29.3 C
Bogor
Monday, May 4, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Camat Nanggung Ingatkan Hardiknas Bentuk Karakter Generasi Berkualitas

0

Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor pada Senin (4/5/2026) pagi berlangsung khidmat.

Upacara yang berlangsung di lapangan di halaman kantor kecamatan tersebut dihadiri Forkompincam Kecamatan Nanggung  dan sejumlah pegiat pendidikan dan ratusan peserta  pelajar serta aparatur sipil negara di lingkup Kecamatan Nanggung.‎

Sekcam Burhanudin

‎Camat Nanggung Ae Saefullah menyatakan, pada Hardiknas ini pentingnya menjaga dan mewujudkan pendidikan nasional yang berkarakter bagi  generasi mendatang.‎

‎”‎Hardiknas menjadikan  momentum semangat pendidikan sebagai pilar prioritas pembangunan,” ujarnha.‎

‎‎Tak sampai disitu, Hardiknas  menjadi bagian penting untuk merefleksikan sekaligus memperkuat komitmen untuk terus mendukung pendidikan nasional.‎

‎”Tentu untuk memperkuat dan menghidupkan kembali  semangat pendidikan nasional yang berkualitas,” jelasnya.‎

‎”‎Melalui pendidikan menjadi fondasi dalam membentuk karakter generasi yang kualitas,” tandasnya.

** Arip Ekon

Petani Pertahankan Lahan Garapan Gunung Salak

0

Cijeruk | Jurnal Bogor
Puluhan petani penggarap asal Kecamatan Cijeruk dan Cigombong, Kabupaten Bogor berkumpul di Demang Funpark, Desa Cipelang, Cijeruk, Minggu, 3 Mei 2026. Mereka yang bernaung dalam Himpunan Petani Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) Kabupaten Bogor ini berdiskusi dan bersepakat untuk kompak mempertahankan lahan garapan mereka di lereng Gunung Salak.

Kesepakatan mereka dipicu isu permohonan baru Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) oleh PT Bahana Sukma Sejahtera (BSS) yang memicu keresahan di kalangan para petani penggarap.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Penasehat HPPMI, Indra Surkana, juga berkesempatan berbagi pengalaman tentang perjuangannya mempertahankan lahan garapan melawan SHGB No 6 PT BSS hingga ke meja hijau.

“Saya pernah dilaporkan menyerobot, dikriminalisasi, hingga menang secara hukum di Pengadilan Tinggi Bandung. Sekarang menunggu kasasi. Saya berharap ini menjadi yurisprudensi bagi para petani/penggarap. Petani penggarap harus berani mengajukan gugatan hukum,” ungkapnya.

Di penghujung acara, para petani penggarap di bawah komando HPPMI bersepakat membahas sejumlah langkah yang bakal dilakukan. Antara lain membahas kepastian hak petani penggarap dengan memperkuat legalitas kepemilikan tanah garapan, melayangkan keberatan dan penolakan surat keterangan dan atau rekomendasi dari beberapa Kepala Desa terhadap PT BSS, melayangkan surat keberatan terhadap BPN, termasuk langkah-langkah aksi dan advokasi.

Ketua HPPMI Kabupaten Bogor, Yusuf Bahtiar, menegaskan, pihaknya akan terus mengawal dan memperjuangkan para petani penggarap untuk mendapatkan haknya.

“Para petani ini sejak berpuluh-puluh tahun menggarap lahannya. Sedangkan pihak perusahaan sejak mendapatkan SHGB tahun 1997 sekalipun tak pernah melakukan aktivitas atau melakukan pembangunan alias menelantarkan tanahnya hingga berakhirnya SHGB tahun 2017. Ini jelas bertentangan dengan banyak peraturan dan undang-undang,” pungkasnya.

** Dadang Supriatna

Cuaca Ektrem Terjang Puncak

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Kondisi cuaca di wilayah Puncak, Cisarua dan sekitarnya pada Senin (4/5/2026) mengalami perubahan yang cukup cepat. Selain dilanda cuaca panas yang berlebihan, kini berubah drastis menjadi sangat dingin. Kabut tebal yang menyelimuti kaki Gunung Pangrango hingga ke wilayah dua kecamatan yakni Cisarua dan Megamendung terlihat cukup tebal. Jarak pandang di kawasan Puncak Pas hanya 5 sampai 10 meter. Hal ini cukup membahayakan bagi pengendara di sepanjang kawasan Gunung Mas.

