35.4 C
Bogor
Thursday, November 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

4 Emas Judo Diharapkan Jadi Pemantik 100 Emas

0

Bogor | Jurnal Bogor

Keberhasilan tim judo Kota Bogor memborong empat medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 mendapat apresiasi dari Ketua KONI Kota Bogor, Dedy Sumarna.

Dedy menilai, torehan tersebut menjadi awal yang menggembirakan bagi kontingen Kota Bogor dalam upaya mengejar target 100 medali emas pada pesta olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut.

Dia berharap keberhasilan judo menjadi pemantik semangat bagi cabang olahraga (cabor) lainnya untuk ikut menyumbangkan prestasi dan memperkuat posisi Kota Bogor dalam klasemen perolehan medali.

Empat medali emas judo tersebut diraih dari seluruh nomor kategori kata yang dipertandingkan di GOR Indoor B Pajajaran, Kamis (5/11/2026). Atlet Kota Bogor tampil dominan dengan menguasai podium tertinggi pada nomor Nage No Kata 1 Dan, Nage No Kata, Ju No Kata 1 Dan, dan Ju No Kata.

“Ini menjadi awal yang sangat baik bagi kontingen Kota Bogor. Kami mengapresiasi perjuangan atlet judo yang mampu mempersembahkan empat medali emas. Mudah-mudahan capaian ini bisa menjadi motivasi bagi cabor lainnya untuk mengikuti jejak judo,” ujar Dedy.

Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras, disiplin, serta persiapan panjang yang dilakukan atlet bersama jajaran pelatih sebelum turun di Porprov XV.

Meski demikian, Dedy mengingatkan bahwa perjuangan kontingen Kota Bogor masih belum berakhir. Seluruh atlet yang masih bertanding diminta menjaga konsentrasi dan semangat agar bisa memberikan hasil terbaik.

“Karena itu, seluruh atlet diharapkan tetap fokus, menjaga semangat, dan mengeluarkan kemampuan terbaik demi mengharumkan nama Kota Bogor,” harapnya.

Dedy juga menginginkan perolehan medali tidak hanya bertumpu pada satu atau dua cabang olahraga. Sebaliknya, kontribusi prestasi diharapkan datang secara merata dari berbagai cabor yang menjadi andalan Kota Bogor.

Dengan keberhasilan judo membuka keran emas, KONI Kota Bogor semakin optimistis target 100 medali emas pada Porprov XV Jawa Barat 2026 masih berpeluang diwujudkan.

Kekompakan, dukungan, dan kerja keras seluruh elemen kontingen menjadi modal penting untuk mengantarkan Kota Bogor meraih hasil maksimal dalam kompetisi tersebut.

** Fredy Kristianto

Judo Borong 4 Emas di Nomor Kata

0

Bogor | Jurnal Bogor

Tim judo Kota Bogor tampil impresif pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Tidak tanggung-tanggung, kontingen Kota Hujan berhasil memborong empat medali emas sekaligus dari seluruh nomor yang dipertandingkan dalam kategori kata.

Empat emas tersebut diraih melalui nomor Nage-no-kata 1 Dan putra, Nage-no-kata putra, Ju-no-kata 1 Dan, dan Ju-no-kata. Hasil ini sekaligus menegaskan dominasi atlet judo Kota Bogor di nomor kata pada ajang olahraga terbesar tingkat Jawa Barat tersebut.

Koordinator Pelatih Judo Kata Kota Bogor, Yudi Wahyudi, mengatakan keberhasilan menyapu bersih seluruh medali emas tidak diraih dengan mudah. Sebab, persaingan di setiap nomor berlangsung ketat, terutama pada sektor putra senior yang diisi sejumlah atlet berpengalaman.

Bahkan, beberapa pesaing merupakan mantan juara Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Porprov pada edisi sebelumnya.

Menurut Yudi, ketatnya persaingan juga terlihat dari proses kualifikasi. Setiap kategori hanya meloloskan empat hingga lima daerah terbaik untuk berlaga di babak utama Porprov XV.

“Alhamdulillah, kerja keras kami membuahkan empat emas dari empat nomor yang dipertandingkan,” ujar Yudi seusai pertandingan, Kamis (5/11/2026).

Dia menjelaskan, capaian gemilang tersebut merupakan hasil dari proses persiapan panjang yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir.

Dukungan KONI dan Pemerintah Kota Bogor turut menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesiapan atlet. Berbagai program pembinaan dan uji coba, baik melalui try-in maupun try-out di tingkat nasional dan internasional, dijalani untuk mematangkan kemampuan para judoka.

Dengan hasil tersebut, tim judo Kota Bogor berhasil memenuhi target maksimal di kategori kata. Keberhasilan ini sekaligus menjadi modal positif bagi kontingen Kota Bogor dalam persaingan perolehan medali Porprov XV Jawa Barat 2026.

Adapun delapan atlet yang sukses menyumbangkan empat medali emas bagi Kota Bogor yakni:

Nage-no-kata 1 Dan

  1. M. Fadilah Nurcahyo
  2. Afgan Maulana

Nage-no-kata

  1. Ahmad Arya Pandawa
  2. Rafialy Rachmadana Sahrul

Ju-no-kata 1 Dan

  1. Rashaqua Dildara
  2. Chieka Edelweis

Ju-no-kata

  1. Yashinta Gustianti
  2. Puspita Dewi.

** Fredy Kristianto

43 Pejabat Dikukuhkan, RSUD Diminta Tingkatkan Pelayanan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sebanyak 43 pejabat nonstruktural Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kota Bogor dilantik dan dikukuhkan. Pengambilan sumpah dan pengukuhan dipimpin langsung Direktur Utama RSUD Kota Bogor, Sri Nowo Retno.

Turut disaksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bogor, Hanafi, serta Kepala BKPSDM Kota Bogor, Dani Rahadian, di Aula Tanah Sareal, RSUD Kota Bogor, Rabu (4/11/2026).

Dalam arahannya, Denny Mulyadi menyebut 43 pejabat tersebut sebagai sumber daya manusia (SDM) pilihan yang diharapkan mampu membawa perubahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Kota Bogor.

“Harapan organisasi yaitu RSUD Kota Bogor, bisa meningkatkan pelayanan kesehatan menjadi lebih baik. Bapak ibu harus melek dan banyak memiliki kesabaran, karena dalam memberikan pelayanan kita tidak membeda-bedakan,” kata Denny Mulyadi.

Ia mengatakan agar seluruh pejabat memahami dan mengimplementasikan standar operasional prosedur (SOP) dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, khususnya sebagai kepala ruangan.

Apabila dalam pelaksanaannya ditemukan hal-hal yang perlu diperbaiki, ia meminta agar segera dilaporkan kepada manajemen untuk dievaluasi dan disempurnakan. Langkah tersebut diperlukan guna mempercepat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.

Selain itu, dirinya menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung pelayanan kesehatan. Menurutnya, transformasi digital harus diikuti dengan perubahan pola kerja agar pelayanan semakin efektif, praktis, dan tidak lagi bergantung pada cara-cara konvensional.

“Bapak ibu yang dikukuhkan harus memberikan masukan, bagaimana sarana kerja itu sudah ada di genggaman tangan bapak ibu, bukan lagi cari pulpen. Bisa melihat status pasien melalui genggaman tangan, memanfaatkan teknologi yang terus disempurnakan dan memudahkan bapak ibu,” pungkas Denny Mulyadi.

** Fredy Kristianto

Kerukunan dan Keberagaman Jadi Kekuatan Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengukuhkan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bogor periode 2026-2031 di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (4/11/2026).

Usai pengukuhan, Dedie Rachim menyampaikan bahwa para pengurus forum merupakan tokoh-tokoh yang diharapkan dapat menjadi panutan masyarakat. Ia menegaskan, perbedaan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan dan menjaga kondusivitas Kota Bogor.

Menurutnya, kekuatan forum terletak pada kapasitas, kapabilitas, serta kesamaan semangat dan kebersamaan para pengurus dalam menjaga persatuan.

“Sebagai tokoh Kota Bogor, Bapak ibu harus berkontribusi menjaga kondusivitas, menyampaikan pikiran dan pandangannya untuk kebaikan sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi dinamika yang ada. Kemajuan harus diraih bersama, komunikasi dan silaturahmi harus kita kuatkan,” ucap Dedie Rachim.

Ia menambahkan, selamat menjalani tugas mulia ini dan tetus menjaga Kota Bogor sebaik-baiknya karena ini tanggung jawab bersama.

Dedie Rachim menuturkan, Kota Bogor memiliki kekhasan dalam menjaga kerukunan dan keberagaman. Sejak dahulu hingga saat ini, Kota Bogor mampu menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis tanpa konflik rasial.

Asimilasi yang terbangun melalui sikap saling menghargai dan menghormati menjadi kekuatan yang harus terus dipelihara. Menurutnya, nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian dari karakter masyarakat Kota Bogor yang tidak boleh tergerus oleh perubahan zaman maupun kepentingan pihak-pihak tertentu.

Dedie Rachim menambahkan, kebersamaan yang telah terbangun selama ini dilandasi nilai-nilai luhur untuk menjadikan Kota Bogor sebagai tempat bagi seluruh masyarakat untuk hidup berdampingan, saling menghormati, serta bersama-sama membangun peradaban dan kemajuan.

“Semua harus hidup rukun berdampingan, harus mau saling bersilaturahmi. Dan Kota Bogor istimewa, hampir semua perwakilan tokoh agama bukan hanya secara formal ada di organisasi, tetapi sudah menjadi sahabat dan betul-betul menjadi keluarga besar Kota Bogor,” ucapnya.

Modalitas ini, sambungnya, yang kemudian menjadi sebuah proses teknis menghadapi apa pun kondisi dan tantangan yang hadir melalui proses dialog yang positif dan betul-betul bisa membuat Kota Bogor aman, nyaman, dan kondusif.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol. Adhitya Panji Anom, yang turut hadir dalam pengukuhan tersebut, berharap para pengurus forum dapat berkontribusi menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di Kota Bogor.

Ia menegaskan, kepolisian siap berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya para pengurus forum yang baru dikukuhkan.

“Diharapkan para pengurus dapat berkontribusi terhadap kondisi dan situasi Kota Bogor agar selalu aman, nyaman, dan tertib. Secara umum kami ingin berkolaborasi dengan semua elemen Kota Bogor, khususnya yang baru dikukuhkan. Saran dan masukan kami harapkan,” katanya.

** Fredy Kristianto

Arena Pencak Silat Pecah! Porprov XV Jabar 2026 jadi Daya Tarik Antusiasme Warga Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Suasana meriah dan penuh semangat mewarnai hari pertama pertandingan cabang olahraga (cabor) pencak silat dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 di GOR Pajajaran Kota Bogor, Rabu (4/11/2026).

Antusiasme penonton yang memadati arena pertandingan menjadi bukti bahwa pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat dinantikan masyarakat Kota Bogor.

Sejak pertandingan berlangsung, atmosfer arena terasa begitu hidup. Sorak-sorai penonton, dukungan para suporter, serta semangat para atlet yang berlaga menghadirkan suasana kompetisi yang penuh energi dan ketegangan. Setiap pertandingan menjadi momen yang menarik perhatian, terlebih ketika para pesilat menunjukkan kemampuan, ketangkasan, teknik, dan keberanian dalam memperebutkan kemenangan.

Pencak silat tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan dan prestasi, tetapi juga menghadirkan kebanggaan terhadap olahraga tradisional yang telah menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia. Semangat sportivitas dan perjuangan yang ditampilkan para atlet turut memberikan warna tersendiri dalam kemeriahan Porprov XV Jawa Barat 2026.

Bagi Kota Bogor, pertandingan pencak silat menjadi salah satu momentum yang sangat dinantikan. Tingginya antusiasme masyarakat dan dukungan para suporter semakin memperkuat atmosfer pertandingan sekaligus menjadikan arena pencak silat sebagai pusat perhatian dalam rangkaian penyelenggaraan Porprov.

Kemeriahan ini menunjukkan bahwa Porprov XV Jawa Barat 2026 bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, melainkan juga perayaan kebersamaan, semangat daerah, dan kecintaan masyarakat terhadap olahraga.

Dengan atmosfer pertandingan yang semakin semarak, pencak silat dalam Porprov XV Jawa Barat 2026 menjadi salah satu daya tarik yang memperkuat kemeriahan pesta olahraga di Kota Bogor. Dukungan masyarakat diharapkan terus mengalir kepada para atlet yang berjuang membawa nama daerah dan mengukir prestasi terbaik.

(Zacky Bariqlana/mg-uika)

Kalahkan Kabupaten Bekasi 2-1, Ajeng dan Caca Antar Voli Pasir Putri Kabupaten Bogor Jadi Runner-up Pool R dan Lolos ke Babak II Porprov Jabar 2026

0

Bekasi | Jurnal Bogor
Tim Voli Pasir Putri Kabupaten Bogor kembali menorehkan hasil positif dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 di Lapangan Voli Pasir Ciketing Udik, Kota Bekasi. Pasangan andalan Kabupaten Bogor, Ajeng dan Caca, berhasil mengalahkan pasangan Kabupaten Bekasi dengan skor 2-1.

Kemenangan tersebut menjadi hasil penting bagi perjalanan tim Voli Pasir Putri Kabupaten Bogor. Dengan raihan tersebut, pasangan Ajeng dan Caca berhasil menempati posisi runner-up Pool R sekaligus memastikan langkah mereka untuk melanjutkan perjuangan ke Babak II Porprov Jawa Barat 2026.

Hasil ini menjadi bukti semangat juang, kerja sama, serta mental bertanding yang terus ditunjukkan oleh kedua atlet dalam menghadapi persaingan di cabang olahraga voli pasir.

Kapten tim, Ajeng, mengungkapkan rasa syukur atas kemenangan yang berhasil diraih bersama rekannya, Caca. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras, kekompakan, serta dukungan dari seluruh tim.

“Alhamdulillah, kami bersyukur bisa meraih kemenangan atas Kabupaten Bekasi. Pertandingan berlangsung dengan perjuangan yang tidak mudah, tetapi kami berusaha tetap fokus, saling menguatkan, dan memberikan kemampuan terbaik di lapangan. Hasil ini menjadi motivasi bagi kami untuk tampil lebih baik lagi di Babak II. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” ungkap Ajeng.

Sementara itu, Ketua Umum PBVSI Kabupaten Bogor, H. Dede Chandra Sasmita, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas perjuangan Ajeng dan Caca yang telah berhasil mengamankan kemenangan sekaligus memastikan posisi sebagai runner-up Pool R.

Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan, kerja keras atlet, serta dukungan dan kolaborasi seluruh elemen yang terlibat dalam tim.

“Saya mengapresiasi perjuangan Ajeng dan Caca yang telah menunjukkan semangat juang dan membawa hasil positif bagi Kabupaten Bogor. Kemenangan ini patut kita syukuri, tetapi jangan sampai membuat kita cepat berpuas diri. Perjalanan masih panjang dan tantangan berikutnya tentu akan semakin berat,” ujar H. Dede Chandra Sasmita.

Ia juga berpesan agar seluruh atlet tetap menjaga kekompakan, konsentrasi, dan kondisi fisik, serta terus meningkatkan kemampuan untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.

“Kami berharap para atlet tetap fokus, jaga semangat, dan berikan penampilan terbaik di setiap pertandingan. Kami juga memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Bogor agar tim Voli Pasir Putri dapat terus melangkah jauh dan mengharumkan nama Kabupaten Bogor di Porprov Jawa Barat 2026,” tambahnya.

Dengan keberhasilan ini, pasangan Ajeng dan Caca diharapkan mampu menjaga momentum positif dan tampil semakin solid pada pertandingan babak dua.

(yev/cc)

Kota Bogor Pesta 100 Poin

0

Bogor | Jurnal Bogor

Tim basket 5×5 putra Kota Bogor semakin dekat dengan tiket babak delapan besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Kepastian itu terbuka setelah Ruben dan kawan-kawan mencatat kemenangan kedua dengan skor mencolok 100-39 atas Kabupaten Cianjur di GOR GDC Depok, Selasa (3/11/2026).

Kemenangan dengan selisih 61 poin tersebut mempertegas dominasi skuad Kota Hujan di babak penyisihan. Sebelumnya, tim besutan Muhammad Nurifa itu juga sukses menaklukkan Kota Cimahi.

Tambahan dua kemenangan menjadi modal berharga bagi Kota Bogor untuk mengamankan posisi menuju fase delapan besar. Produktivitas para pemain yang mampu menembus angka 100 poin juga menjadi gambaran tajamnya lini serang tim putra.

Sepanjang pertandingan, Ruben dan rekan-rekannya tampil meyakinkan. Mereka mampu mengendalikan jalannya laga sekaligus menjaga intensitas permainan hingga membukukan kemenangan telak atas Cianjur.

Pelatih basket putra Kota Bogor, Muhammad Nurifa, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Ia menilai hasil positif tersebut tidak lepas dari kerja keras, kekompakan, dan kemampuan pemain menjalankan strategi yang telah disiapkan tim pelatih.

Apresiasi serupa juga disampaikan asisten pelatih Ricky Haddi. Keduanya berharap performa apik tersebut bisa dipertahankan hingga pertandingan terakhir penyisihan.

Namun, tim pelatih mengingatkan para pemain agar tidak cepat puas. Sebab, satu pertandingan krusial masih menanti dan akan menentukan peluang Kota Bogor melangkah ke babak berikutnya.

Pada laga pamungkas penyisihan, Kota Bogor dijadwalkan berhadapan dengan Kabupaten Bandung Barat. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Ruben dan kawan-kawan untuk menyegel tiket perempat final Porprov XV Jawa Barat 2026.

Bermodal dua kemenangan beruntun, skuad Kota Hujan kini dituntut menjaga fokus dan konsistensi. Targetnya jelas, menutup babak penyisihan dengan hasil maksimal sekaligus memastikan tempat di delapan besar.

Fredy Kristianto

Derby Bogor Jadi Milik Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kota Bogor berhasil mengamankan kemenangan penting atas rival sekotanya, Kabupaten Bogor, dalam pertandingan hockey putra nomor indoor Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Duel bertajuk Derby Bogor Raya tersebut berlangsung di Eden Sport Centre, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Senin (2/11/2026).

Kemenangan ini diraih setelah tim hockey putra Kota Bogor tampil meyakinkan pada pertandingan yang berlangsung dengan tempo tinggi. Kedua tim saling melancarkan serangan sejak kuarter pertama demi mengamankan keunggulan.

Persaingan berlangsung ketat pada paruh awal pertandingan. Namun, memasuki dua kuarter terakhir, Kota Bogor mampu memanfaatkan peluang dan mencetak tiga gol ke gawang Kabupaten Bogor.

Hasil positif tersebut menjadi tambahan modal bagi Kota Bogor untuk bersaing dalam perebutan medali emas. Pasalnya, nomor hockey indoor putra menggunakan sistem setengah kompetisi, sehingga tim dengan catatan kemenangan terbanyak memiliki peluang terbesar menjadi juara.

Pelatih Hockey Kota Bogor, Fitri Ayu Hendriyani, menilai peluang anak asuhnya untuk meraih medali emas masih terbuka. Namun, ia mengingatkan para pemain agar tidak cepat puas karena perjalanan menuju podium tertinggi masih cukup panjang.

Terlebih, regulasi baru yang membatasi usia pemain maksimal 19 tahun membuat persaingan antartim memiliki karakter tersendiri.

Menurut Fitri, kemenangan atas Kabupaten Bogor tetap menjadi bahan evaluasi. Apalagi, Kota Bogor masih harus menjalani lima pertandingan berikutnya dengan menghadapi lawan yang memiliki karakter permainan berbeda.

“Setiap lawan memiliki karakter permainan yang berbeda. Hal itu membuat kami harus selalu fokus dalam menerapkan strategi di lapangan,” ujar Fitri, Senin (2/11/2026).

Ia menambahkan, regulasi U-19 memberikan warna baru dalam persaingan hockey Porprov kali ini. Seluruh daerah dituntut mengandalkan pemain muda untuk bersaing di level provinsi.

Fitri mengungkapkan, skuad Kota Bogor mayoritas diperkuat pemain yang masih duduk di bangku sekolah. Usia pemain termuda mencapai 15 tahun, sedangkan yang tertua berusia 18 tahun.

Sementara itu, sejumlah lawan diperkuat pemain berusia hingga 19 tahun yang sebagian besar sudah mengenyam pendidikan perguruan tinggi.

Dari sisi postur tubuh, Fitri mengakui pemain Kota Bogor relatif lebih muda dan memiliki ukuran fisik lebih kecil dibandingkan beberapa lawannya. Karena itu, peningkatan kekuatan fisik menjadi salah satu fokus persiapan tim.

“Mereka juga tinggi dan lebih besar dari kami. Namun, hal itu bisa ditutupi dengan memperkuat fisik agar berani saat berduel di lapangan,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Pengurus Cabang Federasi Hockey Indonesia (Pengcab FHI) Kota Bogor, Dedeh Rohayati, mengapresiasi perjuangan tim putra yang mampu melewati pertandingan Derby Bogor Raya dengan kemenangan.

Menurutnya, kekuatan antardaerah dalam nomor indoor putra relatif berimbang. Penerapan regulasi pemain U-19 juga membuat peluang setiap kontestan untuk memperebutkan medali emas semakin terbuka.

“Kualitas mereka berimbang. Apalagi dengan regulasi tim U-19, membuat setiap tim memiliki peluang yang sama untuk meraih medali emas,” kata Dedeh.

Ia berharap para pemain tetap menjaga konsistensi, disiplin dalam latihan, serta mampu mempertahankan fokus selama pertandingan berikutnya.

Dedeh juga mengingatkan capaian hockey Kota Bogor pada Porprov Jawa Barat 2022 yang berhasil membawa pulang medali emas melalui nomor Hockey Five putra outdoor.

Kini, pihaknya berharap prestasi tersebut dapat kembali terulang melalui nomor indoor pada Porprov XV Jawa Barat 2026.

“Pada Porprov Jabar 2022 kami meraih medali emas di nomor Hockey Five putra outdoor. Nomor indoor mudah-mudahan rezekinya kami pada tahun ini,” pungkasnya.

Fredy Kristianto

Sengketa Lahan Sentul City, CBA Minta BPK Turun Tangan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Polemik sengketa lahan antara PT Sentul City Tbk dengan sejumlah warga di kawasan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, semakin memanas. Kali ini, Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turun tangan mengaudit klaim kepemilikan tanah perusahaan pengembang tersebut.

Desakan itu muncul setelah CBA menyoroti laporan keuangan konsolidasian PT Sentul City Tbk tahun 2025 dan 2024. Dari hasil analisisnya, Uchok menemukan sejumlah aset tanah perusahaan dengan total luasan cukup besar tercatat menjadi jaminan pinjaman kepada pihak ketiga.

Kondisi tersebut, menurut Uchok, perlu ditelusuri lebih jauh untuk memastikan asal-usul perolehan tanah sekaligus mengantisipasi kemungkinan persoalan tumpang tindih klaim kepemilikan dengan lahan yang dikuasai masyarakat.

“Berdasarkan analisis terhadap laporan keuangan konsolidasian PT Sentul City Tbk Tahun 2025 dan 2024, terungkap bahwa sebagian besar tanah yang diklaim perusahaan sejatinya telah digadaikan atau dijadikan sebagai jaminan utang kepada pihak ketiga,” ujar Uchok kepada wartawan, Senin (2/11/2026).

Ia memerinci, terdapat beberapa kelompok aset tanah Sentul City yang tercatat terikat dalam skema penjaminan utang.

Pertama, lahan seluas 66,44 hektare yang tersebar di Desa Hambalang, Sumur Batu, Bojong Koneng, dan Citaringgul, Kecamatan Babakan Madang. Aset tersebut digunakan sebagai jaminan pinjaman kepada perseorangan melalui perantara PT Ciptadana Capital.

Kedua, lahan seluas 26,39 hektare di Desa Bojong Koneng dan Sumur Batu serta 48,89 hektare di Desa Cadas Ngampar. Kedua bidang tanah tersebut tercatat menjadi jaminan pinjaman dari PT Bintang Harapan Desa.

Ketiga, lahan seluas 31,61 hektare yang berada di Desa Citaringgul, Karang Tengah, Bojong Koneng, dan Babakan Madang. Berdasarkan laporan per 31 Desember 2024 dan 2025, aset tersebut menjadi jaminan pinjaman perusahaan dan SGC kepada Queen Bridge Investment Ltd.

Keempat, lahan seluas 0,8 hektare yang tersebar di Desa Babakan Madang, Bojong Koneng, dan Sumur Batu. Aset tersebut juga tercatat sebagai jaminan kepada PT Mandala Andalan Prima atas pinjaman perusahaan dan BJA.

Atas temuan tersebut, CBA meminta Kementerian ATR/BPN dan BPK melakukan penelusuran menyeluruh terhadap riwayat penguasaan serta legalitas aset tanah yang diklaim Sentul City.

“Pihak BPN atau Kementerian ATR/BPN sebaiknya segera meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit investigasi atas klaim tanah oleh PT Sentul City Tbk. Langkah ini sangat penting untuk menelusuri secara pasti asal-usul perolehan klaim tanah tersebut, agar tidak ada masyarakat pemilik sertifikat dan girik sah yang dirugikan,” tegasnya.

Uchok juga meminta agar tindakan pembongkaran maupun aktivitas pembangunan di atas lahan yang masih disengketakan tidak dilakukan secara sepihak sebelum status hukum tanah benar-benar terang.

Terlebih, sejumlah warga mengaku masih rutin membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas lahan yang kini diklaim sebagai aset perusahaan.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh mengabaikan persoalan tersebut karena menyangkut kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat.

Di sisi lain, konflik lahan tersebut juga menjadi persoalan serius bagi pemilik Palm Boko, Ozzy Sudiro. Ia mengaku telah melaporkan dugaan perusakan lahan dan dugaan pemerasan yang melibatkan oknum PT Sentul City ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Jawa Barat.

Ozzy menyebut, aktivitas alat berat dan puluhan pekerja di lokasi masih terus berlangsung. Ia mengaku setiap hari menyaksikan pekarangan yang diklaim sebagai miliknya mengalami kerusakan akibat aktivitas pembuldoseran.

