30.9 C
Bogor
Tuesday, May 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Bangun Generasi Qur’ani, SMP ITA eL Ma’mur Khotmil Qur’an

0

Bogor | Jurnal Bogor
SMP ITA eL Ma’mur menggelar Khotmil Qur’an untuk membangun generasi Qur’ani di Gedung Surya Kencana, Kota Bogor, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini sebagai bentuk nyata apresiasi sekolah kepada siswa-siswi yang telah menuntaskan hafalan Al-Qur’an. Momentum ini menjadi wujud penghargaan atas perjuangan, kesabaran, dan keistiqamahan para peserta dalam menapaki proses panjang menghafal Kalamullah.

“Kami menyadari bahwa menyelesaikan hafalan Al-Qur’an bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan kedisiplinan tinggi, pengorbanan waktu, serta keteguhan hati dalam menjaga konsistensi. Oleh karena itu, melalui kegiatan Khotmil Qur’an ini, sekolah ingin memberikan penghormatan yang layak kepada para siswa-siswi yang telah mencapai capaian mulia tersebut. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi sebuah pengakuan atas usaha dan dedikasi yang luar biasa,” kata Ketua Yayasan Ma’mur Manaf Assalamah, H. Deden Syarief Hidayatullah, S.Hi dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

Suasana kegiatan yang penuh kekhusyukan semakin menegaskan bahwa capaian ini bukan hanya prestasi akademik, melainkan juga prestasi spiritual yang patut dibanggakan. Lantunan ayat-ayat suci yang dibacakan dengan tartil menjadi simbol keberhasilan sekaligus pengingat akan tanggung jawab besar untuk menjaga hafalan tersebut.

Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Bogor, Dr. H. Ahmad Furqon, M.Pd mengapresiasi upaya SMP ITA eL Ma’mur menggelar Khotmil Qur’an.

“Hal ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa pembinaan Al-Qur’an yang dilakukan secara berkelanjutan mampu membentuk karakter peserta didik yang mencintai dan dekat dengan Al-Qur’an,” ujarnya.

Sementara Ustadzah Miranda Devani S, A.Md sebagai Koordinator Al-Qur’an mengaku merasa sangat terharu dan bangga atas pencapaian para siswa-siswi. Tuntas hafalan Juz 30 untuk Kelas VII, Juz 29 untuk Kelas VIII, Juz 28 untuk Kelas IX, bahkan lebih dari itu di Juz 27, 26, 15, 14, 1, 2, 3, 4, 5, dan 6.

“Semoga penghargaan ini dapat menjadi motivasi untuk terus menjaga hafalan, meningkatkan kualitas bacaan, serta memperdalam pemahaman terhadap isi Al-Qur’an. Jangan pernah merasa cukup dengan apa yang telah dicapai hari ini. Menuntaskan hafalan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang bersama Al-Qur’an. Teruslah muroja’ah, perbaiki bacaan, dan jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam setiap langkah,” harapnya.

Kepala Kemenag Kota Bogor H. Mahmudi Affan Rangkuti, S.Pd.I., M.EI, juga berharap kegiatan ini dapat menginspirasi siswa lainnya untuk semakin semangat dalam menghafal Al-Qur’an.

“Semoga budaya mencintai dan menghafal Al-Qur’an terus tumbuh dan menjadi ciri khas generasi SMP ITA eL Ma’mur yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” jelasnya.

Kepala Sekolah SMP ITA eL Ma’mur Ustadz Jusman S.Sy, berharap dukungan dari seluruh pihak, baik guru maupun orang tua, agar senantiasa membimbing dan memotivasi siswa dalam menjaga kedekatan mereka dengan Al-Qur’an. Sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci utama dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.

“Kami berdoa semoga setiap huruf yang dihafal dan dilantunkan menjadi cahaya penerang kehidupan, menjadi amal jariyah, memberikan keberkahan, serta menjadi syafaat di akhirat kelak. Semoga kegiatan Khotmil Qur’an ini dapat terus dilaksanakan secara istiqamah dan menjadi bagian dari tradisi kebaikan di SMP ITA eL Ma’mur dalam mencetak generasi Qur’ani yang unggul dan berakhlak mulia,” ungkapnya.

Sementara Khotmil Qur’an dihadiri oleh 160 siswa-siswi, asatidz dan ustadzaat SMP ITA eL Ma’mur, Pembina Lajnah Muroqobah Yanbu’a (LMY), Kepala Kementerian Agama Kota Bogor, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Pengawas Sekolah, Pengawas PAI, serta wali murid. Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhusyukan, ketertiban, serta semangat yang tinggi dari seluruh peserta.

(mg/cc)

Pragmatisme Prestasi

0

Oleh: Asep Saepudin Sayyev

Jurnal Bogor – Dinamika KONI Kabupaten Bogor berakhir dengan terpilihnya Arif Rochmawan menjadi ketua umum KONI. Menariknya, Bupati Rudy Susmanto hadir pada acara pelantikan yang secara tidak langsung memberikan dukungan penuh. Namun terpilihnya ketua baru ini menyisakan tanda tanya bagaimana dengan dana Rp8,7 miliar telah digelontorkan untuk mutasi atlet di kepengurusan lama yang kini juga sebagian pengurus lama masuk lagi di kepengurusan baru, karena nyatanya banyak atlet hasil mutasi atlet itu tidak turun di Porprov Jabar 2026.

Mutasi atlet memang legal tapi akan jadi kontradiktif jika ingin melakukan pembinaan. Masalahnya, pragmatisme prestasi masih dilakukan Kabupaten Bogor terbukti dengan masih adanya mutasi atlet. Nah, mutasi atlet ini bahkan jadi ajang “usaha sampingan” pengurus KONI atau pengurus cabang olahraga karena ada transaksi jual beli atlet disitu.

Kabupaten Bogor memang kerap terjebak pada seremonial dan prestise, akhirnya jadi juara karena ‘bantuan’ atlet mutasi, lupa kalau olahraga itu butuh proses yang panjang bukan yang instant. Luas wilayah Kabupaten Bogor dengan jumlah penduduk yang banyak, sebenarnya tak perlu kesulitan untuk mencari atlet. Namun faktanya bicara lain. Haus juara tapi bukan hasil pembinaan.

Ada memang sejumlah cabang olahraga yang tetap konsisten melakukan pembinaan dan berkomitmen menurunkan hasil binaannya, kalah atau menang bukan masalah. Tapi terkadang cabang olahraga ini minim support anggaran, sebaliknya cabang olahraga tertentu yang ingin juara mengambil jalan pintas dengan mutasi atlet anehnya mendapat support anggarang jumbo. Ya memang secara prestasi melejit, tapi sama sekali tak ada kebanggaan karena memang bukan binaannya.

Kita berharap terpilihnya Arif dan bisa sinergi dengan Bupati tentu akan menjadi angin segar bagi dunia olahraga Kabupaten Bogor jika berorientasi pada pembinaan bukan pembelian. Geliat olahraga akan tumbuh dengan sendirinya karena ada apresiasi bagi atlet lokal Kabupaten Bogor. Namun jika mengutamakan mutasi atlet luar daerah, tak ubahnya bangga dengan milik orang lain yang pada akhirnya akan pergi.

Disini perlu pemahaman yang sama akan  pentingnya pembinaan yang barangkali menguras waktu, tenaga dan dana. Tapi hasilnya bukan pragmatisme, tapi juara sejati yang memang lahir dari proses pembinaan.

**

TP-PKK Kecamatan Nanggung Persiapkan Tegar Beriman Award

0

Nanggung l Jurnal Bogor ‎
‎Tim Penggerak dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bogor menyambangi wilayah Kecamatan Nanggung.‎

‎Kedatangannya rombongan PKK tersebut untuk dialog  langsung dan melakukan pembinaan wilayah (binwil) untuk kriteria penilaian 10 program pokok PKK.‎

‎‎Ketua TP-PKK Kecamatan Nanggung Ny. Sri Astuti Saepuloh mengatakan, binwil tersebut supaya mempersiapkan Tegar Beriman Award.

‎”‎Seperti lomba kelembagaan tertib administrasi dan pengetahuan. ‎Kegiatan PPK tentu yang berinovasi,” kata Sri Astuti Saepuloh, kemarin.‎‎

‎Tak hanya itu, penilaian tim TP PKK Kabupaten Bogor meliputi bermacam kegiatan maupun program PKK di setiap desa seperti hadir di tengah masyarakat dengan membiasakan berprilaku hidup bersih dan sehat.‎

‎”Termasuk peduli stunting dan kesehatan keluarga,” ujarnya.‎

‎‎Tak hanya itu, termasuk aspek penanganan kebersihan serta mendorong ekonomi masyarakat seperti adanya program Bank Sampah.‎

‎”‎Tentu banyak hal yang menjadi program PKK seperti menjaga kelestarian lingkungan dalam memanfaatkan pekarangan rumah,” jelas Sri Astuti Saepuloh lagi.‎

‎”Untuk itu kedatangan TP-PKK Kabupaten Bogor, kami ucapkan terimakasih karena bisa menjadi motivasi untuk terus berkreasi bagi TP-PKK di lingkup Kecamatan Nanggung,” tandasnya.

** Arip Ekon

Camat Nanggung Ingatkan Hardiknas Bentuk Karakter Generasi Berkualitas

0

Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor pada Senin (4/5/2026) pagi berlangsung khidmat.

Upacara yang berlangsung di lapangan di halaman kantor kecamatan tersebut dihadiri Forkompincam Kecamatan Nanggung  dan sejumlah pegiat pendidikan dan ratusan peserta  pelajar serta aparatur sipil negara di lingkup Kecamatan Nanggung.‎

Sekcam Burhanudin

‎Camat Nanggung Ae Saefullah menyatakan, pada Hardiknas ini pentingnya menjaga dan mewujudkan pendidikan nasional yang berkarakter bagi  generasi mendatang.‎

‎”‎Hardiknas menjadikan  momentum semangat pendidikan sebagai pilar prioritas pembangunan,” ujarnha.‎

‎‎Tak sampai disitu, Hardiknas  menjadi bagian penting untuk merefleksikan sekaligus memperkuat komitmen untuk terus mendukung pendidikan nasional.‎

‎”Tentu untuk memperkuat dan menghidupkan kembali  semangat pendidikan nasional yang berkualitas,” jelasnya.‎

‎”‎Melalui pendidikan menjadi fondasi dalam membentuk karakter generasi yang kualitas,” tandasnya.

** Arip Ekon

Petani Pertahankan Lahan Garapan Gunung Salak

0

Cijeruk | Jurnal Bogor
Puluhan petani penggarap asal Kecamatan Cijeruk dan Cigombong, Kabupaten Bogor berkumpul di Demang Funpark, Desa Cipelang, Cijeruk, Minggu, 3 Mei 2026. Mereka yang bernaung dalam Himpunan Petani Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) Kabupaten Bogor ini berdiskusi dan bersepakat untuk kompak mempertahankan lahan garapan mereka di lereng Gunung Salak.

Kesepakatan mereka dipicu isu permohonan baru Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) oleh PT Bahana Sukma Sejahtera (BSS) yang memicu keresahan di kalangan para petani penggarap.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Penasehat HPPMI, Indra Surkana, juga berkesempatan berbagi pengalaman tentang perjuangannya mempertahankan lahan garapan melawan SHGB No 6 PT BSS hingga ke meja hijau.

“Saya pernah dilaporkan menyerobot, dikriminalisasi, hingga menang secara hukum di Pengadilan Tinggi Bandung. Sekarang menunggu kasasi. Saya berharap ini menjadi yurisprudensi bagi para petani/penggarap. Petani penggarap harus berani mengajukan gugatan hukum,” ungkapnya.

Di penghujung acara, para petani penggarap di bawah komando HPPMI bersepakat membahas sejumlah langkah yang bakal dilakukan. Antara lain membahas kepastian hak petani penggarap dengan memperkuat legalitas kepemilikan tanah garapan, melayangkan keberatan dan penolakan surat keterangan dan atau rekomendasi dari beberapa Kepala Desa terhadap PT BSS, melayangkan surat keberatan terhadap BPN, termasuk langkah-langkah aksi dan advokasi.

Ketua HPPMI Kabupaten Bogor, Yusuf Bahtiar, menegaskan, pihaknya akan terus mengawal dan memperjuangkan para petani penggarap untuk mendapatkan haknya.

“Para petani ini sejak berpuluh-puluh tahun menggarap lahannya. Sedangkan pihak perusahaan sejak mendapatkan SHGB tahun 1997 sekalipun tak pernah melakukan aktivitas atau melakukan pembangunan alias menelantarkan tanahnya hingga berakhirnya SHGB tahun 2017. Ini jelas bertentangan dengan banyak peraturan dan undang-undang,” pungkasnya.

** Dadang Supriatna

Cuaca Ektrem Terjang Puncak

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Kondisi cuaca di wilayah Puncak, Cisarua dan sekitarnya pada Senin (4/5/2026) mengalami perubahan yang cukup cepat. Selain dilanda cuaca panas yang berlebihan, kini berubah drastis menjadi sangat dingin. Kabut tebal yang menyelimuti kaki Gunung Pangrango hingga ke wilayah dua kecamatan yakni Cisarua dan Megamendung terlihat cukup tebal. Jarak pandang di kawasan Puncak Pas hanya 5 sampai 10 meter. Hal ini cukup membahayakan bagi pengendara di sepanjang kawasan Gunung Mas.

“Cuaca kini benar benar ekstrem. Kabut tebal dengan suhu yang dingin membuat saya harus menepi ke tepi jalan. Tangan bergetar dan pandangan cukup terbatas, hanya 5 sampai 10 meter jarak pandang Senin sore. Kabut tebal yang disertai hujan sedang itu dimulai dari daerah Cipanas hingga di wilayah Cisarua. Beberapa kendaraan sepeda motor mengalami kecelakaan tunggal di kawasan perkebunan teh, ” tutur Manuy, warga Tugu Selatan.

Sementara itu, untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu-lintas, mulai dari aparat polisi lalu lintas hingga ke security tempat-tempat wisata melakukan penjagaan di tepi jalan. Hal ini dilakukan untuk mengamankan kendaraan yang masuk dan keluar dari tempat wisata.

“Kabutnya cukup tebal, ini sangat berbahaya bagi lalulintas. Terlebih bagi area keluar masuk tempat wisata harus benar-benar dilakukan penjagaan. Terlebih, bagi para kendaraan sepeda motor supaya fokus disaat berkendara, ” ujar Edi Sobandi, security di kawasan Gunung Mas.

Dilain pihak beberapa Kepala Desa disaat cuaca ekstrem melanda Puncak, mereka selalu waspada. Komunikasi dengan jajaran anggota Linmasnya ditingkatkan. Ini dilakukan guna bisa bergerak cepat jika terjadi bencana banjir dan tanah longsor. Dadang Supriatna

IAIB Resmi Beralih Bentuk Menjadi Universitas Islam Prabu Siliwangi pada Momentum Hardiknas 2026

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 menjadi catatan penting dalam dunia pendidikan tinggi di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Pada Sabtu, 2 Mei 2026, Perguruan Tinggi Institut Agama Islam Bogor secara resmi beralih bentuk dan nama menjadi Universitas Islam Prabu Siliwangi.

Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan bagian dari langkah besar dalam pengembangan institusi pendidikan menuju kualitas yang lebih unggul. Nama “Prabu Siliwangi” dipilih melalui berbagai kajian mendalam, baik secara filosofis, geografis, maupun historis.

Nama tersebut merujuk pada sosok besar tanah Pasundan, yaitu Sri Baduga Maharaja, raja dari Kerajaan Pajajaran yang dikenal membawa masa kejayaan pada abad ke-15. Kepemimpinannya yang adil, bijaksana, dan dekat dengan rakyat menjadi inspirasi dalam penamaan perguruan tinggi ini.

Rektor Universitas Islam Prabu Siliwangi, Dr. H. Usep Nukliri, menegaskan bahwa transformasi ini tidak hanya sebatas perubahan identitas, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, serta nilai-nilai keislaman.

“Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi menjadi upaya kami dalam membangun sistem pendidikan yang terintegrasi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa universitas berkomitmen mencetak lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter kuat

“Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas dan siap bersaing di tingkat nasional,” tambahnya, Sabtu (2/5/2026).

Selain itu, nilai-nilai keislaman juga menjadi fondasi penting dalam pengembangan universitas ini. Hal ini tercermin dari keterkaitan historis dengan Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, salah satu tokoh Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran Islam di tanah Sunda.

Menariknya, nama Syarif Hidayatullah juga telah digunakan oleh dua perguruan tinggi Islam ternama di Indonesia, yakni UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hal ini menjadi inspirasi bagi Universitas Islam Prabu Siliwangi untuk turut mencetak generasi unggul yang berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Sejak berdiri pada 15 September 2022, perguruan tinggi ini menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Hingga saat ini, jumlah mahasiswa aktif telah mencapai sekitar 2.473 mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat maupun luar provinsi.

Antusiasme masyarakat terhadap kampus ini menjadi indikator bahwa keberadaannya diterima dan diminati sebagai salah satu pilihan pendidikan tinggi berbasis Islam di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Dengan perubahan status dan nama ini, Universitas Islam Prabu Siliwangi diharapkan mampu menjadi pusat pendidikan, pengembangan intelektual, serta peradaban yang melahirkan generasi unggul, khususnya di tanah Pasundan dan Indonesia pada umumnya.

(Ocha/cc)

SMK Cendekia Muslim Ukir Prestasi, Siswa Terpilih Jadi Pengurus FOSJABAR Jilid 7

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Kabar membanggakan datang dari SMK Cendekia Muslim Bogor. Salah satu siswanya, Agung Hidayat, berhasil terpilih dan resmi dilantik sebagai pengurus Forum Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMK Jawa Barat (FOSJABAR) Jilid 7.

Berdasarkan surat pemberitahuan pelantikan, kegiatan pelantikan pengurus FOSJABAR Jilid 7 dilaksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026 bertempat di Aula SMKN 12 Bandung, Kota Bandung. Pelantikan ini menjadi bagian dari rangkaian proses seleksi panjang yang diikuti oleh siswa-siswi terbaik dari seluruh SMK di Jawa Barat.

Agung Hidayat, siswa kelas XI SMK Cendekia Muslim, dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Divisi Pendidikan Karakter dan Kerohanian. Ia mengaku merasa sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian tersebut.

“Saya merasa sangat bersyukur sekaligus bangga. Ini menjadi sebuah kehormatan dan langkah awal untuk menuju impian,” ujarnya.

Menurut Agung, motivasinya mengikuti seleksi tingkat provinsi ini adalah untuk mengembangkan diri serta memperluas pengalaman di luar lingkungan sekolah.

“Saya ingin berkontribusi lebih luas untuk pelajar SMK di Jawa Barat, tidak hanya di sekolah saya saja,” tambahnya.

Proses seleksi yang dilalui pun tidak mudah. Ia harus melewati berbagai tahapan mulai dari seleksi administrasi, wawancara, tes kemampuan dasar, hingga mengikuti Youth Leadership Camp (YLC).

Dalam perjalanannya, Agung menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam membagi waktu antara kegiatan sekolah, organisasi, serta persiapan seleksi. Dukungan dari orang tua, guru, dan teman-teman menjadi faktor penting yang mengantarkannya hingga ke tahap ini.

“Pelantikan ini bukan sekadar pencapaian, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Sebagai pengurus FOSJABAR, Agung berkomitmen untuk menghadirkan program yang berfokus pada penguatan karakter pelajar, khususnya di era digital. Ia bahkan telah menginisiasi kegiatan seperti webinar dan forum diskusi remaja dengan tema “Remaja Berkarakter di Era Digital Berlandaskan Nilai Panca Waluya.”

Melalui program tersebut, ia mengajak remaja untuk menerapkan nilai-nilai: Cageur (sehat fisik dan mental), Bageur (beretika dan tidak toxic), Bener (jujur dan tidak menyebar hoaks), Pinter (bijak dalam teknologi), Singer (kreatif dan inovatif).

Ke depan, Agung berharap OSIS SMK di Jawa Barat semakin solid, inovatif, dan mampu menjadi wadah positif bagi para pelajar.

“Saya ingin menunjukkan bahwa siswa SMK Cendekia Muslim mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata di tingkat provinsi,” tegasnya.

Ia juga berpesan kepada siswa lain agar tidak takut mencoba dan terus percaya pada kemampuan diri.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa SMK Cendekia Muslim mampu berkiprah di tingkat yang lebih luas, sekaligus membawa nama baik sekolah di kancah provinsi.

(Ocha/cc)

Pemkab Bogor Perkuat Akses Informasi Arsip Melalui Inovasi SIKN–JIKN

0

Cibinong | Jurnal Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan terus mendorong inovasi dalam tata kelola kearsipan dengan menghadirkan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). Inovasi ini bertujuan memperkuat akses informasi arsip bagi masyarakat secara terbuka, cepat, dan terintegrasi berbasis digital.

Mewakili Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan, Bidang Pengelolaan Kearsipan dan Sistem Informasi Kearsipan, Deffy Ariany, menegaskan bahwa implementasi SIKN–JIKN bukan sekadar transformasi sistem, tetapi lompatan besar dalam menghadirkan layanan publik yang transparan dan akuntabel.
“Melalui SIKN–JIKN, kami ingin memastikan bahwa arsip tidak lagi tersimpan pasif, tetapi hadir aktif di tengah masyarakat sebagai sumber informasi yang mudah diakses, cepat, dan terpercaya. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam membuka akses seluas-luasnya bagi publik,” ujar Deffy.

Menurutnya, melalui pemanfaatan SIKN–JIKN, hingga 30 April 2026 Pemerintah Kabupaten Bogor telah menghimpun sebanyak 13.363 data arsip. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.466 item merupakan khazanah arsip tentang Stadion Pakansari yang telah dipublikasikan sebagai bagian dari memori kolektif daerah dan dapat diakses oleh masyarakat luas.

Deffy menambahkan, capaian ini menjadi bukti bahwa inovasi kearsipan mampu memperkuat identitas daerah sekaligus mendukung keterbukaan informasi publik.

“Arsip adalah memori kolektif bangsa. Ketika arsip terbuka dan mudah diakses, maka pengetahuan, sejarah, dan identitas daerah ikut hidup dan berkembang. Ini yang terus kami dorong di Kabupaten Bogor,” tegasnya.

SIKN berfungsi sebagai sistem nasional untuk menghimpun, mengelola, dannmengintegrasikan data kearsipan antarinstansi pemerintah. Sementara itu, JIKN hadir sebagai portal layanan publik yang memungkinkan masyarakat mengakses arsip secara daring dengan mudah dan cepat.