“Cuaca kini benar benar ekstrem. Kabut tebal dengan suhu yang dingin membuat saya harus menepi ke tepi jalan. Tangan bergetar dan pandangan cukup terbatas, hanya 5 sampai 10 meter jarak pandang Senin sore. Kabut tebal yang disertai hujan sedang itu dimulai dari daerah Cipanas hingga di wilayah Cisarua. Beberapa kendaraan sepeda motor mengalami kecelakaan tunggal di kawasan perkebunan teh, ” tutur Manuy, warga Tugu Selatan.

Sementara itu, untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu-lintas, mulai dari aparat polisi lalu lintas hingga ke security tempat-tempat wisata melakukan penjagaan di tepi jalan. Hal ini dilakukan untuk mengamankan kendaraan yang masuk dan keluar dari tempat wisata.

“Kabutnya cukup tebal, ini sangat berbahaya bagi lalulintas. Terlebih bagi area keluar masuk tempat wisata harus benar-benar dilakukan penjagaan. Terlebih, bagi para kendaraan sepeda motor supaya fokus disaat berkendara, ” ujar Edi Sobandi, security di kawasan Gunung Mas.

Dilain pihak beberapa Kepala Desa disaat cuaca ekstrem melanda Puncak, mereka selalu waspada. Komunikasi dengan jajaran anggota Linmasnya ditingkatkan. Ini dilakukan guna bisa bergerak cepat jika terjadi bencana banjir dan tanah longsor. Dadang Supriatna

IAIB Resmi Beralih Bentuk Menjadi Universitas Islam Prabu Siliwangi pada Momentum Hardiknas 2026

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 menjadi catatan penting dalam dunia pendidikan tinggi di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Pada Sabtu, 2 Mei 2026, Perguruan Tinggi Institut Agama Islam Bogor secara resmi beralih bentuk dan nama menjadi Universitas Islam Prabu Siliwangi.

Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan bagian dari langkah besar dalam pengembangan institusi pendidikan menuju kualitas yang lebih unggul. Nama “Prabu Siliwangi” dipilih melalui berbagai kajian mendalam, baik secara filosofis, geografis, maupun historis.

Nama tersebut merujuk pada sosok besar tanah Pasundan, yaitu Sri Baduga Maharaja, raja dari Kerajaan Pajajaran yang dikenal membawa masa kejayaan pada abad ke-15. Kepemimpinannya yang adil, bijaksana, dan dekat dengan rakyat menjadi inspirasi dalam penamaan perguruan tinggi ini.

Rektor Universitas Islam Prabu Siliwangi, Dr. H. Usep Nukliri, menegaskan bahwa transformasi ini tidak hanya sebatas perubahan identitas, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, serta nilai-nilai keislaman.

“Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi menjadi upaya kami dalam membangun sistem pendidikan yang terintegrasi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa universitas berkomitmen mencetak lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter kuat

“Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas dan siap bersaing di tingkat nasional,” tambahnya, Sabtu (2/5/2026).

Selain itu, nilai-nilai keislaman juga menjadi fondasi penting dalam pengembangan universitas ini. Hal ini tercermin dari keterkaitan historis dengan Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, salah satu tokoh Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran Islam di tanah Sunda.

Menariknya, nama Syarif Hidayatullah juga telah digunakan oleh dua perguruan tinggi Islam ternama di Indonesia, yakni UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hal ini menjadi inspirasi bagi Universitas Islam Prabu Siliwangi untuk turut mencetak generasi unggul yang berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Sejak berdiri pada 15 September 2022, perguruan tinggi ini menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Hingga saat ini, jumlah mahasiswa aktif telah mencapai sekitar 2.473 mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat maupun luar provinsi.

Antusiasme masyarakat terhadap kampus ini menjadi indikator bahwa keberadaannya diterima dan diminati sebagai salah satu pilihan pendidikan tinggi berbasis Islam di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Dengan perubahan status dan nama ini, Universitas Islam Prabu Siliwangi diharapkan mampu menjadi pusat pendidikan, pengembangan intelektual, serta peradaban yang melahirkan generasi unggul, khususnya di tanah Pasundan dan Indonesia pada umumnya.

