24.6 C
Bogor
Thursday, April 18, 2024

Buy now

spot_img

Pengamen Tertangkap Basah Mau Curi Buah, Akhirnya Bikin Ngelus Dada

jurnalinspirasi.co.id – Sebuah warung atau lapak penjual pisang di Babakan Madang, Kabupaten Bogor, kemalingan pada Sabtu (2/3/2024). Lapak itu menurut keterangan sang pemilik, dibobol dua remaja laki – laki, yang belakangan diketahui ternyata sering berkeliaran mengamen di sekitar wilayah tersebut. Bahkan aksi tersebut  bukan pertama kalinya dilakukan.

“Kejadian ini bukan yang pertama, saya masih inget waktu itu jam 12 malem, tanggalnya saya lupa kapan, pokoknya waktu awal – awal bulan Februari, warung sempet kebobolan , tapi malingnya gak ketangkep dan warungnya waktu itu alhamdulillah masih aman, dan kejadian kedua itu tadi shubuh tepatnya jam 04.00,” kata anak pemilik warung, Mariyam.

Dia menceritakan, aksi maling tersebut diketahui oleh seseorang yang berada di Kantor Telkom dekat tempat kejadian. Ia menelepon pemilik warung untuk segera ke lokasi kejadian. Satu pemuda tertangkap dan sempat memilih damai dengan sang pemilik warung, sedangkan pemuda satunya melarikan diri dari tempat kejadian.

“Waktu dapet telepon, bapak saya dan kakak ipar langsung ke warung, dan sampai warung ternyata malingnya masih ada di kolong meja, lagi ngebelakangin, sambil masuk – masukin buah – buahan. Setelah ketahuan dia minta damai dan ketika damai dia malah berontak nyerang satpam sampai mental,” jelas Mariyam.

Pelaku kemudian dibawa ke kantor polisi untuk diinterograsi dan mengaku ketiga kalinya ia membobol warung tersebut. Namun dia kali ini ketahuan yang sebelumnya iya juga sempat mengambil ban di bengkel warung bawah.

Polisi juga menanyakan temannya yang kabur dan mau menunjukan lokasi rumahnya. Saat sudah di lokasi ternyata maling yang tertangkap adalah seorang yatim piatu dan tidak memiliki keluarga. Sementara temannya hanya memiliki seseorang ibu yang bekerja sebagai kuli nyuci karung, tidak memiliki rumah, dan ia hanya tinggal di saung yang terbuat dari spanduk – spanduk bekas.

Ibunya sempat datang ke kantor polisi untuk menebus anaknya, dengan membawa uang receh hasil kuli nyuci karung.

“Kasian banget ibunya datang ke kantor polisi bawa uang pecahan receh, dua ribuan sama lima ribuan, dia mau nebus anaknya dan bilang jangan diviralkan, karena anak nya tuh sebenernya baik dan cuma kebawa – bawa sama temennya. Bapak saya jadi gak tega ya. Mana ibunya minta uangnya lima ribu buat ongkos pulang lagi,” ungkap Mariyam.

Pemilik warung menyerakan semuanya kepada polisi, karena buahnya juga belum sempet dibawa, hanya ada kerusakan pada buah – buah dagangannya.

“Ini tuh sebenernya masih kasus ringan kata pak polisi, maksudnya bukan kasus yang besar banget. Jadi sekarang tuh malingnya masih ditahan. Intinya semuanya udah beres, dan bapak juga menyerahkan semuanya sama polisi. Dan malingnya yang kedua mengakui jika ia salah dan meminta maaf, tapi sayangnya maling pertama yang ketangkep keukeuh (bersikukuh) dan tidak mengakui perbuatannya. Tetapi ya sudahlah yang penting sekarang sudah ditangani polisi. Kedepanya harus lebih hati – hati dan waspada karena sekarang itu lagi musim maling di mana – mana,”  tandas Mariyam.

(fitri aulia lestari/mg-uik)

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles