31.7 C
Bogor
Sunday, August 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

400 Mahasiswa Kehutanan IPB Ikuti Edukasi Kesehatan Mental: “Kuliah Boleh Ngebut, Mental Jangan Kusut”

0

Dramaga | Jurnal Bogor
Sebanyak lebih dari 400 mahasiswa aktif Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University mengikuti kegiatan Mental Health Education bertajuk “Kuliah Boleh Ngebut, Mental Jangan Kusut”. Kegiatan ini merupakan bagian dari Bina Corps Rimbawan Mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB yang digelar di Auditorium Sylva Pertamina, Kampus IPB Darmaga, Bogor, Sabtu (8/8/2026).

Selama 60 menit, mahasiswa diberikan edukasi untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental dan keterampilan sederhana dalam menghadapi tekanan akademik.

Ketua Satgas Mental Health Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB, Lufthi Rusniarsyah S.P.,M.Si., mengatakan kampus tidak hanya menjadi tempat pengembangan akademik, tetapi juga ruang untuk membangun lingkungan yang saling mendukung.

“Kami ingin mahasiswa memahami bahwa mereka tidak harus menghadapi semua tekanan seorang diri. Melalui edukasi ini, kami berharap mahasiswa semakin berani mengenali kondisinya, mencari bantuan ketika diperlukan, dan peduli terhadap teman di sekitarnya,” ujarnya.

Kuliah Bukan Hanya Mengejar IPK

Dalam pemaparannya, narasumber Bunda Lili Marliyuana, Certified Self-Healing Professional, Emotional Healing Therapist, dan Mental Health Educator sekaligus Direktur ABCo Therapy Center, menekankan bahwa kuliah bukan semata-mata soal nilai dan IPK.

“Kuliah juga menjadi ruang untuk belajar menjadi manusia yang lebih matang: berpikir kritis, bertanggung jawab, menghadapi tekanan, serta mengelola emosi. Bicara tentang kesehatan mental bukan karena kita lemah, tetapi karena kita ingin menjadi pribadi yang lebih tangguh,” kata Lili.

Mahasiswa juga diajak memahami bahwa sehat mental bukan berarti tanpa masalah. Sehat mental diartikan sebagai kemampuan menjalani kehidupan, menghadapi tekanan, membangun hubungan yang baik, tetap produktif, dan terus bertumbuh.

Mengenal 5 Pilar dan Fenomena Generasi Z

Peserta diperkenalkan dengan 5 pilar kesehatan mental: fisik, emosi, sosial, intelektual, dan spiritual. Selain itu, mahasiswa diajak mengenali tantangan yang dihadapi Generasi Z seperti overthinking, anxiety, impostor syndrome, FOMO, doomscrolling, social comparison, burnout, dan people pleasing.

Formula CARE dan Gerakan HADIR

Sebagai poin utama, kegiatan memperkenalkan formula CARE sebagai pengingat praktis menjaga kesehatan mental:

– C – Calm Yourself: Menenangkan diri saat menghadapi masalah
– A – Aware of Feeling: Mengenali dan mengelola emosi
– R – Reach Out: Berani mencari bantuan kepada orang terdekat, dosen, atau tenaga profesional
– E – Empower Yourself: Membangun kekuatan melalui kebiasaan kecil seperti tidur cukup, olahraga, dan bersyukur

Mahasiswa juga diajak menerapkan sikap HADIR untuk mendukung teman yang kesulitan: Hargai perasaannya, Amati perubahannya, Dengarkan tanpa menghakimi, Ingatkan untuk mencari bantuan, Rangkul dengan kepedulian

Kegiatan ditutup dengan praktik regulasi emosi untuk meredakan stres dan kecemasan.

“Harapannya, CARE tidak berhenti sebagai materi seminar, tetapi menjadi kebiasaan yang dibawa mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Lili Marliyuana.

Dengan kegiatan ini, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB berharap semangat mengejar prestasi akademik dapat berjalan beriringan dengan kesadaran merawat kesehatan mental mahasiswa.

(Wawan Hermawanto)

Kecamatan Cijeruk Gelar Jalan Sehat Meriahkan HUT RI ke 81

0

Cijeruk | Jurnal Bogor – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Salah satunya melalui kegiatan jalan sehat yang diikuti ratusan warga dari berbagai wilayah di Kecamatan Cijeruk.

Kegiatan jalan sehat tersebut berlangsung meriah dengan mengambil lokasi di halaman Kantor Kecamatan Cijeruk. Sejak pagi, ribuan warga terlihat memadati lokasi kegiatan. Tidak hanya dari kalangan orang dewasa, kegiatan tersebut juga diikuti anak-anak, remaja hingga para orang tua.

Antusiasme masyarakat semakin terlihat ketika panitia menyiapkan ratusan doorprize yang diberikan kepada peserta. Berbagai hadiah tersebut menjadi daya tarik tersendiri sehingga suasana kegiatan berlangsung penuh kegembiraan dan kebersamaan.

Camat Cijeruk Sobar Mansoer mengatakan, kegiatan jalan sehat tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyambut dan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Selain sebagai sarana menjaga kesehatan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah kecamatan dengan masyarakat.

Menurutnya, peringatan Hari Kemerdekaan tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi harus mampu menjadi momentum untuk membangun semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.

“Peringatan HUT Kemerdekaan ini kita jadikan momentum untuk meningkatkan kebersamaan, mempererat silaturahmi dan membangun semangat gotong royong. Jalan sehat ini bukan hanya untuk kesehatan, tetapi bagaimana kita bisa berkumpul dan bergembira bersama masyarakat,” ujar Sobar Mansoer dalam sambutannya, Sabtu (8/8/2026).

Ia menambahkan, pemerintah kecamatan sengaja menghadirkan kegiatan yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan adanya kegiatan bersama seperti jalan sehat, diharapkan hubungan antara pemerintah dengan masyarakat semakin dekat.

“Yang paling penting adalah kebersamaan. Kita ingin masyarakat merasa bahwa peringatan kemerdekaan ini adalah milik kita semua. Karena itu seluruh masyarakat kita ajak untuk ikut merasakan kegembiraan dalam memperingati HUT RI,” katanya.

Sobar juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dan mengikuti kegiatan sejak awal hingga selesai. Menurutnya, tingginya partisipasi warga menunjukkan bahwa semangat masyarakat dalam menyambut Hari Kemerdekaan masih sangat tinggi.

Selain jalan sehat, rangkaian kegiatan peringatan HUT RI di Kecamatan Cijeruk juga diisi dengan berbagai kegiatan lainnya yang melibatkan masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan hiburan sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk bersosialisasi dan mempererat persaudaraan.

Suasana semakin meriah saat pengundian doorprize dilakukan. Ratusan peserta tampak menunggu dengan penuh antusias nomor undian yang disebutkan panitia. Ketika nama atau nomor peserta mendapatkan hadiah, sorak-sorai warga pun terdengar di sekitar halaman Kantor Kecamatan Cijeruk.

Bagi masyarakat, kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga dan tetangga. Kesibukan sehari-hari seolah terhenti sejenak untuk menikmati suasana peringatan HUT Kemerdekaan dalam suasana yang penuh keakraban.

Camat Cijeruk berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pembangunan di wilayah kecamatan tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi momentum bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan, kebersamaan dan gotong royong. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga Kecamatan Cijeruk agar semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya.

Dengan digelarnya jalan sehat dan berbagai kegiatan lainnya, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Cijeruk tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Yudi

Komnas HAM Desak Aktivitas PT PMC di Sukajaya Dihentikan Sementara

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Sengkarut persoalan tanah di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, kembali memanas. Konflik agraria tersebut semakin menjadi perhatian menyusul bentrokan antara warga dan massa yang mengawal aktivitas alat berat pada Kamis (6/8/2026).

Sejumlah warga yang tergabung dalam kelompok tani bersama Aliansi Sukajaya Melawan menyampaikan pernyataan sikap terkait situasi yang terjadi di wilayah tersebut. Pernyataan itu dibacakan oleh Abdul Haris Semendawai, Komisioner Komnas HAM RI dari Subkomisi Mediasi, setelah melakukan peninjauan lokasi serta berdialog dengan warga.

