Gunung Putri | Jurnal Bogor – Sampah organik berpotensi menjadi sumber energi alternatif jika dikelola dengan tepat. Universitas IPWIJA mendorong pemanfaatan tersebut melalui peluncuran Program Hibah AKSARA dan implementasi biodigester rumah tangga di Desa Ciangsana, Kabupaten Bogor, Jumat (23/10/2026).
Melalui teknologi biodigester, sampah organik dapat diolah menjadi biogas serta menghasilkan produk samping cair yang berpotensi dikembangkan menjadi pupuk organik cair (POC). Program ini melibatkan Bank Sampah CINTA di RW 021 dan TPS3R CERIA di kawasan Ciangsana, Kota Wisata.

Rektor Universitas IPWIJA, Ir. Besar Agung Martono, M.M., DBA, memimpin program tersebut bersama tim pengusul Dra. Siti Mahmudah, M.M. dan Wawan Sismadi, S.Kom., M.Kom. Sebanyak 30 mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam program ini, Rektor menekankan pentingnya pengelolaan sampah melalui pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan.
“Persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan mengumpulkan dan memindahkannya ke tempat lain. Kita perlu mendorong pengolahan sampah agar memiliki nilai guna dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” demikian draf kutipan yang perlu dikonfirmasi kepada Rektor.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat agar penerapan teknologi biodigester dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kepala Desa Ciangsana, H. Udin Saputra, S.H., M.M., turut mengapresiasi kontribusi Universitas IPWIJA dalam membantu penanganan persoalan sampah di wilayahnya.
“Kami menyambut baik program ini karena menjadi salah satu bentuk kepedulian perguruan tinggi terhadap kebutuhan masyarakat. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta warga Desa Ciangsana,” demikian draf kutipan yang perlu dikonfirmasi kepada Kepala Desa.
Pemaparan program disampaikan oleh Dra. Siti Mahmudah, S.E., M.M. dan Wawan Sismadi, S.Kom., M.Kom. Sementara itu, penjelasan teknis biodigester disampaikan Rindi Handayani, S.E., M.Si., dari PT SWEN Inovasi Transfer. Kegiatan juga melibatkan Ketua DPM Pingkan Aulia dan Ketua BEM Noper Ikhsan Ramadhan.
Selain penerapan teknologi, program ini mencakup pelatihan operator, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pendampingan teknis, serta edukasi prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Upaya tersebut diharapkan memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Melalui Program Hibah AKSARA, Universitas IPWIJA berharap pengelolaan sampah di Desa Ciangsana semakin terpadu, sekaligus membuka peluang pemanfaatan energi alternatif dan pengembangan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.
(Istikhoriyah Aulia Putri)


