33.2 C
Bogor
Wednesday, August 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

PT PMC Buka Suara soal Status dan Penyelesaian Lahan di Desa Sukajaya

0

Tamansari | Jurnal Bogor – PT Prima Mustika Candra (PT PMC) memberikan penjelasan terkait status, riwayat, serta persoalan penguasaan lahan perusahaan yang berada di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Penjelasan tersebut disampaikan Manager Asset PT PMC, Ruben Alfred Ulaan, didampingi kuasa hukum Nefton, Mogen dan komeng staf PMC dilapangan perusahaan dalam konferensi pers, Selasa (11/8/2026).

Ruben mengatakan, PT PMC mendasarkan penguasaan dan pengelolaan lahan pada dokumen legalitas pertanahan yang dimiliki perusahaan. Karena itu, ia meminta seluruh pihak tidak menilai status tanah hanya berdasarkan siapa yang saat ini menguasai atau menggarap secara fisik.

Menurutnya, status dan hak atas tanah harus dilihat berdasarkan dokumen pertanahan, riwayat perolehan hak, batas bidang tanah, serta ketentuan hukum yang berlaku.

“PT PMC mendasarkan penguasaan dan pengelolaan lahannya pada dokumen-dokumen legalitas pertanahan yang dimiliki perusahaan. Karena itu, kami meminta seluruh pihak untuk tidak menilai status suatu tanah hanya berdasarkan siapa yang saat ini menguasai atau menggarap secara fisik,” ujar Ruben.

Ia menjelaskan, berdasarkan dokumen dan riwayat yang dimiliki perusahaan, PT PMC memperoleh dasar penguasaan atas lahan tersebut melalui proses pertanahan yang berlangsung sekitar tahun 1997.

Dalam perjalanan waktu, kata Ruben, terjadi perubahan kondisi di lapangan hingga muncul kembali aktivitas penggarapan pada sebagian area yang diklaim oleh sejumlah masyarakat.

“Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi persoalan penguasaan fisik dan klaim atas sebagian bidang tanah. Kami memahami bahwa persoalan ini menyangkut kepentingan masyarakat,” katanya.

Ruben menegaskan, penyelesaian persoalan tersebut tidak boleh dilakukan dengan cara saling berhadapan antara masyarakat dengan masyarakat.

Ia menyebut PT PMC sebelumnya telah melakukan upaya penyelesaian dengan sejumlah pihak yang menggarap atau menguasai lahan. Menurutnya, pada 2002, 2013, dan 2026 telah terdapat proses pembayaran atau penyelesaian kompensasi kepada sejumlah penggarap.

Sementara terkait situasi di lapangan belakangan ini, Ruben mengakui telah muncul ketegangan antara sebagian masyarakat yang melakukan aktivitas penggarapan dengan pihak-pihak yang melakukan pengamanan di lokasi.

“Kami sangat menyayangkan apabila persoalan pertanahan berkembang menjadi konflik fisik maupun konflik horizontal. PT PMC tidak menginginkan terjadi kekerasan atau benturan antara masyarakat dengan masyarakat,” tegasnya.

Ia meminta seluruh pihak agar setiap tindakan di lapangan dilakukan secara terukur, tertib, dan sesuai dengan hukum. Masyarakat juga diimbau tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Mengenai status Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang menjadi bagian dari persoalan tersebut, Ruben meminta masyarakat tidak mengambil kesimpulan sendiri mengenai akibat hukum dari berakhirnya suatu jangka waktu hak atas tanah.

“Karena itu, kami menyerahkan persoalan tersebut kepada ATR/BPN dan instansi yang berwenang untuk memberikan penjelasan serta kepastian hukum berdasarkan data resmi. Kami siap mengikuti proses verifikasi tersebut,” ucap Ruben.

PT PMC, lanjutnya, juga meminta Pemerintah Kabupaten Bogor dan instansi pertanahan terkait melakukan pemeriksaan secara objektif terhadap persoalan tersebut.

Pemeriksaan itu diharapkan mencakup dokumen legalitas PT PMC, status hak atas tanah, peta dan batas bidang tanah, riwayat penguasaan fisik, serta dokumen penyelesaian atau kompensasi kepada para penggarap.

“Kami percaya bahwa dengan pemeriksaan dokumen secara terbuka, persoalan ini dapat diselesaikan tanpa harus terjadi konflik di masyarakat,” katanya.

Ruben juga menyampaikan bahwa PT PMC menghormati masyarakat Kampung Maduhur, Desa Sukajaya, yang selama ini telah melakukan aktivitas di sekitar lokasi.

Ia mengajak seluruh pihak tidak menjadikan persoalan pertanahan sebagai alasan untuk saling bermusuhan.

“Jangan sampai masyarakat berhadapan dengan masyarakat, sementara persoalan hukumnya sendiri belum mendapatkan kepastian,” ujarnya.

Ruben menegaskan, apabila ada pihak yang merasa memiliki hak atas tanah tersebut, pembuktian sebaiknya dilakukan melalui dokumen dan mekanisme hukum yang berlaku.

“Silakan buktikan melalui dokumen dan mekanisme hukum. PT PMC juga siap membuktikan legalitas yang dimilikinya,” pungkas Ruben. Yudi

Soal Challenge Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras, DPRD Kota Bogor: Agama Bukan Candaan!

0

Bogor | Jurnal Bogor

Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor, H. Zenal Abidin, menyayangkan munculnya kontroversi dalam gelaran festival musik Sounds Project di Ancol, Jakarta pada Minggu (9/8/2026).
Sorotan tersebut mencuat setelah viralnya di media sosial soal tantangan membaca atau menghafal Surah Ad-Dhuha dengan imbalan minuman keras (miras) bermerk New Port.

Mirisnya, dalam video yang viral tersebut, salah seorang pengunjung perempuan yang melafalkan Surah Ad-Dhuha terlihat membaca sambil cengengesan.

Zenal menilai kejadian tersebut menjadi catatan serius bagi industri kreatif dan hiburan, khususnya terkait pentingnya pemahaman terhadap nilai-nilai budaya dan agama.

“Sangat menyayangkan dengan kejadian festival musik kemarin. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya literasi budaya dan agama bagi para pelaku industri kreatif,” ujar Zenal kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).

Menurut dia, semua pihak pada prinsipnya mendukung perkembangan industri hiburan dan ekonomi kreatif. Namun, dukungan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai pembenaran terhadap segala cara untuk menarik perhatian publik.

“Kita mendukung industri hiburan. Tetapi jangan sampai menghalalkan segala cara demi mendapatkan perhatian publik,” tegasnya.

Zenal meminta pihak yang terlibat dalam kontroversi tersebut segera menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat serta menyatakan komitmen agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Namun, ia juga meminta aparat penegak hukum mencermati dugaan pelanggaran yang muncul dalam kasus tersebut. Menurut Zenal, proses hukum perlu ditempuh sesuai ketentuan yang berlaku agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.

“Pihak terkait harus meminta maaf dan berkomitmen untuk tidak mengulanginya di kemudian hari. Kalau ada dugaan pelanggaran hukum, prosesnya harus dijalankan oleh aparat penegak hukum,” katanya.

Zenal menekankan pentingnya penanganan secara hukum untuk mencegah munculnya tindakan di luar koridor hukum dari masyarakat.

“Jangan sampai umat bergerak sendiri. Semua harus diserahkan kepada aparat penegak hukum agar persoalan ini tidak semakin melebar. Agama bukan buat candaan,” ucapnya.

Pemilik Yayasan Tahfiz Qur’an eL Ma’mur ini juga menegaskan bahwa aturan soal penistaan agama sudah ada dalam Pasal 156 huruf a KUHP tentang penodaan agama, dan jika terbukti ada unsur merendahkan agama tertentu diancam pidana penjaran lima tahun.

Ia menjelaskan, Surah Ad-Dhuha merupakan bagian dari Al-Qur’an yang memiliki kedudukan suci bagi umat Islam. Membaca Al-Qur’an juga merupakan bagian dari ibadah yang memiliki nilai keagamaan.

Karena itu, menurutnya, menjadikan ayat suci sebagai bagian dari tantangan hiburan dengan imbalan yang bertentangan dengan ajaran Islam merupakan hal yang sangat sensitif dan harus dihindari oleh penyelenggara kegiatan.

“Surah Ad-Dhuha adalah ayat suci yang diturunkan Allah melalui Al-Qur’an. Kalamullah yang disucikan ketika dibaca dan merupakan bentuk ibadah yang bernilai tinggi,” jelasnya.

Di sisi lain, Zenal mengingatkan bahwa minuman beralkohol atau khamr merupakan sesuatu yang diharamkan dalam ajaran Islam. Karena itu, ia meminta pelaku industri kreatif lebih berhati-hati dalam membuat konsep kegiatan agar tidak menyinggung keyakinan maupun nilai-nilai agama masyarakat.

Zenal berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi seluruh penyelenggara kegiatan hiburan agar lebih memperhatikan aspek literasi agama, budaya, dan sensitivitas sosial dalam setiap konsep acara.

“Industri kreatif harus terus berkembang, tetapi tetap harus menghormati nilai agama, budaya dan norma yang hidup di tengah masyarakat,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Sekretaris Desa Sukaluyu Iip Maulana Tekankan Pentingnya Evaluasi Pekerjaan

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Sekretaris Desa Sukaluyu Iip Maulana memiliki pandangan tersendiri perihal evaluasi pekerjaan setelah dikerjakannya. Evaluasi menjadi catatan dan fokusnya guna dilakukan perbaikan.‎

‎ Iip Maulana menyebut, evaluasi setelah apa yang dikerjakan seyogyanya agar tidak mudah berkesimpulan dulu dan mesti telah benar apa yang dijalankan. ‎Apa lagi kerja tim, semisal di desa dengan keterlibatan pihak lain, menurutnya harus sesuai potensi personal dan  objek   wilayah yang akan menjadikan dasar pengembangan.‎

‎Iip Maulana yang telah belasan tahun menggeluti dunia birokrasi hingga menjadi Sekdes di Pemerintahan Desa Sukaluyu mengemukakan, dengan rumusan dan hasil observasi lapangan berbuah hasil sehingga infrastruktur jalan di setiap wilayah RW maupun Dusun lingkup Desa Sukaluyu hampir seluruhnya telah ter-cover.

Maka atas dasar dan kajian teknis ke depan, Sukaluyu tak melulu membangun infrastruktur, namun membuka ruang   diskusi untuk menciptakan beberapa opsi, salah satunya kesepatakan ide maupun gagasan hingga pada eksekusi pembangunan yang berkelanjutan.‎

‎”Evaluasi itu penting. Karena dengan evaluasi selain memperbaiki juga untuk meningkatkan produktivitas,” jelasnya.‎ “Tentu dengan meningkatnya produktivitas akan menciptakan perubahan apa-apa yang dikerjakan,” tandasnya.

(Arip Ekon)

Plafon Ditopang Pakai Bambu Karena Rusak, Bupati Rudy:  SDN Sukamaju 08 Skala Prioritas

0


Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Bupati Rudy Susmanto merespons terkait  gedung SDN Sukamaju 08, Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor yang rusak berat itu masuk pada rencana prioritas pembangunan.‎

‎‎Meskipun kata dia, secara bertahap tidak bisa dituntaskan dalam setahun 100 persen tuntas semua. ‎Tetapi tidak akan diam  dan sekolah rusak ditindaklanjuti satu persatu.

SDN Sukamaju 08

“Gedung SDN Sukamaju 08 siap menjadi prioritas pembangunan,” kata Bupati Bogor melalui pesan singkatnya kepada Jurnal Bogor, Jumat (7/8/2026).‎

‎‎Sebelumnya, sedung sekolah di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor masih saja dibiarkan rusak meskipun setiap tahunnya seringkali  diusulkan untuk perbaikan. Kali ini, kondisi  gedung SDN Sukamaju 08  di Desa Kalongliud, Nanggung telah lapuk dan plafon terpaksa harus ditopang menggunakan batang  bambu. Hal ini dilakukan bukan tanpa sebab, karena pihak sekolah mengkhawatirkan gedung sekolah yang menahan beban berat itu sewaktu- waktu bisa saja ambruk.

‎Kondisi bangunan sekolah seperti ini merupakan potret buram fasilitas pendidikan yang membahayakan keselamatan siswa dan guru. Pihak sekolah mengakui kondisi bangunan lapuk membuat mereka tidak tenang, apalagi ketika hujan turun sehingga sejumlah murid pun disarankan untuk pulang ke rumah masing- masing.‎

‎”Keadaannya was-was aja. Ada kekhawatiran  bangunan sekolah itu seketika terjadi ambruk,” kata Kepala Sekolah SDN Sukamaju 08 Tintin kepada  Jurnal Bogor, Kamis (6/8/2026).‎

‎”Mending kalau ambruknya  malam hari. Kebayang gak coba, kalau di jam belajar terus  bangunan itu ambruk mengakibatkan banyaknya korban,” ungkapnya lagi.‎

‎Tintin yang sudah tiga tahun menjabat sebagai kepala sekolah di SDN Sukamaju 08 mengaku, seringkali mengajukan perbaikan  sekolahnya yang sekian hari kondisinya sangat memperihatinkan itu.‎

‎”Sering diajukan pembangunan hingga ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.  Bahkan tahun lalu, diusulkan juga  ke anggota Dewan tetapi sudah bulan Agustus ini kabar baik untuk pembangunan gedung sampai hari belum ada realisasinya,” jelasnya.‎

‎Terpisah, Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman mengaku, gedung SDN Sukamaju 08 yang berada di wilayahya memang termasuk skala prioritas pembangunan melalui usulan di Musrenbang yang digelar di desanya.‎

‎”Dari tahun 2024 -2025 diusulan itu masuk skala prioritas namun sampai hari ini sekolah SDN Sukamaju 08 masih belum ada perbaikan,” pungkasnya.

(Arip Ekon)

Bangun Kemandirian Ekonomi Lokal, PALAKKURI Nanggung Sambut Baik Edufarmers Fondation dan SASPRI

0

Nanggung | Jurnal Bogor
‎‎‎Edufarmers Foundation bersama Solidaritas Alumni Peternakan Indonesian Nasional (SASPRI) mengunjungi para petani yang tergabung di Paguyuban Lulusan Akkur Indonesia atau PALAKKURI di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Di sela pertemuan itu diwarnai diskusi  produktif yang mengarah pada pengembangan bisnis pertanian di kawasan Nanggung.

