29.1 C
Bogor
Wednesday, September 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Paskibra Cihud Terima Penghargaan

0

Ciampea l Jurnal Bogor
‎‎Pemerintah Desa Cihideung Udik (Cihud), Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor memberikan penghargaan kepada pasukan pengibar bendera (Paskibra)  dan petugas upacara, Selasa (1/9/2026).

‎Penghargaan tersebut diberikan sekaligus digelarnya tasyakuran puncak HUT Kemerdekaan RI ke-81.‎

Paskibra dan petugas upacara Desa Cihud

‎Acara berlangsung khidmat di aula Kantor Desa Cihideung Udik. Turut  hadir berbagai unsur masyarakat desa antara lain perwakilan BPD, LPM, para Ketua RT se-Desa Cihud, TP PKK, MUI, Babinkamtibmas, Babinsa, jajaran Pol PP, serta para tokoh agama dan masyarakat.‎

‎‎Kepala Desa Cihideung Udik H. Denny ‎menyampaikan kegiatan ini diselenggarakan untuk memeriahkan puncak peringatan HUT Kemerdekaan RI sekaligus sebagai wujud apresiasi dan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan kemerdekaan di Desa Cihideung Udik.‎

‎Selain syukuran bareng,  perangkat RT, RW,  BPD yang sebelumnya menjadi petugas upacara, termasuk petugas Paskibra diberikan penghargaan.‎

‎‎”Kami berharap semangat kebersamaan dan kekompakan seluruh elemen masyarakat  Cihideung Udik menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan peringatan kemerdekaan tahun ini. Semoga Cihud Udik maju, mandiri dan berkualitas ” tukasnya.‎

‎Usai tasyakuran HUT RI, Kepala Desa Cihud H  Denny mendapat ucapan selamat ulang tahun ke-50  dari perangkat desa, BPD, kader PKK , anggota Paskibra , Babinsa, dan Babinkamtibmas Desa Cihud.‎

‎Sementara itu, Ketua BPD Desa Cihud Samsiar mengungkapkan baru pertama kalinya petugas upacara HUT RI dari unsur perangkat RT, RW dan BPD.‎

‎Hal tersebut membuktikan bahwa Desa Cihud sangat kompak dalam membangun wilayah dan wujud syukur atas kemerdekaan yang sudah diraih oleh para pahlawan.‎

‎”Saya juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-50 untuk Kepala Desa Cihud H Denny semoga dibawah kepemimpinannya Desa Cihud semakin maju dan berkembang,” tukasnya.‎‎

‎‎Sebelumnya,  Pemdes Cihideung Udik melaksanakan upacara HUT RI ke 81 di Lapangan Gang Abot, RT 02 RW 09 pada 17 Agustus 2026 lalu.‎

‎Masyarakat Cihud merayakan Hari Kemerdekaan RI dengan cara yang sederhana, namun bermakna dimana para pemimpin wilayah menjadi petugas upacara bendera.‎

‎Bahkan, mereka tampil mengenakan busana bergaya Kapten Muslihat, menambah kesan gagah dan penuh semangat perjuangan.‎

‎Sedangkan kelompok paduan suara yang diisi oleh ibu-ibu desa tampil memukau dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai pelosok Nusantara.‎

‎Penampilan ini bukan sekadar keindahan semata, melainkan cerminan hidup semangat Bhinneka Tunggal Ika — persatuan dalam keberagaman — yang tumbuh subur dan dijaga erat oleh masyarakat desa ini.‎ 

‎Puncak kebanggaan warga terlihat saat seluruh elemen masyarakat berarak menuju lapangan upacara sambil bersama-sama membentangkan bendera Merah Putih raksasa sepanjang 209 meter.

(Arip Ekon)

Habis 2 Ton Dalam Sepekan, Ayam Potong di Blok Paris Diminati Pembeli

0

Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Pedagang ayam potong yang berlokasi di Jalan Raya Ace Tabrani KM 05 Blok Paris di Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor telah menjual 5 ton ayam potong dalam sepekan. ‎Tak hanya ayam potong, termasuk kebutuhan sembako dan sayur mayur banyak dibeli masyarakat.‎

‎Pantauan Jurnal Bogor,  tak sedikit pemotor  maupun warga  sekitar itu  datang hanya untuk berbelanja kebutuhan rumahan.‎

‎Diketahui, beberapa bulan terakhir penjualan  ayam potong di pasaran per kilonya dengan harga 43 ribu. Nani (35) salah satu pembeli  mengaku sudah kedua kalinya datang  hanya untuk membeli ayam potong tersebut.‎

‎”‎Hampir tiap hari melintas di jalur itu, karena tempatnya strategis, bisa untuk parkir juga, jadi sekalian belanja salah satunya beli ayam potong. ‎Dari harga memang agak berbeda, seperti ayam saja, dari 43 ribu disini kami beli per kilonya cuman 40  ribu,” ujarnya.‎

‎Sementara salah satu pedagang ayam di area Blok Paris, mengakui kewalahan  lantaran sejak dibukanya dari pagi hingga sore hari pembeli terus berdatangan dari wilayah Kecamatan Nanggung.‎

‎”Minat pembeli cukup banyak, dalam sepekan bisa habis terjual 2 ton ayam potong,” tukasnya.

(Arip Ekon)

Marketing Bukan Sekadar Jualan: Melihat Pekerjaan di Balik Layar Promosi Industri Kosmetik

0

Oleh: Windy Adawiyah
(Program Study Sains Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Djuanda)

ABSTRAK

Marketing sering dipahami sebagai kegiatan menjual produk atau membuat konten untuk menarik perhatian konsumen. Namun, pengalaman penulis selama melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di PT Adev Natural Indonesia menunjukkan bahwa aktivitas marketing memiliki proses yang lebih kompleks. Kegiatan KKL yang dilakukan pada Divisi Marketing memberikan pengalaman dalam berbagai aktivitas, mulai dari pencarian referensi dan produksi konten, penyuntingan foto dan video, riset kompetitor, hingga penyusunan marketing campaign. Pengalaman tersebut menjadi dasar bagi penulis untuk melihat bahwa kegiatan promosi tidak hanya membutuhkan kreativitas dalam menghasilkan konten, tetapi juga riset, perencanaan, pemahaman terhadap audiens, serta strategi komunikasi yang terarah. Keterlibatan dalam penyusunan marketing campaign “Start Your Brand 2027” semakin memperlihatkan bahwa promosi perlu dirancang melalui tahapan komunikasi yang memiliki tujuan dan indikator keberhasilan. Tulisan ini merupakan artikel opini yang merefleksikan pengalaman KKL penulis untuk membahas pekerjaan di balik aktivitas marketing yang sering kali tidak terlihat oleh audiens. Berdasarkan pengalaman tersebut, penulis berpendapat bahwa marketing bukan sekadar aktivitas menjual atau membuat konten, melainkan proses komunikasi yang menghubungkan tujuan perusahaan dengan kebutuhan dan karakteristik audiens.

PENDAHULUAN

Perkembangan industri kosmetik tidak hanya menunjukkan semakin besarnya peluang bisnis, tetapi juga memperlihatkan bagaimana dunia usaha terus berkembang dan menciptakan ruang bagi munculnya berbagai pelaku usaha baru. Kondisi tersebut sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Menurut saya, pertumbuhan industri tidak cukup hanya dilihat dari semakin banyaknya perusahaan atau produk yang muncul, tetapi juga dari bagaimana perusahaan mampu menciptakan aktivitas bisnis yang produktif dan membuka peluang bagi pelaku usaha untuk berkembang. Dalam situasi tersebut, komunikasi pemasaran menjadi salah satu bagian penting yang membantu perusahaan memperkenalkan layanan, membangun hubungan dengan calon pelanggan, dan mendukung kegiatan promosi (United Nations, n.d.).

PT Adev Natural Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa maklon kosmetik dan personal care. Selama melaksanakan KKL di Divisi Marketing, saya mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari mencari referensi konten, melakukan produksi dan penyuntingan foto maupun video, melakukan riset kompetitor, hingga ikut dalam penyusunan marketing campaign. Pengalaman tersebut membuat saya menyadari bahwa sebuah kegiatan promosi tidak muncul begitu saja, tetapi melalui berbagai proses komunikasi yang saling berkaitan.

Hal yang paling mengubah cara pandang saya adalah ketika terlibat dalam proses pembuatan konten. Sebelum sebuah foto atau video dapat digunakan untuk kebutuhan media sosial, terdapat proses pencarian referensi, pengamatan terhadap konsep konten, penentuan ide, pencarian talent, hingga produksi. Setelah itu, materi masih harus melalui proses penyuntingan agar sesuai dengan konsep yang telah direncanakan. Dari proses tersebut, saya melihat bahwa konten yang tampak sederhana di media sosial sebenarnya merupakan hasil dari proses berpikir dan perencanaan.

Menurut saya, hal tersebut penting untuk dipahami karena perkembangan media sosial membuat kegiatan marketing sering kali dinilai hanya berdasarkan apa yang terlihat di layar. Konten yang menarik memang dapat membantu menarik perhatian audiens, tetapi tampilan visual saja tidak cukup. Komunikasi pemasaran juga membutuhkan pesan yang sesuai dengan tujuan perusahaan dan karakteristik audiens. Penelitian mengenai komunikasi pemasaran digital pada industri kecantikan juga menunjukkan bahwa strategi pemasaran melalui media sosial tidak hanya berkaitan dengan keberadaan produk, tetapi bagaimana pesan dan konten digunakan untuk menjangkau serta membangun hubungan dengan konsumen.

Pengalaman melakukan riset kompetitor semakin memperkuat pandangan tersebut. Dalam kegiatan KKL, saya mencari dan membandingkan informasi mengenai produk kompetitor melalui platform penjualan daring, termasuk jenis produk, harga, ukuran, dan karakteristik penawarannya. Bagi saya, kegiatan ini menunjukkan bahwa marketing tidak dapat hanya berangkat dari keinginan perusahaan untuk menjual sesuatu. Sebelum menentukan cara berkomunikasi dengan calon konsumen, pemasar juga perlu memahami kondisi pasar dan persaingan yang ada.

Pandangan tersebut kemudian semakin terlihat ketika saya terlibat dalam penyusunan marketing campaign “Start Your Brand 2027”. Campaign tersebut tidak dirancang hanya dengan tujuan membuat promosi terlihat menarik, tetapi disusun berdasarkan tahapan komunikasi yang berbeda, mulai dari membangun awareness, memberikan edukasi, mengarahkan audiens menuju konsultasi, hingga mendorong conversion. Bagi saya, proses tersebut menjadi contoh nyata bahwa promosi membutuhkan strategi dan tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas.

Dari pengalaman tersebut, saya berpendapat bahwa marketing seharusnya tidak dipahami hanya sebagai aktivitas menjual atau membuat konten. Marketing merupakan proses komunikasi yang membutuhkan riset, perencanaan, kreativitas, dan pemahaman terhadap audiens. Justru pekerjaan yang tidak terlihat oleh konsumen—seperti mencari informasi, menganalisis kompetitor, merancang pesan, dan menentukan tahapan campaign—memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana sebuah promosi dijalankan.

Melalui tulisan ini, saya ingin membagikan pandangan mengenai pekerjaan di balik kegiatan marketing berdasarkan pengalaman selama menjalani KKL di PT Adev Natural Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi dasar bagi saya untuk melihat bahwa keberhasilan sebuah promosi bukan hanya ditentukan oleh seberapa menarik konten yang ditampilkan, tetapi juga oleh seberapa matang proses komunikasi yang mendasarinya.

KONTEN YANG TERLIHAT SEDERHANA TIDAK LAHIR SECARA SEDERHANA

Salah satu hal yang paling mengubah pandangan saya selama menjalani KKL di Divisi Marketing PT Adev Natural Indonesia adalah proses di balik sebuah konten. Sebagai orang yang melihat media sosial dari sisi audiens, saya sebelumnya cenderung menganggap konten sebagai sesuatu yang sudah selesai ketika muncul di layar. Setelah terlibat langsung dalam prosesnya, saya menyadari bahwa sebuah foto atau video yang terlihat sederhana sebenarnya melewati beberapa tahapan sebelum dapat digunakan sebagai materi promosi.

Proses tersebut dimulai dari pencarian referensi. Saya perlu mengamati berbagai konten untuk melihat topik, konsep visual, cara penyampaian pesan, hingga bentuk konten yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Setelah referensi diperoleh, proses dilanjutkan dengan menentukan konsep, mencari talent, serta melakukan pengambilan foto dan video. Dalam kegiatan KKL, saya juga terlibat dalam pengambilan konten untuk produk Lumosca dan produksi konten di area laboratorium PT Adev Natural Indonesia.

Setelah proses produksi selesai, pekerjaan belum berakhir. Materi yang telah diperoleh masih perlu melalui tahap penyuntingan. Foto maupun video dipilih dan disusun kembali berdasarkan kebutuhan konten, termasuk menyesuaikan bagian yang digunakan, urutan materi, durasi, serta elemen pendukung lainnya. Dari pengalaman tersebut, saya melihat bahwa proses membuat konten bukan sekadar persoalan menghasilkan gambar atau video yang bagus, tetapi juga bagaimana materi tersebut dapat digunakan untuk menyampaikan pesan yang sesuai dengan kebutuhan pemasaran.

Menurut saya, bagian inilah yang sering tidak terlihat oleh audiens. Ketika sebuah konten sudah muncul di Instagram, orang hanya melihat hasil akhirnya. Padahal, sebelum sampai ke tahap tersebut terdapat proses berpikir yang menentukan apa yang ingin disampaikan dan bagaimana pesan tersebut dikemas. Penelitian mengenai komunikasi pemasaran digital juga menunjukkan bahwa konten media sosial dapat digunakan untuk membangun keterlibatan audiens melalui berbagai bentuk, seperti konten promosi, hiburan, edukasi, percakapan, dan konten musiman.

Pengalaman tersebut membuat saya semakin percaya bahwa kreativitas dalam marketing tidak berdiri sendiri. Ide yang menarik tetap membutuhkan perencanaan agar dapat diterjemahkan menjadi pesan yang sesuai dengan tujuan komunikasi. Sebuah konten mungkin terlihat sederhana ketika sudah dipublikasikan, tetapi kesederhanaan tersebut justru dapat menjadi hasil dari proses yang cukup panjang.

Bagi saya, inilah salah satu pelajaran penting selama KKL. Marketing bukan hanya tentang membuat sesuatu terlihat menarik, tetapi juga tentang memahami apa yang ingin dikomunikasikan dan kepada siapa pesan tersebut ditujukan. Konten hanyalah bagian yang terlihat dari sebuah proses komunikasi pemasaran yang jauh lebih besar.

MARKETING DIMULAI SEBELUM KONTEN DIPUBLIKASIKAN

Setelah terlibat langsung dalam proses produksi konten, saya mulai melihat bahwa pekerjaan marketing sebenarnya dimulai jauh sebelum sebuah konten dipublikasikan. Bagi saya, tahap yang sering dianggap sederhana seperti mencari referensi dan menentukan konsep justru menjadi bagian penting karena pada tahap inilah arah komunikasi mulai ditentukan.

Selama KKL di PT Adev Natural Indonesia, pencarian referensi menjadi salah satu kegiatan yang saya lakukan sebelum produksi konten. Referensi tidak hanya dicari untuk menemukan visual yang menarik, tetapi juga untuk melihat bagaimana suatu topik dapat dikemas, bagaimana pesan disampaikan, dan bentuk konten seperti apa yang dapat dikembangkan. Dari sini saya belajar bahwa seorang marketer perlu memiliki kemampuan untuk mengamati sebelum menentukan apa yang akan dibuat.

Menurut saya, proses tersebut menunjukkan bahwa kreativitas dalam marketing seharusnya tidak muncul secara asal. Ide memang dapat datang dari mana saja, tetapi ide yang digunakan untuk kepentingan promosi perlu disesuaikan dengan tujuan komunikasi dan kebutuhan audiens. Penelitian mengenai strategi social media marketing juga menempatkan strategi konten sebagai bagian dari proses pemasaran yang bertujuan menghasilkan dan menyebarkan konten yang bernilai bagi audiens, bukan sekadar mempromosikan produk secara langsung.

Hal tersebut membuat saya menyadari bahwa pekerjaan seorang marketer memiliki sisi analitis yang cukup kuat. Ketika mencari referensi, kita sebenarnya sedang mengamati apa yang sudah dilakukan oleh pihak lain, bagaimana suatu pesan dikemas, dan kemungkinan pendekatan apa yang dapat digunakan. Setelah itu, ide tersebut perlu diolah kembali agar sesuai dengan identitas dan kebutuhan perusahaan. Jadi, kreativitas bukan berarti meniru sesuatu yang sudah ada, melainkan menemukan cara untuk mengembangkan sebuah gagasan menjadi komunikasi yang relevan.

Menurut saya, pemahaman seperti ini penting terutama di tengah perkembangan media sosial yang membuat siapa pun dapat memproduksi dan mempublikasikan konten dengan cepat. Kemudahan tersebut terkadang membuat proses perencanaan terlihat tidak penting. Padahal, semakin banyak konten yang muncul setiap hari, semakin penting pula bagi perusahaan untuk memiliki alasan yang jelas mengenai mengapa sebuah konten dibuat dan pesan apa yang ingin disampaikan.

Pengalaman di PT Adev Natural Indonesia membuat saya melihat bahwa konten yang baik bukan hanya konten yang berhasil mendapatkan perhatian, tetapi juga konten yang memiliki arah. Ada perbedaan antara sekadar membuat konten karena sedang mengikuti tren dengan membuat konten karena mengetahui apa yang ingin dicapai melalui konten tersebut. Bagi saya, perbedaan tersebut terletak pada proses perencanaan.

Karena itu, saya berpendapat bahwa marketing tidak seharusnya dinilai hanya dari hasil akhir yang terlihat di media sosial. Proses yang terjadi sebelum publikasi justru memiliki peran besar dalam menentukan apakah sebuah pesan dapat disampaikan dengan baik. Riset, pencarian referensi, penentuan konsep, dan pemahaman terhadap audiens merupakan bagian dari pekerjaan marketing yang mungkin tidak terlihat oleh publik, tetapi menjadi dasar dari komunikasi yang dilakukan perusahaan.

Pengalaman tersebut juga membuat saya memahami bahwa komunikasi pemasaran tidak hanya membutuhkan kemampuan berbicara atau membuat visual yang menarik. Seorang marketer perlu mampu membaca situasi, mengolah informasi, dan menentukan pendekatan komunikasi yang sesuai. Dengan demikian, sebelum sebuah konten berbicara kepada audiens, sebenarnya tim marketing sudah terlebih dahulu “berbicara” melalui proses riset dan perencanaan.

RISET KOMPETITOR: BAGIAN MARKETING YANG SERING TIDAK TERLIHAT

Jika produksi konten merupakan bagian marketing yang paling mudah dilihat oleh audiens, riset kompetitor justru menjadi salah satu pekerjaan yang hampir tidak terlihat. Padahal, menurut saya, kegiatan ini memiliki peran penting dalam membantu perusahaan memahami kondisi pasar sebelum menentukan cara berkomunikasi dengan calon konsumen.

Selama menjalani KKL di PT Adev Natural Indonesia, saya mendapatkan pengalaman melakukan riset terhadap produk kompetitor melalui platform penjualan daring. Informasi yang diamati antara lain jenis produk, harga, ukuran, serta karakteristik penawaran yang ditampilkan kepada konsumen. Data tersebut kemudian dibandingkan untuk memperoleh gambaran mengenai produk-produk yang berada dalam persaingan yang sama.

Awalnya, saya melihat kegiatan tersebut sebagai pekerjaan mengumpulkan informasi. Namun setelah menjalaninya, saya menyadari bahwa riset kompetitor sebenarnya mengajarkan cara melihat sebuah produk dari sudut pandang pasar. Ketika membandingkan beberapa produk, kita tidak hanya melihat siapa yang menjual produk serupa, tetapi juga dapat mengamati bagaimana suatu produk ditawarkan, bagaimana harga ditempatkan, dan apa yang mungkin menjadi daya tarik bagi konsumen.

Menurut saya, inilah salah satu bagian marketing yang sering terlupakan. Perusahaan tentu perlu mengetahui kelebihan produknya sendiri, tetapi pengetahuan tersebut akan lebih bermakna ketika dibandingkan dengan kondisi pasar. Tanpa memahami apa yang ditawarkan kompetitor, perusahaan dapat kesulitan menentukan pembeda yang ingin ditonjolkan dalam komunikasinya.

Riset kompetitor juga membuat saya memahami bahwa kegiatan marketing membutuhkan kemampuan membaca informasi. Data yang ditemukan di marketplace tidak otomatis menjadi strategi. Informasi tersebut harus diamati, dibandingkan, dan dipahami terlebih dahulu agar dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan. Dengan kata lain, pekerjaan marketing tidak hanya membutuhkan kreativitas untuk menghasilkan ide, tetapi juga kemampuan analitis untuk memahami lingkungan tempat ide tersebut akan digunakan.

Bagi saya, proses ini memiliki hubungan yang kuat dengan komunikasi pemasaran. Pesan promosi yang disampaikan kepada audiens seharusnya tidak berdiri sendiri, karena audiens juga menerima berbagai pesan dari perusahaan lain. Ketika banyak produk menawarkan kategori dan manfaat yang serupa, perusahaan perlu memahami bagaimana membuat komunikasinya memiliki pembeda dan tetap relevan bagi target audiens.

Pengalaman tersebut membuat saya melihat bahwa seorang marketer sebenarnya perlu memiliki dua kemampuan sekaligus: kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang menarik dan kemampuan untuk memahami konteks. Kreativitas tanpa pemahaman pasar dapat menghasilkan komunikasi yang menarik tetapi belum tentu tepat sasaran. Sebaliknya, informasi pasar tanpa kreativitas mungkin hanya berhenti sebagai data. Keduanya perlu berjalan bersama.

Karena itu, saya berpendapat bahwa riset kompetitor bukan pekerjaan tambahan yang hanya dilakukan ketika dibutuhkan. Riset merupakan bagian dari proses marketing yang membantu perusahaan memahami posisi produknya dan menentukan bagaimana komunikasi dapat dibangun. Meskipun hasilnya tidak selalu terlihat langsung oleh konsumen, informasi dari proses tersebut dapat menjadi dasar bagi keputusan-keputusan marketing yang muncul di permukaan.

CAMPAIGN MEMBUKTIKAN BAHWA PROMOSI MEMBUTUHKAN STRATEGI

Pengalaman saya dalam membuat konten dan melakukan riset kompetitor akhirnya membawa saya pada pemahaman yang lebih luas ketika terlibat dalam penyusunan marketing campaign “Start Your Brand 2027”. Jika sebelumnya saya melihat marketing melalui aktivitas yang lebih teknis seperti mencari referensi, mengambil gambar, dan melakukan editing, melalui campaign ini saya mulai melihat bagaimana berbagai aktivitas tersebut ditempatkan dalam sebuah strategi yang memiliki tujuan.

Campaign “Start Your Brand 2027” ditujukan kepada calon pemilik brand yang ingin memulai atau mengembangkan bisnis kosmetik. Karena targetnya bukan sekadar menjangkau sebanyak mungkin orang, komunikasi dalam campaign dirancang melalui beberapa tahapan. Pada tahap awal, komunikasi diarahkan untuk membangun awareness, mengangkat pain point dan dream, serta memberikan edukasi. Setelah audiens mulai mengenal dan memahami informasi yang disampaikan, komunikasi dilanjutkan dengan product education, client story, objection handling, dan social proof. Pada tahap akhir, komunikasi diarahkan pada urgency, countdown, offer, dan closing.

Menurut saya, pembagian tahapan tersebut menunjukkan bahwa promosi tidak harus selalu dimulai dengan ajakan untuk membeli. Ada proses yang perlu dibangun terlebih dahulu. Calon konsumen mungkin belum mengenal perusahaan, belum memahami layanan yang ditawarkan, atau bahkan belum yakin bahwa mereka membutuhkan layanan tersebut. Karena itu, komunikasi perlu disesuaikan dengan posisi audiens sebelum diarahkan pada tindakan.

Hal tersebut sejalan dengan prinsip komunikasi pemasaran terpadu yang menempatkan penentuan target audiens dan tujuan komunikasi sebagai bagian awal dalam perencanaan campaign. Pesan kemudian dirancang berdasarkan tujuan dan tahapan yang ingin dicapai dari audiens. Bagi saya, konsep tersebut menjadi lebih mudah dipahami setelah melihat penerapannya secara langsung dalam penyusunan campaign.

Campaign juga menunjukkan kepada saya bahwa setiap konten seharusnya memiliki alasan mengapa konten tersebut dibuat. Konten awareness memiliki fungsi yang berbeda dengan konten yang bertujuan mendorong conversion. Begitu pula konten edukasi memiliki peran yang berbeda dengan konten yang memberikan penawaran. Ketika seluruh konten tersebut disusun dalam satu campaign, masing-masing memiliki fungsi untuk membawa audiens menuju tujuan komunikasi yang telah ditentukan.

Hal yang menarik bagi saya adalah adanya target 300 qualified leads dalam campaign tersebut. Target tersebut menunjukkan bahwa kegiatan promosi tidak hanya dinilai dari seberapa banyak konten yang berhasil dibuat atau seberapa menarik tampilannya. Ada indikator yang digunakan untuk melihat pencapaian campaign, mulai dari awareness, engagement, lead generation, hingga conversion. Dengan adanya target dan indikator tersebut, kegiatan marketing menjadi lebih terarah karena keberhasilannya dapat dievaluasi berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan.

Dari pengalaman tersebut, saya semakin memahami bahwa kreativitas dan strategi tidak dapat dipisahkan. Kreativitas dibutuhkan untuk membuat pesan menarik, tetapi strategi dibutuhkan agar pesan tersebut memiliki arah. Sebuah konten dapat terlihat bagus, tetapi jika tidak mengetahui siapa yang ingin dijangkau dan tindakan apa yang diharapkan dari audiens, konten tersebut berpotensi kehilangan tujuan.

Menurut saya, inilah alasan mengapa marketing tidak seharusnya hanya dilihat dari hasil yang tampak di permukaan. Ketika sebuah campaign berhasil menghadirkan banyak konten yang terlihat menarik, kita mungkin hanya melihat bagian akhirnya. Padahal, terdapat proses menentukan target, menyusun pesan, membagi tahapan komunikasi, membuat konten, dan menentukan indikator keberhasilan di belakangnya.

Keterlibatan dalam penyusunan “Start Your Brand 2027” membuat saya melihat bahwa marketing pada akhirnya adalah tentang bagaimana menghubungkan pesan perusahaan dengan kebutuhan audiens. Bukan sekadar bagaimana perusahaan ingin menjual, tetapi bagaimana perusahaan dapat menyampaikan alasan yang relevan agar audiens mau mengenal, mempertimbangkan, dan akhirnya mengambil tindakan.

Dari sini, pengalaman KKL saya semakin memperkuat pandangan bahwa marketing bukan sekadar jualan. Di balik sebuah promosi terdapat strategi komunikasi yang dirancang untuk membangun hubungan dengan audiens secara bertahap. Bagi saya, justru proses perencanaan inilah yang membuat pekerjaan marketing menjadi lebih kompleks sekaligus menarik.

KESIMPULAN (palatino linotype, 12, bold, spasi 1.5)

Pengalaman menjalani Kuliah Kerja Lapangan di PT Adev Natural Indonesia membuat saya melihat marketing dari sudut pandang yang berbeda. Sebelumnya, marketing mudah dipahami sebagai kegiatan menjual produk atau membuat konten untuk menarik perhatian konsumen. Namun, keterlibatan secara langsung di Divisi Marketing menunjukkan bahwa terdapat proses yang jauh lebih kompleks di balik sebuah kegiatan promosi.

Mulai dari mencari referensi, merancang konsep, melakukan produksi dan penyuntingan konten, melakukan riset kompetitor, hingga terlibat dalam penyusunan marketing campaign, setiap kegiatan memiliki tujuan dan pertimbangan masing-masing. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa marketing membutuhkan perpaduan antara kreativitas, kemampuan analisis, riset, dan komunikasi.

Menurut saya, bagian terpenting dari marketing justru sering kali tidak terlihat oleh audiens. Ketika sebuah konten muncul di media sosial, audiens hanya melihat hasil akhirnya, sementara proses untuk menentukan pesan, memahami target audiens, mengamati kompetitor, serta menyusun strategi terjadi jauh sebelumnya. Hal tersebut membuat saya menyadari bahwa konten yang menarik bukanlah satu-satunya ukuran dalam kegiatan pemasaran. Konten juga perlu memiliki arah dan tujuan yang jelas.

Keterlibatan dalam marketing campaign “Start Your Brand 2027” semakin memperkuat pandangan tersebut. Campaign yang memiliki target audiens, tahapan komunikasi, serta indikator keberhasilan menunjukkan bahwa promosi membutuhkan strategi yang terencana. Dengan demikian, marketing bukan hanya tentang bagaimana membuat orang tertarik terhadap suatu produk atau layanan, tetapi juga bagaimana membangun komunikasi yang relevan sehingga audiens dapat bergerak dari tahap mengenal hingga mengambil tindakan.

Sebagai mahasiswa Sains Komunikasi, pengalaman KKL ini juga memberikan pemahaman bahwa ilmu komunikasi memiliki penerapan yang luas di dunia kerja. Konsep komunikasi pemasaran yang sebelumnya dipelajari secara teoritis dapat ditemukan secara langsung dalam aktivitas sehari-hari di Divisi Marketing. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bahwa keberhasilan komunikasi tidak hanya ditentukan oleh pesan yang disampaikan, tetapi juga oleh bagaimana pesan tersebut dirancang, dikemas, dan diarahkan kepada audiens.

Pada akhirnya, saya berpendapat bahwa marketing memang bukan sekadar jualan. Marketing adalah proses komunikasi yang membutuhkan pemahaman terhadap audiens, kondisi pasar, kreativitas dalam menyampaikan pesan, serta strategi untuk mencapai tujuan. Apa yang terlihat sebagai sebuah unggahan sederhana di media sosial sebenarnya dapat menjadi hasil dari rangkaian proses panjang di balik layar. Justru proses tersebutlah yang membuat marketing tidak hanya menarik untuk dipelajari, tetapi juga menantang untuk dijalankan.

REFERENSI

Amelia, N., Dharta, F. Y., & Arindawati, W. A. (2023). Implementasi bauran promosi sebagai strategi komunikasi pemasaran Memopro Wedding Organizer dalam meningkatkan konsumen Memopro. NIVEDANA: Jurnal Komunikasi dan Bahasa, 4(1), 223–239. https://doi.org/10.53565/nivedana.v4i1.864

Maharani, P. A., & Yuniati, Y. (2025). Strategi komunikasi pemasaran digital melalui penggunaan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran. Jurnal Riset Public Relations, 5(1). https://doi.org/10.29313/jrpr.v5i1.6754

Putri, M. A., Saeni, R., & Mursalim. (2021). Strategi komunikasi pemasaran PT. Shavira Barokah Utama dalam memasarkan produk skincare. KAREBA: Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(1). https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/28255

Safitri, E., Auliana, L., Sukoco, I., & Barkah, C. S. (2022). Kajian literatur peran Integrated Marketing Communication (IMC) dalam mempertahankan loyalitas konsumen. Jurnal Aplikasi Bisnis, 19(2), 259–267. https://doi.org/10.20885/jabis.vol19.iss2.art6

Sofyan, A. A. A., & Mulyana, D. (2024). Strategi komunikasi pemasaran melalui media sosial Instagram dalam menarik minat beli konsumen. Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital, 4(1), 9–14. https://doi.org/10.29313/jrjmd.v4i1.3640

United Nations. (n.d.). Goal 8: Decent work and economic growth. https://www.un.org/sustainabledevelopment/economic-growth/

Pemkot Bogor Raih Penghargaan Implementasi Program 3 Juta Rumah dari Kemendagri dan Kementerian PKP

0

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapatkan penghargaan Terbaik Pertama tingkat Kota dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sebagai Pemerintah Daerah Berprestasi Kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah melalui program bantuan pemerintah pada pelaksanaan bedah rumah

Program bedah rumah di Kota Bogor ini diakselerasi dengan berbagai program bantuan pemerintah, termasuk melalui alternatif pembiayaan dengan melibatkan CSR dari pihak swasta.

Penghargaan ini diterima oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dalam kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II yang dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian di Bali, Jumat (28/8/2026).

Pada sesi wawancara bersama Tempo, Dedie Rachim menyampaikan bahwa Pemkot Bogor sudah memiliki program bantuan perumahan bagi masyarakat kurang mampu melalui hunian vertikal berupa rumah susun sewa (Rusunawa) yang dapat menampung 300 kepala keluarga di dua lokasi, yakni wilayah Menteng, Kecamatan Bogor Barat, dan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara.

“Dua Rusunawa ini memang sangat membantu kita dan sangat sejalan dengan apa yang dicanangkan pemerintah pusat, bahwa kebutuhan perumahan untuk masyarakat kalau tidak dibantu, diakselerasi oleh pemerintah tentu masyarakat yang menengah ke bawah akan merasa kesulitan untuk memiliki rumah sendiri, ya. Tetapi dengan model sewa, ya ini juga kelihatannya cukup baik dan respon masyarakat positif,” ungkap Dedie Rachim.

Di samping Rusunawa, Pemkot Bogor pada periode 2019 hingga 2024 juga memiliki program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang sudah memperbaiki 26.000 rumah.

Program perbaikan rumah ini pada tahun 2025 hingga 2026 tetap dilanjutkan dan ditingkatkan melalui data dari pihak wilayah serta Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor.

Tak hanya RTLH, Dedie Rachim juga meningkatkan program dengan konsep bedah rumah. Jika bantuan RTLH hanya sebesar Rp7 juta hingga Rp11 juta, maka program perbaikan rumah melalui bedah rumah memiliki anggaran yang dialokasikan sebesar Rp100 juta, sehingga penanganannya lebih komprehensif.

“Dengan program Bedah Rumah, Insyaallah akan lebih sempurna, baik dari pencahayaannya, kemudian sirkulasi udaranya, kemudian juga dari kualitas bangunannya. Jadi memang tentu ini perlu masukan dari masyarakat dan aktifnya pemerintah daerah, terutama di tingkat kelurahan bersama RT/RW untuk tadi, betul-betul bisa memetakan siapa yang membutuhkan supaya tepat sasaran,” ujarnya.

Sebab, lanjut Dedie Rachim, dalam program ini yang berhak menerima bantuan adalah masyarakat yang berada pada kategori desil 1 hingga 5 dan memiliki alas hak yang jelas.
Dedie Rachim meyakini bahwa peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan melalui berbagai program keberlanjutan dari kepemimpinan terdahulu yang terus diperbaiki sesuai kebutuhan zaman.

Untuk itu, dalam program bantuan rumah ini pihaknya juga sepakat bahwa berbagai program yang sudah baik perlu dilanjutkan dan ditingkatkan.

“Jadi artinya memang konsistensi pemerintah untuk terus memastikan bahwa masyarakat Kota Bogor atau masyarakat di kabupaten/kota ini mendapatkan perhatian dari kepala daerah,” ungkapnya.

Di samping program yang sudah berjalan dan sedang disiapkan, saat ini Pemkot Bogor juga sudah menyiapkan empat titik lokasi yang diajukan kepada Kementerian PKP melalui bantuan dari Kemendagri untuk dibangunkan hunian vertikal bagi masyarakat.

“Nah, kalau kemudian ini terbangun, maka paling tidak target dari pemenuhan 3 juta rumah bagi masyarakat Indonesia dari Kota Bogor juga semakin dapat dirasakan oleh masyarakat. Jadi mohon bersabar karena pemerintah masih terus bekerja,” ujarnya.

Untuk tahun 2025, Pemkot Bogor telah merealisasikan bantuan sosial RTLH BST dan BSTT kepada 2.122 rumah, dengan rincian sebanyak 257 rumah berada di kawasan kumuh dan 1.856 rumah di kawasan luar kumuh.

Sementara itu, pada 2026, RTLH sebanyak 1.138 unit dengan rincian 216 unit di kawasan kumuh, 922 unit di luar kawasan kumuh, serta 6 unit melalui program bedah rumah.
Sedangkan, melalui alternatif pembiayaan CSR Buddha Tzu Chi pada tahun 2026 sebanyak 204 unit rumah.

Dengan capaian ini, Dedie Rachim menyampaikan rasa syukur atas berbagai langkah Pemkot Bogor yang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat melalui Kemendagri dan Kementerian PKP.

“Ini merupakan penyemangat bagi kita Pemkot Bogor dan khususnya kami ucapkan apresiasi dan terima kasih kepada dinas-dinas terkait dan para pimpinan perangkat daerah serta seluruh masyarakat Kota Bogor yang telah mendukung langkah Pemkot dalam melaksanakan berbagai program,” ujarnya.

Penataan Puncak, 79 Bangunan Cisarua Disegel

0

Cisarua | Jurnal Bogor – Penataan kawasan Puncak, khususnya wilayah Cisarua dan Megamendung, terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Salah satunya melalui penertiban bangunan yang terbukti melanggar aturan.

Senin (31/8/2026), sebanyak 79 unit bangunan yang terdiri dari warung kelontong, kios, dan bangunan ruko di Jalan Gapura, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, disegel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor bersama petugas Trantib Kecamatan Cisarua.

Penyegelan terhadap seluruh bangunan yang digunakan sebagai tempat usaha tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan kawasan dan normalisasi jalan agar arus lalu lintas dapat berjalan lebih lancar.

Yudi Iskandar, petugas Satpol PP Kabupaten Bogor bidang penyegelan, mengatakan, bangunan yang disegel telah terbukti melakukan pelanggaran. Sebelum penyegelan dilakukan, pihaknya telah memberikan surat teguran sesuai prosedur, mulai dari teguran pertama hingga teguran ketiga.

“Langkah yang kita lakukan hari ini adalah penyegelan terhadap 79 unit bangunan yang terbukti melanggar. Sebelum dilakukan penyegelan ini, sesuai prosedur kita sudah memberikan surat teguran mulai dari teguran pertama hingga teguran ketiga,” ujar Yudi, Senin (31/8/2026).

Selama proses pemberian surat teguran, petugas juga meminta pemilik bangunan untuk melakukan pembongkaran secara mandiri. Dari hasil pemantauan di lapangan, sejumlah pemilik toko telah melakukan pembongkaran.

Menurut Yudi, pembongkaran secara mandiri diharapkan dapat mengurangi potensi kerugian bagi para pemilik bangunan.

“Kita apresiasi bagi mereka yang sudah melakukan pembongkaran sendiri. Dan bagi mereka yang membangkang, mau tidak mau akan dilakukan pembongkaran secara paksa,” tegasnya.

Yudi menambahkan, setelah proses penyegelan dilakukan, pihaknya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Bupati Bogor. Penertiban tersebut merupakan bagian dari program penataan kawasan Puncak.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Cisarua, Nur Indrawan, mengatakan penataan kawasan tidak hanya menyasar bangunan, tetapi juga fungsi badan jalan dan drainase.

“Semuanya akan difungsikan sesuai peruntukannya. Mulai dari badan jalan tidak boleh dipakai untuk parkir liar, begitu juga drainase harus berfungsi dengan baik. Saluran drainase tidak boleh ditutupi oleh sampah dan material lainnya,” katanya.

Menurutnya, kondisi drainase yang tidak berfungsi dengan baik dapat menimbulkan persoalan ketika hujan turun. Karena itu, penataan kawasan membutuhkan peran petugas dan instansi terkait sesuai bidangnya masing-masing.

Selama kegiatan penyegelan berlangsung, petugas Satpol PP yang didampingi UPT Tata Bangunan Ciawi berjalan dengan lancar dan kondusif. Dadang Supriatna

Kades Cigudeg: Kesampingkan Ego, Bangun Komunikasi

0

‎‎Cigudeg l Jurnal Bogor
‎Kepala Desa Cigudeg H.Andi Supriadi memiliki pandangan yang bijak perihal tugasnya sebagai kepala desa. Dia mampu mengesampingkan ego dan membangun komunikasi demi terciptanya Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor yang kondusif. Selain itu juga membuka ruang diskusi melalui bermusyawarah yang menjadi jalan terbaik  dalam mengambil keputusan.

‎”Kita harus saling menghargai perbedaan. Sebagai orang timur, karena  musyawarah bagian budaya identitas yang luhur,” kata dia.

‎‎Menurut Kades Supriadi atau yang akrab dipanggil Bram,  berbeda pandangan atau pendapat itu hal wajar. Tanpa menyela atau ego pribadi, tentu kita harus menghargai perbedaan atau pendapat orang lain.

‎”‎Tentu jangan alergi dengan kritik, sepanjang tidak menyerang personal. Karena kritik itu bentuk berdemokrasi untuk membangun. ‎Kesampingkan egosentris. Fokus  apa yang disampaikan , akan tetapi bukan sibuk menyiapkan bantahan atau kalimat yang mengarah  personal,” jelasnya.

‎‎Sebab itu, lembaga desa kata dia, memiliki peranan penting untuk menyerap aspirasi sesuai potensi desa. Tak hanya itu, Pemerintah Desa selain mengurus secara administrasi juga menyiapkan dan menyusun beragam  program  teknis maupun nonteknis.

‎‎Termasuk persiapan dengan dibuatnya Rencana pembangunan jangka menengah Desa atau  RPJMDes. “‎Membuka ruang dialog perbedaan pendapat bukan untuk memenangkan suatu argumen, akan tetapi tujuan  untuk membuka jalan dengan runtut alasan dengan rincian pemaparan,” tandasnya.

(Arip Ekon)

Garesi FC Juara Pordes Cup Bantarkaret 2026

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Garesi FC asal Kampung Sidempok berhasil menjuarai turnamen Pordes Cup Bantarkaret 2026 setelah mengalahkan Aremci FC 1-0 pada partai final yang digelar di Lapangan GBK, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Minggu (30/8/2026).

Laga puncak turnamen antar kampung itu berlangsung sengit dan meriah. Ribuan penonton dari berbagai wilayah memadati area stadion untuk menyaksikan langsung perebutan gelar juara.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan. Atmosfer pertandingan semakin hidup dengan dukungan penuh dari suporter kedua tim yang hadir di tribun dan sisi lapangan.

Sekretaris Desa Bantarkaret, H. Sastra, mengucapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan Pordes Cup 2026. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh unsur Muspika Kecamatan Nanggung yang telah mendukung penuh kegiatan tersebut.

“Peran aparat keamanan, khususnya jajaran Polsek dan Koramil Nanggung, serta seluruh unsur Muspika sangat membantu kelancaran turnamen sejak awal hingga final,” ujar H. Sastra.

H. Sastra menilai Pordes Cup Bantarkaret tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga.

“Ramainya penonton di setiap pertandingan membuat para pedagang dan pelaku UMKM mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat di sekitar lapangan,” jelasnya.

Pemerintah Desa Bantarkaret berkomitmen menjadikan Pordes Cup sebagai agenda tahunan yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus wadah pembinaan generasi muda.

“Kami berharap turnamen ini dapat kembali digelar pada tahun 2027 apabila tidak terdapat kendala,” kata H. Sastra.

Melalui turnamen seperti Pordes Cup, ia berharap dapat muncul bibit-bibit pesepak bola potensial dari Desa Bantarkaret dan sekitarnya yang mampu berkembang hingga ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

Keberhasilan Garesi FC sebagai juara Pordes Cup Bantarkaret 2026 sekaligus menutup rangkaian turnamen yang berlangsung meriah dengan antusiasme besar dari masyarakat Kecamatan Nanggung dan sekitarnya.

(Rahman Amang
)

Maulid Nabi di MIN 1 Bogor Tanamkan Kecintaan Kepada Rasulullah

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor
MIN 1 Bogor Leuwisadeng Kabupaten Bogor menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (28/8/2026). Peringatan Maulid Nabi diikuti sejumlah murid, tenaga pendidik, wali murid hingga unsur komite sekolah.‎

‎‎Pada Maulid Nabi tersebut juga dibacakan Mahalul Qiyam mengiringi suasana khidmat sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Sebelumnya dilakukan pPembiasaan shalat Dhuha mengawali jalannya acara sekaligus upaya menanamkan nilai religius kepada murid.‎

Suasana Mauliad Nabi di MIN 1 Bogor

‎Kreativitas siswa ditampilkan pada peringatan Maulid Nabi yang bukan sekadar seremonial, tetapi menjadikan momentum penting bagi seluruh siswa untuk mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.‎

‎”Anak-anak agar bisa meneladani akhlak Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari hari,” ujar Kepala MIN 1 Bogor Ating M.Pd.i.‎

‎‎Menurutnya, keteladanan Nabi Muhammad SAW sangat relevan untuk diterapkan terhadap para siswa, terutama dalam membentuk karakter yang santun, jujur, disiplin dan bertanggung jawab.‎

‎”‎Tentunya  menghormati guru dan kedua orang tua,” tandasnya.‎

‎pada kesempatan itu, Ketua Komite MIN 1 Bogor H. Didin Hapidudin yang juga sebagai Kepala Desa Sibanteng mengapresiasi semaraknya  Maulid Nabi yang menjadi sarana untuk mempererat dan silaturahmi yang menjadi bagian keluarga besar MIN 1 Bogor.‎

“‎Kegiatan keagamaan seperti  Maulid Nabi diharapkan untuk terus dilaksanakan dan memberikan dampak positif bagi  pembentukan karakter peserta didik,” tukasnya.

(Arip Ekon)

Perkuat Kemampuan, Pesilat PSHT Bogor Barat Latihan Bersama di Cijeruk

0

Cijeruk | Jurnal Bogor
‎‎Bertempat di area Pondok Pesantren Siti Dhumillah Cijeruk, Kabupaten Bogor puluhan pesilat Persatuan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Bogor Barat dan  Selatan menggelar pelatihan bersama, Minggu (30/8/2026).

‎Dewan Ranting  PSHT Kecamatan Caringin Bogor Selatan Gusnarto mengatakan, latihan pencak silat  bersama merupakan agenda rutin yang melibatkan pesilat di lingkungan Pondok Pesantren Siti Dhumillah.‎

‎Tak hanya itu, agenda  latihan rutin  bersama siswa maupun warga pesilat yang datang dari berbagai wilayah sebagai wujud kebersamaan dan  persaudaraan dalam organisasi PSHT tersebut.

‎”Pesilat tak hanya diajarkan secara materi saja, akan tetapi bagian penting dites fisik dan mental,” ujarnya.‎

‎”Untuk menumbuhkan percaya diri juga,” tambah salah satu Pengurus Ranting PSHT Kecamatan Caringin Nani Nurhayati ditemui usai latihan bersama.‎

‎Selain pengurus di PSHT Nani yang juga sebagai guru di sekolah yang aktif  memberikan materi ekstrakurikuler pencak silat di setiap sekolah di Kecamatan Caringin. ‎Pencak silat salah satu pelajaran esktrakurikuler  untuk membangun fisik dan mental anak sejak dini.‎

‎Perkembangan minat akan pencak silat dimasyarakat kini terus mengalami peningkatan. “Selain siswa prestasi, ditambah kepengurusan  organisasi PSHT pencak silat yang begitu luas, hingga perkembangan PSHT  terus mengalami peningkatan,” tambah Perwakilan PSHT Cabang Sukabumi Teguh Prayoga.‎

‎Sementara pelatih PSHT yang berasal Ranting Kecamatan Nanggung Rena Zaqiah mengatakan, latihan   keluar wilayah Nanggung sengaja dilakukan, agar mereka  dapat  beradaptasi dan berbagi pengalaman dengan para pesilat lainnya.‎

‎”Untuk   mengasah kemampuan dan mentalitas peserta silat, sebab ruang lingkup saat latihan  diluar dan didalam itu jelas berbeda. Mentalitas terbangun, karena peserta pun bisa latihan lebih serius lagi,” tandasnya.‎

‎Sementara keberadaan olahraga seni beladiri pencak silat ini mendapat dukungan dari  Forkopimcam Nanggun, Koramil 2117, Mapolsek hingga PT Antam.‎

‎Bahkan Ketua Koordinator Olahraga Kecamatan Nanggung (KOK) Kasim mendukung latihan di luar wilayah  karena bisa menambah pengalaman dan  memperkuat mentalitas.‎

‎”Mereka dapat merasakan kolaborasi latihan bersama sehingga pelatih bisa mengukur kekurangan para pesilat secara objektif,” pungkasnya.

(Arip Ekon)

Pramuka Kwarcab Kota Bogor Tanam Pohon di Dramaga

0

Dramaga | Jurnal Bogor
Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Bogor menegaskan komitmen nyata menjaga kelestarian lingkungan. Sebagai rangkaian peringatan Hari Pramuka ke‑65, pihaknya melaksanakan kegiatan bakti penghijauan berupa penanaman pohon di lahan aset Pemerintah Kota Bogor yang terletak di Desa Sukadamai, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Minggu (30/8/2026).

Langkah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud tanggung jawab moral dan kepedulian mendalam generasi muda terhadap bumi yang kita tinggali.

Penanaman pohon dipimpin langsung oleh Kak Eko Prabowo, Wakil Ketua Bidang Saka dan Gugus Darma Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor. Turut hadir dan menyemangati langkah bakti ini Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari, serta Kepala Desa Sukadamai H. Pepen Supendi.

Dalam kesempatan tersebut, H. Pepen Supendi juga mewakili Camat Dramaga hadir mendampingi sepenuhnya pelaksanaan kegiatan penghijauan ini.

Kepala Desa Sukadamai H. Pepen Supendi menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar atas pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, penanaman pohon yang dilakukan di wilayah ini akan menjadi awal yang baik untuk menumbuhkembangkan penghijauan secara menyeluruh di lahan tersebut.

“Penanaman pohon yang dilakukan di sini diharapkan dapat menumbuhkembangkan penghijauan secara utuh di lahan ini. Kita tanam jenis pohon keras sekaligus pohon‑pohon buah, sehingga nantinya tidak hanya menjadi penghijauan semata, tetapi juga bermanfaat menyejukkan sekaligus memberi manfaat nyata bagi warga sekitar,” ungkapnya

Aksi penghijauan ini menjadi bukti bahwa semangat Pramuka tidak hanya teruji di lapangan baris‑berbaris atau kemah semata, melainkan juga terwujud dalam tindakan nyata melestarikan alam. Semangat bakti seluruh anggota Gugus Darma se‑Kwarcab Kota Bogor tercurah penuh saat menanam satu per satu bibit pohon—menanam harapan, menanam masa depan, demi lingkungan yang tetap hijau, sejuk, asri, dan lestari bagi anak cucu kita kelak.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan makna mendalam semboyan Pramuka yang dipegang teguh: “SATYAKU KUDHARMAKAN, DHARMAKU KUBAKTIKAN”. Kesetiaan dan pengabdian ini tidak hanya ditujukan bagi bangsa dan negara, melainkan juga bagi alam semesta, lingkungan hidup, serta segala apa yang Tuhan titipkan kepada kita untuk dijaga sebaik‑baiknya. Menjaga hutan, menjaga tanah, menjaga udara bersih—adalah juga bagian tak terpisahkan dari kewajiban dan pengabdian sejati seorang Pramuka.

Hadirnya pemimpin wilayah, serta masyarakat setempat memperkuat pesan bahwa penghijauan adalah tugas bersama. Pohon keras dan pohon buah yang ditanam hari ini diharapkan tumbuh subur, berakar kuat, menjadi pelindung tanah, pemberi kesejukan, sumber hasil bumi, sekaligus pengingat abadi: bahwa kemajuan sejati harus berjalan beriringan dengan kelestarian alam. Tanpa lingkungan yang sehat, tak akan ada masa depan yang layak bagi siapa pun.

Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Bogor melalui langkah ini menyatakan sikap tegas: akan terus hadir, bergerak, dan berkontribusi nyata menjaga bumi. Bakti bagi alam adalah bakti bagi kehidupan selamanya.

(Wawan Hermawanto)