Dalam pernyataan sikap bersama Kanwil Kementerian Hak Asasi Manusia Jawa Barat dan Aliansi Sukajaya Melawan, mereka menyoroti kondisi yang disebut sebagai kedaruratan ruang hidup serta meningkatnya ketegangan di tengah masyarakat.

“Mendesak penghentian sementara atau status quo aktivitas PT PMC atas objek sengketa demi mencegah perluasan konflik dan menjamin keselamatan jiwa warga di lapangan sampai terjalinnya mediasi di antara kedua belah pihak,” demikian salah satu poin pernyataan sikap tersebut, Jumat (78/2026).

Selain meminta penghentian sementara aktivitas di atas objek sengketa, mereka juga mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor untuk memfasilitasi proses mediasi antara pihak-pihak yang bersengketa.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah konflik semakin meluas sekaligus mencari penyelesaian atas persoalan agraria yang telah berlangsung di Desa Sukajaya.

Dalam pernyataan tersebut, pihak yang menyampaikan sikap juga mengutuk segala bentuk kekerasan dan intimidasi yang disebut terjadi dalam konflik tersebut.

Mereka menilai tindakan kekerasan dan intimidasi dapat mencederai hak atas rasa aman warga negara sebagaimana diatur dalam Pasal 30 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Abdul Haris mengatakan, pernyataan sikap tersebut disampaikan setelah pihaknya meninjau langsung lokasi dan mendengarkan berbagai masukan dari warga mengenai kondisi yang terjadi.

“Setelah kita meninjau lokasi dan berdialog serta mendengarkan berbagai masukan dan apa yang terjadi hari ini, kami bersama-sama untuk menyatakan sikap,” ujarnya.

Konflik agraria di Desa Sukajaya kini menjadi perhatian karena melibatkan persoalan penguasaan dan pemanfaatan lahan serta berujung pada ketegangan antara warga dengan pihak yang berkaitan dengan aktivitas PT PMC.

Untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan, penyelesaian melalui dialog dan mediasi dinilai menjadi langkah penting. Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum juga diharapkan dapat memastikan keamanan warga serta menjaga agar seluruh proses penyelesaian sengketa berjalan sesuai ketentuan hukum. Yudi

Kemasan Premium Bolen Tembus Pasar Kado Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Tren jajanan bolen kembali menggeliat  di Kota Bogor. Kali ini yang jadi sorotan adalah “Balen”, merek bolen dengan kemasan premium Classic Puff Pastry with Sweet Banana & Cheese.

Produk bolen dikemas dalam box warna coklat kraft dengan desain ilustrasi bolen dan jendela plastik. Di bagian atas box tertera logo Halal Indonesia serta label “HANDMADE – PREMIUM QUALITY”. Isinya terdiri dari 4-5 pcs bolen dengan isian pisang dan keju yang terlihat lumer.

“Kami sengaja bikin kemasannya beda. Biar bisa sekalian buat oleh-oleh dan hantaran. Targetnya bukan cuma dijual kiloan, tapi juga buat kado,” ujar salah satu pelaku UMKM produsen bolen, Lia di GG Kosasih Cikaret, Bogor, Sabtu (8/8/2026).

Varian best sellernya adalah pisang keju. Perpaduan pisang manis, keju gurih, dan kulit pastry yang garing berlapis jadi alasan kenapa produk ini cepat habis. Harga per box dibanderol mulai Rp35.000 – Rp45.000 tergantung varian.

Pemilik mengaku omzet naik 2 kali lipat sejak menggunakan kemasan premium dan promosi lewat media sosial. Pesanan terbanyak datang dari kantor, arisan, dan pembeli yang cari oleh-oleh khas Bogor.

“Ke depan kami mau tambah varian rasa dan perluas pemasaran online. Harapannya bolen Bogor bisa bersaing dengan produk dari kota lain,” tambahnya.

Dengan kualitas handmade dan standar halal, “Balen” membuktikan jajanan tradisional masih bisa naik kelas dan jadi pilihan camilan kekinian masyarakat.

(Wawan Hermawanto)

Jaga Silaturahmi, ILUNI 95 SMA Rimba Madya Gelar Pengajian Rutin

0

Bogor | Jurnal Bogor
Ikatan Alumni SMA Rimba Madya angkatan 1995 atau ILUNI 95 kembali menggelar pengajian rutin yang dirangkai dengan silaturahmi di Pasirkuda, Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini untuk mempererat persahabatan antarsesama alumni setelah 30 tahun lulus.

Acara yang berlangsung dengan suasana kekeluargaan ini dihadiri puluhan alumni. Para peserta duduk bersama di atas karpet, berdiskusi dan bertukar cerita masa sekolah sambil menikmati camilan.

Salah satu pengurus ILUNI 95 Dayat menyampaikan, pengajian rutin ini tidak hanya menjadi wadah meningkatkan keimanan, tetapi juga menjaga komunikasi antar alumni agar tetap solid.

“Kami ingin kegiatan ini terus berjalan rutin. Selain silaturahmi, kami juga berencana mengadakan kegiatan sosial yang bisa bermanfaat bagi masyarakat dan almamater,” ujarnya, Sabtu (8/8/2026).

ILUNI 95 SMA Rimba Madya berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tetap. Ke depan, mereka berharap dapat memperluas kegiatan dengan melibatkan lebih banyak alumni dan menggelar bakti sosial di lingkungan sekitar.

Dengan semangat kebersamaan, para alumni optimis ILUNI 95 bisa menjadi wadah yang positif dan memberi dampak baik bagi anggota maupun masyarakat.

(Wawan Hermawanto)

Abah Edo: Ekspedisi Bogor Biru di Pangradin, Demokrat Beri Contoh Kepedulian

0

Jasinga | Jurnal Bogor
Kepala Desa Pangradin Deni Setiabudi alias Abah Edo merespons positif kegiatan Ekspedisi Bogor Biru #5 DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor di Desa Pangradin, Jasinga, Kabupaten Bogor, Jumat (7/8/2026). Pihak desa mengaku terbantu dan bisa memberi contoh membangun kesadaran masyarakat.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Pembersihan kali memotivasi masyarakat, kepedulian, kesadaran masyarakat. Sampah memang tidak boleh dibuang ke kali,” jelasnya.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor UPT Jasinga membantu mengangkut sampah dari sungai

Apalagi dari Pemerintah Kabupaten Bogor juga memiliki program untuk menjaga lingkungan sehingga nanti bisa berkolaborasi. “Insya Allah ke depan bebas sampah. Ya, satu langkah awal positif, dan memang masyarakat kami masih minim kesadaran hingga sampah dibuang ke kali atau ke pinggir jalan. Partai Demokrat menginisiasi dan ini upaya bagus ada kepedulian,” jelas Abah Edo.

“Tadi juga ada penanaman pohon, dan disini masih banyak lahan kosong. Juga pengobatan gratis juga membantu, warga hampir 200 lebih datang, progam ini sangat positif. Merasakan manfaat dari Partai Demokrat,” tandasnya.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor Dede Chandra Sasmita ingin agar lingkungan bersih, edukasi kesadaran masyarakat tidak membuang sampah ke sungai perlu dilakukan.

“Yang terpenting adalah kesadaran masyarakat. Jangan sampai pagi kita bersihkan sore harinya dipenuhi sampah lagi. Kalau belum bisa menjaga lingkungan minimal tidak buang sampah ke sungai atau ke tempat yang tidak semestinya,” kata

Dia juga memastikan pada kegiatan dalam rangkan HUT Partai Demokrat ke-25 melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, pihaknya akan membangun tempat pembuangan sampah (TPS) agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

“Tadi kita dibantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor UPT Jasinga. Nanti akan kami komunikasikan dengan kades, harus ada pembungan sampah disini. Kita usahakan mudah-mudahan di bulan Oktober atau November buat TPS,” jelas Kang Dechan, panggilan akrabnya.

Dia juga memberikan bantuan pembuatan sumur bor karena kemarau panjang membuat banyak masyarakat susah mendapatkan air bersih. “Tadi kami bantu buat pengeboran air, bantuan ke posyandu, kader PKK dan untuk kegiatan Agustusan juga,” jelasnya.

(yev/cc)

Tinjau Korban Terduga Keracunan MBG, Rudy Susmanto Jamin Seluruh Biaya Pengobatan Gratis

0

Bogor | Jurnal Bogor

Bupati Bogor Rudy Susmanto mendatangi Puskesmas Dramaga, Kabupaten Bogor, Jumat (7/8) dini hari, untuk memastikan kondisi warga yang diduga mengalami keracunan makanan. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam memastikan seluruh warga mendapatkan penanganan medis secara optimal.

Rudy Susmanto mengungkapkan, dirinya langsung menuju Puskesmas Dramaga setelah menerima informasi mengenai adanya sejumlah warga yang diduga mengalami keracunan di wilayah Kecamatan Dramaga. Di lokasi, ia meninjau langsung kondisi para pasien sekaligus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan terkait penanganan yang sedang dilakukan.

Bupati Bogor menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor bertanggung jawab penuh terhadap pelayanan kesehatan bagi seluruh warga yang terdampak. Karena itu, seluruh biaya pengobatan bagi warga yang diduga mengalami keracunan dipastikan ditanggung oleh Pemkab Bogor. 

Pemkab Bogor juga terus memantau perkembangan kondisi seluruh pasien dan memastikan setiap warga yang menjalani perawatan memperoleh layanan kesehatan terbaik hingga dinyatakan pulih.

“Untuk pengobatan bagi yang terduga keracunan, semua ditanggung oleh Pemkab Bogor. Tentunya kami berikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” tegas Rudy.

Selain memastikan pelayanan kesehatan berjalan maksimal, Pemkab Bogor juga bergerak cepat melakukan langkah-langkah investigasi guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Sampel makanan telah diambil untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 29 orang diduga mengalami keracunan makanan, terdiri dari 25 orang pasien lama dan 4 orang pasien baru yang masuk sejak pukul 07.30 WIB. Sebanyak 9 orang direncanakan dapat pulang pada pagi hari setelah kondisi kesehatan membaik. Sementara seluruh pasien tetap dalam pemantauan tenaga medis.

Berdasarkan hasil pemantauan tenaga kesehatan, sebagian besar pasien menunjukkan perkembangan yang baik. Mayoritas dalam kondisi membaik. Seluruh pasien terus dipantau oleh tenaga medis hingga dinyatakan pulih. (*) Dedi

Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman: HUT RI Momen Mensyukuri Kemerdekaan

0

Nanggung | Jurnal Bogor
‎‎Momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Desa Kalongliud, Nanggung, Kabupaten Bogor dijadikan sarana memperkuat persatuan dan menumbuhkan semangat gotong royong. ‎Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman upaya tersebut untuk mewujudkan cita -cita pembangunan bangsa.

‎‎”Cita-cita pembangunan menjadi bagian dari kewajiban kita selaku generasi penerus,” kata Jani Nurjaman kepada Jurnal Bogor, Kamis (6/8/2026).

‎‎Jani Nurjaman yang merupakan Ketua APDESI Kecamatan Nanggung ini terlihat aktif dan tengah mempersiapkan beragam kegiatan dalam menyemarakkan HUT KRI ke- 81. Peringatan menjadi bentuk rasa syukur atas perjuangan para pahlawan yang berjuang melawan penjajah sehingga Agustusan menjadi refleksi diri.

Dia berupaya mengedukasi masyarakat terutama kalangan remaja agar tumbuh kecintaan terhadap tanah air Indonesia. Pemerintah Desa Kalongliud pun pada HUT RI kali ini membuat rangkaian kegiatan dengan terlebih dahulu dibuka acara doa bersama dan pada 17 Agustus 2026 digelar upacara bendera.

‎‎Dengan keterlibatan pasukan pengibar bendera (Paskibra) dari kalangan pelajar tingkat SMP di Desa Kalongliud, juga menjadi bagian untuk memupuk semangat nasionalisme sejak dini.

** Arip Ekon


‎.

Limbahnya Membahayakan dan Cemari Lingkungan, Pengolahan Aki Bekas Diprotes Warga

0

Cibungbulang l Jurnal Bogor
‎‎Pengolahan aki bekas di Kampung Cipakel di Desa Leuweungkolot, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor diprotes dan meresahkan warga karena keberadaan limbahnya dinilai membahayakan dan mencemari lingkungan.‎

‎‎Komponen berbahaya dalam komposisi aki kendaraan seperti timbal yang merupakan logam berat beracun yang merusak saraf, darah, dan otak dan asam sulfat yang merupakan cairan sangat korosif yang bisa membakar kulit serta merusak mata.‎

‎Hal ini tentunya sangat meresahkan warga sekitar, bahkan tempat pengolahaan aki bekas tersebut tersebut tidak memiliki pengolahaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan membuang limbahnya ke saluran irigasi.‎

‎‎Kepala Desa Leuweungkolot, Suwardi membenarkan adanya pengolahan aki bekas yang beberapa waktu lalu meresahkan warga sekitar.‎

‎”Oh aki bekas ya, itu yang di Kampung Cipakel kan kemarin sudah ditindaklanjuti  sama Satpol PP Kecamatan ya kemarin,” ujarnya, Kamis (06/08).‎

‎Menurutnya, atas adanya laporan dari warga sekitar, pihak Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Cibungbulang telah melakukan penindakan dan peneguran terhadap pemilik usaha tersebut.‎

‎”Perkiraan sudah hampir setahun kayaknya beroperasinya dan kemarin sudah diinstruksikan sama kecamatan sama Kapolsek itu sudah pada turun ke lokasi,” jelasnya.‎

‎Ia mengatakan sejauh ini pihak pengelola sudah melayangkan izin lingkungan, namun pihak desa belum bisa memastikan apakah telah mengantongi ijin dari dinas terkait.‎

‎”Iya itu masih punya warga yang menetap disitu masih ada kerabat dengan Pak RT, kalau izin lingkungan sudah ada dan izin sebagian warga juga sudah ada,” tukasnya.

** Arip Ekon

SDN Sukamaju 08 Rusak, Plafon Harus Ditopang Pakai Bambu

0

Nanggung l Jurnal Bogor ‎
‎Gedung sekolah di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor masih saja dibiarkan rusak meskipun setiap tahunnya seringkali  diusulkan untuk perbaikan. ‎Kali ini, kondisi  gedung SDN Sukamaju 08  di Desa Kalongliud, Nanggung telah lapuk dan plafon terpaksa harus ditopang menggunakan batang  bambu. Hal ini dilakukan bukan tanpa sebab, karena pihak sekolah mengkhawatirkan gedung sekolah yang menahan beban berat itu sewaktu- waktu bisa saja ambruk.‎

‎‎Kondisi bangunan sekolah seperti ini merupakan potret buram fasilitas pendidikan yang membahayakan keselamatan siswa dan guru. Pihak sekolah mengakui kondisi bangunan lapuk membuat mereka tidak tenang, apalagi ketika hujan turun sehingga sejumlah murid pun disarankan untuk pulang ke rumah masing- masing.‎

‎”Keadaannya was-was aja. Ada kekhawatiran  bangunan sekolah itu seketika terjadi ambruk,” kata Kepala Sekolah SDN Sukamaju 08 Tintin kepada  Jurnal Bogor, Kamis (6/8/2026).‎

‎”Mending kalau ambruknya  malam hari. Kebayang gak coba, kalau di jam belajar terus  bangunan itu ambruk mengakibatkan banyaknya korban,” ungkapnya lagi.‎‎

‎Tintin yang sudah tiga tahun menjabat sebagai kepala sekolah di SDN Sukamaju 08 mengaku, seringkali mengajukan perbaikan  sekolahnya yang sekian hari kondisinya sangat memperihatinkan itu.‎

‎”Sering diajukan pembangunan hingga ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. ‎ Bahkan tahun lalu, diusulkan juga  ke anggota Dewan tetapi sudah bulan Agustus ini kabar baik untuk pembangunan gedung sampai hari belum ada realisasinya,” jelasnya.‎

‎Terpisah, Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman mengaku, gedung SDN Sukamaju 08 yang berada di wilayahya memang termasuk skala prioritas pembangunan melalui usulan di Musrenbang yang digelar di desanya.‎

‎”Dari tahun 2024 -2025 diusulan itu masuk skala prioritas namun sampai hari ini sekolah SDN Sukamaju 08 masih belum ada perbaikan,” pungkasnya.

** Arip Ekon