31.4 C
Bogor
Saturday, October 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Antisipasi Banjir, Kelurahan Cisarua Optimalkan Drainase

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Pemerintah Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor sebagian wilayahnya merupakan daerah rawan terhadap bencana banjir. Seiring dengan rumah penduduk yang terus meningkat, menjadikan bencana banjir menjadi ancaman di setiap musim hujan.

Untuk mengantisipasi banjir tersebut, Kelurahan Cisarua, melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) melaksanakan pembuatan drainase dan tembok penahan tebing di beberapa wilayah yang rawan terhadap banjir.

“Dengan menjalankan program dana bantuan dari Pemkab Bogor, Kelurahan Cisarua sudah melaksanakan sejumlah kegiatan pembangunan. Mulai dari pengaspalan, pembuatan saluran air hingga kepada pemberdayaan masyarakat. Dari sejumlah kegiatan tersebut, pembangunan saluran air merupakan bidang yang benar-benar kita perhatikan. Mengingat, keberadaan saluran atau drainase di Kelurahan Cisarua itu sangat penting untuk pencegahan terhadap bsnjir, ” ujar Lurah Cisarua Heru Hendrawan.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Cisarua, H. Jeny, menyebutkan sebanyak 16 titik kegiatan telah dilaksanakan pada tahun ini. Seluruh pekerjaan fisik yang menjadi prioritas masyarakat telah selesai dikerjakan dan saat ini tinggal menunggu proses pencairan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU).

“Program Samisakel sekarang sudah 100 persen dilaksanakan. Tinggal menunggu pencairan saja Dana Alokasi Umum. Pekerjaan drainase dan pengaspalan sudah selesai,” ujar H. Jeny, saat ditemui di Kelurahan Cisarua, Jum’at (23/10).

Menurutnya, pembangunan drainase di wilayah Cipari dan Kampung Burujul menjadi salah satu pekerjaan yang paling diprioritaskan. Keberadaan saluran air dinilai penting untuk mencegah genangan maupun banjir sekaligus menjaga kualitas jalan lingkungan yang telah diaspal.

Ia menjelaskan, tanpa saluran drainase yang baik, air hujan akan mengalir ke badan jalan dan berpotensi menyebabkan kerusakan lebih cepat. Karena itu, pembangunan drainase menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan jalan lingkungan.

Selain pembangunan saluran air dan pengaspalan, program Samisakel juga mencakup kegiatan pemberdayaan masyarakat, termasuk pembinaan dan pelibatan pemuda melalui Karang Taruna.

Meski sejumlah pekerjaan telah tuntas, masih terdapat beberapa kebutuhan pembangunan yang akan diusulkan pada tahun mendatang. Salah satunya penyambungan jaringan drainase di kawasan Pasanggrahan yang dinilai penting untuk mengatasi persoalan aliran air saat musim hujan.

H. Jeny mengungkapkan pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran yang tersedia. Sejumlah pekerjaan lanjutan direncanakan akan diusulkan kembali pada tahun 2027.

“Kami berharap pembangunan yang berkelanjutan ini bisa membantu mengurangi genangan, maupun banjir sekaligus memperbaiki lingkungan dan meningkatkan kenyamanan masyarakat,” pungkasnya.

(Dadang Supriatna)

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Pondok Pesantren Darut Tafsir Tanamkan Semangat Perjuangan dan Akhlak Mulia

0

Ciampea | Jurnal Bogor
Pondok Pesantren Darut Tafsir, Ciampea, Kabupaten Bogor, menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh para santri putra dan putri, guru, serta pengurus pondok pesantren.

Dalam amanatnya, Ismail Ishaq, selaku guru sekaligus inspektur upacara, mengajak seluruh santri untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia menegaskan bahwa semangat perjuangan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bentuk kecintaan terhadap agama, bangsa, dan negara.

“Santri harus mampu meneruskan perjuangan para ulama dengan terus belajar, meningkatkan kemandirian, memperluas wawasan, serta menjaga akhlak mulia. Ilmu yang diperoleh di pesantren hendaknya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” demikian pesan amanat yang dirangkum dari poin-poin yang disampaikan.

