Bogor | Jurnal Bogor
Layaknya pemilihan kepala daerah (pilkada), suasana pemilihan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) At Taqwa di Kalibata, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, berlangsung meriah dan demokratis pada Minggu (12/4).
Pada kontestasi tersebut, warga diberikan kesempatan untuk mencoblos langsung calon ketua DKM dari dalam bilik suara.
Dalam kesempatan tersebut, Kuswadi terpilih menjadi ketua DKM At Taqwa dengan mengantungi sebanyak 87 suara. Sementara rivalnya, Andi Selamet hanya meraup 23 suara.
Anggota DPRD Kota Bogor, Juhana yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah masyarakat Kalibata yang menyelenggarakan pemilihan ketua DKM secara demokratis. Menurutnya, langkah tersebut adalah bagian dari edukasi tentang pentingnya berdemokrasi yang jujur, adil, dan transparan.
“Saya kira, kegiatan pemilihan ketua DKM ini harus mendapat apresiasi karena dilangsungkan dengan cara tak biasa (layaknya pilkada). Bagus juga untuk mengedukasi masyarakat soal demokrasi yang jujur,” ujar Juhana kepada wartawan.
Legislator yang akrab disapa Uncle Joe itu berharap DKM At Taqwa yang baru akan lebih baik lagi dalam menjalankan kepengurusan. Khususnya dalam memakmurkan masjid serta meingkatkan ketaqwaan dan keimanan warga di tengah maraknya fenomena judi online (judol).
“Saya berharap DKM juga berperan aktif, membuat kegiatan rutin keagamaan dan mengedukasi warga, khususnya pemuda agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan salah satunya judol,” ucapnya.
Sebab, kata Uncle Joe, judol bukan hanya menghancurkan sendi-sendi perekonomian. Namun juga mengarahkan sang pecandu judol untuk berbuat negatif demi mendapatkan uang agar bisa kembali bermain.
Selain itu, sambung dia, judol juga bisa berpengaruh terhadap terhentinya bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.
“Berdasarkan reses saya, ditemukan ada yang desilnya tiba-tiba naik dari desil 2 (miskin) menjadi desil 6 (ekonomi mandiri). Padahal kondisinya memang tak mampu. Setelah ditelusuri, ada salah satu anggota keluarga yang bermain judol. Akibatnya bantuannya dihentikan pemerintah lantaran terlihat dalam sistem. Hal ini yang mesti dihindari masyarakat,” tandas Uncle Joe.
** Fredy Kristianto





