Bogor | Jurnal Bogor
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bogor melaksanakan kunjungan resmi ke Graha KADIN Jawa Barat dalam rangka penyampaian pemberitahuan resmi kesiapan sekaligus koordinasi guna memperoleh arahan dan petunjuk terkait tahapan pelaksanaan Musyawarah Kota (MUKOTA) VIII, seiring dengan berakhirnya masa bakti kepengurusan periode 2021–2026.
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua KADIN Kota Bogor Bagus Maulana Muhammad didampingi sejumlah Pengurus antara lain Wakil Ketua KADIN Kota Bogor Bidang Keorganisasian Arwin syahputra, Wakil Ketua Bidang Penguatan Usaha Jasa dan Pemberdayaan Perempuan / Ketua IWAPI Kota Bogor Ridhani Agustina , Wakil Ketua Bidang Usaha Jasa Pariwisata Hj. Anni Nuraeni / Ketua ASITA Kota Bogor, Wakil Ketua Bidang SDM & Ketenagakerjaan / Ketua ASPEKNAS Kota Bogor Felix Martha, Komite Tetap Bidang Organisasi / Ketua GAPEKSINDO Kota Bogor Onang Suhendar, Plt Wakil Ketua Bidang Perindustrian & Perdagangan M. Ridho Purnama, Komite Tetap bidang Organisasi Praya Dwi Putra, Komite Tetap Bidang Perindustrian Prabu R Dewo, Dan Komite Tetap Bidang Ekonomi Kreatif Riefky Delfiandre.
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen KADIN Kota Bogor dalam memastikan seluruh proses organisasi berjalan selaras dengan ketentuan yang berlaku, sekaligus menjaga harmonisasi dan kondusivitas organisasi.
Sebagai forum kekuasaan tertinggi KADIN di tingkat kota, Musyawarah Kota (MUKOTA) memiliki peran strategis dalam menentukan arah organisasi ke depan. Pelaksanaannya diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KADIN, serta Peraturan Organisasi (PO) KADIN Indonesia Nomor 286 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Mukab/Mukota, yang menjadi landasan dalam proses pemilihan kepemimpinan periode selanjutnya.
Selama masa kepengurusan 2021–2026, KADIN Kota Bogor telah menjalankan berbagai program dan aktivitas organisasi di tengah dinamika yang ada. Secara umum, roda organisasi tetap berjalan dengan baik, termasuk dalam mendorong penguatan keanggotaan serta kontribusi terhadap dunia usaha di Kota Bogor.
KADIN Kota Bogor juga menegaskan komitmennya untuk menjaga soliditas organisasi serta mendukung proses transisi kepemimpinan yang berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Dalam pertemuan tersebut, KADIN Kota Bogor menyampaikan kesiapan untuk melaksanakan MUKOTA VIII serta berharap pelaksanaannya dapat berlangsung secara tertib, lancar, dan kondusif dengan petunjuk serta arahan dari KADIN Jawa Barat.
Ketua KADIN Kota Bogor, Bagus Maulana Muhammad, menyampaikan bahwa pihaknya terus menjaga stabilitas organisasi dan keberlangsungan program, termasuk aktivitas di Kantor Resmi KADIN Kota Bogor di Graha KADIN Kota Bogor yang berlokasi di Jl. KH. R. Abdullah Bin Nuh, agar tetap berjalan secara optimal.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi KADIN Jawa Barat, Rio F. Wilantara, menegaskan bahwa KADIN Jawa Barat mendorong seluruh proses organisasi berjalan sesuai ketentuan serta menjunjung tinggi prinsip keterbukaan informasi dan ketertiban dalam organisasi.
“Pelaksanaan MUKOTA harus mengacu pada Peraturan Organisasi dan AD/ART, dengan menjunjung tinggi prinsip kondusivitas dan ketertiban dalam aturan organisasi” ujarnya.
Ditempat yang sama, Ketua Umum KADIN Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi, menyampaikan apresiasi atas dedikasi pengurus KADIN Kota Bogor serta menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dalam setiap proses organisasi.
Ia juga mengingatkan bahwa MUKOTA merupakan forum resmi dan satu-satunya mekanisme dalam proses pergantian kepengurusan, sehingga seluruh tahapan harus dijalankan dengan menjunjung tinggi aturan organisasi dan semangat sportivitas.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya untuk membuka seluas-luasnya kesempatan bagi semua pihak dalam proses kontestasi. “Setiap anggota KADIN yang memenuhi persyaratan memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam proses pencalonan, dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku,” tegasnya.
Melalui kunjungan ini, diharapkan pelaksanaan MUKOTA VIII KADIN Kota Bogor dapat berlangsung dengan tertib, lancar, dan kondusif, serta menghasilkan kepemimpinan baru yang mampu melanjutkan estafet organisasi secara profesional, berintegritas, dan berkontribusi nyata bagi pengembangan dunia usaha di daerah.
** Fredy Kristianto | *


