29.8 C
Bogor
Sunday, August 30, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Empat SSB Putri Adu Bakat di Alwan Mini Soccer Cup

0

Megamendung | Jurnal Bogor – Turnamen sepakbola putri antar-Sekolah Sepak Bola (SSB) bertajuk Alwan Mini Soccer Cup Championship berlangsung meriah. Kompetisi tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah untuk mengasah bakat para pesepakbola putri usia 10 hingga 15 tahun.

Turnamen diikuti empat tim putri yang berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Bogor, yakni Yacis Putri, Persachi Putri, Bina Citra Putri, dan Yudistira Putri.

Kompetisi menggunakan sistem setengah kompetisi dengan format setiap tim saling bertemu dan mengumpulkan poin. Para peserta memperebutkan Piala Alwan Mini Soccer, sementara panitia juga menyiapkan piala dan piagam penghargaan bagi para juara.

Ketua Panitia, Hendra, mengatakan turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi antarpemain, pelatih, dan SSB.

“Ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus untuk mengasah bakat anak-anak perempuan dalam olahraga sepakbola,” kata Hendra, Sabtu (29/8/2026).

Dari hasil pertandingan, Bina Citra Putri berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Yacis Putri, sedangkan Persachi Putri meraih juara ketiga.

Pelatih Yacis Putri, Erwan Setiawan, menyambut positif digelarnya turnamen sepakbola putri. Menurutnya, semakin banyak kompetisi seperti ini akan membuka kesempatan bagi para pemain muda perempuan untuk mendapatkan pengalaman bertanding.

“Semoga semakin banyak momen seperti ini. Selain memperkenalkan sepakbola putri, turnamen ini juga menjadi wadah untuk menampung dan mengembangkan bakat siswa YPC,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Pelatih Yudistira Putri, Saipul Hadi. Ia menilai keberadaan turnamen khusus SSB putri sangat penting karena kompetisi sepakbola putri masih relatif jarang digelar.

“Dengan adanya turnamen SSB putri, mudah-mudahan sepakbola putri bisa lebih berkembang. Selama ini SSB yang memiliki tim putri masih jarang,” ungkapnya.

Saipul berharap setiap SSB mulai memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan pemain putri sehingga regenerasi pesepakbola perempuan dapat terus berjalan.

“Saya berharap setiap SSB bisa membina dan membimbing tim-tim putri agar semakin berkembang. Mudah-mudahan dari pembinaan di tingkat SSB ini bisa lahir pemain-pemain yang nantinya memperkuat persepakbolaan putri, bahkan Timnas Putri Indonesia ke depannya,” pungkasnya. Yudi

Dari Haornas Menuju Tuan Rumah Porprov XV Jabar 2026

0

Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Tahun 2026 di Kota Bogor tidak hanya akan dikemas sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk membangkitkan semangat olahraga sekaligus memperkuat kesiapan Kota Bogor menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.

Rangkaian Haornas dijadwalkan akan dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, diawali dengan apel bersama dan senam, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada insan olahraga berprestasi dan berdedikasi, serta syukuran sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi berbagai pihak dalam memajukan olahraga di Kota Bogor.

Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk menggaungkan posisi Kota Bogor sebagai salah satu tuan rumah utama Porprov XV Jawa Barat 2026. Dengan status tersebut, Haornas diharapkan mampu menjadi titik awal untuk membangun atmosfer olahraga yang lebih kuat di tengah masyarakat.

Persiapan Haornas sendiri mulai dimatangkan Dispora Kota Bogor. Langkah awal dilakukan melalui rapat persiapan internal yang dipimpin langsung Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas S. Rasmana pada Jumat (14/8) lalu.

Rapat tersebut menjadi forum konsolidasi untuk menyusun konsep, teknis pelaksanaan, hingga pembagian tugas antar bidang. Koordinasi dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian Haornas dapat berlangsung tertib, semarak, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Pesan besar yang ingin dibangun adalah Haornas bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi momentum menuju penyelenggaraan PORPROV XV Jawa Barat 2026.

“Kota Bogor ingin menunjukkan kesiapan bukan hanya dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat, inklusif, berprestasi, dan melibatkan masyarakat,” kata Anas.

ITB Dewantara Sosialisasikan Tugas Akhir Proyek Bagi Mahasiswa Angkatan 36 dan 38

0

Cibinong • Jurnal Bogor- Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara menggelar Sosialisasi Tugas Akhir Mahasiswa Angkatan 36 dan 38 Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa tingkat akhir mengenai panduan, ketentuan, serta alur pelaksanaan tugas akhir sebagai salah satu tahapan penting menuju kelulusan.

Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu, 29 Agustus 2026 di Ruang 1201 ITB Dewantara tersebut dihadiri 130 mahasiswa semester akhir membahas berbagai ketentuan terbaru terkait pelaksanaan tugas akhir, termasuk perubahan bentuk tugas akhir yang sebelumnya berupa skripsi menjadi Tugas Akhir Proyek.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Dr. Muhlis, S.Pt., MM, selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan ITB Dewantara. Ia menjelaskan bahwa perubahan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya kampus menyesuaikan pelaksanaan tugas akhir dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan dunia kerja.
Melalui konsep Tugas Akhir Proyek, mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan karya akademik dalam bentuk tulisan, tetapi juga mampu menghasilkan proyek yang aplikatif dan relevan dengan bidang keilmuan masing-masing. Dalam pelaksanaannya, Tugas Akhir Proyek juga dapat dikerjakan secara berkelompok, dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi setiap anggota.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa juga diberikan penjelasan mengenai alur pelaksanaan tugas akhir, mulai dari menentukan ide atau topik proyek, penyusunan proposal, proses bimbingan, pelaksanaan dan pengembangan proyek, hingga penyelesaian dan evaluasi akhir.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Zeze Zakaria Hamzah, SE., MM, selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik ITB Dewantara, menekankan pentingnya mahasiswa tingkat akhir untuk memiliki target penyelesaian studi yang jelas.
“Mahasiswa harus memiliki target yang jelas dan berkomitmen untuk menyelesaikan studinya tepat waktu. Jangan menunda pengerjaan tugas akhir dan manfaatkan setiap kesempatan untuk melakukan bimbingan.

Sementara itu, Dr. Syaiful Anwar, S.Sos., MM, memberikan motivasi kepada mahasiswa agar menjadikan Tugas Akhir Proyek sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan kompetensi yang telah diperoleh selama menjalani perkuliahan.

“Tugas akhir jangan hanya dipandang sebagai kewajiban untuk mendapatkan gelar. Jadikan proyek akhir sebagai kesempatan untuk menghasilkan karya terbaik sekaligus menjadi portofolio yang dapat dibawa ketika memasuki dunia kerja.”

Ia juga mendorong mahasiswa untuk membangun pola kerja yang terencana, aktif melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing, serta memanfaatkan kerja kelompok untuk menghasilkan proyek yang lebih kreatif dan solutif.
Perubahan kebijakan dari skripsi menjadi Tugas Akhir Proyek mendapat respons positif dari mahasiswa. Mirna, mahasiswa Program Studi Manajemen, menyampaikan kegembiraannya terhadap kebijakan tersebut.

Menurutnya, konsep Tugas Akhir Proyek memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari secara lebih nyata.

“Saya merasa senang dengan kebijakan baru ini karena lebih aplikatif. Kami bisa menerapkan ilmu yang sudah dipelajari selama kuliah ke dalam sebuah proyek yang nyata.”

Melalui kegiatan sosialisasi ini, ITB Dewantara berharap mahasiswa Angkatan 36 dan 38 RPL dapat memahami seluruh ketentuan pelaksanaan Tugas Akhir Proyek dan segera mempersiapkan diri untuk menyelesaikan tahapan akhir studinya

(Wawan Hermawanto)

Borong 2 Emas, SDN Bubulak 1 Juara Umum Invitasi Olahraga Tradisional Bogor Barat 2026

0

Bogor | Jurnal Bogor – SDN Bubulak 1 Kota Bogor kembali mengharumkan Kecamatan BJuogor Barat. Dalam ajang Invitasi Olahraga Tradisional Tingkat Kecamatan Bogor Barat Tahun 2026, tim perwakilan sekolah ini berhasil mendapat gelar juara umum setelah meraih 2 medali emas.

Prestasi gemilang itu diraih pada dua cabang lomba yaitu dagongan dan egrang. Kedua tim berhasil keluar sebagai juara 1 setelah menunjukkan kekompakan, kecepatan, serta semangat pantang menyerah di arena pertandingan.

Pelatih dan guru pembina turut bangga atas pencapaian anak didiknya.

“Semangat berani, jujur, percaya diri yang selama ini ditanamkan sekolah terlihat nyata dalam setiap gerakan para siswa,” kata pelatih dan guru olahraga di SDN Bubulak 1 Kota Bogor, Nena ,Jumat (28/08/2026).

