28.3 C
Bogor
Saturday, January 31, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Dipicu Cemari Lingkungan, Warga Desa Sukaraksa Geruduk Dapur MBG

0

Cigudeg I Jurnal Bogor
Sejumlah warga di Desa Sukaraksa, Cigudeg, Kabupaten Bogor menggeruduk keberadaan dapur MBG. Pasalnya, kedatangan warga pun bukan tanpa sebab, mereka memprotes bau tak sedap diduga akibat sampah yang berasal dari aktivitas dapur MBG tersebut.

Informasi dihimpun hingga beredarnya video yang berdurasi 60 detik itu, limbah Dapur MBG di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukajaya hingga mencemari lingkungan di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg sekitar radius 200 meter.

Video itu beredar Jumat (31/1/2026) sekitar pukul 20:00 WIB malam memperlihatkan kekecewaannya dan memprotes dapur MBG itu.

Sebelumnya warga sudah menyampaikan keluhannya ke pengelola MBG terkait limbah yang menggangu warga tersebut.

” Karena belum juga ada tindakan sama juga bohong.” keluhnya di video itu.

“Kegiatan MBG buang sampahnya kemana limbahnya kemana, Jangan sampai program itu jalan tetapi merugikan masyarakat.”

Sampai berita ini ditayangkan, ketika dikonfirmasi perihal tersebut kepala SPPG Fahrurrozi tak merespons.

** Arip Ekon

Yayasan Sejiwa Hadirkan ‘Ruang Aman Sejiwa ” di Kota Bogor

0

Bogor | Jurnalbogor
Selama tiga tahun menjalankan program penanganan kasus kekerasan pada anak berbasis masyarakat di Kota Bogor, akhirnya Yayasan Sejiwa (Semai Jiwa Amini) membuka Sekretariat Ruang Aman Sejiwa di Jalan Aria Surialaga Cibalagung, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, tepatnya berada di area sekolah pendidikan Yayasan Al-Mustarih Bogor.

Ruang Aman Sejiwa itu pun secara resmi dibuka oleh Ketua Yayasan Sejiwa, Retno Wahyuni dan Ketua Koordinator Sejiwa Bogor, Aldilah Rahman, Ketua KPAID Kota Bogor Dede Siti Amanah, serta Ketua Yayasan Al-Mustarih, Dian Pintaningdyah, pada Jumat 30 Januari 2026.

Ketua Yayasan Sejiwa, Retno Wahyuni menuturkan, bahwa yayasan ini didirikan oleh Diena Haryana di Jakarta pada 2004. Kemudian, yayasan ini berfokus pada keamanan, perlindungan anak, dan pendidikan karakter, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Dan pendiri yayasan merupakan orang yang aktif mengedukasi masyarakat terkait perundungan atau bullying.

“Lahirnya Yayasan Sejiwa ini karena didasari rasa kekhawatiran dan prihatin terhadap perkembangan anak, dimana kala itu sudah terjadi kasus kekerasan pada anak, seperti kasus bullying,” kata Retno di sela kegiatan.

Berdasarkan data, lanjut Retno, bahwa kasus bullying setiap tahunnya selalu bertambah. Menurutnya, salah satu penyebab meningkatnya kasus tersebut karena lemahnya pengawasan orang tua terhadap anak-anaknya saat menggunakan teknologi digital seperti HP.

Sehingga, kasus tersebut sering terjadi di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumahnya masing-masing, dan hal inilah yang membuat Yayasan Sejiwa terus konsisten dalam memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya bullying.

“Untuk pusat kita ada di Jakarta, kemudian kita juga membuka ruang aman Sejiwa ini di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Kota Bogor ini yang bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Al-Mustarih,” ujar Retno.

Sementara, Koordinator Yayasan Sejiwa untuk wilayah Bogor, Aldilah Rahman menambahkan, bahwa di launchingnya ruang aman Sejiwa ini merupakan bentuk komitmen sejiwa yang kurang lebih sudah 3 tahun melaksanakan program pendampingan terhadap kasus kekerasan pada anak yang berbasis masyarakat.

“Ruang aman sejiwa ini merupakan wadah atau sarana masyarakat yang membutuhkan informasi maupun yang ingin melakukan pendampingan perihal tentang kekerasan pada anak atau keluarga. Dan alhamdulillah hari ini kita sudah melaunching ruang aman sejiwa yang berkolaborasi dengan Yayasan Pendidikan Al-Mustarih,” kata Aldilah Rahman.

Tenaga Pendidik yang kini mengajar di SDN Bubulak 1 Kota Bogor itu pun mengungkapkan, bahwa dalam penanganan maupun pencegahan terhadap kekerasan pada anak ini tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus berkolaborasi dengan semua elemen, dari mulai pemerintahan, KPAI, TNI-Polri, tokoh masyarakat, sekolah, bahkan kolaborasi dengan masyarakat untuk sama-sama memberikan pelayanan dan edukasi terkait pencegahan dalam menangani kasus tersebut.

“Jadi kami hadir untuk memberikan edukasi dan juga solusi kepada masyarakat, terlebih para orang tua tentang bagaimana cara menangani anak-anaknya ketika mendapat perlakuan kekerasan. Termasuk kita juga mensosialisasikan kepada para orang tua dan sekolah agar kekerasan pada anak tidak terjadi,” ungkap Aldi.

Di tempat yang sama, Ketua KPAID Kota Bogor Dede Siti Amanah mengatakan, bahwa pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi aksi nyata yang sudah dilakukan oleh teman-teman yayasan sejiwa ini. Dia juga mengaku sudah mengenal cukup lama dengan para pengurus Sejiwa.

“Ini satu hal yang sangat luar biasa. Bagi KPAID sendiri ketika kiprah ini nyata dibuktikan dengan adanya ruang aman sejiwa di Bogor tentunya sangat membantu seluruh pihak, baik pemerintahan maupun KPAID. Jadi harapan kami menunggu kiprah sejiwa ini, dan tentunya bisa berkolaborasi bersama-sama dalam menangani kasus kekerasan pada anak, khususnya di Kota Bogor,” ungkapnya.

Ketua Yayasan Al-Mustarih, Dian Pintaningdyah menyampaikan hal yang sama. Dimana dirinya sangat menyambut keberadaan Ruang Aman Sejiwa yang berada dilingkungan Al-Mustarih. Menurut Dian, dengan adanya keberadaan ruang aman sejiwa ini merupakan hal positif, karena Al-Mustarih dan Sejiwa bisa membantu masyarakat di sekitar Bogor Raya.

“Artinya, Al-Mustarih tidak hanya peduli pendidikan atau pelindung kepada anak untuk warga Al-Mustarih saja, tetapi lingkupnya lebih luas yaitu Bogor Raya. Dan ini juga sesuai dengan apa yang kami harapkan karena dapat mendukung terkait perlindungan kepada anak,” kata Dian.

Kemudian, lanjut Dian, ternyata ruang aman sejiwa ini tidak hanya tentang pelindung anak saja, tetapi menangan permasalahan perempuan seperti terjadi kasus kekerasan dalam rumah tangga dan ruang aman sejiwa bisa memberikan solusi dalam menangani permasalahan tersebut.

** Wawan Hermawanto

Mapolsek Cigudeg Kembali Gelar Jumat Berkah, Ratusan Paket Makanan Dibagikan

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Halaman Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Cigudeg, Polres Bogor, kembali dipadati warga dalam kegiatan sosial Jumat Berkah, Jumat (30/1/26).

Warga yang datang berasal dari lingkungan sekitar, kalangan pelajar, hingga para pengendara yang melintas di depan Mapolsek Cigudeg. Mereka antusias mengikuti kegiatan berbagi yang dikemas dengan tema “Berbagi Itu Indah”.

Kapolsek Cigudeg, AKP Budi Sehabudin, mengatakan bahwa kegiatan Jumat Berkah rutin dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Polri sekaligus upaya mendekatkan diri dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, kami ingin lebih dekat dengan masyarakat. Sebagai pelayan masyarakat, tentu polisi harus bisa hadir dan dirasakan langsung manfaatnya,” ujar AKP Budi Sehabudin.

Pada kegiatan tersebut, pembagian paket makanan dilakukan di dua titik wilayah hukum, yakni Polsek Cigudeg dan Polsek Sukajaya. Sebanyak 200 dus nasi kotak serta 200 cup bubur kacang hijau dibagikan kepada warga.

Selain berbagi makanan, jajaran kepolisian juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para sopir dan pengendara sepeda motor, agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.

“Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT,” pungkasnya. Arip Ekon

Pemdes Sukaluyu Targetkan Empat Titik Sumur Air Bersih untuk Warga

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Pemerintah Desa (Pemdes) Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, menargetkan pembangunan empat titik sumur air bersih untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat yang selama ini masih mengalami keterbatasan.

