Pol PP Babakan Madang tak Bertaring

0
Galian C di Kadumanggu beroperasi lagi

Galian C Kadumanggu Masih Jalan Hingga Kini

Babakan Madang | Jurnal Inspirasi

Galian C Kadumanggu kembali beroperasi seolah meledek penegak Perda. Lokasi galian C yang berada di Desa Kadumanggu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor yang kerap kali dibuka tutup tersebut masih beroperasi sampai saat ini.

Satpol PP saat menutup galian C di Kadumanggu

Warga sekitar galian AR menuturkan, sekarang timbul keluhan-keluhan warga karena kurang kooperatifnya pihak penggali dengan masyarakat sekitar. “Sekitar dua bulan yang lalu galian tersebut juga sudah ditindak Satpol PP, bahkan hingga terjadi tindakan-tindakan anarkis perusakan mobil Siaga Desa, setelah itu galian tersebut sudah di-police line, namun dalam waktu 4 jam police line tersebut hilang,” ujar AR, Kamis (29/7/2021).

“Sesuai informasi dari Satpol PP Kabupaten Bogor itu akan dibawa ke ranah hukum, dan sudah dibuatkan laporan ke Polres Bogor, namun sampai sekarang galian tersebut masih berjalan dan tidak ada tindakan proses hukum tentang pembukaan police line di galian tersebut,” tutur AR.

Lebih lanjut AR menjelaskan, warga terdekat sangat terganggu dengan adanya aktivitas galian yang beroperasi hingga malam hari. “Karena galian tersebut beroperasi hingga malam, kadang kami terganggu sehingga gak bisa tidur akibat bisingnya alat berat yang terlalu dekat dengan pemukiman warga,” jelasnya.

Yang kedua, lanjut AR, bukan hanya dirinya yang mengeluhkan atas kegaduhan atau bisingnya alat berat galian tanah tersebut. “Adapun keluhan lain seperti di saat terik matahari debu kerap kali beterbangan dan jika hujan jalan menjadi licin akibat dampak dari tanah galian itu sendiri,” ujarnya.

Ternyata, AR mepaparkan, penggali tanah di lokasi ini kerap kali berganti-ganti nama namun tetap dengan satu lingkup yang sama. “Galian tersebut sudah sekian lama, sudah berkali-kali ganti penggali juga, mulai dari orang berinisial J, lalu berinisial S dan kini berganti orang berinisial A, orang-orang berinisial S dan A itu diduga masih kroni-kroni orang terdekat dari si inisial J ini,” paparnya.

AR berharap, adanya tindakan tegas dari pihak terkait untuk para pengelola galian, terutama di Desa Kadumanggu. “Kami sebagai warga berharap pihak yang berwajib segera melakukan tindakan, karena terus terang kami sebagai warga merasa terganggu,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here