33.8 C
Bogor
Thursday, August 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

SDN Julang Tampil Gemilang Otrad Tanah Sareal Dibuka Hari ini

0

BOGOR — Ratusan pelajar jenjang sekolah dasar (SD) di wilayah Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, mengikuti Lomba Olahraga Tradisional (Otrad) yang digelar di Lapang Taman Heulang, Kamis (27/8/2026).
Sejumlah cabang olahraga tradisional diperlombakan dalam kegiatan tersebut, yakni hadangan, egrang, dagongan, tarompah panjang, dan sumpit.
Wakabidang Olahraga Tradisional, Dewi Royung Wulan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan Kecamatan Tanah Sareal untuk menghadapi ajang Otrad tingkat Kota Bogor.
“Juara 1, 2 dan 3 akan mewakili Tanah Sareal di tingkat kota,” jelas Dewi kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Menurut Dewi yang juga merupakan Kepala SDN Kebon Pedes 5, pelaksanaan Otrad tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan sekaligus melestarikan budaya lokal kepada generasi muda.
“Melatih kepercayaan diri para siswa peserta lomba, membuat bugar fisik dan membangun karakter disiplin,” sambung Dewi.
Kendati pembukaan kegiatan baru dilaksanakan secara resmi hari ini, cabang olahraga hadangan telah dipertandingkan sehari sebelumnya.
Tim SDN Julang A menjadi salah satu tim yang menunjukkan performa terbaik. Mereka berhasil melaju ke babak selanjutnya setelah mencatatkan dua kemenangan.
Kegiatan Otrad tersebut diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit atlet olahraga tradisional dari Kecamatan Tanah Sareal yang mampu berprestasi di tingkat Kota Bogor sekaligus menjaga keberlangsungan permainan tradisional di kalangan generasi muda. Tjahyadi

Tim Dagongan SDN Cimanggu Juara Otrad Kecamatan Tanah Sareal

0

BOGOR — Tim Dagongan SDN Cimanggu tampil sebagai juara dalam ajang Lomba Olahraga Tradisional (Otrad) tingkat Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Prestasi tersebut mengantarkan tim SDN Cimanggu untuk mewakili Kecamatan Tanah Sareal pada Lomba Olahraga Tradisional tingkat Kota Bogor.
Guru pembimbing Tim Dagongan SDN Cimanggu, Novan, mengaku bangga atas perjuangan dan kerja keras para siswa hingga berhasil meraih hasil terbaik.
“Saya bangga sekali, terima kasih atas perjuangan anak-anak. Kami akan berjuang yang terbaik di tingkat Kota Bogor,” ujar Novan.
Tim Dagongan SDN Cimanggu diperkuat oleh Arsyil, Zhafran, Razqy, Hafizh, Jibran, dan Ardan. Keenam siswa tersebut menunjukkan kekompakan, semangat, serta kerja sama yang menjadi kunci dalam olahraga tradisional dagongan.
Dengan keberhasilan tersebut, Tim Dagongan SDN Cimanggu selanjutnya akan membawa nama Kecamatan Tanah Sareal pada ajang Lomba Olahraga Tradisional tingkat Kota Bogor.
Novan berharap keberhasilan di tingkat kecamatan menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus berlatih dan memberikan penampilan terbaik di tingkat kota.
“Semoga anak-anak semakin kompak dan bisa memberikan hasil terbaik untuk Tanah Sareal di tingkat Kota Bogor,” pungkasnya. (Tjahyadi Ermawan)

ITB Dewantara Gelar Edukasi Budaya dan Pengabdian Masyarakat di Desa Adat Baduy

0

Lebak | Jurnal Bogor
Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara melaksanakan kegiatan Edukasi Budaya dan Pengabdian Masyarakat di Desa Adat Baduy, Selasa, 25 Agustus 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Belajar dari Alam, Bertumbuh Bersama Budaya” ini menjadi bagian dari upaya ITB Dewantara menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung bersama masyarakat.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 86 mahasiswa, 4 dosen, dan 4 tenaga kependidikan ITB Dewantara.

Setibanya di kawasan Baduy, civitas akademika ITB Dewantara diterima oleh Medi Marsinun, Sekretaris Desa (Sekdes) Kanekes, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Dalam kesempatan tersebut, Medi menyambut baik kedatangan mahasiswa dan dosen ITB Dewantara yang hadir untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting karena mahasiswa dapat mengenal secara langsung kehidupan, budaya, serta kearifan lokal masyarakat Baduy.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada mahasiswa dan dosen ITB Dewantara yang telah berkunjung ke Baduy. Semoga ke depan bisa lebih banyak mengeksplorasi budaya Baduy dan mempublikasikannya melalui media sosial, sehingga masyarakat luas dapat melihat keindahan alam serta keunikan budaya Baduy yang perlu terus dilestarikan,” ujar Medi Marsinun, Selasa (25/08/2026).

Salah satu bentuk pengabdian yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah mahasiswa mendapatkan tugas untuk membuat video tentang budaya dan kehidupan masyarakat Baduy. Melalui media sosial, mahasiswa diharapkan mampu mengemas pengalaman yang diperoleh di lapangan menjadi konten positif, informatif, dan edukatif. Dengan demikian, pembelajaran yang diperoleh mahasiswa dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa didampingi oleh empat dosen, yaitu Dr. Syaiful Anwar, Dr. Muhlis, Novita Anggraeni, S.Pt., M.Si., M.E., dan Wawan Subagyo, S.Pt., MM. Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh empat tenaga kependidikan ITB Dewantara.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Kampus Berdampak, yaitu mendorong perguruan tinggi agar kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Rubi, salah seorang warga lokal, mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa dan dosen ITB Dewantara. Menurutnya, kedatangan wisatawan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM dan pedagang lokal.

“Kami senang dengan adanya wisatawan yang datang ke sini. Banyak produk lokal yang dibeli, terutama hasil bumi seperti madu Baduy, durian, manggis, gula aren, dan produk lainnya. Kehadiran wisatawan tentu membantu masyarakat dan UMKM di sini,” ungkap Rubi.

Bagi mahasiswa ITB Dewantara, kegiatan ini menjadi pengalaman pembelajaran yang berbeda. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai budaya Baduy melalui teori, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana masyarakat mempertahankan nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Syech Dzulkarnaen selaku Ketua Panitia menyampaikan rasa puas atas pelaksanaan kegiatan Edukasi Budaya dan Pengabdian Masyarakat di Desa Adat Baduy. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga kepada mahasiswa karena mereka dapat belajar secara langsung dari masyarakat dan lingkungan.

Sementara itu,  Dosen pendamping kegiatan ini Dr. Syaiful Anwar menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya ITB Dewantara menghadirkan pembelajaran yang berdampak dan relevan dengan kehidupan masyarakat.

“Kami berharap mahasiswa ITB Dewantara tidak hanya datang sebagai wisatawan, tetapi hadir sebagai pembelajar dan bagian dari masyarakat. Mereka belajar memahami kehidupan, kearifan lokal, dan nilai-nilai budaya Baduy. Setelah itu, mahasiswa dapat mengolah pengalaman tersebut menjadi karya dan konten edukatif yang dapat memperkenalkan keunikan budaya Baduy kepada masyarakat luas,” ungkap Syaiful.

Melalui kegiatan Edukasi Budaya dan Pengabdian Masyarakat ini, ITB Dewantara berharap terbangun pengalaman pembelajaran yang memberikan manfaat bagi mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan perguruan tinggi dengan masyarakat.

(Wawan Hermawanto)

SDN di Nanggung Pertanyakan Revitalisasi

0

Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Sejumlah sekolah SDN se- Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kembali mempertanyakan kepastian  pembangunan sekolah dalam program revitalisasi yang  diajukan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)

‎‎‎Salah satu pengajar di SDN Rimba Kencana di Desa Bantarkaret Yosep Sukarya mengatakan,  rencana pembangunan revitalisasi gedung SDN Rimba Kencana dari pemerintah pusat hingga kini tak kunjung datang.

‎‎”Hampir telah mau memasuki bulan September 2026 ini, belum juga ada tanda-tanda kapan gedung SDN Rimba Kencana itu akan dibangun,” kata Yosep Sukarya kepada Jurnal Bogor, Rabu (26/8/2026).

‎‎”‎Belum ada kabar juga, padahal SDN Rimba Kencana salah satu perencanaannya masuk prioritas pembangunan karena gedung SDN Rimba Kencana kondisinya rusak berat,” tandasnya lagi.

‎‎‎‎Sementara Kepala Seksi Pendidikan dan Kesehatan (Kasi Penkes) Kecamatan Nanggung Ujang Maulana  menerangkan, dari sejumlah sekolah yang diajukan ke pemerintah pusat hal ini Kemendikdasmen rencana baru tiga sekolah yang masuk pada pembangunan revitalisasi.

‎‎Tahun 2026 ini, dari empat sekolah setelah  SDN Ciguha, rencana tiga  sekolah yang sudah masuk perencanaan pembangunan revitalisasi.

‎‎”Setelah Bimtek perencanaan pembangunan revitalisasi SDN Ciguha menyusul gedung SDN akan dibangun tahun ini seperti SDN Ciparay dan SDN Nunggul untuk satu sekolah lagi kami belum cek lagi datanya. ‎Yang jelas tahun ini yang sudah masuk rencana pembangunan melalui revitalisasi itu  baru masuk tiga sekolah,” pungkasnya.

(Arip Ekon)

Penataan Angkot Capai 50,2 Persen, Targetkan Penertiban Tuntas Akhir Tahun

0

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mempercepat penataan angkutan kota (angkot) berusia di atas 20 tahun sebagai bagian dari upaya membenahi sistem transportasi yang nyaman, aman dan mewujudkan program Bogor Lancar.

Hingga Rabu, 26 Agustus 2026, dari total 1.780 unit angkutan kota berusia di atas 20 tahun, sebanyak 886 unit telah dicabut izinnya. Dengan demikian, progres penataan angkutan kota di Kota Bogor saat ini telah mencapai 50,2 persen.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan penataan tersebut harus terus dilanjutkan hingga seluruh angkutan kota yang tidak memenuhi ketentuan dapat ditertibkan sesuai amanat **Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 8 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Perhubungan.

“Perda ini adalah representasi dari keinginan masyarakat Kota Bogor. Jadi, melalui Perda ini kita lakukan pembenahan ulang, pembenahan secara total. Ini momentumnya. Kita tidak ingin lagi kota kita dianggap selalu semrawut,” tegas Dedie belum lama ini.

Menurutnya, penataan bukan semata-mata persoalan usia kendaraan, tetapi juga berkaitan dengan aspek keselamatan, kelengkapan administrasi, kepatuhan terhadap aturan, serta kualitas pelayanan transportasi publik.

Dari hasil penertiban di lapangan, masih ditemukan sejumlah pengemudi yang tidak melengkapi kendaraan dengan dokumen yang dipersyaratkan. Bahkan, terdapat pengemudi yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Karena itu, Dedie meminta jajaran Dishub Kota Bogor untuk tetap fokus melakukan penegakan aturan secara konsisten dan terukur.

“Kita ingin Kota Bogor indah,” tegasnya.

Dedie menambahkan, Pemkot Bogor untuk sementara memfokuskan langkah pada penertiban dan melakukan penundaan proses peremajaan angkutan kota. Kebijakan tersebut diambil karena masih terdapat pelaku usaha angkutan kota, baik pengemudi maupun pemangku kepentingan lainnya, yang belum sepenuhnya mematuhi ketentuan Perda.

Penertiban juga dinilai penting untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai kebutuhan transportasi masyarakat di setiap wilayah Kota Bogor.

“Makanya saya lebih prefer saat ini adalah memfokuskan saja dulu kepada penertiban. Supaya kalau ada peremajaan kita jadi jelas, demand-nya di mana, supply-nya di mana,” ungkapnya.

Sambil menjalankan penertiban, Pemkot Bogor juga mulai melakukan pemetaan kembali terhadap kebutuhan rerouting angkutan kota serta rencana aktivasi Koridor 3 dan Koridor 4. Langkah tersebut dilakukan agar penataan kendaraan berjalan beriringan dengan pembenahan jaringan dan pelayanan transportasi publik.

Dedie menargetkan proses penertiban angkutan kota berusia di atas 20 tahun dapat dituntaskan pada akhir 2026.

“Penertiban akhir tahun ini harus sudah selesai semua. Makanya sekarang di bulan 8 saya ambil diskresi untuk pencabutan sementara peremajaan,” jelasnya.

Untuk memperkuat penataan, Pemkot Bogor juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, termasuk dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, agar tidak menambah serta turut menertibkan angkutan antarkota yang melintas dan masuk hingga ke pusat Kota Bogor.

Pemkot Bogor juga telah menyampaikan langkah penataan tersebut kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dukungan yang diharapkan antara lain berupa kebijakan agar tidak diterbitkan izin baru bagi angkutan kota berusia di atas 20 tahun untuk melakukan peremajaan apabila angkutan tersebut beroperasi dan melintas di kawasan pusat Kota Bogor.

Dengan progres yang telah mencapai 50,2 persen, Pemkot Bogor memastikan penataan angkutan kota akan terus dilakukan secara bertahap, terukur, dan menyeluruh.

Penataan diharapkan tidak hanya menciptakan ketertiban lalu lintas, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun sistem transportasi Kota Bogor yang lebih aman, tertib, terintegrasi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

GEMA TANI Soroti Pokir DPRD Kabupaten Bogor Soal Kultivator

0

Cibinong | Jurnal Bogor — Program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Bogor disorot Gerakan Mahasiswa Pertanian Indonesia (GEMA TANI). Mereka menduga pengadaan pupuk hayati dan kultivator melalui program tersebut bermasalah, mulai dari dugaan markup harga hingga pengondisian vendor.

GEMA TANI menyampaikan kritik itu saat menggelar aksi di depan Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Senin (24/8/2026).

Koordinator Aksi GEMA TANI, Ilham Nastiar, mengatakan dugaan penyimpangan muncul dari hasil investigasi mereka kepada sejumlah petani.

“Kita menduga adanya penyelewengan terkait mark up harga, pengondisian vendor oleh dinas ataupun pihak-pihak DPRD, ada informasi DPRD menerima fee 20 persen dalam Pokir ini, khususnya pengadaan kultivator dan pupuk cair.” ujar Ilham, Senin (24/8/2026).

Menurut Ilham, program yang disorot merupakan Pokir DPRD tahun 2026 dan pelaksanaannya dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor.

“Anggaran pengadaan pupuk mencapai sekitar Rp9 miliar, sedangkan kultivator juga bernilai miliaran rupiah, makanya kita mendesak Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor mengusut proses pengadaan dari perencanaan hingga realisasi barang kepada petani,” jelasnya.

Bagi GEMA TANI, persoalan utamanya bukan sekadar barang yang dibagikan kepada petani. Mereka mempertanyakan bagaimana Pokir DPRD berubah menjadi proyek pengadaan, siapa yang menentukan spesifikasi dan harga, serta siapa yang akhirnya mendapatkan pekerjaan.

“Jangan sampai hak-hak masyarakat diperkosa oleh anggota DPRD yang ingin kepentingan sendiri dan keuntungan pribadi.” tegasnya.

Mereka juga meminta keterlibatan anggota DPRD dalam program Pokir tersebut diperiksa, terutama untuk memastikan tidak ada intervensi atau konflik kepentingan dalam penentuan penyedia.

“Kita tidak bisa mengatakan inisial dan orang tertentu yang terlibat dalam pokir tersebut, selanjutnya akan kita sampaikan di aksi jilid dua,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua 2 DPRD Kabupaten Bogor, H. Agus Salim atau biasa akrab dengan sebutan Kyai HAS mengatakan DPRD hanya menerima dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Proses pengadaan, kata dia, berada di pihak eksekutif.

“Pengadaan bukan di kami, kalau ada dugaan markup, cek di sana, yang mengkaji dan menentukan proses pengadaan itu mereka,” ujar Agus Salim

Ia juga meminta dugaan fee 20 persen tidak dianggap sebagai fakta sebelum ada pembuktian. Menurutnya, pemeriksaan proses dan harga pengadaan merupakan kewenangan Inspektorat maupun BPK.

Namun, GEMA TANI tetap meminta Pokir DPRD ikut diperiksa, bukan hanya pengadaannya. Sebab, ketika usulan politik dewan berujung pada proyek bernilai miliaran rupiah, transparansi tentang asal usulan, anggaran, harga barang, vendor, dan realisasi kepada petani menjadi penting untuk memastikan Pokir tidak berubah menjadi pintu kepentingan kelompok.

GEMA TANI mendesak Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor mengusut dugaan tersebut tanpa pandang bulu.

(yev/cc)

Kebersamaan dan Kreativitas Masyarakat Mewarnai Lomba Rakyat Partai Demokrat Kabupaten Bogor

0

Ciampea | Jurnal Bogor
DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor sukses menyelenggarakan Lomba Rakyat di Lapangan Pendopo YBDCS, Ciampea, Kabupaten Bogor, pada Minggu, 23 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kemasyarakatan Partai Demokrat Kabupaten Bogor yang dikemas untuk mempererat kebersamaan, membangun semangat gotong royong, serta menghadirkan ruang hiburan bagi masyarakat.

Lomba Rakyat diikuti oleh 183 peserta, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Para peserta mengikuti berbagai perlombaan rakyat dan memperebutkan hadiah dengan total jutaan rupiah.

Kegiatan diawali dengan Senam Jantung Sehat bersama, yang diikuti secara antusias oleh peserta dan masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni budaya, di antaranya tarian Jaipong dan pencak silat, yang turut memperkenalkan dan melestarikan kesenian tradisional kepada masyarakat.

Suasana semakin meriah dengan penampilan penyanyi cilik asal Kabupaten Bogor, Brillianty Syakira, yang menghibur peserta dan masyarakat yang hadir.

Selain Lomba Rakyat, rangkaian kegiatan juga menjadi momentum untuk mengumumkan pemenang Lomba Pidato AHY Muda Tingkat Kabupaten Bogor, yang telah dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 dan diikuti oleh 20 peserta dari berbagai sekolah.

Adapun pemenang Lomba Pidato AHY Muda Tingkat Kabupaten Bogor adalah:

JUARA 1
Chila Callysta Rizqianti
MAN 5 Bogor

JUARA 2
Nabila Rubina S
SMAN 1 Cibinong

JUARA 3
Florence Syarifa
SMA Negeri 1 Tajurhalang

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, H. Dede Chandra Sasmita, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya rangkaian kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang perlombaan dan hadiah, tetapi bagaimana kita membangun kebersamaan bersama masyarakat. Kami ingin Partai Demokrat hadir dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkegiatan, berkreasi, sekaligus memperkuat semangat gotong royong. Saya mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi dengan penuh antusias, baik dalam Lomba Rakyat maupun Lomba Pidato AHY Muda.”

Ia juga menilai antusiasme generasi muda dalam Lomba Pidato AHY Muda merupakan hal yang sangat positif karena dapat menjadi wadah untuk melatih keberanian, kemampuan berbicara, serta menyampaikan gagasan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Gita Purnama, yang juga menjabat sebagai Kepala Bakomstra DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari kerja sama seluruh panitia dan dukungan masyarakat.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Mulai dari Lomba Pidato AHY Muda hingga Lomba Rakyat hari ini, antusiasme peserta sangat luar biasa. Tercatat 20 peserta mengikuti Lomba Pidato AHY Muda dan 183 peserta mengikuti Lomba Rakyat. Ini menunjukkan bahwa kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung mendapatkan sambutan yang sangat positif.”

Gita menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dan komunikasi yang lebih baik antara Partai Demokrat dengan masyarakat Kabupaten Bogor.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus kami laksanakan dan semakin banyak masyarakat yang terlibat. Terima kasih kepada seluruh peserta, masyarakat, para penampil seni budaya, panitia, serta semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan berjalan lancar dan meriah,” pungkasnya.

DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berkreasi, berprestasi, dan membangun kebersamaan dalam semangat Demokrat untuk Rakyat.

(yev/cc)

SMP Negeri 2 Cisarua Gelar Peringatan Maulid Nabi 1449 H, Tanamkan Akhlak Rasulullah Sejak Dini

0

Cisarua | Jurnal Bogor
SMP Negeri 2 Cisarua, Kabupaten Bogor menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1449 Hijriah dengan khidmat, Senin (24/08/2026). Kegiatan berlangsung di lapangan sekolah dan diikuti seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan.

Mengusung tema “Jadikan Akhlak Rasulullah Sebagai Pedoman Hidup Di Zaman Modern Ini. Tanamkan Kejujuran, Amanah, Serta Kasih Sayang Sejak Dini”, acara ini untuk menanamkan nilai-nilai Islam dan meneladani akhlak Rasulullah kepada generasi muda.

Suasana acara berlangsung semarak. Sejumlah siswa tampil membawakan shalawat, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan tausiyah.

Ketua Panitia Acara Maulid Nabi  Muhammad SAW SMP Negeri 2 Cisarua Iwan  Wahyudi S.Pd.I,.MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana membentuk karakter siswa agar memiliki akhlak mulia di tengah perkembangan zaman.

“Di era digital saat ini, anak-anak kita dihadapkan pada banyak tantangan. Melalui Maulid ini kami ingin mengingatkan kembali agar siswa menjadikan akhlak Rasulullah sebagai teladan. Kejujuran, amanah, dan kasih sayang harus mulai ditanamkan sejak duduk di bangku SMP,” ujarnya.

Acara juga diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustad Febriya Fajri,CMNLP, CHT Dalam tausiyahnya, dia mengajak siswa untuk meneladani Nabi Muhammad SAW yaitu Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Febriya Fajri,CMNLP, CHT

Para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir. Beberapa siswa juga dilibatkan langsung sebagai pembawa acara, pembaca shalawat, dan petugas kegiatan. Hal ini dilakukan agar siswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga belajar berorganisasi dan berdakwah.

Peringatan Maulid Nabi di SMP Negeri 2 Cisarua ini mendapat dukungan penuh dari komite sekolah dan orang tua siswa. Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis keagamaan.

Dengan semangat Maulid, SMP Negeri 2 Cisarua berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan kepribadian yang baik sesuai ajaran Islam.

(Wawan Hermawanto)

Di Kaki Gunung Salak, Warga Neglasari Rayakan HUT RI ke-81 Berbagai Lomba

0

Cigombong | Jurnal Bogor – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, warga Kampung Neglasari RT 05/RW 04, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menggelar berbagai perlombaan Agustusan, Minggu (23/8/2026).

Berada di bawah kaki Gunung Salak, kegiatan tersebut berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Warga dari berbagai kalangan turut ambil bagian dalam sejumlah perlombaan yang telah disiapkan oleh panitia.

Ketua Pemuda sekaligus panitia kegiatan, Mantri, mengatakan, sejumlah perlombaan digelar untuk memeriahkan suasana HUT RI sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

“Berbagai lomba kita siapkan, mulai dari makan kerupuk, memasukkan paku ke dalam botol, pukul bantal, panjat pinang dan masih banyak lomba lainnya,” ujar Mantri.

Menurutnya, antusiasme warga cukup tinggi. Kegiatan tersebut bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, salah seorang warga Neglasari, Reni mengatakan kegiatan perlombaan Agustusan tersebut merupakan agenda yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

“Setiap tahun kegiatan seperti ini diadakan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan dengan berbagai lomba. Di sini warganya guyub dan selalu kompak,” kata Riki.

Ia berharap tradisi kebersamaan tersebut dapat terus dipertahankan sehingga semangat kemerdekaan tidak hanya dirasakan melalui perlombaan, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Yudi

Stasiun Bogor Direvitalisasi, KRL Bogor–Lido Cigombong Segera Diaktivasi

0

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) membahas pengembangan fasilitas dan layanan perkeretaapian di Kota Bogor, termasuk rencana revitalisasi Stasiun Bogor dan aktivasi kembali layanan kereta api relasi Bogor hingga Lido Cigombong.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan antara Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim beserta jajaran perangkat daerah dengan Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin dan jajaran di Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor, Kamis (20/8/2026).

Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin mengatakan, kunjungan dan pertemuan bersama Pemkot Bogor dilakukan untuk membahas pengembangan fasilitas serta layanan kereta api di Kota Bogor.

“Hari ini kita rapat dengan Pak Wali, lengkap kami dengan jajaran kami, begitu juga Pak Wali lengkap dengan jajarannya. Kami membicarakan masalah pengembangan fasilitas kereta, layanan kereta di Bogor ini. Terutama kita melakukan revitalisasi Stasiun Bogor,” ujar Bobby.

Menurutnya, revitalisasi Stasiun Bogor diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat pengguna transportasi kereta api sekaligus menjadikan Stasiun Bogor sebagai salah satu ikon Kota Bogor di masa depan.

“Sehingga nanti diharapkan Stasiun Bogor ini lebih nyaman dan tentunya akan menjadi ikonik dari Bogor untuk masa depan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan apresiasi atas kehadiran PT KAI yang membahas pengembangan perkeretaapian bersama Pemkot Bogor.

Dedie Rachim mengatakan, salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah penataan kawasan Stasiun Bogor, Alun-alun Kota Bogor, serta rencana aktivasi jalur Bogor hingga Lido Cigombong.

“Alhamdulillah PT KAI sudah hadir ke Bogor. Tadi sudah disampaikan bahwa pembahasannya meliputi beberapa poin. Yang pertama dan paling utama adalah penataan kawasan Stasiun Bogor, Alun-alun, dan rencana aktivasi dari Bogor ke Lido Cigombong,” ujar Dedie Rachim.

Ia menambahkan, Pemkot Bogor akan mendukung rencana tersebut melalui penyediaan aset, sarana, prasarana pendukung, serta berbagai kebutuhan lainnya.

“Ini juga harus diantisipasi oleh Pemkot Bogor, baik dari penyediaan aset, sarana dan prasarana pendukung, maupun lainnya. Tapi yang paling utama, kita segera melakukan MoU di bulan ini juga, khususnya untuk penataan Alun-alun dan Stasiun Bogor. Akan kita tata lebih baik lagi dan lebih ikonik,” kata Dedie Rachim.