Bogor | Jurnal Bogor – Yayasan Kampoong Ecopreneur (KE) resmi menandatangani nota kesepahaman dengan IPB University dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penerapan inovasi.
Penandatanganan dilakukan oleh pendiri yayasan, Jamil Azzaini, bersama Wakil Rektor IPB Bidang Konektivitas Global, Kerja Sama dan Alumni, Prof. Dr. Iskandar Z. Siregar.
Jamil mengatakan kerja sama tersebut memiliki makna emosional baginya sebagai alumni sekaligus mahasiswa Program Doktor Manajemen dan Bisnis IPB.
“Ini momen yang sangat mengharukan. Kampus ini yang menempa perjalanan hidup saya, mulai S-1 hingga kini,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, kawasan Kampoong Ecopreneur di Kecamatan Leuwisadeng akan dijadikan living lab bagi IPB University. Kawasan yang berdiri di atas lahan wakaf seluas 1,7 hektar itu dirancang memiliki tiga zona utama, yakni Kampoong Spiritual berbasis pesantren wirausaha (tahfizpreneur), Kampoong Hening untuk terapi berbasis alam (ekoterapi), serta Kampung Niaga yang mengembangkan bisnis berbasis wakaf.
Prof. Iskandar menyambut positif kolaborasi tersebut dan menilai konsep ecopreneur selaras dengan agenda strategis kampus.
“Tahun ini kita akan membuat Sustainability Week, minggu tentang keberlanjutan, yang sangat erat kaitannya dengan ecopreneur,” kata Iskandar.
Ia menambahkan, IPB juga akan mengundang sejumlah mitra internasional dalam agenda tersebut.
Pembangunan kawasan Kampoong Ecopreneur telah dimulai sejak tahun lalu. Saat ini aula masjid sementara telah rampung, sementara pembangunan asrama santri masih berlangsung.
Selain itu, Yayasan Daarut Taufiq Peduli turut meneken kerja sama untuk menyalurkan pembiayaan sekitar Rp1 miliar bagi program pemberdayaan masyarakat.
“Lewat pemberdayaan ini, warga akan diajak menanam ubi untuk keperluan ekspor, sehingga masyarakat bisa menjadi orang yang kaya spiritual dan material,” ujar Jamil.
Tahun ini, Yayasan Kampoong Ecopreneur juga mulai menerima santri tahfizpreneur. Sebanyak 48 santri angkatan pertama dijadwalkan mulai menempati lokasi pada September mendatang.
Jamil menegaskan kawasan di Leuwisadeng tersebut dirancang sebagai proyek percontohan yang nantinya akan dikembangkan ke berbagai daerah.
“Insyaallah akan kita duplikasi di banyak tempat,” katanya. Yudi
,
,