Kepala SDN Bubulak 1 Kota Bogor, Sri Waryana menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. “Terima kasih kepada seluruh siswa, pelatih, guru, dan orang tua yang telah mendukung dan memberikan semangat hingga meraih prestasi ini. Ini bukan hanya kemenangan tim, tapi kemenangan kita semua,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihak sekolah berpesan agar prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berproses. “Teruslah berlatih, berproses, dan berprestasi untuk mengharumkan nama SDN Bubulak 1Kota Bogor serta menjadi kebanggaan kita semua,” tulisnya dalam pengumuman resmi.

Kemenangan ini juga menjadi bukti bahwa pelestarian budaya melalui olahraga tradisional dapat berjalan seiring dengan peningkatan prestasi. Dengan moto Berprestasi, Berkarakter, Berbudaya, SDN Bubulak 1 Kota Bogor berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga cinta budaya bangsa.

Prestasi hari Ini, inspirasi untuk esok hari. Kalimat itu menjadi pengingat bahwa setiap usaha keras hari ini akan menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh ke depan. Diharapkan, keberhasilan di tingkat kecamatan ini menjadi awal bagi SDN Bubulak 1 untuk melaju ke tingkat Kota Bogor dan membawa nama baik daerah di kancah yang lebih luas.

(Wawan Hermawanto)

Rumah Zakat Bogor Distribusikan Air Bersih untuk Warga Bogor Barat yang Terdampak Kekeringan

0

Bogor, | Jurnal Bogor – Rumah Zakat Bogor kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di wilayah Bogor Barat. Kali ini, distribusi air bersih dilakukan di Kampung Parakan 3, RT 05/RW 05, Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih selama musim kemarau.

Program kemanusiaan ini menjangkau lebih dari 200 kepala keluarga (KK). Bantuan air bersih diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari kebutuhan konsumsi hingga keperluan rumah tangga sehari-hari.

Ketua RT 05/RW 05 Fitri, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Rumah Zakat beserta para donatur yang telah membantu warganya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat dan seluruh donatur yang telah membantu menyediakan air bersih bagi warga kami. Bantuan ini sangat berarti dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan air bersih,” ujar Fitri, Selasa (25/08/2026).

Sementara itu Kepala Cabang Rumah Zakat Bogor Siswanto menjelaskan bahwa distribusi air bersih merupakan salah satu program prioritas untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan, khususnya di wilayah Bogor Barat.

“Program ini sangat urgen untuk diberikan kepada masyarakat yang mengalami kekeringan di wilayah tugas kami, khususnya warga Bogor Barat. Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar program distribusi air bersih ini dapat terus berjalan dengan lancar. Kami juga memohon doa untuk seluruh mitra dan donatur Rumah Zakat agar senantiasa diberikan keberkahan atas kepedulian dan dukungan yang telah diberikan,” ujar Siswanto.

Rumah Zakat terus berkomitmen menghadirkan aksi nyata dalam membantu masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan. Distribusi air bersih menjadi salah satu upaya untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar, terutama di tengah musim kemarau yang menyebabkan krisis air di sejumlah wilayah.

Melalui sinergi bersama para mitra dan donatur, Rumah Zakat berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari program ini. Semangat berbagi dan kepedulian diharapkan mampu menghadirkan harapan serta meringankan beban warga yang terdampak kekeringan di berbagai wilayah Bogor.

(Wawan Hermawanto)

Asah Mentalitas dan Perkuat Kemampuan, Pesilat Asal Nanggung Ikuti Latihan di Cijeruk Bogor

0

Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Untuk mengasah mentalitas dalam memperkuat kemampuan para pesilat asal Kecamatan Nanggung dalam waktu dekat akan menggelar  latihan bersama di wilayah Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.‎

‎‎Latihan bersama secara  aktif itu agar para pesilat memiliki performa fisik serta kesiapan mental  dalam menghadapi ajang kompetisi.‎

‎Latihan   keluar wilayah Nanggung sengaja dilakukan, agar mereka  dapat  beradaptasi dan berbagi pengalaman dengan para pesilat lainnya.‎

‎”‎Untuk   mengasah kemampuan dan mentalitas peserta silat, sebab ruang lingkup saat latihan  diluar dan didalam itu jelas berbeda. Maka itu, pada Minggu (30/8/2026) mendatang  latihan silat bersama akan digelar di area pondok pesantren di Cijeruk Bogor,” ujar salah satu pelatih silat, Rena Zaqiah kepada Jurnal Bogor, Jumat (28/8/2026).‎

‎”‎Mentalitas terbangun, karena peserta pun bisa latihan lebih serius lagi,” tandasnya.‎

‎Sementara keberadaan olahraga seni beladiri pencak silat ini mendapat dukungan dari  Forkopimcam Nanggun, Koramil 2117, Mapolsek hingga PT Antam.‎

‎‎Bahkan Ketua Koordinator Olahraga Kecamatan Nanggung (KOK) Kasim mendukung latihan di luar wilayah  karena bisa menambah pengalaman dan  memperkuat mentalitas.‎

‎”Mereka dapat merasakan kolaborasi latihan bersama sehingga pelatih bisa mengukur kekurangan para pesilat secara objektif,” pungkasnya.

(Arip Ekon)

Kementan Cetak Birokrasi Adaptif, 41 Pejabat Ikuti PKA Angkatan XI

0

Bogor | Jurnal Bogor
Penguatan kualitas sumber daya manusia aparatur menjadi langkah penting Kementerian Pertanian (Kementan) dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XI Tahun 2026 yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP).

Pelatihan ini dirancang tidak sekadar meningkatkan kompetensi pejabat administrator, tetapi juga membentuk pemimpin yang mampu mengelola kinerja, menggerakkan perubahan, membangun kolaborasi, serta memastikan kebijakan dan program organisasi memberikan dampak nyata.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan kompetensi aparatur merupakan bagian penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan. Aparatur yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan kemampuan manajemen kinerja diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan program sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pejabat administrator memiliki posisi strategis dalam memastikan kebijakan organisasi diterjemahkan menjadi program kerja yang efektif dan terukur.

“Pengembangan kompetensi aparatur harus diarahkan pada peningkatan kinerja organisasi. Pejabat administrator tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan kerjanya,” demikian penekanan dalam pengembangan kompetensi kepemimpinan aparatur.

PKA Angkatan XI Tahun 2026 resmi dibuka di BBPMKP pada 24 Agustus 2026 dan diikuti 41 peserta dari berbagai instansi. Rangkaian pelatihan berlangsung sejak 9 Agustus hingga 9 Desember 2026. Tahapan awal dilaksanakan melalui pembelajaran mandiri selama 10 hari pelatihan, dilanjutkan dengan pembelajaran klasikal yang berlokasi di Komplek Surya BBPMKP Ciawi, Bogor.

PKA bertujuan mengembangkan kompetensi pejabat administrator agar memenuhi standar kompetensi manajerial jabatan administrator. Lebih dari itu, peserta diarahkan menjadi pemimpin yang mampu mengelola kinerja secara sistematis, membangun akuntabilitas, dan mengoptimalkan sumber daya organisasi untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Kepala BBPMKP Sukim Supandi mengatakan bahwa proses pembelajaran dalam PKA diarahkan untuk menghasilkan pemimpin yang tidak hanya memahami konsep kepemimpinan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi.

“PKA harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi. Karena itu, peserta tidak hanya dibekali pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga didorong untuk mampu mengelola perubahan dan menghasilkan aksi perubahan yang relevan dengan kebutuhan instansinya,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pendampingan dari Widyaiswara BBPMKP, narasumber dari Lembaga Administrasi Negara (LAN), praktisi, serta narasumber dari berbagai instansi yang kompeten sesuai dengan agenda pembelajaran.

Kurikulum PKA Angkatan XI mencakup empat agenda utama, yaitu Agenda 1 Kepemimpinan Pancasila dan Nasionalisme, Agenda 2 Kepemimpinan Kinerja, Agenda 3 Manajemen Kinerja, dan Agenda 4 Aktualisasi Kepemimpinan.

Seluruh rangkaian PKA berlangsung selama 908 jam pelajaran atau setara dengan 105 hari pelatihan. Selain pembelajaran utama, peserta juga memperoleh materi penunjang kesehatan jasmani dan mental sebanyak 14 jam pelajaran sebagai bagian dari upaya membangun kapasitas pemimpin secara menyeluruh.

Melalui PKA Angkatan XI Tahun 2026, BBPMKP berharap lahir pejabat administrator yang mampu menjadi motor penggerak peningkatan kinerja di instansi masing-masing. Kompetensi kepemimpinan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diwujudkan melalui aksi perubahan yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.

Dengan demikian, investasi Kementan dalam pengembangan kompetensi aparatur tidak berhenti pada peningkatan kapasitas individu, tetapi diarahkan untuk memperkuat kinerja organisasi dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif, akuntabel, dan berdampak.

(Restu/BBPMKP)

SDN Kencana 2 Raih Juara Umum Otrad Kecamatan Tanah Sareal

0

BOGOR – SDN Kencana 2 Kota Bogor tampil sebagai juara umum pada Lomba Olahraga Tradisional (Otrad) jenjang sekolah dasar tingkat Kecamatan Tanah Sareal.
Prestasi tersebut diraih berkat penampilan apik siswa-siswi SDN Kencana 2 yang berhasil mengamankan dua medali emas, masing-masing dari cabang olahraga (cabor) sumpitan dan egrang. Selain itu, SDN Kencana 2 juga membawa pulang dua medali perunggu dari cabor sumpitan.
Kepala SDN Kencana 2 Kota Bogor, Rahayu Kartika, mengaku sumringah dengan pencapaian yang diraih anak didiknya. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras dan semangat para siswa selama mengikuti perlombaan.
“Hasil yang membanggakan. Murid-murid kami tampil maksimal pada Otrad tahun ini,” ujar Kartika.
Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus mengembangkan potensi siswa, khususnya dalam olahraga tradisional.
Kartika mengatakan, tim SDN Kencana 2 selanjutnya akan terus melakukan latihan sebagai persiapan menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
“Selanjutnya kami akan terus berlatih. Infonya akan ada TC sebagai persiapan untuk lomba tingkat Kota Bogor,” katanya.
Dengan raihan dua emas dan dua perunggu, SDN Kencana 2 berharap dapat kembali menorehkan prestasi saat berlaga di tingkat Kota Bogor. Para siswa pun diharapkan semakin siap dan percaya diri menghadapi persaingan yang lebih ketat. Tjahyadi Ermawan

SDN Julang Tampil Gemilang Otrad Tanah Sareal Dibuka Hari ini

0

BOGOR — Ratusan pelajar jenjang sekolah dasar (SD) di wilayah Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, mengikuti Lomba Olahraga Tradisional (Otrad) yang digelar di Lapang Taman Heulang, Kamis (27/8/2026).
Sejumlah cabang olahraga tradisional diperlombakan dalam kegiatan tersebut, yakni hadangan, egrang, dagongan, tarompah panjang, dan sumpit.
Wakabidang Olahraga Tradisional, Dewi Royung Wulan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan Kecamatan Tanah Sareal untuk menghadapi ajang Otrad tingkat Kota Bogor.
“Juara 1, 2 dan 3 akan mewakili Tanah Sareal di tingkat kota,” jelas Dewi kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Menurut Dewi yang juga merupakan Kepala SDN Kebon Pedes 5, pelaksanaan Otrad tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan sekaligus melestarikan budaya lokal kepada generasi muda.
“Melatih kepercayaan diri para siswa peserta lomba, membuat bugar fisik dan membangun karakter disiplin,” sambung Dewi.
Kendati pembukaan kegiatan baru dilaksanakan secara resmi hari ini, cabang olahraga hadangan telah dipertandingkan sehari sebelumnya.
Tim SDN Julang A menjadi salah satu tim yang menunjukkan performa terbaik. Mereka berhasil melaju ke babak selanjutnya setelah mencatatkan dua kemenangan.
Kegiatan Otrad tersebut diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit atlet olahraga tradisional dari Kecamatan Tanah Sareal yang mampu berprestasi di tingkat Kota Bogor sekaligus menjaga keberlangsungan permainan tradisional di kalangan generasi muda. Tjahyadi

Tim Dagongan SDN Cimanggu Juara Otrad Kecamatan Tanah Sareal

0

BOGOR — Tim Dagongan SDN Cimanggu tampil sebagai juara dalam ajang Lomba Olahraga Tradisional (Otrad) tingkat Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Prestasi tersebut mengantarkan tim SDN Cimanggu untuk mewakili Kecamatan Tanah Sareal pada Lomba Olahraga Tradisional tingkat Kota Bogor.
Guru pembimbing Tim Dagongan SDN Cimanggu, Novan, mengaku bangga atas perjuangan dan kerja keras para siswa hingga berhasil meraih hasil terbaik.
“Saya bangga sekali, terima kasih atas perjuangan anak-anak. Kami akan berjuang yang terbaik di tingkat Kota Bogor,” ujar Novan.
Tim Dagongan SDN Cimanggu diperkuat oleh Arsyil, Zhafran, Razqy, Hafizh, Jibran, dan Ardan. Keenam siswa tersebut menunjukkan kekompakan, semangat, serta kerja sama yang menjadi kunci dalam olahraga tradisional dagongan.
Dengan keberhasilan tersebut, Tim Dagongan SDN Cimanggu selanjutnya akan membawa nama Kecamatan Tanah Sareal pada ajang Lomba Olahraga Tradisional tingkat Kota Bogor.
Novan berharap keberhasilan di tingkat kecamatan menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus berlatih dan memberikan penampilan terbaik di tingkat kota.
“Semoga anak-anak semakin kompak dan bisa memberikan hasil terbaik untuk Tanah Sareal di tingkat Kota Bogor,” pungkasnya. (Tjahyadi Ermawan)