Kepala Desa Sukaluyu, Rosidin, mengatakan program pembuatan sumur tersebut merupakan upaya pemerintah desa untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.

“Di Sukaluyu air memang agak sulit, kasihan warga. Untuk itu kami membuat sumur yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Rosidin, Jumat (30/01/26).

Sementara itu, Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Tamansari, Dede Fauzi, menyampaikan bahwa pembangunan sumur air bersih tersebut bersumber dari anggaran Dana Desa.

“Di Kecamatan Tamansari hanya ada dua desa yang melaksanakan pembangunan sumur, yaitu Desa Sukaluyu dan Desa Tamansari. Untuk Desa Sukaluyu ada empat titik, sedangkan Desa Tamansari hanya satu titik sumur,” kata Dede Fauzi.

Program pembangunan sumur air bersih ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga Desa Sukaluyu. Yudi

Roadshow Harlah 100 Tahun NU, PCNU Kota Bogor Jalin Silaturahmi Kebangsaan dengan Dandim 0606

0

Bogor | Jurnal Bogor
Menjelang peringatan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-100, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor menggelar rangkaian Roadshow Harlah Satu Abad NU melalui silaturahmi kebangsaan dan dialog strategis bersama Komandan Distrik Militer (Dandim) 0606 Kota Bogor, Kolonel Kav Gan Gan Rusgandara, S.Hub.Int, Kamis kemarin.

Silaturahmi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Bogor, H. Edi Nurochman, didampingi Heri Firdaus serta jajaran pengurus PCNU Kota Bogor lainnya. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, meskipun Kota Bogor tengah diguyur gerimis. Suasana cair terbangun melalui canda ringan yang mengiringi dialog kebangsaan antara kedua belah pihak.

Dalam pertemuan tersebut, H. Edi Nurochman menyampaikan sejumlah agenda strategis PCNU Kota Bogor, khususnya terkait penguatan moderasi beragama, upaya pencegahan radikalisme, serta penguatan program-program kebangsaan yang menjadi komitmen NU dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketua PCNU Kota Bogor juga menyampaikan harapan agar TNI, khususnya Kodim 0606 Kota Bogor, dapat terus berperan aktif dan bersinergi dalam mendukung berbagai program PCNU Kota Bogor yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan, baik dalam bidang sosial, keagamaan, maupun kebangsaan.

Sementara itu, Cak Roni, selaku Ketua Panitia Harlah 100 Tahun NU Kota Bogor, secara khusus menyampaikan undangan kepada Dandim 0606 Kota Bogor untuk dapat hadir dan berpartisipasi dalam karnaval dan pawai budaya Harlah Satu Abad NU yang akan dipusatkan di Balai Kota Bogor. Kegiatan tersebut direncanakan berkeliling Kebun Raya Bogor, dengan menampilkan beragam atraksi budaya, partisipasi UMKM, serta orasi kebangsaan sebagai refleksi semangat persatuan dan kebhinekaan.

Roadshow dan silaturahmi kebangsaan ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Harlah Satu Abad NU PCNU Kota Bogor, sekaligus menegaskan komitmen NU untuk terus membangun kolaborasi dengan seluruh elemen bangsa, termasuk TNI, dalam menjaga perdamaian, toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan.

**say/cc

Berbahaya, Jalur Roda Dua Batutulis Retak

0

Bogor | Jurnal Bogor

Jalur khusus roda dua Jalan Shaleh Danasasmita, Kelurahan Batutulis kembali mengalami keretakan, pasca cuaca ekstrem yang melanda Kota Bogor, belakangan ini.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, terutama mereka yang melintasi jalur tersebut setiap hari.

Berdasarkan pantauan di lokasi, retakan memanjang terlihat membelah permukaan aspal di sisi jalan.

Handy M, salah seorang warga Kelurahan Pamoyanan yang kerap melintasi jalur tersebut, menyampaikan keresahannya.

Menurutnya, keretakan tersebut sangat membahayakan, terutama saat kondisi gelap atau hujan lebat yang menutupi pandangan pengendara.

“Kami sebagai pengguna jalan merasa sangat khawatir dengan kondisi retakan ini. Kalau tidak segera diperbaiki, risikonya sangat besar bagi keselamatan pemotor. Kami mendesak Dinas PUPR Kota Bogor untuk segera melakukan tindakan nyata sebelum terjadi kecelakaan,” ujar Handy kepada wartawan, Jumat (30/1).

