26.3 C
Bogor
Tuesday, April 28, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Ikhtiar Maraton KONI Kota Bogor Menangkan 100 Emas

0

Bogor | Jurnal Bogor

Jelang perhelatan Porprov Jabar XV 2026, KONI Kota Bogor terus mematangkan berbagai upaya demi meraih target 100 medali emas dalam pesta olahraga empat tahunan itu.

Ketua KONI Kota Bogor, Dedi Sumarna mengatakan bahwa sejak awal pihaknya sudah memberikan support anggaran untuk peningkatan pembinaan prestasi bagi atlet dan pelatih.

Selain itu, kata Dedi, KONI Kota Bogor juga rutin melakukan monitoring terukur terhadap cabang olahraga (cabor) yang akan bertanding Porprov Jabar 2026.

“Selain itu, kami juga melakukan verifikasi dari test parameter terukur terhadap para atlet oleh KONI Kota Bogor,” ujar Dedi kepada wartawan, Selasa (28/4).

Sementara untuk meningkatkan semangat dan daya juang atlet dalam bertarung di porprov mendatang. Dedi menegaskan bahwa KONI rutin memberikan konseling psikologi kepada para atlet.

“Jadi bukan hanya fisik dan kemampuan yang diasah. Tapi juga mengenai mental dan semangat bertanding atlet,” ucapnya.

Seperti diketahui, Kota Bogor bersama Kota Depok dan Kota Bekasi akan menjadi tuan rumah bersama Porprov Jabar XV 2026 yang mempertandingkan 95 cabor.

Untuk Kota Bogor sendiri akan mempertandingkan sebanyak 24 cabor dan empat sub cabor, dimana didominasi oleh beladiri.

** Fredy Kristianto

Absurd, Usulan Gerbong Khusus Wanita Dipindah

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel mengkritik pikiran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Arifah Fauzi, terkait usulan memindahkan gerbong khusis wanita di Commuter Line sebagai dampak kecelakaan di Stasiun Bekasi, Senin (27/4/2026).

“Dalam situasi kecelakaan seberat ini, penanganan tidak sepatutnya didasarkan pada jenis kelamin penumpang. Seolah Menteri ingin mengatakan, ketika terjadi tabrakan kereta, jumlah korban perempuan harus dikurangi dan penumpang lelaki juga patut menjadi korban dengan jumlah yang setara,” kata Reza kepada awak media, Selasa (28/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Reza bersimpati mendalam atas kecelakaan yang menimpa korban penumpang di KRL Commuter Line. Sebagai penumpang KRL sejak belasan tahun silam, Reza mengatakan harusnya Menteri PPA bersimpati pada perempuan yang menjadi korban dalam berbagai aspek secara keseluruhan.

“Saya berempati terhadap penumpang perempuan yang berulang menjadi korban pelecehan seksual, walau kita juga harus insafi bahwa penumpang lelaki juga bisa bahkan telah menjadi korban pidana serupa. Karena itulah Commuter Line sudah mengambil ikhtiar menurunkan risiko yang patut didukung, yakni dengan mengadakan kereta khusus perempuan,” ungkap Reza.

“Tapi sekali lagi, ketika terjadi benturan fatal yang bisa memakan korban jiwa, lelaki dan perempuan sama-sama memiliki cuma satu nyawa. Menjadi penumpang di kereta yang dihantam rangkaian lain, akan menghadap-hadapkan mereka pada risiko maut yang sama. Penumpang lelaki yang berada di kereta paling depan dan paling belakang berhadapan dengan kekritisan yang sama dengan penumpang perempuan di posisi kereta yang sama,” ujar Reza.

Reza menambahkan, jenis kelamin bukan unsur yang relevan dikaitkan dalam kecelakaan ini. “Keamanan sebagai penumpang kereta adalah hak semua orang, apa pun jenis kelaminnya. Baik di kereta depan, tengah, maupun belakang. Dan ketika penumpang perempuan maupun penumpang lelaki menjadi korban, kedukaannya sama. Mereka patut mendapat perhatian yang sama, jaminan asuransi yang sama,” tegasnya.

