24.6 C
Bogor
Tuesday, April 14, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Ditengah Efisiensi, Kecamatan Botim Justru Belanja Mobdin Baru

0

Bogor | Jurnal Bogor

Ditengah semangat efisiensi anggaran yang digaungkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan menerapkan kebijakan work from home (WFH) setiap Jumat, dan imbauan agar aparatur sipil negara (ASN) menggunakan angkutan umum.

Kecamatan Bogor Timur (Botim) justru membeli satu unit mobil dinas (mobdin) Mitsubishi X Force berwarna putih yang diperuntukan untuk kendaraan operasional Camat Botim.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Rudy Mashudi. Menurut dia, dari dari enam kecamatan yang ada, hanya Kecamatan Bogor Timur yang membeli mobil dinas.

Hal itu lantaran mobil operasional camat secara teknis sudah melebihi lima tahun, karena sebelumnya mobil Toyota Rush yang sebelumnya digunakan dibeli pada 2017 lalu.

“Di kecamatan lain tidak beli mobil dinas. Yang ada hanya anggaran untuk pemeliharaan saja,” ujar Rudy saat dikonfirmasi, Senin (13/4).

Lelaki yang juga anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Bogor itu menyebut bahwa pagi anggaran pembelian mobil dinas itu sebesar Rp397 juta.

Sementara itu, Kepala Bidang Anggaran pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor, Karna Senanda mengatakan bahwa pengadaan mobil tersebut menggunakan e-katalog.

“Tentunya pembelian mobil dinss baru, sudah melalui kajian teknis di OPD tersebut. Memang kami menginginkan agar mobil dinas semuanya listrik. Tapi kembali ada pertimbangan mobilitas dan lain-lain,” kata Karna.

Karna mengakui bahwa infrastruktur untuk kendaraan listrik di Kota Bogor masih belum semua siap, dan mungkin itu yang menjadi pertimbangan pembelian mobil dinas konvensional.

Saat disinggung mengenai pembayaran pajak kendaraan per tahunnya. Karna mengatakan bahwa hal itu menjadi tanggungjawab OPD terkait.

“Kalau untuk pajak, anggarannya menjadi beban OPD masing-masing,” ungkap dia.

Diketahui, berdasarkan hasil penulusuran pajak tahunan Mitsubishi XForce sebesar Rp5,8 hingga Rp6,1 juta per tahun. Sementara pajak mobil listrik berada di kisaran Rp200 hingga Rp500 ribu per tahun.

** Fredy Kristianto

Belasan Anggota Satpol PP Jadi Korban Gadai SK

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kabar tak sedap datang dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor. Pasalnya, sebanyak 13 anggota pasukan penegak perda menjadi korban gadai SK yang diduga dilakukan oleh salah seorang kepala sub bagian (kasubag) berinisial IJ.

Sebelumnya, ramai di media sosial (medsos) sejumlah anggota Satpol PP tampak sedang berdiskusi membahas permasalahan tersebut. Bahkan, seorang di antaranya berniat menanyakan perihal kelanjutan perkara tersebut kepada sekretaris daerah.

Kepada wartawan, Plt Kepala Satpol PP Kota Bogor, Pupung W Purnama mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada awal 2025. Ketika itu, IJ meminjam SK sejumlah anggota Satpol PP untuk digadaikan demi kepentingan kantor. Para korban pun secara sadar memberikan SK mereka kepada IJ.

“Jadi alasannya untuk kepentingan kantor, tapi ternyata untuk pribadi. IJ janji akan bayar cicilan, tapi ternyata macet, otomatis jadi tanggungan yang punya SK, sehingga tunjangan terpotong,” ungkapnya.

Menurut Pupung, sebenarnya mediasi sudah dilakukan oleh Sekretaris Daerah Denny Mulyadi pada Desember 2025 lalu. Ketika itu, IJ berjanji akan melunasi.

“Tapi sampai sekarang belum selesai. Yang bersangkutan juga sudah lama tak ngantor,” katanya.

Kendati demikian, Pupung mengaku belum mengetahui berapa jumlah nominal akibat aksi IJ tersebut.

“Belum tahu, kami masih melakukan pendalaman,” tandas mantan Kepala Inspektorat itu.n Fredy Kristianto

Sukajaya Benahi Infrastruktur Keagamaan

0

Sukajaya l Jurnal Bogor
‎‎Pemerintah Desa Cileuksa, Sukajaya, Kabupaten Bogor melakukan pembenahan infrastruktur dan fasilitas keagamaan dengan gotong -royong berbasis swadaya yang sejalan dengan program Pemkab Bogor pada Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM).

‎Kepala Desa Cileuksa Ujang Ruhyandi mengatakan, partisipasi masyarakat setiap tahunnya menghadirkan gebrakan baru melalui semangat kebersamaan seperti mengerjakan pelebaran jalan desa secara swadaya. Selain itu juga rencana pembukaan jalan, pembangunan saluran irigasi, hingga penyediaan prasarana penunjang bagi sarana ibadah, khususnya masjid.

‎”Seluruh pekerjaan dilakukan secara bersama-sama tanpa mengandalkan pihak luar, hal ini mencerminkan kuatnya solidaritas warga,” kata Ujang Ruhyandi (13/4/2026)

‎Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian menjalankan instruksi dari pemerintah, baik pusat, provinsi hingga Pemerintah Kabupaten Bogor.

‎”Sesuai arahan Presiden, Gubernur dan Bupati Bogor untuk menjaga kondusifitas wilayah. Desa yang membangun kekompakan melalui bulan bakti gotong royong demi kemajuan lingkungan desa Cileuksa kedepan,” ujarnya.

‎Ujang Ruhyadi menjelaskan terkait pelaksanaan BBGR tahun 2026 ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sikap kebersamaan di tengah masyarakat.

‎“Alhamdulillah, antusiasme warga sangat luar biasa. Hampir di setiap titik kegiatan, masyarakat hadir dan terlibat langsung, mulai dari bapak-bapak, pemuda, hingga ibu-ibu yang turut membantu. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong di Desa Cileuksa masih sangat kuat dan menjadi budaya yang terus kami jaga,” katanya.


Ia menjelaskan pelaksanaan BBGR tahun ini tersebar di sejumlah titik kampung, diantaranya MCK dan tempat wudhu Masjid Kampung Cileuksa Hilir, renovasi total Masjid Kampung Cileuksa Kaler, pembersihan jalan Cileuksa Desa, pelebaran dan perbaikan infrastruktur jalan akses menuju Cijairin dan Cieur, hingga Kampung Ciparengpeng.

‎Pembangunan tersebut kata dia diprioritaskan berdasarkan kebutuhan masyarakat, khususnya akses jalan yang selama ini menjadi kendala mobilitas warga.

‎“Perbaikan dan pelebaran jalan ini sangat penting, karena menjadi akses utama warga dalam beraktivitas, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun sosial. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, kami berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara bertahap,” katanya.

‎‎Lebih lanjut, Ujang Ruhyadi menegaskan bahwa kegiatan gotong royong ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. Menurutnya, nilai kebersamaan dan kepedulian sosial harus terus dipupuk di tengah perkembangan zaman.

‎“Gotong royong bukan hanya sekadar bekerja bersama, tetapi juga membangun rasa memiliki terhadap desa. Dengan kebersamaan ini, kami optimistis Desa Cileuksa akan terus berkembang, tidak hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat kami,” tukasnya.

** Arip Ekon

Vila yang Dikomersilkan di Puncak Lemah Pengawasan

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Maraknya vila di wilayah Cisarua dan Megamendung, Kabupaten Bogor dinilai masih lemah pengawasan. Vila yang sebagian besar milik warga Jakarta untuk tempat istirahat pribadi kini beralih fungsi. Kini, sebagian besar vila tersebut dikomersilkan.

Selain sudah menyalahi peruntukkannya, vila-vila yang dikomersilkan telah menimbulkan berbagai permasalahan yang bisa merusak moral warga sekitar.

“Kita perhatikan, hampir semua vila di wilayah Puncak berubah peruntukkannya menjadi komersil. Hal ini jelas sekali bertentangan dengan perijinan yang mereka kantongi yaitu rumah istirahat pribadinya, ” ujar Asep, petugas dari Tata Bangunan untuk wilayah Cisarua.

Sementara itu dampak lain hadirnya vila yang dikomersilkan kerap mengundang kegaduhan di tengah-tengah masyarakat. Seperti pemutaran musik yang dilakukan oleh para tamu seringkali tidak mengingat aturan. Hal ini menjadikan keresahan di kalangan masyarakat.

“Banyak vila yang disewakan memutar musik karaoke dengan suara keras. Hal ini terkadang mengganggu kenyamanan warga yang istirahat, ” tutur Suhendar.

Akibat lemahnya pengawasan tersebut, khususnya untuk kenyamanan lingkungan, vila yang dikomersilkan kini telah melibas keberadaan dunia perhotelan. Pada hari libur, bagi para pengusaha hotel bukanlah waktu untuk mendapatkan tamu karea para wisatawan lebih memilih menyewa vila.

** Dadang Supriatna

Megamendung Gencar Lakukan Penataan

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Dua kecamatan di Kabupaten Bogor yakni Cisarua dan Megamendung, kini tengah gencar melakukan penertiban terhadap bangunan yang berdiri melanggar aturan. Penertiban khususnya terhadap bangunan yang berdiri diatas tanah milik jalan, dan irigasi.
Upaya yang dilakukan kedua kecamatan itu sebagai bentuk loyalitas kepada pemimpin Kabupaten Bogor yang sedang melakukan penataan kawasan Puncak.

Objek yang sudah ditertibkan di Kecamatan Megamendung, mulai dari pembersihan terhadap kios PKL yang berdiri diatas tanah jalan, hingga kepada reklame yang berdiri melanggar aturan dan membahayakan keselamatan warga sekitar juga para pengendara.

“Ditahun 2026 ini kita fokus terhadap penataan Puncak khususnya yang berada di Kecamatan Megamendung. Jalan-jalan harus diperlebar. Selain ini melaksanakan instruksi dari bupati, juga bertujuan untuk kenyamanan masyarakat setempat dan para pengunjung yang berwisata ke Puncak, ” ujar Camat Megamendung, Ridwan S.Sos.

Menurut Ridwan, untuk membuat keindahan di wilayah yang, tidak hanya penertiban terhadap bangunan yang berdiri diatas tanah milik jalan. Melainkan kawasan kawasan yang terlihat kumuh dan semrawut juga menjadi targetnya.

Reklame di beberapa persimpangan tidak luput dari operasi penertiban yang melibatkan segenap anggota trantib kecamatan tersebut.

Sementara untuk penertiban kios PKL, pihak kecamatan terlebih dahulu memberikan peringatan kepada para pedagang jauh-jauh hari sebelum dilakukan penertiban dan para pedagang diminta untuk membongkar sendiri.

“Penertiban terhadap bangunan yang memakai tanah milik jalan itu kita berikan waktu. Mereka kita peringatkan untuk membongkar sendiri karena tanah tersebut akan dijadikan untuk pelebaran jalan, ” imbuhnya.

Tidak hanya pihak Kecamatan yang bergerak, UPT PUPR Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah II Ciawi juga melakukan pembersihan terhadap jalan-jalan yang akan diperlebar.

“Kita semua fokus untuk penataan kawasan Puncak, daerah milik jalan akan difungsikan khususnya titik-titik yang badan jalannya sempit,” pungkas Kepala UPT PUPR Unit Ciawi, Heru Haerudin.

** Dadang Supriatna

Bupati Tong Cicing Wae

0

Disharmonis KONI-Cabor Berdampak ke Atlet

Cibinong | Jurnal Bogor
Sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) dilanda mosi tidak percaya terhadap kepengurusan KONI Kabupaten Bogor. Pasalnya, persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar XV/2026 di penghujung akhir tahun ini dinilai berantakan. Bupati Rudy Susmanto pun diminta turun tangan membenahi dan menyiapkan Kontingen Kabupaten Bogor.

“Kondisinya sebentar lagi mau entry by name tapi dari KONI belum ada kejelasan sama sekali pengcab harus apa dan bagaimana untuk persiapan Porprov ini,” ujar salah satu pengurus cabor kepada Jurnal Bogor, Senin (13/4/2026).

“Bupati jangan diam saja (Bupati tong cicing wae) melihat dinamika disharmonis KONI dan cabor,” tandasnya.

Dia mengungkapkan kondisi atlet sekarang bingung dan tidak bersemangat karena hak-hak mereka yang harusnya sudah disalurkan tapi sampai sekarang tidak ada kabar baik sama sekali.

“Bahkan mereka untuk latihan saja bingung harus ongkos dari mana, begitu juga pelatih kondisinya sama harus menyemangati atlet harus seperti apalagi untuk latihan yang padahal pelatih sendiri juga bingung belum diberikan haknya. Jadi ya jangan sampai nanti menyalahkan atlet dan pelatih apabila prestasi menurun kalau kondisinya selalu begini,” ungkapnya.

Menurutnya, cabor dan atlet dibuat serba salah. Pasalnya 7 bulan lagi pelaksanaan Porprov tapi tidak ada pergerakan atau informasi, baik untuk tim maupun harus bagaimana tim atau pengurus cabor menghadapi Porprov.

“Saya sebagai pelatih sekaligus pengurus itu sudah menjelaskan berbagai hal terkait kondisi KONI sekarang, tapi atlet kan taunya latihan dan berprestasi tapi kalau haknya tidak dipenuhi ya emosi atlet,” tandasnya.

Dia tak memungkiri pelaku olahraga di Kabupaten Bogor sudah menunggu mau bagaimana Kontingen Kabupaten Bogor ini untuk Porprov Jabar 2026, namun dengan adanya keluhan yang sama mayoritas cabor dan atlet, mereka hanya berharap disharmonis KONI-cabor segera berakhir.

“Pemangku kebijakan harus intervensi jangan biarkan kondisi ini berlarut-larut,” timpal pengurus cabor lainnya.

**(Asep Saepudin Sayyev)

Pekan Depan, Latihan Pencak Silat Digelar di Kecamatan Nanggung

0

Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Program latihan olahraga seni beladiri pencak silat yang telah berlangsung lima bulan di Desa  Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor akan digeser latihannya di halaman Kantor Kecamatan Nanggung. Upaya ini agar latihan tidak jenuh dan ada suasana baru.

‎Meski jumlah peserta latihan silat tidak begitu banyak, namun saat ini mereka masih terus eksis latihan.‎

‎”Setiap pekannya, secara rutin peserta yang berasal dari lilingkungan sekitar aktif mengikuti latihan silat ini,” kata pembina pelatih pencak silat di Batutulis, Bah Kudil.‎

‎Sementara agar peserta lebih produktif serta adanya penyegaran, lanjut salah satu pelatih pencak silat dari PSHT Bogor Barat Rena Zaqiah pada pekan kedua latihan pencak silat akan bergeser digelar di Kecamatan Nanggung.‎

‎”Nanti kita koordinasikan dengan KOK Kecamatan Nanggung maupun PT Antam, kedepan latihan pencak silat tersebut akan digelar secara terbuka yakni di halaman kantor Kecamatan Nanggung,” jelas Rena.

** Arip Ekon

Replika Kujang Buatan Warga Ciampea Akan Dipasang di Denpom III-1 Bogor

0

Ciampea l Jurnal Bogor
Ajat (60) warga Kampung Cikiray RT 01 RW 07 Desa Bojongjengkol, Ciampea, Kabupaten Bogor termasuk salah satu pengrajin patung ukir yang inspiratif yang kini sosoknya semakin dikenal luas dengan karyanya yang dihasilkan.

Kali ini dia membuat replika kujang yang dipesan PT Antam UBPE Pongkor yang nantinya akan dipasang di gapura pintu masuk Detasemen Polisi Militer (Denpom) III-1 Bogor. Kujang sendiri memiliki makna dan  nilai sejarah peradaban Sunda di Jawa Barat.

‎”‎Setelah gapura itu direhabilitasi, nantinya  dua replika kujang itu akan dipasang di pintu masuk Denpom Bogor,” kata Ajat kepada Jurnal Bogor.

‎‎‎Dengan menggunakan bahan material pasir dan semen berikut behel besi  pembuatan replika kujang yang akan  dipasang di tempat aparatur negara baginya suatu kebanggaan. Apalagi berkaitan dengan simbol makna sejarah dan budaya, seolah  membuatnya semakin termotivasi untuk terus berkarya.

‎”Atas kepercayaan dibuatkan replika kujang kami ucapkan terimakasih kepada Antam dan Denpom III-1 Bogor,” jelasnya.

** Arip Ekon

Juhana Ajak DKM Perangi Judol

0

Bogor | Jurnal Bogor

Layaknya pemilihan kepala daerah (pilkada), suasana pemilihan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) At Taqwa di Kalibata, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, berlangsung meriah dan demokratis pada Minggu (12/4).

Pada kontestasi tersebut, warga diberikan kesempatan untuk mencoblos langsung calon ketua DKM dari dalam bilik suara.

Dalam kesempatan tersebut, Kuswadi terpilih menjadi ketua DKM At Taqwa dengan mengantungi sebanyak 87 suara. Sementara rivalnya, Andi Selamet hanya meraup 23 suara.

Anggota DPRD Kota Bogor, Juhana yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah masyarakat Kalibata yang menyelenggarakan pemilihan ketua DKM secara demokratis. Menurutnya, langkah tersebut adalah bagian dari edukasi tentang pentingnya berdemokrasi yang jujur, adil, dan transparan.

“Saya kira, kegiatan pemilihan ketua DKM ini harus mendapat apresiasi karena dilangsungkan dengan cara tak biasa (layaknya pilkada). Bagus juga untuk mengedukasi masyarakat soal demokrasi yang jujur,” ujar Juhana kepada wartawan.

Legislator yang akrab disapa Uncle Joe itu berharap DKM At Taqwa yang baru akan lebih baik lagi dalam menjalankan kepengurusan. Khususnya dalam memakmurkan masjid serta meingkatkan ketaqwaan dan keimanan warga di tengah maraknya fenomena judi online (judol).

“Saya berharap DKM juga berperan aktif, membuat kegiatan rutin keagamaan dan mengedukasi warga, khususnya pemuda agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan salah satunya judol,” ucapnya.

Sebab, kata Uncle Joe, judol bukan hanya menghancurkan sendi-sendi perekonomian. Namun juga mengarahkan sang pecandu judol untuk berbuat negatif demi mendapatkan uang agar bisa kembali bermain.

Selain itu, sambung dia, judol juga bisa berpengaruh terhadap terhentinya bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

“Berdasarkan reses saya, ditemukan ada yang desilnya tiba-tiba naik dari desil 2 (miskin) menjadi desil 6 (ekonomi mandiri). Padahal kondisinya memang tak mampu. Setelah ditelusuri, ada salah satu anggota keluarga yang bermain judol. Akibatnya bantuannya dihentikan pemerintah lantaran terlihat dalam sistem. Hal ini yang mesti dihindari masyarakat,” tandas Uncle Joe.

** Fredy Kristianto

Wujudkan Petani Berdaulat, PALAKKURI di Nanggung Kukuhkan Anggota Baru

0


‎‎‎Nanggung l Jurnal Bogor ‎
‎Kelompok Usaha Pertanian (KUP) PALAKKURI (Paguyuban Alumni AKKUR Indonesia) di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor melakukan pengukuhan atau inagurasi terhadap 9 anggota petani baru, Sabtu (11/4/2026).

‎”‎Meningkatknya anggota kelompok usaha pertanian kini menjadi 23 anggota petani, PALAKKURI siap mewujudkan petani berdaulat,” kata Wali Kawasan PALAKKURI Didih Radiatna kepada Jurnal Bogor.

‎Menurutnya, momentum inaugurasi penting guna perkuat komitmen bersama dalam melaksanakan usaha pertanian secara kolektif dan berjamaah.

“Dengan semangat kebersamaan para petani PALAKKURI siap membangun kedaulatan petani serta meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengelolaan usaha tani yang lebih terorganisir, efisien, dan berkelanjutan,” jelas Didih Radiatna.

‎‎Jadi kata dia, penambahan anggota ini, suatu keberkahan sekaligus tantangan sejalan untuk memajukan program di sektor pertanian.

“Kami semakin solid untuk bekerja secara kolektif, berbagi pengetahuan, sumber daya, dan pasar,” tandasnya.

‎Karena tujuannya jelas, Didih mengatakan, menjadikan petani di Nanggung tidak hanya bertahan, tetapi harus benar-benar berdaulat dan sejahtera.

‎Acara inaugurasi dihadiri oleh para anggota kelompok dan tokoh masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut, para anggota baru mengucapkan ikrar janji setia PALAKKURI yang merupakan komitmen untuk aktif terlibat dalam seluruh program usaha kolektif, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran hasil pertanian.

‎Selain inaugurasi, Kelompok Usaha Pertanian PALAKKURI juga menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan sertifikasi SASPRI Nasional yang akan dilaksanakan pada 22 April 2026.

Sertifikasi ini menjadi langkah strategis kelompok untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi kelembagaan.

‎“Sertifikasi SASPRI Nasional kami laksanakan agar kelompok semakin profesional, terstandarisasi, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Dengan sertifikasi ini, kami berharap dapat membuka akses yang lebih luas terhadap program pemerintah, pendampingan teknis, serta peluang pasar yang lebih baik,” tambah Ketua Kelompok Kemitraan Bisnis PALAKKURI Fikri Muhamad.

‎Tujuan utama dari sertifikasi itu sendiri adalah meningkatkan kompetensi dan kapabilitas pengelolaan kelompok usaha tani, memperkuat tata kelola kelembagaan secara transparan dan akuntabel, mendorong penerapan praktik pertanian yang lebih baik, baik dari segi teknis maupun manajerial dan memperkuat posisi kelompok dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

‎Dengan bertambahnya anggota dan persiapan sertifikasi, Kelompok Usaha Pertanian PALAKKURI optimistis dapat menjadi contoh kelompok tani yang sukses di wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Ke depan, kelompok ini akan terus mengembangkan usaha kolektif berbasis komoditas unggulan, meningkatkan produktivitas, serta membangun jaringan kemitraan dengan berbagai pihak.

‎Kelompok Usaha Pertanian PALAKKURI mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, dinas pertanian, serta masyarakat luas untuk mendukung upaya pemberdayaan petani ini.

“Petani berdaulat adalah pondasi ketahanan pangan bangsa. Mari kita bersama-sama wujudkan pertanian yang maju dan sejahtera,” pungkas Fikri.

‎Dia kembali menjelaskan, ‎Kelompok Usaha Pertanian PALAKKURI merupakan wadah kebersamaan petani di Kecamatan Nanggung yang fokus pada pengembangan usaha tani secara kolektif berjamaah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan berkontribusi pada ketahanan pangan di Kabupaten Bogor.

** Arip Ekon