29.3 C
Bogor
Saturday, August 1, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Jadi Akses Warga Ciampea-Rancabungur, Kang Dechan Ingin Jembatan Gantung Benteng Cisadane Dirawat dan Dijaga

0

Ciampea | Jurnal Bogor
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor Dede Chandra Sasmita mengingatkan masyarakat agar bisa menjaga dan merawat jembatan yang keberadaannya penting menjadi akses warga Ciampea dan Rancabungur.

“Dengan pengecatan ini bisa juga untuk memberikan contoh agar jembatan dirawat dan supaya area jembatan juga tetap asri maka kita tanam pohon juga,” jelas anggota DPRD Provinsi Jabar yang akrab disapa Kang Dechan disela-sela Ekspedisi Bogor Biru #4 yang digelar DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor di Kampung Lebak Gunung, Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Jumat (31/7/2026).

Ekspedisi Bogor Biru #4 ini direspons positif aparatur desa, muspika dan warga setempat yang selain melakukan pengecatan Jembatan Gantung Benteng Cisadane, juga dilakukan penanaman pohon dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Khusus untuk pengecatan jembatan, Kepala Desa Benteng, Ciampea H. Faka Harika mengungkapkan terimakasih kepada Partai Demokrat karena berkat aspirasi wakil rakyatnya, warga Ciampea dan Rancabungur terhubung. “Sebelum ada jembatan ini kalau mau ke Rancabungur itu memutar jauh sekali, begitu juga sebaliknya dari Rancabungur yang mau ke Ciampea. Jembatan ini bermanfaat bagi warga,” ujarnya.

Jembatan Gantung Benteng Cisadane sendiri dibangun 2002 dengan panjang 80 meter berasal dari dana aspirasi anggota DPR RI asal Partai Demokrat, H.Anton Sukartono Suratto sehingga agar tidak mudah keropos dan tetap awet, jembatan ini dilakukan pengecatan.

“Jembatan ini sudah ada besinya yang berkarat makanya perlu dicat lagi. Ya jembatan ini aspirasi kami agar tetap awet harus dipelihara,” kata H.Anton Sukartono Suratto yang juga hadir pada Ekspedisi Bogor Biru #4 dalam rangkaian Gerakan Langit Biru Indonesia Asri HUT Partai Demokrat ke-25.

Camat Rancabungur Dita Aprillia menyambut positif upaya Partai Demokrat yang melakukan aktivitas sosial di wilayah perbatasannya. Ke depan dia mengharapkan ada upaya pembersihan sungai dari sampah yang diinisiasi wakil-wakil rakyat dari partai berlambang merci.

“Support sekali ya, terimakasih dengan adanya kegiatan di wilayah kami,” kata dia.

(yev/cc)

Usaha Kopi Hijau di Bogor Tumbuh, Petani dan Roastery Lokal Raup Peluang Baru

0

Megamendung| Jurnal Bogor
Tren ngopi yang terus naik membuat komoditas kopi hijau atau green bean semakin dilirik. Di Bogor dan sekitarnya, usaha jual beli biji kopi mentah seperti dalam foto ini mulai banyak dilakukan petani, pengepul hingga UMKM roastery.

Yusup, slah satu pengusaha UMKM Kopi Brand Rasio Kopi mengatakan, dalam 1 tahun terakhir permintaan green bean asal Bogor dan Puncak meningkat signifikan.

“Yang beli sekarang bukan hanya roastery besar. Banyak juga anak muda yang mulai usaha roasting di rumah. Belinya bisa eceran 1 Kg dulu seperti ini untuk coba profil sangrai,” ujarnya, Kamis 30/07/2026.

Yusup

Harga green bean Arabika asal daerah Bogor dan Sukabumi saat ini berada di kisaran Rp150.000 – Rp250.000 per kg, tergantung proses dan ketinggian lahan.

Dengan menjual dalam bentuk green bean, petani tidak perlu mengeluarkan biaya sangrai dan kemasan. Sistem kemas vakum juga membantu menjaga kualitas agar tahan lebih lama saat dikirim ke luar kota.