Justru, Reza menanyakan sesering apa menteri PPA berkeliling memakai KRL. “Sesering apa Bu Menteri berkeliling memakai KRL? Mencari solusi harus dimulai dari kejernihan berpikir, Bu Menteri,” tandasnya.n

Sulap Tegallega Jadi Laboratorium Inovasi Kemasyarakatan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, kini menjelma menjadi laboratorium inovasi kemasyarakatan. Di bawah kepemimpinan Lurah Hardi Suhardiman, wilayah ini berhasil mengubah wajah kawasan yang dulunya dikenal keras menjadi sentra ekonomi kreatif dan ketahanan pangan yang diakui di tingkat nasional.

Inovasi paling mencolok dimulai dari RW 01 melalui program Kampung Literasi Mandiri Sampah (KLMS). Menariknya, petugas pengelola sampah di wilayah ini adalah mantan pengamen, preman, dan pak ogah.

“Dulu mereka bilang sendiri kalau mereka itu ‘sampah masyarakat’, tapi sekarang mereka justru yang mengelola sampah,” ujar Hardi kepada wartawan, Senin (27/4).

Menurut dia, program yang berjalan sejak 2025, program ini telah mengubah perilaku warga yang dulunya membuang sampah ke sungai. Berkolaborasi dengan Sekolah Vokasi IPB, sampah organik diolah menjadi Bata Terawang (kompos).

“Sementara sampah anorganik disalurkan ke bank sampah. Berkat inovasi ini, KLMS Tegallega menyabet Juara 1 Tingkat Nasional dalam lomba yang diadakan Kemendikti,” ucapnya.

Selain itu, perubahan sosial paling menyentuh terjadi di RW 06 atau yang dikenal sebagai kawasan Kampung Mongol. Di sini, Hardi membentuk kelompok Taruna Tani yang beranggotakan pemuda usia di bawah 30 tahun.

“Dulu mereka itu tukang mabuk, tukang palak, dan calo. Sekarang mindset-nya berubah. Mereka sibuk mengelola pertanian di lahan Jasa Marga,” jelas Hardi.

Ia menegaskan bahwa para pemuda ini kini mengelola greenhouse mini dan kolam ikan nila. Hasil panennya didistribusikan untuk mencukupi pangan warga sekitar dan disuplai ke pelaku usaha kuliner (Warimindo) di Tegallega.

Hardi juga mengklaim Tegallega adalah wilayah pertama di Kota Bogor yang memiliki kelompok Taruna Tani dengan latar belakang pemberdayaan pemuda jalanan.

** Fredy Kristianto

Lahan Eks Kios PKL Dijadikan Taman

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Pascapembongkaran kios pedagang kaki lima (PKL) yang ada di sepanjang Jalan Raya Puncak, mulai dari wilayah Kecamatan Megamendung, hingga di wilayah Kecamatan Cisarua, Pemerintah Kabupaten Bogor terus melakukan penanganan di titik-titik sebelumnya berdiri kios-kios pedagang kaki lima.

Pihak PUPR Kabupaten Bogor, kini memiliki andil untuk menjalankan tugasnya, untuk melakukan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan tugasnya. UPT DPU Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah Ciawi II, mereka kini tengah fokus melakukan pembersihan di areal bekas lapak kaki lima dan pengerukan drainase di sepanjang jalur Puncak. Untuk pelaksanaan pembersihan lokasi, para petugas benar-benar harus bekerja ekstra mengingat banyaknya material yang menutupi saluran dranaise.

“Mendukung terhadap program penataan kawasan Puncak, petugas kita sudah melaksanakan pembersihan di eks kios-kios PKL yang sudah dibongkar. Mulai dari pembersihan puing-puing hingga kepada pembersihan saluran dranaise dikerjakan oleh petugas kita. Untuk drainase di sepanjang jalur Puncak kini normal kembali. Dan untuk langkah selanjutnya, adalah eksen dari DPKPP menjadikan lahan bekas kios-kios PKL untuk ditata menjadi taman, ” ujar Kepala UPT DPU Jalan dan Jembatan Wilayah Ciawi II, Heru Haerudin.

Supaya tidak kembali berdiri kios-kios PKL yang baru, ditegaskan Camat Cisarua, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan ( DPKPP) Kabupaten Bogor kini tengah melakukan pembuatan taman taman dengan menanam bunga-bunga dan fasilitas lainnya. Ini dilakukan supaya kawasan bekas kios-kios PKL yang merupakan lahan milik jalan tidak menjadi kumuh.

“Lahan bekas kios PKL yang berada di luar areal Gunung Mas kini sudah ditanamani atau dibuat taman oleh pihak DPKPP. Karena, jika tidak langsung ditangani seperti itu, dikhawatirkan adanya memicu untuk tumbuhnya kembali bangunan baru. Supaya lokasi lokasi eks PKL terjaga, anggota trantib kecamatan Cisarua selalu bergantian melakukan pengawasan. Mereka kini masih mengemban untuk hal itu, ” pungkas Camat Cisarua, Heri Risnandar.

** Dadang Supriatna

Desak Pemkot Tindak Yogya, PUPR Segera Limpahkan Berkas ke Satpol PP

0

Bogor | Jurnal Bogor

Direktur Konsorsium Peduli Bogor (KPB), Saleh Nurangga mendesak agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menindak tegas Yogya Cimanggu Avenue di Jalan KH Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, yang nekat beroperasi meski belum mengantungi sertifikat laik fungsi (SLF).

Menurut dia, SLF adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh pemerintah yang menyatakan bahwa suatu bangunan gedung telah selesai dibangun dan memenuhi persyaratan teknis keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan untuk difungsikan sesuai peruntukannya.

“SLF wajib dimiliki agar bangunan aman digunakan dan legal. Itu tertuang dalam UU Nomor 28 Tahun 2002 dan PP Nomor 16 Tahun 2021,” ujar Saleh kepada wartawan, Senin (27/4).

Saleh menegaskan, pemerintah seharusnya menjatuhkan sanksi berupa peringatan tertulis, pembatasan kegiatan, penghentian operasional sementara, pencabutan atau pembekuan izin, hingga pembongkaran.

“Atau sanksi berat berupa denda 10 persen dari nilai bangunan sampai hukuman kurungan,” ungkap Saleh.

Ia menegaskan bahwa Kota Bogor harus bersikap tegas agar fenomena operasional dulu baru mengurus dokumen persyaratan dapat dihilangkan. Sehingga Pemkot Bogor memiliki wibawa di mata investor.

“Memang setiap daerah butuh investor, tetapi sisi aturan harus dikedepankan. Jangan sampai pemerintah disepelekan oleh pengusaha,” kata lelaki yang hobi menembak itu.

Selain itu, Saleh juga mendesak agar DPRD Kota Bogor tidak berpangku tangan, dengan memanggil pengusaha hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkutat di pengawasan, perizinan, hingga penindakan.

“Fungsi DPRD itu pengawasan, fenomena seperti ini tak boleh didiamkan. Kami menunggu action dari pemerintah dan DPRD,” tegas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Juniarti Estiningsih mengatakan bahwa pihaknya akan melayangkan teguran kepada Yogya Cimanggu Avenue pada Selasa (28/4). Setelah itu, pihaknya akan langsung melimpahkan ke Satpol PP untuk dilakukan penindakan.

“Teguran lisan sudah, untuk surat akan dilayangkan Selasa (28/4), langsung dilimpahkan ke Pol PP,” ucapnya.

Perempuan yang akrab disapa Esti ini juga menegaskan bahwa seharusnya sebuah gedung komersil tidak boleh beroperasi sebelum mengantongi SLF.

“Harusnya saat kondisi bangunan sudah 90 persen, SLF diurus. Tapi ini kan tidak, baru diurus setag selesai,” tegasnya.

** Fredy Kristianto

Cegah Perundungan, Kepala Sekolah Tarbiyatul Aulat Ajak Siswa Nobar Film Edukasi Cyberbullying

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Kepala Sekolah Tarbiyatul Aulat, Yuliati Saumi Soleha, mengajak para siswa mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) film edukatif Cyberbullying di CGV Vivo Mall, Senin (27/4/2026).

Film Cyberbullying merupakan produksi DL Entertainment yang digagas oleh produser Bagus Hariyanto. Film ini mengangkat isu perundungan digital yang semakin marak di Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari kampanye nasional pendidikan karakter melalui media film.

Yuliati menilai, fenomena cyberbullying memiliki dampak yang lebih luas dibandingkan perundungan secara fisik.

“Bullying di dunia maya jauh lebih menakutkan karena bisa dilihat oleh banyak orang dan menyebar tanpa batas. Jejak digitalnya juga sulit dihapus,” ungkapnya.

Ia menambahkan, berbeda dengan bullying fisik yang terjadi dalam ruang terbatas, perundungan digital dapat terus menghantui korban dalam jangka panjang.

“Kalau bullying fisik hanya sesaat dan disaksikan sedikit orang, tapi kalau cyberbullying, dampaknya bisa terus menghantui korban,” tambahnya.

Menurutnya, pemutaran film ini menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai karakter, empati, serta meningkatkan kesadaran pelajar agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Yuliati juga menyoroti besarnya dampak bullying di era teknologi saat ini, baik secara fisik maupun digital. Ia berharap film ini dapat menjadi media edukasi untuk mencegah dan menekan kasus perundungan di kalangan pelajar.

“Selain itu, film ini juga dapat mengajarkan cara bersosialisasi yang baik kepada anak-anak, sekaligus menjadi pengingat bagi orang tua untuk lebih mengawasi penggunaan gawai dan media sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Manager CGV, Arif, menyampaikan bahwa film Cyberbullying tidak hanya relevan bagi pelajar, tetapi juga mahasiswa.

Menurutnya, bentuk perundungan saat ini tidak hanya terjadi secara verbal, tetapi juga marak di media sosial.

Ia berharap, melalui film ini, generasi muda dapat lebih memahami mana perilaku yang baik dan yang perlu dihindari dalam berinteraksi di dunia digital. Selain itu, pihak CGV juga terus mendukung perkembangan industri perfilman Indonesia melalui berbagai kolaborasi dan kegiatan edukatif.

Penulis: Leonita

Sempat Go International, Sahate Liquid Butuh Intervensi Modal

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kelompok Tani Dewasa (KTD) Sahate yang berlokasi di RW 02, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, pernah mengharumkan nama Kota Bogor di level provinsi.

Hal itu lantaran KTD yang didirikan pada 2023 silam menjadi juara dalam lomba inovasi daerah. Bahkan, program-programnya dijadikan inovasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Selain mendapat juara satu saat lomba ketahanan pangan HUT Bhayangkara.

Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman mengatakan bahwa KTD Sahate juga sempat mendapat bantuan dana stimulan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kementerian Pertanian atas beragam inovasi yang dilakukan. Salah satunya adalah membuat sabun cuci piring bermerk Sahate Liquid dan mencetak bibit sayuran unggul.

“Sambu cuci piring itu sudah diuji laboratorium di Universitas Nusa Bangsa, dan hasilnya masuk dalam kualitas ungg Sempat meledak penjualannya, sampai diekspor ke Filipina,” ujar Hardi kepada wartawan, Minggu (26/4).

Namun, Hardi mengakui saat ini produksi sabun sedikit terkendala modal di tengah permintaan yang mencapai dua hingga tiga ribu botol per sekali produksi.

Meski demikian, prestasi KTD Sahaté telah membawa nama Kota Bogor ke tingkat Provinsi Jawa Barat dan membantu kota meraih juara ketahanan pangan pada HUT Bhayangkara di Senayan.

“Memang butuh intervensi modal dari pemerintah, kami pemerintah kelurahan akan berkoordinasi dengan OPD terkait agar KTD Sahate bisa mendapat bantuan modal. Biaya produksi sekitar Rp3 juta,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Yogya Cimanggu Akui Belum Kantongi SLF

0

Bogor | Jurnal Bogor

Regional Manajer Yogya Bogor, Endang Yudhi, memberikan klarifikasi terkait operasional gerai terbaru yang belum mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Ia mengakui terjadi disinformasi yang diterima pihak manajemen terkait aturan operasional toko di tengah proses pengurusan izin.

