29.9 C
Bogor
Tuesday, June 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Kebebasan Cuma Omon-Omon”

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Penyelenggara acara Halal Bi Halal Pengamat, yang membuat Saiful Mujani, Feri Amsari dan Islah Bahrawi dipanggil kepolisian, bertekad akan membela sampai titik darah penghabisan atas pemanggilan 3 pengamat itu, atas dasar delik aduan penghasutan.

Menurut Ahmad Wakil Kamal selaku penyenggara acara, pihaknya sebagai inisiator Halal Bihalal pada tanggal 31 Maret 2026 yang merasa mempunyai kewajiban moral untuk terus mengawal proses hukum atas dipanggilnya beberapa pengamat yang menyampaikan orasi ilmiah dalam acara tersebut oleh Polda Metro Jaya dalam kasus penghasutan.

“Sebelum dituduh makar kemudian berubah menjadi kasus penghasutan, hal mana jelas perkara ini sangat dipaksakan karena tidak ada unsur tindak pidana penghasutan,” ujarnya.

Menurut Ahmad, nampak jelas hukum sebagai alat politik untuk membungkam kelompok-kelompok yg kritis terhadap kekuasaan.

“Dengan demikian kebebasan berpendapat pada era Prabowo merupakan kebebasan yang cuma omon-omon, pelan tapi pasti kembali pada zaman kelam orde baru,” tegas pria yang akrab disapa Wakil Kamal.

Adapun Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti, melontarkan kritik keras terhadap kinerja DPR RI yang dinilainya semakin kehilangan peran sebagai lembaga pengawas pemerintah.

Dalam diskusi yang diselenggarakan Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) di Jakarta Timur, Senin (1/6/2026), Ray menilai sebagian anggota parlemen kini lebih sering tampil sebagai pembela kebijakan pemerintah dibanding menjalankan fungsi pengawasan yang menjadi mandat konstitusional mereka.

Menurut Ray, kondisi tersebut mengingatkannya pada istilah populer pada era Orde Baru yang menggambarkan perilaku anggota DPR melalui singkatan “5D”, yakni datang, duduk, diam, dengar, dan duit.

Namun, kata dia, situasi saat ini bahkan telah berkembang menjadi “5D plus 1H”.

“Sekarang ada tambahan satu huruf lagi, yaitu H, humas presiden,” ujar Ray dalam forum diskusi tersebut.

Pernyataan itu disampaikan sebagai kritik terhadap fenomena yang menurutnya semakin sering terlihat di parlemen, yakni anggota DPR yang lebih aktif menjelaskan atau membela pernyataan pemerintah kepada publik daripada melakukan evaluasi terhadap substansi kebijakan yang disampaikan.

Ray mencontohkan respons sejumlah anggota DPR terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap masyarakat desa.

Menurutnya, ketika muncul perdebatan publik terkait pernyataan tersebut, DPR semestinya menjalankan fungsi pengawasan dengan meminta penjelasan pemerintah atau menggelar rapat bersama kementerian terkait.

Namun yang terjadi, kata Ray, justru sejumlah anggota DPR tampil memberikan interpretasi dan klarifikasi atas pernyataan Presiden.

Ia secara khusus menyinggung sikap Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun yang memberikan penjelasan kepada publik mengenai maksud pernyataan Presiden.

“Padahal tugas DPR adalah mengawasi dan meminta penjelasan kepada pemerintah, bukan menjadi pihak yang menjelaskan pernyataan pemerintah,” katanya.

Selain itu, Ray juga menyoroti polemik bantuan sapi kurban Presiden yang sempat menjadi perbincangan publik.

Ia menilai pernyataan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman yang menjelaskan bahwa program bantuan hewan kurban Presiden tidak bertentangan dengan hukum maupun syariat semakin memperkuat kesan bahwa sebagian anggota DPR lebih banyak berperan sebagai pembela pemerintah.

Menurut Ray, kecenderungan tersebut berpotensi melemahkan sistem checks and balances yang menjadi salah satu fondasi utama demokrasi.

“Kalau parlemen sibuk menjadi juru bicara pemerintah, siapa yang menjalankan fungsi kontrol terhadap kekuasaan?” ujarnya. n Herry Setiawan

Kisah 34 Tahun Tak Bertemu: Silaturahmi Alumni SMPN 1 Cikeusal Serang Pecah Haru

0

Serang | Jurnal Bogor
Setelah 34 tahun berpisah sejak lulus tahun 1992, alumni SMPN 1 Cikeusal, Kabupaten Serang, akhirnya kembali berkumpul dalam acara silaturahmi yang penuh haru, Sabtu (30/05/2026).