Senada dengan Handy, sejumlah warga berharap, pemerintah tidak hanya melakukan penambalan sementara, melainkan pengecekan struktur jalan secara menyeluruh.

Hal ini penting untuk memastikan apakah retakan tersebut disebabkan oleh faktor beban kendaraan atau adanya penurunan stabilitas tanah di area tersebut.

Diketahui, jalur khusus roda dua di kawasan Batutulis, tepatnya di Jalan Saleh Danasasmita, Kecamatan Bogor Selatan, resmi dibuka kembali per 26 Agustus 2025 lalu.

Jalan sementara sepanjang 250 meter ini beroperasi dua arah khusus motor untuk mengatasi dampak longsor sebelumnya, dengan lebar jalan terbatas sekitar 2,5 meter.

** Fredy Kristianto

Akibat Longsor Jalur 3 Desa di Nanggung Lumpuh

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Akses jalan utama yang menghubungkan Desa Curugbitung, Cisarua dan Desa Malasari, Nanggung, Kabupaten Bogor tertutup akibat tebingan jalan longsor, Kamis (29/1/2026), sekitar pukul 16.30 WIB.

Hujan yang terus menerus beberapa terakhir ini di wilayah Kabupaten Bogor bagian Barat menyebabkan tebing sekitar 10 meter itu longsor, tepatnya Kampung Nunggul di Desa Curugbitung,
Longsor tersebut bukan pertama terjadi, awal tahun 2020 di jalan di lingkup Desa Curugbitung maupun ditengah padat penduduk kerap terjadinya longsor hingga menelan korban jiwa.

“Longsor menutup Jalan Ace Tabrani di Kampung Nunggul,” ujar Sekretaris Desa Curugbitung, Iyus, saat dikonfirmasi.

Diketahui para Ketua RT/RW hingga masyarakat bergotong royong membersihkan material longsor yang sempat menutup akses jalan itu. Kejadian longsor itu telah dilaporkan, baik UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan, maupun Polsek, dan Koramil setempat.

Gotong royong membersihkan material longsoran selain oleh masyarakat, juga tim gabungan Forkopimcam Nanggung yang ambil bagian membuka akses vital yang tertutup tanah akibat longsor itu.

Kendaraan roda dua kini dapat melintas namun secara terbatas, akan tetapi kendaraan roda empat sementara menggunakan jalur alternatif dengan jarak yang lebih jauh hingga memutar melalui Desa Bantarkaret.

Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah VI Cigudeg, Bobby Wahyudi mengatakan, pihaknya menurunkan tim ke lokasi serta menyiapkan alat berat guna percepatan membersihkan longsoran tanah tersebut.

“Alat berat milik UPT sedang dijemput dari Jasinga. Jika memungkinkan dan aman, malam ini akan dimobilisasi ke lokasi. Namun jika dinilai berisiko, pembersihan akan dilanjutkan pagi hari,” jelas Bobby.

Masyarakat pun diminta bersabar menunggu jalan itu aman. “Kami sarankan masyarakat terutama pengendara sementara menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Raya Bantarkaret,” harapnya.

** Rahman Ependi

Koperasi Desa Ditunggu Warga, Agen Sembako Ketar-ketir

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Pemerintah desa yang ada di setiap kecamatan kini tengah merintis pengadaan lahan untuk pembangunan koperasi desa. Pengadaan lahan ini merupakan hal yang dirasakan penuh tantangan oleh setiap desa. Hal ini karena pengadaan lahan tersebut harus hibah hingga banyak desa masih perlu waktu untuk mendapatkannya.

Hadirnya koperasi desa tersebut, seiring dengan informasi yang didapatkan masyarakat akan berpihak kepada masyarakat dengan janji memberikan kesejahteraan. Adanya hal tersebut, koperasi desa kini benar-benar dinanti oleh masyarakat.

“Membaca dari pemaparan pemerintah, hadirnya koperasi desa ini akan membantu sekali bagi kebutuhan dan usaha warga. Mulai dari pinjaman hingga ke pengadaan kebutuhan pokok. Untuk ini kita selalu warga terus mengikuti perkembangannya, dan berharap koperasi tersebut cepat berdiri dan memberikan pelayanan kepada warga, ” ujar Cucun, warga Telukpinang, Ciawi.

Fokus pembangunan gedung koperasi dipercayakan kepada jajaran TNI yang ada di setiap kecamatan, kini membuat para pengusaha agen sembako ketar ketir dibuatnya. Mereka menilai, koperasi desa akan menjadi pesaing dalam usahanya.

Pantauan di berbagai wilayah, agen-agen sembako yang dikuasai warga luar pulau Jawa ini terus merambah ke pelosok desa. Usaha yang melayani pembeli mulai dari partai besar hingga kecil ini membuat pemilik warung kecil mati kutu. Karena harga yang dijual oleh para agen sembako jauh lebih murah.

“Kehadiran agen sembako dimana mana, warung kecil seperti kita jadi sepi. Pembeli lebih memilih belanja ke mereka, untuk itu jika koperasi desa sudah ada, itu akan sangat membantu keberlanjutan usaha kita, ” pungkas Rosipah, seorang pedagang di Ciawi.

** Dadang Supriatna

Dua Tiang Miring Bikin Pengguna Jalan Was-was

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Dua tiang besi yang terlihat miring di jalan raya di Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor membuat pengguna jalan was-was. Mereka khawatir tiang tersebut sewaktu-waktu roboh dan
membahayakan pengguna jalan.

Selain miring juga tampak kesemrawutan kabel yang menempel di tiang besi diduga milik perusahaan PT Telkom Indonesia bersinggungan dengan jaringan listrik milik PT PLN. Kondisi ini dikhawatirkan dapat berpotensi gangguan keselamatan terutama bagi pengendara.

Sejumlah pengendara mengaku saat melintas di jalur itu harus menghindari tiang besi miring yang mengarah ke badan jalan itu.

“Khawatir tiang besi itu ambruk, maka saat berkendara harus menghindar tiang besi miring,” kata Andriawan, salah satu pengendara asal Kampung si Dempok Desa Bantarkaret kepada Jurnal Bogor, Kamis (291/2026).

Apalagi jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat di jalan kabupaten dengan hilir mudiknya kendaraan karena akses utama masyarakat dan juga jalur menuju perusahaan PT Antam.

Selain itu, Adriawan menjelaskan, tebingan di sepanjang jalan itu juga sering terjadi longsor disebabkan karena labilnya kontur tanah.

“Bisa saja tiang listrik miring itu sewaktu waktu ambruk karena kontur tanah yang labil,” kata dia.

Warga juga mempertanyakan legalitas pemasangan tiang tersebut serta pihak yang bertanggung jawab terhadap perawatan dan pengamanannya. Hingga kini, warga mengaku belum mengetahui ke mana harus melaporkan kondisi tersebut.

“Ini jalan kabupaten, tapi sampai sekarang belum ada penanganan. Kami bingung harus mengadu ke siapa,” katanya.

Warga juga mempertanyakan terkait status kepemilikan tiang, perizinan pemasangan, serta rencana penanganan di lokasi tersebut.

“Instansi terkait kami harap segera melakukan pengecekan dan penanganan agar tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan,” tandasnya.

** Arip Ekon

Tiga Panel Menyala, UPT Perhubungan Kembali Jadwalkan Perbaikan PJU di Bantarkaret

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Setelah tiga panel penerangan jalan umum (PJU) di Kampung Jatake-Nutug di Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor menyala, kini UPT Pelaksana Teknis Pengelolaan Prasarana dan Perlengkapan Perhubungan (UPT PPP) Wilayah V Jasinga kembali berencana untuk perbaikan PJU di sepanjang jalan masih di wilayah Bantarkaret.

Diketahui ada sekitar 5 panel PJU kondisinya belum menyala diantaranya PJU yang berada di Kampung Cadas Leueur yang mati sejak tiga bulan terakhir.

Salah satu bagian teknisi lapangan pada UPT Perhubungan yang berkantor di Jasinga Yaya, saat di konfirmasi Jurnal Bogor pihaknya merespons perihal kondisi PJU yang belum menyala tersebut.

“Kita jadwalkan kembali ke wilayah Bantarkaret terkait progres perbaikan PJU yang belum menyala itu. Pekan depan akan mengunjungi dan menindaklanjuti PJU yang mati itu,” kata Yaya Kamis (29/1/2026).

“Untuk perbaikannya kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa setempat,” tambah Yaya.

Salah satu penyebab PJU tak menyala karena terputusnya kabel berikut panel PJU yang hilang.

“Benar, PJU di Bantarkaret itu masih ada yang mati. Sebab matinya PJU itu, jelas kabel dan lampunya itu tidak ada,” jelasnya.

** Arip Ekon