22.4 C
Bogor
Wednesday, April 15, 2026

Buy now

spot_img

Sumber Air di Kaki Gunung Salak Menyusut, Aktivis Desak Penguatan Konservasi

Cijeruk | Jurnal Bogor – Menyusutnya sejumlah sumber air permukaan di kawasan kaki Gunung Salak, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Kondisi ini diduga akibat lemahnya upaya pelestarian lingkungan serta minimnya kegiatan konservasi di wilayah resapan air tersebut.

Aktivis lingkungan Cijeruk, Indra Surkana, menyampaikan bahwa penurunan debit air yang terjadi saat ini merupakan dampak dari aktivitas manusia yang tidak memperhatikan keseimbangan ekosistem, seperti alih fungsi lahan dan eksploitasi sumber daya air secara berlebihan.

“Kawasan kaki Gunung Salak seharusnya dijaga sebagai wilayah resapan air. Namun yang terjadi justru eksploitasi tanpa diimbangi upaya konservasi yang memadai,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Ia mengungkapkan, setiap hari ratusan tangki air curah mengambil air dari sumber-sumber alami di kawasan tersebut. Selain itu, sejumlah perusahaan juga memanfaatkan air permukaan untuk kepentingan usaha tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan.

Menurut Indra, kondisi ini berpotensi memicu krisis air bersih bagi masyarakat sekitar apabila tidak segera ditangani secara serius dan berkelanjutan.

“Air terus diambil, tetapi upaya pengembalian atau pelestarian hampir tidak ada. Ini menjadi ancaman besar bagi keberlangsungan sumber daya air ke depan,” tegasnya.

Atas dasar itu, pihaknya mendesak para pelaku usaha yang beroperasi di kawasan Cijeruk untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan melalui program konservasi nyata, seperti reboisasi, pembangunan sumur resapan, serta perlindungan kawasan mata air.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor diminta untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas pengambilan air serta memperkuat regulasi terkait perlindungan sumber daya air.

“Pemerintah harus hadir dan bertindak tegas. Tidak hanya memberikan izin, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan tetap terjaga,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, mulai dari tidak merusak kawasan hutan hingga aktif dalam kegiatan penghijauan.

Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan kondisi sumber air di kawasan Cijeruk dapat kembali stabil dan terjaga untuk generasi mendatang. Yudi

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles