26.6 C
Bogor
Thursday, February 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Satpol PP dan UPT DKP Datangi Bangli

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Jajaran Satpol PP dan UPT Penataan Bangunan Kelas A Wilayah Cibinong Dinas Perumahan dan Pemukiman mendatangi bangunan liar (bangli) yang berdiri di atas drainase di ruas Jalan KSR Dadi Kusmayadi dekat lampu merah RSUD Cibinong. Kedatangan itu bertujuan melakukan konfirmasi kelengkapan perizinan bangunan tersebut.

Hal itu dikatakan Ketua RT 4 RW 5 Kelurahan Tengah Kecamatan Cibinong, Aripin kepada Jurnal Bogor, Rabu (11/2/2026).
“Satpol PP beserta jajaran dan dinas perumahan dan pemukiman baru mendata pemilik kios-kios dan kelengkapan surat seperti IMB dan ijin lainnya di bangunan liar itu,” kata Aripin.

Aripin berharap pendataan itu dapat menertibkan bangli di atas drainase yang dinilainya menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di lokasi wilayahnya. “Harapan saya utama ada penertiban bangli agar tidak memakai atau berdiri bangunan di atas saluran air (selokan) dan bangunan ruko pinggir Jalan KSR Dadi Kusmayadi agar membuka kembali jalur aliran selokan lama yang tertutup oleh bangunan,” kata Aripin.

Aripin menambahkan dengan adanya penertiban bangli dapat membuat buangan air menjadi lancar. “Biar lancar kembali seperti dulu berada di dua jalur,” imbuhnya.

Selain penertiban bangli, Aripin bilang perlu ada solusi dari Pemkab Bogor agar wilayahnya tidak banjir yakni dengan membuka jalur jembatan atau memperbesar gorong-gorong ke arah rumah milik mantan Bupati Lebak Jayabaya.

“Pemkab Bogor bisa membuka jalur jembatan atau memperbesar gorong-gorong ke arah bapak Jayabaya eks bupati Lebak di Jalan Provinsi agar limpahan air dari situ Pemda airnya bisa cepat mengalir dan tidak terkendala di Gorong-Gorong ke arah rumah Pak Jayabaya,” tandas Aripin.n Firdaus

Darurat Jarak Tempuh, IPSM Minta Dibangun Balai Sosial di Leuwiliang

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor
Organisasi yang tergabung dalam Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) meminta balai panti sosial untuk dibangun di Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Permintaan mereka bukan tanpa sebab. Pasalnya, keberadaan balai panti yang terletak di wilayah Kecamatan Citeureup jaraknya begitu jauh yang disertai kemacetan sehingga mempengaruhi proses pengantaran pasien.

Ketua IPSM Kecamatan Leuwiliang Lia Akbar mengaku kerepotan saat melakukan pengurusan pasien penyandang disabilitas maupun pasien penyandang lainnya untuk dikirim ke panti sosial di Citeureup.

“Panti sosial Citeureup selain jauh, juga adanya kemacetan. Berangkat dari situ, penting dibangun gedung panti sosial di Leuwiliang yang menjadi central di Bogor Barat,” kata Lia Akbar kepada Jurnal Bogor di forum Musrenbang Kecamatan Leuwilianng yang digelar baru baru ini.

Adapun Balai yang berada di Desa Leuwimekar Leuwiliang dengan pengelolaan bisa secara swasta karena status bangunnya yang masih sewa, Namun tentu yang harus dipikirkan masa mendatang ketika jumlah pasien di panti itu kian bertambah.

“Dengan status yang masih sewa panti sosial di Leuwimekar saat ini masih bisa menampung. Tetapi yang harus dipikirkan bagaimana kedepannya,” kata dia.

Menurutnya, pasien kedepannya bisa saja overload dengan jumlah pasien yang terus bertambah sedangakan ruangan berikut fasilitasnya itu terbatas.

Di wilayah Kecamatan Leuwiliang, kata Lia, lahannya sudah ada, statusny milik pemerintah.

“Kami harap Pemkab Bogor bisa merencanakan untuk dibangunnya balai panti itu,” harapnya.

