Petani Ranen Raya, Pemerintah Malah Akan Impor Beras

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pemerintah telah mengalokasikan impor beras sebesar satu juta ton kepada Bulog, meskipun sekarang ini di sejumlah daerah, petani sedang panen raya. Alokasi impor ini terbagi atas 500.000 ton untuk cadangan beras pemerintah (CBP) dan 500.000 ton sesuai kebutuhan Bulog.

Pemerintah mengelak bahwa impor beras tersebut hanya untuk iron stock atau cadangan. Artinya, beras impor BBM tersebut tidak dikeluarkan saat panen raya.

Meskipun demikian, pengamat pangan IPB Sahara mengatakan bahwa impor itu akan mempengaruhi harga beras di pasar. “Wacana impor beras di tengah panen raya itu akan memengaruhi psikologis pasar,” jelasnya dalam Market Review IDX Channel, Selasa (9/3).

Ia mengatakan, saat terjadi panen raya harga beras akan turun. Tak pelak, harga gabah ditingkatan petani juga turun. Kondisi ini diperparah dengan adanya impor beras. “Saat panen raya harga gabah akan turun, ditambah impor maka akan semakin turun,” terangnya.

Kondisi ini, lanjut Sahara, tentunya sangat meresahkan petani. Dengan harga yang semakin turun akan membuat petani mengalami kerugian yang lebih besar.

“Kondisi ini yang meresahkan para petani. Dengan kata impor saja pasar sudah bereaksi. Apalagi sudah diputuskan, pasti sangat berdampak pada pasar sehingga harga beras akan semakin turun,” tandasnya.

Ass/sindonews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here