Beratapkan Terpal, Mobil Pol PP Pamijahan tak Ubah Seperti Mobil Pedagang Tahu Bulat

0

Pamijahan l Jurnal Inspirasi

Kondisi mobil operasional milik Satpol PP Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor kini menjadi sorotan warga Kecamatan Pamijahan. Pasalnya terlihat bagian atap dan belakang kendaraan itu dipasang dengan terpal. Kondisi mobil seperti ini pun menjadi pertanyaan warga. 

“Ini mobil operasional Satpol PP, atau kendaraan tukang jualan tahu bulat digoreng dadakan,” kata salah satu warga Desa Cibitungwetan, Entis kepada wartawan, kemarin.

Sembari  memperhatikan kondisi mobil yang biasa digunakan petugas Pol-PP yang terparkir di depan Kantor Desa Cibitungwetan, menurutnya, pemerintah tega membiarkan kondisi mobil seperti itu,” paparnya. “Sampai gak kesampaian beli atap mobil, kasihan para anggota, takutnya malu apalagi kehujanan,” katanya.

Sementara, Kasi Trantib Kecamatan Pamijahan Agus mengatakan, bahwa perbaikan mobil itu terkendala waktu dan belum adanya anggaran. “Belum sempat dibawa ke bengkel, lagi pula anggarannya di kecamatan juga belum cair,” ungkap Agus. “Katanya anggarannya belum cair, akan tetapi yang penting kerjaannya beres,” guyon Agus.

Terpisah, Sekretaris Camat Pamijahan Yudi Hartono, mengaku anggaran untuk  perbaikan kendaraan operasional Satpol PP baru akan diusulkan. “Nanti kita usulkan anggaran untuk perbaikan kendaraan tersebut. Ya, idealnya harus ganti pake doble kabin,” kata Yudi.

Sebetulnya kata dia, kalau  untuk  pemeliharaan skala kecil sudah diarahkan agar mobil tersebit dibawa ke bengkel.  “Sudah diarahkan tapi sampe hari ini belum dibawa mungkin masih dipake,” tuturnya.

Ia berharap akan ada mobil operasional yang baru untuk di Pamijahan, khususnya kendaraan operasional Pol PP. Yudi Hartono yang merupakan mantan Ketua KNPI Kabupaten Bogor ini menyebutkan, anggaran di kecamatan untuk perbaikan kendaraan tersebut  itu tidak ada. “Gak ada anggaran untuk kaitan mobil mah,” imbuhnya.

“Mudah-mudahan bonus produksi (BP) bisa diarahkan salah satunya untuk alokasi kendaraan di kecamatan,” tukasnya.

** Arip Ekon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here