“Kami akui kemarin ada kekeliruan. Kami mendapatkan informasi bahwa SLF boleh diurus sambil operasional toko berjalan. Namun setelah bertemu bidang pengawasan DPUPR, ternyata itu keliru. Kami meminta maaf atas ketidaktahuan ini,” ujar Endang Yudhi saat memberikan keterangan, Sabtu (25/4).

Menurut dia, pihaknya tidak bermaksud mengabaikan regulasi. Berkaca pada pembangunan Bogor Junction dan Dramaga, pihak Yogya selalu memastikan SLF rampung sebelum buka.

Namun, untuk gerai kali ini, proses administrasi sebenarnya sudah berjalan sejak awal April melalui konsultan, tetapi terkendala pengumpulan berkas teknis seperti as-built drawing hingga dokumen lingkungan.

Menanggapi teguran dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor, Yudhi menegaskan komitmennya untuk patuh. Saat ini, permohonan SLF sudah terdaftar di sistem SIMBG dan sedang dalam tahap verifikasi berkas yang dijadwalkan hingga 29 April mendatang.

“Intinya ada itikad baik dari kami. Daftar di SIMBG sudah ada, mungkin butuh waktu beberapa minggu lagi sampai terbit,” tambahnya.

Mengenai kekhawatiran faktor keselamatan karena gedung sudah beroperasi, Yudhi menjamin bahwa sarana dan prasarana gedung dalam kondisi laik. Pihak internal telah melakukan uji kelayakan mandiri terhadap eskalator, lift, hingga sistem proteksi kebakaran (Damkar).

“Kami jamin semua sarana aman. Kami sudah melakukan uji kelayakan internal, seperti tekanan bar air untuk Damkar hingga keamanan eskalator. Terkait beberapa pengerjaan fisik yang belum sempurna, kami sedang percepat vendor agar standar keamanannya tetap terjaga,” kata dia.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, Karnain Asyhar meminta Pemkot Bogor tak tutup mata terhadap pelanggaran regulasi, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan publik.

Menurut dia, SLF adalah jaminan bola sebuah bangunan sudah memenuhi standar keselamatan sebelum diakses warga.

“Ada potensi risiko keselamatan pengunjung dan pekerja. Ini tidak boleh diabaikan dan harus jadi perhatian serius,” kata Karnain.

“Ketika sebuah pusat aktivitas masyarakat tetap beroperasi tanpa SLF, maka potensi risiko terhadap keselamatan pengunjung dan pekerja tidak bisa diabaikan. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujar dia.

Karnain mendesak agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor segera menyikapi hal itu.

“Jadi penegakan regulasi itu memberikan kepastian hukum. Investor yang taat aturan tentu akan merasa dirugikan jika ada pelaku usaha lain yang mengabaikan ketentuan,” tegas politisi PKS itu.

Karnain menegaskan bahwa kemudahan investasi tidak boleh mengorbankan standar keamanan bangunan.

“Harus ada penataan perizinan yang transparan dan penindakan yang adil harus menjadi prinsip utama,” tamdasnya.

** Fredy Kristianto

Kelurahan Bubulak Launching Program ASANTI

0

Bubulak | Jurnal Bogor
Kelurahan Bubulak, terus berupaya menurunkan angka stunting di wilayahnya. Lewat ASANTI (Atasi Stunting Makan Telur dan Ikan). Kelurahan Bubulak optimis dapat memberikan perubahan nyata bagi kesehatan warganya.

Acara Launching pada Jumat (24/4/2026) tersebut dihadiri oleh Sekcam Bogor Barat Citra Widya Lestari, Ketua DPPKB Marse Hendra Saputra, Manajeman PT Nutrisius Malik Gunawan, Dirut Tazkia Iwan dan pewakilan Puskesmas Gina.

Lurah Bubulak Anjar Apriana mengungkapkan, secara keseluruhan tahun 2026 saat ini terdapat 38 anak yang terindikasi stunting di wilayahnya. Sementara itu ada 3 poin penting dalam program tersebut yakni pertama pemberian makanan tambahan berupa telur, ikan, susu, sayuran dan vitamin. Kedua, edukasi dan sosialisasi, serta ketiga pendampingan.

Marse mengatakan Pemerintah Kota Bogor sangat mengapresiasi atas inovasi kewilayahan khususnya di walayah Bubulak yang membuat program ASANTI.

“Mudah mudahan langkah kecil ini dengan memberikan makan telur dan ikan stunting di Bubulak ini bisa teratasi, dan berharap program ini bisa berjalan secara continue”, ujar Marse.

Lurah Bubulak Anjar Apriana memberikan paket nutrisi dari program ASANTI. Foto: Dok.Kelurahan Bubulak

Dengan dukungan dari PT Nutrisius Persada dan Tazkia, program ini akan terus berlanjut karena ASANTI ini dilaunching selama enam bulan kedepan dan dilaksanakan satu bulan satu kali di hari Jumat pada pekan ketiga.

“Nanti kita bisa melihat di akhir bulan September apakah terjadi penurunan atau tidak setelah kita melaksanakan intervensi melalui inovasi ASANTI ini,” ujar Anjar Apriana.

Dengan semangat kolaborasi antara warga, pemerintah kelurahan, dan dukungan kota, diharapkan angka stunting di Kelurahan Bubulak dapat terus ditekan demi menciptakan generasi Bogor yang sehat dan berkualitas.

n Tomi

Dukung Kreativitas Anak, Himpaudi Gelar Porseni

0

Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), baru-baru ini. Beragam kreasi anak ditampilkan baik lomba olahraga senam Indonesia hebat maupun kreativitas anak lainnya.

‎Acara tersebut dihadiri Forkompincam, jajaran PT Antam, Himpaudi Kabupaten Bogor serta ratusan wali murid PAUD se- Kecamatan Nanggung.

‎Gebyar Porseni yang merupakan acara rutin tahunan itu berlangsung di GOR Perumahan Tegal Lega Permai Parengpeng PT Antam Pongkor diikuti sejumlah dari peserta anak -anak PAUD se- Kecamatan Nanggung.

‎Ketua pelaksana kegiatan Porseni PAUD Ida Royani mengatakan, Gebyar Porseni PAUD merupakan uopaya membangun berkembangnya potensi anak.

‎‎Tak hanya itu, acara tersebut bertujuan membangun kreativitas dan menyalurkan bakat anak.

‎”Salah satunya dapat menumbuhkan rasa percaya diri ketika tampil di depan publik,” kata Ida Rohani kepada Jurnal Bogor, Minggu (26/4/2026).

‎‎Dengan begitu, diharapkan anak- anak dapat tumbuh keberanian serta menanamkan nilai karakter sejak dini.

‎‎Partisipasi masyarakat maupun wali murid dalam mendukung jalannya acara cukup antusias. Kegiatan tersebut juga untuk mempererat silaturahmi antara lembaga PAUD dan sesama wali murid PAUD.

Peserta Porseni Himpaudi Kecamatan Nanggung. Foto: Tangkapan layar dok.Himpaudi


‎‎Menurutnya, beragam kreativitas anak ditampilkan dimana di usia keemasan dimasa anak sedang lucu-lucunya dengan tampil hadapan publik, tentu ini menjadi suatu kebanggaan bagi orang tua.

‎‎Porseni sekaligus memperingati Hari Kartini, Himpaudi mengapresiasi para guru PAUD yang mayoritas adalah kaum perempuan.

‎Bentuk apresiasi, acara Porseni PAUD maupun Karnaval Kartini hadir pula Himpaudi Kabupaten Bogor.

‎”Momen Porseni semoga dapat tumbuh bibit unggul dalam mencetak menuju Indonesia emas.
‎Serta anak -anak dapat tampil secara sportif dan menanamkan nilai-nilai kejujuran,” tukasnya.

** Arip Ekon