Dulu mereka berpisah sebagai anak sekolah berseragam putih biru. Kini, mereka datang sebagai bapak, ibu, dengan cerita hidup masing-masing. Ada yang datang dari Jakarta, Bogor, Bandung, bahkan luar Jawa.

“Rasanya kayak kemarin pisah di lapangan upacara. Begitu ketemu, langsung inget masa nakal-nakalan dulu,” kata salah satu alumni yang hadir, Entis Haryadi yang juga ketua panitia reuni.

Momen paling mengharukan terjadi saat guru mereka, Pak Agus Cantrik, guru kesenian hadir di tengah acara. Meski sudah sepuh, beliau masih mengingat nama satu per satu mantan muridnya.

Acara yang awalnya hanya dimulai dari grup WhatsApp kecil kini berkembang menjadi pertemuan satu angkatan 92. Tanpa seremoni mewah, yang ada hanya cerita lama, tawa, dan pelukan panjang yang tertunda 34 tahun.

Bagi mereka, reuni ini bukan soal siapa yang paling sukses. Tapi tentang menjaga ikatan yang pernah dibangun di bangku SMPN 1 Cikeusal.

“Silaturahmi ini semoga jadi awal, bukan akhir,” harap Entis Haryadi.

(Wawan Hermawanto)

Peduli Lingkungan, Kampoong Ecopreneur Bagikan 108 Hewan Kurban bagi Santri Penghafal Qur’an Pakai Besek Bambu

0

Bogor | Jurnal Bogor — Kampoong Ecopreneur membagikan 108 hewan kurban kepada para santri penghafal Al-Qur’an, warga sekitar, dan masyarakat yang membutuhkan di wilayah Dompu, Nusa Tenggara Barat dan di Desa Sadeng Kolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Rabu (28/5/2026).

Hewan kurban yang terdiri dari 94 ekor kambing dan 2 ekor sapi itu merupakan amanah dari Jamaah Meaningful Ways, Jamaah MHJA (Mengasah Hati Bersama Jamil Azzaini), anggota Muhsinin Club, komunitas Ortuku Surgaku, serta para pendukung Kampoong Ecopreneur lainnya seperti Yayasan Dompet Dhuafa, komunitas muslim di Otoritas Jasa Keuangan dan di Sampoerna Foundation.

“Di sini alhamdulillah ada 108 hewan kurban 94 ekor kambing dan 2 ekor sapi yang dipotong. Ini adalah amanah dari Anda semuanya,” ujar Jamil Azzaini, Pendiri Kampoong Ecopreneur dalam keterangan yang disampaikan kepada jamaah dan para pendukung program.

Pemotongan dilaksanakan pada hari Tasyriq, sehari setelah Idul Adha 1447 H, bertepatan dengan Rabu, 28 Mei 2026, di tenda yang telah disiapkan oleh panitia Kampoong Ecopreneur.

“Yang membahagiakan bukan hanya jumlahnya, melainkan semangat yang ingin kami hidupkan di baliknya. Pembagian daging kurban kami lakukan menggunakan besek bambu berlapis daun pisang, tanpa plastik. Sebuah ikhtiar kecil untuk menunjukkan bahwa ibadah pun bisa dilakukan dengan lebih ramah lingkungan,” kata Jamil.

Dan di setiap besek itu, kata Jamil Kampoong Ecopreneur titipkan juga pesan cinta untuk para penerima daging kurban.Karena kami percaya, kurban bukan hanya tentang membagi daging, tetapi juga tentang menebarkan kepedulian, kehangatan, dan kemuliaan hati.

Tersebar ke 25 Pesantren dan 15 RT
Daging kurban tersebut didistribusikan kepada 25 pesantren dan majelis pengajian Al-Qur’an di sekitar Desa Sadeng Kolot dan Kecamatan Leuwisadeng. Selain itu, sebanyak 800 bungkus paket daging dibagikan kepada warga yang tersebar di 15 RT di Desa Sadeng Kolot.

Ketua MUI Desa Sadeng Kolot sekaligus Pimpinan Majelis Ta’lim Qurrota A’yun, Ustadz Fadlur Ribat, menyampaikan apresiasinya atas distribusi kurban tersebut.

“Kami selaku Mudirul Ma’had Majelis Taklim Qurotaayun mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Hari ini kami telah menerima daging kurban dari Kampoong Ecopreneur,” kata Ustadz Fadlur Ribat. Dia berharap Yayasan Kampoong Ecopreneur terus berkembang dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.

Sambutan senada disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. KH. Dede Mahfudz, M.Ag. “Kami mengucapkan terima kasih, syukron, kepada Yayasan Kampoong Ecopreneur yang telah memberikan hewan kurban untuk warga dan pondok pesantren di sekitar Desa Sadengkolot dan Kecamatan Leuwisadeng. Mudah-mudahan dengan wasilah ini Kampoong Ecopreneur tambah bertambah-tambah barokah,” katanya.

Kampoong Ecopreneur Terus Berkembang
Di samping kegiatan kurban, Kampoong Ecopreneur saat ini tengah menjalankan pembangunan asrama santri. Lokasi tersebut juga telah memiliki aula sementara dan masjid sementara yang aktif digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat.

Rencananya akan dibangung 4 (empat) asrama santri yang total bisa menampung 48 orang santri. Untuk pembangunan asrama santri dibutuhkan dana sekitar Rp 1,4 miliar. Jamil berharap dukungan dari masyarakat bisa membuat asrama itu terwujud sebelum September 2026

“Insya Allah Kampoong Ecopreneur terus bertumbuh, dan insya Allah memang benar-benar menyuburkan serta mengalirkan kebaikan,” ujar Jamil Azzaini. Yudi

Bupati Bogor Rudy Susmanto Berkurban untuk Leluhur Bogor, Daging Dibagikan kepada 250 Warga Lereng Gunung Gede

0

Caringin | Jurnal Bogor – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai penuh khidmat dan kepedulian sosial oleh Rudy Susmanto. Dalam perayaan Idul Adha tahun ini, Bupati Bogor melaksanakan kurban yang dipersembahkan untuk para leluhur Bogor sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah, perjuangan, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan kepada generasi saat ini.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Persaudaraan Wartawan Online dan berkolaborasi dengan Polsek Caringin. Proses pemotongan hewan kurban dipusatkan di halaman Mapolsek Caringin, Kamis (28/5/2026), dengan suasana penuh kebersamaan dan gotong royong.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Caringin AKP Jajang, perwakilan MUI Caringin KH. Dudih Paridudin, unsur Pol PP Kecamatan Caringin, jajaran pengurus PWO, serta tokoh masyarakat setempat.

Usai proses penyembelihan, daging kurban didistribusikan kepada 250 warga kurang mampu yang berada di wilayah lereng Gunung Gede, khususnya masyarakat yang selama ini membutuhkan perhatian sosial dan bantuan kemanusiaan. Penyaluran dilakukan secara langsung agar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ketua Umum Persaudaraan Wartawan Online, Ujang Maturidi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bersejarah dalam tradisi kepemimpinan di Kabupaten Bogor. Menurutnya, kurban yang dipersembahkan untuk leluhur Bogor memiliki makna mendalam, bukan hanya sebagai ibadah, namun juga bentuk penghormatan terhadap para pendahulu yang telah membangun dan menjaga tanah Bogor hingga saat ini.

“Ini menjadi sejarah, seorang pemimpin Bogor berkurban untuk leluhur Bogor dan hasilnya diberikan kepada masyarakat kurang mampu. Ada nilai penghormatan kepada para pendahulu sekaligus kepedulian sosial kepada warga,” ujar Ujang Maturidi.

Sementara itu, KH. Dudih Paridudin mengatakan kegiatan tersebut merupakan hal yang sangat jarang terjadi dan memiliki makna besar bagi masyarakat Bogor.

“Ini pertama dalam sejarah ada pemimpin yang berkurban untuk leluhur Bogor, karena kadang orang lupa kepada sejarah dan para pendahulunya. Tapi Alhamdulillah kami bersyukur, Bapak Bupati Bogor berkurban untuk leluhur, itu membuktikan beliau tidak lupa sejarah dan cinta terhadap leluhur Sunda,” ungkap KH. Dudih Paridudin.

Ia menilai penghormatan terhadap leluhur merupakan bagian penting dalam menjaga identitas budaya dan sejarah Bogor. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus terus diwariskan agar generasi muda tetap mengenal akar budaya dan perjuangan para pendahulu.

Kolaborasi antara Persaudaraan Wartawan Online dan Polsek Caringin dalam pelaksanaan kegiatan tersebut pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Selain berjalan lancar, kegiatan sosial itu dinilai mampu mempererat hubungan antara unsur pemerintah, aparat keamanan, insan pers, dan masyarakat.

Warga penerima manfaat mengaku bersyukur atas pembagian daging kurban tersebut. Terlebih, sebagian besar penerima merupakan masyarakat yang tinggal di kawasan lereng pegunungan dengan kondisi ekonomi sederhana. Kehadiran bantuan daging kurban menjadi kebahagiaan tersendiri di momentum Hari Raya Idul Adha.

Semangat berbagi yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial, menjaga tradisi gotong royong, serta menghormati nilai-nilai sejarah dan budaya Bogor yang diwariskan para leluhur. Yudi

Idul Adha, Dedie Rachim Ajak Warga Jaga Bogor Tetap Kondusif

0

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Adha 1447 Hijriah sebagai sarana memperkuat kepedulian sosial, persatuan, dan kebersamaan. Nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah kurban menjadi modal penting untuk menjaga Kota Bogor tetap aman, harmonis, dan kondusif.

Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan tahunan. Lebih dari itu, hari raya kurban menjadi momentum untuk menumbuhkan keikhlasan, semangat berkorban, serta kepedulian terhadap sesama.

“Ibadah kurban mengajarkan kita tentang keikhlasan dan kepedulian. Ini bukan hanya hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga hubungan antar-manusia yang harus terus kita jaga,” ujar Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat pelaksanaan Salat Idul Adha di Masjid Al-Muttaqin, Rabu (27/5/2026).

Dedie hadir bersama unsur Forkopimda dan jajaran Pemerintah Kota Bogor. Turut hadir Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, yang melaksanakan salat di lokasi yang sama.

Ia mengajak masyarakat meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menunjukkan ketaatan, kesabaran, dan pengorbanan demi menjalankan perintah Allah SWT.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

“Momentum Idul Adha ini harus kita jadikan penguat solidaritas sosial dan ukhuwah Islamiyah. Dengan kebersamaan, kita bisa menjaga kota ini tetap kondusif,” katanya.

Pada kesempatan itu, Dedie juga mengajak masyarakat mendoakan sekitar 900 jemaah haji asal Kota Bogor yang tengah menunaikan ibadah di Tanah Suci agar diberikan kesehatan, keselamatan, dan kembali ke tanah air sebagai haji dan hajjah yang mabrur.

Ia turut meminta dukungan seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi bersama pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan warga Kota Bogor.

Di tempat terpisah, warga Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, sumringah menerima bantuan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha 1447 Hijriah. Hewan kurban berbobot lebih dari satu ton itu menjadi perhatian warga sejak tiba hingga proses penyembelihannya, Rabu (27/5).

Sejak pagi, ratusan warga memadati area Masjid Nurul Huda untuk menyaksikan secara langsung penyembelihan sapi jenis Simental Cross tersebut. Tak sedikit warga yang mengabadikan momen langka itu menggunakan telepon genggam mereka.
Sapi berwarna coklat dengan corak putih di bagian kaki dan belakang tubuhnya itu mendapat perhatian khusus dari warga.

Bahkan, sejumlah warga rela begadang semalaman untuk menjaga hewan kurban bantuan Presiden tersebut.

“Dijaga sampai sekitar pukul 05.30 WIB. Anak-anak muda sampai orang tua begadang dari malam, gelar terpal dan menjaga sapi bersama-sama,” ujar Panitia Kurban Masjid Nurul Huda, Udi.

Menurutnya, bantuan sapi kurban dari Presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Kayumanis. Pasalnya, baru kali ini lingkungan mereka menerima langsung hewan kurban dari kepala negara.

“Alhamdulillah, ini rezeki buat warga. Baru pertama kali dapat sapi dari Presiden. Biasanya paling dari camat atau wali kota. Warga jadi senang sekali,” katanya.

Karena ukuran sapi yang tidak biasa, panitia pun memutuskan menggunakan jasa jagal profesional untuk proses penyembelihan. Langkah tersebut dilakukan demi memastikan keamanan dan mempercepat proses penanganan hewan kurban.

“Kalau sapi sebesar ini tidak bisa sembarangan. Kami khawatir kalau sampai lepas atau mengamuk. Makanya pakai jagal khusus,” jelas Udi.

Untuk jasa penyembelihan dan penanganan sapi, panitia mengeluarkan biaya sekitar Rp3 juta yang berasal dari swadaya peserta kurban.

“Kalau pakai tenaga profesional, prosesnya lebih cepat dan kualitas daging juga lebih terjaga,” tambahnya.

Proses penyembelihan sapi kurban Presiden Prabowo berlangsung cukup dramatis. Bobot hewan yang mencapai 1,02 ton membuat petugas harus bekerja ekstra keras untuk menjatuhkannya.
Sapi sempat memberikan perlawanan dan beberapa kali menendang saat petugas berusaha mengendalikan tubuhnya.
Situasi tersebut membuat perhatian warga semakin tertuju ke lokasi penyembelihan.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang hadir di lokasi bahkan ikut membantu proses penaklukan sapi. Ia tampak memberikan arahan kepada petugas sekaligus membantu menarik bagian tubuh sapi agar proses penjatuhan berjalan lebih efektif.

Pantauan di lapangan, petugas membutuhkan waktu hampir 20 menit hingga akhirnya sapi berhasil dijatuhkan dan disembelih.

“Bobot sapi ini sekitar 1,02 ton. Kalau melihat pengalaman sebelumnya, saya perkirakan hasil dagingnya bisa mencapai sekitar 1.000 kantong untuk dibagikan kepada masyarakat,” ujar Jenal.

Ia menjelaskan, penentuan lokasi penyembelihan sapi bantuan Presiden dilakukan secara bergilir setiap tahun di berbagai wilayah Kota Bogor.

“Tahun lalu di As-Shogiri. Tahun ini di Kayumanis. Insya Allah tahun depan bisa di wilayah lain lagi supaya manfaatnya dirasakan merata,” katanya.

Jenal menyebut Kota Bogor sudah dua kali menerima bantuan sapi kurban dari Presiden. Ia berharap program tersebut terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pemkot Bogor Perluas Layanan Jemput Bola Melalui CKG SMART

0

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencanangkan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sasaran, Mobile, Adaptif, Responsif, dan Terintegrasi (SMART).

Secara simbolis, pencanangan CKG SMART dilakukan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil dalam Rapat Koordinasi (rakor) Satgas Pemeriksaan Kesehatan Gratis Kota Bogor di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (26/5/2026).

Dedie Rachim mengatakan, CKG tahun ini bukan hanya memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan lengkap dan gratis, tetapi juga melahirkan inovasi baru yang didorong oleh Dinkes melalui Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena.

“CKG SMART ini bisa terintegrasi dengan digital. Bisa dijadikan sebagai bahan atau dasar kebijakan Pemerintah Kota Bogor di bidang kesehatan. Jadi, semakin banyak dan semakin lengkap masyarakat Kota Bogor melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis, maka datanya akan lebih lengkap,” ucap Dedie Rachim.

Hal itu kata dia, akan memudahkan pemerintah kota dalam menentukan arah kebijakan di bidang kesehatan yang tepat.

Berkaitan dengan data kesehatan, pada 2025 capaian Program Cek Kesehatan Gratis di Kota Bogor mencapai 49,62 persen, tertinggi di Jawa Barat. Sementara itu, hingga menjelang akhir semester pertama 2026, capaian telah menyentuh 21 persen.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 92 persen peserta kurang aktivitas fisik. Karena itu, Pemkot Bogor akan memperluas layanan jemput bola ke sekolah, rumah, posyandu, kampus, kantor, pondok pesantren, hingga majelis taklim guna meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Sistem CKG SMART juga akan terhubung dengan data berbasis NIK secara aman dan tetap menjaga kerahasiaan rekam medis,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil mengapresiasi langkah dan inovasi yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan.

“Mudah-mudahan sistem ini bisa menjadi database bersama bagi kita untuk melakukan tindakan-tindakan preventif lanjutan,” ujar Adityawarman Adil.

Tak hanya itu, program bergerak atau senam bersama perlu juga digalakkan kembali di lingkungan dinas, instansi pemerintahan, hingga sekolah-sekolah demi mewujudkan warga Kota Bogor yang lebih sehat.

Kadinkes Kota Bogor, Erna Nuraena mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut penguatan Program CKG Kota Bogor yang selaras dengan Asta Cita Presiden, transformasi layanan primer, dan program Bogor Sehat.

Melalui rapat koordinasi dan pencanangan CKG SMART ini, pihaknya ingin memperkuat komitmen lintas sektor, peran Satgas CKG, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan guna menghadirkan layanan deteksi dini kesehatan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan merata.

“Sehingga dengan menggunakan pendekatan ini, pelaksanaan CKG diarahkan tidak lagi sekadar kegiatan skrining yang bersifat event based, tetapi menjadi sistem deteksi dini yang terintegrasi, berkelanjutan, dan didukung kolaborasi lintas sektor,” ucapnya.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen pilot project, dukungan media edukasi dari BJB, serta penguatan regulasi, edukasi, monitoring, dan pemanfaatan data kesehatan untuk kebijakan yang lebih tepat sasaran menuju Bogor Sehat, Bogor Beres, Bogor Maju.

Dengan begitu, semua pemangku kepentingan bisa menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi lintas sektor, memperjelas peran Satgas Pemeriksaan Kesehatan Gratis, serta menandai pencanangan CKG SMART sebagai model penguatan tata kelola dan layanan Cek Kesehatan Gratis di Kota Bogor.

“Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun penguatan komitmen lintas sektor terhadap implementasi CKG SMART, aktifnya peran Satgas Pemeriksaan Kesehatan Gratis, serta tersusunnya langkah dukungan yang lebih terkoordinasi,” kata Erna.

Selain itu, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono dalam tayangan video mendukung pencanangan CKG SMART di Kota Bogor.

Begini Cara Kerja PSEL di Bogor dan Dampaknya bagi Lingkungan

0

Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bogor masih menjadi banyak pertanyaan. Seperti berkaitan dengan potensi pencemaran udara dan dampak kesehatan dari proses pembakaran sampah.

Menjawab hal tersebut, Director Project and Stakeholder Management Danantara Waste Energy, Maulana Muhammad, menjelaskan bahwa teknologi yang digunakan dalam PSEL merupakan insinerator modern dengan standar emisi ketat. Sistem ini dirancang untuk membakar sampah hingga habis tanpa menyisakan limbah dalam jumlah besar.

“Dengan teknologi insinerator termal yang mutakhir ini, 90 sampai 100 persen volume sampah bisa habis dibakar tanpa sisa makro. Ini berbeda dengan teknologi lain seperti RDF atau gasifikasi yang masih menyisakan residu cukup besar,” ujarnya dalam sosialisasi di Kantor PWI Kota Bogor, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, proses kerja PSEL dimulai dari pengumpulan sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi. Sampah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam ruang bakar bersuhu tinggi untuk menghasilkan panas, yang selanjutnya dikonversi menjadi energi listrik melalui turbin.

Energi listrik yang dihasilkan kemudian disalurkan ke jaringan PLN sebagai off-taker. Dengan skema ini, pengolahan sampah tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi dari energi yang dihasilkan.

Selain itu, sisa pembakaran berupa fly ash dan bottom ash (Faba) tidak dibuang begitu saja. Material tersebut akan diolah kembali menjadi produk turunan seperti paving block dan bahan konstruksi lainnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Denni Wismanto, menyebutkan bahwa penerapan PSEL memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan emisi dan efisiensi energi.

“Dengan kapasitas 1.000 ton sampah per hari, kita bisa mengurangi sekitar 180 ribu ton emisi karbon dioksida. Selain itu, penggunaan batu bara sebagai energi fosil juga bisa ditekan secara langsung,” jelasnya.

Menurut Denni, kekhawatiran masyarakat terhadap polusi udara dinilai berlebihan jika melihat standar teknologi yang digunakan. Ia memastikan bahwa emisi dari cerobong PSEL telah dirancang berada di bawah ambang batas aman lingkungan.

“Standar emisinya sangat ketat. Jadi secara teknis aman bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” katanya.

Proyek PSEL di Kota Bogor akan dibangun di dua lokasi, yakni Galuga dan Kayu Manis, dengan skema kerja sama antardaerah. PSEL Galuga akan menangani sampah dari Kota dan Kabupaten Bogor, sementara PSEL Kayu Manis melibatkan Kota Bogor dan Kota Depok.

Selain mengolah sampah baru, fasilitas ini juga ditargetkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap metode TPA konvensional yang selama ini menimbulkan persoalan bau, pencemaran air lindi, dan keterbatasan lahan.

Pemerintah Kota Bogor bersama DLH menyatakan akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat guna memberikan pemahaman utuh terkait teknologi PSEL.

Diskominfo Gelar SosialosasiPedoman Teknis dan SOP Pemanfaatan SPLP Secara Virtual Untuk Perkuat Integrasi SPBE

0

Cibinong | Jurnal Bogor – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor melalui Bidang Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pedoman Teknis dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemanfaatan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) secara virtual pada Selasa, (26/5/26)

Kegiatan ini diikuti oleh perangkat daerah se-Kabupaten Bogor sebagai bagian dari upaya memperkuat integrasi aplikasi dan interoperabilitas data dalam mendukung implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Mewakili Kadiskominfo, Katim Integrasi dan Interoperabilitas Aplikasi Diskominfo Kabupaten Bogor, Ilham Maulana menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

“Perkembangan teknologi informasi menuntut pemerintah untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan, dan terintegrasi. Namun saat ini masih terdapat tantangan berupa belum optimalnya integrasi antar aplikasi serta interoperabilitas data antar perangkat daerah,” ujarnya.

Ilham menjelaskan bahwa kondisi tersebut masih berdampak pada adanya duplikasi data, belum efisiennya proses layanan, serta terbatasnya pertukaran data antar sistem pemerintahan.

Sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE serta Peraturan Bupati Bogor Nomor 37 Tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong pemanfaatan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) sebagai sarana integrasi layanan digital antar perangkat daerah.

Lebih lanjut, kegiatan sosialisasi ini juga merupakan bagian dari aksi perubahan yang tengah dijalankan dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) dengan judul
“Penyusunan Pedoman Teknis Pemanfaatan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) dalam Mendukung Integrasi Aplikasi dan Interoperabilitas Data”.

Aksi perubahan tersebut bertujuan untuk memperkuat tata kelola integrasi data melalui penyusunan pedoman teknis dan SOP yang menjadi acuan bersama perangkat daerah dalam pelaksanaan integrasi aplikasi secara terstandar, aman, dan berkelanjutan.

Adapun tujuan utama dari aksi perubahan ini meliputi peningkatan efektivitas implementasi SPBE, penguatan tata kelola integrasi aplikasi, percepatan layanan digital, hingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data terintegrasi.

Ilham menegaskan bahwa keberhasilan implementasi SPLP tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi dan sinergi seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Melalui pedoman teknis dan SOP ini, diharapkan proses integrasi sistem dapat berjalan lebih terpadu, terarah, dan berkelanjutan, serta memberikan kepastian dalam tata kelola integrasi layanan digital,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman perangkat daerah terkait kebijakan SPLP, mekanisme integrasi aplikasi, peran masing-masing perangkat daerah, serta standar operasional dalam pelaksanaan interoperabilitas data.

Di akhir sambutannya, Ilham menekankan pentingnya komitmen bersama dalam membangun ekosistem SPBE yang terintegrasi guna menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan responsif bagi masyarakat Kabupaten Bogor. (*)

Zebua Motor Miliki Konsep Baru “Bengkel-Caffe”, Servis Kendaraan Kini Bisa Sambil Ngopi

0

Rancabungur | Jurnal Bogor – Menunggu servis kendaraan (motor) yang biasanya membosankan kini berubah jadi pengalaman yang lebih nyaman. Sebuah usaha baru menggabungkan bengkel dan caffe dalam satu tempat resmi dibuka, mengusung konsep “ngopi sambil nunggu servis” di Zebua Motor di Jl. Atang Senjaya No.2,Pasirgaok, Kecamatan. Rancabungur, Kabupaten Bogor.

Pemilik usaha, Andreas Zebua , mengatakan ide ini muncul dari kebiasaan pelanggan yang sering mengeluh bosan saat menunggu motornya diperbaiki.

“Kami ingin bikin ruang tunggu yang nggak sekadar kursi plastik dan TV. Sekarang pelanggan bisa kerja pakai laptop, meeting kecil,Karoke ,Foto (View yang sangat Bagus)atau ngobrol santai sambil menanti proses servis di lantai atas,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (27/05/2026)

Meski berada dalam satu bangunan, area bengkel dan caffe dipisahkan di lantai atas dan pemandangan indah di sekitar lokasi bengkel Zebua Motor berada. Tujuannya agar pengunjung tetap nyaman tanpa terganggu . Wi-Fi gratis, dan playlist musik ringan sengaja disiapkan untuk mendukung suasana kerja dan nongkrong.

Menu yang disajikan pun sederhana: kopi manual brew, es teh, roti bakar, hingga camilan lokal. Harga dibanderol mulai Rp.7000.,- s/d Rp.25.000,-menyasar mahasiswa ,komunitas arisan, lembaga, pekerja lepas, hingga pengendara ojek online.

Sejak soft opening pekan lalu, tempat ini ramai dikunjungi terutama di akhir pekan.

“Biasanya nunggu servis 1 jam rasanya lama banget. Sekarang malah kurang, soalnya enak buat ngetik tugas,” kata Juni, salah satu pelanggan.

Konsep gabungan bengkel dan caffe ini dinilai relevan dengan gaya hidup urban yang serba cepat dan multitasking. Pengamat UMKM menyebut model bisnis seperti ini bisa jadi strategi untuk meningkatkan pendapatan dan loyalitas pelanggan di sektor jasa otomotif.

Dengan semakin banyaknya kendaraan di perkotaan, tren one-stop service yang menggabungkan kebutuhan teknis dan gaya hidup diprediksi akan terus tumbuh.

(Wawan Hermawanto)

Wamentan Sudaryono: Ketersediaan Hewan Kurban Nasional Surplus, Pasokan Aman

0

Jakarta | jurnal Bogor – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut ketersediaan hewan kurban nasional tahun ini berada dalam kondisi aman bahkan surplus. Berdasarkan laporan yang disampaikan, jumlah hewan kurban secara nasional mencapai sekitar 3,2 juta ekor, sementara kebutuhan diperkirakan berada pada kisaran 2,4 juta ekor, sehingga terdapat surplus sekitar 800 ribu ekor.

Menurut Wamentan Sudaryono, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasokan ternak nasional dalam kondisi baik sekaligus menjadi gambaran daya tahan masyarakat di tengah berbagai tantangan global.

“Ini artinya alhamdulillah Allah telah memberikan rahmat-Nya, telah memberikan rezekinya kepada bangsa kita, negara kita. Hari ini di saat kesulitan perang di mana-mana kita dalam keadaan yang baik, itu perlu tentu kita syukuri bersama,” ujar Wamentan Sudaryono pada Kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Nurul Iman, Kantor Pusat, Kementerian Pertanian, Rabu (27/5/2026)

Data nasional menunjukkan tren peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kurban. Berdasarkan data iSIKHNAS, jumlah pemotongan hewan kurban secara nasional pada 2025 lalu tercatat mencapai 2.268.764 ekor atau meningkat 11,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebanyak 2.033.995 ekor.

Optimisme tersebut juga tercermin dari pelaksanaan kurban di lingkungan Kementerian Pertanian yang mencatat rekor tertinggi sepanjang penyelenggaraan. Tahun 2026 ini, sebanyak 49 ekor hewan kurban, terdiri atas 41 ekor sapi dan 8 ekor kambing, terkumpul di Masjid Nurul Iman Kantor Pusat Kementerian Pertanian.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024 tercatat sebanyak 2 ekor sapi dan 15 kambing, meningkat menjadi 9 ekor sapi dan 10 kambing pada 2025, lalu melonjak menjadi 41 ekor sapi dan 8 kambing pada tahun 2026 ini.

“Insyaallah negara kita baik, pertumbuhannya baik dan kita bisa lihat partisipasi dari jumlah kurban di masjid ini saja,” ujar Wamentan Sudaryono yang juga merupakan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu.

Hewan kurban berasal dari berbagai pihak, mulai dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wamentan Sudaryono, pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian, mitra kerja, BUMN, hingga HKTI yang menyalurkan 15 ekor sapi kurban. Untuk memastikan penyembelihan berjalan sesuai syariat dan standar kesehatan, panitia melibatkan 41 Juru Sembelih Halal (Juleha) binaan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH).

“Tolong juga seluruh penyembelihan hewan ini dilaksanakan dengan higienis, dengan baik, bersih, sehingga tidak menimbulkan satu hal yang tidak kita inginkan,” kata Wamentan Sudaryono.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Agung Suganda turut melaporkan bahwa ketersediaan hewan kurban nasional dalam kondisi aman dan terkendali. Berdasarkan proyeksi Ditjen PKH, total ketersediaan hewan kurban mencapai sekitar 3,2 juta ekor, terdiri dari 860 ribu ekor sapi, 34 ribu ekor kerbau, 1,4 juta ekor kambing, dan 935 ribu ekor domba.

“Kami melaporkan bahwa ketersediaan hewan kurban secara nasional cukup aman dan terkendali. Total proyeksi ketersediaan sebanyak 3,2 juta ekor, sementara proyeksi kebutuhan nasional kita untuk pengadaan hewan kurban ini sebanyak 2,4 juta ekor sehingga masih ada surplus sekitar 800 ribu ekor,” ujar Agung Suganda.

Agung juga menyampaikan bahwa tahun ini pemerintah menyalurkan lebih dari 1.000 ekor sapi bantuan kemasyarakatan Presiden yang didistribusikan ke provinsi, kabupaten/kota, Ibu Kota Nusantara (IKN), serta berbagai lembaga masyarakat.

“Totalnya itu ada 1.000 lebih sapi kurban bantuan kemasyarakatan dari Bapak Presiden dan alhamdulillah setiap tahun ini naik terus. Tahun kemarin 981, sekarang 1.000 lebih karena ini bentuk kepedulian dari Presiden kepada kita semua, khususnya para peternak,” kata Agung.

Selain itu, pelaksanaan dam haji di dalam negeri juga mengalami peningkatan. Jika tahun lalu sekitar 10 ribu ekor kambing disembelih melalui skema dam haji, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 32.690 ekor.

Menurut Agung, peningkatan tersebut berpotensi memberikan dampak positif bagi peternak nasional.

“Kalau 200 ribu jemaah haji saja ditambah dengan kebutuhan kurban tadi, maka setiap tahun paling tidak lebih dari 2 juta ekor harus disiapkan dan ini menambah keberkahan bagi teman-teman peternak kita,” ujarnya.

(Restu/BBPMKP)