(Ocha/cc)

SMK Cendekia Muslim Ukir Prestasi, Siswa Terpilih Jadi Pengurus FOSJABAR Jilid 7

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Kabar membanggakan datang dari SMK Cendekia Muslim Bogor. Salah satu siswanya, Agung Hidayat, berhasil terpilih dan resmi dilantik sebagai pengurus Forum Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMK Jawa Barat (FOSJABAR) Jilid 7.

Berdasarkan surat pemberitahuan pelantikan, kegiatan pelantikan pengurus FOSJABAR Jilid 7 dilaksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026 bertempat di Aula SMKN 12 Bandung, Kota Bandung. Pelantikan ini menjadi bagian dari rangkaian proses seleksi panjang yang diikuti oleh siswa-siswi terbaik dari seluruh SMK di Jawa Barat.

Agung Hidayat, siswa kelas XI SMK Cendekia Muslim, dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Divisi Pendidikan Karakter dan Kerohanian. Ia mengaku merasa sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian tersebut.

“Saya merasa sangat bersyukur sekaligus bangga. Ini menjadi sebuah kehormatan dan langkah awal untuk menuju impian,” ujarnya.

Menurut Agung, motivasinya mengikuti seleksi tingkat provinsi ini adalah untuk mengembangkan diri serta memperluas pengalaman di luar lingkungan sekolah.

“Saya ingin berkontribusi lebih luas untuk pelajar SMK di Jawa Barat, tidak hanya di sekolah saya saja,” tambahnya.

Proses seleksi yang dilalui pun tidak mudah. Ia harus melewati berbagai tahapan mulai dari seleksi administrasi, wawancara, tes kemampuan dasar, hingga mengikuti Youth Leadership Camp (YLC).

Dalam perjalanannya, Agung menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam membagi waktu antara kegiatan sekolah, organisasi, serta persiapan seleksi. Dukungan dari orang tua, guru, dan teman-teman menjadi faktor penting yang mengantarkannya hingga ke tahap ini.

“Pelantikan ini bukan sekadar pencapaian, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Sebagai pengurus FOSJABAR, Agung berkomitmen untuk menghadirkan program yang berfokus pada penguatan karakter pelajar, khususnya di era digital. Ia bahkan telah menginisiasi kegiatan seperti webinar dan forum diskusi remaja dengan tema “Remaja Berkarakter di Era Digital Berlandaskan Nilai Panca Waluya.”

Melalui program tersebut, ia mengajak remaja untuk menerapkan nilai-nilai: Cageur (sehat fisik dan mental), Bageur (beretika dan tidak toxic), Bener (jujur dan tidak menyebar hoaks), Pinter (bijak dalam teknologi), Singer (kreatif dan inovatif).

Ke depan, Agung berharap OSIS SMK di Jawa Barat semakin solid, inovatif, dan mampu menjadi wadah positif bagi para pelajar.

“Saya ingin menunjukkan bahwa siswa SMK Cendekia Muslim mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata di tingkat provinsi,” tegasnya.

Ia juga berpesan kepada siswa lain agar tidak takut mencoba dan terus percaya pada kemampuan diri.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa SMK Cendekia Muslim mampu berkiprah di tingkat yang lebih luas, sekaligus membawa nama baik sekolah di kancah provinsi.

(Ocha/cc)

Pemkab Bogor Perkuat Akses Informasi Arsip Melalui Inovasi SIKN–JIKN

0

Cibinong | Jurnal Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan terus mendorong inovasi dalam tata kelola kearsipan dengan menghadirkan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). Inovasi ini bertujuan memperkuat akses informasi arsip bagi masyarakat secara terbuka, cepat, dan terintegrasi berbasis digital.

Mewakili Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan, Bidang Pengelolaan Kearsipan dan Sistem Informasi Kearsipan, Deffy Ariany, menegaskan bahwa implementasi SIKN–JIKN bukan sekadar transformasi sistem, tetapi lompatan besar dalam menghadirkan layanan publik yang transparan dan akuntabel.
“Melalui SIKN–JIKN, kami ingin memastikan bahwa arsip tidak lagi tersimpan pasif, tetapi hadir aktif di tengah masyarakat sebagai sumber informasi yang mudah diakses, cepat, dan terpercaya. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam membuka akses seluas-luasnya bagi publik,” ujar Deffy.

Menurutnya, melalui pemanfaatan SIKN–JIKN, hingga 30 April 2026 Pemerintah Kabupaten Bogor telah menghimpun sebanyak 13.363 data arsip. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.466 item merupakan khazanah arsip tentang Stadion Pakansari yang telah dipublikasikan sebagai bagian dari memori kolektif daerah dan dapat diakses oleh masyarakat luas.

Deffy menambahkan, capaian ini menjadi bukti bahwa inovasi kearsipan mampu memperkuat identitas daerah sekaligus mendukung keterbukaan informasi publik.

“Arsip adalah memori kolektif bangsa. Ketika arsip terbuka dan mudah diakses, maka pengetahuan, sejarah, dan identitas daerah ikut hidup dan berkembang. Ini yang terus kami dorong di Kabupaten Bogor,” tegasnya.

SIKN berfungsi sebagai sistem nasional untuk menghimpun, mengelola, dannmengintegrasikan data kearsipan antarinstansi pemerintah. Sementara itu, JIKN hadir sebagai portal layanan publik yang memungkinkan masyarakat mengakses arsip secara daring dengan mudah dan cepat.

Melalui inovasi ini, arsip tidak lagi hanya berperan sebagai dokumen administratif, melainkan berkembang menjadi sumber informasi publik yang autentik, terpercaya, serta mendukung transparansi dan akuntabilitas pemerintahan. Integrasi SIKN–JIKN juga menjadi solusi dalam menyatukan arsip dari berbagai lembaga ke dalam satu ekosistem digital sebagai memori kolektif bangsa.

Program SIKN–JIKN merupakan bagian dari upaya nasional sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam penguatan e-government dan keterbukaan informasi publik. Tujuan utamanya adalah meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi kearsipan secara lengkap, cepat, tepat, mudah, dan terjangkau.

“Kami tidak hanya membangun sistem, tetapi membangun kepercayaan publik. Dengan akses arsip yang terbuka, masyarakat bisa melihat, memahami, dan ikut mengawasi jalannya pemerintahan secara lebih transparan,” tambahnya.

Katanya, masyarakat dapat mengakses informasi arsip tersebut melalui portal resmi JIKN di https://jikn.anri.go.id.

Lebih lanjut, Deffy menjelaskan Pelaksanaan inovasi ini juga diperkuat dengan regulasi yang berlaku, di antaranya Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 5 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kearsipan, khususnya Pasal 86 mengenai pengelolaan simpul jaringan dalam SIKN melalui JIKN, Peraturan Bupati Bogor Nomor 54 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Arsip.

Serta Peraturan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor Nomor 057.A-Bid.Pengelolaan Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Sistem Informasi Kearsipan dan Jaringan Informasi Kearsipan Kabupaten Bogor.

Melalui SIKN–JIKN Pemerintah Kabupaten Bogor diharapkan terus meningkatkan kontribusi dalam penyediaan informasi kearsipan, sekaligus memperkuat peran arsip sebagai sumber pengetahuan, identitas daerah, dan bagian penting dari memori kolektif bangsa.

Botani Square dan Hotel Santika Bogor Bantah Tuduhan Pencemaran Limbah

0

Bogor | Jurnal Bogor

Manajemen Botani Square dan Hotel Santika Bogor memberikan klarifikasi resmi terkait isu pengelolaan limbah dan dugaan dampak lingkungan yang sempat mencuat. Pihak manajemen menegaskan seluruh proses pengolahan limbah telah berjalan sesuai regulasi dan standar lingkungan pemerintah.

Dalam klarifikasinya Manajemen menilai tudingan pencemaran lingkungan hingga penyebab banjir tidak memiliki dasar yang kuat.

Pengelolaan Limbah Diklaim Sesuai Standar

Manajemen menegaskan operasional pusat perbelanjaan dan hotel mengedepankan prinsip keberlanjutan. Seluruh air limbah disebut telah melalui proses pengolahan di instalasi khusus sebelum dialirkan ke saluran akhir.

“Kami memiliki komitmen penuh dalam pengelolaan lingkungan. Sistem operasional kami telah terpantau dan teruji sesuai ketentuan,” ujar perwakilan manajemen dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5/2026).

Pemantauan kualitas limbah, lanjutnya, dilakukan secara rutin sesuai izin yang dimiliki. Hasil uji laboratorium menunjukkan seluruh parameter limbah masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan peraturan perundang-undangan.

Perizinan dan Sistem Drainase Dipastikan Lengkap

Dalam klarifikasinya, manajemen juga memaparkan aspek teknis dan legalitas operasional. Botani Square disebut telah mengantongi izin lingkungan yang sah, termasuk sistem pengelolaan drainase.

Manajemen menegaskan sistem drainase internal dirancang untuk mendukung kelancaran aliran air, bukan menjadi penyebab genangan atau banjir di wilayah sekitar.

Buka Ruang Transparansi

Manajemen menyatakan terbuka untuk berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjaga kondisi lingkungan tetap kondusif. Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan persepsi publik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.

Operasional Botani Square dan Hotel Santika Bogor dipastikan tetap berjalan normal dengan pengawasan ketat terhadap standar operasional pengelolaan limbah.

** Fredy Kristianto

PTPN Apresiasi Pelaku KSO

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Kehadiran para pelaku Kerjasama Operasional ( KSO) di areal lahan PTPN Regional 1 dan 2, dalam mengelola lahannya terus mendapat pengawasan dari pihak perkebunan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi tabrakan dengan aturan-aturan yang ditetapkan oleh pihak perkebunan. Yakni, mulai harus tepatnya membayar administrasi dalam waktu yang sudah ditentukan, hingga kepada pengawasan pengelolaan lahan yang dilakukan oleh pemegang KSO.

“Pelaku KSO harus mentaati kesepakatan yang sudah dituangkan dalam drap kerjasama operasional. Mulai dari membayar pajak tepat waktu, hingga kepada pengelolaan lahan tidak boleh sembarangan. Perkebunan memiliki misi untuk menjaga kelestarian alam. Melalui perkebunan dengan tanaman yang sudah ditentukan. Keseimbangan alam dan pasilitas yang dimiliki oleh pemegang KSO harus diperhatikan. Dalam arti, areal tidak boleh gundul, melainkan hari ditanami pepohonan sebagai resapan air dan penguat tanah, ” ujar Asisten Manager PTPN 1 Regional II Gunung Mas, Zaenal Mutaqin.

Sementara itu ditambahkan dia, pihak perkebunan mengapresiasi terhadap para pelaku KSO yang menepati terhadap aturan-aturan sebagaimana yang sudah tertuang di draf perjanjian kerjasama operasional itu.

“Dari sejumlah pemegang KSO ada saja yang perlu ditegur. Tetapi banyak juga pelaku KSO yang taat dan patuh terhadap komitmennya. Seperti Eri Farm, Gayatri, mereka cukup disiplin dalam mengelola lahan milik PTPN-nya. Mulai dari melakukan penanaman berbagai jenis pepohonan, hingga kepada yang lainnya, ” imbuhnya.

Zaenal juga menyoroti kondisi ekosistem kawasan yang sempat terganggu akibat praktik penanaman sayuran di lahan terbuka. Hal ini membuat lahan gundul dan mengurangi keberadaan tanaman keras.

Untuk itu, PTPN menjalin kerja sama dengan Taman Safari guna memperkuat konservasi. Luas area yang dikerjasamakan sekitar 200 hektare di bagian atas kawasan, khusus untuk penanaman kembali dan konservasi, bukan untuk komersialisasi.

“Tujuannya jelas, untuk penguatan konservasi. Kita tidak mengizinkan penanaman sembarangan, kecuali pola tumpang sari di bawah pohon keras seperti dulu, supaya alam tetap terjaga tapi masyarakat tetap bisa berusaha,” pungkasnya.

** Dadang Supriatna

KTC Geruduk PTUN Bandung

0

Caringin | Jurnal Bogor
Ratusan petani anggota Kerukunan Tani Cimande (KTC) Desa Lemah Duhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, menggeruduk Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/4/2026). Mereka yang berjumlah 120 orang itu sedang berjuang mencari keadilan dalam agenda sidang pembuktian di PTUN.

Ke-120 petani berangkat menggunakan satu unit bus dan satu unit kendaraan roda empat dengan biaya patungan menuju PTUN Bandung di Jalan Diponegoro No. 34, Kota Bandung.

Mereka hadir dalam sidang pembuktian untuk memberikan dukungan moral terhadap KTC yang diwakili oleh H Achmad Suhaimi, sebagai Ketua Umum yang juga sebagai penggugat atau principal. Sedangkan tergugat I BPN Kabupaten Bogor dan tergugat II intervensi PT Panorama Agro Lemah Duhur.

“Saya mengapresiasi kehadiran para petani yang turut hadir di PTUN Bandung atas keinginan para petani sendiri. Kehadiran ratusan petani ini adalah untuk memberikan dukungan moral kepada KTC sebagai bentuk kesamaan orang-orang yang terdzolimi oleh oknum para biong-biong mafia tanah dan meminta kepada majelis hakim PTUN Bandung untuk memberikan putusan yang seadil-adilnya, bagaimana nasib masa depan kami para petani yang sudah berpuluh puluh tahun bertani sebagai penggarap,” ungkap Achmad Suhaimi.

KTC, lanjut Suhaimi, meminta kepada Menteri ATR BPN RI Nusron Wahid, Dirjen Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Iljas Tedjo Prijono, dan Kepala Kanwil BPN Jabar Yuniar Hikmat Ginanjar untuk menindak oknum yang telah bermain sehingga terbitnya SHGB No 170, 182, 183, 184 atas nama PT Panorama Agro Lemah Duhur yang terbit tahun 2023.

“Terbitnya SHGB ini disinyalir adanya mall administrasi karena tidak dilakukan secara prosedur,” pungkasnya.

Sedangkan kuasa hukum KTC, Pahala Manurung dan Stenny Widya Asmara dalam keterangan persnya mengatakan akan mengawal dalam memperjuangkan para petani sampai tuntas.

“Garapan ini merupakan hak para petani, jadi akan kami perjuangkan semaksimal mungkin agar tanah garapan itu tidak lepas,” tuturnya.

Sementara itu Udin, salah satu petani penggarap, meminta agar para petani tetap menggarap lahannya.

“Karena inilah mata pencaharian kami sehingga bisa untuk menghidupi keluarga, menyekolahkan anak. Tanah bagi para petani adalah nyawa yang harus dirawat dan dipertahankan agar tetap lestari,” harapnya.

** Dadang Supriatna

Kawal Percepatan Tanam, UPT Pelatihan Kementan Turun Langsung di Indramayu

0

Indramayu | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong peningkatan produksi padi melalui Gerakan Tanam Padi Serentak yang digelar secara nasional di 25 provinsi.

Di Jawa Barat, kegiatan ini dikawal langsung oleh Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) di Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Kamis (30/4/2026).

Gerakan Tanam Padi Serentak

Pada kegiatan tersebut, tanam padi dilakukan di lahan seluas sekitar 80 hektare. Secara keseluruhan, luas tanam serentak di Jawa Barat pada hari yang sama mencapai sekitar 386 hektare.

Gerakan ini menjadi bagian dari strategi percepatan tanam melalui peningkatan indeks pertanaman, optimalisasi lahan, serta penguatan kelembagaan petani guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam harus terus dilakukan secara konsisten melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani.

“Penguatan peran penyuluh serta dukungan sarana produksi menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan peningkatan produksi,” ujarnya.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa percepatan tanam perlu diiringi dengan pendampingan berkelanjutan, mulai dari kesiapan lahan hingga pelaksanaan tanam yang tepat waktu.

Sementara itu, Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, yang hadir di lokasi menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga memastikan seluruh ekosistem pendukung berjalan optimal.

“Mulai dari kesiapan lahan hingga pendampingan petani harus terintegrasi agar hasilnya maksimal,” jelasnya.

Di Indramayu, percepatan tanam juga diperkuat melalui Brigade Pangan yang berperan sebagai motor penggerak di lapangan. Tercatat lima Brigade Pangan telah terbentuk di Kecamatan Terisi dan Gantar dengan dukungan alat dan mesin pertanian.

Keberadaan Brigade Pangan ini diharapkan mampu mempercepat olah tanah dan tanam, meningkatkan efisiensi usaha tani, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pertanian modern.

Melalui gerakan ini, Kementan optimistis percepatan luas tanam dapat terus ditingkatkan guna mendukung pencapaian target produksi dan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

(Restu/BBPMKP)