbedaan pandangan dalam sebuah forum akademik berubah menjadi momen penuh haru saat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berdialog dengan seorang mahasiswa asal Papua dalam kuliah umum di Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (6/6/2026).

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo bernama Merius mempertanyakan keterlibatan TNI dan Polri dalam program cetak sawah di Papua. Menurutnya, program pertanian semestinya lebih banyak dikelola langsung oleh masyarakat dan petani setempat.

“Kita tahu bahwa hari ini yang menjadi cetakan sawah terbesar adalah di Papua dan di situ kebanyakan keterlibatan itu TNI-Polri. Namun saya melihat kenapa harus ada TNI-Polri yang terlibat, sedangkan program itu harus dirasakan dan dikelola oleh masyarakat sendiri,” ujar Merius.

Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran menjelaskan bahwa keterlibatan TNI dan Polri bersifat sementara untuk membantu percepatan pembangunan pertanian di daerah yang masih kekurangan tenaga pendamping.

“Supaya ini ad-hoc saja sementara. Setelah petaninya sudah pintar dan mandiri, polisinya mundur, tentaranya mundur. Bukan hanya di Papua, tetapi di seluruh Indonesia. Kenapa kami gunakan Babinsa? Karena jumlah penyuluh pertanian kita belum cukup. PPL hanya sekitar 37 ribu orang, sementara kebutuhan mencapai 80 ribu,” jelas Amran.

Dialog berlangsung dinamis sebagaimana lazimnya dalam ruang akademik. Namun suasana berubah ketika Mentan Amran menanyakan kondisi keluarga Merius.

“Ibu di mana, Nak? Masih hidup?” tanya Amran.

Dengan suara lirih, Merius menjawab bahwa kedua orang tuanya masih hidup namun mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan dan saat ini berada di Papua Pegunungan.

“Ibu dan bapak masih hidup, Pak. Tapi dua-duanya lumpuh karena ketabrak. Mereka ada di Papua Pegunungan,” jawab Merius.

Mendengar jawaban tersebut, Mentan Amran langsung menunjukkan empatinya. Di hadapan ribuan peserta kuliah umum, ia menawarkan bantuan pribadi untuk membantu pengobatan ibu mahasiswa tersebut.

“Ini saudara kita dari Papua Pegunungan. Tadi saya dengar ibunya sakit. Mau tidak saya bantu seadanya untuk ibu yang kau cintai? Saya kasih dari gaji menteri, nanti saya kasih Rp10 juta, kirim ke ibu ya,” kata Amran yang disambut tepuk tangan hadirin.

Menurut Amran, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam demokrasi dan dunia pendidikan. Justru kritik yang konstruktif dibutuhkan untuk memperbaiki kebijakan dan memperkuat pembangunan nasional.

“Artinya ada perbedaan pemahaman, itu wajar. Itulah Indonesia. Jangan kita sensitif. Kalau mau berhasil, kita harus menerima kritik yang konstruktif. Adik kita ini sedang sekolah, sedang berproses,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Amran juga menyampaikan pesan yang menyentuh kepada Merius dan seluruh mahasiswa yang hadir agar tidak melupakan perjuangan orang tua.

“Ingat, kalau nanti berhasil, muliakan ibumu, ibumu, ibumu. Kamu belajar keras di sini siang dan malam. Kamu adalah harapan ibumu dan bapakmu. Kamu tidak boleh kalah dan harus berhasil,” tegasnya.

Pesan tersebut disambut haru oleh peserta kuliah umum. Momen yang awalnya diawali dengan perdebatan mengenai kebijakan pertanian berubah menjadi pelajaran tentang empati, penghormatan terhadap perbedaan pendapat, dan pentingnya berbakti kepada orang tua.

Bagi Mentan Amran, kritik dan perbedaan pandangan tidak boleh menjadi penghalang untuk saling membantu. Sebaliknya, dialog yang terbuka harus menjadi jembatan untuk memperkuat persatuan, membangun pemahaman, dan menghadirkan kepedulian kepada sesama anak bangsa dari Sabang sampai Merauke.

(Restu/BBPMKP)

Bank Sampah Barokah Dorong Warga Ubah Sampah Jadi Tabungan

0

Bogor | Jurnal Bogor
Bank Sampah Barokah di Kota Bogor terus mengajak warga untuk mengubah sampah rumah tangga menjadi nilai ekonomi. Program ini jadi salah satu solusi mengurangi volume sampah sekaligus menambah pemasukan warga.

“Sampah yang tadinya cuma numpuk di rumah bisa dimanfaatin lagi. Selain bantu lingkungan, warga juga dapat untung,” ujar pengelola Bank Sampah Barokah, Darga Sulton, Rabu (17/06/2026).

Menurut Darga, Bank Sampah Barokah menerapkan sistem seperti bank pada umumnya. Warga yang menjadi nasabah bisa menyetorkan sampah anorganik seperti plastik, kertas, kaleng, dan botol. Sampah yang disetor kemudian ditimbang dan dicatat sebagai saldo tabungan.

Hasil tabungan sampah ini bisa dicairkan dalam bentuk uang atau ditukar dengan kebutuhan pokok. Konsep ini dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat soal pengelolaan sampah dari hulu.

Kota Bogor sendiri memiliki banyak unit bank sampah binaan yang tersebar di berbagai kelurahan dan anggota Asobsi Kota Bogor. Beberapa di antaranya ada di Sindangbarang, Sindangsari, Cikaret, Batutulis, dan Bukit Cimanggu City Yasmin dan wilayah lainnya di Kota Bogor  yang tergabung dalam Asobsi Kota Bogor.

Bank Sampah Barokah sendiri gudangnya berada di Jalan Raya Ciheuletu Anggrek Raya RW 06 Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara.

Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup juga aktif membina bank sampah agar bisa berkembang dan mandiri. Dengan begitu, target pengurangan sampah 30% di tingkat sumber bisa tercapai.

Warga yang ingin bergabung bisa datang langsung ke unit bank sampah terdekat di wilayahnya. Kegiatan penimbangan dilakukan rutin setiap minggu atau dua minggu sekali.

(Wawan Hermawanto)

Tanpa APBD, PWO Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

0

Caringin | Jurnal Bogor – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Persaudaraan Wartawan Online (PWO) menggelar aksi sosial berupa program bedah rumah bagi warga kurang mampu yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Caringin, Kecamatan Cijeruk, dan Kecamatan Cigombong.

‎Program kemanusiaan yang mengusung tema “Bakti ka Lemah Cai” tersebut terlaksana berkat kolaborasi antara insan pers yang tergabung dalam PWO, pemerintah desa, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta dukungan para sponsor dari kalangan pelaku usaha yang berada di kawasan Bogor Selatan.

‎Peluncuran (launching) program bedah rumah dilaksanakan di kediaman Udin, warga Kampung Legok Nyenang, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Pancawati H. Iqbal Jayadi, Camat Caringin Ramdan Firdaus, perwakilan Polsek Caringin, Ketua MUI Kecamatan Caringin, perwakilan sponsor, serta Ismail, anggota DPRD Kabupaten Bogor yang hadir mewakili Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor.

‎Adapun sejumlah perusahaan dan pelaku usaha yang turut memberikan dukungan dalam kegiatan sosial tersebut di antaranya Vila Vande, Vila Robust, Vila Bukit Pancawati, Santa Monica Resort, dan Kopi Daong. Dukungan yang diberikan berupa bantuan bahan bangunan dan material yang langsung didistribusikan kepada para penerima manfaat.

‎Ketua Umum PWO sekaligus wartawan Harian Pakar, Ujang Maturidi, dalam sambutannya mengatakan bahwa program bedah rumah tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial insan pers terhadap masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, seluruh kegiatan dilaksanakan tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah dan sepenuhnya didukung oleh sponsor dalam bentuk material bangunan.

‎“Alhamdulillah, dalam momentum Hari Jadi Bogor ke-544 ini kami menggelar kegiatan dengan tema Bakti ka Lemah Cai. Melalui kolaborasi bersama berbagai pihak, kami melaksanakan bedah rumah sebanyak tujuh unit yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Caringin, Cijeruk, dan Cigombong,” ujar Ujang Maturidi.

‎Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan para sponsor tidak berupa uang tunai, melainkan material bangunan yang langsung diterima oleh pemilik rumah. Dengan demikian, bantuan dapat dimanfaatkan secara maksimal sesuai kebutuhan pembangunan rumah masing-masing penerima manfaat.

‎Menurutnya, proses pembangunan rumah dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat. Warga, perangkat desa, dan berbagai elemen masyarakat turut terlibat dalam pengerjaan sehingga mencerminkan semangat kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Kabupaten Bogor.

