27.4 C
Bogor
Thursday, March 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Safari Ramadan di Imigrasi Bogor, Tim Hadroh Lapas Cibinong Tampilkan Hasil Pembinaan Warga Binaan

0

Bogor | Jurnal Bogor – Program pembinaan kepribadian di Lembaga Pemasyarakaatan Kelas II A Cibinong kembali mendapat sorotan dalam kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Kantor Imigrasi Bogor, Rabu (4/3/2026).

Tim hadroh yang beranggotakan warga binaan dipercaya tampil di hadapan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kegiatan yang berlangsung dalam rangka Safari Ramadan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

Dalam kesempatan itu, para warga binaan menampilkan seni musik islami berupa tabuhan rebana dan lantunan shalawat yang mengajak para tamu undangan bershalawat bersama.

Penampilan tersebut menjadi bagian dari implementasi pembinaan mental dan spiritual di lingkungan pemasyarakatan. Selain aspek keterampilan, pembinaan juga diarahkan pada pembentukan karakter dan penguatan nilai keagamaan sebagai bekal sosial saat kembali ke masyarakat.

“Penampilan Tim Hadroh Lapas Cibinong ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bukti nyata bahwa pembinaan di lapas mampu membentuk karakter positif warga binaan. Kegiatan seni religi seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kedisiplinan, spiritualitas, dan rasa tanggung jawab, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat dengan bekal kepribadian yang lebih baik,” ujar Agus Andrianto.

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menjelaskan bahwa kegiatan seni religi seperti hadroh dan marawis merupakan bagian dari pola pembinaan kepribadian yang terstruktur di dalam lapas.

“Kami merasa terhormat bisa menghadirkan kegiatan ini, karena melalui penampilan hadroh, warga binaan tidak hanya mengasah kemampuan seni, tetapi juga memperkuat nilai keagamaan serta menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Safari Ramadan 1447 H tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial dan santunan kepada anak yatim, serta ditutup dengan buka puasa bersama.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan humanis dalam sistem pemasyarakatan yang menekankan proses reintegrasi sosial berbasis pembinaan karakter. n-Edwin Suwandana

Pemkab Bogor Perkuat SDM Sektor Pendidikan

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus berupaya memperkuat karakter Sumber Daya Manusia (SDM) di dunia pendidikan, terutama pada tenaga kependidikan beserta peserta didik.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, saat menghadiri kegiatan Pesantren Ekologi Takzim (Tadabur Alam, Kepedulian, Zikir, Ikhsan, dan Mulia) yang diselenggarakan SMAN 2 Cibinong dengan melibatkan sebanyak 1.500 peserta di Masjid Raya Nurul Wathon, Pakansari, Cibinong, pada Selasa (3/3) malam hari.

Ajat menegaskan, komitmen pihaknya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia berkarakter sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan di kalangan generasi muda.

“Melalui pesantren ekologi ini, pelajar didorong membangun kedisiplinan, akhlak, serta kesadaran terhadap isu strategis daerah seperti pengelolaan sampah dan gerakan penanaman pohon,” ujar Ajat kepada Wartawan, kemarin.

Ia menambahkan, bahwa komitmen tersebut sesuai dengan arah kebijakan Bupati Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus mengintegrasikan penguatan pendidikan karakter dengan program pelestarian lingkungan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

“Karena kami ingin memastikan dengan cara ini, dapat melahirkan generasi unggul yang siap berkontribusi bagi masa depan Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Ajat juga berharap melalui upaya dalam memperkuat pembangunan sdm berkarakter itu dapat menumbuhkan kepedulian lingkungan di kalangan generasi muda.

“Kabupaten Bogor dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia berkarakter sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan di kalangan generasi muda,” tutupnya. n Noverando H

Lurah Cibinong Dorong Penguatan UMKM dan Penghijauan Wilayah

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Lurah Cibinong, Ricky Mudzakir, memaparkan berbagai potensi dan program prioritas yang tengah dijalankan di wilayahnya. Dari sektor ekonomi hingga lingkungan, Kelurahan Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor terus berbenah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dari sisi ekonomi, Cibinong memiliki potensi besar dengan keberadaan sejumlah pabrik, pusat perdagangan seperti ITC, serta fasilitas riset milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Selain itu, pertumbuhan kafe dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut menjadi penopang perekonomian lokal.

