Warga Terganggu Bau dari Pabrik PT Acon Indonesia

0

Gunung Sindur | Jurnal Inspirasi

Warga yang berada di Desa Curug dan Padurenan, Kecamatan Gunung Sindur hampir satu setengah tahun menahan bau menyengat akibat produksi bata hebel dari PT Acon Indonesia. Diduga produksi hebel yang menyengat menggunakan bahan kimia sehingga menggangu pernapasan.

Herlina, warga Perumahan Garuda Desa Curug yang berada persis dekat PT Acon Indonesia mengatakan, hampir setiap hari sejak dari pagi, siang bahkan sampai malam hari saat waktunya istirahat bau menyengat dan polusi  dari produksi bata hebel sangat menganggu pernapasan.

“Belum lama ini anak saya saat sedang makan muntah-muntah karena tak tahan dengan bau kimia,” kata Herlina, Rabu (2/12).

Herlina bahkan pasrah dengan kondisi tersebut. Pasalnya ia dan warga lain yang terdampak sudah melakukan aksi unjuk rasa ke PT Acon Indonesia menuntut agar mengurangi polusi dari produksi bata hebel itu.

“Demo udah berkali-kali bahkan sudah difasilitasi Anggota DPRD, tapi tetap saja masih banyak polusi yang ditimbulkan,” kata Herlina.

Sementara menurut Ketua RW 09, Perumahan Garuda, Mulyadi Mursid selaku pengurus RW ia sudah melakukan upaya agar PT Acon Indonesia mengurangi polusi dari produksi bata hebel. Bahkan saat itu pihak PT sudah menyanggupi untuk memenuhi tuntutan warga.

“Tapi pada kenyataannya sampai saat ini hanya janji dan janji makanya warga kesel kemarin melakukan aksi lagi,” katanya.

Sejauh ini warga  pun sudah mengadukan hal ini ke anggota DPRD Kabupaten Bogor, namun belum ada progres lanjutan. “Semoga pihak terkait pemerintah juga bisa peka akan keluhan masyarakat ini,” tegasnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Security PT Acon Indonesia, Agung mengatakan pihaknya tidak bisa menghadirkan pihak manajemen perusahaan. “Nanti aja lain waktu, orang manajemen pada keluar,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here