27.1 C
Bogor
Friday, September 18, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Parah, Pramuka Bakar Sampah Usai Lomba Tingkat II

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor
Alih – alih ingin menunjukan bahwa usai kegiatan kepramukaan sudah dilakukan bebersih usai kegiatan Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Babakan Madang, namun bebersih yang dilakukan justeru berupa aksi pembakaran sampah oleh oknum yang mengaku Pramuka.

Lokasi pembakaran sampah campuran organik dan anorganik tersebut terletak di Kampung Pramuka Leuwi Asih, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Pembakaran sampah dilakukan pada Rabu 17 September 2026 sore usai kegiatan Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Bermula dari temuan sampah yang berada di tepi Sungai Ciherang Leuwi Asih Kampung Landeuh RW 08 Desa Karang Tengah yang dilaporkan kepada Kepala Seksi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Babakan Madang. Tak lama kemudian laporan tersebut direspon melalui pesan singkat yang diteruskan berupa sejumlah gambar diantara gambar Tumpukan Sampah Dibakar dengan narasi “Maaf, Pak… Sampah kegiatan mah sdh dikumpulkan dan berencana mau dibakar. Pramuka Bersih”.

Mendapat laporan, tokoh masyarakat Wangun Dua Desa Karang Tengah, H. Acim, mengaku kaget ada aksi pembakaran sampah yang diduga dilakukan oleh oknum anggota panitia pelaksana kegiatan Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Babakan Madang. Lahan tersebut milik PT. Sentul City, Tbk yang dipinjamkan untuk kegiatan yang digelar pada 16-17 September 2026.

“Saya sudah cek ternyata benar ada pembakaran sampah yang dilakukan oknum anggota panitia pelaksana. Saya minta bekas pembakaran itu dibersihkan, jangan diulangi lagi, dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Saya dan tokoh masyarakat disini sudah meminta berulang kali kepada siapa pun yang datang ke kampung kami untuk menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi kampung kami salah satu destinasi wisata alam yang diminati para wisatawan,” tandasnya, dihubungi Kamis (17/9/2026) sore.

Sementara, Sekretaris Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor, H. Kokasih, sangat menyayangkan prilaku pembakar sampah tersebut dan akan menindak lanjuti laporannya. Namun, ia belum menjawab ketika ditanya bentuk tindak lanjut apa yang akan dilakukan Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor. “Siap, terimakasih informasinya nanti ditindak lanjuti,” tulisnya singkat melalui pesan singkat, Kamis (17/9/2026) sore.

Sebelumnya, Ketua Kwarran Gerakan Pramuka Kecamatan Babakan Madang, Toni Santoni, saat menutup kegiatan Lomba Tingkat II, Kamis (17/9/2026) sore, mengatakan “Kita sebagai anak pramuka harus ingat Dasa Dharma ke 2 cinta alam dan kasih sayang manusia. Kita harus menjaganya bukan malah merusaknya kita di sini jangan meninggalkan sampah tapi meninggalkan kenangan”. Ironisnya, usai kegiatan dilakukan pembakaran sampah yang dikumpulkan oleh panitia penyelenggara.

Terpisah, Praktisi Pengelolaan Sampah & Limbah B3 Nasional / WALHI, Dwi Retnastuti sangat prihatin mendapat laporan pembakaran sampah yang dilakukan oleh oknum yang mengaku Pramuka. Padahal, Gerakan Pramuka mendidik sumber daya manusia berkarakter yang melekat erat dengan Dasa Dharma, yang salah satu butirnya berbunyi Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.

“Acara dua hari, tidak menyiapkan tempat sampah, tidak kerjasama dengan pihak terkait untuk penanganan sampahnya, itu sih enggak benar. Seharusnya, panitia yang notabene adalah para guru seharusnya memberikan contoh mengelola sampah yang benar tidak mencemari lingkungan. Pelaku pembakaran sampah dapat dijerat sanksi hukum Undang – undang Persampahan dan Peraturan turunannya,” tegasnya.

(Sabilillah)

Polsek Nanggung Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Hambaro

0

Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Polsek Nanggung Polres Bogor bersama anggota Koramil Nanggung  bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Desa Hambaro, Nanggung, Kabupaten Bogor, Rabu (16/9/2026).‎‎

‎Pemadaman api dibantu Pemerintah Desa setempat, petugas menggunakan peralatan pemadam portabel dan inovasi pembasah agar lahan gambut yang mudah menyala dan berpotensi terjadinya kebakaran dipastikan bisa dipadamkan.‎

‎Kapolsek Nanggung AKP Ano Junaedi mengatakan, kebakaran diketahui berawal dari laporan masyarakat melalui Call Center 110, kebakaran lahan terjadi di area kebun bambu di  Kampung Cidudut Hambaro.‎

‎”‎Kemungkinan ada yang buang puntung rokok kondisi  menyala hingga api membesar. ‎Namun, dari kejadian itu kami bersama tim bergerak cepat untuk memadamkan kobaran api,” ujar AKP Ano Junaedi, Kamis (17/9/2026).‎

‎Meski demikian, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut, namun kobaran api berhasil dipadamkan.‎

‎”‎Di tengah kemarau panjang, warga diimbau untuk tidak membakar sampah atau buang puntung secara sembarangan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan,” tukasnya.

(Arip Ekon)

Cari Atlet Berbakat, Dispora Gelar Festival Sepatu Roda Tingkat Kabupaten

0

Bogor | Jurnal Bogor

Festival Sepatu Roda antarsekolah dasar yang digelar di Q Square, Kabupaten Bogor, pada 16-17 September 2026 mendapat apresiasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor.

Kegiatan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam pembinaan olahraga sekaligus upaya mencari bibit atlet potensial sejak usia dini.

Sekretaris Dispora Kabupaten Bogor, Riza Juangsah, mengatakan festival tersebut memiliki nilai positif karena memperkenalkan olahraga sepatu roda kepada pelajar sekolah dasar.

Menurutnya, kompetisi antarsekolah tidak hanya menjadi ajang untuk menyalurkan minat dan bakat anak-anak, tetapi juga dapat menjadi sarana bagi Perserosi untuk melihat potensi atlet yang nantinya bisa dibina secara berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Festival Sepatu Roda ini. Selain memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkompetisi, kegiatan seperti ini juga menjadi langkah untuk mencari dan menjaring bibit-bibit atlet sejak usia dini,” kata Riza, Kamis (17/9/2026).

Ia menilai pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu, diperlukan kegiatan kompetisi yang berlangsung secara rutin agar para atlet muda memiliki pengalaman bertanding sekaligus mendapat pemantauan dan pembinaan sejak usia sekolah dasar.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin. Dari kompetisi yang berkelanjutan, kita bisa melihat potensi atlet sejak dini, kemudian mereka dibina secara bertahap hingga nantinya mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Riza juga mendorong Perserosi Kabupaten Bogor untuk terus memperkuat program pembinaan dengan melibatkan sekolah-sekolah dan komunitas sepatu roda.

Dengan semakin luasnya partisipasi, diharapkan semakin banyak anak-anak Kabupaten Bogor yang memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi atlet berprestasi.

“Pembinaan ini harus terus berjalan. Perserosi memiliki peran penting dalam membangun fondasi atlet sepatu roda Kabupaten Bogor, terutama melalui pembinaan usia dini. Dispora tentu akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini,” pungkasnya.(*). DR

Gandeng UMKM, Batik Benang Raja Buka Gerai ke-14

0

Bogor | Jurnal Bogor

Batik Benang Raja memperluas jaringan usahanya ke Kota Bogor dengan membuka gerai ke-14 di Indonesia, Kamis (17/9/2026).
Gerai baru tersebut berada di Jalan Raya Tajur Nomor 68, Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan. Kehadiran gerai ini sekaligus menjadi cabang kedua Batik Benang Raja di wilayah Jawa Barat.

Pembukaan gerai dilakukan langsung oleh Pemilik Batik Benang Raja, Ariawan Santoso atau yang akrab disapa Ko King. Ekspansi ke Bogor disebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas akses masyarakat terhadap produk batik sekaligus memperkuat industri fashion berbasis budaya lokal.

Ko King mengatakan, pembukaan gerai di Kota Bogor tidak hanya ditujukan untuk mengembangkan bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keberadaan batik sebagai warisan budaya Indonesia.

“Kami ingin terus mendekatkan produk batik berkualitas kepada masyarakat, khususnya warga Bogor dan sekitarnya,” kata Ko King seusai peresmian.

Untuk memeriahkan pembukaan, Batik Benang Raja Bogor juga membagikan sebanyak 3.000 produk secara gratis kepada pengunjung. Program tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus pengenalan gerai baru kepada masyarakat.

Selain ekspansi bisnis, Batik Benang Raja membawa misi pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Perusahaan menyatakan akan melibatkan pelaku UMKM lokal serta membuka peluang lapangan pekerjaan bagi warga di sekitar gerai.

“Batik Benang Raja hadir dan tumbuh bersama masyarakat berkat dukungan yang terus mengalir. Karena itu, kami ingin keberadaan gerai ini juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal,” ujar Ko King.

Dengan dibukanya gerai tersebut, masyarakat Bogor kini dapat melihat secara langsung berbagai koleksi batik yang ditawarkan Batik Benang Raja. Sejumlah promo khusus juga disiapkan selama periode pembukaan gerai.

** Fredy Kristianto

Atasi Kemarau, Kecamatan Megamendung Gandeng PDAM

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Musim kemarau masih melanda kawasan Puncak dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, kondisi tersebut belum berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat di Kecamatan Megamendung.

Camat Megamendung, Ridwan, mengatakan hingga saat ini seluruh desa di wilayahnya masih memiliki pasokan air bersih yang mencukupi. Pemerintah kecamatan juga belum menerima laporan mengenai krisis air maupun kekeringan.

Menurut Ridwan, kondisi sumber air di Kecamatan Megamendung masih relatif aman. Meskipun musim kemarau telah berlangsung, kebutuhan air bersih masyarakat masih dapat terpenuhi.

“Alhamdulillah, kebutuhan air masyarakat di wilayah Kecamatan Megamendung relatif aman. Sampai hari ini belum ada laporan dari pemerintah desa terkait kekeringan maupun warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Ridwan kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).

Ia menjelaskan, Pemerintah Kecamatan Megamendung terus memantau perkembangan cuaca dan ketersediaan sumber air di setiap desa. Koordinasi dengan pemerintah desa juga dilakukan secara rutin agar langkah penanganan dapat segera dilakukan apabila muncul potensi kekeringan.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah kecamatan telah menyiapkan skema penanganan darurat apabila musim kemarau berkepanjangan mengakibatkan penurunan debit mata air maupun sumur milik warga. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor serta sejumlah perusahaan penyedia air bersih yang beroperasi di wilayah Megamendung.

“Kami sudah menyiapkan langkah antisipasi. Apabila nanti ada wilayah yang mengalami kekeringan atau kekurangan air bersih, kami siap berkoordinasi dengan perusahaan air milik pemerintah maupun perusahaan penyedia air bersih di Kecamatan Megamendung untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ridwan optimistis kebutuhan air bersih masyarakat tetap dapat terpenuhi apabila sewaktu-waktu terjadi kekeringan. Menurutnya, kesiapan seluruh pihak menjadi kunci agar distribusi bantuan air bersih dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

Meski demikian, ia berharap musim kemarau tahun ini tidak berkembang menjadi bencana kekeringan yang berdampak luas. Hingga saat ini, hujan dengan intensitas ringan masih sesekali turun di sejumlah desa di Kecamatan Megamendung sehingga membantu menjaga ketersediaan sumber air.

“Mudah-mudahan kondisi ini tetap terjaga dan tidak sampai terjadi kekeringan. Walaupun sedang musim kemarau, hujan dengan intensitas ringan masih turun di beberapa desa sehingga pasokan air bagi masyarakat tetap aman,” tandasnya.

Camat Megamendung juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan. Upaya penghematan air dinilai penting sebagai langkah antisipasi apabila musim kemarau berlangsung lebih lama, sekaligus menjaga ketersediaan air bersih bagi seluruh warga.

(Dadang Supriatna)

Lomba Susur Sungai Meriahkan HUT RI ke-81 Megamendung

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Beragam cara dilakukan Pemerintah Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Tahun ini, perayaan kemerdekaan dikemas melalui kegiatan yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan.

Salah satunya melalui lomba susur sungai dilaksanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak menyusuri aliran Sungai Ciliwung dan Sungai Cikabirus yang melintasi wilayah Kecamatan Megamendung sekaligus memungut sampah yang ditemukan di sepanjang aliran sungai.

Camat Megamendung, Ridwan mengatakan, konsep perayaan HUT RI tahun ini sengaja dibuat berbeda dari biasanya. Menurutnya, kegiatan kemerdekaan diharapkan tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan bersenang-senang, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

“Memang tahun ini kami ingin kegiatan HUT RI di Kecamatan Megamendung dibuat lebih bermanfaat. Salah satunya melalui kegiatan susur sungai ini, sehingga ada dampak nyata terhadap lingkungan,” ujar Ridwan.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai. Pasalnya, masih ditemukan berbagai jenis sampah yang terbawa maupun sengaja dibuang ke aliran sungai.

“Ini bagian dari edukasi juga kepada warga. Selama ini aliran sungai di Megamendung masih dipenuhi sampah karena kesadaran sebagian masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan masih perlu ditingkatkan,” katanya.

Dalam lomba tersebut, peserta akan dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok diwajibkan mengumpulkan sampah yang ditemukan selama menyusuri sungai. Penilaian tidak hanya berdasarkan jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga mempertimbangkan jenis sampah yang diperoleh.

“Jadi peserta yang berhasil mengumpulkan sampah dalam jumlah banyak akan mendapatkan penilaian. Jenis sampah yang dikumpulkan juga menjadi bagian dari penilaian dan bisa menentukan pemenang,” jelas Ridwan.

Untuk mengikuti kegiatan tersebut, setiap peserta diwajibkan membawa kantong plastik, polibag, atau karung sebagai tempat menampung sampah. Wadah yang digunakan juga harus diberi tanda atau tulisan sesuai dengan nama kelompok masing-masing untuk memudahkan proses penilaian.

Ridwan berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kepedulian warga terhadap kondisi sungai dan lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan manfaat. Jadi HUT RI ke-81 di Kecamatan Megamendung bukan hanya meriah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Gadog, Azet Basuni menyambut baik pelaksanaan lomba susur sungai tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki manfaat ganda karena selain menjadi bagian dari perayaan HUT RI, juga secara langsung mengajak masyarakat terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Ia menilai kebersihan sungai merupakan tanggung jawab bersama sehingga masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dalam menjaga kondisi aliran sungai.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain memeriahkan HUT RI, lingkungan, khususnya aliran sungai, bisa menjadi lebih bersih,” ujarnya.

(Dadang Supriatna)

Camat Megamendung Ajak Warga Sukseskan Operasi Bebersih Sampah

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Pemerintah Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam Operasi Bebersih Sampah yang akan dilaksanakan serentak pada 1 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi upaya nyata untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Operasi bebersih sampah akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, RT, RW, hingga masyarakat di setiap lingkungan.

Melalui semangat gotong royong, diharapkan budaya menjaga kebersihan dapat semakin tumbuh dan menjadi kebiasaan bersama.

Camat Megamendung, Ridwan, mengatakan keberhasilan kegiatan tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, pihaknya mengajak para ketua RT dan RW untuk menjadi penggerak dalam mengajak warga membersihkan lingkungan masing-masing.

“Melalui RT dan RW, kami berharap partisipasi masyarakat dalam kegiatan Operasi Bebersih Sampah ini bisa tinggi sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai,” ujar Ridwan.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar membersihkan sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat memiliki kepedulian yang lebih besar terhadap lingkungan sekitar.

“Inti dari kegiatan ini adalah mengedukasi masyarakat agar memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Jika lingkungan bersih dan sehat, saya yakin masyarakat juga akan hidup lebih sehat, nyaman, dan kualitas hidupnya semakin baik,” katanya.

Ridwan berharap Operasi Bebersih Sampah dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan di Kecamatan Megamendung. Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menyukseskan kegiatan tersebut melalui semangat gotong royong.

“Mari kita sukseskan Operasi Bebersih Sampah ini demi Megamendung yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk kita semua,” tandasnya.

(Dadang Supriatna)

FEB Unpak Dampingi UMKM Cisarua Bidik Pasar Wisata Puncak

0

Cisarua | Jurnal Bogor – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pakuan (FEB Unpak) memberikan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Cibeureum dan Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Pendampingan yang berlangsung selama delapan bulan sepanjang 2026 tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar mampu menangkap peluang ekonomi dari tingginya potensi pariwisata di Kawasan Puncak.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat FEB Unpak, Ir. Iman Hilman, M.M., mengatakan potensi pariwisata Puncak harus memberikan dampak yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.

“Potensi UMKM di Desa Cibeureum dan Citeko sangat besar. Produk makanan dan minumannya beragam serta berkualitas. Namun, pengembangannya masih perlu diselaraskan dengan perubahan pasar dan kebutuhan wisatawan,” ujar Iman Hilman.

Menurutnya, pendampingan dilakukan untuk membantu pelaku UMKM memahami pasar, memperbaiki pengelolaan usaha, hingga meningkatkan kesiapan produk agar mampu masuk ke pasar pariwisata.

“Kami hadir untuk menjembatani potensi produk lokal tersebut agar tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri, tetapi mampu membaca pasar, mengelola arus kas, dan memenuhi standar pasar pariwisata,” katanya.

Program tersebut difokuskan pada tiga persoalan utama yang dihadapi pelaku UMKM, yakni manajemen pemasaran, branding dan packaging produk, serta akses terhadap permodalan.

Pendampingan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama berupa pemetaan kebutuhan yang dilaksanakan pada 28 Januari 2026 dengan melibatkan 16 pelaku UMKM olahan pangan di Aula Kantor Desa Cibeureum.

Dalam kegiatan tersebut, tim menggali berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari produksi hingga pemasaran. Produk yang dikembangkan para pelaku UMKM di antaranya kue gemblong, kue kering, kue basah, yoghurt, dan berbagai produk bakery.

Tahap berikutnya dilaksanakan pada 16 April 2026 melalui workshop penguatan bauran pemasaran dengan pendekatan Marketing Mix 7P, meliputi product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence.

Materi juga mencakup strategi branding dan packaging yang disesuaikan dengan karakter konsumen serta kebutuhan pasar wisata.

Sementara itu, pada 14 Juli 2026, tim melanjutkan pendampingan melalui pelatihan penyusunan proposal bisnis dan prosedur pengajuan pembiayaan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cisarua tersebut turut menghadirkan perwakilan Bank BJB Cabang Cibinong.

Tidak hanya mengandalkan pembiayaan perbankan, pelaku UMKM juga diarahkan memanfaatkan sumber permodalan alternatif, seperti BUMDesa, koperasi, serta program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR) dari perusahaan swasta maupun BUMN.

Ketua Forum UMKM Kecamatan Cisarua, Marlin, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan FEB Unpak.

“Saya sangat berterima kasih kepada FEB Universitas Pakuan yang telah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Cisarua. Insya Allah ilmu yang disampaikan dan kegiatan pendampingan yang telah dilaksanakan sangat bermanfaat bagi teman-teman kami pelaku UMKM di Kecamatan Cisarua,” tutur Marlin, Rabu (16/9/2026).

Melalui program pendampingan berkelanjutan tersebut, UMKM di Desa Cibeureum dan Desa Citeko diharapkan semakin mampu mengembangkan usahanya sekaligus mengambil peran dalam rantai ekonomi pariwisata di Kawasan Puncak. Yudi

Kemendikdasmen Turunkan Bantuan Revitalisasi ke SDN Semeru 6 Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Dunia pendidikan di Kota Bogor kembali mendapat perhatian pemerintah pusat. SDN Semeru 6 Kota Bogor yang berada di Jl. Dr. Semeru Gg. Kelor RT 02 RW 09, Menteng, Bogor Barat, Kota Bogor pada tahun anggaran 2026 ini resmi mendapatkan bantuan program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Berdasarkan data yang diperoleh, sekolah tersebut menerima alokasi anggaran sebesar Rp 965.759.526. Anggaran tersebut diperuntukkan untuk rehabilitasi total sembilan unit sarana sekolah. Rinciannya meliputi tujuh ruang kelas, satu ruang administrasi, dan satu unit toilet. Jumlah dan jenis rehabilitasi tersebut telah sesuai dengan menu bantuan yang tercantum pada laman resmi Kemendikdasmen.

Kepala SDN Semeru 6 Kota Bogor, Dewi Sintawati, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa seluruh proses pekerjaan dilaksanakan dengan mekanisme swakelola. Prinsip pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan di lapangan.

Perekrutan tenaga kerja dilakukan dengan melibatkan warga di lingkungan sekitar sekolah. Proses tersebut dilakukan secara terbuka dengan berkoordinasi bersama Komite Sekolah, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) kelurahan setempat, serta pengurus Rukun Warga (RW).

“Langkah ini diambil guna memastikan program revitalisasi memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar sekaligus menjaga kondusivitas lingkungan,” ujar  Dewi Sintawati, S.Pd., M.Pd.,  saat ditemui pada Selasa (15/09/2026).

Selain itu, pelaksanaan revitalisasi ini juga sudah mendapatkan pengarahan dan pembinaan dari unsur SIGAP (Satgas Inpeksi Gabungan  Anti Pungli ) terdiri dari unsur TNI (Kodim dan Denpom), Polri, Kejaksaan, BIN dan Pemda (Inspektorat, Setda, Kesbangpol).

Tidak hanya perekrutan pekerja, penentuan Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) juga dilakukan melalui musyawarah. Pihak sekolah bersama komite dan LPM melakukan seleksi untuk memilih sosok yang memiliki kompetensi dan keahlian di bidang konstruksi, sesuai dengan persyaratan dan ketentuan teknis yang telah ditetapkan oleh Kemendikdasmen. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas hasil pekerjaan sesuai standar.

Menanggapi isu terkait pengadaan material bangunan, pihak sekolah menegaskan bahwa seluruh pengadaan telah mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disetujui dan tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara sekolah dan Kemendikdasmen.

Pihaknya menjelaskan, sebelum penyusunan RAB, tim konsultan perencana telah melakukan asesmen menyeluruh terhadap kelayakan material eksisting. Oleh karena itu, tidak semua material diganti secara total. Sebagai contoh, untuk material baja ringan, pergantiannya dilakukan secara selektif.

“Kami tetap membeli baja ringan karena terdapat beberapa ruangan yang struktur rangka atapnya masih menggunakan balok kayu dan ada ruangan yang memang memerlukan perubahan total pada rangka atapnya. Semua itu sudah sesuai dengan yang tertera pada RAB yang telah disetujui,” jelas Dewi Sintawati, S.Pd., M.Pd.,

Progres pengerjaan di lapangan yang sudah berjalan
-Prestasi Pelaksanaan : 28.015 %
-Prestasi Direncanakan: 21.350%
-Deviasi Lebih Cepat: + 6.665 %

Pihak SDN Semeru 6 Kota Bogor menyatakan komitmennya untuk menjalankan program secara transparan dan akuntabel. Pihak sekolah membuka ruang dialog bagi semua pihak yang ingin mengetahui perkembangan revitalisasi, sepanjang informasi tersebut berada pada ranah yang dapat dipublikasikan sesuai ketentuan.

(Wawan Hermawanto)

Perkuat Kelembagaan Pekebun, BPDP dan Kementan Gelar Pelatihan di Bengkulu

0

Bengkulu | Jurnal Bogor
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pekebun kelapa sawit melalui Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun.

Penguatan tersebut dilakukan melalui pelatihan bagi pekebun dari Kabupaten Bengkulu Utara yang berlangsung di Hotel Mercure Bengkulu Senin (14/9/2026). Kegiatan yang diikuti 27 peserta, diarahkan untuk meningkatkan kesadaran pekebun mengenai pentingnya membangun kebersamaan serta memperkuat kelembagaan kelompok.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pekebun dalam mengaktifkan kelompok, membangun kemitraan, serta mengembangkan jejaring kerja sama. Penguatan kelembagaan diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pekebun dalam mengelola usaha perkebunan secara lebih baik.

Penguatan kapasitas SDM dan kelembagaan menjadi bagian penting dalam mendorong produktivitas, efisiensi, dan daya saing perkebunan kelapa sawit sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekebun.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mendorong pengembangan kompetensi pekebun melalui kolaborasi antara BPDP dan Kementerian Pertanian.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek teknis perkebunan, tetapi juga membangun kemampuan pekebun dalam mengelola kelompok, mengembangkan kemitraan, serta memperluas jejaring kerja sama.

Sementara itu, Kepala BBPMKP Sukim Supandi mengatakan pelatihan penumbuhan kebersamaan pekebun menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas pekebun sekaligus memperkuat kelembagaan kelompok.

Menurutnya, pembelajaran yang diberikan diharapkan dapat diterapkan peserta setelah kembali ke kelompok dan lingkungan masing-masing sehingga manfaat pelatihan dapat berkembang secara lebih luas.

Ketua Kelompok Program dan Evaluasi BBPMKP, Sutrisno Sipahutar, mengatakan pekebun perlu memahami bahwa mereka merupakan bagian dari kelompok sosial yang memiliki kepentingan dan tujuan bersama.

“Sinergi antara BPDP dan BBPMKP ini ditujukan untuk memfasilitasi para pekebun sawit untuk meningkatkan kesadaran pentingnya kebersamaan dalam kelompok, kemampuan dalam mengaktifkan kelompok, kesadaran pentingnya bermitra dan kemampuan membangun jejaring kerja sama,” ujar Sutrisno.

Ia menjelaskan, melalui pelatihan peserta didorong untuk membangun kelompok sekaligus memperkuat kelembagaan yang telah ada. Kelembagaan kelompok yang semakin baik diharapkan dapat mendukung pekebun dalam mengakses berbagai program pemerintah sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

“Ke depan semua bantuan pemerintah akan diarahkan melalui kelompok. Sehingga teman-teman di sini kita bangun kesadarannya untuk membentuk kelompok dan kelembagaannya,” jelasnya.

Menurutnya, kemampuan mengelola kelompok menjadi fondasi penting agar pekebun dapat berkembang dan menjalankan usaha perkebunan secara lebih baik.

“Yang terpenting dalam pelatihan ini adalah bagaimana pola pikir mereka terhadap manajemen itu terbangun. Tidak sebatas budi daya. Budi daya itu penting, tetapi bagaimana kita memimpin dan membangun manajemen yang baik terkait perkebunan sawit milik rakyat, itu yang menjadi fondasi utamanya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita, menyambut baik pelaksanaan Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun.

Menurut Sri Herlin, penguatan kelembagaan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pengelolaan kelompok pekebun di daerah. Melalui pelatihan, pekebun diharapkan semakin mampu membangun kelompok yang aktif dan memiliki tata kelola yang lebih baik.

“Dengan adanya pelatihan ini kita berharap kelembagaan pekebun di Provinsi Bengkulu semakin kuat dan kelompok tani kita semakin baik dalam mengelola kelompoknya, sehingga permasalahan-permasalahan di kelompok tidak terjadi lagi,” ujar Sri.

Ia berharap penguatan kelembagaan tersebut tidak hanya berdampak terhadap kemampuan pekebun dalam mengelola kelompok, tetapi juga mendukung peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit.

Menurutnya, berbagai pelatihan yang dilaksanakan melalui kolaborasi BPDP dan BBPMKP diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pekebun dalam mengelola kebun secara lebih efektif.

“Yang paling utama, dengan adanya banyak pelatihan dari kolaborasi BPDP dan BBPMKP sawit ini, kita berharap peningkatan produksi sawit di Provinsi Bengkulu semakin tinggi, juga kesejahteraan petani sawit kita semakin baik,” katanya.

Melalui sinergi BPDP dan BBPMKP Kementerian Pertanian, peningkatan kapasitas pekebun diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan. Penguatan pengetahuan, manajemen, kepemimpinan, dan kelembagaan kelompok menjadi modal penting dalam mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang semakin produktif dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan pekebun.

(Restu/BBPMKP)