31 C
Bogor
Monday, April 20, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Selain Latihan Fisik, Pesilat PSHT Diajarkan Ketuhanan

0

Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Puluhan pesilat yang tergabung di perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor diajarkan ketuhanan. Nilai- nilai spiritual itu penting untuk memberikan makna, tujuan hidup, dan ketenangan batin, serta meningkatkan kesehatan mental dan keseimbangan emosional.

‎”Latihan silat, selain fisik tentu mereka juga perlu dibina dan diajarkan nilai- nilai spiritual,” kata salah satu pelatih silat Rena Zaqiah kepada Jurnal Bogor, Minggu (19/4/2026).

‎Dengan memiliki spiritual, akan lahir rasa kasih sayang antarsesama. ‎Hal ini pengamalan dari perguruan silat PSHT agar tidak disalahgunakan apalagi berbuat tercela.

‎Bahkan pencak silat tidak hanya fokus pada pembelajaran fisik, melainkan mereka juga diajarkan untuk memperkuat kerohanian.

‎‎Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Nanggung termasuk pihak PT Antam mengapresiasi latihan pencak silat yang telah berlangsung selama enam bulan di Batutulis.

‎”Pencak silat mesti menjadi perhatian serius yang harus terus dikembangkan,” ujar manajer CSR PT Antam Arif Rahman Soleh.

** Arip Ekon

Lima Kampung di Rengasjajar Terendam Banjir

0

Cigudeg l Jurnal Bogor
‎Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. pada Sabtu (18/4/2026) malam, menyebabkan banjir di Desa Rengasjajar. Sedikitnya lima kampung dilaporkan terendam akibat meluapnya aliran sungai di sekitar permukiman warga.

‎Wilayah terdampak meliputi Kampung Kadaung, Pasir Sereh, Lebakwangi Hilir, hingga Kampung Lebakwangi Girang. Air yang meluap dengan cepat menggenangi rumah warga setelah sungai tidak lagi mampu menampung debit air hujan.

‎Dalam video yang beredar, terlihat air mengalir deras dan merendam permukiman warga. Ketinggian air di sejumlah titik bahkan mencapai pinggang orang dewasa.

‎Salah satu warga Kampung Kadaung, Sahyani, mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya saat banjir datang. Ia mengatakan, saat kejadian dirinya tengah membantu warga lain.

‎“Baju dan segalanya habis terendam. Saya tidak keburu mengangkat barang karena sedang membantu warga lain saat awal banjir datang. Begitu pulang ke rumah, air sudah sepinggang,” ujarnya.

‎Akibat banjir tersebut, sejumlah warga terpaksa mengungsi ke aula Masjid Al-Bashriyah karena rumah mereka tidak lagi layak ditempati untuk sementara waktu.

‎Meski tidak ada laporan korban jiwa, kerugian materiel diperkirakan cukup besar. Hingga saat ini, jumlah pasti rumah terdampak masih dalam pendataan oleh pihak terkait.

‎Sementara itu, Puskesmas Lebakwangi menyatakan kesiapsiagaan penuh selama 24 jam guna mengantisipasi dampak kesehatan pascabanjir bagi warga terdampak.

** Arip Ekon

Cisarua Darurat Resapan Air

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor membutuhkan area resapan air. Pasalnya, terus bertambahnya bangunan di wilayah Cisarua, mulai dari pembangunan vila, rumah penduduk, dan perumahan berbentuk kavling menjadikan area terbuka hijau di kawasan tersebut kini semakin berkurang.

Pesawahan dan perkebunan terus mengalami perubahan yang cukup pesat. Hal ini menjadikan iklim di kawasan Cisarua tidak sejuk lagi.

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari UPT Tata Bangunan Ciawi, sekitar seribu unit merupakan bangunan liar dan bangunan yang melanggar peraturan tanpa IMB. Bangunan-bangunan tersebut khususnya yang sudah terbukti melanggar aturan, merupakan milik warga Jakarta.

Kepala UPT Tata Bangunan Ciawi Agung Tarmedi menyatakan, kondisi bangunan yang dinilai melanggar itu datanya sudah dilimpahkan ke Satpol PP Kabupaten Bogor.

“Pembangunan di kawasan Puncak terus mengalami perubahan. Areal pesawahan kini menjadi pemukiman. Dari sebagian bangunan, hasil dari pemantauan petugas kami di lapangan, terdapat sekitar 1000 bangunan dinyatakan melanggar aturan. Pelanggarannya, mulai dari tidak memiliki IMB hingga pelanggaran lainnya. Dan data tersebut sudah kami limpahkan ke Satuan Pol PP Kabupaten Bogor, ” tandasnya.

Dampak dari gencarnya pembangunan itu pantauan di beberapa desa, seperti di Kampung Ciburial Tugu Utara, Lewimalang dan di Kelurahan Cisarua, jika turun hujan kawasan tersebut kini selalu kebanjiran.

“Hujan sebentar saja volume air di parit-parit jalan terlihat sangat besar. Bahkan perkampungan warga yang berada di Gangg Arayak Kelurahan Cisarua jika turun hujan selalu kebanjiran. Ini akibat saluran air tidak bisa lagi menampungnya,” pungkas Herul, warga Cisarua.

** Dadang Supriatna

FABEM, GMPRI dan FWBS Bantu Galang Dana Biayai Operasi Anak Karyawan BUMD Kabupaten Bogor

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Sebanyak tiga organisasi menggalang dana kemanusiaan untuk biaya operasi Muhammad Akbar (1,5 tahun), anak dari Irfan Satria Budi, karyawan PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor.

Dalam waktu kurang dari 24 jam penggalangan dana, seluruh target biaya operasi dan kebutuhan kesehatan anak tersebut berhasil dipenuhi kurang lebih Rp10 juta.

Ketiga organisasi itu adalah Forum Alumni Badan Eksekutif Indonesia (FABEM), Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Cabang Bogor, serta Forum Wartawan Bogor Selatan (FWBS).

Aksi soiidaritas ini dilakukan setelah mengetahui penderitaan yang dialami Irfan Satria Budi yang belum menerima gaji sejak Juli 2022 dari PT PPE tempatnya bekerja. Total piutang gaji yang menjadi haknya mencapai Rp179.034.788. Perusahaan plat merah yang didirikan di masa Bupati Bogor Rachmat Yasin ini dinyatakan bangkrut alias pailit pada Desember 2024.

Dampaknya, kondisi ekonomi Irfan yang telah dikaruniai tiga orang anak ini morat-marit. Terlebih sejak anaknya lahir mengidap penyakit jantung dan paru, ia dan istrinya harus bolak-balik berobat ke rumah sakit dengan biaya tidak sedikit.

Rika, istri Irfan, mengungkapkan bahwa keluarganya akan terus berjuang untuk mendapatkan hak suaminya dari PT PPE bersama belasan karyawan lainnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, utamanya untuk biaya pengobatan anaknya.

“Semua upaya sudah kami lakukan, meminjam uang ke saudara dan teman, tetangga, menjual dan menggadaikan barang-barang yang masih tersisa, hingga terjerat rentenir. Semua itu digunakan untuk biaya pengobatan anak saya agar sembuh serta untuk ongkos bolak-balik memperjuangkan hak suami saya ke PT PPE, ke Gubernur Kang Dedi, ke Jakarta, dan banyak lagi. Namun belum juga ada kejelasan,” ungkapnya yang ditemui di rumahnya, Kampung Ciaul, Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis malam, 16 April 20226.

“Berdasarkan rujukan dari RSUD Ciawi, anak saya harus dioperasi segera ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta, saya bingung biaya dari mana. Terima kasih atas bantuan yang diberikan semoga mendapatkan balasan yang setimpal,” lirihnya.

Koordinator FABEM Bogor, Feri, mengatakan bantuan yang terkumpul berasal dari berbagai pihak.

“Bantuan ini bersumber dari keluarga besar forum, para perwira TNI, wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Bogor Selatan, serta tokoh organisasi tingkat nasional dan daerah. Alhamdulillah, kurang dari sehari target donasi untuk anak karyawan PT PPE sudah terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua GMPRI Cabang Bogor, Yogi Arianda, mengkritik lambannya penyelesaian hak gaji karyawan PT PPE oleh Pemkab Bogor. Menurutnya, gerakan solidaritas warga berjalan lebih cepat dibanding birokrasi.

“Ini bukti nyata bahwa ketika negara bergerak lambat, masyarakat sipil justru bergerak cepat. Kami tidak menunggu birokrasi karena ada nyawa dan masa depan anak yang dipertaruhkan. Kurang dari 24 jam urusan biaya operasi selesai. Giliran pemerintah daerah yang menuntaskan sisa keadilan yang lain,” tegas Yogi.

Sebelumnya, GMPRI juga menyayangkan Bupati Bogor yang belum menuntaskan permasalahan gaji mantan karyawan BUMD, meskipun telah menjabat satu tahun dan sebelumnya merupakan mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor.

Ketua Forum Wartawan Bogor Selatan (FWBS), Acep Mulyana, menyatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada para donatur yang peduli.

Ia pun menegaskan bahwa FWBS akan terus mengawal kasus PT PPE karena menyangkut kerugian negara.

“Kami mengapresiasi gerak cepat solidaritas kemanusiaan ini. Tapi jangan berhenti di sini. Kasus PT PPE adalah kasus yang merugikan negara sekaligus menganiaya pekerja. Sebagai insan pers, kami akan terus mengawal persoalan ini secara independen,” kata Acep.

** Dadang Supriatna

Pengabdian Masyarakat ITB Dewantara: Pembangunan MCK dan Penyediaan Air Bersih di Parung Ponteng

0

Bogor | Jurnal Bogor
Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 4,5 dan 19 April 2026 di Kp. Parung Ponteng RW 007, Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Mengusung tema “Optimalisasi Sanitasi Lingkungan Berbasis Manajemen Partisipatif melalui Pembangunan MCK dan Penyediaan Air Bersih guna Mendukung Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)”, kegiatan ini difokuskan pada pembangunan fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) serta penyediaan sumber air bersih yang layak bagi masyarakat setempat.

Kegiatan yang melibatkan mahasiswa angkatan 36 dan 37 ini dilaksanakan secara gotong royong bersama warga. Pada kegiatan awal, tim melakukan pembangunan fisik mulai dari pembuatan bak penampung air, pembangunan struktur MCK, hingga instalasi saluran air bersih. Kegiatan kedua diisi dengan peresmian serta serah terima fasilitas kepada masyarakat.

Ketua pelaksana kegiatan, Rosmala Al Noer Buana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan masyarakat.

“Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi dan pola hidup bersih. Harapannya, fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dijaga secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dosen pendamping kegiatan, Dr. Syaiful Anwar, S.Sos., M.M, menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami permasalahan sosial sekaligus memberikan solusi nyata. Kami berharap program seperti ini terus berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RW 007 , Agung menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan oleh mahasiswa ITB Dewantara.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan pembangunan MCK dan penyediaan air bersih ini. Fasilitas ini sangat dibutuhkan oleh warga dan diharapkan dapat meningkatkan kesehatan serta kenyamanan lingkungan kami,” tuturnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kp. Parung Ponteng kini memiliki akses sanitasi yang lebih layak serta sumber air bersih yang memadai, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

(Wawan Hermawanto)

Menjelajah Alam, Menguatkan Karakter: Perjusa Pasukan Khusus Pramuka SMP IT Bina Bangsa Sejahtera.

0

Kota Bogor – SMP IT Bina Bangsa Sejahtera menyelenggarakan kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu (Perjusa) bagi Pasukan Khusus (Pasus) Pramuka sebagai bagian dari pembinaan karakter serta penguatan keterampilan kepramukaan murid. Kegiatan ini berlangsung pada 17–18 April 2026 di Bumi Perkemahan Pasir Reungit, yang berada tidak jauh dari jalur pendakian menuju Kawah Ratu.

Kegiatan Perjusa secara resmi dilepas oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), Kak Syabar Suwardiman, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan karakter murid melalui kegiatan kepramukaan.

Mengusung tema “Mendaki Setinggi Cita, Berbakti pada Semesta”, kegiatan ini diikuti oleh 12 anggota Pasukan Khusus Pramuka yang berada di bawah Gugus Depan SMP IT Bina Bangsa Sejahtera 04.263 – 04.264, dengan pendampingan para pembina pramuka.

Rangkaian kegiatan Perjusa dirancang edukatif sekaligus menantang. Kegiatan diawali dengan pendirian tenda sebagai sarana melatih kemandirian, kerja sama, dan kedisiplinan. Selama perkemahan, peserta juga menjalankan jadwal piket memasak untuk memenuhi kebutuhan konsumsi bersama, guna menumbuhkan tanggung jawab serta keterampilan dasar.

