32.7 C
Bogor
Thursday, August 20, 2026

Buy now

spot_img

Eiger Nature Libatkan Pakar IPB untuk Jaga Ekosistem TNGP

Megamendung | Jurnal Bogor – Kehadiran Eiger Nature di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, mendapat perhatian terkait upaya menjaga kelestarian ekosistem di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP).
Destinasi yang diproyeksikan menjadi salah satu ikon pariwisata Kabupaten Bogor tersebut berkomitmen mengembangkan konsep ekowisata dengan melibatkan sejumlah tenaga ahli untuk menangani aspek lingkungan, mulai dari perlindungan satwa hingga pengelolaan sampah.

Salah satu pakar yang dilibatkan merupakan dosen ahli ekologi dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Pada Kamis (20/8/2026), Een menjelaskan bahwa keberadaan Eiger Nature diharapkan tidak mengganggu habitat satwa maupun keseimbangan ekosistem di kawasan TNGP.

“Saya dilibatkan di Eiger Nature untuk menangani ekologi yang ada di sini. Mulai dari penanganan dan perlindungan satwa yang berada di TNGP agar jangan sampai terganggu,” ujar Een, Kamis (20/8/2026).

Selain perlindungan satwa, aspek konservasi air juga menjadi perhatian. Menurutnya, Eiger Nature telah menyiapkan sekitar 120 sumur resapan serta kolam penampungan air hujan sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan pengelolaan air di kawasan tersebut.

Sementara itu, Prof. Arif yang dilibatkan sebagai ahli pengelolaan sampah mengatakan, keberadaan destinasi wisata tentu berpotensi menghasilkan sampah. Karena itu, sistem pengelolaan sampah harus disiapkan sejak awal.

“Cukup sederhana untuk menghitung sampah yang dihasilkan dari suatu lokasi atau tempat wisata. Untuk penanganan sampah dari para pengunjung di Eiger Nature, kita akan membangun pengolahan sampah. Sampah dari sini tidak akan dibuang keluar, tetapi akan kita olah untuk dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhannya,” katanya.

Direktur EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, mengatakan EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan panjang EIGER dalam belajar dari alam, budaya, dan masyarakat.

“Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen kami untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat,” ujar Imanuel.

Di sisi lain, menjelang rencana pembukaan pada akhir September 2026, Eiger Nature juga terus melakukan persiapan operasional, termasuk perekrutan tenaga kerja. Salah satu manajemen Eiger Nature, Faris Irianto, mengatakan sekitar 1.200 tenaga kerja dipersiapkan untuk mendukung operasional. Perekrutan tersebut diupayakan melibatkan sebanyak mungkin masyarakat lokal.

“Sekitar 500 pekerja ditambah 300 orang dari warga sekitar mereka bekerja di sini. Total sekitar 1.200 orang pekerja akan siap saat operasional nanti,” pungkas Faris.

Keterlibatan masyarakat lokal tersebut diharapkan tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga menjadi bagian dari konsep ekowisata Eiger Nature yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat sekitar. Dadang Supriatna

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles