Cibinong | Jurnal Bogor – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor melakukan audiensi dengan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara, Senin, 5 Oktober 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Kampus ITB Dewantara tersebut membahas rencana kolaborasi dalam pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan pemilihan umum daerah dan pemilihan, sekaligus penguatan literasi demokrasi bagi pemilih pemula di tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan perguruan tinggi.
Audiensi tersebut dihadiri Ketua KPU Kabupaten Bogor Muhammad Adi Kurnia, S.Hut., bersama jajaran KPU Kabupaten Bogor. Rombongan diterima langsung oleh Rektor ITB Dewantara Dr. Yasnimar Ilyas, didampingi Wakil Rektor III Dr. Muhlis, S.Pt., M.M., dan Wakil Rektor I Dr. Zeze Zakaria Hamzah, S.E., M.M.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara lembaga penyelenggara pemilu dengan institusi pendidikan dalam memberikan pemahaman mengenai demokrasi, kepemiluan, serta pentingnya partisipasi generasi muda dalam proses demokrasi.
Dalam audiensi tersebut, KPU Kabupaten Bogor menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan sosialisasi penyelenggaraan pemilihan umum daerah dan pemilihan di lingkungan ITB Dewantara. Sasaran utama kegiatan adalah pemilih pemula dan pemilih muda, khususnya pelajar tingkat SMA serta mahasiswa perguruan tinggi.
Ketua KPU Kabupaten Bogor Muhammad Adi Kurnia, S.Hut., menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda.
“Perguruan tinggi merupakan salah satu ruang strategis untuk memberikan pendidikan dan literasi demokrasi kepada pemilih pemula. Melalui sinergi dengan ITB Dewantara, kami berharap pemahaman generasi muda mengenai pemilu, demokrasi, serta pentingnya partisipasi dalam proses politik dapat semakin baik,” ujarnya, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, edukasi kepemiluan tidak hanya berkaitan dengan bagaimana seseorang menggunakan hak pilih, tetapi juga bagaimana generasi muda memahami proses demokrasi secara utuh dan menjadi bagian aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain agenda sosialisasi, pertemuan tersebut juga membahas rencana penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman sebagai bentuk kemitraan strategis antara KPU Kabupaten Bogor dan ITB Dewantara.
Kerja sama tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi payung bagi berbagai kegiatan kolaboratif, khususnya dalam bidang pendidikan dan literasi demokrasi, kepemiluan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kapasitas generasi muda di Kabupaten Bogor.
Kedua lembaga sepakat bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga penyelenggara pemilu dapat memberikan dampak positif dalam memperluas jangkauan edukasi demokrasi sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya kelompok pemilih pemula.
Dalam audiensi tersebut, KPU Kabupaten Bogor juga menyampaikan penawaran kegiatan Pusat Literasi dan Edukasi Demokrasi (PRESTASI) Batch 2 Tahun 2026.
Program PRESTASI diharapkan dapat menjadi salah satu wadah pembelajaran demokrasi bagi generasi muda melalui kegiatan literasi, edukasi, dan pengenalan terhadap proses penyelenggaraan pemilu.
Kehadiran program tersebut dinilai sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam memberikan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga membangun karakter, kesadaran sosial, dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Rektor ITB Dewantara Dr. Yasnimar Ilyas menyambut baik gagasan kerja sama yang disampaikan KPU Kabupaten Bogor. Ia menilai kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat pendidikan demokrasi di lingkungan kampus.
“ITB Dewantara menyambut baik gagasan dan rencana kerja sama yang disampaikan KPU Kabupaten Bogor. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga membangun kesadaran sosial, kebangsaan, dan demokrasi bagi mahasiswa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan arah kehidupan demokrasi di masa mendatang. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan akses terhadap informasi dan edukasi kepemiluan yang tepat, objektif, dan mudah dipahami.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat berkembang menjadi kemitraan yang berkelanjutan melalui berbagai program edukasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan literasi demokrasi,” tambah Dr. Yasnimar.
Melalui rencana sosialisasi pemilu, program PRESTASI Batch 2 Tahun 2026, serta penyusunan MoU kemitraan strategis, KPU Kabupaten Bogor dan ITB Dewantara diharapkan dapat bersama-sama memperkuat literasi demokrasi dan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya partisipasi dalam kehidupan demokrasi.
(Wawan Hermawanto)


