Buzzer Lebih Aktif daripada Politisi

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Akun-akun buzzer atau pendengung di media sosial rupanya lebih aktif dalam mengedukasi publik terkait Undang-Undang Cipta Kerja. Hal sebaliknya justru tidak dilakukan oleh akun atau politisi dari partai pendukung UU tersebut. Hal inilah yang diungkapkan Associate Researcher LP3ES Tomi Satryatomo.

Ada sejumlah akun buzzer di media sosial yang aktif dalam mengedukasi publik soal hal positif dari UU Cipta Kerja. Beberapa di antaranya adalah akun @digembok, Denny Indrayana, dan Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi.  “Dominasi buzzer pada klaster pendukung RUU ini dan hampir tidak adanya akun politisi parpol mengisyaratkan sikap ‘tinggal glanggang colong playu’. Kedua parpol pendukung terlihat tidak melakukan edukasi politik tentang RUU ini,” Tomi dalam diskusi yang digelar oleh Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Minggu (18/10).

Sedangkan dari kubu penolak UU Cipta Kerja, banyak nama dan akun politisi yang aktif dalam mengkritisi produk hukum tersebut. Beberapa nama yang muncul seperti Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW).

“Komunikasi kubu pro didominasi oleh akun-akun buzzer dan kubu pro berkutat pada soal investasi, tudingan hoaks. Sedangkan kubu kontra mempersoalkan urgensi, penyusunan, dan transparansi,” ujar Tomi.

Ia juga menyebut, dua partai yang notabenenya pendukung UU Cipta Kerja, PDIP dan Golkar, juga tidak terlalu aktif dalam memberikan edukasi publik terkait produk hukum tersebut. Sebaliknya, kedua partai yang mendukung Presiden Joko Widodo itu justru menerima respon negatif dari warganet.

“Baik PDIP dan Golkar muncul ekspresi kemarahan, kekagetan, dan rasa tak percaya. Kita bisa melihat betapa marahnya netizen kepada kedua partai politik ini di media sosial,” ujar Tomi.

** ass

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here