31.3 C
Bogor
Monday, July 27, 2026

Buy now

spot_img

Book Sharing Hadirkan Ruang Aman Bagi Muslimah di Bogor untuk Bertumbuh Melalui Cerita dan Self Healing

Bogor | Jurnal Bogor
Di balik ketenangan yang ditampilkan, tidak sedikit perempuan yang masih menyimpan luka berupa kehilangan, kekecewaan, pengkhianatan, kelelahan, maupun luka pengasuhan yang belum sepenuhnya pulih. Keterbatasan ruang aman untuk bercerita seringkali membuat perasaan tersebut dipendam.

Menjawab kebutuhan tersebut, kegiatan Book Sharing bertajuk _”Mengubah Luka, Menggali Makna: Berbagi Cerita Melalui Buku sebagai Jendela Jiwa”_digelar di Kota Bogor, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama 180 menit di Auditorium Bima Arya, Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor ini diikuti 50 peserta muslimah, terdiri dari ibu-ibu dan remaja putri. Jumlah peserta dibatasi agar proses refleksi dan pembelajaran dapat berlangsung lebih mendalam dan hangat.

Acara dipandu oleh Lili Marliyuana, Certified Self Healing Professional dan Emotional Healing Therapist, sekaligus Direktur ABCo Therapy Center, bersama Nena Nurjanah sebagai co-facilitator.

Lili Marliyuana menyampaikan bahwa setiap perempuan memiliki cerita yang membentuk perjalanan hidupnya.

“Ada cerita tentang kehilangan, pengkhianatan, perjuangan menjadi ibu, masa kecil yang masih menyisakan luka, hingga perjalanan menemukan jati diri. Cerita-cerita itu tidak harus disangkal. Ketika diberi ruang yang aman untuk dikenali dan dimaknai, cerita tersebut dapat menjadi sumber kekuatan dan harapan,” ujarnya.

Berbeda dengan seminar, Book Sharing ini menekankan aspek refleksi, kontemplasi, dan koneksi antarpeserta. Melalui kelompok-kelompok kecil, peserta diajak saling mendengarkan dengan empati tanpa menghakimi.

Beberapa materi utama yang diberikan antara lain konsep Writing is Healing sebagai sarana menulis reflektif untuk mengenali emosi dan menemukan makna, serta praktik Self Healing yang dapat diterapkan secara mandiri untuk menjaga kesehatan mental dan spiritual.

Dalam kegiatan ini juga dideklarasikan pembentukan Komunitas Healing Circle. Komunitas ini menjadi wadah berkelanjutan bagi Muslimah untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan bertumbuh dalam suasana aman dan penuh empati.

“Harapannya, peserta pulang dengan hati yang lebih lapang, hubungan yang lebih baik dengan diri sendiri, serta keyakinan bahwa setiap perjalanan hidup mengandung hikmah ketika dijalani dengan sabar, ikhtiar, dan tawakal kepada Allah SWT,” pungkas Lili.

Peserta mendapatkan materi Book Sharing, praktik Self Healing, serta akses menjadi bagian dari Komunitas Healing Circle sebagai wadah pendampingan bersama.

(Wawan Hermawanto)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles