Samarinda | Jurnal Bogor
Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci meningkatkan produktivitas dan daya saing perkebunan kelapa sawit. Karena itu, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian terus memperkuat kapasitas pekebun melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS).
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun Angkatan I bagi pekebun asal Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Pelatihan berlangsung pada 14–19 September 2026 di Samarinda dan diikuti 41 peserta, terdiri atas 33 laki-laki dan delapan perempuan.
Peserta mayoritas berasal dari Kecamatan Bengalon sebanyak 37 orang, Kecamatan Sangatta Utara dua orang, serta masing-masing satu orang dari Tanete Rilau dan Waru.
Pelatihan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan individu pekebun, tetapi juga mendorong tumbuhnya kebersamaan dalam kelompok, mengaktifkan kelembagaan pekebun, membangun kemitraan usaha, dan memperluas jejaring kerja sama.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan sektor perkebunan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Penguatan SDM dan kelembagaan juga menjadi fondasi penting agar sektor perkebunan mampu berkembang secara produktif, efisien, dan berdaya saing.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengapresiasi dukungan BPDP dalam pengembangan kompetensi SDM perkebunan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pertanian.
Menurutnya, peningkatan kapasitas pekebun perlu berjalan beriringan dengan penguatan kelembagaan. Kelompok pekebun yang aktif dapat menjadi ruang untuk bertukar informasi dan pengalaman, membangun kemitraan, serta mencari solusi atas berbagai persoalan usaha perkebunan secara bersama-sama.
Kolaborasi BPDP dan BBPMKP tersebut telah memasuki tahun kelima. Kepercayaan BPDP kepada BBPMKP dalam menyelenggarakan pelatihan SDM perkebunan kelapa sawit menjadi bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kompetensi pekebun sekaligus memperkuat kelembagaan dan tata kelola usaha perkebunan.
Kepala BBPMKP Sukim Supandi mengatakan pelatihan dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membangun kemampuan peserta dalam bekerja sama dan mengembangkan jejaring kemitraan.
“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru serta mampu mengimplementasikan hasil pembelajaran di kelompok maupun kelembagaan pekebun sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Sukim.
Penguatan kelembagaan menjadi salah satu hasil yang diharapkan dari proses pengembangan SDM pekebun. Ketua Kelompok Penyelenggaraan Pelatihan Manajemen Non Aparatur dan Pengelolaan Kerja Sama Pelatihan BBPMKP, Renata Dayang Naguratta Damanik, mengatakan kebersamaan merupakan modal penting bagi pekebun untuk meningkatkan kapasitas sekaligus mengembangkan kelompok.
“Dengan adanya pengembangan SDM, harapannya kapasitas sumber daya manusia pekebun semakin meningkat. Kesadaran untuk saling menguatkan juga semakin tumbuh, karena kalau berkelompok pasti lebih kuat dibandingkan sendiri-sendiri,” ujar Renata.
Menurut Renata, selama lima tahun pelaksanaan kerja sama dengan BPDP, BBPMKP tidak hanya menyelenggarakan pelatihan, tetapi juga melakukan evaluasi dan pemantauan untuk melihat sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta diterapkan setelah kembali ke wilayah masing-masing.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya perkembangan positif di sejumlah wilayah. Salah satunya ditandai dengan terbentuknya koperasi yang berasal dari kelompok-kelompok pekebun yang sebelumnya mengikuti pelatihan.
“Dari hasil evaluasi kita, di beberapa wilayah bahkan sudah bisa membangun koperasi. Dari kelompok petani yang sebelumnya ikut pelatihan, kemauan untuk membentuk sesuatu secara bersama-sama akhirnya semakin kuat,” katanya.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan kelembagaan. Pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada individu, tetapi dapat dikembangkan menjadi gerakan bersama melalui kelompok dan kelembagaan pekebun.
Ketua Tim Kerja Program BBPMKP sekaligus Ketua Penyelenggara Pelatihan, Triane Widya Anggriani, mengatakan pelatihan di Kalimantan Timur merupakan bagian dari sinergi BPDP dan BBPMKP dalam meningkatkan kompetensi dan kapabilitas SDM perkebunan kelapa sawit.
“Pada tahun ini pelatihan di Kaltim, khususnya bagi pekebun dari Kabupaten Kutai Timur, digelar 14–19 September 2026,” jelas Triane.
Materi pelatihan disusun berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 40/Kpts/KB.020/E/05/2025 dengan total 36 jam pelajaran (JP).
Materi mencakup peningkatan kesadaran kelompok, kemitraan usaha pekebun, pengelolaan kelompok, pembangunan jejaring, dinamika kelompok, penguatan penumbuhan kebersamaan, serta overview dan integrasi.
Untuk memperkuat proses pembelajaran, peserta mendapatkan pendampingan dari fasilitator dan praktisi yang berasal dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Timur, serta Widyaiswara BBPMKP Ciawi.
Peserta juga mengikuti pre-test dan post-test, evaluasi penyelenggaraan dan fasilitator, serta menyusun rencana tindak lanjut. Peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan memenuhi ketentuan akan memperoleh sertifikat yang ditandatangani Kepala BBPMKP.
“Dengan persiapan yang matang kita juga berharap pelatihan ini bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi peserta. Selain itu, pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kelompok sehingga kebersamaan dan kapasitas pekebun semakin kuat,” pungkas Triane.
Melalui kolaborasi BPDP dan Kementerian Pertanian, pengembangan SDM pekebun diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Lebih jauh, pelatihan diharapkan mampu melahirkan kelompok pekebun yang semakin aktif, mampu membangun kemitraan, serta memiliki kelembagaan yang kuat untuk mengembangkan usaha perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan.
(Restu/BBPMKP)


