Home News Prediksi BMKG, Cuaca Ekstrem Landa Kawasan Puncak Sampai Januari

Prediksi BMKG, Cuaca Ekstrem Landa Kawasan Puncak Sampai Januari

Wilayah Puncak Bogor hujan dan berkabut.

Cisarua | Jurnal Bogor
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti masyarakat maupun wisatawan yang akan berwisata di kawasan Puncak, Bogor. BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Sebab, BMKG memprediksikan cuaca ekstrem akan melanda kawasan Puncak dan sekitarnya hingga Januari 2024.

“Saat ini wilayah Bogor Raya sudah memasuki musim hujan. Potensi bencana hidrometeorologis makin kerap terjadi. Jadi wisatawan di Puncak Bogor agar waspada saat wisata outdoor seperti camping, susur sungai, hiking dan lainnya,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Citeko, Fatuhri Syabani, belum lama ini.

Menurutnya, dari prakiraan yang diterbitkan oleh Staklim Jabar, bahwa puncak musim hujan di wilayah Bogor terjadi pada periode  Desember dan Januari. Karenanya, kejadian cuaca ekstrem akibat curah hujan tinggi diprakirakan masih akan terjadi di bulan tersebut.

Curah hujan tinggi dapat menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir bandang, angin puting beliung dan tanah longsor.

“Jika memang tetap akan dilakukan berwisata, hindari berada di sekitar lereng (bahaya longsor) dan daerah aliran sungai (bahaya banjir bandang),” bebernya.

Jika hujan lebat, pihaknya juga meminta pengendara untuk menepi bila jarak pandang berkurang. Kemudian, segera berlindung di tempat aman jika terdengar guntur atau petir.

“Waspada ada limpasan air di jalan yang dapat mengakibatkan terseretnya kendaraan terutama roda dua,” kata dia.

Dalam sepekan ini, wilayah Bogor dan sekitarnya dilanda banjir, longsor, angin kencang, dan pohon tumbang dampak cuaca ekstrem.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, menyebutkan dari hasil mitigasi dari 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor ada 24 kecamatan yang rawan bencana alam seperti longsor, puting beliung, banjir, hingga pergeseran tanah. Bahkan dalam sehari saja enam lebih laporan bencana alam diterima pihaknya sejak dua pekan terakhir ini.

Ade Hasrat  menghimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan di tengah kondisi cuaca yang tak menentu seperti saat ini.

Apalagi wilayah yang  beranda dikawasan Pegunungan hingga berdekatan dengan aliran sungai, yang sangat rentan terjadinya bencana alam.

Pada Rabu (29/11/2023), longsor melanda Kampung Cijulang, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua. longsor menyebabkan satu rumah warga terdampak. Sementara ada empat korban yang dilarikan ke rumah sakit. Keempat korban tersebut bernama Anis (21), Reza (35), Nizam (8) dan Tiara (4).

Longsor juga terjadi di Jalan Cikopo Selatan, tepatnya di depan Kantor Desa Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Longsor menyebabkan kemacetan karena hanya bisa dilalui satu arah lalu lintas.

Longsor juga menggerus sebagai badan jalan di Jalan Raya Puncak, Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, persis di depan Hotel Bintang Jadayat.

Pada Senin (27/11/2023), bencana longsor terjadi di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Pasangan suami istri (pasutri) atas nama Rahmat (39) dan Eva (36) tewas tertimbun longsor.

Selanjutnya, banjir melanda sejumlah wilayah Kecamatan Cijeruk pada Jumat (24/11/2023). Dampak kejadian ini rumah-rumah warga, tempat usaha dan SPBU di wilayah itu terendam banjir.

Masih di Kecamatan Cijeruk, pihak kecamatan melaporkan pada Kamis (30/11/2023), sebanyak 11 titik longsor terjadi di beberapa desa. Di antaranya di Kampung Babakan RT 001/007 Desa Palasari. Lahan/tebing milik warga, Bunyamin longsor sepanjang 15 meter dan tinggi 10 meter sehingga mengakibatkan 1 rumah milik Sarna Wijaya terkena dampak kejadian tersebut.

(dede suhendar)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version