Bogor | Jurnal Bogor
Aksi massa mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) diwarnai pelemparan tomat menjadi simbol kekecewaan terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam aksi di depan Istana Bogor tersebut, massa juga mengenakan masker hitam sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak karhutla.
Pada Kamis, 29 Oktober 2026, sejumlah peserta aksi berkumpul di area terbuka dengan pengawalan aparat keamanan. Di tengah kerumunan, terlihat tomat berserakan di jalan serta bekas pembakaran yang mengeluarkan asap. Aksi simbolis tersebut menjadi salah satu cara massa menyampaikan keresahan dan ketidakpuasan terhadap persoalan lingkungan yang dinilai membutuhkan perhatian serius.

Pelemparan tomat dimaknai sebagai ekspresi kekecewaan massa atas dampak karhutla yang mengancam kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat. Aksi tersebut menjadi bentuk protes terhadap persoalan yang dinilai memerlukan penanganan lebih serius dari pihak terkait.
Selain itu, penggunaan masker hitam menjadi simbol keprihatinan terhadap dampak karhutla, terutama pencemaran udara akibat kabut asap. Simbol tersebut merepresentasikan solidaritas terhadap warga yang harus menghadapi penurunan kualitas udara, gangguan aktivitas sehari-hari, hingga risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga masalah yang berdampak langsung pada kehidupan sosial dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, penanganannya membutuhkan langkah konkret, mulai dari pencegahan kebakaran dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran ilegal hingga perlindungan bagi masyarakat yang terdampak.
Melalui aksi tersebut, massa berupaya menyampaikan pesan bahwa persoalan karhutla tidak boleh dianggap sepele. Simbol-simbol yang digunakan dalam demonstrasi diharapkan dapat menarik perhatian publik sekaligus mendorong pihak terkait untuk mengambil langkah yang lebih serius dalam menangani bencana tersebut.
(Zacky Bariqlana/mg-uika)