“UMKM di wilayah kami cukup banyak, terutama di bidang makanan dan minuman. Ada bolu, cilok, berbagai macam kue, hingga frozen food. Hampir semua jenis usaha kuliner ada di Cibinong,” ujar Ricky, Rabu (4/3/26).

Di sektor lingkungan, pihak kelurahan juga fokus pada pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta inventarisasi fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum) untuk pengembangan ke depan.

Upaya penghijauan dilakukan sejalan dengan arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang mendorong gerakan penghijauan di berbagai wilayah.

Berbagai kegiatan penanaman pohon telah dilaksanakan bekerja sama dengan dinas terkait dan PMI, termasuk program hutan kota. Sekitar 200 pohon telah ditanam di kawasan Setu Bekang sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih asri dan sehat.

“Kami terus berupaya menghijaukan wilayah. Salah satunya melalui penanaman hutan kota di Setu Bekang,” jelasnya.

Selain itu, Ricky juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, terutama karena Cibinong dihuni banyak pendatang.

Ia berharap sistem keamanan lingkungan (siskamling) di tingkat RT dan RW dapat kembali diaktifkan, serta jejaring komunikasi antarwarga diperkuat.

Hal tersebut dinilai penting mengingat adanya potensi banjir di beberapa titik. Banjir yang sempat terjadi di RW 12 telah ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, namun kewaspadaan tetap ditingkatkan untuk mengantisipasi kemungkinan terulangnya kejadian serupa.

“Kami terus memantau potensi banjir. Penanganan di RW 12 sudah dilakukan pemkab, tetapi tetap harus waspada,” tegasnya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Kelurahan Cibinong optimistis dapat terus berkembang sebagai wilayah yang produktif, hijau, dan aman bagi seluruh warganya.(Citra Leonita)

Menu MBG di Nanggung Dinilai Asal-asalan

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Wali murid di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kembali mengeluhkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai asal-asalan. Kali ini keluhan datang dari Ida, salah satu wali murid di SD Yayasan Cendikia Muslim lantaran menu MBG yang diterimanya yakni buah sawo yang masih mentah.

“Buah sawo di MBG itu masih mentah, kenapa dikirim saja,” kata Ida kepada Jurnal Bogor, Rabu (4/3/2026).

Ida yang merupakan wali murid TK Kupu- kupu di yayasan yang sama yakni Cendikia Muslim menyebut, sejauh ini program MBG tersebut belum ada perbaikan lebih baik.

“Tak hanya mentah terdapat di MBG itu buah sawonya ada juga yang busuk,” jelasnya.

Kondisi serupa menu MBG dikeluhkan yang diterima di sekolah MIN 1 Bogor Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Menurut Azis, salah satu tenaga pengajar di sekolah itu, durasi pengiriman makanan yang berasal dari dapur di Desa Sadeng seharusnya dilakukan pada sore hari.

“Untuk menjaga kualitas makanan agar tetap fresh seharusnya pengirimannya jangan kepagian, karena Ramadhan, MBG ini untuk berbuka puasa. Apalagi makanan yang dikirim hari ini, setahu kami gampang lembab, karena serba digoreng,” kata Azis.

Dia tak habis pikir. Seharusnya kata dia dikaji dulu, berapa lama waktu makanan itu. “Ini kan buat buka puasa, kemungkinan paket MBG dimasaknya saat sahur kemudian dikirim ke setiap sekolah itu pagi sekitar pukul 8. Ada kekhawatiran aja, jangan sampai program yang begitu mulia dengan menggunakan anggaran yang cukup fantastis menjadi sesuatu yang mubazir,” tukasnya.

“Dari menu yang diterima murid, terus kalau diitung itung paling abisnya berapa duit menu MBG itu,” paparnya.

Ketika dikonfirmasi perihal tersebut, Kepala SPPG di Desa Sadeng Ikbal tak merespons.

Sebelumnya diberitakan, program MBG di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor membuat wali murid kecewa. Kekecewaan wali murid yang merupakan keluarga penerima manfaat bukan tanpa alasan. Pasalnya, menu MBG yang dikirim ke SDN Parakanmuncang 02 pada Senin (2/3/2026), terdapat buah salak dengan kondisi busuk sehingga tidak bisa dikonsumsi. Arip Ekon

Sat Res PPA dan PPO Polres Bogor Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Perempuan Disabilitas di Citeureup

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Polres Bogor melalui Sat Res PPA dan PPO berhasil mengungkap kasus kekerasan seksual terhadap seorang perempuan penyandang disabilitas intelektual di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Tersangka telah diamankan dan kini menjalani proses hukum.
Kasus tersebut dilaporkan melalui LP Nomor LP/B/2439/XII/2024/SPKT/RES BGR/POLDA JABAR. Sejak laporan diterima, penyidik melakukan pendalaman secara bertahap dan komprehensif dengan mengedepankan perlindungan serta pendampingan khusus bagi korban.

Peristiwa diketahui terjadi pada Sabtu, 14 Desember 2024, sekitar pukul 01.30 WIB di Kampung Kebon Kopi, Desa Puspanegara, Citeureup. Korban berusia 42 tahun dan memiliki disabilitas intelektual, sementara tersangka berinisial A (25) merupakan buruh harian lepas dan bertetangga dengan korban.

Setelah alat bukti dinilai cukup, tersangka ditangkap pada Senin, 2 Maret 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, dan telah ditahan di Rutan Polres Bogor. Penyidik turut mengamankan visum et repertum (VER) sebagai bagian dari alat bukti.

Tersangka dijerat Pasal 473 ayat (2) huruf d dan/atau Pasal 415 huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Polres Bogor menegaskan komitmennya menangani setiap laporan secara profesional dan tuntas demi memberikan keadilan bagi korban serta menjaga kepercayaan masyarakat.

Berkomitmen Dalam Pelayanan, RSUD R Moh Noh Nur Respons Cepat Penanganan Pasien Telantar

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang, Kabupaten Bogor menunjukkan komitmen dalam pelayanan kemanusiaan melalui penanganan seorang pasien laki-laki berinisial Mr. X yang ditemukan di Desa Parung Panjang, Kecamatan Parung Panjang, dalam kondisi tidak sadar pada Jumat, 12 Februari 2026.

Sehari sebelumnya, Kamis, 11 Februari 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, pasien ditemukan di pinggir jalan oleh pemerintah setempat bersama PSM. Pasien kemudian dibawa ke Puskesmas Parung Panjang untuk mendapatkan penanganan awal sebelum dirujuk ke RSUD R Moh Noh Nur. Pasien tiba sekitar pukul 17.38 WIB dan langsung menjalani pemeriksaan serta perawatan menyeluruh oleh tim medis.

Dalam proses identifikasi, tidak ditemukan dokumen kependudukan maupun identitas resmi sehingga pasien dinyatakan sebagai Mr. X. Berdasarkan catatan medis, pasien mengalami lemas, pusing, sulit diajak komunikasi, dan tampak kebingungan. Penanganan dilakukan secara intensif hingga kondisi pasien dinyatakan stabil oleh Dokter Penanggung Jawab Pelayanan setelah menjalani perawatan selama tujuh hari.

Untuk memastikan data kependudukan pasien, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bogor turut melakukan pengecekan langsung ke ruang rawat inap. Namun, hasil penelusuran menunjukkan bahwa identitas pasien tidak ditemukan dalam data kependudukan, sehingga statusnya tetap dinyatakan sebagai Mr. X dan penanganan dilanjutkan melalui mekanisme sosial.

Proses pendampingan sejak awal turut dilakukan oleh Humas RSUD R Moh Noh Nur bersama Kader IPSM Leuwiliang, Ibu Ratna Ningsih. “Yang terpenting beliau segera mendapatkan pertolongan medis dan tidak dibiarkan tanpa penanganan,” ujar Ratna Ningsih.