‎“Para sponsor mensupport dalam bentuk bahan material yang langsung didistribusikan kepada pemilik rumah. Sementara untuk tenaga kerja dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat hingga pembangunan selesai. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih sangat kuat di tengah masyarakat,” jelasnya.

‎Ujang menambahkan, program tersebut juga menjadi bukti bahwa wartawan tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik sebagai penyampai informasi kepada publik, tetapi juga mampu hadir secara langsung membantu masyarakat melalui aksi nyata.

‎“Kegiatan ini merupakan aksi nyata para jurnalis yang tergabung dalam PWO Kabupaten Bogor untuk ikut membantu masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa wartawan juga memiliki tanggung jawab sosial dan dapat menjadi bagian dari solusi bagi warga yang membutuhkan,” tambahnya.

‎Sementara itu, Camat Caringin Ramdan Firdaus mengapresiasi inisiatif PWO yang telah menggagas program bedah rumah bagi warga kurang mampu. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh positif sinergi antara organisasi profesi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membantu meningkatkan kualitas hidup warga.

‎“Kami sangat mengapresiasi kegiatan launching bedah rumah yang dilaksanakan oleh Persaudaraan Wartawan Online. Ini merupakan kegiatan yang sangat mulia karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Kehadiran berbagai sponsor dan dukungan masyarakat menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat,” ujar Ramdan.

‎Ia berharap program tersebut dapat menjadi inspirasi bagi organisasi masyarakat, komunitas, maupun perusahaan untuk terus meningkatkan kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar.

‎“Semoga kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini dan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Kami dari pemerintah kecamatan siap mendukung setiap kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

‎Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Ismail, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Persaudaraan Wartawan Online yang berhasil menginisiasi program bedah rumah dengan melibatkan para pengusaha dan berbagai elemen masyarakat.

‎Menurut Ismail, langkah yang dilakukan PWO merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik karena mampu menggerakkan kepedulian sosial dunia usaha untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa membebani anggaran pemerintah.

‎“Kami memberikan apresiasi kepada PWO yang mampu merangkul para pengusaha untuk terlibat langsung dalam kegiatan sosial seperti ini. Program bedah rumah ini sangat membantu masyarakat sekaligus membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas rumah layak huni bagi warga kurang mampu,” ujarnya.

‎Ismail menilai, sinergi antara organisasi wartawan, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat merupakan model pembangunan partisipatif yang patut dicontoh. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

‎“Ketika semua pihak bergerak bersama, mulai dari organisasi profesi, pengusaha, tokoh masyarakat hingga pemerintah, maka persoalan sosial akan lebih cepat teratasi. Kegiatan seperti ini harus terus didorong dan dikembangkan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

‎Ia juga berharap semakin banyak perusahaan dan pelaku usaha yang memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar melalui program-program yang berdampak langsung kepada masyarakat.

‎Sementara itu, Kepala Desa Pancawati H. Iqbal Jayadi menyampaikan rasa terima kasih kepada PWO dan seluruh sponsor yang telah memilih warganya sebagai salah satu penerima manfaat program bedah rumah.

‎Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang selama ini tinggal di rumah yang kondisinya kurang layak huni. Dengan adanya program bedah rumah, diharapkan para penerima manfaat dapat tinggal di hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman.

‎Program bedah rumah PWO dalam rangka Hari Jadi Bogor ke-544 ini menjadi bukti bahwa semangat “Bakti ka Lemah Cai” tidak hanya sebatas slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara insan pers, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat pembangunan dan kepedulian sosial di Kabupaten Bogor. Yudi

Duta KTR Dikukuhkan, Pemkot Bogor Perkuat Edukasi KTR

0

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 (SKI 2023), prevalensi perokok pada usia 10–21 tahun di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 12,4 persen. Hingga saat ini, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban perokok remaja yang tinggi di dunia

Selain itu, terjadi peningkatan tren inisiasi merokok pada usia kurang dari 15 tahun, dari 11,5 persen (Riskesdas 2018) menjadi 19,9 persen (SKI 2023). Sementara itu, inisiasi merokok pada usia kurang dari 20 tahun meningkat dari 59,7 persen (Riskesdas 2018) menjadi 76,4 persen (SKI 2023).

Data tersebut dipaparkan dalam kegiatan Smoke Free Youth Generation Tahun 2026 di SMP Negeri 15 Kota Bogor, Rabu (17/6/2026).

