Nanggung l Jurnal Bogor Saluran irigasi dibangun Kelompok Tani (Poktan) Harapan Jaya di Desa Hambaro, Nanggung, Kabupaten Bogor melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) untuk meningkatkan percepatan laju air menuju area pertanian persawahan Blok Ciparahu dan Blok Daud.
Pembangunan saluran irigasi tersier secara berkelanjutan berbasis swakelola itu kini tengah berlangsung pengerjaannya.
”Pembangunan saluran irigasi, tak hanya memperlancar jalannya air menuju pertanian juga mendukung keterlibatan tenaga lokal di lingkungan, otomatis ekonomi pun berjalan,” kata Ketua Poktan Harapan Jaya Opik Julpikor kepada Jurnal Bogor, Rabu (15/7/2026).
Melalui swakelola, program P3-TGAI yang berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum selain meningkatkan swasembada pangan, juga para petani pun bisa mengkaryakan dan terlibat aktif dalam melakukan perbaikan saluran irigasi yang menjadi dasar kebutuhan mereka.
”Jadi tidak hanya fokus di pertanian, irigasi pun bisa diperbaiki dan dibangun oleh petani itu sendiri,” papar Opik.
Program tersebut kata dia untuk memperlancar aliran air ke sawah sekaligus memberikan tambahan upah harian bagi masyarakat atau petani.
Nanggung l Jurnal Bogor Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 di SDN Cadas Leueur, Nanggung, Kabupaten Bogor, sejumlah murid dan guru dihantui kekhawatiran. Pasalnya, sudah menjadi pemandangan setiap harinya seperti material genteng hingga plafon berjatuhan akibat gedung sekolah yang nyaris ambruk.
“Kami dan para guru setiap harinya merasa was-was aja, gak tenang hingga ketakutan, gedung SDN Cadas Leueur sewaktu-waktu bisa ambruk,” kata Kepala Sekolah SDN Cadas Leueur Juhaeriyah kepada Jurnal Bogor, Rabu (15/7/2026).
Ketakutannya itu khawatir seperti terjadi di SDN Nangela dan Ciketug. Dinas terkait yakni Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor diakuinya sudah tahu perihal kondisi bangunan SDN Cadas Leueur yang sudah tak layak.
“Sebelumnya sudah kami usulkan. Kami anggap gedung SDN Cadas Leueur membahayakan karena kerusakannya sangat berat. Harusnya 2026 ini gedung SDN Cadas Leueur jadi prioritas pembangunan, karena jelas sudah tak layak,” jelasnya.
Sekarang ini karena ruang kelas tak layak, dari 270 peserta didik setelah MPLS ini satu ruang belajar terpaksa dihuni 40 hingga 58 murid. Dari 6 lokal, 3 ruang yang masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sedangkan 3 lokal lagi sudah sudah lama tak berfungsi karena rusak berat.
”Kami tak mau berdosa melihat kondisi bangunan sekolah ini, khawatir ambruk dan menimpa murid kami. Kita tidak pernah tau akan terjadi seperti apa, antisipasi itu harus dilakukan karena khawatir ambruk seperti SDN Nangela dan Ciketug,” tandasnya.
”Maka itu kami berencana akan melangsungkan belajar mengajar diluar sekolah menggunakan terpal,” pungkasnya.
Bogor | Jurnal Bogor Bogor Circle Connect (BCC) berkolaborasi dengan Sahira Butik Hotel menggelar kegiatan Sunset Picnic: Healing, Sunset & Picnic Club di Sahira Butik Hotel, Paledang, Kota Bogor, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama lima jam ini diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan. Mengusung konsep piknik di ruang terbuka, peserta menikmati berbagai aktivitas seperti permainan, DIY (Do It Yourself), makan bersama, pertunjukan musik DJ, hingga penampilan kembang api.
Dengan dekorasi yang menarik dari Musimpicnik.co. Bogor Circle Connect merupakan komunitas yang mewadahi masyarakat Kota Bogor untuk membangun pertemanan, memperluas relasi, serta mengikuti berbagai kegiatan positif.
“Kami percaya healing itu nggak harus mahal dan jauh. Cukup duduk bareng, lihat sunset, makan bareng, itu sudah cukup bikin hati tenang,” ujar Giri, Admin BCC.
Menurut Nadia, Founder Bogor Circle Connect, kegiatan ini bertujuan menghadirkan ruang yang nyaman bagi masyarakat untuk saling mengenal dan membangun relasi baru.
“Kami ingin anak muda Bogor memiliki ruang untuk bertemu orang baru, memperluas relasi, serta menikmati waktu bersama tanpa tekanan. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa menghadirkan pengalaman yang positif bagi semua peserta,” kata Nadia.
Salah satu peserta, Ades, mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan tersebut.
“Ini pertama kali saya ikut piknik komunitas. Seru banget, orang-orangnya ramah. Apalagi saat matahari terbenam, pemandangannya cantik banget,” ujarnya.
Bogor Circle Connect berencana kembali menghadirkan berbagai kegiatan komunitas dengan konsep berbeda pada kesempatan berikutnya.
Kegiatan ini juga didukung sejumlah pelaku UMKM lokal, di antaranya Es Kopi Indonesia, Lush & Glow, Kujang Bakery, Dapur Cokelat, Pulut Nyonya Tan, serta beberapa mitra lainnya sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung ekonomi kreatif di Kota Bogor.
Informasi kegiatan selanjutnya dapat diikuti melalui akun Instagram dan Threads @bogorcircleconnect.
Bogor | Jurnal Bogor Stop MPLS yang gitu-gitu aja! Tahun Ajaran Baru 2026/2027 datang dengan energi baru.
Trainer Matic resmi meluncurkan Training MPLS 2026 Bersama Kang Fajar, program motivasi yang dijamin bikin siswa baru langsung semangat, pede dan siap jadi versi terbaik dirinya di sekolah.
Dengan tagline keren “Go…MPLS: Melangkah Pasti Lanjutkan Semangatmu”, training ini bukan cuma perkenalan gedung sekolah doang. Tapi ini tentang upgrade mental.
Bukan Ceramah, Tapi “Digetarkan” Semangatnya. Lupain MPLS yang isinya duduk, dengerin, ngantuk😴. Di Training MPLS 2026 bareng Kang Fajar, suasananya beda banget.
Dari foto kegiatan yang dirilis Trainer Matic, keliatan banget vibes-nya: ratusan siswa pakai seragam batik duduk rapi, mata fokus, tangan semangat. Kang Fajar di depan dengan baju biru dan peci, orasi dengan gaya energik yang langsung nyentuh.
“Kami siap membersamai sekolah dalam memberikan Motivasi Belajar Mengajar di Tahun Ajaran Baru. Itu janji Trainer Matic. Dan mereka ngebuktiin,” ungkap kang Fajar, Rabu(15/07/2026)
Siswa diajak ketawa, diajak gerak, diajak mikir: “Gue sekolah buat apa sih? Mimpi gue apa?”. Ada 3 Alasan kenapa sekolah wajib ikut training ini:
1. Anti Malas-Malasan. Materi dibedah tuntas. Cara ngalahin rasa malas, manajemen waktu belajar, sampai trik fokus di kelas. Cocok banget buat gen Z yang gampang distraksi.
2. Mental Juara Sejak Hari Pertama: Kang Fajar nancepin mindset “Melangkah Pasti”. Gagal itu biasa. Yang luar biasa adalah terus bangkit. Siswa diajarkan berani bermimpi besar dan punya adab ke guru & teman.
3. MPLS Paling Diingat: Bayangin, hari pertama sekolah udah disambut motivasi yang nampol. Dijamin siswa gak akan lupa dan langsung punya bonding sama sekolah.
Siapa Itu Kang Fajar? Dia bukan motivator yang ceramah di atas mimbar doang. Kang Fajar dikenal dekat dengan dunia anak sekolah. Bahasanya membumi, jokes-nya nyambung, pesannya nusuk. Makanya tiap dia tampil, ruangan selalu hidup.
Trainer Matic sendiri sudah dipercaya banyak sekolah untuk mengawal semangat belajar siswa di tahun ajaran baru.
Daftarin Sekolahmu Kuota untuk MPLS 2026 terbatas. Biar sekolah kamu gak kehabisan jadwal, langsung hubungi: 0857-1818-7313. Karena tahun ajaran baru bukan cuma soal buku baru dan seragam baru. Tapi soal semangat baru. Go…MPLS!. Saatnya siswa melangkah pasti, dan melanjutkan semangatnya sampai lulus nanti.
Cilendek | Jurnal Bogor USAHA camilan tradisional di Kota Bogor kian beragam dengan hadirnya “Keripik Bawang Si Emak” yang didirikan tahun 2025 di kawasan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat. Usaha kuliner rumahan yang diinisiasi oleh Vinda Hangresna, seo rang wanita berusia 53 tahun, sukses menyulap resep keluarga menjadi peluang bisnis menjanjikan.
Mengusung cita rasa yang autentik, produk ini kini mulai menjadi buru an baru para pencinta camilan di Kota Hujan. Meski memulai usaha di usia 53 tahun, semangat Vinda dalam menja ga kualitas rasa tidak kalah dengan perajin kuliner muda. Berawal dari dapur rumahnya di Cilendek Timur, ia fokus mempertahankan teknik pem buatan tradisional untuk memastikan kerenyahan keripik miliknya.
“Saya ingin membuktikan bahwa usia bukan halangan untuk produktif dan mandiri. Ide membuat Keripik Bawang Si Emak ini muncul karena saya ingin menghidupkan kembali camilan jadul yang sehat dan disukai semua generasi,” ujarnya.
Saat ini, Keripik Bawang Si Emak berfokus pada dua varian rasa ung gulan yang paling diminati masyarakat, yaitu original dan pedas. Keduanya dibuat menggu nakan bumbu dapur alami tanpa bahan pengawet buatan dan sudah dibandrol sertifikat halal. Varian original, menawarkan rasa gurih bawang yang kuat dan asin yang pas, dibanderol dengan harga Rp10.000 per bungkus. Lalu varian pedas memadukan sensasi pedas cabai asli yang menggugah selera, dijual dengan harga ekonomis Rp11.000 per bungkus.
“Kunci kelezatan keripik kami ada pada bahan baku yang segar. Kami tidak memakai perasa kimia. Untuk varian pedas, kami memakai cabai asli, dan varian original meng gunakan bawang pilihan yang melimpah. Kami sengaja menjual dengan harga terjangkau agar semua orang bisa menikmati cami lan berkualitas setiap hari,” jelasnya.
Kehadiran usaha milik Vinda ini juga membawa dampak positif bagi lingkungan Cilendek Timur. “Alhamdulillah, usaha kecil kecilan ini tidak hanya menyibukkan saya di rumah, tapi juga bisa mem bantu menambah penghasilan kelu arga. Ke depannya, saya berharap Kripik Bawang Si Emak bisa menem bus toko oleh-oleh besar di seluruh Kota Bogor,” tandasnya dengan penuh optimisme. Dedi Ruswandi
Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menambah anggaran untuk pembebasan enam bidang lahan di kawasan trase jalan baru Batutulis menuai sorotan dari DPRD Kota Bogor. Usulan tersebut dinilai mencerminkan perencanaan proyek yang belum disusun secara menyeluruh sejak awal.
Wakil Ketua IDPRD Kota Bogor, Rusli Prihatevy, mengatakan kebutuhan pembebasan lahan seharusnya telah dipetakan secara komprehensif sebelum proyek dimulai. Menurutnya, pengajuan tambahan anggaran di tengah proses pembangunan menunjukkan adanya kelemahan dalam tahap perencanaan.
“Kalau dilihat dari perencanaannya memang kurang matang. Sampai harus membeli lahan lagi di tengah jalan. Seharusnya seluruh kebutuhan sudah dihitung dan diajukan sejak awal, bukan dilakukan bertahap seperti ini,” ujar Rusli.
Ia menegaskan, proyek-proyek strategis di Kota Bogor harus disiapkan dengan perencanaan yang lebih matang agar tidak memunculkan kebutuhan anggaran tambahan maupun persoalan sosial di kemudian hari.
Rusli berharap kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sehingga setiap kebutuhan proyek dapat dihitung secara menyeluruh sejak tahap perencanaan.
“Ke depan ini harus menjadi evaluasi. Seluruh kebutuhan anggaran harus dijelaskan dari awal sehingga tidak muncul lagi pengajuan tambahan di tengah pelaksanaan proyek,” tegasnya.
Sebelumnya, Dinas PUPR Kota Bogor mengungkapkan masih terdapat enam bidang lahan yang perlu dibebaskan untuk mendukung pembangunan trase jalan baru Batutulis. Dari jumlah tersebut, dua bidang menjadi prioritas karena berada tepat di area yang berhimpitan dengan jalur proyek, khususnya di bagian ujung jalan keluar.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menjelaskan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) telah rampung disusun. Tahapan berikutnya adalah penyediaan anggaran setelah proses penilaian harga lahan (appraisal) selesai.
“DPPT sudah selesai. Yang akan dibebaskan sekitar enam bidang, tetapi untuk tahun ini kami prioritaskan dua bidang terlebih dahulu karena lokasinya langsung bersinggungan dengan trase,” kata Juniarti.
PUPR berencana mengusulkan anggaran pembebasan dua bidang lahan tersebut melalui APBD Perubahan 2026. Namun, sebagai langkah antisipasi apabila usulan tidak dapat terealisasi pada tahun ini, kebutuhan anggaran juga akan dimasukkan dalam APBD murni 2027.
“Insyaallah kami usulkan di APBD Perubahan. Tetapi tetap kami siapkan juga di APBD 2027 sebagai cadangan apabila terjadi pergeseran anggaran. Sementara empat bidang lainnya direncanakan dibebaskan pada 2027,” pungkasnya.
Nanggung l Jurnal Bogor – Ratusan warga rela mengantre dan menunggu dari sejak pagi demi mendapatkan pasokan air bersih yang diinisiasi dari Mapolsek Nanggung -Polres Bogor serta berkolaborasi Koramil 2117 Nanggung dengan PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor yang bertepatan pada HUT Bayangkara ke -81, Selasa (14/6/2026) Bhakti sosial dilakukan, lantaran sudah hampir dua pekan sumur-sumur di rumah warga menyusut hingga mengering dampak kemarau yang berkepanjangan. Pantauan Jurnal Bogor sejumlah warga diwilayah Desa Kalongliud dan Hambaro lingkup Kecamatan Nanggung mengumpulkan ember atau jerigen untuk mendapatkan jatah air bersih. Program kemanusiaan, diketahui 11 ribu liter air bersih disalurkan bagi warga di dua desa.” kata Kapolsek Nanggung AKP Ano Junaedi kepada Jurnal Bogor Hasil observasi lapangan akibat kemarau, maka itu dua unit armada tangki bermuatan masing masing 5.500 liter diterjunkan untuk pendistribusian air yang telah ditunggu warga di Desa Kalongliud- Hambaro sejak pukul 08.00 WIB pagi. Penyaluran tersebut, seperti di RW 03 di Desa Kalongliud sekitar 500 ribu Kepala Keluarga (KK) mulai kesulitan untuk mendapatkan sumber air bersih. Belum lagi pendistribusian air di Desa Hambaro, tentu semua harus ter-cover. Ini bagian Polri untuk melayani masyarakat, karena di musim kemarau ini masyarakat sangat membutuhkan layanan pasokan air bersih.” papar Kapolsek Komarudin, salah satu warga, menuturkan sumur-sumur di lingkungannya kerap mengering setiap musim kemarau tiba.
”Setiap tahun musim kemarau, maka itu bantuan air bersih yang dikirim untuk meringankan kebutuhan masyarakat tentunya sangat terbantu.” tukasnya Rahman. Arip Ekon
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali menggelontorkan anggaran hampir Rp4 miliar untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu melanjutkan pendidikan. Melalui program Bantuan Sosial Biaya Pendidikan (BSM), sebanyak 3.368 siswa jenjang Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menerima bantuan pada Tahun Anggaran 2026.
Program yang dikelola Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor tersebut memiliki total nilai anggaran sebesar Rp3.969.800.000 dan disalurkan kepada siswa yang berasal dari 98 lembaga pendidikan menengah di Kota Bogor.
Kepala Bagian Kesra Setda Kota Bogor, Aep Saepuloh, mengatakan penerima bantuan ditetapkan berdasarkan usulan yang diajukan masing-masing sekolah pada tahun sebelumnya.
