28.3 C
Bogor
Tuesday, July 21, 2026

Buy now

spot_img

DPRD Kawal Trase Batutulis

Bogor | Jurnal Bogor

DPRD Kota Bogor memastikan akan terus mengawal pembangunan trase baru Batutulis agar selesai sesuai target pada Oktober 2026. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata, saat mendampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, meninjau langsung progres proyek di Kecamatan Bogor Selatan, Minggu (19/7/2026).

Peninjauan dilakukan dalam rangka agenda Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026. Selain melihat perkembangan pekerjaan, rombongan juga memastikan proyek pengganti jalur yang terdampak longsor pada 2025 itu berjalan sesuai perencanaan.

Turut hadir Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Juniarti Estiningsih, Camat Bogor Selatan Harry Cahyadi, Lurah Batutulis Erika, serta pihak kontraktor pelaksana.

Dalam kesempatan itu, Ono Surono mengatakan pembangunan trase baru Batutulis merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bogor. Pemerintah Provinsi membiayai pembangunan fisik melalui APBD Jawa Barat, sedangkan pembebasan lahan ditangani Pemkot Bogor.

“Jadi kunjungan hari ini untuk memastikan pembangunan jalan Batutulis yang sebelumnya terdampak longsor sudah berjalan. Konstruksinya dibiayai APBD Provinsi Jawa Barat, sementara pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bogor,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan Dinas PUPR Kota Bogor, progres pembangunan telah mencapai sekitar 22 persen. Proyek tersebut tidak hanya membangun badan jalan, tetapi juga dilengkapi drainase, ruang terbuka hijau, taman, hingga Leuweung Batutulis sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

“Progresnya sudah sekitar 22 persen. Mudah-mudahan Oktober selesai. Jadi bukan hanya jalannya, tetapi juga drainase, taman, dan penghijauan kembali Leuweung Batutulis agar kawasan ini lebih aman dari ancaman longsor,” katanya.

Sementara itu, Dadang Iskandar Danubrata menegaskan DPRD akan mengawasi jalannya proyek hingga tuntas. Menurutnya, penyelesaian tepat waktu harus diiringi dengan kualitas pekerjaan yang baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kami akan terus mengawal pembangunan ini agar sesuai perencanaan. Harapannya selesai pada Oktober 2026 sehingga masyarakat kembali memiliki akses jalan yang aman dan nyaman, dilengkapi pedestrian serta penataan kawasan yang lebih baik,” ujarnya.

Dadang juga meminta kontraktor menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara maksimal. Ia menyoroti masih adanya ceceran material proyek yang sempat mengganggu pengguna jalan sehingga harus menjadi perhatian selama proses pembangunan berlangsung.

Menanggapi hal itu, Penanggung Jawab PT Promix Prima Karya, Hariyono, memastikan pihaknya telah menerapkan prosedur K3, termasuk membersihkan kendaraan pengangkut material sebelum keluar dari lokasi proyek serta menyiagakan petugas untuk membersihkan material yang tercecer di jalan.

“Kami berupaya agar aktivitas proyek tidak mengganggu masyarakat. Kendaraan pengangkut material dibersihkan sebelum keluar area proyek dan tim kami selalu siap membersihkan jika ada tanah yang tercecer di jalan,” katanya.

Trase baru Batutulis diharapkan menjadi solusi permanen atas putusnya akses akibat longsor tahun lalu. Selain memulihkan konektivitas Bogor Selatan, jalur tersebut juga akan memperkuat akses menuju Cipaku, Pamoyanan hingga Ciawi, sekaligus dilengkapi sistem drainase dan kawasan hijau untuk mengurangi risiko longsor pada masa mendatang.n Fredy Kristianto

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles