Cisarua | Jurnal Bogor Puluhan kios milik pengusaha di Cisarua, yang berdiri diatas lahan terbuka hijau masih berdiri. Keberadaan kios-kios permanen tersebut diduga tidak memiliki perizinan dari instansi terkait. Lurah Cisarua Heru Hendrawan membenarkan hal tersebut.
“Kios kios yang berada di pertigaan Jalan Gapura itu tidak memiliki IMB. Dan lahan tempat berdirinya kios tersebut merupakan lahan terbuka hijau, ” ujarnya beberapa waktu lalu.
Sementara itu, berkaitan dengan program penataan kawasan Puncak tengah dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor hingga keberadaan kios itu terancam ditertibkan. Baru-baru ini tim dari Pemerintah Kecamatan Cisarua dan instansi terkait sudah melakukan pendataan terhadap kios-kios dan sejumlah bangunan lainnya.
“Di titik itu akan dilakukan pelebaran jalan. Karena, lokasi tersebut merupakan salah satu penyebab terjadinya kemacetan di jalan raya Puncak. Bangunan seperti kios dan jenis bangunan lainnya sudah dilakukan pendataan oleh tim yang terdiri dari pihak kecamatan dan Tata Bangunan, ” ujar Camat Cisarua, Heri Risnandar.
Menurut warga setempat, Suryadi, keberadaan kios tersebut kini menjadi sumber kekotoran. Sampah dari para pedagang tidak dikelola dengan tepat. Beberapa pedagang melakukan pembuangan sampah ke lokasi lain hingga menimbulkan permasalahan.
“Sampah di kawasan kios itu tidak dikelola dengan baik. Bahkan beberapa pedagang membuang sampah ke lokasi Pafesta, hal itu menimbulkan permasalahan, ” pungkasnya.
Cisarua | Jurnal Bogor Sudah dua pekan ini harga-harga kebutuhan pembangunan atau material bangunan terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal ini menyebabkan para pengusaha proyek untuk sementara berhenti operasi. Mereka harus kembali melakukan penghitungan ulang terhadap kebutuhan material dan komitmen dengan pemilik bangunan.
Seperti yang dilakukan Suhendi, pengusaha yang bergerak di pembangunan vila juga kolam renang, dia kini tertegun dengan harga-harga material seperti semen, cat dan yang lainnya mengalami kenaikan yang cukup tinggi.
“Sangat berat dirasakan menjalankan pekerjaan sekarang ini. Harga-harga untuk pembangunan mengalami kenaikan. Semen Jayamik yang biasa kita beli Rp 50 ribu untuk satu saknya, kini menjadi 58 ribu. Begitu juga di berbagai jenis cat tembok dan besi mengalami hal kenaikan. Cat tembok merk Apitex sebelumnya 140 ribu untuk kemasan 5 kilo, kini menjadi 160 ribu, ” tuturnya.
Untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan di dua unit pembangunan vila, ia kini berusaha untuk melakukan musyawarah kembali bersama pemilik vilanya. Alasannya, jika diteruskan pekerjaannya bukannya mendapatkan untung, malah akan merugi.
“Dengan adanya kenaikan harga bahan bangunan itu, kita harus kembali melakukan musyawarah bersama pemilik bangunan. Karena jika diteruskan dengan hitungan nilai yang lama, kita bisa merugi. Untuk ini harus ada musyawarah kembali untuk menentukan biaya pembangunan sesuai dengan harga bahan bangunan sekarang ini, ” imbuh Suhendi.
Sementara itu, sejak terjadinya kenaikan bahan bangunan tersebut, banyak kegiatan pembangunan dihentikan kegiatannya.
“Orderan material banyak yang di-cancel. Ini karena terjadinya perubahan keuangan yang harus dikeluarkan oleh para pelaku usaha pembangunan. Terjadinya kenaikan bahan bangunan menjadikan usaha material kita jadi sepi, ” pungkas H. Sugio, toko material di Cisarua.
Cisarua | Jurnal Bogor Ruas jalan Cikopo Selatan, tepatnya di wilayah Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor terus terjadi. Jalan alternatif itu merupakan akses penting bagi para pengunjung ke tempat wisata Taman Safari Indonesia (TSI) dan ke berbagai tempat wisata lainnya. Para wisatawan menjadikan jalur itu merupakan jalur yang cukup ideal untuk menghindari kemacetan di jalan raya Puncak.