“Pada tahun 2025, peserta didik melalui sekolah masing-masing mengajukan proposal permohonan bantuan BSM. Pengusulan dilakukan mulai 1 Januari hingga 31 Maret 2025,” ujar Aep, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan besaran bantuan yang dapat diusulkan maksimal Rp1,5 juta untuk setiap siswa. Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwali) Bogor Nomor 7 Tahun 2024.
“Besaran permohonan bantuan BSM yang diusulkan maksimal Rp1,5 juta per siswa sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Menurut Aep, Pemkot Bogor juga menerapkan sejumlah persyaratan administrasi agar penyaluran bantuan tepat sasaran. Salah satu syarat utama ialah penerima harus melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Seluruh dokumen dari calon penerima dikumpulkan melalui sekolah masing-masing sebelum direkap menjadi proposal yang diajukan kepada Bagian Kesra.
“Berkas individual dikumpulkan ke sekolah, kemudian direkap oleh panitia sekolah dan disampaikan kepada Bagian Kesra dalam bentuk proposal permohonan Bantuan Sosial Biaya Pendidikan,” jelasnya.
Berdasarkan rekapitulasi penyaluran BSM Tahun Anggaran 2026, bantuan terbesar disalurkan kepada siswa SMK. Sebanyak 2.968 siswa di 73 sekolah menerima bantuan dengan total anggaran Rp3.493.400.000.
Sementara pada jenjang MA, bantuan diberikan kepada 91 siswa dari tujuh lembaga pendidikan dengan nilai Rp105.600.000. Adapun pada jenjang SMA, bantuan disalurkan kepada 309 siswa di 18 sekolah dengan total anggaran Rp370.800.000.
“Secara keseluruhan, bantuan disalurkan kepada 98 lembaga pendidikan dengan total 3.368 siswa penerima dan nilai anggaran mencapai Rp3.969.800.000,” ungkapnya.
Melalui program tersebut, Pemkot Bogor berharap dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan keluarga kurang mampu sekaligus menekan angka putus sekolah, sehingga seluruh anak di Kota Bogor tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 14 Juli 2026 mencapai Rp655.781.872.026 atau 51,56 persen dari target tahun ini sebesar Rp1.298.332.608.000. Capaian tersebut membuat Bapenda optimistis target PAD tahun 2026 dapat terlampaui hingga akhir tahun.
Kepala Bapenda Kota Bogor, Abdul Wahid, mengatakan realisasi tersebut menunjukkan tren positif meski kondisi perekonomian masih menghadapi berbagai tantangan.
“Alhamdulillah, hingga 14 Juli 2026 realisasi PAD Kota Bogor sudah mencapai 51,56 persen. Kami optimistis capaian ini akan terus meningkat dan bahkan bisa melampaui target yang telah ditetapkan pada akhir tahun,” ujar Abdul Wahid, Selasa (14/7/2026).
Dari sejumlah sektor pajak daerah, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp168.669.576.946 atau 78,89 persen dari target.
Posisi berikutnya ditempati pajak restoran yang telah menyumbang Rp146.365.859.294 atau 65,40 persen, disusul pajak penerangan jalan sebesar Rp62.138.676.087 atau 65,07 persen.
Sementara itu, pajak hotel telah terealisasi sebesar Rp56.495.674.738 atau 56,72 persen. Pajak hiburan mencapai Rp17.759.924.766 atau 58,13 persen, sedangkan pajak parkir tercatat Rp5.118.383.734 atau 57,83 persen.
Untuk pajak reklame, realisasinya mencapai Rp4.795.178.953 atau 57,22 persen. Pajak air tanah menjadi sektor dengan persentase capaian tertinggi, yakni 90,09 persen atau senilai Rp1.342.272.204.
Di sisi lain, penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) baru mencapai Rp93.121.936.817 atau 24,02 persen. Sementara realisasi opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tercatat Rp68.492.026.100 atau 45,65 persen, sedangkan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai Rp34.654.384.000 atau 44,85 persen.
Abdul Wahid menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap disiplin menunaikan kewajiban perpajakan meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih.
