UPT PUPR Respon Aksi HMR Segera Koordinasi dengan Dinas

0

Rumpin | Jurnal Inspirasi

Pasca ramainya pemberitaan soal aksi mahasiswa yang tergabung Himpunan Mahasiswi Rumpin (HMR) yang melakukan aksi photo shoot mencuci perabotan dan mancing di Jalan berlubang di Jalan Cijengir, Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin jelang Hari Jadi Bogor 539, langsung direspon UPT PUPR wilayah V Leuwiliang. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

Pada Kamis (3/6/2021) siang, Kepala UPT PUPR wilayah V Leuwiliang Eko Sulistianto bersama pengawas jalan  meninjau jalan rusak tersebut. Mereka memastikan status jalan dan kondisi jalan, dan setelah ditinjau, jalan itu merupakan jalan Kabupaten Bogor.

“Dari informasi yang kami terima sekarang pembuktiannya sudah jelas bahwa ini adalah ruas pengelolaan UPT wilayah V Leuwiliang. Jadi memang ini sudah masuk usulan, kalau melihat kondisi seperti ini memang harusnya itu sudah menggunakan konstruksi dibeton,” kata Eko kepada wartawan disela-sela kunjungannya, Kamis (3/6/2021).

Kalau untuk penanganan sementara, Eko mengatakan, pihaknya akan mencoba berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Bogor karena menurutnya, kondisi Jalan Cijengir tersebut sudah tidak masuk ke dalam pemeliharaan, namun sudah dikategorikan rusak berat dan harus masuk ke dalam tender.

“Kalau perawatan kan untuk mempertahankan kondisi, nah kalau ini membuat kondisi supaya lebih baik,” ucap Eko.

Eko menyebut, rusaknya jalan sekitar empat kilometer itu tersebut akibat tingginya volume kendaraan truk angkutan tambang yang muatanya diluar standar. “Di satu sisi mobilitas tinggi, sekarang kan volume kendaraan kan kita lihat sendiri lah tadi ada mobil yang lewat jenis dump truck kalau misalkan mungkin muatannya masih standar-standar saja sih masih bisa memadai,” katanya.

Eko menambahkan, kalau untuk di Kabupaten Bogor di wilayahnya, terdapat sekitar 15 persen jalan yang rusak. “Jadi memang ada beberapa PR, jadi kita tidak hanya melihat bahwa jalan itu rusak, disini juga ada jalan yang perlu direlokasi juga ada, artinya memang ada jalan yang perlu penanganan tapi tidak rusak artinya jalan itu sudah mencapai umur,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here