“Ini menguntungkan dua pihak. Petani dapat harga lebih baik, roaster dapat bahan baku yang fresh. Rantai distribusinya jadi lebih pendek,” kata Yusup .

Di Kabupaten Bogor ada puluhan kelompok tani kopi di wilayah Cijeruk, Tamansari, dan Megamendung yang kini mulai mengolah hasil panennya sendiri.

Selain pasar lokal, permintaan ekspor juga mulai masuk. Beberapa negara seperti Jepang dan Malaysia melirik kopi single original dari Jawa Barat karena karakter rasanya.

Namun tantangannya tetap pada kualitas. Standar kadar air, ukuran biji, dan kebersihan harus dijaga agar bisa bersaing.

Pemerintah daerah pun didorong memberi pelatihan pasca panen dan bantuan alat pengering agar mutu kopi Bogor bisa naik kelas.

Dengan potensi pasar yang besar, usaha kopi hijau diyakini akan terus menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif dan pertanian di Bogor.

(Wawan Hermawanto)

Wahyu Hidayat Bagi Waktu Antara Tugas Utama dan Usaha Sampingan

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Meski dalam kesehariannya sebagai Kepala Terminal Leuwiliang tipe B, namun Wahyu Hidayat bisa menjalankan usaha sampingannya beternak bebek petelur. Kiatnya yakni pandai-pandai membagi waktu antara tugas utama dan usaha sampingan.

Pada jam istirahat misalnya pukul 12.00 WIB, Wahyu Hidayat meluangkan waktu untuk memberikan pakan bebek. ‎Usaha yang dirintisnya dengan memelihara ratusan bebek petelur terbilang baru, omzetnya pun belum signifikan. Tetapi langkah uji coba ternak bebek petelur harus dilakukan karena memberikan nilai tambah ekonomi.

Wahyu Hidayat

‎”Yang penting tidak mengganggu jam kantor dan tetap  melaksanakan kewajiban tugas seperti biasanya,” kata Wahyu disela sela saat memberikan pakan ternak bebek petelurnya, Kamis (30/7/2026).

‎‎‎Sebagai abdi negara, antara tugas pokok dan sebagai pelaku usaha ternak baginya tak masalah karena jarak kediamannya ke tempat kerja tak jauh hanya berjarak sekitar 300 meteran.‎

‎“Misal, di pagi hari bisa difokuskan pada pekerjaan sebagai kepala terminal. Saat istirahat siang, bisa dimanfaatkan dengan memberikan pakan hewan ternak,” pungkasnya.

Usaha ternaknya pun tak rumit, dengan memanfaatkan sisa makanan yang berasal  dari dapur MBG, bebek petelurnya dikelola secara mandiri.

** Arip Ekon

Rusli Calon Tunggal Ketua Golkar Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Bursa pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor periode 2025–2030 mengerucut menjadi calon tunggal. Hingga batas akhir pengembalian formulir pendaftaran pada Kamis (30/7/2026) pukul 20.00 WIB, hanya Rusli Prihatevy yang mengembalikan formulir, sementara Erlamgga Pramada yang semlat mengambil formulir pendaftaran tidak mengembalikannya.

Dengan demikian, Rusli dipastikan menjadi satu-satunya calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI.

Ketua Penyelenggara Musda XI DPD Partai Golkar Kota Bogor, Eka Wardana, mengatakan seluruh tahapan yang menjadi tanggung jawab panitia telah berjalan sesuai jadwal. Mulai dari proses pendaftaran hingga pengembalian formulir bakal calon ketua telah rampung dan ditutup tepat pada Kamis (30/7/2026) pukul 20.00 WIB.

“Alhamdulillah tahapan yang menjadi tugas penyelenggara sudah kami laksanakan, mulai dari proses pendaftaran hingga pengembalian formulir. Selanjutnya kami tinggal melaksanakan Musyawarah Daerah yang insyaallah akan digelar besok,” ujar Eka.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan keluarga besar Partai Golkar Kota Bogor yang telah memberikan dukungan sehingga seluruh rangkaian persiapan Musda dapat berjalan dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh panitia dan dukungan dari keluarga besar Partai Golkar. Kami juga memohon doa agar pelaksanaan Musda besok berjalan lancar sesuai harapan,” katanya.

Eka mengungkapkan, hingga penutupan masa pengembalian formulir hanya satu bakal calon yang mengembalikan berkas pendaftaran, yakni Rusli Prihatevy. Hasil proses pendaftaran dan penjaringan tersebut akan dilaporkan secara resmi dalam forum Musda XI DPD Partai Golkar Kota Bogor sebagai bagian dari tahapan penetapan calon ketua.

Sementara itu, bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor sekaligus petahana, Rusli Prihatevy, mengapresiasi seluruh tahapan Musda XI yang dinilainya berjalan sesuai aturan organisasi dan mekanisme partai.

Rusli mengatakan, proses penjaringan bakal calon yang dilaksanakan panitia telah mengacu pada Peraturan Organisasi (PO) Partai Golkar serta arahan DPD Partai Golkar Jawa Barat dalam rangka menentukan kepemimpinan lima tahunan.

“Alhamdulillah seluruh proses tahapan yang dilaksanakan panitia, baik Steering Committee (SC) maupun Organizing Committee (OC), berjalan dengan sangat baik sesuai aturan organisasi dan mekanisme yang berlaku. Hari ini seluruh tahapan pengembalian formulir telah selesai dan ditutup pukul 20.00 WIB sesuai hasil rapat pleno panitia,” ujar Rusli.

Ia mengungkapkan, saat mengembalikan formulir pencalonan dirinya didampingi para pendukung yang berasal dari enam Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar, para ketua dan sekretaris PK, serta unsur organisasi yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar.

Menurutnya, kehadiran organisasi seperti Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR/MPG), Himpunan Wanita Karya (HWK), Al Hidayah, Majelis Dakwah Islamiyah (MDI), Satkar Ulama, hingga sejumlah organisasi sayap lainnya menjadi bukti soliditas keluarga besar Partai Golkar Kota Bogor.

“Tujuan kami hanya satu, yakni menjaga keutuhan, kebesaran, dan kebersamaan Partai Golkar agar tetap solid dalam menghadapi proses Musda,” katanya.

Rusli menambahkan, sebelum pelaksanaan Musda, DPD Partai Golkar Kota Bogor akan menggelar Silaturahmi Akbar pada Jumat (31/7/2026) pukul 08.30 WIB di Hotel Braja Mustika yang dijadwalkan dihadiri sekitar 1.200 kader dan keluarga besar Partai Golkar. Sementara itu, pembukaan Musda XI akan dilaksanakan pada pukul 13.30 WIB di lokasi yang sama.

“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat Kota Bogor agar seluruh rangkaian Musda berjalan lancar. Semoga ikhtiar ini dapat memberikan manfaat bagi Partai Golkar dan masyarakat Kota Bogor,” ucapnya.

Di sisi lain, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Bogor, Erlangga Pramada, menegaskan komitmennya untuk menjaga soliditas partai meski tidak mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor.

Erlangga mengatakan, dirinya bersama jajaran AMPG dan para pendukung tetap hadir mengawal seluruh tahapan Musda sebagai bentuk dukungan terhadap proses demokrasi internal Partai Golkar.

“Hari ini kami bersama-sama menjaga kondusivitas tahapan Musda. Kami datang bersama teman-teman, para pendukung, dan keluarga besar AMPG dengan semangat yang sama, yaitu berjuang dan bergandengan tangan demi Partai Golkar Kota Bogor,” ujarnya.

Menurut Erlangga, perbedaan pilihan dalam proses penjaringan merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Namun, setelah seluruh tahapan selesai, seluruh kader harus kembali bersatu untuk memperkuat Partai Golkar dan menghadapi agenda politik ke depan.