Ia juga mengingatkan bahwa santri memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan zaman. Oleh karena itu, santri tidak hanya dituntut untuk memahami ilmu agama, tetapi juga harus memiliki pengetahuan yang luas, kedisiplinan, serta karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Pondok Pesantren Darut Tafsir Bogor yang berdiri sejak tahun 1974 terus berupaya membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. Dalam peringatan Hari Santri Nasional tahun ini, berbagai kegiatan turut memeriahkan acara, di antaranya parade drumband santri putri, pencak silat santri putra, lomba tari zapin, kreasi nadhoman, dan musabaqah qiraatul kutub atau baca kitab.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini mengusung semangat “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para santri semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta berkontribusi dalam membangun masyarakat dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa santri bukan hanya penerus perjuangan ulama, tetapi juga bagian penting dari masa depan bangsa yang diharapkan mampu membawa perubahan positif melalui ilmu pengetahuan, kemandirian, dan akhlak mulia.

(Najwa Putri Maulida/mg-uika)

SMP ITA eL Ma’Mur Kota Bogor Gelar LDKO, Cetak Generasi Pemimpin Muda yang Berintegritas

0

Bogor | Jurnal Bogor
SMP ITA eL Ma’Mur Kota Bogor menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi (LDKO) OSIS pada Jumat–Sabtu, 16–17 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam membentuk karakter kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan berorganisasi bagi para peserta didik.

Melalui kegiatan LDKO, para peserta dibekali pemahaman mengenai dasar-dasar organisasi, kepemimpinan, manajemen organisasi, komunikasi, kerja sama tim, hingga kemampuan menyelesaikan permasalahan. Berbagai materi dan aktivitas dirancang untuk mendorong peserta agar tidak hanya memahami teori kepemimpinan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk melatih keberanian menyampaikan pendapat, membangun kekompakan, menghargai perbedaan, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi calon pengurus OSIS dalam menjalankan peran dan amanahnya sebagai bagian dari organisasi siswa.

“LDKO bukan sekadar kegiatan pelatihan, melainkan bagian dari proses pembinaan karakter dan pengembangan potensi peserta didik. Melalui pengalaman belajar bersama, peserta diharapkan mampu memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan jabatan, tetapi juga tentang keteladanan, pelayanan, kedisiplinan, dan kesediaan untuk bertanggung jawab,” ujar Jusman, S.Sy, Kepala Sekolah SMP ITA eL Ma’Mur.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMP ITA eL Ma’Mur Kota Bogor berharap dapat melahirkan pengurus OSIS yang aktif, kreatif, berintegritas, serta mampu menjadi teladan positif bagi warga sekolah.

“Kegiatan LDKO ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun organisasi siswa yang lebih solid, terarah, dan berkontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang positif dan berkarakter,” kata Pembina OSIS SMP ITA eL Ma’Mur , Sayyid Rosyid Ridho,S.Pd.

(Zacky Bariqlana/mg-uika)

UIKA Bogor Bidik Penguatan Mutu Pendidikan Tinggi melalui Kolaborasi Indonesia–Malaysia

0

Bogor | Jurnal Bogor — Penguatan mutu pendidikan tinggi menjadi salah satu fokus dalam pertemuan Rektor Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., dengan Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, di Kantor Perdana Menteri Malaysia, Kuala Lumpur, Rabu (21/10/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama pendidikan tinggi Indonesia – Malaysia sebagai upaya memperluas jejaring akademik dan mendukung pengembangan institusi pendidikan.

Bagi UIKA Bogor, kolaborasi internasional menjadi salah satu peluang untuk memperkuat kualitas pendidikan melalui hubungan antar perguruan tinggi. Kerja sama tersebut diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa, serta perluasan wawasan akademik dalam menghadapi tantangan pendidikan di tingkat global.

Dalam pertemuan itu, Anwar Ibrahim menyampaikan dukungan terhadap pengembangan UIKA Bogor melalui peluang kerja sama teknis, terutama dengan perguruan tinggi. Dukungan tersebut menjadi langkah awal untuk menjajaki bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh institusi pendidikan kedua negara.

Penguatan pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga dengan pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial lulusan. Dalam pertemuan tersebut, Anwar Ibrahim turut menekankan pentingnya nilai empati, keadilan, dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat dalam membentuk generasi pemimpin masa depan.

Pandangan tersebut sejalan dengan komitmen UIKA Bogor dalam mengembangkan pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan, integritas moral, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui semangat Iman, Ilmu, dan Amal, UIKA berupaya menempatkan pendidikan sebagai sarana pengembangan kompetensi sekaligus pembentukan karakter mahasiswa.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ibn Khaldun (YPIKA) Bogor, Fathurrahman Mahfudz, dan Wakil Rektor UIKA Bogor, Dr. Budi Susetyo.

Penjajakan kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih konkret antara institusi pendidikan tinggi Indonesia dan Malaysia. Dengan penguatan jejaring akademik, perguruan tinggi diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan lulusan yang kompeten, berintegritas, serta mampu berkontribusi bagi masyarakat.

(Najwa Putri Maulida/mg-uika)

Diguyur Hujan, Massa Aksi Tetap Bertahan dan Lanjutkan Demonstrasi di Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Hujan yang mengguyur kawasan sekitar Detasemen Polisi Militer (Denpom) III/1 Bogor tidak menyurutkan semangat massa aksi untuk melanjutkan demonstrasi. Meski harus duduk di atas jalanan yang basah, para peserta aksi tetap bertahan dan menyuarakan aspirasi mereka di tengah guyuran hujan.

Pada Kamis (22/10/2026) sore, massa aksi terpantau masih bertahan di kawasan Denpom III/1 Bogor meskipun hujan terus mengguyur lokasi demonstrasi. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat tidak mematahkan semangat para peserta untuk tetap menyampaikan aspirasi. Sebagian massa terlihat mengenakan jas hujan, sementara lainnya tetap bertahan meskipun pakaian mereka basah akibat guyuran hujan.

Kondisi tersebut tidak membuat massa aksi beranjak dari lokasi. Mereka tetap berkumpul dan melanjutkan demonstrasi sebagai bentuk kesungguhan dalam menyampaikan aspirasi.

Di sisi lain, aparat kepolisian tampak berjaga dan duduk berhadapan dengan peserta aksi untuk mengamankan jalannya demonstrasi. Pengamanan dilakukan agar kegiatan penyampaian pendapat dapat berlangsung dengan tertib dan kondusif meskipun hujan masih mengguyur kawasan tersebut.

Suasana di lokasi memperlihatkan semangat massa aksi yang tetap bertahan meskipun harus menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Jalanan yang basah dan genangan air tidak serta-merta mematahkan tekad para peserta untuk tetap berada di lokasi.

Aksi tersebut menjadi gambaran kuatnya tekad massa dalam menyampaikan aspirasi. Bagi para peserta, hujan bukanlah alasan untuk menghentikan perjuangan dalam menyuarakan pendapat.

Hingga hujan mengguyur kawasan tersebut, massa aksi masih terlihat bertahan di lokasi. Semangat mereka untuk melanjutkan demonstrasi tetap menyala di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

(Zacky Bariqlana/mg-uika)

BEM se-Bogor Gelar Aksi di Depan Istana Bogor, Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional

0

Bogor | Jurnal Bogor
Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor menggelar aksi demonstrasi di kawasan depan Istana Bogor. Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), evaluasi kebijakan pemerintah, serta persoalan pendidikan di Indonesia.

Mengusung tema “Rakyat Menderita, Pemerintah Berkuasa, Hutan pun Membara”, aksi demonstrasi yang berlangsung pada Kamis (22/10/2026) tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dan mendesak pemerintah agar mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang menjadi sorotan.

Aksi unjukrasa BEM se-Bogor Raya

Salah satu tuntutan utama massa aksi adalah mendesak pemerintah pusat untuk menetapkan kebakaran hutan dan lahan sebagai bencana nasional. Selain itu, mahasiswa menuntut pemerintah menyusun kebijakan strategis untuk menyelesaikan persoalan karhutla secara transparan dan berkelanjutan.

Massa aksi juga mendesak Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, untuk turun dari jabatannya. Tuntutan tersebut disampaikan sebagai bentuk kritik mahasiswa terhadap kebijakan dan penanganan persoalan kehutanan di Indonesia.

Tidak hanya menyoroti persoalan lingkungan, BEM se-Bogor turut menyampaikan tuntutan terkait evaluasi menyeluruh terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Dalam tuntutan tersebut, mahasiswa meminta pemerintah menghentikan komersialisasi pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan guru.

Selain itu, massa aksi mendesak agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dievaluasi secara menyeluruh. Evaluasi tersebut diharapkan dapat dilakukan secara transparan dan berkelanjutan guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Melalui aksi ini, mahasiswa BEM se-Bogor menegaskan pentingnya keterbukaan pemerintah dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan publik, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan hidup, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Aksi tersebut juga mengangkat sejumlah tagar, yakni #IndonesiaMenderitaRakyatBersuara, #IndonesiaMembaraRakyatMenderita, #SelamatkanIndonesia, dan #FromBogorToIndonesia. Tagar-tagar tersebut menjadi bagian dari pesan yang disuarakan mahasiswa untuk menarik perhatian masyarakat terhadap berbagai persoalan yang mereka angkat.

Melalui rangkaian tuntutan tersebut, BEM se-Bogor berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap persoalan karhutla, melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai bermasalah, serta menghadirkan solusi yang transparan, adil, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

(Zacky Bariqlana/mg-uika)

Massa Aksi BEM se-Bogor Gelar Demo di Depan Istana Bogor, Lalu Lintas Terpantau Padat

0

Bogor | Jurnal Bogor
Pada Kamis, 22 Oktober 2026, pukul 14.30 WIB. Arus lalu lintas di kawasan depan Istana Bogor terpantau padat di tengah berlangsungnya aksi demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat tampak memadati ruas jalan di sekitar kawasan Istana Bogor. Kendaraan bergerak perlahan, sementara sejumlah petugas kepolisian terlihat berjaga untuk mengatur arus lalu lintas dan menjaga situasi tetap kondusif.

Aksi demonstrasi tersebut turut menjadi perhatian para pengguna jalan yang melintas di kawasan pusat Kota Bogor. Kepadatan terlihat dari antrean mobil dan sepeda motor yang melintas di ruas jalan tersebut.

Sejumlah petugas kepolisian tampak bersiaga di beberapa titik untuk memantau kondisi lalu lintas serta mengantisipasi potensi penumpukan kendaraan selama aksi berlangsung.

Pengendara yang melintasi kawasan depan Istana Bogor diimbau untuk tetap berhati-hati, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif guna menghindari keterlambatan perjalanan.

Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan situasi lalu lintas di sekitar kawasan Istana Bogor dan menyesuaikan rute perjalanan dengan kondisi terkini di lapangan.

(Zacky Bariqlana/mg-uika)

Pasar Cibinong Bakar Tumpukan Sampah Campuran

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Konon katanya, pengelolaan sampah di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, pada tahun 2026 melibatkan sinergi antara UPT Pengelolaan Sampah Wilayah 1 Cibinong, pihak kelurahan, serta kegiatan Operasi Bersih (Opsih) dan pemasangan tempat sampah terpilah yang digencarkan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Usut punya usut, ternyata sampah – sampah yang dihasilkan oleh aktivitas di pasar tersebut tidak sesuai dengan gembar – gembor melalui pengelolaan sampah dengan fasilitas tempat sampah terpilah mulai ditempatkan di area Pasar Cibinong untuk memisahkan jenis sampah organik dan anorganik.

Faktanya, Rabu (22/10/2026) malam, terekam kamera tumpukan sampah campuran Pasar Cibinong dibakar yang lokasinya berada di halaman parkir belakang Pasar Cibinong, Jalan HR. Lukman, Cibinong. Terlihat dua bak sampah berlogo Pemerintah Kabupaten Bogor berwarna hijau dan orange, namun kedua bak tersebut berisi sampah campuran.

Kapasitas kedua bak sampah tersebut tidak dapat menampung seluruh sampah campuran, sehingga tertumpuk dan dibakar oleh petugas kebersihan pasar tersebut. “Satu hari terkumpul delapan gerobak pak,” ujar Soleh(32 tahun), salah satu petugas kebersihan Pasar Cibinong, Rabu (21/10/2026) malam.

Soleh yang bertugas bersama tim kebersihan lainnya, Juned, Mahmud bule, dan Iksan mengaku pelaku pembakar tumpukan sampah campuran yang berada di halaman parkir belakang Pasar Cibinong. “Tiap malam dibakar pak sampahnya, soalnya bak sampah sudah penuh,” ujarnya kepada Jurnal Bogor.

Ia mengaku bekerja sebagai pekerja tidak tetap yang berada dibawah perintah dan koordinasi Mumuh yang merupakan atasannya di Kantor Pengelola Pasar Cibinong yang dikelola oleh Perumda Pasar Tohaga, Kabupaten Bogor.

“Tugas kita cuma membersihkan sampah, pokoknya pagi – pagi harus sudah bersih semua kios dan area pasar. Jadi supaya cepat ya dibakar. Tapi, kita jagain kok supaya api tidak menjalar,” kata Soleh yang mengaku hanya mendapat upah Rp. 150.000,- per bulan.

Ditanya mengenai siapa yang memberikan perintah untuk membakar tumpukan sampah campuran tersebut. Soleh berdalih membakar sampah atas inisiatif tim kerjanya. “Biasanya juga dibakar, kalau tidak dibakar kan semakin menumpuk sampahnya,” dalihnya.

Untuk diketahui, Pasar Cibinong telah mengklaim bahwa pada bulan April 2026, fasilitas tempat sampah terpilah mulai ditempatkan di area Pasar Cibinong untuk memisahkan jenis sampah organik dan anorganik.

Pasar Cibinong juga mengklaim telah melaksanakan kebijakan hulu ke hilir berdasarkan arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto pada 2026, penanganan sampah diperkuat dari tingkat desa/kelurahan.

(Sabilillah)

Dua Siswa Alami Luka Bacok, Kepsek: Tawuran Memang Ada, Namun Bukan dari SMK Cendikia Muslim

0

‎‎‎Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Tawuran antarpelajar yang informasinya beredar luas dinarasikan antara SMK Cendikia Nanggung dengan SMA Negeri 1 Nanggung, Kabupaten Bogor terjadi di Kampung Pasir Nangka  RT 04 RW 07 di Kecamatan Cigudeg pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Namun informasi yang dihimpun Jurnal Bogor salah satu sekolah yang terlibat tawuran bukan dari SMK Cendikia Muslim Nanggung, melainkan sekolah yang berasal dari SMK Pertiwi Cibungbulang.

‎‎Kepala Sekolah SMK Cendikia Muslim Awaludin menyebut, bahwa informasi yang beredar siswa SMK Cendikia Muslim terlibat tawuran itu keliru alias tidak benar.

‎”‎Kami sudah kroscek semua terkait informasi adanya siswa terlibat tawuran dan kami pastikan yang terlibat tawuran bukan berasal dari sekolah SMK Cendikia Muslim  tetapi dari SMK Pertiwi Cibungbulang dengan SMAN Nanggung. Tawuran antarpelajar memang ada, tetapi bukan dari sekolah SMK Cendikia Muslim,” tegas Awaludin saat dikonfirmasi Jurnal Bogor.

‎”‎Kami di sekolah adem ayem, karena sejumlah murid  di SMK Cendikia Muslim sama sekali tidak terlibat tawuran,” tegasnya lagi.

‎‎Lebih  lanjut  Awal menjelaskan, tawuran  terjadi hingga kedua  pelajar dari sekolah SMK Pertiwi dan SMAN 1 Nanggung megalami luka bacok. ‎”Kedua pelajar mengalami luka bacok hingga dilarikan ke RSUD Leuwiliang,” pungakasnya. ‎

(Arip Ekon)

‎

‎

‎

‎

Kades Batutulis: Kebersihan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama

0

Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Kepala Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Ade Supriatna, S.IP, M.A, punya pandangan tersendiri soal menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, tak hanya pemerintah, kebersihan tanggung jawab bersama tanpa kecuali.‎

‎‎”Sinergi antara warga dan pemerintah  sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan tentu kewajiban semua baik elemen masyarakat maupun pemerintah,” kata Ade Supriatna, Rabu (21/10/2026).‎

‎Dia menjelaskan soal  menjaga lingkungan harus bersih dan sehat, tidak bisa dibebankan kepada pemerintah maupun ke petugas kebersihan saja, melainkan tanggung jawab bersama.‎

‎Dalam hal ini termasuk peran masyarakat begitu penting dalam membangun kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan.‎

‎Seperti berlangsungnya aksi korve kerja bakti membersihkan sampah dan rumput liar di jalan Desa Batutulis dengan keterlibatan semua elemen masyarakat.

‎‎” Sebab, dengan lingkungan yang bersih dan sehat pastinya dapat memberikan kenyamanan secara luas di kehidupan sehari -hari,” tukasnya. ‎

‎(Arip Ekon)

‎

‎