“Di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit, masyarakat ternyata tetap peduli memenuhi kewajiban membayar pajak. Kami mengucapkan terima kasih karena pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali untuk membangun daerah dan meningkatkan pelayanan kepada warga Kota Bogor,” katanya.
Ia menambahkan, Bapenda akan terus mengoptimalkan pendapatan daerah melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, sekaligus meningkatkan pelayanan kepada wajib pajak agar realisasi PAD terus meningkat hingga akhir tahun 2026.
Bogor | Jurnal Bogor Pelaku UMKM kuliner Kota Bogor terus berupaya naik kelas. Seperti Maka Bakery, produsen roti manis lokal, resmi mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Langkah ini menjadi tonggak penting untuk membangun kepercayaan konsumen dan memperluas pasar.
Kabar tersebut diumumkan Maka Bakery lewat media sosial. Dalam unggahannya, pemilik memperlihatkan produk roti manis dengan keterangan: “produk roti manis dari Maka Bakery sudah bersertifikat halal dari MUI ya gaes jadi aman pastinya 😊”_.
Sertifikat halal bukan sekadar stempel. Prosesnya meliputi audit bahan baku, proses produksi, hingga kebersihan tempat usaha agar sesuai syariat Islam.
“Dengan adanya sertifikat dari MUI, kami berkomitmen menjaga kualitas dan keamanan produk bagi seluruh konsumen, khususnya umat muslim,” ujar Dewi, Owner Maka Bakery kepada Jurnalbogor via WhatsApp, Selasa (14/7/2026).
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal, langkah ini dinilai sangat strategis. Konsumen kini lebih selektif. Label halal dari MUI menjadi jaminan produk tidak mengandung bahan haram dan diproses secara bersih sesuai aturan.
Dewi mengakui pengurusan sertifikat halal butuh waktu dan ketelitian. Namun hasilnya sepadan dengan meningkatnya kepercayaan pelanggan.
Dampaknya terasa dua arah. Dari sisi konsumen, keluarga merasa lebih tenang membeli roti untuk konsumsi sehari-hari. Dari sisi bisnis, produk bersertifikat halal punya peluang lebih besar masuk ke ritel modern, kafe, toko oleh-oleh, bahkan pasar ekspor.
Hermawan, pengamat UMKM Bogor, menilai Maka Bakery bisa jadi contoh. “Sertifikasi halal ini investasi jangka panjang. Di era sekarang konsumen tidak hanya cari enak, tapi juga aman dan halal. Kalau UMKM mau naik kelas, ini wajib,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bogor juga terus mendorong UMKM mengurus NIB, PIRT, hingga sertifikat halal agar produk lokal punya daya saing lebih luas.
Maka Bakery sendiri adalah usaha rumahan yang fokus pada roti manis. Dengan dapur sederhana namun rapi, usaha ini dikenal karena teksturnya lembut dan varian beragam. Andalan produknya mulai dari roti sobek, roti isi, hingga aneka kue manis lain.
Selama ini pemasaran dilakukan lewat pre-order dan penjualan langsung. Dengan sertifikat halal, jangkauan diharapkan meluas hingga ke minimarket dan acara hajatan.
Respons pelanggan pun positif. Banyak yang berkomentar “Alhamdulillah jadi makin yakin beli” dan “Sukses terus Maka Bakery.
Ke depan, Maka Bakery menargetkan menjaga konsistensi rasa dan kualitas. Rencananya juga akan menambah varian produk dan membuka kemitraan reseller.
Sertifikat halal MUI berlaku beberapa tahun dan akan diaudit berkala. Ini memastikan Maka Bakery terus menjaga standar.
Keberhasilan ini membuktikan UMKM lokal bisa naik kelas dengan menjaga standar. Di tengah ketatnya persaingan kuliner, jaminan halal jadi nilai jual utama.
Bagi warga Bogor dan sekitarnya, roti manis Maka Bakery kini bisa dibeli lebih tenang. Enak, bersih, dan sudah terjamin halal.
Dengan semangat “dari lokal untuk semua”, Maka Bakery berharap terus bertumbuh dan menjadi kebanggaan kuliner Bogor. Untuk pemesanan dan katalog, hubungi media sosial resmi Maka Bakery.