Ketika balai panti dibangun pemerintah, timpal Ratna, Ningsih dan Elis, PSM lainya, pemanfaatannya bisa lebih luas serta berkelanjutan.

“Termasuk fasilitas lainnya bisa lebih lengkap,” paparnya.

Sementara, Camat Leuwiliang WR Pelitawan merespons usulan program kemanusiaan terkait dibangunnya balai panti sosial tersebut.

Pihaknya mendukung balai sosial itu bisa terbangun, tatakelola di Kecamatan Leuwiliang bisa lebih tertib dan nyaman.

“Ya paling tidak bisa meng-cover daya tampung pasien di 12 kecamatan di lingkup Bogor Barat,” jelasnya.

Usulan strategis itu dia harapkan menjadi pembahasan serius Pemkab Bogor hingga bisa dibangunnya balai sosial.

** Arip Ekon

Megamendung Ciptakan Hutan Kota Berbasis Ekonomi, Desa Sukaresmi Jadi Sentralnya

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Instruksi Bupati Bogor Rudy Susmanto terhadap tiap kecamatan harus memiliki hutan dengan luas satu hektare, bagi Pemerintah Kecamatan Megamendung bukanlah hal yang susah. Dengan instruksi itu, kini Pemerintah Kecamatan Megamendung beserta para pemerintahan desa juga para pengusaha pariwisata, melaksanakan instruksi itu dengan semangat. Selain di setiap desa terus digalakan penghijauan, Desa Sukaresmi kini dijadikan sentralnya hutan kota kecamatan.

Yang terpantau pada Rabu (11/2/2026), Pemerintah Desa Sukaresmi dengan mengerahkan seluruh anggota linmasnya melakukan persiapan untuk acara pembuatan hutan yang akan dilakukan pada Kamis (12/2/2026.

Sedikitnya dua ribu lobang siap tanam kini sudah disiapkan. “Ya kami Desa Sukaresmi menjadi sentral untuk kegiatan pembuatan hutan kota. Dan kita kini sudah menyiapkan 2000 lobang untuk dilakukan penanaman pohon, ” ujar Kades Sukareami, Iim Ibrahim.

Sementara itu, dikatakan Camat Megamendung, Ridwan S.Sos, dalam pembuatan hutan kota, jenis pepohonan yang ditanam lebih mengedepankan jenis pohon yang berekonomi, yaitu pohon alpukat miki. Jenis alpukat miki yang dipilihnya, dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Untuk sementara kita ciptakan hutan kotannya seluas dua hektare. Nanti akan lebih diperluas lagi. Selain ini merupakan instruksi Bupati, juga pembuatan hutan ini untuk menyelamatkan lingkungan juga kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya warga Sukaresmi. Dengan demikian jenis pohon yang akan ditanam, adalah pohon alpukat miki. Dipilihnya jenis tanaman ini, dikarenakan alpukat miki memiliki nilai ekonomi yang bagus. Begitu juga, untuk jenis pohon itu cocok ditanam di wilayah Megamendung, ” pungkas Camat.

** Dadang Supriatna

Untuk Relokasi Rumah Warga, Kades Akan Siapkan Lahan 20 Hektare

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Niat untuk memberikan suasana rumah yang layak dan nyaman lingkungannya, Kepala Desa Sukaresmi, Iip Ibrahim tidak akan putus asa untuk merelokasi pemukiman penduduk yang ada di Kampung Situ. Pentingnya untuk direlokasi Kampung tersebut, akibat kondisi rumah rumah warga disana sebagian besar cukup berbahaya bagi kesehatan karena sudah terlalu padat.

Dikatakan Kades, untuk mewujudkan relokadi itu, kini pihaknya menargetkan lahan seluas 20 hektare. Lokasi itu berada di tanah PTPTN blok Arca. Dipilihnya lokasi tersebut untuk relokasi karena kontur tanahnya dinilai aman, baik dari bencana longsor maupun banjir.

“Kami Pemerintah Desa Sukaresmi memiliki niat kuat untuk merolaksi sebagian warga yang ada di Kampung Situ. Lokasinya adalah ke blok Arca. Untuk mewujudkan itu, kini kita terus berupaya dengan berbagai pihak. Mulai dengan PTPN dan ke Pemkab Bogor, ” ujar Kades.

Untuk ke Pemkab Bogor kata dia, di tahun 2019 lalu, pihak desa sudah berkirim surat. Namun surat tersebut belum ada tanggapannya. Meskipun demikian, supaya relokasi bisa terwujud, pihak desa akan kembali bersurat ke Bupati.

“Pada tahun 2019, rencana relokasi itu, kita sudah kirim surat ke Pemkab Bogor. Namun surat tersebut belum ditanggapi saat itu. Meskipun demikian, di tahun ini, kita akan kembali kirim surat ke Bupati. Ini akan dilakukan, demi kenyamanan warga, ” pungkas Kades.

** Dadang Supriatna

Alam Ngariung Hadirkan “Ramadhan di Lembur”, Sajikan Kuliner Nusantara dan Bazar UMKM

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Menyambut bulan suci Ramadhan, Alam Ngariung, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, meluncurkan paket buka puasa bertajuk “Ramadhan di Lembur” dengan mengusung konsep sajian kuliner Nusantara.

Launching program tersebut diawali dengan tausiah serta santunan kepada anak yatim dari lingkungan sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.

General Manager Alam Ngariung, Ahmad Budi Purnomo, mengatakan, program ini bertujuan untuk menonjolkan keanekaragaman kuliner Nusantara kepada para pengunjung.

“Setiap hari menu yang akan berbeda dengan hari sebelumnya. Seperti hari ini kami menampilkan makanan khgas Bogor, di antaranya soto mie Bogor, mie glosor, dan cungkring,” ujar Budi kepada awak media, Selasa, (10/2/2026).

Ia menjelaskan, program buka puasa Ramadhan di Lembur akan berlangsung mulai 23 Februari hingga 17 Maret 2026, dengan dua kategori harga. Pada periode awal tersedia penawaran terbatas atau early bird dengan harga Rp100.000 per orang, kemudian setelahnya dikenakan harga Rp120.000 per orang sebelum kembali ke harga normal.

Pada tahun ini, Alam Ngariung juga menghadirkan bazar Ramadhan dan wahana tambahan bagi para tamu, khususnya bagi tamu yang menginap, melalui program Ramadhan di Lembur.

“Bazar Ramadhan melibatkan warga sekitar dan teman-teman UMKM di wilayah Tamansari, yang menghadirkan produk makanan, minuman, hingga fashion,” jelasnya.

Melalui kegiatan bazar tersebut, masyarakat dan pengunjung dapat berbelanja serta menikmati suasana Ramadhan mulai 23 Februari hingga 17 Maret 2026 di kawasan Alam Ngariung, Tamansari, Kabupaten Bogor. Yudi

Keluarga Besar Jurnal Bogor Gelar Cucurak Sambut Ramadan di Highland Park Resort Tamansari

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, keluarga besar Jurnal Bogor menggelar tradisi cucurak bersama di Highland Park Resort Hotel Bogor, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, pada Selasa (9/2/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh pimpinan, jajaran manajemen, hingga seluruh redaksi Jurnal Bogor. Suasana kebersamaan tampak terjalin hangat dalam tradisi makan bersama sebagai bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus mempererat silaturahmi menjelang Ramadan.

Pimpinan Umum Jurnal Bogor, Irwan Hasby, mengatakan bahwa kegiatan cucurak menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan soliditas seluruh keluarga besar Jurnal Bogor.

“Cucurak ini menjadi ajang silaturahmi dan mempererat kebersamaan seluruh jajaran Jurnal Bogor. Kami berharap, menjelang Ramadan ini, seluruh tim semakin solid dan semangat dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujar Hasby.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Jurnal Bogor, Arihta Utama Surbakti, menambahkan bahwa kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja tim redaksi dalam menghasilkan karya jurnalistik yang profesional dan berintegritas.

“Melalui kegiatan sederhana seperti ini, kami ingin menumbuhkan semangat kekeluargaan agar ke depan Jurnal Bogor semakin kompak dan terus menghadirkan informasi yang akurat serta berimbang bagi masyarakat,” kata Arihta Utama Surbakti.

Kegiatan cucurak tersebut juga menjadi penanda kesiapan keluarga besar Jurnal Bogor dalam menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh rasa syukur, kebersamaan, dan semangat baru. Yudi

Pengunjung Poliklinik Anak RSUD R. Moh. Noh Nur Diedukasi Pencegahan Campak Dan Hand Hygiene

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang menggelar kegiatan edukasi kesehatan tentang pencegahan campak pada anak serta pentingnya hand hygiene bagi orang tua dan pasien yang berkunjung ke Poliklinik Anak, Senin (10/2/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini berlangsung hangat dan interaktif di ruang tunggu rawat jalan. Melalui edukasi tersebut, tenaga kesehatan RSUD R Moh Noh Nur mengajak para orang tua untuk lebih mengenali gejala campak, cara mencegah penularannya, serta membiasakan anak menjaga kebersihan tangan sejak dini serta untuk membiasakan diri mencuci tangan dengan benar dan dapat membantu menurunkan risiko penularan penyakit menular pada anak.

Selain penyampaian materi, tenaga kesehatan juga mempraktikkan langsung langkah cuci tangan yang benar sehingga mudah dipahami dan diikuti oleh anak-anak maupun pendamping pasien.

“Cuci tangan pakai sabun sebaiknya dilakukan sebelum makan, setelah dari toilet, dan setelah beraktivitas di luar rumah agar kuman tidak mudah masuk ke tubuh,” ujar Neng Sri Nurhasanah, S.Kep., Ners.

Kegiatan edukasi ini dipandu oleh tenaga kesehatan dari Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) bersama Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit. Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif agar pesan kesehatan dapat diterima dengan baik oleh peserta.

Manajemen RSUD R. Moh. Noh Nur menegaskan bahwa kegiatan edukasi kesehatan seperti ini akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari pelayanan promotif dan preventif kepada masyarakat. Manajemen rumah sakit menilai bahwa edukasi kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran orang tua terhadap upaya pencegahan penyakit pada anak.

Menurut pemateri, kebiasaan sederhana seperti rutin mencuci tangan dan mengenali tanda awal campak merupakan langkah efektif untuk melindungi kesehatan anak sehari-hari.

“Campak merupakan penyakit menular yang dapat menimbulkan komplikasi serius, namun dapat dicegah melalui imunisasi dan deteksi dini,” jelasnya.

Campak sendiri merupakan penyakit menular yang berisiko menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, RSUD R. Moh. Noh Nur mengimbau para orang tua untuk segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan apabila menemukan gejala yang mengarah pada campak agar anak mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.

(yev/cc)

Berpengalaman, Berakar, dan Berani: PKB Jawa Barat On The Way 2029

0

Bandung | Jurnal Bogor
Kepengurusan DPW PKB Jawa Barat periode 2026–2031 yang baru saja dikukuhkan bukan sekadar pergantian struktur organisasi. Ia adalah sinyal kuat kesiapan politik menuju Pemilu 2029. Dari komposisi hingga kualitas personalia, PKB Jawa Barat hari ini tampil sebagai mesin politik yang lengkap: matang secara pengalaman, kokoh secara ideologis, dan berani menatap masa depan.

Di bawah kepemimpinan Syaiful Huda, Ketua DPW PKB Jawa Barat yang saat ini menjabat Wakil Ketua Komisi V DPR RI, arah perjuangan partai dipandu oleh figur dengan rekam jejak nasional, kapasitas legislasi yang teruji, serta jejaring kebijakan yang luas. Kepemimpinan ini diperkuat oleh kehadiran empat anggota DPR RI aktif, yakni Syaiful Huda, Oleh Soleh, Sujatmiko, dan Rina Saadah. Komposisi ini menegaskan bahwa PKB Jawa Barat memiliki kekuatan strategis di pusat kekuasaan nasional.

Tak hanya kuat di parlemen, PKB Jawa Barat juga ditopang oleh tujuh kepala daerah dan wakil kepala daerah aktif. Kehadiran para eksekutif daerah ini mencerminkan pengalaman nyata dalam tata kelola pemerintahan, sekaligus menjadi bukti bahwa kader-kader PKB mampu menjawab tantangan kepemimpinan di tingkat daerah.
Pengalaman birokrasi, kemampuan eksekusi kebijakan, serta kedekatan dengan problem riil masyarakat menjadi modal penting menuju 2029.

Struktur kepengurusan juga diperkuat oleh seluruh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, memastikan kesinambungan garis politik dari pusat hingga daerah. Konsolidasi internal menjadi lebih solid, koordinasi kerja politik lebih efektif, dan langkah-langkah pemenangan dapat dijalankan secara terukur dan terencana.

Lebih dari itu, komposisi DPW PKB Jawa Barat juga ditopang oleh pengurus-pengurus yang kuat di basis dan daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Mereka adalah kader dengan talenta politik yang mumpuni, memiliki kedekatan langsung dengan konstituen, memahami peta sosial dan kultural wilayahnya, serta teruji loyalitas dan militansinya dalam kerja-kerja partai. Kekuatan akar rumput inilah yang menjadikan PKB Jawa Barat tidak hanya besar di struktur atas, tetapi juga solid dan hidup di tingkat bawah.

Yang membuat kepengurusan PKB Jawa Barat semakin relevan dengan tantangan Pemilu 2029 adalah akomodasi yang serius terhadap generasi muda, khususnya Gen Z. Keterlibatan anak-anak muda dalam struktur kepengurusan bukan sekadar simbol regenerasi, melainkan strategi sadar untuk merespons perubahan demografi pemilih. Gen Z dihadirkan sebagai penggerak gagasan, pengelola isu-isu digital, jembatan komunikasi politik baru, sekaligus wajah masa depan PKB Jawa Barat. Dengan ruang yang terbuka bagi kreativitas, inovasi, dan kepemimpinan muda, PKB menunjukkan diri sebagai partai yang adaptif, inklusif, dan tidak terjebak pada pola lama.

Namun, kekuatan PKB Jawa Barat tidak berhenti pada struktur formal dan jabatan publik. Partai ini juga berakar kuat pada kekuatan tradisional kiai dan pesantren—fondasi historis dan ideologis PKB sejak kelahirannya. Hal ini tampak jelas dalam momen pengukuhan kepengurusan, di mana hampir seluruh Ketua PCNU se-Jawa Barat hadir. Kehadiran para pimpinan NU tersebut menjadi penegasan bahwa PKB Jawa Barat tetap berada dalam khidmat kepada ulama, pesantren, dan nilai-nilai ke-NU-an.

Perpaduan antara kekuatan struktural modern, basis dapil yang solid, energi Gen Z, dan legitimasi kultural pesantren inilah yang menjadikan PKB Jawa Barat memiliki keunggulan kompetitif yang utuh. Di satu sisi, PKB adaptif terhadap dinamika politik kontemporer dan perkembangan teknologi; di sisi lain, tetap berpijak pada otoritas moral kiai dan tradisi pesantren yang hidup di tengah masyarakat Jawa Barat.

Komposisi kepengurusan DPW PKB Jawa Barat juga merepresentasikan lintas generasi dan lintas profesi. Politisi senior berpadu dengan aktivis pergerakan, Gen Z dan milenial dengan energi serta gagasan segar, teknokrat dengan pendekatan berbasis data, serta profesional dari berbagai latar belakang—mulai dari dokter, praktisi hukum, budayawan, hingga tokoh masyarakat. Ini menjadikan PKB Jawa Barat sebagai rumah besar aspirasi publik yang inklusif dan relevan dengan tantangan zaman.

Dengan struktur yang solid, kepemimpinan berpengalaman, kader basis yang militan, energi generasi muda, dukungan kuat dari kiai dan pesantren, serta keterhubungan nyata dengan masyarakat akar rumput, PKB Jawa Barat benar-benar “On The Way 2029.” Bukan sekadar slogan, melainkan arah kerja politik yang nyata dan terencana.

PKB Jawa Barat Peduli Umat Melayani Rakyat; Gerakkan Tradisi, Jaga Kehormatan, dan Rebut Kemenangan. PKB buat semua!.

(yev/cc)

Habibi Dipecat, Dede Juhendi Jadi Plt Ketua KPU Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Muhammad Habibi Zaenal Arifin telah resmi dipecat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor melalui sidang etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Senin (9/2).

Dalam putusan sidang tersebut, Habibi terbukti melakukan tindakan pelanggaran etik berat lantaran menerima gratifikasi.

Plt Ketua KPU Kota Bogor, Dede Juhendi, mengonfirmasi bahwa penunjukan dirinya dilakukan melalui mekanisme rapat internal sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) yang berlaku.

“Sesuai PKPU, kalau ketua tidak ada, harus dibentuk atau ditunjuk Plt. Sejak jam 3 sore kemarin, sudah ada Plt, yaitu saya sendiri (Dede Juhendi),” ujar Dede, Selasa (10/2).

Menurut dia, jabatan Plt ini akan diemban hingga adanya ketua definitif yang terpilih dan disahkan langsung oleh Ketua KPU RI.

Kata Dede, langkah ini diambil agar tahapan-tahapan pemilu dan administrasi di internal KPU Kota Bogor tidak terhambat.

Disinggung soal putusan DKPP, Dede mengaku pihaknya secara resmi belum menerima salinan surat putusan tersebut. Namun, pihaknya sudah mengambil langkah berdasarkan informasi yang telah beredar luas.

“Salinan surat belum kami dapat, tapi kami sudah mendengar informasi yang ada terkait pemberhentian secara permanen Ketua KPU Kota Bogor terkait persoalan gratifikasi,” ucapnya.

Dede menegaskan, peristiwa tersebut dijadikan sebagai titik balik atau turning point bagi KPU Kota Bogor untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas lembaga agar kepercayaan publik tetap terjaga.

“Kami komitmen menjadikan ini sebagai turning point perbaikan secara keseluruhan. Kami juga meminta dukungan dari semua pihak agar KPU Kota Bogor bisa menjalankan tugasnya dengan lebih baik lagi ke depan,” katanya.

** Fredy Kristianto

Aki no Koen Hadirkan “Sakura Iftar”, Sensasi Berbuka Puasa Bernuansa Jepang

0

Cijeruk | Jurnal Bogor – Aki no Koen Villa, Resto & Cafe yang berlokasi di Jalan Kawung Luwuk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, menghadirkan program berbuka puasa bertajuk “Sakura Iftar, Saatnya Kuliner Ramadan”. Program ini ditujukan untuk memberikan pengalaman berbuka puasa yang berbeda dengan memadukan konsep kuliner Nusantara dan sentuhan Jepang di kawasan kaki Gunung Salak.

General Manager Aki no Koen, Imam Hanapi, mengatakan, Sakura Iftar dirancang untuk menghadirkan suasana berbuka puasa yang tidak hanya mengedepankan sajian makanan, tetapi juga nilai kebersamaan dan pengalaman budaya.

“Momen Ramadan di Aki no Koen kami kemas bukan sekadar berbuka puasa. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang menyatu antara kuliner, suasana alam, budaya, dan nilai kebersamaan. Sakura Iftar menjadi simbol kehangatan, keindahan, dan keberkahan Ramadan,” ujar Imam Hanapi, Selasa (10/2/2026).

Sakura Iftar menyajikan beragam menu berbuka puasa dalam konsep all you can eat atau buffet, mulai dari hidangan utama, takjil khas Ramadan, aneka gorengan, menu live cooking, hingga sajian penutup berupa dessert tradisional dan modern.

Seluruh menu disajikan dalam suasana resort bernuansa Jepang yang tenang dan elegan, dengan latar alam pegunungan yang sejuk dan asri. Konsep tersebut dihadirkan untuk memberikan suasana berbuka puasa yang lebih nyaman, hangat, dan berkesan, baik bagi keluarga, komunitas, maupun kalangan korporasi.

Sebagai bagian dari peluncuran program Sakura Iftar, Aki no Koen juga menghadirkan promo early bird dengan harga spesial Rp 99.000 per pax dari harga normal Rp 150.000 per pax. Promo tersebut berlaku hingga 20 Februari 2026.

Melalui program ini, Aki no Koen menegaskan posisinya sebagai destinasi hospitality di wilayah Cijeruk, Kabupaten Bogor, yang tidak hanya menyediakan fasilitas penginapan dan kuliner, tetapi juga menghadirkan konsep tematik berbasis pengalaman dengan karakter yang kuat dan berkelas. Yudi