Setelah kondisi pasien memungkinkan, RSUD R Moh Noh Nur berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bogor untuk tindak lanjut penanganan melalui UPT Balai Kesejahteraan Sosial (BKS). Rumah sakit juga memfasilitasi proses pengiriman pasien ke UPT BKS sebagai bagian dari kesinambungan layanan.

Ibu Fitri selaku Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Bogor, dalam pernyataannya pada Selasa, 3 Maret 2026, menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan penanganan yang dilakukan.

Ia menjelaskan bahwa setelah identitas kependudukan pasien tidak ditemukan meski telah dilakukan pengecekan, pasien ditetapkan sebagai Mr. X, dirawat hingga pulih, kemudian dirujuk ke Dinas Sosial melalui UPT BKS.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada RSUD R Moh Noh Nur yang telah merawat dan memfasilitasi proses rujukan klien ini. Kami berharap kolaborasi dalam penanganan warga terlantar di Kabupaten Bogor dapat terus diperkuat,” ujarnya.

Seluruh rangkaian proses, mulai dari penemuan, perawatan di rumah sakit, pengecekan data kependudukan, hingga serah terima kepada Dinas Sosial, dilengkapi dengan laporan resmi sebagai bentuk pertanggungjawaban pelayanan kepada publik.

RSUD R Moh Noh Nur menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan melalui kolaborasi aktif bersama IPSM, Dinas Sosial, dan Dukcapil Kabupaten Bogor.

(yev/cc)

Sambut Ramadan, Ah Pek Kopitiam Margonda Hadirkan Fusion Melayu-Timur Tengah: Nasi Kebuli Kari Jadi Jagoan Buka Puasa di Depok

0

Depok | Jurnal Bogor
Pada bulan suci Ramadhan, pencarian tempat berbuka puasa yang nyaman dengan menu yang menggugah selera menjadi agenda utama warga Depok. Menjawab hal tersebut, Ah Pek Kopitiam Depok yang berada di Jalan Margonda Raya resmi memperkenalkan rangkaian menu spesial Ramadhan yang memadukan kehangatan rempah Timur Tengah dengan keasentikan rasa Melayu.

Sebagai destinasi kuliner yang dikenal dengan konsep kopitiam modern, Ah Pek Kopitiam Depok melakukan inovasi berani tahun ini melalui peluncuran Nasi Kebuli Kari dan Nasi Kebuli Ayam Rempah.

Menu fusion ini dirancang khusus untuk memberikan energi maksimal setelah seharian berpuasa dengan profil rasa yang kaya dan aromatik. Kesegaran Tropis pendamping Hidangan Rempah Untuk menyeimbangkan rasa rempah yang kuat, Ah Pek Kopitiam juga menghadirkan seri minuman berbasis kelapa dan sirup segar.

Menu minuman ini dikurasi agar cocok dinikmati bersama Nasi Kebuli, di antaranya,Es Cendol, Manis gurih yang klasik untuk memanjakan lidah. Es Jeruk Kelapa  Perpaduan asam segar dan kelapa muda yang menghidrasi. Es Bandung Rose Syrup Kesegaran bunga mawar dengan sentuhan susu yang lembut.

Paket Spesial Buka Bersama (Bukber) memahami tradisi berkumpul bersama kerabat, Ah Pek Kopitiam Depok menyediakan Paket Buka Bersama Khusus yang ekonomis namun lengkap.

Paket ini terdiri dari: 1. Sajian Utama: Nasi Kebuli 2. Camilan: Roti Prata 3. Minuman: Es Teh Tarik khas Ah Pek Ramadan kali ini menghadirkan pengalaman yang berbeda di Depok.

“Melalui perpaduan Nasi Kebuli dengan sentuhan Kari khas Melayu, kami menawarkan alternatif berbuka yang mengenyangkan sekaligus kaya rasa. Kehadiran minuman segar berbasis kelapa juga kami siapkan sebagai penawar dahaga yang sempurna,” ujar Aliya Marsha, Public Relation Ah Pek Kopitiam Jabodetabek kepada Jurnalbogor, via Whatsap Rabu (4/2/2026)

Bagi masyarakat Depok dan sekitarnya yang ingin merencanakan momen berbuka puasa, Ah Pek Kopitiam Margonda kini telah membuka layanan reservasi untuk area indoor yang nyaman maupun area komunal bagi rombongan.

Tentang Ah Pek Kopitiam
Ah Pek Kopitiam adalah jaringan kuliner yang menyajikan hidangan khas peranakan dan Melayu dengan atmosfer modern. Berkomitmen menyajikan bahan-bahan berkualitas, Ah Pek terus berinovasi dalam menu dan pelayanan untuk menjadi rumah kedua bagi para pecinta kopi dan kuliner di Indonesia.

**wawan Hermawanto

Potensi Pajak ASN Kota Bogor Capai Rp8,3 Miliar

0

Bogor | Jurnal Bogor

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor menyelenggarakan Pekan Panutan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahun 2026 di Plaza Balaikota Bogor, Rabu (4/3).

Agenda ini menjadi upaya pemerintah daerah untuk melakukan “jemput bola” guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Bappenda Kota Bogor, Abdul Wahid, mengatakan bahwa Pekan Panutan 2026 akan berlangsung selama dua hari, yakni 4 hingga 5 Maret 2026. Fokus utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kepatuhan wajib pajak di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

​Abdul Wahid mengungkapkan bahwa potensi pajak dari ASN yang terdata cukup signifikan. Berdasarkan data Bappenda, terdapat 3.776 wajib pajak dari ASN dengan total potensi nilai pajak mencapai Rp8,3 miliar.

​”Melalui acara ini, diharapkan ASN dapat menjadi contoh atau role model bagi masyarakat umum dalam memenuhi kewajiban perpajakan tepat waktu,” jelas Abdul Wahid.

​Untuk menarik minat para wajib pajak, Pemerintah Kota Bogor memberikan dorongan berupa program relaksasi pajak.

Abdul Wahid menyebutkan bahwa masyarakat dan ASN bisa menikmati potongan harga yang cukup besar tergantung pada ketetapan pajaknya.

​”Diskon Pajak yang tersedia mulai dari 5% hingga 20%,” ungkap Wahid.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarmaan Adil mengatakan dana yang terkumpul dari PBB-P2 dan PKB akan dialokasikan kembali untuk kepentingan masyarakat.

​”Tujuan utama optimalisasi pajak ini adalah meningkatkan PAD Kota Bogor guna menyelesaikan berbagai masalah masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujar Adityawarman.

​Ia juga menekankan bahwa pencapaian target APBD 2026 memerlukan sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif.

Adityawarman berharap kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi memberikan dampak nyata pada kas daerah.

** Fredy Kristianto

Terlibat Scamming Lintas Negara, 13 Warga Negara Jepang Diciduk

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sebanyak 13 warga negara Jepang ditangkap Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor. Mereka diduga terlibat praktik penipuan daring (online scamming) di kawasan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Senin (2/3) malam.

Kasus ini menjadi yang pertama kalinya di wilayah kerja Imigrasi Bogor yang melibatkan WNA Jepang dalam dugaan kejahatan siber lintas negara.

Penindakan dilakukan setelah tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) melakukan pengamatan intensif selama beberapa hari terhadap aktivitas mencurigakan di sebuah kawasan hunian di Sentul.

Berdasarkan hasil operasi pengawasan tersebut, petugas menggerebek tiga rumah berbeda dan mengamankan 13 pria berkebangsaan Jepang.

Saat pemeriksaan awal di lokasi, satu orang di antaranya tidak dapat menunjukkan paspor asli ketika diminta petugas. Seluruh WNA tersebut diduga menjalankan praktik penipuan daring yang menyasar korban di negara asal mereka, yakni Jepang.

Dalam operasi tersebut, petugas juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas kejahatan siber. Barang bukti itu antara lain atribut menyerupai seragam dan tanda pengenal Kepolisian Jepang, puluhan unit telepon genggam dan perangkat komputer, perangkat penguat (booster) dan pengacak sinyal, serta berbagai perangkat elektronik pendukung lainnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, Ritus Ramadhana, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen Imigrasi dalam menjaga kedaulatan hukum serta mencegah penyalahgunaan izin tinggal oleh warga asing.

“Pengawasan orang asing merupakan tugas dan fungsi kami untuk memastikan setiap warga negara asing yang berada di wilayah Indonesia mematuhi ketentuan hukum yang berlaku. Dalam kasus ini, kami melakukan tindakan secara profesional dan terukur setelah melalui proses pengawasan yang mendalam,” ujar Ritus kepada wartawan, Rabu (4/3).

Ia menambahkan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk aktivitas ilegal yang dilakukan WNA di wilayah Indonesia, khususnya di Kabupaten Bogor.

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, yang turut hadir dalam konferensi pers, menyatakan bahwa pemeriksaan akan dilakukan secara mendalam dan menyeluruh.

“Petugas kami akan mendalami pemeriksaan terhadap yang bersangkutan serta berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk kepolisian dan perwakilan negara terkait, apabila ditemukan unsur tindak pidana yang lebih luas,” ucapnya.

Kini, sebanyak 13 waega Jepqmg itu telah dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor untuk menjalani pemeriksaan intensif dan pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Fokus penyelidikan meliputi dugaan penyalahgunaan izin tinggal sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian serta pendalaman dugaan tindak pidana penipuan lintas negara.

Diketahui, kasus ini menambah daftar perhatian aparat terhadap maraknya kejahatan siber internasional yang memanfaatkan wilayah Indonesia sebagai basis operasional. Imigrasi memastikan akan terus memperketat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing guna menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah hukum Indonesia.

** Fredy Kristianto

Pemilihan LPM Tengah Diwarnai Adu Ide

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Pemilihan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tengah Kecamatan Cibinong diwarnai adu gagasan dan ide dalam melakukan akselerasi pembangunan. Kontestasi ini juga jadi pertaruhan politik yang dapat digunakan dari pemilu ke pemilu.

Ketua RT 4 RW 5 Kelurahan Tengah, Aripin berharap pemilihan Ketua LPM Kelurahan Tengah jadi awal perubahan dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, dari yang kurang baik menjadi baik.

“Apa yang sudah baik bisa jadi lebih baik lagi dan yang kurang baik bisa jadi baik,” kata Aripin kepada awak media, Rabu (4/3/2026).

Aripin menjelaskan dari segi pembangunan infrastruktur, wilayah Kelurahan Tengah yang berdampingan langsung dengan kompleks Perkantoran Pemkab Bogor masih perlu ditingkatkan.

“Terutama jalan rusak, renovasi Posyandu, peningkatan kualitas pelayanan PKK kepada masyarakat, aktivasi giat IPSM jadi lebih baik lagi,” ujar Aripin.

Selain itu, perlu ada peningkatan kinerja para ketua RT dan Ketua RW melalui berbagai kegiatan. “Yang sering jadi masalah itu kan kenakalan anak muda, tawuran karena putus sekolah, masalah kesehatan warga, masalah pengelolaan sampah, bangunan tanpa ijin yang membuat banjir. Masalah-masalah seperti ini sudah jadi makanan sehari-harinuntuk dituntaskan. Jadi perlu ditingkatkan lagi kegiatan sosialisasinya di tengah warga,” kata Aripin.

Kedekatan geografis wilayah administrasi Kelurahan Tengah dengan Kompleks Perkantoran Pemkab Bogor, dikatakan Aripin, di antaranya memberikan dampak pada akses komunikasi dan birokrasi.

“Selama ini dekat itu tak berarti harus jauh. Kedekatan dengan wilayah administrasi Kelurahan Tengah adalah mudahnya akses komunikasi lewat jalur birokrasi. Kekuhan, kritik dan saran bisa langsung direspon baik oleh kecamatan maupun kantor dinas langsung,” ungkap Aripin.

Kini, Aripin berharap agar Ketua LPM yang terpilih di 7 Maret 2026 adalah figur terbaik dan mampu menjembatani berbagai masalah di tengah masyarakat. “Kita cuma bisa berusaha dan berdoa, sisanya serahkan kepada Allah, karena Allah tahu yang terbaik,” tandas Aripin. n Herry S