Peduli Sesama, Warga SDN Cinangka 01 Santuni  Anak Yatim

0

Ciampea | Jurnal Bogor

SDN Cinangka 01 di Jalan Bhayangkara RT 01/ RW 08 Kampung Pasir Oray, Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor mengadakan santunan anak yatim pada 10 Muharam 1444 Hijriyah tepatnya Senin, 8 Agustus 2022.

Kepala SDN Cinangka 01 Yanie Muriani, M.Pd menjelaskan, santunan anak yatim selain untuk syiar Islam juga dapat menumbuhkan semangat kepedulian untuk memuliakan serta memelihara anak yatim. “Kegiatan santunan anak yatim di SDN Cinangka 01 tidak hanya dilaksanakan pada tanggal 10 Muharam saja, namun pada bulan Ramadan pun seluruh warga sekolah secara pribadi dan kolektif selalu berpartisipasi menyantuni mereka terutama menjelang Idul Fitri,” ujarnya.

Dia berharap kegiatan ini menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan orang-orang agar terbuka mata hatinya agar lebih peduli memperhatikan nasib anak-anak yatim. Kapan pun dan di mana pun, dapat menyantuni anak yatim, sebagai bentuk perwujudan profil pelajar Pancasila dalam implementasi kurikulum Merdeka Belajar.

Sementara anak-anak yang disantuni adalah murid yang sudah tidak punya ayah atau ibu. Guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Bunyamin Suryana, M.Pd juga dalam tausiahnya motivasi mereka untuk bangkit dan bersemangat dalam belajar mengukir prestasi dan meraih cita-cita untuk masa depannya seperti halnya anak yang masih memiliki orangtua.

Bunyamin Suryana pun menjelaskan, peristiwa penting yang jatuh di hari Asyura atau 10 Muharam, diantaranya adalah diterimanya taubat Nabi Adam AS atas segala dosa-dosanya, kapal Nabi Nuh AS yang selamat di bukit Zuhdi setelah mengalami bencana banjir, Nabi Ibrahim AS yang selamat dari api yang membakar tubuhnya akibat siksa Namrud, selamatnya Nabi Yunus AS dari perut ikan, bebasnya Nabi Yunus AS dari penjara Mesir atas fitnah, Allah menyembuhkan Nabi Ayyub AS dari penyakitnya, Nabi Musa AS dan pengikutnya selamat dari pengejaran Firaun di Laut Merah, diangkatnya Nabi Isa AS ke langit, dan kembalinya kerajaan Nabi Sulaiman.

“Hari Asyura atau 10 Muharram menjadi hari penting bagi umat muslim dan bertepatan dengan tanggal ini, umat islam dapat mendulang lebih banyak amalan baik. Salah satunya yang paling sederhana adalah dengan menyantuni dan menyayangi anak yatim kita dapat dengan mudah  mendapatkan kemuliaan,” jelas Bunyamin Suryana.

Guru kelas VI Udoh menyebutkan, kegiatan santunan anak yatim  dilaksanakan setelah pelaksanaan upacara bendera, dihadiri oleh empat belas anak yatim, seluruh peserta didik, kepala sekolah, dewan guru beserta staf dan juga orangtua peserta didik.

Hadir pula pada kegiatan ini mahasiswa Kampus Mengajar yang ditugaskan oleh Kemenristek untuk melaksanakan program literasi dan numerasi di SDN Cinangka 01.

**MWS/mg-unpk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here