Doni, salah satu pengendara asal Bojonggede mengaku selalu menggunakan jalan alternatif tersebut.
“Jika saya mau ke TSI atau ke tempat wisata lainnya, kami selalu menggunakan jalur ini. Karena, selain terhindar dari kemacetan, kita juga terhindar dari rekayasa lalu lintas yang diberlakukan oleh petugas di jalan raya. Tetapi, dengan adanya longsor di wilayah Citeko, yang mengancam terhadap badan jalan, kita menjadi khawatir untuk melintas di kawasan tersebut. Untuk ini kami terpaksa menggunakan jalan raya meskipun harus macet-macetan,” tuturnya.
Sementara itu badan jalan yang berada di tepi jurang itu, retakan tanahnya terus memanjang. Hal ini semakin membahayakan bagi para pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, warga sekitar memberi tanda berupa pagar di sepanjang badan jalan yang tanahnya longsor.
“Retakan tanahnya terus memanjang, untuk memberi tanda kepada para pengendara ini dipasang pagar bambu. Mudah-mudahan ada pihak-pihak yang melakukan perbaikan di titik ini. Karena, jika terus dibiarkan longsorannya bisa memutuskan badan jalan, ” pungkas Sobari.
Megamendung | Jurnal Bogor Sebanyak 6 kantor desa yang berada di dua kecamatan, yakni Cisarua dan di Megamendung untuk status lahan yang dipergunakan sebagai kantor desa sejak berdiri merupakan lahan milik PTPN 1 regional II Gunung Mas. Keenam kantor desa itu adalah Desa Citeko dan Kopo di Kecamatan Cisarua, sementara untuk di Kecamatan Megamendung adalah Desa Sukaresmi, Sukagalih, Sukakarya dan Desa Kuta.
Bupati Bogor Rudy Susmanto, beberapa waktu lalu melakukan langkah ke pihak PTPN untuk legalitas status tanah kantor desa tersebut. Langkah bupati tersebut merujuk kepada pengajuan pihak desa dan kecamatan supaya status tanah kantor desa mendapat kepastian yang jelas.
“Kita dari pihak desa sudah mengajukan surat permohonan terkait lahan kantor desa. Dan pemimpin kita, yaitu bupati telah bersurat kepada pihak perkebunan. Kita berharap, permohonan pelepasan tersebut bisa dikabulkan di tahun 2026 ini, ” ujar Kepala Desa Kuta, Kusnadi.
Sementara itu, diterangkan Asisten Manajer PTPN 1 Regional II Asep Zaenal Mutaqin, pihaknya membenarkan adanya pengajuan yang dilakukan oleh Pemkab Bogor untuk status lahan keenam kantor desa itu.
“Pemkab Bogor sudah mengajukan pelepasan terkait lahan PTPN yang dipakai untuk kantor desa selama ini. Dan dalam pengajuannya kepada pihak PTPN berupa pinjam pakai. Dengan demikian, sesuai dengan pengajuan tersebut, jika permohonan itu sudah terkabulkan, maka status lahan kantor desa itu adalah pinjam pakai, ” tandas Zaenal.
Tidak hanya 6 kantor desa saja yang mengajukan permohonan itu, melainkan beberapa fasilitas seperti Koramil Megamendung, Polsek dan beberapa tempat pendidikan melakukan hal serupa.
Cisarua | Jurnal Bogor Usainya peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2026, keberadaan SDN Citeko 3 Cisarua, Kabupaten Bogor tidak segembira seperti sekolah-sekolah lain. Gedung sekolah yang berada di tepi jalan lintasan dari berbagai daerah ini fasilitas yang ada di sekolah itu masih memprihatinkan. Mulai kursi, dan meja sebagai fasilitas para murid belajar banyak yang mengalami kerusakan.
Keluhan itu diungkapkan oleh Rudi (50), salah satu orang tua murid yang setiap hari antar jemput anak yang bersekolah di SDN Citeko 3.
“Seharusnya di hari peringatan Hari Pendidikan Nasional itu tidak lagi ada sekolah yang bangkunya, meja, atau lemari yang kondisinya rusak. Tetapi ini faktanya, di SDN Citeko 3 mebelernya pada rusak, ” ujarnya.
Tidak hanya mebelernya yang perlu diganti, melainkan gedung untuk belajar juga perlu ditambah. Kondisi jumlah siswa di sekolah tersebut sudah melebihi kapasitas.
“Di sekolah itu dilakukan 3 shift. Hal ini dilakukan pihak sekolah karena ruangan untuk belajar sangat terbatas. Bahkan, kita perhatikan untuk guru pun tidak memiliki ruangan khusus. Mereka menggunakan ruang perpustakaan. Untuk hal ini sudah saatnya Pemkab Bogor melalui Dinas Pendidikan harus memperhatikan SDN Citeko 3,” imbuh Rudi.
Keberadaan sekolah yang berada di tepi jalan menuju ke Pasar Cisarua itu memang dimanfaatkan oleh warga dan para pedagang untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.
“Saya tiap hari pulang dan pergi ke pasar untuk berdagang. Untuk mempermudah pengawasan anak di saat belajar, sekalian saja anak di sekolahkan di SDN Citeko 3,” pungkas Lilis, warga lainnya.
Kepedulian terhadap masyarakat di wilayah minim pequrban kembali diwujudkan oleh Rumah Zakat melalui penyaluran Superqurban di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, pada Selasa (5/5/2026).
Sebanyak tujuh relawan Rumah Zakat turun langsung menyalurkan bantuan Superqurban kepada masyarakat setempat. Program ini menjadi salah satu ikhtiar untuk menghadirkan manfaat qurban yang lebih luas dan dapat dirasakan sepanjang tahun.
Superqurban merupakan produk inovasi dari Rumah Zakat berupa daging qurban olahan yang dikemas secara praktis dan tahan lama, sehingga distribusinya dapat menjangkau daerah-daerah yang minim pequrban, wilayah terdampak bencana, hingga menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan masyarakat.
Masyarakat Desa Sukaraksa menyambut penyaluran ini dengan antusias. Kehadiran Superqurban dinilai sangat membantu, terutama untuk menambah asupan gizi keluarga dan anak-anak di tengah kebutuhan pangan yang terus meningkat.
Lukman, Relawan Inspirasi Rumah Zakat di Desa Sukaraksa, menyampaikan bahwa program ini memberikan manfaat nyata bagi warga. “Distribusi Superqurban kali ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya untuk membantu menambah gizi anak-anak mereka. Apalagi wilayah ini termasuk daerah yang minim pequrban, sehingga bantuan seperti ini sangat berarti,” ujar Lukman.
Melalui program Superqurban, Rumah Zakat berharap semangat berbagi dari para pekurban dapat terus mengalir dan menghadirkan kebermanfaatan yang lebih panjang, bukan hanya saat momentum Iduladha, tetapi juga menjadi solusi pangan bagi masyarakat yang membutuhkan sepanjang tahun.
Program ini menjadi bukti bahwa qurban tidak hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang menghadirkan harapan, kepedulian, dan keberkahan yang terus hidup di tengah masyarakat.
Bogor | Jurnal Bogor SMP ITA eL Ma’mur menggelar Khotmil Qur’an untuk membangun generasi Qur’ani di Gedung Surya Kencana, Kota Bogor, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan ini sebagai bentuk nyata apresiasi sekolah kepada siswa-siswi yang telah menuntaskan hafalan Al-Qur’an. Momentum ini menjadi wujud penghargaan atas perjuangan, kesabaran, dan keistiqamahan para peserta dalam menapaki proses panjang menghafal Kalamullah.
“Kami menyadari bahwa menyelesaikan hafalan Al-Qur’an bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan kedisiplinan tinggi, pengorbanan waktu, serta keteguhan hati dalam menjaga konsistensi. Oleh karena itu, melalui kegiatan Khotmil Qur’an ini, sekolah ingin memberikan penghormatan yang layak kepada para siswa-siswi yang telah mencapai capaian mulia tersebut. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi sebuah pengakuan atas usaha dan dedikasi yang luar biasa,” kata Ketua Yayasan Ma’mur Manaf Assalamah, H. Deden Syarief Hidayatullah, S.Hi dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Suasana kegiatan yang penuh kekhusyukan semakin menegaskan bahwa capaian ini bukan hanya prestasi akademik, melainkan juga prestasi spiritual yang patut dibanggakan. Lantunan ayat-ayat suci yang dibacakan dengan tartil menjadi simbol keberhasilan sekaligus pengingat akan tanggung jawab besar untuk menjaga hafalan tersebut.
Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Bogor, Dr. H. Ahmad Furqon, M.Pd mengapresiasi upaya SMP ITA eL Ma’mur menggelar Khotmil Qur’an.
“Hal ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa pembinaan Al-Qur’an yang dilakukan secara berkelanjutan mampu membentuk karakter peserta didik yang mencintai dan dekat dengan Al-Qur’an,” ujarnya.
Sementara Ustadzah Miranda Devani S, A.Md sebagai Koordinator Al-Qur’an mengaku merasa sangat terharu dan bangga atas pencapaian para siswa-siswi. Tuntas hafalan Juz 30 untuk Kelas VII, Juz 29 untuk Kelas VIII, Juz 28 untuk Kelas IX, bahkan lebih dari itu di Juz 27, 26, 15, 14, 1, 2, 3, 4, 5, dan 6.
“Semoga penghargaan ini dapat menjadi motivasi untuk terus menjaga hafalan, meningkatkan kualitas bacaan, serta memperdalam pemahaman terhadap isi Al-Qur’an. Jangan pernah merasa cukup dengan apa yang telah dicapai hari ini. Menuntaskan hafalan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang bersama Al-Qur’an. Teruslah muroja’ah, perbaiki bacaan, dan jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam setiap langkah,” harapnya.
Kepala Kemenag Kota Bogor H. Mahmudi Affan Rangkuti, S.Pd.I., M.EI, juga berharap kegiatan ini dapat menginspirasi siswa lainnya untuk semakin semangat dalam menghafal Al-Qur’an.
“Semoga budaya mencintai dan menghafal Al-Qur’an terus tumbuh dan menjadi ciri khas generasi SMP ITA eL Ma’mur yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” jelasnya.
Kepala Sekolah SMP ITA eL Ma’mur Ustadz Jusman S.Sy, berharap dukungan dari seluruh pihak, baik guru maupun orang tua, agar senantiasa membimbing dan memotivasi siswa dalam menjaga kedekatan mereka dengan Al-Qur’an. Sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci utama dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.
“Kami berdoa semoga setiap huruf yang dihafal dan dilantunkan menjadi cahaya penerang kehidupan, menjadi amal jariyah, memberikan keberkahan, serta menjadi syafaat di akhirat kelak. Semoga kegiatan Khotmil Qur’an ini dapat terus dilaksanakan secara istiqamah dan menjadi bagian dari tradisi kebaikan di SMP ITA eL Ma’mur dalam mencetak generasi Qur’ani yang unggul dan berakhlak mulia,” ungkapnya.
Sementara Khotmil Qur’an dihadiri oleh 160 siswa-siswi, asatidz dan ustadzaat SMP ITA eL Ma’mur, Pembina Lajnah Muroqobah Yanbu’a (LMY), Kepala Kementerian Agama Kota Bogor, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Pengawas Sekolah, Pengawas PAI, serta wali murid. Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhusyukan, ketertiban, serta semangat yang tinggi dari seluruh peserta.
Jurnal Bogor – Dinamika KONI Kabupaten Bogor berakhir dengan terpilihnya Arif Rochmawan menjadi ketua umum KONI. Menariknya, Bupati Rudy Susmanto hadir pada acara pelantikan yang secara tidak langsung memberikan dukungan penuh. Namun terpilihnya ketua baru ini menyisakan tanda tanya bagaimana dengan dana Rp8,7 miliar telah digelontorkan untuk mutasi atlet di kepengurusan lama yang kini juga sebagian pengurus lama masuk lagi di kepengurusan baru, karena nyatanya banyak atlet hasil mutasi atlet itu tidak turun di Porprov Jabar 2026.
Mutasi atlet memang legal tapi akan jadi kontradiktif jika ingin melakukan pembinaan. Masalahnya, pragmatisme prestasi masih dilakukan Kabupaten Bogor terbukti dengan masih adanya mutasi atlet. Nah, mutasi atlet ini bahkan jadi ajang “usaha sampingan” pengurus KONI atau pengurus cabang olahraga karena ada transaksi jual beli atlet disitu.
Kabupaten Bogor memang kerap terjebak pada seremonial dan prestise, akhirnya jadi juara karena ‘bantuan’ atlet mutasi, lupa kalau olahraga itu butuh proses yang panjang bukan yang instant. Luas wilayah Kabupaten Bogor dengan jumlah penduduk yang banyak, sebenarnya tak perlu kesulitan untuk mencari atlet. Namun faktanya bicara lain. Haus juara tapi bukan hasil pembinaan.
Ada memang sejumlah cabang olahraga yang tetap konsisten melakukan pembinaan dan berkomitmen menurunkan hasil binaannya, kalah atau menang bukan masalah. Tapi terkadang cabang olahraga ini minim support anggaran, sebaliknya cabang olahraga tertentu yang ingin juara mengambil jalan pintas dengan mutasi atlet anehnya mendapat support anggarang jumbo. Ya memang secara prestasi melejit, tapi sama sekali tak ada kebanggaan karena memang bukan binaannya.
Kita berharap terpilihnya Arif dan bisa sinergi dengan Bupati tentu akan menjadi angin segar bagi dunia olahraga Kabupaten Bogor jika berorientasi pada pembinaan bukan pembelian. Geliat olahraga akan tumbuh dengan sendirinya karena ada apresiasi bagi atlet lokal Kabupaten Bogor. Namun jika mengutamakan mutasi atlet luar daerah, tak ubahnya bangga dengan milik orang lain yang pada akhirnya akan pergi.
Disini perlu pemahaman yang sama akan pentingnya pembinaan yang barangkali menguras waktu, tenaga dan dana. Tapi hasilnya bukan pragmatisme, tapi juara sejati yang memang lahir dari proses pembinaan.
Nanggung l Jurnal Bogor Tim Penggerak dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bogor menyambangi wilayah Kecamatan Nanggung.
Kedatangannya rombongan PKK tersebut untuk dialog langsung dan melakukan pembinaan wilayah (binwil) untuk kriteria penilaian 10 program pokok PKK.
Ketua TP-PKK Kecamatan Nanggung Ny. Sri Astuti Saepuloh mengatakan, binwil tersebut supaya mempersiapkan Tegar Beriman Award.
”Seperti lomba kelembagaan tertib administrasi dan pengetahuan. Kegiatan PPK tentu yang berinovasi,” kata Sri Astuti Saepuloh, kemarin.
Tak hanya itu, penilaian tim TP PKK Kabupaten Bogor meliputi bermacam kegiatan maupun program PKK di setiap desa seperti hadir di tengah masyarakat dengan membiasakan berprilaku hidup bersih dan sehat.
”Termasuk peduli stunting dan kesehatan keluarga,” ujarnya.
Tak hanya itu, termasuk aspek penanganan kebersihan serta mendorong ekonomi masyarakat seperti adanya program Bank Sampah.
”Tentu banyak hal yang menjadi program PKK seperti menjaga kelestarian lingkungan dalam memanfaatkan pekarangan rumah,” jelas Sri Astuti Saepuloh lagi.
”Untuk itu kedatangan TP-PKK Kabupaten Bogor, kami ucapkan terimakasih karena bisa menjadi motivasi untuk terus berkreasi bagi TP-PKK di lingkup Kecamatan Nanggung,” tandasnya.
Nanggung l Jurnal Bogor Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor pada Senin (4/5/2026) pagi berlangsung khidmat.
Upacara yang berlangsung di lapangan di halaman kantor kecamatan tersebut dihadiri Forkompincam Kecamatan Nanggung dan sejumlah pegiat pendidikan dan ratusan peserta pelajar serta aparatur sipil negara di lingkup Kecamatan Nanggung.
Sekcam Burhanudin
Camat Nanggung Ae Saefullah menyatakan, pada Hardiknas ini pentingnya menjaga dan mewujudkan pendidikan nasional yang berkarakter bagi generasi mendatang.
”Hardiknas menjadikan momentum semangat pendidikan sebagai pilar prioritas pembangunan,” ujarnha.
Tak sampai disitu, Hardiknas menjadi bagian penting untuk merefleksikan sekaligus memperkuat komitmen untuk terus mendukung pendidikan nasional.
”Tentu untuk memperkuat dan menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional yang berkualitas,” jelasnya.
”Melalui pendidikan menjadi fondasi dalam membentuk karakter generasi yang kualitas,” tandasnya.