“Kami kumpulkan terus bukti-bukti perusakan yang mereka lakukan setiap hari. Sudah kami ingatkan soal aturan main dan hukum yang berlaku, mereka tetap membuldoser lahan kami. Aroma arogansinya sangat kental, dua kali dipanggil Polda juga mereka mangkir dan tetap melakukan aktivitas pembangunan di atas lahan kami,” ungkap Ozzy.

Ia menambahkan, dirinya bersama sejumlah pemilik lahan lain di sekitar Bojong Koneng tetap membayar pajak kepada pemerintah. Lokasi lahan tersebut diketahui berdekatan dengan Padepokan Garuda Yaksa dan kediaman Presiden RI Prabowo Subianto.

Ozzy mempertanyakan sikap pemerintah daerah karena pembayaran pajak warga tetap diterima, sementara penguasaan lahan mereka kini dipersoalkan oleh pihak pengembang.

“Pajaknya kami bayar terus dan diterima oleh pemerintah, sementara sekarang lahannya diklaim milik Sentul City. Pemerintah daerah juga harus ikut bertanggung jawab atas kisruh ini,” tandasnya.

Sementara itu, Corporate Communication PT Sentul City Tbk, Febryan, membantah adanya persoalan legalitas dalam penguasaan lahan perusahaan yang disengketakan dengan Ozzy Sudiro.

Ia menegaskan, Sentul City memiliki dokumen kepemilikan berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang diterbitkan Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Bogor.

“Terkait isu sengketa lahan dengan Saudara Ozzy Sudiro (Palm Boko) di Desa Bojong Koneng, kami menegaskan bahwa PT Sentul City Tbk menguasai dan memiliki bukti kepemilikan surat yang sah secara hukum berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) resmi yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Bogor,” kata Febryan.

Ia menjelaskan, proses perolehan lahan perusahaan telah dilakukan melalui prosedur hukum yang berlaku sejak era 1990-an. Menurutnya, kepemilikan tersebut juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Febryan juga menegaskan, pembayaran PBB maupun kepemilikan surat oper alih garapan yang dibuat di bawah tangan tidak serta-merta menjadi bukti kepemilikan hak atas tanah.

“Sesuai ketentuan hukum pertanahan nasional, SHGB merupakan bukti hak tertinggi dan sah yang diakui oleh negara. Penguasaan fisik tanpa alas hak yang sah di atas lahan SHGB perusahaan merupakan bentuk illegal occupation yang dapat berkonsekuensi hukum,” tegasnya.

Terkait desakan CBA agar BPK melakukan audit terhadap laporan keuangan perusahaan, Febryan menyatakan Sentul City terbuka terhadap proses pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Terkait desakan tersebut, kami menegaskan bahwa pihak Sentul City sangat terbuka dan kami siap mengikuti seluruh prosedur serta aturan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, penjaminan aset tanah bersertifikat kepada pihak ketiga merupakan praktik bisnis yang sah dan lazim dilakukan dalam kegiatan pembiayaan. Mekanisme tersebut, kata dia, telah diatur dalam ketentuan hukum mengenai Hak Tanggungan di Indonesia.

“Penjaminan aset justru membuktikan bahwa kepemilikan atas tanah tersebut sah secara legal formal sehingga diakui oleh lembaga keuangan dan perbankan,” pungkas Febryan.

Fredy Kristianto |*

Sebelum Merawat Orang Lain, Mahasiswa Kesehatan Diajak Belajar Merawat Diri Sendiri

0
  • Melalui Internship Mental Health 2026, sebanyak 200 mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jakarta III diajak mengenali tekanan akademik, mengelola kelelahan, dan membangun ketangguhan diri.

Bekasi | Jurnal Bogor
Menjadi calon tenaga kesehatan bukan hanya tentang belajar merawat orang lain, tetapi juga tentang kemampuan mengenali dan merawat diri sendiri.

Pesan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kegiatan Internship Mental Health 2026 yang mengangkat tema “Beranjak Dewasa: Bertahan, Bertumbuh, dan Pulih Bersama”, pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Ruang Theater Poltekkes Kemenkes Jakarta III, Jatiwarna, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kegiatan yang diikuti sekitar 200 mahasiswa secara luring dan daring melalui Zoom ini dibuka oleh Ketua Tim Kerja Mahasiswa dan Ikatan Alumni Poltekkes Kemenkes Jakarta III, Citra Amaniah Anhar, M.Si.

Dalam sambutannya, Mullah Muhammad Umar, Ketua Pelaksana Internship Mental Health 2026 menyampaikan pesan yang menjadi semangat kegiatan:

Kita mungkin tidak selalu bisa menyembuhkan luka satu sama lain, tetapi setidaknya kita bisa belajar untuk tidak membiarkan siapa pun merasa sendirian dalam proses penyembuhannya.

Pesan ini menegaskan pentingnya kepedulian, kebersamaan, dan dukungan dalam perjalanan menjaga kesehatan mental.

Hadir sebagai narasumber tunggal, Bunda Lili Marliyuana, Certified Self-Healing Professional, Emotional Healing Therapist, sekaligus Direktur ABCo Therapy Center.

Dalam sesi selama 90 menit termasuk tanya jawab, Bunda Lili membawakan materi bertajuk “LESS STRESS, MORE PROGRESS: Navigating Academic Pressure and Growing with Resilience”.

Materi ini mengajak mahasiswa melihat lebih dekat berbagai tekanan yang sering hadir dalam kehidupan perkuliahan, mulai dari tugas yang menumpuk, ujian, praktikum, tuntutan keluarga, perbandingan dengan teman, hingga kekhawatiran menghadapi masa depan.

Bunda Lili mengingatkan bahwa kelelahan bukan sesuatu yang harus selalu disembunyikan atau dilawan dengan memaksakan diri. Mahasiswa perlu belajar mengenali kapan tubuh dan pikirannya membutuhkan jeda, serta memahami perbedaan antara kelelahan biasa dan burnout akademik.

Menurutnya, nilai akademik memang penting sebagai bagian dari proses belajar, tetapi bukan penentu harga diri seseorang.

Belajar Mengelola Tekanan dengan Langkah Sederhana

Dalam pemaparannya, mahasiswa diperkenalkan pada empat langkah praktis untuk menghadapi tekanan, yaitu mengenali kondisi diri, menenangkan respons tubuh dan pikiran, menyusun kembali prioritas, serta membangun hubungan dengan orang-orang yang dapat memberikan dukungan.

Peserta juga mengikuti latihan sederhana Pause, Breathe, Notice, Prioritize  untuk belajar berhenti sejenak, menyadari kondisi diri, dan menentukan satu langkah kecil yang dapat dilakukan.

Selain itu, Bunda Lili mengajak mahasiswa memahami bahwa menjadi tangguh bukan berarti harus selalu kuat, tidak boleh menangis, atau mampu menyelesaikan semua persoalan sendirian.

Resiliensi justru berarti mau belajar menyesuaikan diri, mencoba strategi baru, mengenali batas kemampuan, dan berani meminta bantuan ketika diperlukan.

Dari Seminar Menjadi Langkah Nyata Merawat Diri

Salah satu sesi aplikatif dalam kegiatan ini adalah My 7-Day Wellness & Growth Plan. Mahasiswa diajak membuat komitmen sederhana untuk tujuh hari ke depan melalui empat hal: menjaga kebutuhan fisik (Body), merawat pikiran dan emosi (Mind), menentukan tindakan realistis (Action), serta mengenali orang atau layanan yang dapat memberikan dukungan (Support).

Mahasiswa juga diingatkan untuk tidak ragu mencari bantuan dari dosen wali, konselor kampus, psikolog, dokter, atau tenaga profesional apabila tekanan yang dialami semakin berat dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Melalui materi ini, Bunda Lili ingin menegaskan bahwa merawat diri bukanlah bentuk keegoisan, melainkan bagian dari tanggung jawab, terutama bagi mereka yang kelak akan menjalankan profesi di bidang kesehatan.

“Your worth is bigger than your grades. Your growth is bigger than your struggles. You don’t have to be perfect to make progress.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai diri seseorang jauh lebih besar daripada pencapaian akademiknya. Setiap mahasiswa memiliki perjalanan, kemampuan, dan waktu bertumbuh yang berbeda.

Melalui Internship Mental Health 2026, diharapkan mahasiswa tidak hanya semakin siap menghadapi tantangan perkuliahan, tetapi juga lebih peduli terhadap kesehatan dirinya, mampu mengelola tekanan secara sehat, dan tumbuh menjadi calon tenaga kesehatan yang memiliki kepedulian terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Karena dalam perjalanan bertumbuh dan pulih, kita tidak harus berjalan sendirian. LESS STRESS, MORE PROGRESS.

(Wawan Hermawanto)