Selain itu, dilaksanakan pula prosesi pelantikan anggota Pramuka Penggalang sebagai bentuk pengakuan atas kesiapan peserta dalam mengemban tanggung jawab sebagai anggota pramuka yang berkarakter, berintegritas, dan berjiwa kepemimpinan.

“Kegiatan utama dalam Perjusa ini adalah hiking menuju Kawah Ratu yang berada di ketinggian 1.437 meter di atas permukaan laut (mdpl). Perjalanan yang ditempuh selama kurang lebih 2 hingga 2,5 jam ini menjadi tantangan tersendiri bagi peserta, sekaligus melatih ketahanan fisik dan mental serta menumbuhkan rasa cinta terhadap alam,” Minggu (19/4/2026).

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman pohon di area perkemahan sebagai kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian alam.

Kegiatan Perjusa secara resmi ditutup oleh Ketua Gugus Depan Putra, Kak Roma. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan kali ini memberikan tantangan lebih bagi peserta karena harus menempuh perjalanan panjang menuju Kawah Ratu.

Menurutnya, perjalanan tersebut mengajarkan pentingnya menekan ego pribadi, meningkatkan kepedulian antarsesama, serta membangun kedisiplinan dalam mengikuti arahan pemimpin rombongan agar kegiatan berjalan aman dan tertib.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan. Melalui Perjusa ini, diharapkan para murid mampu menginternalisasi nilai-nilai kepramukaan seperti kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Yudi

Ajang Silaturahmi, Diklat Persachi Putra Gelar Turnamen Mini Cari Bibit Pesepakbola Muda

0

Megamendung | Jurnal Bogor – Dalam upaya mencari bibit pesepakbola muda berbakat, Diklat Sepakbola Persachi Putra menggelar pertandingan persahabatan di Alwan Mini Soccer Stadium, Minggu (19/5/2026).

Pertandingan ini diikuti oleh dua Sekolah Sepak Bola (SSB), yakni SSB Persachi Junior Kecamatan Megamendung melawan SSB Brimolia Kecamatan Cisarua. Meski hanya diikuti dua tim, laga berlangsung meriah dengan pembagian lima kategori kelompok umur, mulai dari usia 7 tahun hingga 16 tahun.

Para pemain yang mayoritas anak-anak terlihat antusias dan penuh semangat saat bertanding. Atmosfer pertandingan pun berlangsung sportif sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar pemain dan pelatih.

Hendra selaku tuan rumah mengatakan, kegiatan ini tidak hanya sekadar pertandingan biasa, tetapi juga sebagai sarana pembinaan dan pencarian bakat pemain muda.

“Pertandingan ini sifatnya silaturahmi dan persahabatan, tapi tujuannya untuk mencari bibit-bibit muda sepak bola yang nantinya bisa berkembang ke tingkat lebih tinggi,” ujarnya.

Menariknya, pertandingan ini tidak hanya melibatkan pemain putra, tetapi juga tim sepak bola putri. Hal ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat sepak bola putri di wilayah Megamendung masih tergolong jarang.

“Sepak bola putri di sini memang belum banyak, tapi di Diklat Persachi Junior sudah mulai aktif. Semangat mereka juga luar biasa, tidak kalah dengan pemain putra,” tambah Hendra.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak talenta muda yang muncul dan dapat berkontribusi bagi perkembangan sepak bola di daerah hingga tingkat nasional. Yudi

ETLE Jalur Puncak Dipindah ke Simpang Gadog, Pengawasan Dinilai Lebih Efektif

0

Ciawi | Jurnal Bogor – Sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di kawasan jalur Puncak, tepatnya ruas Cipayung–Cibogo, Kabupaten Bogor, kini dipindahkan ke simpang lampu merah Gadog.

Ketua BPD Desa Cipayung Datar, Lexi, mengatakan bahwa sebelumnya perangkat ETLE terpasang di kawasan Cibogo, tepatnya di depan Bendungan Ciawi. Namun, dalam dua pekan terakhir, lokasi tersebut telah dialihkan ke simpang Gadog.

“Sekitar dua minggu lalu dipindahkan ke simpang lampu merah Gadog,” ujar Lexi, Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, keberadaan ETLE di lokasi sebelumnya sempat dikeluhkan warga, khususnya bagi mereka yang melakukan perjalanan jarak dekat. Meski demikian, pemindahan ini diduga merupakan bagian dari penyesuaian untuk meningkatkan efektivitas pengawasan lalu lintas.

“Kami memperkirakan titik lampu merah Gadog merupakan area yang paling rawan pelanggaran sekaligus memiliki tingkat kepadatan kendaraan yang tinggi,” jelasnya.

Ia menilai, penempatan ETLE di simpang Gadog—tepatnya di depan pos polisi—lebih strategis dalam memantau pelanggaran. Tingginya volume kendaraan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan, membuat titik ini menjadi salah satu pusat kemacetan di jalur Puncak.

Lexi pun mengimbau masyarakat, khususnya pengendara yang melintasi kawasan Puncak, agar lebih disiplin dalam mematuhi aturan lalu lintas.

“Pelanggaran bisa dengan mudah terdeteksi oleh sistem ETLE. Jadi kami harap pengendara lebih berhati-hati dan patuh terhadap rambu-rambu,” tandasnya. Yudi

Peredaran Rokok Ilegal Kian Marak, Penjual di Ciherang Pondok Disebut Kebal Hukum

0

Caringin | Jurnal Bogor

Peredaran rokok non cukai alias ilegal di Kabupaten Bogor kian marak. Padahal, aparat penegak hukum, polisi dan Bea Cukai gencar menggelar operasi. Para pelaku bisnis rokok terlarang ini disebut kebal hukum

Keterangan yang diperoleh Jurnal Bogor, misalnya sebuah warung sembako di Kampung Ciherang Pondok, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Warung yang diduga milik Bos Abang (sapaan warga sekitar,red) ini dengan leluasa menjual berbagai jenis rokok non cukai alias ilegal.

Padahal, menurut keterangan warga, warung Bos Abang ini sempat digerebek polisi dan terduga pelaku berikut ribuan batang rokok ilegal sebagai barang bukti diamankan petugas.

” Iya pak warung si bos abang memang menjual rokok tanpa cukai, kalau harga ya sekitar Rp12 ribu per bungkus. Emang mau beli rokok apa, kan banyak merk yang dijual?,” ungkap Kang AS, warga RT01/RW03, Desa Ciherang Pondok dtemui sejumlah wartawan, belum lama ini.

AS menceritakan,, toko Bos Abang sudah sejak lama menjual rokok tanpa merk dan pernah didatangi petugas kepolisian. Saat itu, pemilik warung dibawa petugas berikut ribuan batang rokok disita tapi beberapa hari kemudian kembali berjualan hingga saat ini

” Dulu pernah di gerebek polisi, dan bos Abang dibawa petugas berikut barang bukti. Mungkin sudah koordinasi pak, jadi bisa jualan kembali dan tidak di gerebek lagi,” imbuhnya.

Dikonfirmasi, istri bos Abang yang akrab disapa Uni (51) mengakui menjual rokok tanpa cukai. Meski begitu, ia merasa tidak terima aktivitas jual beli rokok ilegal di warungnya menjadi sorotan dengan alasan di Desa Ciherang Pondok terdapat banyak penjual rokok ilegal lainnya.

” Kenapa hanya warung saya yang disoroti, kan banyak yang jual juga misalnya pak RW MSR. Iya memang saya jual rokok tanpa cukai,” ujarnya, seraya mengaku bahwa rokok ilegalnya dipasok pedagang Cikereteg bernama Sarah.

Ia juga mengatakan tidak gentar akan risiko hukum ketika menjual ratusan hingga ribuan batang rokok tanpa cukai karena memiliki relasi kuasa dengan APH hingga kalangan wartawan. Bahkan, warga asal Sumatera Barat tersebut beranggapan hukum di republik ini bisa diselesaikan dengan nilai materi alias bisa dibeli.

” Ujung-ujungnya juga paling duit, jadi sudah biasa kalau memang ada APH atau wartawan kesini,” kata dia lagi.

Untuk diketahui, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, mengancam akan menindak tegas penjual rokok ilegal, baik secara online (marketplace,red) maupun secara langsung alias warung dan supplier. Tindakan tegas itu, juga meliputi oknum-oknum Bae Cukai yang terlibat dilapangan.

” Kita sikat semua penjual rokok ilegal, termasuk jika ada yang terlibat dari Bea Cukai atau Kementerian Keuangan,” kata Purbaya dalam Konferensi Pers di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jakarta, beberapa waktu lalu.

Purbaya juga memaparkan, akan mengambil langkah-langkah tegas dalam memberantas peredaran rokok ilegal karena telah mengakibatkan kerugian negara triliunan rupiah dan merugikan industri rokok legal yang taat aturan. Tindakan internal, kata Purabaya lagi, membersihkan Bea Cukai dan Kementerian Keuangan dari oknum-oknum yang selama ini terlibat.

” Kita bersihkan di internal oknumnya. Para penjual rokok ilegal akan dikejar hingga di desa-desa juga rantai distribusinya harus disikat,” pungkasnya ( A Usman Tobias)

BNN dan BPOM Perkuat Sinergi Perangi Narkotika di Indonesia

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Perubahan pola peredaran narkotika di Indonesia telah berkembang sangat cepat dan kian sulit dideteksi. Untuk memerangi barang haram tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengambil langkah proaktif dengan memperkuat sinergitas bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Narkotika di Indonesia sudah berubah sangat cepat, tidak lagi hanya heroin atau ekstasi, tetapi saat ini telah berkembang menjadi bentuk cair, sintetis, hingga tersamarkan dalam media rokok elektrik,” kata Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto dalam audiensi antara pimpinan BNN dan BPOM di Gedung Garuda, Kantor Pusat BPOM, Jakarta Pusat, belum lama ini

Kepala BNN menceritakan, untuk dapat mengatasi kondisi tersebut dibutuhkan penguatan regulasi yang tidak dapat dilakukan sendiri oleh BNN, melainkan harus melalui sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin selama ini, namun tentu masih banyak hal yang perlu didiskusikan dan diperkuat bersama,” ucapnya.

Peran Penting BPOM Terkait Peredaran Obat

Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan bahwa kolaborasi dengan BNN memiliki arti strategis dalam melindungi masyarakat dari risiko penyalahgunaan obat dan zat adiktif.

“Kedatangan Kepala BNN ke BPOM tentu sangat bermakna bagi kami untuk melanjutkan dan memperkuat kerja sama, dan Insya Allah kita akan menindaklanjuti dalam bentuk MoU secara konkret untuk mengawal bangsa dan negara kita dari hal-hal yang sangat membahayakan,” ujarnya.

Taruna Ikrar menambahkan, BPOM memiliki peran penting dalam mengawasi jalur legal peredaran obat, termasuk narkotika dan psikotropika, agar digunakan sesuai indikasi medis serta tidak disalahgunakan.

“Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari produksi, distribusi, hingga penyerahan di fasilitas kefarmasian, termasuk melalui regulasi terbaru terkait OOT yang berisiko tinggi disalahgunakan, ” kata Ikrar.

Ia menekankan bahwa pendekatan berbasis ilmiah menjadi landasan utama dalam menentukan kebijakan pengawasan. “Semua harus berbasis ilmiah. Kita perlu memastikan setiap keputusan didukung fakta dan kajian yang kuat, termasuk dalam merespons perkembangan zat-zat baru yang berpotensi disalahgunakan,” tegasnya.

BNN dan BPOM Perbaharui MoU
Adapun tujuan audiensi BNN bersama BPOM ini guna memperkuat sinergi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut penguatan kerja sama kedua lembaga menjelang berakhirnya nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) P4GN yang berlaku hingga Agustus 2026.

Kedua lembaga membahas berbagai isu strategis, mulai dari meningkatnya tren penyalahgunaan obat-obat tertentu (OOT), maraknya narkotika jenis baru/new psychoactive substances (NPS), hingga penyalahgunaan zat seperti ketamin, kratom, dan dinitrogen monoksida (N₂O) atau gas tertawa yang kian mudah diakses masyarakat, terutama generasi muda.

Dalam pertemuan tersebut, BNN dan BPOM sepakat untuk memperkuat sinergi melalui pembaruan MoU serta pengembangan kerja sama teknis di berbagai bidang. “Kami BNN dan BPOM bersepakat akan menguatkan sinergitas dan kolaborasi, kita akan perbanyak kerja sama sehingga apa yang diharapkan masyarakat dapat terwujud,” ucap Kepala BNN.

Data BNN menunjukkan bahwa prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia telah mencapai sekitar 4,11 juta jiwa atau sekitar 2% populasi. Selain itu, terdapat lebih dari 1.500 jenis NPS yang teridentifikasi secara global, dengan sekitar 100 jenis telah ditemukan di Indonesia, termasuk beberapa zat yang belum memiliki kepastian hukum. (A Usman Tobias)