“Yang paling penting adalah menjaga persatuan dan kebersamaan. Siapa pun yang nantinya memimpin, tujuan kita tetap sama, yaitu membesarkan Partai Golkar dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bogor,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Pertanian Modern Dikebut, 578 Penyuluh Jabar, Jakarta dan Kaltara Siap Kawal PM-AAS

0

Bogor | Jurnal Bogor
Transformasi pertanian menuju sistem budidaya modern terus dipercepat Kementerian Pertanian. Sebanyak 578 penyuluh pertanian dari Jawa Barat, Daerah Khusus Jakarta, dan Kalimantan Utara mengikuti Training of Trainers (ToT) Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) secara full distance learning pada 29–31 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan ToT PM-AAS secara nasional yang digelar serentak oleh unit pelaksana pelatihan lingkup Kementerian Pertanian. Pelatihan tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian, khususnya penyuluh, agar mampu mengawal penerapan teknologi pertanian modern dan mendampingi petani dalam meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha tani.

Peserta pelatihan terdiri atas Ketua Kelompok Substansi Penyuluhan Pertanian, Ketua Tim Kerja, dan Koordinator Penyuluh Pertanian. Selama tiga hari, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kebijakan dan teknologi budidaya PM-AAS, pemeliharaan tanaman berkelanjutan, digital farming, serta praktik penerapan pertanian modern yang dapat diimplementasikan di wilayah masing-masing.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa transformasi pertanian menuju sistem modern perlu terus dipercepat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

“Pertanian modern harus bertransformasi menjadi pertanian yang menjadikan petani sejahtera. PM-AAS merupakan sistem budidaya modern yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani secara signifikan,” ujar Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, yang membuka kegiatan secara daring, mengatakan bahwa penyuluh memiliki posisi strategis dalam memastikan teknologi pertanian modern dapat diterapkan secara efektif di tingkat petani.

“Penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam mengawal implementasi PM-AAS. Melalui ToT ini, diharapkan para peserta memiliki pemahaman yang utuh mengenai teknologi budidaya pertanian modern sehingga mampu mengakselerasi penerapannya di wilayah masing-masing,” ujar Idha.

Sementara itu, Kepala BBPMKP Sukim Supandi mengatakan, penguatan kompetensi penyuluh menjadi bagian penting dalam mempercepat adopsi teknologi pertanian modern di lapangan.

“BBPMKP terus berupaya menghadirkan pelatihan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui ToT PM-AAS ini, kami menyiapkan penyuluh pertanian agar mampu menjadi trainer sekaligus pendamping petani dalam menerapkan sistem budidaya modern berbasis efisiensi, presisi, dan keberlanjutan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh materi mengenai kebijakan pengembangan PM-AAS, teknologi budidaya pertanian modern, pemeliharaan tanaman berkelanjutan, penerapan digital farming, hingga praktik terpadu pertanian modern yang mencakup teknologi panen dan pascapanen.

Pembelajaran dilakukan secara sinkron melalui Zoom Meeting dan dilengkapi praktik mandiri di lokasi masing-masing peserta dengan pendampingan fasilitator BBPMKP. Model pembelajaran tersebut diharapkan mampu memperkuat pemahaman peserta sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam mentransfer pengetahuan dan teknologi kepada penyuluh maupun petani di wilayah kerja masing-masing.

Melalui ToT PM-AAS, Kementerian Pertanian mendorong penyuluh menjadi penggerak utama transformasi pertanian modern di daerah. Dengan meningkatnya kapasitas penyuluh dan semakin luasnya adopsi teknologi, penerapan PM-AAS diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi, efisiensi usaha tani, dan kesejahteraan petani sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.

(Restu/BBPMKP)

Dewan Soroti Dugaan Salah Bayar Lahan R3

0

Bogor | Jurnal Bogor

Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor, H. Zenal Abidin, menyoroti polemik pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan Regional Ring Road (R3) di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur. Menurutnya, sejumlah persoalan yang mencuat perlu diurai secara terbuka agar tidak merugikan masyarakat maupun pemerintah.

Zenal mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya melalui pembicaraan nonformal, terdapat dugaan kekeliruan dalam proses pembayaran ganti rugi lahan. Hal itu diduga dipicu oleh perubahan kepemilikan tanah yang tidak terakomodasi dengan baik dalam proses pembebasan lahan.

“Informasi yang kami terima, pemilik awal pernah menjual tanah tersebut kepada pihak lain. Namun ketika proses pembebasan berlangsung, informasi mengenai rencana pembebasan diduga masih mengacu kepada pemilik awal. Sementara pemilik yang sekarang justru tidak mengetahui adanya proses tersebut, padahal tanahnya sudah berpindah tangan,” ujar Zenal, Kamis (30/7/2026).

Menurut politisi Partai Gerindra itu, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai proses verifikasi data yang dilakukan pemerintah sebelum menetapkan penerima ganti rugi.

“Kenapa bisa seperti itu? Apakah pemerintah tidak mencari tahu status kepemilikan terbaru? Seharusnya dilakukan penelusuran secara menyeluruh agar tidak terjadi kesalahan seperti ini,” katanya.

Untuk mencari titik terang, DPRD Kota Bogor akan berupaya memfasilitasi pertemuan dengan seluruh pihak yang berkepentingan, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pihak kelurahan, kecamatan, pemilik lahan, hingga pihak yang telah menerima pembayaran ganti rugi.

“Kami akan mencoba memfasilitasi agar semua pihak bisa memberikan penjelasan. Dari situ nanti akan terlihat di mana letak persoalannya dan bagaimana solusi terbaik yang bisa ditempuh,” ucapnya.

Selain itu, Zenal juga menyoroti adanya warga yang mengaku tidak mengetahui proses konsinyasi atau penitipan uang ganti rugi di pengadilan. Menurutnya, kondisi tersebut mengindikasikan sosialisasi yang belum optimal kepada masyarakat terdampak.

“Ada warga yang tidak tahu bahwa sudah ada proses konsinyasi. Sekarang persoalan ini baru ramai ketika akan dilakukan penggusuran. Akibatnya, pemilik lahan saat ini juga tidak mungkin lagi mengambil nilai ganti rugi yang telah ditetapkan sebelumnya karena muncul persoalan kepemilikan,” jelasnya.

Ia menegaskan penyelesaian persoalan R3 harus mengedepankan dialog dan mediasi agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

“Yang terpenting sekarang adalah membangun komunikasi yang baik. Harus ada mediasi antara warga dan pemerintah supaya persoalan ini bisa diselesaikan secara adil dan tidak ada yang dirugikan, baik masyarakat maupun pemerintah,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

MBG Tidak Peduli Komoditi Lokal

0

Cisarua | Jurnal Bogor – Sebagian Dapur Makan Bergizi Gratis( MBG) yang ada di wilayah Kecamatan Cisarua, Megamendung dan Ciawi kebutuhan hingga kini masih banyak yang tidak mengakomodir terhadap hasil pertanian dan peternakan dari warga sekitar. Mereka membeli kebutuha mulai dari sayur, telor dan kebutuhan lainnya belanja dari luar wilayah. Hal ini menjadikan kecemburuan dari para petani dan peternakan.

Penelusuran Jurnal Bogor di Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, dimana di desa tersebut terdapat 3 dapur MBG, dua dapur masih membeli kebutuhannya dari luar wilayah. Bahkan, peternakan ayam telur yang ada di desa itu tidak bisa menjual hasil telurnya ke dua dapur MBG itu.

Seperti yat dikatakan Indra, pengelolaan program ketahanan pangan yang bergerak dipeternakan ayam petelur, mengeluhkan terhadap dua dapur MBG itu.

“Ada 3 dapur MBG di Desa Citeko, hanya satu dapur yang mau peduli terhadap hasil petani dan peternakan warga setempat. Sementara dus dapur nya lagi, disaat kami tawari telur mereka menolak. Hal ini sungguh disayangkan. Padahal peternakan ayam petelur kita ini merupakan ternak program ketahanan pangan di desa ini, ” tuturnya, Kamis (30/7/2026).

Hal serupa dialami sebagian petani yang ada di kecamatan Megamendung. Mereka menjual hasil pertaniannya tetap ke pasar tradisional. “Kita hanya mendengarnya saja, dapur MBG harus mengakomodir hasil dari petani setempat. Namun kenyataannya jauh panggang dari api. Saat kita tawarkan hasil pertanian kita, mereka cuek, ” imbuh Kardi.

Adanya hal tersebut, cukup mengundang reaksi dari para pengamat program presiden ini, Burhanudin ( 55) warga Cisarua mengatakan, setiap dapur MBG seharusnya membeli hasil pertanian atau peternakan dari warga sekitar.

“Dalam aturannya, setiap dapur MBG itu harus menggunakan hasil dari pertanian juga peternakan dari warga setempat. Ini bertujuan untuk mensejahterakan para petani sekitar. Jika ada dapur MBG menolak komoditi hasil warga setempat, itu sudah terjadi pelanggaran, ” pungkasnya. Dadang Supriatna.

Jasa Servis Meningkat, Handjaya Optimistis Tumbuh di Era Digital

0

Bogor | Jurnal Bogor
Di tengah pesatnya transformasi digital, sektor usaha di bidang jasa servis komputer, laptop, dan printer menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Salah satu pelaku usaha yang bergerak di bidang ini adalah Handjaya Computer yang mengusung tagline “Handal Jaminan terpercaya”.

Handjaya Computer di Plaza jambu 2 Bogor Lantai LG Blok B4 No.8 (Area Belakang) menjadi contoh UMKM lokal yang mampu menangkap peluang dari meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap perangkat teknologi. Baik pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran hingga pelaku UMKM kini menjadikan komputer dan laptop sebagai kebutuhan utama dalam bekerja dan belajar.

Handjaya menawarkan jasa perbaikan untuk komputer, laptop, dan printer dengan 4 nilai utama: Cepat dan Tepat, Berkualitas dan Terpercaya, Garansi Service, dan Puas di Hati. Keempat poin ini dinilai relevan dengan kebutuhan konsumen yang menginginkan solusi perbaikan cepat, hasil berkualitas, dan ada jaminan purnaservis.

“Kepercayaan adalah modal utama di bisnis jasa. Konsumen sekarang tidak hanya cari murah, tapi juga cari yang bergaransi dan hasilnya memuaskan. Kepuasan pelanggan yang utama,” ungkap Handi, pemilik Handjaya Computer, Kamis (30/072026).

Data dari Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa UMKM sektor jasa dan perdagangan masih mendominasi kontribusi terhadap PDB nasional. Di era digital, permintaan jasa perbaikan perangkat ikut naik seiring tingginya volume penjualan laptop dan printer dalam 3 tahun terakhir.

Analis ekonomi menyebut, bisnis servis memiliki daya tahan tinggi karena bersifat kebutuhan, bukan keinginan. Ketika perangkat rusak, konsumen pasti akan mencari jasa perbaikan.

“Usaha seperti Handjaya ini penting untuk ekosistem ekonomi digital di daerah. Selain membantu memperpanjang usia pakai perangkat, juga menyerap tenaga kerja teknisi lokal dan menekan pemborosan karena tidak harus selalu beli baru,” jelas pengamat UMKM Hermawan.

Salah satu pembeda Handjaya  dengan kompetitor adalah pemberian garansi servis. Kebijakan ini dinilai efektif untuk membangun loyalitas pelanggan. Konsumen merasa lebih aman karena ada jaminan jika kerusakan yang sama terulang dalam periode tertentu.

Selain itu, penekanan pada “Cepat dan Tepat” juga menjawab keluhan umum konsumen terhadap lama waktu perbaikan. Dengan efisiensi waktu, pelaku usaha dan pelajar tidak perlu menunggu lama untuk kembali beraktivitas.

Pertumbuhan UMKM jasa seperti Handjaya  sejalan dengan target pemerintah dalam memperkuat ekonomi digital dan ekonomi kreatif hingga 2027. Pemerintah terus mendorong UMKM naik kelas melalui pelatihan, akses pembiayaan, dan digitalisasi pemasaran.

Handjaya sendiri saat ini mulai memanfaatkan media sosial untuk promosi dan membangun komunikasi dengan pelanggan. Strategi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar hingga ke luar wilayah Bogor.

Dengan komitmen pada kualitas dan kepercayaan, Handjaya optimis dapat terus berkembang dan menjadi rujukan utama masyarakat untuk solusi perbaikan perangkat teknologi.

(Wawan Hermawanto)

Jadi Ancaman Non Militer, Juhana Sosialisasikan Perda Penyimpangan Seksual

0

Bogor | Jurnal Bogor

Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi Partai Golkar, Juhana, menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual di Aula Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Rabu (29/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga dari berbagai kelurahan di wilayah Kecamatan Bogor Utara.
Dalam kesempatan itu, Juhana menegaskan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap isi perda sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga dan melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang dinilai dapat mengancam kehidupan sosial.

Menurut Juhana, fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) merupakan persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Ia berpendapat bahwa LGBT merupakan ancaman nonmiliter yang berpotensi merusak generasi bangsa apabila tidak diantisipasi melalui edukasi dan penguatan nilai-nilai dalam keluarga serta masyarakat.

“Melalui sosialisasi perda ini, kami ingin masyarakat memahami pentingnya peran keluarga, lingkungan, dan pemerintah dalam mencegah perilaku penyimpangan seksual. Edukasi harus terus dilakukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang utuh mengenai dampak yang dapat ditimbulkan,” ujar Juhana.

Ia menambahkan, penyebarluasan informasi mengenai Perda Nomor 10 Tahun 2021 menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga moral dan karakter generasi muda.

Juhana berharap masyarakat tidak hanya memahami substansi perda, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak serta remaja.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdialog dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait implementasi Perda Nomor 10 Tahun 2021 di tengah kehidupan masyarakat.

** Fredy Kristianto

Kampoong Ecopreneur Buka Jalan Petani Leuwisadeng Tembus Pasar Ekspor

0

Bogor | Jurnal Bogor- Petani di Desa Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, mulai mengembangkan budidaya ubi ungu berorientasi ekspor melalui program pemberdayaan yang diinisiasi Kampoong Ecopreneur bersama DT Peduli dan IPB University. Program ini menargetkan pasar Malaysia dan Singapura serta diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui pendampingan terpadu dari hulu hingga hilir.

Program diawali dengan pembukaan lahan seluas 1,5 hektare yang melibatkan 10 petani binaan. Selain mendapat kepastian pasar melalui kontrak dengan pembeli luar negeri, petani juga memperoleh dukungan modal, pendampingan teknis sesuai standar ekspor, serta penguatan kelembagaan kelompok tani.

Ketua Kampoong Ecopreneur, Sofie Beatrix, mengatakan program ini dirancang untuk membantu petani menghasilkan komoditas bernilai tinggi yang memiliki daya saing di pasar internasional.

“Minggu ini kita mulai buka lahan, sejumlah petani kita libatkan untuk bersama-sama menanam ubi ungu ini. Hasilnya nanti kita ekspor ke Malaysia dan Singapura,” ujar Sofie di Leuwisadeng, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, program yang berlangsung sepanjang 2026–2027 ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, baik secara ekonomi maupun spiritual.

Untuk memastikan hasil panen memenuhi standar ekspor, Kampoong Ecopreneur menggandeng IPB University sebagai mitra pendamping teknis. Para petani akan dibimbing mulai dari proses budidaya, penanganan pascapanen, hingga persiapan pengiriman hasil panen ke luar negeri.

Selain itu, kegiatan assessment lahan dan petani yang dilakukan menjadi dasar penyusunan indikator keberhasilan program. Tahapan selanjutnya meliputi pelatihan budidaya, pendampingan pascapanen, hingga pengiriman panen perdana sesuai kontrak dengan buyer.

Salah seorang petani binaan, Saepuloh, mengaku optimistis mengikuti program tersebut.

“Alhamdulillah ternyata kita dibimbing, punya harapan dan penghasilan tambahan. Saya senang karena dapat ilmu untuk mengolah lahan,” ujarnya. Yudi