31 C
Bogor
Sunday, May 24, 2026

Buy now

spot_img

Bersama Komunitas Sejalan, RSUD R.Moh.Noh Nur Edukasi Osteoartritis

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam memperingati Hari Jadi Bogor ke-544 dan Hari Lanjut Usia Nasional, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, Kabupaten Bogor menggelar kegiatan senam bersama dan edukasi kesehatan bertajuk “Mengenal Osteoartritis bagi Komunitas Spirit Sejalan” yang diikuti oleh puluhan peserta lanjut usia.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif rumah sakit dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan tulang dan sendi di usia lanjut. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, dr. Esther Melanni, M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mempererat hubungan antara fasilitas pelayanan kesehatan dengan masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas hidup lansia melalui pola hidup sehat, aktivitas fisik yang teratur, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Kegiatan diawali dengan pengecekan kesehatan CKG kepada peserta yang hadir. Dari total 45 peserta, sebanyak 41 orang menjalani pemeriksaan tekanan darah, 8 orang melakukan pemeriksaan kolesterol, 15 orang pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), serta 3 orang melakukan pemeriksaan asam urat. Setelah pemeriksaan kesehatan, peserta mengikuti senam bersama yang dilaksanakan di Lapangan WR Supratman dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Dalam sesi edukasi kesehatan, dr. Basuki Adam, Sp.OT., memberikan pemaparan mengenai osteoartritis serta berbagai gangguan tulang dan sendi yang umum dialami pada usia lanjut. Edukasi disampaikan secara interaktif agar peserta lebih mudah memahami cara menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot agar tetap aktif di usia lanjut.

Salah satu peserta bernama Ma Erat (62 tahun) menanyakan mengenai cara mengatasi rasa sakit pada tulang punggung belakang yang sering dialaminya. Menanggapi hal tersebut, dr. Basuki Adam, Sp.OT., menjelaskan bahwa keluhan tersebut dapat disebabkan oleh proses degeneratif tulang atau osteoporosis yang sering dikenal masyarakat sebagai pengapuran tulang.

Ia menjelaskan bahwa penanganan kondisi tersebut memerlukan istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi seimbang, pemenuhan kalsium dan vitamin D, serta olahraga ringan secara rutin untuk menjaga kekuatan tulang dan stabilitas tubuh. Selain itu, menjaga berat badan ideal dan menghindari aktivitas berat berlebihan juga dinilai penting untuk mencegah perburukan keluhan.

Salah satu peserta kegiatan, Ibu Wawat (63 tahun), menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya setelah mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah bisa mengikuti kegiatan ini dan luar biasa. Terima kasih kepada RSUD atas segala fasilitas yang diberikan, semoga sukses selalu,” ujar Ibu Wawat.

Sementara itu, Bapak Samijo (76 tahun) mengaku merasa senang dan terbantu dengan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada para lansia.

“Petugasnya baik dan pelayanannya juga nyaman. Saya jadi merasa lebih sehat setelah ikut kegiatan ini,” ujar Samijo.

Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian souvenir dari RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang. Suasana semakin meriah dengan pembagian doorprize kepada peserta, Seluruh rangkaian kegiatan turut didukung oleh Diabetasol sebagai sponsor dari awal hingga akhir kegiatan.

Melalui kegiatan ini, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang berharap edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia, dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit, penerapan pola hidup sehat, serta menjaga kualitas hidup agar tetap aktif, mandiri, dan produktif di usia lanjut.

(yev/cc)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles