23.6 C
Bogor
Wednesday, April 17, 2024

Buy now

spot_img

Bulan Sya’ban, Waktu Persiapan Spiritual Menuju Ramadan

jurnalinspirasi.co.id – Menyambut bulan suci Ramadan, umat Islam di seluruh dunia mempersiapkan diri secara spiritual dan fisik. Sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan kesaksian istri terkasih beliau, Aisyah, bulan Sya’ban menjadi waktu yang penting dalam persiapan tersebut.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan kesaksian Aisyah bahwa Nabi Muhammad SAW selalu meningkatkan ibadah sunnah, terutama puasa, di bulan Sya’ban.

“Beliau tidak hanya menunaikan puasa penuh selama sebulan kecuali Ramadan, tetapi juga memperbanyak puasa sunnah khususnya di bulan Sya’ban,” ujar Ustadz Adi Hidayat, dikutip dalam akun YouTube Adi Hidayat Official pada Selasa (20/2/2024).

Puasa di bulan Sya’ban memiliki tujuan yang dalam, bukan hanya sekadar melatih ketahanan fisik terhadap lapar dan haus, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Ini adalah waktu untuk menyusun amal dan meningkatkan ibadah, baik secara ritual maupun intelektual,” ujarnya

Nabi Muhammad SAW memberikan pernyataan yang kuat mengenai keutamaan bulan Sya’ban, menyebutnya sebagai bulan yang diangkat malam.

“Beliau mencintai bulan ini dan menginginkan agar amal baiknya diterima oleh Allah SWT,” ucapnya.

Pesan yang tersirat dari ajaran Nabi Muhammad dan kesaksian Aisyah adalah pentingnya menjadikan bulan Sya’ban sebagai waktu introspeksi diri dan persiapan menyambut Ramadan.

Ini merupakan panggilan bagi muslim untuk mengoptimalkan semua latihan spiritual dan merenungkan pengawasan Allah SWT terhadap aktivitas kita, dengan harapan bahwa amal baik akan dibuka dan diberkahi di akhirat.

(ocha lubianti/mg-uik)

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles