Cisarua | Jurnal Bogor – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pakuan (FEB Unpak) memberikan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Cibeureum dan Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Pendampingan yang berlangsung selama delapan bulan sepanjang 2026 tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar mampu menangkap peluang ekonomi dari tingginya potensi pariwisata di Kawasan Puncak.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat FEB Unpak, Ir. Iman Hilman, M.M., mengatakan potensi pariwisata Puncak harus memberikan dampak yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.
“Potensi UMKM di Desa Cibeureum dan Citeko sangat besar. Produk makanan dan minumannya beragam serta berkualitas. Namun, pengembangannya masih perlu diselaraskan dengan perubahan pasar dan kebutuhan wisatawan,” ujar Iman Hilman.
Menurutnya, pendampingan dilakukan untuk membantu pelaku UMKM memahami pasar, memperbaiki pengelolaan usaha, hingga meningkatkan kesiapan produk agar mampu masuk ke pasar pariwisata.
“Kami hadir untuk menjembatani potensi produk lokal tersebut agar tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri, tetapi mampu membaca pasar, mengelola arus kas, dan memenuhi standar pasar pariwisata,” katanya.
Program tersebut difokuskan pada tiga persoalan utama yang dihadapi pelaku UMKM, yakni manajemen pemasaran, branding dan packaging produk, serta akses terhadap permodalan.
Pendampingan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama berupa pemetaan kebutuhan yang dilaksanakan pada 28 Januari 2026 dengan melibatkan 16 pelaku UMKM olahan pangan di Aula Kantor Desa Cibeureum.
Dalam kegiatan tersebut, tim menggali berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari produksi hingga pemasaran. Produk yang dikembangkan para pelaku UMKM di antaranya kue gemblong, kue kering, kue basah, yoghurt, dan berbagai produk bakery.
Tahap berikutnya dilaksanakan pada 16 April 2026 melalui workshop penguatan bauran pemasaran dengan pendekatan Marketing Mix 7P, meliputi product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence.
Materi juga mencakup strategi branding dan packaging yang disesuaikan dengan karakter konsumen serta kebutuhan pasar wisata.
Sementara itu, pada 14 Juli 2026, tim melanjutkan pendampingan melalui pelatihan penyusunan proposal bisnis dan prosedur pengajuan pembiayaan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cisarua tersebut turut menghadirkan perwakilan Bank BJB Cabang Cibinong.
Tidak hanya mengandalkan pembiayaan perbankan, pelaku UMKM juga diarahkan memanfaatkan sumber permodalan alternatif, seperti BUMDesa, koperasi, serta program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR) dari perusahaan swasta maupun BUMN.
Ketua Forum UMKM Kecamatan Cisarua, Marlin, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan FEB Unpak.
“Saya sangat berterima kasih kepada FEB Universitas Pakuan yang telah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Cisarua. Insya Allah ilmu yang disampaikan dan kegiatan pendampingan yang telah dilaksanakan sangat bermanfaat bagi teman-teman kami pelaku UMKM di Kecamatan Cisarua,” tutur Marlin, Rabu (16/9/2026).
Melalui program pendampingan berkelanjutan tersebut, UMKM di Desa Cibeureum dan Desa Citeko diharapkan semakin mampu mengembangkan usahanya sekaligus mengambil peran dalam rantai ekonomi pariwisata di Kawasan Puncak. Yudi