Melalui inovasi ini, arsip tidak lagi hanya berperan sebagai dokumen administratif, melainkan berkembang menjadi sumber informasi publik yang autentik, terpercaya, serta mendukung transparansi dan akuntabilitas pemerintahan. Integrasi SIKN–JIKN juga menjadi solusi dalam menyatukan arsip dari berbagai lembaga ke dalam satu ekosistem digital sebagai memori kolektif bangsa.

Program SIKN–JIKN merupakan bagian dari upaya nasional sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam penguatan e-government dan keterbukaan informasi publik. Tujuan utamanya adalah meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi kearsipan secara lengkap, cepat, tepat, mudah, dan terjangkau.

“Kami tidak hanya membangun sistem, tetapi membangun kepercayaan publik. Dengan akses arsip yang terbuka, masyarakat bisa melihat, memahami, dan ikut mengawasi jalannya pemerintahan secara lebih transparan,” tambahnya.

Katanya, masyarakat dapat mengakses informasi arsip tersebut melalui portal resmi JIKN di https://jikn.anri.go.id.

Lebih lanjut, Deffy menjelaskan Pelaksanaan inovasi ini juga diperkuat dengan regulasi yang berlaku, di antaranya Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 5 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kearsipan, khususnya Pasal 86 mengenai pengelolaan simpul jaringan dalam SIKN melalui JIKN, Peraturan Bupati Bogor Nomor 54 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Arsip.

Serta Peraturan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor Nomor 057.A-Bid.Pengelolaan Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Sistem Informasi Kearsipan dan Jaringan Informasi Kearsipan Kabupaten Bogor.

Melalui SIKN–JIKN Pemerintah Kabupaten Bogor diharapkan terus meningkatkan kontribusi dalam penyediaan informasi kearsipan, sekaligus memperkuat peran arsip sebagai sumber pengetahuan, identitas daerah, dan bagian penting dari memori kolektif bangsa.

Botani Square dan Hotel Santika Bogor Bantah Tuduhan Pencemaran Limbah

0

Bogor | Jurnal Bogor

Manajemen Botani Square dan Hotel Santika Bogor memberikan klarifikasi resmi terkait isu pengelolaan limbah dan dugaan dampak lingkungan yang sempat mencuat. Pihak manajemen menegaskan seluruh proses pengolahan limbah telah berjalan sesuai regulasi dan standar lingkungan pemerintah.

Dalam klarifikasinya Manajemen menilai tudingan pencemaran lingkungan hingga penyebab banjir tidak memiliki dasar yang kuat.

Pengelolaan Limbah Diklaim Sesuai Standar

Manajemen menegaskan operasional pusat perbelanjaan dan hotel mengedepankan prinsip keberlanjutan. Seluruh air limbah disebut telah melalui proses pengolahan di instalasi khusus sebelum dialirkan ke saluran akhir.

“Kami memiliki komitmen penuh dalam pengelolaan lingkungan. Sistem operasional kami telah terpantau dan teruji sesuai ketentuan,” ujar perwakilan manajemen dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5/2026).

Pemantauan kualitas limbah, lanjutnya, dilakukan secara rutin sesuai izin yang dimiliki. Hasil uji laboratorium menunjukkan seluruh parameter limbah masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan peraturan perundang-undangan.

Perizinan dan Sistem Drainase Dipastikan Lengkap

Dalam klarifikasinya, manajemen juga memaparkan aspek teknis dan legalitas operasional. Botani Square disebut telah mengantongi izin lingkungan yang sah, termasuk sistem pengelolaan drainase.

Manajemen menegaskan sistem drainase internal dirancang untuk mendukung kelancaran aliran air, bukan menjadi penyebab genangan atau banjir di wilayah sekitar.

Buka Ruang Transparansi

Manajemen menyatakan terbuka untuk berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjaga kondisi lingkungan tetap kondusif. Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan persepsi publik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.

Operasional Botani Square dan Hotel Santika Bogor dipastikan tetap berjalan normal dengan pengawasan ketat terhadap standar operasional pengelolaan limbah.

** Fredy Kristianto