Penyuluh Kabupaten Nganjuk Pelajari Teknologi Pembuatan Pupuk Organik

0

Nganjuk | Jurnal Inspirasi

Pemanfaantan limbah ternak berupa padat dan cair saat ini mulai digalakan dikalangan petani di Kabupaten Nganjuk, ini dilakukan karena kesadaaraan mereka tentang pentingnya pembenah tanah, manfaat mengonsumsi pangan organik (sayuran) dan karena terbatasnya pupuk an organik yang beredar dilapangan.

Untuk menanggapi permasalaaan diatas Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk segera mencarikan solusi- solusi salah satunya dengan menigkatkan Sumber Daya Manusia (Penyuluh) untuk belajar teknologi pemanfaatan limbah ternak, melalui BBPP Batu yang mempunyai kegiatan pelatihan untuk Aparatur, kegiatan pelatihan ini di gelar tanggal 12 sampai 14 Agustus 2021 di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bagor Kabupaaten Ngajuk, dengan model bledded learning, tiga jam dalam sehari bertatap muka dan lima jam berikutnya tugas mandiri dan pemantauan kegiatanya dengan WhatsAPP grup.

Kepala Dinas Pertanian Judi Ernanto, M.Si MM mengatakan teknologi pembuatan Pupuk Organik padat maupun cair (POC) bio-urine perlu dikembangkan di tingkat petani karena limbah cair urine sapi belum banyak dimanfaatkan oleh petani/peternak dan selama ini terbuang dengan percuma.

“Pupuk organik sapi baik padat maupun cair diproses dengan baik melalui fermentasi dan pencampuran molase, pupuk hayati akan bernilai ekonomi tinggi,” jelas Judi Ernanto.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan yang disampaikan oleh Haris Khoirul Usman. STP, M.Sc widyaiswara dari BBPP Batu produk dari limbah ternak yaitu pupuk cair, menyampaikan penggunaan pupuk organik cair menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi pengunaan bahan kimia dalam budidaya pertanian. Pupuk organik cair merupakan larutan dari pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan (urine) yang memiliki beberapa kandungan unsur hara,”ujarnya.

Haris juga menyampaikan kelebihan dari pupuk organik cair mampu bereaksi dengan cepat karena bersifat volatil sehingga lebih cepat dapat diserap tanaman dan bereaksi sempurna ditanah. Namun memiliki kelemahan mudah menguap dalam tanah, oleh sebab itu saat aplikasi kedalam tanah maka tanah sekitar tanaman perlu digemburkan agar POC efektif.

Ditempat yang sama Reni Irawati, SP. salah satu peserta pelatihan dari BPP Berbek mengatakan, saat ini peluang pasar akan semakin besar dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan bahaya dari penggunaan bahan kimia dalam pertanian. Masyarakat semakin teliti dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan, pangkas,”Reni Irawati, SP.

Pupuk cair bio-urine juga memiliki beberapa kelebihan antara lain, dapat secara cepat mengatasi defesiensi hara, jumlah kandungan nitrogen, fosfor, kalium dan air lebih banyak jika dibandingkan dengan kotoran sapi padat, volume penggunaan lebih hemat dibandingkan pupuk organik padat serta aplikasinya lebih mudah karena dapat diberikan dengan penyemprotan atau penyiraman, mudah membuatnya, serta murah harganya.

** Reni Irawati /BBPP Batu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here