27.8 C
Bogor
Thursday, September 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Pekebun Sawit Banten Diperkuat Kemampuan Kelola Keuangan dan Usaha

0

Serang | Jurnal Bogor – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian memperkuat kapasitas pekebun sawit melalui Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan sebagai bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP).

Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan Angkatan I tersebut berlangsung pada 17–22 September 2026 di Kota Serang, Provinsi Banten, dan diikuti 30 peserta yang terdiri atas 27 laki-laki dan tiga perempuan.

Pelatihan dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekebun dalam mengelola usaha perkebunan secara lebih tertib, profesional, dan berkelanjutan. Penguatan kemampuan manajerial dan administrasi keuangan dinilai penting agar pekebun tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga dapat mengelola hasil usaha secara efektif.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengembangan sektor perkebunan perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pekebun yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai akan lebih siap mengelola usaha secara produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mendorong penguatan kompetensi pekebun melalui program pengembangan SDM perkebunan. Kemampuan manajerial, termasuk dalam administrasi dan pengelolaan keuangan, menjadi salah satu bekal penting dalam membangun usaha perkebunan yang lebih terencana.

Kolaborasi BPDP dan BBPMKP menjadi bagian dari upaya memperluas akses peningkatan kompetensi bagi pekebun di berbagai daerah. Melalui pelatihan yang terstruktur, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga dibekali kemampuan dalam mengelola aspek administrasi, produksi, dan keuangan usaha.

Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, mengatakan bahwa peningkatan kompetensi pekebun perlu mencakup kemampuan mengelola usaha secara menyeluruh.

“Pekebun diharapkan mampu mengelola keuangan hasil usahanya secara tertib, sehingga pendapatan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha perkebunan,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pembukuan dan administrasi keuangan, pengelolaan kredit dan simpan pinjam, penyusunan proposal usaha, serta penerapan prinsip manajemen keuangan dalam kegiatan usaha. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan transaksi, perencanaan keuangan, hingga pengelolaan pendapatan dan pengeluaran usaha.

Selain aspek keuangan, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengelolaan dan administrasi produksi, mekanisme serta tata kelola kegiatan usaha, dan materi pendukung lainnya. Pembelajaran diarahkan untuk membangun pemahaman yang utuh mengenai pengelolaan usaha perkebunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, administrasi, hingga evaluasi usaha.

Melalui pelatihan ini, pekebun diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kegiatan usaha di lapangan. Penguatan kompetensi tersebut diharapkan dapat mendorong pengelolaan usaha perkebunan yang lebih tertib, efisien, profesional, dan berorientasi pada pengembangan usaha serta peningkatan kesejahteraan pekebun.

(Restu/BBPMKP)

BPDP dan UPT Pelatihan Kementan Perkuat Kelembagaan Pekebun Sawit Sumatera Barat

0

Padang | Jurnal Bogor – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP).

Penguatan kapasitas tersebut dilakukan melalui Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun Angkatan I bagi pekebun dari Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan berlangsung pada 17–22 September 2026 di Kota Padang.

Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan yang terdiri atas 20 laki-laki dan 10 perempuan. Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran pekebun mengenai pentingnya kebersamaan dalam kelompok, kemampuan mengaktifkan kelompok, membangun kemitraan dalam mengelola usaha, serta mengembangkan jejaring kerja sama.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengembangan sektor perkebunan membutuhkan dukungan SDM yang kompeten dan kelembagaan pekebun yang kuat. Peningkatan kapasitas SDM menjadi bagian penting dalam mendorong pengelolaan usaha perkebunan yang produktif dan berkelanjutan.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mendorong penguatan kompetensi pekebun melalui program pengembangan SDM perkebunan. Kolaborasi dengan BPDP menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pekebun sekaligus memperkuat kelembagaan di tingkat kelompok.

Tahun 2026 menjadi tahun kelima BPDP mempercayakan peningkatan kompetensi dan kapabilitas SDM perkebunan kepada BBPMKP. Sinergi tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan program pengembangan SDM perkebunan di berbagai daerah, termasuk Provinsi Sumatera Barat.

Sementara itu, Kepala BBPMKP Sukim Supandi mengatakan pelatihan penumbuhan kebersamaan pekebun dirancang untuk membangun kesadaran peserta mengenai pentingnya bekerja bersama dalam kelompok sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan jejaring dan kemitraan usaha.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mampu menerapkan hasil pembelajaran dalam kelompok maupun kelembagaan pekebun.

Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun memiliki sejumlah tujuan, di antaranya meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kebersamaan dalam kelompok, meningkatkan kemampuan mengaktifkan kelompok, membangun kesadaran mengenai pentingnya kemitraan dalam mengelola usaha, serta meningkatkan kemampuan membangun jejaring kerja sama.

Materi pelatihan disusun berdasarkan kurikulum Penumbuhan Kebersamaan Pekebun yang meliputi peningkatan kesadaran kelompok, kemitraan usaha pekebun, pengelolaan kelompok, membangun jejaring, dinamika kelompok, penguatan penumbuhan kebersamaan pekebun, serta overview dan integrasi.

Selama proses pembelajaran, peserta mendapatkan pendampingan dari praktisi dan fasilitator yang berasal dari Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat, serta BBPMKP.

Melalui kolaborasi BPDP dan BBPMKP, peningkatan kapasitas SDM diharapkan dapat memperkuat kebersamaan dan kelembagaan pekebun, meningkatkan kemampuan membangun kemitraan dan jejaring kerja sama, serta mendukung pengelolaan usaha perkebunan kelapa sawit yang semakin baik.

(Restu/BBPMKP)

Pascapembongkaran, DPU JJ Lakukan Penanganan Drainase

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Usai pembongkaran terhadap 79 bangunan yang berdiri di lahan terlarang pada Selasa (22/9/2026), kini giliran instansi lain melakukan penanganan. Seperti DPU JJ Ciawi dan Dinas Lingkungan Hidup. Kedua instansi itu kini beraktivitas melakukan pengangkutan sampah bekas puing-puing bangunan. Untuk DPU JJ Ciawi, para petugasnya melakukan pengerasan terhadap lokasi yang bakal diperlebar.

“Para petugas kita kini fokus di lokasi bekas pembongkaran Selasa kemarin. Lokasi tersebut perlu dilakukan penanganan secara cepat. Mulai dari perataan dan pengerasan lokasi-lokasi bekas bangunan yang nantinya akan menjadi badan jalan. Melalui normalisasi, badan jalan nantinya akan menjadi lebar. Sesuai dengan instruksi Bupati terhadap penataan kawasan Puncak yang salah satu poinnya adalah menangani kemacetan dengan menormalisasikan tanah milik jalan, ” ujar Kepala DPU JJ Ciawi, Heru Haerudin.

Sementara itu dikatakan camat Cisarua, Heri Risnandar, untuk suksesnya penataan kawasan Puncak, semua instansi yang terkait harus menjalankan tugasnya sesuai fungsi. Termasuk kita yang berada di tingkat kecamatan terus melakukan pengawasa hingga kawasan tersebut benar-benar tertata rapi, ” tandas camat.

Untuk mencegah timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan, jajaran Trsntib setempat pada Rabu (23/9), mereka kembali ke lokasi melakukan pengawasan.

“Anggota berada di lokasi. Ini diperlukan sesuai tugas dan fungsi kita. Melalui penertiban yang dilakukan kemarin, kawasan itu nantinya akan dipasang rambu jalan oleh instansi yang berwenang, ” pungkas PLT Trantib Cisarua, Agus Sahrudin.