‎‎Secara resmi kedatangan Edufarmers Foundation bersama SASPRI untuk mendampingi dan melihat secara langsung aktivitas usaha kolektif berjamaah yang tengah dijalankan oleh PALAKKURI di wilayah Kecamatan Nanggung.

‎‎Ketua Edufarmers Foundation Yahya Djanggola  mengapresiasi semangat serta inisiatif yang telah ditunjukkan oleh PALAKKURI di kawasan Nanggung.

‎Melalui pendekatan ini dinilai relevan, dengan kebutuhan masyarakat pedesaan yang ingin membangun kemandirian ekonomi sekaligus menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal.

‎‎”Kegiatan bisnis seperti yang dilakukan PALAKKURI Nanggung harus terus berlanjut. ‎Manfaatkan secara maksimal  seluruh potensi dan peluang yang ada di kawasan ini,” kata Yahya menyemangati para petani.

‎” Selain itu, penting sekali untuk mulai menerapkan pencatatan keuangan secara profesional agar usaha semakin kuat, transparan, dan mampu berkembang secara berkelanjutan,” pesan Yahya Djanggola.

‎‎Senada dikatakan Profesor Muladno, yang dikenal sebagai penggagas Akademi Komunitas Korporasi Usaha Rakyat (AKKUR) sekaligus Wali Utama SASPRI Nasional menyatakan, bahwa PALAKKURI Kawasan Nanggung harus tetap konsisten dalam menjalankan visi dan misinya.

‎‎ “Jaga kekompakan, jaga nama baik, dan terus lakukan penguatan kelembagaan,” kata dia.

‎‎Kelembagaan yang kuat  akan menjadi fondasi penting agar aktivitas bisnis dapat berjalan secara profesional dan mampu menjawab tantangan ke depan,” ujar Profesor Muladno.‎

‎Pada kesempatan itu, Wali Kawasan PALAKKURI Nanggung Didih Radiatna mengaku bersyukur dengan kedatangan mereka. Menurutnya, ini momen penting buat anggota PALAKKURI dan dirinya yang disampaikan Edufamers Fondation dan SASPRI tentang pengembangan usaha di sektor  pertanian.‎

‎Dengan berkunjungnya Edufarmers Foundation dan SASPRI Nasional tersebut   enjadi titik awal kolaborasi untuk merekatkan jalinan PALAKKURI di Kawasan Nanggung.‎

‎”‎Untuk itu, kami harap Edufarmers Foundation dapat menjadi mitra strategis dalam pembinaan dan pengembangan bisnis pertanian di Kecamatan Nanggung, sehingga potensi kawasan ini dapat berkembang lebih optimal,” kata Didih Radiatna.‎

‎‎Menurutnya, dibangunya sinergitas diharapkan mampu mendorong dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan seperti penguatan sistem usaha, sSerta perluasan jaringan petani  lebih luas.‎

‎Model usaha kolektif berjamaah yang dijalankan PALAKKURI dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kecamatan Nanggung, khususnya dalam mewujudkan ketersediaan pangan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.‎

‎Sebab itu, kehadirannya pihak berkompeten hal ini,  Edufarmers Foundation dan SASPRI diharapkan PALAKKURI Kawasan Nanggung  dapat menjadi contoh praktik, baik usaha kolektif berjamaah yang profesional, solid, dan berdaya saing.

(Arip Ekon)

Arus Informasi Digital Jadi Tantangan Dakwah, Kader Ulama Didorong Melek Jurnalistik

0

Sukaraja | Jurnal Bogor
Perkembangan media digital yang semakin pesat membuat informasi dapat tersebar dalam hitungan detik. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi dakwah, terutama dalam memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat memiliki kebenaran, nilai edukasi, dan manfaat.

Hal tersebut disampaikan Dr. H. Dede Fahrurozi saat memberikan paparan tentang Jurnalistik Dakwah dalam kegiatan Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan XX MUI Kabupaten Bogor di Balai Diklat Dharmais, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Minggu (9/8/2026)

Dalam paparannya, peserta PKU tidak hanya diperkenalkan pada teknik penulisan jurnalistik, tetapi juga diajak memahami pentingnya proses dalam menghasilkan sebuah karya jurnalistik. Mulai dari mencari informasi, mengolah data, melakukan verifikasi, hingga menyampaikan informasi kepada masyarakat menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas jurnalistik.

Dr. H. Dede Fahrurozi menilai, kemudahan masyarakat dalam memproduksi dan membagikan informasi melalui media digital perlu diimbangi dengan kemampuan memilah informasi. Terlebih dalam konteks dakwah, informasi yang disampaikan memiliki tanggung jawab moral karena dapat memengaruhi pemahaman masyarakat.

“Seorang jurnalis dakwah harus mampu membedakan informasi yang sekadar viral dan informasi yang benar-benar bermanfaat untuk umat,” ujarnya.

Menurutnya, tidak semua tulisan yang dibuat seseorang dapat dikategorikan sebagai karya jurnalistik. Jurnalistik memiliki proses pengolahan informasi yang menuntut ketelitian dan tanggung jawab sebelum sebuah informasi dipublikasikan.

“Jurnalistik itu bukan sekadar menulis. Pada akhirnya bukan sekadar keterampilan menulis, tapi proses mengolah informasi secara bertanggung jawab karena tidak semua tulisan kita itu menjadi karya jurnalistik,” tutur Dr. H. Dede Fahrurozi.

Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan jurnalistik menjadi bekal penting bagi kader ulama. Media dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga menghadirkan informasi yang mencerahkan dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Melalui paparan tersebut, peserta PKU diharapkan mampu melihat media digital sebagai ruang dakwah yang strategis. Namun, pemanfaatannya perlu disertai kemampuan literasi informasi sehingga pesan yang disampaikan tidak berhenti pada persoalan menarik perhatian, tetapi juga memberikan nilai dan kemaslahatan bagi umat.

Dengan demikian, jurnalistik dakwah dapat menjadi salah satu instrumen bagi kader ulama untuk hadir di ruang digital sekaligus menjaga kualitas informasi keislaman yang dikonsumsi masyarakat.

(Istikhoriyah aulia putri/cc)

Matangkan Persiapan Hadapi Lomba Kemerdekaan, Forum Potensi Tangsel Gelar Simulasi Fun Racing Challenge di Situ Gintung

0

Tangerang Selatan | Jurnal Bogor
Forum Potensi Tangerang Selatan (Tangsel) sukses menggelar kegiatan simulasi Fun Racing Challenge di kawasan Situ Gintung, Ciputat Timur, Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang di mulai pada pukul 09.00 WIB ini diselenggarakan sebagai langkah krusial dalam mematangkan persiapan menjelang perlombaan utama pada 16–17 Agustus mendatang.

Sebanyak kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari unsur Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) hingga pelajar sekolah tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian simulasi. Latihan ini dirancang untuk menguji ketangkasan, stamina, serta koordinasi tim di atas air sebelum bertanding di ajang resmi peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Perwakilan Forum Potensi Tangsel menyampaikan bahwa simulasi ini tidak hanya berfokus pada kesiapan fisik dan teknis perlombaan, tetapi juga menekankan pentingnya standar keselamatan air (water rescue) bagi seluruh calon peserta.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat mengenali medan lintasan Situ Gintung secara maksimal sehingga siap menampilkan performa terbaik dan menjunjung tinggi nilai sportivitas pada perlombaan pekan depan.

(Wawan Hermawanto)

Gebyar Agustus Seru di The Jungle, Pengunjung Bernama Agus Bisa Masuk Gratis

0

Bogor | Jurnal Bogor – Menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, The Jungle Waterpark Bogor menghadirkan berbagai promo istimewa bertajuk “Gebyar Agustus Seru (GAS)” sepanjang Agustus 2026.

Salah satu promo yang paling menarik adalah tiket masuk gratis bagi pengunjung yang memiliki nama “Agus”. Promo tersebut berlaku selama bulan Agustus 2026.

General Manager The Jungle Waterpark Bogor, Zakky Afifi, mengatakan promo tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus upaya menghadirkan perayaan kemerdekaan yang menyenangkan dan terjangkau bagi masyarakat.

“Pada perayaan kemerdekaan kali ini kami memberikan hadiah istimewa bagi yang bernama Agus, yaitu gratis masuk The Jungle. Caranya cukup mudah, dengan menunjukkan kartu identitas seperti KTP, akta kelahiran, KK atau identitas lainnya, serta wajib membawa satu orang pendamping berbayar,” ujar Zakky, Senin (10/8/2026).

Ia menambahkan, promo gratis bagi pengunjung bernama Agus dapat digunakan hingga akhir Agustus 2026 dengan pembelian langsung di loket dan tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya.

Selain promo tersebut, The Jungle kembali menghadirkan Promo KTP khusus bagi warga Jabodetabek. Promo ini berlaku sepanjang Agustus 2026 dan pembelian dilakukan langsung di loket.

“Cukup menunjukkan KTP di loket saat kedatangan. Pengunjung bisa mendapatkan harga khusus Rp60.000 per orang untuk kunjungan Senin–Jumat dari harga normal Rp85.000. Sedangkan Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional, harga tiket menjadi Rp75.000 dari harga normal Rp100.000 per orang. Satu KTP berlaku untuk minimal empat orang,” jelasnya.

The Jungle juga menyediakan paket berempat khusus bagi pelajar dan mahasiswa. Harga tiket sebesar Rp60.000 per orang untuk kunjungan Senin–Jumat, sedangkan Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional sebesar Rp75.000 per orang.

Syaratnya cukup menunjukkan kartu pelajar SD, SMP, SMA atau kartu mahasiswa di loket. Menariknya, setiap transaksi promo tersebut juga mendapatkan voucher gratis bermain di Athlon Bogor selama satu jam, dengan fasilitas olahraga seperti pickleball, badminton, tenis meja, dan biliar yang berada tidak jauh dari The Jungle.

“Voucher tersebut bisa dimanfaatkan pengunjung untuk mencoba berbagai fasilitas olahraga di Athlon Bogor,” tambah Zakky.

Wisata permainan air yang meraih Top Brand 2026 ini juga kembali menghadirkan promo Jurasik (Jumat Murah dan Asyik) setiap Jumat selama Agustus 2026. Tarif khusus yang ditawarkan sebesar Rp50.000 per orang.

Sementara untuk pembelian secara online, tersedia paket hemat Rp100.000 untuk tiga orang dan Rp125.000 untuk empat orang. Tiket dapat dibeli melalui situs resmi The Jungle.

Selain itu, tersedia Promo Merdeka Ber-8, yakni promo pembelian tiket online untuk kunjungan delapan orang dan kelipatannya. Harga tiket dibanderol Rp55.000 per orang pada Senin–Jumat dan Rp70.000 per orang pada Sabtu, Minggu serta hari libur nasional.

Promo menarik lainnya diberikan khusus bagi pengunjung yang berulang tahun pada bulan Agustus. Mereka berhak mendapatkan tiket masuk gratis dengan syarat membawa minimal satu orang pendamping dan datang pada bulan kelahirannya.

Pengunjung cukup menyerahkan fotokopi identitas, seperti KTP, SIM, akta kelahiran atau KK di loket tiket. Sementara harga tiket untuk pendamping sebesar Rp85.000 per orang pada Senin–Jumat dan Rp100.000 per orang pada Sabtu, Minggu serta hari libur nasional.

Tak hanya promo tiket, berbagai hiburan juga disiapkan untuk memeriahkan suasana kemerdekaan. Di panggung utama The Jungle akan digelar live music dan senam aerobik setiap akhir pekan.

Sepanjang Agustus, pengunjung juga dapat menikmati berbagai atraksi seperti bubble show, teater dan penampilan maskot. Beragam perlombaan khas 17 Agustus juga digelar di area Fountain Futsal, di antaranya tarik tambang, lomba kelereng, bakiak, joget balon, memasukkan air ke pipa dan berbagai permainan lainnya.

“Kami juga telah menyiapkan sejumlah hadiah spesial HUT RI, mulai dari peralatan rumah tangga, barang elektronik dan berbagai hadiah menarik lainnya,” ungkap Zakky.

Sebagai tambahan pilihan rekreasi edukatif, The Jungle juga menghadirkan wahana cinema yang menayangkan film “Kisah 25 Nabi & Rasul”. Film berdurasi sekitar 15 menit tersebut memberikan pengalaman rekreasi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai edukasi dan keimanan.

Tiket wahana cinema dapat dinikmati dengan harga Rp15.000 per orang.

The Jungle Waterpark Bogor memiliki beragam wahana favorit, di antaranya Jungle Beach, Wave Pool, Tower Slide, Lazy River, Racer Slide dan Kiddy Pool.

Untuk kolam air hangat, The Jungle kini menghadirkan suhu air berkisar 33–37 derajat Celsius. Kolam tersebut dapat menjadi pilihan untuk relaksasi dan memberikan sensasi nyaman bagi pengunjung.

Berbagai fasilitas penunjang juga tersedia, mulai dari cabana atau gazebo, pelampung, loker, ruang ganti, toilet, sarana ibadah, P3K, ATM hingga food court yang menyajikan beragam makanan dan minuman.

The Jungle Waterpark Bogor beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

Dengan berbagai promo, hiburan dan wahana yang ditawarkan, Gebyar Agustus Seru menjadi salah satu pilihan rekreasi keluarga untuk menikmati suasana libur kemerdekaan di Bogor. Yudi

GC Kids Center Siap Hadir di 50 Cluster Perumahan se-Pulau Jawa

0

Bogor | Jurnal Bogor

PT Grit Prospera Nusantara (Grit Prospera) membuka peluang kerja sama jangka panjang dengan pengembang perumahan di Pulau Jawa untuk menghadirkan fasilitas sosial (fasos) pendidikan anak melalui Gerbang Cendekia (GC) Kids Center.
Program yang mulai ditawarkan pada Oktober 2026 itu menargetkan pembangunan hingga 50 titik GC Kids Center sampai akhir 2027. Langkah tersebut dilakukan setelah dua lokasi perdana di Kota Bogor menunjukkan respons pasar yang dinilai positif sejak mulai beroperasi pada Mei 2026.

Principal PT Grit Prospera Nusantara, Achmad Syaiful Syaelendra, mengatakan program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan fasilitas pendidikan anak di kawasan hunian yang terus berkembang.

Menurut dia, kewajiban penyediaan fasos sebenarnya telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Namun, fasilitas pendidikan masih menjadi salah satu jenis fasos yang belum optimal direalisasikan di sejumlah kawasan perumahan.

“Kebutuhan akan pendidikan anak usia pra dan usia sekolah dasar yang berkualitas di kawasan hunian itu nyata, bukan asumsi. Dari pengalaman saya di sektor kebijakan pembiayaan perumahan, fasilitas sosial yang dipenuhi sekadar formalitas sering kali tidak terpakai maksimal oleh penghuninya,” kata Achmad dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).

Ia menilai keberadaan fasilitas pendidikan di dalam kawasan hunian dapat memberikan manfaat langsung bagi keluarga penghuni sekaligus mendukung pengembang dalam memenuhi kebutuhan fasos.

Program GC Kids Center juga dilatarbelakangi masih besarnya kesenjangan akses pendidikan anak usia dini. Berdasarkan data Susenas Badan Pusat Statistik yang dikutip Grit Prospera, Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD nasional tercatat sebesar 36,36 persen.

Di sisi lain, pemerintah terus mendorong peningkatan partisipasi pendidikan anak. Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 5–6 tahun di 146 kabupaten/kota yang menjadi target intervensi disebut meningkat dari 74,15 persen pada 2024 menjadi 88,38 persen pada 2025.

Grit Prospera melihat pertumbuhan kawasan hunian baru perlu diikuti dengan penyediaan sarana pendidikan anak yang memadai di lingkungan tempat tinggal.

Melalui GC Kids Center, perusahaan menawarkan model fasilitas pendidikan informal untuk anak usia 3 hingga 12 tahun yang dilengkapi kurikulum, tenaga pengajar, materi pembelajaran, serta sistem operasional yang telah dikembangkan.

Teruji di Dua Lokasi Bogor

Program tersebut sebelumnya telah diuji melalui dua lokasi perdana di Kota Bogor. GC Kids Center di Cluster Grand Alifia, Tanah Sareal, mulai beroperasi pada 2 Mei 2026. Sementara GC Family Center di Villa Citra Bantarjati, Pandu Raya, mulai beroperasi pada 27 Juni 2026.

Dalam tiga bulan pertama, kedua lokasi tersebut secara gabungan mencatat tingkat konversi dari sesi trial menjadi pendaftaran yang diklaim berada di atas rata-rata umum industri pendidikan nonformal anak usia dini.

Program pembelajaran yang ditawarkan mencakup dua kelompok usia. Untuk anak usia 3–6 tahun tersedia program Calistung dan Fun English. Sedangkan anak usia 7–12 tahun mendapatkan program Matematika SD, English Explorer, serta program inklusi.

Grit Prospera juga menetapkan rasio pendampingan maksimal satu tutor untuk empat siswa pada kelompok usia 3–6 tahun dan satu tutor untuk enam siswa pada kelompok usia 7–12 tahun.

“Dengan model yang sudah terbukti berjalan dan mencapai titik impas dalam waktu singkat, kami ingin membantu pengembang menghadirkan fasos yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh keluarga penghuni, sekaligus turut menutup kesenjangan akses pendidikan anak berkualitas yang masih lebar di negeri ini,” ujar Achmad.

Pengembang Tak Perlu Bangun dari Nol

Kerja sama tersebut terbuka bagi pengembang perumahan di seluruh Pulau Jawa. Tahapan kerja sama dimulai dari pengajuan minat, verifikasi ketersediaan wilayah, hingga peninjauan kesesuaian lokasi dengan standar GC Kids Center.

Pengembang yang bergabung akan mendapatkan dukungan dari ekosistem Grit Prospera Group, mulai dari standardisasi kurikulum dan pelatihan tutor, penyediaan materi ajar dan kampanye pengenalan, hingga pendampingan pencarian serta kesiapan lokasi.

Dukungan materi ajar dan pemasaran dilakukan PT Grit Media Nusantara, sementara pengadaan lokasi didukung PT Grit Properti Nusantara.

Dengan model tersebut, pengembang tidak perlu membangun dan menyiapkan sistem fasilitas pendidikan dari awal. GC Kids Center diposisikan sebagai solusi yang dapat mengisi kebutuhan fasos pendidikan sekaligus memberikan layanan yang langsung dapat dimanfaatkan penghuni.

Pengembang perumahan yang berminat menjajaki program tersebut dapat menghubungi tim Business Development PT Grit Prospera Nusantara untuk mendapatkan pemaparan awal dan melakukan verifikasi ketersediaan wilayah.

PT Grit Prospera Nusantara sendiri merupakan firma butik manajemen aset alternatif dan pengembangan usaha baru yang berbasis di Jakarta. Melalui divisi New Venture Development, perusahaan mengembangkan dan mengelola portofolio Gerbang Cendekia (GC) Kids Center, pusat belajar nonformal bagi anak yang secara hukum dinaungi Yayasan Gerbang Imaji Cendekia (YGIC).

** Fredy Kristianto

Perkuat Performa Atlet, Pemkot Gandeng IKIGAI Fitness

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggandeng IKIGAI Fitness untuk memperkuat pembinaan olahraga prestasi, khususnya dalam peningkatan latihan fisik dan pemulihan kondisi atlet.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor dengan IKIGAI Fitness sebagai Official Gym Partner, Jumat (7/8/2026).

Penandatanganan kerja sama itu disaksikan Wali Kota Bogor, jajaran Dispora, unsur Pemerintah Kota Bogor, pengurus cabang olahraga, serta manajemen IKIGAI Fitness.

Wali Kota Bogor menilai pembinaan atlet membutuhkan dukungan dari berbagai pihak dan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan sektor swasta dinilai penting untuk membangun ekosistem olahraga prestasi yang berkelanjutan.

Menurutnya, fasilitas latihan yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang perkembangan kemampuan atlet.

“Prestasi olahraga merupakan hasil dari pembinaan yang berkelanjutan. Pemerintah tentu tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan dunia usaha seperti IKIGAI Fitness menjadi langkah positif untuk memperkuat pembinaan atlet melalui penyediaan fasilitas latihan yang berkualitas,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat memberikan dampak terhadap peningkatan prestasi atlet Kota Bogor, baik di tingkat Jawa Barat, nasional maupun internasional.

Sementara itu, Kepala Dispora Kota Bogor mengatakan fasilitas gym dibutuhkan oleh atlet dari seluruh cabang olahraga. Menurutnya, pusat kebugaran tidak hanya berkaitan dengan cabang olahraga yang mengandalkan kekuatan fisik.

“Pada dasarnya semua cabang olahraga membutuhkan gym. Setiap atlet memerlukan kekuatan, daya tahan, keseimbangan, kelincahan, mobilitas, dan pemulihan yang baik agar dapat mencapai performa terbaiknya,” katanya.

Ia menjelaskan, kebutuhan setiap atlet tetap akan disesuaikan dengan karakteristik cabang olahraga masing-masing. Karena itu, program latihan fisik yang diberikan tidak bisa disamaratakan.

Melalui kerja sama tersebut, Dispora berharap atlet Kota Bogor mendapatkan akses terhadap fasilitas latihan dan recovery yang lebih baik. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu atlet meningkatkan kondisi fisik sekaligus mengurangi risiko cedera.

“Melalui kerja sama ini kami ingin memberikan akses yang lebih baik bagi atlet-atlet Kota Bogor terhadap fasilitas latihan dan recovery yang berkualitas. Harapannya, mereka dapat berlatih secara optimal, meminimalkan risiko cedera, serta memiliki kesiapan fisik yang lebih baik dalam menghadapi berbagai kompetisi,” ujarnya.

Sebagai Official Gym Partner, IKIGAI Fitness akan menyediakan fasilitas kebugaran, pendampingan program latihan fisik, serta layanan recovery bagi atlet dari berbagai cabang olahraga sesuai kebutuhan pembinaan yang disusun Dispora Kota Bogor.

Direktur IKIGAI Fitness, Ilham Gemilang, menyambut baik kepercayaan yang diberikan Pemkot Bogor. Ia memastikan pihaknya siap mendukung program pembinaan atlet melalui fasilitas dan layanan yang dimiliki.

“Merupakan suatu kehormatan bagi IKIGAI Fitness untuk dipercaya menjadi Official Gym Partner Pemerintah Kota Bogor. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk memberikan layanan terbaik dalam mendukung pembinaan atlet,” kata Ilham.

Ia menambahkan, IKIGAI Fitness siap berkolaborasi dengan Dispora dan para pemangku kepentingan olahraga untuk menciptakan fasilitas latihan yang nyaman, aman, dan berkualitas bagi atlet Kota Bogor.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat aspek latihan fisik dan pemulihan atlet, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Bogor membangun sistem pembinaan olahraga prestasi yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Dengan dukungan fasilitas kebugaran dan recovery yang memadai, kualitas persiapan atlet Kota Bogor diharapkan semakin meningkat sehingga mampu bersaing dalam berbagai ajang olahraga di tingkat regional, nasional hingga internasional.

** Fredy Kristianto