Home Potret Desa KPM Rutilahu Desa Cipicung Terima Uang Upah Kerja 700 Ribu

KPM Rutilahu Desa Cipicung Terima Uang Upah Kerja 700 Ribu

Cijeruk | Jurnal Inspirasi

Bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, tahun anggaran 2020 sebanyak tujuh unit di Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk mengkhawatirkan. Sebab, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak sepenuhnya mendapatkan bantuan sebesar Rp 15 juta.

Muhamad Mansurudin, warga Kampung Sawah Lega RT 04/06, Desa Cipicung yang juga sebagai KPM Rutilahu mengaku, jika dirinya tidak menerima bantuan secara utuh sebesar Rp 15 juta. Dari perhitungannya, bahan material yang diterima untuk memperbaiki rumahnya, tidak sampai sebesar anggaran yang digelontorkan pemerintah.  “Kalau hitungan saya paling dibawah 10 juta,” katanya kepada wartawan.

Mansurudin merinci bahan material yang diberikan pemerintah desa melalui Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), mulai dari asbes 24 lembar, batako 1050, GRC 5, paku 5 kilo, semen 13 sak dengan kondisi 1 sak tidak utuh, pasir 2 engkel dan besi 10 batang.

Adapun untuk bahan material kayu, kata Mansurudin, dari jumlah 53 batang sesuai yang dicatat, sekitar 15 batang tidak terpakai. Alasannya, karena kondisi kayu yang kualitas jelek dan tidak bisa digunakan untuk menahan atap.

 “Kayu saya beli 15 batang dengan ukuran besar. Kayu dari TPK tidak terpakai, saya kuatir kalau digunakan tidak kuat menahan beban atap,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, untuk biaya upah kerja yang diberikan TPK, hanya sebesar 700 ribu. Sehingga, saat mengerjakan perbaikan rumahnya, tidak menggunakan tukang.

 “Uang sebesar itu cukup buat apa, makanya saya bangun sendiri. Tapi untuk memasang atap saya pakai tenaga tukang,” keluhnya.

Meski kondisi rumah Mansurudin masih belum layak, karena tidak adanya tempat tinggal lagi, terpaksa rumah yang belum di plester dan tidak ada plafon itu, di isi oleh keluarganya. “Mau bagaimana lagi, terpaksa walau rumahnya masih seperti ini, kita isi sekeluarga,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Cipicung, Suherli terkesan cuci tangan dan menyalahkan TPK pembangunan Rutilahu.  “Saya baru tahu informasi dari pak camat, kalau masalah Rutilahu silahkan konfirmasi ke Anto, TPK pembangunan Rutilahu,” tukasnya melalui pesan WhatsApp.

Sebelumnya Ninah, isteri Ujang Saripudin KPM yang menerima bantuan Rutilahu di Kampung Balakang, RT 01/07 Desa Cipicung mengeluhkan kondisi rumahnya belum bisa ditempati. Alasannya, karena kondisi rumah yang akan ditempati keluarga, belum selesai di bangun.

 “Lihat saja lantai masih tanah, pintu dan dinding pun belum di plester. Bagaimana mau ditempati kalau kondisinya masih seperti ini,” ujarnya.

Ninah menceritakan, bantuan material yang diberikan TPK Desa Cipicung untuk perbaikan rumahnya, yakni asbes sebanyak 24 lembar, herbel 5 kubik, semen 10 sak, pasir 2 mobil engkel, besi 30 batang dan kayu.  “Kayu juga yang diberikan TPK kualitasnya jelek,” akunya.

** Dede Suhendar

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version