“Kasus merokok pada remaja memang meningkat. Banyak faktor, termasuk pengaruh lingkungan dan promosi iklan. Sehingga dalam ikhtiar Pemkot Bogor, sekolah menjadi tempat strategis untuk kita sosialisasi,” ungkap Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.

Apalagi, Kota Bogor sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Dengan modal tersebut, upaya menekan angka perokok remaja dapat dilakukan secara lebih optimal.

“Sehingga komitmen itu tidak hanya dilakukan oleh para murid, namun juga guru dan kepala sekolah. Beberapa anak kita pilih menjadi Duta KTR,” jelas Jenal Mutaqin.

Para Duta KTR yang juga dikukuhkan dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu menularkan informasi positif mengenai bahaya merokok kepada lingkungan sekitarnya.

Selain itu, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan juga mengapresiasi sekolah yang telah menerapkan Perda KTR dengan baik. Ada empat sekolah di Kota Bogor yang menerima penghargaan, yakni MAN 2 Kota Bogor, SMP Negeri 4 Kota Bogor, SMP Negeri 5 Kota Bogor, dan SMP Negeri 15 Kota Bogor.

Para perwakilan siswa dan kepala sekolah se-Kota Bogor juga membacakan deklarasi komitmen untuk mengimplementasikan Perda KTR.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, menjelaskan bahwa selain pengguna rokok konvensional yang terus meningkat, pengguna rokok elektronik atau vape di kalangan remaja Indonesia juga mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Alasan utamanya beragam, mulai dari rasa penasaran, tren gaya hidup, hingga anggapan bahwa menggunakan vape itu keren dan lebih aman dibandingkan rokok konvensional.

“Meskipun sering dipasarkan sebagai alternatif yang lebih aman, rokok elektronik tetap mengandung nikotin, zat adiktif yang dapat memengaruhi perkembangan otak remaja. Selain itu, beberapa penelitian juga mengaitkan penggunaan vape dengan penyakit paru-paru akut, gangguan jantung, hingga peningkatan risiko kecanduan nikotin di usia muda,” papar Erna Nuraena.

Masih menurut Kepala Dinas Kesehatan, berdasarkan hasil Survei Perilaku Merokok dan Implementasi KTR pada Anak Sekolah di 30 sekolah Kota Bogor tahun 2019, sebanyak 32 persen anak sekolah pernah merokok konvensional, 30,8 persen pernah menggunakan rokok elektrik, serta rata-rata usia pertama kali merokok adalah 12,8 tahun.

Selain itu, sebanyak 82,3 persen responden terpapar iklan, promosi, dan sponsor rokok di tempat penjualan seperti warung dan toko. Data tersebut menunjukkan bahwa perilaku merokok banyak dimulai pada usia remaja dan usia perokok pemula cenderung semakin muda.

Untuk itu, regulasi KTR yang telah diterapkan sejak tahun 2009 di Kota Bogor bertujuan melindungi perokok pasif dari paparan asap rokok orang lain, menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas asap rokok, sekaligus mencegah munculnya perokok pemula di kalangan anak dan remaja.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatnya komitmen pimpinan sekolah dalam mengimplementasikan KTR di lingkungan sekolah serta bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk mengidentifikasi siswa yang merokok, kemudian diberikan hipnoterapi berhenti merokok dan konseling,” tutupnya.

BBM Baru B50 Segera Hadir Mulai 1 Juli 2026

0

Jurnal Bogor | Jakarta

Pemerintah terus mematangkan langkah menuju penerapan wajib biodiesel 50 persen (B50) yang direncanakan akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

Sejumlah tahapan pengujian serta penyempurnaan kajian teknis masih dilakukan untuk memastikan penggunaan B50 bisa berjalan aman dan sesuai kebutuhan di berbagai sektor.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa penerapan B50 dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan hasil evaluasi teknis, kesiapan industri, serta penguatan ekosistem energi nasional agar implementasinya berjalan efektif dan berkelanjutan.

Menurutnya, program biodiesel memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber energi dalam negeri yang lebih besar, sekaligus mendukung proses transisi energi di Indonesia.

Saat ini, pengujian B50 dilakukan pada berbagai sektor mulai kendaraan otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat di sektor pertambangan, transportasi laut, pembangkit listrik, hingga perkeretaapian.

Langkah ini bertujuan memastikan spesifikasi bahan bakar sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan.

Pemerintah juga menegaskan bahwa pelaksanaan program biodiesel tidak hanya memperhatikan aspek teknis, tetapi juga faktor ekonomi dan keberlanjutan jangka panjang. DEDI