30.5 C
Bogor
Tuesday, September 15, 2026

Buy now

spot_img

Perkuat Kelembagaan Pekebun, BPDP dan Kementan Gelar Pelatihan di Bengkulu

Bengkulu | Jurnal Bogor
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pekebun kelapa sawit melalui Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun.

Penguatan tersebut dilakukan melalui pelatihan bagi pekebun dari Kabupaten Bengkulu Utara yang berlangsung di Hotel Mercure Bengkulu Senin (14/9/2026). Kegiatan yang diikuti 27 peserta, diarahkan untuk meningkatkan kesadaran pekebun mengenai pentingnya membangun kebersamaan serta memperkuat kelembagaan kelompok.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pekebun dalam mengaktifkan kelompok, membangun kemitraan, serta mengembangkan jejaring kerja sama. Penguatan kelembagaan diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pekebun dalam mengelola usaha perkebunan secara lebih baik.

Penguatan kapasitas SDM dan kelembagaan menjadi bagian penting dalam mendorong produktivitas, efisiensi, dan daya saing perkebunan kelapa sawit sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekebun.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mendorong pengembangan kompetensi pekebun melalui kolaborasi antara BPDP dan Kementerian Pertanian.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek teknis perkebunan, tetapi juga membangun kemampuan pekebun dalam mengelola kelompok, mengembangkan kemitraan, serta memperluas jejaring kerja sama.

Sementara itu, Kepala BBPMKP Sukim Supandi mengatakan pelatihan penumbuhan kebersamaan pekebun menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas pekebun sekaligus memperkuat kelembagaan kelompok.

Menurutnya, pembelajaran yang diberikan diharapkan dapat diterapkan peserta setelah kembali ke kelompok dan lingkungan masing-masing sehingga manfaat pelatihan dapat berkembang secara lebih luas.

Ketua Kelompok Program dan Evaluasi BBPMKP, Sutrisno Sipahutar, mengatakan pekebun perlu memahami bahwa mereka merupakan bagian dari kelompok sosial yang memiliki kepentingan dan tujuan bersama.

“Sinergi antara BPDP dan BBPMKP ini ditujukan untuk memfasilitasi para pekebun sawit untuk meningkatkan kesadaran pentingnya kebersamaan dalam kelompok, kemampuan dalam mengaktifkan kelompok, kesadaran pentingnya bermitra dan kemampuan membangun jejaring kerja sama,” ujar Sutrisno.

Ia menjelaskan, melalui pelatihan peserta didorong untuk membangun kelompok sekaligus memperkuat kelembagaan yang telah ada. Kelembagaan kelompok yang semakin baik diharapkan dapat mendukung pekebun dalam mengakses berbagai program pemerintah sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

“Ke depan semua bantuan pemerintah akan diarahkan melalui kelompok. Sehingga teman-teman di sini kita bangun kesadarannya untuk membentuk kelompok dan kelembagaannya,” jelasnya.

Menurutnya, kemampuan mengelola kelompok menjadi fondasi penting agar pekebun dapat berkembang dan menjalankan usaha perkebunan secara lebih baik.

“Yang terpenting dalam pelatihan ini adalah bagaimana pola pikir mereka terhadap manajemen itu terbangun. Tidak sebatas budi daya. Budi daya itu penting, tetapi bagaimana kita memimpin dan membangun manajemen yang baik terkait perkebunan sawit milik rakyat, itu yang menjadi fondasi utamanya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita, menyambut baik pelaksanaan Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun.

Menurut Sri Herlin, penguatan kelembagaan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pengelolaan kelompok pekebun di daerah. Melalui pelatihan, pekebun diharapkan semakin mampu membangun kelompok yang aktif dan memiliki tata kelola yang lebih baik.

“Dengan adanya pelatihan ini kita berharap kelembagaan pekebun di Provinsi Bengkulu semakin kuat dan kelompok tani kita semakin baik dalam mengelola kelompoknya, sehingga permasalahan-permasalahan di kelompok tidak terjadi lagi,” ujar Sri.

Ia berharap penguatan kelembagaan tersebut tidak hanya berdampak terhadap kemampuan pekebun dalam mengelola kelompok, tetapi juga mendukung peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit.

Menurutnya, berbagai pelatihan yang dilaksanakan melalui kolaborasi BPDP dan BBPMKP diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pekebun dalam mengelola kebun secara lebih efektif.

“Yang paling utama, dengan adanya banyak pelatihan dari kolaborasi BPDP dan BBPMKP sawit ini, kita berharap peningkatan produksi sawit di Provinsi Bengkulu semakin tinggi, juga kesejahteraan petani sawit kita semakin baik,” katanya.

Melalui sinergi BPDP dan BBPMKP Kementerian Pertanian, peningkatan kapasitas pekebun diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan. Penguatan pengetahuan, manajemen, kepemimpinan, dan kelembagaan kelompok menjadi modal penting dalam mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang semakin produktif dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan pekebun.

(Restu/BBPMKP)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles