Surabi Rasa: Legenda Kuliner, Rasa Milenial

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Dari sekian banyak makanan yang sudah melegenda, akhirnya surabi hadir dan menyapa lidah masyarakat. Dari segi jenisnya pun surabi terbagi menjadi dua, yaitu ada surabi khas Jawa dan ada surabi khas Bandung.

Untuk saat ini, kita hampir sering menjumpai surabi Bandung, salah satunya adalah Surabi Rasa Delicious di Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. “Disini kita menawarkan dua kategori rasa, ada yang manis dan ada yang asin. Macem-macem lah pokoknya,” ujar owner Surabi Rasa, Iwan Dirwan kepada Jurnal Bogor, Senin (07/6).

Iwan menerangkan, hal yang berbeda antara surabi khas Sunda dengan surabi khas Jawa terletak pada varian originalnya. Jika varian original pada surabi khas Jawa yaitu, surabi polos dengan tambahan gula merah, atau yang biasa disebut dengan surabi Kinca. Sedangkan surabi khas Sunda, varian originalnya benar-benar polos tanpa ada tambahan apapun.

“Dari kategori asin, yang paling dimininati itu rasa oncom. Karena di varian oncom ini, kan ada campuran rasa asin terus digabungkan dengan abon, sosis, telur dan ditambah saus itu jadi lebih nyampur dan cocok juga. Dan untuk kategori manis itu ada durian keju, soalnya kita pakai durian asli, dagingnya durianlah sebutannya,” ujarnya.

Harga yang ditawarkan oleh Surabi Rasa ini terbilang murah, dimulai dari kisaran Rp5.000, sampai Rp13.000 untuk varian yang paling mahal. Untuk kalangan pembeli pun, datang dari semua kalangan dan berbagai usia.

“Yang menarik dari Surabi Rasa ini sih, kan surabi ini makanan orang dulu ya, jadi bisa dibilang ini adalah makanan yang langka. Tapi dengan berkembangnya zaman, kita meghadirkan topping rasa kekinian. Jadi, biar ga keliatan makanan dulu banget,” tutupnya.

** Azizah [MG/UIK-Jb]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here