Cisarua | Jurnal Bogor
Pemerintah Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor sebagian wilayahnya merupakan daerah rawan terhadap bencana banjir. Seiring dengan rumah penduduk yang terus meningkat, menjadikan bencana banjir menjadi ancaman di setiap musim hujan.
Untuk mengantisipasi banjir tersebut, Kelurahan Cisarua, melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) melaksanakan pembuatan drainase dan tembok penahan tebing di beberapa wilayah yang rawan terhadap banjir.
“Dengan menjalankan program dana bantuan dari Pemkab Bogor, Kelurahan Cisarua sudah melaksanakan sejumlah kegiatan pembangunan. Mulai dari pengaspalan, pembuatan saluran air hingga kepada pemberdayaan masyarakat. Dari sejumlah kegiatan tersebut, pembangunan saluran air merupakan bidang yang benar-benar kita perhatikan. Mengingat, keberadaan saluran atau drainase di Kelurahan Cisarua itu sangat penting untuk pencegahan terhadap bsnjir, ” ujar Lurah Cisarua Heru Hendrawan.
Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Cisarua, H. Jeny, menyebutkan sebanyak 16 titik kegiatan telah dilaksanakan pada tahun ini. Seluruh pekerjaan fisik yang menjadi prioritas masyarakat telah selesai dikerjakan dan saat ini tinggal menunggu proses pencairan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU).
“Program Samisakel sekarang sudah 100 persen dilaksanakan. Tinggal menunggu pencairan saja Dana Alokasi Umum. Pekerjaan drainase dan pengaspalan sudah selesai,” ujar H. Jeny, saat ditemui di Kelurahan Cisarua, Jum’at (23/10).
Menurutnya, pembangunan drainase di wilayah Cipari dan Kampung Burujul menjadi salah satu pekerjaan yang paling diprioritaskan. Keberadaan saluran air dinilai penting untuk mencegah genangan maupun banjir sekaligus menjaga kualitas jalan lingkungan yang telah diaspal.
Ia menjelaskan, tanpa saluran drainase yang baik, air hujan akan mengalir ke badan jalan dan berpotensi menyebabkan kerusakan lebih cepat. Karena itu, pembangunan drainase menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan jalan lingkungan.
Selain pembangunan saluran air dan pengaspalan, program Samisakel juga mencakup kegiatan pemberdayaan masyarakat, termasuk pembinaan dan pelibatan pemuda melalui Karang Taruna.
Meski sejumlah pekerjaan telah tuntas, masih terdapat beberapa kebutuhan pembangunan yang akan diusulkan pada tahun mendatang. Salah satunya penyambungan jaringan drainase di kawasan Pasanggrahan yang dinilai penting untuk mengatasi persoalan aliran air saat musim hujan.
H. Jeny mengungkapkan pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran yang tersedia. Sejumlah pekerjaan lanjutan direncanakan akan diusulkan kembali pada tahun 2027.
“Kami berharap pembangunan yang berkelanjutan ini bisa membantu mengurangi genangan, maupun banjir sekaligus memperbaiki lingkungan dan meningkatkan kenyamanan masyarakat,” pungkasnya.
(Dadang Supriatna)