(Dadang Supriatna)

Longsor Rusak Rumah, Dua Keluarga Ciburayut Mengontrak

0

Cigombomg | Jurnal Bogor – Hujan deras yang melanda Kabupaten Bogor memicu longsor di Kampung Panyarang, RT 03/RW 08, Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong. Bencana tersebut menyebabkan sebuah bangunan yang dihuni dua keluarga dengan total 11 jiwa mengalami kerusakan berat hingga dinyatakan tidak layak huni.

Pemerintah Desa Ciburayut bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor telah meninjau lokasi sejak peristiwa terjadi. Namun, hingga kini, kedua keluarga tersebut belum mendapatkan kepastian terkait hunian tetap.

Bangunan itu dihuni Usnudin bersama keluarganya dan adiknya, Ahmad Khoerudin, beserta keluarga. Pasca longsor, kondisi bangunan dinilai membahayakan sehingga tidak dapat ditempati kembali.

Sudah sepuluh hari berlalu sejak kejadian, kedua keluarga masih harus mengontrak tempat tinggal sementara. Usnudin, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan, mengaku kesulitan menanggung biaya sewa tambahan di tengah pendapatan yang tidak menentu.

“Sejak kejadian 10 hari yang lalu kami harus mengontrak rumah untuk keluarga. Kami berharap agar segera mendapatkan kepastian terkait tempat tinggal kami, karena jika harus terus mengontrak dengan kondisi ekonomi saat ini, terasa sangat berat,” ungkap Usnudin, Selasa (22/9/2026).

Kondisi serupa dialami Ahmad Khoerudin yang juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal keluarganya.

Hingga berita ini ditulis, kedua keluarga belum memperoleh kepastian bantuan hunian sementara maupun perbaikan rumah. Mereka berharap hasil peninjauan Pemerintah Desa Ciburayut dan BPBD Kabupaten Bogor segera ditindaklanjuti dengan solusi nyata, sehingga keluarga terdampak dapat memiliki tempat tinggal yang aman dan layak. Yudi

Langgar Aturan Puluhan Bangunan Diratakan

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Sebanyak 79 bangunan yang dinilai melanggar di Kelurahan Cisaria dan Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, pada Selasa 22/9 dibongkar Satpol PP Kabupaten Bogor beserta pemerintahan Kecamatan Cisarua. Sebelum dilakukan pembongkaran dengan menggunakan satu unit alat berat, kios kios milik Sakib Ali yang tidak memiliki perijinan itu diberikan peringatan terlebih dahulu oleh pemkab Bogor untuk membongkar secara mandiri. Tetapi, pemilik kios tersebut membangkang dengan tidak mengindahkan teguran dari petugas.

“Pembongkaran kios kios ini karena berdiri diatas lahan yang peruntukkannya untuk penghijauan, dan tidak memiliki perijinan. Dengan ini kami selalu penegak Perda melakukan pembongkaran. Selain kios kios milik Sakib Ali, sejumlah lapak yang berdiri diatas saluran air tepatnya dibelakang mesjid Albaroqah itu juga kita tertibkan. Ini dilakukan untuk kelancaran lalu lintas di jalur tersebut, ” ujar Rhama Khodara, Kabid Tibum Sat Pol PP Kabupaten Bogor saat berada di lokasi.

Sementata itu ditempat yang sama, Camat Cisarua Heri Risnandar menerangkan, penertiban yang dilakukan petugas gabungan ini bertujuan untuk menjalankan perintah bupati dalam penataan kawasan Puncak. “Ini merupakan program penataan kawasan Puncak. Sebagai upaya untuk mencegah banjir, serta mengurangi kemacetan di jalan raya. Dan lahan bekas berdirinya kios kios itu akan dikembalikan kepada pungsinya sebagai lahan terbuka hijau, ” ungkapnya.

Pantauan di lokasi selama pembongkaran berlangsung, PLT Trantib Cisarua dan Sekcam terus memberikan arahan kepada sejumlah kios yang berdiri di sepanjang jalan menuju Pos Polisi. Meskipun terjadi sedikit adu argumen dengan sejumlah pemilik kios, berkat kesigapan pemerintahan setempat para pedagang akhirnya menyadari terhadap pelanggarannya.

“Kita kembalikan kepada pungsinya, selokan jangan ditutupi oleh bangunan untuk berdagang. Mereka harus mundur. Karena, jalur yang berada di belakang mesjid Albaroqah itu harus bebas hambatan, hingga kendaraan roda empat bisa melaju lancar, ” pungkas camat.

(Dadang Supriatna)

TP-PKK Kabupaten Bogor Canangkan Penanaman Cabai Serentak

0

Cibinong | Jurnal Bogor – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bogor melakukan Penanaman Cabai Serentak Tingkat Kabupaten Bogor Tahun 2026 di Jalan KSR Kusmayadi, Cibinong, Selasa (22/9/2026) pagi.

Penanaman cabai juga dilakukan secara serentak oleh seluruh jaringan kader di tingkat, kecamatan, desa dan kelurahan hingga keluarga. Gerakan Tanam Cabai Serentak merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian kita dalam mendukung ketahanan pangan keluarga dan masyarakat di Kabupaten Bogor.

Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor, Hj. Eva Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa cabai merupakan salah satu kebutuhan pangan yang hampir selalu ada di meja makan masyarakat. Kebutuhannya tinggi dan penggunaannya sangat luas dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat yang sama, harga cabai dapat mengalami perubahan sesuai dengan kondisi produksi dan pasokan.

“Oleh karena itu, melalui gerakan sederhana berupa menanam cabai di pekarangan rumah, lingkungan kantor, sekolah, maupun lahan yang tersedia, kita dapat ikut mengambil bagian dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendorong keluarga agar lebih mandiri dalam memenuhi sebagian kebutuhan pangannya,” ucap Hj. Eva Rudy Susmanto.

Ia mengatakan, pekarangan rumah yang selama ini mungkin belum dimanfaatkan secara optimal dapat kita ubah menjadi sumber pangan keluarga. Kita dapat menanam sayuran, buah-buahan, tanaman obat keluarga, maupun tanaman cabai sesuai dengan kondisi dan luas pekarangan yang kita miliki. Gerakan ini juga sejalan dengan semangat PKK untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan yang dapat dilakukan secara nyata dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“TP-PKK Kabupaten Bogor memiliki jaringan kader yang sangat luas, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa dan kelurahan hingga keluarga. Kekuatan inilah yang ingin kita gerakkan. Hari ini kita tidak hanya melakukan penanaman secara simbolis, tetapi ingin membangun gerakan menanam yang dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan oleh masyarakat,” ucapnya.

Penanaman simbolis pada hari ini dilaksanakan bersama kecamatan di wilayah Cibinong Raya, yaitu Cibinong, Sukaraja, Bojonggede, Tajurhalang, Babakan Madang, Parung, Ciseeng, dan Kemang. Sementara itu, kecamatan lainnya mengikuti kegiatan penanaman serentak dan mengirimkan dokumentasi serta video penanaman kepada TP-PKK Kabupaten Bogor.

“Saya mengajak seluruh kader PKK Kabupaten Bogor untuk menjadi penggerak dan contoh di lingkungan masing-masing. Mulailah dari hal yang sederhana. Jika memiliki pekarangan, mari kita manfaatkan untuk menanam. Jika lahannya terbatas, kita dapat menggunakan pot, polybag, atau media tanam lainnya. Yang terpenting bukan seberapa luas lahan yang kita miliki, tetapi seberapa besar kemauan kita untuk memanfaatkan apa yang tersedia,” ajak Hj. Eva Rudy Susmanto.

Ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. “Ketahanan pangan dimulai dari keluarga, dari apa yang dapat kita lakukan di lingkungan kita sendiri. Karena itu, mari kita bangun semangat Tanam Cabai, Tanam Kemandirian, Tanam Ketahanan Pangan Keluarga. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” lanjutnya.

Hj. Eva Rudy Susmanto berharap Gerakan Tanam Cabai Kabupaten Bogor ini dapat terus berkembang, tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang dilakukan oleh keluarga-keluarga di seluruh Kabupaten Bogor,” lanjutnya. “Mari kita tanam bersama, kita rawat bersama, dan kita nikmati hasilnya bersama. Semoga ikhtiar kecil kita hari ini menjadi bagian dari upaya besar dalam mewujudkan keluarga dan masyarakat Kabupaten Bogor yang semakin mandiri dan sejahtera,” harapnya.

Sementara, Hj. Tini Rusmantini selaku Ketua Panitia Penanaman Cabai Serentak Tahun 2026 menambahkan, dasar penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan Program Kerja Pokja III Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor Tahun 2026, dan hasil rapat koordinasi antara Pokja III dengan Sekretariat TP-PKK Kabupaten Bogor.

Ia mengungkapkan maksud dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah mengajak masyarakat untuk menanam cabai di pekarangan atau lahan sempit di sekitar rumah dan menjadikan menanam sebagai kebiasaan produktif untuk memenuhi kebutuhan harian rumah tangga. Sedangkan tujuannya untuk memperkuat kemandirian pangan, memastikan ketersediaan bahan pangan mandiri di tingkat keluarga tanpa harus mengandalkan pasar, mengembangkan pengetahuan kader PKK dalam pertanian perkotaan, serta menjadi sumber tambahan penghasilan keluarga jika hasil panen melimpah dan dijual ke masyarakat sekitar.

Hadir sebagai peserta kegiatan gerakan tanam cabai tersebut, antara lain Ketua TP-PKK Kecamatan wilayah Cibinong Raya, seluruh Ketua TP-PKK Kecamatan, Desa/kelurahan dan Pokja III Kecamatan, Desa/kelurahan se Kabupaten Bogor, serta perangkat daerah terkait.

(Sabilillah)

Dua Pintu Kamar Mandi SDN Sukaluyu 2 Dicuri, Sekolah Perketat Keamanan

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Aksi pencurian terjadi di lingkungan SDN Sukaluyu 2, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Dua pintu kamar mandi sekolah dilaporkan hilang setelah diduga dicuri oleh orang tidak dikenal.

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut pertama kali diketahui penjaga sekolah, Emi, pada pukul 06.00 WIB. Saat tiba di sekolah dan melakukan pengecekan, Emi mendapati dua pintu kamar mandi telah hilang.

Kepala SDN Sukaluyu 2, Adang Rohendi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, pihak sekolah hingga kini belum melaporkan kasus pencurian itu kepada pihak berwajib.

“Untuk kejadian ini, kami belum melaporkannya kepada pihak yang berwajib. Dengan adanya kejadian ini, kami akan memperketat keamanan di lingkungan sekolah,” ujar Adang, Selasa (22/9/2026).

Adang menambahkan, langkah pengamanan akan dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan menjaga fasilitas sekolah agar tetap aman.

Pihak sekolah berharap keamanan lingkungan pendidikan dapat ditingkatkan, sehingga seluruh fasilitas sekolah dapat digunakan dengan baik untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Yudi

Usai Didemo, Plh Kepala kantah Kabupaten Bogor 1 Buka Ruang Kritik Konstruktif

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Kepala Pelaksana Harian (Plh) Kantah Kabupaten Bogor 1, Wendi Isnawan buka suara, usai aksi penyampaian pendapat di depan publik di Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor 1, oleh Himpunan Petani dan Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) dengan menggelar aksi damai, Senin (21/9/2026).

Wendi Isnawan menegaskan, bahwa pihaknya sangat menghormati penyampaian aspirasi di depan publik oleh massa aksi yang menyuarakan suaranya itu.

“Kami sangat hormati apa yang disampaikan teman-teman dari puluhan massa aksi, insha Allah akan kami tampung dan kami jadikan sebagai bahan untuk perbaikan pelayanan kedepan bagi masyarakat Kabupaten Bogor khususnya,” tegasnya.

Ia juga menekankan, bahwa pelayanan publik kepada masyarakat khususnya di Kantah Kabupaten Bogor 1, tetap berjalan normal meski ada rangkaian penyampaian pendapat di depan publik tadi.

Wendi menambahkan,bila pelayanan di Kantah Bogor 1 berjalan normal termasuk pelayanan akhir pekan/pelataran berjalan seperti biasa biasa.

“Komitmen kami berupaya untuk melakukan perbaikan semua tata kelola layanan di kantah Bogor 1 serta memberikan pelayanan secara maksimal bagi masyarakat,” katanya.

Ia memaparkan, pihaknya buka ruang terhadap seluruh elemen untuk kritik konstruktif kepada lembaga yang dipimpinnya tersebut.

“Terima kasih juga atas dukungan para pihak demi perbaikan kami. Mohon doanya agar diberikan kelancaran dalam melaksanakan perbaikan tata kelola layanan,” tandasnya.

Sekadar diketahui sebelumnya, puluhan massa aksi yang tergabung dalamHPPMI Kabupaten Bogor menggelar aksi damai didepan Kantor BPN Cibinong, pada Senin (21/09/26).

Aksi tersebut diwarnai potong tumpeng dan penyembelihan dua ekor kambing sebagai bentuk rasa syukur atas penangkapan sejumlah oknum pejabat BPN oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua HIPPMI Yusuf Bachtiar mengatakan, momentum penindakan oleh aparat penegak hukum harus diikuti pembenahan internal di tubuh ATR/BPN.

Ia meminta Kementerian ATR/BPN lebih selektif dalam menentukan pimpinan kantor pertanahan di wilayah Bumi Tegar Beriman ke depan.

“Harapan dari pihak HPPMI agar nanti kementerian jika sudah mengangkat kepala kantor yang baru jangan seperti yang sudah-sudah,” ujar Yusuf, saat di lokasi aksi.

Menurut Yusuf, pembenahan diperlukan agar tata kelola pertanahan kembali berorientasi pada kepentingan masyarakat, termasuk petani dan penggarap.

HPPMI juga menyoroti sejarah pengelolaan tanah negara dan asas kemanfaatannya tetapi prinsip kemanfaatan tanah perlu kembali diarahkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat kecil dan penggarap di lapangan.

“BPN ini bukan milik mereka. Dalam hal ini, pemerintah ini hasil nasionalisasi rampasan perang baru dijadikan BPN, dan dilelang pada pihak-pihak korporasi, baru dimanfaatkan para penggarap,” tambahnya.

Klaim mengenai sejarah dan status tanah tetap membutuhkan penjelasan serta verifikasi berdasarkan ketentuan hukum pertanahan dan riwayat masing-masing bidang tanah.

“Kami mendukung aparat penegak hukum dalam mengusut dugaan praktik mafia tanah dan korupsi di sektor agraria,” papar Yusuf. n Noverando H

Pelaku Pornografi Sejenis di Leuwiliang Ditangkap, MR dan MA Positif HIV/AIDS

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Polisi Resort (Polres) Bogor berhasil menangkap dua pelaku video pornografi sejenis di wilayah Leuwiliang, yang sempat viral di Media Sosial (Mesdsos).

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Anggi Eko Prasetyo mengatakan, pihaknya telah tangkap kedua pelaku video kesusilaan yang beredar dalam platform Medsos.

“MR (27) dan MA (23) yang merupakan warga Cibungbulang dan Cianjur itu telah ditetapkan sebagai tersangka video pornografi sesama jenis,” ujar Eko kepada Wartawan, saat ditemui di Mako Polres Bogor, Senin (21/09/2026).

Mantan Kapolsek Babakan Madang itu menambahkan, bahwa video porno yang dibuat di wilayah Leuwiliang itu bukan pertama kali diproduksi oleh para pelaku tersebut.

“Video tersebut, setelah dilakukan pendalaman itu adalah satu dari 20 video yang telah mereka berdua buat. Aksi perekaman atau produksi itu sejak Juli 2026,” kata Anggi.

Ia mengungkapkan, video yang telah diproduksi itu dikomersialisasi melalui platform Medsos dengan biaya ratusan ribu untuk akun upload.

“Untuk masuk dalam komunitas atau grup untuk penjualan video tersebut itu Rp150 ribu. Para pelaku itu sudah peroleh keuntungan 19 juta rupiah dari video yang telah dilihat di Medsos tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, bahwa kedua pelaku juga telah menjalani pemeriksaan medis untuk mendeteksi penyakit menular dan mematikan.

“Kami sudah lakukan pemeriksaan medis, kedua pelaku itu positif HIV/AIDS dan sudah kami titipkan di Lapas Pondok Rajeg. Kedua pelaku dijerat pasal 407 KUHP terkait dengan pornografi dengan ancaman pidana maksimal 10 Tahun,” tandasnya. n Noverando H

Pria Prancis Ciptakan Pil yang Diklaim Bikin Kentut Beraroma Mawar hingga Cokelat

0

Jurnal Bogor – Christian Poincheval, seorang penemu asal Prancis, dikenal karena menciptakan produk yang tidak biasa: pil yang diklaim dapat membuat aroma gas buang tubuh menjadi lebih harum. Produk tersebut dipasarkan dengan nama PilulePet atau “fart pill”.

Ide tersebut bermula dari pengalaman Poincheval saat makan bersama teman-temannya. Ia mengaku terganggu dengan bau kentut setelah makan dalam jumlah banyak dan kemudian terpikir untuk mencari cara agar aromanya tidak mengganggu orang lain.

Setelah melakukan berbagai percobaan bersama laboratorium di Prancis, Poincheval kemudian mengembangkan pil tersebut. Produk awalnya hadir dengan aroma mawar dan violet, kemudian berkembang dengan varian aroma cokelat.

Dalam laporan media, produk tersebut disebut menggunakan bahan seperti karbon nabati, adas dan rumput laut. Produsennya memasarkan pil sebagai suplemen berbahan alami yang ditujukan untuk membantu mengurangi bau serta masalah gas dan kembung.

Namun, klaim bahwa pil tersebut benar-benar dapat membuat kentut beraroma seperti mawar atau cokelat merupakan klaim produk dan penemunya. Bukti ilmiah independen yang membuktikan perubahan aroma kentut secara konsisten tidak ditemukan dalam sumber yang ditelusuri.

Produk tersebut bukan penemuan baru pada 2026. Berita mengenai pil kentut beraroma telah muncul sejak sekitar 2014, sementara Poincheval menyebut gagasan tersebut bermula dari pengalaman makan bersama teman beberapa tahun sebelumnya.

Poincheval kemudian menambah sejumlah varian aroma. Situs resminya saat ini mencantumkan produk beraroma mawar, violet, cokelat, serta varian stroberi dan aroma lainnya.

Pada 2019, media Prancis 20 Minutes melaporkan produk tersebut telah dijual selama bertahun-tahun dan ribuan pil terjual setiap tahunnya di berbagai negara. Saat itu, varian baru beraroma bunga lily juga diperkenalkan.

Jadi, bukan berarti ada obat yang secara ilmiah terbukti dapat “mengubah kentut menjadi parfum”. Yang ada adalah suplemen komersial yang diklaim pembuatnya dapat mengubah atau menutupi bau gas tubuh dengan aroma tertentu. Dedir