Nanggung l Jurnal Bogor
Warga di Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menyampaikan kekecewaannya lantaran jalan yang dibangun Pemkab Bogor dinilai tak sesuai janjinya. Dari rencana awal 5 kilometer, namun yang dibangun hanya sebagian kecil sekitar satu kilometeran, sementara sisanya masih kondisi rusak. Jalan tersebut merupakan jalur penghubung dua desa, yakni Desa Nanggung dan Curugbitung.
Salah satu Kepala Dusun di Desa Nanggung H Deden Mulyawidanta mengatakan, warga di Desa Nanggung mengaku kecewa dengan dibangunnya jalan tersebut yang telah dijanjikan Bupati Bogor Rudy Susmanto bahwa ruas jalan Sela Awi Nanggung Curugbitung akan dibangun sepanjang 5 kilometer.
”Janjinya lima kilometer, kenyataan yang dibangun cuman satu kilo meter,” cetus H Deden kepada Jurnal Bogor, Minggu (25/10/2026).
Deden menjelaskan, sewaktu di Malasari pada perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) 2026 beberapa waktu lalu, dihadapan warga Desa Nanggung dan Curugbitung saat menyampaikan keluhannya terkait kondisi jalan yang telah mengalami kerusakan Bupati Rudy Susmanto mengatakan tidak perlu demo.
“Gak usah demo-demo kaya begini panas-panas ngapain, nanti untuk pembangunan jalan akan kami jawab. Pak Bupati yang ngomong langsung akan membangun jalan Sela Awi Curugbitung sepanjang lima kilo meter yang Malasari sampai ke Nirmala saja kami jawab, masa jalan ini enggak kami jawab,” kata Deden seraya menirukan ucapan Bupati Bogor.
”Waktu itu ditengah riuhnya masyarakat, Bupati Bogor sempat memberikan uang sebesar sepuluh juta untuk bikin nasi liwet ramai-ramai. Namun, uang tersebut digunakan untuk gotong royong perbaikan jalan. Seiring berjalan waktu, perbaikan jalan hasil gotong royong masyarakat kini telah kembali rusak,” paparnya.
”Kondisi ini, masyarakat tentu banyak yang kecewa, Pemkab Bogor tak sesuai janjinya karena jalan Sela Awi Curugbitung hanya dibangun satu kilo meter,” keluhnya.
Sementara, Kepala UPT Jalan jembatan Cigudeg Boby Wahyudi saat dikonfirmasi terkait jalan Sela Awi yang dibangun satu kilo meter tak merespons.
(Arip Ekon)


